<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sanggar cerita</title>
	<atom:link href="http://ryudeka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 04:30:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ryudeka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9f66a4b68650089f7f32dc7dfcb33e82?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sanggar cerita</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>The Last Prayer</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[
Tuhan, untuk ulangtahun ku ke 30 minggu depan, aku tidak meminta apapun sebagai hadiah&#8230; hanya kesehatan dan kesadaran Ibu tercinta.. supaya dia bisa mengucapkan selamat ulangtahun dan mengirimkan doanya untukku. Amin.

Adalah doa yang saya tuliskan dan panjatkan pada hari Sabtu 14 November 2009 di ruang tunggu UGD Rumah Sakit Kariadi Semarang, tepat satu minggu sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1151&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Tuhan, untuk ulangtahun ku ke 30 minggu depan, aku tidak meminta apapun sebagai hadiah&#8230; hanya kesehatan dan kesadaran Ibu tercinta.. supaya dia bisa mengucapkan selamat ulangtahun dan mengirimkan doanya untukku. Amin.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Adalah doa yang saya tuliskan dan panjatkan pada hari <strong>Sabtu 14 November 2009</strong> di ruang tunggu UGD <strong>Rumah Sakit Kariadi Semarang,</strong> tepat satu minggu sebelum saya merayakan ulangtahun saya yang ke-30.a</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suasana hati yang kalut dan perih, setelah melihat kondisi ibu yang tidak sadarkan diri seolah menyerah dengan beratnya kanker yang sudah menyerang livernya. Sungguh, disaat-saat seperti itu tidak ada yang bisa kita lakukan. Dalam segala kelemahan itu, hanya doa yang bisa dipanjatkan, sambil berharap dan memaksa Sang Khalik mau bermurah hati memperlihatkan dan mempercepat mukjizat miliknya untuk menyadarkan Ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamis <strong>19 November 2009</strong> jam <strong>20.45</strong>, Ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya terdiam mendengarkan Ayah dan kedua kakak saya menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya diam. Tanpa mampu lagi menangis. Hanya terasa kerongkongan yang tercekat,  tertahan dalam luapan kepedihan genangan airmata yang bahkan tidak sempat terjatuh. Mencoba memahami sekuat tenaga, inilah realita yang ada di depan mata saya. Terbujur diam dan kaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya seharusnya marah. Tuhan tidak mengabulkan permintaan saya. Dia bahkan tidak sedikitpun memberikan kuasanya untuk sejenak membuat Ibu tersadar dihadapan  saya, berbicara sepatah dua patah kata, apapun untuk menenangkan hati saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu,saya punya hak untuk marah kepada Tuhan. Kemana perginya Sang Maha Mendengar setiap doa umatnya? Kemana hilangnya Sang Maha Pemberi itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi saya tidak marah. Sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam, dalam pijakan kaki yang melemah, saya seolah mendapatkan kekuatan. Saya sadar, saya hanyalah seorang mahluk. <strong>Saya tidak punya hak untuk memerintah dan memaksakan kehendak kepada Sang Khalik, Penguasa saya.</strong> Saya hanya mampu meminta. Dan saya tahu, bukankah kalau ada yang meminta sesuatu kepada kita, kita akan memberinya sesuai kehendak kita atau bahkan tidak memberinya sama sekali? Mengapa kalau kita memohon kepadaNya, Dia kita haruskan memberi sesuai kehendak kita? Saya hanya memohon kepadaNya. Dia pasti akan memberikan sesua dengan kehendakNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan memang tidak memberikan apa yang saya mohonkan minggu lalu itu. Tapi ternyata Tuhan memberikan dan mengabulkan doa saya yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Shalat Isya, dengan segala hati dan pikiran yang berserah, saya memohon supaya Ibu diringankan penderitaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tepat setelah saya memanjatkan doa itu, <em><strong>Tuhan benar-benar mengabulkan doa saya&#8230;&#8230;.</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg"><img class="size-medium wp-image-1152 aligncenter" title="IMG_00521" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></strong></em></p>
<p style="text-align:center;">&#8230;&#8230;. <em>Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.</em>&#8230;..</p>
Posted in Tentang Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1151&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_00521</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lost In Translation part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1148</guid>
		<description><![CDATA[Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1148&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa yang sebenarnya mereka bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh kecil, saya masih ingat betul bagaimana saya sempat kebingungan karena- entah darimana asalnya, kata <strong>&#8216;karena&#8217; </strong>bisa digantikan dengan kata<strong> &#8217;secara&#8217; </strong>dalam percakapan sehari-hari. Misalnya saja untuk kalimat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerai dari Anang, <strong>karena</strong> sejak dulu kan Anang-nya memang tipe suami yang mengekang istri..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya ya.. mari tidak usah mempertanyakan kenapa saya memilih kedua tokoh itu sebagai contoh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Fokuskan pada kalimatnya saja. Ketika kalimat itu diterapkan dalam percakapan sehari hari di jaman sekarang ini, maka kalimat itu pasti akan &#8216;disesuaikan sedemikian rupa sehingga&#8217; menjadi</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerah dari Anang, <span style="text-decoration:underline;"><strong>SECARA</strong></span> sejak  dulu kan Anangnya memang tipe suami yang mengekang istri&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terdengar beda, kan? Lebih terdengar gauul. Makin pengucapan <em>&#8217;secara&#8217; </em>nya dibuat lebai, semakin terdengar gaul. Hehehe. Itulah kenapa, dulu saya juga sempat kebingungan setengah mati ketika seorang teman saya yang usianya belasan tahun diatas saya meminta untuk diajarkan, bagaimana cara penggunaan kata &#8217;secara&#8217; ini dengan benar, supaya dia bisa terdengar <em>up to date</em> (?).</p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru satu contoh. Masih banyak contoh lainnya. Bagaimana semakin hari, tata bahasa Indonesia kita semakin acakadut, terutama karena dipakainya istilah-istilah tertentu yang agak-agak tidak &#8216;lazim&#8217; dipakai untuk menjelaskan suatu hal atau keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, ketika saya sedang satu mobil dengan teman saya <strong>Gat</strong>, kami melewati sebuah lubang di jalan raya yang &#8216;menganga&#8217; cukup panjang. Sepertinya lubang itu memang sengaja dibuat oleh dinas pekerjaan umum karena akan dilakukan pemasangan instalasi tertentu yang kami tidak tahu apa itu (karena kebetulan tidak ada keterangan tertulis apapun di sekitar lubang itu). Tiba-tiba saja si Gat ini berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Tuh liat deh.. Dibiarin bolong gitu aja coba itu lobangnya&#8230; Sakit jiwa, kan?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Heh? Sakit jiwa?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin, maksud teman saya itu adalah, dia ingin mengatakan bahwa para pelaku &#8216;pembolongan&#8217; jalan itu sangat keterlaluan dengan membiarkan lubang itu terbuka begitu saja. Tidak ditimbun dengan tanah, pasir atau apa, lah. <em>Instead of</em> menggunakan kalimat panjang seperti,<em>&#8220;Keterlaluan sekali sih yang melakukan pekerjaan seperti ini</em>&#8220;, maka dipilihlah bentuk istilah yang lebih singkat. Ya &#8217;sakit jiwa&#8217; itu tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah juga saya terpingkal-pingkal sendiri ketika mendengar sebuah percakapan dua orang teman saya. Satu pria dan satu lagi seorang wanita. Saya tidak terlalu ingat detail isi pembicaraan mereka, tapi ada suatu saat dimana si pria itu menyebutkan istilah-istilah perawatan kecantikan seperti <em>manicure, pedicure</em> dan lain-lainnya itu. Dan si  wanita lawan bicaranya itu dengan cepat berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; gila yaaa Bo&#8230; fasih banget sih kalo ngomongin masalah kecantikan&#8230;..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Edannnn. <strong>&#8220;Fasih&#8221;!</strong> Saya kira kata ini hanya &#8216;boleh&#8217; dipakai untuk hal-hal yang berbau kemampuan bahasa saja, seperti &#8220;Fasih membaca Al-Quran&#8221; atau &#8220;Fasih berbahasa Perancis&#8221;, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh paling baru, adalah ketika siang ini saya melihat status seorang teman di Facebook. Dia mencoba menggambarkan gerahnya hawa Jogja dengan tulisan singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Gila.. Jogja panasnya <strong>berjamaah</strong>!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Waduhhhhh..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin memang sudah saatnya saya memperbarui lagi koleksi perbendaharaan saya.</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1148&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VVIP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Ada ungkapan bijak yang bilang : &#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau menjadi orang penting yang baik. Wedeeewwwww&#8230; tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1141&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ada ungkapan bijak yang bilang : <em>&#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;</em>. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau <strong>menjadi orang penting yang baik</strong>. <em>Wedeeewwwww&#8230;</em> tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : <strong>sesuatu yang enak</strong>. Lha bagaimana tidak enak? Kemana-mana bisa dapat fasilitas yang nomor satu. Bisa dapat perlakuan dan servis yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang &#8216;biasa&#8217; or <em>&#8216;less important</em>&#8216;.  Sehingga kadang-kadang, gara-gara &#8220;peng-istimewaan&#8221; perlakuan itu jugalah, mereka juga bisa mendapat kebebasan untuk berlaku seenak <em>udel-</em>nya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya dan teman saya <strong>Gat</strong> pergi menonton konser megah berjudul <strong>&#8220;World Peace Orchestra with Dwiki Dharmawan&#8221; </strong>di Graha Sabha Pramana UGM Jogjakarta. Konser ini memang berbeda dengan konser-konser musik lain yang sering di adakan oleh atau di UGM, karena konser kali ini diadakan untuk memperingati ulang tahun UGM yang ke 60, sekaligus juga dalam rangka mempromosikan <strong>Pulau Komodo</strong> kepada masyarakat luas, supaya mereka ikut memilih Pulau ini menjadi <em>the next 7 wonders</em> alias 7 keajaiban dunia berikutnya. Sehingga dipilihlah konser musik lintas generasi-budaya dan negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sayang, kemegahan dan kesyahduan konser yang juga menampilkan <strong>Kris Dayanti</strong> itu (ketahuan kan, saya datang untuk siapa?) sangat-sangat terganggu oleh sikap orang-orang atau tamu undangan yang datang dengan label <strong>VVIP</strong> alias <em>Very Very Important Person</em>.  Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para tamu undangan dari pihak pejabat pemerintahan, wakil-wakil dari para sponsor dan entah siapa lagi yang menurut pihak panitia adalah orang yang  sangat penting bagi mereka. Jadi ya  wajar kalau posisi dan letak tempat duduk mereka berada tepat di depan panggung, sehingga mereka bisa <em>face to face </em>dengan para artis yang tampil didepan mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1142 aligncenter" title="k0633497" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg?w=128&#038;h=170" alt="k0633497" width="128" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah barisan VVIP itulah, baru kemudian ruangan dibagi-bagi menjadi beberapa kelas, yaitu VIP, Festival dan Tribun. Yang cukup menggelikan adalah, meskipun namanya kelas VIP, tapi para penonton di kelas ini tetap harus mengantri dan berbaur dengan penonton dari kelas lain, karena tempat duduk kelas VIP itu ternyata tidak bernomor alias calon penonton harus saling berlomba siapa yang paling cepat mendapatkan tempat duduk yang diinginkannya. Entah dimana <em>privilege</em> ke &#8216;<em>important person&#8217;</em>annya. Walhasil,ratusan penonton (termasuk sayapun) harus berlomba-lomba datang lebih awal supaya bisa lebih cepat masuk ke dalam ruangan konser.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan disinilah letak <strong><em>&#8216;ke-seenak-udel-an&#8217; </em></strong>orang-orang penting itu dimulai. Disaat ribuan massa harus rela bersusah-payah menahan pegalnya kaki dan menahan hawa gerah karena mengantri menunggu giliran masuk melewati pintu utama yang hanya dibuka se-upil doang, kami harus berulangkali melebarkan rasa sabar ketika antrian itu dengan semena-menanya dipotong atau dihentikan sejenak, hanya karena ada bapak-bapak berbaju Batik yang datang sambil ditemani oleh sorang panitia yang berteriak-teriak kepada penjaga pintunya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8230;VIP! VIP!</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan si VIP inipun melenggang dengan anggunnya memasuki ruang konser dengan tanpa hambatan satu apapun, dalam kondisi yang sehat wal afiat dan dengan dandanan yang tetap prima. Tanpa baju yang kusut karena berdesak-desakan dengan pengantri lainnya. Dengan wangi parfum yang tetap sama tanpa harus bercampur baur dengan wangi parfum (dan bau keringat) pengantri lainnya. Dan itu bukan sekali-dua kali terjadi. Berulangkali!  Tentu saja tidak ada yang bisa kami lakukan, bukan? Karena itulah takdir <em>*edann*</em>. Mereka adalah orang-orang yang penting, dan yang lainnya adalah rakyat biasa yang harus rela berjuang demi bisa mendapatkan sebuah hiburan.<span id="more-1141"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya itu. Ketika konser akan dimulai, saya sudah menduga kalau kelakuan ajaib para VVIP ini tidak akan berhenti begitu saja. Kenapa saya bisa tahu? <strong>Pertama</strong>, karena ini bukan kali pertama saya datang ke konser yang &#8216;melibatkan&#8217; tamu-tamu undangan atau VVIP. Dan <strong>kedua,</strong> karena saya melihat, bangku-bangku di deretan tamu-tamu VIP belum sepenuhnya terisi. Dan benar saja, ketika konser sudah dimulai, satu persatu orang-orang penting ini mulai berdatangan dan berlalu-lalang didepan kami yang duduk di bangku VIP dan Festival, tanpa rasa bersalah. Sudah datangnya telat, seharusnya mereka sadar ya kalau bangku mereka itu adanya di deretan depan, sehingga mau tak mau mereka akan melewati deretan penonton-penonton yang duduknya dibelakang mereka. Kok ya masih pada sempat saling bertegur sapa, haha-hihi sesama tamu VVIP,  sambil berdiri pula! Alamak&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya marah sekali, karena kenikmatan saya menonton mbak <strong>KD</strong> menyanyikan lagu<strong> </strong><em><strong>&#8216;Assalamualaikum</strong>&#8216; </em>harus berulangkali terhalang oleh kepala bapak-bapak yang separuh botak, dan kepala ibu-ibu berpakaian pesta dengan rambut yang disasak tinggi! Buruan<em> kek</em> jalannya biar nggak nutupin pandangan penonton dibelakangnya! Belum lagi tingkah panitia yang jadi pada <em>over acting</em> ketika tamu agung mereka itu datang. Waduh, semua orang jadi sibuk ingin mengantarkan si tamu itu sampai di singgasananya. Tuh, makin banyak saja yang menutupi pandangan kami, para penonton di deretan tengah dan belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya iri. Mungkin juga. Saya iri karena saya bukan orang penting seperti mereka, sehingga saya harus bersedia rela berdesak-desakan mengantri setengah jam sebelum acara demi bisa mendapatkan spot tempat duduk yang enak. Mungkin juga saya hanya sirik saja, karena saya tidak bisa datang telat , nyantai dan sesuka mereka, yang walaupun datangnya seperempat jam sebelum konser berakhir pun, mereka masih tetap bisa dapat tempat duduk yang enak di depan panggung  karena memang SUDAH DISEDIAKAN OLEH PANITIA!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya mungkin saya hanya sekedar iri saja. Tapi rasa iri tadi kemudian berubah menjadi prihatin. <strong>Kenapa ya, orang-orang yang dilabeli dengan sebutan &#8216;orang penting&#8217; itu sama sekali tidak bisa memperlihatkan <em>attitude</em> yang sesuai dengan label &#8216;penting&#8217; mereka?</strong> Apa susahnya sih  datang tepat  waktu, misalnya? Dan lebih gilanya lagi, diantara para penonton yang memenuhi ruangan konser waktu itu, justru tamu-tamu penting inilah yang paling duluan pulangnya. Bahkan ketika konser baru berjalan setengahnya. Ck ck ck&#8230; hebat sekali! Sudah datangnya belakangan, tidak perlu antri dan berdesak-desakan, pulangnya paling duluan pula, seolah tidak menghargai para artis yang sedang sepenuh hati bermain untuk mereka itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ saya merasa  betapa dunia ini sepertinya tidak adil sekali. Edan, ya? Nonton konser bukannya terhibur, malah sibuk mikir. Realita kecil di konser itu seperti memperlihatkan, betapa orang yang punya kuasa itu bisa berbuat sedemikian masa bodohnya dengan sekitarnya. Dan betapa orang-orang kecil (selain mereka yang orang-orang penting itu) harus berjuang mati-matian hanya demi memperebutkan sebuah tempat duduk di bangku tribun yang letaknya begitu jauhnya dari panggung. Dan biasanya, justru orang-orang yang membeli tiket termurah inilah yang benar-benar mengapresiasi pertunjukkan dengan baik. Biasanya lho ya. Karena memang mereka inilah yang betul-betul punya niat untuk menonton, tidak seperti para tamu udangan nan penting itu, yang mungkin datang hanya sekedar karena diundang. Aneh rasanya melihat deretan bangku VVIP itu ditinggalkan satu persatu &#8216;penduduknya&#8217; sementara di kelas yang &#8216;terbawah&#8217; penontonnya masih berdesakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironis, memang. Teman saya Gat malah sempat berandai-andai,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>&#8230;. bisa nggak ya,suatu saat di Indonesia dibuat peraturan : kalau konser sudah dimulai, maka pintu masuk akan ditutup. Siapapun yang datangnya telat, mau sepenting apapun statusnya, tidak diperbolehkan masuk karena bisa mengganggu kenikmatan penonton lainnya dalam menikmati jalannya konser?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bisa nggak, ya??</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1141&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">k0633497</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOVE.CAN.WIN</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya.
Dick Hoyt. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di search engine, pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1127&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dick Hoyt</strong>. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di <em>search engine</em>, pasti teman-teman akan langsung menemukan ratusan ribu tulisan di internet yang mencantumkan nama beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Dick adalah seorang marinir dari kesatuan <em>Air National Guard</em>. Semua kisah hidupnya yang luar biasa berawal ketika pada suatu hari di tahun 1962, dokter memberitahukan kepadanya bahwa bayi yang sedang dikandung oleh istrinya mengidap <em>cerebral palsy</em>. Ini adalah sebuah kondisi dimana otak tidak bisa mendapatkan asupan oksigen selama proses persalinan. Ini berarti, otak si jabang bayi tidak bisa mengirimkan pesan kepada otot-otot di tubuhnya, sehingga mengakibatkan putranya ini kelak akan mengalami kelumpuhan. Saya tidak bisa menjelaskan secara tepat karena saya sendiri agak kerepotan menterjemahkan artikel medis tentang <em>cerebral palsy</em> ini dari  artikel aslinya di Wikipedia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat begitu kompleksnya penyakit yang diderita si bayi, dokter sempat menyarankan suami istri ini untuk &#8216;merelakan&#8217; saja calon bayi dalam kandungan ini tidak dilahirkan, karena nantinyapun jika bayi itu bisa dilahirkan ke dunia dengan selamat, dia pasti tetap tidak akan tumbuh dengan sempurna. Mendengar ‘saran’ dari dokter itu, sang istri, <strong>Judy</strong>, dengan tegas menolaknya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Tidak akan mungkin kita akan menggugurkan bayi dalam kandungan ini. Kami mencintainya. Dia milik kami berdua. Kami akan membesarkannya dan membawanya kemanapun dia bisa mewujudkan kemampuan terbaiknya kelak. Kami tidak akan, TIDAK AKAN PERNAH menyia-nyiakannya hanya karena dia BERBEDA&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebuah janji yang mungkin mudah diucapkan. Tapi kita tahu, janji diatas pasti tidak akan mudah keluar dari mulut yang tidak disertai dengan keyakinan hati yang kuat. Dan kedua orangtua bayi yang diberi nama <strong>Rick </strong>ini memang membuktikan janjinya, untuk tidak memperlakukan anaknya yang lumpuh itu secara berbeda. Kedua orang tuanya setiap minggunya membawa bayinya ini  ke <em>Children&#8217;s Hospital di Boston</em> dimana mereka bertemu dengan <strong>Dokter Fitzgerld</strong>, yang selalu menyemangati pasangan suami istri itu untuk berani mengambil &#8216;resiko&#8217; untuk  mengajak Rick kecil untuk bermain dan bergulingan di halaman atau bahkan diajak untuk berenang. Dengan kata lain, mereka memperlakukan Rick seperti anak-anak lainnya yang tumbuh tanpa keterbatasan fisik.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1129 aligncenter" title="DICK HOYT" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg?w=203&#038;h=215" alt="DICK HOYT" width="203" height="215" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu hari di tahun 1977, <strong>Rick</strong> yang saat itu duduk di bangku sekolah menengah pertama <strong>Westfield School</strong> berkata kepaa ayahnya, bahwa dia ingin sekali merasakan bagaimana rasanya mengikuti perlombaan lari. Sebuah keinginan yang &#8217;sangat berani&#8217; dan mungkin teramat &#8216;tidak tahu diri&#8217; untuk seorang anak yang kesehariannya harus duduk di kursi roda. Tapi mendengar keinginan putranya itu, <strong>Dick</strong> yang saat itu sudah berusia 40 tahun merasa tergerak, untuk ikut membantu mewujudkan keinginan anaknya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan dibayangkan bagaimana usaha yang harus dilakukan oleh <strong>Dick</strong>. <span id="more-1127"></span>Berlari menempuh jarak 5 mil menaiki bukit bukanlah hal yang mudah. Apalagi harus ditambah dengan mendorong <strong>Rick</strong> yang duduk di kursi roda. Tidak ada yang pernah menyangka kalau pasangan ayah-anak ini akan bisa memenangkan perlombaan amal itu. Tidak panitia penyelenggara. Tidak pula para peserta lomba lainnya. Ketabahan dan kegigihan <strong>Dick</strong> lah yang membuatnya mampu mencapai garis finish setelah berlari mendaki, tanpa pernah sekalipun teringgal di belakang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1130 aligncenter" title="DICK HOYT2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg?w=177&#038;h=250" alt="DICK HOYT2" width="177" height="250" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kemenangan yang sesungguhnya dirasakan oleh <strong>Dick</strong> bukanlah saat kakinya menginjak garis finish, melainkan ketika putranya itu mengatakan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>“Ayah, ketika aku ikut berlari, aku merasa aku bukanlah lagi seorang anak cacat&#8230;”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sehingga walaupun secara <strong>Dick</strong> secara fisik mengalami kelelahan dan kesakitan akibat perlombaan ini, tapi dia tetap merasakan kebahagiaan anaknya itu dan menekankan, bahwa</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">“Making Rick happy was <strong>the greatest feeling</strong> in the world&#8230;”</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>And so it began</em>. Perjuangan menaklukan bukit itu menjadi awal dari cerita hebat pasangan Ayah-Anak ini. Mereka menamakan diri mereka sebagai <strong>‘Team Hoyt’</strong>. Dick mulai kembali berlatih lari setiap hari. Dia berlatih lari dengan mendorong 1 sak semen yang diletakkannya di kursi roda, karena putranya itu tidak bisa (dan tidak mungkin) ikut berlatih, karena kondisi fisiknya dan karena ia juga harus tetap masuk sekolah.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1131 aligncenter" title="DICK HOYT7" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg?w=289&#038;h=203" alt="DICK HOYT7" width="289" height="203" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga Februari 2008, tim ‘tangan Tuhan’ ini sudah berhasil mengikuti <strong>958</strong> perlombaan ketahanan fisik, termasuk diantaranya 65 lomba Maraton dan 6 Triathlon. Lomba-lomba yang dikuti oleh <strong>Dick</strong> dan <strong>Rick Hoyt</strong> ini bukanlah sebuah sebuah sesuatu yang mudah. Tidak hanya dibutuhkan kursi roda yang dirancang khusus sehingga bisa didorong dengan mudah di arena perlombaan, tapi juga dibutuhkan peralatan dan kekuatan fisik yang ‘tidak sembarangan’, terutama untuk menaklukan lomba triathlon. <em>He pulls, pushes and carrying his beloved son during the race.<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1132 aligncenter" title="DICK HOYT8" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg?w=243&#038;h=142" alt="DICK HOYT8" width="243" height="142" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Breathtaking</em> sekali. Saya sendiri bingung bagaimana menemukan kalimat yang pas untuk mengambarkan perasaan saya sewaktu pertama kali diperlihatkan video tersebut. Tapi paling tidak, dari cerita hebat itu saya bisa menggambarkannya dalam 3 kata yang jika disatukan, sebeneranya bisa menjadi sebuah kalimat :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>LOVE. CAN. WIN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>LOVE</strong></span>. Apa yang dilakukan oleh <strong>Dick</strong> kepada anaknya, adalah sebuah penggambaran paling nyata tentang betapa besarnya cinta seorang ayah kepada buah hatinya. Bukan hanya dengan pembuktian secara fisik melalui kemauannya untuk membawa anaknya mengikuti perlombaan-perlombaan ketahanan fisik, tapi dengan sikap MENERIMA keterbatasan anaknya sejak ia masih dalam kandungan itulah, yang juga bisa diterima sebagai perwujudan dari rasa cinta yang tulus.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>CAN</strong></span>. Dari video itu terlihat, <strong>Rick</strong> dengan susah payah mengetikkan kata CAN melalui keyboard komputer. Seolah ingin menegaskan kembali, bahwa sebenarnya kemampuan dan imajinasi manusia itu tidak terbatas selama kita memang mau. Kita sendirilah yang seringkali MEMBATASI kemampuan kita. Rick bisa menunjukkan itu. <em>If you think you can, you probably can. But if you think you can’t, you’re right!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>WIN</strong></span>. Setiap orang yang mengikuti sebuah perlombaan, pasti mengharapkan sebuah kemenangan. Tapi bagaimana CARA kita memenangkan setiap tantangan dan perlombaan, kadang justru malah lebih berharga dibandingkan dengan kemenangan itu sendiri. Again, kedua ayah dan anak itu memberikan contoh nyata kepada kita, bahwa THE MOST IMPORTANT THING IN THIS LIFE IS TO HELP OTHERS TO WIN. Dick ingin memberikan sebuah perasaan bahagianya merasakan sebua kemenangan kepada anaknya. Bahwa untuk sampai kesana, ada sebuah proses yang tetap harus ia jalani. Sehingga pada waktunya, Dick dengan bangga mengatakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; sekarang ini, saya malah merasa kalau Rick lah atlit yang sesungguhnya. Saya ada hanya untuk meminjamkan lengan dan kaki saya, sehingga kita bisa berkompetisi secara bersama-sama&#8230;.”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1133 aligncenter" title="DICK HOYT3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg?w=191&#038;h=258" alt="DICK HOYT3" width="191" height="258" /></p>
<p style="text-align:right;"><em>(photos are taken from www.teamhoyt.com)</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1127&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 06:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230;..

kesampaian juga ikutan yang namanya Pesta Blogger!  
Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya keramaian dan ke-hingar-bingaran, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1116&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Akhirnya&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1115 aligncenter" title="pesta-blogger-2009-jogja-03" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg?w=249&#038;h=120" alt="pesta-blogger-2009-jogja-03" width="249" height="120" /></p>
<p style="text-align:justify;">kesampaian juga ikutan yang namanya <strong>Pesta Blogger</strong>! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya <strong>keramaian</strong> dan ke-<strong>hingar-bingaran</strong>, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang yang mengenal saya dengan dekat, pasti sudah cukup mengerti betapa saya ini aslinya adalah seorang yang amat pendiam sekali (ehm&#8230;). Saya hanya berisik kalau berhadapan dengan <em>microphone</em>, didepan kamera TV dan juga &#8230; dimana lagi, kalau tidak di blog in!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah makanya saya sangat-sangat selektif sekali jika diajak menghadiri undangan-undangan  yang berbau-bau &#8216;Pesta&#8217;. Pesta yang paling sering saya datangi paling-paling cuma &#8220;Pesta Buku Murah&#8221;. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>But (thank God) this one&#8217;s different.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya sudah sangat familiar dengan istilah &#8216;Pesta Blogger&#8217;. Tapi belum pernah ada sedikitpun ada keinginan di hati untuk datang menghadiri. Boro-boro deh ikutan acara yang berskala besar seperti itu. <em>Lha wong</em> kumpul-kumpul alias kopi darat antar sesama blogger satu kota saja saya nggak pernah. Boro-boro kopi darat dengan blogger satu kota, <em>lha wong</em> <strong><em>blogwalking</em></strong> saja juga nggak pernah! Kuper banget. Makanya saya malah bingung ketika teman blogger saya yang diluar kota menanyakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Lho.. memangnya kamu bukan komunitas <strong>Cah Andong</strong> apa, Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cah Andong? <em>Opo kuwi?</em> Bukan.. bukan, mbak. Saya bukan Cah Andong. Saya Cah Ganteng! Hehehe. Memang parah sekali saya ini. Bahkan komunitas untuk para blogger di  Jogja saja saya tidak tahu!<span id="more-1116"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya <em>surprise</em> sekali ketika suatu hari menerima undangan untuk menghadiri Pesta Blogger 2009 ini. Ada perasaan bangga, kalau ternyata sepertinya tanpa saya sadari, saya sebenarnya sudah menjadi satu dari ribuan anggota komunitas blogger di negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berangkatlah saya dan teman blogger satu kantor saya <strong>Alya</strong> ke <strong>Jogja National Museum (JNM)</strong>, tempat acara malam hari itu diadakan. Mungkin kalau tidak karena acara ini, saya tidak akan pernah masuk di tempat ini. Bukan hanya tidak akan pernah masuk, malah tidak pernah tahu. Hehehe. Dan demi acara malam hari yang bertema <em>One Spirit, One Nation</em> itu pula, saya dan semua blogger Jogja terlihat semakin ganteng dan cantik karena memakai pakaian-pakian bernuansa Nusantara. <em>What a night</em>! Agak ribet, tapi seru.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1119 aligncenter" title="DSCN0343edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=167&#038;h=257" alt="DSCN0343edit" width="167" height="257" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melakukan registrasi, kami berdua pun melewati <em>red carpet </em>(bener-bener nih panitia..tau aja yang datang para artis-artis top dunia maya wkakakaka)  memasuki area hall JNM. Ruangan yang tidak seberapa besar itupun kemudian terlihat penuh. Tidak hanya karena hadirnya ratusan blogger, tapi juga karena di sekeliling ruangan  dipenuhi dengan stand-stand P<em>emeran Batik Nusantara, Pameran Cemilan Nusantara, Pameran Kopi Nusantara, Pameran Foto</em> dan tentu saja stand-stand para sponsor. Tidak hanya dipamerkan, tapi beberapa menu seperti Kopi, Camilan dan Gudeg pun bisa dinikmati secara gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara kemudian dimulai dengan munculnya live performance berupa atraksi para ibu-ibu yang terliat saling saling memukul. Memukul-mukul <em>Lesung</em> untuk dijadikan iringan musik, mksudnya. Hehehe. Setelah itu, <em>wallahualam</em>. Saya tidak tahu. Karena saya malah sibuk mangkal di salah satu stand dan&#8230; sibuk belajar membatik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 319px"><img class="size-full wp-image-1117" title="9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg?w=309&#038;h=206" alt="taken from Gage's Batubara Photo's Album" width="309" height="206" /><p class="wp-caption-text">taken from Gage&#39;s Batubara Photo&#39;s Album</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya dan Alya menjadi orang  pertama yang <em>kegatelan</em> ingin mencoba belajar membatik. Tapi karena <em>&#8216;kegatelan&#8217;</em> kita berdua itulah yang akhirnya membuat banyak orang lainnya yang ikut mencoba bakat mereka dalam membatik.  Akibat saking (mencoba) terlalu serius dengan percobaan membatik ini, akhirnya saya sampai tidak tahu lagi bagaimana dan apa saja jalannya acara. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut panitia, nantinya Batik-Batik yang kita buat malam hari itu akan dikumpulkan dan dibawa ke Jakarta untuk acara puncak Pesta Blogger tanggak 24 Oktober besok.  Jadi, buat yang akan datang di Pesta Blogger di Jakarta besok, kalau ingin melihat bagaimana hasil kreasi saya dalam membatik, silakan cari kain dengan motif batik yang paling HANCUR dibandingkan yang lainnya. Batik dengan judul<em> &#8220;BATIK BLOBOR&#8221;</em>, karena motifnya berasal dari cairan malam yang jatuh <em>mblobor</em> kemana-mana dari canting yang saya pegang!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sudah sepantasnya memang Batik mendapat pengakuan yang luar biasa. Susah bikinnya, Bos!</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang saya kemudian tidak bisa mengikuti keseluruhan jalannya acara malam hari itu. Jam 20.30 saya harus pergi meninggalkan arena pesta karena jam 9 malamnya harus segera menjadi pria penghibur. Siaran radio, maksudnya. Hehehe. Padahal saya yakin, masih banyak acara menarik lainnnya yang ada disana. Termasuk pengundian <em>doorprize</em>. <em>*Wakakakaka. Tetep nyari gratisan!*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau ditanya bagaimana perasaan saya malam itu, maka saya akan menjawab : <strong>Tidak Puas</strong>. Tidak puas karena saya belum bisa menemukan dimanakah esensi dari sebuah pesta blogger. Belum sempat berkenalan dengan para blogger-blogger senior yang hebat-hebat, belum sempat memperbanyak kenalan sesama blogger yang hadir karena jumlahnya yang ratusan itu, dan belum sempat menikmati keseluruhan jalannnya acara karena harus pulang lebih awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak apa-apa, masih bisa datang lagi di pesta blogger tahun depan, kan? Tapi walau hanya muncul &#8217;selintas lewat&#8217; doang, paling tidak saya sudah cukup puas karena cukup bisa tebar pesona disana *edann*. Paling tidak nama saya sempat di sebut sekilas  oleh duo MC <span style="color:#333399;"><a href="http://otakiphan.wordpress.com/"><strong>Iphan Loviano</strong></a> </span>dan <a href="http://santizaidan.wordpress.com/"><strong>Shanti Zaidan</strong></a> (tengkyu yaa.. jadi paling tidak ada yang tahu lah, kalau saya ikut datang memenuhi undangan hehehe), komentar  saya sempat nongol di <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#333399;"><a href="http://www.detikinet.com/read/2009/10/16/110220/1222620/398/seni-dan-budaya-warnai-pesta-blogger-jogja-2009">detik.Net</a> </span></span>(tengkyu ya, <strong>Santi</strong>.. udah ditodong buat interview dan ikut dipromosiin blog saya hahahaha.. <em>what an honor!</em>) dan foto saya juga nampang di <span style="color:#333399;"><a href="http://www.gudeg.net/id/news/2009/10/4892/Meriah-Pesta-Blogger-2009-Chapter-Jogja.html">Gudeg.Net </a></span>walau cuma keliatan kepalanya doang! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Selamat buat kerja keras panitia Pesta Blogger Jogja 2009 chapter Jogja! <em>Proud to be a blogger!</em></p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1116&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pesta-blogger-2009-jogja-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=195" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0343edit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Body Image</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari Eva Arnaz di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya Ndut. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1108&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari <strong>Eva Arnaz </strong>di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya <strong>Ndut</strong>. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di <em>search engine</em> <strong>Google</strong>, maka dia menjamin saya akan terkesima melihat hasil penelusuran Google untuk nama itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, saya mencoba mempraktekkannya. Dan memang benar. Saya terkesima!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1109 aligncenter" title="EVA ARNAZ" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300&#038;h=185" alt="EVA ARNAZ" width="300" height="185" /></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu banyak artikel di internet yang mengasosiasikan Eva Arnaz dengan film atau <strong>movie </strong>(tentu saja, karena beliau adalah seorang bintang film), mengasosiasikannya dengan <strong>Warkop</strong> (sudah pasti, karena dia dan <strong>Lydia Kandau</strong> sepertinya memang ikut populer bersama film-film Dono Kasino Indro yang <em>booming</em> dahulu kala itu). Tapi yang membuat terkesima justru adalah di bagian atas sendiri (silakan lihat gambar), dimana Eva Arnaz diasosiasikan dengan <strong>KETIAK</strong>. Dan tidak main-main, ada 2.930 tulisan yang memuat tentang ini. Dan bisa jadi, mungkin akan segera bertambah menjadi 2.931 berkat tulisan saya ini. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya ingin membicarakan soal ketiaknya Eva Arnaz yang memang melegenda itu. Tapi saya mencoba melihat dari sisi lain, betapa mbak ini bisa dengan suksesnya menciptakan sebuah <strong>brand image</strong> atau <strong>body image</strong> yang sangat kuat menancap di sanubari banyak orang <em>*owhh*</em>. Kalau ngomongin Eva Arnaz, ya berarti harus ngomongin ketiaknya. Begitu juga sebaliknya. Ngomongin ketiak rasanya belum lengkap tanpa memasukkan nama Eva Arnaz didalamnya. Wuahahahhaha. Dan itu harus diberikan sebuah acungan jempol, bukan? Berulang kali saya pernah bilang, untuk bisa dikenal orang, <strong><em>you should be standing in the crowd</em></strong>. Harus bisa terlihat beda. Harus ada yang membuat kita diingat dengan cepat. <em>Otherwise</em>, ya susah. Itu menjadi pekerjaan rumah setiap orang, karena diri kita sendiri (nama dan kemampuan diri) merupakan produk yang bisa kita &#8216;jual&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">So, Bagaiman dengan kamu? Kalau Eva Arnaz di asosiasikan dengan &#8216;ketiak&#8217;, kamu ingin diasosiasikan dengan apa? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1108&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EVA ARNAZ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Porn Star</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 02:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230;
Oknum A :  Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz!
 Oknum B :  Pasti karena Keteknya&#8230;!!
 Oknum A :  BEEUHHHHHHH&#8230;..!
 Oknum C :  Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;.
 Oknum A :  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1096&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Oknum A</strong> :  Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz!<br />
<strong> Oknum B</strong> :  Pasti karena Keteknya&#8230;!!<br />
<strong> Oknum A</strong> :  BEEUHHHHHHH&#8230;..!<br />
<strong> Oknum C</strong> :  Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;.<br />
<strong> Oknum A</strong> :  Apalagi ituuu&#8230;..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sudah. Selesai. Begitu saja perbincangannya. Nggak penting banget, kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tapi walaupun singkat, sebenarnya sudah bisa diketahui bahwa topik utama pembicaraan diatas adalah seorang perempuan yang rencana kedatanganya ke Indonesia berhasil dijadikan berita dimana-mana. Ya mbak Miyabi itu. Bintang film porno yang akan dijadikan semacam <em>cameo </em>untuk film terbarunya <strong>Rako Prijanto </strong>yang katanya berjudul <strong>&#8220;Menculik Miyabi&#8221;</strong>. Itu topik utamanya. Kalau kemudian muncul tokoh-tokoh tambahan lainnya seperti <strong>Henidar Amroe</strong> dan <strong>Ida Iasha</strong> bahkan <strong>Eva Arnaz </strong>di perbincangan itu, saya juga tidak begitu paham. Kok bisa-bisanya tante-tante yang sekarang sudah entah dimana itu disandingkan dengan Miyabi yang umurnya masih <em>twenty somethin</em>g  itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang-orang -<em>yang sepertinya sih penting untuk dimintai komentarnya</em>, mengaku <strong>keberatan</strong> dengan kedatangan Miyabi ke Indonesi. Mereka khawatir nantinya Miyabi akan merusak moral generasi muda. Menurut saya ini agak- agak tidak adil, karena saya kok yakin ya kalau para generasi tua juga pasti ada yang menyimpan film-film Miyabi. Kenapa generasi mudanya saja yang dijadikan kambing hitam? Tapi juga banyak orang-orang -<em>yang sepertinya juga penting untuk dimintai komentarnya,</em> mengaku<strong> tidak keberatan</strong> dengan diundangnya Miyabi kesini. Menurut mereka, kedatangan Miyabi ini bisa semakin mempopulerkan nama Indonesia, karena negara lain belum pernah (dan mungkin malah nggak kepikiran sama sekali!) mendatangkan bintang porno kelas dunia bernama asli <strong>Maria Ozawa</strong> ini ke negara mereka.<span id="more-1096"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun menonton aksi panggung eh, aksi ranjang Miyabi ini. Karena jaman saya dulu masih puber-pubernya, yang eksis dulu adalah seorang perempuan bernama <strong>Asia Carrera</strong>. Entah kemana dia sekarang. Mungkin sudah sibuk bermain Valas di negaranya. Saya mendengar kehebohan seorang Miyabi ini sekitar tahun 2006, tapi ya hanya sekedar mendengar saja. Tidak ada keinginan untuk melihat seperti apa aksinya itu. Karena kalau soal nonton-menonton film model begituan, saya tidak pernah pilih kasih. Tidak ada nama-nama yang saya spesialkan. Semuanya punya kans yang sama untuk saya tonton. Karena menurut pengalaman saya sih *<em>uedddannnn</em>*, <strong>siapapun yang main, sama aja</strong>. Lha wong isinya cuman gitu-gitu doang toh?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat sosok seorang Miyabi ini justru dari kiriman seorang teman di awal bulan Ramadhan tahun lalu. Dia mengirimkan email berisi ucapan selamat menunaikan Ibadah puasa, dengan gambar seorang perempuan manis berkerudung yang sekilas mirip dengan dengan <strong>Dina Olivia</strong>. Mungkin kalian juga sudah pernah menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1099 aligncenter" title="MIyabi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg?w=330&#038;h=190" alt="MIyabi" width="330" height="190" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan berdasar gambar itulah, saya membuat sebuah kesimpulan kalau &#8230; <em>she&#8217;s too cute to be a porn star!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin pendapat saya ini agak aneh ya. Tapi menurut saya, seperti layaknya sebuah film atau sinetron, maka kita seringkali terlanjur mengidentikkan pantas tidaknya sebuah peran ditentukan juga oleh tampilan wajah. Aktor/Aktris dengan wajah seperti ini, pantasnya berperan sebagai orang baik-baik atau protagonis. Sedangakan aktor/aktris dengan wajah seperti itu, lebih pantas berperan sebagai orang yang menyebalkan atau antagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, orang-orang berwajah lembut seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> atau <strong>Rano Karno</strong> (loh..kok nama mas ini yang muncul, ya??) tidak pernah berperan menjadi orang jahat. Begitu juga dengan wajah-wajah seperti <strong>Torro Margens</strong> dan <strong>Lelly Sagita</strong> (duhh..  maap ya, jadi ketahuan deh saya lahir tahun berapaan) yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah bergeser menjadi pemeran protagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan film esek-esek.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, ada beberapa tipe wajah perempuan yang terlihat pas untuk membintangi sebuah film panas, dan mana yang tidak. Maaf maaf nih, perempuan dengan wajah yang sensual (atau disensual-sensualin) seperti <strong>Julia Perez</strong>, <strong>Aura Kasih, Sarah Azhari </strong>atau<strong> </strong>(ya ya ya.. akhirnya saya terpaksa menuliskan nama ini juga : <strong>Dewi Perssik</strong> )bisa dibilang pas untuk melakoni peran-peran panas. Terlepas kita yang melihatnya jadi bergairah atau malah <em>eneg</em>, ya. Nah,  untuk beberapa perempuan dengan tipe wajah yang anggun seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> (lagi), <strong>Dessy Ratnasar</strong>i atau <strong>Artika Sari Devi </strong>misalnya, mereka ini akan terlihat sangat tidak pantas berada di film-film semacam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya membayangkan, seandainya saja 3 nama terakhir ini ternyata hadir di film-film porno yang kebetulan saya tonton, maka saya akan merasa iba. <em>Turned on</em>, tentu. Tapi sambil iba.<em>*Huahahahha&#8230; seperti apa ya rasanya??.</em>*. Karena pasti dalam hati saya akan berkata,..</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ya Ampun mbak&#8230; sayang banget sih kamu kok main film beginian.. Jadi model atau public relations apaan, kek..  kayanya pasti masih bisa deh dengan muka (dan body) kaya gitu&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin lain halnya kalau yang bermain di film porno itu adalah keempat artis yang pertama saya sebut itu. Kalau itu mah, yuk hajarrrr sajaah.. hehehe. Diskriminatif sekali ya saya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, kalau ada yang menanyakan kepada saya (&#8220;kalau&#8221; lho ya) apakah saya termasuk yang pro atau kontra dengan kedatangan Miyabi ini, maka saya akan mengatakan bahwa saya tidak memilih keduanya. Saya mah netral-netral saja. Karena kalau saya boleh memilih, maka saya lebih memilih supaya dik Miyabi ini tidak usah menjadi bintang film porno lagi saja. Hehehehe.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1096&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 01:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Batik memang agak-agak overrated hari Jumat kemarin. But in a good way. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat full warna dan full corak. Batik is everywhere.
Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1080&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Batik memang agak-agak <em>overrated</em> hari Jumat kemarin. <em><strong>But in a good way</strong></em>. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat <em>full </em>warna dan <em>full</em> corak. <em>Batik is everywhere.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya masing-masing. Dan dengan daya serta upayanya masing-masing. Maksudnya, ada yang sampai bela-belain beli baju pada hari H, hanya supaya biar tidak dikatakan &#8216;nggak asik&#8217; (padahal tidak ada hubungannya sama sekali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, seharian kemarin kantor jadi cukup memusingkan untuk dilihat. Saking terlalu berwarnanya baju-baju yang dipakai, dan saking bermacam-macamnya corak Batik yang dipakai. Tapi bagaimanapun juga, perlu lah diberikan <em>credit </em>tersendiri untuk usaha-usaha kami ini. Paling tidak, kantor hari ini jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya karena diramaikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti saling bertegur-sapa untuk mengomentari kostum masing-masing, dan kantor juga semakin semarak dengan seringnya terlihat <em>blitz </em>kamera atau HP yang menyala, pertanda sesi foto dadakan  bisa terjadi kapan saja!</p>
<p style="text-align:justify;">Karena ini adalah hari spesial, makanya saya juga tidak mau tinggal diam untuk mengabadikannya. Insting blogger  (dan komentator) saya meningkat tajam melihat suasana ajaib itu. Dan hasilnya, berikut ini adalah beberapa oknum di kantor yang berhasil saya jepret, karena Batik yang mereka kenakan termasuk kategori <em>outstanding</em> (menurut saya) diantara para pemakai batik lainnya, dan mereka berhak mendapat gelar sebagai<em><strong> &#8216;yang ter-&#8217;</strong></em> dan berhak mendapatkan penghargaan untuk tampil di blog ini <em>*edannnn*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang pasti, para korban dibawah ini difoto dalam keadaan sadar alias bukan korban <em>candid </em>(pastinya..lihat aja pose-posenya) dan foto-foto ini pun saya ambil dengan seijin yang bersangkutan (walau tidak saya umumkan kalau foto itu akan saya pajang di blog hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1078 aligncenter" title="Image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=182&#038;h=243" alt="Image000" width="182" height="243" /><em><strong> Batik Ter-Maksa</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya <strong>mas Inud</strong>, pemakainya ini agak-agak terlalu memaksakan diri ikut ber-Batik ria. Karena memadu-padankan Batik dengan celana 3/4 jelas-jelas terlihat sangat maksa, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi. Karena beliaunya ini adalah orang divisi off air yang selalu sibuk dengan kegiatan <em>outdoor</em>, sehingga membutuhkan busana yang memungkinkannya bergerak bebas. Saran saya sih : sebaiknya kemeja Batiknya itu dibuat sekalian tanpa lengan saja, Mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1079 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=188&#038;h=251" alt="Image004" width="188" height="251" /><em><strong> Batik Ter-Besar</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja. Dengan ukuran tubuh yang sangat mungil, baju Batik yang dipakainya itu semakin membuat adik kita <strong>Tiara</strong> ini  semakin terlihat tenggelam di dalam gelombang-gelombang lipatan bajunya sendiri yang memang bermodel gelombang itu  <em>*komentar mode macam apa ini??*<span id="more-1080"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1081 aligncenter" title="Image002" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=180&#038;h=240" alt="Image002" width="180" height="240" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Terbaru</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <strong>Mas Adit</strong> inilah yang baju Batiknya paling <em>up to date</em> dibandingkan dengan seluruh penghuni kantor lainnya. <em>Up to date</em>, maksudnya bukan berarti yang paling baru modelnya, tapi <strong>paling baru belinya!</strong> Bayangkan,dia membeli baju itu sekitar jam 10 pagi pada hari Jumat itu juga! Masih jelas kelihatan kan lipatan-lipatannya? Ck ck ck&#8230; salut, lah..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1082 aligncenter" title="Image008" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=179&#038;h=237" alt="Image008" width="179" height="237" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-tutup</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah! Dibalik jaket itu,  <strong>Mbak</strong> (yang mirip mas-mas) <strong>Tia </strong> ini memakai Batik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1083 aligncenter" title="Image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=172&#038;h=228" alt="Image003" width="172" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Ter-merah</p>
<p style="text-align:justify;">Ini dia Batik dengan warna paling <em>ngejreng</em> sekantor! <strong>Mas Boma</strong> ini terlihat semakin putih dengan kemeja Batiknya yang berwarna Merah (yang entah kenapa di foto ini jadi terlihat kusam dan cenderung berubah menjadi oranye. hehehe&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1084 aligncenter" title="Image011" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=169&#038;h=226" alt="Image011" width="169" height="226" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-Hamil</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata siapa Ibu hamil tidak boleh ikut rame-rame ber-Batik? Saya juga baru tahu kalau para pembuat Batik juga membuat <em>maternity clothes</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1085 aligncenter" title="Image010" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=171&#038;h=228" alt="Image010" width="171" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Termurah</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha. Jadi, kata sumber yang sangat tidak terpercaya, <strong>Bang Hotlen</strong> ini sempat mengaku kalau batik yang dipakainya hari itu dia dapatkan hanya dengan harta Rp.6500,- saja. Kita tahu itu dusta. Kalaupun benar, pasti dia mendapatkannya dengan cara menyewa di rental. Atau mungkin dia meminjamnya dari teman satu kosnya, dan 6500 itu diberikannya sebagai uang rokok. Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1087 aligncenter" title="Image014" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=163&#038;h=218" alt="Image014" width="163" height="218" /> Batik Ter-Sakinah</p>
<p style="text-align:left;">Cenchu sajha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Saya tidak mau mengomentari <em><strong>Mbak Tanti</strong></em> ini terlalu banyak. Takut durhaka. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1091 aligncenter" title="Image009" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=173&#038;h=230" alt="Image009" width="173" height="230" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Terketat</p>
<p style="text-align:left;">Saya juga tidak mau mengomentari terlalu banyak tentang foto ini. Takut dikira narsis..jiaahhh&#8230;&#8230;wekekekekek&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1088 aligncenter" title="Image001" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=165&#038;h=220" alt="Image001" width="165" height="220" /><em><strong> Batik Ter-irit</strong></em></p>
<p style="text-align:left;">Ya iyalah! Saking iritnya, sampai-sampai saya tidak menyadari kalau tas milik Mas Donny  itu juga bercorak Batik!</p>
<p style="text-align:center;">Selamat Hari Batik yang pertama, semuanya! Sampai berjumpa tahun depan!</p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1080&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image014</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230;

Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO  
Posted in Tentang Penting &#38; Tidak       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1072&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1073" title="IMG_1014edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181&#038;h=300" alt="IMG_1014edit" width="181" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1072&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1014edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Oktober</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan  perasaan yang amat-sangat gembira. Smile was on my face. Karena hari ini adalah tanggal 1 Oktober 2009. Kenapa sih saya sebegitu excited-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1066&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan  perasaan yang amat-sangat gembira. <em>Smile was on my face</em>. Karena hari ini adalah tanggal <strong>1 Oktober 2009</strong>. Kenapa sih saya sebegitu <em>excited</em>-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih bulan depan. Terus??</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini tepat 1 tahun saya bekerja di tempat saya sekarang ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1067 aligncenter" title="LOGO JOGJAFAMILY" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=183&#038;h=86" alt="LOGO JOGJAFAMILY" width="183" height="86" /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru satu tahun, memang. Tapi bukan berarti tidak boleh dirayakan, kan? Karena kalau saya pikir, ini tidak jauh bedanya dengan ketika saya merayakan hari kelahiran, merayakan hari jadian pacaran, hari jadi pernikahan atau perayaan/peringatan hari-hari istimewa lainnya. Hanya mungkin memang agak jarang yang melakukan perayaan untuk memperingati &#8216;hari jadi pekerjaan&#8217; seperti yang saya lakukan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berbeda, karena seperti misalnya kita merayakan hari Ulang Tahun, sudah menjadi hal yang wajib kalau kita melakukan sebuah perenungan, pengevaluasian dan juga perencanaan untuk usia kita yang baru ini. <strong>Because it&#8217;s the time</strong>. Begitu juga dengan hari ini. Saya mencoba untuk kembali<em> flashback</em> ketika setahun lalu menerima dan menandatangani surat kontrak di perusahaan ini. Mengingat-ingat lagi, apa saja yang sudah saya hasilkan dalam satu tahun ini. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan. Karena dibalik semua prestasi, pasti juga ada kegagalan. Dan dibalik sebuah kegagalan, pasti ada pembelajaran dibaliknya. Dan ketika bisa melihat pembelajaran itu, bukankah itu sebuah prestasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang bertanya, kurang kerjaan amat sih sampai sempat-sempatnya merayakan kaya begini?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Because it&#8217;s fun!</strong></em> Beneran deh, silakan dicoba. Dengan melakukan ini, kita jadi bisa sejenak &#8216;merasakan&#8217; tentang pekerjaan kita yang selama ini sudah kita lakukan setiap harinya. Yang setiap hari membuat kita harus bangun pagi, yang setiap hari membuat kita uring-uringan karena terjebak <em>deadline</em>, yang setiap hari membuat kita senewen karena selalu membuat kita terlambat sampai di rumah karena harus  lembur, yang setiap hari membuat kita merasa bersalah karena merasa kurang memiliki waktu untuk dihabiskan dengan orang-orang yang kita cintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti juga perayaan-perayaann lainnya, dengan melakukan hal  ini, kita akan bisa mengucap syukur juga karena kita masih beruntung bisa memiliki sebuah pekerjaan untuk menopang hidup. <em>No matter how suck it is.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan alasan lain kenapa saya merayakan hari ini, <em>it&#8217;s just because simply</em> : <strong>I LOVE MY JOB!</strong> :</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1066&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO JOGJAFAMILY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quality Control</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Selama 2 tahun eksis menulis di blog Sanggar Cerita ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di update, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik stats di dashboard blog. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1060&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama 2 tahun eksis menulis di blog <strong>Sanggar Cerita</strong> ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di <em>updat</em>e, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik <em>stats </em>di <em>dashboard blog</em>. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti blog lainnya, memang. Tapi terus terang, melihat angka ratusan itu saja sudah membuat saya <strong><em>amazed </em></strong>dan langsung membayangkan kira-kira siapa saja ratusan orang yang membaca blog saya setiap harinya itu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya termasuk yang jarang <em><strong>blogwalking</strong></em>. Hampir tidak pernah, malah. Dan ini mungkin salah satu kelemahan saya sebagai seseorang yang mengaku dirinya sebagai blogger. Dan saya juga hampir tidak pernah mempromosikan blog saya ini kemana-mana (kecuali beberapa kali saya promosikan di status <em>Yahoo Messenger!</em> Itupun bisa dihitung dengan jari). Saya cukup beruntung memiliki teman-teman blogger yang baik sekali, yang dengan sukarela mencantumkan nama blog saya di beberapa tulisan mereka (makasih yaa.. you know who you are <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Saya agak enggan jumpalitan promosi sana-sini karena sampai sekarang pun saya masih sering merasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>..ya elah, apaan sih pake di pamer-pamerin segala? Lha wong blog isinya cuman curhat dan ngomentarin orang tidak jelas beginian doang&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That&#8217;s the truth.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena ketika pertama kali memulai menulis blog, saya sama sekali tidak pernah membayangkan efek apa yang akan saya hadapi di kemudian hari ketika blog saya ini bisa dibaca oleh orang banyak. <em>Sounds stupid</em>, karena sekali kita publish sesuatu di dunia maya, maka kita <strong>berarti sudah dengan sadar memajangnya ke seluruh dunia</strong>. <em>But I never realized that,</em> sampai beberapa bulan belakangan ini. Ketika keberanian saya menulis (dan  mengomentari sesuatu) semakin besar, ternyata <span style="text-decoration:line-through;">tidak</span> belum dibarengi dengan <strong>keberanian dan kebesaran hati saya dalam menerima berbagai macam kritikan dan komentar yang masuk mengenai apa yang saya tulis.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Komentar.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1061 aligncenter" title="238447-12-shout" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg?w=218&#038;h=127" alt="238447-12-shout" width="218" height="127" /></p>
<p style="text-align:justify;">Lucu, ya? Saya suka berkomentar, tapi saya tidak suka dikomentari. Dikomentari yang tidak enak, tentu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar dari -entah siapa saya bahkan sudah tidak ingat lagi. Dia mengomentari saya tentang tulisan saya di post <strong>&#8220;Hidup Malaysia!&#8221;.</strong> Salah satu tulisan saya yang saya sadar pasti akan banyak yang  tidak menyukainya. Komentar itu demikian kasarnya, sehingga saya sendiri bahkan tidak menyangka ada orang yang bisa mengeluarkan kata-kata hinaan sekasar itu. Tidak hanya mempertanyakan rasa nasionalisme saya, tapi si pengirim komentar itu bahkan membawa-bawa dan menjelek-jelekkan ibu saya. Entah apa hubungannya. Tidak perlu lah saya tuliskan disini detail komentarnya. Karena isinya memang sangat tidak sopan dan kalau saya <em>approve </em>dan tampilkan disini, nantinya saya malah merasa <strong>kasihan</strong> kepada yang bersangkutan. Kasihan, karena saya yakin, kalian yang setia membaca blog ini pasti akan membela saya dan balik mencemooh dia . Saya yakin itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1060"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya orang yang gila pujian dan sanjungan. Tidak sama sekali. <em>But to be clear</em>, siapa yang tidak suka dipuji? Dan sebaliknya, tidak ada juga orang yang benar-benar suka dikritik. <em><strong>But we have to learn to live with i</strong></em>t. Pujian kita terima, karena itu merupakan bentuk apresiasi orang terhadap kita. Dan kita juga harus belajar menerima kritik, karena itu juga pertanda bahwa dia sudah &#8216;menerima&#8217; hasil karya kita, dalam hal ini membaca hasil tulisan saya. Menerima kan bisa berarti dia menerima dengan baik, atau menerima dengan tidak baik atau menerima dengan catatan<em> *edan, lah.. sukanya bikin kalimat yang rumit*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya sekarang memang, <strong>bagaimana kita belajar untuk  menyampaikan masukan atau kritikan atau komentar yang baik, kan? </strong>Itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga buka jagonya bertata-bahasa yang baik dalam hal mengkritik sesuatu. Karena saya termasuk dalam kategori orang yang &#8216;nggak enakan&#8217; sama orang. Tapi paling tidak, karena saya belum termasuk dalam orang yang ahli dalam mengkritik, maka saya akan berusaha untuk menjadi orang yang bisa baik dalam menerima kritikan. Silakan di cek, tidak semua komentar yang saya <em>approved</em> di blog ini berisikan pujian. Ada juga yang berupa masukan bahkan kritikan YANG disampaikan dengan maksud dan tutur tulisan yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya tahu, bukan tidak mungkin suatu saat nanti, pembaca blog sederhana ini akan mencapai angka jutaan. Siapa tau. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan tentu saja, saya tidak bisa mengontrol semua komentar yang masuk. Saya tidak bisa mengontrol pikiran orang. Saya tidak punya kapasitas untuk mengatur orang mau bilang apa tentang saya. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengontrol pikiran dan perasaan serta perkataan saya. Dan itu tidak mudah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1060&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">238447-12-shout</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;&#8230; dan keluarga..&#8221;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 10:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) Ndut sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang mbleber kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1055&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) <strong>Ndut</strong> sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang <em>mbleber</em> kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema ringan seputar masalah kirim-mengirim ucapan Selamat Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan tentang agak malasnya kita membaca deretan kalimat-kalimat puitis nan panjang yang pada intinya tetap saja bermuara di 2 kalimat terakhir : SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Bukan pula tentang kebiasaan banyak orang yang saking malasnya membuat ucapan sendiri, sehingga lebih memilih untuk langsung mem-<em>forward</em> SMS yang dia terima begitu saja, tanpa meng-editnya terlebih dahulu. Sehingga yang terjadi adalah, nama si pengirim asli tidak sempat terhapus. Jadinya, yang mengirimkan SMS ke saya adalah si <strong>Dimas Firdaus, </strong>tapi di SMS nya tertera nama <strong>&#8220;Yayuk Suseno &amp; keluarga&#8221;,</strong> misalnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;&#8230;dan Keluarga&#8221;</em></strong>&#8230; Ya, ini juga yang malah menjadi bahan pembicaraan kami. Bahan pembicaraan Ndut, tepatnya. Saya hanya menimpali sekenanya. Jadi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Kenapa sih orang-orang selalu mengirimkan SMS ucapan itu dengan membawa-bawa nama  keluarga. Gue kan gak kenal dengan keluarganya. Dan kalau mau minta maaf, ya dia miinta maaf sendiri aja dong, gak usah bawa-bawa nama keluarga. Yang kalau ada salah, ya dia yang salah toh? Bukan keluarganya kan yang salah? Masa keluarganya ikut-ikutan disuruh minta maaf&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya tertawa dan kemudian <em>mingkem</em> terdiam. Dan kemudian berpikir keras<em>*edan ya, kesannya sibuk banget</em>*.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, topik ini tidak terlalu penting untuk dibahas. Karena ya memang itu sudah menjadi hak asasi-nya yang mengirimkan SMS <em>tho</em>? Terserah dia mau meminta maaf sambil membawa nama keluarganya, nama hewan peliharannya, nama perusahaannya atau mungkin nama kompleks perumahannya. Bebas. Nggak ada yang melarang. Walau agak aneh ya ketika kita menerima SMS <em>greeting</em> lebaran, isinya kok :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Dian Purnomo &amp; Seluruh Warga Perumahan Griya Asri Menari </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>mengucapkan &#8216;Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. <span id="more-1055"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <em><strong>point</strong></em> yang ingin disampaikan si Ndut adalah, <em><strong>SMS </strong></em>itu<em><strong> should be personal</strong></em>. Meminta maaf itu adalah urusan yang sangat pribadi. Satu lawan satu. Jangan keroyokan. Jangan bawa-bawa keluarga. Hehehe. Saya sih setuju dengan pemikirannya itu. Tapi disisi lain, saya juga tahu fakta tak terbantahkan lainnya. Ketika seseorang sudah menemukan pasangan hidupnya, entah itu tarafnya masih sebatas pacaran, bertunangan atau bahkan sudah resmi berkeluarga, maka secara otomatis status mereka pun akan menyesuaikan. Dari yang semula <strong>&#8216;aku&#8217;</strong>, berubah menjadi <strong>&#8216;kami&#8217;</strong>. Jadi ya wajar kalau apapun diatas-namakan bersama. Termasuk  SMS Lebaran dan <em>greeting-greetin</em>g lainnya akan selalu mencantumkan nama pasangan mereka (suami atau istri) bahkan juga nama anak-anak mereka sekaligus!</p>
<p style="text-align:justify;">Itu buat yang sudah berkeluarga. Kalau yang masih berstatus <em>single</em>, ya mentok-mentoknya tadi : membawa serta embel-embel <em>&#8220;.. dan keluarga&#8230;&#8221;</em>. Atau yang standar, ya mencomot nama-nama pesohor untuk dijadikan pasangannya. Lokal maupun interlokal. Lebaran kemarin, <strong>Brad Pitt</strong> cukup laris dipilih oleh dua teman saya untuk dijadikan pasangannya meminta maaf melalui SMS kirimannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya mungkin karena kami berdua masih sama-sama berstatus lajang. Jadi yang beginian aja dijadiin perbincangan. Hehehe. Jadi ya kita tunggu saja, siapa tahu tahun depan akan ada yang menerima ucapan lebaran dari <strong><em>&#8220;Deka dan istr</em><em>i</em></strong>&#8220;. Amin. Mungkin si Ndut akan maklum.  Mari kita tunggu apa komentarnya tentang tulisan saya ini kekekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1056" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><img class="size-full wp-image-1056" title="7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg?w=379&#038;h=208" alt="created by Miss Rien Jo" width="379" height="208" /><p class="wp-caption-text">created by Miss Rien Jo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selamat Idul Fitri ya,  teman-teman. Mohon maaf  lahir dan batin karena semakin jarang <em>update</em> (kesannya ya.. semua orang tiap hari pada nungguin), untuk semua tulisan-tulisan saya yang mungkin menyiksa batin beberapa orang hehehe. Sumpah, saya tidak sengaja berniat menyiksa. Saya hanya berniat mengomentari saja. Beda, kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Ya pokoknya maaf, ya. <em>&#8216;Cause we should forgive freely  or we don&#8217;t really forgive at all. </em></p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1055&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Legend</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas.
Mengucapkan kata “Maaf” sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang kok. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1047&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengucapkan kata <strong>“Maaf”</strong> sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang kok. Tinggal buka mulut, bilang <em>“.. Maaf&#8230;.”</em>, terus mulutnya ditutup lagi, selesai. Gampang toh? Yang justru paling susah sebenarnya adalam bagaimana menunjukkan rasa penyesalan yang tulus atas kesalahan yang kita lakukan. Menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya mau membagikan sebuah pengalaman yang membuat saya agak-agak merinding setiap kali mengingatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa minggu yang lalu saya pergi sebuah tempat di Magelang. Bukan, bukannya pergi untuk pulang kampung. Tapi saya pergi dalam rangka mengunjungi sebuah rumah di daerah <strong>Terminal Soekarno-Hatta Magelang</strong>, menemui salah satu legenda musik Indonesia yang masih hidup, <strong>Nomo Koeswoyo</strong>. Salah satu personel grup legendaris <strong>Koes Plus</strong> yang tersisa, yang ternyata tinggalnya satu kota dengan saya, dan saya baru tahu kemarin itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya pergi kesana dalam rangka <em>sowan</em> atau dalam bahasa Indonesianya ya (kurang lebihnya) berkunjung untuk beramah-tamah, sekalian untuk memperkenalkan diri kepada beliau tentang radio tempat saya bekerja sekarang. Karena salah satu program baru yang saya <em>create</em> di radio ini adalah program pemutaran lagu-lagu dari keluarga Koeswowoyo, mulai dari <strong>Koes Bersaudara, No Koes, Koes Plus</strong> hingga <strong>Chicha Koeswoyo</strong> dan <strong>Helen Koeswoyo.</strong> Jadi ya intinya adalah semacam minta ijin, mohon doa restu, <em>kulonuwun</em> atau apapun <em>lah</em> itu namanya. Sebenarnya tidak ada yang mengharuskan saya melakukan hal itu. Tapi tidak ada salahnya, bukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Segitu mendalamnya kah saya memahami dan mencintai lagu-lagu maha jadul milik mereka ini? Sama sekali enggak! Sumpah, saya sama sekali buta dengan lagu-lagu mereka, sama halnya saya teramat asing dengan lagu-lagu jadul lainnya yang jumlahnya ribuan itu. Umur segini, harusnya saya masih sibuk <em>update</em> lagu-lagu dari <strong>Jason Mraz, Jordin</strong> <strong>Sparks </strong>atau bahkan <strong>Lady Ga Ga</strong> (kaya nama Sarden ya!). Tapi karena tuntutan pekerjaan yang  membuat saya harus mengupdate lagi pengetahuan saya tentang lagu-lagu lama (maklumlah, segmen radio saya sekarang ini adalah keluarga) makanya saya pun harus sesegera mungkin mencoba mengenal lagu-lagu dari <strong>Ade Manuhutu, Alfian, Anna Mathovani, Tetty Kadi, Lilis Suryani, The Mercy’s, Grace Simon, Ida Royani , Eddy Silitonga</strong> hingga ya <strong>Koes Plus</strong> itu tadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Serasa tua sebelum waktunya, memang&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1047"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Stress, pusing dan berasa mual di awal. Hehehe. Tapi semua itu saya anggap sebagai tantangan yang justru bisa memperkaya pengalaman saya di dunia dan bidang kerja saya sekarang ini. Belajar lagi. Tambah pengetahuan lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perjalanan menuju Magelang, jujur perasaan saya campur aduk. Bersemangat, penasaran hingga sakit perut karena grogi. Gimana ya, mau bertemu dengan seorang legenda musik Indonesia, yang saya sendiri sebenarnya tidak mengenal karya-karya beliau dengan baik! Bahkan mendengarkan lagu-lagu Koes Plus secara nonstop selama perjalanan saja sama sekali tidak membantu. Hehehe. Apa yang nantinya harus saya bicarakan? Apa kalimat pertama yang harus saya ucapkan kepada beliau? Bagaimana kalau ternyata beliau susah diajak mengobrol? Dan masih banyak kekhawatiran-kekhawatiran lainnya di kepala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1048 aligncenter" title="IMG00106-20090821-1059" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=223&#038;h=167" alt="IMG00106-20090821-1059" width="223" height="167" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesampainya saya di lokasi yang dituju, saya segera turun dari mobil. Rumah <strong>Om Nomo </strong>yang letaknya persis dipinggir jalan itu terdiri dari 2 bangunan di areal tanah yang cukup luas. Satu sebuah bangunan bertingkat yang letaknya paling depan, dan satunya lagi sebuah bangunan kecil yang letaknya lebih menjorok kedalam. Disinilah Om Nomo sehari-harinya tinggal dan menerima tamu-tamunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama kali bertemu muka dan berjabat tangandengan beliau, saya cukup terkejut melihat penampilannya yang masih sangat segar untuk ukuran orang berusia 70 tahunan. Dan yang makin membuat saya terkejut lagi adalah gaya berbicaranya yang ceplas-ceplos dan tanpa basa-basi. Dengan berkaus putih dan bercelana pendek, Om Nomo langsung membuka pembicaraan yang membuat saya langsung bengong,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“.. coba, ini tanda-tanda apa ini. Mosok bendera Merah Putih kok dikubur nang laut&#8230; Bendera Merah Putih itu harusnya dikibarkan dipuncak gunung.. iki kok malah dipendem nang njero banyu</em></span> (ini kok malah dikubur di dalam air)”</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">HEH? Apaan sih, Om???</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata si Om ini sedang ingin membahas tentang aksi para penyelam yang beberapa lalu membuat rekor dunia dengan aksi penyelaman terbanyak, dan melakukan penancapan bendera Merah Putih di dasar laut itu. Menurutnya, itu sudah sebuah penghinaan terhadap bendera negara. Karena para pejuang dulu sudah mengorbankan nyawa mereka untuk mengibarkan sang Merah Putih, lha sekarang bendera kok dibuat main-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Let’s not argue with it.</em> Saya juga hanya bisa senyum menanggapi protes Om Nomo ini. Tidak bisa berkata apa-apa. Karena saya memahami sekali, beliau hidup di jaman yang jauh berbeda dengan jaman kita sekarang ini. Beliau yang ikut menjadi saksi bahkan mengalami jungkir baliknya perjuangan. Sehingga seperti layaknya para veteran-veteran perang, rasa nasionalisme itu tidak akan pernah lekang oleh semakin tuanya usia mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan dari sinilah saya menjadi semakin mengerti, mengapa banyak sekali lagu-lagu Koes Plus yang bercerita tentang indahnya Nusantara kita, dan juga banyak lagu mereka yang menceritakan tentang kecintaan mereka terhadap Indonesia. Dan Om Nomo yang juga sering dipanggil dengan sebutan <strong>Mbah Tuban</strong> ini dengan semangatnya menceritakan tentang asal-muasal lagu-lagu yang diciptakannya itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perbincangan, jujur perhatian saya tidak hanya terpusat pada cerita-cerita Om Nomo. Tapi beberapa kali  perhatian saya sibuk terfokus pada sekeliling pemandangan rumah tempat kami mengobrol saat itu. Rumah yang ditinggali oleh Om Nomo  itu- <em>sorry to say</em>, terlihat tua dan agak kumuh. Itu jika dibandingkan dengan bangunan lain yang ada di sebelah depannya  yang bertingkat dan terlihat lebih bagus dan terawat. Kenapa beliau mau tinggal di tempat seperti ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sinilah semua rasa penasaran saya terjawab. Om Nomo yang terlihat ‘menakutkan’ buat saya diawal-awal pertemuan,  ternyata bisa berubah lembut ketika menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Apalagi jika bercerita tentang istri dan anak-anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dia menceritakan tentang kisah hidupnya. Ketika masih berjaya sebagai seorang artis papan atas, apapun bisa dilakukan dan didapatkannya dengan mudah. Uang, kekuasaan, alkohol, senjata bahkan perempuan. Rock nRoll banget lah hidupnya. Tidak hanya ketika masih sendiri, setelah beliau menikah dengan (kalau tidak salah nih bernama) <strong>Francis</strong>, almarhum istrinya pun. Kebiasaan buruknya berjudi dan bermain perempuan itu tidak lantas menghilang. Dan semua itu dilakukannya dengan sepengetahuan istrinya itu. Tidak diam-diam. Dan dengan rasa bangga, Om Nomo bahkan bilang,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Istri saya itu jempol! Saya bisa lho, satu malam pulang ke rumah dan bilang kalau saya baru saja dari hotel dengan perempuan namanya X&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Edan. Itu <strong>setia</strong> atau <strong>goblok</strong>, ya? Itu yang ada dipikiran saya ketika mendengar cerita Om Nomo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebiasaan Om Nomo itu baru berhenti setelah sang Istri meninggal dunia di rumah yang baru saja mereka tempati di Magelang itu. Dan akhirnya di rumah kecil itulah, Om Nomo sekarang memilih menghabiskan hidupnya. Dia tidak mau memilih rumah yang lebih bagus yang ada di halaman depan rumahnya. Dengan tetap tinggal di tempat istrinya menghembuskan nafas terakhirnya itu, dia ingin menunjukkan rasa penyesalan atas perlakuannya kepada istrinya ketika masih hidup, sekaligus ingin memberikan sisa-sisa kesetiaannya yang sempat &#8216;rusak&#8217; dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan nada datar, Oom Nomo sempat bercerita,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Anakku Cicha pernah bilang ke saya, kenapa baru sekarang Papa sikapnya seperti ini. Kenapa tidak dulu ketika Mama masih ada&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Damn&#8230;..</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1049 aligncenter" title="IMG00105-20090821-1035" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=190&#038;h=143" alt="IMG00105-20090821-1035" width="190" height="143" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><em><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">It&#8217;s true. Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future&#8230;</span></em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1047&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00106-20090821-1059</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00105-20090821-1035</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sok Digosok&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini saya mengira &#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221; adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling sahih dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya.

Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah toilet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1041&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama ini saya mengira <strong>&#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221;</strong> adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling <em>sahih</em> dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1042 aligncenter" title="Foto007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=250&#038;h=188" alt="Foto007" width="250" height="188" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah toilet di Terminal Jombor Jogjakarta itu adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:center;">JAGALAH KEBERSIHAN DEMI KENYAMANAN ANDA.</p>
<p style="text-align:justify;">Standar, ya? Tidak demikian dengan tulisan yang dibawahnya :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI DIMOHON GOSOK LANTAI DAN DINDING. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI AJA PENGEN BERSIH, MASAK DINDING DAN LANTAI KOTOR DIEM SAJA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dhooeenggggg&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tega sekali si empunya toilet ini. Sudah &#8216;pengunjungnya&#8217; disuruh membayar, masih disuruh menggosok lantai dan membersihkan dinding tempat ia mandi pula! Repot sekali rasanya. Saya nggak tahu, apakah dengan adanya peringatan itu, toilet itu menjadi berkurang peminatnya atau tidak&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1041&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 09:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang.

Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama Listiya, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? *semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1033&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1034 aligncenter" title="anang_nop_01" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg?w=148&#038;h=151" alt="anang_nop_01" width="148" height="151" /></p>
<p style="text-align:justify;">Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama <strong>Listiya</strong>, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? <em>*semua berseru : &#8220;IYAAAAAA&#8230;.!&#8221;*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seketika itu juga saya langsung membuka situs-situs gosip terkemuka di internet <em>*edann</em>* mencari informasi yang tepat, karena <em>update</em> terakhir yang saya baca, semua isu perceraian itu hanya isapan jempol belaka. Entah jempol siapa yang dihisap, dan siapa yang segitu kurang kerjaannya menghisap-hisap jempol itu. Sehingga ketika menonton pengakuan langsung dari Anang di <strong>Kabar-Kabari </strong>(sempet ya <em>searchin</em>g sampai ke TV segala), langsung badan ini lemas rasanya. Lemas dan <em>speechless</em>. Lebay ya? Iya, saya juga heran. Amat sangat heran. Mungkin begini rasanya ketika seorang fans mendengar kabar buruk tentang idola mereka. Pantas saja seorang fans Michael Jackson terlihat guling-gulingan di jalanan sambil menangis ketika mendengar kabar Jacko meninggal dunia. Untung saja saya masih punya (sedikit) harga diri dengan tidak melakukan hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal tadi ketika siaran jam 10 pagi, saya sempat-sempatnya memutar lagu mereka yang diciptakan oleh Pongky, <strong>&#8216;Tak Pernah Menyesal&#8217;.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; tak pernah menyesal, mengenal dirimu<br />
jalan yang kutempuh tak tertuju padamu<br />
ku takkan sesali pengalaman cinta ini<br />
Wanita terindah pernah jadi milikku&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi lagu itu adala pertanda buat saya? <em>*uh, makin lebay*</em>. Tapi ini terlalu aneh untuk dijadikan sebuah kebetulan, kan? Hhhh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, this is it?</em> Beneran nih 13 tahun selesai begitu aja?</p>
<p style="text-align:justify;">*sigh*</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudah. Mau diapain lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">*bingung mau nulis apa lagi*</p>
<p style="text-align:justify;">HUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&#8230;&#8230;..!!!</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1033&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anang_nop_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Malaysia!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Ya. Hidup Malaysia!
Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian Tari Pendet di iklan promosi pariwisata mereka di Discovery Channel, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : Hidup Malaysia!
Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya yakin, jiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1026&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ya. Hidup Malaysia!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian <strong>Tari Pendet </strong>di iklan promosi pariwisata mereka di <strong>Discovery Channel</strong>, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : <strong>Hidup Malaysia!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya yakin, <strong>jiwa nasionalisme itu tidak diukur dari pernyataan caci-maki berlebihan di Twitter atau di status Facebook</strong>. Karena toh saya juga yakin sekali, yang mengeluarkan hinaan kepada Malaysia itu juga pasti cuma bisa melongo doang kalau disodori pertanyaan tentang seberapa dalam mereka mengetahui tentang Tari Pendet! Tidak hanya daerah asal tari itu saja, tapi lebih dari itu. Sejarahnya, arti gerakan-gerakannya. Kalau saya kok malu ya sampai harus berkoar-koar merasa memiliki sesuatu, tapi saya sendiri tidak tahu dengan detail apa yang sedang saya perjuangkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelakuannya yang kesekian kalinya ini, terus terang saya juga sebal dengan Malaysia. Benci sih tidak, hanya sebatas sebal saja. Karena saya yakin, mereka tidak punya niat jahat ingin meng-<em>claim</em> sebuah budaya negara lain secara sengaja. Maksudnya, bisa jadi toh ini semua terjadi karena ketidak-sengajaan. Karena mereka (mungkin) mengira <strong>Reog Ponorogo</strong>, <strong>Batik</strong> atau lagu <strong>Rasa Sayange</strong> itu sepertinya tidak terlalu di&#8217;anggap di Indonesia, maka ya mereka kemudian berbaik hati ingin &#8216;mengurus&#8217; atau melestarikannya dan memperkenalkannnya ke seluruh dunia. Ehh, ternyata setelah di promosikan, yang punya barang itu baru<em> &#8216;ngeh&#8217; </em>dan mulailah mencak-mencak! Salah siapa kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung bulan puasa, ada baiknya kita mencoba menahan diri. Nggak ada salahnya toh kita mencoba mencari segi positif dari permasalahan ini? Buat saya, justru dengan adanya aksi claim budaya dari Malaysia ini, justru ada hikmah buat Bangsa Indonesia. Ngapain kita terlalu emosional menghina Malaysia sebagai pencuri kebudayaan orang, <strong>sementara kita sendiri masih ada di urutan atas negara yang hobinya mencuri hasil karya cipta orang lain alias pembajak?</strong> Duh, malu lah&#8230;<span id="more-1026"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan, tepat ketika saya membaca artikel tentang bapak <strong>Jero Wacik</strong> yang sudah memberikan nota peringatan kepada pihak kementrian Malaysia seputar aksi Malaysia yang dianggap &#8216;mencuri&#8217; budaya kita itu, disaat itu juga saya membaca sebuah artikel yang berisi beberapa desain poster film kita yang dengan terang-terangan menjiplak desain poster dari negara lain!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1027 aligncenter" title="JIPLAKAN" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg?w=276&#038;h=182" alt="JIPLAKAN" width="276" height="182" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1028 aligncenter" title="jiplakan2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg?w=278&#038;h=185" alt="jiplakan2" width="278" height="185" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1029 aligncenter" title="JIPLAKAN3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg?w=272&#038;h=180" alt="JIPLAKAN3" width="272" height="180" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1030 aligncenter" title="jiplakan41" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg?w=268&#038;h=178" alt="jiplakan41" width="268" height="178" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Mungkin membandingkan antara &#8216;pencurian budaya&#8217; oleh Malaysia dengan &#8216;pencurian ide&#8217; orang-orang kita terhadap desain poster (yang lebih lengkapnya bisa dilihat <span style="color:#333399;"><strong><a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?p=324958#post324958"><span style="text-decoration:underline;">disini</span></a>)</strong></span> itu bukanlah sebuah analogi yang kuat. Tapi buat saya, mencuri tetaplah mencuri. Titik. Dan sudah harusnya kita berterima kasih kepada Malaysia, karena dengan perbuatannya yang kesekian kalinya itu, membuat kita sudah seharusnya BERKACA,  jangan sampai kita heboh teriak maling, padahal diri kita juga sebenarnya seorang maling! Atau mungkin dalam kasus ini, mbok ya udah&#8230; sama-sama maling kok ribut! Huahahahahhahaha&#8230;</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1026&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan41</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Closing Party</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried.
Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat clubbing, dan menikmati segala euphoria suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi dugem (eh, masih itu kan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1017&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><em>You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat <em>clubbing</em>, dan menikmati segala <em>euphoria</em> suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi <em><strong>dugem</strong></em> (eh, masih itu kan ya istilahnya? hehehe). Padahal kalau mau jujur, sebenarnya selain faktor &#8216;ketuaan&#8217; , banyak alasan lain yang membuat saya menolak ikut. Tapi tetap alasan itulah yang saya anggap paling mujarab untuk menolak, karena kalau saya beralasan</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Duh.. aku jam 10 kan udah tidurr&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">kok terdengar agak-agak sok imut banget, ya? Walau beneran, saya kalau tidur memang jam-jam segituan. Hehehe.  jadi kalaupun ada janji ataupun ada acara di malam hari, sebisa mungkin pasti harus bisa selesai <em>before midnight</em>. Makanya ketika kemarin malam saja saya berkumpul  di kantor untuk  kemudian datang ke sebuah tempat clubbing di Plasa Ambarukmo jam 22.30 saja, saya serta merta disorakin oleh anak-anak off air kantor,</p>
<blockquote><p><em>HUAHAHHAHAHAA&#8230; DUGEM SEHAAAAATTTTTTT&#8230;.!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lho? Saya dugem? Hehehe. Iya, saya juga heran kok akhirnya saya menyerah juga pada ajakan anak-anak kantor untuk ikut datang di acara <strong>Closing Party</strong> alias malam terakhir tempat-tempat <em>clubbing</em> beroperasi, karena mereka akan tutup selama bulan Ramadhan. Jadi dugem ini diadakan dalam rangka menyambut bulan puasa, ceritanya. Edan ya. Mulia sekali. Hahaha. Tidak hanya saya yang heran, seluruh kantor juga akhirnya merasakan hal yang sama karena selama hampir satu tahun bekerja dikantor ini, tidak pernah sekalipun saya mau diajak dugem. <em>Not once</em>. Sehingga akhirnya, justru nama saya yang dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengajak anggota kantor lainnya ikut.</p>
<blockquote><p><em>Ayo Daan..  Mas Deka aja ikut!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Entahlah, mungkin sayanya aja yang ke-GR-an. Karena tanpa ada keikutsertaan saya pun, pasti anak-anak juga tetap berangkat. Hahaha. <em>To be honest</em>, dugem malam itu terasa agak spesial buat saya, karena ini merupakan dugem pertama saya setelah 3 tahun lebih tidak pernah menginjak tempat-tempat hingar-bingar itu. Seingat saya, terakhir kali saya dugem adalah tahun 2006, ketika itu saya sedang menjadi peserta training Program Director di Jakarta, dan radio Prambors Jakarta saat itu merayakan hari ulangtahunnya di sebuah club di <strong>Djakarta Theatre </strong>(ada kan, ya?? Hehehe) yang saya sendiri bahkan sudah tidak ingat lagi apa namanya. Tapi ya itu, datang hanya karena rasa sungkan doang. Sesampainya disana ya cuma bengong doang. Bengong dan <em>budeg</em>. Secara saya termasuk orang yang sangat menyukai musik-musik <em>easy listening</em>, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya berada di tempat itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Dugem kemarin itu pun makin terasa mengharukan *uedann!* karena sepertinya banyak sekali yang memberikan dukungan moril kepada saya lewat aneka pesan di Facebook!  Mulai dari,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Hhahahahha.. Kaka akhirnya menyerah jugaa&#8230; Have fun my little bro, take care dear heheh</em></span>e..</p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Wah, asyik tuh buat olahraga malam!</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Judulnya : Deka is back hehehhe&#8230;.welcome to the party&#8230;gitu ya ihihi</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#993300;"><em>AKHIRNYA! AKHIRNYA! Deka mau dugem hahaha *pesan buat temen2nya Deka, buatlah Deka merasa &#8220;terbang&#8221; hahaha..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai yang paling <em>to the point </em>seperti</p>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Harus Mabok!!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedann! Tapi ada juga komentar-komentar bertolak belakang seperti,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Minum jus kunir asem ajah ya!</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Halah Dek, paling dirimu di tempat dugem malah ngantuk&#8230; Jangan lupa ya&#8230;. nek glegeken ucapkan alhamdulillah&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>ati2 y om? inget, kalo mau masuk ucapin Assalamu&#8217;alaikum trus melangkah masuk pake kaki kanan dulu om..biar barokah..amin..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHA&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian sekali teman-teman saya itu&#8230;<span id="more-1017"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dasarnya orang perfeksionis (baca : suka gampang ribet sendiri) ya, sebelum berangkat saya sempat-sempatnya melakukan ritual yang mungkin agak ajaib untuk ukuran orang yang mau berangkat dugem. Karena saya tahu saya akan &#8216;terjaga&#8217; hingga tengah malam sementara besoknya saya harus siaran jam 7 pagi, makanya saya mempersiapkan segala keperluan untuk esok hari seawal mungkin. Mulai dari menyetrika seragam kantor, memasak Nasi Merah dan memotong-motong buah Apel dan Nanas sebagai bekal makan siang, sampai sempat-sempatnya menyelesaikan tugas membuat <em>script </em>via laptop. Setelah itu, mandi, Sholat Isya, baru kemudian berangkat dugem. Uedann, lah..Clubber teladan!</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan 2 taksi, rombongan pun berangkat menuju lokasi. Taksi yang saya tumpangi sempat terlambat sampai karena di tengah jalan, <strong>Hotlen Jo</strong>, salah satu teman kantor saya yang duduk di bangku depan taksi sempat-sempatnya meminta kepada supir taksi untuk menepikan mobilnya didepan sebuah ATM, dan kemudian dia keluar dari taksi dan dengan santainya meminta ijin,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Bentar ya. Gue bayar listrik dulu&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hiyyaaaaaaa&#8230;!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sempet-sempetnya ya mau dugem pakai bayar listrik dulu. Hahaha. Tapi ya sudahlah, kita kembali ke dunia hingar-bingar yang menjadi topik tulisan ini. Akhirnya sampailah kita di tempat yang kita tuju yang terletak dilantai 3 gedung Mal. Dan masuklah kami di tempat yang gelap tapi penuh lampu-lampu menyilaukan mata itu. Agak aneh ya kalimatnya. Yaa situ tau lah maksudnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1021 aligncenter" title="MIRROR BALL" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg?w=113&#038;h=170" alt="MIRROR BALL" width="113" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Secara sudah bertahun-tahun tidak pernah mengunjungi tempat begituan ya, jadi pastinya ada perasaan canggung dan asing bahkan deg-degan. Lebai-lebai, deh. Apalagi ketika melihat orang-orang yang datang yang tampil dengan dandanan serba maksimal, dalam usia yang serba minimal. Maksudnya, ya elaaahhh.. sejauh mata memandang, ABG melulu! Secara ya, sini udah punya keponakan yang sebentar lagi juga udah mau jadi ABG. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa &#8216;asing&#8217; itu semakin menjadi ketika sebelum DJ tampil, muncul-lah sebuah band yang membawakan beraneka lagu Top40 yang betul-betul tidak terkenal (oleh saya!), tapi dikenal dengan baik oleh para pengunjung lain. Paling tidak, seperti itulah perkiraan saya. Karena setiap kali intro dimainkan, mereka semua sibuk berteriak histeris. Saya juga berteriak histeris, tapi dalam versi lain. Setiap kali berganti lagu, sambil sesekali menegak minuman Coca Cola yang ada didepan saya (hihihi), saya selalu berteriak pada teman saya <strong>Alya</strong> yang termasuk dalam rombongan yang hafal dengan lagu-lagu yang dimainkan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>.. ini lagunya siapa??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dia menjawab sambil berteriak juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Kat Deluna, mas. Nggak pernah denger, pa??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ooo.. pernah denger lagunya. Tapi yang nyanyi gak tau&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh, padahal sebenarnya juga nggak tau dua-duanya. Hihihi. Biar nggak kelihatan ketinggalan aja. Ketika band kemudian memainkan lagu berikutnya, kembali saya menanyakan hal yang sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Kalo ini lagunya siapa???</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ini lagunya Flo Rida, Mas. Judulnya &#8216;Low&#8217;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya kemudian mengangguk dan mencoba tetap mengangguk-anggukkan kepala seolah menikmati lagu yang dimainkan. Edan, gue lahir tahun berapa sih ya. Kok lagu-lagu yang dimainkan sama sekali tidak ada yang saya kenal. Keterlaluan sekali. Sampai akhirnya setelah berulangkali menanyakan hal yang sama, Alya kembali bertanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#800080;"><em>. lah dari tadi lagunya nggak ada yang kamu kenal, pa Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya dengan cepat menggeleng. Tepat ketika beberapa detik kemudian, band yang vokalis wanitanya berpakian ala kelinci-kelinci majalah Playboyd itu memainkan sebuah lagu yang <strong>THANK GOD</strong> akhirnya saya kenal, sehingga cukup bisa menyelamatkan nama baik saya sebagai seorang music director!</p>
<blockquote><p><em><strong>Eh Ujannnn gerimis aajeee&#8230; ikan asin diasinin.. eh jangan menangis aje&#8230;yang pergi jangan dipkirinnn..</strong>.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yak, saya kenal lagu ini!! Huahahaha&#8230; Agak gila, memang. Lagu <strong>&#8220;Hujan Gerimis&#8221;</strong>nya Benyanin S dan Ida Royani ini dibuat versi<em> jedhag-jedghug </em>tidak jelas. Dan semua orang beteriak histeris dan semakin menggila goyangnya.  Owhhh..Tobat!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah band selesai, secara resmi <em>euphoria </em>dugem dimulai. DJ tampil dengan musik-musik yang tentu saja semakin asing di telinga saya. Semua orang mulai sibuk berjoget (oh.. kok &#8216;<em>berjoget&#8217; </em>ya??). Saya sendiri mencoba menahan diri untuk tidak langsung turun ke lantai dansa (mati luuu.. bahasa gue makin jadul aja). Bukan hanya karena memang tidak mengerti dan menikmati lagu-lagu yang dimainkan, tapi juga karena sibuk memperhatikan koreografi para <em>clubbers</em> lain, gimana sih gaya <em>clubbing</em> yang benar? Siapa tau gaya clubbing melambai-lambaikan tangan kanan keatas  yang dulu nge-hits itu  udah ketinggalan jaman untuk dipraktekkan saat ini. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi namanya juga tempat clubbing, sepertinya tidak akan ada yang perduli. Semua sibuk dengan diri sendiri, atau dengan pasangannya, atau pasangan orang lain. Dan sudah jarang ada yang <em>sober</em> pula, toh? Makanya sayapun mencoba mulai sok asik menggerakkan badan mengikuti musik pada beberapa lagu. Tetap toh hati tetap tidak bisa berdusta. Saya tetap tidak merasakan dimana nikmatnya. Masih ditambah pula dengan mata yang semakin lama semakin perih dan berair karena tidak kuat dengan asap rokok dan telinga yang mendadak berdengung, akhirnya sayapun menyerah dan keluar dari tempat itu. Kemudian pulang. Setengah jam sudah cukup!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>It&#8217;s official. I&#8217;m way too old for this&#8230;. </em></p>
Posted in Tentang Teman-Teman, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1017&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIRROR BALL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(In The Name of) THE KING OF POP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[
Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu!

kata Ndut teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu.
Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, dengan cepat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1013&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">kata <strong>Ndut </strong>teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, dengan cepat saya memotong pembicaraan itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">OOOOO Aku tauuuu! Pasti tokonya Michael Jackson itu!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dia pun mengiyakan, dan kami pun serempak tertawa terbahak-bahak, meninggalkan tamu kami yang terlihat kebingungan dengan apa yang sedang kami bicarakan itu. Saya yakin Anda yang sedang membaca tulisan inipun agak-agak tidak begitu paham. Tokonya Michael Jackson? Michael Jakcson punya toko? Toko apaan? Kok di Indonesia? Kok bisa di Jogja buka tokonya? Jualan apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum semuanya semakin sibuk mengajukan pertanyaan, lebih baik saya jelaskan saja ya. Jadi pada suatu hari, saya sempat terperengah dan hampir tidak percaya ketika melewati sebuah toko yang memakai nama <strong>&#8220;Michael Jackson &#8220;</strong> di seputaran jalan Palagan Jogja. Bukan hanya namanya saja yang <em>&#8216;nendang</em>&#8216;, tapi juga di papan baliho-nya pun terpampang sketsa wajah Michael Jackson yang bertopi Fedora. Kalau namanya saja sudah cukup &#8216;nendang&#8217;, maka kalimat dibawah tulisan itu malah tidak hanya &#8216;nendang&#8217;, tapi &#8216;nonjok&#8217; banget! Coba dibaca saja :<span id="more-1013"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1012 aligncenter" title="IMG00104-20090820-1048edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg?w=280&#038;h=219" alt="IMG00104-20090820-1048edit" width="280" height="219" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yak.. <strong>&#8220;Whitening House&#8221;</strong>. Jadi lengkapnya <strong>&#8220;Michael Jakcson Whitening House&#8221;.</strong> Kaget? Saya sih kaget sekali, karena seingat saya, saya melihat baliho ini hanya berselang beberapa  hari setelah Michael Jackson meninggal dunia. Jadi agak-agak s<em>pooky-spooky</em> gimanaa, gitu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung saya hanya melihat dari luar, jadi saya juga tidak terlalu paham, apa sebenarnya yang menjadi &#8216;menu&#8217; andalan di toko ini. Apa jenis usaha pemutihan yang diberikan. Kalau dari namanya, saya hanya bisa menebak-nebak buah Manggis, kalau mereka memberikan aneka jasa pemutihan, mulai dari pemutihan kulit, gigi hingga pakaian. Jadi semacam <em>one stop servic</em>es. Hehehhe. Dan karena saya juga tidak kenal dengan siapa pemiliknya, maka saya anggap saja bahwa pemilik tokonya ya pasti yang namanya dijadikan sebagai nama toko! <em>You know</em>, seperti <strong>&#8220;Gudeg Yu Djum&#8221;</strong> berarti yang punya warung gudeg itu namanya &#8220;Yu Djum&#8221;. Nah kalo toko yang ini, pasti pemiliknya ya Michael Jackson! Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari segi promosi, toko ini sebenarnya punya prospek yang cukup baik tapi juga buruk pada saat yang bersamaan. Baik, karena <em>brand</em> Michael Jackson adalah <em>bra</em>nd mahal yang dikenal oleh semua orang di seluruh dunia ini, yang untungnya (sepertinya) belum di jadikan hak paten, jadi bebas dipakai oleh siapa saja. Ditambah lagi, dengan dipakainya nama ini, pasti bisa dengan mudah mendapatkan perhatian dari khalayak ramai (saya,buktinya..hihihi..). Buruknya, yaa.. tahu sendirilah, Michael Jackson kan menderita <strong>penyakit kanker kulit leher</strong>! Bukannya nanti orang-orang malah pada ngeri sendiri ya mendekati tempat ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Ah tapi ya sudahlah, saya yakin si empunya toko sudah memikirkan masak-masak segala kemungkinan usahanya ini dimasa depan. Saya sih cukup salut dengan keberaniannya memilih nama Jacko untuk tokonya ini. Cuman, berhubung yang punya nama sudah tidak ada alias meninggal dunia, bagaimana kalau tokonya itu disesuaikan lagi namanya. Kalau <strong>Ndut </strong>sendiri mengusulkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Gimana kalo diganti sama yang masih hidup aja. &#8220;LaToya Jackson Whitening HOuse&#8221; ,misalnya? Tuhh.. siapa coba yang kenal??</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hihihi. Kalau saya sih, nggak usahlah harus sampai mengganti. Nanti malah lebih repot lagi mengurus promosinya. Lebih baik dirubah sedikit saja menjadi,</p>
<h3 style="text-align:center;">(Almarhum) MICHAEL JACKSON WHITENING HOUSE</h3>
<p style="text-align:justify;">Lebih bener, kan?  Huahahhahahhahaa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana, Koh?</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1013&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00104-20090820-1048edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corporate Secretary</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 06:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[
“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng”

Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh Mbak Dita, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai corporate secretary, menggantikan corporate secretary sebelumnya yang sepertinya sudah terlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1005&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh <strong>Mbak Dita</strong>, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai <strong><em>corporate secretary</em></strong>, menggantikan <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang sepertinya sudah terlalu menikmati kehidupan pengantin barunya sehingga lebih memilih menyerahkan tugas maha berat  yang dibebankan padanya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1006 aligncenter" title="IMG00102-20090812-1309" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=191&#038;h=159" alt="IMG00102-20090812-1309" width="191" height="159" /></p>
<p style="text-align:justify;">Memangnya apa sih tugas seorang <em>corporate secretary?</em> Saya sendiri juga tidak tahu. Hihihi. Tapi yang pasti, salah satu tugasnya, adalah <strong>menjadi panitia tunggal untuk agenda kegiatan <em>meeting</em>/rapat.</strong> Segala rapat. Mulai dari rapat mingguan, rapat bulanan, rapat tiga bulanan, rapat tengah semester, rapat tahunan hingga <em>general meeting</em> atau meeting komisaris. Belum lagi meeting-meeting dadakan lainnya, yang otomatis juga menjadikan <em>corporate secreta</em>ry  sebagai manusia paling ribet di kantor. <em>Rempong jay</em>a, kalau kata anak gaul sekarang bilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ribet, karena ibu satu anak ini harus rela  jungkir balik mengingatkan teman-temannya untuk tidak terlambat mengumpulkan laporan mingguannya (karena kalau terlambat atau <em>mepet</em> waktu pengumpulan, maka dia juga yang akan kerepotan dalam meng-<em>compile</em>-nya). Itu baru keribetan pertama. Keribetan kedua, tentu saja setelah laporan-laporan itu terkumpul, maka perempuan yang sekilas mirip dengan artis top <strong>Fitri Tropika</strong> ini *<em>eeww</em>w* harus berjumpalitan di udara (agak susah mencari perumpaan yang pas untuk menggambarkan usahanya, apalagi “jungkir balik” tadi sudah dipakai terlebih dahulu hehehe) mengajak  para peserta meeting untuk segera berkumpul di ruang meeting. <em>Believe me</em>, usaha ini memerlukan sebuah kemampuan khusus yang tidak semua orang memilikinya!</p>
<p style="text-align:justify;">Se-tidak disiplin itukah orang-orang dikantor saya sehingga mengharuskannya berjibaku setiap minggunya? <span id="more-1005"></span>Enggak juga sebenarnya. Kami sih tetap bisa (mengusahakan) yang namanya disiplin, tepat waktu dan teman-temannya itu. Tapi kantor saya tetap saja sama dengan semua kantor di seluruh muka bumi ini, dimana hampir semua pekerjanya sama-sama tidak terlalu gembira setiap kali harus membuat aneka ria laporan dan menghadiri sebuah meeting. Sama halnya dengan urusan <strong><em>deadline</em></strong>, mengumpulkan pekerjaan atau laporan disaat-saat terakhir (<em>last minute</em>) menjadi sebuah kebiasaan yang cukup sulit untuk dihilangkan.  Dan <strong>Dita</strong> sepertinya sangat faham sekali akan fakta tak terbantahkan itu. Mungkin juga mendapat masukan dari <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang bernama <strong>Rest</strong>a tapi lebih populer dengan panggilannya : <strong>Mamak</strong> (jauh bener&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, setelah (mungkin) di bulan pertama dia melakukan sebuah penelusuran intensif ala Densus 88 perihal adat dan kebiasaan teman-temannya yang suka menunda-nunda pengumpulan laporan (dan dia dibuat kerepotan karenanya), maka di bulan kedua dia menjabat, dia membuat sebuah lonjakan dahsyat dalam karir kesekretarisannya!! *<em>pakai dua tanda seru biar makin seru</em>*.   Sekedar informasi, <em>deadline</em> penyerahan laporan di kantor kami adalah setiap hari Selasa jam 3 sore. Dan di Senin malamnya, tiba-tiba saja saya (dan pastinya teman-teman saya yang lainnya juga) menerima sebuah SMS berantai darinya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Haai.. Jangan lupa ya. Besok laporan mingguan dikumpul sebelum jam 3. Yang ngumpulinnya paling duluan, ada hadiahnya lhoo&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Apa-apaan ini&#8230; Saya yakin, semua penerima SMS itu pasti akan bereaksi yang sama. Geli sendiri melihat usaha mbak ini mendisiplinkan teman-temannya. Berhasilkah usahanya ini? Sepertinya tidak terlalu. Buktinya, saya yang <em>ehm</em>, tergolong paling cepat dalam hal pengumpulan laporan,  hanya mendapatkan sebuah <strong>permen Jahe</strong> (!) sebagai kompensasi terhadap kecekatan saya dalam mengumpulkan laporan. Begitu mengetahui hadiah yang disediakan oleh <em>corporate secretary</em> ini tergolong dibawah standar, tentu saja membuat anak-anak lain semakin tidak terlalu bernafsu mempercepat pengiriman laporannya. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Seolah tidak jera dengan usahanya yang pertama itu, di minggu berikutnya dia mencoba cara yang lain lagi. Serupa tapi tidak sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ayo ayo.. Jangan lupa besok deadline pengumpulan laporan jam 3 sore ya. Siapa yang mengumpulkan sebelum jam 3, dia yang paling ganteng&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Soyo ra mutu, tho?? </em>(baca : makin tidak bermutu, kan?).</p>
<p style="text-align:justify;">Huahahaha. Tapi untuk usahanya kali ini, cukup membuat saya tergelitik dan bersemangat untuk menurutinya. Karena sebagai orang yang memproklamirkan diri sebagai mahluk paling ganteng sekantor, saya tentu saja tidak terima jika gelar itu dirampas oleh orang lain, hanya gara-gara urusan terlambat mengumpulkan laporan! Akhirnya  hanya dalam waktu tidak lebih dari setengah jam, laporan itu pun bisa saya serahkan  sekitar jam 12 siang, dan Dita-pun langsung menuliskan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Ternyata DEKA yang paling ganteng. Ayo siapa berikutnya&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">di status <strong>Yahoo Messenge</strong>r-nya.  Hehehehe.  Agak-agak nggak penting ya kelakuan kami ini. Tapi disadari atau tidak, justru <em>gimmick-gimmick</em> atau becandaan sederhana seperti yang juga kita lakukan pada <em>corporate secretary</em> yang dulu (dan kepada Dita sekarang) adalah salah satu kegiatan mingguan yang cukup menghibur diantara setumpuk stress pekerjaan yang menumpuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sebuah &#8216;penyegaran&#8217; setiap kali melihat <strong>Dita</strong> harus menarik-narik baju temannya untuk segera masuk ke ruang meeting, sementara yang ditarik bajunya malah dengan cueknya menggodanya dengan cara membesarkan volume <em>headphone</em> dan sibuk bernyanyi-nyanyi sendiri. Juga sebuah hiburan yang  menyenangkan ketika para peserta meeting yang sudah lebih dahulu memasuki ruangan meeting kemudian memilih keluar lagi dengan alasan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Ah.. ntar aja.. belom ada orang&#8230;!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan <strong>Dita</strong> kembali kerepotan menarik-narik semua orang untuk masuk kedalam. Seru. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah salah satu contoh usaha keras Dita mengunci kami dari luar ruangan meeting supaya para peserta meeting yang sudah berhasil ditangakapnya tidak melarikan diri.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1007 aligncenter" title="IMG00101-20090812-1301" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=215&#038;h=161" alt="IMG00101-20090812-1301" width="215" height="161" /></p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa sekali orang ini. Begitulah resiko bekerja di perusahaan yang isinya orang-orang dengan ide kreatif gila (dan dengan tingkat keisengan yang agak melampaui batas!). Kita lihat saja bentuk kreatifitasnya yang lain untuk menghadapi kebandelan teman-temannya ini. Hahaha. Tekanan pekerjaan memang sering membuat kita gila sendiri, ya? Dan alangkah menyenangkannya bila kita masih bisa tertawa disela-sela himpitan pekerjaan harian itu, walau mungkin harus (sedikit) tertawa diatas penderitaan orang lain. Hehehe. <em>Sing sabar yo, Nduk&#8230;.<br />
</em></p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1005&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00102-20090812-1309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00101-20090812-1301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat Juga Tahu</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. Angels and Demon. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1001&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. <em>Angels</em> <em>and Demon</em>. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti lagunya<strong><em> Teach Me How To Dream</em></strong>-nya <strong>Robin McAuley</strong>, saya sebenarnya juga percaya <em>that I only see things black and white, never shades of grey</em>. Kalaupun ada warna abu-abu, berarti saat itu warna hitam dan putih sedang berpadu. Dan bisa jadi, saat itu sebuah kebaikan sedang berbadu dengan sebuah keburukan. Benarkah itu bisa terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hari lalu, saya dikunjungi oleh seorang perempuan tua di kantor. Edan, agak horor ya kesannya. Hehe. Perempuan berusia 63 tahun itu bernama <strong>Ibu Viendri</strong>. Beliau ini adalah salah satu pendengar setia radio tempat saya bekerja sekarang. Setiap kali saya siaran, Ibu ini selalu menyempatkan diri untuk menelepon, sekedar ingin mendengarkan lagu favoritnya atau sekedar berkirim-kirim salam kepada teman-temannya. Bahkan tidak hanya di program yang saya bawakan saja. Tapi hampir semua program, nama Ibu ini cukup sering eksis berkumandang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, kemarin itu beliau mengunjungi saya di studio, dengan membawakan masakan yang dibuatnya sendiri. Gila, ya? Dibela-belain dari rumah. Padahal untuk berjalan saja, si Ibu ini sebenarnya sudah agak kesulitan karena kaki kirinya sedikit terganggu akibat penyakit asam urat. Tapi dengan niatnya, dia bisa sampai ke studio sendirian, dengan diantar oleh taksi yang dimintanya untuk menunggu di depan kantor, sampai selesai kunjungannya. Mengharukan sekali. Dengan diiringi pandangan keheranan teman-teman sekantor lainnya yang memang termasuk jarang menyaksikan kantor kedatangan tamu berumur diatas 60-an <em>*hehehe*,</em> saya menemani Ibu ini mengobrol ngalor-ngidul di sofa ruang depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika akhirnya pertemuan kami harus selesai karena saya harus siaran, saya kemudian pamit kepada beliau. Dan si Ibu ditinggal sendirian di bawah? Tentu saja tidak. Gantian <strong>Sita</strong>, penyiar sebelum saya yang menemani beliau, karena si Ibu ini nampaknya betah betul berada di kantor kami. Sebelum naik, saya terlebih dulu menyempatkan diri untuk  keluar menuju kantor, mendekati taksi berwarna biru yang sedang menunggu si Ibu diluar. Dengan cepat, saya mengeluarkan uang 50 ribu rupiah dari dalam dompet dan memberikannya kepada si supir, sambil berkata</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Pak.. ini buat bayar ongkos taksi Ibu ini pulang ya. Nanti kalau Ibu itu mau bayar, biar bayar kurangnya aja&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung dibalas dengan anggukan si bapak supir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik banget ya, saya? Bentar&#8230; jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dulu. Hehehe.<span id="more-1001"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, seperti yang saya bilang dan tulis diatas barusan, saya terharu sekali mendapat kunjungan Ibu ini. Dengan kondisi yang tidak terlalu sehat, masih sempat-sempatnya beliau datang ke kantor hanya untuk bertemu dengan saya dan penyiar-penyiar lainnya, masih dibawakam makanan yang dibuatnya sendiri pula. Makanya, timbul niat saya untuk mengucapkan rasa terima kasih itu dengan cara &#8216;mengganti&#8217; biaya taksi yang akan dikeluarkannya, tanpa sepengetahuannya. Tidak banyak, tapi paling tidak bisa &#8216;meringankan&#8217; bebannya, lah. <em>That&#8217;s why</em>, akhirnya saya memberikan uang itu kepada si bapak supir taksi itu. Karena kalau mau memberikan uangnya kepada si Ibu, duuuh.. agak-agak <em>wagu</em>, ya&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dibalik niat yang menurut saya cukup mulia itu <em>*uedannn*,</em> tersimpan juga sebuah keinginan terselubung, yang sebenarnya malah tidak bisa dikategorikan dalam perbuatan yang mulia sama sekali. Ketika niat &#8216;membantu&#8217; itu muncul, pada saat yang bersamaan muncul pula niat saya yang lain. Saya membayangkan, sesampainya beliau di rumah, dia pasti akan terkejut ketika si supir itu bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">.. Bu, nggak usah bayar penuh&#8230; Tadi mas-mas yang ganteng di kantor itu sudah ngebayarin&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan Ibu itu pasti akan terharu, kemudian akan semakin mengagumi saya! Luar biasa anak muda itu. Sudah ganteng, suaranya bagus, ramah, baik lagi! SEMPURNA! Huahahahhaa.. Busuk sekali ya niat saya itu? Sampai akhirnya si Ibu pulang, dan menelpon saya dari rumahnya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Nak Deka.. Ibu sudah sampai di rumah&#8230; jangan lupa diicipi ya masakan Ibu&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lah? Kok? Nggak ada ucapan terima kasih sudah dibayarin ongkos taksinya? Nggak ada pujian dan sanjungan buat saya? Nggak ada sama sekali????? Kebangetan banget sih si Ibu ini? Huhh.. Dengan agak sedikit bete walau dengan nada ucapan yang diusahakan seolah tidak terjadi apa-apa, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan beliau. Sambil kemudian turun kebawah untuk mengambil minum. Entah mengapa saya tiba-tiba merasakan haus saking bete-nya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalan kebawah, tanpa sengaja saya mendengarkan percakapan antara <strong>Indah</strong> yang menjaga meja <em>front office</em> dengan Sita, penyiar yang menemani ibu Vien setelah saya pamit untuk siaran tadi. Kepada Sita, Ibu ini bercerita bahwa ketika dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke studio kami, dia merasa &#8216;<em>diputar-putari</em>&#8216; oleh supir taksi yang dipanggilnya itu. Maksudnya, taksi sengaja mencari jarak yang lebih jauh dari jarak yang semestinya, supaya argometernya menjadi lebih banyak. Kasus seperti ini memang sudah sering terjadi, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar cerita ini, secara sepihak saya langsung menyimpulkan bahwa uang 50 ribu yang saya berikan untuk meringankan ongkos taksi si Ibu tadi, pasti diembat sendiri olehnya!</p>
<p style="text-align:justify;">UGH! Pantas saja si Ibu tidak bilang terima kasih!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, seharian saya sibuk mengumpat, mencaci-maki si sopir taksi itu. Kok bisa ya dia berbuat jahat seperti itu? Kepada seorang perempuan berusia senja. Dia pasti melihat sasarn empuk yang tidak berdaya untuk dikerjain. Keterlaluan! Tapi beberapa saat kemudian, saya tiba-tiba juga tersadarkan, kok bisa-bisanya saya mencaci-maki perbuatan tidak terpuji si supir itu, ya? Sementara apa yang saya lakukan sebelumnya juga bukanlah sebuah perbuatan yang jauh lebih baik???  Gila ya loe, Dek! Berbuat sesuatu karena ingin dipuji setinggi langit?? <strong><em>What the hell was that?????</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, saya juga heran kok ya bisa-bisanya saya se-<em>shallow</em> itu. Dan akhirnya saya malah jadi malu sendiri. Tuhan sepertinya tanpa permisi langsung menampar saya saat itu juga, memperlihatkan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan itu sangatlah memalukan. Dan dengan caranya itu juga, mungkin saya sudah sepantasnya malah berterima kasih kepada supir taksi itu, atas apa yang (mungkin) dilakukannya. Karena dengan perbuatannya itu, saya bisa terhindar dari kebodohan-kebodohan selanjutnya yang mungkin saya lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, seandainya ternyata uang saya itu digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu si Ibu membayar ongkos taksi, kemudian si Ibu merasa terharu dan kemudian menelepon saya untuk mengucapkan terima kasih dan  memuji saya setinggi langit seperti yang saya idam-idamkan dari awal itu <em>*owhhh&#8230;</em>*, bisa dibayangkan bagaimana saya bisa menjadi besar kepala setinggi langit, dan menjadi sombong karenanya. Bisa saja, kan? Tapi untung saja itu <span style="text-decoration:line-through;">belum </span>tidak sempat terjadi. Gila, ya? Tuhan memang bisa mengingatkan hambanya dengan berbagai cara.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini yang selama ini dimaksudkan oleh pepatah, <em><strong>&#8220;Ketika kita memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya&#8221;.</strong></em> Berbuat baik itu memang tidak memerlukan sebuah alasan. Kalau mau berbuat baik, berbuatlah. Tidak usah disertai dengan embel-embel macam-macam. Apalagi berbuat baik karena menginginkan sesuatu dibaliknya. Walau jujur, dari dalam hati yang paling dalam saya masih saja mencoba membela diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Lho.. niat awal gue beneran ingin membantu, kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi tetap saja, pembelaan diri itu terdengar bodoh sekali. Malaikat pasti tidak akan keliru dalam membedakan kok, mana niat yang baik, mana niat yang buruk, dan mana yang niat baik dan buruk sekaligus  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em></em></p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1001&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Father Figure</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya tidak perlu kaget lagi kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya?
Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=995&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya <strong>tidak perlu kaget lagi</strong> kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita tentang aksi pelaporan dari mantan istri seorang vokalis band yang menyatakan dia baru saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan mengarah pada aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari manta suaminya. Biasalah, sambil menangis-nangis dia memberikan keterangan kepada para wartawan yang sepertinya kemudian mem<em>blow-up </em>berita itu menjadi berita utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan aksi tuduhan KDRT itu sebenarnya yang membuat saya kaget. Karena –sekali lagi, itu sudah sering terjadi dan selalu ditampilkan dalam infotainment, bukan? Tapi yang jelas-jelas membuat saya kaget adalah pernyataan dari ayah si mantan suaminya yang dengan santai-nya berkomentar singkat tentang perkara yang menyeret nama anaknya itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. KDRT itu kan baaaaa&#8230;nyaakk macamnya&#8230; kalau cuma sebatas tampar-tampar saja sih, itu mah masih wajarr&#8230; Toh tidak sampai menyebabkan berdarah.. atau patah tulang, lah&#8230;”</em></span></p>
</blockquote>
<h1>WHATTTT????</h1>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, walaupun saya biasanya suka mendramatisir sesuatu, tapi pernyataan si bapak itu tadi asli sesuai dengan apa adanya. Tidak lebih, tidak kurang. Saya sendiri sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Karena reaksi dan ekspresi si bapak ketika mengatakan hal itu amatlah sangat datar dan tanpa rasa berdosa sama sekali. Memprihatinkan sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya prihatin, karena ternyata konsep <strong>‘kekerasan’</strong>, terutama sebuah tindak kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga, bisa berbeda-beda artinya untuk setiap orang. Kok bisa ya? Apa bapak ini tidak tahu, bahkan sebuah ucapan bernada hinaan  kepada seorang istri itu juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Apa dia juga tidak pernah diberi tahu, bahwa seorang suami yang melarang istrinya untuk bersosialisasi atau berkumpul dengan keluarga atau saudara-saudaranya, juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Pastinya bapak ini tidak tahu. Lha wong MENAMPAR aja menurut dia adalah sebuah perbuatan yang bisa dimaklumi kok&#8230;..<span id="more-995"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari benar/tidaknya tuduhan si vokalis band ini melakukan kekerasan itu (menampar dan sebagainya), bukan salah saya dong kalau kemudian saya menganggap kalaupun dia kemudian terbukti bersalah, maka <strong>si bapaknya ini juga bisa dipersalahkan</strong>? Lah cara dia  mendidik anaknya aja kaya begitu? Saya sih tidak tahu, jangan-jangan aksi menampar memang sudah menjadi budaya di keluarga mereka. Mungkin itu malah menjadi sebuah ciri khas keluarga mereka, yang menjadikan tampar-menampar adalah sebuah wujud perhatian. <em>You know</em>, kalau biasanya yang dilakukan orang ketika bertemu adalah berjabat tangan atau cium pipi kanan-kiri, makan di keluarga mereka adalah saling menampar!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang belum pernah merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Belum sama sekali. Tapi dari dulu sampai sekarang, saya juga belajar untuk mencari tahu, apa-apa saja yang perlu dipelajari untuk bisa melanggengkan jalan sebuah perahu yang bernama “Rumah Tangga” itu. Dan menurut saya, keinginan untuk SALING MENGHORMATI (<em>respect</em>) adalah salah satu janji yang paling penting, diantara janji-janji untuk membina hubungan lainnya. Itu yang harus dimengerti. Itu yang harus dipelajari.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa saya bisa sangat benci sekali dengan pernyataan si bapak itu. <em>Clearly</em>, dari pernyataan itu lagi-lagi tersimak jelas, betapa perbuatan kekerasan fisik (terhadap perempuan) adalah hal yang bisa dimaklumi. Dan yang membuat saya semakin tidak suka, karena pada saat yang bersamaan, saya justru sedang dihadapkan pada sebuah moment yang sangat berkebalikan dengan hal itu. Sebuah moment dimana saya justru mendapat contoh yang indah sekali, tentang bagaimana seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ayah saya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">36 tahun sudah usia pernikahan kedua orang tua saya. 36 tahun juga, saya tidak pernah melihat sekalipun Ayah saya  melakukan perbuatan hal yang merendahkan harga diri ibu saya. Bertengkar pasti pernah, tapi semua selalu bisa diselesaikan dengan tanpa melibatkan sebuah aksi kekerasan. Ayah begitu menghormati perempuan yang dinikahinya itu. Hingga saat ini, saat dimana saya tidak pernah melihat sebuah <span style="text-decoration:line-through;">cobaan</span> ujian hidup yang begitu menguras airmata kami sekeluarga, selain di satu tahun terakhir ini. Saat dimana Ibu akhirnya harus rela melakukan <strong>kemoterapi </strong>untuk Kanker Payudara yang dialaminya. Hampir setengah tahun sudah Ibu menjalani proses kemo ini. Dan sudah hampir setengah tahun juga, kondisinya melemah, sosoknya terlihat semakin kecil, rambutnya rontok helai demi helai. Masih ditambah dengan deraan rasa mual yang tidak henti. Semuanya memang harus Ibu alami, sebagai efek dari Kemoterapi yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua tahu bahwa kami akan berhadapan dengan itu. Tapi tetap tidak ada perasaan nyaman, ketika melihat orang yang kita cintai terbaring tidak berdaya. Apalagi saat ini, keempat anaknya sudah tinggal jauh dari rumah, sibuk dengan berbagai permasalahannya masing-masing, sehingga tinggallah Ayah yang sendirian menemani Ibu. Ayah yang dengan sabar selalu mengantarkan ibu di tengah malam buta untuk ke UGD setiap kali Ibu merasakan sesak didadanya. Ayah yang selalu membaluri lengan ibu dengan minyak kayu putih untuk meredakan lengannya yang bengkak karena selang Infus yang berganti berulang kali. Ayah yang juga dengan lapang dada pergi ke pasar, berbelanja dan memasak makanan untuk ibu di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_996" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-996" title="let the man do the shopping" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg?w=149&#038;h=293" alt="Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan" width="149" height="293" /><p class="wp-caption-text">Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Semua itu Ayah lakukan dengan tanpa mengeluh. Ayah saya, teman-teman. Seorang purnawirawan Angkatan Darat berpangkat Kolonel, yang selama ini saya kenal sebagai orang yang keras, tidak suka berbasa-basi dan pendiam. Baru sekarang kami seolah tersadarkan, dibalik segala sikapnya yang cenderung dingin, tersimpan sebuah bongkahan rasa cinta yang luar biasa kepada ibu dari keempat anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendampingi anggota keluarga yang sedang mendapat perawatan kemoterapi adalah bukan sebuah perbuatan yang mudah. Bukan sama sekali. Tapi Ayah bisa melakukan itu dengan kesabaran luar biasa. Sehingga kami anak-anaknya menjadi sangat maklum sekali, jika Ibu selalu mencari ayah setiap kali kami bergantian yang menjaganya, dan Ayah pergi sebentar untuk shalat di Masjid rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagaimanapun, Ayah tetaplah seorang manusia biasa. Bukan malaikat (walau saya melihat dia adalah sebuah perwujudan wakil dari Tuhan dalam wujud seorang laki-laki berambut putih dan berumur 63 tahun). Seorang manusia biasa, yang bisa marah ketika Ibu tidak mau memakan hasil masakan yang telah dibuatnya dengan susah payah (walaupun akhirnya beliau bisa memaklumi, karena hal itu terjadi akibat dari rasa mual yang amat sangat sebagai akibat dari kemoterapi Ibu. Ayah juga manusia biasa yang bisa menangis ketika mengabari anak-anaknya, bahwa ibu mereka baru saja mengalami kejang dan akhirnya terjatuh pingsan ketika ditengah pengobatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, semua pun pasti akan sakit menyaksikan anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Tapi pada akhirnya, tidak ada orang lain yang paling bisa mendampingi dan memberikan penghiburan serta kekuatan kepada si sakit, selain keluarga sendiri sebagai orang terdekat mereka. Dan Ayah saya sudah memberikan bukti itu dengan segala kesederhanaan cara yang  sangat indah. Cara yang bisa dilihat dan dijadikan contoh oleh anak-anak, menantu dan cucu-cucunya. Betapa hebatnya pengabdian cinta Ayah saya kepada Ibu. Dan betapa begitulah seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu jelas terasanya kasih sayang mereka, hingga beberapa minggu lalu saya sempat berkaca-kaca ketika melihat status adik saya di Facebook. Disitu tertulis :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.. I want to be a woman like my MOM. And find a man just like my DAD</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=995&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">let the man do the shopping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama Kris Dayanti. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di FeMale Radio Jogja, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=986&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama <strong>Kris Dayanti</strong>. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di <strong>FeMale Radio Jogja</strong>, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. Ah, seandainya saja mereka tahu ,betapa dibutuhkan sebuah perjuangan yang cukup panjang untuk sampai akhirnya bisa mendapatkan poster itu. Bayangkan, setelah bersusah payah merengek-rengek kepada orang label rekaman tempat KD bernaung (dan akhirnya poster yang dijanjikan tidak juga kunjung datang!), akhirnya saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk (memaksa) beli poster itu di toko kaset langganan saya, dan kemudian membingkainya sendiri pula. Oh sungguh niat!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya, apa yang saya lakukan itu memang terdengar <em>lebai </em>sungguh, bahkan keterlaluan. Tapi cobalah melihatnya dari kacamata<strong> &#8216;kekaguman seorang fans kepada artis pujaannya&#8217;.</strong> Maka semua tingkah ajaib seorang &#8216;penggemar&#8217; akan terasa termaklumi saja. Tinggal tergantung seberapa besar rasa kekaguman itu saja. Ada yang hanya sekedar mengagumi dalam diam, ada yang bahkan sampai berusaha menunjukkannya kepada si bintang pujaan, dengan cara <em>camping</em> di halaman sekitar tempat tinggal artis itu, misalnya. Jujur, saya <span style="text-decoration:line-through;">belum</span> bukan termasuk yang segitunya. Karena, ya saya juga masih cukup punya harga diri lah, walau tidak seberapa. Karena saya juga selalu menganggap saya ini artis juga, jadi apa kata fans-fans saya kalau melihat kelakuan saya seperti itu?? <em>*oke, tolong anggap saja kalimat terakhir ini tidak pernah ada ya*</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Se-gila&#8221; apa sih saya terhadap  mbak KD ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih menganggap kekaguman saya ini masih dalam tahap <strong>cukup wajar</strong>. Sama seperti orang-orang lain, mungkin juga banyak yang mengikuti perjalan karirnya. Tapi mungkin hanya saya yang tahu secara detail.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Nggak banyaj yang tahu kan, kalau dulu KD ini menjadi cover majalah pertama kali adalah untuk majalah cerita remaja bernama <strong>ANITA CEMERLANG? </strong>Waktu itu rambutnya masih keriting papan, menggunakan baju polkadot hitam putih. Mengejutkan, bukan? Iya saya tahu, yang mengejutkan mungkin lebih pada kekagetan kalian, kok bisa-bisanya anak SD seperti saya bacaannya kok Anita Cemerlang.. hahahaha&#8230;</li>
<li>Semua orang mungkin tahu kalau Kris Dayanti pernah menjadi juara G<em><strong>rand Champion Asia Bagus</strong></em>. Tapi tidak semuar orang tahu, kalau dia pernah membuat 2 buah lagu yang direkam sebagai hadiah lomba nyanyi itu, berjudul<strong><em> &#8220;Show Me The Way To Your Heart</em></strong>&#8221; dan <em><strong>&#8220;Lost in The Storm&#8221;</strong></em>. Saya tahu! Dan bahkan masih hafal dengan reffrain lagu itu! Sama juga dengan masih hafalnya saya dengan lagu <strong><em>&#8220;Learning From Love&#8221;</em></strong> yang dinyanyikannya ketika grand final dan pernah direkam ulang oleh <strong>Regine Velasquez </strong>itu&#8230;</li>
<li>Jauh sebelum KD menjadi juara di Asia Bagus dan Cipta Pesona Bintang RCTI dulu, KD dulu juga pernah membuat single untuk film <strong>&#8220;Catatan Si Emon&#8221; <em>*</em></strong><em>owhhh</em>*, berduet dengan James F.Sundah berjudul &#8220;Jangan Lagi&#8221;. Disini namanya masih <strong>Dayanthie</strong>, bukan Kris Dayanti.</li>
<li>Begitu juga dengan pemunculan pertama KD di dunia sinetron, yaitu lewat salah satu episode <strong>&#8220;Jendela Rumah Kita&#8221;</strong> di TVRI. Nggak banyak yang ingat barangkali, kalau judul episode itu adalah &#8220;Gadis Manis Dalam Gerimis&#8221;&#8230;.  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Itu mungkin hanya beberapa hal dari banyak hal lagi yang saya selami <em>*uedannn*</em> tentang Kris Dayanti. Masih cukup wajar kan, ya? Tapi bagaimana dengan kisah yang satu ini&#8230;<span id="more-986"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terjadi di sekitar tahun 2004, sewaktu saya masih menjadi <em>Music Director</em> di<strong> Radio Prambors Jogja</strong>. Salah satu teman saya <strong>Fanny Rahmasari</strong> yang jago bergosip itu menghubungi saya. Mengabarkan bahwa KD bersama Erwin Gutawa akan menggelar konser di Jogja sebagai rangkaian dari perayaan ulang tahun acara infotainment yang dibawakannya itu. Dan dia menawarkan kepada saya (well, kepada Prambors Jogja, tepatnya) untuk menyediakan waktu interview bersama Kris Dayanti dan Erwin Gutawa.  Apakah saya bersedia?</p>
<p style="text-align:justify;">Heh? Gila kali ya ditanya apakah saya bersedia! Bayangkan! Meet KD in person?? Kapan lagi? Hihihi. Makanya, setelah menutup telepon dari Fanny, langsung saya membuat order mendadak kepada anak-anak program bahwa KD dan rekan-rekan akan datang hari itu, mengatur jadwal interview, dan secara sepihak langsung memberi order siapa yang bertugas mewawancarai : <strong>SAYA!</strong> Hahhaha. Sungguh egois sekali. Untungnya anak-anak tidak ada yang berani protes, karena mereka sudah sangat paham betul, tidak ada yang lebih menguasai bahan tentang bintang tamu yang satu ini selain saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai mengatur segala sesuatunya di kantor, saya kemudian langsung pulang. Lho? Iya, saya langsung balik ke kos dan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. ganti baju! OOOOWWWWWWHHHHH&#8230; Berlebihan! Berlebihan!! Ya gimana dong, lha wong mau ketemu sama artis pujaan, jadi ya harus pakai baju yang pantas, kan? Hahaha. Sambil kemudian saya juga membawa serta buku <strong>&#8220;10001 KD</strong>&#8221; yang tebalnya hampir seperti buku skripsi  itu, plus juga CD album terbarunya, <strong>&#8220;Cahaya&#8221;</strong>. Tujuannya jelas toh, biar di tandatangani sama yang punya. Lengkap sekali ya persiapan saya buat ketemu idolanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya&#8230;.  Jeng jengggg&#8230;&#8230; <em>it&#8217;s showtime!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Datanglah KD memasuki studio. Kesan pertama melihat KD muncul didepan saya adalah satu : <strong><em>Kinclong! </em></strong>Uhuhuhu. Dengan baju tanpa lengan dan celana 3/4 yang pas di badan, tetap dengan kacamata hitam, tanpa <em>make up </em>tebal, tapi dengan rambut yang tertata indah, yang kalau kata anak-anak gaul sekarang adalah : <strong>rambut stamina! </strong>Karena ditata dengan amat sangat niat dan membutuhkan stammina yang tinggi pula. Hehehe. Dengan tanpa basa-basi dia langsung memperkenalkan diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Haloo&#8230; Apa kabar.. Saya Yanti&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menjabat tangan saya yang pasti sudah dingin. Deg.. deggg..degg&#8230; saya merasakan betul tangan saya gemetaran bersalaman dengannya. Sumpah, seumur-umur interview dengan artis, baru kali ini saya merasakan demam panggung yang luar biasa. Biasanya, sepopuler apapun artis itu, saya nggak pernah ambil pusing. Tapi ini lain sekali rasanya. Hingga akhirnya kami bersama menuju kabin siaran untuk sesi interview. Tidak hanya KD sendiri, tapi juga diikuti oleh Erwin Gutawa dan juga Fanny sendiri sebagai salah satu panitianya. Tentu saja 2 orang yang saya tuliskan terakhir ini tidak saya gubris sama sekali. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sudah agak lupa materi apa saja yang kita perbincangkan. Tapi yang saya ingat sekali, ketika menjelang interview itu berakhir, saya merasakan gelisah yang luar biasa sekali. Gelisah, karena niat saya untuk meminta tanda tangan mbak Yanti di buku dan CD nya belum juga terlaksana. Selalu tertunda. Ada perasaan malu dan ragu (<em>see</em>..masih ada lho malunya!). Tapi akhirnya ketika sesi terakhir interview akan berakhir, dengan nekad saya kemudian mengeluarkan buku dan CD yang saya simpan di kolong meja siaran (OH!), dan menyodorkannya kepada KD sambil tersipu malu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8230; Mbak.. ummm.. minta tanda tangannya yaah&#8230;.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung disambut dengan tertawaan KD sambil berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Oalahh.. ya ampunnnn Masss&#8230; mbok bilang dari tadi tho ya.. pake malu2 segala&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Itu komentar KD yang saya ingat, yang membuat saya semakin kagum betapa ramahnya perempuan yang satu ini. Langsung saja diambilnya buku dan CD tersebut, ditanda-tangani, dan dikembalikan lagi kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-987 aligncenter" title="Image007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Image007" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Buku sudah. CD sudah. Apalagi ya? Kok seperti ada yang kurang. Oh iya, <strong>foto! </strong>Harus ada bukti yang lebih otentik lagi. Akhirnya sebelum rombongan mereka pergi meninggalkan studio, <em>again,</em> dengan muka tembok tapi malu-malu (gimana coba tuh??), saya meminta ijin kepada KD untuk berfoto bersama. Entah karena memang begitu baiknya orang ini atau karena gemes melihat saya yang suka malu-malu  tapi mau banget kalau meminta sesuatu, KD pun dengan ramah mengiyakan, dan bahkan (ini yang membuat saya <em>amazed</em>) meraih Handphone saya,  mendekatkan badannya kearah saya, dan dia sendirilah yang mengambil gambar kami berdua.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-988 aligncenter" title="deka &amp; krisda" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg?w=191&#038;h=148" alt="deka &amp; krisda" width="191" height="148" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mirip gak, sih? Huahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Speechless</em>, gemetar dan senang luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya setengah jam saja waktu saya bertemu dan berdekatan dengannya. Karena tidak berapa lama  kemudian mobil Mercy yang membawanya bersama Anang pun meninggalkan studio. Pertemuan kami hari itu diakhiri dengan lambaian tangan dari KD yang diiringi dengan senyuman manis dan ucapan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. makasih ya Deka&#8230;. dari KD.. buat DK&#8230; eh, sama ya nama kita? hehehe.. Daaaaah&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ohh&#8230; <em><strong>I Love you fuulll&#8230;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Norak ya? Nggak apa-apa deh. Saya terima. Namanya juga ngefans. Hanya dari pertemuan singkat itu, saya seperti melihat sisi lain dari sosok artis idola saya ini. Sifat &#8216;<em>nJawani&#8217;</em>nya yang masih kental, sifat ramahnya yang memperlihatkan bahwa dibalik segala kemewahan dan gemerlap penampilannya sebagai seorang penghibur, dia tetap saja perempuan biasa. Saya sih tidak menangkap ada kesan &#8217;sok diramah-ramahin&#8217; atau kesan dibuat-buat darinya. Entah ya kalau semua itu sebenarnya hanyalah rekayasa semata. Tapi saya yakin tidak sama sekali. Kita bisa merasakan kok kedalaman sebuah ketulusan seseorang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-989 aligncenter" title="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg?w=193&#038;h=231" alt="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai" width="193" height="231" /></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, walau agak terkaget-kaget membaca berbagai pengakuannya di buku terbarunya <strong>&#8220;My Life, My Secret&#8221;</strong> tentang narkoba, operasi plastiknya, konflik dengan Erwin Gutawa yang bahkan sampai menyebutnya <em>&#8220;Malaikat Palsu&#8221;</em> itu, semua itu kok tetap tidak mempengaruhi segala kekaguman saya terhadap seorang Kris Dayanti. Walau banyak yang bilang sekarang ini kepopulerannya mulai berkurang, buat saya dia tetaplah seorang bintang. Dan seperti tante <strong>Titiek Puspa</strong> bilang juga, ada perbedaan yang sangat besar antara &#8216;menjadi bintang&#8217; dan &#8216;menjadi terkenal&#8217;.  Menjadi terkenal itu mudah. Tapi tidak ada yang istimewa disitu. <em>And she showed me that.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=986&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deka &#38; krisda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitivity</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 08:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=981&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? Apa yang sebenarnya coba dibela? Saya benar-benar tidak pernah bisa menangkap dengan nalar, alasan apa yang dijadikan pegangan orang-orang pelaku peledakan itu. Sama halnya dengan ketidak-mengertian saya dengan teman-teman saya di <strong>Facebook </strong>yang sibuk membuat status beberapa saat setelah peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan terjadi hari Jumat 17 Juli ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_982" class="wp-caption aligncenter" style="width: 281px"><img class="size-full wp-image-982" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg?w=271&#038;h=205" alt="taken from Kompas.com" width="271" height="205" /><p class="wp-caption-text">taken from Kompas.com</p></div>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Duh berita ledakan dah sampe di luar negeri. Bakal jadi ga Manchester United dateng ke Indonesia tercinta??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Udah. Sini-sini.. MU tetap main aja di stadionnya Sleman. Trus nginepnya dirumahku ajaa. Entar digelarin karpet..</span></em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Oh my God. 2 bombs @2 hotels in Jakarta when MU will come in 2 days again! Why it happened??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Aduh.. MU jadi kesini gak yaa? My hubby udah beli tiketnya padahal&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan masih puluhan status lagi yang semuanya memiliki 2 tema yang sama : <strong>Ledakan bom</strong> VS <strong>Manchester United</strong>. Entah kenapa, ketika membaca status-status itu di BB, kedua tangan saya langsung gemetar. Dan langsung memutuskan menyudahi saja kegiatan membuka Facebook, dan memasukkan BB saya itu kembali ke saku baju seragam saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak suka banget!</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-981"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa sih yang terjadi sama orang-orang? Ledakan bom (yang hampir selalu terjadi setiap kali pemerintah mengabarkan bahwa negara aman-aman saja) ini sudah pasti mengejutkan semua orang. Membuat prihatin dan marah semua orang. Tapi kenapa justru rasa keprihatinan yang lebih muncul ke permukaan adalah : gara-gara Bom, Manchester United terpaksa tidak jadi datang ke Indonesia sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Dan batalnya Manchester United ini <strong>JAUH LEBIH MENGECEWAKAN</strong> dibandingkan dengan peristiwa ledakan bom itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pagi, semua orang di kantor membicarakannya. Siang hari seusai Shalat Jumat, semua orang di Masjid juga sama saja.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terus gimana, MU jadi datang nggak??????</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sorry to say.. </em>sedangkal itu ya rasa peduli bangsa ini sama peristiwa kemanusiaan yang terjadi di negara sendiri ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak pernah merasa memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Begitu pun juga, saya juga nggak pernah merasa punya rasa kemanusiaan yang membabi-buta. Saya hanya menangkap ada sesuatu yang tidak masuk akal disini. Saya tidak berniat mengolok-olok teman-teman saya yang membuat status seperti diatas tersebut. Tapi pernah nggak sih, mereka mencoba erandai-andai : <strong>apa yang dirasakan keluarga dari para korban ledakan bom yang mungkin kehilangan sanak-saudaranya itu, ketika membaca status-status seperti diatas itu? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, adalah hal yang wajar kalau mereka akan merasa sedih, marah dan tersinggung sekali, karena seolah-olah teman-temannya SATU BANGSA seperti tidak ada yang prihatin dengan peristiwa menyedihkan ini? Peristiwa yang membuat mereka harus kehilangan salah satu keluarganya secara mengenaskan. Itu baru keluarganya. Coba seandainya yang membaca status-status atau mendengar komentar-komentar itu adalah <strong>si korban ledakan bom itu sendiri</strong>? Semua orang lebih sedih karena tim sepakbola pujaan mereka itu batal datang! Semua orang lebih marah karena tiket yang mereka beli mahal-mahal itu terancam hangus sia-sia! Dan bahkan semua orang seperti menganggap semua ini hanya sebuah bahan untuk bercandaan di status Facebook!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>What a shame!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya bisa berbicara atau menulis sekeras ini karena saya bukan termasuk orang yang menanti-nantikan kedatangan <em>The Red Devil</em> itu. Sehingga saya juga bisa mengerti kalau ada yang kemudian menganggap saya tidak bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan para fans Manchester United di Indonesia yang jumlahnya katanya mencapai 28 Juta orang, yang merupakan jumlah yang terbesar kedua di dunia. Mungkin. Tapi mari kita berandai-andai lagi. Seandainya MU ternyata jadi datang ke Indonesia, dan menggelar pertandingannya melawan tim Indonesia All Star. Masih pada tega buat nonton?? Masih pada tega buat teriak-teriak, bersorak-sorak bergembira sementara banyak orang di rumah sakit yang menangisi keluarganya yang meninggal terkena ledakan bom, atau yang sibuk mempertanyakan mengapa mereka bisa menjadi korban untuk sesuatu yang bahkan tidak mereka lakukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, semua pihak yang sudah berkorban banyak untuk mendatangkan Manchester United kesini juga tidak mau (terlalu) rugi. Batal sekarang, bukan berarti batal selamanya, toh? Sudah pernah dengar yang namanya <strong><em>r</em><em>eschedule</em></strong>, kan?? Kenapa harus se-sewot itu? Jangan sampai anggapan umum yang mengatakan kefanatikan terhadap sepakbola bisa mengalahkan segalanya (termasuk rasa empati terhadap nasib saudara satu bangsa sendiri) itu ternyata memang BENAR adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah untuk lebih menahan diri.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=981&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taken from Kompas.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Something</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 12:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan Yahoo! Indonesia hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.

Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada SBY, atau Elizabeth Taylor yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal Michael Jackson hingga berita tentang pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=974&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan <strong>Yahoo! Indonesia</strong> hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-975 aligncenter" title="YAHOO copy2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg?w=434&#038;h=268" alt="YAHOO copy2" width="434" height="268" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada <strong>SBY</strong>, atau <strong>Elizabeth Taylor</strong> yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal <strong>Michael Jackson</strong> hingga berita tentang pemimpin Korea Utara yang menderita Kanker Pankreas, terseliplah berita tentang seorang pria asal Sri Lanka yang meninggal dunia &#8216;hanya&#8217; karena gara-gara berusaha menyelamatkan seekor <strong>Tupai </strong>yang melompat kedalam sumur yang sedang digalinya. Agak-agak kebanting dengan 3 <em>headline</em> lainnya ya? Tapi disitulah menariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu besarnya kah rasa cintanya pada Tupai itu sehingga dia mau merelakan dirinya turun lagi ke dalam sumur itu untuk menyelamatkannya, hingga bahkan akhirnya karena gigitan Tupai itulah yang  justru memalah mbuatnya terjatuh dan kehilangan nyawanya? Entahlah. Karena di artikel itu tidak diceritakan secara detail, apakah Tupai itu memang binatang peliharaan pria Sri Lanka itu. Karena kalau ternyata jawabannya adalah &#8216;iya&#8217;, maka bisa amat sangat dimengerti kenapa pria itu mau-maunya berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan binatang peliharaannya itu. Tapi kalau ternyata Tupai itu adalah &#8217;sekedar Tupai&#8217; saja alias bukan binatang yang selama ini dipeliharanya, maka sebuah acungan jempol sudah sepantasnya diberikan kepadanya. Kenapa? Karena dia melakukan itu atas dasar rasa kasihan, rasa &#8217;sayang&#8217; dia kepada benda ciptaan Tuhan berwujud hewan yang diberi nama Tupai itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kita lakukan kalau kita menjadi pria ini? Apakah kita akan ikut-ikutan turun lagi ke sumur dan menyelamatkan Tupai itu? Atau mendiamkannya saja dengan asumsi binatang yang hobi melompat itu pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri? Atau malah membiarkannya saja sambil berkata dalam hati,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ya ya ya&#8230; biarin sajalah. Mungkin dia sedang sial. Sepandai-pandainya Tupai melompat, pasti memang akan terjatuh juga toh??</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.<span id="more-974"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oke, mari kembali agak serius lagi. Dari sejak kita kecil dulu, kita sudah diajarkan dan dianjurkan sekali untuk menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan. Ya tumbuh-tumbuhan, ya hewan-hewan apalagi manusia. Menyayangi bisa berarti merawat, bisa juga berarti menolongnya untuk tetap <em>survive </em>ketika dia sedang dalam keadaan butuh untuk ditolong. Semua orang sudah tahu itu. Mungkin kita juga sudah melakukannya. Tapi sayangnya, pertolongan kita seringkali kita lakukan atau tujukan kepada seseorang atau seseekor (?) yang kita kenal saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin sekali, untuk kita yang memiliki binatang peliharaan di rumah, kita pasti akan dengan sukarela melakukan apapun untuk kelangsungan hidup mereka. Lha wong saya aja rela setiap 3 bulan sekali mengeluarkan ongkos taksi berpuluh-puluh ribu ke dokter hewan langganan saya demi memberikan suntikan vaksin untuk <strong>Abel</strong> kucing saya. Mengalahkan kesehatan saya sendiri yang suka malas berobat ke dokter ketika sakit. Semacam itu, lah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelakuan ajaib-kelakuan ajaib seperti itu memang akan terdengar wajar, karena sekali lagi itu dilakukan untuk hewan peliharaan kita. Tapi bagaimana seandainya seperti-kembali lagi, seperti kasus pria Sri Lanka tadi? Adakah rasa peduli kita terhadap hewan-hewan terlantar di jalanan, entah itu Anjing atau Kucing atau apapun lah wujudnya, yang  mungkin berkeliaran karena memang tidak ada yang mau &#8216;mengadopsinya&#8217; hanya karena mereka &#8216;tidak cantik&#8217;, cacat atau penyakitan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya nggak punya rasa peduli yang sebesar itu. Kalau bertemu dengan anjing atau kucing di jalanan yang terlihat &#8216;menderita&#8217;, saya bisa dengan amat sangat sedih luar biasa, bahkan sampai menangis. <em>It happened.</em> Tapi kemudian saya memilih untuk kabur secepat-cepatnya, sambil setengah mati berusaha untuk segera melupakan apa yang baru saja saya lihat itu. Walau kadang sosok si kucing atau anjing itu akan tetap membayang di pikiran selama beberapa lama. <em>But that&#8217;s it. </em>Rasa sayang saya terhadap hewan-hewan terlantar itu mungkin hanya baru sampai pada taraf &#8216;kasihan&#8217; saja. Tidak lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, mungkin saya harus banyak berkaca pada pengalaman <strong>Bapak Tri,</strong> pria asal Tanjung Duren yang hidup sederhana bersama <strong>25 ekor Anjing</strong> dan <strong>5 ekor Kucing</strong> di rumahnya. Ketigapuluh hewan ini adalah hewan-hewan terlantar yang ditemukannya di jalanan dalam keadaan memprihatinkan. Satu persatu diambilnya merka dari jalanan. Dengan penghasilannya yang pas-pasan, Pak Tri ini mau membagikannya untuk membelikan makanan dan obat-obatan untuk merawat hewan-hewan peliharaannya ini. <em>Please,</em> luangkan waktu kalian untuk membaca blog yang <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.adopsianjing.com/p=1">ini</a></strong></span></span> <span style="color:#333399;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-976 aligncenter" title="P1020207-300x225" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P1020207-300x225" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><em>Again</em>, membaca blog itu, membaca kisah hidup Bapak Tri itu membuat saya tersentuh. Tidak banyak orang yang mau menghabiskan hidupnya &#8216;mengabdikan&#8217; perhatiannya kepada hewan-hewan yang membutuhkan. Tolong jangan mempertanyakan kenapa hewan yang dijadikan perhatian, bagaimana dengan jutaan anak-anak terlantar yang ada di jalanan yang lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang. <em><strong>Please don&#8217;t.</strong></em> Karena menurut saya, memberikan pertolongan adalah sebuah perbuatan personal yang juga harus disesuaikan dengan kadar kemampuan dan keikhlasan masing-masing.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Itulah mengapa akhirnya saya mencoba menuliskan cerita Bapak Tri ini di blog saya ini. Karena memang saya belum bisa melakukan perbuatan baik seperti yang beliau lakukan ini. Tapi inilah yang saya bisa. Menulis. Menyebarkan sebuah kisah teladan yang harus didengar dan dibaca oleh semua orang. Sambil berharap, semakin banyak orang yang membaca, semakin banyak juga yang terketuk pintu hatinya untuk menuliskan atau menceritakan kembali kepada orang-orang terdekatnya, sehingga lebih banyak lagi uluran tangan baik yang mau membantu meringankan beban hidupnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Karena kita memang tidak bisa bermimpi merubah dunia ini dengan melakukan hal-hal yang besar. Tapi kita bisa membuatnya jauh lebih baik dengan melakukan hal-hal kecil, tapi dengan cinta kasih yang besar. <em>Nobody can do everyting, but everyone really can do something. </em><br />
</span></span></p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=974&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">YAHOO copy2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1020207-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jual Apa? Apa Dijual?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen &#8216;aware&#8217; terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=963&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen <em>&#8216;aware&#8217;</em> terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mewujudkan rasa ketertarikan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya amat sangat &#8216;tertarik&#8217; dengan 2 buah iklan. Tertarik bukan karena ingin membeli produknya, tapi lebih karena iklannya yang memang &#8217;sangat-sangat menarik&#8217; perhatian saya. Saya yakin, kalian juga akan sama tertariknya dengan saya. <em>Wanna bet?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-965 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300&#038;h=254" alt="Image004" width="300" height="254" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya agak kurang paham dengan tulisan di kalendar yang terpampang di dinding sebelah kamar saya ini. <strong>Apa sih yang dijual di toko ini??</strong> Kalau dari namanya sih, biasanya yang memakai nama-nama seperti itu adalah toko yang menjual aneka perhiasan mulai dari cincin, kalung atau giwang alias Toko Emas. Atau yaa.. mungkin dia jualan guci seperti namanya itu. Tapi kalau dibaca secara sepintas secara keseluruhan, kok saya malah berpikiran yang sangat lain, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan gambar spanduk yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-967 aligncenter" title="Image005" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg?w=330&#038;h=238" alt="Image005" width="330" height="238" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya pertama kali melihat spanduk ini beberapa bulan yang lalu. Dan, sumpah, sampai minggu lalu saya lewat daerah tempat spanduk ini dipasang, ternyata rumah itu belum laku-laku juga! Sebenarnya sih saya nggak heran. Salah spanduk ini juga, sih! Coba dibaca baik-baik dengan lebih seksama.<em> &#8220;Rumah Ini <strong>Mau </strong>Dijual&#8221;.<span style="text-decoration:underline;"> &#8220;Mau&#8221;</span></em>, lho! Berarti : <em><span style="text-decoration:underline;">belum dijual, kan? Baru &#8220;mau&#8221;! </span></em>Huahahahaha&#8230;.. Orang yang berniat akan membeli rumah ini pastinya akan berpikir ulang, bukan?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ohhh.. baru mau. Belum beneran dijual. Ya udah besok aja deh kalo udah beneran dijual&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Saya kira, yang punya ruman ini hanya sekedar pamer ke orang-orang yang lewat di sekitar rumahnya ini, kalau rumahnya itu mau dijual&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Inti dari tulisan bodor ini adalah  : berhati-hatilah dalam mengiklankan barang jualan Anda! Perhatikan setiap detail tulisan. Jangankan 1 kata, 1 huruf hilang saja sudah bisa membuat dagangan Anda dalam bahaya! Bahaya tidak laku, dan tentu saja bahaya resiko dicela!</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=963&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image005</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeneng</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 03:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Percaya dengan ramalan?
Biasanya kalau sedang browsing berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang &#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan &#8220;Scorpio&#8221; disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=956&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Percaya dengan ramalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya kalau sedang <em>browsing</em> berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang <strong>&#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;</strong>. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan <em>&#8220;Scorpio&#8221;</em> disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat setelah saya membaca ramalan bintang saya itu, setelah senyum-senyum sendiri ketika membaca ramalan yang bagus dan setelah berkomentar singkat <em>&#8220;.. halah !&#8221;</em> ketika ramalannya bilang sesuatu yang nggak bagus, nggak berapa lama kemudian pasti saya juga sudah lupa apa isinya. Jadi ya murni niatnya memang hanya buat iseng-iseng doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama isengnya juga ketika beberapa waktu lalu saya melihat sebuah iklan ramalan di TV. Sebuah iklan sederhana yang mempromosikan diri mereka bisa membantu kita meramalkan masa depan hanya dengan memberikan nama kita saja. Itu tuh, yang :<strong><em> </em></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Ketik REG spasi JENENG dan kirimkan ke bla bla bla bla..&#8221;.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Melihat iklannya yang -sumpah noraknya itu, justru malam membuat saya penasaran. Apa lagi, ini? Kok ya nggak habis-habis ya ramalan melalui nomor-nomor premium. Setelah ramalan dari paranormal yang berbaju ala pangeran dari negeri dongeng, ramalan dari seorang ahli mentalis (mentalis kok ngeramal!) sampai seorang emak-emak Indo yang ikut-ikutan mengkomersilkan bakatnya itu, sekarang muncul metoder baru yang sebenarnya nggak baru-baru amat : melalui nama. Dengan semangat iseng yang luar biasa, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menghubungi nomor yang ditulis di layar televisi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar 20 menit kemudian, datanglah balasan dari nomor itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG </strong>: Orangtua memberi nama dengan makna yang indah berupa pengharapan2 kepada anak2nya -KJB. Cari arti nama Anda, ketik JENENG NAMA ANDA. Contoh : JENENG IRA ke XXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">LOH?? Kok?? Bukannya gue barusan udah ngelakuin hal itu ya?? Gimana sih? Kok masih dikasih penjelasan juga. Mana ramalannya? Waah.. alamat gak beres nih. Tapi saya masih penasaran dan mencoba bersabar menunggu, kira-kira  &#8216;kejutan&#8217; apalagi  yang berikutnya akan saya terima.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu menit kemudian datanglah SMS kedua. <span id="more-956"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Nama adalah sebuah berkah. Saya KJB akan mengungkap rahasia khusus untuk Anda dalam hal karir &amp; jodoh. Max 2 SMS/hari Rp.2 rb/SMS. Stop ketik : UNREG JENENG ke XXX. Customer Service : 021236XXXXXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedannn. Masih belum ada ramalan juga. Malah dikasih nomor customer service-nya . Buat apa, coba? Luar biasa.  Pulsa 4000 perak hilang sudah dalam waktu 2 menit. Yang lebih gilanya lagi, kok ya satu menit kemudian saya bisa-bisanya mendapatkan 2 SMS lagi dengan isi yang sama dengan kedua SMS diatas! Heh?? Kok bisa?? 8000 perak <em>wasted for nothing??</em> Melihat gelagat yang nggak beres seperti ini (hihi.. dari pertama juga seharusnya sudah tahu, sebenarnya), harusnya saya segera mengambil tindakan dengan memberhentikan penerimaan SMS dengan cara <strong>UNREG</strong> itu tadi ya? Tapi kok kayaknya sayang banget belum bisa mendapatkan apa yang saya inginkan : ramalannya! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setengah jam kemudian (iya! SETENGAH JAM!) datanglah SMS ramalan saya  itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;"><strong>JENENG, (Selasa Wage) </strong>: Orang yang lahir hari ini : Penyendiri (suka sendirian), suka kesunyian,  tidak suka berkumpul dengan banyak orang, mudah tersinggung, juga peka.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Udah. Gitu aja. Oalah.. kok gini doang? Katanya ramalan soal karir dan jodoh! Dodol. Dan yang aneh lagi, kenapa di awal ramalan itu ditulis hari Selasa Wage? Perasaan saya lahirnya hari Rabu Wage, deh. Bukan Selasa. Gimana sih komputernya eh, peramalnya? Lengkaplah sudah segala kedodolan itu. Cukup sudah. Saya pun segera  memutuskan segera keluar dari keterlibatan saya di ramalan-ramalan tolol itu, sampai akhirnya tiba tiba saya mendapatkan 2 buah SMS yang berasal dari nomor yang sama :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Rabu Kliwon)</strong> Orang yang lahir hari ini: Penuh perhatian dan akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan pasangannya, ingin selalu memberi yang terbaik</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Kamis Legi)</strong> Orang yang lahir hari ini : Bertanggungjawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya, pernikahannya akan harmonis.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Haiyyyyahhhhhh&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa apaan, ini?? Kenapa ramalan yang keluar banyak sekali?? Nggak ada yang bener pula harinya?  Sambil cekikikan walau dalam hati agak bete, sayapun dengan segera mengirimmkan SMS perpisahan kepada nomor ramalan itu. Keterlaluan sekali. Kok bisa ya? Maksudnya apa sih? Apa saya disuruh memilih sendiri kira-kira ramalan yang mana yang saya suka diantara sekian banyak ramalan yang sudah dikirimkan ke ponsel saya itu? Semacam &#8220;Pilih Sendiri Ramalanmu&#8221;? Hihihi..</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang sudah pulsa 24.ooo saya. Kecewa kah saya? Enggak sama sekali. Karena dari pertama memang sudah niat untuk kehilangan banyak pulsa demi keisengan saya ini. Semua pengorbanan memang membutuhkan biaya, toh? Hehehe. Dan karena dari pertama saya juga sudah percaya, semua ramalan itu memang seharusnya diperlakukan sebagai hiburan, bukan acuan.  Paling tidak, rasa keingintahuan saya sudah terjawab. Dan siapa tahu dengan membagi pengalaman ini kepada pembaca blog saya, saya bisa membantu mencegah lebih banyak orang lagi untuk membuang-buang pulsa mereka untuk sesuatu yang tidak penting seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, nggak usah percaya deh dengan nomor-nomor premium ramalan seperti itu.  Percayalah pada internet! <em>Searching</em> aja ramalan disana. Silakan dipilih, ingin diramal memakai nama kek, tanggal lahir kek, atau bahkan ukuran celana kek (siapa tau&#8230;), internet menyediakan semua! Dan Gratis pula. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=956&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta (maunya) Bertasbih</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama Dian Purnomo (dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget.
Jadi, sudah pada nonton film &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;? Dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=950&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama <span style="color:#333399;"><a href="http://http://dianpurnomo.com/2009/06/22/garuda-di-dadaku/#more-140"><strong><span style="text-decoration:underline;">Dian Purnomo </span></strong></a>(</span>dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sudah pada nonton film<strong> &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;?</strong> Dulu, setelah ada kabar yang menyatakan bahwa ada lagi sebuah novel best-seller bernuansa religi yang akan difilmkan menyusul sukses <strong>Ayat-Ayat Cinta</strong> yang saya puja setengah mati itu <em>*halah*</em>, saya cukup <em>excited</em> menantikan film yang dimaksud itu dirilis. Apalagi katanya novel Ketika Cinta Bertasbih ini  ini jauh lebih best-seller dari Ayat Ayat Cinta. <strong><em>Mega Best Seller!</em></strong> Uedan! Bukan hanya &#8216;Sangat Best-Seller&#8217;, bahkan tidak lagi sekedar &#8220;Super Best-Seller&#8221;. Tapi maennya udah &#8220;mega&#8221;, bos!! Siapa yang tidak penasaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ditambah lagi, proses pemilihan pemain-pemainnya juga tidak sembarangan. Diadakan audisi di beberapa kota besar. Sengaja di cari pemain-pemain baru yang dinilai pas untuk memerankan tokoh-tokoh di film tersebut. Bahkan kabarnya, salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki si calon pemeran film ini adalah : <strong>dia harus lancar membaca Al-Quran! </strong>Makanya, saya langsung tau diri dengan tidak mendaftarkan diri ikut audisi. Huahahahha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri tidak begitu melihat korelasi yang kuat antara akting versus syarat kemampuan membaca Al-Quran ini. Mereka ini mau bikin film, kan? Bukanya mau bikin Festival MTQ? Kalaupun nantinya para pemainnya akan banyak berdialog dalam bahasa Arab, pastinya aksentuasi berdialog dan membaca itu sudah berbeda, kan ya? Ah tapi ya sudahlah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga beberapa bulan sebelum film ini di premiere-kan, saya sempat mencari-cari bocoran trailernya di <strong>YouTube!</strong> Saking penasarannya. Setelah melihat tayangan trailer yang berdurasi beberapa menit itu, kondisi badan saya langsung drop! Saking shock-nya. Lah, kok segitu doang? Macam sinetron sekali? Mana gregetnya? Entah apa yang ada di pikiran si pembuat trailernya, tapi semua scene yang ada di tayangan itu sama sekali tidak ada yang mengundang rasa keingintahuan saya untuk menyelesaikan cerita filmnya dengan cara menonton versi lengkapnya di bioskop! Salah besar! Trailer yang sungguh buruk!<em> What a bad promotion.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-951 aligncenter" title="header_desain" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg?w=269&#038;h=241" alt="header_desain" width="269" height="241" /></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih <em>&#8216;bad&#8217;</em> lagi setelah saya melihat gambar posternya yang amat sangat standar sekali untuk ukuran poster sebuah film yang kabarnya menghabiskan dana belasan milyar rupiah itu. Sangat sederhana sekali. Masih diperparah lagi dengan adanya kalimat-kalimat promosi yang <em>sooo..cheesy</em> seperti :  <strong>Sebuah Mega Film Pembangun Jiwa, Dinanti Jutaan Penonton, Siap Mengguncang 8 Negara!</strong> Buat saya, dengan adanya tambahan tulisan sepert ini, justru memperlihatkan si pembuat filmnya seperti tidak percaya diri dengan kualitas film yang mereka buat. Atau mungkin orang-orang yang punya tugas jadi bagian promosinya emang agak ajaib kemampuan menjualnya. Dan dugaan saya semakin kuat, setelah melihat tambahan tulisan berbentuk lingkaran (seperti gambar Cap atau Stempel) di poster, yang berbunyi : <strong>DIJAMIN MESIR ASLI!</strong> Oh Tuhan&#8230; mengerikan sekali. Ini jualan film apa jualan sarung???</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-950"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pertama, para pihak yang terlibat dalam film ini (terutama si produser dan si penulis) terlalu sibuk mengumandangkan tentang betapa hebatnya film ini karena film ini bisa syuting Mesir betulan, tidak bohong-bohongan seperti yang dilakukan film Ayat-Ayat Cinta yang setting kota Kairo nya dibuat di Semarang.  Saking sibuknya menyombongkan &#8216;made in Mesir&#8217; ini, mereka sepertinya malah lupa dengan unsur lain dalam film yang justru sangat penting : cerita dan akting pemainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat sebelum film dimulai, saya sempat bilang pada teman saya<strong> Gat</strong> yang duduk disebelah saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230;.. perasaanku kok nggak enak ya &#8230; kayanya  filmnya bakal nggak beres nih&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Baru menghabiskan 15 menit pertama, firasat sayapun terbukti dengan sendrinya. Hebat ya? Hehehehe. Editing film yang kasar sekali, masih ditambah dengan unsur dramalurgi yang lemah, dan makin dilengkapi dengan akting pemainnya yang amat sangat kaku, makin membuat saya semakin sering menghela nafas panjang, mengucapkan kata &#8220;&#8230;<em> Oohhh..</em>..&#8221; atau bahkan cekikikan sendiri. Memang semua pemain utama film ini adalah nama-nama baru yang baru pertama kali main film. <em>But who cares? </em>Nggak ada excuse sama sekali. Penonton mana mau perduli? Toh mereka juga sudah melalui proses audisi yang panjang sekali itu, bukan? Apalagi yang memilih juga bukan sembarang orang. Selain sutradara dan penulis novelnya sendiri, ada nama-nama besar lainnya seperti <strong>Didi Petet</strong> hingga <strong>Neno Warisman</strong> yang duduk di kursi dewan juri.  Siapa yang nggak kecewa ketika hasil akting mereka tidak jauh berbeda dengan akting pemain-pemain sinetron sekali lewat di TV-TV itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Angka minus juga terpaksa saya berikan untuk <strong>Anto Hoed </strong>dan<strong> Melly Goesla</strong><strong>w</strong> yang mengisi ilustrasi musiknya. <em>Enough is enoug</em><em>h. They already losing their touch.</em> Music<em> scoring-</em>nya masih bolehlah cukup nyaman di telinga dan mulus menghiasi beberapa adegan. Tapi ketika potongan lagu-lagu soundtracknya yang dinyanyikan <strong>Krisdayanti, Ayusitha</strong> dan bahkan oleh <strong>Melly</strong> sendiri dimasukkan dalam beberapa scene, duh.. mengerikan! Serba nggak nyambung, serba maksa dan serba berantakan editannya. Benar-benar gagal menambah nilai dramatis sebuah adegan itu sendiri. Nggak enak banget lah &#8216;masuknya&#8217;. See, saya saja sampai bingung mau bagaimana lagi menggambarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi terus terang, dari semua faktor lemah yang (dengan sok tahunya) saya sebutkan diatas itu, faktor skenarionya yang kabarnya &#8216;<strong>sangat sesuai dengan bukunya</strong>&#8216; itulah yang membuat film ini menjelma menjadi film yang kaku dan tidak istimewa. Dengan menterjemahkan cerita dan skenario dari novel ke film secara apa adanya ini, akhirnya malah jadi bumerang dan mengganggu kenikmatan menonton. Maksud hati tidak ingin mengecewakan para pembaca setia novelnya yang dulu sempat kecewa karena film Ayat Ayat Cinta melakukan beberapa perombakan cerita dari novel aslinya. Tapi hasilnya? Dialognya mengalir sangat kaku, tidak alami dan terasa sangat-sangat menggurui!</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang tahan di&#8217;khotbahi di dalam bioskop selama 2 jam nonstop? Kalau di tempat ibadah, bolehlah ya. Hehehe. Saya bukannya merasa udah jadi umat (atau dalam hal ini : penonton film) yang sudah segitu sucinya sampai merasa tidak memerlukan lagi sebuah siraman rohani. Tapi menurut saya, <strong>film diciptakan untuk menghibur. Dan mendidik</strong>. Sehingga ketika didikan itu berupa sesuatu yang berbau-bau agama, maka berikanlah hal itu dalam bentuk yang menghibur pula. <em>Make it light</em>. Butlah yang ringan tanpa harus kehilangan makna sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan salahkan saya kalau kemudian saya lebih memuji film Ayat-Ayat Cinta dibandingkan Ketika Cinta Bertasbih ini. Sama-sama (niatnya mau) mengajarkan tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama, tapi Ayat-Ayat Cinta bisa menyampaikannya dengan indah, tersamar dan tidak menggurui. Sehingga sekeluarnya dari bioskop, secara lebai saya bisa merasakan kalau film itu sudah memperkaya jiwa saya tentang yang namanya keikhlasan dan kejujuran, sementara sekeluarnya saya menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih, secara lebai saya merasakan bahwa membeli tiket untuk mentonton film ini hanya akan memperkaya kantong produser filmnya saja tanpa ada hikmah yang bisa saya petik sama sekali! Huh!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya malah tidak terlalu memperdulikan lagi tentang yang namanya lokasi film yang digembar-gemborkan dari dulu itu. Lokasi akhirnya hanya bagian ke sekian saja. Banyak hal lain yang jauh yang lebih penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, ketika mbak Dian Purnomo itu meminta komentar saya tentang film ini, saya hanya bisa menjawab secara singkat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Nonton aja gih sana! Dijamin deh, begitu abis nonton Ketika Cinta Bertasbih, pasti bikin kamu jadi ingin bertasbih juga&#8230; Subhanallah, film kok uelekk bangett sih&#8230;&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=950&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">header_desain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tampar!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 16:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini :
Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan
Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di www.kapanlagi.com ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya.
Dalam CINTA FITRI SEASON [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=942&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di <strong>www.kapanlagi.com</strong> ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#800080;">Dalam CINTA FITRI SEASON 3, tokoh antagonis Faiz dan Miska digambarkan hampir setiap hari mendapat tamparan dari Oma. Namun, untuk season Ramadhan, adegan kekerasan fisik ditiadakan. Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik?</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Siapa <strong>Faiz</strong>? Siapa pula itu <strong>Miska</strong>? <em>Who the hell is </em><strong>Oma</strong>? Saya nggak tau. Dan nggak mau cari tahu juga. Saya bukan seorang penikmat sinetron, tapi saya cukup tahu kalau diantara puluhan sinetron yang pernah tayang selama setahun-dua tahun belakangan ini, sinetron <strong>Cinta Fitri</strong> ini katanya termasuk yang paling sukses. Kabarnya mantan presiden <strong>BJ Habibie </strong>termasuk yang ngefans sekali dengan sinetron ini. Ya bisa dimaklumi, mungkin si bapak sudah terlalu ribet ya hidupnya mengurusi masalah tehnik, riset dan teknologi sehingga menonton Cinta Fitri adalah sebuah hiburan yang menyenangkan. Karena menontonnya tidak membutuhkan pemikiran.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-944 aligncenter" title="cinta fitri" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg?w=109&#038;h=80" alt="cinta fitri" width="109" height="80" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu baguskah sinetron ini sehingga seorang mantan presiden pun mau mengundang para pemainnya ke kediamannya? Sebegitu suksesnyakah sinetron ini sehingga bisa dibikin sekuelnya hingga (hampir) ke 3 kalinya ini? Ih, dibilangin saya nggak pernah nonton. Ya jadinya saya ya nggak tau! Hehehe. Pernah sih beberapa kali teman provokator saya yang bernama <strong>Ndut</strong> memprovokasi saya untuk mencoba menonton sebentar sinetron ini (&#8216;menonton&#8217; ya.. bukan &#8216;mengikuti&#8217;). Dengan niatan, ya apalagi kalau tidak untuk mencelanya habis-habisan. Ketika saya menolak dengan alasan tidak mengetahui jalan ceritanya dari pertama, teman saya ini mencoba memberikan penghiburan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Wis tho.. ga usah diikutin ceritanya. Standar dan nggak penting, kok. Kamu nggak nonton beberapa episode pun masih bakal bisa ngerti sampai mana ceritanya..</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-942"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah saya coba melihatnya dengan mata kepala sendiri, ya memang benar juga ternyata. Mau sedahsyat apapun kepopuleran Cinta Fitri, buat saya Cinta Fitri tetaplah sebuah sinetron. Dan sinetron tetaplah sebuah sinetron. Dimana kita akan selalu mendapati</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Cerita cinta yang</strong> (dibuat maunya) <strong>memilukan. </strong></li>
<li><strong>Nama tokoh utamanya menjadi judul sinetronnya sendiri</strong>. Itulah makanya selalu dipilih nama-nama yang sedang terkenal untuk dijadikan pemain dan tokoh utamanya. Sehingga ketika sinetron itu berjudul <em>&#8220;Alysa&#8221;</em> atau <em>&#8220;Air Mata Cinta&#8221;</em>, orang bisa dengan mudah menebak kalau tokoh utamanya pasti dimainkan oleh <strong>Alysa Subandono</strong> dan<strong> Cinta Laura</strong> (dikira penonton kita udah pada segitu begonya apa, ya?). O iya, jangan lewatkan ya.. yang akan muncul sebentar lagi adalah sinetron berjudul <em>&#8220;Manohara&#8221;.</em> Semoga para pemirsa cukup <em>ngeh</em>, kalau pemeran utama sinetron inin adalah si Manohara Odelia itu, dan bukannya Nunung Srimulat!</li>
<li><strong>Karakter pemeran antagonisnya bisa jahat sekali.</strong> Sejahat-jahatnya orang hidup yang ada di dunia ini. Ibu tirinya Cinderella, lewat. Begitu juga ibu tirinya Arie Hanggara apalagi Faradila Shandy!</li>
<li><strong>Karakter tokoh protagonisnya bisa baik hati sekali</strong>. Bahkan saking baiknya sampai-sampai terlalu baik hingga jatuhnya malah  jadi terlihat tolol!</li>
<li><strong>Betapa setiap tokoh utamanya akan dipertemukan secara tidak sengaja lewat sebuah aksi tertabrak atau ditabrak terlebih dahulu,</strong> yang kemudian diikuti dengan adegan slow motion keduanya saling berhadapan dan berpandangan mata, tapi pura-pura sok cuek dan sok nggak butuh. Apa Tuhan sudah sedemikian tidak kreatifnya ya, sampai-sampai mau mempertemukan dua orang manusia saja sampai harus ditabrak-tabrakin dulu?</li>
<li><strong>Para pemerannya seperti kesulitan jika harus berakting berbicara dalam hati</strong>. Ketika dia akan melakukan sesuatu, maka dia akan selalu terlihat sibuk berbicara sendiri, daripada berbicara dalam hati. Semacam,<em><span style="color:#0000ff;"> &#8220;Oh.. aku harus menelpon Fitri! Dia dalam bahaya&#8230;&#8221;.</span></em> Setelah ngomong sendiri itu, baru kemudian dia memencet-mencet tuts telepon. Halooo&#8230;.. mbak, nggak bisa dibatin aja ya ngomongnya?</li>
<li><strong>Scene (yang maunya) mengerikan dan menegangkan, dengan diperlihatkannya ekspresi melotot si jahat secara berlebihan. </strong>Berlebihan melototnya dan berlebihan si kameramen  meng-<em>close up</em>-nya! Tidak ketinggalan, bunyi-bunyian musik atau sound efek drum dan petir yang menyambar-nyambar untuk menguatkan aksen tegang. Oohh&#8230;</li>
<li>Ini yang seru, <strong>aksi tampar menampar yang sangat ciamik</strong>. Kalau perlu, setiap episode minimal ada 3 kali adegan tampar, walau tidak jelas apa alasannya. Pokoknya tampar aja dulu! Bukan sinetron kalau tidak ada adegan tampar nya..</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nah, makanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa jadinya kalau sinetron Cinta Fitri yang notabene (pasti!) juga  memiliki unsur-unsur diatas itu tadi, harus kehilangan adegan tampar-menamparnya? Lha wong si wartawannya <strong>Kapanlagi.com</strong> itu tadi aja sampai khawatir, dan mengajukan pertanyaan : <strong> <em>Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik? </em></strong>Itu kan sama saja si wartawan ini  bilang kalau aksi tampar-menampar inilah yang membuat sinetron ini menarik, kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kata sutradaranya, adegan kekerasan fisik memang dihilangkan dari sinetron ini, karena nantinya sinetron ini akan tayang di bulan Ramadhan (catet ya, &#8220;kekerasan fisik&#8221; yang ditiadakan. &#8220;Kekerasan psikis&#8221; pasti tetep ada dong, pak sutradara??). Mungkin demi menghormati bulan puasa kali, ya. Padahal senbenarnya nggak harus gitu juga, menurut saya. Bisa saja aksi tampar-menampar itu tetap dipertahankan (karena itu yang ditunggu-tunggu penonton, bukan??). Tapi karena ditayangkan di bulan Ramadhan, jadi sebaiknya ketika salah seorang tokoh akan menampar tokoh lainnya, jangan lupa sebutkanlah dulu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">&#8220;Masya Allah&#8230; Kamu, iniii!!!&#8221; </span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">lalu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PLAKKKK!!!</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetap bernuansa religi kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Hhhhhhhhhh&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya mas-mas, mbak-mbak, ibu-ibu sekalian, selamat menantikan Cinta Fitri Season Ramadhan besok ya. Saya sih sudah pasti tidak akan mencoba menontonnya. Bukannya apa-apa. Malu aja, udah mencaci-maki kaya gini, kok ternyata ngikutin juga. Dan alasan kedua adalah takut ketagihan dan jadinya malah ngikutin sampai selesai. Hehehe. Takut kecewa juga, kalau-kalau endingnya nanti mengambang. Karena seperti yang ditulis di artikel yang sama juga, ketika ditanya tentang berapa episode yang akan dikerjakan untuk season Ramadhan ini, si sutradar mengaku belum tahu. Pasalnya naskah yang diterima juga belum sepenuhnya selesai&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">DHOEEENGGGGGG&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=942&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta fitri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230;
Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=933&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore, setelah selesai menggelar acara ulangtahun anaknya yang berusia 2 tahun di sebuah restoran Jepang, saya dan 2 teman saya lainnya <strong>Gat</strong> dan <strong>Nona Iyan</strong> yang diundang untuk ikut menghabiskan makanan disana, terlibat perbincangan yang amat intens tentang mbak Manohara ini. Yang intens sebenarnya hanya dua ibu-ibu muda ini. Saya dan Gat hanya sesekali menimpali, dan sesekali tertawa terpingkal-pingkal saja menyaksikan keduanya terlihat atraktif dan menggebu-gebu sekali tatkala bercerita.</p>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Tau nggak sihh.. Ternyata nggak cuman tasnya aja yang Hermes loh! Ikat pinggangnya juga!<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Emang kalo ikat pinggang itu lebih mahal dari tasnya ya?</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Iya! Tau nggak sih, yang bikin lebih heboh lagi kan bukan karena cuman Tas Hermesnya yang 6 biji itu. Tapi karena dia punya Tas Hermes yang warnanya Orange!<br />
<span style="color:#800080;"><strong>Saya</strong> : Heh? Lah kok norak banget.. tas kok warnanya oranye&#8230;</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Emangnya Hermes Oranye itu yang limited edition ya?</span><br />
<strong>Mbak QQ</strong> : HUUUHHHH&#8230; itu kan yang paling mahaaaaaaaaallllll&#8230;.. Kamu perhatiin deh&#8230; tiap tampil di TV, semua baju-baju dia itu semuanya koleksi keluaran terbaru semua?? Itu yang stelan celana pendek itu aja, 70 jutaan, nyaah&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Bo.. Gile ya.  Lo kok bisa sampe tau sih harganya?? Gila ya. Gue cuman tau kalo baju2 yang dipake itu emang bukan kaya baju yang sehari-hari gue pake sih..hahaha..<span id="more-933"></span></span><strong></strong></p>
<p><strong>Mbak QQ</strong> : Nggak mungkin banget deh dia kabur-nya gak disengaja. Kalo kabur kok bawa baju banyakkk..??? Bisa gonta-ganti terus.<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Mungkin dia beli disini kali.. *mencoba stay positive walau dengan susah payah*</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Aduh, nggak mungkin banget deh.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Liat nggak sih, foto-fotonya dia yang lagi liburan itu? *makin semangat*<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Enggak, yang mana lagi??</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Halah, itu lho. Yang fotonya diliatin dia lagi ngolesin sunblock ke badannya si Fakhry *sok kenal sekali si mbak ini*. Kan sambil senyum-senyum ceria gitu..<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Yaa lo kan gak tau.Siapa tau dari atas bangunan tempat mereka foto itu ada pengawal-pengawal kerajaan yang udah siap-siap bawa panah ke arah Mano!</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Mungkin juga..</p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Gue sih pertama-tama simpati ya sama tu anak. Tapi nyokapnya tu lho yang bikin jadi males..</span><br />
<strong> Mbak QQ </strong>: Ember! Itu pasti ibunya tuh, yang tiap hari SMS ke anaknya tanya, <em><strong>“Eh piye.. wes entuk piro Hermes’ e??  6? Yo wesss.. ora popo, kono gek ndang minggat wae&#8230;.”</strong></em> (Eh, gimana, udah dapet berapa Hermes-nya? 6? Udah sana, cepetan kabur aja&#8230;)</p></blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak lancang memang ibu-ibu ini. Mereka seolah lupa, bahwa mereka bisa saja menjadi sasaran target berikutnya dari Manohara dan tim pengacaranya yang sekarang sedang semangat-semangatnya menuntut-i orang-orang yang dianggap mencemarkan nama baik mereka! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=933&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thankful</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 08:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=929&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, bertanyalah si Kakek kepada cucunya, tentang apa yang sedang dilakukannya itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-930 aligncenter" title="42-16242379" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg?w=113&#038;h=170" alt="42-16242379" width="113" height="170" /></p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>.. aku sedang berdoa, Kek. Tapi aku nggak bisa menemukan kalimat yang pas buat diucapkan. Jadi, aku ucapkan saja semua huruf-huruf yang aku tahu. Biar Tuhan saja yang merangkaikan huruf-huruf itu buat jadi doaku, karena Dia pasti tahu apa yang ada di pikiranku&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p>God gave you a gift of 86.400 seconds today. Have you used one to say &#8220;thank you&#8221;?</p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=929&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-16242379</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Lagi Bilang I Love You?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 05:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu..

Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya Dewi Sandra ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena sepertinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=923&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="color:#993366;">&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu..<br />
</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya <strong>Dewi Sandra </strong>ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena sepertinya esensi <em>*edann, &#8216;esensiii&#8230;&#8217;*</em> lagu dan cerita yang ingin disampaikan si penulis lagunya memang disitu. Menceritakan penderitaan seorang perempuan yang sudah lama kehilangan kasih sayang pasangannya, yang kini berubah dan tidak pernah lagi memberikan pujian padanya. Gila pujian banget kayaknya si mbaknya  ini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi siapa yang enggak, sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa sih yang tidak menikmati yang namanya dipuji? Semua orang kalau boleh memilih, pastinya lebih memilih untuk dipuji daripada dimaki, toh? Lebih memilih untuk disanjung daripada di kritisi, kan? Ibaratnya kalau suatu hari kita menerima sebuah surat di kantor, kita tentu lebih memilih menerima surat berisi ucapan terima kasih atau ucapan selamat daripada menerima surat teguran atau tagihan, kan? Nggak begitu nyambung ya analoginya? Hehehe. Tapi intinya sih, kita pasti akan lebih menyukai dan menerima apa yang bisa membuat hati kita senang, daripada menerima sesuatu yang membuat hati kita tidak nyaman.  Nenek-nenek juga tau kalo ini, mah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu pentingnya kah arti sebuah pujian?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>I think it is.</em></strong> Saya sih bukannya jago menganalisis tentang sisi psikologis seseorang, tapi saya yakin semua orang juga pernah merasakan,betapa bahagianya perasaan kita ketika dipuji oleh orang lain. Seperti ada suntikan energi yang luar biasa besar,yang mungkin bahkan tidak kita prediksi sebelumnya akan kita dapatkan. Makanya saya kok agak kurang setuju adanya anggapan, kita tidak boleh melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Duh, hari gini&#8230; <strong>Kita juga butuh yang namanya pengakuan, toh? </strong>Yang salah adalah kalau kita melakukan sesuatu HANYA karena ingin mendapatkan pujian orang lain. Itu baru namanya orang gila pujian. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Pujian yang tulus itu membawa energi positif yang bagus. Karena dari pujian itulah yang membuat seseorang merasa dirinya (memang) pintar, cantik, ganteng, berharga. Intinya, merasa dimanusiakan oleh yang lain. Dan sebuah pujian tulus yang diterima seseorang, disadari atau tidak, pasti akan memberikan efek yang baik di diri mereka dalam jangka waktu yang panjang. Mungkin seumur hidup mereka. <span id="more-923"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam salah satu interview dengan sebuah majalah, <em>first lady</em> Amerika Serikat, <strong>Michelle Obama</strong> pernah bilang, sampai saat ini dia memiliki kepercayaan diri, merasa bahwa dirinya cantik bukan karena dia secara fisik cantik. Tapi karena orang-orang di sekelilingnya yang sering membuatnya merasakan hal itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="44990163" src="../files/2009/06/44990163.jpg" alt="44990163" width="204" height="280" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I had a father and a brother who thought I was beautiful, and they made me feel that way every single day. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I grew up with very strong male role model who thought I was smart and funny, so I heard that a lot. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I know that there are many young girls who don&#8217;t hear it. But I was fortunate. I was very fortunate.</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p>Sedahsyat itu memang efek sebuah pujian. Ternyata&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga percaya, dalam sebuah hubungan, apapun itu, memberikan pujian adalah salah satu obat yang bisa makin merekatkan kedekatan. Karena kembali lagi ke sifat dasar kita ya, manusia itu suka sekali diberikan pujian. Membuat kita merasa &#8217;special&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi pertanyaannya adalah : <em>kapan terakhir kali kamu mendapatkan pujian atau ungkapan sayang kamu dari orang yang kamu sayangi? </em>Kalau kamu bahkan sudah nggak ingat lagi kapan terakhir kali pujian itu kamu dapatkan, <strong>bisa jadi itu juga karena sudah sedemikian lamanya pula kamu tidak melakukan hal yang sama pada mereka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=923&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/06/44990163.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">44990163</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?
Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai statement yang serba babaliyut itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=919&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai <em>statement </em>yang serba <em>babaliyut</em> itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang makin ikut bersimpati mendengar cerita-cerita pengakuannya  selama mengalami penderitaan di kerajaan, tapi pasti ada juga yang malah  merasa jengah karena si mbak  dan keluarganya ini seperti terlalu mengumbar <em>euphoria</em> kebebasannya, sampai-sampai sibuk tampil disana-sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya Ndut, mungkin termasuk kategori yang ikut merasa iba pada Manohara.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Ndut </strong>: Kasian banget sih&#8230;.<br />
<strong>Saya</strong> : Kasiannya?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ya kasian.. Punya Blackberry tapi nggak ada SIM Cardnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : HEH???<br />
<strong>Ndut</strong> : Lho kamu gak tau, apa?  Katanya disana dia dikasih Blackberry kan, tapi SIM Cardnya diambil sama orang kerajaan. Jadi ga bisa buat ngapa2in. Buat apa , coba? Cuma bisa foto2 doang, paling&#8230;.<br />
<strong>Saya </strong>: Oh&#8230;<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Itu komentar Ndut yang mencoba berempati, merasakan sedihnya Manohara yang nggak bisa mainan Blackberry selama di kerajaan Kelantan. Lain lagi dengan teman saya, <strong>Mbak QQ.</strong> Perempuan cantik yang memproklamirkan diri sebagai salah satu sosialita Jogja ini ternyata termasuk yang kurang begitu bersimpati dengan kasus Manohara ini.<span id="more-919"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>Mbak QQ</strong> : Manohara punya 6 Tas HERMES, coba! ENAM!!<br />
<strong>Saya</strong> :  Oh&#8230; SO??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Gapapa juga, sih&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> :  Gak mungkin kalo gapapa. Kamu emang punya berapa?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Hiks.. Gak punya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ohhh&#8230;  Emang HERMES itu mahal ya?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Aku harus jual mobil dulu kayanya buat beli 1 tas itu aja..<br />
<strong>Mbak QQ</strong> :  Kok dia bisa punya 6 ??????????<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahahha&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Kalo aku jadi Mano, genap punya 10 tas HERMES dulu, baru kabur&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oooo.. berarti Mano salah banget  dong kalo gitu?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : SALAH BESAR!<br />
<strong>Mbak QQ </strong>: Komplitin dulu dong koleksi Hermi’nya! DASAR BODOH&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooohhhhh&#8230;. tapi kan dia menderita, Mbakk&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Ah.. nggak tiap hari juga, kan.. Daripada nggak dapet HERMES&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Wakakakakakka.. Yaa.. namanya  juga permaisuri raja. Masa tasnya cuman Guess. Guess-nya yang GUESS WHAT atau GUESS WHO, lagi. Ya ndak pantes tho..<br />
<strong>Saya</strong> : Apa kata permaisuri-permaisuri kerajaan lain ketika mereka arisan??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Emberr. Huh.. Kapan ya aku dipersunting raja&#8230;&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ah, sayang sekali kami bertiga  tidak sempat dimintai komentar oleh infotainment-infotainment itu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=919&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulutku Harimau-ku</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 17:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230;  Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!
Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=909&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230;  Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit lebih awal dari jam masuk kantor. Biasanya keadaan kantor masih sepi, hanya 1-2 orang saja yang cukup rajin datang sepagi itu. Selain <em>office boy</em>, ada <strong>Alya</strong> dari bagian news yang biasanya sudah duluan datang. Ada sih beberapa orang yang juga sudah <em>stay </em>di kantor, tapi biasanya mereka itu bukannya karena  rajin datang awal, tapi memang nginep di kantor. Bisa ditebak, ini adalah anak-anak divisi off air. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, wajar dong saya heran ketika saya datang pagi itu, mobil big boss sudah duluan mangkal di parkiran. Tumben. Bukannya si boss nggak pernah datang pagi, tapi emang biasanya jam kantor si big boss ini  emang lebih fleksibel.  Jadi bisa datang agak siang. Tanpa ba bi bu, begitu masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, saya dengan cueknya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">.. tumben tuh.. jam segini udah dateng&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist dengan muka heran bertanya balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230; siapa, Mas?</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">saya menjawab singkat dengan nada menyinyir yang luar biasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">itu, mobilnya si Mas Boss&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menunjuk mobil diluar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist tiba-tiba menempelkan jari telunjuk ke mulutnya, sambil kemudian dengan muka agak-agak kahawatir, menunjuk kearah sofa di sebelahnya yang dibatasi sebuah papan tripleks tipis&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Oooooooooowwwhhhhh&#8230; si Boss lagi asyik membaca koran disana! Selamat ya, Dek! Mulutmuuuu&#8230;. Duh, dia tadi tau gak ya kalo dia yang aku maksud? Hihihi. Du Du Du Du&#8230; selidik punya selidik, si boss  ternyata emang belum sempat pulang karena semalam tidur di kantor setelah nonton final Liga Champions! Njreetttt&#8230; langsung dengan muka tanpa dosa walau malu luar biasa, saya melarikan diri ke lantai 1 untuk segera cuci muka.. karena muka ini panass banget rasanya!<span id="more-909"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Siangnya, tiba-tiba saya diajak berjabat tangan oleh teman sekantor saya yang bernama <strong>Boma</strong>. Dengan wajah bingung, saya pastinya menanyakan maksud dan tujuannya melakukan hal itu. Dia pun menjelaskan, bahwa dia pun melakukan hal bodoh yang sama dengan saya hari itu! Jadi, ketika akan memasuki pintu depan kantor,  <strong>Bom</strong>a yang termasuk<em> the morning person in the office</em> ini, merasa terhalangi oleh motor gede si boss yang letak parkirnya agak-agak mnghalangi pintu masuk. Ya mungkin karena saking gedenya itu motor. Maka dengan serta merta, ketika masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, langsung dia menggonggong di hadapan sang receptionist (sungguh malang sekali nasib receptionist kami itu&#8230;) ,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">&#8230; gimana sih itu motornya! Ngalang-ngalangin jalan aja</span></em>&#8230;. *)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil naik ke lantai atas (dengan wajah muka yang pasti agak2 merengut.. yakin banget saya! Hihihi). Daaann.. yak, tepat sekali! Boma tidak tahu kalo si empunya motor sedang berada satu ruangan dengan dirinya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ooowwhhhh&#8230; malu aku maluu..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah hari ini, sepagi itu, 4 orang sudah langsung tidak merasa nyaman menikmati hari. Saya dan Boma yang malu karena sudah menyindir dan mengomeli si boss tepat di sebelah kupingnya <em>*ampuuunnnn*</em>, si Boss yang mungkin merasa anak buahnya pada nggak tau sopan santun dan malah dianggap bersekongkol menyindirnya, terutama mobil dan motornya <em>*hehehe*</em>, dan satu lagi : si penjaga meja receptionist yang ikutan merasa salah tingkah karena menjadi korban dari kebodohan saya dan Boma. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah dari cerita singkat ini adalah : dalam mengungkapkan sesuatu, bukan  hanya mulut yang dijaga. Tapi <strong>MATA</strong> juga harus ikutan dididik. Apalagi kalau mau menyampaikan sindiran terhadap seseorang (atau sesuatu). Pastikan, orang yang kita sindir itu tidak ada mendengarnya <strong>secara <em>live</em> </strong>dari mulut kita! Paham?</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk, mari kita latih lagi kemampuan menyindir kita&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h5><em>*) Jadi ya.. biar nggak pada bingung, si Boss ini punya mobil dan punya motor gede juga. Mungkin beliau juga punya sepeda kumbang, entahlah. Tapi yang pasi, kadang datang kantornya naik mobil, kadang naik motor. Dan lebih seringnya sih motornya ditinggal di kantor. Begituu&#8230; </em></h5>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=909&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Three&#8217;s a Crowd</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 09:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[
&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya??

Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya Nchy untuk melakukan movie marathon di Studio 21 Ambarukmo Plasa, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu studio, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=897&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya<strong> Nchy</strong> untuk melakukan <em><strong>movie marathon</strong></em> di <strong>Studio 21 Ambarukmo Plasa</strong>, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu studio, langsung berlanjut menonton film yang lain di studio yang berbeda. Tak ada yang salah dengan itu. Normal-normal saja. Makanya saya bingung, ketika teman saya ini terlihat begitu <em>shock</em>-nya mendengar tawaran saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, ternyata saya salah. Bukan masalah &#8216;<em>movie marathon&#8217;</em>nya itu yang dipermasalahkan dan dianggap tidak wajar oleh <strong>Nchy</strong>. Tapi lebih pada penjelasan saya berikutnya, perihal film-film apa saja yang akan di&#8217;marathon-kan. Saya dengan entengnynya menyebutkan 3 judul film Indonesia yang memang sedang main di Studio 21.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#ff0000;"><em>.. semua film-film bagus di dunia ini emangnya udah lo tonton semua, apa???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.<em> I knew it. I kneewwwww ittttt&#8230;!! </em>Nggak akan ada orang yang cukup waras yang mau menemani saya melakukan perbuatan ini. Ketika  semua orang sibuk menulis status Facebook mereka dengan kalimat-kalimat yang memamerkan bahwa mereka sedang atau akan menonton film-film seperti Abdel &amp; Temon eh, <strong>Angel &amp; Demons</strong>, atau <strong>Watchmen </strong>atau<strong> The Curse of Benjamin Button</strong>, sepertinya saya sendiri yang dengan percaya diri menuliskan bahwa saya akan melakukakn <em>movie marathon</em> menonton film-film buatan negeri sendiri. Sepertinya kok pada anti ya membeli tiket untuk menonton film-film lokal. Ya sudah, dengan penuh keyakinan diri yang agak berlebih, saya pun melenggang memasuki Studio 21 untuk segera memulai petualangan saya menghabiskan hari Minggu seorang diri itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 2. Jam 10:45</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-898 aligncenter" title="janda kembang" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg?w=152&#038;h=217" alt="janda kembang" width="152" height="217" /></p>
<p style="text-align:justify;">adalah film pertama yang saya tonton. Terus terang, saya menonton film ini bukan karena tertarik melihat penampilan <strong>Luna Maya</strong> yang berdangdut-ria. <strong>Saya datang untuk Sarah Sechan! <em>Yeah!! </em></strong>Membaca sinopsis film yang mengisahkan bahwa Sarah berperan sebagai seorang penyanyi dangdut bernama <strong>Yuli Nada</strong> yang tersaingi oleh kedatangan Luna Maya yang menjadi penyanyi di orkes melayu pimpinan suaminya, sudah menjadi harga mati buat saya, untuk menonton film ini, apapun yang terjadi! Lebai, kan? Emang.<span id="more-897"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan terbukti, sepanjang film yang ceritanya amat sangat <span style="text-decoration:line-through;">menjiplak</span> terinspirasi film <strong>Malena</strong>-nya <strong>Monica Belucci </strong>ini, hanya Sarah-lah yang bisa menyelamatkan film ini dari efek sinetron yang membosankan sekali. Disaat  sepanjang film Luna Maya tak mengucapkan sepatah kata-pun di film ini, Sarah Sechan justru sebaliknya. Ngoooomoonnnnggg&#8230;. terus. Hahaha. <em>She&#8217;s good. Really good! </em>Lupakan cerita standarnya, lupakan soundtrack suara dangdut-nya Luna, lupakan poster filmnya yang seperti iklan sabun (minus gambar si Ringgo Agus Rachman itu tentu saja). Datanglah untuk mbak Sarah! Maka anda akan sangat terhibur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 3. Jam 12:40</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai terkagum-kagum oleh akting Sarah Sechan, saya melanjutkan aksi marathon saya ke studio disebelahnya. Sempat ditanya-tanya oleh mbak-mbak penjaga tiketnya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. wah, lanjut mas??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Sempat GR, karena saya kira si mbaknya ini begitu terpesonanya oleh saya, sehingga begitu kuatnya dia mengingat saya. Tapi sepertinya saya salah. Tentu saja si mbak ini ingat siapa saya, karena memang studio 21 itu sepi sekali dari pengunjung. Hahaha. <em>Eniewei, f</em>ilm pilihan berikutnya yang sangat beruntung saya tonton adalah</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-899 aligncenter" title="Rasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg?w=183&#038;h=270" alt="Rasa" width="183" height="270" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, <strong>Rasa.</strong> Jujur, saya (agak ) tertarik untuk menonton film yang disutradarai oleh <strong>Charles Gozali </strong>ini karena melihat trailernya. Berkisah tentang seorang cewek yang tersiksa karena &#8216;dianugerahi&#8217; kemampuan melihat apa yang akan terjadi. Semacam paranormal gitu, lah. Berbagai peristiwa yang akan terjadi itu, bisa dilihatnya melalui lukisan yang yang digambarnya. Seperti cerita serial <strong>Heroes</strong>, bukaan? Bukan!! Karena si cewek itu ahirnya terpaksa terlibat dalam drama penculikan anak dari seorang profesor asal Inggris, dimana nantinya kejadian itu ada hubungannya dengan perebutan sebuah Keris pusaka bernama Keris Candra Wulan! Ooohhh&#8230; Para penulis skenario Heroes pun pasti tidak akan sekreatif itu dalam memilih alur cerita!</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti beberapa teman saya yang juga sama pesimisnya dengan premis film ini, saya memasuki ruangan studio dengan tanpa harapan apa-apa. Tapi mungkin itulah kuncinya. Disaat saya tidak berharap apaun dari film ini (lah, kok ya ditonton ya?), justru yang terjadi malah sebaliknya. Film ini ternyata sangat enak dinikmati. Alurnya dan editingnya berjalan mulus. Akting para pemainnya pun terlihat wajar, sewajar saya memaklumi <strong>Christian Sugiono</strong> yang tampil dengan akting bak menghafal dialognya itu. Walau mengambil tema agak-agak supranatural, tapi film ini tidak terjebak menampilkan penampakan-penampakan hantu yang tidak penting, tapi cukup membuat saya tersentak kaget. Begitu juga dengan akting meyakinkan pemeran utamanya, <strong>Pevita Pearce</strong> yang  sepintas mengingatkan saya dengan Cinta Laura, namun dalam versi lebih cerdas!</p>
<p style="text-align:justify;">Yang agak mengganggu mungkin adalah masalah bahasa. Karena film ini menceritakan 2 budaya, sehingga melibatkan pemain asing pula, makanya diperlukan terjemahan selama dialog berlangsung. Ketika aktor dan aktris Bule yang berdialog, muncul-lah terjemahan bahasa Indonesianya di layar. Ketika aktor dan aktris Indonesia yang berdialog, maka muncul-lah terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lah? Seperti sedang menonton acara <strong>Pelajaran Bahasa Inggris Untuk Anda</strong> saja. Cukup mengganggu sebenarnya. Saya jadi agak-agak dejavu dengan film-film lama yang dibintangi tante <strong>Cynthia Rothrock</strong> yang jago nendang, salto sambil terbang secara bersamaan jaman dulu itu (hebat sekali orang ini!).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Overall</em>, saya cukup terhibur dengan film ini. Alur ceritanya yang sebenarnya sederhana, bisa ditampilkan dengan  lebih dari sekedar &#8217;sederhana&#8217;. Penampilan para cameo yang hanya sekelebatan itu cukup membuat bibir tersenyum-senyum sendiri. Dan terlihat sekali, film ini tidak termasuk film-film <em>asal buat-yang penting laku</em> seperti yang selama ini kita lihat. Adegan laga-nya juga tidak kacangan dan terasa sekali digarap dengan serius. Tone film yang kebiru-biruan dan gelap juga menguatkan aksen film ini, yang seolah ingin menegaskan bahwa <strong>Rasa adalah film mencekam tapi romantis! </strong>Ohhhh.. Dasar kritikus film amatiran. Suka nggak pas deh ngasih penilaian. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari Studio 3 dengan perasaan surprise (karena film yang saya tonton ternyata lebih bagus daripada yang saya perkirakan sebelumnya), saya keluar untuk mencari makan siang sebentar, memulihkan tenaga dan pikiran, karena perjalanan saya belum usai! Akhirnya, sebagai aksi penutup movie marathon hari itu, saya memilh sebuah film yang (sepertinya) sudah dinanti-nanti oleh para ABG (hohohoo..), karena lagu soundtracknya yang mampu membuai banyak orang itu..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-900 aligncenter" title="bukan cinta biasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg?w=173&#038;h=244" alt="bukan cinta biasa" width="173" height="244" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata memang benar.. penonton film ini ternyata lebih banyak daripada 2 film yang saya lihat sebelumnya. Dan hampir semua penonton yang ada di studio 5 adalah para A-Be-Ge! Dengan langkah malu-malu mau, saya memasuki studio. Pasti para cewek-cewek ABG itu memandangi saya dengan hina..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; ih, ada Oom-Oom mau nonton Afgan&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Film dibuka dengan seorang anak cewek belasan tahun yang mengetuk pintu rumah seorang rocker setengah baya, dan langsung bilang kalau dia adalah anak dari si rocker itu. Ya ya.. dari adegan pembuka cupu ini saja, saya seperti sudah bisa menebak isi keseluruhan film ini. Pasti isinya seputar konflik antara bapak-anak yang berusaha menyesuaikan diri itu. Dan saya benar! Dan dari pertama saya sudah benar, film ini pasti malah akan berubah dari (pengennya) drama menjadi (pengennya) komedi. Duh, selama satu jam lebih, saya tersiksa sekali melihat akting bapak-anak yang sama sekali miskin <em>chemistry</em> ini. Susah sekali percaya bahwa mereka ini adalah anak dan bapak. Nggak tau kenapa, saya justru melihat keakraban mereka ini malah seperti anak ABG yang lagi sayang-sayangan dengan Om-Om! Duh..</p>
<p style="text-align:justify;">Lebai. Sungguh lebai. Susah memperkirakan, mau kemana sebenarnya arah film ini. Serba tanggung. Terus terang, saya merasa ditipu mentah-mentah. Karena seperti yang saya tulis tadi, yang membuat saya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menonton film ini adalah<strong> lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh dik Afgan itu</strong>. Pertama kali mendengar lagu yang mengharu-biru itu, saya membayangkan filmnya pasti nggak akan jauh beda lah dengan lagu soundtracknya. Drama-dramaan gimanaaa, gitu. Cinta-cintaan yang tragis atau apalah. Hehehe.  Makanya ketika lagu inipun akhirnya muncul di dalam salah satu adegan film bertema anak sok tau -bapak nggak jelas gini, jadinya nggak nyambung banget dan terkesan dipaksakan sekali. Uh! Untunglah, ada penampilan<strong> Julia Perez </strong>yang cukup menonjol, walau hanya muncul dalam 3 scene saja. Menonjol dalam arti sesungguhnya. Menonjol sekali&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya begitulah. Movie marathon saya diakhiri sebuah film yang sepertinya lebih cocok langsung dijadikan VCD saja itu. Tapi toh walaupun dikecewakan, saya tetap berbangga hati karena <strong>saya bisa kuat menaklukan tantangan diri saya sendiri untuk melakukan movie marathon film-film Indonesia!</strong> YEAHH!! Nggak ada yang berani melakukannya selain gue! YEAHH!!!! Nggak ada orang waras yang mau mengeluarkan duit 75 ribu perak hanya untuk melakukan hal ini!! YEAHHH!!!! Hahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-901 aligncenter" title="MOVIE MARATHON9" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=276&#038;h=207" alt="MOVIE MARATHON9" width="276" height="207" /></p>
<p style="text-align:justify;">So, siapa tau.. siapa tau lho ya, nantinya kalian ada yang sama <em>clueless</em>-nya seperti saya, dan ingin mencoba melakukan Movie Marathon film Indonesia (<strong>ingat! film Indonesia!)</strong> di bioskop, mungkin beberapa tips ini bisa membantu  :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Selektiflah dalam memilh film.</strong></span></span> Perhatikan siapa saja pemain-pemain filmnya. Jangan sampai tiba-tiba merasa disorientasi didalam bioskop karena melihat pemain yang itu-itu lagi. Contohnya saya. Melihat penampilan <strong>Wulan Guritno</strong> di film<strong> Rasa</strong>, kemudian muncul lagi di film <strong>Bukan Cinta Biasa.</strong> Begitu juga <strong>Joe Project Pop</strong> dan <strong>Ustad AA Jimmy</strong> yang bisa-bisanya nongol di film<strong> Janda Kembang</strong> kemudian berlanjut di film <strong>Bukan Cinta Biasa</strong>. Duh! Saya sempat bingung,<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Perasaan gue udah ganti film deh&#8230;&#8221;</em></span></li>
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Bawalah baju ganti.</strong></span> </span>Lebih banyak lebih baik. Hal ini untuk menghindari tatapan heran para pegawai bioskop yang melihat muka kita lagi-muka kita lagi. Paling tidak, kalau setiap ganti studio, kita hadir dengan dengan penampilan yang berbeda juga, hal ini bisa menghilangkan tatapan heran mereka. Mungkin berganti dengan tatapan kagum. <span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230;Niat bener yaaa ni orang&#8230;..&#8221;</em></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Yakinkan diri anda, bahwa Anda memang sedang kurang kerjaan!</span></strong></span> Hal ini akan membuat anda yakin untuk menyelesaikan movie marathon itu sampai dengan selesai. Karena kadang, ketika selesai menonton film kedua, bahkan saat baru selesai menonton fim pertama, Anda sudah merasakan dehidrasi yang luar biasa. Apalagi ingat, yang anda tonton ini adalah FILM INDONESIA! Dan ingat, selalu ada pilihan untuk melakukan movie marathon film Indonesia di rumah dengan cara menyewa di rental. Tapi orang yang melakukan ini, adalah orang-orang pecundang. Huahahahhaha&#8230;</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Lakukanlah sendiri. </span></strong></span>Tidak usah mengajak teman. Karena selera belum tentu sama. Bisa jadi, ditengah perjalanan, teman Anda menyerah, dan Anda harus  menghabiskan sisa putaran marathon itu sendirian. Tidak asyik sekali. Jangan sampai pertemanan Anda rusak hanya karena masalah tidak penting seperti itu <em>*nggak mungkin juga sih, Dek*</em>.  Mendingan dari pertama sendirian saja. Anggap dan nikmati saja seharian itu sebagai <strong><em>&#8216; me time&#8217;</em></strong> alias waktu Anda untuk memanjakan diri. Jadi, gila-gilaan lah saja sendiri. Jangan menyusahkan orang lain.Hehehe.</li>
<li>Ingat, dalam hidup ini masih ada opsi lainnnya untuk menghabiskan waktu : <strong>tidur!</strong></li>
</ol>
<p>Jadi, selamat menonton!</p>
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=897&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">janda kembang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bukan cinta biasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MOVIE MARATHON9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beauty is Pain</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 08:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial &#8216;The Biggest Loser&#8217; di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=891&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial <strong>&#8216;The Biggest Loser&#8217; </strong>di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat badan mereka itu  menjadi dalam angka yang normal atau ideal. Terus terang, ada perasaan takjub juga menyaksikan pengorbanan orang-orang ini. Dengan bantuan 2 orang <em>personal trainer</em> yang mendampingi mereka, saya jadi tahu bahwa menurunkan berat badan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang apalagi menyenangkan. Perlu perjuangan dan pengorbanan luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berat badan ideal memang keinginan semua orang</strong>. Dari faktor kesehatan, sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang terlalu berlebih berat badannya, rawan dengan berbagai gangguan kesehatan. Demikian pula dari faktor estetika. Terlepas dari yang namanya cantik/ganteng tidaknya seseorang itu ukurannya katanya adalah relatif, tapi semua orang tentu sangat ingin melihat ukuran badan mereka proporsional. Itulah kenapa produk dan program diet makin bertambah saja jenisnya (dan banyak peminatnya) , bukan?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-892 aligncenter" title="COMP_02_blclogo" src="../files/2009/05/comp_02_blclogo.gif" alt="COMP_02_blclogo" width="186" height="193" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi melihat program <strong>The Biggest Losers</strong> ini saya kok jadi makin percaya, <strong>segala sesuatu itu ada proses dan perjuangannya. </strong>Tidak bisa instant. Tidak bisa langsung kita dapatkan hasilnya dalam waktu sekejap seperti menjentikkan jempol dengan jari tengah. Makanya di tayangn itu diperlihatkan, para peserta harus mau menjaga asupan makanan yang mereka makan, menjaga pola makan dan &#8211; ini yang pasti, harus mau sampai jungkir balik berolahraga keras untuk membakar kalori, mengubah lemak menjadi otot, dengan didampingi oleh para trainer yang galaknya minta ampun itu. Tidak heran kalau hampir semua perserta menangis, bahkan ada yang menyerah ditengah jalan. Kalau begini kan pertanyaannya tinggal satu : <em>Seberapa kuat tekad kita kita dalam melakukannya?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebanyakan sih sama : tidak terlalu sabar.</strong> Hehehe. Saya contohnya. Dulu saya pernah merasa bahwa saya sudah cukup berlebih berat badannya. Bisa dilihat dan dirasakan ketika celana mulai sesak di bagian pinggangnya, seragam kantor juga terlihat jadi semakin ketat, ngalah-ngalahin baju-bajunya <strong>Safiul Jamil</strong>, hingga yang paling jelas : pipi yang samakin tembem! Ditambah dengan tinggi badan yang sudah tidak mungkin bertambah lagi<em> *hehehe*</em> , akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan hal yang tidak pernah terpikir sama sekali sebelumnya : <strong>DIET! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkonsultasi dengan trainer di gym tempat saya biasa berlatih, akhirnya saya diberikan sebuah program <em><strong>Fat Loss</strong></em> yang terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah latihan untuk membakar lemak seperti <em>treadmill </em>dan <em>step race</em> plus latihan beban untuk mengencangkan otot, dan yang kedua adalah deretan menu diet yang harus saya makan. Setengah tak percaya, saya membaca daftar menu diet yang tertulis rapi di kertas itu&#8230;<span id="more-891"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6 Pagi</strong> :    <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur,  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 9 Pagi </strong> :  <em>150 gram Dada Ayam Bakar atau Rebus,  1 buah Apel</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 12 Siang</strong> :  <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur, 1-2 potong Tahu atau Tempe,  1 Buah Apel, Semangkuk   Sayur Bening</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 3 Sore</strong> :  <em>Sama dengan makan siang</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6/7 malam</strong> : <em>150 gram Dada Ayam bakar, 1 Buah Apel dan  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Huekkk&#8230;.!!</p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. pertama kali saya membaca daftar  menu diet yang harus saya makan itu, saya langsung mual-mual. Mata berkunang-kunang. Bibir pecah-pecah. Hehehe. SUMPAH LOE????? Kemudian saya berusaha mengkonfirmasikan lagi kepada mas trainer itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; mmm..mas, ini beneran nih progarm buat manusia? Bukan keliru untuk melatih Beruang Sirkus kann&#8230;..?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, selama 2 bulan, setiap Senin sampai Jumat, saya cuman boleh makan itu doang? Mengerikan&#8230; berarti setiap hari, sampai goblok tiap hari yang dilihat dan dimakan cuman<strong> roti gandum, Apel</strong> sama <strong>Putih Telor </strong>dan  <strong>Ayam Rebus?? </strong>Apa-apaan ini?? Segitu amat ya demi pengen badan bagus? Akhirnya setelah dijelaskan cara kerja dn manfaat yang akan diperoleh ketika menjalankan pola diet seperti ini oleh mas Trainer, saya kemudian bisa mengerti, dan bertekad untuk mematuhi anjurannya, dan menjauhi larangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhasilkah saya mendapatkan badan yang ideal?  <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Are you kidding me?</em> Tentu saja  tidak! Tidakkah kalian baca menu yang harus dimakan diatas itu?? Hahaha.  Setelah memaksakan diri untuk tabah menjalani program diet itu, di minggu keempat akhirnya saya menyerah. Nggak sanggupppp&#8230; Saya sudah mual (dan muak!) melihat putih telur ituuuuu.. Sumpah, sampai sekarang saya suka agak-agak trauma gimanaaa, gitu kalau melihat putih telur. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya program diet itu saya tinggalkan. Saya mencoba lebih mengatur pola makan secara pelan-pelan (dan secara lebih manusiawi!), sambil tetap menjaga pola latihan di gym saja. Karena saya percaya, olahraga adalah jawaban yang paling benar kalau kita mau menjaga kesehatan, kebugaran dan mendapatkan berat badan yang ideal!</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai suatu hari, saya mendapat komentar dari salah seorang teman yang melihat foto saya di Yahoo Messenger.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. hiiii&#8230; cempluk! Itu kamu yang memang membesar, atau cuman efek kamera ya?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh.. Pertanyaan bodoh. Setahu saya nggak ada deh orang yang pengen terlihat gemuk di foto! Hahaha. Ternyata usaha pengaturan pola makan dan olahraga versi saya sendiri itupun belum berhasil. Mungkin karena faktor itu juga, entah kenapa minggu lalu saya bisa-bisanya berhenti di sebuah counter kosmetik (hahahah), dan mencoba bertanya-tanya tentang sebuah produk perawatan badan untuk cowok yang sering terpampang di majalah-majalah pria itu. Produk <strong><em>body firming gel</em></strong> ini katanya iklannya sih termasuk yang paling oke untuk menghancurkan lemak di area perut. Cukup dioleskan ke bagian-bagian perut yang ingin &#8216;dilangsingkan&#8217; saja setiap pagi dan malam. Nanti setelah sebulan (tetep ya&#8230; harus nunggu sebulan!), akan terlihat hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Duh, <em>should I try this? </em>Sebagai orang yang cukup rasional, saya tentu saja berusaha untuk tidak langsung percaya oleh bualan iklan. Apalagi ternyata harga produk itu bisa buat beli jeans 3 biji! Makanya, saya kemudian mengiterogasi mbak-mbak penjaga counter itu tentang kemampuan produk itu, termasuk efek sampingnya bagi saya seandainya saya memakainya. Si mbak yang terlihat agak kaget mendapati calon costumernya sebawel itu, dengan cepat menjelaskan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; gak ada efek samping yang berbahaya kok, mas. Ini prduk best seller banget. Yaa, biasanya sih setelah pemakaian gel ini, efeknya paling-paling cuma sering kentut aja, mas&#8230; nggak ada efek lainnya kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Pppffffffffffff&#8230;.. </em>setengah mati saya berusaha menahan ketawa yang hampir saja keluar dengan dahsyatnya. Tapi terpaksa ditahan, takut si mbaknya tersinggung. <em>Heh? Gue gak salah denger kan?? Si mbaknya ga salah ngomong, kan??</em> Jadi sering kentut?? Itu kok seperti tidak menyenangkan ya. Tidak cuma bagi saya, tapi juga bagi orang-orang disekitar saya,bukan?? Kok aneh banget sih efek sampingnya. Eh, seolah bisa membaca pikiran saya itu, si mbaknya kemudian berusaha menetralisirnya dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; loh, gak apa-apa lho mas.. bandingkan dengan produk obat diet yang sering diminum perempuan-perempuan itu. Bisanya efeknya malah lebih gawat. Jadi sering ke belakang, ya pipislah.. ya buang air besar, lah&#8230;. Efek sampingnya bisa berbahaya sekali&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">HOHH???</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya harus memilih nih ceritanya? Milih mana : sering kentut apa sering pipis? Hahahaha. Duh si Mbak..</p>
<p style="text-align:justify;">See.. semua itu butuh proses. Nggak bisa langsung. Nggak ada itu yang namanya keajaiban. Semua itu butuh yang namanya pengorbanan. <em>Short cut will never work.</em> Nggak ada yang bisa langsung jadi. Mau pinter, harus belajar. Mau  lulus ujian, harus mau ikut diuji dulu. Mau kaya, ya harus kerja. Mau langsing? Ya harus mau bersusah-susah dulu olahraga dan mengatur pola makan. Apakah itu berarti  : untuk langsing, saya juga harus rela berkorban sering berkentut-kentut ria? Huaahhhh&#8230; Pilihan antara hidup dan mati nih..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin kalian bertanya-tanya, jadi kah saya membeli produk body firming gel itu? Hehehe.. silakan tebak sendiri. Mungkin bisa ditanyakan kepada rekan-rekan sekerja saya, apakah saya akhir-akhir ini jadi lebih sering ke kamar mandi atau lebih sering pergi menjauh dari mereka supaya mereka nggak menghirup bau yang aneh&#8230;. kakakakakkakaaa&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=891&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/05/comp_02_blclogo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">COMP_02_blclogo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 10:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Jam 8 malam.
Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News.
Dan kemudian, muncullah tayangan itu&#8230;.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=887&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jam 8 malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kemudian, muncullah tayangan itu&#8230;.. Silet! Hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-888 aligncenter" title="silet" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg?w=156&#038;h=90" alt="silet" width="156" height="90" /></p>
<p style="text-align:justify;">Terserah deh mau dibilang saya cowok yang terlalu emak-emak karena doyan ngikutin gossip. Tapi dalam keadaan capek begitu, bukankah sebaiknya kita mencari hiburan yang bisa menghilangkan kepenatan? Dan saya yakin, dengan melihat tayangan infotainment yang luar biasa ringan dan menghibur seperti itu, pasti cukup bisa membantu menghilangkan segala letih yang saya rasakan sejak dari pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan benar saya, begitu mengikuti tayangan Silet yang saat itu sedang membahas kasus dugaan penculikan model <strong>Manohara </strong>oleh Pangeran dari negeri seberang itu <em>*ohhh*</em>, saya bisa melupakan segala penat dengan berulang kali tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikannya. Bukannya saya nggak bersimpati dengan kasus ini. Bukannya saya tidak merasa kasihan melihat si Ibunya Manohara yang jumpalitan meminta bantuan supaya bisa dipertemukan dengan anaknya itu. Bukan. Tapi siapa coba, yang nggak akan kegelian ketika ditengah-tengah liputan yang dibuat dramatis dan memilukan itu, ditambah dengan suara si mbak-mbak narator yang sama juga dibikin super duper dramatis itu, tiba-tiba muncul lagu&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Diiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230; Isabellllaaaa&#8230;. lambang cintaaaa yang laraaaaa&#8230;. Terpiiiiiii&#8230;.sah keerranaaa&#8230; aadat yaaannngg beeeerrrrbeeezzzaaaaaaaaaaaaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! LEBAY!</p>
<p style="text-align:justify;">Apa-apaan sih ini editornya? Mentang-mentang kasusnya tentang kisah pilu dua negara, mentang-mentang tayangan yang dibahas adalah tentang sosok seorang perempuan yang menderita karena perbedaan kultur bangsa, maka kemudian dipilihlah lagu legendaris <strong>Isabella</strong> dari kelompok <strong>Search </strong>yang ngetop di awal tahun 90-an ini. Jelas saya ngakak dong. Kok nggak begitu nyambung yah?? Sukanya gitu deh, ni infotainment. Sukanya menambah-nambah kesan dramatis sebuah liputan dengan memasangkannya dengan sebuah lagu yang (dianggap mereka) cocok. Kalau cocok sih nggak apa-apa. Makin dapat, lah nilai kedramatisannya. Lah, kalo maksa?</p>
<p style="text-align:justify;">Belum selesai kegelian saya dengan lagu Isabella itu, tiba-tiba saya sudah dibuat terperanjat lagi dengan lagu berikutnya. <span id="more-887"></span>Terdengar sebuah suara menyayat hati yang bersenandung,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>.. Mamaaa&#8230;. oh Mamaaa&#8230; aku ingin pulaaaannngggg&#8230;&#8230;..kuu rindu kepadamu.. Cincin emas melingkar dia berikan duluu.. untuk apa, kalau dia tak cintaaa&#8230;.<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>My God!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini lagunya <strong>Nike Ardilla</strong> ini yang dipasang. Seolah-olah bisa menggambarkan jeritan hati Manohara yang ingin pulang ke rumah ibunya di Indonesia, karena sudah tidak betah di dalam kerajaan Malaysia itu. Luar biasa sekali inisiatif si penghias musik infotainment ini. Idenya sangat brilliant! <em>Amazing! Out of the box! Two thumbs up! </em>Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri nggak tahu. Apa karena kebiasaan saya yang terlalu memperhatikan segala sesuatu dengan amat detail, tapi perhatikan deh setiap kali ada tayangan infotainment. <strong>Perhatikan pilihan <em>soundtrack-soundtrack</em> lagu yang mereka &#8216;masukkan&#8217; dalam sebuah tayangan. </strong>Pasti kebanyakan bikin kita terkaget-kaget sendiri. Ada yang asal comot, ada juga yang dipilih dengan amat teliti oleh si editornya. Saya kok yakin, si editor itu pasti memeras otak dengan sangat keras, berusaha mencari lagu apa yang paling cocok untuk dimasukkan dalam liputannya itu. Biar (syukur-syukur) bisa nyambung.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kasus yang diangkat adalah kasus dari seorang penyanyi sih, gampang saja. Tinggal memasukkan satu atau dua lagu dari si penyanyi bersangkutan, selesai. Lah kalau kasusnya seperti kasus Manohara barusan? Salah satu pengalaman menonton tayangan infotainment yang paling tidak terlupakan adalah ketika mereka meliput seorang artis bernama <strong>Nia Ramadhani</strong> yang menurut mereka termasuk gemar gonta-ganti pacar untuk ukuran seusia dia. Hehehe. Dan hebatnya lagi, pacarnya dik Nia ini semuanya tajir. Ada <strong>Ressa Helambang, Bam Samsons</strong> dan yang terakhir ini adalah <strong>siapa Bakrie</strong>, gitu. Dan setelah narasi-narasi yang tidak penting itu dibacakan, dengan tanpa rasa bersalah, si infotainment itupun memasukkan lagu yang sepertinya bisa menjelaskan keseluruhan liputan mereka sebagai klimaksnya :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; cewek matree&#8230; cewek matree&#8230; kelaut ajee&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya masalah pemilihan lagu. Lebih detail lagi. <strong>Perhatikan juga dalam hal pemilihan </strong><em><strong>sound effect! </strong></em>Wah, ini lebih mengerikan lagi. Hampir semua infotainment sepertinya hanya punya koleksi satu <em>sound effect</em> satu saja, yaitu : suara halilintar! Pokoknya yang bunyinya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>..DHUARRRR..!!&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">gitu, lah. Suara ini sering sekali ditampilkan setiap kali ada sebuah pernyataan seorang nara sumber, entah itu si artis atau siapapun itu, dimana pernyataan itu dinilai sangat mengagetkan atau mengejutkan. Nah, petir kan bikin kaget tuh.. makanya dipakailah sound effect suara petir untuk menambah kesan <em>surprising</em> nya. Biar semakin klimaks! Biar penonton terkejut! Pernah nih,  dalam setengah jam saya nonton sebuah infotainment, saya menghitung tidak kurang ada 11 kali suara <strong><em>&#8220;&#8230; DHUARR&#8230;!!&#8221; </em></strong>itu muncul. Edan ya? Apakah akhirnya menambah kesan dramatis dari liputan itu? Enggak juga. Malah bikin geli. Orang dikagetin kok berkali-kali. Ya udah nggak kaget lagi dong,ah!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah hebatnya infotainment di negara kita. Tidak perlu menghadirkan penelusuran mendetail, tidak perlu dibutuhkan fakta akurat atau konfirmasi apalagi analisa yang kuat. Cukup dengan narasi yang dramatis, ditambah ilustrasi musik dari <em>scoring </em>film-film luar, disertai pemilihan lagu-lagu yang dirasa bisa merepresentasikan kasus yang diangkat, dan jangan lupa, <em>sound effect</em> mengejutkan itu tadi! Then &#8230;.. BAM!! Jadilah infotainment yang ratingnya tinggi dan disuka oleh banyak orang, temasuk saya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena cuma infotaiment lah, satu-satunya tayangan berita yang bisa memberikan seorang penyanyi nanggung seperti <strong>Mayangsari</strong> dengan julukan <strong>&#8220;Ratu Purwokerto&#8221;</strong>! Hebat toh??! Sejak kapan coba,  Purwokerto berubah dari kabupaten menjadi kerajaan???</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Hidup Infoteimen Indonesssaaa!!</em></strong></p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=887&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polos</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dulu, orang sering bilang bahwa kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari. Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; make up yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=879&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sejak dulu, orang sering bilang bahwa<strong> kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.</strong> Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; <em>make up</em> yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. Normalnya, normalnya lho ini ya&#8230;. hehehe&#8230; orang kalau pergi tidur kan memang biasanya nggak memakai <em>make up</em> di  wajahnya, toh? Kecuali di sinetron-sinetron itu, tentu saja. Mereka itu mungkin termasuk abnormal, karena walaupun sudah siap tidur dengan daster atau baju tidurnyapun, masih ngotot ingin terlihat cantik dengan ber-<em>make up</em> tebal seperti mau kondangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga  heran, kenapa kecantikan atau ketampanan seseorang itu harus dinilai dari saat dia bangun tidur. Bukankah justru ketika itu, muka lagi jelek-jeleknya ya? Mata masih lebam dan belum terbuka dengan sempurna, pipi masih terlihat membengkak, belum lagi kalau ada sisa-sisa <em>ngiler</em> yang terpampang samar-samar di sekitar bibir hahaha.. masih ditambah dengan rambut yang, masya Allah&#8230; awut-awutan nggak karuan. Cantiknya dimana? Gantengya dimana??</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ya seperti yang saya tulis di paragraf awal tadi : c<strong>antik dilihat dari sisi alaminya, kepolosannya.</strong> Wajah yang masih bersih tanpa sentuhan dan polesan apa-apa. <em>That&#8217;s where the beauty is.</em> Karena kalau kita melihat sosok perempuan yang cantik setelah wajahnya di&#8217;dempul dengan make up 7 lapis,misalnya, ya nggak usah tanya. Bukankah itu gunanya <em>make up </em>diciptakan di dunia ini? Malah jika si perempuan itu tetap tidak terlihat cantik bahkan setelah dimake up hingga 7 lapis, itu yang harus dipertanyakan! Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih maklum sekali, kalau perempuan dan <em>make up</em> itu mungkin sudah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat kentut dengan baunya. Ibarat hidung dengan upilnya.  Perumpamaan yang tidak cantik sama sekali ya? Hehehe. Perempuan kalau tidak memakai riasan, atau bahkan tidak tahu bagaimana caranya ber-<em>make up</em>, malah sering dibilang bukan perempuan. Sehingga kemanapun kalian pergi, mereka  selalu terlebih dahulu menyempatkan diri berdandan, yang buat kami para lelaki, sering menganggapnya sebagai pemborosan waktu saja. Walaupun kalau dipikir-pikir, selain untuk diri sendiri, kalian berlama-lama memonyong-monyongkan bibir didepan cermin itupun untuk kepentingan kami juga. Karena kami juga akan bangga punya pasangan yang pintar mempercantik dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dalam skala 1-10, <strong>seberapa pentingkah memakai <em>make up</em> bagi kalian?</strong> Sebegitu pentingnya kah? Berani nggak sih kalian hidup tanpa <em>make up</em>? Oke deh, pertanyaan terakhir barusan terdengar terlalu berlebihan. Kita kurangi saja kadar ke-<em>lebai</em>-annnya : Pernah nggak, sehari saja, sekali-sekali pergi ke kantor, atau pergi ke Mal, tampil polos tanpa riasan make up sama sekali? Kalau pernah, apa sih yang kalian rasakan? Nggak nyaman? Nggak percaya diri? Malu? <span id="more-879"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Majalah <em><strong>People</strong></em> baru-baru ini mengeluarkan tema <strong>The Most Beautiful People</strong> sebagai <em>headline</em>-nya. Setiap tahun mereka memang sangat kurang kerjaannya, dengan mengeluarkan daftar-daftar <em>The Most Beautiful</em>. Ya <em>The Most Beautiful Men</em> lah, <em>Women </em>lah, dan yang lebih umum ya itu tadi : <em>People</em>. Tahun ini yang terpilih adalah si cantik <strong>Christina Applegate</strong>. <em>I strongly agree</em>. Si mbak ini memang cantik sekali. Dan kekuatannya melawan kanker payudara yang dideritanya itu membuatnya terlihat semakin cantik. Cantik dari dalam.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-883 aligncenter" title="applegate_cover" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg?w=200&#038;h=267" alt="applegate_cover" width="200" height="267" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan salah satu bagian dari The Most Beautiful People ini, ada sebuah artikel yang memuat foto-foto beberapa selebritas perempuan yang ditantang untuk mau berfoto dengan polos. Polos disini bukannya tanpa memakai sehelai benang pun. Tapi polos tanpa memakai riasaan atau <em>make up </em>sama sekali. Judul artikelnya adalah <em><strong>&#8220;Stars Without Make Up&#8221;. </strong></em>Mereka hanya diperbolehkan memakai semacam <em>moisturiser</em> atau apalah, gitu. Tapi tetap:<span style="text-decoration:underline;"> <strong>No Make Up!</strong></span> Buat orang biasa, mungkin ini bukanlah sebuah masalah besar. Tapi buat artis yang sehari-harinya (mungkiiiiinn&#8230;) harus selalu bermake-up, ini sebuah tantangan hidup dan mati! Dari sekian banyak artis yang ditawari, akhirnya si cantik <strong>Eva Mendes</strong>, penyanyi kulit hitam <strong>Ciara</strong>, <strong>Halle Berry, Cindy Crawford,</strong> juri American Idol <strong>Kara DioGuardi</strong> sampai para pemain serial 90210 ini berani menerima tantangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 340px"><img class="size-full wp-image-881" title="90210" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg?w=330&#038;h=247" alt="The girls from '90210'" width="330" height="247" /><p class="wp-caption-text">The girls from &#39;90210&#39;</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya? Memang lain sih. Lebih kelihatan kerut-kerutnya. Hehehe. Ya iyalah, biasanya kan mereka kalau tampil di TV selalu dengan <em>make up </em>berat yang bisa menghilangkan berbagai kekurangan di wajah mereka. Tapi melihat tampilan foto Eva Mendes, Cindy Crawford dan kawan kawan itu, paling tidak ada 2 kesamaan yang bisa saya tangkap. <strong>Pertama</strong>, betapa memang mereka ini aslinya sudah cantik! Jadi mau pakai <em>make up</em> atau tanpa <em>make up</em> pun, ya tetep cantik! Hehehe. Emang dasarnya cantik! Titik. <strong>Kedua</strong>, mereka terlihat manusiawi sekali. Melihat kepolosan wajah mereka itu, saya melihat bahwa secantik apapun orangnya, sekaya dan sengetop apapun orangnya, tetap satu : sama-sama manusia kok. Foto mereka itu memperlihatkan bahwa mereka yang disebut &#8216;artis&#8217; itu juga manusia biasa. <em>They&#8217;re human.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya sering kan, ketika kita berpapasan dengan orang-orang yang mukanya sering kita lihat di TV, dan si orang populer itu tampil tanpa riasan tebal setebal ketika mereka di TV, terus kita berkomentar</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. biasa aja ternyata&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau yang lebih kejam dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. kok cakepan gue???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehhee. Lho, lha emang mereka juga orang biasa toh? Cuma kebetulan aja kerjaanya jadi artis. Kebetulan aja keraannya harus sering-sering tampil dengan <em>make up. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak ada yang salah sih dengan memakai <em>make up</em>. Tapi kalau sampai nggak berani keluar rumah dengan tanpa memakainya, sepertinya sudah terlalu berlebihan. Itu namanya sudah kecanduan. Heh? Kecanduan make up? Hehehe, baru denger istilah ini. Seorang teman saya mungkin termasuk dalam kategori ini. Suatu ketika saya diajaknya untuk menemaninya ke sebuah mal. Ditengah jalan, tiba-tiba dia membelokkan mobilnya ke sebuah salon. Seolah bisa membaca keheranan saya, dengan santai dia bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ngeblow rambut dulu yah.. nggak mungkin dong aku ke mal polosan gini&#8230;</em><br />
</span></p></blockquote>
<p>Oohhh&#8230;..</p>
<p>So, mbak-mbak yang sedang baca tulisan ini&#8230; gimana..  berani tampil polos?</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=879&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">applegate_cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">90210</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spoiler</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 06:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Note : Spoiler Alert! 
Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya:
&#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221;
Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film KNOWING-ya Nicholas Cage di Studio 21 Ambarukmo Plasa. &#8220;Biar telat&#8221; diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya Dian dan Rani termasuk yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=874&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Note : Spoiler Alert! </strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya:</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film <strong>KNOWING</strong>-ya <strong>Nicholas Cage </strong>di Studio 21 Ambarukmo Plasa. <em>&#8220;Biar telat&#8221; </em>diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.dianpurnomo.com">Dian</a></strong></span></span> dan Rani termasuk yang telat menonton film ini. Yaa, setelah 2 mingguan film ini nampang di bioskop, kami baru kemarin ini memutuskan untuk menontonnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-875 aligncenter" title="phmgvnquuhrdrn_t" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg?w=102&#038;h=147" alt="phmgvnquuhrdrn_t" width="102" height="147" /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja mendaratkan pantat di kursi nomor B-10 Studio 1, tiba-tiba sudah ada yang mengirimkan pesan kepada saya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>&#8230; terakhirnya agak mengecewakan&#8230; eh, keceplosan&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih. Apaan sih ni orang.  Kok bisa-bisanya dia  memberitahukan ending film ini ke saya, walau secara tersamar. Sayapun hanya membalas singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Oh.. baiklah. Sebelum sampai endingya, aku akan keluar lebih dulu saja&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Sayapun siap-siap melanjutkan menonton film itu. Belum ada 1 menit setelah pesan pertama itu datang, tiba-tiba datang pesan kedua, dari orang yang berbeda.Kali ini dari seorang teman saya yang berasal dari Padang tapi karena lama tinggal di Bandung, bahasanya jadi <em>meni Sunda pisan..</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Iyaa! Ntar Nicolas Cagenya mati, siah.. gak seru kannnn? Hahahahha&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">WAKSS!!  Tak sopan &#8216;kali ni orang. Sambil menahan geli tapi campur sebel, sayapun dengan sok cueknya membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Aku optimis.. Kalo aku yang nonton, Nic Cage pasti bisa diselamatkan. Bismillah&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. <em>Lebay. </em><span id="more-874"></span>Mencoba tetap tidak terpengaruh sama <em>spoiler2 </em>alias bocoran2 <em>ending </em>film<em> </em>dari kedua teman itu. Tapi ternyata mereka seperti tidak puas dengan balasan datar saya itu. Makin menjadilah mereka memberikan pesan lanjutan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>.. dibilangin juga. Awalnya sih seru. Nic nya bisa selamat dari kecelakaan pesawat ama kereta api. Tapi pas bencana terakhir, dia ikutan mati. Karena kiamat. Jadi mataharinya teh ngeluarin semburannya.. gitu mas kronologisnya&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<h2>HUAHHHHHH!!!!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">BEDEBAH!! Hahahaha&#8230; terus saya harus ngapain didalam bisokop ini selama 2 jam kedepan?? Itu sama saja seperti isi dan jalan cerita 2 jam film itu, sudah saya tahu sejak di menit awal dimulainya film, toh?? Menyebalkan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau gini? Teman saya yang dengan baik hatinya berbagi cerita dan membocorkan kronologis jalannya film itu sedetail-detailnya, atau saya yang dengan bodohnya tetap menyempatkan diri membaca (dan lebih tolonlya lagi : membalasnya) di tengah-tengah diputarnya film itu? Hayo.. siapa yang paling bersalah menurut kalian? Kekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">Ending sebuah film, menurut saya seharusnya haruslah menjadi sebuah rahasia besar. Karena sebuah ending, biasanya adalah sebuah titik jawaban dari segala macam konflik yang dibangun sejak awal film dimulai. Terserah, mau endingnya itu menyenangkan alias happy ending, atau ending-ending lainnya yang mungkin malah membuat bingung ata kaget karena di twist sedemikian rupa oleh si penulis naskahnya. <em><strong>But it&#8217;s supposed to be a secret, right? </strong></em>Itulah kenapa ketika  Columbia memproduksi film <strong>Seven Pound</strong>&#8217;sn ya <strong>Will Smith</strong> dulu, pihak studio sama sekali tidak pernah membocorkan jalan cerita film itu kepada orang luar. Yang diberikan hanya garis besar cerita saja. Supaya orang tetap penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Membocorkan spoiler adalah sebuah kejahatan bagi sesama pecinta film!</strong> Itulah kenapa, di majalah-majalah film sering sekali ada peringatan : <strong>SPOILER ALERT! </strong>ketika ada artikel yang berisi resensi sebuah film. Seperti yang saya tulis diatas barusan. Artinya, penulis bisa saja menuliskan atau membocorkan jalan cerita atau bahkan mungkin ending dari film yang ditulis itu. Makanya, dia terlbih dulu memberikan peringatan kepada pembacanya. Jadi kalau kemudian si pembaca kecewa karena menjadi tahu jalan cerita atau ending dari film itu, ya salahnya si pembaca itu sendiri, kenapa tetep dibaca? Udah diperingatin, juga&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Berarti dalam hal ini, saya yang salah ya? Hahhaha.</p>
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=874&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phmgvnquuhrdrn_t</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block! part 2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 02:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *hehehhehee*, maka teman-teman di divisi Event [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=871&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *<em>hehehhehee*</em>, maka teman-teman di divisi Event &amp; Promotion berinisiatif untuk &#8230;. membuat kaos!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-870 aligncenter" title="image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300&#038;h=225" alt="image003" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Gyahahahahahhahaaaa&#8230;&#8230;. !!</p>
<p style="text-align:justify;">Gimana? Ada yang berminat mau pesan?</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=871&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">image003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=864&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. Ini makanya kenapa saya bilang &#8216;tumben&#8217;. Bukannya biasanya kami tidak akrab, bukannya biasanya kami tidak pernah  saling ledek. Bukan sama sekali. Tapi siang itu, suasananya betul-betul beda saja. Biasanya siang-siang setelah jam makan siang, suasananya cenderung tenang, semuanya langsung kembali ke mejanya masing-masing, dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada apakah gerangan? Apakah mereka sedang mogok kerja?</p>
<p>Sebelum pertanyaan itu terjawab, mari kita <em>flashback </em>dulu ke hari sebelumnya. Sore itu, saya yang kebetulan lebih sering <em>mejeng</em> di ruang siaran di lantai 3, di <span style="color:#ff0000;"><strong>BUZZ! </strong></span>oleh teman saya yang ada di lantai 2.</p>
<blockquote><p><em><strong>temansayaitu</strong> : Jang, lo lagi buka Facebook nggak diatas?<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Wah, tadi sih buka. Sekarang udah engga. Knapa?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : coba buka sebentar<br />
<strong>temansayaitu</strong>: karena yang dibawah di block!<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Hehh?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : Iya. Kalo diatas tnyata bisa nyambung, gak usah ribut..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : ntar malah di block juga diatas<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, sejak kapan????<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, iya nih. Diatas ga bisa juga!<br />
<strong>temansayaitu</strong> : walah di block juga toh<br />
<strong>temansayaitu</strong> : barusan ini<br />
<strong>temansayaitu</strong> : stlh makan siang<br />
<strong>ryu.deka</strong>: huahahahhahahaa&#8230;.<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: dan ga ada yang bilang?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak ada<br />
<strong>ryu.deka</strong>: tau2 ke blok?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : iya<br />
<strong>temansayaitu</strong> : lo liat status anak2 di YM dong..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : rame banget<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHAHHAHAHAHHAHA<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHA</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi sodara-sodara, hari itu dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, pihak manajemen kantor bikin surprise kepada  seluruh karyawannya dengan tiba-tiba mem-<em>block </em>seluruh jaringan Facebook dan Friendster. Dan mungkin beberapa situs jejaring sosial lainnya. Entahlah, April Mop padahal sudah berminggu-minggu lalu lewatnya. Tapi ini kok baru sekarang bikin kejutannya. Suka telat deh&#8230; Hehehhee&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ya seperti yang dilaporkan teman saya tadi itulah, makanya saya langsung cek dan ricek status teman-teman saya di YM, dan langsung cekikikan sendiri membacanya&#8230;<span id="more-864"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Huahh!! Apa-apaan ini??!!</strong><br />
<span style="color:#333399;"><strong>Sekian dan teriimakasih..!</strong></span><br />
<strong><span style="color:#993300;">Selamat! FB secara resmi sudah di block!</span><br />
<span style="color:#008080;">Jembatan ke komunitas terputus!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Huwhahahaha&#8230; gileee yaaaa.. segitu pada sewotnya gak bisa Facebook-an. Ketika kemudian chatting saya dan mas ini dilanjutkan, kita sempat mengira-ngira, siapa sebenarnya yang punya ide untuk memblock Facebook ini dan mengapa? Kalau saya sih curiganya, ini sengaja dilakukan, karena dalam waktu dekat ini, perusahaan akan membagi-bagikan Blackberry gratis kepada karyawannya, bekerjasama dengan provider tertent, sehingga karyawan bisa kapanpun dan dimanapun membuka situs Facebook ini, dan  tidak lagi perlu repot-repot buka Facebook di jam kerja.. ini mah ngarep namanya ya? Hahahha. Beda dengan dugaan teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><em><strong>temansayaitu</strong> : yang kena tuduh sekarang adalah salah  seorang bos yang punya Blackberry pasti..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: Hahahhahaha&#8230;. satu2nya tersangka&#8230; boss yang satunya aktif di Facebook soalnya hehehhee<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>temansayaitu</strong>: mungkin yg satunya gak punya Facebook<br />
<strong>temansayaitu </strong>: jadi dia agak iri dan nyruh ngeblock<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: itu the only reason&#8230;&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak punya Facebook tapi punya Blackberry<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gw mau nulis jadi status YM ah!<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHHAHAHAHA&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : <span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;Mending punya BB tapi ga punya FB, atau punya FB tapi ga punya BB??&#8221;</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal">
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Sableng!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maap ya pak boss.. kalau kebetulan baca postingan ini, ini semua dalam nuansa bcandaaaa&#8230;. <em>*khawatir ga jadi diikutsertakan dalam piknik ke Bali besok*</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalian mungkin bertanya-tanya, saya menulis apa sebagai bentuk komentar saya terhadap fenomena unik ini? Hehehe. Sebagai orang yang paling demen bikin komentar-komentar menyakitkan <em>*hehehhee*,</em> herannya saya malah nggak ikutan berkomentar sama sekali lho. Sumpah! (saking pada nggak percayanya kan, kok bisa2nya saya nggak komentar!).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, karena mau di <em>block </em>atau enggak-pun, saya memang jarang mainan Facebook di kantor. Selain memang nggak terlalu hobi utak-atik Facebook, juga karena emang bisa <em>connect</em> kapan pun mau melalui Blackberry (huuuuuuuuuu&#8230;..). Hehehe. Jadi ya kaga ngefek apa2 ke saya. <strong>Kalau WordPress ini juga di block</strong>, naaah.. baru saya bisa bikin komentar yang tingkat kesadisannya bisa ngalah-ngalahin Cut Tari dan Indra Herlambang di Insert!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, mmm.. saya memang nggak komentar. Tapi hasrat usil saya tentu tetap tidak berhenti disitu saja. Diam-diam, saya  mengirimkan pesan ke satu-persatu anak-anak kantor lainnya yang tidak menuliskan status di YMnya, untuk ikutan berpartisipasi bikin status di YM sebagai bentuk protes!</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000080;"><em>Eh..kok kamu adem2 aja ga ikutan komen?  Nggak boleh gitu lho.. Kasian temen2 Facebook mu  kalau kamu sampai absen ga update status&#8230; kamu mau dikira sombong?</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hihihi&#8230; saya memang diam, nggak ikutan bereaksi. Tapi ternyata dalam diam, saya tetap melancarkan serangan. Hehehe. Dasar provokator. Bentuk protes dalam damai yang mungkin juga diterapkan oleh salah datu divisi di kantor yang tiba-tiba sudah memajang poster ini di ruangannya&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-865 aligncenter" title="image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg?w=219&#038;h=289" alt="image000" width="219" height="289" /></p>
<p class="MsoNormal">Hahahaha&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ya ya ya, mari jujur saja pada diri sendiri. Siapa sih yang nggak doyan Facebook? Ditengah-tengah ribetnya pekerjaan kantor kita sehari-hari, ada kalanya kita butuh istirahat sejenak, dengan mainan <strong>Facebook, Plurk, Friendster, Twitter</strong> atau apapun lah itu namanya. <em>Jusct checking update</em> nya teman-teman yang suka ajaib2 dan tak penting itu, upload foto2 yang gak kalah gak pentingnya juga. <em>Just for fun. Just for a while</em>. Abis itu lanjut kerja lagi. Kayanya semua orang (yang di kantornya gak di block Facebooknya!) melakukannya deh. Dan sepertinya itu nggak jadi masalah.<strong> KECUALI</strong> kalau seharian di jam kantor kerjaannya maenan Facebook mulu sampai kaga beres kerjaannya! Apa bedanya coba dengan nge-game kaya <strong>Diner Dash</strong> atau <strong>Solitaire</strong> di komputer, misalnya?  Ya toh? Apa nanti juga semua game di komputer dan laptop juga akan dihapus?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi disisi lain, kayanya Facebook juga bisa bikin hubungan antarpersonal karyawan jadi terbatasi. Iya kan? Masing-masing sibuk dengan komputernya masing-masing, sibuk dengan Facebook nya masing-masing, sehingga interaksi di kehidupan normal jadi terbatas. Walau yang namanya kedekatan tetap ada, <em>but still</em>.. ada bedanya lah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buktinya, sejak Facebook diharamkan, anak-anak pada mulai sibuk berinteraksi dengan yang lain, dengan cara ngegangguin satu sama lain ketika salah satunya sudah mulai jenuh dalam bekerja.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><em>Iya ih&#8230; Ga ada Facebook, semua jadi sering ngumpul gini euy&#8230;  Hihihi&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi ada juga yang kerjaannya jadi sering mondar-mandir ga jelas, saking bingungnya mau ngapain. Hahahaa&#8230;. Kalau itu ketauan, emang hidupnya sudah ketergantungan sama Facebook. Hehehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selalu ada hikmah dalam sesuatu hal. Nah, untuk hal yang satu ini, silakan dicari sendiri-sendiri ya hikmahnya.. Hehehe. Kalau saya sih, saya melihat ini sebagai peluang usaha. Siapa tau nanti ada yang mau menyewa Blackberry saya buat Facebook-an? Hwahahahahaha&#8230;</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=864&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Love Like This</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[
Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah Katie Kirkprtrick, 21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, Nick Godwin, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=851&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-852" title="att3284810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg?w=320&#038;h=215" alt="att3284810" width="320" height="215" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah <strong>Katie Kirkprtrick, </strong>21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, <strong>Nick Godwin</strong>, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, untuk menerima pengobatan. Dalam gambar ini, Nick dengan sabar menunggui calon istrinya itu dalam salah satu dari begitu banyak sesi pengobatan yang dilalui tunangannya. Satu sesi yang amat melelahkan bagi keduanya, </em><em>for certain different reason&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-854 aligncenter" title="att32848111" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg?w=326&#038;h=217" alt="att32848111" width="326" height="217" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Walaupun didera rasa sakit yang tak tertahankan, berbagai kegagalan fungsi organ di tubuhnya hingga suntikan-suntikan morfin sebagai penghilang rasa  sakitnya, Katie tetap berusaha melanjutkan resepsi pernikahannya, bahkan mengurusi semua detail pernikahannya sendiri. Baju pengantin yang dikenakannya ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian ukuran, mengikuti perubahan berat badannya yang semakin menurun..</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p><img class="size-full wp-image-855 aligncenter" title="att3284812" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg?w=330&#038;h=220" alt="att3284812" width="330" height="220" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dalam genggaman tangan calon suaminya, dalam dorongan serta doa kedua calon mertuanya, dan dengan dibantu sebuah tabung oksigen, cerita cinta dua anak manusia yang dirajut sejak di bangku SMA itupun siap untuk dilanjutkan..</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-856 aligncenter" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg?w=430&#038;h=167" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small" width="430" height="167" /><br />
<em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. hingga ke pelaminan.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-857 aligncenter" title="att3284813" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg?w=321&#038;h=214" alt="att3284813" width="321" height="214" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie, dengan duduk di kursi roda, masih dengan tabung oksigennya, mendengarkan sebuah lagu yang dipersembahkan  suami dan teman-temannya. </em><em>Look how happy she was&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-858 aligncenter" title="att3284814" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg?w=325&#038;h=216" alt="att3284814" width="325" height="216" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Selama resepsi berlangsung, Katie terpaksa harus beristirahat selama beberapa kali. Deraan sakit yang dideritanya, tidak memungkinan dirinya untuk berdiri dalam jangka waktu lama.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-859 aligncenter" title="att3284815" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg?w=323&#038;h=215" alt="att3284815" width="323" height="215" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-860" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg?w=325&#038;h=217" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small" width="325" height="217" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie akhirnya meninggal dunia 5 hari setelah hari pernikahannya. .</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Melihat kekuatan, ketetapan dan keteguhan hati seorang perempuan yang sedang sakit dan lemah, tapi tetap tegar melanjutkan hidupnya dan meraih kebahagiaan menikah dengan orang yang dicintainya, mau tak mau membuat kita berpikir&#8230; Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan mudah untuk kita raih. Tidak peduli berapa lama kita berjuang mendapatkannya, dan berapa lama kita bisa ada didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebahagiaan pasti tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang mungkin merasa sakiti hatinya, mereka yang mencari, dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><em>Life is short. Break the rules. Forgive quickly. Laugh constantly. And never stop smiling, no matter how strange life is<br />
Life is not always the party we expected to be. But as long as we are here, we should smile and be grateful&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:left;">
<address>(thanks to my Po.. for giving me the letter&#8230;)<br />
</address>
Posted in Tentang Romansa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=851&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284810</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att32848111</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284812</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284813</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284814</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284815</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Nice To Be Important. But&#8230;.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada aja&#8230;.
Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar Presiden Barack Obama membungkuk ketika bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian Washington Times kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=846&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ada-ada aja&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar <strong>Presiden Barack Obama</strong> membungkuk ketika bersalaman dengan <strong>Raja Abdullah</strong> dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian<strong><em> Washington Times</em></strong> kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama ini sangat menyalahi aturan protokoler, dan karena Obama dianggap menghormati Raja Abudlla <strong>bukan</strong> sebagai mitra sejajar. Tapi lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">11-12 dengan suaminya, <strong>Michelle Obama</strong> sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Ibu negara yang pernah tampil di cover majalah <em><strong>Vogue</strong></em> ini menjadi <em>headline</em> di media-media Eropa ketika mendampingi suaminya di pertemuan ini. Ketika bertemu dengan <strong>Ratu Inggris Elizabeth II</strong>,  dua emak-emak yang  berpengaruh di dunia itu saling berpelukan. Media-media Inggris yang memang terkenal sadis itu menyebut, aksi peluk-memeluk ini melanggar protokoler  yang biasa diterapkan ketika ratu Inggris menerima tamu. Dan memang adegan itu bukanlah hal biasa terjadi di Istana Buckingham.</p>
<p>Dalam kasus Obama, sebenernya pihak Gedung Putih katanya sudah memberikan penjelasan, bahwa Obama &#8216;terlihat&#8217; menunduk, karena memang tinggi badan mereka yang terpaut jauh, sehingga Obama harus agak menunduk. Jadi nggak ada tuh yang namanya Obama merasa kedudukannya lebih rendah, lebih menghormat kepada Raja Abdullah. Katanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan kasus tante Michelle. Well, nggak ada yang memberikan penjelasan sih kenapa Michelle iseng main peluk Ratu Elizabeth ini. Tapi kalau menurut kacamata saya sebagai pengamat <em>politainment (</em>politik entertainment, maksudnya) <em>*edann*</em>, sama seperti suaminya itu, pasti nggak ada lah niat untuk berbuat tidak sopan kepada penguasa istana itu. Pasti  niatnya sama, lah : menghormati tuan rumah atau tamu. Lagian namanya juga emak-emak saling ketemu ya Boss. Pasti ya <em>say hi</em>, terus cium pipi kanan- cium pipi kiri, atau pelukan, sambil bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Apa kabar, Buuuu&#8230;. </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bu Ratu, maksudnya. Hehehe. Gitu aja kok dipermasalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-848 aligncenter" title="1044085p1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg?w=191&#038;h=143" alt="1044085p1" width="191" height="143" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya jelas pasti dipermasalahkan! Karena ini katanya berkenaan dengan satu hal yang namanya : <strong>protokoler</strong>! <em>Rule of politeness</em> yang berisi aturan sebuah lembaga. Dan kalau sudah menyangkut ke urusan satu ini, memang sudah harga mati, susah ditawar-tawar lagi. Harus diikuti. Melenceng sedikit, dianggap salah saja. Kaku, begitu mungkin anggapan orang. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang yang namanya protokoler itulah yang bisa membedakan orang-orang yang ada dalam posisi &#8216;penting&#8217;, <em>let&#8217;s say</em> pemerintahan, dengan kita yang hanya sebagai rakyat jelata.. <em>*halah*.<span id="more-846"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai yang pernah beberapa kali menjadi MC untuk acara yang melibatkan pejabat pemerintahan atau orang-orang &#8216;penting&#8217; lainnya, terus terang saya juga sering males dan bete banget dengan yang namanya &#8216;protokoler-protokoler-an&#8217; ini. Memang konsep acaranya pasti acara formal dan resmi. Tapi bukan berarti tidak bisa  dibawakan dengan menyenangankan, kan? Kesannya acaranya jadi serius, tegang dan jauh dari suasana fun. Mungkin karena saya lebih sering dapat event yang haha-hihi-hip-hip -horee, ya? Karena ketika sudah masuk area &#8216;formal&#8217; seperti ini, otomatis mulailah yang namanya aturan ini, aturan itu, nggak boleh ini dan nggak boleh itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suat hari saya membawakan sebuah acara <em>gathering</em> sebuah koran terkemuka. Acara ini dihadiri seluruh petinggi-petinggi kantor, bahkan sampai beberapa tokoh nasional. Ketika acara akan dimulai, salah seorang berpakaian safari yang sepertinya adalah ajudan salah satu tokoh penting koran itu datang mendekati saya,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>Mas, situ MC nya ya? Nanti kalau menyebutkan nama ibu direktur, jangan lupa disebutkan titel sarjana Ekonomi-nya ya. Awas lho mas, jangan sampai lupa disebutkan &#8216;SE&#8217; nya&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Sambil kemudian berlalu meninggalkan saya yang setengah bengong.</p>
<p style="text-align:justify;">Iya deh. Namanya juga pesan sponsor ya. Harus diikuti. Daripada nggak dibayar? Hehehe. Ugh, untuk sebagian orang, <strong>penyebutan titel ternyata bisa menjadi faktor yang penting banget ya</strong>. Makanya saya pun selalu berusaha mematuhi permintaan tersebut, dan menyebutkan titel si Ibu itu setiap kali saya selesai menyebutkan namanya. Si Ibu (yang kita sebut saja namanya <strong>Ibu Susi Susanti!</strong>) pun terlihat tersenyum bangga sekali&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kejadian itu tidak berlangsung lama, sewaktu  saya agak kerepotan harus terus menerus menyebutkan nama lengkap si Ibu plus titelnya itu, justru ketika harus berkomunikasi dengan beliau sendiri! Saya lupa tema apa yang saya sampaikan waktu itu, tapi pada akhirnya saya dengan sok akrabnya bilang,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. bla bla blaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, bukan begitu Ibu Susi Susanti ?<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Si ibu cuman diam, dan hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kecut memandang sebal ke arah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Loh&#8230; saya salah apa??</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai acara, saya didatangi lagi sama mas-mas berpakaian Safari tadi, dan bilang kalau Ibu direktur itu agak nggak suka diajak ngobrol ketika acara berlangsung. Dan yang dianggap paling mengganggu beliau adalah : saya tidak menyebutkan namanya secara lengkap <strong>PLUS </strong>dengan titelnya itu! Itu dianggap melanggar protokoler perusahaan yang si Ibu pimpin.</p>
<h1>HUAH!!!</h1>
<p style="text-align:justify;">Maksud loo??? Amit-amit&#8230; Pertama, saya nggak tahu dan nggak di kasih tau sebelum acara tentang hal &#8216;interaktif&#8217; saya dengan beliau yang ternyata tabu itu. Dan masalah penyebutan titel, duh..masa iya saya harus juga menyebutkan secara lengkap untuk hal-hal semacam percakapan singkat itu?</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230; bla bla blaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;.., bukan begitu Ibu Susi Susanti Sarjana Ekonomi????</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kampungan dehh&#8230;<br />
Hehehe. Tapi ya mau gimana. Itu udah jadi ketetapan. Jadi peraturan. Jadi protokoler acara versi perusahaan. Ya saya sih minta maaf aja, karena bagaimanapun saya nggak punya kapasitas untuk membela diri terlalu berlebihan. Daripada besok gak dipakai lagi? Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi cerita ketika saya membawakan acara untuk event pemerintahan yang melibatkan seorang kepala pemerintahan di suatu daerah. Ini lebih gila lagi. Makin banyak aturan protokoler yang harus saya pahami. Mulai dari <em><span style="color:#333399;">&#8220;Nama bapak harus disebutkan paling atas&#8221;</span>,</em> atau <em>&#8220;<span style="color:#800080;">Jangan lupa, nama jabatannya dulu, baru kemudian nama Bapak disebutkan. Jangan terbalik, aplagi lupa disebut salah  satunya&#8221;</span></em><span style="color:#800080;"> </span>hingga <span style="color:#800000;"><em>&#8220;Nanti setelah bapak selesai membirkan sambutan, jangan dikomentari&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Idihh&#8230;  Pokoknya banyak sekali aturan-aturan yang tidak boleh saya langgar, yang diberikan oleh tidak hanya satu, tapi <strong>tiga </strong>orang ajudan si bapak Bupati itu. Yang menyebabkan saya tambah stress, dan malah takut melihat muka si bapak Bupati yang sebenarnya terkenal ramah itu. Kenapa yang ribet sendiri malah anak buahnya ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Bener saja, di pertengahan acara, salah seorang ajudan itu datang lagi menghampiri saya. <em>Oh no&#8230; not again! </em>Apalagi, nih? Ternyata si ajudan ini bilang, kalau Bapak Bupati itu meminta saya untuk tidak terlalu sering menyebutkan namanya secara lengkap. Cukup dengan nama depannya  saja, biar tidak terlalu terdengar kaku dan terkesan formil. Kesannya terlalu berjarak dengan <em>audience</em>. Tuhh kan&#8230; Tadi yang nyuruh saya menyebutkan lengkap siapa? Yang bilang itu aturan resmi alias protokoler siapa?? Wong bapak Bupatinya santai-santai aja kok&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Yang namanya protokoler itu mungkin memang penting. Tapi kalau kemudian membuat yang melakukannya menjadi merasa kurang &#8216;manusiawi&#8217;, nggak ada masalah kalau protokoler itu dilanggar kan?  Bener gak, sih? Kita juga tahu kok, penting tidaknya seseorang tidak harus selalu dilihat dari berapa banyaknya ajudan atau pengawal yang dimilikinya. Bukan juga dari kekakuan sikap yang ditunjukkannya, hanya karena mengatas-namakan keprotokolan. Obama dan istrinya sepertinya sudah memberikan contoh yang baik. <em>It really nice to be important, but it is important to be nice</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan para petinggi bangsa ini (dan bangsa lain) ada yang membaca blog ini. Amin. Hihihi.</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=846&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1044085p1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumbang-Menyumbang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menyumbangkan sesuatu untuk orang lain, nggak?
Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah &#8220;.. pernah.. &#8220; atau &#8220;.. tidak pernah/belum pernah&#8230;&#8220;.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,


&#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=840&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernah <strong>menyumbangkan</strong> sesuatu untuk orang lain, nggak?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah <em><span style="color:#333399;">&#8220;.. pernah.. &#8220;</span> </em>atau <span style="color:#333399;">&#8220;</span><em><span style="color:#333399;">.. tidak pernah/belum pernah&#8230;</span>&#8220;</em>.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti &#8216;<strong>membuat sumbang&#8217; </strong>sesuatu? Suara, misalnya&#8230;&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Saya jadi (agak) pintar dan (agak) teliti menganalisa pertanyaan seperti itu juga bukan karena emang dasarnya saya jago bahasa Indonesia. Nggak sama sekali. Tapi paling enggak, saya pernah diajari lah, yang namanya Homograf. Satu kata yang bisa memiliki arti ganda. Seperti kata <strong>&#8216;bisa&#8217;</strong> yang bisa berarti &#8216;dapat&#8217; dan &#8216;racun yang dimiliki seekor ular&#8217;. Dan lagi, kebetulan juga karena saya pernah mengalami kejadian yang cukup tak terlupakan yang ada hubungannya dengan hal sumbang-menyumbang ini.<span id="more-840"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu lalu ketika siaran TV <em>-<span style="color:#800080;">o iya, buat yang belum tau, jadi ceritanya setiap hari Kamis sore selama satu jam saya membawakan acara bernyanyi via telepon di TVRI Jogja. Nggak penting kok acaranya. Tapi yang nggak penting2 kaya gini malah yang biasanya laku. Hehehe</span></em>- terjadi sebuah kesalahan teknis. Jadi <em>player</em> di ruang monitor yang digunakan untuk memutarkan lagu karaoke, tiba-tiba macet. Nggak keluar suaranya. Padahal sudah ada penelpon yang masuk dan siap untuk bernyanyi. Maka paniklah saya dan <strong>Kiki</strong>, partner siaran saya. Panik dan malu, tepatnya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-841 aligncenter" title="img_0417" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg?w=265&#038;h=176" alt="img_0417" width="265" height="176" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yah, begitulah kalau siaran langsung. Kita harus siap menerima apapun yang terjadi. Tinggal bagaimana kita yang menjadi &#8216;ujung tombak&#8217; acara itu menghadapinya, alias menutup2inya. Biar nggak malu-malu amat&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Aduh Mass&#8230; tunggu bentar ya.. kayanya pemain band nya dibelakang belum lengkap.. Ada yang lagi ke belakang, belum balik.. hehehhee..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Saya mencoba menutupi masalah teknis itu, yang kemudian malah dirusak oleh teman saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#993300;"><em>Enggak deng, Mas! Playernya macet&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Huaduuhh!!! Hahahaha. Nggak sopan memang partner saya satu itu. Basa-basi dikit kek? Tapi kalau dipikir-pikir, ngapain juga setengah mati menutupi kesalahan teknis kaya gitu ya? Pemirsa juga nggak bodoh, kan?  Hahahaha. Akhirnya untuk mengisi waktu dengan harapan si player itu akan normal kembali, maka dengan perasaan yang masih deg-degan, <strong>Kiki</strong> mencoba mengisi waktu dengan meminta si penelpon itu untuk kirim-kirim salam saja terlebih dahulu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Mas.. Sambil nunggu musiknya muncul, mungkin mas nya mau kiriim-kirim salam dulu? Mau menyumbangkan lagu ini untuk seseorang, misalnya&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Spontan saya balas meng<em>-counter </em>perkataan teman saya itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mengirimkan dong.. Kok menyumbangkan sih?? Kalo menyumbangkan, berarti lagunya dibikin sumbang dongg.. jadi malah nggak enak dengernya&#8230;..Gimana sih??&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Yang langsung disambut Kiki dengan tertawa ngakak sampai hampir terjatuh dari kursi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lho, iya kan? Saya nggak salah dong? Sumbang itu kan artinya : fals. Kenapa orang sering sekali memakai kata itu ketika mereka bernyanyi? Mari kita lihat saja di resepsi-resepsi pernikahan, berapa kali MC nya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Baik.. dipersilahkan kepada tamu undangan, yang ingin menyumbangkan suaranya untuk kedua mempelai&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Kemudian dilanjutkan dengan seorang tamu undangan yang banci tampi, naik ke stage (Uh, pasti saya tuh. Hahahha). Kemudian dengan sok gantengnya dan penuh percaya dirinya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Oke&#8230; buat kedua mempelai yang berbahagia, saya akan menyumbangkan lagu ini khusus.. hanya untuk kalian berduaaaa&#8230;&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Bayangan saya kemudian adalah, dia ini akan menyanyikan lagu itu atau membuat lagu itu menjadi sumbang, fals, nggak <em>tune</em> dan lain sebagainya itu. Hahahaha. Kasian banget kan mempelainya. Dikasih lagu sumbang. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
Ya itulah, berbahasa itu memang kadang harus hati-hati. Walaupun orang tahu maksud dari &#8216;menyumbangkan lagu&#8217; disini artinya adalah memberikan lagu tersebut sebagai hadiah, tapi pasti <em>somewhere out there</em>, akan ada orang-orang seperti saya yang daya imajinasinya suka kebablasan, terutama untuk hal-hal yang tidak penting untuk dibahas sedetail ini. Ya toh??</p>
<p style="text-align:justify;">
Jadi lain kali, siapa tau Anda ketiban jatah jadi MC sebuah acara pernikahan, atau malah ketiban sial diminta untuk menyanyi untuk kedua mempelai, pesan saya : nggak usah sok beramah-ramah memakai kalimat indah seperti itu. Cukup bilang saja,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Saya akan menyanyikan lagu  ini untuk kedua mempelai.. &#8220;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dijamin aman. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=840&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0417</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Selamanya Blackberry Itu Indah&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 05:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu Merpati Band, &#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221; sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=822&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu <strong>Merpati Band</strong>, <em>&#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221;</em> sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini dengna nama yang semakin ajaib. <strong>Asbak Band</strong>, <strong>Salju Band</strong>, <strong>Kuburan Band</strong>, <strong>Kingkong</strong> hingga <strong>Hijau Daun</strong> yang laris manis itu. Mungkin tak lama lagi akan segera muncul band setipe dengan Hijau Daun,  dengan nama Merah Delima atau Biru Laut atau malah Kuning Langsat Band!</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tinggalkan saja band-band itu dengan urusannya masing-masing, sekarang sebaiknya kita urusin saja masalah Blackberry saya ini. Yah, jadi ceritanya sudah sebulan ini saya resmi bergabung dengan puluhan ribu orang yang tiba-tiba menjadi mendadak <em>&#8216;autis&#8217; </em>saking sibuknya dengan kehidupan Blackberry mereka. Sibuk melototin dan memencet-mencet benda mungil yang ber-sarungkan plastik warna-warni ngejreng itu. Sambil sekali-sekali <em>cengengesan</em> sendiri. Sambil kadang-kadang pakai kesandung segala, saking asiknya mencet <em>keypad</em> dan nggak pernah ngeliatin jalan didepannya. Kalau ini sih pengalaman pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya sudah diajak untuk memakai si BB ini sejak tahun lalu. Dengan berbagai alasan, mulai dari yang tidak menarik seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Enak deh.. ada push emailnya. Jadi bisa terima atau ngecek email dari mana aja!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai dengan alasan yang tidak masuk akal seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Bisa chatting 24 jam! Bisa Facebook-an sepuasnya, ga perlu repot2 buka laptop sambil nyari tempat yang ada wi-fi gratisannyaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! Saya bukan termasuk orang yang setiap hari terima dan kirim puluhan email. Lagian apa asiknya sih, buka email di tempat tidur yang isinya ternyata soal kerjaan? Saya juga bukan orang yang segitu <em>clueless</em>-nya sampai-sampai nggak tau mau ngapain, sehingga butuh mengganggu teman saya untuk chatting selama seharian penuh! Makanya saya <em>keukeuh</em> nggak mau berpindah ke Blackberry, karena memang nggak melihat manfaatnya buat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai akhirnya salah seorang teman blogger saya memberikan pendapatnya kepada saya, dan seketika itu juga mampu merubah pandangan buruk saya tentang si BB ini. Hehehe. Berikut ini hasil perbincangan kami yang berhasil direkam oleh awak Go Spot beberapa waktu lalu *<em>ketahuan kebanyakan nonton acara gosip</em>*. Untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginakn, termasuk makin terkenalnya nama teman saya itu gara-gara namanya saya tulis disini, maka namanya saya samarkan.. hahahahhaa&#8230;<span id="more-822"></span></p>
<blockquote><p><strong>saya </strong>: btw.. kalo ga salah  kmu pernah bikin posting tentang BB ya.. Blackberry, bukan bau badan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Yang mana ya?<br />
<strong>dia </strong>: kenapa?<br />
<strong>saya</strong> : aku lagi nyari dukungan untuk meyakinkan diri tidak perlu menjadi satu dari sejuta umat yang memakai barang itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : huahuahuahauhau<br />
<strong>dia</strong> : loohh dirimu mah pentingggg..<br />
<strong>dia</strong> : pentingg beneerrrrrr<br />
<strong>dia</strong> : pake donnnnnnngg!<br />
<strong>dia</strong> : dirimu kan selebbbb<br />
<strong>dia</strong> : gimana seeeehhhhh<br />
<strong>saya</strong> : yah..<br />
<strong>saya</strong> : pentingnya dimana&#8230;.<br />
<strong>saya</strong> : tanpa pake BB, penampilanku udah seleb banget kok..<br />
<strong>dia</strong> : wakakakakakkaa<br />
<strong>dia</strong> : hiahiahiahiahaia<br />
<strong>dia</strong> : setuju mas..setuju&#8230;.gak pake bb dirimu udah TOB ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : sip sip &#8230;.*bakal pake alasan yang sama ke orang*</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, se-simple itu, akhirnya saya memutuskan untuk memakai Blackberry juga. Hahahaha. Biar makin ngartis!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-824 aligncenter" title="42-20250772" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg?w=170&#038;h=113" alt="42-20250772" width="170" height="113" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan pengguna Blackberry di Indonesia memang gila-gilaan. Bahkan kabarnya termasuk yang tertinggi di dunia. Kata siapa kita negara miskin,  huh? Tapi ternyata, <strong>70%  pemakainya, menggunakan Blackberry bukan untuk keperluan bisnis</strong>, seperti ketika pertama kali benda ini dirancang. Cuman 30% pengguna Blackberry di Indonesia yang betul-betul memanfaatkannya untuk keperluan kerja dan bisnis. Jadi cukup jelas kan, kalau orang membeli benda ini kebanyakan memang hanya untuk gaya-gayaan dan sekedar punya-punyaan doang, seperti saya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya memang benar sih. Ketika awal bulan Maret lalu saya ada diantara ribuan orang yang memadati arena <strong>Java Jazz</strong>, sejauh mata memandang semua orang menenteng-nenteng <strong>Blackberry Bold</strong> yang ukurannya gede itu di tangan mereka. Bahkan juga ada anak kecil yang terlihat kerepotan memegang benda itu dengan kedua tangannya. Saya juga heran, kenapa sih mereka sibuk menenteng-nenteng benda itu? Padahal mereka juga membawa tas di punggung mereka. Tapi kemudian saya mahfum. Buat apa punya barang mahal, yang sedang jadi trend pula, tapi nggak diperlihatkan ke khalayak ramai??? Iya toh?? Hahahaha&#8230; <em>Again, another point</em> yang membuktikan kalau orang punya Blackberry cuman buat gaya doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu fitur Blackberry yang paling dimanfaatkan penggunanya adalah kemampuannya untuk tersambung dengan <strong>IM</strong> (<em>Instant Messaging</em>) seperti <strong>Yahoo! Messenger, Google Talk, Blackberry Messenger</strong> dll. Termasuk juga aplikasi <strong>Facebook</strong> yang membuat para pemiliknya bisa seenak udelnya mengupdate status mereka. Kapanpun. Dimanapun. Sejak memakai BB, saya jadi semakin tahu bahwa makin lama makin banyak populasi orang yang suka cari perhatian dari orang lain! Lha gimana enggak, semua orang jadi sibuk pamer status. Setiap saat. Dan ketika orang mau ber-repot-repot mengetikkan sesuatu di status mereka, berarti mereka MENGHARAPKAN orang lain membacanya, dan kemudian MENGOMENTARINYA, kan?? Apa coba itu, kalau bukan orang cari perhatian?? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangin, hari ini saja saya menemukan status-status &#8216;ajaib&#8217; di Facebook, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Nggak sempet sarapan, euy!</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">ada juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Bangun kesiangan. Telat siaran ga yah? Doain jalanan ga macet ya..</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hingga yang sangat singkat, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Mules&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. hehehe. Kayanya penting banget ya orang lain tau kalau kita nggak sempet sarapan, atau takut telat siaran karena bangunnya telat (lah.. udah tau telat siaran malah sempet-sempetnya nulis status Facebook! Bukannya ntar malah tambah telat??). Bayangkan juga, misalnya saja kita sedang kangen dan ingin tahu kabar teman kita yang ada di lain negara misalnya. Setelah mencari-carin namanya di daftar teman, dan kemudian kita melihat statusnya, kita hanya bisa tahu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Oohhh&#8230;  perutnya sedang mulas&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Hehehe. Gak penting banget kan? Mentang-mentang bisa update status sesukanya dan kapan aja. Gak heran, kalau sekarang sudah begitu banyak bermunculan banci status Facebook dimana-mana. Yang selalu sibuk  mengganti, menuliskan dan memamerkan status mereka kepada dunia. Gak apa-apa  juga, sih. Itu hak setiap orang (pengguna Blackberry). Saya cuman suka sebel aja harus membaca status-status (yang menurut saya) tidak penting, yang terpaksanya harus saya baca satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan <strong>Blackberry Messenger</strong> yang hanya ditujukan bagi sesama pengguna BB dengan saling bertukar PIN terlebih dahulu itu. Pada suatu hari, Boss saya di kantor juga ikutan latah beli BB. Dan sore harinya, dia meng-add saya untuk masuk di list BB Messenger-nya. Isi pesan pertamanya hanya singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Test&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Membaca itu, perasaan saya udah agak gamang. Dijawab? Enggak? Di add? Enggak? . Di add, enggak&#8230; Kalo di add, ntar jangan-jangan yang diomongin tentang kerjaan, tapi kalo ga di add, kok  kayanya nggak mungkin. Akhirnya saya balas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Sudah nyambung, kangmas&#8230; hehehhe&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Boss pun membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Hehehe&#8230; Btw, draft acara gimana? Udah mundur lagi seminggu. Besok jadi ya. Senin kita kirim data medianya ke agency.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuuuuuuuuuuuuuhhhh kannnnnnnnnnnnn&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan, yang masih bingung mau membeli dan memakai Blackberry atau tidak, silakan dipertimbangkan kembali..hahaha&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=822&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-20250772</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Positive Mental Attitude</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo!  Messenger.
donnydonat: tumben, ga berstatus&#8230;
ryu deka: oh&#8230;
ryu deka: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus?
ryu deka: Hahaha..
donnydonat: 
ryu deka: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230;
ryu deka: jadi malu..
donnydonat: aku dan Inud sih
ryu deka: oh&#8230;
donnydonat: klo aku pasti membandingkan punyamu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=808&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo!  Messenger.</p>
<blockquote><p><em><strong>donnydonat</strong>: tumben, ga berstatus&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus?<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahaha..<br />
<strong>donnydonat</strong>: <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu deka</strong>: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: jadi malu..<br />
<strong>donnydonat</strong>: aku dan Inud sih<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: klo aku pasti membandingkan punyamu dan punya &#8216;X&#8217; *salah satu teman kita*<br />
<strong>donnydonat</strong>: pasti bertolak belakang<br />
<strong>ryu deka</strong>: HUAHAHAHAHHAHAHAHAHHAH<br />
<strong>ryu deka</strong>: Apa iya?<br />
<strong>donnydonat</strong>: iye&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya hawanya positip,<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya pasti negatip<br />
<strong>ryu deka</strong>: hahaha&#8230;.<br />
<strong>ryu deka</strong>: bisa aja&#8230;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, <strong>Mas Donny</strong> ini menanyakan  kenapa hari itu saya tidak menuliskan status di YM saya. Karena sejak beberapa bulan ini, saya memang selalu menuliskan bermacam-macam <em>quotes</em> sebagai status saya. Seperti,</p>
<p style="text-align:center;">- <strong><span style="color:#993300;">If you&#8217;re too busy to enjoy life, you&#8217;re too busy</span><br />
-    <span style="color:#800080;">Do not take life too seriously. You will never get out of it alive</span><br />
-    <span style="color:#333399;">How we spend our days is, of course, how we spend our lives<span id="more-808"></span></span><br />
-    <span style="color:#993366;">If you dont want to work, you have to work to earn enough money so that you won&#8217;t have to work!</span><br />
-    <span style="color:#ff6600;">We Don&#8217;t Work for Each Other. We Work With Each Other.</span><br />
-    <span style="color:#666699;">I Don&#8217;t Like work. No man does. But I like what is in work-the chance to find myself.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">dan masih banyak lagi lainnya yang kebanyakan saya ambil dari <em>inspirational book</em> yang pernah saya baca. Tujuan saya menuliskan itu sangat jelas, bukannya pengen sok-sok-an biar dikira jago ngomong Inggris. Tapi <strong>hanya sekedar ingin memberikan semangat pada diri saya sendiri hari itu</strong>. Namanya juga hidup ya, teman-teman. Ada <em>&#8216;up &amp; down&#8217; </em>nya. Makanya perlu dijaga supaya yang namanya semangat, keceriaan, keramahan dan bermacam-macam hal positif lainnya harus terus dijaga.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-812 aligncenter" title="42-19216667" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg?w=170&#038;h=170" alt="42-19216667" width="170" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya selalu menuliskan berbagai kutipan-kutipan tadi sebagai status YM saya. Buat penyemangat. Sampai akhirnya saya baru sadar, kebiasaan saya itu ternyata diperhatikan juga oleh beberapa teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>yessymuchtar</strong>: are you really that type of person mas?&#8230; like the note in your status today?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: ah.. engga juga. but I&#8217;m trying to <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: kenapa emang? kok tiba-tiba?<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: just ask.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: dirimu selalu pasang status status yang encourage gituh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: lha.. daripada yang jelek2 ditulis, malah jelek efeknya buat kita kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yang lain yang ngebacanya juga ga nyaman..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: hihihi&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: betul <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aku mau pasang status yang menggugah juga..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: cuma dari tadi belum nemu<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: apa ya..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN&#8221; ..kira kira&#8230;gimana?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: udah biasa itu&#8230;.<br />
<strong>ryu.deka</strong>: &#8220;JANGAN PARKIR DISINI&#8221; mungkin lebih menarik..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: mm&#8230;.boleh&#8230;.kalo .. &#8220;MAKANLAH PAKAI TANGAN KANAN&#8221;? basi juga ya?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: iya.  Kalo yang kidal terus gimana??<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: wakakakakakaakaa<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aahhhh..aku tau massss&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;SHOLATLAH SEBELUM KAMU DISHOLATKAN..&#8221; *matii gueeeeeeee*<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAA</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jaman udah makin ruwet. Dan berpikir (dan bersikap) positif itu kadang-kadang susahnya minta ampun. Tapi nggak ada jeleknya juga kan kalo di usahain? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=808&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-19216667</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(It&#8217;s Not) Amazing Race!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. P-E-R-N-I-K-A-H-A-N. Mudah-mudahan belum pada bosen ya.
Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama Neng Uut. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan kaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=803&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. <strong>P-E-R-N-I-K-A-H-A-N</strong>. Mudah-mudahan belum pada bosen ya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama <strong>Neng Uut</strong>. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan kaki di meja penerima tamu (maksudnya, melewati meja penerima tamu. bukan menginjak-injak mejanya, tentu), bersalaman dengan kedua mempelai, mencomot aneka hidangan yang disediakan hingga haha-hihi dengan teman-teman lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi kesempurnaan penampilan saya siang itu <em>*edann*</em> tiba-tiba saja perlahan-lahan sirna, ketika satu persatu memberikan pertanyaan basa basi yang standar sekali pada saya,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#333399;"><em>Kapan nyusul?</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Standar kan? Pertanyaan yang amat standar ditujukan pada para lajang, yang hadir di pesta-pesta pernikahan. Namanya juga pertanyaan standar, jawabannya pun dibuat standar pula, kan? Cukup tampilkan senyum manis standar saja. Udah lewat lah nyari-nyari jawaban manis yang seolah berusaha memberikan pembelaan diri akan status lajang kita. Tapi ketika hampir semua orang yang kita kenal kemudian menanyakan pertanyaan yang sama, mau nggak mau pertanyaan itu tiba-tiba seperti berputar-putar di kepala saya, hingga akhirnya membuat saya mempertanyakan keabsahannya! Edan ya.. dasar blogger!</p>
<p class="MsoNormal">Kenapa sih harus pakai kalimat <strong><em>&#8220;Kapan Nyusul?&#8221;</em></strong></p>
<h1>Kenapa???</h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-803"></span>Sungguh, buat saya (nggak tau yang lain, ya) pertanyaan itu sangat mengganggu sekali. Pertama, mari dipahami secara bloon-bloon-an saja. <strong>&#8220;Nyusul&#8221;</strong> itu berasal dari kata dasar <strong>&#8220;susul&#8221;</strong>, bukan? Kalo nggak salah sih begitu. Yang erat artinya dengan mengejar sebuah ketertinggalan akan sesuatu. Biar lebih yakin lagi, saya ambilkan dari <strong>Kamus Besar Bahasa Indonesia</strong> ya!</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8217;susul&#8217;</em> itu adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan</strong>. Misalnya : Dalam perlombaan itu, ia dapat menyusul lawan-lawannya</li>
<li><strong>Datang kemudian</strong>; Mengikuti. Misalnya : Menikahlah kamu dahulu, saya menyusul beberapa tahun lagi (kalau ketemu jodohnya!)</li>
<li><strong>Memperbaiki suatu keterbelakangan</strong> ; Mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan. Misalnya : Dengan susah payah dapat juga ia menyusul ketertinggalannya dalam berumah tangga.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh kalimat diatas memang saya bikin-bikin sendiri biar makin dramatis. Hehe. Tapi tentu sja, intinya adalah orang yang mengejar, tentu saja posisinya &#8216;kalah&#8217; dibandingkan dengan yang dikejar, bukan? Walau tidak selalu, tapi dari segi arti saja, &#8216;menyusul&#8217; bukanlah sebuah bentuk yang positif. Kedua, mari dipahami dengan hati nurani<em> *edann*</em>. Jika kata dipakai dalam konteks nikah-menikah. Berarti, sama saja si penanya itu memaknai sebuah pernikahan itu sebagai sebuah arena pertandingan, bukan? Itu seperti sama saja artinya, si penanya itu bertanya seperti ini nih</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> <strong><em>Kapan nyusul? Si Itu aja udah lho. Masa kamu kalah! Disusul, gih sana&#8230;.!</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-820 aligncenter" title="42-17135810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg?w=170&#038;h=113" alt="42-17135810" width="170" height="113" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka yang sudah menikah, adalah pemenang. Dan saya yang belum menikah adalah si kalah. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orang yang diberi pertanyaan seperti ini?? <em>Again</em>, ini kalo saya ya. Walaupun saya juga tahu, tersinggung atau tidaknya saya diberi pertanyaan seperti itu, semuanya ya tergantung saya juga yang menanggapinya bagaimana. Tapi mungkin memang seharusnya orang sudah mulai memikirkan apa yang diucapkannya. Saya yakin, semua orang njeplak dengan pertanyaan<em> &#8220;Kapan nyusul&#8230; &#8221; </em>ini juga karena faktor kebiasaan. Basa-basi yang paling pas dengan kondisi saat itu ya kalimat ini, toh? Sehingga nggak semua orang se-kurang kerjaan seperti saya ini saja, yang mengulik2 kalimat ini segini dalem. Hhhh&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Bisa kan, dicari kalimat lain yang punya makna sama, seperti</p>
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Besok kalau giliran kamu, ditunggu undangannya lho ya..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> </em></span>Lebih enak didengar kan?</p>
<p class="MsoNormal">Pernikahan itu bukan sesuatu yang harus diperebutkan. <em>It&#8217;s not a game! It&#8217;s not even a race. Not even close.</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=803&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-17135810</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1st Movie Experience</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai Hari Film Nasional, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu.
Sedikit mengulik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=794&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai <strong>Hari Film Nasional</strong>, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit mengulik sejarah supaya isi blog ini rada-rada seikit bermutut (hahaha), Hari Film Nasional ini ditentukan terhitung sejak tanggal 30 Maret 1950. Yaitu hari pertama syuting film berjudul <strong>&#8220;Doa dan Darah&#8221; </strong>yang disutradarai oleh Bapak Perfilman Nasional, <strong>Usmar Ismail</strong>. Bukan Ismail Marzuki ya. Saya juga sering kebalik-balik membedakan kedua orang ini. Dan ini katanya sih merupakan film perdana yang dibuat sendiri oleh anak bangsa, dibawah nama perusahaan negara bernama PERFINI. Berarti tahun ini, perfilman Indonesia sudah masuk ke usia ke 59 ya. Semakin bertambah tua sebenarnya. <em>But then again</em>, usia itu memang tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, sejak kapan mengikuti perkembangan film Indonesia? Saya sendiri mulai mengikutinya sejak saya masih berumur 5 tahunan?Sekitar tahun 1985, ketika masih tinggal di Medan,  saya diajak ibu saya nonton sebuah film yang dimainkan sama Mbak <strong>Meriam Bellina</strong> dan Mas <strong>Ikang Fawzi!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-795 aligncenter" title="kulihatcintadimatanya" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg?w=242&#038;h=345" alt="kulihatcintadimatanya" width="242" height="345" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tuh, keren banggett kan?? <span id="more-794"></span>Pose paling atas, Mbak Mer terlihat seperti sedang sakit kepala. Pose ditengah, Mbak Mer lagi sakit batuk. Sedangkan pose paling bawah, Mbak Mer terlihat seperti sedang &#8230; ummm, itu sakit apa dia ya? Kok kakinya agak mengangkang&#8230;. hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya aja heran, kok ya berani-beraninya ibu saya mengajak saya nonto film beginian. Ini kan film 17 tahun keatas!  Waktu itu padahal saya masih TK kelas Nol besar. Akibatnya ya berulang kali mata saya harus ditutup oleh tangan ibu saya, setiap kali ada adegan panasnya. Ibu saya cuma bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Eitss&#8230; anak kecil nggak boleh liat&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih! Lha ngapain juga gue diajak kalo gak boleh liat?? Gimana, sih?? Walhasil, saya ya  nggak ngerti jalan ceritanya kaya apa. Kalo nggak salah, tentang tari-menari gitu, lah. Belakangan saya malah dengar, film itu adalah versi Indonesia dari film <strong>Flashdance </strong>yang terkenal itu. Ya<em> wallahualam&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya ingat malah cuma lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh <strong>Neno Warisma</strong>n *<em>edann.. masih inget</em>*, dan salah satu adegan film ini, ketika saya berhasil mencuri lihat dari balik jari-jari ibu saya yang menutupi muka saya, yaitu adegan tante Mer dan Om Ikang sedang berciuman di dalam ruangan ganti kostum, yang kemudian diintipin sama murid-murid tarinya. Hahaha. Selebihnya, ceritanya kaya apa, lewat!! Saya malah sibuk terkagum-kagum sama layar bioskop yang gede  banget itu!</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, masih ingat nggak, film Indonesia pertama yang kamu lihat di bioskop?</p>
Posted in Tentang Film, Tentang Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=794&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kulihatcintadimatanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 02:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang Poppy -Poppy-an di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini  fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke Poppy Mercury&#8230;
Ndut :  Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury *mencoba menganalisa*
Saya : Hahaha.. Iya &#8216;kali.
Ndut : Berarti bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=787&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang <strong>Poppy -Poppy-an</strong> di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini  fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke <strong>Poppy Mercury</strong>&#8230;<span id="more-787"></span></p>
<blockquote><p><strong>Ndut</strong> :  Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury <em>*<span style="color:#993366;">mencoba menganalisa</span>*</em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahaha.. Iya &#8216;kali.<br />
<strong>Ndut</strong> : Berarti bisa jadi ,Freddy Mercury itu dulu aslinya namanya Freddy Yusfida?? <span style="color:#993366;"><em>*makin semangat menganalisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahahaha&#8230;<br />
<strong>Ndut</strong> : Wah wahh&#8230;.  terus abis ganti nama jadi pada meninggal thoo dua-duanya.. Dibilangin ga percaya sih,  lah wong pemerintah udah bilang bahan Mercury untuk kosmetik itu dilarang&#8230;. <span style="color:#993366;"><em>*makin tak terkendali  analisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;</p></blockquote>
<p>Udah ah, ketawanya udah dulu ya. Waktunya kerja, euy!  <em>Have a productive day,  everyone!</em><!--more--></p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=787&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oh Negeriku&#8230; Negeri Cintaku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=781&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau pesan singkat yang masuk ketika saya masih tidur. Setelah itu, biasanya saya langsung meraih<em> remote</em> TV dan menyalakan TV yang ada tepat dihadapan tempat tidur saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya nggak pernah mengira, kalau kegiatan bangun tidur saya sore itu akan berubah menjadi saat yang sangat emosional.<span id="more-781"></span>Di layar <strong>MetroTV</strong>, terlihat sebuah tayangan berita yang memperlihatkan adegan anak perempuan berjilbab, yang terbata-bata berbicara sambil airmata mengucur deras dari kedua matanya. <em>Literally</em>. Airmatanya benar-benar mengucur deras. Spontan saya langsung membesarkan volume TV untuk mencari tahu, apakah gerangan yang menimpa adik malang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, dia adalah salah satu murid <strong>Sekolah Dasar Mulyo Asri 2 Malang</strong>, Jawa <span style="text-decoration:line-through;">Tengah</span> Timur. Proses belajar mengajar di sekolah ini  terganggu karena adanya aksi penarikan bangku dan meja oleh pemborong/pembuatnya. Pihak pemasok meja &#8211; kursi beralasan, peralatan belajar terpaksa diambil paksa karena Pemerintah Kabupaten Malang, belum membayar pengadaan 500 set bangku sejak tahun 2006(!). Di  lain pihak,  Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berkilah , mereka tidak membayar karena <strong>spesifikasi bangku yang dibuat perajin, tidak sesuai perjanjian!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-782 aligncenter" title="nangissss" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg?w=230&#038;h=153" alt="nangissss" width="230" height="153" /></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya emosional sekali melihat adegan adik-adik kita itu menarik-narik meja dan kursi yang sedang diangkut oleh para pembuatnya itu sambil menangis. Silakan lihat sendiri <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.metrotvnews.com/">disini.</a></strong></span></span> Pertamanya saya emosional melihat ekspresi si Mas-Mas pengangkut kursi dan meja itu yang lempeng-lempeng aja, tanpa ekspresi melihat dihadapannya ada 4- 5 anak kecil yang  mencoba sekuat tenaga menarik kembali bangku mereka itu sambil menangis meraung-raung. Tapi kemudian saya juga sadar, dia bisa apa? Dia juga hanya dibayar, ditugaskan untuk mengangkuti barang-barang &#8217;sengketa&#8217; itu. Kalau dia nggak melakukan tugasnya, dia nggak dapat bayaran kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saya agak malas menyalahkan siapa-siapa. Saya cuma sebal saja, <strong>hari gini kok ya masih ada sih masalah kaya gini????</strong> Itu orang-orang yang berseragam dan duduk di kursi pemerintahan kota atau propinsi itu  pada ngapain aja kerjanya?? Mainan Facebook?? Atau kerepotan belajar mengoperasikan Blackberry yang dibagiin ke semua pegawainya? Ini bukan masalah remeh lho. Ini masalah PENDIDIKAN!  Negara lain udah sibuk bikin kurikulum-kurikulum baru buat memajukan pendidikan di negara mereka, kita kok ya masih sibuk saling salah-salahan masalah meja dan kursi sekolah&#8230; Heran.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kabar juga itu para caleg-caleg yang sibuk menebar pesona dimana-mana? Keliatan kan, mereka juga nggak <em>ngeh</em> ada masalah <strong><em>real</em> </strong>yang ada disekitar mereka? Ini belom jadi anggota legislatif lho. Baru calon! Gimana besok kalo udah jadi beneran? Lebih gila lagi, sekarang ini masa kampanye. Semua partai pada jor-joran ngeluarin duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah buat kampanye. Ngundang artis, ngundang ribuan massa, bagi-bagi hadiah pula. Hebat sekali, ada partai yang melempar-lemparkan hadiah Handphone dalam jumlah banyak ke arah kerumunan pendukung mereka untuk diperebutkan!  Sementara ditempat lain, adik-adik kita sibuk MEREBUT KURSI &amp; MEJA SUPAYA MEREKA BIAR BISA BELAJAR!!</p>
<p style="text-align:justify;">Negara ini memang sudah gila&#8230;&#8230;</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=781&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nangissss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Behind Enemy Lines</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 05:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi Winston Churchill yang saya tonton semalam di stasiun televisi BBC. Beuh..!! BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak Star World ya Star Movies atau HBO. Ya kadang-kadang E!  juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, &#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=776&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi <strong>Winston Churchill</strong> yang saya tonton semalam di stasiun televisi <strong>BBC</strong>. <em>Beuh..!! </em>BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak <strong>Star World</strong> ya <strong>Star Movies</strong> atau <strong>HBO</strong>. Ya kadang-kadang <strong>E! </strong> juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, <em>&#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi Majalah Forbes&#8221; </em>atau sebaliknya, <em>&#8220;Top 10 Perceraian Selebriti Termahal&#8221;</em>. Hehe. Mungkin karena sepanjang malam tadi banyak channel yang tiba-tiba teracak2 gambarnya bak nonton VCD bajakan, jadi ya saya terpaksa nonton saluran yang rada layak ditonton sajalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan minta saya untuk menerangkan apa sisi tayangan yang saya liat semalam itu. Karena saya juga nggak begitu paham dengan jalan ceritanya. Pokoknya intinya adalah itu cerita tentang Winston Churchill. Titik. Maklum, ngeliatnya juga sambil mata setengah terpejam karena mengantuk, jadinya ya yang diliat cuman gambar-gambarnya doang! Tapi ada satu hal yang bikin mata saya tiba-tiba terbelalak, ketika di tayangan itu ditampilkan sebuah <em>quote</em> dari Om Churchill yang (kalo saya nggak salah baca, karena munculnya sebentar sekali!) berbunyi :</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>You have enemies? Good. That means you&#8217;ve stood up for something, sometime in your life</strong></h3>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-777 aligncenter" title="churchiill" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg?w=135&#038;h=170" alt="churchiill" width="135" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Asli, setelah baca quote singkat ini, ngantuk saya sempat hilang beberapa saat. Karena mau nggak mau, bikin saya berpikir, <em>&#8220;Bener juga ya?&#8221;<span id="more-776"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hal yang jelek kalau kita punya musuh. Itu berarti ada kalanya pada suatu waktu di kehidupan kita, kita memegang teguh akan pendirian kita,  akan sesuatu yang kita percayai. Kalau nggak salah, gitu ya terjemahan bebas untuk quote-nya Om Churchill? Tapi Saya kok juga jadi bingung. Karena selama ini, nasihat yang masih saya pegang tentang masalah <em>human relationship</em> adalah, <strong>&#8220;Punya sahabat 1000 itu masihlah kurang, tapi punya musuh 1 saja, itu sudah terlalu banyak&#8221;!</strong> Nah lho, kok agak -agak nggak kompak ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi orang yang disukai oleh banyak orang, memang sesuatu yang sangat susah. Bahkan hampir nggak mungkin. Se-<em>loveable</em> apapun orangnya, pasti akan ada orang yang tidak atau kurang menyukainya. Saya sendiri mengalaminya. Huahahahhahaha&#8230; <em>Just kidding</em>. Karena memang, nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Setiap kepala bahkan bisa punya defiinisi sendiri-sendiri tentang arti kata <em>&#8216;loveable&#8217;</em>. Disini dibilang <em>loveable</em>, disana dikira sok akrab.  Susah bener. Makanya, untuk apa bersusah payah setengah mati berusaha menyenangkan orang lain, atau membuat orang lain senang pada kita sehingga tidak ada yang benci atau menjadi musuh  kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya setuju sekali dengan apa yang dibilang Om Churchill itu. Kadang ada kalanya kita harus melakukan yang namanya<span style="text-decoration:underline;"><strong> kompromi</strong></span> akan suatu hal, dan biasanya yang namanya kompromi itu akan disukai oleh semua pihak, terlepas kompromi itu juga kental aura ketidak-ikhlasan alias keterpaksaan juga, <em>but we can say, everybody&#8217;s happy!</em> Tapi ada kalanya juga kita harus <em>keukeuh</em> memegang teguh prinsip kita, sehingga menyebabkan orang yang tidak setuju dengan kita itu berbalik menjadi memusuhi kita. Eng-ing-Eeeenngg&#8230; jadilah kita punya musuh.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-778" title="enemies" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg?w=170&#038;h=160" alt="enemies" width="170" height="160" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dalam posisi kaya gini, memang agak ribet. Tapi mungkin harus coba dilihat dari sisi lain : <strong>sisi memegang teguh prinsip</strong> itu tadi. <em>That&#8217;s something, right?   Correct me if I&#8217;m wrong</em>.  Buat setiap orang yang hidup di dunia ini, mempunyai pinsip dan memegangnya dengan teguh (selama prinsip itu memang diyakini benar), adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, betapa susahnya hidupnya. Hidup tanpa prinsip. Tanpa pendiriann yang tegas. Disuruh kesini mau, diajak kesitu ngikut. Yang lebih parah lagi, kalau dia sendiri nggak tau mau ngapain dengan hidupnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana dong?</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe, nggak usah terlalu panjang sih membahas masalah per-musuh-an ini. Teman-teman yang membaca tulisan saya ini juga pasti punya pendapat sendiri. Tapi pada akhirnya toh menurut saya, apa yang dibilang Winston Churchill itu memang benar. Bukan membenarkan &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><strong>it&#8217;s okay kita punya musuh&#8217;</strong></span>-nya, tapi membenarkan pada <span style="text-decoration:underline;"><strong>&#8216;kemampuan memegangn prinsip&#8217;</strong></span>-nya itu. Sebuah hal yang harus disyukuri banget tuh, kalau kita termasuk yang disukai dan dicintai oleh semua orang, dan tidak punya musuh sama sekali. Tapi kalau pun sampai punya, paling tidak kita punya musuh karena alasan yang benar.Hehehe. Ya seperti yang dibilang Om Churchill tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jangan lupa,  juga pernah <strong>Al Pacino</strong> bilang di filmnya <strong>The Godfather Part II</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><strong><em>.. try to keep our friends close but our enemies closer.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Supaya akhirnya nanti musuh itu berubah jadi teman lagi ya? Lho, kalo gitu sebaliknya jangan punya musuh dong? Lho, piye iki&#8230; kok muter2 nda karuan&#8230; nulis sendiri, pusing sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <em>Yaa.. You know what I mean lah&#8230;..</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=776&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">churchiill</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enemies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 08:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan.
Ndut : Eh, Poppy Bunga tuh siapa sih?
Saya : Heh?
Ndut : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa??
Saya : Mandala itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan?
Ndut: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa?
Saya : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu
Ndut : Oo.. ini aku liat di Insert! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=772&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan.</p>
<blockquote><p><em><strong>Ndut </strong>: Eh, <strong>Poppy Bunga </strong>tuh siapa sih?<br />
<strong>Saya</strong> : Heh?<br />
<strong>Ndut</strong> : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa??<br />
<strong>Saya</strong> : <strong>Mandala</strong> itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan?<br />
<strong>Ndut</strong>: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa?<br />
<strong>Saya</strong> : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu<br />
<strong>Ndut</strong> : Oo.. ini aku liat di <strong>Insert! </strong>kok dia marah-marah..<br />
<strong>Saya</strong> : Marah-marah?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ho oh.. Entahlah, kayanya dia berseteru dengan Mandala itu..<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooh.. Itu kalo ga salah mereka kan dulu pacaran, terus putus, tapi putusnya kayanya ga baik-baik </em>*oh, luar biasa sekali saya ini&#8230; detail kalau memahami gosip*<em><br />
<strong>Ndut</strong> : Ooo..  Masa tadi dia bilang gini, <strong>&#8220;Saya sih <span style="text-decoration:underline;">nggak sakit hati</span> ya&#8230;. <span style="text-decoration:underline;">Tapi yang bikin saya sakit hati</span>, Mandala itu sudah Haji tapi kok tingkahnya kaya gitu&#8230;  Haji Munafik!</strong><br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;..<br />
<strong>Ndut</strong> : Emangnya diapain sih sama Mandala?<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahhaha&#8230; ya nggak tau, lah!<br />
<strong>Ndut</strong> : Waktu putus pake dijambak apa rambutnya, kok sampe segitu marahnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahhahaha&#8230;,<br />
<strong>Ndut</strong> : <strong>Ora penting banget tho&#8230;.</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em></p>
<p>Ya, sengaja pernyataan teman saya yang terakhir itu saya <em><strong>bold</strong></em>, karena sudah berapa kali sih kita melihat berita-berita tidak penting di infotainment? Tentang si ini dan si itu yang katanya artis tapi kok kita nggak kenal yang saling jatuh cinta, atau tentang liputan &#8217;sehari bersama si Itu&#8217; yang isinya cuma kegiatan dia bangun, makan, nyalon, beli hadiah buat pacarnya, terus udah, bahkan untuk artis sekelas <strong>Afgan</strong> aja sempat masuk infotainment cuman karena naik berat badannya, dan <strong>Dewi Perssik </strong>sempat diliput karena kakinya kena luka bakar! Oh my&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita yang nonton sih paling sering ya cuman bisa bilang, <strong><em>&#8220;Ya elah&#8230; ga penting amat sih ini&#8230;&#8221;</em></strong>. Padahal percayalah,  para production house yang memproduksi tayangan infotainment itupun sebenarnya juga tau, kalau tayangan yang mereka buat itu memang nggak penting sama sekali.  Mau bukti? <span id="more-772"></span>Inilah hasil rangkuman perbincangan saya dengan teman saya yang menjadi salah seorang wartawan infotainment untuk program <strong>Kasak Kusuk Investigas</strong>i yang tayang setiap hari&#8230;. ummmm.., setiap hari apa ya?? Hahaha, lupa! Pokoknya di SCTV lah!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<em><strong>Saya</strong> : Kenapa sih infotainment suka nampilin yang nggak2 penting gitu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Misal?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Ngeliput artis beli kado, lah. Artis muda nggak terkenal putus cinta dengan artis muda lainnya yang juga gak terkenal lah.. terus kemaren gue liat Dewi Persik korengan *maaf!* aja dijadiin berita!<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Hwhahahaha&#8230; tempat gue kayanya nggak nayangin deh kalo si DP korengan. Lu bisa aja.</span><br />
<span style="color:#993366;">Tapi ya  mau gimana, lo kira gampang nyari berita soal artis? Maksudnya yang bener-bener menarik dan layak dijadiin berita?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Emangnya susah ya?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Beuhhh..! Lo bayangin aja, setiap hari lu musti dapet minimal 5 berita soal artis buat tayangan loe yang durasinya 30 menit. Sementara kalo dari survey yang kita bikin, penonton kita tuh udah terlanjur suka dengan berita artis yang nggak beres-nggak beres gitu, lah. Cerai, KDRT, Foto telanjang, selinkuh.. ya yang gitu-gitu lah. Dikira tiap hari bisa dapet berit model begituan??</span><br />
<strong>Saya</strong> : Padahal kalo infotainment ngeberitain soal artis cerai, diributin juga ya.. &#8220;Kok infotainment isinya cuma perceraian ya. Nggak mendidik&#8221;?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : IYA!</span> *semangat sekali orang ini*. <span style="color:#993366;">Orang2 kita tuh sebnernya doyan kok sama berita yang model gitu. Bilang bilang &#8220;nggak penting&#8221; tapi ditonton juga.</span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus kalo ada tayangan2 yang ga penting model tadi, ngeliput artis belanja, liburan, belajar masak, belajar baca &#8230; hahaha, ada ga ya&#8230; itu karena faktor memenuhi durasi tayangan infotanment itu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>:  Ya iya dong. Kebayang aja kalo kaya punya gue, durasinya 1 jam aja gitu. Cuman nampilin 1 berita doang. Ya yang ada isinya dipanjang-panjangin. Kadang berita ga tau taun kapan itu ditampilin lagi. Yang penting artisnya masih sama, walau kadang ga nyambung2 amat.. kakakkakak&#8230; Jadi ya kalo ga ada berita penting, ya kita liput apa kek.. selama ada artisnya jadi fokus..<br />
<span style="color:#000000;"><strong>Saya</strong> : Susah ya&#8230;</span></span><br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Lo tanya dong perjuangan gue gimana mengejar-ngejar artis yang suka jual mahal ngasih statement&#8230;.</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-773" title="paparazzi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg?w=170&#038;h=113" alt="paparazzi" width="170" height="113" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahhahaa&#8230;. oke, sesusah apa sih minta statement dari artis yang lagi dikejar2 infotainment seluruh negeri ini?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: KAYA T*I !! </span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHAHHHAHHAA&#8230;. tolong jelaskan dengan menggunakan kata2 yang berwawsan, mbak&#8230;.<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Paling susah tuh kalo ada yang kita tau dia udah nikah, tapi nggak mau ngaku. Atau kita tau dia selingkuh, tapi dia cuman mesem-mesem doang ditanyain. Gue dong pernah sampe nungguin 2 hari didepan rumah tu artis sampe gue ga mandi, cuman pengen minta dia ngasih statment doang. </span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus, dia ga keluar rumah?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Enggak, lah. Dia udah tau lah ada wartawan nongkrongin rumahnya berhari2..</span><br />
<strong>Saya</strong> : Nggak banget sih tu artis. Dia nggak risih ngeapa ya, liat banyak orang kucel yang nggak mandi di depan rumahnya..<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Sialan.. Akhirnya dong, ketika tiba-tiba dengan ajaibnya dia keluar rumah pake mobilnya, kita pada ngedeketin dia, dia tetep cuma cangar-cengir doang. Nggak mau ngomong. </span><br />
Saya : Akhirnya lo sama sekali ga dapet statement dia?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: Kaga! Lo tau ga, gue sampe bilang gini loh, <strong>&#8220;Mbak ayo lah Mbakk..  satu statement aja mbak. Kalo nggak dapet statement dari mbak, saya bisa nggak dibayar nih mbak. Bisa nggak makan sebulan nih mbakkk&#8230;..&#8221;</strong></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA&#8230;..<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tertawa karena geli, tapi juga kagum pada saat yang bersamaan. Gila, ternyta ga gampang juga yah jadi wartawan. Apalagi wartawan infotainment. Walaupun dulu ada yang bilang wartawan infotainment itu bukan wartawan, karena memberikan berita yang sering tidak berdasarkan keakuratan data dan fakta, tapi kayanya sekarang pandangan saya sedikit berubah. Terutama ketika teman saya itu dengan gagah berani mengakhiri perbincangan kami itu dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#993366;">Lo liat aja deh.</span></em><em><span style="color:#993366;"> 10 dari 9 gosip yang ada di infotaiment itu bener! Kalopun masih sebatas rumor atau samar-samar&#8230;, tinggal tunggu waktu aja tu gosip bakal jadi kenyataan&#8230;..&#8221;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya deh, Mbak!! Lanjutkan!!!</p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=772&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paparazzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disco Mama</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan &#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221; buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan Phoebe di salah satu adegan film FRIENDS, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=769&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan <strong>&#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221;</strong> buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan <strong>Phoebe</strong> di salah satu adegan film FRIENDS, <em>&#8220;Stop being so testosterone-y!&#8221;</em>) dengan mengucapkan :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Saya Salut Pada Anda!</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Dari jamannya dulu bekerja di radio perempuan, saya sudah dicekoki dengan berbagai fakta dan pemahaman, betapa perempuan itu mahluk yang tidak biasa. Bisa berfungsi ganda. Bukan berfungsi ganda sebagai laki-laki juga -serem amat, tapi dasi sisi kemampuan diri. Bayangkan, ada :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perempuan single</li>
<li>Perempuan single yang sedang bersekolah/ kuliah</li>
<li>Perempuan single bekerja</li>
<li>Perempuan single bekerja dan bersekolah</li>
<li>Ibu Rumah Tangga</li>
<li>Ibu Rumah Tangga bekerja dan bersekolah</li>
<li>Single Mother</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">untuk memberikan sedikit contoh, dari status seorang perempuan. Bisa kebayang, buat mereka yang punya status merangkap, ya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja, contohnya. Seperti apa ya ribetnya? Mulai dari pagi bangun tidur hingga malam mau tidur lagi, apa nggak mau gila ya rasanya? Saya aja yang masih single aja suka kewalahan ngurusin diri sendiri. Dan suka menganggap biasa kerepotan teman-teman saya yang sudah jadi ibu, perihal masalah membagi waktu bekerja dengan waktu untuk keluarga mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya ngerasa berdosa sekali ketika pada suatu hari saya terlibat perbincangan dengan salah satu teman saya tentang Sophie Navita. Loh, kok ada orang ini segala? Jadi beginilah perbincangan itu..<span id="more-769"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Kiki </strong>: Udah tau Sophie Navita bikin album?<br />
<strong>Saya</strong> : Udah, dong..<br />
<strong>Kiki </strong>: Udah denger lagunya?<br />
<strong>Saya</strong> : Belom.<br />
<strong>Kiki </strong>: Masa sih??<br />
<strong>Saya</strong> : Iya. Udah baca beritnya sih di Kompas. Katanya soal ibu2 funky gitu ya?<br />
<strong>Kiki </strong>: Uuuh&#8230;. dengerin deh. Ada kata-kata : &#8220;Bayar Listrik&#8221;nya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHAHA..<br />
<strong>Kiki</strong> : Gak percaya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Anjritt.. &#8220;Bayar Listrik??&#8221; Lagu macam apa lagi ini&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Wajar dong kalo saya berburuk sangka seperti itu, melihat kenyataan dunia musik kita saat ini dipenuhi dengan lagu-lagu ajaib dari band-band dan penyanyi baru yang nggak kalah ajaib juga? Apalagi saya juga sudah jera melihat banyak artis-artis sinetron/bintang film/presenter yang aji  mumpung berbalik haluan jadi penyanyi dengan kemampuan suara yang sering tidak pas (see, saya udah nggak pake kata &#8216;pas-pasan&#8217; lho.. hehehe). Lengkap sudah saya meng-<em>understimate </em>istri dari Pongky Jikustik ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ketika pada suatu hari saya teman saya Ndut datang dan langsung memaksa saya mendengarkan lagunya yang berjudul <strong>&#8220;Siapa Bilang (Disco Mama)&#8221;,</strong> <em>well, aparently for me it&#8217;s not that bad at all.</em> Apalagi setelah mendengarkan liriknya :</p>
<blockquote><address><span style="color:#800080;">Pagi ini sama aja/ Bangun cepat anak sekolah<br />
Suami di luar kota/ Siang kerja malam periksa PR mereka di rumah<br />
Suamiku minta wakuw wakuw..</p>
<p>It&#8217;s my life biasa aja..<br />
Pengen lo iket aja..</p>
<p>Siapa bilang menjadi perempuan itu/ Kerjaan yang mudah<br />
Sehari kerja 25 jam/ Ya ampun apotik aja kalah!<br />
Tapi aku bangga dan bahagia/ Menjadi perempuan seutuhnya</p>
<p>Bayar listrik tukang sampah/ Mogok lagi tolong dong pak<br />
Jangan cuma marah /Biar cape olahraga<br />
Yang penting ada usaha /Biar suami setia</span></address>
<address>
</address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Geli aja sih baca liriknya. Tapi seru juga kan? Apalagi liat video klipnya <strong><span style="color:#333399;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Vs06ZVyCTaU">disini</a>, </span></strong>paling enggak keliatan lah kalau tidak dibuat asal jadi seperti banyak produksi musik lainnya. Apalagi dia memang terlihat hot dan cantik sekali disini. Hehehe. Tapi <em>most of al</em>l, disini sepertinya Sophie mencoba untuk jujur menggambarkan bagaimana luar biasanya sosok seorang perempuan, tentu dengan gaya santainya itu. <em>And it works</em>. Cukup bisa mengatakan kepada kita kaum laki-laki, kalo salah selama ini mengatakan perempuan itu mahluk yang lemah <em>*yang perempuan, nggak usah GR ya*. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi berganggalah kalian semua yang ditakdirkan menjadi perempuan dengan segala kerepotannya itu!</p>
Posted in Tentang Lagu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=769&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Day The Earth Stood Still</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : mengajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009. Jadi , Earth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=763&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : m<strong>engajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009</strong>. Jadi , <strong>Earth Hour</strong> adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh <strong>WWF</strong> (<em>World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund)</em>, diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk mematikan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-764 aligncenter" title="180px-earth-hour-logo" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg?w=180&#038;h=176" alt="180px-earth-hour-logo" width="180" height="176" /></p>
<p style="text-align:justify;">Masih menurut <strong>Wikipedia</strong> lagi,  Earth Hour 2008 sukses besar, dirayakan di ketujuh benua. Beberapa tempat terkenal di dunia ikut berpartisipasi untuk acara baik ini, <strong>Empire State Building</strong> (New York City), <strong>Sears Tower</strong> (Chicago), <strong>Golden Gate Bridge</strong> (San Francisco), <strong> Sydney Opera House </strong>(Sydney, Australia), <strong>Wat Arun Buddhist Temple</strong> (Bangkok, Thailand), <strong>Colosseum</strong> (Rome, Italia), <strong>Royal Castle </strong>(Stockholm, Swedia), <strong>London&#8217;s City Hall</strong> (Inggris, Britania Raya), <strong>Space Needle</strong> (Seattle), dan <strong>CN Tower</strong> (Toronto, Kanada). Nggak tau di Indonesia ya, apa malam itu Monumen Nasional (Monas) juga ikut berpartisipasi juga. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Earth Hour</strong> tahun ini akan diadakan lagi pada <strong>Sabtu 28 Maret 2009</strong> besok, mulai jam 20.30. Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Seberapa banyak orang sih yang cukup peduli ikut berpartisipasi mengikuti acara ini?&#8221;.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam skala kecil, apakah saya juga mau ikutan ber-gelap-gelapan ria selama sejam, atas nama menyelamatkan perubahan iklim dunia yang semakin parah ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya jawab (dan mungkin Anda menjawabnya juga), saya teruskan cerita lain tentang usaha menyelamatkan bumi ini ternyata tidak hanya berhenti di Earth Hour diatas tadi.<span id="more-763"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bulan ini adal lagi sebuah program yang dikasih nama <strong>Hari Hening Sedunia</strong>. Baru dengar? Kalo saya sih iya. Hehehe.  Intinya sih hampir samam dengan Earth Day, dalam satu hari (<strong>21 Maret 2009</strong>) ini kita diajak untuk hening selama 4 jam, menghentikan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Yaitu antara jam 10:00 &#8211; 14:00. Hari Hening Sedunia ini TERNYATA sudah dilakukan selamam 2 kali di Indonesia. Busett, kemana aja gue yah.. Oh iya, liat infotainment pastinya. Hehehe.  Dan kalau dilakukan, bisa menyelamatkan kelestarian Planet Bumi, diantaranya mereduksi pengeluaran gas karbon hingga 20.000 ton pada saat itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan pemilihan tanggal yang telah diutarakan secara umum di tingkat global itu, katanya, terkait dengan inklinasi matahari terhadap bumi, saat titik kulminasi matahari berada persis 90 derajat terhadap sumbu vertikal pada pukul 12.00 di garis ekuator. Rumit ya bacanya. Saya sih nggak paham artinya secara detail. Mungkin ibarat orang kawinan, tanggal ini adalah tanggal baik untuk melangsungkan sebuah kegiatan besar. Heheh. Idenya, ini semula berangkat dari kenyataan peringatan <strong>Hari Nyepi</strong> di Bali, ternyata bisa membuat lingkungan ini lebih bersih dan baik untuk semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">So..</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi ke pertanyaan diatas: <em><strong>Apakah kita cukup peduli untuk mencoba ikut mensukseskan program sederhana tapi bisa berarti besar bagi &#8216;kesehatan&#8217; bumi kita ini?</strong></em> Kalo saya sih, kayanya mau ikutan ah <em>*kaya apaan aja ya*</em>. Karena :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Hari Hening Sedunia Sabtu 21 Maret</strong>, dari jam 10:00-14:00 itu adalah jam-jam dimana saya ada di kantor. Jadi selama 4 jam itu, saya boleh nggak ngapa-ngapain kan? Katanya harus &#8216;hening&#8217; dan tidak boleh melakukan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Kalo ngobrol2 dan ngegosip antar teman sekantor, itu juga ga boleh karena bisa mencemari lingkungan. Lingkungan kerja di kantor jadi nggak kondusif karena gosip yang kita buat. Hehehe.</li>
<li><strong>Earth Hour Sabtu 28 Maret</strong>. Mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak dibutuhkan selama satu jam, 20:30-21:30. Gampang, lah. Cuma mematikan doang, kan? Anggap aja mati lampu, toh selama ini kita sudah sering mengalami mati mendadak oleh PLN kan? Matiin aja listik kamar atau rumah kita, toh acara TV juga nggak ada yang bagus kan kalo malam minggu? <em>*loh?*</em>.  Terus keluarlah melihat dunia luar. Perhatikan, ada nggak bangunan-bangunan komersial atau pemerintah yang juga mematikan listriknya. Hitunglah. Pasti nggak banyak. Hehehe.</li>
<li>Kalau sudah selesai, sepeti biasa&#8230; <em>write it down</em>. Jadi punya bahan buat nulis blog kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Itu sih kalo saya&#8230; kalo kamu?</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=763&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">180px-earth-hour-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunting Kuku-ku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : Gunting Kuku.

Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=759&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : <strong>Gunting Kuku.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-760 aligncenter" title="gunting-kuku" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg?w=139&#038;h=170" alt="gunting-kuku" width="139" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai akhirnya kita bisa memakainya sendiri, bahkan sampai ketika kemudian sampai bisa menyuruh (atau lebih tepatnya : <strong>membayar</strong>! hehe) orang lain untuk memotongkan kuku kita di salon-salon itu, lengkap dengan serangkaian <em>treatment </em>lainnya yang dikenal dengan nama <strong><em>Manicure-Pedicure</em></strong> (bener kan ya  gini tulisannya?).</p>
<p style="text-align:justify;">Segitu pentingnya kah si gunting kuku ini, sampai-sampai jadi bahan cerita saya? Jawabannya  jelas : IYA. Pertama, tentu saja kalau melihat<strong> fungsinya.</strong> Demi alasan kesehatan, memotong kuku memang dianjurkan. Dalam agama Islam, memotong/menggunting kuku itu malah hukumnya Sunnah dan sebaiknya dilakukan setiap hari Jumat ketika akan melaksanakan kewajiban Sholat Jumat. Jadi tentu saja, si gunting kuku ini jadi benda yang penting sekali keberadaannya. Karena, mau pakai apa lagi, coba? Gunting  rambut? Bisa aja sih, tapi kok seperti agak ribet ya. Atau digigit-in? Hehehe.. Tidak anggun&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kenapa si gunting kuku ini begitu pentingnya buat saya, karena ternyata berkat benda yang satu inilah, saya sempat dibikin terkaget-kaget ketika mendapati fakta baha : <strong><em>I&#8217;m an unforgettable person! </em></strong>Huahahhaha&#8230; lebai! Jadi gini ceritanya..<span id="more-759"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari <strong>Senin 16 Maret</strong> lalu, untk pertama kalinya setelah 4 bulan cabut, saya secara <em>official </em>datang mengunjungi kantor lama saya, <strong>Female Radio </strong>di daerah Kotabaru.Kenapa saya bilang <em>official</em>, karena sebelum-sebelumnya sih pernah mampir kesana, tapi ya cuman mampir doang. Ngambil surat-surat tagihan di <em>front desk</em> (hahaha) yang masih nyasar terkirim kesana, abis itu kabur. Nah kali ini, saya bener-bener mengunjungi mereka untuk kangen-kangenan <em>*halah*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya disana, yang terjadi ya standar dan normalnya orang temu kangen lah. <em>Say hallo </em>apa kabar, peluk cium pipi kanan kiri, dan <em>ended up </em>dengan pertanyaan pamungkas,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Trus truss&#8230; ada gosip apa disini??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Ternyata kata mereka, seperginya saya dari sana, mereka jarang lagi bergosip ria di kantor. Karena nggak ada lagi orang yang seru yang bisa diajak ngegossip selain saya. Ohhh&#8230; saya terharu sekali. Hahaha. Tapi yang membuat saya lebih terharu lagi adalah, ketika <strong>Mamat</strong> sang staff produksi tiba-tiba bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Wah mas.. kamu nggak ada, selesai aku, mas. Lha nggak ada lagi yang bisa ta&#8217; pinjemin gunting kukunya&#8230;.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dengan nggak percaya, saya menjawab,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">Masa sih?? Lah itu <strong>Nuri</strong></span> </em>(front desk) <span style="color:#333399;"><em>bukannya punya juga??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan langsung disambar dengan cepat oleh yang bersangkutan,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Lha wong aku itu aja dulu juga pinjem punya Mas Deka!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi selama 4 tahun saya mangkal di kantor itu, ya cuman saya doang yang punya gunting kuku?? Atau ada juga yang sebenarnyapunya, tapi diumpetin dan tidak dipinjam-pinjamkan? Hehehe. Saya jadi ingat lagi, memang dulu sering sekali anak-anak masuk ke ruangan saya atau berteriak-teriak kalau saya sedang tidak di dalam ruangan saya, untuk meminjam gunting kuku. Dan saya hanya menjawab singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Di laciiii&#8230;.!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi seluruh kantor itu kalau mau meminjam gunting kuku, sudah tahu tempatnya. Hehe. Atau tepatnya, sudah tahu harus datang kepada siapa. Oh.. hingga ketika saya tidak lagi ada disana, mereka sangat merindukan saya, atau tepatnya merindukan gunting kuku saya. Hahaha. Nggak masalah. Buat saya, paling tidak ada kesan yang tertinggal disana, selepas saya pergi. Dan cukup mengagumkan saja, kalau kesan itu ditimbulkan oleh hanya karena satu benda sekecil dan sesederhana itu doang!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, never underestimate every little thing we do, folks! To you, maybe it&#8217;s nothing. But to others, it could means something&#8230;</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=759&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunting-kuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Greatest Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Dear God,
I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her.
I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us so much [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=753&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#333399;">Dear God,</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us so much to give us a loving, unselfish, caring, proncipled, intelligent, inspiring and generous Mom.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You God for blessing Mom&#8217;s life with so much accomplishment, for allowing her to achieve so much, and for letting her touch the lives of so many, affecting lives in such a positive way.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please God, give Mom the strength to beat the disease. May your mantel of protection shield her from further pain and suffering. Her love and devotion to You has never faltered, please God, be there for her now that she needs Your loving embrace most.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please continue to strenghten our faith in You. We know that through You and in You, all good things are possible. </span></p>
<p><span style="color:#333399;">God, we celebrate all that Mom is in our lives. Your love for her surpasses ours. And we know You will only do for her what is best for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Thank you, God, for the greatest gift, which is Mom.</span></p>
<h5 style="text-align:right;"><em>dear friends.. minta doa&#8217;nya buat Mama ya.. </em></h5>
<h5 style="text-align:right;"><em>Mudah-mudahan di usianya yang menginjak ke 61 tahun hari ini, 28 Februari 2008, beliau akan senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan melawan kankernya&#8230;</em></h5>
Posted in Tentang Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=753&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twist &#8216;n Shout!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah.
Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi fenomenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=745&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi fenomenal dari dua orang gadis berseragam SMP yang sedang menyeberang jalan. Cara mereka menyeberang jalan sih biasa aja, nggak pakai aksi salto atau ngesot apalagi jalan jongkok segala macam. Tapi yang menjadikannya fenomenal adalah, aksi menyeberang jalan itu dilakukan secara tiba-tiba, tanpa melihat ke arah kanan atau kiri terlebih dulu dan dilakukan sambil mengobrol pula, sehingga mengakibatkan pengendara motor didepan saya terkejut setengah mati, sehingga harus menginjak rem secara mendadak, yang pada akhirnya membuat saya yang ada dibelakangnya pun ikut berhenti mendadak.</p>
<p style="text-align:justify;">Si bapak-bapak pengendara motor depan saya itu, tanpa terduga langsung berteriak dengan lantangnya,</p>
<blockquote>
<h1><em>HEHH??!!! </em></h1>
<h1><em>NDALANNE MBAHMU, PO??!!!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang kalau diterjemahkan secara bebas, si bapak itu bilang,<span style="color:#800000;"><em> <span style="color:#f40a26;">&#8220;Hehh!! Emangnya ini jalan punya nenek moyang lo, apa??&#8221;</span></em></span><span style="color:#f40a26;">.</span> Denger si bapak teriak kenceng gitu, terus terang agak bikin saya kaget juga. Tapi yang bikin saya lebih kaget lagi ketika kedua gadis yang hampir saja tertabrak itu dengan cueknya cuman bengong ngeliatin si bapaknya dengan mata setengah melotot selama beberapa saat, dan kemudian pada cekikikan sambil melanjutkan perjalannannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajaib, memang. Sungguh-sungguh ajaib. Setelah kemudian melanjutkan perjalanan, <em>I kept wondering </em>: Kenapa ya kedua gadis itu bisa cekikikan seperti itu setelah dimaki-maki? <span id="more-745"></span>Dimaki-maki didepan umum, lagi. Apakah mereka memang sedemikian bodohnya sehingga tidak tahu kalau sudah melakukan sesuatu yang salah bahkan beresiko mencelakakan orang lain? Apakah kedua gadis itu sudah sedemikian tololnya, sampai-sampai tidak bisa menyadari kalau mereka baru saja dilempari kemarahan, bukan dilempari sebuah pujian atau guyonan?  Bisa jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin si gadis itu justru malah demikian cerdasnya, sehingga menyadari si bapaknya juga salah. Kenapa dia memaki dengan kalimat itu? <em>&#8220;Heh! Ndalanne mbahmu, po??!!</em>&#8220;. Ini kan pertanyaan yang tidak tepat. Itu kan sama saja artinya, kalau ternyata jalan itu adalah &#8216;milik&#8217; Mbah atau nenek moyang salah satu atau kedua gadis itu, berarti <span style="text-decoration:underline;"><strong>it is</strong></span> <strong><span style="text-decoration:underline;">okay</span></strong> kedua gadis itu melakukan perbuatan bodoh mereka, kan?? Coba bayangkan, seandainya saja setelah si bapak bilang gitu, kemudian si gadis itu balas menjawab,</p>
<blockquote>
<h1><em>EMANG! KENAPA?!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">bukannya malah bikin si bapak jadi mati gaya, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak penting banget ya pikiran saya ini? Emang. Hahaha. Yah, paling tidak, mungkin kedua pihak memang harus berusaha untuk belajar lagi. Si gadis harus belajar untuk menghargai orang lain (dan tentu saja belajar untuk menyeberang dengan baik dan benar), si bapak juga harus belajar mengontrol emosinya (dan tentu saja, belajar untuk memaki dengan baik dan benar). Hehehe.</p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=745&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Money Maker</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 01:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Membuka sebuah halaman di majalah Reader&#8217;s Digest , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman :
3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia :
1. Energi
2. Telekomunikasi
3. Institusi Keuangan
(Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009)
Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=731&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Membuka sebuah halaman di majalah<strong><em> Reader&#8217;s Digest</em></strong> , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman :</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><strong>3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia :<br />
1. Energi<br />
2. Telekomunikasi<br />
3. Institusi Keuangan</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 detik. Tapi mata ini sepertinya nggak berkedip, nggak mau lepas memandang tulisan itu. Sambil dalam hati berteriak-teriak meronta,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Jadi&#8230; Bidang pekerjaan gue sekarang ini gak termasuk yang gajinya gede di Indonesia ya????!!&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil dengan bodohnya, kemudian membayangkan muka-muka orang-orang yang saya kenal, yang saat ini bekerja di 3 bidang pekerjaan dengan gaji tertinggi di Indonesia itu. Satu per satu wajah mereka muncul, dengan diiringi saya berucap dalam hati juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#333399;"><em>Enak banget ya mereka &#8230; gaji mereka gede,pasti. Bahkan termasuk yang paling gede se Indonesia&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil (<em>again</em>), merasa minder dan mencoba membanding-bandingkan dengan gaji yang saya terima setiap bulannya. Dan langsung, membayangkan betapa bahagianya mereka yang gajinya termasuk tertinggi di Indonesia itu, dan betapa merananya saya yang tidak termasuk didalamnya! Sambil kemudian berandai-andai, seandainya saja saya bekerja di salah satu diantara 3 bidang pekerjaan itu, pasti saya juga bisa berbahagia karenanya. Bodoh sekali.<span id="more-731"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi nggak ada yang melarang juga kan kalau saya membuat pemakluman untuk sikap minder yang saya alami ini. Karena (sepertinya) semua orang yang memiliki pekerjaan SELAIN 3 bidang pekerjaan yang tertulis diatas itu, pasti dengan sendirinya akan otomatis membanding-bandingkannya dengan pekerjaan yang mereka lakukan saat ini.  Iya gak, sih?  Bahkan mungkin juga kemudian muncul rasa  iri. Sah-sah saja, kan? <em>Or is it just me</em>? Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal memang nggak boleh gitu, sebenarnya. Rasa iri dan minder, ujung-ujungnya pasti bermuara pada hal yang sama : <strong>merasa kurang dan tidak bersyukur atas apa yang sudah kita dapat</strong>. Seperti saya barusan. Padahal kalau mau jujur, apa sih yang kurang? Gaji udah bisa memenuhi semua keperluan hidup (single..kekekekek), bahkan masih bisa buat <em>saving</em> walau tidak banyak, tapi masih saja merasa kurang. Selalu ada tanda koma untuk menyebut kebutuhan. Tidak pernah ada tanda titik. Karena pada akhirnya harus diakui, ketika kita bicara soal uang, memang tidak akan pernah selesai. Semakin besar yang kita dapatkan, pasti semakin besar juga kebutuhan untuk pengeluarannya. Dari sononya udah begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi ingat dengan ucapan salah seorang teman saya yang tajirnya minta ampun. Dia punya usaha ekspor furniture yang sukses. Saking suksesnya, dia sampai sudah beli tanah di Tasmania buat tempat pensiunnya kelak. Entahlah, tanah di Indonesia terlalu murah &#8216;kali buat dia. Makanya belinya harus sampe ke Australia. Hehehe. Suatu malam kami ngobrol <em>ngalor ngidul ngetan ngulon</em>, sampai nggak jelas sendiri apa yang diomongin. Sampai satu ketika, saya bertanya tentang arti &#8216;uang&#8217; baginya. Pengen tau, buat orang sekaya dia, uang jadi masalah atau tidak. Nggak penting memang pertanyaannya. Dia hanya tersenyum dan menjawab ringkas,</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-735 aligncenter" title="42-18852297" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-188522973.jpg?w=121&#038;h=170" alt="42-18852297" width="121" height="170" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong><em>&#8220;Kalau aku sih.. Uang itu, kalau sedikit ya cukup..kalau banyak ya bisa nggak cukup..</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That simple</em>. Seolah dia tau kemana arah pembicaraan dan keingin-tahuan saya, dia sudah langsung membungkam saya dengan jawabannya itu. <em>He&#8217;s so damn right</em>. Ketika kita hidup dengan keadaan keuangan yang &#8216;pas-pasan&#8217;, kita punya kecenderungan untuk pintar dan hati-hati mengalokasikan uang untuk berbagai keperluan kita. Bahkan cenderung tega untuk bilang &#8220;TIDAK&#8221; untuk segala macam hal yang masuk dalam kategori<strong> &#8216;KEINGINAN&#8217;</strong>, bukan <strong>&#8216;KEBUTUHAN&#8221;</strong>. Begitu juga sebaliknya ketika kita sedang dalam keadaan keuangan yang &#8216;berlebih&#8217;. Bagaimana kecenderungan perilaku kita? Silakan dijawab sendiri. Berapapun banyaknya uang kita, rasanya nggak akan pernah cukup.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wealth .. is a relative thing since he that has a little and wants less is <strong>richer</strong> than he that has much but wants more!</em> Saya kok percaya banget, semakin besar uang yang kita dapat, pasti selalu berbanding lurus dengan yang namanya pengorbanan yang kita keluarkan untuk mendapatkannya. Pengorbanan itu bisa bermacam-macam bentuknya. Dalam bentuk waktu, tenaga atau pikiran. Itulah kenapa semakin tinggi posisi dan jabatan seseorang di sebuah perusahaan, misalnya, pasti semakin tinggi pula gaji yang diterimanya. Tapi juga pasti semakin tinggi juga tanggungjawab pekerjaannya. Dan sudah pasti, semakin tinggi pula tingkat stressnya. Dia kan memang dibayar gede buat stress-nya itu! Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan teman main saya <strong>Nic </strong>yang sekarang sudah semakin sukses dan tajir di Jakarta, saya sempat minder setengah mati. Gajinya 3X lebih besar dari gaji saya per bulannya. Baju-bajunya brand luar semua<em> *ugh, penting banget kayaknya.. hahahaha*.</em> Gadget-nya selalu keluaran terbaru, yang bahkan saya sendiri nggak berani memegang saking takutnya ngerusakin dan nggak bisa menggantinya. Hehehe. Tapi semua ke-minderan, dan ke-iri-an saya padanya itu hilang seketika, ketika kami masuk dalam sesi curhat. Isi pembicaraan didominasi tentang betapa kompleksnya permasalahan hidup yang dialaminya, mulai  tentang pekerjaannya, tentang kisah cintanya dll. Begitu kompleksnya, sampai-sampai saya yang merasa sebagai orang yang paling simpel hidupnya di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat dia harus berangkat kerja jam 4 pagi, saya masih bisa bangun jam 5 dengan santai. Disaat dia sudah terjebak macet sambil deg-degan takut telat sampai di kantor, saya masih bisa berangkat mepet-mepet supaya sampai di kantor tidak terlalu awal. Hehehe. Disaat dia pusing mikirin <em>deadline</em> yang sepanjang hari, saya masih bisa curi-curi waktu nulis blog, bahkan mengupdate gossip lewat chattingan YM <em>*luar biasa!*</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat  dia kesulitan setengah mati mencuri-curi waktu untuk bisa menjaga kebugarannya di gym, saya masih bisa leluasa mengatur kapan saya mau melakukannya. Bahkan disaat jam 9 malam dia masih terjebak macet di jalan menuju rumah mereka, saya udah dengan gantengnya tergeletak di kasur. Tapi tetap saja, dia dibayar lebih besar dari saya. Jadi, pilih mana?</p>
<p style="text-align:justify;">Buat saya, itu bukanlah pilihan. <strong>Itu konsekuensi</strong>. Karena pada akhirnya, selalu ada harga yang harus dibayar. <em>For everything. And we have to accept that</em>. Waktu istirahat yang kurang, tenaga dan pikiran yang terkuras karena tuntutan pekerjaan, waktu untuk keluarga yang hilang, dan masih bisa panjang  lagi deretannya. Rumit memang. Makin rumit lagi kalau ditambah dengan perasaan minder dan iri seperti yang saya alami tadi. Makanya, <strong>jangan! </strong>Syukuri apa dan berapapun yang diberikan pada kita. Jangan merasa, kita pasti akan lebih kaya dan bahagia kalau kita bekerja di pekerjaan tertentu, selain pekerjaan kita sekarang ini. <strong>Belum tentu</strong>. Karena kalau kita berpikir demikian, berarti kita sudah &#8216;memotong&#8217; jalan rejeki yang sudah Tuhan tentukan untuk kita, kan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bob Dylan</strong> pernah bilang,</p>
<blockquote><p><em><strong>What&#8217;s money? A man is a success if he gets up in the morning and goes to bed at night and in-betwen does what he wants to do..&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bener sih. Tapi mungkin yang lebih bener, adalah ketika kita mencintai dan menyukai pekerjaan yang kita lakukan, dan dibayar besar untuk itu. Kekekekekek&#8230;.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=731&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-188522973.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-18852297</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sales Promotion Girl</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 08:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini di YM, saya chatting dengan teman yang lama ga ketemu nih ceritanya. Nona Addis. Itu tuh, satu-satunya teman saya yang mau-maunya diajakin nonton film Bukan Bintang Biasa, lebih dari satu tahun yang lalu. Lama nggak ketemu, karena si Teteh satu ini sempat jadi anak durhaka dengan pergimeninggalkan  Jogjakarta, kembali ke kampung halamannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=725&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari ini di YM, saya <em>chatting</em> dengan teman yang lama ga ketemu nih ceritanya. <strong>Nona Addis</strong>. Itu tuh, satu-satunya teman saya yang mau-maunya diajakin nonton film <span style="text-decoration:underline;"><em><strong><span style="color:#333399;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/2007/08/10/bukan-bintang-biasa-2/">Bukan Bintang Biasa</a></span>,</strong></em></span> lebih dari satu tahun yang lalu. Lama nggak ketemu, karena si Teteh satu ini sempat jadi anak durhaka dengan pergimeninggalkan  Jogjakarta, kembali ke kampung halamannya di Bogor, dengan alasan hendak dijodohkan oleh orangtuanya dengan salah satu anak tetangganya. Paling tidak, itulah satu-satunya gosip yang saya dengar tentang dia dulu, dan saya nggak mau repot-repot mencoba mencari kebenarannya, karena&#8230;. <em>why should I</em>? Lebih seru biar gitu aja gosipnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, akhirnya dia kembali lagi ke Jogja dengan membawa kabar baru rupanya.</p>
<p style="text-align:justify;">On YM, Kamis 19 Februari 09</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><strong>ryu.deka </strong>: eh, ketemu juga akhirnya..<br />
<strong>ryu.deka </strong>: kamu dimana??<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: di Jl.Affandi hehehe</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>:  mana tuh? Gejayan?<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: hihi yak!! 100! depannya Mailbox persissss</span></em> *merujuk sebuah radio tempat dia bekerja sekarang*<br />
<em><span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: eh..eh skarang daku bisnis kaos couple, mo pesen ga??</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: ih&#8230;<br />
<strong>ryu.deka</strong> : to the point banget<br />
<strong>ryu.deka </strong>: basa basi dikit kek.. tanya kabar&#8230;tanya gosip terbaru..<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong> : ihihihi, kalo gw jd penyiar RCTI baru gw tanya kabar lo gimana? Tapi secara gw skarang di radio lagi, jadi smua perlu tau kalo gw juga mengawali jadi enterpreneur (bener ga sih nulisnya??) walopun partneran. Dan gw cuma sumbang ide (ide juga modal kan? hehe walo bentuknya bukan rupiah) skaligus gw angkat diri gw sbagai promotion</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: Terus, officially kamu moved here?<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong>: iyak i&#8217;m officially di jogja (lagi)<br />
<strong>euis </strong>: pesen gak?</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: ooo&#8230;hehehehe<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong> : sbenernya target marketnya anak SMP-SMA yang masih menganggap bahwa cinta itu indaaaaaah skali, sampe mau-maunya pake baju kembaran bertyuliskan <strong>&#8220;I luv U babe&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;I luv u2 babe&#8221;</strong>!</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: hahahaha&#8230;<br />
<strong>ryu.deka</strong>: nah lu knapa nawarin ke gue..<br />
<strong>ryu.deka </strong>: mentang2 gue keliatan kaya anak ABG??<br />
<strong>euis : kan lo idolanya anak2 SMP dan SMA!<br />
</strong><strong>euis : hehehe</strong><br />
<strong>ryu.deka</strong> : matilah&#8230;<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>:  radio lo anak muda kan?? promosiin yak (kaos gw). Pokoknya beda ama kaos2 couple yg udah pernah ada, custumized, pokoknya kamu2 banget deeeeh hehehe, dan ga produce massal,<br />
bukan masalah demi menjaga ekslusifitas, melainkan modal kami terbatas dan blum bisa produksi banyak2..</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: Bodohhh&#8230;hahhahahaah</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jujur amat sih jadi orang promotion? Heran deh. Hehehe..</p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=725&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Friends In Need is A Friend Indeed</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 09:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Teman yang baik adalah teman yang ada disaat kita sedang dalam keadaan susah. Tidak hanya ketika kita sedang dalam keadaan senang. Karena hampir semua orang pasti mau ada disamping kita ketika kita sedang bergembira. Mungkin paham inilah yang dianut oleh teman saya, sebut saja namanya Mawar *hihi..kaya nama samaran di berita-berita kriminal aja*.  Dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=715&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Teman yang baik adalah teman yang ada disaat kita sedang dalam keadaan susah. Tidak hanya ketika kita sedang dalam keadaan senang. Karena hampir semua orang pasti mau ada disamping kita ketika kita sedang bergembira. Mungkin paham inilah yang dianut oleh teman saya, sebut saja namanya <strong>Mawar</strong> *<em>hihi..kaya nama samaran di berita-berita kriminal aja*</em>.  Dia berusaha untuk menguji kadar kesetiaan saya sebagai seorang temannya, dengan mengirimkan SMS ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Say, ntar jam ½ 5 sore stand by di HP ya. Aku ujian Enggres</em></span> (Inggris, maksudnya)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya, teman saya yang cantik ini kuliah (lagi) mengambil kelas hukum ekstensi di salah satu universitas yang &#8230;<em> I have to say</em>, tidak terlalu bonafid. Hahaha. Dan biasanya, masa-masa ujian adalah masa-masa dimana dia hidup dalam kenestapaan, terutama mata kuliah Bahasa Inggris, sehingga membutuhkan pertolongan saya, temannya, yang sebenarnya juga nggak jago-jago amat kalo berurusan dengan bahasa asing ini. Dan maksud dari SMS diatas itu tentu adalah, dia meminta tolong dengan amat sangat kepada saya untuk membantunya mengerjakan soal ujian Bahasa Inggris melalui HP.</p>
<p style="text-align:justify;">Kok bisa? <span id="more-715"></span>Entahlah, saya sendiri nggak bisa membayangkan bagaimana situasi ujian di kelas itu. Mungkin jaman sudah sedemikian canggihnya, sehingga para mahasiwa sudah meninggalkan sistem mencontek konvensional seperti menulis kecil-kecil di kertas, di tangan atau di paha, dan beralih saling meminta pertolongan via SMS. See, bukti bahwa kemajuan teknologi bisa mempermudah kehidupan kita? Kalo Nokia bilang, istilahnya &#8216;teknologi yang mengerti Anda&#8217;. Hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-716 aligncenter" title="42-21054349" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-21054349.jpg?w=170&#038;h=113" alt="42-21054349" width="170" height="113" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin bentuk ujian bukannya <em>open book</em>, tapi <em>open recruitment</em>, jadi boleh merekrut siapa saja untuk dimintai pertolongan. Atau jangan-jangan di kertas soalnya tertulis pilihan <em><strong>phone a friend </strong></em>seperti  di kuis <strong>Who Wants To Be A Millionaire? </strong>Entahlah.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, jam setengah 5 sore kurang sedikit, <em>tone </em>SMS di HP saya pun berbunyi. Tertulislah sebuah <em>Short Messaging Service</em> yang amat sangat tidak <em>short!</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Courts avoid contracts that are the result of mistakes in smoe circumstances. If the parties commited a mutual mistakes as to a basic assumption of the contract, or if one party commited a mistake that the other party could have detected, the adversely affected party will sometimes have right to avoid contract, party could, in theory, design contract that released one both parties who made a mistake. <strong>Artiin&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hebat ya&#8230; Nggak tanggung-tanggung. Saya kagum sekali gimana cekatannya dia mengetikkan satu  paragraf itu dengan Blackberry-nya ditengah-tengah ujian! Hahaha. Maka dengan pengetahuan yang terbatas (baik <em>vocabulary</em> bahasa Inggris maupun <em>vocabular</em>y untuk istiilah2 Hukum), saya mencoba mengartikan satu paragraf itu. Dengan ilmu kira-kira, tentu saja. Paling tidak, saya mencoba membantunya memahami<strong> intisari</strong> dari paragraf itu, sehingga teman saya ini bisa mengembangkannya dengan lebih baik lagi, karena biar bagaimanapun juga dia yang lebih faham tentang ilmu Hukum daripada saya yang lulusan Akuntansi. Begitulah paling-tidak harapan saya padanya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Intinya adalah : Bahwa pengadilan bla bla bla&#8230;&#8230; . Masuk akal ga terjemahanku ini?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan begini jawaban teman saya itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya ga tau, lah. Makanya aku nanya kamu&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">OH! Piye, iki? Hihihi. Bahkan setelah saya bantu terjemahkan pun, tidak serta merta membuatnya berinisiatif menyempurnakan jawaban itu! Hahaha. Ya sudahlah. Paling nggak, saya sudah melaksanakan tugas saya. Eh, nggak berapa lama kemudian, si mbak ini menelpon saya (bukan SMS, lho. Nelpon! Di tengah-tengah ujian!), sambil setengah berbisik membacakan sebuah soal pilihan berganda tentang <em>grammar</em>, dan saya diminta untuk membantunya memilihkan jawaban yang benar, A, B, C atau D. LUAR BIASA! Dengan sok taunya, saya kemudian melanjutkan ilmu kira-kira itu lagi, dan memilihkan sebuah jawaban untuknya. Padahal saya  juga nggak yakin dengan jawaban saya itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar jam 5 sore, sebuah SMS berisi ucapan terima kasih dikirimkannya untuk saya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Dah selesai. Tengkyu yaaaah&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya menjawab sekenanya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Okay. Gampang tho? Aku tadi juga cuman ngawur lho jawabnya..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan diapun merespon dengan tidak  kalah sekenanya&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Pokoknya  jawabanmu tadi nyampe ke semua teman sekelasku..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">OH! Hihihi&#8230; mampus dah tu satu kelas&#8230; Hahaha&#8230;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></span></p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=715&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-21054349.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-21054349</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Bercinta</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 04:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[to LOVE and WIN is the best thing,
to LOVE and LOSE is the next best thing&#8230;

happy valentine&#8217;s day.

Posted in Tentang Romansa       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=710&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"><strong>to <span style="color:#800080;">LOVE </span>and <span style="color:#333399;">WIN</span> is the best thing,</strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong>to <span style="color:#800080;">LOVE</span> and <span style="color:#993366;">LOSE</span> is the next best thing&#8230;</strong></h2>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">happy valentine&#8217;s day.</p>
<p style="text-align:center;">
Posted in Tentang Romansa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=710&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Through The Eyes of Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 06:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya bangun dengan air mata membasahi pipi kiri saya&#8230;.

Udah terdengar dramatis, belum? Hehehe. Tapi beneran kok. Bukannya saya baru saja terbangun dari mimpi yang sedih, but apparently  something happened with my left eye. Rasanya pegal, hangat, dan ya itu tadi&#8230; berair.

&#8220;Duh.. hari gini masak &#8216;belekan&#8217; sih&#8230; Ga keren amat &#8220;.

Gitu pikir saya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=702&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pagi ini saya bangun dengan air mata membasahi pipi kiri saya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-702"></span><br />
Udah terdengar dramatis, belum? Hehehe. Tapi beneran kok. Bukannya saya baru saja terbangun dari mimpi yang sedih, <em>but apparently  something happened with my left eye</em>. Rasanya pegal, hangat, dan ya itu tadi&#8230; berair.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>&#8220;Duh.. hari gini masak &#8216;belekan&#8217; sih&#8230; Ga keren amat &#8220;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Gitu pikir saya. Tapi setelah kemudian bangun dan berkaca, saya pun terkaget-kaget. Karena style rambut saya nggak berubah sejak semalam pergi berkaraoke di Happy Puppy! Masih sama bentuknya Edan! L&#8217;oreal emang oke.. hehehehehe&#8230; Enggak, saya kaget karena mata kiri saya emang asli merah banget. Sementara yang sebelah kanan terlihat baik-baik saja. Ya sudahlah, berarti memang terjadi sesuatu dengannya. Makanya kemudian saya memutuskan untuk mandi, sarapan seadanya dan pergi ke <strong>Rumah Sakit Mata Dr. Yap </strong>yang ada didekat kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang jalan menuju rumah sakit, saya nggak henti-hentinya berdoa supaya mata saya ini cuma kena iritiasi atau apalah, <em>nothing serious</em>. Walau iritiasi seringan apapun, kalau nggak ditangani beneran juga bisa jadi sesuatu yang serius. Karena jujur, kalalu udah kaya gini, saya baru ngerasa bahwa mata itu adalah salah satu harta dan anugerah yang luar biasa dari sang Pencipta. Memang, seluruh anggota tubuh sampai yang sekecil-kecilnya seperti kuku pun, adalah anugerah yang luar biasa. Sesuatu yang sering kali kita nggak pernah &#8216;meng-<em>apreciate&#8217;</em>nya, sampai ketika salah satu dari anggota tubuh kita it sakit, atau malah *<em>knock on wood</em>* sampai  ketika kita kehilangan salah satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja beberapa hari yang lalu, saya sedang membaca artikel <em><strong>100 Greatest Singer of All Time</strong></em>-nya <strong>Rolling Stones</strong>. Salah satu dari penyanyi terbaik sepanjang masa itu adalah, tentu saja, <strong>Stevie Wonder</strong>. <em>My hero</em>.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-704 aligncenter" title="stevie0121" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/stevie0121.jpg?w=130&#038;h=183" alt="stevie0121" width="130" height="183" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dia tidak terlahir buta. Tapi kehilangan kemampuan pandangnya ketika masih kecil. Berarti, dia SUDAH PERNAH melihat yang namanya dunia. Melihat berbagai macam bentuk dan berbagai macam warna benda. Hingga kemudian, tanpa saya sadar, saya memalingkan pandangan saya dari majalah, dan menengadahkan wajah ke arah depan. Mencoba melihat pemandangan di depan saya. <em>And then I closed my eyes.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya memejamkan mata selama beberapa detik. Membayangkan bagaimana rasanya kalau tiba-tiba saya kehilangan kemampuan melihat saya. Tiba-tiba semuanya gelap. Tidak ada warna. Hanya suara-suara. Saya bisa mendengar suara motor mendekat, tapi nggak bisa melihat bentuknya. Bisa mendengar eongan kucing saya, tapi saya nggak tau dia ada dimana. Sambil membayangkan bagaimana saya harus berjalan, jika tidak bisa melihat apapun, <em>even my own legs</em>! Dan tiba-tiba, saya nggak berani berlama-lama memejamkan mata. Saya takut. Sumpah, takut banget&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Then I opened up my eyes. Very quickly.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Edann&#8230; kemana aja saya selama ini???? Kenapa saya nggak pernah menyadari anugerah luar biasa ini? Kenapa selama ini saya selalu sibuk berdoa, meminta dan menuntut sesuatu yang sifatnya hanya sementara, hanya dunia, tanpa pernah betul-betul berterima kasih sudah diberi kesempurnaan hidup sebagai manusia?  Bodoh sekali. Ini baru dikasih mata merah karena alergi aja rasanya udah stress setengah mati. Bagaiman kalau sesuatu yang lebih parah dari ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, mungkin inilah sifat buruk manusia. Terlalu sibuk memikirkan hal-hal besar, hingga selalu lupa akan sesuatu yang kecil dan simpel, tapi justru malah luar biasa artinya. Kita nggak pernah sadar betapa indahnya bisa bernafas, ketika kita sedang mengalami sesak nafas. Kita lupa betapa besarnya arti sebuah kemampuan melihat, sampai ketika satu titik  debu masuk kedalam mata dan membuatnya gatal dan berair. Tuhan ternyata suka sekali menguji mahluknya. Sampai sejauh mana mahluknya menyadari apa yang telah diberikanNya. Sampai sedetail apa mahluknya bisa melihat itu, dan kemudian mensyukurinya. Dan Tuhan pasti tertawa geli, karena hampir sebagaian besar mahluknya itu harus melalui sesuatu dulu untuk bisa melihat anugerah itu. Dan sesuatu itu adalah : <strong>sakit</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih selalu percaya, saya harus bersyukur diberi sakit. Walau saya juga selalu memilih untuk meminta diberikan kesehatan,  lahir dan batin. Tapi kalaupun kemudian diberi sakit dulu, harusnya saya memang tidak boleh mengeluh apalagi menolaknya. Karena dengan sakit, kita berarti sekali lagi diberi kesempatan untuk menghargai yang namanya kesahatan (dan betapa betul-betul mahal harganya), dan mensyukurinya ketika saya ada didalam masa sehat itu. Menguji sampai sejauh mana, dan sedetail apa sih saya mau &#8216;mengulik&#8217; anugerah Tuhan yang ada pada diri saya.  Karena saya yakin, satu saja ungkapan syukur dilambungkan ke surga, nilainya pasti melebihi rangkaian doa yang paling sempurna..</p>
<p style="text-align:justify;">Sehat itu mahal. Bahkan, mungkin gak ternilai harganya. Dijaga ya, teman-teman.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menulis tulisan ini ini di sebuah bangku pinggir taman rumah sakti sambil menunggu nama saya dipanggil untuk mengambil obat. Sambil menunggu hujan mereda. Sambil sesekali melirik ke arah suster2 dan dokter2 muda yang lucu-lucu itu (tetep ya.. mata gatal tidak bisa mengalahkan hati yang &#8216;gatel&#8217; juga..hehehe). Dan sambil mata nggak henti-hentinya menatap sebuah tulisan besar yang tergantung di depan saya :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>SEHAT DHISIK, SENENG KERI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sehat dulu, senang-senang itu belakangan.</p>
<p style="text-align:justify;">DAMN!</p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=702&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/stevie0121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stevie0121</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihlah Aku</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 11:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Membaca harian Kedaulatan Rakyat hari Jumat minggu ini, ada sebuah artikel singkat, hanya sekitar 2 kolom saja, tapi dari judulnya saja sudah bisa membuat siapapun yang membacanya  tersenyum : 
CALEG BERHENTILAH BERPOSE

Kan? Anda yang barusan membacanya pun pasti juga ikutan tersenyum. Karena tanpa harus membaca isi tulisan pun, sudah bisa ditebak, apa yang coba ditulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=694&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Membaca harian <strong>Kedaulatan Rakyat</strong> hari Jumat minggu ini, ada sebuah artikel singkat, hanya sekitar 2 kolom saja, tapi dari judulnya saja sudah bisa membuat siapapun yang membacanya  tersenyum : <strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>CALEG BERHENTILAH BERPOSE</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><br />
Kan? Anda yang barusan membacanya pun pasti juga ikutan tersenyum. Karena tanpa harus membaca isi tulisan pun, sudah bisa ditebak, apa yang coba ditulis oleh si kolumnis tersebut. Seolah dia juga sama &#8216;jengah&#8217;nya dengan kita (<em>well, saya, mungkin&#8230;</em>) ketika akhir-akhir ini mata dipaksa melihat wajah-wajah para caleg yang terpampang dimana-mana itu. Nggak cuma di jalan umum, tapi juga di jalan-jalan yang tidak umum, semisal sudut-sudut gang dan jalan tikus. Nggak cuma dipasang di papan reklame pinggiran jalan, tapi juga ditancapkan di batang pohon dan ditempel di rumah-rumah warga. Dan nggak cuma gambar dalam ukuran biasa, bahkan yang gedenya sudah &#8216;ngalah-ngalahin&#8217; papan reklame sebuah produk provider yang memajang Luna Maya yang entah kenapa kemudian berganti menjadi seekor monyet!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-698" title="dscn0254edit-copy" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0254edit-copy.jpg?w=299&#038;h=224" alt="dscn0254edit-copy" width="299" height="224" /></p>
<p style="text-align:justify;">Anjrott&#8230; gede benerrr!</p>
<p style="text-align:justify;">
Wajah-wajah mupeng (pengen dipilih, maksudnya), wajah  penuh harap, dengan senyum yang agak kaku dan dipaksakan, dengan ekspresi penuh kewibawaan, tapi membuat kita (<em>well, saya, mungkin&#8230;</em>) justru melihatnya dengan penuh ke-ibaan.</p>
<p style="text-align:justify;">
Iba. Prihatin. Karena sebagai orang yang mengagumi unsur keindahan atau estetika *<em>edannn</em>*, hampir semua atribut kampanye Caleg yang terlihat, semuanya sama-sama tidak enak untuk dilihat! Semuanya seragam. Coba aja perhatiin.</p>
<ul>
<li>Dimulai dengan kalimat-kalimat standar seperti <strong><em>&#8220;Mohon Doa Restu</em></strong>&#8221; atau <em><strong>&#8220;Dukung&#8230;..</strong></em>&#8220;</li>
<li>Diikuti dengan si Caleg tengah berpose setengah badan ala pas foto 3X4</li>
<li>Yang laki-laki, lengkap dengan atribut Peci/Kopiah warna hitam. Yang perempuan (kalau Muslimah) lengkap dengan kerudung warna senada dengan baju seragam parpolnya&#8230;.</li>
<li>Posisi legislatif yang mereka &#8216;incar dan daerah pilihan mereka</li>
<li>Nomor  parpol dan tidak lupa juga perintah ajakan memilih, seperti : <em>&#8220;centang&#8221;</em> atau <em>&#8220;conteng&#8221; </em>atau <em>&#8220;contreng&#8221;</em> (yang bener yang mana, sih sebenernya??) nomor tersebut. Bahkan ada nih, yang perintah/ajakannya maksa banget. Mentang-mentang dia nomor urutnya &#8216;9&#8242;, maka di posternya ditulis : <span style="color:#ff0000;">&#8220;Ingat PEMILU 200<strong>9</strong>, Tanggal <strong>9 </strong>April, Jam <strong>9</strong>-an  pagi, centang nomor urut <strong>9</strong></span>! . Hihihi. Kreatif sih. Tapi maksa.</li>
<li>Masih ditambah di belakang atau disamping foto mereka, terpasang juga foto dari ketua partai politik mereka, yang jelas-jelas bikin para caleg ini kehilangan pamor, karena&#8230; <em>simply</em> si ketua partai itu semuanya lebih bisa bergaya! Tapi untuk contoh dibawah ini, mungkin pengecualian. Karena si caleg tidak memasang foto ketua partainya, tapi foto pemimpin tim kesebelasan!<span id="more-694"></span></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-699" title="dscn0251editjpg-copy" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0251editjpg-copy.jpg?w=225&#038;h=299" alt="dscn0251editjpg-copy" width="225" height="299" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hihihi&#8230;<br />
Gilanya lagi, seolah belum mantap dan puas kalau poster mereka belum penuh dengan point-point diatas, mereka pun  berlomba-lomba untuk membuat poster mereka lebih &#8217;semarak&#8217; dibandingkan dengan poster lawan politik mereka. Maka ditampilkanlah slogan-slogan penuh ke-narsisan menjual diri sendiri, yang kalau dibaca oleh kita (<em>iya.. oleh saya, mungkin</em>), pasti akan spontan menggelengkan kepala dan cekikikan sendiri.<br />
Gimana enggak, baru di masa kampanye seperti ini ada orang yang tanpa ragu-ragu  mengaku menuliskan dirinya :</p>
<ul>
<li><strong> IKHLAS BERAMAL, IKHLAS BERJUANG, PEDULI SEMUANYA</strong> <em>(yeah, right.. kalo beramal dan berjuangnya dikasih tau ke o rang, namanya nggak iklhas, Om!)</em>. Atau</li>
<li><strong>MUDA, BIJAK, TERUJI</strong> <em>(Ohh.. mari menyanyi, &#8220;..kau begitu sempurna.. dimatamu kau begitu indah??&#8221;)</em> atau</li>
<li><strong> SUDAH JELAS TERBUKTI KEINERJANYA</strong> (<em>hah??</em>).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namanya juga kampanye, ya boss. Harus bisa jual diri sebaik-baiknya. Nggak cuma jualan lewat kalimat pemujaan diri yang oh sungguh berlebihan itu tadi saja, tapi juga jualan lewat foto diri yang lebih bombastis. Mungkin karena hampir kebanyakan orang pada nggak kenal sama caleg-calegnya kali, ya. Boro-boro sama calegnya, berapa jumlah partai politik yang ikutan Pemilu aja saya nggak tau! Makanya, poster-poster itu digunakan sebagai ajang sosialisasi, ajang perkenalan dari para caleg kepada khalayak. Memperkenalkan wajah mereka. Nggak perlu kenal sama misi dan visi deh. Kenal wajah jauh lebih penting! Karena mereka tau, <strong>percuma jualan program</strong>. Kaga ada yang bakal percaya juga.Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
Makanya, ber-ramai-ramailah mereka berpose di mana-mana. Dengan ekspresi muka  yang bijak bestari, sorot mata yang penuh percaya diri dan ramahnya minta ampun, serta dengan raut wajah yang segar merona sepanjang hari. Hehehehe. Namanya juga jaman udah semakin canggih, ya. Dengan <em>software photoshop</em>, semua kekurangan di foto asli bisa disulap jadi luar biasa oke. Saya yang aslinya cuma ganteng aja pun, bisa disulap jadi ganteng banget. Hehehe. Salah seorang caleg bahkan tanpa malu-malu pernah cerita, kalau untuk keperluan kampanye, <strong>dia melakukan sesi &#8216;penjepretan&#8217; foto sampai 8 kali, dan hasil terbaiknya kemudian di-retouch lagi agar warnanya lebih cerah</strong>.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
&#8220;<em>Disitu wajah saya jadi segar, kulit cerah, dan kelihatan sering sholat</em>&#8221; (Kompas, 14 Desember 2008)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Luar biasa. <strong>L-U-A-R  B-I-A-S-A</strong>. Kalo udah gini, nggak tau harus komentar apa lagi, kan? Saya emang bloon banget sama yang namanya politik. Tapi sepertinya, kalo begini cara para caleg di negeri ini berkampanye, saya kok optimis ya,  masyarakat akan tambah males ikutan Pemilu (optimis kok buat hal yang jelek, ya? Hweheheheh). Risih banget rasanya ngeliat orang kok tanpa sungkan-sungkan dan malu-malu &#8216;mencitrakan&#8217; diri mereka sebagai pejuang, pemersatu bangsa, pemimpin yang saleh, intelektual sejati dan penyambung lidah rakyat, hanya karena pose wajah segede gambreng, pemakaian Peci, pencantuman gelar dan gambar menyantuni orang miskin. Dangkal bener&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Karena ke-bloon-nan saya soal politik ini juga, makanya saya lebih memilih untuk mencoba &#8216;menikmati&#8217; siksaan serbuan <strong>teror visual </strong>dari para om-om dan tante-tante calon legislatif ini saja. Menikmati dagelan politik yang hanya bisa dinikmati setiap 5 tahun sekali ini. Karena , kapan lagi, ya tho? Kapan lagi ngeliat orang pada berlomba-lomba narsis-narsisan? Kapan lagi bisa ketemu (ngeliat, maksudnya) orang yang tingkat narsisnya jauh lebih parah daripada saya?? Tapi saya juga nggak mau dibilang asal nyablak doang (walau jujur itu keahlian saya hingga saat ini). Misalnya saja kemudian saya dikasih pertanyaan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"><em>&#8220;Nah kalo loe yang besok kepilih jadi caleg. Kampanye loe bakal model apaan kalo nggak model pasang poster kaya gini?&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
Ummmmmmm&#8230;.  gak tau juga. Hihihi. Susah banget pertanyaannya. Oke kita ubah pertanyaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"><em>&#8220;Kalo loe jadi caleg, dan dapet jatah membuat poster untuk kampanye, apa slogan yang akan loe tulis untuk menggambarkan/ menjual diri loe sendiri?&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
Anjritt..! Lebih males lagi pertanyaanya. Emang susah-susah gampang ya kalo disuruh &#8216;menyombongkan&#8217; diri sendiri. Kan dari dulu kita diajarkan untuk selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. Hehehe.Tapi kalo kemudian di poster kampanye kita tertulis,</p>
<p style="text-align:center;">
<strong>&#8220;MOHON DOA RESTU. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>RYU DEKA. TIDAK TERLALU PINTAR, TAPI CUKUP JUJUR DALAM MENGEMBAN AMANAH&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
Siape nyang mau milihhh???? </p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=694&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0254edit-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0254edit-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0251editjpg-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0251editjpg-copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spooky Part2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 14:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Apa persamaan antara orang latah dan orang penakut?
Jawabannya simpel : sama-sama sering menjadi bahan &#8216;hiburan&#8217; bagi orang-orang disekitarnya. Lebih seru lagu kalau orang itu adalah orang penakut yang juga latah. Sempurna! Hehehe. Jahat ya, sukanya kok menghibur diri dari kesusahan orang lain. Jangan dikira orang yang latah itu nggak capek, lho. Dulu saya punya seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=689&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa persamaan antara orang latah dan orang penakut?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya simpel : <strong>sama-sama sering menjadi bahan &#8216;hiburan&#8217; bagi orang-orang disekitarnya</strong>. Lebih seru lagu kalau orang itu adalah orang penakut yang juga latah. Sempurna! Hehehe. Jahat ya, sukanya kok menghibur diri dari kesusahan orang lain. Jangan dikira orang yang latah itu nggak capek, lho. Dulu saya punya seorang teman cewek yang latahnya sudah luar biasa parah, yang latahnya tidak hanya dalam tingkat &#8216;<em>mengulang perkataan orang</em>&#8216; saja, tapi sudah dalam tahap &#8216;<em>mempraktekkan apapun yang diperintahkan oleh orang lain</em>&#8216;. Saya nggak tau, dia itu memang latah atau pada dasarnya orang yang penurut. Hehehehe. Pokoknya apapun yang diteriakkan orang dihadapannya, pasti seketika itu juga akan dipraktekkannya. Mulai dari yang sopan seperti : <strong><em>&#8220;Jongkok!&#8221;</em></strong> atau <em>&#8220;Salam Putri Indonesiaa!!&#8221;</em> atau <strong><em>&#8220;Hormat, grak!&#8221;</em></strong>, sampai yang agak kurangajar seperti&#8230; ya <em>you know </em>lah, seputar angkat-mengangkat  atau copot mencopot sesuatu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu malam ketika kami sedang dugem *<em>ohh..istilahnya  masih &#8216;dugem&#8217; ya*</em>,  si mbak  yang latah ini ikut. Salah dia sendiri, sebenarnya. Itu sama saja bunuh diri, bukan? Benar saja, hanya dalam hitungan menit, dia tau-tau sudah ada diatas meja dan menjadi &#8217;superstar&#8217; club malam itu. Nggak disuruh melakukan sesuatu yang diluar kesusilaan, sih. Hanya seputar melakukan koreografi tarian saja. Tapi tetap aja latahnya di tempat yang banyak orang (dan banyak properti juga!), walhasil makin banyak pula kreasi-kreasi kegiatan yang diperintahkan oleh orang-orang disekitarnya. Hingga keesokan paginya, dia menelpon saya dan bertanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230; eh, tadi malem emang aku ngapain sih.. kok tadi pas bangun, badanku pegel2 semua..  kaya abis marathon gitu..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya sih nggak tau apa dia beneran pernah ikutan lari marathon atau emang dia aja yang terlalu lebay membuat perbandingan, tapi saya baru sadar kalau ternyata orang latah itu capek! Melakukan sesuatu tanpa disertai kesadaran itu ternyata melelahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi disini saya nggak akan ngomongin tentang orang latah. <span id="more-689"></span>Saya mau ngomongin tentang orang penakut. Saya mau ngomongin tentang diri saya sendiri, ceritanya. Hehehe. Karena ternyata baru saya sadari, orang penakut juga bisa punya nasib yang hampir sama dengan orang-orang yang latah, seperti yang saya ceritakan diatas barusan. Sama-sama bisa jadi &#8216;bahan hiburan&#8217; buat orang lain, walau sebenarnya kita yang memberikan hiburan itu sebenarnya juga capek.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya, ceritanya, saya bukanlah termasuk pecinta film bertemakan mistik, horror, dan teman-teman sekerabatnya itu.  Karena ya itu tadi, saya tidak punya cukup nyali untuk melihat sosok-sosok seram di film. Dan hal itu diperparah denga kebiasaan saya mengingat-ingat sesuatu yang tiak penting untuk diingat! Akibatnya, dulu seusai nonton film &#8216;<strong>Pocong 2&#8242;</strong>, saya sampai nggak berani lama-lama memejamkan mata ketika mandi di shower gara-gara kebayang adegan <strong>Revalina Temat</strong> yang &#8216;nggak sendirian&#8217; ketika sedang mandi. Dan satu yang pasti juga, saya termasuk orang yang cukup sensitif dalam menangkap suara. Dengan kata lain : kagetan. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya cukup sering menjadi pilihan teman-teman saya, untuk menjadi partner mereka mennonton film horor. Karena bagi mereka, melihat adegan saya sibuk terkaget-kaget, jauh lebih menarik dibandingkan film yang ditonton. APAPUN FILMNYA. Agak kurang ajar memang sebenarnya mereka. Tapi yang aneh juga sayanya, kok mau-maunya diajak nonton. Udah tau penakut. Udah tau bakal kaget. Tapi terus terang, buat saya, ada kenikmatan sendiri ketika menonton film-film horror. Saat adrenalin kita naik, seluruh badan menegang, nafas tertahan dan kemudian melampiaskannya dengan berteriak sekencang-kencangnya. Rasanya menyenangkan sekali. Saya yang senang, nggak tau penonton lainnya yang mungkin malah sebel. Apalagi ketika kita bisa memukul teman sebelah kita saking kagetnya. Rasanya abis itu legaaa&#8230;, banget. Wah, ternyata selain penakut, saya juga punya kecenderungan menikmati yang namanya kekerasan. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sama terulang lagi hari Kamis kemarin, ketika akhirnya saya bergabung dalam sebuah klub ajaib bernama <strong>&#8216;MAJU TEROR&#8217;</strong>. Singkatan dari <strong>&#8220;Malam Jumat Tema Horror.</strong> Ya, hari gini yang namanya plesetan masih tetap &#8216;happening&#8217; di Jogja. Ternyata. Hehehe. Ini adalah sebuah kegiatan mingguan yang diadakan oleh crew <strong>Swaragama FM</strong>, dimana kegiatannya adalah menonton film horror bareng seluruh crew on air dan off air. Termasuk juga mengajak pendengar yang beruntung untuk ikut bersama kami. Agak absurd juga sebenarnya. Pendengar itu apakah termasuk beruntung, ataukah malah sebaliknya ya? Terpilih, menang, kok untuk ditakut-takuti. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-690 aligncenter" title="n635230278_1201781_5295" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n635230278_1201781_5295.jpg?w=299&#038;h=223" alt="n635230278_1201781_5295" width="299" height="223" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak minggu lalu, sebenarnya saya sudah menolak untuk bergabung. Karena saya tau apa yang akan terjadi kalau saya menjadi satu diantara mereka. Hehehe. Kemungkinannya sudah cukup jelas : <strong>akan ada seseorang yang terluka karena saya</strong>. Baik itu terluka karena pendengarannya terganggu akibat teriakan-teriakan kaget saya, atau terluka secaraa fisik karena saya pukul-pukulin, atau bahkan terluka secara perasaan karena sebel banget meliat kelakuan saya itu! Tapi karena &#8216;ancaman&#8217; saya itu tidak dianggap oleh tim panitia, akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut di minggu kedua pelaksanaan MAJU TEROR</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya pilihan film kami minggu ini adalah sebuah film Thailand berjudul &#8220;<strong>The Coffin</strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-691 aligncenter" title="coffin" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/coffin.jpg?w=239&#038;h=132" alt="coffin" width="239" height="132" /></p>
<p style="text-align:justify;">Cerita film ini terinspirasi dari sebuah upacara yang benar-benar terjadi di sebuah propinsi di Thailand. Upacara ini disebut &#8220;<strong>Lhong Tor Tai&#8221;</strong> atau &#8220;<strong>Tidur di dalam peti-mati</strong>&#8220;. Mengapa mereka ingin tidur di dalam peti mati dan apa yang dilakukan di dalam peti mati tersebut? Pada dasarnya mereka percaya bahwa upacara ini bisa membantu menghilangkan nasib buruk mereka. Mereka akan berbaring di peti mati dengan membawa sebuah harapan, kemudian para pendeta akan memanjatkan doa untuk mereka. Setelah upacara tersebut, semua nasib buruk mereka akan tertinggal di dalam peti mati itu, dan mereka terasa lahir kembali. Tapi yang nggak mereka ketahui, sebenarnya semua nasib buruk yang hilang dari mereka itu, tidak pernah benar-benar hilang. Tapi berpindah.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu saja kesimpulan yang bisa saya tangkap. Karena secara keseluruhan jalan cerita, termasuk konflik2 para tokoh utamanya, saya nggak <em>mudeng blas</em>. Hehehe. Bukan, bukan karena jalan cerita film ini demikian <em>njelimet-</em>nya walau memang alurnya gak maju mundur. Tapi memang saya aja yang memilih nggak mau konsen mengikuti jalan ceritanya. Karena saya tahu, kalau saya bener-benar konsentrasi menonton, saya pasti akan jauh lebih parah &#8216;kagetnya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lha wong sudah bolak-balik mainan HP, nutupin mata pake tangan, bahkan sudah &#8216;menyumpal&#8217; kedua telings saya dengan <strong>Ipod</strong> pun (!), tetap saja saya yang paling sering kaget, paling sering teriak, dan paling sering memukul-mukul teman sebelah saya <strong>Alya</strong> yang (untungnya) punya badan yang enak untuk dipukul. Memalukan sekali. Tapi yang paling parah adalah ketika salah seorang anak off air bernama <strong>Donny</strong> yang duduk dibelakang saya berniat menakut-nakuti teman sebelah saya dari arah belakang, justru malah saya-nya yang lebih dulu kaget dan (tentu saja) lebih dulu teriak kencang! Duh..</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi paling tidak, keputusan saya untuk bergabung malam itu tidak sia-sia. Karena di penampilan perdana saya malam itu <em>*edannn*</em>, saya langsung dinobatkan sebagai &#8216;<strong>The Best Secreamer of The Week&#8217;!</strong> Hehehehe. Curiganya sih gelar ini akan berulang kembali di minggu-minggu berikutnya. Nggak banggga juga, sih&#8230;.. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Film, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=689&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n635230278_1201781_5295.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n635230278_1201781_5295</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/coffin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coffin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spooky</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 10:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Jumat sore, jam 16.54
Suasana  studio di lantai 4 sedang luar biasa sepi. Hanya ada 3 orang. Saya yang sedang nunggu waktu pulang *hehehe*, Mayda yang sedang siaran, dan Dati yang segera akan menggantikan Mayda siaran. Tiba-tiba ditengah keheningan itu, kedua manusia ini mendekati saya, dan dengan muka hati-hati bertanya,
Mayda : Mas, kamu pake parfum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=684&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jumat sore, jam 16.54</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana  studio di lantai 4 sedang luar biasa sepi. Hanya ada 3 orang. Saya yang sedang nunggu waktu pulang *<em>hehehe*</em>, <strong>Mayda</strong> yang sedang siaran, dan <strong>Dati</strong> yang segera akan menggantikan Mayda siaran. Tiba-tiba ditengah keheningan itu, kedua manusia ini mendekati saya, dan dengan muka hati-hati bertanya,</p>
<blockquote><p><em><strong>Mayda</strong> : Mas, kamu pake parfum apa?</em><br />
<em><strong>Saya</strong> : Hah?</em><br />
<em><strong>Dati </strong>: Mmm.. ada bau-bau Melati-nya, gak?</em><br />
<em><strong>Saya</strong> : Heh? Masa parfum ku pake Melati segala&#8230; yang bener aja..<br />
<strong>Maya</strong> : Kamu coba keluar deh..</em><br />
<em><strong>Dati </strong>: Coba ke ruangan 1009 deh</em> (ruangan &#8216;kerja&#8217; saya)<br />
<em><strong>Mayda</strong> : Iya.. ada bau2 Melati gitu..</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini kami semua agak terdiam. Agak deg-degan juga sih, karena lantai 4 tempat kami biasa berkumpul ini memang sangat kondang aura <em>spooky</em>-nya. Semua orang yang ada disini, (katanya) sudah pernah mendapat pengalaman berharga bertemu atau mendengar atau sepertinya melihat atau &#8216;mencium bau&#8217; sesuatu yang bikin bulu-bulu di tubuh ini berdiri. Untungnya saya belum pernah,secara saya juga baru 2 bulanan ini bergabung sebagai penghuni lantai 4 ini. Dan.. apakah ini berarti akan menjadi saat pertama saya mendapatkan &#8216;pengalaman menyeramkan&#8217; itu? Gara-gara bau Melati itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah saya deg-degan. Secara emang penakut banget. Sampai akhirnya, setelah beberapa saat terdiam,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Saya</strong> : OOOOOOO&#8230;. iiya. Emang bau Melati disana&#8230;<br />
<strong>Mereka</strong> : HAH?<br />
<strong>Saya </strong>: Itu bau Melati emang asalnya dari tasku.Kamu tau pengharum buat lemari? Itu yang ta&#8217; pake buat ngilangin bau ga enak di tasku&#8230;. Dan baunya emang bau Melati&#8230;<br />
<strong>Mereka</strong> : WOOOOOOO&#8230;! Kirain.. Soalnya kita emang suka agak-agak sensitif dengan bau-bauan aneh kalo di lantai 4 ini, Mas.. Tadi kita parno gitu, kok ada bau-bau Melati gitu. Makanya kirain parfum kamu yang baunya gitu. Tolong itu besok diganti yaaa.. JANGAN MELATI!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha&#8230; Ya maap! Iya deh. Demi ketenangan bersama, besok saya ganti baunya. Nggak Melati lagi. Saya ganti yang baunya BUNGA SEDAP MALAM!</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=684&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Good Morning</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 13:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Punya lagu favorit untuk pengantar tidur, nggak? Some kind of lullaby, yang kalau didengarkan ketika sudah dalam posisi uenak di kasur, pasti bikin suasana hati,suasana kamar bahkan suasana kasur dan bantal menjasi tiba-tiba berubah menjadi  nyaman senyaman-nyamannya? Pasti punya, ya. Terus bagaimana dengan lagu  pengantar bangun? Hehehe, saya nggak tau, ada apa enggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=675&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Punya lagu favorit untuk pengantar tidur, nggak? <em>Some kind of lullaby</em>, yang kalau didengarkan ketika sudah dalam posisi uenak di kasur, pasti bikin suasana hati,suasana kamar bahkan suasana kasur dan bantal menjasi tiba-tiba berubah menjadi  nyaman senyaman-nyamannya? Pasti punya, ya. Terus bagaimana dengan lagu  pengantar bangun? Hehehe, saya nggak tau, ada apa enggak istililah dalam bahasa Inggris untuk &#8220;lagu pengantar bangun tidur&#8221; *<em>kalau ada yang tau, tolong tulisin di bagian comment, ya*</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya, bangun tidur adalah kegiatan yang paling menyebalkan. Sehingga harus beberapa faktor yang bisa membuat kita bisa mem-boosting semangat kita, sehingga jadi tidak malas-malasan ngumpet dibalik bed cover (dan faktor yang paling ampuh biasanya adalah : telat bangun! Hehehe..).  Faktor lain, kalau saya sih, ya itu tadi :  l<strong>agu pengantar bangun</strong>. Biasanya saya memang membuat rekaman-rekaman di CD untuk lagu-lagu yang memang khusus untuk diputar di pagi hari. Biasanya memang lagu-lagu itu adalah lagu-lagu dengan <em>up tempo beat</em>, <em>at least medium</em> lah. Yang ketika mendengar dari intronya saja, sudah cukup bikin badan &#8216;kaget&#8217; dan kemudian melompat dari tempat tidur, bangun dan siap menyapa sinar mentari dengan senyuman<em> *owhh.. imut bangett*<span id="more-675"></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-676 aligncenter" title="john-legend-s07" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/john-legend-s07.jpg?w=151&#038;h=121" alt="john-legend-s07" width="151" height="121" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya cuma mau cerita tentag sebuah lagu yang masuk kategori &#8216;Lagu Anjing&#8217; buat saya, yang sudah hampir sebulan ini saya dengar di pagi hari, dan otomatis menjadi &#8216;Lagu Pengantar Bangun&#8217; itu tadi. Judulnya &#8216;<strong>Good Morning&#8217;,</strong> yang nyanyi mas <strong>John Legend</strong>. Lagunya sih bukan termasuk lagu up tempo yang &#8216;<em>jedhang-jedhung</em>&#8216;, bahkan cenderung <em>medium slow</em>. Tapi ketika denger lagunya, there is something magical about the song yang bisa membuat saya &#8216;bergairah&#8217; di pagi hari *<em>ouchh</em>*. Ya melodinya, ya suara &#8216;anjing&#8217;nya Mas Legend, specially mungkin lirik lagunya yang dahsyat banget.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Good morning,<br />
Good morning love,<br />
It&#8217;s my favorite love song,<br />
I waited all night long,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Before you get into the shower,<br />
Before you worry about your hair,<br />
Baby give me one more hour,<br />
I want you to stay right there,<br />
I dont wanna lose a moment,<br />
I dont wanna miss a kiss,<br />
If i could plan the perfect day, love,<br />
Then i would start it just like this,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Good morning,<br />
Good morning love,<br />
It&#8217;s my favorite love song,<br />
I waited all night long,<br />
For morning,<br />
Good morning love<br />
Before we start the day dear,<br />
Im whispering in your ear,<br />
Good morning.</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Baby how can i covince you,<br />
Make it so you can&#8217;t resist,<br />
Whatever else you have to do now,<br />
It can&#8217;t be half as good as this,<br />
I&#8217;ll chase you underneath the sheets, love,<br />
And i won&#8217;t let you get away,<br />
The day won&#8217;t be complete, love,<br />
Unless we get a chance to say,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Open your eyes,<br />
See my sun rise,<br />
I feel you&#8217;re scared,<br />
So warm inside,<br />
Day breaks so sweet,<br />
When you&#8217;re next to me,<br />
So stay every night,<br />
So each morning will be,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Let&#8217;s get lost together,<br />
I will smile forever</em></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#800080;"> </span> </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> (silahkan klik <a href="http://www.youtube.com/watch?v=c3FDGviwiJo"><strong><span style="text-decoration:underline;">disin</span></strong>i)</a></span><em><br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>It feels like</em>,  John Legend ada di sebelah saya, dan bisik-bisik menyanyikan lagu itu di telinga saya. Hwahahaha, salah ya. Rasanya, lagu ini seperti bisa mewakili saya untuk membisikkan kalimat demi kalimat, lirik demi lirik diatas ke telinga &#8216;teman tidur&#8217; saya, sambil memeluknya dan menciumi telinga, kening dan membelai rambutnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">DImulai dengan bilang, <em>&#8220;Good Morning&#8230; , Good Morning, Love&#8230;.&#8221;</em>. See, tau kan kenapa saya jadi semangat banget bangun pagi setiap hari begitu dengar lagu ini? Jadi semangat, semangat untuk menjalani hari. Siapa tau hari itu adalah hari saya bertemu dengan calon pendamping hidup saya.. calon pendamping yang bisa saya nyanyiin, <em>&#8220;Good Morning&#8230; Good Morning, Love&#8230;&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Bukankah menyenangkan, bangun di pagi hari, tau ada sesuatu yang kita &#8216;cari&#8217; dan kita inginkan di hari itu?</p>
Posted in Tentang Lagu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=675&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/john-legend-s07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">john-legend-s07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reduce, Reuse, Recycle</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 09:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Eh, apa kabar kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217;, ya?
Tahun 2008 kemarin, yang namanya kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217; kayanya kenceng banget kedengerannya. Bahkan udah dimulai sejak tahun sebelumnya. Mulai dari Al Gore dengan film &#8216;An Inconvenient Truth&#8216;nya yang beneran bikin &#8216;inconevenient&#8217; ngeliatnya itu, disusul kampanye peduli pemanasan global lewat &#8220;Live Earth Concert&#8217; yang diadakan serempak di beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=668&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Eh, apa kabar kampanye <strong>&#8216;Stop Global Warming&#8217;</strong>, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2008 kemarin, yang namanya kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217; kayanya kenceng banget kedengerannya. Bahkan udah dimulai sejak tahun sebelumnya. Mulai dari <strong>Al Gore</strong> dengan film <strong><em>&#8216;An Inconvenient Truth</em></strong>&#8216;nya yang beneran bikin &#8216;<em>inconevenient&#8217;</em> ngeliatnya itu, disusul kampanye peduli pemanasan global lewat <strong>&#8220;Live Earth Concert&#8217; </strong>yang diadakan serempak di beberapa tempat di dunia, sama-sama mengajak semua warga dunia buat semakin peduli tentang hal ini. Bahkan nggak usah bermain di skala besar, di skala &#8216;lokal&#8217; aja, tahun kemarin sepertinya banyak orang atau pihak yang berlomba-lomba menjadi &#8216;Agen Stop Global Warming&#8217;, mencoba mengkampanyekan aksi penyelamatan lingkungan dengan caranya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada supermarket-supermarket yang menyediakan kantong belanja yang ramah lingkungan, banyak brand-brand komersil yang tiba-tiba rajin bikin kegiatan <strong>Corporate Social Responsibility (CSR) </strong>yang berbau-bau &#8217;selamatkan lingkungan/penghijauan&#8217;, ada juga orang-orang fashion yang katanya sibuk membuat kampanye tentang penghijauan yang bilang : <em><strong>green is the new Pink! </strong></em>Itu berarti kalau loe pake baju warna Ijo, sama aja loe lagi pake baju warna Pink! Gitu, gak sih? Hehehehe. Intinya adalah, semuanya seragam dan kompak ingin mengatakan bahwa untuk menyelamatkan bumi ini dari pemanasan global itu sangatlah mudah, <em>as easy as 1,2,3! </em>Kita bisa menyelamatkan lingkunga, mulai dari skala yang terkecil dari dunia ini,  diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi makin kesini, kayanya kok makin lama makin nggak kedengeran lagi ya koar-koar tentang isu penyelamatan dunia. Nggak usah di skala internasional deh. Kejauhan. Di negara kita sendiri aja,coba? Udah nggak seheboh dulu lagi kayanya orang-orang membicarakan tentang Global Warming. Ibaratnya lagu hits, makin lama makin berkurang nilai kepopulerannya. Makin berkurang tingkat kenikmatan mendengarkannya, saking seringnya lagu itu diputar dan didengarkan, dan kalau dipaksakan terus lama-lama malah bikin <em>eneg</em>. Jangan-jangan memang iya. Isu tentang Global Warming jadi isu yang makin basi dan <strong>gak penting</strong> buat diangkat. Contoh kecil aja lah, bentar lagi kita Pemilu. Tapi dari sekian banyak iklan-iklan partai politik yang bersliweran di TV (dan tidak ada yang menarik itu), nggak ada tuh yang bilang kalau mereka berjanji untuk mendukung penyelamatan lingkungan!<span id="more-668"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan kampanye penyelamatan lingkungan? Mmm.. sepertinya tidak. Paling tidak, masih ada satu orang di dunia ini yang terlihat cukup peduli dengan kelanjutan kegiatan ini. Orang itu bernama <span style="color:#000080;"><a href="http://www.dianpurnomo.com"><strong>Dian Purnomo</strong></a>.</span> Pertama kali berbelanja dengannya di Carrefour beberapa waktu lalu, saya sempat terbengong-bengong melihat dia terlibat pembicaraan panjang dengan mbak-mbak kasir, yang pada intinya dia menolak untuk memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam tas plastik yang disediakan oleh pihak Carrefour, dan memilih untuk membawanya langsung dengan menggunakan kedua tangannya! Walhasil, sepanjang jalan menuju tempat parkir, tangannya terlihat penuh dan sibuk &#8216;menggendong&#8217; barang-barang belanjaannya. Sementara saya dan teman saya <strong>Ndoy</strong>, sibuk mendorong-dorong <em>trolley </em>berisi belanjaan kami. Buat saya, itu cukup ajaib!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku kan mendukung program Go Green, Mas! Plastik itu kan ga bisa di recycle. Bisanya di  re-used&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh, ok. Baiklah. Paling tidak, apa yang dilakkukannya itu cukup memberi inspirasi kami, teman-temannya yang kebetulan berbelanja bersamanya kemudian, untuk ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Mungkin ada perasaan risih juga, kesannya kok kalau kita tetap memakai tas plastik yang diberikan oleh mbak-mbak atau mas-mas di bagian kasir itu dan sementara Dian tetap dengan aksi <em>Go Green</em>-nya itu, kita serta-merta jadi orang yang tidak peduli lingkungan. Gengsi dong, ah. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Termasuk kemarin ketika kami berbelanja buku di <strong>Gramedia Ambarrukmo Plasa</strong>. Kami sama-sama menolak menerima tawaran memasukkan buku-buku yang kami beli, dan membawanya dengan kedua tangan kami. Kebetulah waktu itu kami juga sedang tidak membawa tas. Hingga kemudian timbullah ide iseng untuk &#8216;memperlihatkan&#8217; aksi Go Green versi kami ini kepada seisi mal! Bahwa kami mendukung kegiatan kampanye 3R : <em><strong>reduce, reuse, recycle</strong></em>. Jadi nggak  perlu lah itu yang namanya memakai kantong plastik! Kantong plastik itu buruk, tidak bisa di daur ulang, dan.. pokoknya <em>stop using plastics!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berjalanlah kami ke penjuru mal yang cukup besar itu dengan percaya diri yang kepenuhan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-669 aligncenter" title="10012009047" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/10012009047.jpg?w=207&#038;h=215" alt="10012009047" width="207" height="215" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai kemudian beberapa saat kemudian, barulah kami berpikir,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong>Saya</strong> : Eh, ini kita bukannya malah seperti sedang pamer buku, ya?<br />
<strong>Dian</strong> : Seperti, Mas&#8230; </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya. Apalagi buku yang kami beli juga termasuk buku  yang agak tidak umum, seperti :<strong> Seni Membaca Bahasa Isyarat</strong> dan <strong>Reksa Dana Investasiku</strong>. Uuh! Apa-apaan sih? Nggak cuma seperti sedang sok pamer buku. Saya malah merasa saya seperti sedang jadi anak sekolahan yang abis berangkat ikut les/bimbingan tes yang kerepotan membawa-bawa buku panduan alias modul belajar! Beberapa pasang mata pengunjung lain sempat melihat kami dengan tatapan keheranan. Kami yang mendapatkan tatapan seperti itu, cuma bisa bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. ah, masyarakat Jogja sepertinya belum siap dengan ini&#8230; </em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahahaha.. amit-amit mememang pedenya. Itu masih buku, lho ya. Nggak berapa lama kemudian, teman saya ini terlihat membeli <strong>sepasang sepatu baru</strong>. Saya yang melihatnya sedang membayar di kasir , dari jauh sudah bertaruh dalam hati saya sendiri, apakah dia juga akan menolak memakai kantong plastik yang diberikan padanya, dan <em>keukeuh</em> menenteng-nenteng sepatu barunya itu dengan tangannya. Sejauh mana dia bisa mengalahkan rasa malunya kelilling mal dengan menenteng-nenteng sepasang sepatu di tangan kanannya, dan segepok buku di tangan kirinya, atas nama menyelamatkan lingkungan!</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata tidak! Dia masih cukup normal dan masih punya cukup malu yang tersisa, untuk kemudian tetap menerima kotak sepatu beserta kantong plastiknya, dan kemudian memasukkan buku-buku belanjaannya tadi kedalamnya. Hahaha. Ya ya ya. Pelan-pelan ya, mbak. Seperti Bunda Teresa yang bilang, <em><span style="color:#993366;">&#8220;..kita tidak bisa merubah dunia ini dengan hal yang besar. Tapi kita bisa merubah dunia ini dengan melakukan hal kecil tapi dengan penuh cinta kasih..</span>&#8220;</em>. Pelan-pelan, Mbak. Menyelamatkan lingkungan itu butuh waktu juga. Edaaaaannnnn&#8230;&#8230;, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=668&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/10012009047.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10012009047</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shop &#8217;til U Drop</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 04:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Melihat tayangan masak-memasak di Trans TV yang memperlihatkan Bara Patirajawane sibuk berbelanja di sebuah pasar tanpa menawar lebih dulu (ya iyalah.. namanya juga buat keperluan syuting!), saya jadi inget sama teman saya Ndoy yang (sepertinya) termasuk pria langka, karena hobinya yang suka keluyuran ke pasar tradisional.
Saya : Kamu kalo pas belanja di pasar, suka pake [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=661&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Melihat tayangan masak-memasak di Trans TV yang memperlihatkan <strong>Bara Patirajawan</strong>e sibuk berbelanja di sebuah pasar tanpa menawar lebih dulu (ya iyalah.. namanya juga buat keperluan syuting!), saya jadi inget sama teman saya <strong>Ndoy</strong> yang (sepertinya) termasuk pria langka, karena hobinya yang suka keluyuran ke pasar tradisional.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Saya </strong>: Kamu kalo pas belanja di pasar, suka pake acara nawar segala,nggak?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Enggak.<br />
<strong>Saya</strong> : Kenapa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Ya karena menurutku memang udah segitu harganya.<br />
<strong>Saya</strong> : Darimana kamu tau kalau harganya memang pasti segitu?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Ya kira-kira aja. Kira-kira kalau beli di supermarket, segitu juga kira-kira harganya<br />
<strong>Saya</strong> : Terus, kenapa kamu nggak belanja di supermarket aja?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Yaaa.. paling enggak membantu perekonomian rakyat lahh..<br />
<strong>Saya</strong> : Lho, emangnya kalo belinya di supermarket engga?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Kalo dari supermarket kan nggak langsung turun ke mereka..<br />
<strong>Saya </strong>: Masa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Tapi kalo pas misalnya tukang sayur dateng di depan rumah, terus ibu didepan rumah juga ikutan belanja, pasti gitu juga. Si Ibu pasti sibuk banget nawar-nawar, aku cuman bilang &#8220;iya deh&#8230; iya deh..&#8221; gitu aja ke tukang sayurnya.<br />
<strong>Saya</strong> : Lah.. Udah pernah nyoba nawar kaya ibunya itu?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Belom.<br />
<strong>Saya </strong>: Kenapa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Kamu bawel amat sih tanya-tanya???</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yah, gue dimarahin deh. Hehehe. Masa cuman tanya aja nggak boleh sih? Namanya juga orang penasaran.  Pengen tau aja sih, kenapa ya laki-laki kalo (ada yang) belanja di pasar, cenderung <em>straight to the point</em>, ga pake berlama-lama dengan berbasa-basi menawar? Bandingkan dengan perempuan (ibu-ibu terutama) yang suka banget <em>playing hard to get </em>*edann* dengan penjualnya. Aksi tawar menawar seikat sayur aja lamanya bisa sampai 15 menit sendiri. Cuman 1000 perak doang, padahal. Itu baru satu jenis barang. Bayangin kalau 10 jenis barang yang ada di daftar belanjaan? <span id="more-661"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa ya perempuan kok niat dan semangat banget kalau disuruh nawar harga? Selisih harga 500 perak aja sampe ngotot banget diperjuangkan. Kesannya kalo si penjual berhasil menggagalkan tawaran mereka, para perempuan ini sepertinya kehilangan sebagian harga dirinya sebagai wanita seutuhnya? Hahaha. Bener-bener nggak ngerti. Padahal di satu sisi lain, nggak sedikit juga yang mendakwa bahwa perempuan adalah mahluk dengan tingkat keborosan tingkat tinggi, terutama ketika berbelanja keperluan pribadi. Aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu ketika pulang ke rumah, saya menemani Bapak saya  berbelanja ke pasar tradisional bernama <strong>Pasar Tukangan</strong>. Kebetulan Ibu sedang nggk enak badan, jadi sebagai suami yang baik, Bapak saya rela untuk berbelanja, dan sebagai anak yang baik pula, saya pun rela menemani Bapak saya pergi kesana. Hehehe. Dalam hati sih ingin melihat juga, apakah Bapak saya yang sudah berpengalaman berpuluh-puluh tahun menenami Ibu saya belanja, juga punya kemampuan berbelanja yang sama dengan istrinya itu (terutama dalam hal kengototan dalam menawar barang!).  Dan benar saja, kurang lebih 5 item barang yang harus dibeli, bisa diselesaikan hanya dalam kurun waktu 15  menitan saja!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-662 aligncenter" title="n547827934_1221814_9974" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n547827934_1221814_9974.jpg?w=352&#038;h=228" alt="n547827934_1221814_9974" width="352" height="228" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa ada aksi ngotot-ngototan harga, tanpa ada -<em>aksi jual mahal- dengan pura-pura nggak butuh-padahal akhirnya butuh juga-dan balik lagi buat beli barang yang diincer</em>- ala Ibu saya. Bayangin aja, ketika akan membeli<strong> Daun Bawang</strong>, misalnya. Ketika si mbok penjualnya menanyakan berapa banyak Bapak saya akan membeli, Bapak  dengan cueknya bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Mmmm.. Coba dimasuk-masukin ke kantong plastik dulu. Nanti kalau kayanya sudah cukup, saya bilang cukup&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Beliau nggak &#8216;ngeh&#8217; masalah satuan-satuan dalam belanja, rupanya. Sama halnya ketika membeli <strong>Wortel</strong>. Cukup bertanya berapa harga per kilonya, dan ketika penjualnya menyebutkan nilai nominal per kilonya, dengan cepat Bapak pun langsung menyebut angka,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>&#8220;Lima kilo&#8230;!&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Cepat kan? Terbukti memang,  kalau dalam kasus saya kali ini, perempuan dan laki-laki benar-benar berbeda 180 derajat dalam hal berbelanja barang di pasar. Saya curiga, kemana perginya keahlian ngeyel menawar yang dimiliki oleh ibu saya itu? Saya juga sama juga parahnya. Ketika beberapa kali (disuruh) berbelanja di pasar tradisional, saya nggak pernah sekalipun menawar harga dari barang yang ditawarkan. <strong>Pertama</strong>, kenapa ditawar? Bukannya harga-harga di pasar tradisional itu udah murah banget ya? Hehehe. Dan <strong>kedua</strong>, karena ngapain berlama-lama adu mulut dengan penjualnya? Kita ke pasar nyari barang yang kita butuhin. Kalo udah dapet, ya udah, selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah ya? Hehehe. Ya maap. Tapi lebih aneh lagi kalau alasan yang diberikan Bapak saya, ketika saya menanyakan mengapa beliau membeli 2 gepok Tempe yang jelas-jelas tidak termasuk  dalam daftar belanjaan yang diberikan kepada kami.</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Abis tadi si ibu nya berisik terus minta tempenya dibeli. Ya udah dibeli aja lah&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ohh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin memang sudah takdirnya ya, perempuan lah yang bertugas berbelanja, dan lelaki lah yang bertugas menemaninya. Menemaninya dalam arti membawakan barang belanjaannya, dan menegurnya kalau-kalau kengototannya dalam menawar sudah diluar batas kemanusiaan.. hehehe..</p>
Posted in Tentang Keluarga, Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=661&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n547827934_1221814_9974.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n547827934_1221814_9974</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To My Mom. To Our Mom.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[
 Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang,
Untuk aku anakmu&#8230;
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah, penuh nanah&#8230;
Seperti udara
Kasih yang engaku berikan
Tak mampu  ku membalas
Ibu..
Ibu&#8230;.
Ingin kudekap
Dan menangis di pangkuanmu..
Sampai aku tertidur,
bagai masa kecil dulu..
Lalu doa-doa
Baluri sekujur tubuhku..
Dengan apa membalas
Ibu..
Ibu&#8230;.

Posted in Tentang Keluarga, Tentang Lagu       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=654&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-653 aligncenter" title="42-16717817" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/42-16717817.jpg?w=122&#038;h=180" alt="42-16717817" width="122" height="180" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em> Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang,<br />
Untuk aku anakmu&#8230;</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki<br />
Penuh darah, penuh nanah&#8230;</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Seperti udara<br />
Kasih yang engaku berikan<br />
Tak mampu  ku membalas<br />
Ibu..<br />
Ibu&#8230;.</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Ingin kudekap<br />
Dan menangis di pangkuanmu..<br />
Sampai aku tertidur,<br />
bagai masa kecil dulu..</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Lalu doa-doa<br />
Baluri sekujur tubuhku..<br />
Dengan apa membalas<br />
Ibu..<br />
Ibu&#8230;.</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
Posted in Tentang Keluarga, Tentang Lagu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=654&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/42-16717817.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-16717817</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say What? part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya nggak gitu ngerti apa yang terjadi pada teman saya Ndut.

Bukan.. Bukan hanya karena hobinya yang suka berpose usil ketika difoto seperti ini (saja), tapi 15 tahun berteman, manusia satu ini sepertinya hobi sekali usil merusak sebuah lagu. Bukan merusak dengan suaranya (saja), tapi lebih pada kebiasaannya merubah lirik dari yang seharusnya, menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=639&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Terus terang saya nggak gitu ngerti apa yang terjadi pada teman saya <strong>Ndut</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-642 aligncenter" title="dimas" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/dimas.jpg?w=155&#038;h=206" alt="dimas" width="155" height="206" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan.. Bukan hanya karena hobinya yang suka berpose usil ketika difoto seperti ini (saja), tapi 15 tahun berteman, manusia satu ini sepertinya hobi sekali usil merusak sebuah lagu. Bukan merusak dengan suaranya (saja), tapi lebih pada kebiasaannya merubah lirik dari yang seharusnya, menjadi lirik lain yang tidak sewajarnya!  Menjadi tidak wajar, karena mengakibatkan lagu tersebut berbeda makna hingga 360 derajat. Memang sih hampir semua tragedi itu terjadi akibat &#8217;salah dengar&#8217; semata. Biasanya, manusia satu ini suka &#8216;mengejutkan&#8217;saya ketika tiba-tiba dia datang dengan motor butut kesayangannya, sambil menyenandungkan sebuah lagu yang kalau didengarkan dengan seksama, pasti akan membuat saya bilang,</p>
<blockquote>
<h2><strong> Hehhh?????</strong></h2>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pernah suatu ketika, lagi santai-santainya di kamar, tau-tau si Ndut ini datang sambil langsung melengking (iya, bukan berteriak!)</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em> &#8230;. Aaaku bukan PSK! PSK!   Aaa&#8230;ku bukan Pe Es Kaaaaa&#8230;!!!!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kagetlah saya. Apa-apaan ni orang?? <span id="more-639"></span>Ketika saya bertanya tentang apa yang baru saja dilakukannya itu, dia dengan cuek bilang kalau dia baru saja menyanyikan lagunya <strong>Rini Idol</strong>! Euleuh-euleuhhh.. Gimana saya nggak guling-guling cekakakan, karena langsung membayangkan Rini meneriakkan hal yang sama <em>instead of lagu</em> aslinya, <strong>&#8216;Aku Bukan Boneka&#8217;</strong>. B-o-n-e-k-a ya, Ndut! Bukan PSK! Walau kalau didengerin sekilas, memang Rini seperti sedang berteriak-teriak kalau dia bukan PSK. Coba deh didengarin sendiri lagunya. Sejak saat itu, saya jadi sering ketawa sendiri kalau denger lagu &#8216;Aku Bukan Boneka&#8217;nya Rini Idol diputer di radio-radio. Kasihan pencipta lagunya. Karyanya jadi terdengar hina di telinga saya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan &#8217;salah dengar&#8217; yang entah disengaja atau tidak ini, ternyata menurut pengakuannya sudah terjadi sejak dahulu kala ketika dia masih kecil <em>*owhhh&#8230;.*</em>. Salah satu satu pengalamannya pernah saya ceritakan<span style="color:#333399;"> <a href="http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/">disini.</a></span> Pengalamannya yang lain, pernah nih hanya karena faktor salah mendengarkan sebuah jingle iklan Mie, dia jadi anti banget sama yang namanya Mie itu dan enggan untuk membeli apalagi memakannya. Begini bunyi jingle iklan tersebut&#8230;</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em> &#8230; Indomie-Indomie selerakuu.. Indomie <strong>dari daging Babi.</strong>. Indonesiaaaa&#8230;&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hwahahahaha&#8230; <strong>FATAL!</strong> Mirip-mirip sih antara &#8216;<em><strong>..dari dan bagi&#8230;&#8217;</strong></em> dengan &#8216;<em><strong>&#8230;daging Babi&#8230;</strong></em>&#8216;. Hehehe. Dodol. Makanya setelah terkaget2, diapun langsung mendakwa Mie itu haram karena mengandung Babi.  Kasus terbaru, terjadi beberapa hari lalu ketika pada suatu malam saya sibuk beres-beres pakaian di lemari saya yang berantakan, dan dia sibuk memindah-mindah <em>channel </em>TV, sambil tentu saja mengomentari setiap tayangan yang ajaib-ajaib (itulah salah satu alasan saya bisa betah berteman dengan dia selama bertahun-tahun! Hehehe). Sampai akhirnya tangannya berenti memencet remote di sebuah tayangan yang menampilkan video klip <strong>ST12</strong> yang judulnya <strong>&#8216;Cari Pacar Lagi&#8217;.</strong></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
<em><strong> Ndut</strong> :  .. tuh&#8230; akhirnya cari pacar cowok kan?<br />
<strong> Saya</strong> : Apaan?<br />
<strong> Ndutz </strong>: Itu lagunya..<br />
<strong> Saya</strong> : Hah???</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya mencoba menangkap apa maksud ucapannya usilnya itu, sambil mendengarkan lirik lagu yang lagi terkenal dimana-mana itu dengan lebih seksama lagi.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;">..</span><em><span style="color:#333399;">. biar ku putuskan saja, ku tak mau hatiku terluka,  lebih baik ku cukupkan saja, ku tak mau batinku tersiksa..  jangan kau selalu merasa, wanita bukan dirimu saja, lebih baik ku putuskan saja, <strong>cari pacar laki.. ..!</strong></span><br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">HWAHAHAHAHAHAAA&#8230;. kok jadi aneh dan tragis ya lagunya??? Hihi..  <em><strong>&#8216;Lagi&#8217;,</strong></em> Ndut! Bukan<strong><em> &#8216;Laki&#8217;</em></strong>! Beda satu huruf doang ya padahal. Tapi artinya kok artinya jadi jauh bener&#8230; Hehehe</p>
Posted in Tentang Lagu, Tentang Penting &amp; Tidak, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=639&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/dimas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dimas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Terbuka Untuk Bapak Kos Tercinta</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 03:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Mengherankan sekali. Bagaimana sebuah percakapan singkat di pagi hari yang seharusnya hanya menjadi sebuah basa-basi biasa antara saya dengan bapak Kos, bisa menjadikan mood riang bangun tidur saya berubah menjadi muram, dan serasa ingin kembali tidur lagi dan nggak masuk kerja! *emang dasarnya males, kayanya*  Setiap pagi sebenarnya saya cukup sering terlibat pembicaraan tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=633&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mengherankan sekali. Bagaimana sebuah percakapan singkat di pagi hari yang seharusnya hanya menjadi sebuah basa-basi biasa antara saya dengan bapak Kos, bisa menjadikan mood riang bangun tidur saya berubah menjadi muram, dan serasa ingin kembali tidur lagi dan nggak masuk kerja! *<em>emang dasarnya males, kayanya</em>*  Setiap pagi sebenarnya saya cukup sering terlibat pembicaraan tidak bermutu dengan beliau ini, secara ya kami termasuk yang selalu bersua di pagi hari karena penghuni lain biasanya masih belum bangun. Dan topik yang kami perbincangkan pun hanya sekedar <em>greeting </em>sekedarnya, karena beliau sedang dalam keadaan akan memanaskan mobil (mesinnya, tentu saja.. hehehe), dan saya juga sudah siap2 mau berangkat ke kantor. Jadi mana sempat ngobrol panjang?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi lain halnya ketika tadi pagi kami &#8216;cukup&#8217; punya waktu agak lama berduaan *<em>oouchh</em>*. Kebetulan sama-sama agak siangan berangkat ke kantornya. Dan perbincangan dimulai pagi itu dimulai tanpa basa-basi dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Mas.. kayanya bulan ini habis ya? Ngingetin aja. O ya, per bulannya naik 25 ribu ya..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bukan ini sebenarnya yang bikin saya kemudian jadi bermuram-durja. Bukan masalah kenaikan uang kos. Karena kalau dipikir-pikir, 5 tahun tinggal disini, memang sudah saatnya dan sewajarnya uang sewa kos di tempat saya ini naik. <span id="more-633"></span>Makanya sayapun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis, sambil kemudian memberi makan kucing saya. Tapi &#8216;disenyumin&#8217; seperti itu, sepertinya malah membuat beliau jadi tergoda untuk melanjutkan perbincangan yang kemudian malah membuat saya jadi sebal beneran&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Mana nih, Mas? Kok nggak pernah dikenalin calonnya? Udah waktunya mas. Pagi-pagi ada yang bikinin teh&#8230; Daripada ngasih makan kucing terus, mendingan ngasih makan istrinya tho&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-632 aligncenter" title="12112008036" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/12112008036.jpg?w=227&#038;h=170" alt="12112008036" width="227" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MENDIDIH!! </strong>Langsung darah rasanya naik ke ubun-ubun dan tangan kanan saya sudah siap untuk melempar tempat makan kucing saya ke arah mobil beliau yang kemudian beranjak menjauh. Hehehe, bukan ke orangnya. Tapi mobilnya. Secara mobil beliau ini dari jaman  dulu mau dijual, tapi nggak laku-laku. Siapa tau kalau saya berhasil meninggalkan goresan tempat makan kucing saya di mobilnya itu, si mobil bisa makin nggak laku lagi. Hehehe. Pendendam sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan masalah si bapak yang meributkan status saya yang masih tetap betah melajang yang bikin saya naik darah. Tapi lebih pada keisengannya membandingkan antara  kucing dengan pasangan hidup (baca : istri). Gila kali ya. <em>&#8220;&#8230;daripada ngasih makan kucing terus, mendingan ngasih makan istrinya tho..&#8221;</em>? Tersinggung sekali rasanya. Tersinggung karena kalimat yang dipakainya itu kok agak nggak sopan, ya. Kucing kok dibandingkan dengan Istri. Pakai istilah<strong><em> &#8220;ngasih makan&#8221;,</em></strong> pula. Nggak ada bahasa yang lebih santun dikit, apa? &#8220;Merawat&#8221; kek, atau apalah. Walau intinya sama aja sih. Hehehe. Apalagi perkataanya itu diucapkannya <em>out loud</em> dihadapan kucing-kucing saya. Bagaimana coba perasaan mereka?? Kesannya kok mereka itu jadi tidak penting banget. Saya aja tersinggung, gimana dengan kucing-kucing saya? Hwahahahahaha. Ada sih niatan membela diri dengan mengatakan sesuatu yang standar seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Yaa.. emang belum dateng jodohnya Mas..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Atau yang lebih bodoh seperti</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Wah, mampunya baru ngasih makan kucing mas. Belum mampu buat ngasih makan istri..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi kembali, saya hanya bisa tersenyum saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Heran ya. Saya memang belum tau gimana rasanya punya istri. Gimana rasanya berumah-tangga. Tapi sebego-begonya saya dalam urusan <em>relationship</em>, dan secinta-cintanya saya sama hewan bernama Kucing, nggak mungkin lah saya akan mementingkan hewan berkaki empat ini daripada pasangan hidup saya yang berkaki dua itu kelak! Edan, po?? Ini karena emang belum ada (istri) aja, makanya kucing-kucing itu lebih beruntung mendapatkan perhatian saya. Dan apa yang saya lakukan pun hanya sebatas memeliharanya saja. Memberi makan, memperhatikan kesehatannya. Normal, toh? Emang sih kadang-kadang mereka suka ikut bobo sama saya kalau jendela kamar kelupaan saya tutup. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang pernah sih ada teman saya yang heran setengah mati ketika malam-malam ditengah hujan deras, saya nekad berbasah-basahan pergi ke <em>pet shop</em> hanya karena persediaan makan kucing saya habis, dan saya nggak tega melihat kucing saya yang ribut mengeong-ngeong dan terlihat kelaparan (hehehe.. segitu hebatnya ya sampai bisa mengenali perubahan ekspresi muka kucing!). Ketika ditengah jalan saya memikirkan apa yang saya lakukan saat itu, ada sih perasaan gamang <em>*edann*</em>. Kok segitunya sih saya sama ni kucing? Bisa aja kan saya diemin aja tu kucing-kucing dan baru besok paginya saya pergi mencari makannya? <em>But then</em>, saya berusaha meyakinkan diri saya saja : <strong>kalo sama hewan peliharaan aja saya sampai segini sayangnya, besok sama pasangan hidup atau bahkan anak-anak sayapun, saya lebih gila lagi perhatiannya! </strong>Selesai!</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=633&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/12112008036.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">12112008036</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hero</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 04:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Seru juga mengikuti perkembangan kasus iklan kampanye salah satu partai politik yang memajang nama dan wajah mantan presiden Soeharto sebagai salah satu &#8216;pahlawan&#8216; di negeri ini. Seru, karena seperti yang sudah dipersiapkan oleh si partai itu sendiri, berbagai pro dan kontra muncul. Good. Iklan yang berani tampil beda diantara iklan-iklan parpol lain yang standar itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=624&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seru juga mengikuti perkembangan kasus iklan kampanye salah satu partai politik yang memajang nama dan wajah mantan presiden <strong>Soeharto</strong> sebagai salah satu <strong>&#8216;pahlawan</strong>&#8216; di negeri ini. Seru, karena seperti yang sudah dipersiapkan oleh si partai itu sendiri, berbagai pro dan kontra muncul. <em>Good</em>. Iklan yang berani tampil beda diantara iklan-iklan parpol lain yang standar itu. Terus terang, saya sih nggak mau ikutan komentar tentang &#8216;pantas/tidaknya&#8217; Soeharto dimasukkan dalam daftar Pahlawan di negeri ini. Kenapa? Ya nggak mau aja. Hehehe. Panjang pasti nanti bahasannya. Tapi kalau misalnya saya diminta memilih satu nama yang menurut saya bisa menjadikannya seorang &#8216;pahlawan&#8217;, maka dengan senang hati dan tanpa pikir panjang, saya akan menyebutkan  nama : <strong>Kak Seto!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg"><img class="size-full wp-image-625 aligncenter" title="seto_mulyadi_1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg?w=145&#038;h=192" alt="seto_mulyadi_1" width="145" height="192" /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa? Ya kenapa enggak?? Sama seperti model rambutnya yang konsisten dan tidak pernah berubah hehehe, dari dulu hingga sekarang Kakak kita yang satu ini tidak pernah berubah juga menunjukkan totalitasnya, kepeduliannya kepada nasib anak-anak di negara kita ini. Mungkin saya tidak terlalu detail mengetahui sepak terjangnya <em>*edann bahasanya!* </em>di dunia anak-anak ini. Saya tahu beliau pun ketika masih di  SD ketika waktu itu sebuah boneka komodo bernama <strong>KOMO</strong> punya <em>single hits</em> yang jadi jargon dimana dengan <em>&#8220;..macet lagi, macet lagi.. gara-gara si Komo lewat&#8230;.&#8221; </em>itu. Sejak itu saya baru tahu, ada seorang sosok pemerhati dunia anak (dan dunia lalu lintas hehehhee) bernama <strong>Seto Mulyadi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga kemudian seiring waktu, ketika TV Swasta sudah semakin banyak, dan tayangan infotainment atau berita makin gila-gilaan jumlahnya, saya semakin sering melihat kiprah Kak Seto dalam &#8216;mengurusi&#8217; nasib anak-anak Indonesia. Terutama tahun-tahun belakangan ini. Gimana enggak, hampir di setiap ada berita perceraian artis yang kemudian diikuti dengan kasus perebutan hak perwalian anak, pasti ada Kak Seto sebagai <em>mediator</em> ditengah-tengahnya. Hebat kan? Satu yang masih saya ingat adalah kasus rebutan hak asuh dari <strong>Tamara Blezynski-Teuku Rafly </strong>atau <strong>Ahmad Dhani &#8211; Maia</strong>. Oh, iya! Kasus rebutan hak asuh anak antara <strong>Zarima</strong> dan <strong>Ferry</strong> siapaa, gitu. Hahaha. Gila ya, inget aja kalo urusan gosip. Edan, lah.<span id="more-624"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak cuma itu aja. Ketika heboh kasus <strong>Syeikh Puji</strong> menikahi seorang anak perempuan dibawah umur bernama <strong>Ulfa</strong>, Kak Seto juga yang ikutan muncul paling depan menentang pernikahan ini. <em>For the sake of the children&#8217;s future.</em> Apa yang dilakukan Kak Seto-terlepas dari posisinya sebagai <strong>Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak</strong>, jelas-jelas membuktikan kalau secara pribadi pun, dia benar-benar peduli dengan nasib anak-anak. Anak-anak Indonesia. Dan itu terlihat jelas sekali. Tidak dibuat-buat. Sehingga ketika bahkan minggu lalu ada kasus pelecehan murid oleh guru di daerah Sumatera Utara dan sosok Kak Seto (lagi-lagi) muncul, saya hanya berkomentar pendek</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8230;. ni orang kalo udah nggak ada, siapa yang bisa ngegantiin, ya??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berlebihan, kah? Bisa iya bisa enggak. Lha gimana dong? Setiap kali ada sesuatu yang menyangkut anak Indonesia, nggak bisa enggak, pasti Kak Seto lagi- Kak Seto lagi yang muncul. Seolah-olah di seluruh Indonesia ini, hanya dia lah yang memikul tanggunjawab untuk itu. Dia nggak sendiri, <em>I know</em> <em>that</em>. Ada banyak teman-teman lainnya yang membantunya di belakang layar, sama halnya dengan banyak juga orang-orang disekitar kita yang perduli dengan anak-anak. Tapi entah kenapa, sosok &#8217;sayang anak&#8217; yang melekat di wajah Kak Seto ini nggak bisa lepas. Ibarat merek <strong>AQUA</strong> untuk air mineral atau <strong>SOFTEX</strong> untuk pembalut wanita <em>*hehehe*,</em> nama kak Seto ini sudah menjadi <strong>Top of Mind </strong>yang kuat sekali. Tidak terpisahkan. Dan kalau sudah begini, memang nggak semua orang bisa melakukannya. Dan akan sulit sekali kelak untuk mencari tandingannya apalagi penggantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ada juga sosok yang &#8216;mirip-mirip&#8217; dengan Kak Seto dalam hal ahli dalam bidangnya. Sebutlah nama <strong>Roy Suryo</strong>. Yang juga sama-sama selalu muncul dimana-mana kalau ada kasus tentang foto-foto mesum artis atau nama terkenal lainnya di dunia <em>cyber</em>. Hihihi. Mas Sur ini juga jadi orang yang paling dicari dan maju paling depan untuk dimintai pendapatnya, asli atau tidaknya foto tersebut. Secara katanya beliau ini ahlinya bidang teknologi informasi bla bla bla itu. Entahlah, apa di Indonesia cuman ada satu orang doang yang ahli model beginian, kok ya setiap ada kasus serupa, Mas Sur ini lagi yang nongol. Itulah mengapa tanpa mengurangi rasa hormat apalagi membanding-bandingkan, saya kok yakin kedepannya akan ada lagi orang yang lebih jago dari seorang Roy Suryo, karena yang namanya ilmu pengetahuan dan teknologi itu akan terus mengalami kemajuan. Jadi bukanlah sebuah masalah untuk mencari sosok pengganti mas-mas berkumis tebal ini. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ketika kemudian yang menjadi topik adalah tentang &#8216;masa depan anak-anak Indonesia&#8217;, akan beda lagi bahasannya. Karena ini menyangkut tentang &#8216;rasa&#8217;, sehingga dibutuhkan benar-benar orang yang aslinya memang mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak. Dan sepertinya baru Seto Mulyadi yang bisa memiliki dan melakukannya. Satu ucapannya yang saya ingat dulu adalah ketika dia bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8230; saya merasa saya ini tidak bisa melakukan apa-apa. Karena itu saya pilih mengasuh anak-anak saja. Menjadi Babysitter&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Walaupun belum pernah menjalaninya, tapi saya yakin mengasuh anak-anak bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang! Makanya saya tidak pernah sama sekali memandang sebelah mata sosok seorang ibu yang perjaannya adalah seorang &#8216;ibu rumah tangga&#8217;. Itu luar biasa sekali. Dan berapa banyak laki-laki di negara ini yang mau memilih profesi untuk memperdulikan nasib anak-anak?? Coba seandainya bulan depan tiba-tiba kak Seto memutuskan untuk pensiun dini dan memilih untuk melanjutkan hidup dengan menjadi petani, misalnya. Hehehe. Sudah adakah penggantinya? Atau ini yang lebih penting : sudah siapkah penggantinya?</p>
<p style="text-align:justify;">I<em>t is often said that : it&#8217;s nice to be important person. But more important to be nice person.</em> Dan menurut saya, seseorang pantas disebut sebagai pahlawan, ketika dia tidak hanya &#8216;penting&#8217; untuk bangsa ini, tapi juga dia &#8216;baik&#8217; untuk bangsa ini juga. Gila ya, keren banget bahasa saya. Saya aja heran. Dan biar terkesan maksa setengah mati, tapi sebagai penutup, saya tuliskan cuplikan lagu <strong>&#8216;Legenda</strong>&#8216;nya <strong>Sheila Majid</strong>. Namanya juga penyiar. Hehehe. Lagu ini saya kirimkan buat Kakak saya Seto Mulyadi, ucapannya : salam manis aja..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8230; kaulah satu satunya/ diantara berjuta/ insan teristimewa.. Patah tak tumbuh lagi/ hilang berlum berganti/  karena kau tersendiri.. Kau kebanggaan kita/ kau budayawan bangsa/ engkau.. legenda///</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=624&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">seto_mulyadi_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oh Bama Oh Papa!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 07:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Ya ya .. Mari kita bicara mengenai kemenangan Obama menjadi presiden Amerika serikat. Why? Nggak tau juga. Mungkin karena semua orang seperti membicarakannya, so kenapa saya tidak? Hehehe. Apalagi barusan di sebuah acara gosip di SCTV, ada liputan Syaiful Jamil yang datang mengunjungi SD Menteng, tempat Obama dulu pernah bersekolah. Iya, saya tahu Anda juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=619&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ya ya .. Mari kita bicara mengenai kemenangan Obama menjadi presiden Amerika serikat. Why? Nggak tau juga. Mungkin karena semua orang seperti membicarakannya, so kenapa saya tidak? Hehehe. Apalagi barusan di sebuah acara gosip di SCTV, ada liputan <strong>Syaiful Jamil </strong>yang datang mengunjungi SD Menteng, tempat Obama dulu pernah bersekolah. Iya, saya tahu Anda juga pasti gatel pengen bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<h2><strong>NGAPAIN, COBA????!!!!!!</strong></h2>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Saya udah duluan teriak, soalnya. Sama pengen teriak ketika ada komentar dari <strong>dik Belski </strong>yang dengan santunnya berkomentar singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#000080;"><em>&#8230; iya, dia kan udah jadi Presiden Amerika Serikat. Jadi ya Insya Allah bisa bikin dollar turun&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Lugu sekali adik kita yang satu ini. Tapi sudahlah. Liputan itu makin diperparah dengan narasi dari si mbak2 Narator yang bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#000080;">.<em>.. hal ini sudah menjadi bukti, bahwa pendidikan Indonesia bisa membawa seorang anak didiknya menjadi seorang Presiden negara sebesar Amerika Serikat..</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aduh, semakin stress saya. Stress memikirkan kenapa saya bisa stress hanya karena acara tidak penting ini. Cukup sudah. Semakin berlebihan sekali orang-orang negeri ini &#8216;merayakan&#8217;kemenangan seorang <strong>Barry</strong> ini . Gimana ya, duh <strong><em>please dong.. </em></strong>Dia sekolah di Indonesia juga cuman 2 taun doang, dari tahun 1969-1971. Berlebihan banget kalau kita menganggap kalau kesuksesan dia karena dia pernah mengenyam pendidikan Indonesia. Bukannya merendahkan pendidikan di negeri sendiri, karena saya bisa sesukses sekarang inipun karena belajar disini juga <em>*PLAKK!*</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg"><img class="size-full wp-image-620 aligncenter" title="obama2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg?w=241&#038;h=290" alt="obama2" width="241" height="290" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-619"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dalam kasus Obama ini kayanya kok kurang pas kalau sampai2 orang Indonesia menaruh harapan besar pada Obama untuk bisa &#8216;melirik&#8217; negara kita sedikit dibandingkan dengan negara2 lainnya di dunia ini. Ada faktor historis sih memang. Tapi ya yang sewajarnya sajalah. Kabar terakhir yang saya dengar selintas (selintas lho ya, jadi nggak tau bener apa enggak), malah bilang kalau rumah lama Obama di Jakarta malah dijadikan Cagar Alam oleh Gubernur DKI Jakarta! Oh&#8230; Coba, seandainya saja Obama datang kesini ya, mungkin hari itu akan dinobatkan sebagai hari libur nasional (saya dukung!), dan disambut dengan karnaval semalam suntuk sepanjang jalan-jalan ibukota. Mungkin juga akan diadakan <em>Istighozah</em> atau doa massal untuk mendoakan Obama di seluruh Indonesia! Bukan mustahil, lha wong ketika pemungutan suara berlangsung saja, adik2 kita di <strong>SD Besuki Menteng</strong> itu saja semuanya memanjatkan doa setiap sebelum pelajaran dimulai, supaya Obama menang <em>(Kompas, Rabu 5 November)</em>. Saya nggak mau komentar untuk hal ini. Takut kualat. Orang berdoa kok dikomentarin. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin ini memang sudah kebiasaan manusia ya. Ketika kita bisa punya hubungan dengan orang-orang terkenal, pasti ada kebanggaan tersendiri yang rasanya sayang jika disimpan sendiri saja ceritanya. Suatu ketika pernah nih, ipar saya yang bernama <strong>Mbak Evi</strong> dengan bangganya tiba-tiba saja mengaku kalau dia pernah mengalahkan <strong>Yayuk Basuki </strong>ketika bertanding tennis. Iya! Jeng Yayuk yang petenis hebat itu! Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata peristiwa itu terjadi belasan tahun lalu ketika ipar saya ini masih duduk di bangku SMP di Wonosobo dan dia bertarung dengan Jeng Yayuk di sebuah pertandingan tennis, entah antar sekolah atau antar RT atau antar klub. Ya elahhh.. ya waktu itu siapa yang kenal Yayuk? Kalau Basuki mungkin banyak yang tau. Jaman segitupun mungkin kemampuan tennisnya tidak sedahsyat sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar tahun 1999, saya pernah ikutan sebuah acara singing contest di <strong>Indosiar</strong> berjuduul <strong>AKSI GAYA REXONA</strong>. Saya diharuskan bernyanyi sambil pamer2 ketek gitu, deh. Hehehe. Enggak, lah. Nyanyi biasa, dan saat itu saya dikalahkan oleh seorang laki2 yang beberapa tahun kemudian menjadi terkenal karena menjadi juara 2 Indonesian Idol : <strong>Delon</strong>. Ugh, walau kalah, tapi pas Delon jadi Indonesian Idol=-un, saya tetep aja pamer kalau saya dulu pernah &#8217;satu panggung&#8217; dengan Delon , walau ujung2nya juga kalah.  Kalah kok pamer. Sungguh abusrd&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sebenernya sih saya memaklumi kalau teman2 satu SD (bahkan satu kelas dan satu bangku) Obama jadi begitu hebohnya karena &#8216;kenalan&#8217; mereka ada yang jadi orang terkenal di seluruh dunia. Seperti yang pernah saya baya di <strong>Reader&#8217;s Digest</strong>, teman2 semasa sekolah Obama pernah berkumpul dan mengirmkan dukungan secara tertulis untuk Obama, tapi sampai sekarang pun nggak digubris sama yang bersangkutan. Ya gapapa juga sih, yang penting udah ngedukung. Emang pasti bagaimanapun juga ada, lah rasa bangga itu. Tapi ya itu dia, mbok yang sewajarnya sajalah. Tapi dengan bikin <em>party2</em> merayakan kemenangan Obama, dengan membuat rumah Obama menjadi Cagar Alam atau dengan terus berkoar-koar bahwa Obama punya keterkaitan erat dengan Indonesiapun, nggak bikin negara ini jadi ngetop kok. Yang ngetop paling ya SD nya itu tadi. Besok ketika masuk masa penerimaan murid baru, mereka bisa dengan percaya dirinya berpomosi:</p>
<p style="text-align:center;">
<h3 style="text-align:center;">MAU JADI SEPERTI OBAMA? DISINI TEMPATNYA!</h3>
<p style="text-align:justify;">
Atau malah lebih kacau lagi :</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;">OBAMA WAS HERE!</h3>
<p style="text-align:justify;">
Hihihi&#8230;</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=619&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Where Do I Begin?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Halo Mas Deka.. Ini  Maida Swaragama. Gini mas, kita lagi ngomongin tentang blog. Mas Deka bisa nggak kita ajak ngobrol tentang blog. Yaa.. tentang asal mulanya dulu tau bisa nulis gimana, terus dulu giman pertama kalinya mulai ngeblog, yaa pokoknya gitu lah mas.. Nanti abis Maghrib kita telpon ya Mas..&#8221;

Kurang lebih begitulah salah seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=612&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Halo Mas Deka.. Ini  <strong>Maida </strong>Swaragama. Gini mas, kita lagi ngomongin tentang blog. Mas Deka bisa nggak kita ajak ngobrol tentang blog. Yaa.. tentang asal mulanya dulu tau bisa nulis gimana, terus dulu giman pertama kalinya mulai ngeblog, yaa pokoknya gitu lah mas.. Nanti abis Maghrib kita telpon ya Mas..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kurang lebih begitulah salah seorang produser acara sore di Radio <strong>Swaragama</strong> Jogja meminta ijin (duh, bahasanya) untuk mengajak saya mengobrol tentang &#8216;blog&#8217; melalui telepon dan di on-airkan di acara sore mereka. Kaget? Pasti. Seumur-umur, kayanya belom pernah deh diinterview sama radio. Karena biasanya, ya saya yang menginterview, bukan diinterview. Lebih kaget lagi, topiknya adalah tentang blog. Bukan sesuatu yang aneh sebenarnya, karena saya udah nyemplung di dunia blog ini udah hampir 2 tahunan. <em>But when it comes to giving an advice how to write a good post (or even how to start one</em>), duh bener-bener bingung deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih cuman &#8216;iya-iya&#8217; aja ketika diajak ngobrol, tanpa tau bisa-bisanya mereka tau saya hobi ngeblog. Tapi kayanya sih ada yang ngebilangin kalau selain ganteng, saya juga hobi ngeblog. Hahahaha. Maap, suka keterlaluan emang narsisnya. Agak2 ga tau malu. <em>Well eniewei</em>, akhirnya saya ditelpon oleh mereka  sekitar jam 5.45 sore. Tepat setelah terputarnya lagu <strong>Recto Verso</strong>-nya <strong>Dewi Lestari</strong>, dan dengan pengantar dari si penyiar yang kalau tidak salah bernama <strong>Taufik</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8230;. bla bla blaaaa, ini Recto Verso dari Dewi Lestari, yang juga seorang blogger ya. Nah, kalo ngomongin soal blog, ada temen saya nih yang juga sering nulis blog, selamat sore Pak Deka&#8230;&#8230;&#8221;</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh, gimana gak grogi coba! Disandingin sama Dewi Lestari.. Hehehe, salah ya? Ya, harusnya sih mereka langsung menelpon Dewi Lestari ya. Kan lebih cocok. Kok malah sama saya ngobrolnya. Tapi ya sudahlah, anggap saja saya sekelas dengan mbak Dee ini. Amin. Lha wong sama-sama bloggernya kok. Hehehe. Blogger tidak mengenal kelas! <em>*halah*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya selama kurang lebih 7 menitan, saya diajak ngobrol tentang blog. Mulai dari kapan memulainya, tentang isi tulisan, tentang masa depan blog dll. Agak lupa2 ingat apa aja pertanyaannya, saking terlalu bersemangatnya nyerocos. Kayanya malahan cerewetan saya dibanding penyiarnya. Hihihi. Tapi setelah itu, saya seperti diajak buat <em>flashback lagi</em>, hanya dimulai dengan satu pertanyaan standar saja : <strong>Kapan mulai sadar kalau saya bisa dan suka nulis?</strong> Dan jawabannya simpel : <strong>NGGAK TAU.<span id="more-612"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bener. Saya nggak tau kenapa (ternyata) suka menulis. Sejak kapan? Nggak tau juga. Tapi kalau mau diingat-ingat lagi, sejak SMA saya memang suka banget kalau disuruh mengarang. Mengarang di pelajaran <strong>Bahasa Indonesia</strong>, maksudnya. Bukan mengarang-ngarang alasan kenapa nggak masuk sekolah. Itu juga jago, sebenernya. Hehehe. Dulu kalau ada ujian, kan sering banget tuh setelah mengerjakan soal-soal pilihan berganda, kita juga disuruh diminta mengarang indah, dengan memilih salah satu bentuk : <em>Naratif, Persuasif, Argumentatif dll.</em> Saya sih nggak begitu tau apa hasil tulisan saya waktu itu termasuk bagus atau enggak, tapi yang pasti saya ingat kalau satu halaman kertas folio bolak-balik itu pasti penuh dengan karangan hasil tulisan saya. Nggak jaminan sebenernya, kalau ceritanya panjang, berarti ceritanya bermutu. Tapi sepertinya nilai saya nggak pernah mengecewakan. Mungkin tu guru kasian juga ngeliat saya udah &#8216;niat&#8217; banget ngarang sebanyak itu. Jadilah dikasihnya nilai lumayan. Upah nulis. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu satu hal. Hal lain tentang kebiasaan saya menulis, mungkin karena saya orangnya termasuk yang <strong>melankolis </strong><em>*eww*</em>. Ya, nenek2 juga tau itu. Dan tipe orang seperti ini, biasanya suka membesar-besarkan masalah. Hehehe. Maksudnya, ketika kami bertemu atau mengalami sesuatu yang &#8216;mencolek&#8217; mata dan hati kami yang mudah tersentuh ini <em>*iya, ewwww lagi*</em>, maka kami cenderung akang mengingatnya terus-menerus. Jika menyenangkan, maka kami berusaha untuk mengingatnya terus menerus. Jika menyedihkan atau menyebalkan pun, kami juga berusaha untuk tetap mengingatnya. Agak bodoh memang. Tapi salah satu kelebihan orang tipe ini adalah, kami punya ingatan yang kuat tentang masa lalu. Mau itu baik ataupun buruk. Dan (kalau saya), salah satu membuat sesuatu hal tetap <em>memorable</em>, ya dengan ditulis! Makanya saya nggak malu-malu mengakui saya sering nulis diary sejak jaman SMA, walau namanya saya ubah jadi tidak terlau feminin, menjadi &#8216;jurnal&#8217;. Ya, <strong><em>I wrote a journal</em></strong>. Padahal intinya sih tetep aja sama dengan nulis di diary. Tapi kesannya jadi lebih macho dan serius dibandingkan diary, yang kesannya <em>&#8216;menye-menye&#8217;</em>. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini salah satu tulisan yang pernah saya tulis di JURNAL  saya. Tulisan ini saya tulis tanggal <strong>1 Januari 1999</strong> <em>(YES! That was like almost 10 years ago)</em>. Tulisan itu tentang pengalaman saya bertahun baru bersama teman saya <strong>Dimas Ndut</strong> di kampung halaman kami di Magelang. Saya masih menyimpan <em>printout</em>-annya, dan sempat tertawa terguling2 ketika Ndut memaksa saya untuk membacanya kembali di suatu pagi buta.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8230;.selama perjalanan kita masih bingung mau kemana &#8217;cause kita dipusingkan 2 alternatif , antara pergi ke <strong>GOR Samapta</strong> </em><span style="color:#800000;">(edan, party nya di Gedung Olah Raga!)</span><em> atau di <strong>Hotel Borobudur.</strong> Makanya begitu liat di GOR banyak polisi ditambah sama dandanan kita yang &#8216;kebagusan&#8217; kalo dipake ke GOR </em><span style="color:#800000;">(</span><span style="color:#800000;">edan, saya dandan model apaan ya waktu itu??)</span><em>, akhirnya kita mutusin ke Hotel Borobudur aja. </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Sampai sana, didalem.. Masya Allah, kita disambut dengan fashion show desainer lokal yang bener2 lokal! Norak abis deh </em><span style="color:#800000;">(ya.. &#8216;abis&#8217; masih jadi kata yang &#8216;happening&#8217; waktu itu).</span><em> Ya baju2nya, ya model2nya. Ya udah, kita malah sibuk ngomentarin itu acara </em><span style="color:#800000;">(yaa.. bakat nyacat saya ternyata sudah dimulai sejak usia dini!)</span><em>. Setelah itu, saat mau ganti taun, acaranya juga gak kalah anehnya. Lampu2 dimatiin, terus kita pada hitung mundur en </em><span style="color:#800000;">(hyaaa.. &#8216;and&#8217; pun disingkat menjadi &#8216;en&#8217;)</span><em> langsung tiup terompet bareng-bareng sambil mecahin balon-balon yang tergantung di atas. Basi banget! Abis nggak semua dapet terompet. Yang ga dapet ya cuman bengong. Gue sama Dimas? Ho ho, kita anti dong berdiam diri. Setelah tau di bawah meja kita ada banyak topi kertas yang nganggur, kita pake aja itu topi sebagai terompet. Ditambah si Dimas yang karena nggak punya termopet, sibuk jejeritan nggak karuan. Ditambah Gengnya Mario </em><span style="color:#800000;">(teman  kami juga) </span><em>yang dngan brutalnya sibuk mecahin balon sampai kedepan panggung, lengkaplah sudah keanehan pesta tahun baru. Setelah itu? Nothing. Cuman penguman King and Queen (yang pesertanya nggak ada yang  beres!Mana yang cowok &#8216;cantik-cantik&#8217;, lagi!). </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Nggak berapa lama, sekitar jam 1 pagi si Dimas ngajakin ke GOR! Wah, langsung aja gue semangat. Abis kita bener-bener haus pesta pora </em><span style="color:#800000;">(duh..kok saya mulai malu ya..hehehe)</span><em>.  Akhirnya kita ke GOR en setelah beli karcis </em><span style="color:#800000;">(what?? Karcis??) </span><em>en dapet PEPSI (eh, Pepsinya bukan di gelas-in atau di botol, tapi dimasukin kantong plastik dan ditambah sedotan! Si Dimas langsung cekikikan. Dan disana, disco time nya udah dimulai. Kitapun tanpa basa-basi langsung turun dooong&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cukup segitu aja ya cuplikan ceritanya. Saya mulai malu sendiri soalnya. Malu, bukan karena saya dugemnya di GOR dan <em>&#8216;first drink &#8216;</em>nya adalah <strong>Pepsi </strong>yang dimasukin ke kantong plastic dan di karet-in pula (OH MY GOD). Tapi agak malu membaca tulisan dan pemilihan kata yang saya tulis sendiri waktu itu. Saya cuman bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Ya ampun.. gaya penulisan gue kok busuk dan enggak banget ya???</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti kalau kita melihat2 lagi foto2 kita jaman dulu yang terlihat sangat &#8216;memilukan dan memalukan&#8217; itu. Pernah kan jadi malu sendiri liatnya? Ya begitulah kira2. Tapi paling enggak, inilah yang menurut saya yang disebut sebagai <strong>PROSES.</strong> Untuk mencapai sesuatu (yang lebih baik), ada yang namanya proses. Dimana didalamnya ada yang namanya gagal, malu, merasa norak, merasa kampungan bahkan putus asa dan lain sebagainya. Begitu juga dalam membuat sebuah tulisan, dalam membuat blog. Mari, buat  Anda yang juga punya blog, kita lihat kembali posting-posting awal kita dulu ketika pertama membuat blog. Bandingkan gaya penulisan kita yang sekarang, dengan dulu. Pasti kita akan merasa sebuah keanehan, paling tidak ada pertanyaan dalam hati kita,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.. kok gue nulisnya kaya gini ya? Harusnya kan bagusnya kaya gini.. lebih enak dibaca..&#8221;</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-613 aligncenter" title="theme-blog-1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg?w=300&#038;h=93" alt="" width="300" height="93" /></a><br />
Jadi, balik lagi kalau ada yang tanya ke saya, gimana cara memulai menulis sebuah blog, ya saya nggak bisa kasih tips apa-apa. Saya nggak ngerasa ahli. Saya juga nggak pernah mengambil kursus membuat blog, termasuk membeli buku-buku tentangnya. Otodidak saja. Ya biar seperti artis2 di infotainment itulah, yang dengan pedenya bilang nggak pernah belajar akting, otodidak saja. Hehehe. Jadi kalau saya ditanya gimana caranya nulis, ya saya cuma bisa bilang : sama seperti tagline nya kamera Lomo : <strong>Just Shot. Don&#8217;t Think.</strong>Kalau mau menulis, ya <strong><em>just write. Don&#8217;t think</em></strong> . Nulis aja. Apa yang pengen kamu tulis, ya tulis aja. Namanya juga blog, nggak ada pakem2 nya, nggak ada yang ngelarang2.  Dan kalau boleh sok2an memberi tambahan tips : <strong>write the way you talk.</strong> Intinya tulisan di blog kan adalah : cerita. Ya kalau mau cerita, ya pakai bahasa yang kita pakai se-normalnya kita kalau lagi cerita ke orang hidup. Gampang toh? Begitu ada orang yang bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Aku suka baca tulisan kamu. It feels like, kamu ada didepanku dan menceritakannya langsung ke aku..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">berarti cerita yang kita tulis, &#8217;sampai&#8217; ke para pembaca blog kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, saya harus segera menyudahi tulisan ini sebelum kemudian saya menjadi semakin sok tahu dan sok jago soal tulis-menulis blog. Hehehe. Lha wong semua orang bisa nulis kok, intinya. Tapi satu hal yang bikin saya tetep semangat nulis blog, karena saya nggak pengen melalui hari-hari saya (bahkan hidup saya) dengan lempent-lempeng saja. <em>I should live my life to the fullest. Every moment is precious</em>. Sama seprti para fotografer, yang selalu berusaha untuk mengabadikan moment menarik yang mereka jumpmai, begitu jugalah para blogger, <em>I think</em>. Cuma beda media aja. Sebisa mungkin, moment apapun yang bisa saya kenang untuk diabadikan lewat tulisan, akan saya tulis. Sebagai bagian dari kenang-kenangan di hari besok ketika saya membacanya kembali, sebagai ungkapan terima kasih juga sama yang Diatas karena sudah membuat hidup saya begitu berwarna, dan <em>most of all</em>, sebagai ungkapan rasa syukur juga karena saya diberi kesenangan untuk menulis.</p>
Posted in Tentang Nostalgia, Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=612&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">theme-blog-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kring Kring!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 09:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya selesai menonton serial FRIENDS episode &#8216;The One Withe Phoebe&#8217;s First Bike&#8217;, yang entah udah ke berapa ratus kalinya saya tonton. Ya tetep ketawa aja tuh ngeliatnya! Hehehe. Pertama, jelas ngetawain filmnya. Ngeliat Phoebe yang seumur hidupnya belum pernah punya sepeda, dan kemudian Ross membelikannya sebuah sepeda kumbang dengan keranjang cantik didepannya, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=604&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Baru saja saya selesai menonton serial <strong>FRIENDS</strong> episode <em>&#8216;<strong>The One Withe Phoebe&#8217;s First Bike&#8217;,</strong></em> yang entah udah ke berapa ratus kalinya saya tonton. Ya tetep ketawa aja tuh ngeliatnya! Hehehe. Pertama, jelas ngetawain filmnya. Ngeliat Phoebe yang seumur hidupnya belum pernah punya sepeda, dan kemudian Ross membelikannya sebuah sepeda kumbang dengan keranjang cantik didepannya, yang akhirnya cuman di pajang dan di lap-lap doang, karena ternyata Phoebe ini nggak bisa naik sepeda! Hehehe. Dan ketawa berikutnya, adalah sebuah ketawa haru, karena mengacu pada ucapan Ross yang bilang, semua orang seharusnya pernah merasakan pengalaman punya sepeda pertamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inget ga sih, kapan pertama kali dibeliin sepeda sama Mama-Papa (dooooo&#8230; Mama papaaaa&#8230;!). Walau bukan sebuah keharusan, tapi sepertinya semua anak punya saat-saat pertama belajar sepeda, lengkap dengan jatuh bangunnya. Mulai dari roda tiga, mulai dari dipegangin, hingga baru benar-benar bisa mengendarai sepeda roda dua itu sendirian. Bahagianya minta ampun, berasa udah jadi yang paling hebat sedunia. Dilanjutkan dengan bersepeda keliling kompleks perumahan di sore hari setelah mandi sore dan makan sore disuapin sama Mama. Hehehe. Menyenangkan sekali rasanya bersepeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau nggak kalau sekarang disuruh kembali bersepeda?<span id="more-604"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pasti enggak. Hehehe. Sepeda paling-paling dipakai buat properti buat foto pre-wedding. Hihihi. Tahun lalu udah digembar-gemborkan program <strong>B2W</strong> alias <strong>Bike To Work</strong>. Bersepeda ke tempat kerja. Nggak begitu kedengeran gaungnya sampai sekarang. Entahlah, mungkin saya aja yang nggak terlalu <em>updated</em>. Tapi hal itu nggak menyurutkan semangat pemerintah kota Jogja, dengan mengkampanyekan program yang serupa, tapi dibuat lebih &#8216;local&#8217; dengan mengganti namanya menjadi berbahasa Jawa : <strong><em>Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe</em></strong>, disingkat menjadi <strong>SEGO SEGAWE</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg"><img class="size-medium wp-image-606 aligncenter" title="segosegawe" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg?w=387&#038;h=58" alt="" width="387" height="58" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ya yaya.. orang Jogja emang paling pinter bikin singkat2an dan plesetan. Itulah mengapa Dagadu laris manis. Intinya sih sama aja, sama-sama mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi menuju ke tempat kerja dan juga sekolah. Program SEGO SEGAWE ini diresmikan pelaksanaannya tanggal 13 Oktober lalu oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan menampilkan juga special guest bernama mbak <strong>Nurhayati</strong>. Ini adalah mbak2 yang meraih medali emas di PON 2008 Kaltim, bukan mbak2 yang ada di lagunya <strong>Ona Sutra</strong> itu *<em>waks!</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaannya ya tetep sama : <strong>mau nggak kita disuruh bersepeda lagi seperti dulu?</strong> Memang sih, yang dianjurkan untuk ikut progam ini adalah masyarakat yang jarak rumahnya tidak lebih dari 3 kilometer dari letak kantor atau sekolahnya. Karena agak jahat rasanya, kalau warga yang rumahnya belasan kilometer jauhnya harus bersepeda. Apalagi yang rumahnya diluar kota. Tapi tetep aja, mau rumahnya cuman sekilo-dua kilo jaraknya pun, kalau udah bertemu dengan yang namanya polusi kendaraan, cuaca panas yang gila2an, berisiknya suara klakson mobil (dan caci maki orang di jalan), pasti tetep aja akan bilang : ENGGAK DEH. MAKASIH. SITU DULUAN AJA!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya inget dulu jamnnya kuliah, pernah sok-sokan &#8216;nyepeda&#8217; juga ke kampus. Pakai sepeda <strong>Federal </strong>(hihi.. apa kabar ya itu sepeda?). Indah sekali lho, berangkat jam 6 pagi, melewati jalan setapak dipinggiran Selokan Mataram. Sambil bersenandung, menyapa hangatnya mentari *<em>halah</em>*. Hingga kemudian malapetaka itu datang, ketika jam 11 siang saya pulang dari kampus menuju ke kos lewat jalan yang sama. Kok rasanya beda ya?? Hahahaha. Puanass, hauss, dan berasa nggak sampai-sampai! Boro2 menyapa mentari, yang ada kayanya itu mentari yang menyapa saya dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Huahahahhaa&#8230; emang enak siang2 sepedaann?????</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Alhasil, program bersepeda ke kampus pun hanya berlangsung 1 hari saja. <em>Enough</em>. Kembali lagi ke sepeda motor.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya nggak tau sampai sejauh mana program &#8216;kembali bersepeda&#8217; ini akan berhasil. Saya pribadi sih mendukung2 aja. <strong>Karena niatnya kan baik</strong>. Ingin mengurangi polusi yang nantinya (Insya Allah) membantu memperlambat efek pemanasa global juga. Sekalian juga, dengan niatan menghidupkan lagi suasana kesederhanaan khas Jogja yang sudah lama hilang. Apalagi pemerintah sepertinya juga sudah mempersiapkan program ini dengan baik, mulai dari <em>memberikan Asuransi bagi pengendara sepeda, menyusun jargon &#8216;gaul&#8217; untuk mematahkan mitos negatif bersepeda, hingga pemilihan &#8216;pesepeda Idol&#8217;!</em> Nggak usah tanya, nggak usah protes, saya juga cuman mengutip dari situs resminya kok (silakan liat di <strong>ww.sewgosegawe.jogja.go.id</strong>). Apalagi saya kok lebih senang apabila di jalan bertemu dengan komunitas pesepeda yang terkesan sederhana dan bersahabat, daripada bertemu dengan komunitas motor (terutama motor2 besar) yang lebih suka bikin macet jalan lengkap dengan aura ke-aroganan mereka itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>Jadi, Mas Ganteng mau dong ikutan naik sepeda ke tempat kerja, ke gym, ke mal dll?</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mmmm&#8230; mmmmmmm&#8230;&#8230;. mmmmmmmmmmmmmmmmmmm.. gimana yaa.. gini aja deh. Kalau para petinggi-petinggi pemerintah itu sudah bersepeda juga, kalau DPR sibuk menganggarkan sepeda dinas daripada mobil dinas, kalau jalur khusus pengendara sepeda bener-bener udah berfungsi baik, kalau udah nggak musim penghujan, kalau suhu di musim kemarau nggak panas2 amat, dan -<em>ini yang penting</em>, kalau ada yang ngeboncengin, maka saya akan bilang : YA. SAYA MAU.</p>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHAHA..</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=604&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">segosegawe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raindrops Keep Falling On My Head</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 19:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan &#8216;menghangatnya&#8217; suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=599&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan &#8216;menghangatnya&#8217; suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu akan diganti dengan keluh kesah yang lain, mulai dari atap bocor, listrik yang tiba-tiba padam ditengah kejaran deadline, dan masih banyak lainnya. Namanya juga manusia ya. Dikasih panas, ribut. Dikasih ujan, ga bikin diem juga. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain menyambut datangnya musim penghujan dengan menyiapkan<strong> Jas Hujan </strong>dan <strong>Payung Lipat</strong> yang bisa masuk ke tas laptop (hihi), saya baru-baru ini juga sedang menyiapkan lagu-lagu bertema hujan yang bisa saya senandungkan ketika kelak saya kehujanan. Agak gak penting mungkin kedengarannya. Tapi jangan salah! Saat-saat dimana kita kehujanan, adalah saat-saat dimana keadaan jiwa dan raga ini <em>*edannn*</em> sungguh tersiksa. Sehingga salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangkitkan semangat diri sendiri, membuat nyaman diri sendiri, ya salah satu caranya adalah dengan bernyanyi. Ini kalau saya, karena emang hobinya nyanyi. Kalau saya hobi puisi, mungkin saya juga akan mengarang sebuah puisi. Tapi kok terlalu dramatis ya, ditengah hujan kok malah baca puisi?? Mending nyanyi deh kayanya. Asal ga pake joget2 aja. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja saya juga nggak akan menyanyikan <strong>November Rain</strong>-nya <strong>Guns&#8217;n Roses</strong> karena suara saya nggak semelengking <strong>Axl Rose</strong>. Apalagi menyanyikan lagu <strong>Through The Rain</strong>-nya <strong>Mariah Carey</strong>, karena saya nggak mau orang2 disebelah saya memandang sebal karena suara saya yang dimirip-miripin suaranya mbak Mimi yang meliuk2nya suka over itu. Atau menyanyikan lagu <strong>Singing In The Rain</strong>-nya <strong>Jamie Cullum</strong>, karena saya cuman hafal bagian</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>I&#8217;m singing in the rain.. I&#8217;m, singing in the rain..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan saya akhirnya jatuh pada <strong>Rhythm of The Rain</strong>-nya <strong>Dan Fogelberg</strong> atau <span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=lHPm0hsSNFo"><strong>Raindrops Keep Falling On My Head</strong></a></span></span>-nya <strong>BJ Thomas</strong>. Sama jadulnya, memang. Ya, usia emang tidak bisa menipu. Tapi karena saya butuh lagu dengan lirik yang membangkitkan semangat dikala hujan, saya lebih memilih lagu yang terakhir, karena lagu yang pertama ternyata bercerita tentangn patah hati! Walah! Udah kehujanan, nyanyinya lagu tentang patah hati? Sedih bener hidup..</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Raindrops are falling on my head<br />
and just like the guy who&#8217;s feet are too big for his bed,<br />
nothing seems to fit<br />
those,raindrops are falling on my head,they keep falling</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>so I just did me some talking to the sun,<br />
and I said I didn&#8217;t like the way he got things done,<br />
sleeping on the job<br />
those, raindrops are falling on my head they keep falling</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>But there&#8217;s one thing, I know<br />
<strong> the blues they sent to greet me won&#8217;t defeat me.<br />
It won&#8217;t be long &#8217;till happiness steps up to greet me</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>Raindrops keep falling on my head<br />
but that doesn&#8217;t mean my eyes will soon be turning red.<br />
Crying&#8217;s not for me, cause<br />
<strong> I&#8217;m never gonna stop the rain by complaining</strong><br />
because I&#8217;m free.. nothing&#8217;s worrying me ..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Becaus it is true</em>. <strong>Burt Bacharach</strong> bikin lagu ini sepertinya tidak murni menceritakan tentang Hujan. Tapi tentang hidup secara keseluruhan. Hujan biarlah hujan. Dengan menggerutu, memaki-maki ataupun marah-marah, nggak akan bisa membuat hujan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah berhenti berjalan dan kemudian menghindarinya dengan cara berteduh dengan resiko telat sampai tujuan misalnya, atau berjalan terus dan menikmati &#8216;karunia&#8217; ini walau dengan resiko akan terkena penyakit, misalnya. Sama seperti hidup kok. Banyak pilihan-pilihan. Tinggal dipilih aja. Tapi setelah memilih, jangan komplain. Semua pilihan pasti ada konsekuensinya.</p>
<p style="text-align:justify;">So, <em>next time </em>situ ngeliat sini sedang kehujanan, situ tau lah sini sedang bersenandung lagu apa.. Hihihi.</p>
Posted in Tentang Lagu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=599&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Time After Time</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 18:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Waktu. Terasa berjalan cepat atau lambat, memang tergantung dari kita yang menjalaninya. Bisa terasa cepat, bisa juga terasa lambat jalannya, bahkan bisa juga ada suatu titik dimana malah kita merasa bahwa waktu terasa berhenti berjalan. Mandeg. Stand still. Nggak kemana-mana. Tentu saja balik lagi ke yang namanya perasaan kita. Mau bagaimanapun, selama belum kiamat, ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=591&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Waktu. Terasa berjalan cepat atau lambat, memang tergantung dari kita yang menjalaninya. Bisa terasa cepat, bisa juga terasa lambat jalannya, bahkan bisa juga ada suatu titik dimana malah kita merasa bahwa waktu terasa berhenti berjalan. <em>Mandeg</em>. <em>Stand still</em>. Nggak kemana-mana. Tentu saja balik lagi ke yang namanya perasaan kita. Mau bagaimanapun, selama belum kiamat, ya waktu itu pasti berjalan terus, nggak akan berhenti. Dan sudah pasti. Mulai dari malam ke pagi, pagi ke siang, siang berganti sore, sore kembali lagi ke malam. Begitu seterusnya. Nggak akan ada yang namanya pagi mendahului malam atau siang berganti malam. Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wah, sebuah alinea pembuka yang cukup berat untuk sebuah tulisan blog ya. Hehehe. Padahal intinya sih saya cuma pengen cerita, kalau kita mau sekali-kali melihat ke belakang lagi, kita akan ngerasa kalau waktu itu seperti berjalan begitu cepat. <strong>SEPERTI</strong>. Mungkin karena kita selama ini begitu sibuknya menjalani hari dengan apapun, <em>mostly</em> mungkin pekerjaan, sehingga kita jarang sekali melihat lagi apa saja yang sudah kita lakukan dan kita dapatkan hingga saat ini. Dengan kerjaan yang seabreg2, dengan padatnya kegiatan yang segudang, yang ada kita menjalani waktu dengan yaaa, begitulah.. sekedar menjalani saja. <em>The next thing we know</em>, tau2 kita udah ada di sini. Di tempat kita sekarang ini.  Di tempat Anda membaca tulisan ini. Di usia Anda tahun ini. Detik ini. Udah kemana aja kita sebelum ini? Udah ngapain aja kita hingga akhirnya ‘terdampar&#8217; disini?<span id="more-591"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sore ini saya dapat SMS berisi pesan sepert ini:</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>Kalau aku manggil Om Andre, berarti sekarang Om udah jadi Eyang.  Kenalin cucu baru Eyang Andre, namanya Raka Al-Fatih. Hari ini pas umurnya 2 bulan..</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pengirmnya adalah <strong>Riang</strong>, teman saya satu kos dulu. Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, dimanapun saya kos, saya seperti ditakdirkan untuk menjadi penghuni yang tertua dari sisi usia. Kalau dari sisi muka dan penampilan, saya optimis ada adik2 dibawah saya  terlihat lebih tua dari saya. Hehehehe. Makanya 2 kali berganti kos, panggilan <strong>‘Om&#8217; </strong>tidak pernah lepas, dan spertinya tidak akan pernah lepas. Dan sekarang, ‘keponakan-keponakan&#8217; saya satu persatu sudah menikah dan bahkan seperti Riang ini, sudah memiliki anak. <em><strong>Then suddenly, I became a Grandpa!</strong> </em>Dari Om berubah menjadi Eyang! MENYEBALKAN! Kebayang kalau besok saya ketemu Riang dan anaknya, Riang akan tetap memanggil saya dengan panggilan ‘Om Andre&#8217; dan dia akan memperkenalkan saya ke anaknya dengan panggilan ‘Eyang Andre&#8217;. Owhhh&#8230; Cuma sekedar panggilan sih. Tapi kok dengernya bikin sebel. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, waktu. Waktu bisa terasa berjalan cepat sekali. Sehingga kadang yang namanya angka, jadi bisa tidak berarti dan menerangkan apapun. Setahun bisa berarti sebentar,bisa juga terasa lama. 1 jam pun bisa terasa demikian. Kurang dari sebulan yang lalu, saya menghadiri acara Reuni SMA saya, untuk angkatan 98 yang sudah berusia 10 tahun. Seperti yang pernah saya tulis juga, angka 10 tahun itu sepertinya sebuah rentang waktu yang cukup lama ya. Cukup lama untuk melakukan sesuatu, meraih sesuatu, menghasilkan sesuatu, bahkan termasuk untuk merubah sesuatu. Atau seseorang. Tapi ternyata pemikiran itu tidak sepenuhnya benar. 10 tahun ternyata tidak terlalu lama. Paling tidak, berkumpul kembali dengan teman-teman SMA, tidak banyak perubahan yang besar terjadi pada mereka. Masih seperti ketika berkumpul 10 tahun yang lalu. Masih seru, masih gila. Paling-paling, perubahan terjadi pada sisi fisik saja. Hampir semuanya bertambah gemuk, karena memang sudah hukum alam kalau pada usia tertentu (<em>let&#8217;s say </em>selepas SMA, lah) pertumbuhan tinggi tidak akan berlanjut lagi. Hehehe. Dan tentu pada perubahan status. Ada yang sudah menggandeng suami dan anaknya ke acara reuni, entah dia membayar iurannya dobel juga atau tidak. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi intinya tetap sama, 10 tahun ternyata bisa jadi juga tidak ‘selama&#8217; yang kita bayangkan juga. Mungkin jika dilihat dari sisi <em>achievement</em>. <strong>Kesuksesan bisa menjadi relatif sekali.</strong> Pada tahap atau kondisi bagaimana seseorang bisa dianggap ‘sukses&#8217;? Ada yang menjadi pengusaha di luar negeri, bisa dibilang sukses. Ada yang menjadi Calon Legislatif, itu bisa juga dibilang sebuah kesuksesan walau masih sebatas calon. Hehehe. Ada yang menjadi ibu rumah tangga, itu pun bisa dibilang sukses dalam hal jodoh, misalnya. Ini mungkin kalau dilihat oleh saya yang masih belum sukses dalam urusan jodoh. Ada juga yang menjadi penulis blog,itupun bisa dibilang sebuah kesukesan karena nggak semua orang bisa menulis blog, misalnya. Relatif sekali jadinya,bukan?</p>
<p><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg"><img class="size-medium wp-image-596" title="dsc00354edit1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg?w=300&#038;h=268" alt="&quot;..sini, foto dulu sama Om Alumnus..&quot;" width="300" height="268" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi satu yang pasti, dalam rentang waktu 10 tahun itu, umur kita bertambah 10 juga.  Dulu masih belasan tahun, sekarang sudah masuk dalam hitungan puluhan. Dulu masih menjelang angka 20,sekrang sudah hampir masuk ke kepala 3. Kalau udah gini, baru lah ngerasa kalau waktu itu jadi berjalan cepat sekali. Tau-tau, umur udah segini aja. Udah nggak inget lagi apa aja yang kita lakukan dan kita dapatkan ketika ada di umur 19, 21, 25 bahkan usia kita setahun yang lalu juga udah lewat begitu saja. Jangan-jangan kita bener-bener udah menjalani hari dan menjalani waktu memang sekedar menjalani saja, tanpa benar-benar menikmati every single time? Jadi waktu yang terlewat, ya hanya terlewat begitu saja, sama seperti kita nggak pernah sadar, menikmati dan mensyukuri nafas kita, saking sudah terbiasanya? Makanya Oprah sering banget koar-koar bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>&#8220;Breath Conciously!&#8221;.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bernafaslah dengan sadar bahwa kita sedang bernafas. Dari situ kita akan sadar kalau kita ini hidup. Ada di waktu yang sekarang yang harus disadari, disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bukan kemarin, bukan juga di masa depan. Tapi sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Every tick of the clock takes away something. </em></strong>Setiap detik yang berlalu itu, pasti akan membawa pergi sesuatu dari diri kita. Dari kehidupan kita. Sesuatu itu bisa apapun. Termasuk waktu yang nggak akan bisa kembali lagi. Jadi memang bukan waktunya lagi terlalu membahas 10 tahun yang lalu apalagi menyesalinya <em>and then feel bad about it.</em> Itu udah berlalu, dan sudah menjadi sejarah hidup kita. Sekarang waktunya kita membuat history hidup kita lagi untuk, <em>let&#8217;s say for another 10 years</em>. 10 tahun berikutnya. Walaupun nggak ada yang menjamin kita masih hidup di tahun 2018 besok itu. Tapi paling enggak, dengan menjalani waktu kita hari ini dengan sebaik-baiknya, kita sudah membuat sejarah yang di kehidupan kita sendiri, yang akan kita kenang lagi 10 tahun yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya saya semakin mengerti, kenapa Nabi Muhammad SAW pernah bilang, kalau ada orang yang nasib atau keadaannya sama dengan nasib atau keadaannya di waktu lalu, maka dia termasuk orang yang rugi. Karena memang begitu berharganya, yang namanya waktu itu.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=591&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00354edit1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Berencana</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 03:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Entahlah, pertanda apa ini. Tapi diantara puluhan SMS yang mengucapkan Selamat Idul Fitri dan  meminta maaf lahir dan batin yang saya terima, terseliplah satu SMS yang datang pada hari Jumat jam 3 sore lebih 45 menit berbunyi seperti ini :

Pengelola &#38; Pelaksana Prog KB mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir batin. Terimakasih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=585&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entahlah, pertanda apa ini. Tapi diantara puluhan SMS yang mengucapkan Selamat Idul Fitri dan  meminta maaf lahir dan batin yang saya terima, terseliplah satu SMS yang datang pada hari Jumat jam 3 sore lebih 45 menit berbunyi seperti ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>P</em><em>engelola &amp; Pelaksana Prog KB mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir batin. Terimakasih atas dukungan utk Prog KB. Kepala BKKBN Dr Sugiri Syarief MPA&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sungguh saya terheran-heran karenanya. Sejak kapan saya ikut menyatakan dukungan saya terhadap Program Keluarga Berencana?? Kenal sama orang BKKBN aja engga. Ngemsi acara mereka juga belom pernah. Bukannya saya nggak mendukung program KB ya, tapi .. duh, berkeluarga aja belom! Tapi mungkin ini semacam pertanda ya, kalau saya sudah saatnya MERENCANAKAN KELUARGA dan baru kemudian mendukung program KELUARGA BERENCANA!</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehehe&#8230;</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=585&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 02:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira, ungkapan apa ya yang sering sekali muncul ketika kita ber-silaturahmi, saling mengunjungi di hari Lebaran selain &#8220;Selamat Idul Fitri&#8221; atau &#8220;Mohon Maaf Lahir Batin&#8221;? Kalau dari pengalaman saya sih, kalimat yang menempati posisi dibawah kedua ungkapan tersebut *edaann.. kaya apaan aja* adalah :


Aduh, kok repot-repot..?&#8221;


Atau


&#8220;Wah, nggak usah repot-repot!&#8221;


Bayangin, hampir semua orang yang datang berkujnung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=581&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kira-kira, ungkapan apa ya yang sering sekali muncul ketika kita ber-silaturahmi, saling mengunjungi di hari Lebaran selain <em>&#8220;Selamat Idul Fitri&#8221;</em> atau <em>&#8220;Mohon Maaf Lahir Batin&#8221;</em>? Kalau dari pengalaman saya sih, kalimat yang menempati posisi dibawah kedua ungkapan tersebut <em>*edaann.. kaya apaan aja* </em>adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Aduh, kok repot-repot..?&#8221;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Atau</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Wah, nggak usah repot-repot!&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bayangin, hampir semua orang yang datang berkujnung ke rumah kita (at least, rumah saya, lah!) selalu berbasa-basi dengan bilang <em>&#8220;Aduh, udah nggak usah repot-repot&#8230;&#8221;</em> ini setiap kali kita sebagai tuan rumah memberikan suguhan makanan atau minuman kepada mereka. Begitu juga sebaliknya. Ketika kita berkunjung ke suatu tempat. Kita kok ya juga ikut-ikutan latah berbasa-basi berkata demikian.  Kayanya jadi ekspresi atau ungkapan yang standar banget ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya iya sih, reaksi  orang yang masih waras memang wajarnya emang gitu. Kalo ada orang yang memberikan suguhan kepada kita ketika kita bertamu, selain pilihan bilang, <em>&#8220;Terima Kasih..&#8221;</em>, ya bilang<em> &#8220;Udah lho.. nggak usah repot-repot&#8221;</em>. Dan sang Tuan rumah yang (sepertinya) tidak merasa direpotkan itupun akan menjawab dengan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Ah enggak apa-apa. Setahun sekali&#8230;.&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Agak membingungkan juga sebenarnya. <span id="more-581"></span>Apakah itu berarti  tidak menjadi masalah kalau kita merepotkan mereka setahun sekali? Dan akan menjadi &#8216;merepotkan&#8217; kalau kita berkunjungnya lebih dari sekali dalam setahun?? Hehehehe. Tentu saja nggak begitu, maksudnya. Pastinya yang dimaksud adalah, Lebaran adalah moment setahun sekali yang sangat berbeda <em>treatment</em>-nya atau perlakuannya. Jadi wajar kalau para tamu akan di perlakukan dengan spesial pula, sama spesialnya dengan persiapan-persiapan sang Tuan rumah untuk menyambut perayaan Lebaran ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngomong-ngomong soal perlakuan khusus dan spesial Lebaran, terus terang saya sangat kagum sekali dengan tradisi <strong>Mudik</strong> di negeri ini. Nggak ada yang bisa menandingi semangat orang-orang untuk bisa berlebaran di kampung halaman, bagaimanapun caranya, berapapun biayanya. Hayuk aja, dijalaniin. Mau lewat darat, laut, udara, bahkan mungkin kalau bisa lewat luar angkasa pun, mungkin dilakonin. SMS, Telpon apalagi kartu lebaran, udah nggak bisa menahan kekuatan hati untuk bertemu muka untuk sekedar meminta maaf. Ada yang kurang rasanya ketika bilang, <em>&#8220;Maafin gue lahir batin ya&#8221;</em>, tapi tanpa jabatan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah. Makanya, walaupun macet di jalan sampai bisa sampai puluhan kilometer. Walau badan kegencet kanan-kiri-atas-bawah di kereta api, walau harus merogoh isi dompet sampai  tinggal bersisa SIM dan KTP doang didalamnya, <strong>nggak masalah!</strong> Mudik bukan lagi <strong><em>&#8220;kalau bisa mudik, ya mudik. Kalo nggak bisa ya nggak apa-apa&#8221;</em></strong> lagi. Tapi sudah menjadi,<em><strong> &#8220;Kalau nggak bisa mudik, ya dibisa-bisain!&#8221;</strong></em>. Luar biasa memang. Melihat semangat mereka yang pantang menyerah. Melihat bekal yang mereka bawa untuk oleh-oleh saudara-saudara mereka di kampung halaman, bener-bener bikin terharu dan bahkan bikin geleng-geleng kepala.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<h3 style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Setahun sekali. Nggak apa-apa&#8221;.</em></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Memang nggak apa-apa. Toh tradisi bersilaturahmi dan mudik ini adalah sebuah <em>gesture</em> yang baik. Berkumpul dengan keluarga, kembali ke kampung halaman,  bagaimanapun juga membuat kita sejenak ingat darimana kita berasal. Membuat kita tetap menjejak ke tanah. Bahwa hidup itu sebenarnya harus dijalani dengan sederhana. Dan kita harus bersyukur, ditengah <strong><em>&#8216;ketidak-sederhanaan&#8217;</em></strong> hidup yang kita jalani sehari-hari di tempat kita merantau ini, kita masih diijinkan untuk sedikit menghela nafas, mencoba untuk tetap ‘normal&#8217; sejenak, lewat tradisi pulang kampung setahun sekali ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan dengan hiruk-pikuk dan gegap-gempita Mudik Lebaran yang kita jalanin ini nggak akan membuat kita lupa, kalau kita sebenernya masih punya tugas untuk <strong>&#8220;Mudik&#8221; </strong>ke suatu tempat &#8216;disana&#8217; yang entah kapan akan datangnya. Cuman yang Diatas yang tau. Dan itu terjadinya bukan setahun sekali,tapi seumur hidup sekali! Mudah-mudahan aja, ketika saat itu datang, kita udah bisa ‘mudik&#8217; dengan tenang, karena kita sudah menyelesaikan segala tugas-tugas kita didunia, dan sudah menyiapkan bekal ibadah dan kebaikan yang lebih dari cukup (dan  mau ber-repot-repot untuk mengumpulkannya), sehingga kita bisa sampai dengan selamat di kampung halaman-Nya. Amin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dear friends, mengutip lirik lagu <strong>HUMAN</strong>-nya <strong>Jon Mclaughlin</strong>,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>..after all, we&#8217;re only human, always fighting what we&#8217;re feeling, hurt instead of healing..</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">selaku <em>editor in chief</em> blog ini (hehehe), ijinin saya ngucapin Selamat Idul Fitri 1429 Hijriah ya. Mohon maaf atas segala kesalahan, dan terima kasih untuk segala kebaikan. S<em>end my warmest regards to your family and friends</em> di kampung <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=581&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(not so hot) HOTLINE</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 23:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[
Sumpah! Keganggu sekali rasanya ngeliat tulisan di spanduk berwarna dasar kuning buluk di perempatan Jalan Kaliurang ini. Rasanya tangan udah gatel banget pengen nurunin spanduk itu, dan menggantinya dengan tulisan yang lebih benar, versi saya tentu saja. Karena kalau menurut saya, hanya gara-gara salah satu tanda baca, bisa merusak keseluruhan maksud pengumuman itu. Coba perhatiin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=576&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-575" title="dscn0037" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg?w=321&#038;h=190" alt="" width="321" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah! Keganggu sekali rasanya ngeliat tulisan di spanduk berwarna dasar kuning buluk di perempatan Jalan Kaliurang ini. Rasanya tangan udah gatel banget pengen nurunin spanduk itu, dan menggantinya dengan tulisan yang lebih benar, versi saya tentu saja. Karena kalau menurut saya, hanya gara-gara salah satu tanda baca, bisa merusak keseluruhan maksud pengumuman itu. Coba perhatiin, deh.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;"><strong> ‘ANDA DIRUGIKAN POLISI ! TELP (0274) 4463410&#8242;</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sepertinya sih, yang dimaksudkan dalam pengumuman itu adalah, jika Anda (kita) dirugikan polisi, sebaiknya melaporkannya ke nomer yang telah disediakan/tercantum itu. Dan untuk itu, kalau yang dimaksud memang demikian, tanda baca yang dipakai seharusnya adalah tanda tanya (?), kan? Menanyakan, apakah kita merasa dirugikan oleh polisi? Jadi seharusnya tulisannya adalah begini :</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong> ‘ANDA DIRUGIKAN POLISI?</strong><strong><strong> TELP (0274) 4463410&#8242;</strong></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Soalnya kalau pakai tanda seru (!), berarti tulisan itu menegaskan, kalau kita SUDAH dirugikan polisi. Pasti dirugikan polisi. Aduh gimana ya menjelaskannya. Coba<span id="more-576"></span> tolong dibaca dan dicermati sendiri, lah! Hehehe. Ngerti kan maksud saya? Tau kan bedanya?  Makanya, saya yang pada dasarnya emang rada2 freak sama masalah tata bahasa *<em>walah</em>*, ngerasa keganggu sekali setiap kali ngeliat tulisan yang  terpampang segede-gede gaban itu. Apalagi, tiap berangkat kantor, pasti lewatnya ya jalan ini juga. Jadinya ya ngeliat terus. Pengen sih sekali-kali  mencoba untuk memalingkan muka setiap melewati  jalan ini. Tapi kok agak berbahaya rasanya, mengendarai kendaraan kok sambil memalingkan muka. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ‘kegatelan’ saya tentang tulisan di spanduk itu, biarlah sampai tahap di blog ini saja. Memprotesnya langsung ke pihak kepolisian, sepertinya hanya akan menambah daftar ke’kurang-kerjaan’ saya saja. Karena sebenarnya ada hal lain yang membuat saya lebih ‘gatel’ lagi. Masih ada hubungannya dengan nomor-nomor pengaduan seperti ini, sih. Tau kan, kemarin-kemarin ini sempat heboh banget tentang yang namanya nomer-nomer telepon  yang menampung pengaduan-pengaduan dari masyarakat. Semacam <strong><em>hotline </em></strong>begitu, lah. Biar masyarakat bisa langsung menyalurkan uneg-uneg mereka, ceritanya. Mulai dari Presiden SBY sampai Kepolisian sempat membuka jalur hotline seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Efektifkah?<br />
Nggak tau juga.  Nggak ada kabarnya sampai sekarang. Apakah pengaduan-pengaduan itu ditindaklanjuti atau enggak. Atau mungkin saya aja yang nggak tahu. Tapi mari kita lihat satu contoh nyata dari hal ini. Menurut harian <strong>Kedaulatan Rakyat </strong>yang saya baca beberapa hari  lalu, <strong>Badan Pengawasan Daerah </strong>(Bawasda) <strong>Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta</strong> pernah membuka hotline yang menerima pengaduan dari masyarakat, jikalau masyarakat menemukan dugaan penyelewengan  keuangan negara yang mengarah ke tindak pidana korupsi. Selama 8 bulan dibuka, masuklah 25 laporan dari masyarakat, <em>and you know what</em>,  20 diantaranya adalah laporan yang terkait perilaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu kasus selingkuh! IYA! Bukan laporan tentang korupsi, tapi malah perselingkuhan yang melibatkan PNS di lingkungan Pemprov DIY. Dan setelah diselidiki, dari 20 aduan itu, SEMUANYA TERBUKTI!</p>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHAHAHAHA&#8230;<br />
Edan, lah pokoknya. Pantesan aja kasus korupsi banyak yang nggak ketauan. Kasus selingkuh ‘mulu yang dilaporin! Aneh sekali negara ini&#8230;.<br />
<a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg"><br />
</a></p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=576&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0037</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Postcard From Heaven</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari terakhir ini entah kenapa jiwa jadul saya sedang menggelora dengan hebatnya..hahaha. Maksudnya, dalam hal pemilihan lagu-lagu untuk disenandungkan. 2 hari yang lalu saya lagi seneng-senengnya menyenandungkan lagu &#8220;Aku Cinta Dia&#8221;-nya Chrisye.

&#8230;. huuu waa uuu&#8230; aaa iii ya iii yuu waaa.. a aaa&#8230; Hati yang berbung, pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah, aku cinta.. aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=567&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari-hari terakhir ini entah kenapa jiwa jadul saya sedang menggelora dengan hebatnya..hahaha. Maksudnya, dalam hal pemilihan lagu-lagu untuk disenandungkan. 2 hari yang lalu saya lagi seneng-senengnya menyenandungkan lagu <strong>&#8220;Aku Cinta Dia&#8221;</strong>-nya Chrisye.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. huuu waa uuu&#8230; aaa iii ya iii yuu waaa.. a aaa&#8230; Hati yang berbung, pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah, aku cinta.. aku cinta diaaa&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yuuk. Lengkap dengan geleng-gelang kepala dengan gerakan maksimalnya. Dan ajaibnya, ketika saya <em>share</em> lagu itu dengan teman saya yang dari segi usia lebih dari oldies dari saya yaitu <strong>Oom Gat</strong> *pisss!!*, dia juga bilang kalau hari itu dia sedang menyenandungkan lagu yang sama! <strong><em>Jinx</em></strong>! Kebetulan yang mengerikan. Hari berikutnya, gantian saya goyang-goyang kepala dan kaki *<em>ugh, lebay!</em>* mendendangkan lagu <strong>&#8220;Surat</strong> <strong>Cinta&#8221;</strong>-nya Tante Vina Panduwinata.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Hari ini ku gembira&#8230; Melangkah di udara.. Pak Pos membawa berita, dari yang kudamba&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kalau lagu yang pertama tadi, sepertinya itu murni karena faktor kebetulan aja, denger lagu itu di acara <strong>Indonesia Siesta</strong>, dan kemudian satu kantor ikut bernyanyi semua! Jadinya, keinget terus sampai sekarang. Lagunya seru banget ternyata. Coba dengerin sendiri, deh. Rasanya dunia ini menjadi riang gembira karenanya *<em>makin lebay</em>*. Hehehehe.  Nah, kalau kasus lagunya Tante Vina itu lain lagi temanya. Ini gara-garanya kemarin ada pak Pos yang mengirimkan sebuah Postcard untuk saya. Bukan dia yang mengirimkan, sih.. tapi dia hanya menyampaikannya ke saya. Hehehe.<span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>One unexpected postcard</em>, tepatnya. Pertama, karena kaget aja ngeliat ada selember postcard nongol diantara tumpukan kiriman CD-CD sampel dari label dan sejuta Juklak Program dari Jakarta. Kedua, karena emang ga nyangka aja hari gini ada yang punya ide cemerlang untuk mengirmkan sebuah postcard. Bahkan saya malah baru tau kalo teknologi Postcard  ini masih ada. Hehehehe. Postcard itu bergambar sebuah tempat bernama<strong> Blarney Castle</strong> di Irlandia. Jadi saya menebak, kartu itu dikirimkan dari sana juga. Wah, perasaan saya nggak punya kenalan yang transmigrasi kesana. Hehehe. Makin bikin saya deg-degan lagi, postcard itu ditujukan untuk : <em>&#8220;Mas Deka (Yg Punya Blog Sanggarcerita)&#8221;</em>! Ok, apa2an ini&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg"><img class="size-medium wp-image-568 aligncenter" title="the-postcard-002" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg?w=247&#038;h=186" alt="" width="247" height="186" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang bikin semakin saya melambung di udara seperti lagu itu, adalah isi dari Postcard itu sendiri.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Hi, kalo inget Blarney Castle, jadi inget blog Sanggarcerita. Soalnya tanpa kissing the stone pun ceritanya udah rame. Gimana ya kalo yang nulis juga sempet ke Blarney Castle, yang dipercay sama politikus sekelas Winston Churchill bisa meningkatkan kemampuan berbicara &amp; berdiplomasi *halah*. Niwei, I really enjoying your blog. Especially di hari-hari dimana tingkat kekangenan pada kelucuan dan ke-Jogja-an sangat tinggi. Sering-sering di update ya blognya. Please? Hehehe..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Owhh.. tanpa ada keterangan nama siapa yang mengirimkannya. Makin penasaranl, lah saya jadinya. Siapa ya? Hayo ngaku! Hehehe. Tapi gapapa, biarlah. <em>Let it be an anonymous one</em>. Biar makin seru sensasi penasarannya. Hahaha. <em>But whoever you are, thanks for the postcard ya! Really made my day. </em>Atau seperti Tante Vina bilang, membuat sayamelangkah di udaraa.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=567&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">the-postcard-002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 13:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Diantara puluhan, bahkan mungkin ratusan program-program Ramadhan yang ada di TV, cuma ada 1 program yang menarik perhatian saya. Bukan program lawak yang ‘cuwawakan&#8217; tidak jelas itu, tapi sebuah acara talkshow sederhana yang ditayangkan di METRO TV setiap hari menjelang berbuka puasa. Biasanya sih, TVRI Jogja yang paling favorit untuk ditonton setiap kali menjelang waktu-waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=561&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Diantara puluhan, bahkan mungkin ratusan program-program Ramadhan yang ada di TV, cuma ada 1 program yang menarik perhatian saya. Bukan program lawak yang ‘cuwawakan&#8217; tidak jelas itu, tapi sebuah acara talkshow sederhana yang ditayangkan di <strong>METRO TV</strong> setiap hari menjelang berbuka puasa. Biasanya sih, TVRI Jogja yang paling favorit untuk ditonton setiap kali menjelang waktu-waktu buka puasa begini.  Yang dinanti amatlah jelas : <strong>Adzan Maghrib</strong>! Hehehe. Abis itu, ya udah. TV nya dimatiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara  yang saya maksudkan diatas itu berjudul  <strong>ENSIKLOPEDI ISLAM.</strong> Digawangi oleh <strong>Shahnaz Haque</strong> <em>*uedann&#8230; digawangi!*</em> , dan dipandu oleh <strong>Ustadz Abu Shangkan</strong> sebagai narasumbernya. Jadi selama bulan puasa ini, diterangkan point-by point (abjad per abjad)  tentang bagaimana caranya kita bisa melaksanakan ibadah Shalat dengan benar. Intinya adalah bagimana menemukan ‘kekhusyukan&#8217; dalam setiap Shalat yang kita lakukan. Buat saya, tema ini bener2 wajib tonton. Gimana ya, jujur sejak mulai bisa Sholat jaman SD dulu sampai sekarang, kayanya saya belom pernah yang ngerasain sholat yang khusyuk.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, saya aja masih meraba-raba. Nggak ngerti<strong>. Khusyuk itu yang bagaimana sih?</strong> Ada yang bilang, khusyuk itu adalah identik dengan tenang, konsentrasi. Dimana kita merasa ketenangan yang luar biasa dan merasakan kehadiran Tuhan disebelah kita. Aduh, itu agak ribet ya! Kalau kita sholatnya di tempat yang tenang, mungkin masih bisa kita kebawa ikutan tenang juga. Tapi kalo kita sholatnya di tempat yang rada berisik ehm<em>, let&#8217;s say</em> di Musholla kantor yang tempatnya nempel sama ruang makan, ya rada-rada susah Bos! Mau diniatin kaya apapun, tetep aja suara kenceng rekan-rekan sekerja yang heboh ngegosipin pertikaian Dewi Persik VS Andi Soraya, jauh lebih menancap daripada bacaan Al-Fatihah! Hahaha. Gebleg.<span id="more-561"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yang <strong>kedua</strong>, selain saya sendiri masih <em>keep on searching</em> tentang yang namanya khusyuk ini, keadaan makin parah karena Sholat saya aja masih suka bolong-bolong. Kadang kalo kesiangan dan lupa Sholat Subuh, saya ngerasa sia-sia kalo siangnya saya melaksanakan Sholat Dhuhur, sorenya sholat Ashar dst. Ngerasa,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Aduh, ngapain juga? Tetep aja gue ga genep 5 waktu sholatnya&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi setiap kali ada bolong satu sholatnya, maka makin males buat sholat lainnya. Huahahaha. Sungguh dangkal sekali pemikiran ini. Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah merasa lebih baik. Maksudnya, masih suka bolong sih. Tapi sekarang walau misalnya Subuh kelewatan, saya tetap berusaha ‘menggenapkan&#8217; keempat yang lainnya. See, betapa saya sudah berkembang pemahaman agamanya *<em>at least I give myself a credit!</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, ketika nonton acara ENSIKLOPEDI ISLAM tentang Sholat ini, saya jadi seperti diingatkan lagi, tentang apa dan bagaimana Sholat itu. Dan saya makin tau, kalau Sholat itu nggak cuman kewajiban doang, tapi kalau mau dipelajarin bener-bener, artinya luar biasa sekali. Gimana ya, namanya juga waktu kita ‘ngobrol&#8217; sama Tuhan, jelas luar biasa toh? Tapi masalahnya ya itu tadi, susah-susah gampang mencari yang namanya khusyuk.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg"><img class="size-full wp-image-562 aligncenter" title="sholat" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg?w=112&#038;h=170" alt="" width="112" height="170" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pernah beberapa kali saya merasakan sholat yang benar-benar ‘kena&#8217; di hati. Hati merasa tenang, damai, bahkan -jujur nih, saya sampai pada tahap nangis Bombay ketika sholat. Saya merasa dekat dengan Tuhan saya. Saat itulah saya ngerasa, inilah tahap Kekhusyukan saya. <strong>Yes! </strong>Saya berhasil merasakan shalat yang khusyuk. Tapi alangkah bete-nya saya ketika di acara itu ada penelpon yang tanya, apakah menangis adalah tanda-tanda kita masuk pada fase kekhusyukan sholat, Ustadz Abu Shangkan dengan muka gantengnya itu menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Belum Cencu&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh,maaf. Itu Cinta Laura yang menjawab. Yang benar dia menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Belum tentu! Bisa jadi Anda menangis ketika sholat, karena ketika berdiri, duduk atau bersujud itu Anda teringat dengan dosa-dosa Anda yang menggunung? Jadi kemudian Anda menangis. Dan itu jelas beda dengan Khusyuk yang dimaksud dalam Al-Quran..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">IH!<br />
Bikin malu aja. Bikin saya malu sendiri, maksudnya. Karena kalau dipikir-pikir lagi, apa yang diucapkan oleh Ustadz itu benar sekali. Sering kita sholat ketika kita sedang dilanda kesusahan. Atau kesedihan, atau kemarahan. Terutama sekali kita sering sholat sehabis berbuat dosa. Disaat itulah kita merasa kita berdosa sekali, kemudian berdoa dan berusaha meminta ampun kepada yang Diatas, <em>and then we started to cry.</em> Saat itu (bisa jadi)kita merasa sedikit tenang. Dan dengan bodohnya merasa kalau kita sudah memasuki fase kekhusyukan. <em>That is sooo&#8230; not true</em>, <em>apparently</em> menangis ketika kita shalat, tidak serta merta berarti kita telah memasuki fase kekhusyukan sholat. Serba salah, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Duh, sungguh rumit sekali mencari kekhusyukan. Walau saya tau, khusyuk/tidaknya seseorang ketika sedang berdoa/sholat, hanya orang itu saja yang tahu. Tapi menurut saya, faktor lingkungan sekitar tetap memegang andil cukup besar untuk menciptakan ketenangan itu. Itulah kenapa sholat di malam hari itu luar biasa nikmatnya. <em><strong>Because it&#8217;s so quiet. And yet so personal</strong></em>. Hanya ada kita dengan Dia. Makanya saya kok suka kagum ya dengan artis-artis di infotainment, yang bisa-bisanya sholat dalam keadaan ada  <em>cameraman</em> lengkap dengan lightingnya, men-syut dia ketika sedang sholat. Kok bisa konsentrasi ya?? Apa jangan-jangan dia sedang berakting saja? *<em>usil mode : ON</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya apa-apa ya. Soalnya jadi ngebandingin dengan pengalaman saya aja. Sekitar 3 tahun lalu ketika sedang training di Jakarta, saya pernah menjadi Imam shalat Dhuhur, dan makmum saya waktu itu adalah <strong>Shahnaz Haque</strong> (oowh.. kok dia lagi ya. hehehe). Saya inget banget waktu itu ibu ini yang meminta saya untuk menjadi Imam. Wah, bisa dibayangin gimana deg-degannya saya meng-imam-i arteess! Langsung deh, bacaannya saya lambat-lambatin dan saya hiasi vibrasi dimana-mana. Biar  dikira jago ngaji. Padahal enggak juga! Yang jelas, sholat saya waktu itu tentu tidak khusyuk sama sekali!</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman lainnya, sekitar 3 tahun lalu juga, saya menghadiri <em>Press Conference</em> tentang keluarnya <strong>Sakti</strong> dari <strong>Sheila on 7</strong> yang cukup menghebohkan. Dulu. Waktu Sheila on 7 masih ngetop. Nah, ketika datang Sholat Maghrib, acara <em>break</em> sebentar untuk memberi kesempatan kami yang hadir untuk Sholat. Dan kebetulan sekali, saya yang wudhunya selesai duluan, lagi-lagi ditunjuk untuk menjadi Imam. Jelas ya, penunjukan ini diambil atas dasar saya selesai wudhu duluan. Bukan karena faktor umur apalagi faktor kefasihan dalam melafaskan ayat-ayat Al-Quran!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan disitulah, seumur-umur saya masuk infotainment dan merasakan tidak nyamannya di <em>shoot</em> ketika sedang sholat! Maklum, di belakang saya kan ada anak2 Sheila on 7 yang ikut sholat. Makanya  para orang2 infotainment itu pun berkerumun disekitar kami, dan mengambil gambar kami yang sedang berusaha keras konsetrasi untuk sholat lengkap dengan lightingnya yang luar biasa terang benderang dan bikin suhu disekitar kami menjadi amat sangat sumuk! Ugh! Sebel banget, boss! Saya kan sholatnya jadi jaim banget. Jangan sampai keliatan jelek di depan TV! Dan lebih penting lagi, jangan sampai muka gue ga keliatan ketika di shoot! Anjeerrrrr&#8230; sholat macam apa itu&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, sampai sekarang saya nggak pernah berhenti untuk mencapai yang namanya khusyuk dalam sholat. Soalnya kalo enggak, sayang juga sih 5 kali sehari kita meluangkan waktu cuman jungkir-balik doang, tanpa tau apa sebenarnya yang lakukan, apa maksud dan arti dari ucapan kita. Karena saya yakin, begitu kita tahu dan merasakan kalau beribadah itu indah dan menenangkan, saya pasti akan selalu menantikan setiap kali datangnya Adzan. Tanpa perlu merasa berat. Tanpa perlu menunda-nunda melakukannya. Insya Allah. Amin. Mudah-mudahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Doakan saya ya *<em>sambil jari kanan membentuk huruf ‘V&#8217;</em>*   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=561&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sholat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Memberi, Saat Menerima</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 05:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[De, di Pasuruan ada apa sih? Aku liat disini, bahasanya Perancis. Nggak ngerti.
Teman saya Gat yang sedang ada di Laos mengirimkan SMS tadi malam, dan saya dengan entengnya menjawab,

Waduh, gak tau juga ya. Lagi gak update. Nih malah lagi di Superindo belanja buat ngisi kulkas! hehehehe

sambil lanjut muter-muter ngambil-ngambil barang belanjaan. Tanpa beban. Tanpa rasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=555&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><strong><span style="color:#666699;"><em>De, di Pasuruan ada apa sih? Aku liat disini, bahasanya Perancis. Nggak ngerti.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Teman saya <strong>Gat </strong>yang sedang ada di Laos mengirimkan SMS tadi malam, dan saya dengan entengnya menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Waduh, gak tau juga ya. Lagi gak update. Nih malah lagi di Superindo belanja buat ngisi kulkas! hehehehe</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil lanjut muter-muter ngambil-ngambil barang belanjaan. Tanpa beban. Tanpa rasa penasaran, kira-kira apa yang terjadi disana ( Pasuruan, maksudnya). Ah, paling juga ribut-ribut antar kampung atau  apa, lah. <em>Nothing important</em>. Baru ketika paginya saya siaran Sahur dan mulai membuka-buka internet, baru sadar kalau ternyata <em>something really really bad just happened there</em>. <strong>21 orang meninggal dunia</strong>, <strong>16 luka-luka</strong> akibat terinjak-injak ketika ada pembagian Zakat dari seorang hartawan bernama H. Syaikon. Melihat <em>still picture</em> di <a href="http://foto.detik.com/readfoto/2008/09/15/164343/1006576/157/2/"><strong>Detik.com</strong></a> tentang kondisi disana, terus terang shock banget ngeliatnya. Nggak kebayang aja, di siang yang panas itu, 5000an orang yang <strong>KESEMUANYA ADALAH PEREMPUAN</strong>, berdesak-desakan demi sebuah uang zakat sebesar 30 ribu perak!</p>
<p style="text-align:justify;">Makin pedih lagi ketika melihat liputannya di TV. Lebih gawat lagi, karena gambar yang ditampilkan adalah keadaan nyata di lokasi kejadian. Edan! Gemetar ngeliatnya. Ribuan ibu-ibu benar-benar saling mendorong, dan masya Allah, diperlihatkan juga &#8211; walau gambarnya dibuat tersamar/blur, sesosok perempuan yang terlihat sudah tidak bernyawa diantara kaki-kaki yang ada diatasnya. MASYA ALLAH! Tuhan, apa-apaan ini? Ini bener-benter terjadi?? Bener-bener nggak siap. Sumpah, nggak siap banget diperlihatkan kenyataan sepedih itu, sepagi itu. Yang akhirnya membuat saya bertanya-tanya, <span id="more-555"></span></p>
<h3><strong>Negara kita memang sudah semiskin itu ya?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Nggak tau juga. Tapi jumlah orang miskin banyak, itu sudah pasti. Tapi demi 30 ribu perak ribuan orang mau berdesak-desakan, bahkan sampai mengorbankan jiwa orang lain segala? Buat beberapa orang, mungkin 30 ribu itu nggak seberapa untuk dibelanjain. Termasuk saya yang sangat beruntung sekali pada hari yang sama dengan entengnya mengambil menghabiskan hampir seratus ribu perak  cuman buat beli beberapa kotak Susu dan Juice! <em>Damn, how lucky I am! </em> Tapi bagi 5000an perempuan itu, <strong>30 ribu mungkin sama artinya dengan makan seminggu. Atau bahkan kurang dari itu</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Yang bikin saya makin &#8217;sakit&#8217; adalah melihat kenyataan bahwa mereka yang berdesak-desakan itu adalah para ibu-ibu. Ada yang sambil membawa anaknya yang masih balita, bahkan nggak sedikit yang sudah berusia senja. Sekuat tenaga mereka berpanas-panasan, berdesak-desakan. Yang saya yakin, kalau mereka berhasil mendapatkan uang yang tidak seberapa itu, pasti juga tidak untuk dimakan mereka sendiri. Untuk anaknya, untuk keluarganya&#8230;</p>
<h3><strong>Harus seperti itukah cara beramal?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Nggak tau, ya. Pemahaman agama saya mungkin terlalu dangkal untuk mengatakan bahwa si pemberi zakat itu sebagai pihak yang patut disalahkan atas kejadian ini. Disalahkan karena dia tidak menyiapkan segala sesuatunya untuk mencegah luapan massa yang berdesak-desakan menjadi tak terkendali. Padahal setiap tahun, kabarnya dia juga melakukan hal yang sama, membagi zakat dengan cara mengundang orang untuk datang kerumahnya. Karena setau saya, lebih mulia rasanya kalau kita sebagai yang memberikan zakat untuk MENDATANGI. Bukan DIDATANGI.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Agak sebel juga ketika liat seorang perempuan yang ternyata istri dari si pemberi zakat itu dengan muka datar merasa tidak bersalah, dengan mengatakan mereka <strong>tidak pernah mengundang massa hingga sebanyak itu untuk datang.</strong> Massa itu yang datang sendiri ke lokasi. Memang, hak semua orang sih untuk membela diri. Tapi gini deh, penyaluran BLT yang sudah melaui tahap pencatatan resmi aja pasti semrawut dan <em>out control</em> kok, lha ini yang ada pembagian zakat yang semua orang bisa datang!</p>
<h3><strong>Separah itu kah rasa tidak percaya kita terhadap Lembaga Zakat?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Saya jadi ingat, baru aja beberapa hari lalu saya ngobrol-ngobrol dengan teman saya Nona Iyan. Kebetulan kami sama-sama ikutan menjadi anggota tetap di sebuah lembaga zakat.</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Nona Iyan</strong> : Bo, lo udah ditelpon sama tempat zakat itu?<br />
<strong>Saya </strong>: Ditelpon?<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Dihubungin, maksudnya. Di SMS.<br />
<strong>Saya </strong>: Oh. Disuruh konfirmasi kalau udah transfer, maksudnya?<br />
<strong>Nona Iyan</strong> : Iya.<br />
<strong>Saya </strong>: Tiap bulan, lah. Kenapa?<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Kok lama-lama gue jadi tertekan ya.<br />
<strong>Saya </strong>: Tertekan gimana??<br />
<strong>Nona Iyan</strong> : Lama-lama mereka kok jadi kaya debt collector gitu ya..<br />
<strong>Saya </strong>: Huahahahhaha&#8230;<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Iya, lho. Kesannya nagih-in terus.<br />
<strong>Saya</strong> : Hahaha. Ya emang gitu kali. Tugasnya ngingetin.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Again, niat baik memang tidak cukup. Terus terang, saya juga sempat keganggu banget dengan kiriman SMS salah satu petugas mereka yang selalu mengingatkan supaya saya jangan lupa mengabarinya (berkonfirmasi) seusai saya mentransfer bantuan kesana. Sebel banget baca SMSnya. Kok kesannya saya ini bandel banget, sampai harus diingatkan berulang kali. Bahkan suatu kali, saking sebelnya terima SMS itu disaat saya sedang mumet karena kerjaan, saya langsung membalas,</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#666699;"><em>Mas, tanpa diminta pun, saya pasti akan konfirmasi kalau saya sudah mentransfer&#8230;</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Galak bener. Dan sejak itu, si Mas dari badan zakat itu tidak pernah mengirimkan SMS saya lagi. Gantian dia yang sebel sama saya, sepertinya. Hehehe. Dan kemudian saya yang ngerasa ga enak hati sama beliau. Intinya adalah, ya itu tadi. Niat baik kadang-kadang nggak sampai sesuai keinginan semula. <strong>Caranya.</strong> Sekali lagi, cara ikut menentukan sampai atau tidaknya sebuah niat.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ditambah lagi mungkin masih banyak orang yang tidak percaya dengan kredibilitas sebuah badan zakat dalam hal <strong>transparansi penyaluran dana</strong>. Ya wajar kalau banyak orang yang memilih untuk menyalurkannya sendiri. <strong>Lebih pasti sampai</strong>, mungkin itu pikirnya. Padahal menurut saya sih, badan-badan zakat itu sebenarnya justru meringankan kerjaan kita. Kasih dana semampu dan seikhlasnya ke mereka, habis itu biarkan mereka yang ribet menyalurkannya. Perkara itu sampai atau tidak ke pihak yang membutuhkan, bukan urusan kita. Bukan bermaksud lepas tangan, tapi kita berbaik sangka sajalah. Percaya saja. Badan zakat yang baik, pasti akan memberikan laporan ke para donaturnya kok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, mungkin sampai perlu ada korban jiwa melayang hanya untuk mengingatkan kita, betapa bagaimanapun menyebalkannya keadaan kita sekarang, kita masih beruntung nggak sampai harus berdesak-desakan demi sebuah uang Zakat. Karena hingga detik ini, kita masih dipercaya sama yang diatas, untuk menjadi pihak yang mampu untuk memberikannya. Tapi toh kita juga nggak tau. Bisa jadi tahun depan justru kita yang akan menjadi pihak yang menerima.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita nggak tau.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/555/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/555/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=555&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reunited</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 05:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah percakapan aneh di telpon yang terjadi sekitar jam 3 pagi
Saya : Ya?
Ndut : Heyy&#8230;aku tau ini bukan perbincangan yang wajar di saat Sahur ya..
Saya :  Apaan?
Ndut : Udah terima undangan reuni?
Saya : Belom. Emang udah disebar?
Ndut : Oh, belum ya?
Saya  : Lah? Piye toh?
Ndut : Aku liat di milis. Berarti kamu belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=547&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebuah percakapan aneh di telpon yang terjadi sekitar jam 3 pagi</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>Saya</strong> : Ya?<br />
<strong>Ndut</strong> : Heyy&#8230;aku tau ini bukan perbincangan yang wajar di saat Sahur ya..<br />
<strong>Saya</strong> :  Apaan?<br />
<strong>Ndut</strong> : Udah terima undangan reuni?<br />
<strong>Saya</strong> : Belom. Emang udah disebar?<br />
<strong>Ndut</strong> : Oh, belum ya?<br />
<strong>Saya </strong> : Lah? Piye toh?<br />
<strong>Ndut</strong> : Aku liat di milis. Berarti kamu belum liat daftar acaranya ya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oke.. ada yang ajaib pasti&#8230; <span style="color:#000000;">*mulai tertarik*</span><br />
<strong>Ndut</strong> : Oh iyaaa&#8230;<br />
<strong>Saya </strong> : Oke. Sebutkan&#8230; <span style="color:#000000;">*makin tertarik*</span><br />
<strong>Ndut</strong> : Jadi, acara akan dibuka dengan pertunjukkan Capoeira&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oke.<br />
<strong>Ndut</strong> : Abis itu sih standar lah. Ada sambutan-sambutan. Nah aku kaget pas ngeliat acara nomer 7<br />
<strong>Saya</strong> : Apa? Apaan?? <span style="color:#000000;">*amat sangat luar biasa tertarik*</span><br />
<strong>Ndut </strong> : Hihihi. Siap ya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : APAAN?!!<br />
<strong>Ndut</strong> : Berfoto Bersama Febri</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Febri ini adalah salah satu nama teman saya yang dulu memang cukup dikenal dikalangan siswi perempuan karena, yaaah.. cukup ganteng lah. Salah satu saingan saya dulu dalam hal ini. Huahahaha.  <strong>But that&#8217;s not the point!</strong> Mau seganteng apapun dia sekarang, kok yaberani-beraninya dia bikin acara foto bersama! Siapa elu? <em>*merasa tersaingi*.</em> Makanya, saya nyolot dong!<span id="more-547"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>Saya</strong> : HAH?? Yang benerr&#8230; Berfoto sama Febri?? Kok bisa?? Emang dia sekarang artis kah?<br />
<strong>Ndut</strong> : Hehehe. Enggak. Aku salah baca ternyata. Bukan salah baca sih, tapi emang tulisannya kayanya gitu. Jadi maksudnya, acaranya foto bersama, <strong>PIC</strong> (person in charge) nya si Febri!<br />
<strong>Saya </strong> : Ooooooooohhhhh&#8230;.. Jadi dia yang motret2? Kirain <span style="color:#000000;"><em>*merasa bersalah*</em></span><br />
<strong>Ndut </strong> : Trus, jadi dari sesi acara sedang membutuhkan MC buat acaranya. Dan kamu tau kan siapa yang diminta untuk itu?<br />
<strong>Saya</strong> : Duh, jangan gue dong! Emang ga ada lagi ya alumni lainnya yang jadi artis selain aku? <span style="color:#000000;"><em>*minta ditampar, emang*</em></span><br />
<strong>Ndut</strong> : Ora ono..!<br />
<strong>Saya </strong> : Duh.. Males banget. Dulu pas reuni pertama aku juga udah ngemsi. Aku pengen sekali-kali dateng sebagai penikmat acara, bukan pengisi.<br />
<strong>Ndut </strong> : Yo podho! Mosok aku malah diminta memberi sambutan mewakili alumni, coba! YO WEGAH!! Bebannya berat! Harusnya yang memberi sambutan itu adalah alumni yang sudah berhasil secara material dan spiritual!<br />
<strong>Saya</strong> : Hahahaha..<br />
<strong>Ndut </strong> : Lagian, huh! Acara gini kan paling enak ngumpul jadi penonton, nyacat jalannya acara, dan nggosipin sesama alumni!<br />
<strong>Saya </strong> : Betull!!!</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, jadi ceritanya tanggal 3 Oktober besok akan diadakan reuni memperingati 10 tahun <strong>Angkatan 98 SMA Negeri 3 Magelang</strong>. Buset dah, udah 10 taun ternyata ya lulus SMA. Hehehe. Dan moment2 seperti ini, biasanya mulai deh sibuk merenung lagi. Apa aja yang udah didapat selama 10 tahun ini. Dan <em>most of all,</em> biasanya sih yang dipikirin adalah masalah karir! Ya iyalah. Ketemu dengan teman-teman seangkatan, pasti yang ditanyain biasanya cuman 2 :</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Kerja dimana loe sekarang?</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Anak loe berapa sekarang?</strong></em></span></p></blockquote>
<h1 style="text-align:justify;"><strong>Hiyyaaah!</strong></h1>
<p style="text-align:justify;">Kalau udah gini, manusiawi sekali kalau banyak orang jadi suka sibuk sendiri ketika menerima undangan reuni. Semua nggak pengen kehilangan muka. Pengen tampil maksimal. Pengen nunjukkin,<strong><em> &#8220;Ini lho gue sekarang&#8230; &#8220;</em></strong>.  Semua orang berusaha memainkan permainan <strong>&#8216;Who&#8217;s More Over Who&#8217;</strong>. That&#8217;s insane. Dan lebih gila lagi kalau sampai ada yang nggak mau dateng, hanya karena merasa malu<em> they&#8217;re not good enough or haven&#8217;t accomplished something than could be proud of yet</em>.  Saya jadi ingat ceritanya <strong>Lisa Kudrow </strong>sama <strong>Mira Sorvino</strong> di film <strong>ROMY &amp; MICHELE&#8217;S HIGH SCHOOL REUNION</strong> (1997). Yang saking sibuknya nggak mau kehilangan muka di hadapan teman-teman seangkatannya ketika reuni tiba, malah sibuk mengarang cerita dan tampil berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-548" title="mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg?w=96&#038;h=140" alt="" width="96" height="140" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Padahal sebenernya menurut saya sih, reuni itu bukan ajang buat gengsi-gengsian. Namanya aja reuni. Berkumpul kembali. Waktunya mengumpulkan kembali orang-orang yang 10 tahun lalu sempat kita sebut sebagai<strong> &#8216;temen gue banget&#8217; </strong>itu. Dan orang yang kita sebut sebagai &#8216;temen gue banget&#8217; itu tentu saja adalah orang-orang kita pilih karena sikap-sikap baiknya. <strong><em>Down to earth, kindhearted, fun </em></strong>dan <strong><em>friendly</em></strong> adalah diantaranya. Walaupun jujur, penasaran juga pengen ngeliat temen kita yang dulu neyeblinnya minta ampun, sekarang masih tetep nyebelin nggak? Hehehehe. Makanya, kalau di reuni itu yang terjadi adalah ajang pamer karir siapa lebih hebat dari siapa sekarang, <em>well what can I say.</em>. <em>that&#8217;s not what a reunion&#8217;s really about!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>What matter is</em>, kalau kita ketemu lagi, berkumpul lagi dengan teman-teman lama, dan mereka bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Gila ya.. udah 10 taun, loe tetep aja seperti dulu. Seru!</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">That&#8217; s a reunion!</p>
<p style="text-align:justify;">Hmmm&#8230; pake baju apa besok ya&#8230;. Huahahahahahah..</p>
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/547/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/547/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=547&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gigi</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Edan.. udah 3 minggu lebih ternyata saya tidak menyentuh blog ini! Dan lebih edan lagi, sekalinya mau nulis posting baru, langsung deg-degan banget rasanya. Grogi. Seperti meragukan kemampuan diri. Hahahah. Dodol! Ya gini aja deh, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, kemudian berhenti untuk beberapa saat, maka katika akan memulai segala sesuatunya kembali, pastinya ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=540&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Edan.. udah 3 minggu lebih ternyata saya tidak menyentuh blog ini! Dan lebih edan lagi, sekalinya mau nulis posting baru, langsung deg-degan banget rasanya. Grogi. Seperti meragukan kemampuan diri. Hahahah. Dodol! Ya gini aja deh, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, kemudian berhenti untuk beberapa saat, maka katika akan memulai segala sesuatunya kembali, pastinya ada perasaan tidak percaya diri seperti itu. Demam panggung. Hehehe. Apalagi ketika melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sama sekali. Suhu demam di panggungnya pasti akan menjadi-jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti minggu lalu. Jadi ceritanya, minggu lalu saya memutuskan untuk mengunjungi dokter gigi di daerah <strong>Jalan Gayam.</strong> Bermula dari seringnya saya pergi ke dokter umum langganan saya, saking seringnya saya kena radang tenggorokan. Bayangin, dalam sebulan bisa 3 kali saya kena radang. <em>There must be something wrong with it, right? </em>Kata Om dokternya sih, saya memang punya tenggorokan yang sensitif, jadi setiap kali  daya tahan tubuh menurun, pasti yang kena duluan adalah bagian tenggorokan dulu. Entahlah, mungkin karena saya penyiar ya? Hehehe. Enggak, yang terakhir ini murni diagnosa dari saya, bukan dari dokternya.  Tapi pas pertemuan terakhir, baru ketahuan kalau<strong> gigi Geraham belakang kiri bawah </strong>saya yang bolong itu, punya andil pula untuk menyebabkan seringnya tenggorokan saya radang. Makanya, om dokter itu menganjurkan saya untuk ke dokter gigi, dengan 2 pilihan : <strong>ditambal</strong> atau<strong> dicabut</strong> sekalian!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Actually, it wasn&#8217;t that big deal</em>, kalau saja itu bukanlah pertama kalinya saya berobat ke dokter gigi! Ya ya, silakan menghakimi saya <em>*pasrah*</em>, tapi kemarin itu memang benar-benar baru <strong>pertama kalinya</strong> seumur hidup saya yang sudah 28 tahun ini datang ke dokter gigi. Well, dulu pernah sih berkunjung ke dokter gigi. Waktu jamannya TK. Tapi itu pun murni beneran <strong>&#8216;berkunjung&#8217;.</strong> Jadi bukan berobat. Sekedar datang, ngeliat-ngeliat ruangan kerja dokter gigi. Itupun bersama rombongan satu TK! Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada 3 alasan sebenarnya  kenapa saya nggak pernah ke dokter gigi.<span id="more-540"></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em><strong>Karena emang nggak pernah sakit gigi</strong></em>. Ini emang alasan yang salah banget, karena semua orang juga tahu, kalo kita nggak perlu menunggu sakit untuk datang ke dokter gigi. Baiknya, 2 kali dalam setahun kita harus memeriksakan kondisi kesehatan gigi kita kesana, paling tidak untuk membersihkan karang gigi yang sering muncul bagaimanapun rajinnya kita menyikat gigi.  Jadi jangan nunggu sakit gigi dulu, baru datang ke dokter gigi.</li>
<li><em><strong>Karena minder dengan kondisi susunan gigi yang amburadul! </strong></em>Takut diketawain sama dokternya. Hahaha. Padahal, dokter gigi manapun pastinya nggak akan segila itu untuk mentertawakan kondisi gigi pasiennya ya??  Takut aja, nanti sekalinya kesana, ternyata ketauan kalau kerusakannya parah banget, terus harus operasi, harus dicabut, dan lain-lainnya yang terdengar horror itu. Padahal kalau mau dipikir2, makin lama didiemin, makin parah kerusakannya ya? Rasa takut dan minder memang bisa mengalahkan segalanya&#8230;</li>
<li>Masih ada hubungannya dengan yang alasan kedua tadi. Ada yang bilang, kalau justru <em><strong>gara-gara susunan gigi saya yang agak tidak beraturan itulah, yang membuat wajah saya jadi terlihat ganteng.</strong></em> SUMPAH! Saya nggak bohong. Ada yang bilang gitu. Walaupun waktu dia bilang gitu, dia pakai kata &#8220;MUNGKIN&#8221;. Tapi saya percaya aja. Hihihi. Makanya, dibilangin gitu, saya ya pasti nggak akan nekad dong untuk merubah susunan gigi saya ini menjadi &#8216;beraturan&#8217;  Ntar kalo jadinya malah saya nggak seganteng sekarang, gimana? HUAHAHAHAHA.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Emang dasarnya pinter nyari alasan aja sih! Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah membulatkan tekad, untuk membuat sejarah dalam hidup saya dengan berani datang ke dokter gigi. Finally. Kepepet, soalnya. Pengen sehat. Akhirnya saya bikin <em>appointment</em> dengan seorang dokter yang direkomendasikan oleh salah seorang orang kepercayaan saya *edaaaan* bernama <strong>Dokter Budiono Halim</strong>. Dengan sejuta pikiran buruk yang saya buat sendiri, akhirnya saya masuk ke ruangan praktek dengan badan lemas, tanda betapa sudah pasrahnya saya. Untungnya, Om dokter ini memang kebapakan sekali menghadapi paseinnya. Hahahha. Atau mungkin dia melihat betapa saya nggak bisa menutupi ketegangan saya ketika duduk di kursi periksa. Padahal dari sisi bentuk, saya sudah sering duduk di kursi yang bisa direbahkan model beginian. Tapi itu ketika saya di keramas-in di salon. Dan disebelahnya nggak ada peralatan-peralatan dari <em>steel</em> yang mengerikan! Hmmm.. perbandingan yang tidak berguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari pertama, agendanya adalah membersihkan karang gigi. Dengan menggunakan alat sejenis bor dan kompresor yang suaranya berisik itu, Om Dokter dibantu dengan susternya mulai sibuk ngerjain saya. Membersihkan gigi saya, maksudnya. Saya? Saya sih pengen banget gantian ngerjain mereka. Tapi apa daya, saya hanya terbaring pasrah dengan mulut menganga selama setengah jam lebih! Luar biasa. Walau beberapa menit sekali saya dipersilakan untuk <em>&#8216;mingkem&#8217;</em> dan berkumur dulu, tetap saja membuka mulut dalam jangka waktu yang lama bukanlah kegiatan yang mengasyikkan!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga takjub. Dihadapan saya, bisa-bisanya 2 tangan Om Dokter dan 2 tangan Suster itu pada memegang alat semua, dan semuanya bekerja dalam mulut saya dalam saat yang bersamaan. <strong><em>I felt violated</em></strong>. Hahahaha. Bener-bener ngerasa dikerjain banget . Tapi setelah aksi &#8216;mengobok-obok&#8217; itu selesai, saya juga takjub sekali ketika kemudian melihat gigi saya di cermin, dan gigi saya terlihat bersih! Mulutpun terasa segar! Hehehe. Sambil tersenyum manis didepan cermin, saya berasa sedang jadi bintang iklan produk mouthwash. Hahahah. Tetep tampil, pokokny lah.</p>
<div id="attachment_543" class="wp-caption aligncenter" style="width: 248px"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg"><img class="size-medium wp-image-543" title="070920080231" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg?w=238&#038;h=178" alt="D" width="238" height="178" /></a><p class="wp-caption-text">moment bersejarah itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ngeliat betapa agenda pembersihan karang gigi itu berlangsung memuaskan semua pihak terutama saya, saya pun kemudian langsung menantang Om Dokternya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Ayo Dok! Bisa langsung ditambal kan giginya yang bolong?</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Sok-sok an banget yah. Tapi kemudian Om Dokternya menjelaskan, bahwa saya harus melakukan foto <em>rontgen</em> dulu untuk memastikan, apakah kondisi gigi yang bolong itu masih bisa ditambal, atau harus dicabut. Kalau dicabut, apakah bisa dilakukan pencabutan biasa, atau harus melalui operasi.</p>
<h1><strong>JEDHUARRRRR!!</strong></h1>
<p style="text-align:justify;">Demam panggung itu muncul lagi. Hehehe. Tapi tenang, cerita ini berakhir dengan happy ending kok. Setelah melihat hasil foto rontgen, ternyata gigi berlubang saya itu tidak harus dicabut *THANK GOD*, hanya perlu ditambal saja. Dan proses penambalan itu dilakukan beberapa hari berikutnya, dan singkat cerita, saat ini saya punya gigi yang berlapiskan <em>porcelain.</em> OWH! Tadinya saya mau minta dilapisi emas, tapi kata dokternya itu sudah tidak trend lagi. Huahahahaha. Ah, si Om. Saya kan juga cuma becanda. Gila kali hari gini dilapisin emas. Berlian!</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, setelah aksi kunjung-mengunjungi dokter gigi buat yang pertama kali ini, paling tidak saya jadi merasa peduli dengan yang namanya gigi saya. Sekarang ini saya bener-bener menikmati saat-saat menyikat gigi. Maklum, susunan gigi yang acakadul membuat saya jadi punya tantangan lebih untuk memberisihkannya. Dan menyikat gigi 2 kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur malam itu tidak cukup. Perlu yang namanya pembersihan karang gigi dan cek kondisi gigi setidaknya 2 kali dalam setahun.   Heran, saya juga udah sering ngasih tips beginian ketika siaran, tapi kok ya baru sekarang mau melakukannya. Hahaha. Selain itu, saya juga semakin merasa peduli dengan kondisi keuangan saya. Karena, berobat ke dokter gigi itu, ternyata &#8230;. <strong>MAAHHHALL!!! </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/540/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/540/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=540&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">070920080231</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERDEKA!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[
Kita memang harus menghargai dan berterima kasih kepada para pahlawan.
Karena berkat perjuangan mereka, kita bisa terbebas dari penjajahan.
Karena mereka, kita bisa merasakan yang namanya kemerdekaan.
Dan karena mereka juga, tahun ini kita bisa menikmati yang namanya long weekend!!
Hehehehe.
MERDEKA!!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=534&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg"><img class="size-medium wp-image-535 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg?w=368&#038;h=275" alt="" width="368" height="275" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kita memang harus menghargai dan berterima kasih kepada para pahlawan.<br />
Karena berkat perjuangan mereka, kita bisa terbebas dari penjajahan.<br />
Karena mereka, kita bisa merasakan yang namanya kemerdekaan.<br />
Dan karena mereka juga, tahun ini kita bisa menikmati yang namanya long weekend!!<br />
Hehehehe.<br />
MERDEKA!!</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/534/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/534/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=534&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Oke, kita hentikan perbincangan tentang Belski dan Julski yang ada di bagian pertama &#8216;Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut&#8217;. Kasihan mereka. Well, kasihan Belski, tepatnya. Hehehe. Cara penceritaan saya mungkin membuatnya terlihat jauh lebih bodoh daripada aslinya. Entahlah, mungkin itu salah satu keahlian saya yang tidak sepatutnya saya banggakan. Hehehe. Sekarang, mari kita membahas sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=526&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Oke, kita hentikan perbincangan tentang <strong>Belski</strong> dan <strong>Julski</strong> yang ada di bagian pertama &#8216;<strong>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut&#8217;</strong>. Kasihan mereka. Well, kasihan <strong>Belski,</strong> tepatnya. Hehehe. Cara penceritaan saya mungkin membuatnya terlihat jauh lebih bodoh daripada aslinya. Entahlah, mungkin itu salah satu keahlian saya yang tidak sepatutnya saya banggakan. Hehehe. Sekarang, mari kita membahas sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pastinya sudah tau kan tentang  kontroversi di seputar acara pembukaan <strong>Olimpiade Beijing</strong> yang lalu? Bukan, bukan tentang fakta yang mengejutkan kalau ternyata pesta kembang api yang kerennya luar biasa itu, ternyata ada unsur rekayasanya. Walau ada rasa bete karena ditipu sama gambar TV yang direkayasa itu, tapi sudahlah. <em>There&#8217;s no such thing as reality show</em>, memang. Ada yang lebih memprihatinkan daripada sekedar meributkan  masalah kembang api palsu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, di <strong>Opening Ceremony </strong>itu, ada sesi dimana seorang gadis cilik bernama <strong>Lin Miaoke</strong> menyanyikan lagu tema Olimpiade yang berjudul <em>&#8220;<strong>Ode to the Motherland&#8221;</strong></em>.  Penampilannya boleh dibilang <em>flawless</em>. Mukanya cantik, <em>innocent</em>, suaranya indah. Tapi ternyata 3 hari setelah acara pembukaan yang spektakuler itu dilaksanakan, baru ketahuan kalau Miaoke melakukan <strong><em>lipsync</em> </strong>di acara itu. Alias suara yang didengar oleh sekitar 4 miliar orang di seluruh dunia itu, bukanlah suaranya. Suara di lagu tersebut, aslinya adalah milik seorang anak berusia 7 tahun bernama  <strong>Yang Peiyi</strong>, yang ironisnya, gagal tampil hanya beberapa menit sebelum acara dimulai. Dia tersisih karena dianggap kurang menarik akibat pipinya tembem dan gigi tidak rata!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg"><img class="size-medium wp-image-527 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg?w=300&#038;h=98" alt="" width="300" height="98" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-526"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Alasan pihak perancang acara pembukaan itu, <strong>Lin Miaoke</strong> dipilih tampil <span style="text-decoration:underline;">karena wajahnya yang cantik dan memang bukan dipilih untuk menyanyi (!).</span> Nggak sopan ya? Ditambah lagi, keputusan melakuan <em>lipsyn</em>c ini juga didorong desakan salah seorang pimpinan politbiro Partai Komunis yang hadir saat latihan terakhir beberapa jam sebelum pembukaan. Yang lebih  lucu lagi,  Ayah Lin Miaoke sendiri sempet heran melihat penampilan anaknya waktu itu. Karena memang suaranya terdengar &#8216;berbeda&#8217; dengan suara asli Lin yang biasa dia dengar. Cuman pikirnya, suaranya terdengar &#8216;lebih bagus&#8217; karena faktor akustik stadion besar. Hehehehe. Si Om bisa aja, ah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah  &#8220;menyanyi&#8221; di antara 56 anak-anak dari berbagai etnik di Tiongkok, Lin mendapat tepukan panjang bergemuruh dari puluhan ribu penonton yang hadir, termasuk Presiden Tiongkok <strong>Hu Jintao</strong> dan Presiden AS <strong>George W. Bush. </strong>Namanya langsung ngetop. Bahkan media menyebutnya sebagai <em>&#8220;Gadis cilik cantik yang pemberani dan patriotik&#8221;</em>. <strong>New York Times</strong>, ikut-ikutan memajang foto Lin di halaman depannya.  Terus bagaimana nasib si pemilik asli suaranya? Adik kita <strong>Yang Peiyi</strong> ini kabarnya menghilang dan sulit di cari oleh para wartawan. Wah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih percaya, di industri media (terutama media audio visual), yang namanya penampilan ini memang jadi faktor yang penting banget. Terutama di industri hiburan ya. Nggak usah munafik. Karena memang itu yang dijual. Muka yang cantik, kulit yang putih, gigi yang rata. Dan demi kepentingan &#8216;tampilan&#8217; itulah, kenapa sampai peristiwa <em>lipsync</em> model begini terjadi. Padahal kalau mau iseng tanya, masa sih diantara berjuta-juta anak di China itu, nggak ada yang cantik sekaligus bisa nyanyi?? Heran. Kenapa harus ada peristiwa <em>lipsync</em> gini? Emang sih, waktu di Pembukaan Olimpiade musim dingin di Turino tahun 2006 dulu, <strong>Luciano Pavarotti</strong> juga kabarnya<em> lipsync.</em> Tapi buat saya, ini agak lebih keterlaluan. Dan memalukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya menanggapi kejadian ini terlalu jauh. Tapi gini deh, bisa jadi dengan adanya kejadian  ini akan membawa dampak yang mengkhawatirkan sekali buat generasi muda yang akan datang. Terdengar berlebihan sekali ya? Ok, saya ganti. Membawa dampak yang mengkhawatirkan buat kedua anak ini.  Si <strong>Lin Miaoke</strong> yang cantik tapi suaranya &#8216;tidak begitu bagus&#8217; ini akan selalu mengatakan dalam dirinya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>Oh, gue cantik kok! So I can do anything!</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bisa jadi dia akan percaya, bahwa dia tidak harus pintar,  bahkan tidak harus bersuara bagus untuk bisa menjadi penyanyi atau artis, misalnya. Kecantikan adalah segala-galanya. Dia bisa menaklukan dunia dengan kecantikannya. Mengerikan! Walaupun bisa jadi, beberapa tahun kemudian dia  hanya akan dikenal sebagai Lin Miaoke, si tukang lipsync dan dia bakal menanggung malu seumur hidupnya! Sama halnya dengan  <strong>Yang Peiyi</strong>, bisa jadi sumur hidupnya dia akan trauma, dan bilang pada dirinya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Aku kan jelek&#8230; Jadi ya terima nasib aja deh&#8230;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Padahal suaranya bagus luar biasa <em>and she has her future with it!</em> Tapi karena perlakuan <strong><em>&#8216;atas nama tampilan sebuah acara di TV&#8217; </em></strong>seperti ini, bisa jadi efeknya akan menjadi luar biasa traumatis buat anak sekecil itu, kan? Ya ya, industri hiburan memang bisa luar biasa kejamnya. Disaat orang pada sibuk meributkan dampak tayangan televisi bagi anak-anak, mereka malah kadang lupa, dampak negatif buat anak-anak yang &#8216;ada&#8217; dalam pembuatan tayangan tersebut! <em>What a shame</em>. Contoh buruk justru dilakukan oleh peristiwa bersejarah yang digembar-gemborkan sebagai pesta pembukaan yang paling mahal sepanjang sejarah, yang bahkan menggembar-gemborkan semangat &#8220;<em><strong> One World, One Dream&#8217;!</strong></em> . Mungkin saya terlalu berlebihan menanggapi ini. Ya, mungkin juga sih, kalau diliat dari komentar teman saya yang bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>Ya elah.. China, gitu. Motor aja dipalsuin sama mereka. Apalagi beginian? What d&#8217;u expect??</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Owhh.. Dia benar. Tapi saya yakin, saya juga benar. Tetep. Hehehehe.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/526/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/526/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=526&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>080808</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 10:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[

Bisa jadi banyak banget orang yang menunggu-nunggu datangnya tanggal 8 Agustus tahun ini. Hari ini. Dan itu bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Ada yang memang penasaran pengen banget liat serunya upacara pembukaan Olimpiade Beijing yang katanya bakal digelar tepat pada jam 8 malam lewat 8 menit lebih 8 detik (gosh.. pasti ribet sekali panitianya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=515&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg"><img class="size-medium wp-image-519 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg?w=125&#038;h=125" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Bisa jadi banyak banget orang yang menunggu-nunggu datangnya tanggal 8 Agustus tahun ini. Hari ini. Dan itu bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Ada yang memang penasaran pengen banget liat serunya upacara pembukaan <strong>Olimpiade Beijing</strong> yang katanya bakal digelar tepat pada jam 8 malam lewat 8 menit lebih 8 detik (gosh.. pasti ribet sekali panitianya menyiapakan rundown!). Ada juga yang sengaja menggelar hajatan di tanggal ini, karena memang menurut kepercayaan/kebudayaan Tionghoa, <strong>angka 8 </strong>diasosiasikan dengan yang namanya <strong>kemakmuran</strong>.  Saya sih nggak percaya sama masalah angka-angka beginian, karena buat saya <em>number is just a number</em>. Dan tanggal ya hanyalah sebuah tanggal. Yang saya peduliin biasanya sih cuman tanggal-tanggal penting seperti tanggal ulangtahun saya dan orang-orang terdekat saya (yang bahkan bolak-balik sering lupa!), dan juga tanggal-tanggal merah di kalendar (nah kalo yang ini jarang banget lupanya! hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi 8 Agustus 2008  ini ternyata akhirnya berarti khusus juga buat saya. Tidak ada perayaan. Tidak ada pesta-pestaan. Tidak juga ada keriaan. Yang ada justru rasa keprihatinan dan keharuan yang edan-edanan. Jadi, hari ini saya dan reporter Female Radio Jogja <strong>Abe</strong> berkunjung ke sebuah Panti Asuhan bernama <strong>Yayasan Sayap Ibu</strong> di daerah Pringwulung Jogja. Bukan karena iseng atau kesasar pastinya, tapi memang ini merupakan bagian dari program <strong>Your Morning Coffee Gives Back</strong>. Dimana sebagai bentuk rasa syukur kami atas kesuksesan acara pagi yang disiarkan di 4 kota ini, kami memang ingin berbagi sesuatu untuk anak-anak terlantar atau tidak mampu di 4 kota : Bandung, Jakarta, Semarang dan Jogja.</p>
<p style="text-align:justify;">10 tahun tinggal di Jogja, saya sebenarnya sudah sejak lama tahu keberadaan Panti Asuhan Balita ini.  Kos saya sewaktu kuliah dulu malah satu wilayah dengan panti ini. Tapi baru hari inilah saya benar-benar masuk ke dalamnya. Masih mendingan lah dibanding <strong>Abe</strong> yang tanpa malu-malu bilang baru tahu ada Panti Asuhan bernama Sayap Ibu, yang notabene cuman berjarak 300 meter dari rumah kontrakannya. Hehehe. Sesampainya disana kami diterima oleh <strong>Ibu Oentarj</strong>o, pendiri yayasan yang sudah berusia 76 tahun tapi masih segar-bugar dan ramahnya luar biasa. Dan kami juga ditemani oleh Kepala Yayasan, <strong>Pak Jumari</strong> dan beberapa anak yang sedang disuapi makan pagi. Sambil bermain-main dengan anak-anak itu, kami juga diceritakan tentang latar belakang mereka, bagaimana mereka bisa &#8217;sampai&#8217; di panti tersebut.<span id="more-515"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keluarlah cerita-cerita yang mungkin sudah sering kita dengar selama ini. Mulai dari kisah orang tua yang menyerahkan karena ketidakmampuan kondisi keuangan, ada yang ditinggal di rumah sakit, bahkan ada yang &#8216;dibuang&#8217; begitu saja, dimasukkan di dalam kardus dan diletakkan di depan Panti. Dan silakan mengelus dada, karena justru yang terakhir ini yang sering dialami oleh Panti. Cerita sedih yang sering kita dengar, sebenarnya. Tapi amat sangat berbeda rasanya ketika kita mendengarkan cerita itu sambil melihat sendiri anak yang diterlantarkan tersebut&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Yayasan ini juga mempunya Panti lain, yang memberikan perhatian (saya nggak mau memakai kata  <em><strong>&#8216;menampung&#8217;</strong>&#8216;</em>) anak-anak dengan Cacat Ganda. Kebanyakan dari anak-anak tersebut mendapatkan cacat tersebut sejak usia masih kecil bahkan ada yang sejak dalam kandungan, karena faktor obat-obatan yang diminum oleh sang ibu ketika mereka berniat menggugurkan kandungannya tersebut. Juga ada yang menderita cacat, karena mereka &#8216;telat&#8217; diselamatkan oleh orang yang menemukan mereka. Ada yang matanya buta karena ketika diketemukan, mata bayi ini sudah dikerubuti semut. Tuhan, saya bahkan sudah tidak bisa menceritakan lebih banyak lagi tentang kondisi-kondisi tersebut.<br />
Menyesakkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal anak-anak dihadapan kami itu begitu lucunya. Cantik-cantik. Ganteng-ganteng. Bersih dan sehat. <strong>Sedih banget</strong> melihat wajah dan tingkah anak-anak yang tidak bersalah itu. Dan <strong>marah banget</strong> rasanya memikirkan kelakuan orangtua mereka yang menelantarkan mereka begitu saja itu. Jadi pagi itu, sebuah pemandangan ajaib terjadi di ruang tamu panti tersebut : <strong><em>dua orang bujangan terlihat dalam keadaan muka merah dan mata berkaca-kaca</em></strong>. <strong>Abe</strong> yang kebagian jatah reportase terdengar beraaat..sekali suaranya. Saya yang menemaninya pun lebih gawat cengengnya. Saya malah udah gemetaran menahan airmata supaya nggak tumpah. Hehehe. Apalagi ketika selesai reportase, kami sempat melihat-lihat beberapa ruangan tempat anak-anak tersebut berkumpul. Dan tiba-tiba ada seorang anak kecil berambut keriting didalam box, mengangkat tangannya kearah saya. Minta digendong! Silakan dibayangkan sendiri bagaimana perasaan saya waktu itu&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg"><img class="size-medium wp-image-517 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg?w=160&#038;h=141" alt="" width="160" height="141" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pengen nangis rasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak rela banget menyadari ada orang sampai tega meninggalkan dan tidak mau mengakui mahluk mungil yang ada didekapan saya itu. Sedih banget. Sedih banget menyadari betapa berat beban hidup yang ada dipundak bocah kecil ini, dan dia sama sekali belum tahu apapun tentang itu. Sumpah, seumur-umur saya belum pernah ngerasain perasaan campur aduk seperti ketika menggendong si kecil ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan memang punya caranya sendiri buat mengingatkan umatnya</strong>. Mengingatkan untuk selalu berterima kasih atas apa yang dimiliki, mengingatkan untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah diberikan. Apapun dan bagaimanapun keadaan kita. Dan hari ini,kayaknya Tuhan udah sampai pada batas kesabarannya melihat saya yang masih saja sering sekali mengeluh, sering sekali merasa kurang, sering sekali merasa iri atas apa yang dimiliki orang lain. Itulah kenapa Dia pagi itu menuntun saya ke Panti itu. Dan Tuhan berhasil membuat saya merasa malu pada diri saya sendiri. Saya merasa begitu sempurnanya dihadapan anak-anak kecil itu. Orangtua yang lengkap, saudara yang lengkap, asal usul yang jelas, pekerjaan yang baik, kesehatan yang baik. Entah kemana semua itu hilang dari ucapan syukur saya. Tapi sepulang dari sana, saya tahu,  saya sudah memulai hari saya dengan sesuatu yang baik. Dan bukan hanya mendapatkan pengalaman yang baik, tapi juga mendapatkan <strong>awal </strong>yang baik untuk kembali menjadi orang yang bersyukur.</p>
<ul>
<li>Bersyukur itu bukan hal yang susah. Bohong kalau kita nggak bisa menemukan satu hal di diri kita, di hidup kita yang tidak membuat kita masih bisa bilang <em>&#8216;terima kasih&#8217;</em>, <em>&#8216;thank God&#8217;</em>, <em>&#8216;alhamdulillah&#8217;</em>, <em>&#8216;Puji Tuhan&#8217;</em> atau yang lainnya.  Dan Tuhan terlalu pintar untuk dibohongin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Berbuat baik dan bersyukur itu bisa kapan saja. Menunggu moment yang dianggap &#8216;pas&#8217; atau &#8216;di pas-pasin&#8217;, nggak ada salahnya juga. Menyumbang ke  Panti Asuhan ketika merayakan ulang tahun, bersedekah ketika Bulan Ramadhan atau Lebaran datang, nggak salah juga. Tapi pertanyaannya, <strong><em>kenapa harus menunggu?</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Berbuat baik juga tidak harus dengan sesuatu yang besar. Barang yang besar, atau uang dalam Jumlah besar. Panti Asuhan Sayap Ibu ini, setiap bulannya harus mengeluarkan dana sekitar 45 juta rupiah untuk mencukupi kehidupan anak-anaknya. Tapi toh, sumbangan &#8217;sekecil&#8217; apapun, tetap mereka terima. Karena bagi mereka, tidak ada yang namanya &#8217;sumbangan besar&#8217; atau &#8217;sumbangan seadanya&#8217; apalagi &#8217;sumbangan kecil&#8217;. Ada yang menyumbang pisang setandan, roti satu bungkuspyn, tetap mereka data. Bahkan Pak Jumari sendiri sambil berkaca-kaca  sempat berkata,</li>
</ul>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;"><strong><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Mas.. Bahkan kalau ada orang yang datang kesini, meluangkan waktunya sebentar untuk sekedar menggendong anak-anak ini saja, itu sudah sebuah bentuk sumbangan yang luar biasa&#8230;&#8221;</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih buat hari ini, Tuhan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/515/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/515/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=515&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg?w=125" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 06:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, saya satu mobil dengan seorang presenter kondang yang saya panggil dengan sebutan &#8216;Om&#8217;. Karena emang dia pernah punya acara talkshow yang diberi judul sesuai dengan nama panggilannya itu. Jadi ceritanya, saya bertugas untuk menjemput beliau ini dari Bandara Adisucipto Jogja, kemudian mengantarkannya ke Solo, karena belia menjadi moderator di sebuah Seminar yang diadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=509&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu hari, saya satu mobil dengan seorang presenter kondang yang saya panggil dengan sebutan <strong>&#8216;Om&#8217;.</strong> Karena emang dia pernah punya acara talkshow yang diberi judul sesuai dengan nama panggilannya itu. Jadi ceritanya, saya bertugas untuk menjemput beliau ini dari Bandara Adisucipto Jogja, kemudian mengantarkannya ke Solo, karena belia menjadi moderator di sebuah Seminar yang diadakan oleh jaringan radio saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjananan Jogja-Solo yang biasanya ditempuh dengan waktu 1 jam lebih itupun diisi dengan obrolan-obrolan tidak penting tapi luar biasa menarik. Maklum, namanya juga penyiar ketemu penyiar, jadi ya pasti adaaaa aja bahan omongannya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg"><img class="size-medium wp-image-511 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg?w=151&#038;h=237" alt="" width="151" height="237" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dimulai dengan keisengan saya tanya-tanya soal resepsi pernikahannya <strong>Adinda Bakrie</strong> yang menghebohkan itu (si Om ini kebetulan jadi MC di acara itu barengan <strong>Becky Tumewu</strong>). Ya gimana ya, namanya juga ketemu dengan saksi mata acaranya langsung, jadi naluri  wartawan infotainment saya makin kenceng saja. Tapi sudahlah, apa yang menjadi perbincangan kami berdua tentang fakta2 mengejutkan seputar pesta super mewah itu, biar menjadi rahasaia diantara kami berdua saja. Romantis sekali ya. Huahaaha. Kalau Anda pengen tahu detailnya, silakan kita ketemuan langsung saja. Hehe. <span id="more-509"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Adinda Bakrie kelar, pembicaraan bergeser ke topik yang lain lagi yang <em>less important</em>. Kurang penting, maksudnya. Yaitu tentang si Om yang ujug-ujug cerita, gimana bete-nya dia ketika syuting acara Talkshownya di malam sebelumnya. Jadi tema yang diambil untuk edisi malam itu adalah tentang <strong>Indonesia Dimasa Yang Akan Datang</strong>. Atau begitulah kurang lebihnya. Hehehe. Dan entah mengapa, yang menjadi bintang tamunya adalah 2 orang selebritas muda nan cantik jelita, bernama <strong>Julski</strong> dan <strong>Belski</strong>. Ini bukan nama asli, pastinya. Tapi nama panggilan sayang si Om untuk 2 cewek yang  kelak akan diingatnya sebagai <strong><em>&#8217;salah satu bintang tamu  paling bloon yang pernah ditemui sepanjang karirnya&#8217;</em></strong>. Anda bisa menebak lah nantinya, kira-kira siapa  yang kami maksudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum on air, si Om ini mencoba untuk memberikan <em>briefing</em> kepada kedua guest star ini, demi untuk &#8216;menyelami&#8217; kira-kira seperti apakah sosok bintang tamu yang akan menghiasi acara talkshownya ini. Karena memang namanya juga talkshow santai, jadinya tidak diperlukan script untuk bintang tamu-bintang tamunya, terutama yang dari kalangan artis. Yang penting penampilannya menarik dan kinclong, lah. Mungkin begitu pikiran si produsernya. I&#8217;m sure setelah acara malam itu, si produser akan berpikir ulang lagi dan menyesali tindakannya itu. Bertanyalah si Om tentang background pendidikan dan dimana mereka kuliah saat ini.  Dan inilah jawaban dari <strong>Belski</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Oh, aku ga kuliah Om. Dulu abis lulus SMA, aku emang konsen di sinetron sama film aja&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ok. Sekarang gilirannya <strong>Julski</strong> yang menjawab :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Kalo aku sih kuliah. Mulai taun ini. Cuman kemaren sempet nganggur setahun. Abis telat ambil formulir siiy&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ok. Cukup jelas ya bagaimana kedua artis cantik ini memandang arti penting pendididkan. Hehehe. Mendengar jawaban kedua mahluk cantik ini, si Om udah rada was-was dengan tingkat kecerdasan mereka. Tapi si Om tetap <strong>berpikir positif thinking </strong>saja. Mudah-mudahan, ketika syuting dimulai, mereka bisa tiba-tiba berubah menjadi sedikit lebih <em>smart </em>dalam menjawab. Hingga akhirnya, talkshow pun dimulai. Semuanya berlangsung lumayan aman, sampai kemudian  si Om mengeluarkan sebuah pertanyaan tentang <strong>Pemilu </strong>untuk keduanya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Nah, sebentar lagi kan Pemilu nih. Kalian kan baru pertama kali ikutan nyoblos. Sekarang kan orang lagi ribut-ribut soal Golput. Kira-kira kalian mau ikutan Golput juga nggak??</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nggak aja ujan, nggak ada ojek, tanpa pikir panjang mereka menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>Aduuh.. Golput apaan sih? Ih, si Om susah deh pertanyaannyaaaaaa&#8230;..</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil bergaya merajuk nan manja menyebalkan. Dan seketika itu juga si Om mengaku seperti tersesat di angkasa (<em>lost in space</em>, maksudnya). Bengong. Tak mampu berkata apa-apa. Bahkan ibaratnya sinyal radio, saat itu dirinya sudah dalam keadaan <em>blank spot</em>. Nggak tau lagi mesti bagaimana melanjutkan wawancara.<em> But the show must go on</em>, dong. Maka dengan segala sikap keprofesionalan yang tersisa, si Om mencoba melanjutakan interview. Eh, ternyata kebodohan malam itu tidak hanya terhenti sampai disitu saja. Menyadari bintang tamunya tidak begitu cemerlang otaknya, si Om pun kemudian dengan segala kerendahan hati mencoba untuk menetralisir suasana dengan memberikan pertanyaan yang lebih sederhana :<strong> tentang pertemanan mereka.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Jadi kalian nih udah sobatan banget ya kayanya? Sedekat apa sih kalian?<br />
</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Belski</strong> menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>Oh iya Om. Kita udah kaya sodara aja. Kita temenan tuh udah lama banget lagi. 2,5 taun!</strong></em></span></p>
</blockquote>
<h1>GUBRAK!</h1>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penderitaan si Om pun berlanjut ketika si kebodohan si <strong>Belski</strong> makin menjadi dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Ya gimana nggak deket. Aku pacaran sama Kakaknya, dia </em></strong><span style="color:#000000;"><em>(sambil menunjuk Julski)</em></span><strong><em> pacaran sama adiknya&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi mereka memang pernah berpacaran dengan sepasang kakak beradik yang berprofesi sebagai pembalap, dalam waktu yang bersamaan. Bahkan kemudian putus pun dalam waktu yang hampir bersamaan. Makanya mereka itu &#8216;dekat&#8217; sekali. Ya. Arti persahabatan memang bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Hahahha. Mendengar si Om bercerita gitu, saya yang sayangnya tidak menonton acara itu cuman bisa cekakakan. Gila ya, bahkan untuk presenter sekelas si Om yang udah senior kemana-manapun, masih bisa <em>speechless </em>menghadapi narasumber. Eh, tapi belom seelesai! Menyadari kalau pertanyaan yang sesederhana itupun tidak membuat kedua perempuan itu kelihatan agak pintar, maka si Om mencoba untuk mengeluarkan satu pertanyaan terakhir yang dianggapnya <em>&#8216;kurang bermutu, tapi ya sudahlah!&#8217;</em> . Yaitu tentang : <strong>Film Favorit! </strong>Keliatan kan kalo si Om udah putus asa?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Julski</strong> sih menjawab kalau dia suka dengan film action, dengan memberikan alasan yang cukup berbobot lah untuk tipe pertanyaan sesimpel itu. Beda dengan <strong>Belski </strong>yang bilang kalau dia lebih memilih film bergenre drama. Ketika ditanya film drama favoritnya apa (judulnya, maksudnya), dia keliatan agak bingung mengingat. Entah bingung mengingat, atau bingung menjawab. Melihat narasumbernya agak kerepotan menjawab dan berpikir, Si Om berbaik hati dong, mencoba membantunya dengan menyuruhnya mengingat2 nama pemainnya. Hingga kemudian si Belski memberikan jawaban,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Mmm.. aku lupa judulnya. Tapi yang pasti, di endingnya si pemeran ceweknya di film itu akhirnya mati&#8230;..</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya <strong>Ray </strong>yang kebetulan juga mendengarkan pembicaraan kami, cuman berkomentar singkat : <strong>Dimana-mana loe tu emang harus milih! Milih cantik, apa milih pinter! Nggak bisa dua-duanya.</strong> Hehehehe. Gak ikut-ikut, ah. Tapi yang pasti, kalau di posting sebelumnya saya bilang bahwa cantik itu relatif, maka di post saya kali ini saya dengan gagah perkasa akan bilang : <strong>pintar itu absolut!!<br />
</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/509/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/509/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=509&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg?w=191" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>What Makes You Different, Makes You Beautiful</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 10:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Cantik itu relatif. Anda setuju? Saya mah setuju-setuju aja. Karena hal beginian emang sangkut-pautnya sama urusan selera. Dan kalo udah urusan selera, urusannya bisa panjang. Dan tidak perlu diperdebatkan. Mendingan diperbincangkan saja. Hehehehe. *gossip mode : ON*
Jadi hari ini, saya membaca sebuah artikel di internet yang membuat saya semakin faham, tentang &#8220;cantik itu relatif&#8217; seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=499&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Cantik itu relatif</strong>. Anda setuju? Saya mah setuju-setuju aja. Karena hal beginian emang sangkut-pautnya sama urusan selera. Dan kalo udah urusan selera, urusannya bisa panjang. Dan tidak perlu diperdebatkan. Mendingan diperbincangkan saja. Hehehehe. <em>*gossip mode : ON*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi hari ini, saya membaca sebuah artikel di internet yang membuat saya semakin faham, tentang &#8220;cantik itu relatif&#8217; seperti yang saya tulis di awal barusan. Agak tragis sih ceritanya, tapi sudahlah. Tidak usah dipikirkan tragis/tidaknya, cukup diambil sisi fun nya saja. Lha wong ini juga cuman berita ringan. Mari saya ajak anda untuk melihat satu gambar dari seorang wanita bernama <strong>Amy Winehouse </strong>berikut ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg"><img class="size-medium wp-image-500 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg?w=144&#038;h=190" alt="" width="144" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya nggak bilang si mbak ini cantik, begitupun juga sebaliknya saya tidak bilang kalau dia ini jelek. Tapi yang pasti, dia tidak masuk dalam kategori perempuan yang &#8216;menarik&#8217; buat saya (hahaha..berarti kesimpulannya dia ini jelek ya? Gitu aja kok pake muter2. Heran!). Saya sih cukup mengikuti berita-berita tentang mbak Amy ini, walaupun isinya tentang dia teler, lah.. nonjok penonton di konsernya, lah.. dan berita-berita miring lainnya. Walaupun dari sisi prestasi bermusik, mbak Amy ini juga termasuk yang luar biasa oke. Lagu-lagunya juga cukup menyenangkan untuk didengarkan. Tapi mari kita tidak membicarakan tentang musik. Mari kita bicarakan tentang penampilannya yang &#8216;unik&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Penampilan all-out penyanyi Amy Winehouse ternyata berhasil mencuri perhatian rumah mode <strong>Guess.</strong></span></em><span style="color:#333399;"><em> Rumah mode yang dinahkodai perancang </em></span><em><span style="color:#333399;"><strong>Karl Lagerfeld</strong> ini ingin mendapuk Amy menjadi ikon Guess.<br />
Juru bicara <strong>Trunfio </strong>mengungkapkan, Amy selalu tampil menarik dengan eyeliner berwarna hitam yang menghiasi sudut matanya. Gaya rambutnya unik dengan model sarang lebah, yang dibubuhi hiasan pin up bergambar rock&#8217;n roll.<br />
Menurut Trunfio, penampilan Amy yang begitu sempurna itu akan memuluskan langkahnya menjadi ikon fesyen perancang Karl Lagerfeld </span> </em><span style="text-decoration:underline;">(www.femalefirst.co.uk)</span><em><br />
</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hmm.. Amy Winehouse pasti bangga sekali mendengar kabar berita ini. Tapi eits, tunggu dulu Amy. Jangan besar kepala dulu. Kamu juga harus membaca artikel dari <span style="text-decoration:underline;">www.4to40.com</span> ini&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Para petani di Norfolk, Amerika Serikat kini menemukan cara baru untuk menakut-nakuti sekaligus mengusir burung dari lahan mereka. Adalah <strong>Marlon Brooks</strong>, salah satu petani yang kesal karena orang-orangan sawahnya sudah tak mempan mengusir burung, dan kehabisan akal karena orang-orangan dengan bentuk tradisional sudah tak bisa lagi mengusir burung-burung tersebut.  Marlon kemudian memutar otak hingga akhirnya ia terinspirasi oleh gadis kecilnya yang <strong>selalu menangis</strong> setiap kali melihat penampilan<strong> Amy Winehouse</strong> di televisi. Diapun membuat orang-orangan sawah berupa boneka  menyerupai Amy. Agar meyakinkan bahwa orang-orang tersebut adalah Amy Winehouse, ia menambahkan juga beberapa trademark yang ada pada diri penyanyi jazz tersebut. Ada tatoo di beberapa bagian tubuhnya, dan ia juga dalam posisi menggenggam rokok dan sebotol minuman keras<br />
Hebatnya, hanya dalam 2 hari orang-orangan sawah buatan Marlon berhasil mengusi burung-burung tersebut. Akibatnya, semua petani di Norfolk pun mengikuti jejak Marlon.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg"><img class="size-medium wp-image-501 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg?w=214&#038;h=160" alt="" width="214" height="160" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">See? Dibilangin juga apa. Cantik itu relatif! Hihiihi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/499/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/499/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=499&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Girl Power!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; terlalu sadis caramu menjadikan diriku
Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu
Tanpa perduli sakitnya aku &#8230;



Kalau saja para pencipta lagu itu memang benar-benar menciptakan sebuah karya berdasarkan pengalaman pribadinya, maka marilah kita berbela-sungkawa untuk para pria yang ada di Indonesia. Bagaimana enggak, kalau diperhatikan lagi dengan sungguh-sungguh, lagu-lagu hits milik penyanyi pria yang sekarang sering diputar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=442&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em><strong><span style="color:#666699;">&#8230; terlalu sadis caramu menjadikan diriku<br />
Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu<br />
Tanpa perduli sakitnya aku &#8230;</span><br />
</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau saja para pencipta lagu itu memang benar-benar menciptakan sebuah karya berdasarkan pengalaman pribadinya, maka marilah kita berbela-sungkawa untuk para pria yang ada di Indonesia. Bagaimana enggak, kalau diperhatikan lagi dengan sungguh-sungguh, lagu-lagu hits milik penyanyi pria yang sekarang sering diputar video klipnya diTV atau sering diputar di radio-radio atau bahkan yang sering dinyanyikan oleh para pengamen  lengkap dengan alat musik <em>&#8216;icrik-icrik</em>&#8216;nya itu, hampir semuanya berisikan tentang jeritan hati para pria yang disakiti hatinya. Oleh siapa? Oleh para wanita, tentu saja. Coba perhatikan lagu <strong>Sadis</strong> yang dinyanyikan <strong>Afgan</strong> diatas. Si laki-laki itu begitu terperdayanya,  hingga menyebut tindakan si perempuan yang mempermainkan hatinya itu masuk dalam kategori &#8217;sadis&#8217;. Menurut kamus Bahasa Indonesia, &#8217;sadis&#8217; itu adalah sebuah perbuatan yang tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas dan ganas. Owhh&#8230; Malang sekali lelaki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukti lain bagaimana laki-laki Indonesia semakin lemah saja?</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>.. Bila kau cinta aku, mengapa kau tipu diriku ‘tuk bersama dia<br />
Kau bunuh hatiku saat ku bernafas untukmu<br />
Kau kebanggaan aku yang tega  menipuku &#8230; </em></strong></span><em></em></p>
<p><em>(</em>TEGA-GLENN FREDLY)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color:#666699;">.. t&#8217;lah kuucapkan sayang<br />
Dan kubuktikan kau yang terpilih<br />
Namun kau buat ku tersiksa<br />
Dengan rasa yang tak pernah kan terjawab.</span>. </em></strong><em></em></p>
<p><em>(</em>TERSIKSA &#8211; MARCELL)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau Glenn Fredly menjerit2 karena pacarnya begitu tega menipunya, Marcell malah berkeluh kesah karena merasakan siksaan yang luar biasa akibat tidak jelasnya hubungan dia dengan pacarnya. Luar biasa! Walau dalam hal ini memang kita bisa mengerti sih, gimana sakitnya kita ditipu oleh orang yang selama ini kita banggakan, atau bagaimana tidak enaknya status cinta yang &#8216;menggantung&#8217;. Tapi nggak usah teriak-teriak gitu dong, mas! Cowok gitu loh! Luapkanlah emosi dengan memukul atau kebut-kebutan di jalan! Hehehehe. Okay, mungkin vokalis &#8216;manis&#8217; seperti <strong>Afgan</strong>, <strong>Glenn</strong> atau <strong>Marcell</strong> memang identik dengan lagu-lagu mendayu-dayu tentang patah hati. Tapi ketika band-band pun melakukan hal yang sama, saya jadi semakin yakin kalau era lagu cengeng di tahun 80&#8242;an yang pernah diprotes oleh Mentreri Penerangan jaman itu kembali lagi, cuma kali ini yang menjadi cengeng adalah kaum prianya!<span id="more-442"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8230; kau hancurkan aku dengan sikapmu<br />
tak sadarkah kau telah menyakitiku<br />
lelah hati ini meyakinkanmu<br />
cinta ini membunuhku .. </strong></em></span></p>
<p>(CINTA INI MEMBUNUHKU &#8211; D&#8217;MASIV)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;">.<strong><em>. mengapa selalu aku yang mengalah<br />
tak pernah kah kau berpikir sedikit tentang hatiku?<br />
mengapa ku yang harus selalu mengalah<br />
pantaskah hatiku masih bisa bersamamu &#8230;</em></strong></span></p>
<p>(SELALU MENGALAH &#8211; SEVENTEEN)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bisa dibayangkan, jika band-band dengan penampilan yang &#8217;sangat laki&#8217; ini manggung di hadapan ribuan penontonnya yang kebanyakan laki-laki juga. Semua penonton laki-laki kompak berpaduan suara menyanyikan bait menyedihkan itu dengan lantang! Hohoho.. jadi gini nih laki2 di Indonesia saat ini? Menjadi pihak yang disakiti? Selalu dipermainkan oleh perempuan? Kalau begitu, berarti perempuan Indonesia sekarang ini memang sudah berubah ya. Jadi lebih independent, lebih berani dan menganggap bukan jamannya lagi perempuan diidentikkan lagi sebagai mahluk lemah. Kalau mereka dulu selalu disakiti atau dipermainkan, maka sekaranglah waktunya mereka jadi pihak yang menyakiti atau mempermainkan!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg"><img class="size-medium wp-image-444 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg?w=170&#038;h=134" alt="" width="170" height="134" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mereka sudah berani mempertanyakan status :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.<span style="color:#666699;">.. ku harus menemui cintaku, mencari tahu hubungan kita<br />
apa masih atau tlah berakhir?<br />
sampai kapan kau gantung, cerita cintaku memberi harapan<br />
hingga mungkin ku tak sanggup lagi, dan meninggalkan dirimu ..</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:#666699;"></span></em></strong>(GANTUNG &#8211; MELLY)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berani mempermainkan  status</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#666699;">.. cukuplah saja berteman denganku, janganlah kau meminta lebih<br />
ku tak mungkin mencintaimu, kita berteman saja<br />
teman tapi mesra..</span> </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em>(TEMAN TAPI MESRA &#8211; RATU)<em><strong><br />
</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berani menerima status</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#666699;"><em><strong>. jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia<br />
walau pun kau takkan pernah, kumiliki selamanya..</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong></strong></em></span>(JADIKAN AKU YANG KEDUA-ASTRID)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">bahkan berani mempertegas status</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8230; dan aku sudah pernah bilang, pacarku bukan cuma kamu saja<br />
Ku mempunyai dua hati yang tak bisa untuk ku tinggali<br />
dan aku sudah pernah bilang, janganlah kamu terlalu sayang<br />
dan bila nanti kau menghilang, ku masih punya lelaki cadangan ..</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em></em></strong></span>(LELAKI CADANGAN &#8211; T2)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ah, Ibu Kartini pasti tersenyum bangga di atas sana&#8230;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/442/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/442/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=442&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg?w=170" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Warwick Avenue</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 09:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Uhmm.. lagi jatuh cinta sama video klipnya nih.. hehehehe.
2 jempol buat si mbaknya.


When I get to Warwick Avenue&#8230;
Meet me by the entrance of the tube.
We can talk things over, a little time&#8230;
Promise me you won&#8217;t step outta line.
When I get to Warwick Avenue&#8230;
Please drop the past and be true.
Don&#8217;t think we&#8217;re okay, just because I&#8217;m [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=438&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Uhmm.. lagi jatuh cinta sama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=HhZ5-L9znt8"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>video klipnya</strong></em></span></a> nih.. hehehehe.<br />
2 jempol buat si mbaknya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong></strong><strong><br />
</strong></span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#666699;">When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
Meet me by the entrance of the tube.<br />
We can talk things over, a little time&#8230;<br />
Promise me you won&#8217;t step outta line.</span></strong></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
Please drop the past and be true.<br />
Don&#8217;t think we&#8217;re okay, just because I&#8217;m here&#8230;<br />
You hurt me bad, but I won&#8217;t shed a tear.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>I&#8217;m leaving you for the last time baby&#8230;<br />
You think you&#8217;re loving but you don&#8217;t love me.<br />
I&#8217;ve been confused outta&#8217; my mind lately&#8230;<br />
You think you&#8217;re loving but I want to be free.<br />
Baby you&#8217;ve hurt me.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
We&#8217;ll spend an hour, but no more than two.<br />
Our only chance to speak, once more&#8230;<br />
I showed you the answers, now here&#8217;s the door.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
I&#8217;ll tell you baby, that we&#8217;re through.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>All the days spent together, I wished for better,<br />
But I didn&#8217;t want the train to come.<br />
Now it&#8217;s departed,<br />
I&#8217;m broken hearted, seems like we never started.<br />
All the days spent together, when I wished for better,<br />
And I didn&#8217;t want the train to come</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>You think you&#8217;re loving but you don&#8217;t love me.<br />
I want to be free, baby you&#8217;ve hurt me.<br />
You don&#8217;t love me,<br />
I want to be free,<br />
Baby you&#8217;ve hurt me.</strong></span></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/438/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/438/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=438&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Two Much</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 09:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[anda puas saya loyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Katanya nih, sesuatu yang serba &#8216;terlalu&#8217; itu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata &#8216;terlalu&#8217; itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam disorientasi, gara-gara mengalami yang &#8216;terlalu&#8217; ini.
Jadi Jumat Malam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=434&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Katanya nih, sesuatu yang serba <strong><em>&#8216;terlalu&#8217; i</em></strong>tu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata &#8216;terlalu&#8217; itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam <em>disorientasi</em>, gara-gara mengalami yang &#8216;terlalu&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Jumat Malam, saya dan teman saya <strong>Ndut</strong> pergi menghabiskan malam libur ini dengan nonton di Studio 21 Ambarukmo Plasa. Ini pun setelah kami harus melewati perjalaan yang cukup panjang dan berliku. Well, bukan kami sih, tapi SAYA! Saya yang merasakan penderitaan kaki pegal-pegal, demi 2 buah tiket bioskop! Sebenarnya rencana nonton sudah dicanangkan pada hari Kamis, tapi kemudian batal karena begitu saya  masuk ke Studio itu, antrian sudah padat merayap. Menggila. Maklum, musim liburan. Makanya, keesokan harinya saya memutuskan untuk datang lebih awal supaya tidak perlu ngantri beli tiket. Tapi ternyata saya salah, karena sepertinya seluruh orang pun berpikiran sama. Jam 10.04 pagi, begitu saya sampai disana, ruangan udah penuh sesak oleh antrian! <em>What the&#8230; </em>ya sudahlah, masa harus batal lagi? Terpaksalah ikutan ngantri. Untunglah waktu 20 menitan saya mengantri, terbalas dengan berhasilnya saya mendapatkan <em>seat </em>yang enak.</p>
<p style="text-align:justify;">Nonton apa sih?<span id="more-434"></span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-437 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg?w=110&#038;h=171" alt="" width="110" height="171" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jam 19.30 kami masuk ke dalam Studio 4 dalam keadaan film sudah dimulai (luar biasa memang ni bisokop! Selalu memulai filmnya 5 menit lebih awal!). Pertama-tama duduk, kami sebenarnya agak-agak jengah karena dari sana sini terdengar suara anak2 kecil tertawa cekikikan. Bukan, kami tau itu bukan suara mahluk halus atau sejenisnya, tapi memang suara dari anak-anak kecil yang banyak bertebaran dimana-dimana bersama orang tuanya. Ya ya ya, film yang kami tonton saat itu memang masuk kategori film keluarga ya. Dan saat inipun sedang musim liburan sekolah.  Jadi kami memang berusaha untuk berdamai dengan keadaan, dan berusaha tetap menikmati film, ditengah2 suara-suara anak2 kecil yang tertawa melengking, bahkan sebelum filmnya sampai di adegan-adegan yang lucu. Hrrrrrrr&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untungnya film yang kami tonton itu luar biasa menghibur. Dengan cerita yang sederhana tapi penuh dengan dialog2 cerdas dan penuh makna <em>*halah*</em> , diluar ekspektasi banget lah. Puas banget liatnya. Saking puas dan berkesannya, teman saya itu bahkan sampai bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aduh&#8230; jadi pengen makan Mie..&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak aneh memang orang ini. Mungkin itu bedanya dia dengan anak2 kecil lainnya yang sama terkesannya dengan film ini. Sekeluarnya dari bisokop, mereka mungkin berhasrat untuk belajar Kungfu atau sejenisnya. Tapi teman saya ini malah memilih untuk makan mie. Ya ya, setiap film memang memiliki dampak yang berbeda-beda bagi penontonnya. Ketika seusai film, kami melihat jam baru menunjukkan jam 8 malam lebih 50 menit, kami tau bahwa rasanya masih terlalu sore untuk segera pulang ke rumah. Makanya, dengan iseng saya menantang teman sebelah saya itu,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Lanjut??&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan dengan mantap diapun menjawab, <em><strong>&#8220;YUK!&#8221;.</strong></em> Dasar emang lagi pada kurang kerjaan sekali. Sip! Kamipun keluar studio dan mampir lagi ke Loket (kali ini tanpa ngantri), dan memutuskan untuk menonton&#8230;.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg"><img class="size-medium wp-image-436 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg?w=110&#038;h=156" alt="" width="110" height="156" /></a></p>
<h3>WHY??</h3>
<p style="text-align:justify;">Entahlah. Kami juga nggak terlalu paham kenapa kami mau melanjutkan hidup kami malam itu dengan mentonton film yang dari judul dan tampilan posternya udah <strong>&#8216;enggak banget&#8217;</strong> itu. Tapi mungkin karena &#8216;enggak banget&#8217; itulah, kami jadi semakin tertantang untuk melihatnya. Apalagi setelah saya mendapat review dari teman saya yang mengaku <em><strong>&#8216;mabuk darat laut dan udara&#8217;</strong></em> setelah menyaksikan film ini, makin penasaranlah kami untuk membuktikan ucapannya tersebut.  Ya sudah, akhirnya si Ndut yang saya suruh membeli tiket. Dia nampak mengerti sekali kenapa saya sampai menyuruhnya membeli tiket.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kenapa, malu ya??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, dia malah memanggil-manggil saya untuk ikut memilih tempat duduk. Ih! Gimana sih ni anak? Udah dibilang gue malu, juga. Tapi karena dia memaksa dngan alasan<em> seat </em>yang tersedia sudah sangat terbatas, sayapun mau nggak mau ikutan memilih. Betapa kagetnya kami setelah melihat bahwa <em>seat</em> yang tersisa hanya tinggal baris kedua dari depan! Film ini <em><strong>sold out!</strong> </em>Tadinya saya agak-agak menolak buat melanjutkan niat menonton, karena saya berkeyakinan bahwa menonton di barisan sedekat itu dengan layar, bukanlah sebuah pilihan yang bijak! Tapi Ndut menguatkan saya lagi dengan bilang,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;<span style="color:#333399;">Wis tho.. Filmnya jelek kok! Nggak perlu dapet tempat duduk yang bagus..</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <strong><em>He&#8217;s got the point.</em></strong> Ya sudah, kamipun melanjutkan niat kami menonton. Waktu jeda yang masih sekitar 30 menit tersebut dipakai <strong>Ndut</strong> makan Mie (kesampaian juga cita2nya itu) dan saya jalan-jalan keliling Mal buat menghimpun kekuatan. Hehehe. Setelah itu, kamipun masuk kedalam <strong>Studio 2.</strong> Setelah pakai acara dorong-dorongan di dekat pintu masuk (ya, kami sama-sama tidak mau jadi yang pertama &#8216;kelihatan&#8217; masuk di studio itu!), kami kemudian keluar lagi menunggu lampu studio dimatikan. Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kami menonton film ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat kata-singkat cerita, film pun dimulai. Jadi nih buat yang belom tau kalo ada film berjudul murahan ini, ini adlah film bergenre (Insya Allah) komedi, yang dimainkan oleh <strong>Komeng, Ruben Onsu, Yeyen, Andi</strong> <strong>Soraya</strong>, dan sejuta nama2 lain yang menurut posternya sih merupakan pelawak-pelawak nomer wahid di negeri ini. Dan sutradaranya adalah <strong>KK Dheeraj,</strong> yang sebelumnya pernah sukses mempermalukan dirinya sendiri dengan menyutradarai film berjudul <strong>Genderuwo</strong> dan <strong>Skandal Cinta Babi Ngepet!</strong> Ya ya, setelah dianggap gagal menggarap film bergenre Horor, si bapak ini mencoba peruntungannya dengan membuat film bergenre Komedi. Dan hasilnya, oh my God&#8230; masih tetap Horor!!</p>
<p style="text-align:justify;">Buruk! Buruk sekali, teman-temanku. Seperti melihat acara lawak semacam <strong>Sahur Yuk Sahur</strong> tapi dalam versi yang tidak lucu, jorok, vulgar dan bodoh. Dan malangnya kami harus menyaksikannya tanpa jeda iklan untuk sejenak mengambil nafas, dan di <em>giant screen</em> pula! Sampai di setengah jam pertama, saya sudah mulai menjambak2 rambut saya sendiri, bahkan <strong>Ndut </strong>sudah mencopot sandal kirinya dan hampir saja dia melemparkannya ke arah <em>screen</em> yang jaraknya dekat sekali dngan hidung kita itu. Saking emosinya sama itu film. Nggak tau ya, apa kami berdua ini selera humornya dibawah rata-rata, atau malah jauh diatas rata-rata, karena setiap kali ada adegan <em>slapstick</em> yang membuat kebanyakan penonton lainnya tertawa terbahak-bahak, kami hanya saling pandang dengan kening berkerenyit (dalam keadaan gelap! hebat kan?), atau hanya gelang-gelang kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Justru malah ketika ada adegan &#8217;serius&#8217; antara dua aktor<strong> </strong>dengan kualitas akting<strong> </strong>mengerikan bernama<strong> Ryan Sechan</strong> (atau siapa, gitu) dngan<strong> Sandy Tumiwa</strong> yang berdialog serius tentang arti sebuah persahabatan, kami berdua malah tertawa terpingkal2, bahkan saya sampai menitikkan airmata saking nggak kuat lagi menahan ketawa melihat akting kedua pemain yang luar biasa buruknya itu! Sungguh, kami jadi agak2 nggak enak dengan para penonton lainnya yang mungkin melihaat dialog kedua pemain itu sebagai salah satu adegan mengharukan dalam film itu. Tapi buat kami, adegan itu justru luar biasa menggelikannya, jauh lebih menggelikan dibandingkan dialog-dialog plesetannya Komeng yang menguasai hampir keseluruhan isi film itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya beruntung sekali menyaksikan film itu bersama teman saya ini, karena dengan adanya dia disamping saya, saya jadi sedikit lebih tabah dan sabar melihat film ini. Karena hanya dalam waktu setengah jam saja, terlihat ada beberapa penonton yang bisa berpikiran waras dan memutuskan untuk walkout dari ruangan! Dan sedikit banya,  orang sableng disebelah saya inilah yang membuat saya tertawa menyaksikan film ini. Misalnya saja ketika adegan memperlihatkan seorang banci yang berambut ikal berwarna keemasan, memakai baju model boneka-bonekaan, tanpa permisi teman sebelah saya ini langsung bersuara lantang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Uhhhh!! Pingkan Mamboo????&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil bersenandung lagu <em>&#8220;Kasmaran&#8221;</em>nya <strong>Pingkan Mambo</strong>, lengkap dengan suara sengaunya. Hahahah. Saya saja hampir terguling dari kursi saking nggak kuat menahan ketawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah sudahlah. Sebaiknya sih Anda menontonnya saja sendiri, dan jangan mengharapkan apa-apa. Nggak usah mempertanyakan cerita dan dialog-dialognya yang menyedihkan. Nggakperlu mempertanyakan akting para pemainnya, karena mereka itu melawak, bukan berakting. Walau lawakan mereka itu juga nggak luucu-lucu amat.  Apalagi mempertanyakan korelasi antara judul film dengan isi ceritanya yang sama sekali nggak nyambung! Tapi belakangan kami sadar, sepertinya judul asli  film ini adalah : <strong>ANDA LOYO?? KAMI PUAS!!</strong>. Mereka akan sangat PUAS setelah melihat para penontonnya pulang dalam keadaan LOYO karena mabok ngeliat film buatan mereka ini. Mengerikan!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah di layar menampilkan tulisan <em>credit title</em> sebagai tanda film (kami tidak yakin itu film) itu selesai, dan berarti penderitaan kami telah usai, kami berdua langsung kabur secepat mungkin supaya tidak dilihat orang, kalau kami menonton film ini. Hehehe.  Jadi wajar sekali rasanya kalau sepulang dari sana, kami seperti merasakan sebuah disorientasi besar-besaran. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya kami menyaksikan film yang <em>bagus sekali</em>, kemudian kami menyaksikan sebuah film yang <em>busuk sekali</em>. Yang satu terlalu bagus, yang satu lagi terlalu buruk! Nggak enak sekali rasanya. Seperti habis dipuji setinggi langit, kemudian dihempaskan kembali ke bumi. Luar biasa. Jatuh dari gedung bertingkat 20, memang beda ya rasanya dengan jatuh dari gedung berlantai 2! Meman benar, sesuatu yang &#8216;terlalu&#8217; itu memang tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi gimana? Masih berniat nonton? Belajarlah dari pengalaman kami ini.  Kalau Anda ingin terhibur dengan dalam arti sesungguhnya, tontonlah film yang pertama. Kalau Anda ingin terhibur dalam arti kiasan atau dalam artian bohong2an, tontonlah film yang kedua. Jangan berlebihan. Tontonlah salah satu saja, jangan dua-duanya! Apalagi melihat film yang kedua itu dua kali. APAKAH ANDA SUDAH GILA??</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/434/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/434/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=434&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg?w=89" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg?w=100" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gengsi Gede-Gedean</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[

&#8220;Dunia ini sudah gila. Demi gengsi dan terlihat superior, banyak orang menghabiskan uang untuk membeli barang yang mereka tidak suka atau butuhkan asal membuat kagum orang.
Lebih gila lagi, orang-orang itu sebenarnya tidak mereka sukai juga..&#8221; (Will Smith)
Duh! Si Mas nyindir saya nih kayanya&#8230;  
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=412&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#666699;"><br />
</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Dunia ini sudah gila. Demi gengsi dan terlihat superior, banyak orang menghabiskan uang untuk membeli barang yang mereka tidak suka atau butuhkan asal membuat kagum orang.<br />
Lebih gila lagi, orang-orang itu sebenarnya tidak mereka sukai juga..&#8221; </strong></span><em>(Will Smith)</em></p></blockquote>
<p>Duh! Si Mas nyindir saya nih kayanya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/412/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/412/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=412&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Kenal Maka&#8230; Kenalan, lah!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 03:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Iya, saya juga agak2 heran. Kenapa judul posting saya makin lama semakin aneh. Padahal seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum-sebelumnya, kalau saya sebenarnya termasuk orang yang menjunjung tinggi sebuah judul atau tittle. Entah itu judul film, judul lagu, judul acara TV, judul artikel blog, sampai judul orang (&#8220;judul orang&#8221;? Nama orang, maksudnya&#8230; *maksa*) pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=389&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Iya, saya juga agak2 heran. Kenapa judul posting saya makin lama semakin aneh. Padahal seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum-sebelumnya, kalau saya sebenarnya termasuk orang yang menjunjung tinggi sebuah judul atau tittle. Entah itu judul film, judul lagu, judul acara TV, judul artikel blog, sampai judul orang (<em>&#8220;judul orang&#8221;? </em>Nama orang, maksudnya&#8230; <em>*maksa*</em>) pun bisa saya komentarin kalo emang menurut saya nggak pas. Hehehe. Karena  sekali lagi, menurut saya sih, orang pasti punya kecenderungan untuk menilai segala sesuatuya berdasarkan apa yang dilihatnya terlebih dulu. <strong>We do judge a book by it&#8217;s cover.</strong> Karena di cover itulah akan terbaca judul, penulis, dll yang akan membuat kita kemudian tertarik untuk membelinya, atau malah sebodo amat dan kemudian meninggalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu, ditengah siaran <strong>Female &#8216;n Friends</strong>, saya terlibat sebuah pembicaraan yang kemudian menjadi ide penulisan blog ini. Hehehe.</p>
<blockquote><p><strong>Iyan </strong>: <em>&#8220;Bo.. Loe kenal Artalyta gak?&#8221;</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Ya enggaklah..&#8221;</em></p>
<p><strong>Iyan</strong> : <em>&#8220;Ih, sama lho berarti sama SBY&#8230; Dia juga gak kenal sama Artalyta:</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;HAHH??? Maksud loe?&#8221;</em></p>
<p><strong>Iyan</strong> : <em>&#8220;Iyaa. Nih liat&#8230;.&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">kemudian perempuan satu itu menyodorkan koran KOMPAS terbitan hari itu. Di halaman depan, ada sebuah headline yang berjudul : <strong>&#8220;PRESIDEN TAK KENAL ARTALYTA&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg"><img class="size-medium wp-image-390 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg?w=213&#038;h=161" alt="" width="213" height="161" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Langsung dong, saya ngakak. Ni koran bikin judul kok lugu banget sih? I mean, <em>&#8220;So??&#8221;</em>. Emangnya penting ya, Presiden kenal apa enggak sama ibu yang lagi ngetop gara2 didakwa menyuap Jaksa yang menyelidiki korupsi dana bantuan BLBI itu? Jawabnya : <span style="text-decoration:underline;"><strong>PENTING</strong></span>. Sebenernya kalo mau dibaca isi berita itu secara seksama, sebenarnya isinya adalah penjelasan dari Juru Bicara Kepresidenan yang menegaskan bahwa Presiden tidak mengenal Artalyta yang pernah datang di acara peluncuran Album SBY beberapa waktu yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi menjadi <strong>TIDAK PENTING </strong>kalau para pembaca koran itu termasuk orang yang sukanya hanya baca-baca koran secara selintas lewat seperti saya. Yang dibaca judul2nya doang. Kalo menarik, ya lanjut baca isi beritanya. Kalo judul ga menarik, ya udah. Lewat. Tapi saya yakin, pihak KOMPAS sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam hal pemilihan judul tersebut. Mungkin kalo artikel itu dikasih judul : &#8220;<strong>JURU BICARA KEPRESIDENAN MEMBANTAH PRESIDEN MENGENAL ARTALYTA&#8221;</strong>, agak kepanjangan ya. Apesnya mereka aja, kok ya kebetulan yang membaca hari itu adalah  orang2 yang sok kritis dan hobi komentar saperti saya dan teman saya itu. Jadi ya mentok2nya ya kaya begini. Bukan ngebahas isi berita, tapi malah membahas judul berita. Dan ujung2nya hanya bisa jadi bahan becandaan aja. Hehehe.</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Eh, kenal Artalyta nggak?&#8221;</em></p>
<p><strong>Decki </strong>:<em> &#8220;Kenal. Yang korupsi itu kan?&#8221;</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Wiiihhh.. hebat lo. Kenal. SBY aja nggak kenal, lho&#8230;&#8221;</em></p>
<p><strong>Decki</strong> : <em>&#8220;HAH?&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Makanya.. lain kali kenalan dong, pak! Hehehe.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/389/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/389/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=389&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Meralat Tahi Lalat #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 03:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Sudah baca yang bagian pertama? Mmm, inilah reaksi dari salah satu tokoh disana. Bukan Mas Kemal, tentu saja. Heheheehe. Dengan ini, yang bersangkutan berarti sudah melakukan pembelaan dan memberikan hak jawabnya. Hahahaha.
On YM 7/1/2008
Dimas Novriandi: mas dekaaaaa! dirimu membuka aibku!
Dimas Novriandi: daku akan menulis versiku ah, bahwa daku waktu itu gak konsen, halah
ryu deka: Hahahaahha&#8230;
ryu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=370&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah baca yang bagian pertama? Mmm, inilah reaksi dari salah satu tokoh disana. Bukan Mas Kemal, tentu saja. Heheheehe. Dengan ini, yang bersangkutan berarti sudah melakukan pembelaan dan memberikan hak jawabnya. Hahahaha.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>On YM 7/1/2008</strong></span></p>
<blockquote><p><em><strong>Dimas Novriandi</strong>: mas dekaaaaa! dirimu membuka aibku!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku akan menulis versiku ah, bahwa daku waktu itu gak konsen, halah<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahahaahha&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: Aku sebenarnya agak lupa, yang jawab itu kamu ataukah Dian!<br />
<strong>ryu deka</strong>: Tapi kayanya Dian nggak sekreatif itu dalam berpikir..<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: jelas aku mas!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku kan bener2 gak dong waktu itu<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: abisnya hari geneee clue nya ita purnamasari?<br />
<strong>ryu deka</strong>: Huahahahaha..<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: michael buble kek<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: david archuleta *kok tambah jauh ya*<br />
<strong>ryu deka</strong>: Makanya, aku yakin yang melontarkan clue itu pastinya Dian!<br />
<strong>Dimas</strong> Novriandi: emang<br />
<strong>ryu deka</strong>: 2002, Mas!<br />
<strong>Dimas Novriand</strong>i: kekekee<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: kalo getu kan bisa yovie widiyanto<br />
<strong>ryu deka</strong>: Ya ga mungkin tho ya.. Dian kan ga yakin kalo Yovie atau Buble itu sengetop Ita!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: walau tetep top of mindnya ryan adalah nike ardilla<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: ck ck ck&#8230;.<br />
<strong>ryu deka</strong>: yuk..<br />
<strong>ryu deka</strong>: silakan lho kalo bikin posting baru untuk membersihkan namamu..hehehehe<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: wakaka&#8230; ntar deh<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: aku ada fotonya kita berlima ituh<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: tapi dalam bentuk poto bukan scan<br />
<strong>ryu deka</strong>: Ayo di scan!<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahahaha<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: wakaka&#8230; dimana?!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku juga ingat mas pas bikin yel2<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: secara kalian itu penyanyi semua dan aku&#8230;.<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: mau gila rasanya<br />
<strong>ryu deka</strong>: Di internet, kek. atau dimana. Tapi ntar kalo ada yang tanya, itu bukan aku ya..<br />
<strong>ryu dek</strong>a: hahahahaha</em></p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/370/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/370/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=370&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meralat Tahi Lalat</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam saking badan kerasa pegel2 ga karuan, ceritanya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi sebuah panti pijat di Jalan Kaliurang. BUKAAAAAAANNNNN!!! Bukan panti pijat yang aneh2 atau mesum2 seperti yang Anda bayangkan itu! Hehehehe. Tapi ini sebuah tempat pijat Refleksi yang memang sudah jadi langganan saya. Tadinya sih niatnya cuman pijat refleksi doang. Tapi setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=369&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tadi malam saking badan kerasa pegel2 ga karuan, ceritanya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi sebuah panti pijat di Jalan Kaliurang. BUKAAAAAAANNNNN!!! Bukan panti pijat yang aneh2 atau mesum2 seperti yang Anda bayangkan itu! Hehehehe. Tapi ini sebuah tempat pijat Refleksi yang memang sudah jadi langganan saya. Tadinya sih niatnya cuman pijat refleksi doang. Tapi setelah dipikir2, akhirnya berubah haluan menjadi pijat plus-plus. <strong>BUKAAAANNNNNNNN!!! </strong>Bukan pijat aneh2 atau mesum yang masih terus Anda bayangkan itu!! Jadi, kalo refleksi kan pemijatan hanya berkonsentrasi <em>*halah* </em>di seputaran kaki dan tangan, nah kalo pijat yang plus2 ini  adalah pijat refleksi <span style="text-decoration:underline;"><strong>PLUS </strong></span> punggung  dan seluruh badan  hingga kepala juga.  Kalo disana program ini dinamakan PIJAT SEHAT. GItu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi saya nggak akan menceritakan tentang proses si mas2 itu memijat saya. Karena ngapain juga? Hehehe. Karena ini adalah pijat sehat saya yang pertama (biasanya sih cuman refleksi doang),  walhasil saya harus &#8216;agak&#8217; merelakan celana saya dipelorotin sedikit dooong, biar si mas pemijatnya bisa memijat pinggang saya. Saya sih <strong>berpikir positif thinking </strong>saja (seperti yang diucapkan Laudya Chyntia Bella!) kalau mas pemijat langganan saya yang bernama  Kemal ini nggak mau ngapa2in saya. Huahahaha. Sumpah, jadi agak parno sebenernya gara2 cerita teman saya yang pernah &#8216;diisengin&#8217; waktu dia pijet! Salah siapa dia pijetnya di daerah Pasar Kembang! Lagian juga tempat pijat langganan saya ini cukup terjamin, lah kerdibilitasnya <em>*ediannnn*</em>. Bersih, bagus dan terbuka. Pemijat disesuaikan dengan muhrimnya. Maksudnya, kalo yang dipijat cewek, yang mijat juga cewek. Okay, lanjut ke acara pijat-memijat. Suatu ketika ketika mas Kemal sedang memijat pinggang saya, si mas ini tau-tau bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Wah, mas  pasti bakalan disayang sama pasangan hidupnya besok..&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja saya langsung, <em>&#8220;Hahh???&#8221;</em>. Lha iya dong. Nggak ada angin ga ada ujan, tau2 kok si masnya komentar gitu. Langsung dong saya minta konfirmasi,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Maksudnya, mas?&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dia menjawab,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Iya. Ada tahi lalatnya di pinggang kiri. Artinya kan, mas besok pasti akan disayang sama pasangan hidup mas&#8230;&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">OWHHHH&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hari gini, yang namanya ramalan dan karakter seseorang pun masih dinilai dari letak sebuah tahi lalat, sodara2! Untung saja si Mas itu meramal sesuatu yang baik. Jadi saya percaya aja. Dan karena si Mas sepertinya jago &#8216;meramal tahi lalat&#8217; seperti itu, saya pun jadi penasaran. Dan keluarlah keisengan saya.<span id="more-369"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Trus, kalo tahi lalatnya dipinggang sebelah kanan, atinya apa?&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dengan mantap dan yakin, mas Kemal ini menjawab,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Kalo di sebelah kiri kan artinya mas disayang. Nah kalo tahi lalatnya di pinggang sebelah kanan, artinya mas yang sayang sama dia&#8230;&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JEDHUEEERRR!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230; kata siapa meramal itu susah, sodara-sodara?? Hehehe. Saya kemudian hanya manggut-manggut sambil sekuat tenaga menahan ketawa (dan sakit karena dipijat, tentu saja). Saya sih nggak meremehkan kemampuan meramal mas pemijat saya itu. Cuman geli aja, karena saya jadi merasa, sesuatu yang bernama <strong>TAHI LALAT</strong> ini kok tiba-tiba menjadi hal yang penting, dan seolah bisa mencerminkan karakter atau bahkan nasib seseorang. Ya walaupun saya tentu saja nggak percaya2 amat. Karena saya masih percaya, bahwa apa yang terpancar dari dalam-lah yang paling berarti <em>*halah*. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi coba deh diinget2 lagi. Ketika ada orang yang punya tahi lalat di sekitar bibirnya, orang pasti langsung mendakwa kalau dia adalah orang yang cerewet! Iya kan? Dari beberapa orang yang saya temuin yang kebetulan memiliki tahi lalat di sekitar bibirnya, memang sih rata2 termasuk doyan ngomong. Mungkin gara2 itu ya, para lalat sampai pada sebel dan kemudian <em>&#8216;pup&#8217;</em> di bibirnya. Hahahaha. Tapi yang jelas, saya sih nggak tau darimana atau sejak kapan stereotype itu muncul. Padahal kan kasian banget, orang kok dinilai (secara sepihak pula!) hanya gara-gara tahi lalatnya. Hahaha. Gak penting bener. Justru malah seharusnya keberadaan si tahi lalat harusnya disyukuri sebagai rejeki ya. Paling enggak, bisa jadi trademark buat jualan, lah. <strong>Cindy Crawford</strong> dan <strong>Eva Mendes</strong> mungkin ga akan keliatan spesial tanpa tahi lalat. Atau kalau mau maen di lokal-an dikit <strong>*hahaha*,</strong> <strong>Ita Purnamasari</strong> deh. Yang dulu gosipnya malah berhasrat ingin mengilangkan tahi lalat di bawah mata kirinya itu, tapi kemudian dibatalkannya. Gosip yang ga penting, bukan? Pastinya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ngomong2 soal Ita Purnamasari, saya jadi inget punya pengalaman luar biasa menggelikan. Jadi sekitar tahun 2002-2003, saya bersama keempat teman saya yaitu <strong>Ferre, Lutfi , Dimas </strong>dan <strong>Dian </strong>pergi ke Jakarta karena ada panggilan audisi<strong> kuis KATA BERKAIT</strong>. Ini kuis jaman dulu yang sempat ngetop, dimana tugas para peserta dalam satu kelompok adalah harus saling menebak sebuah kata, dengan cara menerangkan beberapa kalimat yang bisa meng-guide si penebak tentang kata yang disembunyikan itu. Hingga waktu itu, soal yang kami dapat adalah kata : PIANO. <em>Supposed to be easy,</em> bukan? Well, <span style="text-decoration:underline;">tergantun</span>g juga sampai sejauh mana tingkat kecerdasan dan imajinasi partner anda!</p>
<p style="text-align:justify;">Clue pertama dari Lutfi ke Ferre : Alat musik yang dipencet?  Ferre menjawab : PIANO! *beres*</p>
<p style="text-align:justify;">Clue kedua dari Ferre ke Dian : Selain organ? Pakai tuts? Dian menjawab : PIANO! *beres*</p>
<p style="text-align:justify;">Clue ketiga dari Dian ke Dimas : Ita Purnamasari kalo nyanyi, megang?</p>
<p style="text-align:justify;">sampai di sinilah semuanya berantakan. Karena kemudian Dimas dengan luar biasa cerdasnya menjawab, &#8220;TAHI LALAT!&#8221;.  MASYA  ALLLLOOHHHHH! Sejak kapan Ita Purnamasari kalo nyanyi sambil megang2 tahi lalat?? Hahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/369/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/369/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=369&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(don&#8217;t) Stop Piracy! It&#8217;s Hillarious!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 08:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[OH TIDAAKKKK!!!

Gak percaya! Ga mungkin! Ini seperti mimpi!!
Hehehe, berlebihan sekali ya? Tapi sungguh, percayalah. Kalau Anda mengalami apa yang saya alami tadi malam, maka Anda akan merasakan hal yang sama. Kaget. Surprise. Geli. Dan &#8216;gilo&#8217; dalam waktu bersamaan. Tak percaya, tapi nyata *makin hiperbola saja bahasanya*.
Jadi gini lho, tadi malam sepulang dari kantor, saya mampir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=337&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2>OH TIDAAKKKK!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gak percaya! Ga mungkin! Ini seperti mimpi!!<br />
Hehehe, berlebihan sekali ya? Tapi sungguh, percayalah. Kalau Anda mengalami apa yang saya alami tadi malam, maka Anda akan merasakan hal yang sama. Kaget. Surprise. Geli. Dan <em>&#8216;gilo&#8217; </em>dalam waktu bersamaan. Tak percaya, tapi nyata <em>*makin hiperbola saja bahasanya*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi gini lho, tadi malam sepulang dari kantor, saya mampir ke<strong> Circle K</strong> di Jalan Kaliurang buat beli sesuatu. Setelah selesai, saya mampir ke sebuah toko di sebelahnya yang menjual aneka pernak-pernik bajakan (hihi). Mulai dari CD, VCD, MP3 hingga DVD tentu saja. Tadinya sih niatnya pengen cari DVD Serial <strong>30 Rocks</strong>. Tapi ternyata yang ada malah Season kedua, yang pertama udah nggak ada. Entahlah, mungkin Sold Out. Mungkin juga yang keluar cuman Season 2 doang. Yah, namanya juga bajakan. Jadi ya suka2 yang bajak, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak terpuaskan di bagian DVD, saya pindah ke bagian CD. Milih-milih-milih-milih, sampailah saya di bagian lagu2 Kompilasi. Dan mata saya yang entah mengapa selalu awas kalau ada sesuatu yang ajaib, langsung tertuju pada sebuah CD bergambar rangkaian bunga berwarna Ungu dan berbentuk hati berjudul &#8216;<strong>GOLDEN LOVE SONG&#8217;.</strong> Tanpa &#8216;<em>s&#8217;</em> ya tulisan &#8217;song&#8217;nya. Tapi bukan karena tulisan ngaco atau gambar bunganya yang menarik perhatian saya. Tapi karena di bawah gambar bunga itu masih ada tulisan lain yang menyertainya, yaitu : <strong>&#8220;INDO VS BARAT&#8221;</strong>. Dan masih ditambah lagi tulisan : <strong><em>&#8220;The Best Collection of Timeless Love Songs&#8221;.</em></strong> Oke, apa2n ini. Langsung dong, saya membalik CD tersebut untuk melihat lebih lanjut daftar lagu yang menjadi bagian dari si &#8216;GOLDEN LOVE SONG&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">ENG ING EEENGGGGGGG&#8230;&#8230;.siap2! Inilah daftar lagu cinta sepanjang masa itu :<span id="more-337"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-339" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg?w=162&#038;h=121" alt="" width="162" height="121" /></a></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">1.<strong>POPPY MERCURY</strong> &#8211; SURAT UNDANGAN<br />
2.<strong>MARIAH CAREY </strong>- WE BELONG TOGETHER<br />
3.<strong>BROERY MARANTIKA</strong> &#8211; BIARLAH BULAN BICARA<br />
4.<strong>CELINE DION</strong> &#8211; THE  POWER OF LOVE<br />
5.<strong>NIKE ARDILLA</strong> &#8211; SUARA HATIKU<br />
6.<strong>MLTR </strong>- THE ACTOR<br />
7.<strong>GOMBLOH</strong> &#8211; APEL<br />
8.<strong>RONAN KEATING</strong> &#8211; WHEN YOU SAY NOTHING AT ALL<br />
9.<strong>MERIAM BELLINA</strong> &#8211; KERINDUAN<br />
10.<strong>ELTON JOHN </strong>- YOUR SONG<br />
11.<strong>PANBERS</strong> &#8211; TERLAMBAT SUDAH<br />
12.<strong>AIR SUPPLY </strong>- GOODBYE<br />
13.<strong>CHRISYE -</strong> LILIN LILIN KECIL<br />
14.<strong>SARAH MCLAHLAN</strong> &#8211; ANEL<br />
15.<strong>POPPY MERCURY</strong> &#8211; ANTARA JAKARTA &amp; PENANG<br />
16.<strong>ENYA </strong>- ONLY TIME<br />
17.<strong>NANDY ADAMS</strong> &#8211; LOVE<br />
18.<strong>SAMUEL WRIGHT</strong> &#8211; KISS THE GIRL</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Iya! Itu dia.<br />
Gimana perasaanmu???<br />
Perasaan saya? Ya gitu itu, seperti yang saya tulis di awal tulisan ini. Silakan di baca lagi. Hahaha. Sampe bingung lagi mau bilang apa. Tapi yang pasti, saya sungguh penasaran sekali sama orang yang menjadi <em>&#8216;music director&#8217;</em> untuk pembuatan CD ini. Siapa ya?? Luar biasa sekali. Luar biasa ngacak! Hahaha. Boss, <strong>Poppy Mercury</strong> loh, gabung sama <strong>Mariah Carey</strong>! Kalo mbak Mimi ini tau dia disandingkan dengan penyanyi pop rock nanggung itu, dia pasti murka sekali. Entah darimana ide pembuatan CD bajakan ini muncul. Sungguh tak habis pikir rasanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau anda sudah pusing membaca susunan lagu diatas itu, cobalah Anda bayangkan bagaimana perasaan   saya ketika memutar CD itu di pagi tadi di kamar! OWHHHH&#8230;.<br />
Gimana, ada yang mau minjem?? Hehehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/337/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/337/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=337&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Slippery When Wet</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Tanda peringatan seperti tulisan judul diatas memang penting. Supaya kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki kita ketika melewati lantai yang sedang basah. Hati-hati, supaya nggak kepeleset. Karena lantainya licin. Bersyukurlah kalau ada yang memperingatkan. Karena yang namanya &#8216;terpeleset&#8217; itu memang nggak enak sekali. Karena terjadinya tiba-tiba. Hehehe. Nenek-nenek juga tau, ya? Ketika kita &#8216;terpeleset&#8217;, biasanya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=321&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Tanda peringatan seperti tulisan judul diatas memang penting. Supaya kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki kita ketika melewati lantai yang sedang basah. Hati-hati, supaya nggak kepeleset. Karena lantainya licin. Bersyukurlah kalau ada yang memperingatkan. Karena yang namanya &#8216;terpeleset&#8217; itu memang nggak enak sekali. Karena terjadinya tiba-tiba. Hehehe. Nenek-nenek juga tau, ya? Ketika kita &#8216;terpeleset&#8217;, biasanya yang dirasakan ada 2 macem : sakit dan malu. <strong>Sakit</strong>, tentu saja secara fisiknya. Kata siapa jatuh dengan posisi pantat menempel di lantai lebih dulu itu nggak sakit? Masih untung pantat. Gimana kalau Bibir atau Jidat duluan? <em>*knock on wood*</em>. Dan <strong>Malu</strong>, tentu saja kalau diliat dari sisi kejiwaannya (hahahaha..). Namanya juga kepeleset, pasti ekspresi mukanya nggak akan anggun dan ganteng. Namanya juga orang kaget. Belom lagi kalo pas kepeleset pake acara keluar latahnya segala. Aduh&#8230; Sakitnya mungkin ga sebanding dengan malunya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana kalau kejadiannya adalah <strong>kepeleset ngomong?</strong> Mungkin kalo yang ini sih nggak terlalu sakit ya fisiknya. Tapi mungkin malunya itu yang nggak tanggung-tanggung. Bayangkan, beberapa hari yang lalu saya sempet geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum sendiri, ketika baca-baca berita di internet. Dan semakin sadar, kalau kita ngomong, dimanapun itu, memang harus dalam kesadaran penuh. Biar nggak salah. Biar nggak kepeleset. Itulah kenapa, ketika hati sedang ga karuan, entah itu sedang sedih, marah, bahkan panik, mendingan ditahan dulu. Hati-hati ngomongnya. <span id="more-321"></span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kasus pertama,</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Terjadi ketika ada pertemuan Presiden dengan tamu negara dari luar negeri. Biasanya, <strong>Dino Patidjalal</strong> pasti akan menemani SBY jika ada pertemuan dengan tamu negara dari luar negeri. Namun Jumat (13/6/2008) kemarin, Mas Dino katanya sedang sakit Demam Berdarah. Dan peran Dino yang biasa mengalihbahasakan ucapan SBY digantikan penerjemah Istana. Disinilah petaka itu terjadi. SBY menjelaskan panjang lebar tentang peningkatan kerjasama RI-Australia di bidang keamanan dan kepolisian. <strong>Namun penerjemah yang mengalihbahasakannya ke bahasa Inggris hanya menyebut kerjasama di bidang militer, tanpa menyebut kepolisian.</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Presiden SBY pun spontan menambahkannya. <span style="color:#333399;"><em>&#8220;And also police cooperation,&#8221; </em></span>kata SBY di depan wartawan Australia yang dibawa PM Australia <strong>Kevin Rudd.</strong> Ternyata, koreksi SBY ini malah bikin si penerjemah yang entah siapa namanya itu jadi tambah grogi. Tambah panik. Efeknya, lagi-lagi dia keliru menerjemahkan ucapan SBY mengenai kebijakan travel warning Australia yang belum juga dicabut. <strong>Eh, oleh si penerjemah disampaikan bahwa RI meminta agar Australia mencabut kebijakan yang telah diterapkan sejak 2002 itu.</strong> Mungkin kesalahan itu nggak jadi masalah buat PM Rudd ya, secara si bapak ini cukup ngerti dan lancar berbahasa Indonesia. Ini terlihat ketika PM Rudd dengan fasihnya berpidato dalam bahasa Indonesia. Tapi buat media Australia yang nggak berbahasa Indonesia, bisa gawat dong? Makanya, selesai jumpa pers Jubir Kepresidenan <strong>Andi Mallarangeng</strong> harus bikin klarifikasi pada wartawan Australia. Saya curiga. Jangan2 si Penterjemah Istana itu adalah N<strong>adine Chandrawinata!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kalau kasus yang kedua ini,</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Mungkin nggak separah yang pertama ya. Salah ngomong ini menimpa adik kita yang bersuara serak2 bechekk yang sepintas mukanya mirip Amara Lingua, yaitu <strong>Laudya Chintya Bella</strong>. Kata berita yang saya baca sih, hubungannya dengan <strong>Ananda Mikola </strong>yang pembalap itu kandas ditengah jalan (tuh, bahasa saya&#8230; gosip sekali kan) karena adanya orang ketiga, yaitu teman Bella sendiri! <em>What&#8217;s new, anyway?</em> Hehehe. Ketika dikerubutin wartawan yang pengen tauuuu aja urusan orang itu, Bella kayanya panik. Panik dan sedih. Sehingga tiba-tiba dia cuma bisa bilang (seperti yang saya kutip dari Kapanlagi.com) :</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, yang jelas aku berusaha <span style="text-decoration:underline;">berpikir </span></em><em><span style="text-decoration:underline;">positif thinking</span> saja, apa yang dilakukan oleh <strong>Nanda</strong> akan aku dukung,&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehehe.. Ya dimaklumin deh. Namanya juga lagi patah hati. Ngomongnya jadi suka ngaco. Sama kaya si penterjemah tadi. Namanya juga lagi grogi. Jadi ya harap maklum. Makanya, lain kali hati-hati ya. Jangan kepeleset lagi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/321/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/321/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=321&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Seluas Samudera</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/</guid>
		<description><![CDATA[Norak ya judulnya? Emang..
Hehehe. But let me ask you this : hal apa yang paling pas menjadi perumpaan, ketika kita sedang berbicara tentang kesabaran? Ya Laut. Samudera. Karena luasnya, karena seolah tidak terbatasnya. Begitulah paling tidak yang namanya kesabaran should be. Orang hidup itu kalo bisa sih sabarnya luaaaaaaassss&#8230; seluas2nya. Karena dengan sabar, buat ngelakuin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=233&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Norak ya judulnya? Emang..<br />
Hehehe. <em>But let me ask you this</em> : hal apa yang paling pas menjadi perumpaan, ketika kita sedang berbicara tentang kesabaran? Ya Laut. Samudera. Karena luasnya, karena seolah tidak terbatasnya. Begitulah paling tidak yang namanya kesabaran should be. Orang hidup itu kalo bisa sih sabarnya luaaaaaaassss&#8230; seluas2nya. Karena dengan sabar, buat ngelakuin apapun, buat menerima apapun akan ringan sekali. Bukankah itu yang dibutuhkan semua orang untuk menjalani hidup yang sudah semakin gila ini?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s1600-h/42-18816572.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s320/42-18816572.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Ada sebuah cerita&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-233"></span><br />
Ada serang Tukang Batu berusia separuh baya. Suatu hari dia mendapatkan tugas untuk membelah sebuah batu yang guedenya amit2. Dalam waktu sehari, dia harus bisa membelah batu itu, dengan hanya bermodal satu pemecah batu. Dari pagi hingga menjelang tengah hari, dia pukul2 itu batu berkali-kali dengan harapan batu itu bisa pecah terbelah. Melakukan hal yang sama berulang-ulang memang membutuhkan kesabaran yang besar ya. Udah gitu, nggak keliatan2 juga hasilnya. Sampai akhirnya ketika matahari udah tepat diatas kepalanya, ketika keringat udah bercucuran, ketika kulitnya yang putih udah jadi hitam (dia lupa memakai sunblock, nampaknya&#8230;), akhirnya si tukang batu ini menyerah. <span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ga bisa. Ga mungkin. Mustahil aku bisa memecahkan batu ini..&#8221;</em></span>. Dan diapun berhenti memukul batu, dan hanya duduk terdiam sambil menatapi batu yang ada di hadapannya itu dengan pandangan nanar. Mungkin dia berharap matanya punya sinar X seperti Superman, yang bisa membelah batu itu dengan mudahnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Ditengah keputus-asaannya itu, tiba-tiba lewatlah seorang laki-laki berusia lanjut dihadapannya. Seperti cerita2 inspiratif lainnya, tentu saja si kakek2 ini menghampiri si Tukang Batu muda dan dengan rumpi&#8217;nya bertanya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ada apa, anak muda?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harusnya si kakek itu berkenalan dulu ya. Biar akrab. Jadi dia bisa mengganti &#8216;anak muda&#8217; itu dengan nama si tukang batu itu. <span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ada apa, Deka?</em></span>&#8221; atau &#8220;<span style="color:#000080;">Ada apa, Mas Ganteng?&#8221;</span>. Huahahhaa. Kok jadi nggilani malah ya. Hehehe. Singkatnya, si Tukang Batu itu menjawab kalo dia udah nyerah memukul2kan alat pemecah batunya itu. Dia juga memanfaatkan waktu itu untuk<em> curcol </em>(curhat colongan, -red) dengan bilang kalo batu itu terlalu besar, lah.. tugasnya terlalu berat, lah.. bossnya terlalu sadis, lah. Semuanya. Mungkin sampai uang makan yang nggak naik2 juga dia curhatin. Sampai akhirnya mungkin bete denger curhatnya si tukang batu, si Kakek ini bangun dan berkata,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Bolehkah saya mencoba memecahkan batu itu?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Tukang batu melihat si Kakek dengan pandangan heran tentu saja. Kalau anak gaul sekarang, si tukang batu sedang bilang <em><strong>&#8220;Sumpee loo???&#8221;.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dipersilakan, si Kakek itu kemudian mengangkat alat pemecah batu milik si tukang, dan dengan sekali pukul, pecahlah batu itu! Anda kaget? Pasti kaget. Kecuali Anda sudah pernah mendengar cerita ini sebelumnya, tentu saja. Hehehe. Buat yang belum pernah, pasti Anda menebak2 kalau si Kakek ini adalah semacam <strong>Gandalf </strong>dari <strong>The Lord Of The Ring</strong> yang sakti itu, atau sosok Malaikat yang turun ke bumi dan menjelma menjadi seorang kakek2, atau mungkin Anda mengira kalau si Tukang Batu itu sedang bermimpi di siang bolong. Well, <em>sorry to say </em>kalau semua perkiraan Anda itu salah. Si Kakek ini beneran kakek2. Maksudnya, beneran manusia biasa yang sudah kakek-kakek (hehehe&#8230; muter2 ga karuan bahasanya). Lantas, apa dia segitu saktinya sampai bisa memecah batu raksasa itu dengan sekali libas?? Simak jawabannya setelah kami kembali.. heheheh&#8230;Nggak. Dia tetaplah manusia biasa, sama seperti si Tukang Batu muda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Moral dari cerita ini sih sebenarnya sangat simple. Tapi penting. Orang itu harus sabar. Harus telaten, kata orang Jawa bilang. Karena kita nggak tau apa yang akan terjadi di depan kita. Seringkali kita memang &#8216;kalah&#8217; sama yang namanya kesabaran. Kita sering menyerah ketika ngerasa badan dan pikiran kita udah &#8216;panas&#8217; dan berat, dan kesabaran kita sudah habis. Sama seperti si tukang batu itu. Berpuluh2 bahkan mungkin beribu kali dia memukulkan palu itu, tapi batu besar itu nggak pecah2 juga. Dia pun menyerah. Padahal tenaga sebenarnya masih ada. Mungkin dia sudah sampai di pukulan ke 1000, dan dia menyerah. Tapi gimana seandainya batu itu ternyata ditakdirkan &#8216;pecah&#8217; di pukulan ke 1001? Dan si kakek itulah yang berhasil memukulnya. Cukup sekali pukul. Bukan berarti si Kakek itu hebat atau sakti, bukan? Tapi karena dia &#8216;mencoba&#8217;. Coba, misalnya si tukang batu itu mencoba memukul sekali lagiii&#8230;, saja. Pecahlah itu batu. <em>He&#8217;ll never know. We&#8217;ll never know.</em></p>
<h2 style="text-align:justify;">So don&#8217;t ever give up.</h2>
<p style="text-align:justify;">Ketika hati kita sudah lelah, kesabaran kita sudah mencapai puncaknya dan seolah kita sudah tidak sanggup lagi, Insya Allah itu adalah pertanda : kalau kita akan segera sampai. Akan segera ada hasil disana. Ibaratnya malam, saat2 malam yang paling dingin adalah ketika menjelang fajar. Paling dingin. Yang bisa kita lakukan adalah : Bertahan. Bertahan, karena percayalah, dingin itu akan segera berganti dengan hangatnya pagi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/233/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/233/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=233&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s320/42-18816572.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Partners in Crime</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 03:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/</guid>
		<description><![CDATA[Nggak kerasa tahun ini genap 10 tahun saya meninggalkan seragam sekolah putih abu-abu saya. Ya, waktu ternyata bener-bener cepat berlalunya. Siapa yang nyangka, tau2 kemarin ada ajakan reuni SMA, untuk memperingati 1 dasawarsa lulus SMA. Wah! 10 tahun kok kayanya baru kemaren. Kayanya belom ngapa2in, belom jadi apa-apa dan belom punya siapa2 pula! Tau2 udah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=231&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Nggak kerasa tahun ini genap 10 tahun saya meninggalkan seragam sekolah putih abu-abu saya. Ya, waktu ternyata bener-bener cepat berlalunya. Siapa yang nyangka, tau2 kemarin ada ajakan reuni SMA, untuk memperingati 1 dasawarsa lulus SMA. Wah! 10 tahun kok kayanya baru kemaren. Kayanya belom ngapa2in, belom jadi apa-apa dan belom punya siapa2 pula! Tau2 udah 10 taun lewat! Hmm.. SMA.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Too many memories!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kayanya saking berkesannya masa 3 tahun itu, jadi bingung kalau ditanya pengalaman yang paling berkesan. Tapi diantara yang banyak itu, <em>there is one thing that I miss the most</em> : <strong>kekompakannya</strong>. Bukan hanya kompak ketika diadakan pertandingan <em>classmeeting</em> atau ketika ada acara Pentas Seni aja, tapi juga kekompakan dalam hal melakukan kejahatan! Bukan dalam hal memberantas kejahatan ya, tapi melakukan kejahatan! <strong>We&#8217;re partners in crime</strong>. Bukan perbuatan yang kriminal2 sih, tapi yang dilakukan adalah sebuah kenakalan2 kecil standar yaitu mencontek.</p>
<p style="text-align:justify;">Saking kompaknya, perbuatan mencontek yang dulu dilakukan secara perseorangan (hehehe), waktu itu kami lakukan secara massal! Kami sadar, pepatah ini benar sekali : Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Saya ingat sekali, waktu uduk di kelas II SMA, ada 2 mata pelajaran dimana mencontek massal itu kami lakukan. Yang pertama adalah pelajaran <strong>Sejarah</strong>. Jadi setiap diadkan ulangan, kami harus menjawab sekitar 20 pertanyaan pilihan ganda (Multiple Choice). Jadi ya kami harus memilih antara a-b-c-d atau e. Nah ketika ulangan selesai, maka yang selalu dilakukan kemudian adalah pengkoreksian langsung oleh murid-murid sendiri. Nggak tau apa tu guru emang termasuk yang males kalo ngoreksi sendiri atau gimana, tapi setiap ulangan memang ini selalu dilkakukan. Jadi, kertas ulangan dikumpulkan sesuai dengan baris tempat duduk, dan kemudian ditukarkan. Hasil ulangan baris pertama ditukar dengan baris ketiga, hasil ulangan baris kedua ditukar kan dengan baris keempat. Setelah itu, Ibu guru Sejarah kita itu kemudian membacakan jawaban yang benar, dan DIHARAPKAN anak2 membantunya untuk mengoreksi hasil kerjaan teman2 mereka. Dan disinilah kejahatan massal itu terjadi. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s1600-h/42-19157740.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s320/42-19157740.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-231"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya kami akan saling bekerjasama untuk saling membetulkan jawaban yang salah. Dari sini bisa kelihatan bakat curang tiap anak beda-beda levelnya. Ada yang cuma membetulkan jawaban yang salah. Ada yang ketika mengerjakan ulangan dengan menggunakan pensil sehingga kalau salah, bisa gampang dihapus atau kalau sudah benar, temannya itu tinggal menebalkannya dengan <em>ballpoint</em>. Ada juga yang bakat curangya udah melampaui batas : nekat tidak menuliskan jawaban sama sekali. Hanya menuliskan nomor soal doang! Saking sudah percayanya sama temannya. Luar biasa ya. Sehingga ketika pengkoreksian selesai, akan muncul dialog2 setengah berbisik di kelas seperti</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;"><strong>&#8220;Eh, aku salah berapa?&#8221;</strong><br />
&#8220;Salah 1..&#8221;<br />
<strong> &#8220;Eh, jangaaaannnnnn!! Jangan salah satu! Salahin 2 apa 3 aja deh&#8230;&#8221;</strong><br />
&#8220;Yo wes.. kalo aku?&#8221;<br />
&#8220;<strong>Kamu ta salahin 3 ya..&#8221;</strong><br />
&#8220;Salah 3 tuh dapet 8,5 ya?&#8221;<br />
<strong> &#8220;Iya..&#8221;</strong><br />
&#8220;Ya udah, gapapa deh&#8230;&#8221;</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;"><br />
</span></em><br />
Hihihihi&#8230; Walhasil hasil ulangan Sejarah kami pun sungguh memuaskan sekali. Proyek ini berlangsung cukup lama, hingga kemudian lama2 Ibu Guru Sejarah kami pun sepertinya curiga, karena mungkin menurutnya muka2 kami ini bukanlah muka orang2 yang jago dalam menghafalkan Sejarah. Tapi kok nilainya bagus? Makanya kemudian tanpa pemberitahuan sebelumnya sama sekali, beliau dengan percaya dirinya mengubah sistem pertanyaannya menjadi pertanyaan terbuka yang membutuhkan jawaban panjang! Dan tepat sekali, hasil ulangan kamipun sontak jeblok semua!!</p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan massal yang kedua, terjadi di mata pelajaran <strong>Ekonomi</strong>.Jadi, proyek Bapak Guru kami waktu itu adalah : kami diwajibkan mempelajari dan menghapalkan sebuah bab, dan kemudian kami dimita maju ke depan kelas satu demi satu, dan anak-anak lainnya diminta untuk mengajukan pertanyaan mengenai bab yang kami pelajari tersebut, dan kami yang menjadi &#8216;terdakwa&#8217; didepan kelas itu diwajibkan untuk menjawabnya. 1 anak mendapat jatah 3 pertanyaan dari 3 orang yang berbeda. Cukup gila memang sistem ulangan seperti ini. Itu berarti kan kami harus benar-benar menguasai SELURUH bab itu, supaya bisa menjawab pertanyaa2n tak terduga dari teman-teman kami. Dan tidak ada satupun diantara kami yang rela untuk bersusah payah menghafalkan materi 1 bab itu. Kami tau, kami harus melanjutkan tradisi kekompakan kelas kami. Untuk menghadapi tantangan gila ini, diperlukan kerjsama tim yang solid. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, beberapa jam sebelum pelajaran Ekonomi dimulai, kami mulai sibuk membuat 3 sobekan kertas. Dan di masing-masing kertas tersebut, kami tulis 1 pertanyaan yang kemudian kami sebarkan ke 3 teman yang berbeda. Tujuannya jelas : Kita pasti bisa menjawab, karena sudah tau siapa yang akan kita tunjuk untuk bertanya, dan kita sudah tau pertanyaannya. Ha! Cerdas bukan? Dan ketika tanya jawab itu dimulai, maka dimulailah reality show yang amat sangat dibuat2 itu. Ketika si Bapak Guru mulai membuka forum pertanyaan, maka langsung saja anak2 seisi kelas kompak mengangkat tangan mereka! SEMUANYA! Seolah2 mereka memang siap untuk bertanya! Padahal yang siap tanya ya cuman 3 orang yang &#8216;dimintain tolong&#8217; itu barusan doang! Yang lainnya ngangkat tangan buat ikut meramaikan saja. Hahaha. Dan setelah mereka bersandiwara, gantian anak yang didepan yang mulai berakting. Mereka akan berakting &#8216;bingung&#8217;. Keningya berkerut, mata memandang ke seluruh ruangan kelas seolah2 bingung memilih pertanyaan dari anak yang mana. Maklum, yang angkat tangan satu kelas! Hahaha.Padahal ya yang dia pilih sudah pasti yang 3 orang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini bisa ketahuan, mana anak yang bakat bohong dan mana yang tidak. Mana yang berbakat jadi aktris/aktor watak, mana yang besoknya cuman pantes jadi figuran! Gimana enggak, sering kali ada anak yang akting &#8216;bingung&#8217;nya buruk sekali, sehingga tidak meyakinkan sama sekali! Lha gimana mau meyakinkan, kalau selama beberapa menit di depan kelas itu, mukanya memerah karena menahan ketawa! Tapi paling tidak, kebohongan ini sukses luar biasa. Karena yang tau tentang hal ini hanya kami dan Tuhan. Si bapak guru? <em>Really had no idea!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi walau terkesan gampang dan maen2, bukan berarti hal ini tidak mengandung resiko sama sekali lho. Ya itu, seperti ungkapan : <span style="text-decoration:underline;"><strong><em>if you want to do something wrong, do it right!</em></strong></span> Kalo mau kong-kalikong, harus professional! Komunikasi itu hal yang amat penting dalam segala hal, termasuk ketika saling berbuat curang! Karena pernah terjadi, ketika kong-kalikong ini bisa berjalan mulus selama beberapa saat, tiba-tiba ada seseorang teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Dia hanya bengong sambil mukanya merah padam. Kami akan segera saling melirik,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Kok bisa sih dia nggak bisa jawab???&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah, kalau udah begini, kemungkinannya ada 2 : dia bener2 lupa sama apa yang sudah dihafalkannya, atau kemungkinan berikutnya adalah : si teman yang diajak kerjasama untuk mengajukan pertanyaan itu, SALAH MENGAJUKAN PERTANYAAN! Sungguh fatal sekali. Makanya ketika istirahat, siap2 saja terdengar perang mulut seperti ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Si Korban Malu</strong> : &#8220;NYET! KOK TADI PERTANYAANNYA ITU SIH??? &#8220;<br />
<strong> Si Terdakwa </strong>: &#8220;Aduh sorriiii&#8230;.&#8221;<br />
<strong> Si Korban Malu</strong> : &#8220;ITU KAN BUKAN PERTANYAAN YANG AKU TITIP&#8221;<br />
<strong> Si Terdakwa</strong> : &#8220;Iya.. ketuker sama punyanya si X&#8230;&#8221;<br />
<strong> Si Korban Malu</strong> : &#8220;TEGA BANGET SIH LO..?!!&#8221;<br />
<strong> Si Terdakwa </strong>: &#8220;Soriiii&#8230; abis yang nitip pertanyaan ke aku banyakkk.. &#8220;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan merekapun kemudian saling mendiamkan diri selama beberapa hari. Hehehe.<br />
Gosh, I really miss those days!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/231/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/231/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=231&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s320/42-19157740.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Resep Disayang Suami</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[What D' U Think?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/</guid>
		<description><![CDATA[
Katakan lebih dulu tiap pagi bahwa Anda mencintai diri Anda sendiri sebelum &#8220;I Love You&#8221; pada suami
Pastikan di rumah tidak pernah kehabisan nasi
Merespons setiap komentarnya, baik yang lucu maupun yang sedikit basi
Selalu pamit ketika pergi, seakan Anda belum tentu diperkenankanNya kembali
Letakkan bunga sedap malam di pintu masuk kamar dan biarkan wanginya mewakili Anda jika tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=230&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol>
<li>Katakan lebih dulu tiap pagi bahwa Anda mencintai diri Anda sendiri sebelum &#8220;I Love You&#8221; pada suami</li>
<li>Pastikan di rumah tidak pernah kehabisan nasi</li>
<li>Merespons setiap komentarnya, baik yang lucu maupun yang sedikit basi</li>
<li>Selalu pamit ketika pergi, seakan Anda belum tentu diperkenankanNya kembali</li>
<li>Letakkan bunga sedap malam di pintu masuk kamar dan biarkan wanginya mewakili Anda jika tidak sedang tidur berdua</li>
<li>Jadilah pembuat Mie Instant terlezat baginya, 24 jam!!</li>
<li>Cuci cangkir yang kotor, jangan terbersit untuk menggantinya dengan gelas</li>
<li>Usahakan menelpon ibunya setiap hari</li>
<li>Mnta maaf itu baik jika dari dalam hati. Jika tidak, lebih baik jangan katakan apa-apa sama sekali<span id="more-230"></span></li>
<li><span style="color:#333399;">Bersyukur dan tertawa setiap kali melihat pakaian dalam kotornya di meja rias Anda, karena berarti area tersebut masih wilayah eksklusif milik Anda</span></li>
<li><span style="color:#333399;">&#8220;Sayang, aku <span style="font-style:italic;">boarding</span>&#8221; sebelum pesawat lepas landasan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">&#8220;Sayang, aku <span style="font-style:italic;">landing</span>&#8221; satu menit setelah sabuk pengaman boleh dilepaskan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">Tanyakan apa yang kurang jika suatu hari ia menelpon jasa antar makanan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">Diam itu emas. Mendoakan pasangan dalam keadaan bermusuhan itu berlian. <span style="font-style:italic;">And diamonds are girls&#8217; best friend</span></span></li>
<li><span style="color:#333399;">Keluar rumah berdandan necis itu perlu. Tapi sebenarnya hanya pakaian yang Anda kenakan naik tempat tidur yang selalu jadi perhatiannya</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Selalu ada yang baik dalam dirinya. Jika ia bukan ayah yang baik, ia pasti suami yang baik. Atau sebaliknya, jika ia bukan yang baik at least dia pasti suami yang lumayan, lah.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></li>
<li><span style="color:#800080;">Tulis yang tak terucap dalam sebuah diary. Letakkan di tempat paling tersembunyi. Pasti ditemukan dan dibaca suami!!</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Ada perempuan hebat di samping laki-laki hebat. Jika Anda dianggap tolol, siapakah yang lebih tolol? Si Tolol atau dia yang mengawini si orang tolol?</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Lagu akan selalu terdengar harmonis jika tidak satu nada. Jika dalam pertengkaran ia selalu inisiatif mengambil nada tinggi, jadilah suara alto.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Buang alat pembuat kopi. Masing-masing kita punya takaran sendiri.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Menangislah hanya ketika mengambil air wudhu atau saat sedang sembahyang.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Tepat! Pasangan Anda bukan cenayang. Dia tidak bisa membaca pikiran jika Anda hanya sesunggukan.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Anda bukan superwoman (tidak mengapa seringkali Anda gagal merebus telur setengah matang)</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Biarkan dia memegang remote TV dan mengganti channel setiap lima belas detik sekali</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Rayakan setiap perbedaan. Fanatisme adalah penyakit.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Jangan sekali-kali memaki. Bila terpaksa, lakukan dalam hati</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Menerima teman2nya dengan tangan terbuka walau hingga larut malam dan meninggalkan banyak pekerjaan tambahan</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Tahan kantuk.Jadilah orang pertama yang mengucapkan selamat hari jadi</span></li>
<li><span style="color:#008080;">JIka ada masalah yang tidak bisa selesai, lewatkan saja. Karena suami Anda bukan superman</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Pelajari cara memijat dan mengerok yang baik dan benar</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Berbagi suami dengan perempuan lain. Maksud saya, Ibunya.</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Hindari kompetisi</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Menjaga berat badan, memperhatikan asupan makanan.</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Selalu waspada. Kata cerai bisa muncul tiba-tiba dan dari hal sepele yang tidak biasa, mesin pompa rusak misalnya</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Hati perempuan memang seperti kaca. <span style="font-style:italic;">But in case of emergency, you can break the glass!</span></span></li>
</ol>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-style:italic;"><span style="font-weight:bold;">(from &#8216;35 Cangkir Kopi&#8217; by Tamara Geraldine)</span> </span></span></div>
<div style="text-align:center;">Mbak2, resep disayang suami ternyata bukan hanya Ramuan Madura saja ya! Camkan itu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=230&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Against All Odds</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/</guid>
		<description><![CDATA[Main-mainlah ke studio radio saya. Dan ketika sampai di meja receptionist, cobalah cari sebuah selebaran yang berjudul &#8220;Mekanisme Penerbitan STNK&#8221;. Ya, memang sepertiny aneh ya, ngapain juga selebaran ini bisa nangkring di meja resepsionis. Nggak ada hubungannya sama radio sama sekali, memang. Well, selebaran itu (dan juga beberapa lainnya yang ada hubungannya dengan lalu lintas!) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=229&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Main-mainlah ke studio radio saya. Dan ketika sampai di meja receptionist, cobalah cari sebuah selebaran yang berjudul <strong>&#8220;Mekanisme Penerbitan STNK&#8221;</strong>. Ya, memang sepertiny aneh ya, ngapain juga selebaran ini bisa nangkring di meja resepsionis. Nggak ada hubungannya sama radio sama sekali, memang. Well, selebaran itu (dan juga beberapa lainnya yang ada hubungannya dengan lalu lintas!) sebenernya diberikan secara cuma-cuman oleh ibu2 Polwan yang pernah kami undang untuk siaran. Yaa, sekalian sosialisasi lah. Mungkin beliau2 memutuskan &#8216;menitipkan&#8217; selebaran informatif itu, karena agak2 sebel begitu tau saya nyantai2 aja meskipun udah 2 taun nggak bayar Pajak Kenadaraan Bermotor. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi ke selebaran itu, disitu selain berisi mekanisme tentang penerbitan STNK seperti judulnya, juga ada tulisan tentang persayaratan perpanjangan STNK, daftar Undang-Undang Kepolisian yang nggak begitu penting untuk diketahui orang awam (hehehe), dan juga di bagian terakhir ada Tips Berkendaraan. Begini isinya :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Tidak lupa membawa surat-surat kendaraan bermotor<br />
2. Tidak lupa memeriksa kendaraan sebelum berangkat<br />
3. Tidak lupa memakai sabuk pengaman<br />
4. Tidak memotong atau berhenti di tikungan<br />
5. Tidak membawa kendaraan ugal-ugalan<br />
6. Tidak melanggar rambut lalu-lintas<br />
7. Tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan lelah/ ngntuk<br />
8. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah mengendarai kendaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tips standar yang mungkin memang harus terus di reminding, kalo ngeliat tingkah pengendara kendaraan di jalan sekarang ini yang makin ajaib2. Tapi setelah saya baca2 lagi, kok ada yang kurang begitu pas ya dengan tips diatas. Dan ini juga sempat menjad pertanyaan teman saya <strong>Nona Iyan </strong>yang kadang naluri nyacatnya 11-12 sama saya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#000080;">&#8220;Bo&#8217;, kok berdoa ada di urutan terakhir ya? Bukannya dimana2, berdoa itu jadi hal yang pertama kita lakukan kalau mau melakukan sesuatu??&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya ya. Hehehe. Harusnya tips nomer 8 itu, dipindah di nomer 1. Berdoa itu yang utama. Paling enggak, itu kan yang diajari oleh orang tua kita dan guru2 kita tercinta sejak kita dulu di TK. Mau makan, berdoa. Mau tidur, berdoa. Bahkan mau ke toilet aja, harus berdoa. Lah ini mau pergi berkendara lho. Taruhannya nyawa. Kok malah surat2 duluan yang dipentingin? Emang sih, kalo ada operasi di jalan, si bapak2 polisi itu pasti akan nanya,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#000080;">&#8220;Selamat Siang! Bisa lihat surat-suratnya?&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nggak mungkin dia tanya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Selamat siang? Tadi berangkat sudah berdoa?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Huahahahaha. Jadi, <em>make sense</em> kan &#8216;masukan&#8217; kita ini? Berdoa harus ada di urutan pertama! Walau kalau saya yang bikin tips itu, di nomer 1 akan saya bikin : Jangan lupa berdoa sebelum mengendarai kendaraan, mudah2an tidak ada operasi lalu lintas yang menyebalkan itu hari ini!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/229/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/229/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=229&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Til Death Do Us Part</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 13:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/</guid>
		<description><![CDATA[Free to creating the drama. Ini adalah satu hal kenapa saya suka sekali siaran radio. Di dunia nyata saja saya termasuk orang yang suka sekali mendramatisasi suatu hal. Hehehe. Apalagi ada di dunia tidak nyata? Karena dunia radio adalah dunia &#8216;kasat mata&#8217; , dimana yang dinikmati adalah audio, suara. Bukan video, apalagi audio visual. Jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=228&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Free to creating the drama</strong>. Ini adalah satu hal kenapa saya suka sekali siaran radio. Di dunia nyata saja saya termasuk orang yang suka sekali mendramatisasi suatu hal. Hehehe. Apalagi ada di dunia tidak nyata? Karena dunia radio adalah dunia &#8216;kasat mata&#8217; , dimana yang dinikmati adalah audio, suara. Bukan video, apalagi audio visual. Jadi yang murni dijual adalah sebuah image drama. Penyiar ngomong apa, pendengar bisa bebas membuat interpretasi dan bayangan sendiri2. Itulah kekuatan sebuah audio yang menurut saya luar biasa, yang tidak dimiliki oleh media lain seperti TV atau Majalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu siang ini saya siaran, saya semakin yakin kalau saya emang termasuk tukang mendramatisir yang piawai. Hehehe. Jadi waktu itu saya bercerita tentang <strong>Patrick Swayze</strong> yang melakukan <strong><em>renewal wedding vows </em></strong>bersama istrinya <strong>Lisa Niemi</strong>. Jadi mas Swayz yang dulu jadi setan di film Ghost ini kan didiagnosa menderita penyakit Kanker Pankreas. Dan kata dokter, hidupnya cuman bisa bertahan 2 minggu kalau kankernya itu menyebar dengan cepat. Satu hal yang dilakukan Swayze kemudian, mungkin cukup menyentuh, buat saya. Instead of menangisi diri sendiri atau down yang luar biasa (ya gimana ya boss.. di diagnosa hidupnya tinggal bentar gitu), dia mememutuskan untuk tidak menyerah sama keadaan. Di hadapan teman-teman terdekatnya dan juga keluarganya, dia malah mengajak istrinya yang sudah mendampinginya selama 33 tahun untuk kembali mengulangi janji pernikahan mereka. Janji yang dulu pernah ucapkan. 33 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Isn&#8217;t that sweet? For me, it really is. Why?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s1600-h/42-19031796.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s320/42-19031796.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-228"></span>33 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah usia pernikahan. Entah sudah berapa macam halangan dan rintangan yang pernah dialami sepasang suami istri di rentang waktu selama itu. Dan mengulang janji pernikahan, sepertinya bukan sesuatu yang lazim dilakukan pasangan suami istri. Ketika memperingati <em>wedding anniversary </em>pun, biasanya yang dilakukan hanya syukuran. Makan-makan. Dansa-dansa. Padahal menurut saya, ketika kita merayakan sebuah ulang tahun pernikahan, itu adalah waktu yang tepat untuk kembali mengingat janji-janji pernikahan yang dulu pernah diucapkan. <em>You know, like </em>:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><address><span style="color:#800080;">I promise to cherish and honor you</span></address>
<address><span style="color:#800080;">For better of for worse, I&#8217;ll be there for you</span></address>
<address><span style="color:#800080;">For richer or poorer, in sickness and in health</span></address>
<address><span style="color:#800080;">&#8216;Til death do us part..</span></address>
<address><span style="color:#800080;">From this day on and forever&#8230;</span></address>
</blockquote>
<blockquote><address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan janji2 lainnya,lah. <em>I mean</em>, janji itu dulu diucapkan bukan buat main2, bukan? Istilahnya, diucapkan dihadapan Tuhan, lah. <strong><em>And we don&#8217;t mess with The Almighty</em></strong>, kan? Hehehe. Itulah kenapa kita harus selalu mengulang lagi untuk selalu mengingat, apa janji kita kepada pasangan kita. Apakah kita sudah menepatinya? Apakah kita masih dalam proses untuk menepatinya? Atau malah kita justru sudah melupakan janji kita itu? Apakah kita masih saling menghormati? Apakah kita masih berusaha untuk saling membahagiakan? Dan apa yagn dilakukan Patrick Swayze dan istrinya itu, buat saya sungguh benar2 menyentuh. Mungkin semakin terkesan dramatis sekali, karena dilakukan ketika usia si suami diperkirakan tidak lama lagi. Dan inilah waktu yang tepat untuk membuktikan, bahwa apapun yang terjadi, kesedihan dan kesusahan apapun yang terjadi, janji pernikahan mereka tetap terjaga. Mereka berjanji LAGI untuk selalu bersama, sampai maut memisahkan mereka.<br />
Selesai menceritakan kisah itu, saya memutar lagu <strong>Bila Tiba Satu Waktu</strong>-nya <strong>Bibus.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><address><span style="color:#333399;">Bila tiba satu waktu, takkan kumelupakanmu</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Betapa pedih hatiku bila kujauh darimu. J</span></address>
<address><span style="color:#333399;">ika suatu saat nanti, kita kan bertemu lagi</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Kuharap kau menyadari, cintaku masih disini..</span></address>
<address><span style="color:#333399;"><br />
Andai saja, waktu yang tersisa..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Berakhir seindah inginmu..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Maafkan diriku..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Bila tiba satu waktu..</span></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Seolah belom cukup mendramatisir, abis itu saya sambung dengan lagunya <strong>Alicia Keys </strong>yang <strong>&#8216;LIke You&#8217;ll Never See Me Again&#8217;</strong></p>
<blockquote><address><span style="color:#333399;">If I had no more time, no more time left to be here</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Would you cherish what we had?</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Was it everything that you were looking for?</span></address>
<address><span style="color:#333399;">If I couldn&#8217;t feel your touch, and no longer were you with me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">I&#8217;d be wishing you were here</span></address>
<address><span style="color:#333399;">To be everything that I&#8217;d be looking for</span></address>
<address><span style="color:#333399;">I don&#8217;t wanna forget the present is a gift</span></address>
<address><span style="color:#333399;">And I don&#8217;t wanna take for granted the time you may have here with me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">‘Cause Lord only knows another day is not really guaranteed</span></address>
<address><span style="color:#333399;"><br />
</span></address>
<address><span style="color:#333399;">So every time you hold me, hold me like this is the last time</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Every time you kiss me, kiss me like you&#8217;ll never see me again</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Every time you touch me, touch me like this is the last time</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Promise that you&#8217;ll love me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Love me like you&#8217;ll never see me again</span></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Cuman dalam hitungan menit, saya mulai di &#8216;anjing2&#8242; in sama teman saya melalui SMS. <em>&#8220;<strong><span style="color:#333399;">Anjing loe.. Bisa aja bikin gue nangis&#8221;</span></strong></em> tulis teman saya Sascha. Dia nggak tau kalau saya di dalam studio juga ampe berkaca2 karena terbawa susasana drama yang saya bikin sendiri!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7BXRqlI/AAAAAAAAAbk/_bWrhg8V6_Y/s1600-h/7048586.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s1600-h/42-19031796.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-style:italic;"><br />
</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=228&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s320/42-19031796.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Shark Attack!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 04:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger istilah : Diatas langit masih ada langit? Kurang lebih artinya adalah : jangan pernah merasa hebat. Karena diatas kita, pasti ada yang lebih hebat lagi dari kita. Saya sih nggak pernah merasa hebat. Cuman orang2 aja yang sering bilang begitu ke saya (huahahaha&#8230;). Makanya ketika ada yang bilang kalo saya ini orangnya usilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=226&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernah denger istilah : <strong>Diatas langit masih ada langit?</strong> Kurang lebih artinya adalah : jangan pernah merasa hebat. Karena diatas kita, pasti ada yang lebih hebat lagi dari kita. Saya sih nggak pernah merasa hebat. Cuman orang2 aja yang sering bilang begitu ke saya (huahahaha&#8230;). Makanya ketika ada yang bilang kalo saya ini orangnya usilnya luar biasa dengan seringnya saya berkomentar yang pada akhirnya berkecenderungan mencela, saya nggak pernah tersinggung. Karena ya itu tadi : pasti ada di dunia ini yang jiwa mencelanya jauh lebih hebat daripada saya!</p>
<p>Dan hari ini, semua itu terbukti. Jadi ada sebuah artikel di sebuah situs yang menceritakan tentang perjuangan dramatis seseorang yang diserang seekor ikan Hiu. Perjuangan hidup dan mati! Berikut ini cuplikan beritanya :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s1600-h/A-319-0140.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s320/A-319-0140.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#993366;">&#8220;Seorang perenang berkebangsaan Australia selamat dari serangan hiu putih kerena mencolok mata hewan itu. Saat itu hiu menyeret tubuhnya melalui perairan setelah membuat kaki kirinya luka parah.<br />
<strong> Jason Cull</strong> sedang berenang di pantai di wilayah Australia barat-daya, Minggu, ketika hiu sepanjang empat meter menyerangnya. &#8220;Mulanya saya kira itu adalah ikan lumba-lumba,&#8221; kata Cull kepada harian T<strong>he Australian</strong>, Senin (12/5). &#8220;Saya hanya ingat diseret ke belakang. Saya berusaha menemukan insangnya tapi saya mendapatkan matanya dan saya mencolokkan jari saya ke dalamnya dan saat itulah hewan tersebut meninggalkan saya,&#8221; katanya.<br />
Hiu itu mengoyak dua bongkahan daging dari kaki kiri Cull, mengoyak separuh betisnya dan membuat kakinya robek di lutut dan paha. Seorang petugas penjaga pantai mendengar teriakan Cull (37) dan bergegas menembus ombak untuk menyelamatkan dia.&#8221;</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>Dan berikut ini beberapa orang yang begitu kurang sopannya memberikan komentarnya di situs tersebut terhadap peristiwa yang memilukan itu  :</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;"> yudha @ 10:28 WIB</span> : waduh&#8230;.ngak sekalian aja&#8230;di jewer telinganya&#8230;..,hiu nakal&#8230;memang&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">faizal @ 10:25 WIB</span> : makanya kalo berenang pake celana, jangan&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">vie @ 10:21 WIB</span> : aduhh&#8230;.kacian hiunya masih laper dunk!!!! he2&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">tee @ 10:18 WIB</span> : hueee&#8230; hebat, kaki udah ancur masih punya kekuatan untuk cucuk mata si hiu bandel. emang hebat hormon adrenalin&#8230; ckckck&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">balakaciprit</span> @ 01:33 WIB : hiunya mata keranjang sih, jadi pantes dicolok.</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">hiu</span> @ 13:03 WIB : katanya Buaya juga begitu&#8230;.colok matanya juga kalau di gigit (eh di makan, di gigit emang kucing).</h4>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuh&#8230;<br />
Sejahat2nya saya, saya nggak pernah lho ngasih komentar yang kejam seperti mereka itu&#8230; Huahahahaha..</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s1600-h/A-319-0140.jpg"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=226&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s320/A-319-0140.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bang, SMS Siapa Ini, Bang?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 02:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Matikan semua HP malam ini.
Menurut METRO TV pk.23.00 ini ada gelombang radiasi besar yang berbahaya u/ manusia yang akan tertangkap semua HP.
Beritahu keluarga &#38; tmn2. GBU&#8221;

Saya nerima SMS itu hari Senin 10 Mei yang lalu. Ada yang nerima juga, nggak? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan berikutnya : pada bereaksi panik, nggak? Maksudnya dengan serta-merta mengirimkan SMS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=225&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><strong><em>&#8220;Matikan semua HP malam ini.<br />
Menurut METRO TV pk.23.00 ini ada gelombang radiasi besar yang berbahaya u/ manusia yang akan tertangkap semua HP.<br />
Beritahu keluarga &amp; tmn2. GBU&#8221;</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya nerima SMS itu hari Senin 10 Mei yang lalu. Ada yang nerima juga, nggak? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan berikutnya : pada bereaksi panik, nggak? Maksudnya dengan serta-merta mengirimkan SMS itu (mem-forward) ke keluarga dan teman-teman seperti &#8216;perintah&#8217; yang tertulis di SMS itu? Saya sendiri waktu membaca SMS tersebut, reaksi pertama adalah senyum2 saja.<em> &#8220;Ok.. here we go.. another unimportant message&#8230;&#8221;</em>. Karena entah udah berapa kali saya dapet SMS berantai model begini. Dengan berbagai model. Biasanya sih <em>by the end of the text</em>, tertulis kalau kita harus memforward ke sejumlah orang, disertai dengan ancaman yang bilang kalau kita tidak melakukannya, kita akan berdosa! Ya, APA-APAAN INI???</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya membaca SMS tadi itu cuma senyum2 aja. Tapi senyum2 saya itu cuma sebentar doang, karena yang ada kemudian malah justru perasaan (agak) panik! Duh, kok kayanya serius ya ini isi SMSnya??  <em>Should I ignore this?</em> Haruskah saya menghapusnya saja? Tapi kok disini mencantumkan nama <strong>Metro TV </strong>sebagai sumbernya? Ni stasiun TV kan cukup kredibel kan untuk urusan berita. Masa mereka bercanda? Lagian, saya kan ga pernah nonton Metro TV tuh, karena mereka tidak ada acara infotainmentnya (hehehehe). Jadi ya nggak tau apa stasiun TV ini benar2 memberitakan kabar ini atau enggak. Gimana kalau &#8216;kabar&#8217; itu beneran. Dan gelombang radiasi berbahaya itu benar-benar &#8216;ditangkap&#8217; oleh orang2 yang saya cintai, karena saya nggak mengirimkan SMS ini pada mereka? Oh my God, it&#8217;s all my fault!! Tidaaaakkkkkk!!! <em>*over acting mode : ON*</em><span id="more-225"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, saya mencoba mengirimkannya ke salah seorang teman saya, dan reply yang diberikannya amat singkat :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong> &#8220;Hahaha. Ok d. Tx&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ih!!<br />
Ketawa lho, dia. Dikiranya becanda, ya? Ok, ya udah. Saya bisa lebih lega. Berarti tidak cuma saya yang menganggap SMS berantai begini hanyalah becandaan nggak penting. Ini sama saja ketika beberapa hari lalu sempat heboh <strong>SMS Santet</strong>. Pernah denger, kan? Heboh karena hampir semua situs berita lokal di internet memberitakannya, maksudnya. Hehehe. Jadi isi SMS berantai itu berbunyi begini :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#993300;"><em> &#8220;Kalau ada no HP yang warnanya merah jangan diangkat, karena bagi yang membaca bisa langsung meninggal. Karena orang Bengkalis sudah ada yang meningggal gara-gara mengangkat telpon itu. Orang yang punya nomor 0666/0866 itu lagi menguji ilmu hitamnya&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan, seperti biasa, dengan isengnya saya chat dengan teman saya tadi malam sebelum pulang kantor (disempetin ya, bos! heran!).</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong> ryudeka</strong> : Udah dapet SMS Setan belom?<br />
<strong> rustee </strong>: &#8216;paan?<br />
<strong> ryudeka </strong>: SMS Setan!<br />
<strong> rustee</strong> : iya, apaan tu? gue taunya SMS Selebritis.<br />
<strong> ryudeka </strong>: Ugh, ga gaul. Ini baru lagi.<br />
<strong> rustee</strong> : hahahaha&#8230; tarif premium pula???<br />
<strong> ryudeka </strong>: Kayanya.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Ketik REG spasi SETAN dan kirim ke 666<br />
<strong> ryudeka </strong>: Aku tunggu yaa&#8230; Hihihihihi (melengking! Kan setan!)<br />
<strong> rustee</strong> : HAHAHAHAHAHA<br />
<strong> ryudeka</strong> : Serius. Masa lo ga tau sih?<br />
<strong> rustee</strong> : nggak. sumpah. emang ada iklannya di tipi?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Lo kira Mama Laurent!<br />
<strong> rusetee </strong>: yuuk.<br />
<strong> rustee</strong> : sama Ki Joko Bodoh juga jangan lupa.<br />
<strong> rustee</strong> : jangan2 iklan sms nya Ki Joko ini yg lo bilang SMS Setan!<br />
<strong> ryudeka </strong>: HUSH!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Kok?<br />
<strong> rustee </strong>: ya kali. secara liat mukanya dia kaya liat setan, bukan?<br />
<strong> ryudeka </strong>: HUAHAHAHAHHA&#8230;<br />
<strong> ryudeka</strong> : Jadi, tu SMS berasal dari nomer yang ada angka 666 atau 8666 gitu.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Kalo lo nerima tu SMS, jangan dibaca. Kalo dibaca, you&#8217;ll die!<br />
<strong> rustee</strong> : KAKAKAKAKAKAKA<br />
<strong> rustee</strong> : trus??<br />
<strong> ryudeka </strong>: Ya gitu. Ada beberapa kasus (menurut OKEZONE loh!) di beberapa daerah di Ind, orang yang nekat baca tu sms, langsung pingsan. Bahkan ada yang meninggal.<br />
<strong> rustee</strong> : dan lo percaya?<br />
<strong> ryudeka</strong> : YA ENGGAK, LAH!!<br />
r<strong>yudeka</strong> : Karena setelah gue baca sampe abis tu artikel, yang pingsan itu oleh rumah sakit diduga hanya kelelahan akibat mengikuti ujian di sekolahnya&#8230;<br />
<strong> rustee </strong>: HAHAHAHA<br />
<strong> rustee </strong>: udah stress ujian, stress juga dpt sms begituan. ya jelas aja pingsan!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Itu kok seperti melihat film horror berjudul ONE MISSED CALL ya?<br />
<strong> rustee </strong>: tau. blm liat, gue.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Besok kalo lo dapet tu SMS, forward ke gue yah!<br />
<strong> ryudeka</strong> : hehehe.<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ya begitulah.<br />
Udah jamannya <strong>3G </strong>begini kok ya masih aja ada yang percaya begitu2an. Dan udah jaman secanggih ini juga, kok ya ada yang punya ide MEMBUAT dan MENGIRIM SMS beginian. Saya geleng2 kepala aja ketika tau, kalau <strong>SMS Premium</strong>nya <strong>Ki Joko Bodho</strong> yang amat sangat berbau klenik itu, bisa laris manis. Bayangin aja, cuman dalam waktu 2 minggu sejak iklannya ditayangkan di TV, 20 ribu SMS berhasil masuk disana. Luar biasa ya? 20 ribu orang dengan sukarela membuat seorang Ki Joko Bodo menjadi orang yang semakin kaya raya. Hahahaha. Saya sih tentu aja nggak rela sekali bikin orang lain lebih kaya dari saya. Enak aja. Malah kalau memungkinkan, gimana caranya saya bisa bergabung di jajaran artis2 anggota SMS Selebirits itu! Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya tiap kali ada SMS berantai yang meminta saya mem-forward ke 10 orang atau lebih, nggak saya gubris. Walau ada ancaman,<span style="color:#993300;"><em> &#8220;&#8230; jangan abaikan SMS ini. Jika kau abaikan, sesuatu yang buruk akan mendatangi dalam minggu ini..&#8221;. </em></span>Iya tentu saja!! Sesuatu yang buruk itu adalah : pulsa gue berkurang 1500 perak dalam sehari cuman gara2 ngirimin SMS tolol itu ke 10 orang sekaligus!<br />
Hhh..kenapa jadi emosi ginni ya. Hehehe. Sudahlah. Pantesan aja orang kita terkenal gampang banget di provokasi. Lebih percaya sama hal2 yang ga masuk di akal sih. Yah, paling tidak satu hal yang bisa dipetik dari hal2 seperti ini, jaman makin canggih, orang juga dituntut semakin canggih dalam berpikir dan bertingkah laku. Terbukti kan? Dukun aja udah <em>computerized!</em>! Salut lah pokoknya&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/225/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/225/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=225&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Someday, Someway, Somehow</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/</guid>
		<description><![CDATA[Malam Minggu yang lalu saya menghadiri resepsi pernikahan teman saya di Grha Sabha UGM. Kebetulan yang menikah adalah 2 orang teman baik saya, Lutfi dan Emma. Jadi kebahagiaan saya boleh dibilang berlipat ganda. Senengnya dobel. Tapi tentu saja, saya tidak akan menulis tentang jalannya resepsi malam itu di blog ini. Karena ini kan blog saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=223&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Malam Minggu yang lalu saya menghadiri resepsi pernikahan teman saya di Grha Sabha UGM. Kebetulan yang menikah adalah 2 orang teman baik saya, <strong>Lutfi</strong> dan <strong>Emma</strong>. Jadi kebahagiaan saya boleh dibilang berlipat ganda. Senengnya dobel. Tapi tentu saja, saya tidak akan menulis tentang jalannya resepsi malam itu di blog ini. Karena ini kan blog saya, jadi ngapain saya repot2 menceritakan tentang oran lain, bukan? Saya tetaplah harus jadi bintang di blog saya sendiri. Biarlah mereka menjadi bintang di blog mereka sendiri2. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang pasti, malam itu saya sangat bahagia. Pertama, jelas senang dan bahagia karena kedua teman dekat saya itu jadi juga ke pelaminan. Itu mah nggak usah dijelaskan lagi gimana bahagianya. Walau agak kecewa juga sih, karena di resepsi itu nggak ada live band-nya. Yang ada cuman live <strong>Karawitan &amp; Gamelan</strong> doang. Jadi hobi saya yang suka sok tampil menyumbangkan suara di kawinan2, jadi tidak tersalurkan deh. Mosok mau dipaksakan nyanyi diiringin gamelan?? Hehehe. Kedua, saya senang sekali karena kebetulan di resepsi itu saya bertemu dengan salah satu MC kondang Jogja yang manis *halah* bernama <strong>Ninda Kariza</strong>. Bukan (hanya) karena senang melihat wajahnya yang senantiasa sumringah itu saja, tapi juga ketika kami selesai bersalaman dan cium pipi kiri-kanan (hehe), si mbak ini tau2 mengeluarkan komentar yang buat saya amat mengejutkan :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-223"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">&#8220;<em>Eh.. aku juga baca blog kamu lho&#8230;</em> &#8220;.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya bengong. Gak salah dengar tuh?? Makin bengong lagi karena setelah itu dia melanjutkan ucapannya dengan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">&#8220;<em>Baca blog ku juga ya.</em>. <a href="http://nindajogja.com/">Nindajogja.com</a>&#8230;.&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Loh? Kok tetep promosi ya. Hehehe. Perasaan saya waktu itu ya campur2. Ya kaget, ya nggak nyangka, ya seneng. Mixed up, lah pokoknya. Bahkan dengan noraknyapun saya bilang dalam hati :</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3>&#8220;Ninda Kariza? Baca blog gue?? Sumpe luuu??&#8221;.</h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gitu. Kalau nggak inget sedang ada di resepsi pernikahan yang resmi itu, mungkin saya udah loncat2 gembira. Hehehe. Tetep nggak mungkin juga sebenernya. Jadi saya cuman mengeluarkan ekspresi senyum-senyum sendiri aja. Kalau orang lain tau perasaan saya waktu itu, mereka pasti akan bilang betapa noraknya saya. Ya gimana ya, namanya juga blog. Semua orang di seluruh dunia ini pastinya kan juga bisa baca blog saya ini. Hillary Clinton juga bisa baca. Walau saya nggak yakin dia bakal ngerti apa yang saya tulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi gini lho, teman2&#8230; Sejak jaman saya masih SMA, saya sudah cukup mengagumi sosok mbak yang satu ini. Ketika saya masih jadi penyiar junior di salah satu radio di kota asal saya, beliau sudah malang-melintang di tengah jalan dunia broadcast. Jaman dulu, siapa yang nggak kenal dengan Ninda Kariza. Sama lah denga sekarang, siapa sih yang nggak kenal dengan saya? Huahahahaha. Dulu ketika kemudian saya ikutan daftar di radio <strong>Geronimo </strong>Jogja tempat mbak Ninda ini siaran, si mbak ini jugalah yang ikut menginterview saya. Walau saya nggak lolos dan hanya dapet masa orientasi jadi Front Office doang (!), tapi waktu itu sudah  cukup senang lah bisa berhadapan langsung dengan mbak ini. Hueueueue&#8230; norak. Sungguh norak.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya ketika dia bilang dia juga baca blog saya ini, ya saya senyum2 sendiri aja. Ada perasaan bangga aja, ketika hasil karya kita (ketinggian ga sih istilahnya?) di &#8216;apresiasi&#8217; sama orang yang kita kagumi. Tulisan ngaco saya di blog ini sajalah, misalnya. Ketika si mbak ini bilang kalau dia juga membaca blog ini, saya senengnya bukan main. Sampai sempet2nya ngeSMS teman saya Ndoy.Padahal belom tentu juga si mbak ini menyukai apa yang dia baca, bukan?. Siapa tau malah jengah. Hehehe. Mungkin begini rasanya ya jadi Inul, ketika kaget karena konsernya ditonton sama idolanya, Titiek Puspa. Hehehehe. Perumpamaan yang agak janggal, memang. Tapi kurang lebih begitulah. Saya sih berharap, semoga aja kelak saya bisa melakukan hal yang sama. Bisa membuat seseorang -entah siapa, merasa kaget-bangga- terharu, hanya karena saya cuman bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh, aku baca blog kamu lho.. Bagus&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mudah2an.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/223/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/223/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=223&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Breaking the Record</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 03:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/</guid>
		<description><![CDATA[Bangga juga kayaknya ya, kalau kita dikenal dan dikenang oleh orang banyak, karena prestasi yang kita buat. Dibicarakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Bahkan nggak cuma dibicarakan aja, nama kita juga tercantum alias tertulis di buku rekor. Ada bukti tertulisnya. Bukti otentik, istilah kerennya. Mungkin unsur &#8216;bangga&#8217; ini juga yang menyebabkan adaaaaa.. aja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=222&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bangga juga kayaknya ya, kalau kita dikenal dan dikenang oleh orang banyak, karena prestasi yang kita buat. Dibicarakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Bahkan nggak cuma dibicarakan aja, nama kita juga tercantum alias tertulis di buku rekor. Ada bukti tertulisnya. Bukti otentik, istilah kerennya. Mungkin unsur &#8216;bangga&#8217; ini juga yang menyebabkan adaaaaa.. aja orang atau instansi yang punya ide bikin rekor, apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya. Karena sekali rekor itu tercipta (mau rekor nasional kek, atau bahkan rekor dunia!), nggak cuma penghargaan yang diraih, tapi juga kepopuleran. Ya paling enggak, masuk koran, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri termasuk orang yang suka memperhatikan hal2 yang aneh. Suka mengomentari, tepatnya. Karena menurut saya, orang kita kok kayanya hobi banget ya bikin rekor yang aneh2. Yang kayanya nggak penting2 amat, gitu loh. Hanya demi cari perhatian, demi bisa masuk <strong>Museum Rekor Indonesia (MURI)</strong>, sukur2 <strong>Guiness Book of World Record</strong>. Walau setelah saya perhatikan lagi, rekor2 yang diciptakan itu lama2 kebanyakan sih lebih banyak unsur komersilnya daripada substansi prestasi itu sendiri (waduh bahasanya..). Misalnya, sebuah perusahaan A mau launching. Biar heboh, dibuatlah sebuah pemecahan rekor. Dan itu bukan sesuatu yang salah sih. Namanya juga jualan. Gimana caranya toh, biar dagangan kita dibeli orang. Paling enggak, dilirik dulu lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini (Rabu 7 Mei) saya agak surpise ketika melewati sebuah jalan di kawasan <strong>Kota Baru</strong>, dan melihat sebuah spanduk bertuliskan : <strong>PEMECAHAN REKOR SENAM MASAL DENGAN 25 INSTRUKTUR</strong>. <span id="more-222"></span>Tadinya saya kira saya salah lihat. Karena waktu itu saya dalam keadaan lapar yang amat sangat. 25 instruktur? Ah, salah baca kali. Makanya saya tidak begitu pedulikan spanduk itu, dan memilih untuk segera makan di sebuah warung langganan saya. Tapi emang hati nurani takkan berdusta *<em>edann</em>*. Selama saya makan pun, pikiran saya tetap tertuju pada spanduk itu. Hahahaaha. Akhirnya setelah ngebut menyelesaikan makan, saya langsung kembali lagi ke jalan tempat spanduk itu terpasang, dan saya cekakakan sendiri, karena saya salah baca. Yang benar adalah : <strong>PEMECAHAN REKOR SENAM MASAL DENGAN 25O INSTRUKTUR!</strong> Bukan 25, sodara2. Tapi 250! Lebih ciamik, bukan??</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s1600-h/07052008457.jpg"><img style="display:block;width:253px;cursor:pointer;height:143px;text-align:center;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s320/07052008457.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sungguh sulit membayangkan apa yang terjadi di tempat itu. Senam dengan 250 instruktur? Dan tiap instruktur memperagakan gerakan yang berbeda? <em>What a disaster!</em> Hahahaha. Ya saya sih nggak tau gimana si panitia itu merancang acaranya, dan mengatur jalannya senam. Mungkin saya aja yang sok heboh ngebayanginnya. Tapi gimana ya, agak2 geli aja ngebayangin ada senam kok instrukturnya lebih dari 1. Emang massal sih, senamnya. Pesertanya juga pasti ribuan. Tapi apa iya perlu sampai 250 orang instrukturnya? Dan lagi, apa iya ini hanya karena embel2 &#8216;pemecahan rekor&#8217; itu tadi? Gak penting banget kan jadinya? Ada2 aja. Makin &#8220;ada2 aja&#8221; lagi ketika sampai kantor, saya penasaran : rekor ga penting apa lagi yang pernah dibuat oleh orang2 yang sebangsa dan se-tanah air dengan saya? Owh, betapa terkejutnya saya karena ternyata jumlahnya banyak! Banyak sekali! Saya baru tahu lho, kalau ternyata ada rekor :</p>
<ul>
<li><strong>J</strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>uara Lomba Merayu</strong></span>. Namanya Sutjipto Adi, berasal dari Temanggung. Menjadi juara lomba Merayu pertama dan satu2nya di dunia tahun 1986. Astaga&#8230; ni orang pasti orangnya bokis abis. Hahahaha. Ayo, mungkin ada yang mau bikin Lomba Menggoda tingkat Nasional????</li>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">Berenang di tempat Terlama</span></strong>. Namanya Cahyo Lukito. Dia bisa berenang ditempat (iya! ditempat!) non stop selama 8 jam 29 menit di Festival Inggek di Kudus pada 26 Agustus 1988. Ih, berenang kok ditempat, ya? Itu bukannya namanya adalah : mengambang, ya??</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Onde-Onde &amp; Kerupuk Terbesar</strong></span>. Yang kurang kerjaan ini adalah Rotary Club of Semarang (hehehe&#8230; piss!) pada tanggal 5 Juni 1994. Onde-Onde nya berukuran 183 cm (lingkarang) dan Kerupuknya berdiameter 100 cm. Owhh&#8230; Onde2 dan Kerupuk?? Pasti seret banget tuh kerongkongannya..</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Senyum Serentak Bersama</strong></span>. Jadi pada 11 September 2004 lalu, Unisba Semarang melakukan Ospek buat mahasiswa barunya, dengan cara berjalan menuju Simpang Lima dengan senyum serentak secara bersama dengan membawa bendera Merah-Putih. Total peserta yang &#8216;tersenyum&#8217; itu adalah 730 orang. Ya ya&#8230; senyum memang sebagian dari iman!</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Berdiri Diam Terlama</strong></span>. Kalau tadi ada festival Merayu, ini ada yang namanya festival Diam! Pemegang rekornya adalah Sunardi dari Boyolali, yang bisa bertahan berdiri tidak bergerak selama 15 jam 25 detik! Amazingly, ini adalah rekor dunia! Make sense juga sih. Karena saya yakin, cuman negara kita yang bisa bikin festival ajaib model begini&#8230;&#8230;</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pernikahan dengan MC Terbanyak</strong></span>. Ya ya ya, Anda pasti tersenyum bukan? Pemegang rekor ini adalah DR.RMA. Sudiyatmana. Acara berlangsung di Aula st.Athanaius Agung &#8211; Semarang pada tanggal 22 Mei 2005. Saya kebetulan tidak diundang di kawinan itu (hehehe). Jadi saya hanya bisa membayangkan, betapa berisiknya suasana saat itu. Karena biasanya, 3 orang MC di sebuah kawinan aja udah berisik, ini kok ya ada 45 MC sekaligus! Bayangkan kalau kesemua MC itu punya sifat pengen tampil dan nggak mau kalah kaya saya. Oh&#8230;..</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Senam Aerobic Terlama</strong></span>. Yang punya ide gila ini adalah mbak Lisa Natalia. Dia menggelar senam Aerobic selama 12 jam NONSTOP di atas TRUCK keliling Jakarta. Routenya adalah start di Monas &#8211; Bundaran HI &#8211; Perempatan Danamon &#8211; Casablanca &#8211; Semanggi &#8211; Gatot Subroto &#8211; Menteng &#8211; Patung Pak Tani &#8211; dan kembali ke Monas ( Finish ). Mana yang hebat? 12 jam nonstop? atau karena diatas truck? Pasti para pesenam2 itu terlihat sehat sekali diatas truck itu. Sehat, berkeringat dan tolol, tepatnya. Hehehehe. Piss!</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pengumpul Rekening Listrik Terbanyak</strong></span>. Bp.Suma adalah seorang penduduk Cirebon yang setia mengumpulkan rekening listrik terbanyak dari Juni 1991 s/d September 2004 sejumlah 162 lembar ( selama 13 tahun )! Sungguh teladan&#8230;.</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Walikota Teladan</strong></span>. Selama menjabat sebagai walikota Semarang, Bp.Sukawi Sutarip ternyata selalu menggunakan mobil pribadinya untuk transportasi dinas. Wah, ini lebih teladan lagi. Eh, tapi beli bensinnya pake duit peribadi juga nggak, Pak&#8230;.?</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pejabat Pemerintahan Tertinggi</strong></span>. Pemegang rekornya adalah mantan Menteri Pariwisata Joop Ave. Tingginya mencapai 190 cm. Sumpah loe?? Beginian aja di masukin ke MURI??</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ada-ada aja ya. Saya mungkin agak kurang bijaksana dengan bilang rekor2 barusan tidak penting. Karena saya yakin, rekor2 itu sangatlah penting (bagi yang memecahkannya!). Hehehe. Makanya ada becandaan yang pernah bilang, di Indonesia ini kalo pengen ngetop mah gampang! Bikin aja rekor! Nggak usah yang berat2. Yang simpel2 aja. Rekor 1 bulan nggak mandi, kek. Rekor mencium kaos kaki orang kantor, kek. Pokoknya, cari aja rekor yang orang lain belom pernah buat. Atau rekor yang orang (normal) enggan untuk melakukannya. Dijamin ngetop!</p>
<p>Hmm.. bikin rekor apalagi yaa&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s1600-h/07052008457.jpg"><br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/222/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/222/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=222&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s320/07052008457.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pre Wedding</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 10:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya, kalau kita melihat pose pada foto-foto pre-wedding pasangan yang mau menikah itu selalu standar : Menunjuk! Sering liat kan, dimanapun lokasinya (biasanya di alam2 terbuka seperti pantai, taman atau bahkan hutan!), kedua calon mempelai itu (masih calon ya, karena namanya kan foto pre-wedding! hehehe) jalan atau duduk berdampingan, dan dengan wajah yang dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=221&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Kenapa ya, kalau kita melihat pose pada foto-foto pre-wedding pasangan yang mau menikah itu selalu standar : <strong>Menunjuk!</strong> Sering liat kan, dimanapun lokasinya (biasanya di alam2 terbuka seperti pantai, taman atau bahkan hutan!), kedua calon mempelai itu (masih calon ya, karena namanya kan foto pre-wedding! hehehe) jalan atau duduk berdampingan, dan dengan wajah yang dibuat sebahagia mungkin, salah seorang dari mereka menunjuk ke suatu arah di depan mereka. Lengkapnya, jari telunjuknya menunjuk kearah depan dan agak keatas. <em>Sounds familiar??</em> Maksud saya, <strong>what&#8217;s up with that??</strong> Padahal saya yakin, para calon mempelai itu punya fotografer yang berbeda-beda. Masa satu Indonesia Raya, fotografernya sama? Makanya saya heran, kok ya bisa2nya posenya sama semua? Masa bisa seragam gitu sih? Dan kenapa menunjuk?</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s1600-h/2Dsrg+114.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s320/2Dsrg+114.jpg" border="0" alt="" width="165" height="123" /></a></div>
<p style="text-align:center;">
<h5 style="text-align:center;"><em>gambar diperagakan oleh model..hehehe</em></h5>
<p style="text-align:left;">
Ok, here&#8217;s some thoughts.</p>
<ul>
<li><strong> Menunjuk kedepan</strong>, karena ini seolah mengisyaratkan bahwa mereka ini akan segera memasuki lembar kehidupan yang baru (auuuu..), dimana mereka akan segera menyongsong masa depan yang baru juga. Dan namanya juga masa depan, pastinya ya nunjukknya ke depan dong ya. Kalo tangannya nunjuk ke belakang, itu namanya masa lalu.Kalo tangannya nunjuk kebawah, kesannya kok becanda. Seolah2 bilang, &#8220;Eh apaan tu di tanah? Kok gerak-gerak?&#8221;. Kan jadi nggak romantis kan?? Dan kalo nunjuknya ke samping, mmm.. itu nunjuk siapa ya???</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kenapa tangannya dalam posisi menunjuk? </strong>Karena kalau tangannya dalam pososi menggenggam, kesannya kok kaya mengacungkan bogem mentah ke orang didepannya, bukan?? Apalagi kalau kedua calon mempelai sama2 saling mengacungkan tangan dengan posisi jari tergenggam. Ada masalah pribadi yang belum terselesaikan diantara mereka, nampaknya&#8230;.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kenapa yang tangannya dalam posisi menunjuk itu hanya salah satu dari mereka?</strong> Jawabannya mudah. Kalau dua-duanya menunjuk, kesan yang timbul adalah keduanya seperti tidak mau kalah satu sama lain. Apalagi kalau yang satu nunjuk ke kanan-depan, yang satunya nunjuk ke kiri-depan. Katanya mau kawin, kok nggak kompak ya?? Lebih parah lagi kalau keduanya tunjuk2an! Hahahaha.</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">
Kalau udah gini, ya bersiaplah untuk melihat lebih banyak lagi foto2 di kawinan dalam pose menunjuk!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s1600-h/2Dsrg+114.jpg"><br />
</a></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=221&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s320/2Dsrg+114.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>History part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 09:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari Sejarah memang gampang2 susah. Karena nggak hanya harus mengingat2 kejadian2 bersejarah saja (which is berarti menghafalkan tanggal2-bulan2 dan tahun2nya ya!). Tapi juga termasuk tokoh2nya. Dan itu jumlahnya nggak main2 banyaknya. Jadi ya bisa dibayangkan. So many things, so little time to be remembered. Makanya, ketika kita mempelajari (atau tepatnya : menghafalkan) seorang tokoh Pahlawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=220&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Mempelajari <strong>Sejarah </strong>memang gampang2 susah. Karena nggak hanya harus mengingat2 kejadian2 bersejarah saja (which is berarti menghafalkan tanggal2-bulan2 dan tahun2nya ya!). Tapi juga termasuk tokoh2nya. Dan itu jumlahnya nggak main2 banyaknya. Jadi ya bisa dibayangkan. So many things, so little time to be remembered. Makanya, ketika kita mempelajari (atau tepatnya : menghafalkan) seorang tokoh Pahlawan misalnya, ya kita hanya perlu tahu seperlunya saja mengenai tokoh tersebut. Yang penting2 aja. Yang ngga penting, ngga usah diceritain dan gak usah diinget (hehehe&#8230; ada ya, pahlawan kok nggak penting?).</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya seperti yang pernah saya tulis di posting saya sebelumnya, ketika kita sampai pada tokoh bernama<strong> Fatmawati Soekarno</strong>, ya yang diceritakan atau ditulis di buku Sejarah waktu itu ya yang penting2 aja : Beliau Istri dari Presiden Soekarno, Beliau menjahit bendera Pusaka yang dikibarkan pertama kali ketika Proklamasi. Fakta bahwa do&#8217;i (cieee.. do&#8217;i&#8230;) hobi memotong rumput dan mencuci baju di Kali Tjode Jogja nggak ditulis disana. Karena nggak penting buat diinget. Nggak mungkin kan di ujian keluar pertanyaan :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Semasa tinggal di Jogja, Ibu Fatmawati Soekarno gemar sekali memotong :</strong></p>
<p style="text-align:center;">a. kuku</p>
<p style="text-align:center;">b. Jalan</p>
<p style="text-align:center;">c. rumput</p>
<p style="text-align:center;">d. pembicaraan orang</p>
<p style="text-align:center;">e. gaji pembantunya</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.<span id="more-220"></span><br />
Jadi ya memang kita sebagai murid, cuman diberikan &#8216;gambaran singkat&#8217; tentang seorang tokoh Pahlawan, dan kalau mau kenal lebih dalam lagi tentang yang bersangkutan, ya silakan mencari referensi sendiri. Sama halnya ketika tanggal 2 Mei ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Seperti hari Kartini yang identik dengan RA Kartini dan Emansipasinya, HARDIKNAS juga identik dengan <strong>Ki Hajar Dewantara </strong>dan <strong>Taman Siswanya.</strong><br />
Dan beruntung sekali, hari itu radio saya bisa mengundang narasumber <strong>Ki Priyo</strong> dari Taman Siswa dan juga Cucu dari Ki Hajar Dewantara yang bernama <strong>Mas Nanang</strong>. Kenapa beruntung? Ya karena berarti saya (dan juga pendengar radio saya) bisa mengenal lebih dalam lagi tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional tersebut, langsung dari kerabat terdekatnya. Terus terang, dengan kapasitas memori otak yang amat terbatas (dan agak enggan kalau disuruh mengingat2 Sejarah) ini, yang saya tau tentang Ki Hajar adalah : <em>beliau Bapak Pendidikan Nasional, pendiri Taman Siswa</em>, dan <em>semboyannya yang masih happening sampai sekarang adalah</em> :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ing Ngarso Sung Tulodho</strong> (di depan memberikan contoh),</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ing Madyo Mangun Karso</strong> (di tengah bisa memberikan ide/prakarsa) ,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tut Wuri Handayani</strong> (di belakang bisa memberikan dorongan).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Udah. Itu doang. Kasian ya, cuman 3 fakta gini aja udah susah payah nempelnya di kepala saya. Hehehe.Setelah 1 jam ngobrol bareng 2 narasumber ini, terus terang terlalu banyak hal-hal luar biasa yang bisa saya dapatkan dari sosok seorang Ki Hajar Dewantara. Dan, yak&#8230; Anda benar, karena saking banyaknya itulah saya bahkan sampai nggak ingat sama sekali. Hehehe. Tapi ada satu hal yang alhamdulillah masih saya ingat tentang ajaran Ki Hajar Dewantara. Yaitu tentang filosofi beliau dalam menghadapi sebuah masalah. Problem Solving versi beliau, ceritanya. Beliau memberikan solusi, ketika kita menghadapi sebuah masalaha, terapkanlah prinsip : <strong>NENG-NING-NUNG-NANG.</strong></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> NENG</strong></span> : Berarti <span style="text-decoration:underline;"><em>MENENG</em></span> (diam). Berarti ketika kita berhadapan dengan suatu masalah, cobalah untuk diam dulu. Nggak emosional, nggak teriak2/bentak2 atau banting2, membentak, nggak judes, nggak ngambek. Apabila suasana NENG ini bisa dicapai, maka orang sekeliling akan simpati dengan kita. Sebaliknya kalau yang kita lakukan adalah yang berlawanan dengan itu, selain semuanya bisa berantakan, orang yang ngeliatnya juga nggak bakalan simpatik. Gawatnya lagi, bisa2 malah menyulut emosi pihak lain yang nggak perlu.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NING</strong></span> : Berarti <em><span style="text-decoration:underline;">WENING</span></em> (bening). Yaitu tercapainya ketentraman batin yang timbul kalau hati kita bisa berpikir jernih. Untuk mencapai wening di hati, bisa mengucap &#8220;astaghfirullah&#8221;, atau &#8220;Puji Tuhan&#8221; atau yang sejenisnya. Setelah itu cobalah untuk berpikir rasional, mencari cara menyampaikan masalah dengan bahasa yang logis dan runtut, yang semuanya benar-benar bersumber dari akar permasalahan.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NUNG</strong> :</span> Berarti <em><span style="text-decoration:underline;">HANUNG</span></em> (besar). Yaitu kebesaran jiwa dan luasnya wawasan. Kebesaran jiwa seseorang akan keliatan dengan sikap &#8216;legowo&#8217; atau &#8216;ikhlas menerima&#8217;. Menerima kalau dia salah, menerima kritikan, nggak berpandangan sempit dll. Sikap hanung ini juga berarti bersikap optimis, selalu memandang hari depan dengan jiwa besar. Dalam artian, nggak lagi mengungkit aib masa lalu.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NANG</strong></span> : Berarti <span style="text-decoration:underline;"><em>MENANG</em></span>. Kemenangan &#8216;hati&#8217; yang dicapai setelah ketiga tahap sebelumnya sudah dilakukan, dan tidak menyakiti pihak yang berseberangan dengan kita. Hal ini bisa terjadi ketika kita bisa &#8216;menang tanpa menghinakan pihak lain, atau yang dalam istilah Jawanya : &#8216;menang tanpo ngasorake&#8217;.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketika diceritakan tentang filosofi ini, badan saya rasanya panas dingin. Hehehe. Saya sering juga sih memakai filosofi NENG-NANG-NING-GUNG ini. Hehe. Tapi ternyata versi saya sangat berbeda dengan versinya Ki Hajar. Kalau versi saya (maksudnya, yang seringnya saya lakukan nih kalau dapet masalah) :</p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> NENG</strong></span>. Diem sih. Setiap ada masalah saya sering banget diem. Tapi ya udah, diem aja. Nggak mau cerita. Dan nggak mau ngomong untuk menyelesaikan masalah. Jadinya ya saya memang sering terlihat diam. Tapi ekspresi muka udah acak-adut menahan bete dan emosi. Akibatnya pihak-pihak yang nggak berkepentingan pun kena imbasnya. Kehilangan wajah ganteng saya. Hehehe.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NING</strong></span> . Ini juga selalu saya lakukan, mencari kebeningan hati. Sering mengucapkan &#8216;astaghfirullah&#8217;, tapi kayanya cuman ngucapin aja. Nggak terlalu &#8216;mendalami&#8217; apa arti dari kalimat itu. Bahkan nggak cuman ngucap doa, sampai sholat segala. Jadi keliatan banget tuh, kalu tiba2 saya jadi on time dan rajin banget sholatnya. Patut dicurigai (hihihi&#8230; sholat kok dicurigain).</li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">NUNG</span></strong>. Wah, ini yang gawat. Berbesar hati? Suitt..suittt&#8230;. Sering sekali saya berlagak ikhlas dan legowo dan bilang, &#8220;Ya udah&#8230;.&#8221;. Padahal yang ada, ya &#8216;nggak udah&#8217;. Maksudnya, ngomong ikhlasnya cuman dibibir doang. Ngomong &#8220;Ya udah, lupain aja&#8221;, padahal nggak mau ngelupain. Belom lagi ketika &#8216;hanung&#8217; ini berarti : melihat ke masa depan dan tidak mengungkin aib masa lau. Huahahahah. Salam kompak aja deh!</li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">NANG</span></strong>. Ya yang 3 diatas aja udah ngaco semua, gimana bisa sampe ke NANG ini?. Biasanya sih saya ngerasa menang kalo saya udah bisa membuat &#8216;lawan&#8217; saya nggak berkutik dengan ocehan2 saya yang suka nggak terkontrol kalo lagi murka. Puas banget rasanya kalo bisa membuat oran lain mengaku salah. Walaupun by the end of the day, saya sering menyesal sendiri, &#8220;Kok gue sejahat itu ya&#8230;&#8221;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.. Konsep saya yang saya anut selama ini memang sudah saatnya harus dikembalikan ke jalan yang seharusnya. Dan ternyata itu semua bisa dilakukan, dengan &#8216;mengenal dan mempelajari&#8217; sebuah Sejarah! Siapa yang nyangka?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=220&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>History part I</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/</guid>
		<description><![CDATA[6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA, membuat saya sadar bahwa menjadi seorang Guru itu ternyata bukanlah sesuatu yang gampang. Paling enggak, dari 12 tahun menjadi orang yang &#8216;diajar&#8217;, saya bisa mengerti lah gimana beratnya menjadi orang yang &#8216;mengajar&#8217;. Maksudnya, 45 menit berdiri didepan murid2, dilihatin berpuluh2 mata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=219&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA, membuat saya sadar bahwa <strong>menjadi seorang Guru itu ternyata bukanlah sesuatu yang gampang</strong>. Paling enggak, dari 12 tahun menjadi orang yang &#8216;diajar&#8217;, saya bisa mengerti lah gimana beratnya menjadi orang yang &#8216;mengajar&#8217;. Maksudnya, 45 menit berdiri didepan murid2, dilihatin berpuluh2 mata, berusaha menerangkan sebuah pelajaran dengan gaya penyampaian yang menarik sehingga anak2 berseragam yang ada dihadapannya itu tidak memasang muka bete dan ngantuk, bukanlah hal yang mudah, bukan? Apalagi kalau mata pelajaran yang diterangkan bukanlah mata pelajaran yang &#8216;menarik&#8217; untuk disimak. Misalnya, mata pelajaran <strong>Sejarah</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kok Sejarah?<br />
<em>Please deh</em>, emangnya ada ya yang suka sama pelajaran ini? Hehehehe. Ya ya ya, saya tahu. Hanya karena saya nggak suka, bukan berarti semua orang juga nggak suka. I know that. Tapi menghafalkan nama2 &#8216;ajaib&#8217; dari era <em><strong>Majapahit</strong></em>, bukan sesuatu yang asyik buat dilakukan bukan? Belum lagi ketika harus menghafalkan nama2 yang lebih &#8216;jadul&#8217; dan lebih ajaib lagi di era <strong><em>Megalitikum</em></strong> dan teman2nya. Waduh! Makanya jangan heran ketika waktu itu kami diwajibkan untuk menghafalkan jaman2 itu, salah seorang teman saya pernah nyeletuk,</p>
<blockquote><p><strong><em>&#8220;<span style="color:#000080;">Duh Pak.. Kan  udah nggak jaman&#8230;&#8221;.</span></em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>He&#8217;s got the point</em>, sebenarnya. Tapi tetap kemudian dia disuruh menutup pintu dari luar oleh guru Sejarah saya yang galak itu. Hehehe.<span id="more-219"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi Guru Sejarah memang berat juga. <strong>Pertama</strong>, ya karena materi yang diajarkan bukan sesuatu yang &#8216;gampang&#8217; untuk dicerna (menurut saya!). I mean, udahlah&#8230; yang udah terjadi di masa lalu ya udah. Let it go. Kenapa harus terus diungkit2? Mari kita melihat ke masa sekarang untuk menyambut masa yang akan datang. Hehehe. Dari dulu udah pinter mencari alasan, ternyata. Alasan <strong>kedua</strong>, entah kenapa para Guru Sejarah itu, sepertinya agak-agak kerepotan ketika sampai dalam urusan <strong><em>story telling</em></strong>. Menceritakan. Dari segi materi, pastinya mereka luar biasa hebat karena bisa menghafalkan nama2 dan kejadian bersejarah dari jaman2 yang bahkan mereka sendiripun pastinya belom lahir! Tapi ketika sampai pada tahap menerangkan/ menceritakannya kembali kepada murid2nya, penyampaiannya seringkali nggak menarik sama-sekali! Padahal kan ,inti dari pelajaran Sejarah adalah &#8216;cerita&#8217;, bukan? Kita diminta untuk tau (dan hafal!) cerita2 (yang dianggap) penting yang terjadi di masa lalu. Jadi harusnya sebagai seorang Guru Sejarah, kemampuan bercerita a.k.a <em>story telling</em>-nya haruslah diatas rata2! Biar menarik. Biar yang mendengarkan ceritanya bisa yakin, kalau cerita itu sungguh2 terjadi. Hehehe. Lah, kalo cara berceritanya aja udah ngebosenin, si guru juga keliatan nggak yakin sama apa yang diterangkannya, murid2 pun pastinya akan bisik2,</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Kayanya dia ngarang sendiri deh ceritanya.&#8221;</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Agak kurangajar emang muridnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Serba salah sekali sepertinya.<br />
Kalau menerangkannya datar2 aja dan sambil membaca dari buku, murid-muridnya pasti akan bosan mampus. Guru Sejarah saya dulu ada yang kalo ngajar nggak pernah berdiri di depan kelas. Entahlah, mungkin dia pemalu *<em>halah</em>*.  Dia cuman duduk, sambil menerangkan dari tempat duduknya. Makanya dia nggak pernah ngerti kalau di barisan tengah ke belakang, seringkali tidak ada tanda2 kehidupan. Banyak yang tidur, maksudnya. Lah, namanya juga di-dongeng-in, ya yang ada tidurlah kita. Hahahaha. Ada lagi guru sejarah saya yang lain, malah kebalikannya. Mungkin dia tau kalau cara menerangkannya sama dengan guru barusan, tidak akan menarik. Makanya, setiap kali pelajaran Sejarah, dia selalu berdiri didepan. Dan dengan berapi-api, dia menceritakan tentang kisah heroik jamannya pahlawan2 Majapahit and the gank. Cara berceritanya pun nggak kalah heroik, pokoknya. Sampai air liurnya kadang muncrat kemana2. Berhasilkah usahnya membuat murid2nya tidak bosan? Enggak juga. Terbukti, teman sebangku saya malah berkomentar,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em><strong>&#8220;Ih&#8230; sok tau banget sih ni Guru. Kaya yang ngalamin sendiri aja..&#8221;.</strong> </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahahha. Tuh, salah lagi&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=219&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Action!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 09:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya nih, diantara saya dengan teman saya Dian yang mendapatkan musibah (hehehe) dengan menjadi Program Director di FeMale Semarang, sepertinya terjadi sebuah persaingan yang agak sengit. Dimana, kami seolah ingin selalu pamer ke seluruh dunia tentang program2 dahsyat (kurang lebihnya begitulah kira2) yang kami buat di radio kami masing2. Dan biasanya sih kalau ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=217&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya nih, diantara saya dengan teman saya <strong>Dian</strong> yang mendapatkan musibah (hehehe) dengan menjadi <strong>Program Director </strong>di <strong>FeMale Semarang</strong>, sepertinya terjadi sebuah persaingan yang agak sengit. Dimana, kami seolah ingin selalu pamer ke seluruh dunia tentang program2 dahsyat (kurang lebihnya begitulah kira2) yang kami buat di radio kami masing2. Dan biasanya sih kalau ada event atau acara atau apapun itu yang sekirangnya bisa memberikan kesan kalau kami ini PD yang kreatif dan rajinnya luar biasa, kami seringkali menuliskannya menjadi status di YM. Jadi jelas, kan? Niatnya pasti pengen pamer. Biar dikira sibuk dan ada kerjaan. Iya kan, Yan?<br />
Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya dia bikin acara off air <strong>Arisan</strong> di pinggir Pelabuhan Tanjung Mas (misalnya!), maka dia-pun akan menuliskan di status YM-nya : <em><strong>&#8220;FeMale Radio Semarang Present : Arisan @ Pelabuhan Tanjung Mas. Dress code : Bikini 2 Pieces or Jaring-Jaring!&#8221;</strong></em><br />
Nah, kalo udah gitu biasanya saya suka gemes dan mengirimkan message padanya :</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ih, rajin banget sih loe udah bikin Arisan lagi!! Nggak ada kerjaan lain, apa??&#8221;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Atau sebaliknya, kalau tiba-tiba tanpa angin-tanpa hujan saya bikin acara di radio saya, dia-pun akan melakukan hal yang sama. Misalnya, saya suatu hari saya bikin Pertandingan Playstation 2 antar Playgroup se DIY (misalnya!!), dia pasti juga akan mengirimkan message ke saya via YM :</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color:#000080;">&#8220;Mas.. aku mbok pinjem proposal acaramu ini. Siapa tau bisa laku juga di Semarang..&#8221;.</span></em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Begitulah kurang lebihnya persaingan diantara kami. Hehehe.<br />
Persaingan kami pun ternyata tidak hanya dalam urusan kreatifitas acara ternyata (walau seringnya sih kita malah tuker2an kreatifitas yang nggak kreatif2 amat). Bahkan ke urusan foto pun, sepertinya dia sangat nggak terima kalau saya punya koleksi foto yang lebih banyak dibandingkan dia! Nggak percaya?</p>
<p><strong> On YM Rabu 30 April 2008 4:22 PM</strong></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
<span style="color:#333399;"><em><strong> Dian Purnomo</strong> : FeMale Radio mempersembahkan Talkshow tentang Autisme bersama Yayasan Yogaswara. Dengarkan jam 3 sore ini (gitu lah kurang lebihnya).<br />
<strong> ryu deka</strong>: ih&#8230; mana bisa&#8230;..<br />
<strong> Dian Purnomo</strong>: karena kamulah anak autis itu? iya? gitu?<br />
<strong> ryu deka</strong>: woooooo&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: ta&#8217; potrét lho kamu!<br />
<strong> ryu deka</strong>: heheheehe</em></span></p></blockquote>
<p>Sayapun memperlihatkan foto saya di YM yang sedang berpose memotret ini&#8230;<br />
<a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s1600-h/dkbdo+060.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:115px;height:118px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s320/dkbdo+060.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Eh, si mbaknya nggak mau kalah <span id="more-217"></span>dan memperlihatkan foto yang serupa!</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong> Dian Purnomo</strong>: ah&#8230; aku juga bisa<br />
<strong> Dian Purnomo</strong>: ayo, potret2an!</em></span></p></blockquote>
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s1600-h/rambut+baru.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:106px;height:132px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s320/rambut+baru.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Huahahahahahaha.. Orang kok nggak mau kalah&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/217/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/217/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=217&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s320/dkbdo+060.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s320/rambut+baru.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Police</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/</guid>
		<description><![CDATA[
Polisi Menilang, Bonus Datang
Selasa, 29 April 2008 &#124; 07:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI akan memberi insentif bagi polisi yang menilang pengguna kendaraan. Insentif yang akan diberikan kepada polisi sebesar Rp 10 ribu untuk setiap nilai denda yang diputuskan pengadilan.
Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menyatakan, tidak perlu khawatir polisi akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=216&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="font-weight:bold;"><br />
<span style="color:#333399;">Polisi Menilang, Bonus Datang</span></span><br />
<span style="color:#333399;">Selasa, 29 April 2008 | 07:47 WIB</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#333399;">TEMPO Interaktif,</span><span style="color:#333399;"> Jakarta:Kepolisian RI akan memberi insentif bagi polisi yang menilang pengguna kendaraan. Insentif yang akan diberikan kepada polisi sebesar Rp 10 ribu untuk setiap nilai denda yang diputuskan pengadilan.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menyatakan, tidak perlu khawatir polisi akan membabi buta menilang lantaran insentif tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Setiap anggota polisi, akan diberikan buku tilang sebagai tanda bukti untuk mencairkan uang tersebut. Abubakar mengatakan kebijakan itu akan dimulai tahun ini. Dananya diambil dari pemasukan Polri ke negara berupa pemasukan negara bukan pajak.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Ia menambahkan insentif ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap petugas di lapangan. Polri berkaca pada Belanda, Jepang, Malaysia, dan Vietnam yang memberikan insentif 10 persen dari nilai denda bagi anggota.</span></p></blockquote>
<p>Hmmm&#8230;.<br />
Ada yang mau komentar??</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=216&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legally Blonde</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Men prefer Blonde. &#8216;Cause Blonde are stupid&#8221;.
Bukan saya loh yang bilang. Hehehe.
Bukannya mau merendahkan atau menghina-dina perempuan yang terlahir dengan rambut blonde (atau malah yang dengan sukarela mewarnai rambut mereka menjadi warna itu). Tapi -again, stereotype yang dari dulu muncul emang begitu dari sononya, bukan? Paling engga, dari film2 Barat yang sering saya liat, lah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=215&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>&#8220;Men prefer Blonde. &#8216;Cause Blonde are stupid&#8221;.</h3>
<p style="text-align:justify;">Bukan saya loh yang bilang. Hehehe.<br />
Bukannya mau merendahkan atau menghina-dina perempuan yang terlahir dengan rambut blonde (atau malah yang dengan sukarela mewarnai rambut mereka menjadi warna itu). Tapi -again, stereotype yang dari dulu muncul emang begitu dari sononya, bukan? Paling engga, dari film2 Barat yang sering saya liat, lah. Kebanyakan bilang/ memperlihatkan kalo perempuan-perempuan berambut blonde memang sepertinya agak kurang begitu cerdas. Apalagi kalau ke&#8217;blonde&#8217; an mereka itu masih &#8216;dilengkapi&#8217; dengan (sorry nih..) ukuran dada yang menakjubkan. Maka lengkaplah aura ketololan itu. Hehehe. Sori, sekali lagi ya : ini bukan saya yang bilang! Walaupun kalau ada yang bilang seperti itu, saya lebih sering memilih untuk meng-amininya. Hehehe. Ya ya.. saya masih terus berusaha keras untuk menjadi orang yang <em>&#8216;not judging a book by it&#8217;s cover&#8217;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s1600-h/42-19295903.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:141px;height:151px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s320/42-19295903.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Habis gimana dong?<br />
Stereotype itu begitu hebatnya ditanamkan di banyak film yang saya liat dan di guyonan2 dari Barat sono. Mau nggak mau ya saya terpengaruh dong? *<em>menyalahkan memang enak sekali</em>*. Paling tidak, di beberapa film horror yang saya liat. Kalau ada tokohnya yang berjenis kelamin cewek dan berambut pirang, pasti tingkahnya dibikin demikian tololnya. Seperti kemarin ketika pagi-pagi sebelum berangkat kantor, saya dan teman saya Ndut sempat2nya nonton film <strong>&#8216;Final Destination 3&#8242;.</strong> Iya bener, sempet2nya ya! Padahal tanpa menonton sampai selesai pun, kami sebenarnya udah tau jalan ceritanya. Gimana para tokohnya di film itu pasti satu persatu akan mati, bagaimanapun lihainya mereka menghindari yang namanya maut. Sampai tiba gilirannya 2 tokoh cewek yang (iya!) berambut blonde, berdada besar (hehehe) dan seperti biasa : bertingakh bitchy dan menyebalkan. Kami tau. Kami SANGAT TAHU kalau saat itu film sudah memasuki bagian dimana kedua cewek blonde itu akan menghadapi ajal mereka. Heheeh. Yang sangat menarik perhatian kami dan membuat kami penasaran setengah mati adalah : bagaimana cara mereka akan meregang nyawa. Hahaha. Sadis&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kebanyakan penulis cerita film2, sepertinya selalu berusaha untuk berpihak pada penonton. At least di film2 horror. Karakter tokoh yang banyak omong dan menyebalkan, biasanya akan di&#8217;mati&#8217;kan tidak sampai di pertengahan film. Begitu juga dengan tokoh2 prempuan pirang bodoh itu. Pasti matinya, deh. Tinggal di liat aja, gimana cara mereka mati itu. Pasti matinya juga melalui cara2 yang tidak kalah bodohnya. Makin bitchy dan tolol mereka, makin tolol juga the way they die. Di film <strong>SCREAM</strong>, <strong>Rose McGowan</strong> yang terlihat semakin tidak penting dengan rambutnya yang dibuat blonde itu, mati terjepit pintu garasi (walah!). Sama halnya dengan 2 perempuan blonde di Final Destination 3 yang entah siapa namanya itu. Udah dibilang mereka nggak boleh bawa <em>cup</em> minuman ke dalam <em>steam room</em>, kok ya tetep ngeyel. Tetap tolol, maksudnya. Akhirnya mereka pun mati terpanggang di dalam peti steam room itu. Sungguh malangnya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya suka agak heran kalau ada teman perempuan saya yang aslinya berambut hitam (lah wong Jowo asli..), kok ya tiba2 keluar dari salon, rambutnya sudah berubah menjadi blonde. Selain hari gini udah nggak trend (hehehe), saya tetap belum bisa menghilangkan image &#8216;tolol&#8217; itu di otak saya. Bahkan melihat kecerdasan <strong>Reese Witherspoon </strong>di <strong>Legally Blonde</strong> aja nggak ngefek sama sekali buat saya. Hahaha. Ya maap! O iya, yang lebih patut dipertanyakan sih ketika saya dulu sering melihat seorang teman perempuan saya yang hobi sekali mengkoleksi wig berwarna pirang a.k.a blonde! Hihihi. Ga ikut2an ah. <strong>World Peace!!</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=215&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s320/42-19295903.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Be A Man</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/</guid>
		<description><![CDATA[Agak sebel ya rasanya, ketika di suatu malam, keinginan kita untuk tidur &#8216;agak&#8217; awal harus terganggu oleh sesuatu yang sama sekali tidak terduga : acara TV! Salah siapa coba? Siapa suruh nyalain TV? Udah tau mau tidur! Kebiasaan saya emang gitu kalo mau tidur. Kalo nggak nyetel CD, ya nyalain TV. Ganti-ganti channel sampe tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=214&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Agak sebel ya rasanya, ketika di suatu malam, keinginan kita untuk tidur &#8216;agak&#8217; awal harus terganggu oleh sesuatu yang sama sekali tidak terduga : acara TV! Salah siapa coba? Siapa suruh nyalain TV? Udah tau mau tidur! Kebiasaan saya emang gitu kalo mau tidur. Kalo nggak nyetel CD, ya nyalain TV. Ganti-ganti channel sampe tiba masanya mata ini berat, dan kemudian tanpa terduga langsung tertidur dengan pulasnya. Makanya sering besok paginya ketika bangun, itu TV masih aja nyala. Betul2 tidak hemat listrik!</p>
<p style="text-align:justify;">Tadi malem juga gitu. Jam 10 malem lebih dikit, badan rasanya udah agak ngantuk. Sambil mindah2 channel TV yang jumlahnya ampir nyampe 100 biji itu, sungguh mujarab sekali bikin saya cepat mengantuk. Sampai akhirnya saya sampai di <strong>Channel Global TV</strong>, dan melihat sebuah acara yang sepintas terlihat &#8216;ajaib&#8217;. Karena saat itu di layar terlihat serombongan orang berseragam tentara sedang latihan baris berbaris, tapi kok jalannya agak beda. Bukannya terlihat gagah, tapi kok malah terlihat sangat gemulai. Tentara mana nih?? Hehehe. Setelah saya coba perhatikan lagi dengan lebih seksama, oh.. tentu saja para &#8216;tentara&#8217; itu tidak akan terlihat gagah, karena mereka itu adalah para waria! Para waria yang sedang berseragam tentara (ya, at least celananya loreng-loreng khas tentara lah!). Ternyata saya sedang menyaksikan sebuah reality show baru berjudul <strong>&#8220;Be A Man&#8221;</strong>, sodara2. Kayanya sih masih baru, soalnya biasanya kalau ada acara-acara TV yang ajaib model gini, saya selalu up date (atau di update oleh teman2 saya!). Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Gosh, ketika saya pikir acara reality show sudah hilang kejayaannya, ini malah muncul satu lagi yang baru (dan tidak kalah ajaibnya!). &#8220;Be A Man&#8221; kalau saya tidak salah tangkap, adalah acara yang melibatkan hampir 20an <strong>Waria</strong>, dimana dalam sebuah periode tertentu mereka ini akan dikarantina, dan selama karantina itu mereka akan melalui berbagai macam kegiatan-kegiatan &#8216;macho&#8217; yang diharapkan pada akhirnya nanti, akan merubah mereka menjadi seorang laki-laki tulen! Itu tujuan &#8216;mulia&#8217; acara ini. Makanya (dari tayangan semalam itu) terlihat, gimana mereka tidur di barak seperti layaknya tentara (walau kalo tentara asli nggak mungkin ya tidurnya sambil meluk boneka ya!), dan melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang (kayanya sih) dilakukan juga oleh para tentara. Selama berlatih fisik itu, mereka juga diawasi oleh beberapa orang pelatih yang berasal dari dinas ketentaraan sungguhan, yang saya nggak tau apa namanya. Ya gimana bisa tau, wong liat aksi para pesertanya aja udah menghabiskan seluruh perhatian saya? Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Nonton acara ini, yang ada saya ngerasain yang namanya <em>mixed emotions</em>. <span id="more-214"></span>Yang pertama, tentu saja perasaaan geli. Iya, lah. Bukannya apa2. Bayangin aja, belasan waria dikumpulkan jadi satu, dan disuruh melakukan kegiatan2 ke-tentaraan, yang bahkan saya aja ogah disuruh ngelakuinnya! Haloo&#8230;, emangnya kenapa sampe saya benci banget sama yang namanya Pramuka?? Hehehe. Saya agak shock ketika melihat nama2 para pesertanya yang &#8216;imut&#8217; banget. Ada yang namanya Keisha, Merlyn, bahkan (ini yang paling megang) ada yang namanya <strong>Sarah Amelia!</strong> Pantes Ariel Peterpan menceraikan istrinya. Mungkin karena Sarah Amelia aslinya adalah seorang waria. Hahaha. Piss!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s1600-h/42-16569643.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s320/42-16569643.jpg" border="0" alt="" width="115" height="111" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, sebuah pemandangan yang bikin saya terpingkal2 ketika melihat adegan pelatihan baris-berbaris. Bayangkan, ada salah seorang peserta yang disaat teman2nya sedang sibuk2nya menyamakan gerakan, dia sempat2nya memoles bibirnya dengan lipstick! Memang terbukti ternyata, kalau perempuan itu adalah mahluk yang <em><strong>multi-tasking! </strong></em>Nggak cuma tingkahnya aja, komentar2 merekapun bisa bikin yang nonton shock. Seperti ketika ada salah seorang peserta yang keliatan kelelahan, dia dikomentarin oleh salah seorang pelatih ,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8220;Gitu aja kok capek.&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terus dengan manja, si &#8216;mbak&#8217; ini jawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#000080;"><em>Saya takut&#8230; Takut paha saya nanti berotot&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. Eh, masih ada lagi. Ketika tiba pada latihan tiarap dan menembak (oh my God!). Ketika yang satu mencoba mempraktekkannya, yang lainnya di belakang dengan suka ria jejeritan memberikan semangat!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><span style="color:#000080;"> &#8220;Ayo booo! Tembak! Tembak!!&#8221;<br />
&#8220;Doooo.. Tomb Rider banget deeeehhhhh&#8230;!!&#8221;<br />
&#8220;Udaaah, pake mulut aja nembaknyaaaa&#8230;.&#8221;</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya ngakak sampe terguling2 di karpet kamar.<br />
Aduhh, ini acara apa sih?? Belum lagi ketika ada barisan tentara sungguhan yang sedang lari2, tiba2 saja si mbak2 yang sedang berkumpul itu pada bubar, dan ada yang nekat lari mendekati mas-mas tentara itu. Dia mungkin termasuk yang sangat memuja sosok macho mas-mas tentara. Bahkan ada juga lho, yang mengambil gambar dengan HP, sambil berteriak kegirangan, <em>&#8220;Oh my Gooooodddd&#8230;&#8221;.</em> Walau ada juga yang tidak seheboh itu, hanya diam terpana sambil berbisik2 dengan teman lainnya sambil cikikikan. Entah apa yang mereka imajinasikan. Hahahaha. Tapi yang menarik perhatian saya sebenarnya nggak cuma para pesertanya (itu sudah pasti! hehehe). Tapi juga sosok bapak2 pelatih yang keliatan banget kalo pada stress menghadapi mahluk2 ajab yang harus &#8216;dididiknya&#8217; itu. Betul-betul acara yang aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua, selain perasaan geli tadi, juga ada perasaan awkward. Canggung. Aneh. Atau entah apa namanya. Mungkin perasaan heran juga. Kok saya malah jadi kasihan ngeliatnya. Entah ini cuman perasaan saya aja atau gimana, tapi dengan dibuatnya acara ini, seolah2 pengen banget menyampaikan pesan secara tersamara bahwa : waria itu sebuah jalan hidup yang salah, dan harus dibenarkan! Mereka adalah mahluk yang terlahir berjenis kelamin laki-laki, dan harus &#8216;dikembalikan&#8217; ke jalan yang benar, dengan menjadikan mereka menjadi laki-laki kembali! Dan cara yang ditempuh ya gitu : memaksa mereka melakukan kegiatan2 tentara yang dianggap perwakilan kegiatan yang &#8216;laki-laki sekali&#8217;. Itu sama saja ketika dulu saya sebelnya gila2an sama sebuah reality show yang isinya menobatkan (maksudnya : membuat tobat. hehehe) seorang penjahat masyarakat seperti perampok, preman sampai pekerja seks komersil dalam jangka waktu 7 hari. Caranya sangat ekstrim. Ada yang direndam di kolam (?), disiram air (??) bahkan sampai ada yang dikubur hidup-hidup (??????) untuk memberikan gambaran, bagaimana kelak hukuman yang akan mereka dapatkan kelak di akhirat. Anjrot!!</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan saya sih cuman 2 : <strong>Niatnya apa sih bikin acara gini?</strong> <strong>Apa perlu sampai ditayangin di TV ya?</strong> Udah, itu aja pertanyaan saya. Karena nggak jarang, muncul kesan kalau &#8216;para pesertanya&#8217; di eksploitasi abis-abisan. Ya, emang sih itu inti dari semua reality show di seluruh dunia ini. Kesan yang lebih sadis lagi adalah, kalau alasan dari dibuatnya reality show model gini adalah : untuk pendidikan moral. What?? Iya. Nggak boleh jadi waria. Nggak boleh jadi penjahat. Make sense, sih. Tapi caranya kok rada aneh ya. Hhh.. Kalo begini, sepertinya bakal ngasih ruang, ngasih pembenaran untuk orang-orang yang merasa paling &#8216;berhak&#8217; untuk mengubah jalan hidup seseorang seolah2 dia adalah orang yang paling benar sedunia!</p>
<p>Jadi begitulah perasaan saya tadi malam menyaksikan acara ini. Di satu sisi prihatin, disisi lain terhibur sekali. Disatu sisi ngerasa kasihan, disisi lain ngerasa terhibur (tetep). Hehehe. Enaknya gimana dong??</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/214/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/214/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=214&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s320/42-16569643.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Just For Laugh</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang, ketika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan yang kita rasakan akan terasa 2 kali lebih besar. Begitu juga dengan tertawa. Tertawa yang paling indah adalah ketika kita bisa mentertawakan sesuatu secara bersama-sama dengan orang yang kita sayangi. So, here&#8217;s one joke given to me from my friend, Nduts. Saya tulis lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=213&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Orang bilang, ketika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan yang kita rasakan akan terasa 2 kali lebih besar. Begitu juga dengan tertawa. Tertawa yang paling indah adalah ketika kita bisa mentertawakan sesuatu secara bersama-sama dengan orang yang kita sayangi. So, here&#8217;s one joke given to me from my friend, Nduts. Saya tulis lagi di blog ini, siapa tau ada yang lagi butuh hiburan lucu2an. Hehehe.<br />
<em>So let&#8217;s laugh together, get on the dance floor, the party was started ..</em> hehehe..malah nyanyi&#8230;..</p>
<blockquote><p><strong>Cowok</strong> : Setelah aku menunggu sejak lama, akhirnya saat ini tiba&#8230;.<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah kau rela kalau aku pergi?<br />
<strong>Cowok</strong> : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah Kau mencintaiku ??<br />
<strong>Cowok</strong> : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah kau pernah selingkuh??<br />
<strong>Cowok</strong> : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu<br />
<strong>Cewek</strong> : Maukah kau menciumku ??<br />
<strong>Cowok</strong> : Ya<br />
<strong>Cewek</strong> : Sayangku&#8230;. ..</p></blockquote>
<p>Perbincangan diatas terjadi ketika keduanya masih dalam masa pacaran. Setelah mereka menikah sekian lama, maka perbincangannya-pun masih sama. Hanya URUTANNYA kali ini berubah. Dari bawah ke atas..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/213/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/213/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=213&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Leader</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/</guid>
		<description><![CDATA[
KEPEMIMPINAN adalah
gabungan antara strategi dan watak.
Jika Anda harus memilih salah satu, lebih baik pilih watak.
(H.Norman Schwarzkope)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=212&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"></h2>
<h2 style="text-align:center;">KEPEMIMPINAN adalah<br />
gabungan antara strategi dan watak.<br />
Jika Anda harus memilih salah satu, lebih baik pilih watak.</h2>
<p style="text-align:center;">(H.Norman Schwarzkope)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/212/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/212/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=212&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Woman&#8217;s Worth</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah liat film &#8216;Perempuan Punya Cerita&#8216;? Saya belum. Dan sepertinya saya tidak ada rencana sama sekali untuk melihatnya. Alasannya cukup cemen : nggak berani! Sumpah. Bukan, film ini sama sekali bukan film horor, sampai2 saya nggak berani nonton. Tapi film drama biasa. Pokoknya pada intinya, film ini pengen banget menyadarkan kita bahwa masih banyak masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=211&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sudah liat film<strong> &#8216;Perempuan Punya Cerita</strong>&#8216;? Saya belum. Dan sepertinya saya tidak ada rencana sama sekali untuk melihatnya. Alasannya cukup cemen : <strong>nggak berani</strong>! Sumpah. Bukan, film ini sama sekali bukan film horor, sampai2 saya nggak berani nonton. Tapi film drama biasa. Pokoknya pada intinya, film ini pengen banget menyadarkan kita bahwa masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh perempuan-perempuan di negara kita ini. Mulai dari pembedaan perlakuan, kekerasan, kejahatan seksual termasuk kurangnya kesadaran akan hak reproduksi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa saya nggak berani buat melihatnya? Dari reviews atau cerita teman-teman saya yang sudah melihat film ini sebelumnya, hampir semuanya mengatakan bahwa mereka merasa marah dan menangis setelah menonton film ini. Kenyataan pahit yang terjadi di sekitar kita (dan kita tau itu ada!), dipaparkan dengan frontal dan apa adanya di film itu. Sebagian teman saya yang lain malah bilang ada yang pusing dan mual menyaksikannya. Itulah kenapa saya yakin saya nggak akan berani melihatnya. Tidak siap menyaksikan sebuah kenyataan pahit. Hehehe. Cemen? Mungkin. Dasarnya emang nggak tegaan juga sih. Seperti Fahri di film Ayat-Ayat Cinta yang bilang, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku paling tidak tahan melihat perempuan menangis&#8230;.&#8221;</em></span>. <em>*halah</em>*<span id="more-211"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Kartini kemarin kebetulan saya cukup beruntung bisa mengajak orang-orang hebat dibalik pembuatan film ini, untuk ngobrol bareng di radio saya. Sementara <strong>Melissa Karim</strong> &amp; <strong>Vivian Idris</strong> (penulis naskah film ini) ngobrol di on air, di ruang tamu studio saya ngobrol-ngobrol dengan <strong>Mbak Bonni </strong>dari <strong>Kalyana Shira</strong> yang memproduksi film ini. Saya baru tau kalau tujuan mereka membuat film ini ternyata memang untuk memberikan sebuah &#8216;tamparan&#8217;. Bukan &#8217;sentilan&#8217; lagi, tapi tamparan buat semuanya saja, tentang kenyataan pahit yang masih dialami perempuan-perempuan yang ada di sekitar kita. Dan betapa masih banyak dari kita yang -udah tau ada kejadian itu didekatnya- masih saja bersikap diam bahakan nggak mau tau. <strong>&#8220;Jangan ikut2 urusan orang lain&#8221;</strong> adalah salah satu pembenaran yang dianut oleh sebagian besar orang. Termasuk saya kalo boleh saya jujur. Sehingga ketika kata-kata himbauan, slogan-slogan hingga iklan layanan masyarakat ternyata tidak membawa pengaruh yang besar juga, dibuatlah film ini. Dengan gambar-gambar &#8217;sakit&#8217;nya. Karena seperti yang Mbak Bonni bilang juga, film ini memang dibuat untuk &#8216;mengganggu&#8217; para penontonnya. Biar mereka tau. Sukur-sukur mereka mau ngerti.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Yes, reality really bites!</h2>
<p style="text-align:justify;">Ada satu waktu ketika Mbak Boni bercerita tentang seorang temannya (berarti ini harusnya kisah nyata, ya). Temannya itu beberapa waktu lalu meminta cerai dari suami keduanya, karena sudah tidak tahan lagi dengan perilaku suaminya itu. No, suaminya tidak pernah melakukan kekerasan fisik. Suami keduanya inipun masih terus memberikan nafkah. Tapi, si suami ini sering main perempuan. Nah lo. Setelah mencoba bersabar dan &#8216;nrimo&#8217; diperlakukan seperti itu, akhirnya si perempuan ini tidak tahan juga. Ketika di tarik lagi flashback di kehidupan sebelumnya, si perempuan ini ternyata dulu memilih cerai dari suami pertamanya, karena suami pertamanya ini suka melakukan kekerasan fisik dan tidak memberikan nafkah lagi. Sehingga ketika dapet si suami keduanya ini, dia terima2 aja suaminya ini suka main perempuan. At least, suami keduanya itu masih ngasih nafkah dan nggak pernah mengkasarinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebel nggak dengerin cerita ini? Salah siapa coba kalo gini? Saya sih nggak mau menyalahkan si perempuan itu. Kasian, bebannya udah berat. Hehehe. Tapi gini deh, dari satu cerita ini aja kita udah bisa ngeliat kalau masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk menempatkan perempuan di tempat yang selayaknya. Betapa masih banyak perempuan yang takut sekali percaya pada kemampuan dirinya. Belum lagi kalau kita mau nyangkut2in ke point lain seperti tingkat pendidikan dll. Itu tadi baru satu masalah yang lingkupnya domestic, lho. Belum kalau sudah melebar ke masalah <em><strong>trafficking</strong></em> yang sifatnya udah lebih lebar (dan info terakhir bilang kalau Indonesia ada di urutan kedua sebagai negara yang paling parah kasus perdagangan wanitanya!). Wah, makin kompleks lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s1600-h/42-17619985.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s320/42-17619985.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The point is, saya cuman pengen ngomong : Mbak-Mbak, Ibu-Ibu, Tante-Tante, Adik-Adik&#8230; kalian itu mahluk Tuhan yang luar biasa, lho. <em><strong>God must have spent a little more time on you</strong></em>. Jadi mbok iya,be proud of yourself! Jangan mau dilecehin. Jangan pernah biarin orang lain mengganggu kalian. Gangguan perkataan maupun perbuatan, sama intolerable nya. <em><strong>You should defending yourself! Respect yourself. Rise steadily!</strong></em> Karena memang bener, you&#8217;re so worth it! Karena Anda (memang) beneranbegitu berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/211/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/211/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=211&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s320/42-17619985.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Banci Foto</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 01:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Masih ada hubungannya dengan Kartiani-an nih. Jadi pas tanggal 21 April kemarin, kalau yang lain-lain pada membahas tentang Ibu kita (ibu kita? ibu loe, kali&#8230; hehehe) Kartini, maka radio saya justru malah mengangkat nama lain untuk di angkat. Beliau adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Kenapa? Alasannya simpel aja sih. Selain Ibu Kartini kayanya udah overrated banget [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=210&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Masih ada hubungannya dengan Kartiani-an nih. Jadi pas tanggal 21 April kemarin, kalau yang lain-lain pada membahas tentang Ibu kita (ibu kita? ibu loe, kali&#8230; hehehe) Kartini, maka radio saya justru malah mengangkat nama lain untuk di angkat. Beliau adalah Ibu <strong>Fatmawati Sukarno</strong>. Kenapa? Alasannya simpel aja sih. Selain Ibu Kartini kayanya udah <em>overrated </em>banget (hehehe), kebetulan tanggal 14 &#8211; 21 April kemarin, diselenggarakan <strong>Pergelaran Foto, Film Dokumenter &amp; Benda Kenangan FATMAWATI SUKARNO</strong> di sebuah Gallery di Jogja. Dan event ini nggak cuma yang pertama kalinya diadakan di Jogjakarta, bahkan juga yang pertama kalinya di Indonesia. Itu alasan utama sebenernya. Manfaatin moment. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan lain kenapa kita pilih Ibu Fatmawati, karena selama ini kayanya <span style="text-decoration:underline;"><strong>belum banyak yang tau</strong></span> tentang sosok ibu negara pertama Indonesia ini. Nggak tau ya yang lain, tapi kalo saya sebagai salah satu orang yang paling sebel sama pelajaran Sejarah atau <strong>PSPB</strong> (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), informasi yang saya tau tentang beliau amat sangatlah minim. Yang saya tau beliau dikenal karena dia adalah istri dari Presiden pertama RI (itu mah nenek2 juga tau!), dan informasi lain yang saya tau adalah : beliau hobi jahit menjahit! Karya monumentalnya adalah ketika dia menjahit Bendera Pusak