Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari Eva Arnaz di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya Ndut. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama ‘Eva Arnaz’ di search engine Google, maka dia menjamin saya akan terkesima melihat hasil penelusuran Google untuk nama itu.
Jadilah, saya mencoba mempraktekkannya. Dan memang benar. Saya terkesima!

Begitu banyak artikel di internet yang mengasosiasikan Eva Arnaz dengan film atau movie (tentu saja, karena beliau adalah seorang bintang film), mengasosiasikannya dengan Warkop (sudah pasti, karena dia dan Lydia Kandau sepertinya memang ikut populer bersama film-film Dono Kasino Indro yang booming dahulu kala itu). Tapi yang membuat terkesima justru adalah di bagian atas sendiri (silakan lihat gambar), dimana Eva Arnaz diasosiasikan dengan KETIAK. Dan tidak main-main, ada 2.930 tulisan yang memuat tentang ini. Dan bisa jadi, mungkin akan segera bertambah menjadi 2.931 berkat tulisan saya ini. Hahahaha.
Saya bukannya ingin membicarakan soal ketiaknya Eva Arnaz yang memang melegenda itu. Tapi saya mencoba melihat dari sisi lain, betapa mbak ini bisa dengan suksesnya menciptakan sebuah brand image atau body image yang sangat kuat menancap di sanubari banyak orang *owhh*. Kalau ngomongin Eva Arnaz, ya berarti harus ngomongin ketiaknya. Begitu juga sebaliknya. Ngomongin ketiak rasanya belum lengkap tanpa memasukkan nama Eva Arnaz didalamnya. Wuahahahhaha. Dan itu harus diberikan sebuah acungan jempol, bukan? Berulang kali saya pernah bilang, untuk bisa dikenal orang, you should be standing in the crowd. Harus bisa terlihat beda. Harus ada yang membuat kita diingat dengan cepat. Otherwise, ya susah. Itu menjadi pekerjaan rumah setiap orang, karena diri kita sendiri (nama dan kemampuan diri) merupakan produk yang bisa kita ‘jual’.
So, Bagaiman dengan kamu? Kalau Eva Arnaz di asosiasikan dengan ‘ketiak’, kamu ingin diasosiasikan dengan apa?


