July 2008


Cantik itu relatif. Anda setuju? Saya mah setuju-setuju aja. Karena hal beginian emang sangkut-pautnya sama urusan selera. Dan kalo udah urusan selera, urusannya bisa panjang. Dan tidak perlu diperdebatkan. Mendingan diperbincangkan saja. Hehehehe. *gossip mode : ON*

Jadi hari ini, saya membaca sebuah artikel di internet yang membuat saya semakin faham, tentang “cantik itu relatif’ seperti yang saya tulis di awal barusan. Agak tragis sih ceritanya, tapi sudahlah. Tidak usah dipikirkan tragis/tidaknya, cukup diambil sisi fun nya saja. Lha wong ini juga cuman berita ringan. Mari saya ajak anda untuk melihat satu gambar dari seorang wanita bernama Amy Winehouse berikut ini :

Saya nggak bilang si mbak ini cantik, begitupun juga sebaliknya saya tidak bilang kalau dia ini jelek. Tapi yang pasti, dia tidak masuk dalam kategori perempuan yang ‘menarik’ buat saya (hahaha..berarti kesimpulannya dia ini jelek ya? Gitu aja kok pake muter2. Heran!). Saya sih cukup mengikuti berita-berita tentang mbak Amy ini, walaupun isinya tentang dia teler, lah.. nonjok penonton di konsernya, lah.. dan berita-berita miring lainnya. Walaupun dari sisi prestasi bermusik, mbak Amy ini juga termasuk yang luar biasa oke. Lagu-lagunya juga cukup menyenangkan untuk didengarkan. Tapi mari kita tidak membicarakan tentang musik. Mari kita bicarakan tentang penampilannya yang ‘unik’ ini.

Penampilan all-out penyanyi Amy Winehouse ternyata berhasil mencuri perhatian rumah mode Guess. Rumah mode yang dinahkodai perancang Karl Lagerfeld ini ingin mendapuk Amy menjadi ikon Guess.
Juru bicara Trunfio mengungkapkan, Amy selalu tampil menarik dengan eyeliner berwarna hitam yang menghiasi sudut matanya. Gaya rambutnya unik dengan model sarang lebah, yang dibubuhi hiasan pin up bergambar rock’n roll.
Menurut Trunfio, penampilan Amy yang begitu sempurna itu akan memuluskan langkahnya menjadi ikon fesyen perancang Karl Lagerfeld
(www.femalefirst.co.uk)

Hmm.. Amy Winehouse pasti bangga sekali mendengar kabar berita ini. Tapi eits, tunggu dulu Amy. Jangan besar kepala dulu. Kamu juga harus membaca artikel dari www.4to40.com ini….

Para petani di Norfolk, Amerika Serikat kini menemukan cara baru untuk menakut-nakuti sekaligus mengusir burung dari lahan mereka. Adalah Marlon Brooks, salah satu petani yang kesal karena orang-orangan sawahnya sudah tak mempan mengusir burung, dan kehabisan akal karena orang-orangan dengan bentuk tradisional sudah tak bisa lagi mengusir burung-burung tersebut. Marlon kemudian memutar otak hingga akhirnya ia terinspirasi oleh gadis kecilnya yang selalu menangis setiap kali melihat penampilan Amy Winehouse di televisi. Diapun membuat orang-orangan sawah berupa boneka menyerupai Amy. Agar meyakinkan bahwa orang-orang tersebut adalah Amy Winehouse, ia menambahkan juga beberapa trademark yang ada pada diri penyanyi jazz tersebut. Ada tatoo di beberapa bagian tubuhnya, dan ia juga dalam posisi menggenggam rokok dan sebotol minuman keras
Hebatnya, hanya dalam 2 hari orang-orangan sawah buatan Marlon berhasil mengusi burung-burung tersebut. Akibatnya, semua petani di Norfolk pun mengikuti jejak Marlon.

See? Dibilangin juga apa. Cantik itu relatif! Hihiihi.

… terlalu sadis caramu menjadikan diriku
Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku …

Kalau saja para pencipta lagu itu memang benar-benar menciptakan sebuah karya berdasarkan pengalaman pribadinya, maka marilah kita berbela-sungkawa untuk para pria yang ada di Indonesia. Bagaimana enggak, kalau diperhatikan lagi dengan sungguh-sungguh, lagu-lagu hits milik penyanyi pria yang sekarang sering diputar video klipnya diTV atau sering diputar di radio-radio atau bahkan yang sering dinyanyikan oleh para pengamen lengkap dengan alat musik ‘icrik-icrik‘nya itu, hampir semuanya berisikan tentang jeritan hati para pria yang disakiti hatinya. Oleh siapa? Oleh para wanita, tentu saja. Coba perhatikan lagu Sadis yang dinyanyikan Afgan diatas. Si laki-laki itu begitu terperdayanya, hingga menyebut tindakan si perempuan yang mempermainkan hatinya itu masuk dalam kategori ’sadis’. Menurut kamus Bahasa Indonesia, ’sadis’ itu adalah sebuah perbuatan yang tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas dan ganas. Owhh… Malang sekali lelaki itu.

Bukti lain bagaimana laki-laki Indonesia semakin lemah saja?

.. Bila kau cinta aku, mengapa kau tipu diriku ‘tuk bersama dia
Kau bunuh hatiku saat ku bernafas untukmu
Kau kebanggaan aku yang tega menipuku …

(TEGA-GLENN FREDLY)

atau

.. t’lah kuucapkan sayang
Dan kubuktikan kau yang terpilih
Namun kau buat ku tersiksa
Dengan rasa yang tak pernah kan terjawab.
.

(TERSIKSA – MARCELL)

Kalau Glenn Fredly menjerit2 karena pacarnya begitu tega menipunya, Marcell malah berkeluh kesah karena merasakan siksaan yang luar biasa akibat tidak jelasnya hubungan dia dengan pacarnya. Luar biasa! Walau dalam hal ini memang kita bisa mengerti sih, gimana sakitnya kita ditipu oleh orang yang selama ini kita banggakan, atau bagaimana tidak enaknya status cinta yang ‘menggantung’. Tapi nggak usah teriak-teriak gitu dong, mas! Cowok gitu loh! Luapkanlah emosi dengan memukul atau kebut-kebutan di jalan! Hehehehe. Okay, mungkin vokalis ‘manis’ seperti Afgan, Glenn atau Marcell memang identik dengan lagu-lagu mendayu-dayu tentang patah hati. Tapi ketika band-band pun melakukan hal yang sama, saya jadi semakin yakin kalau era lagu cengeng di tahun 80′an yang pernah diprotes oleh Mentreri Penerangan jaman itu kembali lagi, cuma kali ini yang menjadi cengeng adalah kaum prianya! (more…)

Uhmm.. lagi jatuh cinta sama video klipnya nih.. hehehehe.
2 jempol buat si mbaknya.


When I get to Warwick Avenue…
Meet me by the entrance of the tube.
We can talk things over, a little time…
Promise me you won’t step outta line.

When I get to Warwick Avenue…
Please drop the past and be true.
Don’t think we’re okay, just because I’m here…
You hurt me bad, but I won’t shed a tear.

I’m leaving you for the last time baby…
You think you’re loving but you don’t love me.
I’ve been confused outta’ my mind lately…
You think you’re loving but I want to be free.
Baby you’ve hurt me.

When I get to Warwick Avenue…
We’ll spend an hour, but no more than two.
Our only chance to speak, once more…
I showed you the answers, now here’s the door.

When I get to Warwick Avenue…
I’ll tell you baby, that we’re through.

All the days spent together, I wished for better,
But I didn’t want the train to come.
Now it’s departed,
I’m broken hearted, seems like we never started.
All the days spent together, when I wished for better,
And I didn’t want the train to come

You think you’re loving but you don’t love me.
I want to be free, baby you’ve hurt me.
You don’t love me,
I want to be free,
Baby you’ve hurt me.

Katanya nih, sesuatu yang serba ‘terlalu’ itu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata ‘terlalu’ itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam disorientasi, gara-gara mengalami yang ‘terlalu’ ini.

Jadi Jumat Malam, saya dan teman saya Ndut pergi menghabiskan malam libur ini dengan nonton di Studio 21 Ambarukmo Plasa. Ini pun setelah kami harus melewati perjalaan yang cukup panjang dan berliku. Well, bukan kami sih, tapi SAYA! Saya yang merasakan penderitaan kaki pegal-pegal, demi 2 buah tiket bioskop! Sebenarnya rencana nonton sudah dicanangkan pada hari Kamis, tapi kemudian batal karena begitu saya masuk ke Studio itu, antrian sudah padat merayap. Menggila. Maklum, musim liburan. Makanya, keesokan harinya saya memutuskan untuk datang lebih awal supaya tidak perlu ngantri beli tiket. Tapi ternyata saya salah, karena sepertinya seluruh orang pun berpikiran sama. Jam 10.04 pagi, begitu saya sampai disana, ruangan udah penuh sesak oleh antrian! What the… ya sudahlah, masa harus batal lagi? Terpaksalah ikutan ngantri. Untunglah waktu 20 menitan saya mengantri, terbalas dengan berhasilnya saya mendapatkan seat yang enak.

Nonton apa sih? (more…)


“Dunia ini sudah gila. Demi gengsi dan terlihat superior, banyak orang menghabiskan uang untuk membeli barang yang mereka tidak suka atau butuhkan asal membuat kagum orang.
Lebih gila lagi, orang-orang itu sebenarnya tidak mereka sukai juga..”
(Will Smith)

Duh! Si Mas nyindir saya nih kayanya… :D

Iya, saya juga agak2 heran. Kenapa judul posting saya makin lama semakin aneh. Padahal seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum-sebelumnya, kalau saya sebenarnya termasuk orang yang menjunjung tinggi sebuah judul atau tittle. Entah itu judul film, judul lagu, judul acara TV, judul artikel blog, sampai judul orang (“judul orang”? Nama orang, maksudnya… *maksa*) pun bisa saya komentarin kalo emang menurut saya nggak pas. Hehehe. Karena sekali lagi, menurut saya sih, orang pasti punya kecenderungan untuk menilai segala sesuatuya berdasarkan apa yang dilihatnya terlebih dulu. We do judge a book by it’s cover. Karena di cover itulah akan terbaca judul, penulis, dll yang akan membuat kita kemudian tertarik untuk membelinya, atau malah sebodo amat dan kemudian meninggalkannya.

Siang itu, ditengah siaran Female ‘n Friends, saya terlibat sebuah pembicaraan yang kemudian menjadi ide penulisan blog ini. Hehehe.

Iyan : “Bo.. Loe kenal Artalyta gak?”

Saya : “Ya enggaklah..”

Iyan : “Ih, sama lho berarti sama SBY… Dia juga gak kenal sama Artalyta:

Saya : “HAHH??? Maksud loe?”

Iyan : “Iyaa. Nih liat….”

kemudian perempuan satu itu menyodorkan koran KOMPAS terbitan hari itu. Di halaman depan, ada sebuah headline yang berjudul : “PRESIDEN TAK KENAL ARTALYTA”.

Langsung dong, saya ngakak. Ni koran bikin judul kok lugu banget sih? I mean, “So??”. Emangnya penting ya, Presiden kenal apa enggak sama ibu yang lagi ngetop gara2 didakwa menyuap Jaksa yang menyelidiki korupsi dana bantuan BLBI itu? Jawabnya : PENTING. Sebenernya kalo mau dibaca isi berita itu secara seksama, sebenarnya isinya adalah penjelasan dari Juru Bicara Kepresidenan yang menegaskan bahwa Presiden tidak mengenal Artalyta yang pernah datang di acara peluncuran Album SBY beberapa waktu yang lalu.

Tapi menjadi TIDAK PENTING kalau para pembaca koran itu termasuk orang yang sukanya hanya baca-baca koran secara selintas lewat seperti saya. Yang dibaca judul2nya doang. Kalo menarik, ya lanjut baca isi beritanya. Kalo judul ga menarik, ya udah. Lewat. Tapi saya yakin, pihak KOMPAS sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam hal pemilihan judul tersebut. Mungkin kalo artikel itu dikasih judul : “JURU BICARA KEPRESIDENAN MEMBANTAH PRESIDEN MENGENAL ARTALYTA”, agak kepanjangan ya. Apesnya mereka aja, kok ya kebetulan yang membaca hari itu adalah orang2 yang sok kritis dan hobi komentar saperti saya dan teman saya itu. Jadi ya mentok2nya ya kaya begini. Bukan ngebahas isi berita, tapi malah membahas judul berita. Dan ujung2nya hanya bisa jadi bahan becandaan aja. Hehehe.

Saya : “Eh, kenal Artalyta nggak?”

Decki : “Kenal. Yang korupsi itu kan?”

Saya : “Wiiihhh.. hebat lo. Kenal. SBY aja nggak kenal, lho…”

Decki : “HAH?”

Makanya.. lain kali kenalan dong, pak! Hehehe.

Sudah baca yang bagian pertama? Mmm, inilah reaksi dari salah satu tokoh disana. Bukan Mas Kemal, tentu saja. Heheheehe. Dengan ini, yang bersangkutan berarti sudah melakukan pembelaan dan memberikan hak jawabnya. Hahahaha.

On YM 7/1/2008

Dimas Novriandi: mas dekaaaaa! dirimu membuka aibku!
Dimas Novriandi: daku akan menulis versiku ah, bahwa daku waktu itu gak konsen, halah
ryu deka: Hahahaahha…
ryu deka: Aku sebenarnya agak lupa, yang jawab itu kamu ataukah Dian!
ryu deka: Tapi kayanya Dian nggak sekreatif itu dalam berpikir..
Dimas Novriandi: jelas aku mas!
Dimas Novriandi: daku kan bener2 gak dong waktu itu
Dimas Novriandi: abisnya hari geneee clue nya ita purnamasari?
ryu deka: Huahahahaha..
Dimas Novriandi: michael buble kek
Dimas Novriandi: david archuleta *kok tambah jauh ya*
ryu deka: Makanya, aku yakin yang melontarkan clue itu pastinya Dian!
Dimas Novriandi: emang
ryu deka: 2002, Mas!
Dimas Novriandi: kekekee
Dimas Novriandi: kalo getu kan bisa yovie widiyanto
ryu deka: Ya ga mungkin tho ya.. Dian kan ga yakin kalo Yovie atau Buble itu sengetop Ita!
Dimas Novriandi: walau tetep top of mindnya ryan adalah nike ardilla
Dimas Novriandi: ck ck ck….
ryu deka: yuk..
ryu deka: silakan lho kalo bikin posting baru untuk membersihkan namamu..hehehehe
Dimas Novriandi: wakaka… ntar deh
Dimas Novriandi: aku ada fotonya kita berlima ituh
Dimas Novriandi: tapi dalam bentuk poto bukan scan
ryu deka: Ayo di scan!
ryu deka: Hahahaha
Dimas Novriandi: wakaka… dimana?!
Dimas Novriandi: daku juga ingat mas pas bikin yel2
Dimas Novriandi: secara kalian itu penyanyi semua dan aku….
Dimas Novriandi: mau gila rasanya
ryu deka: Di internet, kek. atau dimana. Tapi ntar kalo ada yang tanya, itu bukan aku ya..
ryu deka: hahahahaha

Tadi malam saking badan kerasa pegel2 ga karuan, ceritanya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi sebuah panti pijat di Jalan Kaliurang. BUKAAAAAAANNNNN!!! Bukan panti pijat yang aneh2 atau mesum2 seperti yang Anda bayangkan itu! Hehehehe. Tapi ini sebuah tempat pijat Refleksi yang memang sudah jadi langganan saya. Tadinya sih niatnya cuman pijat refleksi doang. Tapi setelah dipikir2, akhirnya berubah haluan menjadi pijat plus-plus. BUKAAAANNNNNNNN!!! Bukan pijat aneh2 atau mesum yang masih terus Anda bayangkan itu!! Jadi, kalo refleksi kan pemijatan hanya berkonsentrasi *halah* di seputaran kaki dan tangan, nah kalo pijat yang plus2 ini adalah pijat refleksi PLUS punggung dan seluruh badan hingga kepala juga. Kalo disana program ini dinamakan PIJAT SEHAT. GItu.

Tapi saya nggak akan menceritakan tentang proses si mas2 itu memijat saya. Karena ngapain juga? Hehehe. Karena ini adalah pijat sehat saya yang pertama (biasanya sih cuman refleksi doang), walhasil saya harus ‘agak’ merelakan celana saya dipelorotin sedikit dooong, biar si mas pemijatnya bisa memijat pinggang saya. Saya sih berpikir positif thinking saja (seperti yang diucapkan Laudya Chyntia Bella!) kalau mas pemijat langganan saya yang bernama Kemal ini nggak mau ngapa2in saya. Huahahaha. Sumpah, jadi agak parno sebenernya gara2 cerita teman saya yang pernah ‘diisengin’ waktu dia pijet! Salah siapa dia pijetnya di daerah Pasar Kembang! Lagian juga tempat pijat langganan saya ini cukup terjamin, lah kerdibilitasnya *ediannnn*. Bersih, bagus dan terbuka. Pemijat disesuaikan dengan muhrimnya. Maksudnya, kalo yang dipijat cewek, yang mijat juga cewek. Okay, lanjut ke acara pijat-memijat. Suatu ketika ketika mas Kemal sedang memijat pinggang saya, si mas ini tau-tau bilang,

“Wah, mas pasti bakalan disayang sama pasangan hidupnya besok..”

Tentu saja saya langsung, “Hahh???”. Lha iya dong. Nggak ada angin ga ada ujan, tau2 kok si masnya komentar gitu. Langsung dong saya minta konfirmasi,

“Maksudnya, mas?”

Kemudian dia menjawab,

“Iya. Ada tahi lalatnya di pinggang kiri. Artinya kan, mas besok pasti akan disayang sama pasangan hidup mas…”

OWHHHH…

Hari gini, yang namanya ramalan dan karakter seseorang pun masih dinilai dari letak sebuah tahi lalat, sodara2! Untung saja si Mas itu meramal sesuatu yang baik. Jadi saya percaya aja. Dan karena si Mas sepertinya jago ‘meramal tahi lalat’ seperti itu, saya pun jadi penasaran. Dan keluarlah keisengan saya. (more…)