
Ma,
Ketika Mama sudah semakin tua..
Bukan lagi Mama yang semula,
Aku akan mengerti…
Aku akan bersabar terhadap Mama ….
Ketika Mama berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang sudah bosan aku dengar,
Aku akan bersabar mendengarkan..
Tak akan kuputus pembicaraan kita…
Ketika Mama memerlukanku untuk memandikan Mama,
Aku takkan marah padamu ..
Karena kuingat sewaktu kecil, Mama harus memakai segala cara untuk membujukku mandi..
Ketika Mama tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru,
Aku takkan mengejek Mama…
Selalu terpikir olehku, bagaimana dahulu Mama begitu sabar menajawab setiap ‘mengapa’ dariku..
Ketika Mama tak dapat berjalan,
Kuulurkan tanganku yang masih kuat untuk memapah Mama..
Seperti Mama memapahku saat aku belajar berjalan waktu masih kecil..
Ketika Mama seketika melupakan pembicaran kita,
Akan kuberi waktu untuk Mama mengingat.
Karena kutahu sesungguhnya, apa yang dibicarakan tidaklah penting..
Asalkan aku ada disamping Mama mendengarkan, Mama sudah sangat puas…
Ketika aku memandang dirimu yang mulai menua,
Aku tidak akan berduka…
Aku akan mengertimu ..
Mendukungmu…
Seperti Mama menghadapiku ketika aku mulai belajar menjalani kehidupan..
Waktu itu Mama memberi petunjuk, bagaimana menjalani kehidupan ini..
Sekarang, aku akan temani Mama menjalani sisa hidup Mama.
Kuberikan cintaku dan kesabaran…
Kunantikan senyuman penuh rasa syukur Mama..
Dalam senyum itu terdapat cintamu ..yang tak terhingga untukku…
Selamat Hari Ibu, Ma ….
Beginilah jadinya kalau 2 manusia yang (curiganya sih agak2 gaptek, tapi sok taunya luar biasa) ngobrolin tentang sebuah jejaring pertemanan di internet yang bernama FACEBOOK!
On YM, 19 Desember 2007
Dimas Novri: eh mas, udah punya Facebook belon?
ryu deka: Udah dong…..
ryu deka: *smiling*
Dimas Novri: membingungkan dan lemot
ryu deka: Wuih, temenku udah banyak banget…..
Dimas Novri: pasti baru beberapa biji
ryu deka: 6 !
ryu deka: Hehehehe…..
Dimas Novri: tuh kan
ryu deka: Aku cuman tertarik aplikasi2nya doang….
Dimas Novri: aplikasi2nya juga bingungin
Dimas Novri: semua ngebingungin!
ryu deka: Ya pilih2 dong. Kan ada kategorinya. Kamu pilih kategori TECHNOLOGY mungkin? Atau SCIENCE? Ra sah kemaki, tho… piilh aja yang FASHION… Hahaha
Dimas Novri: eh ada kategorinya toh? baru tau
ryu deka: Walah…..
ryu deka: Piye toh…
ryu deka: Aku aja baru tau minggu ini….. kekekeke
Dimas Novri: halah
Dimas Novri: udah gak ada message blas, gak laku tenan Facebookna
ryu deka: Yo wes, ta’ message opo piye….
ryu deka: Alamatnya apa?
ryu deka: LUmayan, nambah 1 temennya.. kekekeke
Dimas Novri: hm tau alamatnya gimana ya mas?
ryu deka: Alamat siapa dulu..
ryu deka: Kalo alamat tujuan, biasanya didepan. Kalo alamat pengirim, dibelakang.
ryu deka: Loe kate suratt??????
Dimas Novri: PLAK!
ryu deka: Alamat facebook mu apa…
Dimas Novri: sebentar
Dimas Novri: *bingung*
ryu deka: Ya Tuhan…..
Dimas Novri: http://www.facebook.com/profile.xxxxxxxxxxx
Dimas Novri: itu bukan maksudna?
ryu deka: Tentu bukan..
Dimas Novri: loh jadi?
ryu deka: Eh, itu bukan ya…. kikikikik… bentar2.. kok aku juga jadi bingung..
ryu deka: Hahahaha
Dimas Novri: piye toh masnya!
ryu deka: Jadi jadi.. kalo mau invite di Facebook itu, kamu harus ada di alamat di address list emailku yang aku pake buat bikin akun FB itu..
ryu deka: RIbet ya?
ryu deka: Ya sudahlah…
ryu deka: Tanpa jadi teman di FB pun, kamu masih mau temennan sama aku kan…..?
Dimas Novri: hm bagaimana ya mas…
Dimas Novri: baiklah kalo dirimu memaksa
ryu deka: Ih!
Dimas Novri: *dendam ma FB, langsung log out!*
Dimas Novri: sangat tidak entertaining itu web
ryu deka: Lebih seru dari FS, tauuuu!!
ryu deka: *mencoba bergaya ABG*
Dimas Novri: secara itu web bikin pusinnggg!
Dimas Novri: *tetep bergaya abg*
ryu deka: Ya sutralah, nek! Kalo jij tinta mawar maenan Facebook
ryu deka: *sekarang bergaya ABG.. ABG Bencong,tapinya..*
ryu deka: Hahahahaha
Dimas Novri: *rolling on the floor laughing*
Dimas Novri: masnya multi talent ternyata
ryu deka: Emberr… *aduh, bencongnya keterusaannnnn!!!*
Dimas Novri: *ngeloyor pelan-pelan… *
Santai, kawan. Nggak lihai Facebook bukan berarti kiamat kok.. Hahahaha…
Orang-orang yang kenal dekat (atau paling tidak, sepertinya kenal dekat) dengan saya, selalu bilang kalo saya ini orangnya sangat pemilih. Agak nggak suka sebenernya dibilang kaya begitu. Karena pada kenyataannya, saya orangnya bisa sangat nrimo, loh. Misalnya saja kalo diajak keluar untuk makan malam, kalo ditanya,
“Mau makan dimana?”,
saya pasti lebih sering jawab,
“Terserah……”.
Tuh kan. Kata siapa saya pemilih?? Hehehe… Walaupun kemudian ketika teman saya menwarkan untuk makan di suatu tempat tertentu, saya sering juga bilang,
“Mmmm.. bisa ditempat yang lain, nggak??”
PLAKKK!!! Emang pemilih, ternyata. Pemilih dan nyebelin, tepatnya.
Apa yang dibilang orang-orang itu tadi memang banyak benarnya. Banyak, lho ya. Bukan seluruhnya benar. Karena buktinya, ketika hari ini saya mengunjungi seorang penjual Kambing di pinggiran Ring Road Utara. Ceritanya mau nyari Kambing buat Idul Adha, boss. Secara ini yang pertama kali, ya.. Jadi bingungnya setengah mati. You know, pertanyaan dasar seperti : Kambing seperti apa yang layak untuk dibeli?? Kalo masalah harga sih, nggak saya pertanyakan sekali. Karena pasti nyarinya yang sesuai dengan dana yang dipunya, kan? Hehehe. Tapi ketika balik lagi ke pertanyaan pertama tadi, “Kambing yang seperti apa yang layak saya pilih untuk dibeli?”, jelas2 saya jadi bingung. Karena? (more…)
Hari ini teman saya Nona Iyan baru aja pulang dari Bali setelah 2 minggu lalu, dia jungkir balik ngeliput acara Global Warming Summit di Bali itu. Tentu saja saya (dan dia) nggak membahas masalah isi konferensi itu secara detail ya. Secara dia juga udah eneg luar biasa, dan saya pun juga ga peduli2 amat sama tu konferensi. Hehehe. Ya jadilah pagi tadi pembicaraan kita hanya seputar pernik2 konferensi yang jauh lebih menarik. Kurang lebih, beginilah cuplikan pembicaraan tidak penting antara kami berdua di meja pantry kantor, yang akhirnya menimbulkan sebuah ide untuk blog ini :
Nona Iyan : ……. jadi, waktu itu gue ikutan ngeliput acaranya Bu Ani SBY. Barengan sama Erna Witoelar juga, sama Meutia Hatta. Sumpah, tadinya gue males banget. Tapi secara udah di-agendain, ya udah.. ngikutlah gue. Loe tau ga yang dateng siapa.. Itu ibu2 yang dandan abis, yang rambutnya disasak tinggiii…Model2 ibu pejabat gitulah. Haduh, gue cuman bingung, “Ini ibu2 ga panas apa di Bali dandan kaya gitu.. Gue aja kalo boleh tank-top an, pasti bakal pake Tank-Top an doang…
Saya : Hahaha..
Nona Iyan : Terus, tau nggak. Disebelah gue dong, tau2 dateng ibu2. Model Ibu2 pejabat juga. Utuk…utuk.. utuk..utuk.. duduk disebelah gue. Terus dia nanya, “Adik dari mana?”. Ya gue jawab dong, gue dari radio FeMale. Terus dia bilang, “Oh.. besok adik ikut saya aja. Kita tanggal sekian mau ada semacam konferensi juga. Untuk perempuan.“ Terus gue tanya dong, “Oya? Tentang apa, Bu?”. Terus dia jawab, “Ini.. temanya tentang ‘Perempuan dan Nuklir”
Saya : HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Nona Iyan : Tuh, loe aja ketawa. Gue? Mau ketawa kok agak nggak sopan kayanya ya.
Saya : Perempuan dan Nuklir??? Serius tuh…
Nona Iyan : Iya. Terus gue tanya lagi, “Emang yang mau disampaikan disitu apa?”
Saya : Trus?
Nona Iyan : Trus dia bilang, “Ohh..ya kami ingin memberikan pemahaman pada para perempuan, bahwa Nuklir itu tidak berbahaya……..”
Saya : HUAHAHAHAHAHA…. Iya, Nuklir itu nggak bahaya. Yang berbahaya itu Merkuri. Merkuri sama Hydroquinon yang sering dipakai di kosmetik….
Nona Iyan : HAHAHAHAHAHAH..
Saya : Ya ampun….
Nona Iyan : Then I was like, aduhh… ini ibu2 pejabat suka aneh-aneh emang ya. Pada bingung kali ya cari kegiatan, suaminya pada sibuk gitu..
(more…)
Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) :

Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) :
Scorpio itu posesif, emosional, egois, arogan, supersensitif, sangat seksi, penyayang, pengertian dan tulus. Suka menyengat dengan ‘ekornya yang berbisa’ bila harga dirinya dilecehkan.
Mudah menangis bila hatinya terluka tapi suka menyembunyikan perasaan. Jika jatuh cinta, ia akan membabi buta. Apapun akan Scorpio lakukan untuk membahagiakan kekasihnya, termasuk membela mati-matian meski tahu kekasihnya bukan pada posisi yang benar.
Menikahi Scorpio identik dengan kehidupan cinta yang damai karena Scorpio memiliki sifat penyayang.
Ayo.. Ayo… Cuci gudang! Cuci Gudang akhir tahun! Ada yang mau sama Scorpio???? Hahaha..
Treat the people the way you want to be treated. Ini kalimat sakti yang sebenarnya udah sering kita dengerin. Bahwa kita harus memperlakukan orang lain, seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Simpel sekali. Tapi pada kenyataannya, memang beneran ngga semudah ngelirik sana-ngelirik sini. Perlu usaha yang ga sedikit. But it really worth to try. Kalau kita bisa menerapkan ini, dalam keadaan apapun (at least mau mencoba, lah.), hasil yang didapet sungguh2 menyenangkan loh. Believe me.
Saya ceritain 2 contoh nyatanya ya.
Yang pertama,
Beberapa bulan lalu ketika bulan Ramadhan, radio saya dapet tawaran interview seorang penyanyi baru bernama Ussy yang lagi promo album di Jogja. Secara materi lagu, saya sih nggak keberatan meskipun agak2 mengerenyitkan dahi juga sih setiap denger reffrain lagunya yang ‘unik’ (atau kalau diterjemahkan dalam sebuah kalimat : “Ih… ‘pa apaan sih??”).
“Ku memang punya trik.. Buat kau klik.. Dengan diriku…Bukan dengan magic.. Cuma asik… Saat denganmu”
Ya, itu dia. Ber-rima ya. Bikin gatel sebenernya dengernya. Hehehe. Itu dari sisi lagu. Dari sisi si penyanyinya sendiri, yaa.. bolehlah. Cukup manis. Hehehe. Jadi ya akhirnya saya deal dengan pihak manajemennya, untuk interview di radio saya.
Pada hari H, beberapa teman dari radio lain yang sudah lebih dulu mendapatkan jatah interview mbak Ussy ini, menghubungi saya via SMS maupun YM. Semuanya memaki2. Semuanya menghujat. Dan semuanya mencela si mbak ini. Macem-macem. Ada yang bilang sombong, lah. Arogan, lah. Ngartis, lah. Nggak profesional, lah. Banyak pokoknya. Bahkan ada temen yang bete setengah mati karena si artis nggak mau turun dari mobil sampai tiba waktunya interview tiba. Weleh2…. Dicurhatin begitu, ya saya cuman bisa senyum kecut saja. Dan agak deg2an juga, karena jadwal interview di radio saya dengan si artis ini adalah jadwal terakhirnya promo radio di Jogja. Bisa dibayangkan, pasti si artis akan makin males dan bete saja. I have to do something! Have to! Tapi apa?? (more…)
On YM
Seperti biasa, sebuah perbincangan tidak bermutu tapi agak seru terjadi. Dan memang hanya orang kurang kerjaan yang langsung mengirimkan message ke saya, tepat sesaat saya baruu saja meng-online-kan diri di YM!
Diedie : Say, kata orang biaya kawin tuh mahal ya?
ryudeka : ?
Diedie : Kan gue belum kawin.. eh, nikah.. jadi kan ga tauu.. hehehe
ryudeka : Emangnya gue udah???!!!
Diedie : HWAHAHAAHAHAHA…
Diedie : Biasa aja dong, Pak!
ryudeka : Apaan sih?
Diedie : Itu tadi. Biaya kawin itu kan katanya mahal ya.
Diedie : Tapi sekarang liat deh, biaya cerai kok lebih mahal lagi ya?
ryudeka : Kok tau?
Diedie : Infotainment, beib… duh, melek gosip dikit napa??
ryudeka : Duh, maap. Sibuk!
Diedie : Muke luuuuu…
Diedie : Tapi tau kan kalo Maia nyewa 11 pengacara?
ryudeka : Tau. Dani nyewa 6, kan?
Diedie : 3
ryudeka : 6!
Diedie : 3 ah!
Diedie : Loe liat di infotainment manaa?? Jangan sembarangan deh.
ryudeka : Lupa. Tapi kayanya 6 kok.
Diedie : Ya sutralah, bo! Pokoknya lebih dikit dari bini’nya lah.
ryudeka : Yuk.
Diedie : See.. kebayang kan. Berapa duit yang dikeluarin buat bayar segitu banyaknya pengacara?
ryudeka : Ya biarain sih. The more the merrier, bukan?
ryudeka : Lagian duit juga duitnya mereka ini.
Diedie : I know. I know.
Diedie : Ya itu tadi, kok biaya kawin sama biaya cerai sekarang jadi mahalan biaya cerai, yah?
Diedie : Padahal katanya dulu mereka pas nikah sederhan banget lho..
ryudeka : Ya kalo sekarang hidup mereka masih sederhana, ga bakal pake pengacara sebanyak itu juga kali cerainya..
ryudeka : Gimana sih..
Diedie : Emang harus sebanyak itu ya pengacaranya??
Diedie : Ke pengadilan kaya mau nyatronin tempat perjudian aja.
Diedie : Pake bekingan2 segala..
ryudeka : Ya elah..
ryudeka : Tempat judi, lokalisasi, ampe tempat jual DVD bajakan juga.
ryudeka : Semua pake beking, lah!
ryudeka : Hari gini….
ryudeka : Orang nyanyi aja pake beking.
Diedie : Maksud loe?
ryudeka : Iya.
ryudeka : Beking Vocal.
Diedie : HWAHAHAHAHHAHAHAHAHA…
ryudeka : Hush!
Diedie : Ga usah kawin kalo ga mau cerai ya, Booo….
ryudeka : Wong edyan!
Hehehe.. Die, jangan kapok (pengen) kawin, ya!
Ganyang Maling, sia!!
Hehehe… itu status YM teman saya hari ini. Cukup jelas, dia pastinya gerah sekali dengan negara tetangga kita itu. Ya ya.. siapa yang engga. Kemarin aja ada forwarded messages bertubi2 yang isinya meminta kita mendukung penutupan sebuah blog yang isinya menghina-dina negara kita ini, yang tentu saja dibuat oleh orang Malaysia. Ketika saya dapat message itu, saya cuman membalasnya dengan singkat :
“Bodo’ ah! I don’t give a d**n…”
Because I really don’t! Saya sih heran aja ngeliat orang2 yang kaya pada kebakaran jenggot begitu tau banyak kebudayaan kita yang di’aku’ oleh Malaysia sebagai kebudayaan mereka. Dimulai dengan lagu daerah “Rasa Sayange” dulu. Disusul dengan tarian Reog, dan masih banyak lagi. Sentimen negatif muncul. Semua pada sibuk nyari bukti2 (yang sebisa mungkin sih otentik), buat ngebutktiin kalo itu semua adalah milik kita, dan Malaysia bener2 negara tukang maling! Saya sih cengar-cengir aja ngeliat orang pada demo, menghujat.. Belum lagi ketika membaca bulletin di Friendster yang berisi perang terbuka antar blogger Malaysia dan Indonesia! Edan. Ngapain, coba. Menteri Kebudayaan dan para budayawan ikut2an ngotot2an. Kita adalah benar, dan Malaysia adalah salah. Hhhh…. (more…)
Pernahkah menatap orang terdekat kita ketika sedang tidur?
Kalau belum, cobalah…
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Jujur, dan apa adanya.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap, bisa jadi akan kelihatan polos dan jauh berbeda jika ia sedang tertidur.
Seorang politikus yang selalu terlihat berapi-api dan bersemangat ketika memberikan orasi pun, bisa jadi akan terlihat tenang dalam tidurnya…
Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta kita …
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, semuanya… Then feel it.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita. Untuk kesenangan kita.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.
Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata… “… Betapa lelahnya aku hari ini…”
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
Istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Dan bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya …
this post is inspired by someone who told me, that I had a peaceful look when I was sleeping.. hehehe..
Orang bilang, kalau anak kecil selalu berkata apa adanya. Sepertinya benar. Paling engga, demikianlah yang dialami oleh kakak Ipar saya Mbak Evi tentang keponakan saya yang bernama Rayhan, seperti yang diceritakannya melalui SMS tadi malam :
Dia : Ray buat PR IPS tentang tugas anggota keluarga. Jawabannya gini : Yang menyiapkan sarapan : mbak pembantu. Tugas ibu siang hari : Senam. Tugas ibu sore hari : tidur. Hwahahaha. Asem!! Tersinggung banget daku. Tapi emang iya sih…
Saya : HUAHAHAHAHAHAHAHAHA. Anak kecil memang tak pernah berdusta. Makanya, ajarilah berdusta barang sedikit. Biar situ nda malu2 amat nantinya.. Kekekeke
Dia : Lha iyo. Untungnya PR nya ta’ koreksi dulu. Ray ta’ intimidasi biar diralat…
Ada-ada aja….