February 2008


Dimulai dari message berantai yang saya terima ini :

Persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya. “Selamat Hari Persahabatan Sedunia” Kirimkan pesan ini ke orang-orang yang kamu sayangi, jika aku salah satunya kirim balik yach. Lihat berapa banyak kamu dapat balasannya.Kalo lebih dari 7 artinya “You are Loveable”

Saya tau, namanya juga message berantai, sudah dapat dipastikan orang yang mengirimkannya ke saya pun pasti tinggal ‘melanjutkan’nya saja, bukan? Apa susahnya, tinggal di block, klik daftar nama2 di YM, send to all. Udah. Semua dapet kiriman pesan itu. Ya kurang lebih begitulah. Dan kalo udah gini, tentu saja saya tidak mau membuang2 waktu untuk melakukan hal yang sama, karena… ya ngapain juga??? Tanpa ngirimin itu pun saya tau kalau saya adalah seorang loveable person! Hahaha. Makanya daripada repot mengirim2kannya lagi, saya lebih memilih ‘menggoda’ sala satu orang yang mengirimkannya ke saya saja…

ryu deka: aku ga kirim balik ya…
ryu deka: aku ga mau jadi sahabatmu
ryu deka: aku mau jadi pacarmu…
ryu deka: gitu dia. gimana perasaanmu??
Jeng Wiwit: hahahahahahahahahahahahaha
Jeng Wiwit: bajuku jadi sempit!
ryu deka: wah, nggak mutu nihi mbaknya .. digodain dikit aja udah sempit bajunya.. kalo digodain banyak, pasti udah kamu udah copot2 yaa…
Jeng Wiwit: jangan gitu… dari kejauhan…sudah tak sehelai benangpun menempel….(Freddy S)
ryu deka: aduh… bahasanya!
ryu deka: sehelai benang menempel pun, tidak akan ada bedanya, bukan? Katakan itu pada Freddy!


(more…)

Sebelum bertemu denganmu, hidupku bahagia
Semenjak bertemu denganmu, ku makin bahagia
Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau
Sedikit kecewa, ternyata engkatu TAK BAIK

Pertama-tama semua manis yang engkau berikan
Membuat aku merasakan cinta sebenarnya
Semakin hari semakin terungkap yang sesungguhnya
Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta

Maafkan ku harus pergi, KU TAK SUKA DENGAN INI
Aku tak bodoh seperti kekasihmu yang lain
Terima kasih Oh Tuhan KAU TUNJUKKAN SIAPA DIA
Maaf kita putus, so thank you so much..
I’m sorry, goodbye..

(I’m Sorry Goodbye, written by Melly)

Something is just not right with the lyrics. Kenapa harus ada kalimat ‘I’m sorry’ sebelum kata goodbye? “Sorry” disini mungkin berarti meminta maaf, atau mungkin juga menyatakan penyesalan karena harus bilang selamat tinggal. Why? Kenapa harus meminta maaf atau menyesal harus bilang selamat tinggal pada orang itu? Toh kita dihadapkan pada kenyataan akhir, kalau orang yang selama ini kita cintai dan kita harapkan mencintai kita kembali, ternyata bukan orang yang tepat buat kita. Bahkan bukan hanya tidak tepat, tidak baik, malah. Menyakiti hati kita dalam apapun itu bentuknya, dan dengan bagaimanapun alasannya. Tuhan sudah menunjukkan itu.

Jadi, there is no point of being sorry for saying goodbye. Dalam kasus seperti ini, tentu saja. Malah harusnya kita bersyukur karena akhirnya kita punya kekuatan untuk bilang itu. Because saying goodbye is never an easy thing. Bilang ’sorry’ justru malah akan melemahkan kekuatan yang kita dapatkan itu. So, don’t! Tentu, kita masih boleh mengucapkan ‘thank you so much’ kepada orang tersebut. Karena harus diakui, dia pernah memberikan harapan-harapan indah, dan juga waktu-waktu yang berarti untuk dilewati bersama. Dan kita memang harus berterima kasih padanya untuk semua itu. Karena sejarah memang tidak akan pernah dihapus sampai kapanpun. Tapi ya sudah. Itu aja. Dia tak baik. Udah disakitin kok masih sempet2nya bersopan-sopan. Enough!!

Jadi, lirik terakhir lagu itu memang sepertinya harus dirubah.

So thank you so much, I’m NOT sorry, goodbye….

Terinspirasi oleh salah satu postingan adik saya di blognya, saya kok jadi gatel pengen nulis yang serupa tapi tak sama (ogah bener dibilang ngejiplak.. padahal ho oh.. hehehe). Berhubung masih suasana Valentine-yang padahal ga ngefek2 amat juga buat saya, sayapun tergerak untuk mencari 20 lagu ter-romantis menurut saya. Kalau Dimas sok ke bule2an dengan memilih lagu-lagu Barat (hehehe), saya lebih memilih lagu2 dari negeri sendiri saja. Dan ternyata melakukan ‘penyeleksian’ seperti ini sungguh bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah! Pertama, memori di otak saya tidak sedahsyat yang saya kira. Terbatas sekali. Kedua, ya karena sebagai orang yang kerjaannya ngurusin musik, salah satu kerjaan utama saya setiap harinya adalah mendengarkan lagu.. lagu.. dan laguuu…. terus. Masa dari puluhan ribu lagu cinta yang saya kenal (edan.. berlebihan sungguh), harus di’eliminir’ menjadi tinggal 20 aja??

Tapi ya sudah. I’ll take the challange. Padahal juga ngga ada yang nantangin, sebenernya. Hehehe. Berikut ini adalah lagu2 yang menurut saya teramat romantis untuk dilupakan begitu saja. Dan kriteria penilaiannya *halah* ada beberapa faktor. Dari sisi kekuatan melodi, lirik, dan tentu saja…. kedalaman efek yang ditimbulkan bagi saya secara pribadi. Hehehe.
OK, here we go. Mas Ganteng present you The Deka’s 20 Most Romantic Indonesian Songs Of All Time!


(more…)

” You know you’re in love when you don’t wanna go to sleep at night
because your life is better than a dream “

“The spaces between your fingers were created

so that another’s could fill them in.”

Ada hal-hal yang sangat ingin kita dengar,
tetapi tidak akan pernah kita dengar dari orang yang kita harapkan akan mengatakannya.

Meski demikian, janganlah me-nulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Wishing you love on this Valentine’s Day.
Love, DK

Time : 14 Februari 2007/ 8.15 PM
Location : Studio 21 Ambarrukmo Plaza
Background :

Valentine adalah one of the busiest day of the year buat orang yang ada di industri radio or hiburan pada umumnya. Let’s face it. Komersialisme Valentine emang udah hampir ngalah2in Lebaran atau Imlek! Yes, love is overrated this day! Schedule yang padat seharian, pengennya di akhiri dengan sesuatu yang menyenangkan. Ngapain ya? Lah, pake nanya.. Secara ngerayain Valentine sendirian, udah malem juga, ya nonton jugalah pilihannya…
Aahh, senangnya. Ketemu2 lagi sama anak2 Candles yang masih gila, dan akhirnya bisa juga nonton BABEL setelah sekian lama tertunda…
Mas Pitt, Mbak Blanchett.. Here I come!

Case :
Orang2 kok ya pada ga kreatif juga ya ternyata. Sama kaya saya.
Valentine kok ya tetep aja larinya ke bioskop. Jadi ya beginilah jadinya. Antrian tiket jadi lumayan panjang, dipenuhi dengan manusia-manusia berpakaian nuansa pink (including me..hehehe), yang ngantri dengan pasangannya masing-masing. Tua-muda, cewek-cowok, cewek-cewek, cowok-cowok, lengkap dah.
Perjuangan saya ternyata cukup panjang demi mendapatkan sebuah tiket Studio 3. Setelah satu persatu ‘pengantri’ mendapat tiketnya, jarak saya dengan si Mbak penjual tiketpun semakin dekat. Demikian pula dengan waktu pertunjukan yang semakin mendekati 20.30, jadwal Studio 3 mulai.

Satu lagi antrian didepan saya. Alhamdulillah. Tapi Masya Allah. Lamanyaaaa ni orang….Mau tau siapa?
Nggak penting kok. Saya nggak kenal juga.But I assumed, mereka berdua adalah pasangan ABG yang sedang merayakan Valentine, yang udah mentok ga tau kemana ngerayain Valentine-nya, akhirnya memutuskan untuk “Ya udah, nonton aja yuk…” di Amplas. (more…)

Senin 4 Februari 2008. Jam 4.20 sore.
Ringtone handphone saya bunyi. Dari nomornya adalah nomor kode area Jakarta.

Saya : Halo..
Perempuan Diujung Sana : Selamat Sore…
Saya : Selamat sore.
Perempuan Diujung Sana : Dengan Mas Deka?
Saya : Iya, benar.
Perempuan Diujung Sana : Mmm.. saya Dewi, Mas. Dari XXX Management *sori, lupa namanya.hehehe*
Saya : Oh, okay. Gimana mbak Dewi? *sok akrab*
Perempuan Diujung Sana : Gini, Mas. Klien kami besok tanggal 28 mau ada launching produk baru. PDA Phone. Acaranya standar, cuman launching product sambil gathering-gathering biasa gitu. Tapi kita pengan ada satu orang kaya moderator gitu. Yaa.. yang bisa bikin suasana jadi santai gitu. Nah kayanya nurut kita sih, kayanya Om Farhan pas tuh…
Saya : Ooo…. mmm.. okay… *ga ngerti, padahal*. Terus?
Perempuan Diujung Sana : Di schedule Mas, tanggal 28 masih kosong, nggak?
Saya : Bentar2.. tanggal 28 tuh hari apa ya, mbak? *sibuk buka2 kalendar meja*
Perempuan Diujung Sana : Hari Kamis, Mas.
Saya : Kamis ya. Mmm… Saya masih free sih, Mbak. Itu acaranya dimana ya?
Perempuan Diujung Sana : Kita sih masih tentative, mas. Mungkin di XXI Lounge atau di Mario’s Place.
Saya : HAH? Di Jakarta ya???
Perempuan Diujung Sana : Iya dong, Mas..
Saya : Ooo… Mmm.. saya ini di Jogja soalnya, Mbak.
Perempuan Diujung Sana : Oo.. lagi di Jogja ya. Tapi tanggal 28 Om Farhan-nya oke dong, Mas?
Saya : HAHH?? Mmm.. bentar2. Ini dengan mbak siapa tadi?
Perempuan Diujung Sana : Dewi, Mas Deka. Dari XXXX Management.
Saya : OK. Mbak Dewi, saya agak nggak kurang jelas nih. Acaranya apa tadi?
Perempuan Diujung Sana : Launching PDA Phone, Mas.
Saya : OK. Terus Om Farhan tadi sebagai apanya? Bintang tamunya?
Perempuan Diujung Sana : Bukan, Mas. Jadi MC.
Saya : OK. Terus.. mbak Dewi ngehubungin saya ini, minta saya sebagai…??
Perempuan Diujung Sana : Lho… Mas Deka bukannya MANAGERNYA FARHAN?

JEDHAANNGGGGG!!!

Oke, kita lanjut lagi ya… Dikiittt lagi…

(more…)

“Ah biasa aja… kalo buat kami, kaum wanita, sikap Mas Deka ini dinamakan… PMS!
Welcome.”

Saya ketawa geli baca comment dari ’seseorang’ di salah satu post saya. Tentang gimana suatu hari saya tiba-tiba berubah menjadi judes sekali. Sesuatu yang bagi kaum wanita ternyata bukan sesuatu yang aneh lagi, karena selalu mereka rasakan setiap bulan. Wow! No wonder kalau ’seseorang’ ini menganggap apa yang saya alami itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Dan bahkan dia mengucapkan ‘welcome’ kepada saya seperti yang ditulisnya diatas itu. “Selamat datang, Mas Deka. Anda sekarang bisa mengerti bagaimana perasaan kaum wanita setiap bulannya”, ataukah “Selamat datang, Mas Deka. Anda sekarang menjadi wanita seutuhnya?”. HUAHAHAHAHAHA.

Okay, jadi namanya PMS ya? Pre Menstrual Syndrome. Menurut sumber yang sepertinya bisa dipercaya, ini adalah :

…. sindrom yang dialami kaum wanita berupa sekumpulan gejala berupa gangguan dan fisik dan mental yang dialami 7-10 hari sebelum menstruasi. Tapi menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan. Bisa jadi lebih ringan, bisa juga jadi lebih berat. Bisa berupa gangguan mental seperti mudah tersinggung (mood swing), depresi, gangguan konsentrasi, insomnia atau sensitif, bisa juga berupa gangguan fisik seperti jerawat, nyeri pada punggung, kepala dll….

Membaca deskripsi dan definisi tentang PMS ini, saya terus terang menjadi kagum dengan sosok mahluk berjenis kelamin wanita ini. Sungguh. Ladies…, berat sekali beban hidup yang harus kalian tanggung setiap bulannya ini ya? Hehehehe. Mari kita telaah beberapa point diatas barusan. (more…)

‘misi,ya. Nanya dong…
Kok ada ya orang kok ramahnya luar biasa? Saking luar biasanya, sampai-sampai malah jadi mengganggu dan bikin saya yang di’ramah’in malah jadi bersikap tidak ramah??

Nggak tau. Mungkin karena beberapa hari ini saya sedang judes2nya. Semua orang bawaannya pengen saya galak-in. Jarang2 lho, sumpah. Biasanya saya jinak sekali. Hehehe. Dan biasanya, kalo sedang dalam fase judes gini, memang aksi ramah dari orang lain yang mencoba berbaik hati membuka sebuah percakapan, bisa saya anggap sebagai basa-basi yang mengganggu sekali. Parah ya. Padahal bisa saja mereka sebenarnya bener-bener peduli dan pengen tahu kenapa saya jadi jutek seperti itu. Walau bisa jadi mereka juga bener-bener cuman basa-basi aja sebenernya. Orang yang aneh.  Saya, maksudnya.

Tapi yang aneh ya itu tadi, kok ada ya orang yang ramahnya nggak ketulungan. Dan orang itu disebut PRAMUNIAGA! Sebelumnya, sorry nih Boss, bukannya mau bermaksud mendiskreditkan pihak tertentu (hihihi… padahal iya). Tapi hasrat hati hanya sekedar bertanya saja.

Jadi siang tadi sepulang Jumatan saya mampir ke sebuah toko kaset di sebuah pusat perbelanjaan. Biasa, lagi kena sindrom abis gajian. Hasrat mborongnya kenceng bener. Ngeborong CD. Padahal biasanya sekalinya belanja CD, paling pol juga cuman tega beli 2 CD doang. Kecuali kalo lagi beli CD bajakan, bisa sampe 10 biji! Hehehe.

Anyway, masuklah saya ke toko kaset & CD itu. Dan biasanya, memang selalu di’sambut dengan ramah oleh pramuniaganya.

“Siang, mas…”.

Buat saya itu sudah suatu sambutan yang cukupan, lah. Kemudian biasanya lagi, mereka mulai ‘membuntuti’ saya dan mulai bertanya,

“Ada yang bisa dibantu?”.

Tahap ini saya masih bisa tersenyum ramah dan menggeleng, kalau misalnya saya memang tidak butuh bantuannya. Maksudnya, saya ingin melihat-lihat dulu koleksi kaset & CD mereka, dan nanti kalau ada yang menarik hati saya, ya saya beli. Jadi, wajar lah kalau saya tersenyum dan menggeleng, kan? Karena kalo saya bilang, “Nggak, Mbak. Liat2 doang kok…”, takut nyakitin hati si mbak Pramuniaga ini karena barangnya ga bakal dibeli. Hehehe.

Tapi ajaibnya si Mbak ini agak2 pantang menyerah nampaknya. Setelah saya tersenyum dan menggeleng sebagai tanda penolakan secara halus atas tawaran bantuannya, dia masih saja mengikuti saya kemanapun saya pergi. Masih di area dalam toko kaset itu saja, tentunya. Nggak sampai parkiran. Hehehe. Saya kan jadi agak2 risih ya diikutin gitu. Eh, makin nyebelin lagi karena si Mbak itu makin informatif dengan menyebutkan nama2 penyanyi lengkap dengan judul albumnya kepada saya. Ini terjadi ketika saya sampai di section NEW RELEASE. (more…)