Terinspirasi oleh salah satu postingan adik saya di blognya, saya kok jadi gatel pengen nulis yang serupa tapi tak sama (ogah bener dibilang ngejiplak.. padahal ho oh.. hehehe). Berhubung masih suasana Valentine-yang padahal ga ngefek2 amat juga buat saya, sayapun tergerak untuk mencari 20 lagu ter-romantis menurut saya. Kalau Dimas sok ke bule2an dengan memilih lagu-lagu Barat (hehehe), saya lebih memilih lagu2 dari negeri sendiri saja. Dan ternyata melakukan ‘penyeleksian’ seperti ini sungguh bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah! Pertama, memori di otak saya tidak sedahsyat yang saya kira. Terbatas sekali. Kedua, ya karena sebagai orang yang kerjaannya ngurusin musik, salah satu kerjaan utama saya setiap harinya adalah mendengarkan lagu.. lagu.. dan laguuu…. terus. Masa dari puluhan ribu lagu cinta yang saya kenal (edan.. berlebihan sungguh), harus di’eliminir’ menjadi tinggal 20 aja??

Tapi ya sudah. I’ll take the challange. Padahal juga ngga ada yang nantangin, sebenernya. Hehehe. Berikut ini adalah lagu2 yang menurut saya teramat romantis untuk dilupakan begitu saja. Dan kriteria penilaiannya *halah* ada beberapa faktor. Dari sisi kekuatan melodi, lirik, dan tentu saja…. kedalaman efek yang ditimbulkan bagi saya secara pribadi. Hehehe.
OK, here we go. Mas Ganteng present you The Deka’s 20 Most Romantic Indonesian Songs Of All Time!


1. Kekasihku – Harvey Malaiholo

Lagu anjing yang paling bikin sesak nafas setiap kali dengerinnya. Nggak tau kenapa. Dulu pertama kali dengerin jamannya masih SD, cuman suka biasa aja. Tapi ketika beberapa tahun lalu, Harvey menyanyikan lagu ini di upacara pemberkatan pernikahannya Becky Tumewu, saya jadi tergila-gila sama lagu ini. Dimana lagu ini bisa dengan tepat menggambarkan bagaimana kita bisa begitu yakinnya, kalau kita sudah menemukan apa yang kita cari selama ini. She’s the one. He’s the one. Saya bersumpah, akan memasukkan lagu ini kedalam wedding songs saya besok. Hehehe.

“… tiada lagi resah dihatiku/ tiada lagi keraguan kini/ aku yakin hanyalah seorang dirimu yang kusayang/ setiap langkah aku pun berjanji/ takkan pernah lupakan dirimu/ sebab aku tau pasti apa yang di hatimu/ diriku…hanya diriku…”

2. Untukku – Chrisye

Lagu wajib yang harus di’kasihin ke orang2 tersayang yang lagi mau pergi jauh. Auch. Hehehe. Yovie Widianto memang kurangajar sekali. Sukanya bikin orang seneng dan sedih at the same time. Dulu saya memberikan lagu ini untuk yayang saya yang mau balik kampung ke Kalimantan. Dia mau PKL beberapa bulan disana. Sok romantis banget ya. Balik kampung aja sampe dibekalin lagu. Mau ngasih bekal duit ga punya soalnya. Hehehe. Tapi ternyata cukup berhasil. One time dia menelepon saya. Dengan dilatari lagu ini, dengan suara agak parau dia hanya bilang, “…. you killed me…… “. Hehehe.

“..saat lautan kau seberangi/ jangalah ragu bersahut/ kupercaya hati kecilku/ kau takkan berpaling…”

4. Dunia Tanpamu – Rita Effendy & Ricky Jo

Just perfect. Ketika berdua hidup kita terasa lengkap, sulit rasanya membayangkan kita harus menjalaninya sendirian saja. Saya selalu membayangkan menyanyikan lagu duet ini bersama dengan siapapun dia yang besok jadi pendamping hidup saya. Hehehe. Mungkin kami akan menyanyikannya di pesta pernikahan kami didepan para tamu undangan. Edan ya, hasrat tampil sayapun tetap tidak pernah pudar. Hehehe. Selalu merinding denger lagu ini. Sekar Ayu Asmara adalah salah satu lirikus kesukaan saya. Bahasanya indah dan bertutur.

“..tak terbayang, sepi dan sendiri/dunia tanpamu/ hening semua, diam tak bermakna/ dunia tanpamu…”

5. Lagu Rindu – Kerispatih

Satu-satunya lagu Kerispatih yang saya suka. Dapet banget nuansa ‘kangen’nya. Hehehe. Yang saya ingat, suatu ketika saya menyanyikan lagu ini di Karaoke. Dan kemudian ada seseorang yang mengaku jatuh cinta pada saya karena mendengarkan saya menyanyikan lagu ini. Hehehe. Bahkan bilang kalau lagu ini jadi lebih enak gara-gara saya yang nyanyi. Hahaha. Gombal sekali. Jadilah, lagu ini menjadi lagu yang “Deka banget”. Tapi memang, setiap kali menyanyikan lagu ini, agak2 miris2 gimanaa, gitu. My salute to Badai who wrote this song. And to Sammy with his ‘ganteng’ voice!

“..tahukah engkau wahai langit/ ku ingin bertemu membelai wajahnya/ kan kupasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya…”

6. Tak Pernah Menyesal – Anang & Krisdayanti

Sebenernya ini lagu sedih. Tapi tetap saya anggap sebagai lagu cinta. Entah gimana Pongky Jikustik bisa membutanya seperti ini. Karena intinya, kita toh tidak boleh menyesali apapun yang sudah terjadi pada kita. Walaupun kita ternyata tidak dipersatukan dengan orang yang kita cintai, paling tidak kita pernah merasakan sebuah kebahagiaan dengannya. Bersyukur karena kita pernah bisa mencintai.

“Tak pernah menyesal, mengenal dirimu/ jalan yang kutempuh tak tertuju padamu/ Ku takkan sesali pengalaman cinta ini/ wanita terindah pernah jadi milikku..”

7. Selamat Malam Kekasih – Edo Kondologit

What a lullaby! Sebuah lagu nina bobo yang sempurna! Ga biasanya Melly bikin lagu dengan melodi agak2 jadul dan jazzy begini. Ditambah dengan suara saxophone almarhum Embong Rahardjo, lengkaplah sudah… Tinggal nunggu waktu yang tepat aja nih, kapan saya akan menyanyikan lagu ini untuk teman bobo saya.. hehehe..

Selamat malam kekasih, kujaga di tidurmu.. Tak ingin sedikitpun kau terluka.. Dalam cintaku kekasih, tak ada apapun menyaingi cintaku.. Selamat malam, kekasih…”

8. Samudera Mengering – Jikustik

Yak, mari menangis bersama Jikustik. Hehehe. Liriknya bener2 bisa menampar kita yang sedang mati2an berusaha menguatkan diri sendiri karena harus berbeda tempat dengan orang yang kita sayangi. Disatu sisi lagu ini menguatkan, tapi disisi lain bikin makin sedih. Bisa gila kalau keseringan denger lagu ini mungkin…

“…aku harus bisa mengalahkan/malam2 kesepian yang menjadi musuh besarku/
Aku harus bisa menaklukkan/ hari2 sendirian yang menjadi lawan tangguhku….”

9. Seakan Tiada Berakhir – Dian Pramana Poetra & Andi Meriam Matalatta

Jadul sekali ya. Hehehe. Iyalah, saya dengerin lagu ini juga jamannya kelas 2 SD kayanya. Dan masih terus teringat sampai sekarang. Pernah di rilis ulang sama Yana Julio, but nothing compare to the original one. Melodi dan liriknya so memorable. Convinced us, gimana kalau kita udah cinta dengan seseorang, bahkan hanya dengan melakukan hal-hal kecil pun bisa terasa long lasting. Berasaaa.. terus….

“..pernah kita merasakan bersama/ ciuman ditengah gerimis hujan/ sampai mentari bersinar kembali/ seakan segalanya tiada kan berakhir….”

10. Selamanya – Memes

Lagu buat kawinan lagi nih. I loved the reffrain part. Very unusual. Very romantic.

“… amankan cinta kita/ sampai di usia senja/menjaga kasih sayang milik kita.. pastikan kita bisa bersanding senantiasa/ tanpa bersua dua rasa dari satu cinta…

11. Apa Adanya – AB Three

Lagu ini ditulis Glenn Fredly dulu ketika masih pacaran sama Nola. You know Glenn, lah. Lagi ga jatuh cinta aja suka ngawur kalo bikin lagu, apalagi ini pas dia lagi in love. Lengkaplah sudah. Saya makin jatuh cinta dengan lagu ini sewaktu lihat video klipnya. Soalnya disitu Nola, Widi dan Cynthia kaya lagi di iklan sabun mandi. Hehehe. Saya inget dulu jamannya siaran di Prambors sempet disindir sama salah seorang pendengar yang bilang, kalo tiap saya siaran pasti lagu ini keluar. Hahaha.

“..cinta lemah lembut/ kasih murah hati/ begitulah seharusnya kita saling menyayangi…”

12. Firasat – Marcell

Dewi ‘dee’ Lestari termasuk jarang bikin lagu. Tapi sekalinya bikin lagu buat suaminya sendiri, hasilnya dahsyat banget. Seringkali ketika kita sedang dekat dengan seseorang, yang namanya ikatan batin bisa tiba-tiba begitu kuatnya. Entah darimana datangnya. Kita bisa tiba-tiba merasakan apa yang sedang dialaminya. Bisa tiba-tiba saling memikirkan disaat yang bersamaan. Dan Dee bisa menuliskan dan menggambarkan itu semua sejak dari bait pertama lagu hingga akhir…

” kemarin, kulihat awan membentuk wajahmu/ desau angin meniupkan namamu/ tubuhku terpaku// Semalam, bulan sabit melengkungkan senyummu/ tabur bintang serupa kilau auramu..”

13. Ngomong Cinta – Iga Mawarni

First of all, denger suara berat dan seksi Mbak Iga aja udah jatuh cinta. Apalagi ketika denger lagu yang diciptain almarhum Dodo Zakaria ini. Sederhana. Tapi disitulah indahnya. Menceritakan gimana susahnya kita bilang cinta pada seseorang. Dan pada akhirnya toh memng sebaiknya diomongin. Kalau mereka tidak mencintai kita balik, bukan sebuah masalah besar. Paling tidak, kita tidak bertanya2 lagi. The best jazz song ever!

“..jatuh cinta oh rasanya, membuatku jadi gila/ aku terlena terbuai cinta/ angan melayang tinggi di awan.. oh biar, biar saja.. walaupun dia mungkin tak cinta….”

14. Masih Ada – 2D

Kembali lagi lagu jadul. Kali ini gilirannya 2D. Deddy Dores dan Deddy Mizwar. hehehe. Bukan deng. Deddy Dhukun & Dian Pramana Poetra. Pernah dinyanyiin ulang sama Warna dan R42. Tapi tetep nggak ada yang bisa ngalahin versi aslinya. Especially the intro of the song. Satu hal yang bikin lagu ini memorable buat sayaadalah, lagu ini menjadi lagu pentutup (closing song) ketika band saya main untuk terahir kalinya di sebuah kafe. Terharu sekali. Dan makin sedih lagi ketika para penonton ikutan nyanyi reffrain lagu ini.. Gosh..

“..haruskah kuteteskan airmata dipipi? haruskah kucurahkan segala isi dihati.. oh haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi? agar tiada pernah ada kata berpisah….”

15. Selama Kubernafas – Stanley Sagala

Mungkin nggak banyak yang tahu lagu ini. Sama dengan banyak yang gak tau who the hell is Stanley Sagala. Hehehe. Dia dulu adalah vokalis band jazz bernama Modulus Band. Dan lagu ini ada di album solo perdana (dan satu2nya!) yang pernah dia bikin. Hanya diiringi keyboard dan gitar doang, lagu ini masih sering saya putar ketika malem2 sendirian di kantor karena lembur. Nyaman banget dengernya. Liriknya yang lagi2 dibuat Sekar Ayu Asmara ini luar biasa gombal. Tapi siapa sih yang nggak suka digombalin? Hehehe.

“selama masih sedia, udara menyambung nyawa/ cinta yang ada didalam hati hanyalah untukmu// selama masih sedia, pagi mengikuti malam/ kemanapun ku s’lalu mengiri langkahmu..”

16. Takkan Terganti – Kahitna

Lagu ini dengan sempurna bisa menterjemahkan kalimat : “You never really stop loving someone. You just learn to try to live without them.”

“..meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan/ semua takkan mampu mengubahku/ hanyalah kau yang ada di benakku… hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh jatuh dan mencinta/ kau bukan hanya sekedar indah/ kau tak akan terganti…”

17. Pasangan Jiwa – Katon Bagaskara

Kalau ini mungkin jeritan hati yang paling dalam ya. Haha. Kegelisahan seorang pria yang gak juga menemukan pasangan jiwanya. Sampai bingung, mau nyari dimana lagi.. Hehehe.. Katon Bagaskara memang pintar sekali memilih kata-kata yang nggak pasaran. Itu yang membuat lagu ini jadi sangat ‘mahal’ dan ‘anggun’. Halah..

“.. begitu ingin, berbagi batin.. mengarungi hari yang berwarna… dimana dia pasangan jiwaku?”

dan akhirnya saya menyerah di angka 17 saja..
Ga kuat lagi. Hehehe. Terlalu banyak lagu2 yang harus saya ingat lagi. Bisa2 seharian penuh saya butuhin cuman demi bikin satu postingan ini saja! Jadi ya.. begitulah kurang lebihnya. Silakan untuk urutan 18,19 dan 20 anda isi sendiri saja!