July 2009


Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama Kris Dayanti. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di FeMale Radio Jogja, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. Ah, seandainya saja mereka tahu ,betapa dibutuhkan sebuah perjuangan yang cukup panjang untuk sampai akhirnya bisa mendapatkan poster itu. Bayangkan, setelah bersusah payah merengek-rengek kepada orang label rekaman tempat KD bernaung (dan akhirnya poster yang dijanjikan tidak juga kunjung datang!), akhirnya saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk (memaksa) beli poster itu di toko kaset langganan saya, dan kemudian membingkainya sendiri pula. Oh sungguh niat!

Iya, apa yang saya lakukan itu memang terdengar lebai sungguh, bahkan keterlaluan. Tapi cobalah melihatnya dari kacamata ‘kekaguman seorang fans kepada artis pujaannya’. Maka semua tingkah ajaib seorang ‘penggemar’ akan terasa termaklumi saja. Tinggal tergantung seberapa besar rasa kekaguman itu saja. Ada yang hanya sekedar mengagumi dalam diam, ada yang bahkan sampai berusaha menunjukkannya kepada si bintang pujaan, dengan cara camping di halaman sekitar tempat tinggal artis itu, misalnya. Jujur, saya belum bukan termasuk yang segitunya. Karena, ya saya juga masih cukup punya harga diri lah, walau tidak seberapa. Karena saya juga selalu menganggap saya ini artis juga, jadi apa kata fans-fans saya kalau melihat kelakuan saya seperti itu?? *oke, tolong anggap saja kalimat terakhir ini tidak pernah ada ya*

“Se-gila” apa sih saya terhadap mbak KD ini?

Saya sih menganggap kekaguman saya ini masih dalam tahap cukup wajar. Sama seperti orang-orang lain, mungkin juga banyak yang mengikuti perjalan karirnya. Tapi mungkin hanya saya yang tahu secara detail.

  • Nggak banyaj yang tahu kan, kalau dulu KD ini menjadi cover majalah pertama kali adalah untuk majalah cerita remaja bernama ANITA CEMERLANG? Waktu itu rambutnya masih keriting papan, menggunakan baju polkadot hitam putih. Mengejutkan, bukan? Iya saya tahu, yang mengejutkan mungkin lebih pada kekagetan kalian, kok bisa-bisanya anak SD seperti saya bacaannya kok Anita Cemerlang.. hahahaha…
  • Semua orang mungkin tahu kalau Kris Dayanti pernah menjadi juara Grand Champion Asia Bagus. Tapi tidak semuar orang tahu, kalau dia pernah membuat 2 buah lagu yang direkam sebagai hadiah lomba nyanyi itu, berjudul “Show Me The Way To Your Heart” dan “Lost in The Storm”. Saya tahu! Dan bahkan masih hafal dengan reffrain lagu itu! Sama juga dengan masih hafalnya saya dengan lagu “Learning From Love” yang dinyanyikannya ketika grand final dan pernah direkam ulang oleh Regine Velasquez itu…
  • Jauh sebelum KD menjadi juara di Asia Bagus dan Cipta Pesona Bintang RCTI dulu, KD dulu juga pernah membuat single untuk film “Catatan Si Emon” *owhhh*, berduet dengan James F.Sundah berjudul “Jangan Lagi”. Disini namanya masih Dayanthie, bukan Kris Dayanti.
  • Begitu juga dengan pemunculan pertama KD di dunia sinetron, yaitu lewat salah satu episode “Jendela Rumah Kita” di TVRI. Nggak banyak yang ingat barangkali, kalau judul episode itu adalah “Gadis Manis Dalam Gerimis”…. :D

Itu mungkin hanya beberapa hal dari banyak hal lagi yang saya selami *uedannn* tentang Kris Dayanti. Masih cukup wajar kan, ya? Tapi bagaimana dengan kisah yang satu ini… (more…)

Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? Apa yang sebenarnya coba dibela? Saya benar-benar tidak pernah bisa menangkap dengan nalar, alasan apa yang dijadikan pegangan orang-orang pelaku peledakan itu. Sama halnya dengan ketidak-mengertian saya dengan teman-teman saya di Facebook yang sibuk membuat status beberapa saat setelah peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan terjadi hari Jumat 17 Juli ini.

taken from Kompas.com

taken from Kompas.com

Duh berita ledakan dah sampe di luar negeri. Bakal jadi ga Manchester United dateng ke Indonesia tercinta??

Udah. Sini-sini.. MU tetap main aja di stadionnya Sleman. Trus nginepnya dirumahku ajaa. Entar digelarin karpet..

Oh my God. 2 bombs @2 hotels in Jakarta when MU will come in 2 days again! Why it happened??

Aduh.. MU jadi kesini gak yaa? My hubby udah beli tiketnya padahal…

dan masih puluhan status lagi yang semuanya memiliki 2 tema yang sama : Ledakan bom VS Manchester United. Entah kenapa, ketika membaca status-status itu di BB, kedua tangan saya langsung gemetar. Dan langsung memutuskan menyudahi saja kegiatan membuka Facebook, dan memasukkan BB saya itu kembali ke saku baju seragam saya.

Nggak suka banget!

(more…)

Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan Yahoo! Indonesia hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat ‘kalah penting’ dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.

YAHOO copy2

Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada SBY, atau Elizabeth Taylor yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal Michael Jackson hingga berita tentang pemimpin Korea Utara yang menderita Kanker Pankreas, terseliplah berita tentang seorang pria asal Sri Lanka yang meninggal dunia ‘hanya’ karena gara-gara berusaha menyelamatkan seekor Tupai yang melompat kedalam sumur yang sedang digalinya. Agak-agak kebanting dengan 3 headline lainnya ya? Tapi disitulah menariknya.

Sebegitu besarnya kah rasa cintanya pada Tupai itu sehingga dia mau merelakan dirinya turun lagi ke dalam sumur itu untuk menyelamatkannya, hingga bahkan akhirnya karena gigitan Tupai itulah yang justru memalah mbuatnya terjatuh dan kehilangan nyawanya? Entahlah. Karena di artikel itu tidak diceritakan secara detail, apakah Tupai itu memang binatang peliharaan pria Sri Lanka itu. Karena kalau ternyata jawabannya adalah ‘iya’, maka bisa amat sangat dimengerti kenapa pria itu mau-maunya berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan binatang peliharaannya itu. Tapi kalau ternyata Tupai itu adalah ’sekedar Tupai’ saja alias bukan binatang yang selama ini dipeliharanya, maka sebuah acungan jempol sudah sepantasnya diberikan kepadanya. Kenapa? Karena dia melakukan itu atas dasar rasa kasihan, rasa ’sayang’ dia kepada benda ciptaan Tuhan berwujud hewan yang diberi nama Tupai itu.

Apa yang kita lakukan kalau kita menjadi pria ini? Apakah kita akan ikut-ikutan turun lagi ke sumur dan menyelamatkan Tupai itu? Atau mendiamkannya saja dengan asumsi binatang yang hobi melompat itu pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri? Atau malah membiarkannya saja sambil berkata dalam hati,

Ya ya ya… biarin sajalah. Mungkin dia sedang sial. Sepandai-pandainya Tupai melompat, pasti memang akan terjatuh juga toh??

Hehehe. (more…)

Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen ‘aware’ terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mewujudkan rasa ketertarikan itu.

Beberapa waktu lalu saya amat sangat ‘tertarik’ dengan 2 buah iklan. Tertarik bukan karena ingin membeli produknya, tapi lebih karena iklannya yang memang ’sangat-sangat menarik’ perhatian saya. Saya yakin, kalian juga akan sama tertariknya dengan saya. Wanna bet?

Image004

Saya agak kurang paham dengan tulisan di kalendar yang terpampang di dinding sebelah kamar saya ini. Apa sih yang dijual di toko ini?? Kalau dari namanya sih, biasanya yang memakai nama-nama seperti itu adalah toko yang menjual aneka perhiasan mulai dari cincin, kalung atau giwang alias Toko Emas. Atau yaa.. mungkin dia jualan guci seperti namanya itu. Tapi kalau dibaca secara sepintas secara keseluruhan, kok saya malah berpikiran yang sangat lain, ya? Hehehe.

Lain lagi dengan gambar spanduk yang satu ini.

Image005

Saya pertama kali melihat spanduk ini beberapa bulan yang lalu. Dan, sumpah, sampai minggu lalu saya lewat daerah tempat spanduk ini dipasang, ternyata rumah itu belum laku-laku juga! Sebenarnya sih saya nggak heran. Salah spanduk ini juga, sih! Coba dibaca baik-baik dengan lebih seksama. “Rumah Ini Mau Dijual”. “Mau”, lho! Berarti : belum dijual, kan? Baru “mau”! Huahahahaha….. Orang yang berniat akan membeli rumah ini pastinya akan berpikir ulang, bukan?

“Ohhh.. baru mau. Belum beneran dijual. Ya udah besok aja deh kalo udah beneran dijual…”.

Hihihi. Saya kira, yang punya ruman ini hanya sekedar pamer ke orang-orang yang lewat di sekitar rumahnya ini, kalau rumahnya itu mau dijual…..

Inti dari tulisan bodor ini adalah : berhati-hatilah dalam mengiklankan barang jualan Anda! Perhatikan setiap detail tulisan. Jangankan 1 kata, 1 huruf hilang saja sudah bisa membuat dagangan Anda dalam bahaya! Bahaya tidak laku, dan tentu saja bahaya resiko dicela!

Percaya dengan ramalan?

Biasanya kalau sedang browsing berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang ‘ramalan bintang Anda minggu ini’. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan “Scorpio” disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat setelah saya membaca ramalan bintang saya itu, setelah senyum-senyum sendiri ketika membaca ramalan yang bagus dan setelah berkomentar singkat “.. halah !” ketika ramalannya bilang sesuatu yang nggak bagus, nggak berapa lama kemudian pasti saya juga sudah lupa apa isinya. Jadi ya murni niatnya memang hanya buat iseng-iseng doang.

Sama isengnya juga ketika beberapa waktu lalu saya melihat sebuah iklan ramalan di TV. Sebuah iklan sederhana yang mempromosikan diri mereka bisa membantu kita meramalkan masa depan hanya dengan memberikan nama kita saja. Itu tuh, yang :

“Ketik REG spasi JENENG dan kirimkan ke bla bla bla bla..”.

Melihat iklannya yang -sumpah noraknya itu, justru malam membuat saya penasaran. Apa lagi, ini? Kok ya nggak habis-habis ya ramalan melalui nomor-nomor premium. Setelah ramalan dari paranormal yang berbaju ala pangeran dari negeri dongeng, ramalan dari seorang ahli mentalis (mentalis kok ngeramal!) sampai seorang emak-emak Indo yang ikut-ikutan mengkomersilkan bakatnya itu, sekarang muncul metoder baru yang sebenarnya nggak baru-baru amat : melalui nama. Dengan semangat iseng yang luar biasa, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menghubungi nomor yang ditulis di layar televisi itu.

Sekitar 20 menit kemudian, datanglah balasan dari nomor itu :

JENENG : Orangtua memberi nama dengan makna yang indah berupa pengharapan2 kepada anak2nya -KJB. Cari arti nama Anda, ketik JENENG NAMA ANDA. Contoh : JENENG IRA ke XXX.

LOH?? Kok?? Bukannya gue barusan udah ngelakuin hal itu ya?? Gimana sih? Kok masih dikasih penjelasan juga. Mana ramalannya? Waah.. alamat gak beres nih. Tapi saya masih penasaran dan mencoba bersabar menunggu, kira-kira ‘kejutan’ apalagi yang berikutnya akan saya terima.

Satu menit kemudian datanglah SMS kedua. (more…)