July 2007




A
s we grow up, we learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let you down probably will.
You will have your heart broken probably more than once and it’s harder every time.
You’ll break hearts too, so remember how it felt when yours was broken.
You’ll fight with your best friend.
You’ll blame a new love for things an old one did.
You’ll cry because time is passing too fast, and you’ll eventually lose someone you love.

So take too many pictures, laugh too much, and love like you’ve never been hurt because every sixty seconds you spend upset is a minute of happiness you’ll never get back.


Don’t be afraid that your life will end, be afraid that it will never begin.

Menghibur diri sendiri disaat bete-capek-sumpek memang hukumnya sangat-sangat dianjurkan. Tiap orang punya caranya masing-masing. Saya biasanya lebih memilih untuk berenang (jadi ketika didalam saya bisa teriak sepuas-puasnya atau maki-maki orang sekenceng-kencengnya tanpa ada yang denger), atau lari di treadmill (jadi bisa ngelampiasin emosi dengan berlari sekenceng-kencengnya). Apakah kemudian betenya ilang? Enggak juga sebenernya. Berkurang mungkin iya. Ya gimana enggak, yang ada kemudian setelah selesai, dilanjutkan dengan mandi pake air hangat, semua perasaan bete itu ilang berganti dengan rasa lemas yang luar biasa. Dan kemudian sampai kamar langsung tertidur pulas…
Besoknya, biasanya sih udah sedikit normal kembali, lah…

O iya, ada satu lagi pelarian saya kalo lagi sumpek : Nonton. Biasanya kalo udah bete setengah mati, pulang kantor langsung saya pergi ke 21 dan nonton sendirian. Whatever the movie is, yang penting nonton aja. Kalo dapet film yang bagus, ya sukur.. kalo nggak ada yang bagus ya, gapapa. Paling sial2nya tu film yang jadi bahan celaan saya di blog. Hehehe. Dengan menulisnya di blog, pasti bisa menghilangkan sumpek saya. Jadi, kesimpulannya sebenernya : dengan mencela2 di blog sebenernya jadi obat yang manjur ngilangin bete saya,dong?? Hihihi…
Entah udah berapa kali saya ‘terpaksa tapi agak sukarela’ menonton film2 asal pilih seperti DATE MOVIE, CRANK, atau COKLAT STROBERI sebagai pelampiasan karena kepepet.
Sampai kaya tadi malem : ada HARRY POTTER & THE ORDER OF PHOENIX (langsung saya skip!), ada DIE HARD 4.0 (udah nonton, sama ‘mantan’ hehehe), THE TRANSFORMERS (penuh!!), THE HOLIDAY (lah, ini malah VCDnya belom gue balikin ke rental!).

Akhirnya hanya ada satu pilihan tersisa : Film ini…

(more…)




(On the phone, Minggu 22 Juli, 6.36 PM)

Nyokap : “…. tadi Mamah sama Papah abis kondangan di Solo. Tapi lewat Salatiga, jadi gak sempet mampir”
Saya : “O.. iya, Mah. Gapapa…”
Nyokap : “Iya. Minggu ini banyak banget undangan. Mamah tadi sempet bilang ke Papah, “Kita kondangan terus nih. Kapan ya giliran kita yang ngundang-ngundang….”

Alert! Alert!! Help! Help!!!

Haaiyyyahhhh!! Bola lagi-bola lagi. Gak di jalan, gak di kos, gak di kantor. Sama aja. Begitu berisiknya pada ngomongin tentang Piala Asia. Apalagi hari Rabu 18 Juli ini, saat Indonesia melawan Korea Selatan. Jam 4 sore kantor udah mulai bubar dengan tidak resmi, mengingat TV di pantry udah dinyalain dan disetel dengan volume yang kencang sekali. It’s official : Nonton bareng Indonesia-Korsel sudah dimulai.

Saya ga suka bola. Itu sudah bukan rahasia lagi. Dari muka saya aja udah keliatan banget kalo saya bukan orang yang demen bola. Ya mari kita tidak usah membicarakan kenapa saya ga suka bola’, karena itu sama saja dengan jangan mempertanyakan kenapa ‘kenapa saya ga ngerokok’? Simple answer. Ya karena saya ga suka aja!

“Laki kok ga suka bola”. Ketika denger komentar seperti itu beberapa tahun lalu, mungkin saya bakalan bete setengah mati. Tapi seiring dengan bertambahnya usia dan bertambahnya kemampuan ‘ngeles’ dari segala hal (pasti!), saya bisa menghadapi pernyataan2 stereotype seperti itu. “Yeah, So???“. Please deh, hari gini masih mempermasalahkan hal-hal yang ga penting kaya gitu. Genderalisasi sport udah ga jaman, Mas! (more…)



(on YM, 18 Juli 2007, 12:08)

Dian Purnomo: mas… aku mau bikin pengakuan dosa padamu
ryu deka: Waduh….
ryu deka: Katakan, anakku…
Dian Purnomo: masak… semalam aku bermimpi…
Dian Purnomo: Dalam mimpiku, kamu mendatangiku di sebuah kamar mirip kamarmu di Prambanan itu
Dian Purnomo: dan… aku ada di kasur kecil milik Gading
ryu deka: Owh…
Dian Purnomo: maka kamu merayuku dan kita seperti berciuman misalnya
Dian Purnomo: howeeeekkkk
ryu deka: ADUHH……
Dian Purnomo: kok kamu ya mas……..
ryu deka: Hiiiiiiii…
Dian Purnomo: kan aku ora iso (maap) orgasm..
Dian Purnomo: incest!!!
Dian Purnomo: aduh!!!!
ryu deka: Terus, kamu fake orgasm gitu? Opo piye??
ryu deka: (lho….)
Dian Purnomo: ora babar blas
Dian Purnomo: wong kejadiannya di kasur sebelah itu ada sodaraku yg lagi tidur…
Dian Purnomo: aku jadi ingat2 kata2 manisku padamu…
Dian Purnomo: HONEY… I’M COMING…
ryu deka: BOHONG!!
ryu deka: Kmau yakin itu sedang mimpi?? Jangan2 kamu tadi malam sedang berkhayal….
Dian Purnomo: aduh!!! wis pengakuan dosa malah dituduh bohong
ryu deka: Huahahahahahahaha………
ryu deka: Ya udah, pengakuan bohong aja!
ryu deka: Selesai!


(It’s not a sin, dear. So don’t bother to make a confession.. hehehe
But let me tell you this : sometimes,there is something really better left unsaid!
And, HAPPY 31st BIRTHDAY, sis..)

I’m a romantic pathetic kinda guy. I am. Bahkan disaat lagi patah hati gini (IYA!! Topik posting kali ini masih tentang itu!!), sempet-sempetnya masih menyiksa diri sendiri dengan mendengarkan lagu-lagu romantis (tiap hari bikin playlist, gitu.. lha mau gimana lagi?), nonton film romantis (siapa yang nyangka The Holiday-nya Nancy Meyers ternyata romantis sekali?! Sialan!), sampai nekat2nya buka email dari temen yang dari judulnya aja sudah jelas2 harusnya tidak boleh saya buka : THE GREATEST LOVE QUOTES. BEWARE!. Tuh.. udah jelas2 lagi ada tanda peringatannya ya, kok ya tetep aja saya buka. Berani mati, emang…

Then I found this quotes out there :

Someday someone might come into your life and love you the way you’ve always wanted. If your someday was yesterday, learn. If your someday is tomorrow, hope. If your someday is today, cherish.

Tentu saja ekspresi pertama gue adalah bergumam…. “A*j**g!”. Hehehe. Yeah, seperti yang pernah diucapin Phoebe Buffay di FRIENDS : I’ve tasted my own medicine and it is bitter. That is why, mungkin karena udah kebiasaan dari dulu, kalo dapet kalimat-kalimat bagus (such as an inspiring words or apalah) atau dapet lagu-lagu yang indah, saya sering kirimin ke temen2 saya yang lain, pengen orang lain juga ngerasain keindahan yang saya rasain. Termasuk juga kalau lagi sedih. If I’m going down, I’m taking everybody with me. Heheh, enggaklah.

Dan akhirnya, saya kirimin kalimat indah itu ke beberapa nama yang saat itu sedang online di Yahoo Messenger. Dan inilah beberapa nama yang cukup punya waktu luang untuk meresponnya… hehehe…

ryu.deka : Someday someone might come into your life and love you the way
you’ve always wanted. If your someday was yesterday, learn. If your
someday is tomorrow, hope. If your someday is today, cherish.

gat_handoyo : Thanks, De… How Are You?
ray_prambors : Ameeen. Love you always, Mas Ganteng
jokejaku : I do cherish you. I mean it, kii…
dianpurnomo : OOowwhh *hugs*. I think my someday is everyday!
walrus007 : Fallin’ in love already? Or just gettin’ crazy? *kiss*
sheena_east : Mimpi apa gue semalem dapet message cinta dari elo?
agus9791 : mmmm… forward-an dari siapa nih? Hahaha..
mejulie : Dekaa..gue lagi di Batam! Miss u, dear! Thank you. Really needed this..
citra_candra : *smile* I wish my someday is today
diaz_sastrowardoyo : *crying*
m4rg33 : Hehehe. Amiiinnnnn. *blink*

You know, what. Menenangkan lho ternyata bisa berbagi. Even untuk hal yang sekecil ini..

Saya termasuk orang yang percaya, that one thing will lead me to the other thing. Apa yang kita lakukan saat ini, pasti akan membawa kita pada keadaan berikutnya. Begitu juga kejadian kita di masa lalu. Itu jugalah yang membuat kita merasakan apa yang kita rasakan sekarang. Sehingga ketika mungkin ada orang yang merasa enggan untuk mengingat kembali masa-masa lalunya, saya justru memilih untuk sebaliknya. Sebusuk apapun masa dulu yang saya alamin, itu yang bikin saya seperti saya yang sekarang ini. Not good. But surely so much better.
Makanya, gue juga termasuk percaya juga sama kalimat sakti yang bilang : Berdamailah Dengan Masa Lalu.


Buktinya, tadi malem saya menghabiskan malam dengan masa lalu saya. I had a wonderful dinner with ‘my ex’ last night. Bermula dari SMS dia ketika saya siaran couple days ago that finally lead us to that dinner appointment. Gak tau apa dia punya sixth sense atau karena dia ngebaca postingan2 blog saya yang secara eksplisit ngumbar patah hati saya (hehehe), dia seolah tau kalau mantannya ini sedang berduka. Dan to be honest, menerima SMS darinya kemaren itu, sedikit bisa memberikan penghiburan. (more…)

Dunia ini memang panggung sandiwara. Ceritanya mudah berubah. Ada peran wajar. Dan ada peran berpura-pura. Sayangnya, begitu banyak saat dimana kepura-puraan menjadi sebuah sajian dan sebuah keharusan yang ditampilkan di kehidupan sehari-hari.


Paling enggak, begitulah jika kita menjalani peran sebagai seorang penghibur. Atau lebih dipersempit lagi, jika kita menjalani peran sebagai seorang penyiar radio just like what I do now. Tugas kami adalah menjadi teman bagi para pendengar dengan mengandalkan kemampuan kami mengolah suara dan kata. Intinya tetap saja satu (dan sama dengan profesi entertainer lainnya) : menghibur. Memberikan yang terbaik dari kita. No matter what.

Lantas,

Bagaimana kita bisa menghibur orang lain, kalau kita sendiri sedang tidak dalam keadaan dan keinginan untuk menghibur??
Bagaimana mungkin kita menceriakan hati orang lain disaat hati kita sendiri sedang bersedih?
Bisakah kita mengajak orang lain untuk tetap optimis memandang hidup, sementara kita sendiri seolah sedang menyangsikan hal tersebut?
Apakah bisa kita mengatakan hal-hal indah tentang cinta disaat kita sendiri justru sedang mengalami yang sebaliknya?
(more…)

Buat sementara, hindarin deh yang namanya dengerin lagu-lagu romantis dan film-film romantis. Jauh-jauh deh!
Hah??? Berarti gue harus jauh-jauh dari kamar gue sendiri dong? Secara …

Ya udah, hapus semua SMS2 dari dia di INBOX loe, termasuk juga SENT MESSAGES loe ke dia yang selama ini loe simpen!
Udah. Tapi kok engga ngebantu juga. Secara gue apal words by words yang dia kirim dan gue kirim ke dia…

Hapus nomernya??
Gila loe! Gue putus cinta. Masa iya harus mutusin silaturahmi.. Enggak ah! Ntar kalo gue kangen eh, kalo ada apa2 gimana ngubunginnya.. No no.. gue ganti aja namanya. Jadi “W” aja di phone book… Ga papa ya….

Hindarin lewat tempat2 yang bisa ngingetin loe sama dia!
Okelah, mulai sekarang mungkin gue bisa ngindarin Soto Klebengan, Solaria, atau Sate Karang di Kotagede! Atau kalo karaoke di Happy Puppy, mungkin gue bisa pilih ruangan yang berbeda. Tapi masa gue harus ngindarin nonton di Studio 21?? Mau nonton dimana lagi, gue? Dan, apa iya gue harus (again) ngindarin kamar gue sendiri??

Ampun… Ya udah, hindarin lewat kantornya, atau rumahnya dulu aja.
Mmmm… gue bilangin! Tadi malem aja, saking ga taunya mesti gimana dan ngapain, all I knew tiba-tiba aja gue udah sampe di daerah rumahnya, dan ngelewatin rumahnya. Cuman lewat doang, liatin rumahnya. Just to make sure dia baik2 saja. Because I wasn’t…

Sepertinya loe butuh bener-bener menenangkan diri. Take some time off. Cuti, gih! Belom ambil cuti sama sekali kan tahun ini?
Gue? Cuti?? Ninggalin kantor? Duh..ntar deh gue pikir2 lagi.. Ada yang mau nemenin gue ga ya…

Duh Gusti.. Gimana lagi ya. Oh, I get it. Benci dia! Ayo, pikirin hal2 yang loe ga suka dari dia. Loe kan jago tu urusan nyacat orang. Ayo, sekarang waktunya buat ngebenci dia.. Sekarang waktunya nyacat dia!
Mas, seumur-umur ya.. Ada orang yang jahat sama gue aja, gue berusaha mati-matian untuk nggak ngebenci mereka. Lah ini, ada orang baik yang (masih) gue sayangin kaya gini, apalagi?? Pernah gue coba buat mikirin hal-hal buruk yang ada sama dirinya. But then again, itu semua jadi bukan masalah lagi. Karena I can deal with it. That’s what I called ‘compromize’. Pernah denger kan?

Trus, mau loe apaaa?????

Kurang lebih seperti inilah perbincangan antara gue dengan diri gue sendiri tadi malam menjelang tidur… Berbicara pada diri sendiripun kadang bisa tidak mampu menghasilkan apa-apa. But at least I’ve tried..

I always loved, I always cared
But there was a part of me that wasn’t always there
But then you loved enough to stay
And so I found the self I lost along the way

The lights were off, the doors were closed
So how you found this love in me only heaven knows
Thank God and you who brought me here
An open man found just in time for the living years

So no more words I’m holding back that I should say
And I won’t hurt inside and tell you I’m okay
And every breath of love between us will be pure and true
‘Cause now I’m man enough to cry
With you…

(Man Enough To Cry – Eric Benet)

Ah, akhirnya.. nemu juga lagu romantis yang cengeng namun tetap berkesan jantan! :-)

Next Page »