Batik memang agak-agak overrated hari Jumat kemarin. But in a good way. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat full warna dan full corak. Batik is everywhere.
Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya masing-masing. Dan dengan daya serta upayanya masing-masing. Maksudnya, ada yang sampai bela-belain beli baju pada hari H, hanya supaya biar tidak dikatakan ‘nggak asik’ (padahal tidak ada hubungannya sama sekali
).
Jadilah, seharian kemarin kantor jadi cukup memusingkan untuk dilihat. Saking terlalu berwarnanya baju-baju yang dipakai, dan saking bermacam-macamnya corak Batik yang dipakai. Tapi bagaimanapun juga, perlu lah diberikan credit tersendiri untuk usaha-usaha kami ini. Paling tidak, kantor hari ini jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya karena diramaikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti saling bertegur-sapa untuk mengomentari kostum masing-masing, dan kantor juga semakin semarak dengan seringnya terlihat blitz kamera atau HP yang menyala, pertanda sesi foto dadakan bisa terjadi kapan saja!
Karena ini adalah hari spesial, makanya saya juga tidak mau tinggal diam untuk mengabadikannya. Insting blogger (dan komentator) saya meningkat tajam melihat suasana ajaib itu. Dan hasilnya, berikut ini adalah beberapa oknum di kantor yang berhasil saya jepret, karena Batik yang mereka kenakan termasuk kategori outstanding (menurut saya) diantara para pemakai batik lainnya, dan mereka berhak mendapat gelar sebagai ‘yang ter-’ dan berhak mendapatkan penghargaan untuk tampil di blog ini *edannnn*.
Yang pasti, para korban dibawah ini difoto dalam keadaan sadar alias bukan korban candid (pastinya..lihat aja pose-posenya) dan foto-foto ini pun saya ambil dengan seijin yang bersangkutan (walau tidak saya umumkan kalau foto itu akan saya pajang di blog hehehe).
Batik Ter-Maksa
Sepertinya mas Inud, pemakainya ini agak-agak terlalu memaksakan diri ikut ber-Batik ria. Karena memadu-padankan Batik dengan celana 3/4 jelas-jelas terlihat sangat maksa, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi. Karena beliaunya ini adalah orang divisi off air yang selalu sibuk dengan kegiatan outdoor, sehingga membutuhkan busana yang memungkinkannya bergerak bebas. Saran saya sih : sebaiknya kemeja Batiknya itu dibuat sekalian tanpa lengan saja, Mas
Batik Ter-Besar
Tentu saja. Dengan ukuran tubuh yang sangat mungil, baju Batik yang dipakainya itu semakin membuat adik kita Tiara ini semakin terlihat tenggelam di dalam gelombang-gelombang lipatan bajunya sendiri yang memang bermodel gelombang itu *komentar mode macam apa ini??* (more…)




