Guys,
Tepat hari ini setahun yang lalu..
Kta me’injakkan kaki di Gedung Kapal..
Started a 2,5 months of anger & happiness
Life seems so simple then, huh? Haha..
I’ll always remember every single moment with all of you ..
Hari ini setahun lalu, cerita itu dimulai. Boleh dibilang, kedelapan anak itu sebenernya nggak ada yang tau pasti, apa yang akan mereka hadapi (dan dapatkan) saat itu. Ya, ngeri banget bahasanya ya. Tapi bener kok, semuanya dateng dengan alasan yang sama : “Yaa.. gue ditugasin kantor, gituu…”. Nggak ada yang ngira kalo minggu itu mereka akan diberi tugas untuk membuat kodok-kodoan dari kertas, yang kemudian diadu dalam sebuah Lomba Balap Kodok. Ih! Apa2an sih??
Nggak ada yang ngira juga, kalo minggu itu mereka diminta buat beraksi di hadapan sebuah Handycam, berakting seolah-olah menjadi atasan yang harus memecat anak buahnya. Ada yang aktingnya natural, ada yang sampe over acting saking semangatnya tampil di depan kamera. Hehehe. Masih ada lagi tugas aneh lainnya, seperti ketika harus mencari kemungkinan nama sebuah gambar yang menyerupai Piring Terbang, tapi sekaligus mirip dengan Tusuk Konde!
Well, Itu hanya sebagian kecil bagian dari kegiatan PERSONAL DEVELOPMENT yang diberikan oleh Iradat Konsultan. Dan itupun hanya 1 minggu dari 10 minggu “penderitaan” yang masih harus dihadapi oleh mereka, sebagai resiko menyanggupi diikutsertakan dalam PD Development Program 2006. Masih banyak pastinya (dan sungguh2 banyak!) materi lainnya yang didapat kami selama disana. Materi2 seputar Managerial, Broadcasting dll. Sampe mau muntah rasanya dijejeli segitu banyaknya materi. Tapi toh ternyata, menurut saya, diantara bejibunnya materi itu, ada satu ilmu yang membekas sekali. Dan ilmu itu ternyata tidak ada dan tidak tertulis didalam panduan Training. Ilmu itu adalah : UNDERSTANDING
8 orang. 2 Perempuan, 6 Laki-Laki dari kota yang berbeda-beda, dengan sifat dan kebiasaan yang berbeda pula. Disatukan dalam satu ruang yang sama. Bahkan juga dalam rumah yang sama selama 2,5 bulan. Got the picture? Susah lho ternyata yang namanya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Hehehe. Setiap hari ketemunya dengan orang yang sama. Bangun tidur, ketemu muka2 itu lagi. Mau tidur juga, secara kamarnya barengan. Jadi ya tidurnya barengan juga (kecuali yang ngoroknya akut, tau diri tidur sendiri di ruang belakang. Hehehe). Nggak heran kalau semakin lama, masing-masing makin bisa melihat satu sama lain secara utuh. The whole package, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya…
Berangkat ’sekolah’ bareng2. Mampir nyari sarapan juga sama2. Ada yang rajin banget berangkat on time, ada yang belakangan. Yang duluan biasanya yang dapet jatah jadi Ketua Kelas, dan yang belakangan biasanya yang bangunnya siang, atau emang lama dandannya!). Pulangnya juga barengan lagi. Kemudian dimulailah aktifitas malam hari yang, yaa gimana yaaa.. itu ituuuu aja. Main Pingpong, terus giliran mandi, nyari makan malam (antara Ketoprak atau Nasi Goreng yang ada di sebelah rumah). Setelah itu, masuk ke acara nggosip2 ga jelas, mulai dari di ruang tengah hingga lokasinya berpindah ke tempat tidur. Gituu terus setiap hari.
“Anjrit!! Ini kita baru 3 minggu ya ternyata??!!”
“Mulih yok Deekk….. (pulang yuk, Dek) “
“Ini kita bisa gila lho ini ….”
Tapi toh ternayta semua ‘penderitaan’ itu sekarang kaya nggak berbekas. Yang ada justru rasa kangen yang gede banget. Karena akhirnya kita ngerasa, bahwa salah satu pelajaran hidup yang cukup berat, sudah pernah kita pelajari. Bagaimana me-manage orang, bagaimana me-manage diri sendiri. 2 hal yang amit2 susahnya, tapi harus bisa dilakukan. Bagaimana sebuah ‘pengertian atas satu sama lain’ itu sangat penting buat dijadikan kebiasaan. Bagaimana segala macem pertengkaran dan masalah yang akhirnya terselesaikan di waktu itu, akhirnya jadi pengalaman yang berharga banget untuk kita, supaya lebih siap untuk menghadapi kehidupan ’sebenarnya’ setelah masa training selesai. That we have to deal with people. Lots of people out there.
Awan, Annas, Warman, Gading, Diyan, Iteng, Billy.. Kita memang oke! Hehehe.
