Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan ‘menghangatnya’ suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu akan diganti dengan keluh kesah yang lain, mulai dari atap bocor, listrik yang tiba-tiba padam ditengah kejaran deadline, dan masih banyak lainnya. Namanya juga manusia ya. Dikasih panas, ribut. Dikasih ujan, ga bikin diem juga. Hehehe.
Selain menyambut datangnya musim penghujan dengan menyiapkan Jas Hujan dan Payung Lipat yang bisa masuk ke tas laptop (hihi), saya baru-baru ini juga sedang menyiapkan lagu-lagu bertema hujan yang bisa saya senandungkan ketika kelak saya kehujanan. Agak gak penting mungkin kedengarannya. Tapi jangan salah! Saat-saat dimana kita kehujanan, adalah saat-saat dimana keadaan jiwa dan raga ini *edannn* sungguh tersiksa. Sehingga salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangkitkan semangat diri sendiri, membuat nyaman diri sendiri, ya salah satu caranya adalah dengan bernyanyi. Ini kalau saya, karena emang hobinya nyanyi. Kalau saya hobi puisi, mungkin saya juga akan mengarang sebuah puisi. Tapi kok terlalu dramatis ya, ditengah hujan kok malah baca puisi?? Mending nyanyi deh kayanya. Asal ga pake joget2 aja. Hehehe.
Tentu saja saya juga nggak akan menyanyikan November Rain-nya Guns’n Roses karena suara saya nggak semelengking Axl Rose. Apalagi menyanyikan lagu Through The Rain-nya Mariah Carey, karena saya nggak mau orang2 disebelah saya memandang sebal karena suara saya yang dimirip-miripin suaranya mbak Mimi yang meliuk2nya suka over itu. Atau menyanyikan lagu Singing In The Rain-nya Jamie Cullum, karena saya cuman hafal bagian
I’m singing in the rain.. I’m, singing in the rain..
doang.
Pilihan saya akhirnya jatuh pada Rhythm of The Rain-nya Dan Fogelberg atau Raindrops Keep Falling On My Head-nya BJ Thomas. Sama jadulnya, memang. Ya, usia emang tidak bisa menipu. Tapi karena saya butuh lagu dengan lirik yang membangkitkan semangat dikala hujan, saya lebih memilih lagu yang terakhir, karena lagu yang pertama ternyata bercerita tentangn patah hati! Walah! Udah kehujanan, nyanyinya lagu tentang patah hati? Sedih bener hidup..
Raindrops are falling on my head
and just like the guy who’s feet are too big for his bed,
nothing seems to fit
those,raindrops are falling on my head,they keep falling
so I just did me some talking to the sun,
and I said I didn’t like the way he got things done,
sleeping on the job
those, raindrops are falling on my head they keep falling
But there’s one thing, I know
the blues they sent to greet me won’t defeat me.
It won’t be long ’till happiness steps up to greet me
Raindrops keep falling on my head
but that doesn’t mean my eyes will soon be turning red.
Crying’s not for me, cause
I’m never gonna stop the rain by complaining
because I’m free.. nothing’s worrying me ..
Becaus it is true. Burt Bacharach bikin lagu ini sepertinya tidak murni menceritakan tentang Hujan. Tapi tentang hidup secara keseluruhan. Hujan biarlah hujan. Dengan menggerutu, memaki-maki ataupun marah-marah, nggak akan bisa membuat hujan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah berhenti berjalan dan kemudian menghindarinya dengan cara berteduh dengan resiko telat sampai tujuan misalnya, atau berjalan terus dan menikmati ‘karunia’ ini walau dengan resiko akan terkena penyakit, misalnya. Sama seperti hidup kok. Banyak pilihan-pilihan. Tinggal dipilih aja. Tapi setelah memilih, jangan komplain. Semua pilihan pasti ada konsekuensinya.
So, next time situ ngeliat sini sedang kehujanan, situ tau lah sini sedang bersenandung lagu apa.. Hihihi.