June 2007



“Cemen amat sih loe?” adalah ungkapan ’simpati’ yang saya dapetin dari salah satu temen ketika saya dengan menggebu-gebu menceritakan keputusan saya yang dengan entengnya ngilang dari dunia nyata dengan mematikan handphone 2 hari berturut-turut. Hanya karena ‘broken heart ga penting’ (tuh.. ini juga istilah yang dia kasih sebagai bentuk ’simpati’ nya sama saya).

Ga sopan emang tu orang. Emang ada ya orang patah hati yang ga penting? Kalo saya sampe ‘ngambek’ and suddenly became a drama queen eh, king kaya gitu, tentu aja karena sesuatu yang saya anggep penting! Saya kan udah khatam berkali-kali buku DON’T SWEAT THE SMALL STUFF-nya Richard Carlson. Jadi ya bisa bedain lah, mana bad things yang bisa sata cuekin, saya pikirin, dan mana yang sampe perlu saya tangisin (euleh2…. tetep suka dramatisir ternyata…) (more…)

Biar kuutarakan saja segenap rasa mengendap didada…
Lewati desah nada lagu, walau sungguh terlanda sendu
Siratkan seribu makna

Hatimu dambaan jiwa, masih tetap terjaga selalau…
Sebentuk cinta kasihku buatmu…
Sejak kau tanamnkan harapan, kusambut dan membuka tangan
Tega kau buyarkan impian

Bantu aku lari dari bayangmu
Hasrat melupakanmu..
Usah lagi senyum sapamu mengganggu
Engkau bukan untukku…

Terlanjur aku terjatuh
Mencoba bangkit dan berjalan lagi…. (Bantu Aku – KLa Project, 1990)

Biar kuutarakan saja segenap rasa mengendap didada…
Lewati desah nada lagu, walau sungguh terlanda sendu
Siratkan seribu makna

Hatimu dambaan jiwa, masih tetap terjaga selalau…
Sebentuk cinta kasihku buatmu…
Sejak kau tanamnkan harapan, kusambut dan membuka tangan
Tega kau buyarkan impian

Bantu aku lari dari bayangmu
Hasrat melupakanmu..
Usah lagi senyum sapamu mengganggu
Engkau bukan untukku…

Terlanjur aku terjatuh
Mencoba bangkit dan berjalan lagi….

(Bantu Aku – KLa Project, 1990)

“Niat Nggak Niat Nggak Niat Nggak Niat”

Ini adalah status YM saya hari ini, Selasa 26 Juni 2007. Dan seperti yang sudah menjadi rahasia umum, -entah siapa yang memulainya, status YM menjadi semacam pengumuman kepada khalayak ramai tentang perasaan para pengguna YM saat itu. Bisa jadi seperti hari ini saya cek satu persatu ada yang menulis

“Miss U”,

“Suegerrrr…”

hingga yang tidak jelas seperti

“Happy.. ye..yee.. Happy.. ya…”

Entah apa maksudnya. Atau tentang keadaan standar, seperti “busy”, “be right back” atau “not at my desk”. Sudahlah, akui saja kalau kita kadang2 juga suka penasaran dengan maksud dari status2 YM mereka. Ya kan? Dan salah satu orang yang paling suka bikin status YM aneh-aneh adalah ………. saya! Hehehehe.Ga tau ya, kok kayanya seneng aja menuliskan sesuatu disebelah nama saya sebagai status. Gatel aja rasanya kalo masuk YM tanpa nulis status!

Temen kantor saya sempet bilang, kalo emang dasarnya sayanya aja yang suka cari-cari perhatian. Kaya hari ini, status diatas sebenernya murni bener2 curahan perasaan saya. Gimana gue lagi ngerasa seperti di persimpangan dilema (a*j**g bahasanya… males!) saat ini. You know, ketika loe sudah mencoba untuk bersikap tegas menentukan sikap buat diri loe sendiri, namun kemudian pada saat yang bersamaan, lo merasa kalau loe bisa ’sedikit’ permisif atau membuat perkecualian dengan keputusan yang udah loe ambil itu. Bingung? Sama. Namanya juga dilema. Intinya bingung, aja. Titik.

Tapi ditengah kacau beliaunya perasaan, saya masih bisa tersenyum karena bisa mengundang temen-temen saya untuk memberikan perhatiannya kepada saya (dalam hal ini, memberikan KOMENTAR pada status YM gue! Hehehe… Caper Jaya, dah!).

dianpoernomo : NGGAK NIAT!!
dittokiyoet : Ngga niat apa, Mas? Kalo mau ngasih duit ke aku, diniatin aja…
audry78 : Udah, cabut ajaa.. susah amat :)
thea_marea : niat amat sih mas ga niatnya.. huahahaha
lutfi derajat : hiii .. boleh kenalan?
gregorius gat : jadi ga niat nih? :)
d_zul : sebodo, ah Kang.. yang penting jam 10.30 jgn lupa meeting yee.
lucyluke69 : Gimana kalo niat yang nggak-nggak aja? Hyuukkk…
awan setiawan : KALO NGGAK NIAT YA UDAH!

Hehehehe… oh, teman… cukup dengan komentar2 singkat kalian yang tidak penting ini, you’re already brightened up my day! Next time kalo liat status YM saya mulai ajaib, berarti saya lagi lagi cari perhatian yaa… and please, do something about it… Hahahahaha….

Ngutak-atik bikin playlist seharian memang menyita mood juga ternyata. Sesuatu yang fun sebenarnya. Musik. Musik. Dan selalu tentang musik. Tapi mengerjakan sesuatu yang itu-itu terus dan dalam jangka waktu yang panjang, lama-lama bisa bikin eneg juga.  Untunglah akhir-akhir ini saya punya jalan keluar yang sangat efektif untuk mengurangi kejenuhan ditengah-tengah pekerjaan.
Sekali lagi, ditengah-tengah, lho ya. Camkan baik-baik. Jadi kegiatan ini dilakukan ditengah-tengah pekerjaan, it means dilakukan ditengah-tengah jam kantor! Hehehehe… Bodo deh!

This BLOG thing. Browsing baca-baca blog orang. Blogwalking. Dan tentu saja, bikin blog sendiri..Didn’t you realize, kalau sekarang saya rajin banget posting di blog? Bisa disimpulkan tho, seberapa seringnya saya merasa bosan di kantor. Seperti hari ini, udah jam 3 sore, I am bored already. Ya iyalah, secara udah sore, weekend pula. Ditambah abis putus cinta (hhh..hari gini…) . Lengkap sudah kemalasanku saat ini.
Tapi playlist belom kelar! Arrgghhhhh!!!! Jadilah, 5 menit bikin playlist, 30 menit baca2 blog. 5 menit bikin playlist lagi, berjam2 baca blog lagi.. hehehehe….

Menyenangkan sekali ternyata membaca blog2 orang lain. Bahkan orang yang ga kita kenal sama sekali. Gimana sesuatu hal kecil yang tidak penting pun bisa dijadikan bahan tulisan. Luar biasa. Coba baca salah satu postingan yang saya temuin di salah satu blog dari orang yang ga saya kenal ini : (more…)


(On YM, Kamis 21 Juni. 10 :23 am)

tia roten: uda nonton?
deka: Udah. Tadi malem. Sendirian. Pemberani sekali ya masmu ini..
tia roten: trus trus..
tia roten: hasilnya?
deka: Hasilnya.. seperti meminum jus stroberi.. hilang tanpa bekas…
deka: Belom nonton toh?
tia roten: uda bareng sama ank2 pbs dan artisnya
tia roten: tp make up artist film itu hebat!
deka: Oya? Nino Fernandez ternyata perempuan??
tia roten: bukan..
tia roten: bukaann..
tia roten: tapi setelah dibawa lari setengah jam, make up nadia saphira masih kincloooong
tia roten: rambutnya pun water proof
deka: Ooooughhhhh……
deka: Aku malah ga sempet merhatiin….
deka: Udah hampir mati kebosanan….
tia roten: nah itu dia
tia roten: gara2 bosen hal yg tadinya ga penting
tia roten: justru jd lebih penting drpd jln cerita filmnya sendiri
deka: O… kamu tau kan kemampuan nyacatku udah berada di level advance. Tapi ketika menontonnnya, aku seperti kehilangan segala kemampuanku… Saking bosannya….
deka: Mungkin disebabkan karena aku leibh ingin berkomentar tentang cewek2 disebelahku yang selalu menjerit tertahan setiap kali melihat wajah Nino diclose up!
tia roten: O M G
tia roten: buat cewek2 itu omg=oh my God
tia roten: buat kamu omg=oh mati gaya
deka: Oh, engga. Tetep Oh My God juga… Lengkapnya : Oh My God.. Shut Up, BITCH!!
deka: :-P
tia roten: :-D
tia roten: nino fernandez tu……. mm apa ya??
tia roten: telenovela bgt!
tia roten: (ga nemu kata2 yg pas buat ‘ketidak setujuanku’ terhadap mbak2 itu)
deka: Wah… Telenovela banget? Baguslah.. Kau selangkah lebih smart dibandingkan mbak2 sebelahku itu…
tia roten: walopun kadar smart ku setara.. at LEAST aku ga jejeritan waktu liat nino di close up..
tia roten: tp aku jerit2 waktu fauzi baadilla (yes, MY fauzi) nyium2 si homo itu..
tia roten: :-(
deka: Aduh…. 11-12……..
tia roten: 11-13 deehh
tia roten: jauhan dikiiiit
deka: Ya deh….


“….. ternyata mata saya rutin melirik ke tv kecil di sudut ruangan, mulai jam sembilan malam tadi memutar sebuah film, agak tidak paham dengan jalan ceritanya..tapi beberapa kali musik pengiringnya meghentak-hentak mengejutkan, kemudian itu dia.. saya mengarahkan wajah tepat ke arah tv, kali ini saya terlalu tertarik untuk hanya melirik saja seperti sebelumnya.

Seekor ikan, yang kemungkinan di rekayasa genetik dengan kecoa terbang (mungkin), karena entah bagaimana logikanya ikan seukuran 3 ekor kerbau dewasa berbentuk mirip lele dumbo versi jaman prasejarah itu bisa melompat-lompat dari rawa tempat tinggalnya dan melahap beberapa kepala manusia bahkan kadang lengkap setubuh-tubuhnya, kemudian beberapa kali adegan mempertontonkan ikan tersebut menikmati santapannya (manusia naas itu tentunya) di atas dek rumah-rumah kapal (ternyata ikan itu bisa bernapas di udara juga, ck..ck..ck..), luar biasa..

Luar biasa nggilaniii ! Film yang sangat buruk, semuanya.. I mean..SEMUANYAAA sangat predictable !! Akting pemerannya, suasananya, adegan per adegannya, bad guy-good guy-nya, bahkan sampai ending-nya, semuanyaa.. ! Lalu kami sangat lega waktu film itu berakhir, dan ekspresi wajah saya terakhir adalah senyum kecut dengan alis terangkat bagaikan memohon ( sedih banget sih? menonton film ini ternyata membuat sedih )…” (more…)

Surat pertama Yuni
“Nyo, munginkah kamu pulang untuk sekedar meniup lilin kelimapuluhmu tahun ini?”

Saya diam

Surat kedua Yuni
“Nyo, cangkir-cangkir kecil kita di rumah menanyakan kapan papanya pulang?
Mereke berhamburan lari keluar setiap kali ada klakson mobil orang yang terdengar dari dalam. Berteriak “Cello, itu Papa pulang! Papa bawa X-box buat Cavin”

Saya diam


Surat ketiga Yuni

“Nyo, kalau kamu sampai tidak diijinkan keluar dari tahanan untuk pulang, bagaimana caranya supaya aku tetap bisa jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun seperti biasanya?”

Romeo dan Juliet kesiangan, menulis surat roman picisan. Tapi tak lagi ada jalan, dan akhirnya saya kembali menulis surat. Rangkap dua, berisi doa. Surat dalam amplop berisi doa itu dibuka satu menit sebelum pukul 00.00 di pergantian tanggal 20 Februari 2007 dan kami baca bersama-sama, sendiri-sendiri berbatas jarak waktu walau masih sekota…

Yuni, perempuanku yang luar biasa..
Ijinkan aku terus jadi tatakan cangkir rapuhmu.
Gelap, hanya jadi sekadar remang karena kau ada …

Henri Siahaan.
(dikutip dari buku “35 Cangkir Yuni Shara by Tamara Geraldine)

“Bon . . . . “
“BONN !!! Hehh.. sombong lu! Gue panggil dari tadi..”

Kaget saya. Tau-tau tangan saya ditarik dari belakang pas lagi jalan di Amplas. Udah GR aja, kirain yang narik tu siapaaa.. gitu. Talent scout dari Trans TV atau agensi model mana, kek. Karena melihat ada aura calon artis dalam diri saya, sehingga mereka tertarik. Kemudian tiba-tiba saya ditawari menjadi model atau pemain sinetron, terus di undang di Ceriwis, dan disana saya cerita flashback standar ala selebritis nanggung lainnya,

“Iyaa.. akyu waktu itu lagi jalan di mal, trus ada yang nawarin jadi model gitu.. Akhirnya keterusan sampe sekarang …”

Cuih! Hehehe .

Balik ke topik, orang yang narik tangan saya tadi itu adalah Nanda, bassist temen saya jaman ngeband dulu.
Lah.. Jelas aja saya nggak nengok. Mana saya sadar kalau kalo dia manggil-manggil saya. Lha wong dia teriak,  “Bon! Bon!” . Malah saya sempat mikir2, jangan-jangan  ada orang lagi makan di salah satu restoran, dapet emergency call dari kantor dah harus segera balik dan dengan semangatnya minta BON ke pramusajinya. Hehehe. Segitu hebohnya ya. (more…)

“Cinta itu ibarat kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu justru tidak mengharapkannya…”

Kutipan itu saya baca disalah satu blog teman saya. Dan saya seperti agak tersenyum membacanya. “Kok beda ya?”. Beda sama yang selama ini ada di pikiran saya. At least, beda sama yang gue rasain saat ini. I think,

“Cinta itu ibarat kupu kupu. Kadang sulit untuk disentuh. Bahkan untuk dipegang. Apalagi dimiliki. Tapi keindahannya, membuat sebuah taman bunga menjadi tempat yang indah untuk didatangi …. “

. . . . . . keliatan ya kalo lagi agak2 skeptis sama yang namanya cinta . . . . hehehe