April 2008


Jadi ceritanya nih, diantara saya dengan teman saya Dian yang mendapatkan musibah (hehehe) dengan menjadi Program Director di FeMale Semarang, sepertinya terjadi sebuah persaingan yang agak sengit. Dimana, kami seolah ingin selalu pamer ke seluruh dunia tentang program2 dahsyat (kurang lebihnya begitulah kira2) yang kami buat di radio kami masing2. Dan biasanya sih kalau ada event atau acara atau apapun itu yang sekirangnya bisa memberikan kesan kalau kami ini PD yang kreatif dan rajinnya luar biasa, kami seringkali menuliskannya menjadi status di YM. Jadi jelas, kan? Niatnya pasti pengen pamer. Biar dikira sibuk dan ada kerjaan. Iya kan, Yan?
Hahahaha.

Misalnya dia bikin acara off air Arisan di pinggir Pelabuhan Tanjung Mas (misalnya!), maka dia-pun akan menuliskan di status YM-nya : “FeMale Radio Semarang Present : Arisan @ Pelabuhan Tanjung Mas. Dress code : Bikini 2 Pieces or Jaring-Jaring!”
Nah, kalo udah gitu biasanya saya suka gemes dan mengirimkan message padanya :

“Ih, rajin banget sih loe udah bikin Arisan lagi!! Nggak ada kerjaan lain, apa??”.

Hehehe. Atau sebaliknya, kalau tiba-tiba tanpa angin-tanpa hujan saya bikin acara di radio saya, dia-pun akan melakukan hal yang sama. Misalnya, saya suatu hari saya bikin Pertandingan Playstation 2 antar Playgroup se DIY (misalnya!!), dia pasti juga akan mengirimkan message ke saya via YM :

“Mas.. aku mbok pinjem proposal acaramu ini. Siapa tau bisa laku juga di Semarang..”.

Begitulah kurang lebihnya persaingan diantara kami. Hehehe.
Persaingan kami pun ternyata tidak hanya dalam urusan kreatifitas acara ternyata (walau seringnya sih kita malah tuker2an kreatifitas yang nggak kreatif2 amat). Bahkan ke urusan foto pun, sepertinya dia sangat nggak terima kalau saya punya koleksi foto yang lebih banyak dibandingkan dia! Nggak percaya?

On YM Rabu 30 April 2008 4:22 PM


Dian Purnomo : FeMale Radio mempersembahkan Talkshow tentang Autisme bersama Yayasan Yogaswara. Dengarkan jam 3 sore ini (gitu lah kurang lebihnya).
ryu deka: ih… mana bisa…..
Dian Purnomo: karena kamulah anak autis itu? iya? gitu?
ryu deka: woooooo…
ryu deka: ta’ potrĂ©t lho kamu!
ryu deka: heheheehe

Sayapun memperlihatkan foto saya di YM yang sedang berpose memotret ini…

Eh, si mbaknya nggak mau kalah (more…)


Polisi Menilang, Bonus Datang

Selasa, 29 April 2008 | 07:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI akan memberi insentif bagi polisi yang menilang pengguna kendaraan. Insentif yang akan diberikan kepada polisi sebesar Rp 10 ribu untuk setiap nilai denda yang diputuskan pengadilan.

Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menyatakan, tidak perlu khawatir polisi akan membabi buta menilang lantaran insentif tersebut.

Setiap anggota polisi, akan diberikan buku tilang sebagai tanda bukti untuk mencairkan uang tersebut. Abubakar mengatakan kebijakan itu akan dimulai tahun ini. Dananya diambil dari pemasukan Polri ke negara berupa pemasukan negara bukan pajak.

Ia menambahkan insentif ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap petugas di lapangan. Polri berkaca pada Belanda, Jepang, Malaysia, dan Vietnam yang memberikan insentif 10 persen dari nilai denda bagi anggota.

Hmmm….
Ada yang mau komentar??

“Men prefer Blonde. ‘Cause Blonde are stupid”.

Bukan saya loh yang bilang. Hehehe.
Bukannya mau merendahkan atau menghina-dina perempuan yang terlahir dengan rambut blonde (atau malah yang dengan sukarela mewarnai rambut mereka menjadi warna itu). Tapi -again, stereotype yang dari dulu muncul emang begitu dari sononya, bukan? Paling engga, dari film2 Barat yang sering saya liat, lah. Kebanyakan bilang/ memperlihatkan kalo perempuan-perempuan berambut blonde memang sepertinya agak kurang begitu cerdas. Apalagi kalau ke’blonde’ an mereka itu masih ‘dilengkapi’ dengan (sorry nih..) ukuran dada yang menakjubkan. Maka lengkaplah aura ketololan itu. Hehehe. Sori, sekali lagi ya : ini bukan saya yang bilang! Walaupun kalau ada yang bilang seperti itu, saya lebih sering memilih untuk meng-amininya. Hehehe. Ya ya.. saya masih terus berusaha keras untuk menjadi orang yang ‘not judging a book by it’s cover’.

Habis gimana dong?
Stereotype itu begitu hebatnya ditanamkan di banyak film yang saya liat dan di guyonan2 dari Barat sono. Mau nggak mau ya saya terpengaruh dong? *menyalahkan memang enak sekali*. Paling tidak, di beberapa film horror yang saya liat. Kalau ada tokohnya yang berjenis kelamin cewek dan berambut pirang, pasti tingkahnya dibikin demikian tololnya. Seperti kemarin ketika pagi-pagi sebelum berangkat kantor, saya dan teman saya Ndut sempat2nya nonton film ‘Final Destination 3′. Iya bener, sempet2nya ya! Padahal tanpa menonton sampai selesai pun, kami sebenarnya udah tau jalan ceritanya. Gimana para tokohnya di film itu pasti satu persatu akan mati, bagaimanapun lihainya mereka menghindari yang namanya maut. Sampai tiba gilirannya 2 tokoh cewek yang (iya!) berambut blonde, berdada besar (hehehe) dan seperti biasa : bertingakh bitchy dan menyebalkan. Kami tau. Kami SANGAT TAHU kalau saat itu film sudah memasuki bagian dimana kedua cewek blonde itu akan menghadapi ajal mereka. Heheeh. Yang sangat menarik perhatian kami dan membuat kami penasaran setengah mati adalah : bagaimana cara mereka akan meregang nyawa. Hahaha. Sadis….

Karena kebanyakan penulis cerita film2, sepertinya selalu berusaha untuk berpihak pada penonton. At least di film2 horror. Karakter tokoh yang banyak omong dan menyebalkan, biasanya akan di’mati’kan tidak sampai di pertengahan film. Begitu juga dengan tokoh2 prempuan pirang bodoh itu. Pasti matinya, deh. Tinggal di liat aja, gimana cara mereka mati itu. Pasti matinya juga melalui cara2 yang tidak kalah bodohnya. Makin bitchy dan tolol mereka, makin tolol juga the way they die. Di film SCREAM, Rose McGowan yang terlihat semakin tidak penting dengan rambutnya yang dibuat blonde itu, mati terjepit pintu garasi (walah!). Sama halnya dengan 2 perempuan blonde di Final Destination 3 yang entah siapa namanya itu. Udah dibilang mereka nggak boleh bawa cup minuman ke dalam steam room, kok ya tetep ngeyel. Tetap tolol, maksudnya. Akhirnya mereka pun mati terpanggang di dalam peti steam room itu. Sungguh malangnya….

Makanya, saya suka agak heran kalau ada teman perempuan saya yang aslinya berambut hitam (lah wong Jowo asli..), kok ya tiba2 keluar dari salon, rambutnya sudah berubah menjadi blonde. Selain hari gini udah nggak trend (hehehe), saya tetap belum bisa menghilangkan image ‘tolol’ itu di otak saya. Bahkan melihat kecerdasan Reese Witherspoon di Legally Blonde aja nggak ngefek sama sekali buat saya. Hahaha. Ya maap! O iya, yang lebih patut dipertanyakan sih ketika saya dulu sering melihat seorang teman perempuan saya yang hobi sekali mengkoleksi wig berwarna pirang a.k.a blonde! Hihihi. Ga ikut2an ah. World Peace!!

Agak sebel ya rasanya, ketika di suatu malam, keinginan kita untuk tidur ‘agak’ awal harus terganggu oleh sesuatu yang sama sekali tidak terduga : acara TV! Salah siapa coba? Siapa suruh nyalain TV? Udah tau mau tidur! Kebiasaan saya emang gitu kalo mau tidur. Kalo nggak nyetel CD, ya nyalain TV. Ganti-ganti channel sampe tiba masanya mata ini berat, dan kemudian tanpa terduga langsung tertidur dengan pulasnya. Makanya sering besok paginya ketika bangun, itu TV masih aja nyala. Betul2 tidak hemat listrik!

Tadi malem juga gitu. Jam 10 malem lebih dikit, badan rasanya udah agak ngantuk. Sambil mindah2 channel TV yang jumlahnya ampir nyampe 100 biji itu, sungguh mujarab sekali bikin saya cepat mengantuk. Sampai akhirnya saya sampai di Channel Global TV, dan melihat sebuah acara yang sepintas terlihat ‘ajaib’. Karena saat itu di layar terlihat serombongan orang berseragam tentara sedang latihan baris berbaris, tapi kok jalannya agak beda. Bukannya terlihat gagah, tapi kok malah terlihat sangat gemulai. Tentara mana nih?? Hehehe. Setelah saya coba perhatikan lagi dengan lebih seksama, oh.. tentu saja para ‘tentara’ itu tidak akan terlihat gagah, karena mereka itu adalah para waria! Para waria yang sedang berseragam tentara (ya, at least celananya loreng-loreng khas tentara lah!). Ternyata saya sedang menyaksikan sebuah reality show baru berjudul “Be A Man”, sodara2. Kayanya sih masih baru, soalnya biasanya kalau ada acara-acara TV yang ajaib model gini, saya selalu up date (atau di update oleh teman2 saya!). Hehehe.

Gosh, ketika saya pikir acara reality show sudah hilang kejayaannya, ini malah muncul satu lagi yang baru (dan tidak kalah ajaibnya!). “Be A Man” kalau saya tidak salah tangkap, adalah acara yang melibatkan hampir 20an Waria, dimana dalam sebuah periode tertentu mereka ini akan dikarantina, dan selama karantina itu mereka akan melalui berbagai macam kegiatan-kegiatan ‘macho’ yang diharapkan pada akhirnya nanti, akan merubah mereka menjadi seorang laki-laki tulen! Itu tujuan ‘mulia’ acara ini. Makanya (dari tayangan semalam itu) terlihat, gimana mereka tidur di barak seperti layaknya tentara (walau kalo tentara asli nggak mungkin ya tidurnya sambil meluk boneka ya!), dan melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang (kayanya sih) dilakukan juga oleh para tentara. Selama berlatih fisik itu, mereka juga diawasi oleh beberapa orang pelatih yang berasal dari dinas ketentaraan sungguhan, yang saya nggak tau apa namanya. Ya gimana bisa tau, wong liat aksi para pesertanya aja udah menghabiskan seluruh perhatian saya? Hahaha.

Nonton acara ini, yang ada saya ngerasain yang namanya mixed emotions. (more…)

Orang bilang, ketika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan yang kita rasakan akan terasa 2 kali lebih besar. Begitu juga dengan tertawa. Tertawa yang paling indah adalah ketika kita bisa mentertawakan sesuatu secara bersama-sama dengan orang yang kita sayangi. So, here’s one joke given to me from my friend, Nduts. Saya tulis lagi di blog ini, siapa tau ada yang lagi butuh hiburan lucu2an. Hehehe.
So let’s laugh together, get on the dance floor, the party was started .. hehehe..malah nyanyi…..

Cowok : Setelah aku menunggu sejak lama, akhirnya saat ini tiba….
Cewek : Apakah kau rela kalau aku pergi?
Cowok : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu
Cewek : Apakah Kau mencintaiku ??
Cowok : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu
Cewek : Apakah kau pernah selingkuh??
Cowok : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu
Cewek : Maukah kau menciumku ??
Cowok : Ya
Cewek : Sayangku…. ..

Perbincangan diatas terjadi ketika keduanya masih dalam masa pacaran. Setelah mereka menikah sekian lama, maka perbincangannya-pun masih sama. Hanya URUTANNYA kali ini berubah. Dari bawah ke atas..

KEPEMIMPINAN adalah
gabungan antara strategi dan watak.
Jika Anda harus memilih salah satu, lebih baik pilih watak.

(H.Norman Schwarzkope)

Sudah liat film ‘Perempuan Punya Cerita‘? Saya belum. Dan sepertinya saya tidak ada rencana sama sekali untuk melihatnya. Alasannya cukup cemen : nggak berani! Sumpah. Bukan, film ini sama sekali bukan film horor, sampai2 saya nggak berani nonton. Tapi film drama biasa. Pokoknya pada intinya, film ini pengen banget menyadarkan kita bahwa masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh perempuan-perempuan di negara kita ini. Mulai dari pembedaan perlakuan, kekerasan, kejahatan seksual termasuk kurangnya kesadaran akan hak reproduksi mereka.

Kenapa saya nggak berani buat melihatnya? Dari reviews atau cerita teman-teman saya yang sudah melihat film ini sebelumnya, hampir semuanya mengatakan bahwa mereka merasa marah dan menangis setelah menonton film ini. Kenyataan pahit yang terjadi di sekitar kita (dan kita tau itu ada!), dipaparkan dengan frontal dan apa adanya di film itu. Sebagian teman saya yang lain malah bilang ada yang pusing dan mual menyaksikannya. Itulah kenapa saya yakin saya nggak akan berani melihatnya. Tidak siap menyaksikan sebuah kenyataan pahit. Hehehe. Cemen? Mungkin. Dasarnya emang nggak tegaan juga sih. Seperti Fahri di film Ayat-Ayat Cinta yang bilang, “Aku paling tidak tahan melihat perempuan menangis….”. *halah* (more…)

Masih ada hubungannya dengan Kartiani-an nih. Jadi pas tanggal 21 April kemarin, kalau yang lain-lain pada membahas tentang Ibu kita (ibu kita? ibu loe, kali… hehehe) Kartini, maka radio saya justru malah mengangkat nama lain untuk di angkat. Beliau adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Kenapa? Alasannya simpel aja sih. Selain Ibu Kartini kayanya udah overrated banget (hehehe), kebetulan tanggal 14 – 21 April kemarin, diselenggarakan Pergelaran Foto, Film Dokumenter & Benda Kenangan FATMAWATI SUKARNO di sebuah Gallery di Jogja. Dan event ini nggak cuma yang pertama kalinya diadakan di Jogjakarta, bahkan juga yang pertama kalinya di Indonesia. Itu alasan utama sebenernya. Manfaatin moment. Hehehe.

Alasan lain kenapa kita pilih Ibu Fatmawati, karena selama ini kayanya belum banyak yang tau tentang sosok ibu negara pertama Indonesia ini. Nggak tau ya yang lain, tapi kalo saya sebagai salah satu orang yang paling sebel sama pelajaran Sejarah atau PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), informasi yang saya tau tentang beliau amat sangatlah minim. Yang saya tau beliau dikenal karena dia adalah istri dari Presiden pertama RI (itu mah nenek2 juga tau!), dan informasi lain yang saya tau adalah : beliau hobi jahit menjahit! Karya monumentalnya adalah ketika dia menjahit Bendera Pusaka yang dikibarkan ketika Proklamasi RI 17 Agustus 1945. Selain dua informasi barusan itu (yang terus terang kayanya semua orang juga udah tau!), nggak ada hal lain yang saya tau mengenai beliau.

Setelah berbincang2 dengan dengan seorang teman dari Yayasan Bung Karno, saya pun baru mulai mengerti bahwa sosok Fatmawati Sukarno adalah sosok yang cukup mengagumkan. Nggak banyak yang tau kan kalau (more…)

Ngomongin tentang gender, ah. Mumpung masih nuansa hari Kartini. Hehehe.

Jadi, di setiap edisi sebuah majalah Pria yang rutin saya beli, selalu ada artikel yang berjudul “10 Rahasia Perempuan”, yang isinya adalah 10 hal yang merupakan isi hati perempuan yang harus dimengerti oleh para pria (wah, ‘yang’ nya banyak sekali. hehehe). Isinya macam-macam. Tentang kesukaan dan ketidaksukaan perempuan dalam hal pembicaraan, gaya berbusana samapai aktivitas seks! Membaca artikel itu, terus terang saya sempat heran juga, “Wah.. kok sepertinya susah sekali memahami mahluk berjenis kelamin perempuan ini. Banyak banget rahasianya yang harus diketahui”. Lha gimana enggak, tiap bulan isinya beda-beda semua. Soalnya bintang tamu yang menulis artikel itu juga berganti-ganti. Jadi kalo dikumpulin jadi satu setiap edisinya, bisa beratus2 rahasia perempuan yang harus dipahami oleh laki-laki. Cape juga…

Saya bingung. Selama ini saya kira untuk bisa mengerti seorang perempuan itu rahasianya gampang dan mudah sekali : ada di hatinya. Ini pasti gara-gara propaganda Ari Lasso yang berulang-ulang teriak:

“… sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya.. Sentuh dengan sepenuh cinta, buat hatinya terbang melayang…”

Dibohongin saya ternyata. Ari Lasso juga mungkin setuju, dia dibohongin sama Ahmad Dani yang bikin lagunya. Nggak sesimpel itu. Masih ada 1001 hal lainnya. Mungkin lebih. Makanya ide bikin artikel “10 Rahasia Perempuan” itu muncul, mungkin karena didasari itu. Perempuan itu banyak maunya. Hehehehe. Pengen banget dingertiin. Apa emang dari sononya ya? Kalo ada apa2, seringnya bilang “Ah, dasar laki2! Emang ga pernah mau ngerti”. Enak aja! Situ pernah nggak nyoba ngertiin kita yang laki-laki?? Saya kok nggak yakin ada artikel “10 Rahasia Pria” di majalah-majalah wanita. Kalaupun ada, paling-paling muncul cuma sekali dua kali. Nggak sampai setiap edisi ada terus. Bukankah itu namanya membeda2kan gender? Uh, ngeri sekali bahasa saya. Hehehe.

Kalo saya pribadi sih tetep memegang pedoman : laki-laki atau perempuan sama saja. (more…)

Bermula dari sebuah telepon yang saya dapat pada hari Rabu 20 Februari 2008, sekitar jam 9 pagi lalu.

Saya : Halo (agak berbisik, soalnya lagi ditengah2 meeting..hehehe)
Dia : Halo, Andre?
Saya : Iya.
Dia : Andre, ini Ari.
Saya : Ari? Ari mana ya?
Dia : Ari-nya Alam Jagostu.
Saya : Ooo… (berusaha keras mengingat2)
Dia : Ndre, kamu lagi dimana?
Saya : Aku lagi di Salatiga nih. Lagi Raker.
Dia : Wah, nggak di Jogja ya?
Saya : Iya. Gimana, Ri?
Dia : Kamu mau ikut audisi nggak?
Saya : Hah?? Audisi? Audisi apaan?
Dia : Indonesian Idol.
Saya : HAH????
Dia : Nggak, bukan audisi yang besar. Ini audisi sendirian. Private. Besok Jumat. Tapi kamu di Salatiga ya..
Saya : Mmm.. Jumat siang udah pulang sih.
Dia : Jadi bisa? Kalo bisa nanti biar aku bilangin orang Fremantle-nya biar langsung nelpon kamu.
Saya : Mmmm.. iya deh. Boleh2..
Dia : Ok. Thanks ya Ndre..

Hihihi. Audisi Indonesian Idol?
Saya pernah sih beberapa tahun lalu nyoba ikutan Audisi. Itu juga karena didaftarin sama temen. Dan baru sampai tahap menunggu (menunggu, lho ya. belom audisi sama sekali!), saya udah nyerah. 2 jam nunggu buat saya udah buang2 waktu sekali. Makanya kemudian saya milih buat pulang saja, sambil bilang dalam hati,

“Gue gak segitunya kok pengen jadi Idol…”.

(more…)

Next Page »