Uncategorized


…………………….. dan berita itupun datang.

anang_nop_01

Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama Listiya, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu…!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? *semua berseru : “IYAAAAAA….!”*

Seketika itu juga saya langsung membuka situs-situs gosip terkemuka di internet *edann* mencari informasi yang tepat, karena update terakhir yang saya baca, semua isu perceraian itu hanya isapan jempol belaka. Entah jempol siapa yang dihisap, dan siapa yang segitu kurang kerjaannya menghisap-hisap jempol itu. Sehingga ketika menonton pengakuan langsung dari Anang di Kabar-Kabari (sempet ya searching sampai ke TV segala), langsung badan ini lemas rasanya. Lemas dan speechless. Lebay ya? Iya, saya juga heran. Amat sangat heran. Mungkin begini rasanya ketika seorang fans mendengar kabar buruk tentang idola mereka. Pantas saja seorang fans Michael Jackson terlihat guling-gulingan di jalanan sambil menangis ketika mendengar kabar Jacko meninggal dunia. Untung saja saya masih punya (sedikit) harga diri dengan tidak melakukan hal yang sama.

Padahal tadi ketika siaran jam 10 pagi, saya sempat-sempatnya memutar lagu mereka yang diciptakan oleh Pongky, ‘Tak Pernah Menyesal’.

… tak pernah menyesal, mengenal dirimu
jalan yang kutempuh tak tertuju padamu
ku takkan sesali pengalaman cinta ini
Wanita terindah pernah jadi milikku….

Jadi lagu itu adala pertanda buat saya? *uh, makin lebay*. Tapi ini terlalu aneh untuk dijadikan sebuah kebetulan, kan? Hhhh…

So, this is it? Beneran nih 13 tahun selesai begitu aja?

*sigh*

Ya sudah. Mau diapain lagi.

*bingung mau nulis apa lagi*

HUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……..!!!

You’ll never know until you’ve tried.

Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang ‘terlalu tua’ untuk pergi ke tempat-tempat clubbing, dan menikmati segala euphoria suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi dugem (eh, masih itu kan ya istilahnya? hehehe). Padahal kalau mau jujur, sebenarnya selain faktor ‘ketuaan’ , banyak alasan lain yang membuat saya menolak ikut. Tapi tetap alasan itulah yang saya anggap paling mujarab untuk menolak, karena kalau saya beralasan

Duh.. aku jam 10 kan udah tidurr…

kok terdengar agak-agak sok imut banget, ya? Walau beneran, saya kalau tidur memang jam-jam segituan. Hehehe. jadi kalaupun ada janji ataupun ada acara di malam hari, sebisa mungkin pasti harus bisa selesai before midnight. Makanya ketika kemarin malam saja saya berkumpul di kantor untuk kemudian datang ke sebuah tempat clubbing di Plasa Ambarukmo jam 22.30 saja, saya serta merta disorakin oleh anak-anak off air kantor,

HUAHAHHAHAHAA… DUGEM SEHAAAAATTTTTTT….!

Lho? Saya dugem? Hehehe. Iya, saya juga heran kok akhirnya saya menyerah juga pada ajakan anak-anak kantor untuk ikut datang di acara Closing Party alias malam terakhir tempat-tempat clubbing beroperasi, karena mereka akan tutup selama bulan Ramadhan. Jadi dugem ini diadakan dalam rangka menyambut bulan puasa, ceritanya. Edan ya. Mulia sekali. Hahaha. Tidak hanya saya yang heran, seluruh kantor juga akhirnya merasakan hal yang sama karena selama hampir satu tahun bekerja dikantor ini, tidak pernah sekalipun saya mau diajak dugem. Not once. Sehingga akhirnya, justru nama saya yang dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengajak anggota kantor lainnya ikut.

Ayo Daan.. Mas Deka aja ikut!

Ih.. Entahlah, mungkin sayanya aja yang ke-GR-an. Karena tanpa ada keikutsertaan saya pun, pasti anak-anak juga tetap berangkat. Hahaha. To be honest, dugem malam itu terasa agak spesial buat saya, karena ini merupakan dugem pertama saya setelah 3 tahun lebih tidak pernah menginjak tempat-tempat hingar-bingar itu. Seingat saya, terakhir kali saya dugem adalah tahun 2006, ketika itu saya sedang menjadi peserta training Program Director di Jakarta, dan radio Prambors Jakarta saat itu merayakan hari ulangtahunnya di sebuah club di Djakarta Theatre (ada kan, ya?? Hehehe) yang saya sendiri bahkan sudah tidak ingat lagi apa namanya. Tapi ya itu, datang hanya karena rasa sungkan doang. Sesampainya disana ya cuma bengong doang. Bengong dan budeg. Secara saya termasuk orang yang sangat menyukai musik-musik easy listening, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya berada di tempat itu??

Dugem kemarin itu pun makin terasa mengharukan *uedann!* karena sepertinya banyak sekali yang memberikan dukungan moril kepada saya lewat aneka pesan di Facebook! Mulai dari,

Hhahahahha.. Kaka akhirnya menyerah jugaa… Have fun my little bro, take care dear hehehe..

Wah, asyik tuh buat olahraga malam!

Judulnya : Deka is back hehehhe….welcome to the party…gitu ya ihihi

AKHIRNYA! AKHIRNYA! Deka mau dugem hahaha *pesan buat temen2nya Deka, buatlah Deka merasa “terbang” hahaha..

sampai yang paling to the point seperti

Harus Mabok!!

Uedann! Tapi ada juga komentar-komentar bertolak belakang seperti,

Minum jus kunir asem ajah ya!

Halah Dek, paling dirimu di tempat dugem malah ngantuk… Jangan lupa ya…. nek glegeken ucapkan alhamdulillah… :D

ati2 y om? inget, kalo mau masuk ucapin Assalamu’alaikum trus melangkah masuk pake kaki kanan dulu om..biar barokah..amin..

HUAHAHHAHAHA…

Perhatian sekali teman-teman saya itu… (more…)