June 2008


OH TIDAAKKKK!!!

Gak percaya! Ga mungkin! Ini seperti mimpi!!
Hehehe, berlebihan sekali ya? Tapi sungguh, percayalah. Kalau Anda mengalami apa yang saya alami tadi malam, maka Anda akan merasakan hal yang sama. Kaget. Surprise. Geli. Dan ‘gilo’ dalam waktu bersamaan. Tak percaya, tapi nyata *makin hiperbola saja bahasanya*.

Jadi gini lho, tadi malam sepulang dari kantor, saya mampir ke Circle K di Jalan Kaliurang buat beli sesuatu. Setelah selesai, saya mampir ke sebuah toko di sebelahnya yang menjual aneka pernak-pernik bajakan (hihi). Mulai dari CD, VCD, MP3 hingga DVD tentu saja. Tadinya sih niatnya pengen cari DVD Serial 30 Rocks. Tapi ternyata yang ada malah Season kedua, yang pertama udah nggak ada. Entahlah, mungkin Sold Out. Mungkin juga yang keluar cuman Season 2 doang. Yah, namanya juga bajakan. Jadi ya suka2 yang bajak, lah!

Nggak terpuaskan di bagian DVD, saya pindah ke bagian CD. Milih-milih-milih-milih, sampailah saya di bagian lagu2 Kompilasi. Dan mata saya yang entah mengapa selalu awas kalau ada sesuatu yang ajaib, langsung tertuju pada sebuah CD bergambar rangkaian bunga berwarna Ungu dan berbentuk hati berjudul ‘GOLDEN LOVE SONG’. Tanpa ‘s’ ya tulisan ’song’nya. Tapi bukan karena tulisan ngaco atau gambar bunganya yang menarik perhatian saya. Tapi karena di bawah gambar bunga itu masih ada tulisan lain yang menyertainya, yaitu : “INDO VS BARAT”. Dan masih ditambah lagi tulisan : “The Best Collection of Timeless Love Songs”. Oke, apa2n ini. Langsung dong, saya membalik CD tersebut untuk melihat lebih lanjut daftar lagu yang menjadi bagian dari si ‘GOLDEN LOVE SONG’ ini.

ENG ING EEENGGGGGGG…….siap2! Inilah daftar lagu cinta sepanjang masa itu : (more…)

Tanda peringatan seperti tulisan judul diatas memang penting. Supaya kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki kita ketika melewati lantai yang sedang basah. Hati-hati, supaya nggak kepeleset. Karena lantainya licin. Bersyukurlah kalau ada yang memperingatkan. Karena yang namanya ‘terpeleset’ itu memang nggak enak sekali. Karena terjadinya tiba-tiba. Hehehe. Nenek-nenek juga tau, ya? Ketika kita ‘terpeleset’, biasanya yang dirasakan ada 2 macem : sakit dan malu. Sakit, tentu saja secara fisiknya. Kata siapa jatuh dengan posisi pantat menempel di lantai lebih dulu itu nggak sakit? Masih untung pantat. Gimana kalau Bibir atau Jidat duluan? *knock on wood*. Dan Malu, tentu saja kalau diliat dari sisi kejiwaannya (hahahaha..). Namanya juga kepeleset, pasti ekspresi mukanya nggak akan anggun dan ganteng. Namanya juga orang kaget. Belom lagi kalo pas kepeleset pake acara keluar latahnya segala. Aduh… Sakitnya mungkin ga sebanding dengan malunya…

Terus gimana kalau kejadiannya adalah kepeleset ngomong? Mungkin kalo yang ini sih nggak terlalu sakit ya fisiknya. Tapi mungkin malunya itu yang nggak tanggung-tanggung. Bayangkan, beberapa hari yang lalu saya sempet geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum sendiri, ketika baca-baca berita di internet. Dan semakin sadar, kalau kita ngomong, dimanapun itu, memang harus dalam kesadaran penuh. Biar nggak salah. Biar nggak kepeleset. Itulah kenapa, ketika hati sedang ga karuan, entah itu sedang sedih, marah, bahkan panik, mendingan ditahan dulu. Hati-hati ngomongnya. (more…)