Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali… Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!
Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit lebih awal dari jam masuk kantor. Biasanya keadaan kantor masih sepi, hanya 1-2 orang saja yang cukup rajin datang sepagi itu. Selain office boy, ada Alya dari bagian news yang biasanya sudah duluan datang. Ada sih beberapa orang yang juga sudah stay di kantor, tapi biasanya mereka itu bukannya karena rajin datang awal, tapi memang nginep di kantor. Bisa ditebak, ini adalah anak-anak divisi off air. Hehehe.
Makanya, wajar dong saya heran ketika saya datang pagi itu, mobil big boss sudah duluan mangkal di parkiran. Tumben. Bukannya si boss nggak pernah datang pagi, tapi emang biasanya jam kantor si big boss ini emang lebih fleksibel. Jadi bisa datang agak siang. Tanpa ba bi bu, begitu masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, saya dengan cueknya bilang,
.. tumben tuh.. jam segini udah dateng…
Sang receptionist dengan muka heran bertanya balik,
… siapa, Mas?
saya menjawab singkat dengan nada menyinyir yang luar biasa,
itu, mobilnya si Mas Boss…
sambil menunjuk mobil diluar.
Sang receptionist tiba-tiba menempelkan jari telunjuk ke mulutnya, sambil kemudian dengan muka agak-agak kahawatir, menunjuk kearah sofa di sebelahnya yang dibatasi sebuah papan tripleks tipis…
Oooooooooowwwhhhhh… si Boss lagi asyik membaca koran disana! Selamat ya, Dek! Mulutmuuuu…. Duh, dia tadi tau gak ya kalo dia yang aku maksud? Hihihi. Du Du Du Du… selidik punya selidik, si boss ternyata emang belum sempat pulang karena semalam tidur di kantor setelah nonton final Liga Champions! Njreetttt… langsung dengan muka tanpa dosa walau malu luar biasa, saya melarikan diri ke lantai 1 untuk segera cuci muka.. karena muka ini panass banget rasanya! (more…)



