April 2009


Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *hehehhehee*, maka teman-teman di divisi Event & Promotion berinisiatif untuk …. membuat kaos!

image003

Gyahahahahahhahaaaa……. !!

Gimana? Ada yang berminat mau pesan?

Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. Ini makanya kenapa saya bilang ‘tumben’. Bukannya biasanya kami tidak akrab, bukannya biasanya kami tidak pernah saling ledek. Bukan sama sekali. Tapi siang itu, suasananya betul-betul beda saja. Biasanya siang-siang setelah jam makan siang, suasananya cenderung tenang, semuanya langsung kembali ke mejanya masing-masing, dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada apakah gerangan? Apakah mereka sedang mogok kerja?

Sebelum pertanyaan itu terjawab, mari kita flashback dulu ke hari sebelumnya. Sore itu, saya yang kebetulan lebih sering mejeng di ruang siaran di lantai 3, di BUZZ! oleh teman saya yang ada di lantai 2.

temansayaitu : Jang, lo lagi buka Facebook nggak diatas?
ryu.deka : Wah, tadi sih buka. Sekarang udah engga. Knapa?
temansayaitu : coba buka sebentar
temansayaitu: karena yang dibawah di block!
ryu.deka : Hehh?
temansayaitu : Iya. Kalo diatas tnyata bisa nyambung, gak usah ribut..
temansayaitu : ntar malah di block juga diatas
temansayaitu : hahahaha
ryu.deka: eh, sejak kapan????
ryu.deka: eh, iya nih. Diatas ga bisa juga!
temansayaitu : walah di block juga toh
temansayaitu : barusan ini
temansayaitu : stlh makan siang
ryu.deka: huahahahhahahaa….
temansayaitu : hahahahah
ryu.deka: dan ga ada yang bilang?
temansayaitu : gak ada
ryu.deka: tau2 ke blok?
temansayaitu : iya
temansayaitu : lo liat status anak2 di YM dong..
temansayaitu : rame banget
temansayaitu : hahahaha
ryu.deka: HUAHAHAHHAHAHAHHAHA
ryu.deka: HUAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHA

Jadi sodara-sodara, hari itu dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, pihak manajemen kantor bikin surprise kepada seluruh karyawannya dengan tiba-tiba mem-block seluruh jaringan Facebook dan Friendster. Dan mungkin beberapa situs jejaring sosial lainnya. Entahlah, April Mop padahal sudah berminggu-minggu lalu lewatnya. Tapi ini kok baru sekarang bikin kejutannya. Suka telat deh… Hehehhee…

Ya seperti yang dilaporkan teman saya tadi itulah, makanya saya langsung cek dan ricek status teman-teman saya di YM, dan langsung cekikikan sendiri membacanya… (more…)

att3284810

Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah Katie Kirkprtrick, 21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, Nick Godwin, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, untuk menerima pengobatan. Dalam gambar ini, Nick dengan sabar menunggui calon istrinya itu dalam salah satu dari begitu banyak sesi pengobatan yang dilalui tunangannya. Satu sesi yang amat melelahkan bagi keduanya, for certain different reason…

att32848111

Walaupun didera rasa sakit yang tak tertahankan, berbagai kegagalan fungsi organ di tubuhnya hingga suntikan-suntikan morfin sebagai penghilang rasa  sakitnya, Katie tetap berusaha melanjutkan resepsi pernikahannya, bahkan mengurusi semua detail pernikahannya sendiri. Baju pengantin yang dikenakannya ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian ukuran, mengikuti perubahan berat badannya yang semakin menurun..

att3284812

Dalam genggaman tangan calon suaminya, dalam dorongan serta doa kedua calon mertuanya, dan dengan dibantu sebuah tabung oksigen, cerita cinta dua anak manusia yang dirajut sejak di bangku SMA itupun siap untuk dilanjutkan..

katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small
……………. hingga ke pelaminan.

att3284813

Katie, dengan duduk di kursi roda, masih dengan tabung oksigennya, mendengarkan sebuah lagu yang dipersembahkan suami dan teman-temannya. Look how happy she was….

att3284814

Selama resepsi berlangsung, Katie terpaksa harus beristirahat selama beberapa kali. Deraan sakit yang dideritanya, tidak memungkinan dirinya untuk berdiri dalam jangka waktu lama.

att3284815

katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small

Katie akhirnya meninggal dunia 5 hari setelah hari pernikahannya. .

Melihat kekuatan, ketetapan dan keteguhan hati seorang perempuan yang sedang sakit dan lemah, tapi tetap tegar melanjutkan hidupnya dan meraih kebahagiaan menikah dengan orang yang dicintainya, mau tak mau membuat kita berpikir… Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan mudah untuk kita raih. Tidak peduli berapa lama kita berjuang mendapatkannya, dan berapa lama kita bisa ada didalamnya.

Kebahagiaan pasti tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang mungkin merasa sakiti hatinya, mereka yang mencari, dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka…

Life is short. Break the rules. Forgive quickly. Laugh constantly. And never stop smiling, no matter how strange life is
Life is not always the party we expected to be. But as long as we are here, we should smile and be grateful…

(thanks to my Po.. for giving me the letter…)

Ada-ada aja….

Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar Presiden Barack Obama membungkuk ketika bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian Washington Times kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama ini sangat menyalahi aturan protokoler, dan karena Obama dianggap menghormati Raja Abudlla bukan sebagai mitra sejajar. Tapi lebih rendah.

11-12 dengan suaminya, Michelle Obama sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Ibu negara yang pernah tampil di cover majalah Vogue ini menjadi headline di media-media Eropa ketika mendampingi suaminya di pertemuan ini. Ketika bertemu dengan Ratu Inggris Elizabeth II,  dua emak-emak yang  berpengaruh di dunia itu saling berpelukan. Media-media Inggris yang memang terkenal sadis itu menyebut, aksi peluk-memeluk ini melanggar protokoler  yang biasa diterapkan ketika ratu Inggris menerima tamu. Dan memang adegan itu bukanlah hal biasa terjadi di Istana Buckingham.

Dalam kasus Obama, sebenernya pihak Gedung Putih katanya sudah memberikan penjelasan, bahwa Obama ‘terlihat’ menunduk, karena memang tinggi badan mereka yang terpaut jauh, sehingga Obama harus agak menunduk. Jadi nggak ada tuh yang namanya Obama merasa kedudukannya lebih rendah, lebih menghormat kepada Raja Abdullah. Katanya…

Lain lagi dengan kasus tante Michelle. Well, nggak ada yang memberikan penjelasan sih kenapa Michelle iseng main peluk Ratu Elizabeth ini. Tapi kalau menurut kacamata saya sebagai pengamat politainment (politik entertainment, maksudnya) *edann*, sama seperti suaminya itu, pasti nggak ada lah niat untuk berbuat tidak sopan kepada penguasa istana itu. Pasti  niatnya sama, lah : menghormati tuan rumah atau tamu. Lagian namanya juga emak-emak saling ketemu ya Boss. Pasti ya say hi, terus cium pipi kanan- cium pipi kiri, atau pelukan, sambil bilang,

Apa kabar, Buuuu….

Bu Ratu, maksudnya. Hehehe. Gitu aja kok dipermasalahkan.

1044085p1

Ya jelas pasti dipermasalahkan! Karena ini katanya berkenaan dengan satu hal yang namanya : protokoler! Rule of politeness yang berisi aturan sebuah lembaga. Dan kalau sudah menyangkut ke urusan satu ini, memang sudah harga mati, susah ditawar-tawar lagi. Harus diikuti. Melenceng sedikit, dianggap salah saja. Kaku, begitu mungkin anggapan orang. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang yang namanya protokoler itulah yang bisa membedakan orang-orang yang ada dalam posisi ‘penting’, let’s say pemerintahan, dengan kita yang hanya sebagai rakyat jelata.. *halah*. (more…)

Pernah menyumbangkan sesuatu untuk orang lain, nggak?

Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah “.. pernah.. “ atau .. tidak pernah/belum pernah….  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,

“Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu… Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti ‘membuat sumbang’ sesuatu? Suara, misalnya…”.

Hehehe. Saya jadi (agak) pintar dan (agak) teliti menganalisa pertanyaan seperti itu juga bukan karena emang dasarnya saya jago bahasa Indonesia. Nggak sama sekali. Tapi paling enggak, saya pernah diajari lah, yang namanya Homograf. Satu kata yang bisa memiliki arti ganda. Seperti kata ‘bisa’ yang bisa berarti ‘dapat’ dan ‘racun yang dimiliki seekor ular’. Dan lagi, kebetulan juga karena saya pernah mengalami kejadian yang cukup tak terlupakan yang ada hubungannya dengan hal sumbang-menyumbang ini. (more…)

Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu Merpati Band, “Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah” sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini dengna nama yang semakin ajaib. Asbak Band, Salju Band, Kuburan Band, Kingkong hingga Hijau Daun yang laris manis itu. Mungkin tak lama lagi akan segera muncul band setipe dengan Hijau Daun, dengan nama Merah Delima atau Biru Laut atau malah Kuning Langsat Band!

Kita tinggalkan saja band-band itu dengan urusannya masing-masing, sekarang sebaiknya kita urusin saja masalah Blackberry saya ini. Yah, jadi ceritanya sudah sebulan ini saya resmi bergabung dengan puluhan ribu orang yang tiba-tiba menjadi mendadak ‘autis’ saking sibuknya dengan kehidupan Blackberry mereka. Sibuk melototin dan memencet-mencet benda mungil yang ber-sarungkan plastik warna-warni ngejreng itu. Sambil sekali-sekali cengengesan sendiri. Sambil kadang-kadang pakai kesandung segala, saking asiknya mencet keypad dan nggak pernah ngeliatin jalan didepannya. Kalau ini sih pengalaman pribadi.

Sebetulnya saya sudah diajak untuk memakai si BB ini sejak tahun lalu. Dengan berbagai alasan, mulai dari yang tidak menarik seperti,

Enak deh.. ada push emailnya. Jadi bisa terima atau ngecek email dari mana aja!

sampai dengan alasan yang tidak masuk akal seperti,

Bisa chatting 24 jam! Bisa Facebook-an sepuasnya, ga perlu repot2 buka laptop sambil nyari tempat yang ada wi-fi gratisannyaaa….

Ugh! Saya bukan termasuk orang yang setiap hari terima dan kirim puluhan email. Lagian apa asiknya sih, buka email di tempat tidur yang isinya ternyata soal kerjaan? Saya juga bukan orang yang segitu clueless-nya sampai-sampai nggak tau mau ngapain, sehingga butuh mengganggu teman saya untuk chatting selama seharian penuh! Makanya saya keukeuh nggak mau berpindah ke Blackberry, karena memang nggak melihat manfaatnya buat saya.

Sampai akhirnya salah seorang teman blogger saya memberikan pendapatnya kepada saya, dan seketika itu juga mampu merubah pandangan buruk saya tentang si BB ini. Hehehe. Berikut ini hasil perbincangan kami yang berhasil direkam oleh awak Go Spot beberapa waktu lalu *ketahuan kebanyakan nonton acara gosip*. Untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginakn, termasuk makin terkenalnya nama teman saya itu gara-gara namanya saya tulis disini, maka namanya saya samarkan.. hahahahhaa… (more…)