Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial ‘The Biggest Loser’ di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. “The Biggegst Loser” sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat badan mereka itu  menjadi dalam angka yang normal atau ideal. Terus terang, ada perasaan takjub juga menyaksikan pengorbanan orang-orang ini. Dengan bantuan 2 orang personal trainer yang mendampingi mereka, saya jadi tahu bahwa menurunkan berat badan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang apalagi menyenangkan. Perlu perjuangan dan pengorbanan luar biasa.

Berat badan ideal memang keinginan semua orang. Dari faktor kesehatan, sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang terlalu berlebih berat badannya, rawan dengan berbagai gangguan kesehatan. Demikian pula dari faktor estetika. Terlepas dari yang namanya cantik/ganteng tidaknya seseorang itu ukurannya katanya adalah relatif, tapi semua orang tentu sangat ingin melihat ukuran badan mereka proporsional. Itulah kenapa produk dan program diet makin bertambah saja jenisnya (dan banyak peminatnya) , bukan?

COMP_02_blclogo

Tapi melihat program The Biggest Losers ini saya kok jadi makin percaya, segala sesuatu itu ada proses dan perjuangannya. Tidak bisa instant. Tidak bisa langsung kita dapatkan hasilnya dalam waktu sekejap seperti menjentikkan jempol dengan jari tengah. Makanya di tayangn itu diperlihatkan, para peserta harus mau menjaga asupan makanan yang mereka makan, menjaga pola makan dan – ini yang pasti, harus mau sampai jungkir balik berolahraga keras untuk membakar kalori, mengubah lemak menjadi otot, dengan didampingi oleh para trainer yang galaknya minta ampun itu. Tidak heran kalau hampir semua perserta menangis, bahkan ada yang menyerah ditengah jalan. Kalau begini kan pertanyaannya tinggal satu : Seberapa kuat tekad kita kita dalam melakukannya?

Kebanyakan sih sama : tidak terlalu sabar. Hehehe. Saya contohnya. Dulu saya pernah merasa bahwa saya sudah cukup berlebih berat badannya. Bisa dilihat dan dirasakan ketika celana mulai sesak di bagian pinggangnya, seragam kantor juga terlihat jadi semakin ketat, ngalah-ngalahin baju-bajunya Safiul Jamil, hingga yang paling jelas : pipi yang samakin tembem! Ditambah dengan tinggi badan yang sudah tidak mungkin bertambah lagi *hehehe* , akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan hal yang tidak pernah terpikir sama sekali sebelumnya : DIET!

Setelah berkonsultasi dengan trainer di gym tempat saya biasa berlatih, akhirnya saya diberikan sebuah program Fat Loss yang terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah latihan untuk membakar lemak seperti treadmill dan step race plus latihan beban untuk mengencangkan otot, dan yang kedua adalah deretan menu diet yang harus saya makan. Setengah tak percaya, saya membaca daftar menu diet yang tertulis rapi di kertas itu…

  • Jam 6 Pagi :    2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur,  1 Scoop Whey Protein
  • Jam 9 Pagi 150 gram Dada Ayam Bakar atau Rebus,  1 buah Apel
  • Jam 12 Siang2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur, 1-2 potong Tahu atau Tempe,  1 Buah Apel, Semangkuk   Sayur Bening
  • Jam 3 SoreSama dengan makan siang
  • Jam 6/7 malam : 150 gram Dada Ayam bakar, 1 Buah Apel dan  1 Scoop Whey Protein

Huekkk….!!

Hahaha.. pertama kali saya membaca daftar  menu diet yang harus saya makan itu, saya langsung mual-mual. Mata berkunang-kunang. Bibir pecah-pecah. Hehehe. SUMPAH LOE????? Kemudian saya berusaha mengkonfirmasikan lagi kepada mas trainer itu,

… mmm..mas, ini beneran nih progarm buat manusia? Bukan keliru untuk melatih Beruang Sirkus kann…..?

Bayangkan, selama 2 bulan, setiap Senin sampai Jumat, saya cuman boleh makan itu doang? Mengerikan… berarti setiap hari, sampai goblok tiap hari yang dilihat dan dimakan cuman roti gandum, Apel sama Putih Telor dan  Ayam Rebus?? Apa-apaan ini?? Segitu amat ya demi pengen badan bagus? Akhirnya setelah dijelaskan cara kerja dn manfaat yang akan diperoleh ketika menjalankan pola diet seperti ini oleh mas Trainer, saya kemudian bisa mengerti, dan bertekad untuk mematuhi anjurannya, dan menjauhi larangannya.

Berhasilkah saya mendapatkan badan yang ideal? 

Are you kidding me? Tentu saja  tidak! Tidakkah kalian baca menu yang harus dimakan diatas itu?? Hahaha.  Setelah memaksakan diri untuk tabah menjalani program diet itu, di minggu keempat akhirnya saya menyerah. Nggak sanggupppp… Saya sudah mual (dan muak!) melihat putih telur ituuuuu.. Sumpah, sampai sekarang saya suka agak-agak trauma gimanaaa, gitu kalau melihat putih telur. Hahaha.

Akhirnya program diet itu saya tinggalkan. Saya mencoba lebih mengatur pola makan secara pelan-pelan (dan secara lebih manusiawi!), sambil tetap menjaga pola latihan di gym saja. Karena saya percaya, olahraga adalah jawaban yang paling benar kalau kita mau menjaga kesehatan, kebugaran dan mendapatkan berat badan yang ideal!

Sampai suatu hari, saya mendapat komentar dari salah seorang teman yang melihat foto saya di Yahoo Messenger.

…. hiiii… cempluk! Itu kamu yang memang membesar, atau cuman efek kamera ya?

Oh.. Pertanyaan bodoh. Setahu saya nggak ada deh orang yang pengen terlihat gemuk di foto! Hahaha. Ternyata usaha pengaturan pola makan dan olahraga versi saya sendiri itupun belum berhasil. Mungkin karena faktor itu juga, entah kenapa minggu lalu saya bisa-bisanya berhenti di sebuah counter kosmetik (hahahah), dan mencoba bertanya-tanya tentang sebuah produk perawatan badan untuk cowok yang sering terpampang di majalah-majalah pria itu. Produk body firming gel ini katanya iklannya sih termasuk yang paling oke untuk menghancurkan lemak di area perut. Cukup dioleskan ke bagian-bagian perut yang ingin ‘dilangsingkan’ saja setiap pagi dan malam. Nanti setelah sebulan (tetep ya… harus nunggu sebulan!), akan terlihat hasilnya.

Duh, should I try this? Sebagai orang yang cukup rasional, saya tentu saja berusaha untuk tidak langsung percaya oleh bualan iklan. Apalagi ternyata harga produk itu bisa buat beli jeans 3 biji! Makanya, saya kemudian mengiterogasi mbak-mbak penjaga counter itu tentang kemampuan produk itu, termasuk efek sampingnya bagi saya seandainya saya memakainya. Si mbak yang terlihat agak kaget mendapati calon costumernya sebawel itu, dengan cepat menjelaskan,

… gak ada efek samping yang berbahaya kok, mas. Ini prduk best seller banget. Yaa, biasanya sih setelah pemakaian gel ini, efeknya paling-paling cuma sering kentut aja, mas… nggak ada efek lainnya kok…

Pppffffffffffff….. setengah mati saya berusaha menahan ketawa yang hampir saja keluar dengan dahsyatnya. Tapi terpaksa ditahan, takut si mbaknya tersinggung. Heh? Gue gak salah denger kan?? Si mbaknya ga salah ngomong, kan?? Jadi sering kentut?? Itu kok seperti tidak menyenangkan ya. Tidak cuma bagi saya, tapi juga bagi orang-orang disekitar saya,bukan?? Kok aneh banget sih efek sampingnya. Eh, seolah bisa membaca pikiran saya itu, si mbaknya kemudian berusaha menetralisirnya dengan,

… loh, gak apa-apa lho mas.. bandingkan dengan produk obat diet yang sering diminum perempuan-perempuan itu. Bisanya efeknya malah lebih gawat. Jadi sering ke belakang, ya pipislah.. ya buang air besar, lah…. Efek sampingnya bisa berbahaya sekali…

HOHH???

Jadi saya harus memilih nih ceritanya? Milih mana : sering kentut apa sering pipis? Hahahaha. Duh si Mbak..

See.. semua itu butuh proses. Nggak bisa langsung. Nggak ada itu yang namanya keajaiban. Semua itu butuh yang namanya pengorbanan. Short cut will never work. Nggak ada yang bisa langsung jadi. Mau pinter, harus belajar. Mau  lulus ujian, harus mau ikut diuji dulu. Mau kaya, ya harus kerja. Mau langsing? Ya harus mau bersusah-susah dulu olahraga dan mengatur pola makan. Apakah itu berarti  : untuk langsing, saya juga harus rela berkorban sering berkentut-kentut ria? Huaahhhh… Pilihan antara hidup dan mati nih..

Mungkin kalian bertanya-tanya, jadi kah saya membeli produk body firming gel itu? Hehehe.. silakan tebak sendiri. Mungkin bisa ditanyakan kepada rekan-rekan sekerja saya, apakah saya akhir-akhir ini jadi lebih sering ke kamar mandi atau lebih sering pergi menjauh dari mereka supaya mereka nggak menghirup bau yang aneh…. kakakakakkakaaa……