September 2008


Sumpah! Keganggu sekali rasanya ngeliat tulisan di spanduk berwarna dasar kuning buluk di perempatan Jalan Kaliurang ini. Rasanya tangan udah gatel banget pengen nurunin spanduk itu, dan menggantinya dengan tulisan yang lebih benar, versi saya tentu saja. Karena kalau menurut saya, hanya gara-gara salah satu tanda baca, bisa merusak keseluruhan maksud pengumuman itu. Coba perhatiin, deh.

‘ANDA DIRUGIKAN POLISI ! TELP (0274) 4463410′

Sepertinya sih, yang dimaksudkan dalam pengumuman itu adalah, jika Anda (kita) dirugikan polisi, sebaiknya melaporkannya ke nomer yang telah disediakan/tercantum itu. Dan untuk itu, kalau yang dimaksud memang demikian, tanda baca yang dipakai seharusnya adalah tanda tanya (?), kan? Menanyakan, apakah kita merasa dirugikan oleh polisi? Jadi seharusnya tulisannya adalah begini :

‘ANDA DIRUGIKAN POLISI? TELP (0274) 4463410′

Soalnya kalau pakai tanda seru (!), berarti tulisan itu menegaskan, kalau kita SUDAH dirugikan polisi. Pasti dirugikan polisi. Aduh gimana ya menjelaskannya. Coba (more…)

Hari-hari terakhir ini entah kenapa jiwa jadul saya sedang menggelora dengan hebatnya..hahaha. Maksudnya, dalam hal pemilihan lagu-lagu untuk disenandungkan. 2 hari yang lalu saya lagi seneng-senengnya menyenandungkan lagu “Aku Cinta Dia”-nya Chrisye.

…. huuu waa uuu… aaa iii ya iii yuu waaa.. a aaa… Hati yang berbung, pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah, aku cinta.. aku cinta diaaa…”

Yuuk. Lengkap dengan geleng-gelang kepala dengan gerakan maksimalnya. Dan ajaibnya, ketika saya share lagu itu dengan teman saya yang dari segi usia lebih dari oldies dari saya yaitu Oom Gat *pisss!!*, dia juga bilang kalau hari itu dia sedang menyenandungkan lagu yang sama! Jinx! Kebetulan yang mengerikan. Hari berikutnya, gantian saya goyang-goyang kepala dan kaki *ugh, lebay!* mendendangkan lagu “Surat Cinta”-nya Tante Vina Panduwinata.

… Hari ini ku gembira… Melangkah di udara.. Pak Pos membawa berita, dari yang kudamba…”

Kalau lagu yang pertama tadi, sepertinya itu murni karena faktor kebetulan aja, denger lagu itu di acara Indonesia Siesta, dan kemudian satu kantor ikut bernyanyi semua! Jadinya, keinget terus sampai sekarang. Lagunya seru banget ternyata. Coba dengerin sendiri, deh. Rasanya dunia ini menjadi riang gembira karenanya *makin lebay*. Hehehehe. Nah, kalau kasus lagunya Tante Vina itu lain lagi temanya. Ini gara-garanya kemarin ada pak Pos yang mengirimkan sebuah Postcard untuk saya. Bukan dia yang mengirimkan, sih.. tapi dia hanya menyampaikannya ke saya. Hehehe. (more…)

Diantara puluhan, bahkan mungkin ratusan program-program Ramadhan yang ada di TV, cuma ada 1 program yang menarik perhatian saya. Bukan program lawak yang ‘cuwawakan’ tidak jelas itu, tapi sebuah acara talkshow sederhana yang ditayangkan di METRO TV setiap hari menjelang berbuka puasa. Biasanya sih, TVRI Jogja yang paling favorit untuk ditonton setiap kali menjelang waktu-waktu buka puasa begini. Yang dinanti amatlah jelas : Adzan Maghrib! Hehehe. Abis itu, ya udah. TV nya dimatiin.

Acara yang saya maksudkan diatas itu berjudul ENSIKLOPEDI ISLAM. Digawangi oleh Shahnaz Haque *uedann… digawangi!* , dan dipandu oleh Ustadz Abu Shangkan sebagai narasumbernya. Jadi selama bulan puasa ini, diterangkan point-by point (abjad per abjad) tentang bagaimana caranya kita bisa melaksanakan ibadah Shalat dengan benar. Intinya adalah bagimana menemukan ‘kekhusyukan’ dalam setiap Shalat yang kita lakukan. Buat saya, tema ini bener2 wajib tonton. Gimana ya, jujur sejak mulai bisa Sholat jaman SD dulu sampai sekarang, kayanya saya belom pernah yang ngerasain sholat yang khusyuk.

Pertama, saya aja masih meraba-raba. Nggak ngerti. Khusyuk itu yang bagaimana sih? Ada yang bilang, khusyuk itu adalah identik dengan tenang, konsentrasi. Dimana kita merasa ketenangan yang luar biasa dan merasakan kehadiran Tuhan disebelah kita. Aduh, itu agak ribet ya! Kalau kita sholatnya di tempat yang tenang, mungkin masih bisa kita kebawa ikutan tenang juga. Tapi kalo kita sholatnya di tempat yang rada berisik ehm, let’s say di Musholla kantor yang tempatnya nempel sama ruang makan, ya rada-rada susah Bos! Mau diniatin kaya apapun, tetep aja suara kenceng rekan-rekan sekerja yang heboh ngegosipin pertikaian Dewi Persik VS Andi Soraya, jauh lebih menancap daripada bacaan Al-Fatihah! Hahaha. Gebleg. (more…)

De, di Pasuruan ada apa sih? Aku liat disini, bahasanya Perancis. Nggak ngerti.

Teman saya Gat yang sedang ada di Laos mengirimkan SMS tadi malam, dan saya dengan entengnya menjawab,

Waduh, gak tau juga ya. Lagi gak update. Nih malah lagi di Superindo belanja buat ngisi kulkas! hehehehe

sambil lanjut muter-muter ngambil-ngambil barang belanjaan. Tanpa beban. Tanpa rasa penasaran, kira-kira apa yang terjadi disana ( Pasuruan, maksudnya). Ah, paling juga ribut-ribut antar kampung atau apa, lah. Nothing important. Baru ketika paginya saya siaran Sahur dan mulai membuka-buka internet, baru sadar kalau ternyata something really really bad just happened there. 21 orang meninggal dunia, 16 luka-luka akibat terinjak-injak ketika ada pembagian Zakat dari seorang hartawan bernama H. Syaikon. Melihat still picture di Detik.com tentang kondisi disana, terus terang shock banget ngeliatnya. Nggak kebayang aja, di siang yang panas itu, 5000an orang yang KESEMUANYA ADALAH PEREMPUAN, berdesak-desakan demi sebuah uang zakat sebesar 30 ribu perak!

Makin pedih lagi ketika melihat liputannya di TV. Lebih gawat lagi, karena gambar yang ditampilkan adalah keadaan nyata di lokasi kejadian. Edan! Gemetar ngeliatnya. Ribuan ibu-ibu benar-benar saling mendorong, dan masya Allah, diperlihatkan juga – walau gambarnya dibuat tersamar/blur, sesosok perempuan yang terlihat sudah tidak bernyawa diantara kaki-kaki yang ada diatasnya. MASYA ALLAH! Tuhan, apa-apaan ini? Ini bener-benter terjadi?? Bener-bener nggak siap. Sumpah, nggak siap banget diperlihatkan kenyataan sepedih itu, sepagi itu. Yang akhirnya membuat saya bertanya-tanya, (more…)

Sebuah percakapan aneh di telpon yang terjadi sekitar jam 3 pagi

Saya : Ya?
Ndut : Heyy…aku tau ini bukan perbincangan yang wajar di saat Sahur ya..
Saya : Apaan?
Ndut : Udah terima undangan reuni?
Saya : Belom. Emang udah disebar?
Ndut : Oh, belum ya?
Saya : Lah? Piye toh?
Ndut : Aku liat di milis. Berarti kamu belum liat daftar acaranya ya…
Saya : Oke.. ada yang ajaib pasti… *mulai tertarik*
Ndut : Oh iyaaa…
Saya : Oke. Sebutkan… *makin tertarik*
Ndut : Jadi, acara akan dibuka dengan pertunjukkan Capoeira…
Saya : Oke.
Ndut : Abis itu sih standar lah. Ada sambutan-sambutan. Nah aku kaget pas ngeliat acara nomer 7
Saya : Apa? Apaan?? *amat sangat luar biasa tertarik*
Ndut : Hihihi. Siap ya…
Saya : APAAN?!!
Ndut : Berfoto Bersama Febri

Febri ini adalah salah satu nama teman saya yang dulu memang cukup dikenal dikalangan siswi perempuan karena, yaaah.. cukup ganteng lah. Salah satu saingan saya dulu dalam hal ini. Huahahaha. But that’s not the point! Mau seganteng apapun dia sekarang, kok yaberani-beraninya dia bikin acara foto bersama! Siapa elu? *merasa tersaingi*. Makanya, saya nyolot dong! (more…)

Edan.. udah 3 minggu lebih ternyata saya tidak menyentuh blog ini! Dan lebih edan lagi, sekalinya mau nulis posting baru, langsung deg-degan banget rasanya. Grogi. Seperti meragukan kemampuan diri. Hahahah. Dodol! Ya gini aja deh, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, kemudian berhenti untuk beberapa saat, maka katika akan memulai segala sesuatunya kembali, pastinya ada perasaan tidak percaya diri seperti itu. Demam panggung. Hehehe. Apalagi ketika melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sama sekali. Suhu demam di panggungnya pasti akan menjadi-jadi.

Sama seperti minggu lalu. Jadi ceritanya, minggu lalu saya memutuskan untuk mengunjungi dokter gigi di daerah Jalan Gayam. Bermula dari seringnya saya pergi ke dokter umum langganan saya, saking seringnya saya kena radang tenggorokan. Bayangin, dalam sebulan bisa 3 kali saya kena radang. There must be something wrong with it, right? Kata Om dokternya sih, saya memang punya tenggorokan yang sensitif, jadi setiap kali daya tahan tubuh menurun, pasti yang kena duluan adalah bagian tenggorokan dulu. Entahlah, mungkin karena saya penyiar ya? Hehehe. Enggak, yang terakhir ini murni diagnosa dari saya, bukan dari dokternya. Tapi pas pertemuan terakhir, baru ketahuan kalau gigi Geraham belakang kiri bawah saya yang bolong itu, punya andil pula untuk menyebabkan seringnya tenggorokan saya radang. Makanya, om dokter itu menganjurkan saya untuk ke dokter gigi, dengan 2 pilihan : ditambal atau dicabut sekalian!

Actually, it wasn’t that big deal, kalau saja itu bukanlah pertama kalinya saya berobat ke dokter gigi! Ya ya, silakan menghakimi saya *pasrah*, tapi kemarin itu memang benar-benar baru pertama kalinya seumur hidup saya yang sudah 28 tahun ini datang ke dokter gigi. Well, dulu pernah sih berkunjung ke dokter gigi. Waktu jamannya TK. Tapi itu pun murni beneran ‘berkunjung’. Jadi bukan berobat. Sekedar datang, ngeliat-ngeliat ruangan kerja dokter gigi. Itupun bersama rombongan satu TK! Hehehehe.

Ada 3 alasan sebenarnya kenapa saya nggak pernah ke dokter gigi. (more…)