<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sanggar cerita</title>
	<atom:link href="http://ryudeka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 08:17:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ryudeka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9f66a4b68650089f7f32dc7dfcb33e82?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sanggar cerita</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Lost In Translation part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1148</guid>
		<description><![CDATA[Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1148&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa yang sebenarnya mereka bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh kecil, saya masih ingat betul bagaimana saya sempat kebingungan karena- entah darimana asalnya, kata <strong>&#8216;karena&#8217; </strong>bisa digantikan dengan kata<strong> &#8217;secara&#8217; </strong>dalam percakapan sehari-hari. Misalnya saja untuk kalimat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerai dari Anang, <strong>karena</strong> sejak dulu kan Anang-nya memang tipe suami yang mengekang istri..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya ya.. mari tidak usah mempertanyakan kenapa saya memilih kedua tokoh itu sebagai contoh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Fokuskan pada kalimatnya saja. Ketika kalimat itu diterapkan dalam percakapan sehari hari di jaman sekarang ini, maka kalimat itu pasti akan &#8216;disesuaikan sedemikian rupa sehingga&#8217; menjadi</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerah dari Anang, <span style="text-decoration:underline;"><strong>SECARA</strong></span> sejak  dulu kan Anangnya memang tipe suami yang mengekang istri&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terdengar beda, kan? Lebih terdengar gauul. Makin pengucapan <em>&#8217;secara&#8217; </em>nya dibuat lebai, semakin terdengar gaul. Hehehe. Itulah kenapa, dulu saya juga sempat kebingungan setengah mati ketika seorang teman saya yang usianya belasan tahun diatas saya meminta untuk diajarkan, bagaimana cara penggunaan kata &#8217;secara&#8217; ini dengan benar, supaya dia bisa terdengar <em>up to date</em> (?).</p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru satu contoh. Masih banyak contoh lainnya. Bagaimana semakin hari, tata bahasa Indonesia kita semakin acakadut, terutama karena dipakainya istilah-istilah tertentu yang agak-agak tidak &#8216;lazim&#8217; dipakai untuk menjelaskan suatu hal atau keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, ketika saya sedang satu mobil dengan teman saya <strong>Gat</strong>, kami melewati sebuah lubang di jalan raya yang &#8216;menganga&#8217; cukup panjang. Sepertinya lubang itu memang sengaja dibuat oleh dinas pekerjaan umum karena akan dilakukan pemasangan instalasi tertentu yang kami tidak tahu apa itu (karena kebetulan tidak ada keterangan tertulis apapun di sekitar lubang itu). Tiba-tiba saja si Gat ini berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Tuh liat deh.. Dibiarin bolong gitu aja coba itu lobangnya&#8230; Sakit jiwa, kan?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Heh? Sakit jiwa?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin, maksud teman saya itu adalah, dia ingin mengatakan bahwa para pelaku &#8216;pembolongan&#8217; jalan itu sangat keterlaluan dengan membiarkan lubang itu terbuka begitu saja. Tidak ditimbun dengan tanah, pasir atau apa, lah. <em>Instead of</em> menggunakan kalimat panjang seperti,<em>&#8220;Keterlaluan sekali sih yang melakukan pekerjaan seperti ini</em>&#8220;, maka dipilihlah bentuk istilah yang lebih singkat. Ya &#8217;sakit jiwa&#8217; itu tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah juga saya terpingkal-pingkal sendiri ketika mendengar sebuah percakapan dua orang teman saya. Satu pria dan satu lagi seorang wanita. Saya tidak terlalu ingat detail isi pembicaraan mereka, tapi ada suatu saat dimana si pria itu menyebutkan istilah-istilah perawatan kecantikan seperti <em>manicure, pedicure</em> dan lain-lainnya itu. Dan si  wanita lawan bicaranya itu dengan cepat berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; gila yaaa Bo&#8230; fasih banget sih kalo ngomongin masalah kecantikan&#8230;..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Edannnn. <strong>&#8220;Fasih&#8221;!</strong> Saya kira kata ini hanya &#8216;boleh&#8217; dipakai untuk hal-hal yang berbau kemampuan bahasa saja, seperti &#8220;Fasih membaca Al-Quran&#8221; atau &#8220;Fasih berbahasa Perancis&#8221;, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh paling baru, adalah ketika siang ini saya melihat status seorang teman di Facebook. Dia mencoba menggambarkan gerahnya hawa Jogja dengan tulisan singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Gila.. Jogja panasnya <strong>berjamaah</strong>!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Waduhhhhh..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin memang sudah saatnya saya memperbarui lagi koleksi perbendaharaan saya.</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1148&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VVIP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Ada ungkapan bijak yang bilang : &#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau menjadi orang penting yang baik. Wedeeewwwww&#8230; tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1141&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ada ungkapan bijak yang bilang : <em>&#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;</em>. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau <strong>menjadi orang penting yang baik</strong>. <em>Wedeeewwwww&#8230;</em> tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : <strong>sesuatu yang enak</strong>. Lha bagaimana tidak enak? Kemana-mana bisa dapat fasilitas yang nomor satu. Bisa dapat perlakuan dan servis yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang &#8216;biasa&#8217; or <em>&#8216;less important</em>&#8216;.  Sehingga kadang-kadang, gara-gara &#8220;peng-istimewaan&#8221; perlakuan itu jugalah, mereka juga bisa mendapat kebebasan untuk berlaku seenak <em>udel-</em>nya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya dan teman saya <strong>Gat</strong> pergi menonton konser megah berjudul <strong>&#8220;World Peace Orchestra with Dwiki Dharmawan&#8221; </strong>di Graha Sabha Pramana UGM Jogjakarta. Konser ini memang berbeda dengan konser-konser musik lain yang sering di adakan oleh atau di UGM, karena konser kali ini diadakan untuk memperingati ulang tahun UGM yang ke 60, sekaligus juga dalam rangka mempromosikan <strong>Pulau Komodo</strong> kepada masyarakat luas, supaya mereka ikut memilih Pulau ini menjadi <em>the next 7 wonders</em> alias 7 keajaiban dunia berikutnya. Sehingga dipilihlah konser musik lintas generasi-budaya dan negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sayang, kemegahan dan kesyahduan konser yang juga menampilkan <strong>Kris Dayanti</strong> itu (ketahuan kan, saya datang untuk siapa?) sangat-sangat terganggu oleh sikap orang-orang atau tamu undangan yang datang dengan label <strong>VVIP</strong> alias <em>Very Very Important Person</em>.  Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para tamu undangan dari pihak pejabat pemerintahan, wakil-wakil dari para sponsor dan entah siapa lagi yang menurut pihak panitia adalah orang yang  sangat penting bagi mereka. Jadi ya  wajar kalau posisi dan letak tempat duduk mereka berada tepat di depan panggung, sehingga mereka bisa <em>face to face </em>dengan para artis yang tampil didepan mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1142 aligncenter" title="k0633497" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg?w=128&#038;h=170" alt="k0633497" width="128" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah barisan VVIP itulah, baru kemudian ruangan dibagi-bagi menjadi beberapa kelas, yaitu VIP, Festival dan Tribun. Yang cukup menggelikan adalah, meskipun namanya kelas VIP, tapi para penonton di kelas ini tetap harus mengantri dan berbaur dengan penonton dari kelas lain, karena tempat duduk kelas VIP itu ternyata tidak bernomor alias calon penonton harus saling berlomba siapa yang paling cepat mendapatkan tempat duduk yang diinginkannya. Entah dimana <em>privilege</em> ke &#8216;<em>important person&#8217;</em>annya. Walhasil,ratusan penonton (termasuk sayapun) harus berlomba-lomba datang lebih awal supaya bisa lebih cepat masuk ke dalam ruangan konser.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan disinilah letak <strong><em>&#8216;ke-seenak-udel-an&#8217; </em></strong>orang-orang penting itu dimulai. Disaat ribuan massa harus rela bersusah-payah menahan pegalnya kaki dan menahan hawa gerah karena mengantri menunggu giliran masuk melewati pintu utama yang hanya dibuka se-upil doang, kami harus berulangkali melebarkan rasa sabar ketika antrian itu dengan semena-menanya dipotong atau dihentikan sejenak, hanya karena ada bapak-bapak berbaju Batik yang datang sambil ditemani oleh sorang panitia yang berteriak-teriak kepada penjaga pintunya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8230;VIP! VIP!</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan si VIP inipun melenggang dengan anggunnya memasuki ruang konser dengan tanpa hambatan satu apapun, dalam kondisi yang sehat wal afiat dan dengan dandanan yang tetap prima. Tanpa baju yang kusut karena berdesak-desakan dengan pengantri lainnya. Dengan wangi parfum yang tetap sama tanpa harus bercampur baur dengan wangi parfum (dan bau keringat) pengantri lainnya. Dan itu bukan sekali-dua kali terjadi. Berulangkali!  Tentu saja tidak ada yang bisa kami lakukan, bukan? Karena itulah takdir <em>*edann*</em>. Mereka adalah orang-orang yang penting, dan yang lainnya adalah rakyat biasa yang harus rela berjuang demi bisa mendapatkan sebuah hiburan.<span id="more-1141"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya itu. Ketika konser akan dimulai, saya sudah menduga kalau kelakuan ajaib para VVIP ini tidak akan berhenti begitu saja. Kenapa saya bisa tahu? <strong>Pertama</strong>, karena ini bukan kali pertama saya datang ke konser yang &#8216;melibatkan&#8217; tamu-tamu undangan atau VVIP. Dan <strong>kedua,</strong> karena saya melihat, bangku-bangku di deretan tamu-tamu VIP belum sepenuhnya terisi. Dan benar saja, ketika konser sudah dimulai, satu persatu orang-orang penting ini mulai berdatangan dan berlalu-lalang didepan kami yang duduk di bangku VIP dan Festival, tanpa rasa bersalah. Sudah datangnya telat, seharusnya mereka sadar ya kalau bangku mereka itu adanya di deretan depan, sehingga mau tak mau mereka akan melewati deretan penonton-penonton yang duduknya dibelakang mereka. Kok ya masih pada sempat saling bertegur sapa, haha-hihi sesama tamu VVIP,  sambil berdiri pula! Alamak&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya marah sekali, karena kenikmatan saya menonton mbak <strong>KD</strong> menyanyikan lagu<strong> </strong><em><strong>&#8216;Assalamualaikum</strong>&#8216; </em>harus berulangkali terhalang oleh kepala bapak-bapak yang separuh botak, dan kepala ibu-ibu berpakaian pesta dengan rambut yang disasak tinggi! Buruan<em> kek</em> jalannya biar nggak nutupin pandangan penonton dibelakangnya! Belum lagi tingkah panitia yang jadi pada <em>over acting</em> ketika tamu agung mereka itu datang. Waduh, semua orang jadi sibuk ingin mengantarkan si tamu itu sampai di singgasananya. Tuh, makin banyak saja yang menutupi pandangan kami, para penonton di deretan tengah dan belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya iri. Mungkin juga. Saya iri karena saya bukan orang penting seperti mereka, sehingga saya harus bersedia rela berdesak-desakan mengantri setengah jam sebelum acara demi bisa mendapatkan spot tempat duduk yang enak. Mungkin juga saya hanya sirik saja, karena saya tidak bisa datang telat , nyantai dan sesuka mereka, yang walaupun datangnya seperempat jam sebelum konser berakhir pun, mereka masih tetap bisa dapat tempat duduk yang enak di depan panggung  karena memang SUDAH DISEDIAKAN OLEH PANITIA!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya mungkin saya hanya sekedar iri saja. Tapi rasa iri tadi kemudian berubah menjadi prihatin. <strong>Kenapa ya, orang-orang yang dilabeli dengan sebutan &#8216;orang penting&#8217; itu sama sekali tidak bisa memperlihatkan <em>attitude</em> yang sesuai dengan label &#8216;penting&#8217; mereka?</strong> Apa susahnya sih  datang tepat  waktu, misalnya? Dan lebih gilanya lagi, diantara para penonton yang memenuhi ruangan konser waktu itu, justru tamu-tamu penting inilah yang paling duluan pulangnya. Bahkan ketika konser baru berjalan setengahnya. Ck ck ck&#8230; hebat sekali! Sudah datangnya belakangan, tidak perlu antri dan berdesak-desakan, pulangnya paling duluan pula, seolah tidak menghargai para artis yang sedang sepenuh hati bermain untuk mereka itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ saya merasa  betapa dunia ini sepertinya tidak adil sekali. Edan, ya? Nonton konser bukannya terhibur, malah sibuk mikir. Realita kecil di konser itu seperti memperlihatkan, betapa orang yang punya kuasa itu bisa berbuat sedemikian masa bodohnya dengan sekitarnya. Dan betapa orang-orang kecil (selain mereka yang orang-orang penting itu) harus berjuang mati-matian hanya demi memperebutkan sebuah tempat duduk di bangku tribun yang letaknya begitu jauhnya dari panggung. Dan biasanya, justru orang-orang yang membeli tiket termurah inilah yang benar-benar mengapresiasi pertunjukkan dengan baik. Biasanya lho ya. Karena memang mereka inilah yang betul-betul punya niat untuk menonton, tidak seperti para tamu udangan nan penting itu, yang mungkin datang hanya sekedar karena diundang. Aneh rasanya melihat deretan bangku VVIP itu ditinggalkan satu persatu &#8216;penduduknya&#8217; sementara di kelas yang &#8216;terbawah&#8217; penontonnya masih berdesakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironis, memang. Teman saya Gat malah sempat berandai-andai,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>&#8230;. bisa nggak ya,suatu saat di Indonesia dibuat peraturan : kalau konser sudah dimulai, maka pintu masuk akan ditutup. Siapapun yang datangnya telat, mau sepenting apapun statusnya, tidak diperbolehkan masuk karena bisa mengganggu kenikmatan penonton lainnya dalam menikmati jalannya konser?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bisa nggak, ya??</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1141&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">k0633497</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOVE.CAN.WIN</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya.
Dick Hoyt. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di search engine, pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1127&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dick Hoyt</strong>. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di <em>search engine</em>, pasti teman-teman akan langsung menemukan ratusan ribu tulisan di internet yang mencantumkan nama beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Dick adalah seorang marinir dari kesatuan <em>Air National Guard</em>. Semua kisah hidupnya yang luar biasa berawal ketika pada suatu hari di tahun 1962, dokter memberitahukan kepadanya bahwa bayi yang sedang dikandung oleh istrinya mengidap <em>cerebral palsy</em>. Ini adalah sebuah kondisi dimana otak tidak bisa mendapatkan asupan oksigen selama proses persalinan. Ini berarti, otak si jabang bayi tidak bisa mengirimkan pesan kepada otot-otot di tubuhnya, sehingga mengakibatkan putranya ini kelak akan mengalami kelumpuhan. Saya tidak bisa menjelaskan secara tepat karena saya sendiri agak kerepotan menterjemahkan artikel medis tentang <em>cerebral palsy</em> ini dari  artikel aslinya di Wikipedia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat begitu kompleksnya penyakit yang diderita si bayi, dokter sempat menyarankan suami istri ini untuk &#8216;merelakan&#8217; saja calon bayi dalam kandungan ini tidak dilahirkan, karena nantinyapun jika bayi itu bisa dilahirkan ke dunia dengan selamat, dia pasti tetap tidak akan tumbuh dengan sempurna. Mendengar ‘saran’ dari dokter itu, sang istri, <strong>Judy</strong>, dengan tegas menolaknya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Tidak akan mungkin kita akan menggugurkan bayi dalam kandungan ini. Kami mencintainya. Dia milik kami berdua. Kami akan membesarkannya dan membawanya kemanapun dia bisa mewujudkan kemampuan terbaiknya kelak. Kami tidak akan, TIDAK AKAN PERNAH menyia-nyiakannya hanya karena dia BERBEDA&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebuah janji yang mungkin mudah diucapkan. Tapi kita tahu, janji diatas pasti tidak akan mudah keluar dari mulut yang tidak disertai dengan keyakinan hati yang kuat. Dan kedua orangtua bayi yang diberi nama <strong>Rick </strong>ini memang membuktikan janjinya, untuk tidak memperlakukan anaknya yang lumpuh itu secara berbeda. Kedua orang tuanya setiap minggunya membawa bayinya ini  ke <em>Children&#8217;s Hospital di Boston</em> dimana mereka bertemu dengan <strong>Dokter Fitzgerld</strong>, yang selalu menyemangati pasangan suami istri itu untuk berani mengambil &#8216;resiko&#8217; untuk  mengajak Rick kecil untuk bermain dan bergulingan di halaman atau bahkan diajak untuk berenang. Dengan kata lain, mereka memperlakukan Rick seperti anak-anak lainnya yang tumbuh tanpa keterbatasan fisik.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1129 aligncenter" title="DICK HOYT" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg?w=203&#038;h=215" alt="DICK HOYT" width="203" height="215" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu hari di tahun 1977, <strong>Rick</strong> yang saat itu duduk di bangku sekolah menengah pertama <strong>Westfield School</strong> berkata kepaa ayahnya, bahwa dia ingin sekali merasakan bagaimana rasanya mengikuti perlombaan lari. Sebuah keinginan yang &#8217;sangat berani&#8217; dan mungkin teramat &#8216;tidak tahu diri&#8217; untuk seorang anak yang kesehariannya harus duduk di kursi roda. Tapi mendengar keinginan putranya itu, <strong>Dick</strong> yang saat itu sudah berusia 40 tahun merasa tergerak, untuk ikut membantu mewujudkan keinginan anaknya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan dibayangkan bagaimana usaha yang harus dilakukan oleh <strong>Dick</strong>. <span id="more-1127"></span>Berlari menempuh jarak 5 mil menaiki bukit bukanlah hal yang mudah. Apalagi harus ditambah dengan mendorong <strong>Rick</strong> yang duduk di kursi roda. Tidak ada yang pernah menyangka kalau pasangan ayah-anak ini akan bisa memenangkan perlombaan amal itu. Tidak panitia penyelenggara. Tidak pula para peserta lomba lainnya. Ketabahan dan kegigihan <strong>Dick</strong> lah yang membuatnya mampu mencapai garis finish setelah berlari mendaki, tanpa pernah sekalipun teringgal di belakang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1130 aligncenter" title="DICK HOYT2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg?w=177&#038;h=250" alt="DICK HOYT2" width="177" height="250" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kemenangan yang sesungguhnya dirasakan oleh <strong>Dick</strong> bukanlah saat kakinya menginjak garis finish, melainkan ketika putranya itu mengatakan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>“Ayah, ketika aku ikut berlari, aku merasa aku bukanlah lagi seorang anak cacat&#8230;”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sehingga walaupun secara <strong>Dick</strong> secara fisik mengalami kelelahan dan kesakitan akibat perlombaan ini, tapi dia tetap merasakan kebahagiaan anaknya itu dan menekankan, bahwa</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">“Making Rick happy was <strong>the greatest feeling</strong> in the world&#8230;”</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>And so it began</em>. Perjuangan menaklukan bukit itu menjadi awal dari cerita hebat pasangan Ayah-Anak ini. Mereka menamakan diri mereka sebagai <strong>‘Team Hoyt’</strong>. Dick mulai kembali berlatih lari setiap hari. Dia berlatih lari dengan mendorong 1 sak semen yang diletakkannya di kursi roda, karena putranya itu tidak bisa (dan tidak mungkin) ikut berlatih, karena kondisi fisiknya dan karena ia juga harus tetap masuk sekolah.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1131 aligncenter" title="DICK HOYT7" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg?w=289&#038;h=203" alt="DICK HOYT7" width="289" height="203" /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga Februari 2008, tim ‘tangan Tuhan’ ini sudah berhasil mengikuti <strong>958</strong> perlombaan ketahanan fisik, termasuk diantaranya 65 lomba Maraton dan 6 Triathlon. Lomba-lomba yang dikuti oleh <strong>Dick</strong> dan <strong>Rick Hoyt</strong> ini bukanlah sebuah sebuah sesuatu yang mudah. Tidak hanya dibutuhkan kursi roda yang dirancang khusus sehingga bisa didorong dengan mudah di arena perlombaan, tapi juga dibutuhkan peralatan dan kekuatan fisik yang ‘tidak sembarangan’, terutama untuk menaklukan lomba triathlon. <em>He pulls, pushes and carrying his beloved son during the race.<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1132 aligncenter" title="DICK HOYT8" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg?w=243&#038;h=142" alt="DICK HOYT8" width="243" height="142" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Breathtaking</em> sekali. Saya sendiri bingung bagaimana menemukan kalimat yang pas untuk mengambarkan perasaan saya sewaktu pertama kali diperlihatkan video tersebut. Tapi paling tidak, dari cerita hebat itu saya bisa menggambarkannya dalam 3 kata yang jika disatukan, sebeneranya bisa menjadi sebuah kalimat :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>LOVE. CAN. WIN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>LOVE</strong></span>. Apa yang dilakukan oleh <strong>Dick</strong> kepada anaknya, adalah sebuah penggambaran paling nyata tentang betapa besarnya cinta seorang ayah kepada buah hatinya. Bukan hanya dengan pembuktian secara fisik melalui kemauannya untuk membawa anaknya mengikuti perlombaan-perlombaan ketahanan fisik, tapi dengan sikap MENERIMA keterbatasan anaknya sejak ia masih dalam kandungan itulah, yang juga bisa diterima sebagai perwujudan dari rasa cinta yang tulus.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>CAN</strong></span>. Dari video itu terlihat, <strong>Rick</strong> dengan susah payah mengetikkan kata CAN melalui keyboard komputer. Seolah ingin menegaskan kembali, bahwa sebenarnya kemampuan dan imajinasi manusia itu tidak terbatas selama kita memang mau. Kita sendirilah yang seringkali MEMBATASI kemampuan kita. Rick bisa menunjukkan itu. <em>If you think you can, you probably can. But if you think you can’t, you’re right!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>WIN</strong></span>. Setiap orang yang mengikuti sebuah perlombaan, pasti mengharapkan sebuah kemenangan. Tapi bagaimana CARA kita memenangkan setiap tantangan dan perlombaan, kadang justru malah lebih berharga dibandingkan dengan kemenangan itu sendiri. Again, kedua ayah dan anak itu memberikan contoh nyata kepada kita, bahwa THE MOST IMPORTANT THING IN THIS LIFE IS TO HELP OTHERS TO WIN. Dick ingin memberikan sebuah perasaan bahagianya merasakan sebua kemenangan kepada anaknya. Bahwa untuk sampai kesana, ada sebuah proses yang tetap harus ia jalani. Sehingga pada waktunya, Dick dengan bangga mengatakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; sekarang ini, saya malah merasa kalau Rick lah atlit yang sesungguhnya. Saya ada hanya untuk meminjamkan lengan dan kaki saya, sehingga kita bisa berkompetisi secara bersama-sama&#8230;.”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1133 aligncenter" title="DICK HOYT3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg?w=191&#038;h=258" alt="DICK HOYT3" width="191" height="258" /></p>
<p style="text-align:right;"><em>(photos are taken from www.teamhoyt.com)</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1127&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 06:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230;..

kesampaian juga ikutan yang namanya Pesta Blogger!  
Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya keramaian dan ke-hingar-bingaran, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1116&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Akhirnya&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1115 aligncenter" title="pesta-blogger-2009-jogja-03" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg?w=249&#038;h=120" alt="pesta-blogger-2009-jogja-03" width="249" height="120" /></p>
<p style="text-align:justify;">kesampaian juga ikutan yang namanya <strong>Pesta Blogger</strong>! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya <strong>keramaian</strong> dan ke-<strong>hingar-bingaran</strong>, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang yang mengenal saya dengan dekat, pasti sudah cukup mengerti betapa saya ini aslinya adalah seorang yang amat pendiam sekali (ehm&#8230;). Saya hanya berisik kalau berhadapan dengan <em>microphone</em>, didepan kamera TV dan juga &#8230; dimana lagi, kalau tidak di blog in!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah makanya saya sangat-sangat selektif sekali jika diajak menghadiri undangan-undangan  yang berbau-bau &#8216;Pesta&#8217;. Pesta yang paling sering saya datangi paling-paling cuma &#8220;Pesta Buku Murah&#8221;. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>But (thank God) this one&#8217;s different.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya sudah sangat familiar dengan istilah &#8216;Pesta Blogger&#8217;. Tapi belum pernah ada sedikitpun ada keinginan di hati untuk datang menghadiri. Boro-boro deh ikutan acara yang berskala besar seperti itu. <em>Lha wong</em> kumpul-kumpul alias kopi darat antar sesama blogger satu kota saja saya nggak pernah. Boro-boro kopi darat dengan blogger satu kota, <em>lha wong</em> <strong><em>blogwalking</em></strong> saja juga nggak pernah! Kuper banget. Makanya saya malah bingung ketika teman blogger saya yang diluar kota menanyakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Lho.. memangnya kamu bukan komunitas <strong>Cah Andong</strong> apa, Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cah Andong? <em>Opo kuwi?</em> Bukan.. bukan, mbak. Saya bukan Cah Andong. Saya Cah Ganteng! Hehehe. Memang parah sekali saya ini. Bahkan komunitas untuk para blogger di  Jogja saja saya tidak tahu!<span id="more-1116"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya <em>surprise</em> sekali ketika suatu hari menerima undangan untuk menghadiri Pesta Blogger 2009 ini. Ada perasaan bangga, kalau ternyata sepertinya tanpa saya sadari, saya sebenarnya sudah menjadi satu dari ribuan anggota komunitas blogger di negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berangkatlah saya dan teman blogger satu kantor saya <strong>Alya</strong> ke <strong>Jogja National Museum (JNM)</strong>, tempat acara malam hari itu diadakan. Mungkin kalau tidak karena acara ini, saya tidak akan pernah masuk di tempat ini. Bukan hanya tidak akan pernah masuk, malah tidak pernah tahu. Hehehe. Dan demi acara malam hari yang bertema <em>One Spirit, One Nation</em> itu pula, saya dan semua blogger Jogja terlihat semakin ganteng dan cantik karena memakai pakaian-pakian bernuansa Nusantara. <em>What a night</em>! Agak ribet, tapi seru.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1119 aligncenter" title="DSCN0343edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=167&#038;h=257" alt="DSCN0343edit" width="167" height="257" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melakukan registrasi, kami berdua pun melewati <em>red carpet </em>(bener-bener nih panitia..tau aja yang datang para artis-artis top dunia maya wkakakaka)  memasuki area hall JNM. Ruangan yang tidak seberapa besar itupun kemudian terlihat penuh. Tidak hanya karena hadirnya ratusan blogger, tapi juga karena di sekeliling ruangan  dipenuhi dengan stand-stand P<em>emeran Batik Nusantara, Pameran Cemilan Nusantara, Pameran Kopi Nusantara, Pameran Foto</em> dan tentu saja stand-stand para sponsor. Tidak hanya dipamerkan, tapi beberapa menu seperti Kopi, Camilan dan Gudeg pun bisa dinikmati secara gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara kemudian dimulai dengan munculnya live performance berupa atraksi para ibu-ibu yang terliat saling saling memukul. Memukul-mukul <em>Lesung</em> untuk dijadikan iringan musik, mksudnya. Hehehe. Setelah itu, <em>wallahualam</em>. Saya tidak tahu. Karena saya malah sibuk mangkal di salah satu stand dan&#8230; sibuk belajar membatik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 319px"><img class="size-full wp-image-1117" title="9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg?w=309&#038;h=206" alt="taken from Gage's Batubara Photo's Album" width="309" height="206" /><p class="wp-caption-text">taken from Gage&#39;s Batubara Photo&#39;s Album</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya dan Alya menjadi orang  pertama yang <em>kegatelan</em> ingin mencoba belajar membatik. Tapi karena <em>&#8216;kegatelan&#8217;</em> kita berdua itulah yang akhirnya membuat banyak orang lainnya yang ikut mencoba bakat mereka dalam membatik.  Akibat saking (mencoba) terlalu serius dengan percobaan membatik ini, akhirnya saya sampai tidak tahu lagi bagaimana dan apa saja jalannya acara. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut panitia, nantinya Batik-Batik yang kita buat malam hari itu akan dikumpulkan dan dibawa ke Jakarta untuk acara puncak Pesta Blogger tanggak 24 Oktober besok.  Jadi, buat yang akan datang di Pesta Blogger di Jakarta besok, kalau ingin melihat bagaimana hasil kreasi saya dalam membatik, silakan cari kain dengan motif batik yang paling HANCUR dibandingkan yang lainnya. Batik dengan judul<em> &#8220;BATIK BLOBOR&#8221;</em>, karena motifnya berasal dari cairan malam yang jatuh <em>mblobor</em> kemana-mana dari canting yang saya pegang!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sudah sepantasnya memang Batik mendapat pengakuan yang luar biasa. Susah bikinnya, Bos!</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang saya kemudian tidak bisa mengikuti keseluruhan jalannya acara malam hari itu. Jam 20.30 saya harus pergi meninggalkan arena pesta karena jam 9 malamnya harus segera menjadi pria penghibur. Siaran radio, maksudnya. Hehehe. Padahal saya yakin, masih banyak acara menarik lainnnya yang ada disana. Termasuk pengundian <em>doorprize</em>. <em>*Wakakakaka. Tetep nyari gratisan!*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau ditanya bagaimana perasaan saya malam itu, maka saya akan menjawab : <strong>Tidak Puas</strong>. Tidak puas karena saya belum bisa menemukan dimanakah esensi dari sebuah pesta blogger. Belum sempat berkenalan dengan para blogger-blogger senior yang hebat-hebat, belum sempat memperbanyak kenalan sesama blogger yang hadir karena jumlahnya yang ratusan itu, dan belum sempat menikmati keseluruhan jalannnya acara karena harus pulang lebih awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak apa-apa, masih bisa datang lagi di pesta blogger tahun depan, kan? Tapi walau hanya muncul &#8217;selintas lewat&#8217; doang, paling tidak saya sudah cukup puas karena cukup bisa tebar pesona disana *edann*. Paling tidak nama saya sempat di sebut sekilas  oleh duo MC <span style="color:#333399;"><a href="http://otakiphan.wordpress.com/"><strong>Iphan Loviano</strong></a> </span>dan <a href="http://santizaidan.wordpress.com/"><strong>Shanti Zaidan</strong></a> (tengkyu yaa.. jadi paling tidak ada yang tahu lah, kalau saya ikut datang memenuhi undangan hehehe), komentar  saya sempat nongol di <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#333399;"><a href="http://www.detikinet.com/read/2009/10/16/110220/1222620/398/seni-dan-budaya-warnai-pesta-blogger-jogja-2009">detik.Net</a> </span></span>(tengkyu ya, <strong>Santi</strong>.. udah ditodong buat interview dan ikut dipromosiin blog saya hahahaha.. <em>what an honor!</em>) dan foto saya juga nampang di <span style="color:#333399;"><a href="http://www.gudeg.net/id/news/2009/10/4892/Meriah-Pesta-Blogger-2009-Chapter-Jogja.html">Gudeg.Net </a></span>walau cuma keliatan kepalanya doang! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Selamat buat kerja keras panitia Pesta Blogger Jogja 2009 chapter Jogja! <em>Proud to be a blogger!</em></p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1116&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pesta-blogger-2009-jogja-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=195" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0343edit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Body Image</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari Eva Arnaz di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya Ndut. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1108&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari <strong>Eva Arnaz </strong>di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya <strong>Ndut</strong>. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di <em>search engine</em> <strong>Google</strong>, maka dia menjamin saya akan terkesima melihat hasil penelusuran Google untuk nama itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, saya mencoba mempraktekkannya. Dan memang benar. Saya terkesima!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1109 aligncenter" title="EVA ARNAZ" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300&#038;h=185" alt="EVA ARNAZ" width="300" height="185" /></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu banyak artikel di internet yang mengasosiasikan Eva Arnaz dengan film atau <strong>movie </strong>(tentu saja, karena beliau adalah seorang bintang film), mengasosiasikannya dengan <strong>Warkop</strong> (sudah pasti, karena dia dan <strong>Lydia Kandau</strong> sepertinya memang ikut populer bersama film-film Dono Kasino Indro yang <em>booming</em> dahulu kala itu). Tapi yang membuat terkesima justru adalah di bagian atas sendiri (silakan lihat gambar), dimana Eva Arnaz diasosiasikan dengan <strong>KETIAK</strong>. Dan tidak main-main, ada 2.930 tulisan yang memuat tentang ini. Dan bisa jadi, mungkin akan segera bertambah menjadi 2.931 berkat tulisan saya ini. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya ingin membicarakan soal ketiaknya Eva Arnaz yang memang melegenda itu. Tapi saya mencoba melihat dari sisi lain, betapa mbak ini bisa dengan suksesnya menciptakan sebuah <strong>brand image</strong> atau <strong>body image</strong> yang sangat kuat menancap di sanubari banyak orang <em>*owhh*</em>. Kalau ngomongin Eva Arnaz, ya berarti harus ngomongin ketiaknya. Begitu juga sebaliknya. Ngomongin ketiak rasanya belum lengkap tanpa memasukkan nama Eva Arnaz didalamnya. Wuahahahhaha. Dan itu harus diberikan sebuah acungan jempol, bukan? Berulang kali saya pernah bilang, untuk bisa dikenal orang, <strong><em>you should be standing in the crowd</em></strong>. Harus bisa terlihat beda. Harus ada yang membuat kita diingat dengan cepat. <em>Otherwise</em>, ya susah. Itu menjadi pekerjaan rumah setiap orang, karena diri kita sendiri (nama dan kemampuan diri) merupakan produk yang bisa kita &#8216;jual&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">So, Bagaiman dengan kamu? Kalau Eva Arnaz di asosiasikan dengan &#8216;ketiak&#8217;, kamu ingin diasosiasikan dengan apa? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1108&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EVA ARNAZ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Porn Star</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 02:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230;
Oknum A :  Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz!
 Oknum B :  Pasti karena Keteknya&#8230;!!
 Oknum A :  BEEUHHHHHHH&#8230;..!
 Oknum C :  Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;.
 Oknum A :  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1096&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Oknum A</strong> :  Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz!<br />
<strong> Oknum B</strong> :  Pasti karena Keteknya&#8230;!!<br />
<strong> Oknum A</strong> :  BEEUHHHHHHH&#8230;..!<br />
<strong> Oknum C</strong> :  Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;.<br />
<strong> Oknum A</strong> :  Apalagi ituuu&#8230;..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sudah. Selesai. Begitu saja perbincangannya. Nggak penting banget, kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tapi walaupun singkat, sebenarnya sudah bisa diketahui bahwa topik utama pembicaraan diatas adalah seorang perempuan yang rencana kedatanganya ke Indonesia berhasil dijadikan berita dimana-mana. Ya mbak Miyabi itu. Bintang film porno yang akan dijadikan semacam <em>cameo </em>untuk film terbarunya <strong>Rako Prijanto </strong>yang katanya berjudul <strong>&#8220;Menculik Miyabi&#8221;</strong>. Itu topik utamanya. Kalau kemudian muncul tokoh-tokoh tambahan lainnya seperti <strong>Henidar Amroe</strong> dan <strong>Ida Iasha</strong> bahkan <strong>Eva Arnaz </strong>di perbincangan itu, saya juga tidak begitu paham. Kok bisa-bisanya tante-tante yang sekarang sudah entah dimana itu disandingkan dengan Miyabi yang umurnya masih <em>twenty somethin</em>g  itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang-orang -<em>yang sepertinya sih penting untuk dimintai komentarnya</em>, mengaku <strong>keberatan</strong> dengan kedatangan Miyabi ke Indonesi. Mereka khawatir nantinya Miyabi akan merusak moral generasi muda. Menurut saya ini agak- agak tidak adil, karena saya kok yakin ya kalau para generasi tua juga pasti ada yang menyimpan film-film Miyabi. Kenapa generasi mudanya saja yang dijadikan kambing hitam? Tapi juga banyak orang-orang -<em>yang sepertinya juga penting untuk dimintai komentarnya,</em> mengaku<strong> tidak keberatan</strong> dengan diundangnya Miyabi kesini. Menurut mereka, kedatangan Miyabi ini bisa semakin mempopulerkan nama Indonesia, karena negara lain belum pernah (dan mungkin malah nggak kepikiran sama sekali!) mendatangkan bintang porno kelas dunia bernama asli <strong>Maria Ozawa</strong> ini ke negara mereka.<span id="more-1096"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun menonton aksi panggung eh, aksi ranjang Miyabi ini. Karena jaman saya dulu masih puber-pubernya, yang eksis dulu adalah seorang perempuan bernama <strong>Asia Carrera</strong>. Entah kemana dia sekarang. Mungkin sudah sibuk bermain Valas di negaranya. Saya mendengar kehebohan seorang Miyabi ini sekitar tahun 2006, tapi ya hanya sekedar mendengar saja. Tidak ada keinginan untuk melihat seperti apa aksinya itu. Karena kalau soal nonton-menonton film model begituan, saya tidak pernah pilih kasih. Tidak ada nama-nama yang saya spesialkan. Semuanya punya kans yang sama untuk saya tonton. Karena menurut pengalaman saya sih *<em>uedddannnn</em>*, <strong>siapapun yang main, sama aja</strong>. Lha wong isinya cuman gitu-gitu doang toh?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat sosok seorang Miyabi ini justru dari kiriman seorang teman di awal bulan Ramadhan tahun lalu. Dia mengirimkan email berisi ucapan selamat menunaikan Ibadah puasa, dengan gambar seorang perempuan manis berkerudung yang sekilas mirip dengan dengan <strong>Dina Olivia</strong>. Mungkin kalian juga sudah pernah menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1099 aligncenter" title="MIyabi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg?w=330&#038;h=190" alt="MIyabi" width="330" height="190" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan berdasar gambar itulah, saya membuat sebuah kesimpulan kalau &#8230; <em>she&#8217;s too cute to be a porn star!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin pendapat saya ini agak aneh ya. Tapi menurut saya, seperti layaknya sebuah film atau sinetron, maka kita seringkali terlanjur mengidentikkan pantas tidaknya sebuah peran ditentukan juga oleh tampilan wajah. Aktor/Aktris dengan wajah seperti ini, pantasnya berperan sebagai orang baik-baik atau protagonis. Sedangakan aktor/aktris dengan wajah seperti itu, lebih pantas berperan sebagai orang yang menyebalkan atau antagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, orang-orang berwajah lembut seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> atau <strong>Rano Karno</strong> (loh..kok nama mas ini yang muncul, ya??) tidak pernah berperan menjadi orang jahat. Begitu juga dengan wajah-wajah seperti <strong>Torro Margens</strong> dan <strong>Lelly Sagita</strong> (duhh..  maap ya, jadi ketahuan deh saya lahir tahun berapaan) yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah bergeser menjadi pemeran protagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan film esek-esek.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, ada beberapa tipe wajah perempuan yang terlihat pas untuk membintangi sebuah film panas, dan mana yang tidak. Maaf maaf nih, perempuan dengan wajah yang sensual (atau disensual-sensualin) seperti <strong>Julia Perez</strong>, <strong>Aura Kasih, Sarah Azhari </strong>atau<strong> </strong>(ya ya ya.. akhirnya saya terpaksa menuliskan nama ini juga : <strong>Dewi Perssik</strong> )bisa dibilang pas untuk melakoni peran-peran panas. Terlepas kita yang melihatnya jadi bergairah atau malah <em>eneg</em>, ya. Nah,  untuk beberapa perempuan dengan tipe wajah yang anggun seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> (lagi), <strong>Dessy Ratnasar</strong>i atau <strong>Artika Sari Devi </strong>misalnya, mereka ini akan terlihat sangat tidak pantas berada di film-film semacam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya membayangkan, seandainya saja 3 nama terakhir ini ternyata hadir di film-film porno yang kebetulan saya tonton, maka saya akan merasa iba. <em>Turned on</em>, tentu. Tapi sambil iba.<em>*Huahahahha&#8230; seperti apa ya rasanya??.</em>*. Karena pasti dalam hati saya akan berkata,..</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ya Ampun mbak&#8230; sayang banget sih kamu kok main film beginian.. Jadi model atau public relations apaan, kek..  kayanya pasti masih bisa deh dengan muka (dan body) kaya gitu&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin lain halnya kalau yang bermain di film porno itu adalah keempat artis yang pertama saya sebut itu. Kalau itu mah, yuk hajarrrr sajaah.. hehehe. Diskriminatif sekali ya saya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, kalau ada yang menanyakan kepada saya (&#8220;kalau&#8221; lho ya) apakah saya termasuk yang pro atau kontra dengan kedatangan Miyabi ini, maka saya akan mengatakan bahwa saya tidak memilih keduanya. Saya mah netral-netral saja. Karena kalau saya boleh memilih, maka saya lebih memilih supaya dik Miyabi ini tidak usah menjadi bintang film porno lagi saja. Hehehehe.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1096&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 01:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Batik memang agak-agak overrated hari Jumat kemarin. But in a good way. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat full warna dan full corak. Batik is everywhere.
Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1080&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Batik memang agak-agak <em>overrated</em> hari Jumat kemarin. <em><strong>But in a good way</strong></em>. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat <em>full </em>warna dan <em>full</em> corak. <em>Batik is everywhere.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya masing-masing. Dan dengan daya serta upayanya masing-masing. Maksudnya, ada yang sampai bela-belain beli baju pada hari H, hanya supaya biar tidak dikatakan &#8216;nggak asik&#8217; (padahal tidak ada hubungannya sama sekali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, seharian kemarin kantor jadi cukup memusingkan untuk dilihat. Saking terlalu berwarnanya baju-baju yang dipakai, dan saking bermacam-macamnya corak Batik yang dipakai. Tapi bagaimanapun juga, perlu lah diberikan <em>credit </em>tersendiri untuk usaha-usaha kami ini. Paling tidak, kantor hari ini jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya karena diramaikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti saling bertegur-sapa untuk mengomentari kostum masing-masing, dan kantor juga semakin semarak dengan seringnya terlihat <em>blitz </em>kamera atau HP yang menyala, pertanda sesi foto dadakan  bisa terjadi kapan saja!</p>
<p style="text-align:justify;">Karena ini adalah hari spesial, makanya saya juga tidak mau tinggal diam untuk mengabadikannya. Insting blogger  (dan komentator) saya meningkat tajam melihat suasana ajaib itu. Dan hasilnya, berikut ini adalah beberapa oknum di kantor yang berhasil saya jepret, karena Batik yang mereka kenakan termasuk kategori <em>outstanding</em> (menurut saya) diantara para pemakai batik lainnya, dan mereka berhak mendapat gelar sebagai<em><strong> &#8216;yang ter-&#8217;</strong></em> dan berhak mendapatkan penghargaan untuk tampil di blog ini <em>*edannnn*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang pasti, para korban dibawah ini difoto dalam keadaan sadar alias bukan korban <em>candid </em>(pastinya..lihat aja pose-posenya) dan foto-foto ini pun saya ambil dengan seijin yang bersangkutan (walau tidak saya umumkan kalau foto itu akan saya pajang di blog hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1078 aligncenter" title="Image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=182&#038;h=243" alt="Image000" width="182" height="243" /><em><strong> Batik Ter-Maksa</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya <strong>mas Inud</strong>, pemakainya ini agak-agak terlalu memaksakan diri ikut ber-Batik ria. Karena memadu-padankan Batik dengan celana 3/4 jelas-jelas terlihat sangat maksa, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi. Karena beliaunya ini adalah orang divisi off air yang selalu sibuk dengan kegiatan <em>outdoor</em>, sehingga membutuhkan busana yang memungkinkannya bergerak bebas. Saran saya sih : sebaiknya kemeja Batiknya itu dibuat sekalian tanpa lengan saja, Mas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1079 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=188&#038;h=251" alt="Image004" width="188" height="251" /><em><strong> Batik Ter-Besar</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja. Dengan ukuran tubuh yang sangat mungil, baju Batik yang dipakainya itu semakin membuat adik kita <strong>Tiara</strong> ini  semakin terlihat tenggelam di dalam gelombang-gelombang lipatan bajunya sendiri yang memang bermodel gelombang itu  <em>*komentar mode macam apa ini??*<span id="more-1080"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1081 aligncenter" title="Image002" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=180&#038;h=240" alt="Image002" width="180" height="240" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Terbaru</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <strong>Mas Adit</strong> inilah yang baju Batiknya paling <em>up to date</em> dibandingkan dengan seluruh penghuni kantor lainnya. <em>Up to date</em>, maksudnya bukan berarti yang paling baru modelnya, tapi <strong>paling baru belinya!</strong> Bayangkan,dia membeli baju itu sekitar jam 10 pagi pada hari Jumat itu juga! Masih jelas kelihatan kan lipatan-lipatannya? Ck ck ck&#8230; salut, lah..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1082 aligncenter" title="Image008" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=179&#038;h=237" alt="Image008" width="179" height="237" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-tutup</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah! Dibalik jaket itu,  <strong>Mbak</strong> (yang mirip mas-mas) <strong>Tia </strong> ini memakai Batik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1083 aligncenter" title="Image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=172&#038;h=228" alt="Image003" width="172" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Ter-merah</p>
<p style="text-align:justify;">Ini dia Batik dengan warna paling <em>ngejreng</em> sekantor! <strong>Mas Boma</strong> ini terlihat semakin putih dengan kemeja Batiknya yang berwarna Merah (yang entah kenapa di foto ini jadi terlihat kusam dan cenderung berubah menjadi oranye. hehehe&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1084 aligncenter" title="Image011" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=169&#038;h=226" alt="Image011" width="169" height="226" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-Hamil</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata siapa Ibu hamil tidak boleh ikut rame-rame ber-Batik? Saya juga baru tahu kalau para pembuat Batik juga membuat <em>maternity clothes</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1085 aligncenter" title="Image010" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=171&#038;h=228" alt="Image010" width="171" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Termurah</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha. Jadi, kata sumber yang sangat tidak terpercaya, <strong>Bang Hotlen</strong> ini sempat mengaku kalau batik yang dipakainya hari itu dia dapatkan hanya dengan harta Rp.6500,- saja. Kita tahu itu dusta. Kalaupun benar, pasti dia mendapatkannya dengan cara menyewa di rental. Atau mungkin dia meminjamnya dari teman satu kosnya, dan 6500 itu diberikannya sebagai uang rokok. Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1087 aligncenter" title="Image014" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=163&#038;h=218" alt="Image014" width="163" height="218" /> Batik Ter-Sakinah</p>
<p style="text-align:left;">Cenchu sajha <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Saya tidak mau mengomentari <em><strong>Mbak Tanti</strong></em> ini terlalu banyak. Takut durhaka. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1091 aligncenter" title="Image009" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=173&#038;h=230" alt="Image009" width="173" height="230" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Terketat</p>
<p style="text-align:left;">Saya juga tidak mau mengomentari terlalu banyak tentang foto ini. Takut dikira narsis..jiaahhh&#8230;&#8230;wekekekekek&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1088 aligncenter" title="Image001" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=165&#038;h=220" alt="Image001" width="165" height="220" /><em><strong> Batik Ter-irit</strong></em></p>
<p style="text-align:left;">Ya iyalah! Saking iritnya, sampai-sampai saya tidak menyadari kalau tas milik Mas Donny  itu juga bercorak Batik!</p>
<p style="text-align:center;">Selamat Hari Batik yang pertama, semuanya! Sampai berjumpa tahun depan!</p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1080&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image014</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230;

Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO  
Posted in Tentang Penting &#38; Tidak       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1072&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1073" title="IMG_1014edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181&#038;h=300" alt="IMG_1014edit" width="181" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1072&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1014edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Oktober</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan  perasaan yang amat-sangat gembira. Smile was on my face. Karena hari ini adalah tanggal 1 Oktober 2009. Kenapa sih saya sebegitu excited-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1066&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan  perasaan yang amat-sangat gembira. <em>Smile was on my face</em>. Karena hari ini adalah tanggal <strong>1 Oktober 2009</strong>. Kenapa sih saya sebegitu <em>excited</em>-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih bulan depan. Terus??</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini tepat 1 tahun saya bekerja di tempat saya sekarang ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1067 aligncenter" title="LOGO JOGJAFAMILY" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=183&#038;h=86" alt="LOGO JOGJAFAMILY" width="183" height="86" /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru satu tahun, memang. Tapi bukan berarti tidak boleh dirayakan, kan? Karena kalau saya pikir, ini tidak jauh bedanya dengan ketika saya merayakan hari kelahiran, merayakan hari jadian pacaran, hari jadi pernikahan atau perayaan/peringatan hari-hari istimewa lainnya. Hanya mungkin memang agak jarang yang melakukan perayaan untuk memperingati &#8216;hari jadi pekerjaan&#8217; seperti yang saya lakukan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berbeda, karena seperti misalnya kita merayakan hari Ulang Tahun, sudah menjadi hal yang wajib kalau kita melakukan sebuah perenungan, pengevaluasian dan juga perencanaan untuk usia kita yang baru ini. <strong>Because it&#8217;s the time</strong>. Begitu juga dengan hari ini. Saya mencoba untuk kembali<em> flashback</em> ketika setahun lalu menerima dan menandatangani surat kontrak di perusahaan ini. Mengingat-ingat lagi, apa saja yang sudah saya hasilkan dalam satu tahun ini. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan. Karena dibalik semua prestasi, pasti juga ada kegagalan. Dan dibalik sebuah kegagalan, pasti ada pembelajaran dibaliknya. Dan ketika bisa melihat pembelajaran itu, bukankah itu sebuah prestasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang bertanya, kurang kerjaan amat sih sampai sempat-sempatnya merayakan kaya begini?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Because it&#8217;s fun!</strong></em> Beneran deh, silakan dicoba. Dengan melakukan ini, kita jadi bisa sejenak &#8216;merasakan&#8217; tentang pekerjaan kita yang selama ini sudah kita lakukan setiap harinya. Yang setiap hari membuat kita harus bangun pagi, yang setiap hari membuat kita uring-uringan karena terjebak <em>deadline</em>, yang setiap hari membuat kita senewen karena selalu membuat kita terlambat sampai di rumah karena harus  lembur, yang setiap hari membuat kita merasa bersalah karena merasa kurang memiliki waktu untuk dihabiskan dengan orang-orang yang kita cintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti juga perayaan-perayaann lainnya, dengan melakukan hal  ini, kita akan bisa mengucap syukur juga karena kita masih beruntung bisa memiliki sebuah pekerjaan untuk menopang hidup. <em>No matter how suck it is.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan alasan lain kenapa saya merayakan hari ini, <em>it&#8217;s just because simply</em> : <strong>I LOVE MY JOB!</strong> :</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1066&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO JOGJAFAMILY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quality Control</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Selama 2 tahun eksis menulis di blog Sanggar Cerita ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di update, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik stats di dashboard blog. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1060&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama 2 tahun eksis menulis di blog <strong>Sanggar Cerita</strong> ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di <em>updat</em>e, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik <em>stats </em>di <em>dashboard blog</em>. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti blog lainnya, memang. Tapi terus terang, melihat angka ratusan itu saja sudah membuat saya <strong><em>amazed </em></strong>dan langsung membayangkan kira-kira siapa saja ratusan orang yang membaca blog saya setiap harinya itu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya termasuk yang jarang <em><strong>blogwalking</strong></em>. Hampir tidak pernah, malah. Dan ini mungkin salah satu kelemahan saya sebagai seseorang yang mengaku dirinya sebagai blogger. Dan saya juga hampir tidak pernah mempromosikan blog saya ini kemana-mana (kecuali beberapa kali saya promosikan di status <em>Yahoo Messenger!</em> Itupun bisa dihitung dengan jari). Saya cukup beruntung memiliki teman-teman blogger yang baik sekali, yang dengan sukarela mencantumkan nama blog saya di beberapa tulisan mereka (makasih yaa.. you know who you are <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Saya agak enggan jumpalitan promosi sana-sini karena sampai sekarang pun saya masih sering merasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>..ya elah, apaan sih pake di pamer-pamerin segala? Lha wong blog isinya cuman curhat dan ngomentarin orang tidak jelas beginian doang&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That&#8217;s the truth.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena ketika pertama kali memulai menulis blog, saya sama sekali tidak pernah membayangkan efek apa yang akan saya hadapi di kemudian hari ketika blog saya ini bisa dibaca oleh orang banyak. <em>Sounds stupid</em>, karena sekali kita publish sesuatu di dunia maya, maka kita <strong>berarti sudah dengan sadar memajangnya ke seluruh dunia</strong>. <em>But I never realized that,</em> sampai beberapa bulan belakangan ini. Ketika keberanian saya menulis (dan  mengomentari sesuatu) semakin besar, ternyata <span style="text-decoration:line-through;">tidak</span> belum dibarengi dengan <strong>keberanian dan kebesaran hati saya dalam menerima berbagai macam kritikan dan komentar yang masuk mengenai apa yang saya tulis.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Komentar.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1061 aligncenter" title="238447-12-shout" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg?w=218&#038;h=127" alt="238447-12-shout" width="218" height="127" /></p>
<p style="text-align:justify;">Lucu, ya? Saya suka berkomentar, tapi saya tidak suka dikomentari. Dikomentari yang tidak enak, tentu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar dari -entah siapa saya bahkan sudah tidak ingat lagi. Dia mengomentari saya tentang tulisan saya di post <strong>&#8220;Hidup Malaysia!&#8221;.</strong> Salah satu tulisan saya yang saya sadar pasti akan banyak yang  tidak menyukainya. Komentar itu demikian kasarnya, sehingga saya sendiri bahkan tidak menyangka ada orang yang bisa mengeluarkan kata-kata hinaan sekasar itu. Tidak hanya mempertanyakan rasa nasionalisme saya, tapi si pengirim komentar itu bahkan membawa-bawa dan menjelek-jelekkan ibu saya. Entah apa hubungannya. Tidak perlu lah saya tuliskan disini detail komentarnya. Karena isinya memang sangat tidak sopan dan kalau saya <em>approve </em>dan tampilkan disini, nantinya saya malah merasa <strong>kasihan</strong> kepada yang bersangkutan. Kasihan, karena saya yakin, kalian yang setia membaca blog ini pasti akan membela saya dan balik mencemooh dia . Saya yakin itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1060"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya orang yang gila pujian dan sanjungan. Tidak sama sekali. <em>But to be clear</em>, siapa yang tidak suka dipuji? Dan sebaliknya, tidak ada juga orang yang benar-benar suka dikritik. <em><strong>But we have to learn to live with i</strong></em>t. Pujian kita terima, karena itu merupakan bentuk apresiasi orang terhadap kita. Dan kita juga harus belajar menerima kritik, karena itu juga pertanda bahwa dia sudah &#8216;menerima&#8217; hasil karya kita, dalam hal ini membaca hasil tulisan saya. Menerima kan bisa berarti dia menerima dengan baik, atau menerima dengan tidak baik atau menerima dengan catatan<em> *edan, lah.. sukanya bikin kalimat yang rumit*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya sekarang memang, <strong>bagaimana kita belajar untuk  menyampaikan masukan atau kritikan atau komentar yang baik, kan? </strong>Itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga buka jagonya bertata-bahasa yang baik dalam hal mengkritik sesuatu. Karena saya termasuk dalam kategori orang yang &#8216;nggak enakan&#8217; sama orang. Tapi paling tidak, karena saya belum termasuk dalam orang yang ahli dalam mengkritik, maka saya akan berusaha untuk menjadi orang yang bisa baik dalam menerima kritikan. Silakan di cek, tidak semua komentar yang saya <em>approved</em> di blog ini berisikan pujian. Ada juga yang berupa masukan bahkan kritikan YANG disampaikan dengan maksud dan tutur tulisan yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya tahu, bukan tidak mungkin suatu saat nanti, pembaca blog sederhana ini akan mencapai angka jutaan. Siapa tau. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan tentu saja, saya tidak bisa mengontrol semua komentar yang masuk. Saya tidak bisa mengontrol pikiran orang. Saya tidak punya kapasitas untuk mengatur orang mau bilang apa tentang saya. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengontrol pikiran dan perasaan serta perkataan saya. Dan itu tidak mudah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1060&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">238447-12-shout</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;&#8230; dan keluarga..&#8221;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 10:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) Ndut sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang mbleber kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1055&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) <strong>Ndut</strong> sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang <em>mbleber</em> kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema ringan seputar masalah kirim-mengirim ucapan Selamat Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan tentang agak malasnya kita membaca deretan kalimat-kalimat puitis nan panjang yang pada intinya tetap saja bermuara di 2 kalimat terakhir : SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Bukan pula tentang kebiasaan banyak orang yang saking malasnya membuat ucapan sendiri, sehingga lebih memilih untuk langsung mem-<em>forward</em> SMS yang dia terima begitu saja, tanpa meng-editnya terlebih dahulu. Sehingga yang terjadi adalah, nama si pengirim asli tidak sempat terhapus. Jadinya, yang mengirimkan SMS ke saya adalah si <strong>Dimas Firdaus, </strong>tapi di SMS nya tertera nama <strong>&#8220;Yayuk Suseno &amp; keluarga&#8221;,</strong> misalnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;&#8230;dan Keluarga&#8221;</em></strong>&#8230; Ya, ini juga yang malah menjadi bahan pembicaraan kami. Bahan pembicaraan Ndut, tepatnya. Saya hanya menimpali sekenanya. Jadi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Kenapa sih orang-orang selalu mengirimkan SMS ucapan itu dengan membawa-bawa nama  keluarga. Gue kan gak kenal dengan keluarganya. Dan kalau mau minta maaf, ya dia miinta maaf sendiri aja dong, gak usah bawa-bawa nama keluarga. Yang kalau ada salah, ya dia yang salah toh? Bukan keluarganya kan yang salah? Masa keluarganya ikut-ikutan disuruh minta maaf&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya tertawa dan kemudian <em>mingkem</em> terdiam. Dan kemudian berpikir keras<em>*edan ya, kesannya sibuk banget</em>*.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, topik ini tidak terlalu penting untuk dibahas. Karena ya memang itu sudah menjadi hak asasi-nya yang mengirimkan SMS <em>tho</em>? Terserah dia mau meminta maaf sambil membawa nama keluarganya, nama hewan peliharannya, nama perusahaannya atau mungkin nama kompleks perumahannya. Bebas. Nggak ada yang melarang. Walau agak aneh ya ketika kita menerima SMS <em>greeting</em> lebaran, isinya kok :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Dian Purnomo &amp; Seluruh Warga Perumahan Griya Asri Menari </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>mengucapkan &#8216;Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. <span id="more-1055"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <em><strong>point</strong></em> yang ingin disampaikan si Ndut adalah, <em><strong>SMS </strong></em>itu<em><strong> should be personal</strong></em>. Meminta maaf itu adalah urusan yang sangat pribadi. Satu lawan satu. Jangan keroyokan. Jangan bawa-bawa keluarga. Hehehe. Saya sih setuju dengan pemikirannya itu. Tapi disisi lain, saya juga tahu fakta tak terbantahkan lainnya. Ketika seseorang sudah menemukan pasangan hidupnya, entah itu tarafnya masih sebatas pacaran, bertunangan atau bahkan sudah resmi berkeluarga, maka secara otomatis status mereka pun akan menyesuaikan. Dari yang semula <strong>&#8216;aku&#8217;</strong>, berubah menjadi <strong>&#8216;kami&#8217;</strong>. Jadi ya wajar kalau apapun diatas-namakan bersama. Termasuk  SMS Lebaran dan <em>greeting-greetin</em>g lainnya akan selalu mencantumkan nama pasangan mereka (suami atau istri) bahkan juga nama anak-anak mereka sekaligus!</p>
<p style="text-align:justify;">Itu buat yang sudah berkeluarga. Kalau yang masih berstatus <em>single</em>, ya mentok-mentoknya tadi : membawa serta embel-embel <em>&#8220;.. dan keluarga&#8230;&#8221;</em>. Atau yang standar, ya mencomot nama-nama pesohor untuk dijadikan pasangannya. Lokal maupun interlokal. Lebaran kemarin, <strong>Brad Pitt</strong> cukup laris dipilih oleh dua teman saya untuk dijadikan pasangannya meminta maaf melalui SMS kirimannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya mungkin karena kami berdua masih sama-sama berstatus lajang. Jadi yang beginian aja dijadiin perbincangan. Hehehe. Jadi ya kita tunggu saja, siapa tahu tahun depan akan ada yang menerima ucapan lebaran dari <strong><em>&#8220;Deka dan istr</em><em>i</em></strong>&#8220;. Amin. Mungkin si Ndut akan maklum.  Mari kita tunggu apa komentarnya tentang tulisan saya ini kekekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1056" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><img class="size-full wp-image-1056" title="7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg?w=379&#038;h=208" alt="created by Miss Rien Jo" width="379" height="208" /><p class="wp-caption-text">created by Miss Rien Jo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selamat Idul Fitri ya,  teman-teman. Mohon maaf  lahir dan batin karena semakin jarang <em>update</em> (kesannya ya.. semua orang tiap hari pada nungguin), untuk semua tulisan-tulisan saya yang mungkin menyiksa batin beberapa orang hehehe. Sumpah, saya tidak sengaja berniat menyiksa. Saya hanya berniat mengomentari saja. Beda, kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Ya pokoknya maaf, ya. <em>&#8216;Cause we should forgive freely  or we don&#8217;t really forgive at all. </em></p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1055&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Legend</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas.
Mengucapkan kata “Maaf” sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang kok. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1047&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengucapkan kata <strong>“Maaf”</strong> sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang kok. Tinggal buka mulut, bilang <em>“.. Maaf&#8230;.”</em>, terus mulutnya ditutup lagi, selesai. Gampang toh? Yang justru paling susah sebenarnya adalam bagaimana menunjukkan rasa penyesalan yang tulus atas kesalahan yang kita lakukan. Menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya mau membagikan sebuah pengalaman yang membuat saya agak-agak merinding setiap kali mengingatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa minggu yang lalu saya pergi sebuah tempat di Magelang. Bukan, bukannya pergi untuk pulang kampung. Tapi saya pergi dalam rangka mengunjungi sebuah rumah di daerah <strong>Terminal Soekarno-Hatta Magelang</strong>, menemui salah satu legenda musik Indonesia yang masih hidup, <strong>Nomo Koeswoyo</strong>. Salah satu personel grup legendaris <strong>Koes Plus</strong> yang tersisa, yang ternyata tinggalnya satu kota dengan saya, dan saya baru tahu kemarin itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya pergi kesana dalam rangka <em>sowan</em> atau dalam bahasa Indonesianya ya (kurang lebihnya) berkunjung untuk beramah-tamah, sekalian untuk memperkenalkan diri kepada beliau tentang radio tempat saya bekerja sekarang. Karena salah satu program baru yang saya <em>create</em> di radio ini adalah program pemutaran lagu-lagu dari keluarga Koeswowoyo, mulai dari <strong>Koes Bersaudara, No Koes, Koes Plus</strong> hingga <strong>Chicha Koeswoyo</strong> dan <strong>Helen Koeswoyo.</strong> Jadi ya intinya adalah semacam minta ijin, mohon doa restu, <em>kulonuwun</em> atau apapun <em>lah</em> itu namanya. Sebenarnya tidak ada yang mengharuskan saya melakukan hal itu. Tapi tidak ada salahnya, bukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Segitu mendalamnya kah saya memahami dan mencintai lagu-lagu maha jadul milik mereka ini? Sama sekali enggak! Sumpah, saya sama sekali buta dengan lagu-lagu mereka, sama halnya saya teramat asing dengan lagu-lagu jadul lainnya yang jumlahnya ribuan itu. Umur segini, harusnya saya masih sibuk <em>update</em> lagu-lagu dari <strong>Jason Mraz, Jordin</strong> <strong>Sparks </strong>atau bahkan <strong>Lady Ga Ga</strong> (kaya nama Sarden ya!). Tapi karena tuntutan pekerjaan yang  membuat saya harus mengupdate lagi pengetahuan saya tentang lagu-lagu lama (maklumlah, segmen radio saya sekarang ini adalah keluarga) makanya saya pun harus sesegera mungkin mencoba mengenal lagu-lagu dari <strong>Ade Manuhutu, Alfian, Anna Mathovani, Tetty Kadi, Lilis Suryani, The Mercy’s, Grace Simon, Ida Royani , Eddy Silitonga</strong> hingga ya <strong>Koes Plus</strong> itu tadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Serasa tua sebelum waktunya, memang&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1047"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Stress, pusing dan berasa mual di awal. Hehehe. Tapi semua itu saya anggap sebagai tantangan yang justru bisa memperkaya pengalaman saya di dunia dan bidang kerja saya sekarang ini. Belajar lagi. Tambah pengetahuan lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perjalanan menuju Magelang, jujur perasaan saya campur aduk. Bersemangat, penasaran hingga sakit perut karena grogi. Gimana ya, mau bertemu dengan seorang legenda musik Indonesia, yang saya sendiri sebenarnya tidak mengenal karya-karya beliau dengan baik! Bahkan mendengarkan lagu-lagu Koes Plus secara nonstop selama perjalanan saja sama sekali tidak membantu. Hehehe. Apa yang nantinya harus saya bicarakan? Apa kalimat pertama yang harus saya ucapkan kepada beliau? Bagaimana kalau ternyata beliau susah diajak mengobrol? Dan masih banyak kekhawatiran-kekhawatiran lainnya di kepala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1048 aligncenter" title="IMG00106-20090821-1059" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=223&#038;h=167" alt="IMG00106-20090821-1059" width="223" height="167" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesampainya saya di lokasi yang dituju, saya segera turun dari mobil. Rumah <strong>Om Nomo </strong>yang letaknya persis dipinggir jalan itu terdiri dari 2 bangunan di areal tanah yang cukup luas. Satu sebuah bangunan bertingkat yang letaknya paling depan, dan satunya lagi sebuah bangunan kecil yang letaknya lebih menjorok kedalam. Disinilah Om Nomo sehari-harinya tinggal dan menerima tamu-tamunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama kali bertemu muka dan berjabat tangandengan beliau, saya cukup terkejut melihat penampilannya yang masih sangat segar untuk ukuran orang berusia 70 tahunan. Dan yang makin membuat saya terkejut lagi adalah gaya berbicaranya yang ceplas-ceplos dan tanpa basa-basi. Dengan berkaus putih dan bercelana pendek, Om Nomo langsung membuka pembicaraan yang membuat saya langsung bengong,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“.. coba, ini tanda-tanda apa ini. Mosok bendera Merah Putih kok dikubur nang laut&#8230; Bendera Merah Putih itu harusnya dikibarkan dipuncak gunung.. iki kok malah dipendem nang njero banyu</em></span> (ini kok malah dikubur di dalam air)”</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">HEH? Apaan sih, Om???</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata si Om ini sedang ingin membahas tentang aksi para penyelam yang beberapa lalu membuat rekor dunia dengan aksi penyelaman terbanyak, dan melakukan penancapan bendera Merah Putih di dasar laut itu. Menurutnya, itu sudah sebuah penghinaan terhadap bendera negara. Karena para pejuang dulu sudah mengorbankan nyawa mereka untuk mengibarkan sang Merah Putih, lha sekarang bendera kok dibuat main-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Let’s not argue with it.</em> Saya juga hanya bisa senyum menanggapi protes Om Nomo ini. Tidak bisa berkata apa-apa. Karena saya memahami sekali, beliau hidup di jaman yang jauh berbeda dengan jaman kita sekarang ini. Beliau yang ikut menjadi saksi bahkan mengalami jungkir baliknya perjuangan. Sehingga seperti layaknya para veteran-veteran perang, rasa nasionalisme itu tidak akan pernah lekang oleh semakin tuanya usia mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan dari sinilah saya menjadi semakin mengerti, mengapa banyak sekali lagu-lagu Koes Plus yang bercerita tentang indahnya Nusantara kita, dan juga banyak lagu mereka yang menceritakan tentang kecintaan mereka terhadap Indonesia. Dan Om Nomo yang juga sering dipanggil dengan sebutan <strong>Mbah Tuban</strong> ini dengan semangatnya menceritakan tentang asal-muasal lagu-lagu yang diciptakannya itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perbincangan, jujur perhatian saya tidak hanya terpusat pada cerita-cerita Om Nomo. Tapi beberapa kali  perhatian saya sibuk terfokus pada sekeliling pemandangan rumah tempat kami mengobrol saat itu. Rumah yang ditinggali oleh Om Nomo  itu- <em>sorry to say</em>, terlihat tua dan agak kumuh. Itu jika dibandingkan dengan bangunan lain yang ada di sebelah depannya  yang bertingkat dan terlihat lebih bagus dan terawat. Kenapa beliau mau tinggal di tempat seperti ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sinilah semua rasa penasaran saya terjawab. Om Nomo yang terlihat ‘menakutkan’ buat saya diawal-awal pertemuan,  ternyata bisa berubah lembut ketika menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Apalagi jika bercerita tentang istri dan anak-anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dia menceritakan tentang kisah hidupnya. Ketika masih berjaya sebagai seorang artis papan atas, apapun bisa dilakukan dan didapatkannya dengan mudah. Uang, kekuasaan, alkohol, senjata bahkan perempuan. Rock nRoll banget lah hidupnya. Tidak hanya ketika masih sendiri, setelah beliau menikah dengan (kalau tidak salah nih bernama) <strong>Francis</strong>, almarhum istrinya pun. Kebiasaan buruknya berjudi dan bermain perempuan itu tidak lantas menghilang. Dan semua itu dilakukannya dengan sepengetahuan istrinya itu. Tidak diam-diam. Dan dengan rasa bangga, Om Nomo bahkan bilang,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Istri saya itu jempol! Saya bisa lho, satu malam pulang ke rumah dan bilang kalau saya baru saja dari hotel dengan perempuan namanya X&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Edan. Itu <strong>setia</strong> atau <strong>goblok</strong>, ya? Itu yang ada dipikiran saya ketika mendengar cerita Om Nomo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebiasaan Om Nomo itu baru berhenti setelah sang Istri meninggal dunia di rumah yang baru saja mereka tempati di Magelang itu. Dan akhirnya di rumah kecil itulah, Om Nomo sekarang memilih menghabiskan hidupnya. Dia tidak mau memilih rumah yang lebih bagus yang ada di halaman depan rumahnya. Dengan tetap tinggal di tempat istrinya menghembuskan nafas terakhirnya itu, dia ingin menunjukkan rasa penyesalan atas perlakuannya kepada istrinya ketika masih hidup, sekaligus ingin memberikan sisa-sisa kesetiaannya yang sempat &#8216;rusak&#8217; dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan nada datar, Oom Nomo sempat bercerita,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Anakku Cicha pernah bilang ke saya, kenapa baru sekarang Papa sikapnya seperti ini. Kenapa tidak dulu ketika Mama masih ada&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Damn&#8230;..</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1049 aligncenter" title="IMG00105-20090821-1035" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=190&#038;h=143" alt="IMG00105-20090821-1035" width="190" height="143" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><em><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">It&#8217;s true. Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future&#8230;</span></em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1047&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00106-20090821-1059</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00105-20090821-1035</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sok Digosok&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini saya mengira &#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221; adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling sahih dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya.

Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah toilet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1041&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Selama ini saya mengira <strong>&#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221;</strong> adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling <em>sahih</em> dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1042 aligncenter" title="Foto007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=250&#038;h=188" alt="Foto007" width="250" height="188" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah toilet di Terminal Jombor Jogjakarta itu adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:center;">JAGALAH KEBERSIHAN DEMI KENYAMANAN ANDA.</p>
<p style="text-align:justify;">Standar, ya? Tidak demikian dengan tulisan yang dibawahnya :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI DIMOHON GOSOK LANTAI DAN DINDING. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI AJA PENGEN BERSIH, MASAK DINDING DAN LANTAI KOTOR DIEM SAJA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dhooeenggggg&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tega sekali si empunya toilet ini. Sudah &#8216;pengunjungnya&#8217; disuruh membayar, masih disuruh menggosok lantai dan membersihkan dinding tempat ia mandi pula! Repot sekali rasanya. Saya nggak tahu, apakah dengan adanya peringatan itu, toilet itu menjadi berkurang peminatnya atau tidak&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1041&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 09:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang.

Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama Listiya, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? *semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1033&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1034 aligncenter" title="anang_nop_01" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg?w=148&#038;h=151" alt="anang_nop_01" width="148" height="151" /></p>
<p style="text-align:justify;">Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama <strong>Listiya</strong>, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? <em>*semua berseru : &#8220;IYAAAAAA&#8230;.!&#8221;*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seketika itu juga saya langsung membuka situs-situs gosip terkemuka di internet <em>*edann</em>* mencari informasi yang tepat, karena <em>update</em> terakhir yang saya baca, semua isu perceraian itu hanya isapan jempol belaka. Entah jempol siapa yang dihisap, dan siapa yang segitu kurang kerjaannya menghisap-hisap jempol itu. Sehingga ketika menonton pengakuan langsung dari Anang di <strong>Kabar-Kabari </strong>(sempet ya <em>searchin</em>g sampai ke TV segala), langsung badan ini lemas rasanya. Lemas dan <em>speechless</em>. Lebay ya? Iya, saya juga heran. Amat sangat heran. Mungkin begini rasanya ketika seorang fans mendengar kabar buruk tentang idola mereka. Pantas saja seorang fans Michael Jackson terlihat guling-gulingan di jalanan sambil menangis ketika mendengar kabar Jacko meninggal dunia. Untung saja saya masih punya (sedikit) harga diri dengan tidak melakukan hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal tadi ketika siaran jam 10 pagi, saya sempat-sempatnya memutar lagu mereka yang diciptakan oleh Pongky, <strong>&#8216;Tak Pernah Menyesal&#8217;.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; tak pernah menyesal, mengenal dirimu<br />
jalan yang kutempuh tak tertuju padamu<br />
ku takkan sesali pengalaman cinta ini<br />
Wanita terindah pernah jadi milikku&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi lagu itu adala pertanda buat saya? <em>*uh, makin lebay*</em>. Tapi ini terlalu aneh untuk dijadikan sebuah kebetulan, kan? Hhhh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, this is it?</em> Beneran nih 13 tahun selesai begitu aja?</p>
<p style="text-align:justify;">*sigh*</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudah. Mau diapain lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">*bingung mau nulis apa lagi*</p>
<p style="text-align:justify;">HUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&#8230;&#8230;..!!!</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1033&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anang_nop_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Malaysia!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Ya. Hidup Malaysia!
Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian Tari Pendet di iklan promosi pariwisata mereka di Discovery Channel, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : Hidup Malaysia!
Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya yakin, jiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1026&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ya. Hidup Malaysia!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian <strong>Tari Pendet </strong>di iklan promosi pariwisata mereka di <strong>Discovery Channel</strong>, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : <strong>Hidup Malaysia!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya yakin, <strong>jiwa nasionalisme itu tidak diukur dari pernyataan caci-maki berlebihan di Twitter atau di status Facebook</strong>. Karena toh saya juga yakin sekali, yang mengeluarkan hinaan kepada Malaysia itu juga pasti cuma bisa melongo doang kalau disodori pertanyaan tentang seberapa dalam mereka mengetahui tentang Tari Pendet! Tidak hanya daerah asal tari itu saja, tapi lebih dari itu. Sejarahnya, arti gerakan-gerakannya. Kalau saya kok malu ya sampai harus berkoar-koar merasa memiliki sesuatu, tapi saya sendiri tidak tahu dengan detail apa yang sedang saya perjuangkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelakuannya yang kesekian kalinya ini, terus terang saya juga sebal dengan Malaysia. Benci sih tidak, hanya sebatas sebal saja. Karena saya yakin, mereka tidak punya niat jahat ingin meng-<em>claim</em> sebuah budaya negara lain secara sengaja. Maksudnya, bisa jadi toh ini semua terjadi karena ketidak-sengajaan. Karena mereka (mungkin) mengira <strong>Reog Ponorogo</strong>, <strong>Batik</strong> atau lagu <strong>Rasa Sayange</strong> itu sepertinya tidak terlalu di&#8217;anggap di Indonesia, maka ya mereka kemudian berbaik hati ingin &#8216;mengurus&#8217; atau melestarikannya dan memperkenalkannnya ke seluruh dunia. Ehh, ternyata setelah di promosikan, yang punya barang itu baru<em> &#8216;ngeh&#8217; </em>dan mulailah mencak-mencak! Salah siapa kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung bulan puasa, ada baiknya kita mencoba menahan diri. Nggak ada salahnya toh kita mencoba mencari segi positif dari permasalahan ini? Buat saya, justru dengan adanya aksi claim budaya dari Malaysia ini, justru ada hikmah buat Bangsa Indonesia. Ngapain kita terlalu emosional menghina Malaysia sebagai pencuri kebudayaan orang, <strong>sementara kita sendiri masih ada di urutan atas negara yang hobinya mencuri hasil karya cipta orang lain alias pembajak?</strong> Duh, malu lah&#8230;<span id="more-1026"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan, tepat ketika saya membaca artikel tentang bapak <strong>Jero Wacik</strong> yang sudah memberikan nota peringatan kepada pihak kementrian Malaysia seputar aksi Malaysia yang dianggap &#8216;mencuri&#8217; budaya kita itu, disaat itu juga saya membaca sebuah artikel yang berisi beberapa desain poster film kita yang dengan terang-terangan menjiplak desain poster dari negara lain!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1027 aligncenter" title="JIPLAKAN" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg?w=276&#038;h=182" alt="JIPLAKAN" width="276" height="182" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1028 aligncenter" title="jiplakan2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg?w=278&#038;h=185" alt="jiplakan2" width="278" height="185" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1029 aligncenter" title="JIPLAKAN3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg?w=272&#038;h=180" alt="JIPLAKAN3" width="272" height="180" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1030 aligncenter" title="jiplakan41" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg?w=268&#038;h=178" alt="jiplakan41" width="268" height="178" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Mungkin membandingkan antara &#8216;pencurian budaya&#8217; oleh Malaysia dengan &#8216;pencurian ide&#8217; orang-orang kita terhadap desain poster (yang lebih lengkapnya bisa dilihat <span style="color:#333399;"><strong><a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?p=324958#post324958"><span style="text-decoration:underline;">disini</span></a>)</strong></span> itu bukanlah sebuah analogi yang kuat. Tapi buat saya, mencuri tetaplah mencuri. Titik. Dan sudah harusnya kita berterima kasih kepada Malaysia, karena dengan perbuatannya yang kesekian kalinya itu, membuat kita sudah seharusnya BERKACA,  jangan sampai kita heboh teriak maling, padahal diri kita juga sebenarnya seorang maling! Atau mungkin dalam kasus ini, mbok ya udah&#8230; sama-sama maling kok ribut! Huahahahahhahaha&#8230;</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1026&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan41</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Closing Party</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried.
Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat clubbing, dan menikmati segala euphoria suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi dugem (eh, masih itu kan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1017&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><em>You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat <em>clubbing</em>, dan menikmati segala <em>euphoria</em> suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi <em><strong>dugem</strong></em> (eh, masih itu kan ya istilahnya? hehehe). Padahal kalau mau jujur, sebenarnya selain faktor &#8216;ketuaan&#8217; , banyak alasan lain yang membuat saya menolak ikut. Tapi tetap alasan itulah yang saya anggap paling mujarab untuk menolak, karena kalau saya beralasan</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Duh.. aku jam 10 kan udah tidurr&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">kok terdengar agak-agak sok imut banget, ya? Walau beneran, saya kalau tidur memang jam-jam segituan. Hehehe.  jadi kalaupun ada janji ataupun ada acara di malam hari, sebisa mungkin pasti harus bisa selesai <em>before midnight</em>. Makanya ketika kemarin malam saja saya berkumpul  di kantor untuk  kemudian datang ke sebuah tempat clubbing di Plasa Ambarukmo jam 22.30 saja, saya serta merta disorakin oleh anak-anak off air kantor,</p>
<blockquote><p><em>HUAHAHHAHAHAA&#8230; DUGEM SEHAAAAATTTTTTT&#8230;.!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lho? Saya dugem? Hehehe. Iya, saya juga heran kok akhirnya saya menyerah juga pada ajakan anak-anak kantor untuk ikut datang di acara <strong>Closing Party</strong> alias malam terakhir tempat-tempat <em>clubbing</em> beroperasi, karena mereka akan tutup selama bulan Ramadhan. Jadi dugem ini diadakan dalam rangka menyambut bulan puasa, ceritanya. Edan ya. Mulia sekali. Hahaha. Tidak hanya saya yang heran, seluruh kantor juga akhirnya merasakan hal yang sama karena selama hampir satu tahun bekerja dikantor ini, tidak pernah sekalipun saya mau diajak dugem. <em>Not once</em>. Sehingga akhirnya, justru nama saya yang dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengajak anggota kantor lainnya ikut.</p>
<blockquote><p><em>Ayo Daan..  Mas Deka aja ikut!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Entahlah, mungkin sayanya aja yang ke-GR-an. Karena tanpa ada keikutsertaan saya pun, pasti anak-anak juga tetap berangkat. Hahaha. <em>To be honest</em>, dugem malam itu terasa agak spesial buat saya, karena ini merupakan dugem pertama saya setelah 3 tahun lebih tidak pernah menginjak tempat-tempat hingar-bingar itu. Seingat saya, terakhir kali saya dugem adalah tahun 2006, ketika itu saya sedang menjadi peserta training Program Director di Jakarta, dan radio Prambors Jakarta saat itu merayakan hari ulangtahunnya di sebuah club di <strong>Djakarta Theatre </strong>(ada kan, ya?? Hehehe) yang saya sendiri bahkan sudah tidak ingat lagi apa namanya. Tapi ya itu, datang hanya karena rasa sungkan doang. Sesampainya disana ya cuma bengong doang. Bengong dan <em>budeg</em>. Secara saya termasuk orang yang sangat menyukai musik-musik <em>easy listening</em>, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya berada di tempat itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Dugem kemarin itu pun makin terasa mengharukan *uedann!* karena sepertinya banyak sekali yang memberikan dukungan moril kepada saya lewat aneka pesan di Facebook!  Mulai dari,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Hhahahahha.. Kaka akhirnya menyerah jugaa&#8230; Have fun my little bro, take care dear heheh</em></span>e..</p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Wah, asyik tuh buat olahraga malam!</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Judulnya : Deka is back hehehhe&#8230;.welcome to the party&#8230;gitu ya ihihi</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#993300;"><em>AKHIRNYA! AKHIRNYA! Deka mau dugem hahaha *pesan buat temen2nya Deka, buatlah Deka merasa &#8220;terbang&#8221; hahaha..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai yang paling <em>to the point </em>seperti</p>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Harus Mabok!!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedann! Tapi ada juga komentar-komentar bertolak belakang seperti,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Minum jus kunir asem ajah ya!</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Halah Dek, paling dirimu di tempat dugem malah ngantuk&#8230; Jangan lupa ya&#8230;. nek glegeken ucapkan alhamdulillah&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>ati2 y om? inget, kalo mau masuk ucapin Assalamu&#8217;alaikum trus melangkah masuk pake kaki kanan dulu om..biar barokah..amin..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHA&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian sekali teman-teman saya itu&#8230;<span id="more-1017"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dasarnya orang perfeksionis (baca : suka gampang ribet sendiri) ya, sebelum berangkat saya sempat-sempatnya melakukan ritual yang mungkin agak ajaib untuk ukuran orang yang mau berangkat dugem. Karena saya tahu saya akan &#8216;terjaga&#8217; hingga tengah malam sementara besoknya saya harus siaran jam 7 pagi, makanya saya mempersiapkan segala keperluan untuk esok hari seawal mungkin. Mulai dari menyetrika seragam kantor, memasak Nasi Merah dan memotong-motong buah Apel dan Nanas sebagai bekal makan siang, sampai sempat-sempatnya menyelesaikan tugas membuat <em>script </em>via laptop. Setelah itu, mandi, Sholat Isya, baru kemudian berangkat dugem. Uedann, lah..Clubber teladan!</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan 2 taksi, rombongan pun berangkat menuju lokasi. Taksi yang saya tumpangi sempat terlambat sampai karena di tengah jalan, <strong>Hotlen Jo</strong>, salah satu teman kantor saya yang duduk di bangku depan taksi sempat-sempatnya meminta kepada supir taksi untuk menepikan mobilnya didepan sebuah ATM, dan kemudian dia keluar dari taksi dan dengan santainya meminta ijin,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Bentar ya. Gue bayar listrik dulu&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hiyyaaaaaaa&#8230;!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sempet-sempetnya ya mau dugem pakai bayar listrik dulu. Hahaha. Tapi ya sudahlah, kita kembali ke dunia hingar-bingar yang menjadi topik tulisan ini. Akhirnya sampailah kita di tempat yang kita tuju yang terletak dilantai 3 gedung Mal. Dan masuklah kami di tempat yang gelap tapi penuh lampu-lampu menyilaukan mata itu. Agak aneh ya kalimatnya. Yaa situ tau lah maksudnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1021 aligncenter" title="MIRROR BALL" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg?w=113&#038;h=170" alt="MIRROR BALL" width="113" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Secara sudah bertahun-tahun tidak pernah mengunjungi tempat begituan ya, jadi pastinya ada perasaan canggung dan asing bahkan deg-degan. Lebai-lebai, deh. Apalagi ketika melihat orang-orang yang datang yang tampil dengan dandanan serba maksimal, dalam usia yang serba minimal. Maksudnya, ya elaaahhh.. sejauh mata memandang, ABG melulu! Secara ya, sini udah punya keponakan yang sebentar lagi juga udah mau jadi ABG. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa &#8216;asing&#8217; itu semakin menjadi ketika sebelum DJ tampil, muncul-lah sebuah band yang membawakan beraneka lagu Top40 yang betul-betul tidak terkenal (oleh saya!), tapi dikenal dengan baik oleh para pengunjung lain. Paling tidak, seperti itulah perkiraan saya. Karena setiap kali intro dimainkan, mereka semua sibuk berteriak histeris. Saya juga berteriak histeris, tapi dalam versi lain. Setiap kali berganti lagu, sambil sesekali menegak minuman Coca Cola yang ada didepan saya (hihihi), saya selalu berteriak pada teman saya <strong>Alya</strong> yang termasuk dalam rombongan yang hafal dengan lagu-lagu yang dimainkan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>.. ini lagunya siapa??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dia menjawab sambil berteriak juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Kat Deluna, mas. Nggak pernah denger, pa??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ooo.. pernah denger lagunya. Tapi yang nyanyi gak tau&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh, padahal sebenarnya juga nggak tau dua-duanya. Hihihi. Biar nggak kelihatan ketinggalan aja. Ketika band kemudian memainkan lagu berikutnya, kembali saya menanyakan hal yang sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Kalo ini lagunya siapa???</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ini lagunya Flo Rida, Mas. Judulnya &#8216;Low&#8217;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya kemudian mengangguk dan mencoba tetap mengangguk-anggukkan kepala seolah menikmati lagu yang dimainkan. Edan, gue lahir tahun berapa sih ya. Kok lagu-lagu yang dimainkan sama sekali tidak ada yang saya kenal. Keterlaluan sekali. Sampai akhirnya setelah berulangkali menanyakan hal yang sama, Alya kembali bertanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#800080;"><em>. lah dari tadi lagunya nggak ada yang kamu kenal, pa Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya dengan cepat menggeleng. Tepat ketika beberapa detik kemudian, band yang vokalis wanitanya berpakian ala kelinci-kelinci majalah Playboyd itu memainkan sebuah lagu yang <strong>THANK GOD</strong> akhirnya saya kenal, sehingga cukup bisa menyelamatkan nama baik saya sebagai seorang music director!</p>
<blockquote><p><em><strong>Eh Ujannnn gerimis aajeee&#8230; ikan asin diasinin.. eh jangan menangis aje&#8230;yang pergi jangan dipkirinnn..</strong>.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yak, saya kenal lagu ini!! Huahahaha&#8230; Agak gila, memang. Lagu <strong>&#8220;Hujan Gerimis&#8221;</strong>nya Benyanin S dan Ida Royani ini dibuat versi<em> jedhag-jedghug </em>tidak jelas. Dan semua orang beteriak histeris dan semakin menggila goyangnya.  Owhhh..Tobat!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah band selesai, secara resmi <em>euphoria </em>dugem dimulai. DJ tampil dengan musik-musik yang tentu saja semakin asing di telinga saya. Semua orang mulai sibuk berjoget (oh.. kok &#8216;<em>berjoget&#8217; </em>ya??). Saya sendiri mencoba menahan diri untuk tidak langsung turun ke lantai dansa (mati luuu.. bahasa gue makin jadul aja). Bukan hanya karena memang tidak mengerti dan menikmati lagu-lagu yang dimainkan, tapi juga karena sibuk memperhatikan koreografi para <em>clubbers</em> lain, gimana sih gaya <em>clubbing</em> yang benar? Siapa tau gaya clubbing melambai-lambaikan tangan kanan keatas  yang dulu nge-hits itu  udah ketinggalan jaman untuk dipraktekkan saat ini. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi namanya juga tempat clubbing, sepertinya tidak akan ada yang perduli. Semua sibuk dengan diri sendiri, atau dengan pasangannya, atau pasangan orang lain. Dan sudah jarang ada yang <em>sober</em> pula, toh? Makanya sayapun mencoba mulai sok asik menggerakkan badan mengikuti musik pada beberapa lagu. Tetap toh hati tetap tidak bisa berdusta. Saya tetap tidak merasakan dimana nikmatnya. Masih ditambah pula dengan mata yang semakin lama semakin perih dan berair karena tidak kuat dengan asap rokok dan telinga yang mendadak berdengung, akhirnya sayapun menyerah dan keluar dari tempat itu. Kemudian pulang. Setengah jam sudah cukup!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>It&#8217;s official. I&#8217;m way too old for this&#8230;. </em></p>
Posted in Tentang Teman-Teman, Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1017&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIRROR BALL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(In The Name of) THE KING OF POP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[
Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu!

kata Ndut teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu.
Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, dengan cepat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1013&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">kata <strong>Ndut </strong>teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, dengan cepat saya memotong pembicaraan itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">OOOOO Aku tauuuu! Pasti tokonya Michael Jackson itu!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dia pun mengiyakan, dan kami pun serempak tertawa terbahak-bahak, meninggalkan tamu kami yang terlihat kebingungan dengan apa yang sedang kami bicarakan itu. Saya yakin Anda yang sedang membaca tulisan inipun agak-agak tidak begitu paham. Tokonya Michael Jackson? Michael Jakcson punya toko? Toko apaan? Kok di Indonesia? Kok bisa di Jogja buka tokonya? Jualan apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum semuanya semakin sibuk mengajukan pertanyaan, lebih baik saya jelaskan saja ya. Jadi pada suatu hari, saya sempat terperengah dan hampir tidak percaya ketika melewati sebuah toko yang memakai nama <strong>&#8220;Michael Jackson &#8220;</strong> di seputaran jalan Palagan Jogja. Bukan hanya namanya saja yang <em>&#8216;nendang</em>&#8216;, tapi juga di papan baliho-nya pun terpampang sketsa wajah Michael Jackson yang bertopi Fedora. Kalau namanya saja sudah cukup &#8216;nendang&#8217;, maka kalimat dibawah tulisan itu malah tidak hanya &#8216;nendang&#8217;, tapi &#8216;nonjok&#8217; banget! Coba dibaca saja :<span id="more-1013"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1012 aligncenter" title="IMG00104-20090820-1048edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg?w=280&#038;h=219" alt="IMG00104-20090820-1048edit" width="280" height="219" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yak.. <strong>&#8220;Whitening House&#8221;</strong>. Jadi lengkapnya <strong>&#8220;Michael Jakcson Whitening House&#8221;.</strong> Kaget? Saya sih kaget sekali, karena seingat saya, saya melihat baliho ini hanya berselang beberapa  hari setelah Michael Jackson meninggal dunia. Jadi agak-agak s<em>pooky-spooky</em> gimanaa, gitu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung saya hanya melihat dari luar, jadi saya juga tidak terlalu paham, apa sebenarnya yang menjadi &#8216;menu&#8217; andalan di toko ini. Apa jenis usaha pemutihan yang diberikan. Kalau dari namanya, saya hanya bisa menebak-nebak buah Manggis, kalau mereka memberikan aneka jasa pemutihan, mulai dari pemutihan kulit, gigi hingga pakaian. Jadi semacam <em>one stop servic</em>es. Hehehhe. Dan karena saya juga tidak kenal dengan siapa pemiliknya, maka saya anggap saja bahwa pemilik tokonya ya pasti yang namanya dijadikan sebagai nama toko! <em>You know</em>, seperti <strong>&#8220;Gudeg Yu Djum&#8221;</strong> berarti yang punya warung gudeg itu namanya &#8220;Yu Djum&#8221;. Nah kalo toko yang ini, pasti pemiliknya ya Michael Jackson! Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari segi promosi, toko ini sebenarnya punya prospek yang cukup baik tapi juga buruk pada saat yang bersamaan. Baik, karena <em>brand</em> Michael Jackson adalah <em>bra</em>nd mahal yang dikenal oleh semua orang di seluruh dunia ini, yang untungnya (sepertinya) belum di jadikan hak paten, jadi bebas dipakai oleh siapa saja. Ditambah lagi, dengan dipakainya nama ini, pasti bisa dengan mudah mendapatkan perhatian dari khalayak ramai (saya,buktinya..hihihi..). Buruknya, yaa.. tahu sendirilah, Michael Jackson kan menderita <strong>penyakit kanker kulit leher</strong>! Bukannya nanti orang-orang malah pada ngeri sendiri ya mendekati tempat ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Ah tapi ya sudahlah, saya yakin si empunya toko sudah memikirkan masak-masak segala kemungkinan usahanya ini dimasa depan. Saya sih cukup salut dengan keberaniannya memilih nama Jacko untuk tokonya ini. Cuman, berhubung yang punya nama sudah tidak ada alias meninggal dunia, bagaimana kalau tokonya itu disesuaikan lagi namanya. Kalau <strong>Ndut </strong>sendiri mengusulkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Gimana kalo diganti sama yang masih hidup aja. &#8220;LaToya Jackson Whitening HOuse&#8221; ,misalnya? Tuhh.. siapa coba yang kenal??</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hihihi. Kalau saya sih, nggak usahlah harus sampai mengganti. Nanti malah lebih repot lagi mengurus promosinya. Lebih baik dirubah sedikit saja menjadi,</p>
<h3 style="text-align:center;">(Almarhum) MICHAEL JACKSON WHITENING HOUSE</h3>
<p style="text-align:justify;">Lebih bener, kan?  Huahahhahahhahaa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana, Koh?</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1013&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00104-20090820-1048edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corporate Secretary</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 06:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[
“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng”

Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh Mbak Dita, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai corporate secretary, menggantikan corporate secretary sebelumnya yang sepertinya sudah terlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1005&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh <strong>Mbak Dita</strong>, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai <strong><em>corporate secretary</em></strong>, menggantikan <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang sepertinya sudah terlalu menikmati kehidupan pengantin barunya sehingga lebih memilih menyerahkan tugas maha berat  yang dibebankan padanya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1006 aligncenter" title="IMG00102-20090812-1309" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=191&#038;h=159" alt="IMG00102-20090812-1309" width="191" height="159" /></p>
<p style="text-align:justify;">Memangnya apa sih tugas seorang <em>corporate secretary?</em> Saya sendiri juga tidak tahu. Hihihi. Tapi yang pasti, salah satu tugasnya, adalah <strong>menjadi panitia tunggal untuk agenda kegiatan <em>meeting</em>/rapat.</strong> Segala rapat. Mulai dari rapat mingguan, rapat bulanan, rapat tiga bulanan, rapat tengah semester, rapat tahunan hingga <em>general meeting</em> atau meeting komisaris. Belum lagi meeting-meeting dadakan lainnya, yang otomatis juga menjadikan <em>corporate secreta</em>ry  sebagai manusia paling ribet di kantor. <em>Rempong jay</em>a, kalau kata anak gaul sekarang bilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ribet, karena ibu satu anak ini harus rela  jungkir balik mengingatkan teman-temannya untuk tidak terlambat mengumpulkan laporan mingguannya (karena kalau terlambat atau <em>mepet</em> waktu pengumpulan, maka dia juga yang akan kerepotan dalam meng-<em>compile</em>-nya). Itu baru keribetan pertama. Keribetan kedua, tentu saja setelah laporan-laporan itu terkumpul, maka perempuan yang sekilas mirip dengan artis top <strong>Fitri Tropika</strong> ini *<em>eeww</em>w* harus berjumpalitan di udara (agak susah mencari perumpaan yang pas untuk menggambarkan usahanya, apalagi “jungkir balik” tadi sudah dipakai terlebih dahulu hehehe) mengajak  para peserta meeting untuk segera berkumpul di ruang meeting. <em>Believe me</em>, usaha ini memerlukan sebuah kemampuan khusus yang tidak semua orang memilikinya!</p>
<p style="text-align:justify;">Se-tidak disiplin itukah orang-orang dikantor saya sehingga mengharuskannya berjibaku setiap minggunya? <span id="more-1005"></span>Enggak juga sebenarnya. Kami sih tetap bisa (mengusahakan) yang namanya disiplin, tepat waktu dan teman-temannya itu. Tapi kantor saya tetap saja sama dengan semua kantor di seluruh muka bumi ini, dimana hampir semua pekerjanya sama-sama tidak terlalu gembira setiap kali harus membuat aneka ria laporan dan menghadiri sebuah meeting. Sama halnya dengan urusan <strong><em>deadline</em></strong>, mengumpulkan pekerjaan atau laporan disaat-saat terakhir (<em>last minute</em>) menjadi sebuah kebiasaan yang cukup sulit untuk dihilangkan.  Dan <strong>Dita</strong> sepertinya sangat faham sekali akan fakta tak terbantahkan itu. Mungkin juga mendapat masukan dari <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang bernama <strong>Rest</strong>a tapi lebih populer dengan panggilannya : <strong>Mamak</strong> (jauh bener&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, setelah (mungkin) di bulan pertama dia melakukan sebuah penelusuran intensif ala Densus 88 perihal adat dan kebiasaan teman-temannya yang suka menunda-nunda pengumpulan laporan (dan dia dibuat kerepotan karenanya), maka di bulan kedua dia menjabat, dia membuat sebuah lonjakan dahsyat dalam karir kesekretarisannya!! *<em>pakai dua tanda seru biar makin seru</em>*.   Sekedar informasi, <em>deadline</em> penyerahan laporan di kantor kami adalah setiap hari Selasa jam 3 sore. Dan di Senin malamnya, tiba-tiba saja saya (dan pastinya teman-teman saya yang lainnya juga) menerima sebuah SMS berantai darinya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Haai.. Jangan lupa ya. Besok laporan mingguan dikumpul sebelum jam 3. Yang ngumpulinnya paling duluan, ada hadiahnya lhoo&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Apa-apaan ini&#8230; Saya yakin, semua penerima SMS itu pasti akan bereaksi yang sama. Geli sendiri melihat usaha mbak ini mendisiplinkan teman-temannya. Berhasilkah usahanya ini? Sepertinya tidak terlalu. Buktinya, saya yang <em>ehm</em>, tergolong paling cepat dalam hal pengumpulan laporan,  hanya mendapatkan sebuah <strong>permen Jahe</strong> (!) sebagai kompensasi terhadap kecekatan saya dalam mengumpulkan laporan. Begitu mengetahui hadiah yang disediakan oleh <em>corporate secretary</em> ini tergolong dibawah standar, tentu saja membuat anak-anak lain semakin tidak terlalu bernafsu mempercepat pengiriman laporannya. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Seolah tidak jera dengan usahanya yang pertama itu, di minggu berikutnya dia mencoba cara yang lain lagi. Serupa tapi tidak sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ayo ayo.. Jangan lupa besok deadline pengumpulan laporan jam 3 sore ya. Siapa yang mengumpulkan sebelum jam 3, dia yang paling ganteng&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Soyo ra mutu, tho?? </em>(baca : makin tidak bermutu, kan?).</p>
<p style="text-align:justify;">Huahahaha. Tapi untuk usahanya kali ini, cukup membuat saya tergelitik dan bersemangat untuk menurutinya. Karena sebagai orang yang memproklamirkan diri sebagai mahluk paling ganteng sekantor, saya tentu saja tidak terima jika gelar itu dirampas oleh orang lain, hanya gara-gara urusan terlambat mengumpulkan laporan! Akhirnya  hanya dalam waktu tidak lebih dari setengah jam, laporan itu pun bisa saya serahkan  sekitar jam 12 siang, dan Dita-pun langsung menuliskan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Ternyata DEKA yang paling ganteng. Ayo siapa berikutnya&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">di status <strong>Yahoo Messenge</strong>r-nya.  Hehehehe.  Agak-agak nggak penting ya kelakuan kami ini. Tapi disadari atau tidak, justru <em>gimmick-gimmick</em> atau becandaan sederhana seperti yang juga kita lakukan pada <em>corporate secretary</em> yang dulu (dan kepada Dita sekarang) adalah salah satu kegiatan mingguan yang cukup menghibur diantara setumpuk stress pekerjaan yang menumpuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sebuah &#8216;penyegaran&#8217; setiap kali melihat <strong>Dita</strong> harus menarik-narik baju temannya untuk segera masuk ke ruang meeting, sementara yang ditarik bajunya malah dengan cueknya menggodanya dengan cara membesarkan volume <em>headphone</em> dan sibuk bernyanyi-nyanyi sendiri. Juga sebuah hiburan yang  menyenangkan ketika para peserta meeting yang sudah lebih dahulu memasuki ruangan meeting kemudian memilih keluar lagi dengan alasan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Ah.. ntar aja.. belom ada orang&#8230;!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan <strong>Dita</strong> kembali kerepotan menarik-narik semua orang untuk masuk kedalam. Seru. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah salah satu contoh usaha keras Dita mengunci kami dari luar ruangan meeting supaya para peserta meeting yang sudah berhasil ditangakapnya tidak melarikan diri.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1007 aligncenter" title="IMG00101-20090812-1301" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=215&#038;h=161" alt="IMG00101-20090812-1301" width="215" height="161" /></p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa sekali orang ini. Begitulah resiko bekerja di perusahaan yang isinya orang-orang dengan ide kreatif gila (dan dengan tingkat keisengan yang agak melampaui batas!). Kita lihat saja bentuk kreatifitasnya yang lain untuk menghadapi kebandelan teman-temannya ini. Hahaha. Tekanan pekerjaan memang sering membuat kita gila sendiri, ya? Dan alangkah menyenangkannya bila kita masih bisa tertawa disela-sela himpitan pekerjaan harian itu, walau mungkin harus (sedikit) tertawa diatas penderitaan orang lain. Hehehe. <em>Sing sabar yo, Nduk&#8230;.<br />
</em></p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1005&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00102-20090812-1309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00101-20090812-1301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat Juga Tahu</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. Angels and Demon. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1001&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. <em>Angels</em> <em>and Demon</em>. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti lagunya<strong><em> Teach Me How To Dream</em></strong>-nya <strong>Robin McAuley</strong>, saya sebenarnya juga percaya <em>that I only see things black and white, never shades of grey</em>. Kalaupun ada warna abu-abu, berarti saat itu warna hitam dan putih sedang berpadu. Dan bisa jadi, saat itu sebuah kebaikan sedang berbadu dengan sebuah keburukan. Benarkah itu bisa terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hari lalu, saya dikunjungi oleh seorang perempuan tua di kantor. Edan, agak horor ya kesannya. Hehe. Perempuan berusia 63 tahun itu bernama <strong>Ibu Viendri</strong>. Beliau ini adalah salah satu pendengar setia radio tempat saya bekerja sekarang. Setiap kali saya siaran, Ibu ini selalu menyempatkan diri untuk menelepon, sekedar ingin mendengarkan lagu favoritnya atau sekedar berkirim-kirim salam kepada teman-temannya. Bahkan tidak hanya di program yang saya bawakan saja. Tapi hampir semua program, nama Ibu ini cukup sering eksis berkumandang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, kemarin itu beliau mengunjungi saya di studio, dengan membawakan masakan yang dibuatnya sendiri. Gila, ya? Dibela-belain dari rumah. Padahal untuk berjalan saja, si Ibu ini sebenarnya sudah agak kesulitan karena kaki kirinya sedikit terganggu akibat penyakit asam urat. Tapi dengan niatnya, dia bisa sampai ke studio sendirian, dengan diantar oleh taksi yang dimintanya untuk menunggu di depan kantor, sampai selesai kunjungannya. Mengharukan sekali. Dengan diiringi pandangan keheranan teman-teman sekantor lainnya yang memang termasuk jarang menyaksikan kantor kedatangan tamu berumur diatas 60-an <em>*hehehe*,</em> saya menemani Ibu ini mengobrol ngalor-ngidul di sofa ruang depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika akhirnya pertemuan kami harus selesai karena saya harus siaran, saya kemudian pamit kepada beliau. Dan si Ibu ditinggal sendirian di bawah? Tentu saja tidak. Gantian <strong>Sita</strong>, penyiar sebelum saya yang menemani beliau, karena si Ibu ini nampaknya betah betul berada di kantor kami. Sebelum naik, saya terlebih dulu menyempatkan diri untuk  keluar menuju kantor, mendekati taksi berwarna biru yang sedang menunggu si Ibu diluar. Dengan cepat, saya mengeluarkan uang 50 ribu rupiah dari dalam dompet dan memberikannya kepada si supir, sambil berkata</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Pak.. ini buat bayar ongkos taksi Ibu ini pulang ya. Nanti kalau Ibu itu mau bayar, biar bayar kurangnya aja&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung dibalas dengan anggukan si bapak supir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik banget ya, saya? Bentar&#8230; jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dulu. Hehehe.<span id="more-1001"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, seperti yang saya bilang dan tulis diatas barusan, saya terharu sekali mendapat kunjungan Ibu ini. Dengan kondisi yang tidak terlalu sehat, masih sempat-sempatnya beliau datang ke kantor hanya untuk bertemu dengan saya dan penyiar-penyiar lainnya, masih dibawakam makanan yang dibuatnya sendiri pula. Makanya, timbul niat saya untuk mengucapkan rasa terima kasih itu dengan cara &#8216;mengganti&#8217; biaya taksi yang akan dikeluarkannya, tanpa sepengetahuannya. Tidak banyak, tapi paling tidak bisa &#8216;meringankan&#8217; bebannya, lah. <em>That&#8217;s why</em>, akhirnya saya memberikan uang itu kepada si bapak supir taksi itu. Karena kalau mau memberikan uangnya kepada si Ibu, duuuh.. agak-agak <em>wagu</em>, ya&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dibalik niat yang menurut saya cukup mulia itu <em>*uedannn*,</em> tersimpan juga sebuah keinginan terselubung, yang sebenarnya malah tidak bisa dikategorikan dalam perbuatan yang mulia sama sekali. Ketika niat &#8216;membantu&#8217; itu muncul, pada saat yang bersamaan muncul pula niat saya yang lain. Saya membayangkan, sesampainya beliau di rumah, dia pasti akan terkejut ketika si supir itu bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">.. Bu, nggak usah bayar penuh&#8230; Tadi mas-mas yang ganteng di kantor itu sudah ngebayarin&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan Ibu itu pasti akan terharu, kemudian akan semakin mengagumi saya! Luar biasa anak muda itu. Sudah ganteng, suaranya bagus, ramah, baik lagi! SEMPURNA! Huahahahhaa.. Busuk sekali ya niat saya itu? Sampai akhirnya si Ibu pulang, dan menelpon saya dari rumahnya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Nak Deka.. Ibu sudah sampai di rumah&#8230; jangan lupa diicipi ya masakan Ibu&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lah? Kok? Nggak ada ucapan terima kasih sudah dibayarin ongkos taksinya? Nggak ada pujian dan sanjungan buat saya? Nggak ada sama sekali????? Kebangetan banget sih si Ibu ini? Huhh.. Dengan agak sedikit bete walau dengan nada ucapan yang diusahakan seolah tidak terjadi apa-apa, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan beliau. Sambil kemudian turun kebawah untuk mengambil minum. Entah mengapa saya tiba-tiba merasakan haus saking bete-nya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalan kebawah, tanpa sengaja saya mendengarkan percakapan antara <strong>Indah</strong> yang menjaga meja <em>front office</em> dengan Sita, penyiar yang menemani ibu Vien setelah saya pamit untuk siaran tadi. Kepada Sita, Ibu ini bercerita bahwa ketika dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke studio kami, dia merasa &#8216;<em>diputar-putari</em>&#8216; oleh supir taksi yang dipanggilnya itu. Maksudnya, taksi sengaja mencari jarak yang lebih jauh dari jarak yang semestinya, supaya argometernya menjadi lebih banyak. Kasus seperti ini memang sudah sering terjadi, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar cerita ini, secara sepihak saya langsung menyimpulkan bahwa uang 50 ribu yang saya berikan untuk meringankan ongkos taksi si Ibu tadi, pasti diembat sendiri olehnya!</p>
<p style="text-align:justify;">UGH! Pantas saja si Ibu tidak bilang terima kasih!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, seharian saya sibuk mengumpat, mencaci-maki si sopir taksi itu. Kok bisa ya dia berbuat jahat seperti itu? Kepada seorang perempuan berusia senja. Dia pasti melihat sasarn empuk yang tidak berdaya untuk dikerjain. Keterlaluan! Tapi beberapa saat kemudian, saya tiba-tiba juga tersadarkan, kok bisa-bisanya saya mencaci-maki perbuatan tidak terpuji si supir itu, ya? Sementara apa yang saya lakukan sebelumnya juga bukanlah sebuah perbuatan yang jauh lebih baik???  Gila ya loe, Dek! Berbuat sesuatu karena ingin dipuji setinggi langit?? <strong><em>What the hell was that?????</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, saya juga heran kok ya bisa-bisanya saya se-<em>shallow</em> itu. Dan akhirnya saya malah jadi malu sendiri. Tuhan sepertinya tanpa permisi langsung menampar saya saat itu juga, memperlihatkan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan itu sangatlah memalukan. Dan dengan caranya itu juga, mungkin saya sudah sepantasnya malah berterima kasih kepada supir taksi itu, atas apa yang (mungkin) dilakukannya. Karena dengan perbuatannya itu, saya bisa terhindar dari kebodohan-kebodohan selanjutnya yang mungkin saya lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, seandainya ternyata uang saya itu digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu si Ibu membayar ongkos taksi, kemudian si Ibu merasa terharu dan kemudian menelepon saya untuk mengucapkan terima kasih dan  memuji saya setinggi langit seperti yang saya idam-idamkan dari awal itu <em>*owhhh&#8230;</em>*, bisa dibayangkan bagaimana saya bisa menjadi besar kepala setinggi langit, dan menjadi sombong karenanya. Bisa saja, kan? Tapi untung saja itu <span style="text-decoration:line-through;">belum </span>tidak sempat terjadi. Gila, ya? Tuhan memang bisa mengingatkan hambanya dengan berbagai cara.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini yang selama ini dimaksudkan oleh pepatah, <em><strong>&#8220;Ketika kita memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya&#8221;.</strong></em> Berbuat baik itu memang tidak memerlukan sebuah alasan. Kalau mau berbuat baik, berbuatlah. Tidak usah disertai dengan embel-embel macam-macam. Apalagi berbuat baik karena menginginkan sesuatu dibaliknya. Walau jujur, dari dalam hati yang paling dalam saya masih saja mencoba membela diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Lho.. niat awal gue beneran ingin membantu, kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi tetap saja, pembelaan diri itu terdengar bodoh sekali. Malaikat pasti tidak akan keliru dalam membedakan kok, mana niat yang baik, mana niat yang buruk, dan mana yang niat baik dan buruk sekaligus  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em></em></p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=1001&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Father Figure</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya tidak perlu kaget lagi kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya?
Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=995&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya <strong>tidak perlu kaget lagi</strong> kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita tentang aksi pelaporan dari mantan istri seorang vokalis band yang menyatakan dia baru saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan mengarah pada aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari manta suaminya. Biasalah, sambil menangis-nangis dia memberikan keterangan kepada para wartawan yang sepertinya kemudian mem<em>blow-up </em>berita itu menjadi berita utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan aksi tuduhan KDRT itu sebenarnya yang membuat saya kaget. Karena –sekali lagi, itu sudah sering terjadi dan selalu ditampilkan dalam infotainment, bukan? Tapi yang jelas-jelas membuat saya kaget adalah pernyataan dari ayah si mantan suaminya yang dengan santai-nya berkomentar singkat tentang perkara yang menyeret nama anaknya itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. KDRT itu kan baaaaa&#8230;nyaakk macamnya&#8230; kalau cuma sebatas tampar-tampar saja sih, itu mah masih wajarr&#8230; Toh tidak sampai menyebabkan berdarah.. atau patah tulang, lah&#8230;”</em></span></p>
</blockquote>
<h1>WHATTTT????</h1>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, walaupun saya biasanya suka mendramatisir sesuatu, tapi pernyataan si bapak itu tadi asli sesuai dengan apa adanya. Tidak lebih, tidak kurang. Saya sendiri sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Karena reaksi dan ekspresi si bapak ketika mengatakan hal itu amatlah sangat datar dan tanpa rasa berdosa sama sekali. Memprihatinkan sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya prihatin, karena ternyata konsep <strong>‘kekerasan’</strong>, terutama sebuah tindak kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga, bisa berbeda-beda artinya untuk setiap orang. Kok bisa ya? Apa bapak ini tidak tahu, bahkan sebuah ucapan bernada hinaan  kepada seorang istri itu juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Apa dia juga tidak pernah diberi tahu, bahwa seorang suami yang melarang istrinya untuk bersosialisasi atau berkumpul dengan keluarga atau saudara-saudaranya, juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Pastinya bapak ini tidak tahu. Lha wong MENAMPAR aja menurut dia adalah sebuah perbuatan yang bisa dimaklumi kok&#8230;..<span id="more-995"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari benar/tidaknya tuduhan si vokalis band ini melakukan kekerasan itu (menampar dan sebagainya), bukan salah saya dong kalau kemudian saya menganggap kalaupun dia kemudian terbukti bersalah, maka <strong>si bapaknya ini juga bisa dipersalahkan</strong>? Lah cara dia  mendidik anaknya aja kaya begitu? Saya sih tidak tahu, jangan-jangan aksi menampar memang sudah menjadi budaya di keluarga mereka. Mungkin itu malah menjadi sebuah ciri khas keluarga mereka, yang menjadikan tampar-menampar adalah sebuah wujud perhatian. <em>You know</em>, kalau biasanya yang dilakukan orang ketika bertemu adalah berjabat tangan atau cium pipi kanan-kiri, makan di keluarga mereka adalah saling menampar!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang belum pernah merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Belum sama sekali. Tapi dari dulu sampai sekarang, saya juga belajar untuk mencari tahu, apa-apa saja yang perlu dipelajari untuk bisa melanggengkan jalan sebuah perahu yang bernama “Rumah Tangga” itu. Dan menurut saya, keinginan untuk SALING MENGHORMATI (<em>respect</em>) adalah salah satu janji yang paling penting, diantara janji-janji untuk membina hubungan lainnya. Itu yang harus dimengerti. Itu yang harus dipelajari.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa saya bisa sangat benci sekali dengan pernyataan si bapak itu. <em>Clearly</em>, dari pernyataan itu lagi-lagi tersimak jelas, betapa perbuatan kekerasan fisik (terhadap perempuan) adalah hal yang bisa dimaklumi. Dan yang membuat saya semakin tidak suka, karena pada saat yang bersamaan, saya justru sedang dihadapkan pada sebuah moment yang sangat berkebalikan dengan hal itu. Sebuah moment dimana saya justru mendapat contoh yang indah sekali, tentang bagaimana seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ayah saya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">36 tahun sudah usia pernikahan kedua orang tua saya. 36 tahun juga, saya tidak pernah melihat sekalipun Ayah saya  melakukan perbuatan hal yang merendahkan harga diri ibu saya. Bertengkar pasti pernah, tapi semua selalu bisa diselesaikan dengan tanpa melibatkan sebuah aksi kekerasan. Ayah begitu menghormati perempuan yang dinikahinya itu. Hingga saat ini, saat dimana saya tidak pernah melihat sebuah <span style="text-decoration:line-through;">cobaan</span> ujian hidup yang begitu menguras airmata kami sekeluarga, selain di satu tahun terakhir ini. Saat dimana Ibu akhirnya harus rela melakukan <strong>kemoterapi </strong>untuk Kanker Payudara yang dialaminya. Hampir setengah tahun sudah Ibu menjalani proses kemo ini. Dan sudah hampir setengah tahun juga, kondisinya melemah, sosoknya terlihat semakin kecil, rambutnya rontok helai demi helai. Masih ditambah dengan deraan rasa mual yang tidak henti. Semuanya memang harus Ibu alami, sebagai efek dari Kemoterapi yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua tahu bahwa kami akan berhadapan dengan itu. Tapi tetap tidak ada perasaan nyaman, ketika melihat orang yang kita cintai terbaring tidak berdaya. Apalagi saat ini, keempat anaknya sudah tinggal jauh dari rumah, sibuk dengan berbagai permasalahannya masing-masing, sehingga tinggallah Ayah yang sendirian menemani Ibu. Ayah yang dengan sabar selalu mengantarkan ibu di tengah malam buta untuk ke UGD setiap kali Ibu merasakan sesak didadanya. Ayah yang selalu membaluri lengan ibu dengan minyak kayu putih untuk meredakan lengannya yang bengkak karena selang Infus yang berganti berulang kali. Ayah yang juga dengan lapang dada pergi ke pasar, berbelanja dan memasak makanan untuk ibu di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_996" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-996" title="let the man do the shopping" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg?w=149&#038;h=293" alt="Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan" width="149" height="293" /><p class="wp-caption-text">Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Semua itu Ayah lakukan dengan tanpa mengeluh. Ayah saya, teman-teman. Seorang purnawirawan Angkatan Darat berpangkat Kolonel, yang selama ini saya kenal sebagai orang yang keras, tidak suka berbasa-basi dan pendiam. Baru sekarang kami seolah tersadarkan, dibalik segala sikapnya yang cenderung dingin, tersimpan sebuah bongkahan rasa cinta yang luar biasa kepada ibu dari keempat anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendampingi anggota keluarga yang sedang mendapat perawatan kemoterapi adalah bukan sebuah perbuatan yang mudah. Bukan sama sekali. Tapi Ayah bisa melakukan itu dengan kesabaran luar biasa. Sehingga kami anak-anaknya menjadi sangat maklum sekali, jika Ibu selalu mencari ayah setiap kali kami bergantian yang menjaganya, dan Ayah pergi sebentar untuk shalat di Masjid rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagaimanapun, Ayah tetaplah seorang manusia biasa. Bukan malaikat (walau saya melihat dia adalah sebuah perwujudan wakil dari Tuhan dalam wujud seorang laki-laki berambut putih dan berumur 63 tahun). Seorang manusia biasa, yang bisa marah ketika Ibu tidak mau memakan hasil masakan yang telah dibuatnya dengan susah payah (walaupun akhirnya beliau bisa memaklumi, karena hal itu terjadi akibat dari rasa mual yang amat sangat sebagai akibat dari kemoterapi Ibu. Ayah juga manusia biasa yang bisa menangis ketika mengabari anak-anaknya, bahwa ibu mereka baru saja mengalami kejang dan akhirnya terjatuh pingsan ketika ditengah pengobatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, semua pun pasti akan sakit menyaksikan anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Tapi pada akhirnya, tidak ada orang lain yang paling bisa mendampingi dan memberikan penghiburan serta kekuatan kepada si sakit, selain keluarga sendiri sebagai orang terdekat mereka. Dan Ayah saya sudah memberikan bukti itu dengan segala kesederhanaan cara yang  sangat indah. Cara yang bisa dilihat dan dijadikan contoh oleh anak-anak, menantu dan cucu-cucunya. Betapa hebatnya pengabdian cinta Ayah saya kepada Ibu. Dan betapa begitulah seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu jelas terasanya kasih sayang mereka, hingga beberapa minggu lalu saya sempat berkaca-kaca ketika melihat status adik saya di Facebook. Disitu tertulis :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.. I want to be a woman like my MOM. And find a man just like my DAD</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=995&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">let the man do the shopping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama Kris Dayanti. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di FeMale Radio Jogja, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=986&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama <strong>Kris Dayanti</strong>. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di <strong>FeMale Radio Jogja</strong>, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. Ah, seandainya saja mereka tahu ,betapa dibutuhkan sebuah perjuangan yang cukup panjang untuk sampai akhirnya bisa mendapatkan poster itu. Bayangkan, setelah bersusah payah merengek-rengek kepada orang label rekaman tempat KD bernaung (dan akhirnya poster yang dijanjikan tidak juga kunjung datang!), akhirnya saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk (memaksa) beli poster itu di toko kaset langganan saya, dan kemudian membingkainya sendiri pula. Oh sungguh niat!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya, apa yang saya lakukan itu memang terdengar <em>lebai </em>sungguh, bahkan keterlaluan. Tapi cobalah melihatnya dari kacamata<strong> &#8216;kekaguman seorang fans kepada artis pujaannya&#8217;.</strong> Maka semua tingkah ajaib seorang &#8216;penggemar&#8217; akan terasa termaklumi saja. Tinggal tergantung seberapa besar rasa kekaguman itu saja. Ada yang hanya sekedar mengagumi dalam diam, ada yang bahkan sampai berusaha menunjukkannya kepada si bintang pujaan, dengan cara <em>camping</em> di halaman sekitar tempat tinggal artis itu, misalnya. Jujur, saya <span style="text-decoration:line-through;">belum</span> bukan termasuk yang segitunya. Karena, ya saya juga masih cukup punya harga diri lah, walau tidak seberapa. Karena saya juga selalu menganggap saya ini artis juga, jadi apa kata fans-fans saya kalau melihat kelakuan saya seperti itu?? <em>*oke, tolong anggap saja kalimat terakhir ini tidak pernah ada ya*</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Se-gila&#8221; apa sih saya terhadap  mbak KD ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih menganggap kekaguman saya ini masih dalam tahap <strong>cukup wajar</strong>. Sama seperti orang-orang lain, mungkin juga banyak yang mengikuti perjalan karirnya. Tapi mungkin hanya saya yang tahu secara detail.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Nggak banyaj yang tahu kan, kalau dulu KD ini menjadi cover majalah pertama kali adalah untuk majalah cerita remaja bernama <strong>ANITA CEMERLANG? </strong>Waktu itu rambutnya masih keriting papan, menggunakan baju polkadot hitam putih. Mengejutkan, bukan? Iya saya tahu, yang mengejutkan mungkin lebih pada kekagetan kalian, kok bisa-bisanya anak SD seperti saya bacaannya kok Anita Cemerlang.. hahahaha&#8230;</li>
<li>Semua orang mungkin tahu kalau Kris Dayanti pernah menjadi juara G<em><strong>rand Champion Asia Bagus</strong></em>. Tapi tidak semuar orang tahu, kalau dia pernah membuat 2 buah lagu yang direkam sebagai hadiah lomba nyanyi itu, berjudul<strong><em> &#8220;Show Me The Way To Your Heart</em></strong>&#8221; dan <em><strong>&#8220;Lost in The Storm&#8221;</strong></em>. Saya tahu! Dan bahkan masih hafal dengan reffrain lagu itu! Sama juga dengan masih hafalnya saya dengan lagu <strong><em>&#8220;Learning From Love&#8221;</em></strong> yang dinyanyikannya ketika grand final dan pernah direkam ulang oleh <strong>Regine Velasquez </strong>itu&#8230;</li>
<li>Jauh sebelum KD menjadi juara di Asia Bagus dan Cipta Pesona Bintang RCTI dulu, KD dulu juga pernah membuat single untuk film <strong>&#8220;Catatan Si Emon&#8221; <em>*</em></strong><em>owhhh</em>*, berduet dengan James F.Sundah berjudul &#8220;Jangan Lagi&#8221;. Disini namanya masih <strong>Dayanthie</strong>, bukan Kris Dayanti.</li>
<li>Begitu juga dengan pemunculan pertama KD di dunia sinetron, yaitu lewat salah satu episode <strong>&#8220;Jendela Rumah Kita&#8221;</strong> di TVRI. Nggak banyak yang ingat barangkali, kalau judul episode itu adalah &#8220;Gadis Manis Dalam Gerimis&#8221;&#8230;.  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Itu mungkin hanya beberapa hal dari banyak hal lagi yang saya selami <em>*uedannn*</em> tentang Kris Dayanti. Masih cukup wajar kan, ya? Tapi bagaimana dengan kisah yang satu ini&#8230;<span id="more-986"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terjadi di sekitar tahun 2004, sewaktu saya masih menjadi <em>Music Director</em> di<strong> Radio Prambors Jogja</strong>. Salah satu teman saya <strong>Fanny Rahmasari</strong> yang jago bergosip itu menghubungi saya. Mengabarkan bahwa KD bersama Erwin Gutawa akan menggelar konser di Jogja sebagai rangkaian dari perayaan ulang tahun acara infotainment yang dibawakannya itu. Dan dia menawarkan kepada saya (well, kepada Prambors Jogja, tepatnya) untuk menyediakan waktu interview bersama Kris Dayanti dan Erwin Gutawa.  Apakah saya bersedia?</p>
<p style="text-align:justify;">Heh? Gila kali ya ditanya apakah saya bersedia! Bayangkan! Meet KD in person?? Kapan lagi? Hihihi. Makanya, setelah menutup telepon dari Fanny, langsung saya membuat order mendadak kepada anak-anak program bahwa KD dan rekan-rekan akan datang hari itu, mengatur jadwal interview, dan secara sepihak langsung memberi order siapa yang bertugas mewawancarai : <strong>SAYA!</strong> Hahhaha. Sungguh egois sekali. Untungnya anak-anak tidak ada yang berani protes, karena mereka sudah sangat paham betul, tidak ada yang lebih menguasai bahan tentang bintang tamu yang satu ini selain saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai mengatur segala sesuatunya di kantor, saya kemudian langsung pulang. Lho? Iya, saya langsung balik ke kos dan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. ganti baju! OOOOWWWWWWHHHHH&#8230; Berlebihan! Berlebihan!! Ya gimana dong, lha wong mau ketemu sama artis pujaan, jadi ya harus pakai baju yang pantas, kan? Hahaha. Sambil kemudian saya juga membawa serta buku <strong>&#8220;10001 KD</strong>&#8221; yang tebalnya hampir seperti buku skripsi  itu, plus juga CD album terbarunya, <strong>&#8220;Cahaya&#8221;</strong>. Tujuannya jelas toh, biar di tandatangani sama yang punya. Lengkap sekali ya persiapan saya buat ketemu idolanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya&#8230;.  Jeng jengggg&#8230;&#8230; <em>it&#8217;s showtime!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Datanglah KD memasuki studio. Kesan pertama melihat KD muncul didepan saya adalah satu : <strong><em>Kinclong! </em></strong>Uhuhuhu. Dengan baju tanpa lengan dan celana 3/4 yang pas di badan, tetap dengan kacamata hitam, tanpa <em>make up </em>tebal, tapi dengan rambut yang tertata indah, yang kalau kata anak-anak gaul sekarang adalah : <strong>rambut stamina! </strong>Karena ditata dengan amat sangat niat dan membutuhkan stammina yang tinggi pula. Hehehe. Dengan tanpa basa-basi dia langsung memperkenalkan diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Haloo&#8230; Apa kabar.. Saya Yanti&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menjabat tangan saya yang pasti sudah dingin. Deg.. deggg..degg&#8230; saya merasakan betul tangan saya gemetaran bersalaman dengannya. Sumpah, seumur-umur interview dengan artis, baru kali ini saya merasakan demam panggung yang luar biasa. Biasanya, sepopuler apapun artis itu, saya nggak pernah ambil pusing. Tapi ini lain sekali rasanya. Hingga akhirnya kami bersama menuju kabin siaran untuk sesi interview. Tidak hanya KD sendiri, tapi juga diikuti oleh Erwin Gutawa dan juga Fanny sendiri sebagai salah satu panitianya. Tentu saja 2 orang yang saya tuliskan terakhir ini tidak saya gubris sama sekali. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sudah agak lupa materi apa saja yang kita perbincangkan. Tapi yang saya ingat sekali, ketika menjelang interview itu berakhir, saya merasakan gelisah yang luar biasa sekali. Gelisah, karena niat saya untuk meminta tanda tangan mbak Yanti di buku dan CD nya belum juga terlaksana. Selalu tertunda. Ada perasaan malu dan ragu (<em>see</em>..masih ada lho malunya!). Tapi akhirnya ketika sesi terakhir interview akan berakhir, dengan nekad saya kemudian mengeluarkan buku dan CD yang saya simpan di kolong meja siaran (OH!), dan menyodorkannya kepada KD sambil tersipu malu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8230; Mbak.. ummm.. minta tanda tangannya yaah&#8230;.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung disambut dengan tertawaan KD sambil berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Oalahh.. ya ampunnnn Masss&#8230; mbok bilang dari tadi tho ya.. pake malu2 segala&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Itu komentar KD yang saya ingat, yang membuat saya semakin kagum betapa ramahnya perempuan yang satu ini. Langsung saja diambilnya buku dan CD tersebut, ditanda-tangani, dan dikembalikan lagi kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-987 aligncenter" title="Image007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Image007" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Buku sudah. CD sudah. Apalagi ya? Kok seperti ada yang kurang. Oh iya, <strong>foto! </strong>Harus ada bukti yang lebih otentik lagi. Akhirnya sebelum rombongan mereka pergi meninggalkan studio, <em>again,</em> dengan muka tembok tapi malu-malu (gimana coba tuh??), saya meminta ijin kepada KD untuk berfoto bersama. Entah karena memang begitu baiknya orang ini atau karena gemes melihat saya yang suka malu-malu  tapi mau banget kalau meminta sesuatu, KD pun dengan ramah mengiyakan, dan bahkan (ini yang membuat saya <em>amazed</em>) meraih Handphone saya,  mendekatkan badannya kearah saya, dan dia sendirilah yang mengambil gambar kami berdua.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-988 aligncenter" title="deka &amp; krisda" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg?w=191&#038;h=148" alt="deka &amp; krisda" width="191" height="148" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mirip gak, sih? Huahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Speechless</em>, gemetar dan senang luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya setengah jam saja waktu saya bertemu dan berdekatan dengannya. Karena tidak berapa lama  kemudian mobil Mercy yang membawanya bersama Anang pun meninggalkan studio. Pertemuan kami hari itu diakhiri dengan lambaian tangan dari KD yang diiringi dengan senyuman manis dan ucapan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. makasih ya Deka&#8230;. dari KD.. buat DK&#8230; eh, sama ya nama kita? hehehe.. Daaaaah&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ohh&#8230; <em><strong>I Love you fuulll&#8230;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Norak ya? Nggak apa-apa deh. Saya terima. Namanya juga ngefans. Hanya dari pertemuan singkat itu, saya seperti melihat sisi lain dari sosok artis idola saya ini. Sifat &#8216;<em>nJawani&#8217;</em>nya yang masih kental, sifat ramahnya yang memperlihatkan bahwa dibalik segala kemewahan dan gemerlap penampilannya sebagai seorang penghibur, dia tetap saja perempuan biasa. Saya sih tidak menangkap ada kesan &#8217;sok diramah-ramahin&#8217; atau kesan dibuat-buat darinya. Entah ya kalau semua itu sebenarnya hanyalah rekayasa semata. Tapi saya yakin tidak sama sekali. Kita bisa merasakan kok kedalaman sebuah ketulusan seseorang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-989 aligncenter" title="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg?w=193&#038;h=231" alt="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai" width="193" height="231" /></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, walau agak terkaget-kaget membaca berbagai pengakuannya di buku terbarunya <strong>&#8220;My Life, My Secret&#8221;</strong> tentang narkoba, operasi plastiknya, konflik dengan Erwin Gutawa yang bahkan sampai menyebutnya <em>&#8220;Malaikat Palsu&#8221;</em> itu, semua itu kok tetap tidak mempengaruhi segala kekaguman saya terhadap seorang Kris Dayanti. Walau banyak yang bilang sekarang ini kepopulerannya mulai berkurang, buat saya dia tetaplah seorang bintang. Dan seperti tante <strong>Titiek Puspa</strong> bilang juga, ada perbedaan yang sangat besar antara &#8216;menjadi bintang&#8217; dan &#8216;menjadi terkenal&#8217;.  Menjadi terkenal itu mudah. Tapi tidak ada yang istimewa disitu. <em>And she showed me that.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=986&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deka &#38; krisda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitivity</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 08:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=981&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? Apa yang sebenarnya coba dibela? Saya benar-benar tidak pernah bisa menangkap dengan nalar, alasan apa yang dijadikan pegangan orang-orang pelaku peledakan itu. Sama halnya dengan ketidak-mengertian saya dengan teman-teman saya di <strong>Facebook </strong>yang sibuk membuat status beberapa saat setelah peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan terjadi hari Jumat 17 Juli ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_982" class="wp-caption aligncenter" style="width: 281px"><img class="size-full wp-image-982" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg?w=271&#038;h=205" alt="taken from Kompas.com" width="271" height="205" /><p class="wp-caption-text">taken from Kompas.com</p></div>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Duh berita ledakan dah sampe di luar negeri. Bakal jadi ga Manchester United dateng ke Indonesia tercinta??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Udah. Sini-sini.. MU tetap main aja di stadionnya Sleman. Trus nginepnya dirumahku ajaa. Entar digelarin karpet..</span></em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Oh my God. 2 bombs @2 hotels in Jakarta when MU will come in 2 days again! Why it happened??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Aduh.. MU jadi kesini gak yaa? My hubby udah beli tiketnya padahal&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan masih puluhan status lagi yang semuanya memiliki 2 tema yang sama : <strong>Ledakan bom</strong> VS <strong>Manchester United</strong>. Entah kenapa, ketika membaca status-status itu di BB, kedua tangan saya langsung gemetar. Dan langsung memutuskan menyudahi saja kegiatan membuka Facebook, dan memasukkan BB saya itu kembali ke saku baju seragam saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak suka banget!</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-981"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa sih yang terjadi sama orang-orang? Ledakan bom (yang hampir selalu terjadi setiap kali pemerintah mengabarkan bahwa negara aman-aman saja) ini sudah pasti mengejutkan semua orang. Membuat prihatin dan marah semua orang. Tapi kenapa justru rasa keprihatinan yang lebih muncul ke permukaan adalah : gara-gara Bom, Manchester United terpaksa tidak jadi datang ke Indonesia sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Dan batalnya Manchester United ini <strong>JAUH LEBIH MENGECEWAKAN</strong> dibandingkan dengan peristiwa ledakan bom itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pagi, semua orang di kantor membicarakannya. Siang hari seusai Shalat Jumat, semua orang di Masjid juga sama saja.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terus gimana, MU jadi datang nggak??????</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sorry to say.. </em>sedangkal itu ya rasa peduli bangsa ini sama peristiwa kemanusiaan yang terjadi di negara sendiri ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak pernah merasa memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Begitu pun juga, saya juga nggak pernah merasa punya rasa kemanusiaan yang membabi-buta. Saya hanya menangkap ada sesuatu yang tidak masuk akal disini. Saya tidak berniat mengolok-olok teman-teman saya yang membuat status seperti diatas tersebut. Tapi pernah nggak sih, mereka mencoba erandai-andai : <strong>apa yang dirasakan keluarga dari para korban ledakan bom yang mungkin kehilangan sanak-saudaranya itu, ketika membaca status-status seperti diatas itu? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, adalah hal yang wajar kalau mereka akan merasa sedih, marah dan tersinggung sekali, karena seolah-olah teman-temannya SATU BANGSA seperti tidak ada yang prihatin dengan peristiwa menyedihkan ini? Peristiwa yang membuat mereka harus kehilangan salah satu keluarganya secara mengenaskan. Itu baru keluarganya. Coba seandainya yang membaca status-status atau mendengar komentar-komentar itu adalah <strong>si korban ledakan bom itu sendiri</strong>? Semua orang lebih sedih karena tim sepakbola pujaan mereka itu batal datang! Semua orang lebih marah karena tiket yang mereka beli mahal-mahal itu terancam hangus sia-sia! Dan bahkan semua orang seperti menganggap semua ini hanya sebuah bahan untuk bercandaan di status Facebook!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>What a shame!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya bisa berbicara atau menulis sekeras ini karena saya bukan termasuk orang yang menanti-nantikan kedatangan <em>The Red Devil</em> itu. Sehingga saya juga bisa mengerti kalau ada yang kemudian menganggap saya tidak bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan para fans Manchester United di Indonesia yang jumlahnya katanya mencapai 28 Juta orang, yang merupakan jumlah yang terbesar kedua di dunia. Mungkin. Tapi mari kita berandai-andai lagi. Seandainya MU ternyata jadi datang ke Indonesia, dan menggelar pertandingannya melawan tim Indonesia All Star. Masih pada tega buat nonton?? Masih pada tega buat teriak-teriak, bersorak-sorak bergembira sementara banyak orang di rumah sakit yang menangisi keluarganya yang meninggal terkena ledakan bom, atau yang sibuk mempertanyakan mengapa mereka bisa menjadi korban untuk sesuatu yang bahkan tidak mereka lakukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, semua pihak yang sudah berkorban banyak untuk mendatangkan Manchester United kesini juga tidak mau (terlalu) rugi. Batal sekarang, bukan berarti batal selamanya, toh? Sudah pernah dengar yang namanya <strong><em>r</em><em>eschedule</em></strong>, kan?? Kenapa harus se-sewot itu? Jangan sampai anggapan umum yang mengatakan kefanatikan terhadap sepakbola bisa mengalahkan segalanya (termasuk rasa empati terhadap nasib saudara satu bangsa sendiri) itu ternyata memang BENAR adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah untuk lebih menahan diri.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=981&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taken from Kompas.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Something</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 12:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan Yahoo! Indonesia hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.

Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada SBY, atau Elizabeth Taylor yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal Michael Jackson hingga berita tentang pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=974&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan <strong>Yahoo! Indonesia</strong> hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-975 aligncenter" title="YAHOO copy2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg?w=434&#038;h=268" alt="YAHOO copy2" width="434" height="268" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada <strong>SBY</strong>, atau <strong>Elizabeth Taylor</strong> yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal <strong>Michael Jackson</strong> hingga berita tentang pemimpin Korea Utara yang menderita Kanker Pankreas, terseliplah berita tentang seorang pria asal Sri Lanka yang meninggal dunia &#8216;hanya&#8217; karena gara-gara berusaha menyelamatkan seekor <strong>Tupai </strong>yang melompat kedalam sumur yang sedang digalinya. Agak-agak kebanting dengan 3 <em>headline</em> lainnya ya? Tapi disitulah menariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu besarnya kah rasa cintanya pada Tupai itu sehingga dia mau merelakan dirinya turun lagi ke dalam sumur itu untuk menyelamatkannya, hingga bahkan akhirnya karena gigitan Tupai itulah yang  justru memalah mbuatnya terjatuh dan kehilangan nyawanya? Entahlah. Karena di artikel itu tidak diceritakan secara detail, apakah Tupai itu memang binatang peliharaan pria Sri Lanka itu. Karena kalau ternyata jawabannya adalah &#8216;iya&#8217;, maka bisa amat sangat dimengerti kenapa pria itu mau-maunya berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan binatang peliharaannya itu. Tapi kalau ternyata Tupai itu adalah &#8217;sekedar Tupai&#8217; saja alias bukan binatang yang selama ini dipeliharanya, maka sebuah acungan jempol sudah sepantasnya diberikan kepadanya. Kenapa? Karena dia melakukan itu atas dasar rasa kasihan, rasa &#8217;sayang&#8217; dia kepada benda ciptaan Tuhan berwujud hewan yang diberi nama Tupai itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kita lakukan kalau kita menjadi pria ini? Apakah kita akan ikut-ikutan turun lagi ke sumur dan menyelamatkan Tupai itu? Atau mendiamkannya saja dengan asumsi binatang yang hobi melompat itu pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri? Atau malah membiarkannya saja sambil berkata dalam hati,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ya ya ya&#8230; biarin sajalah. Mungkin dia sedang sial. Sepandai-pandainya Tupai melompat, pasti memang akan terjatuh juga toh??</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.<span id="more-974"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oke, mari kembali agak serius lagi. Dari sejak kita kecil dulu, kita sudah diajarkan dan dianjurkan sekali untuk menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan. Ya tumbuh-tumbuhan, ya hewan-hewan apalagi manusia. Menyayangi bisa berarti merawat, bisa juga berarti menolongnya untuk tetap <em>survive </em>ketika dia sedang dalam keadaan butuh untuk ditolong. Semua orang sudah tahu itu. Mungkin kita juga sudah melakukannya. Tapi sayangnya, pertolongan kita seringkali kita lakukan atau tujukan kepada seseorang atau seseekor (?) yang kita kenal saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin sekali, untuk kita yang memiliki binatang peliharaan di rumah, kita pasti akan dengan sukarela melakukan apapun untuk kelangsungan hidup mereka. Lha wong saya aja rela setiap 3 bulan sekali mengeluarkan ongkos taksi berpuluh-puluh ribu ke dokter hewan langganan saya demi memberikan suntikan vaksin untuk <strong>Abel</strong> kucing saya. Mengalahkan kesehatan saya sendiri yang suka malas berobat ke dokter ketika sakit. Semacam itu, lah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelakuan ajaib-kelakuan ajaib seperti itu memang akan terdengar wajar, karena sekali lagi itu dilakukan untuk hewan peliharaan kita. Tapi bagaimana seandainya seperti-kembali lagi, seperti kasus pria Sri Lanka tadi? Adakah rasa peduli kita terhadap hewan-hewan terlantar di jalanan, entah itu Anjing atau Kucing atau apapun lah wujudnya, yang  mungkin berkeliaran karena memang tidak ada yang mau &#8216;mengadopsinya&#8217; hanya karena mereka &#8216;tidak cantik&#8217;, cacat atau penyakitan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya nggak punya rasa peduli yang sebesar itu. Kalau bertemu dengan anjing atau kucing di jalanan yang terlihat &#8216;menderita&#8217;, saya bisa dengan amat sangat sedih luar biasa, bahkan sampai menangis. <em>It happened.</em> Tapi kemudian saya memilih untuk kabur secepat-cepatnya, sambil setengah mati berusaha untuk segera melupakan apa yang baru saja saya lihat itu. Walau kadang sosok si kucing atau anjing itu akan tetap membayang di pikiran selama beberapa lama. <em>But that&#8217;s it. </em>Rasa sayang saya terhadap hewan-hewan terlantar itu mungkin hanya baru sampai pada taraf &#8216;kasihan&#8217; saja. Tidak lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, mungkin saya harus banyak berkaca pada pengalaman <strong>Bapak Tri,</strong> pria asal Tanjung Duren yang hidup sederhana bersama <strong>25 ekor Anjing</strong> dan <strong>5 ekor Kucing</strong> di rumahnya. Ketigapuluh hewan ini adalah hewan-hewan terlantar yang ditemukannya di jalanan dalam keadaan memprihatinkan. Satu persatu diambilnya merka dari jalanan. Dengan penghasilannya yang pas-pasan, Pak Tri ini mau membagikannya untuk membelikan makanan dan obat-obatan untuk merawat hewan-hewan peliharaannya ini. <em>Please,</em> luangkan waktu kalian untuk membaca blog yang <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.adopsianjing.com/p=1">ini</a></strong></span></span> <span style="color:#333399;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-976 aligncenter" title="P1020207-300x225" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg?w=300&#038;h=225" alt="P1020207-300x225" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><em>Again</em>, membaca blog itu, membaca kisah hidup Bapak Tri itu membuat saya tersentuh. Tidak banyak orang yang mau menghabiskan hidupnya &#8216;mengabdikan&#8217; perhatiannya kepada hewan-hewan yang membutuhkan. Tolong jangan mempertanyakan kenapa hewan yang dijadikan perhatian, bagaimana dengan jutaan anak-anak terlantar yang ada di jalanan yang lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang. <em><strong>Please don&#8217;t.</strong></em> Karena menurut saya, memberikan pertolongan adalah sebuah perbuatan personal yang juga harus disesuaikan dengan kadar kemampuan dan keikhlasan masing-masing.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Itulah mengapa akhirnya saya mencoba menuliskan cerita Bapak Tri ini di blog saya ini. Karena memang saya belum bisa melakukan perbuatan baik seperti yang beliau lakukan ini. Tapi inilah yang saya bisa. Menulis. Menyebarkan sebuah kisah teladan yang harus didengar dan dibaca oleh semua orang. Sambil berharap, semakin banyak orang yang membaca, semakin banyak juga yang terketuk pintu hatinya untuk menuliskan atau menceritakan kembali kepada orang-orang terdekatnya, sehingga lebih banyak lagi uluran tangan baik yang mau membantu meringankan beban hidupnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Karena kita memang tidak bisa bermimpi merubah dunia ini dengan melakukan hal-hal yang besar. Tapi kita bisa membuatnya jauh lebih baik dengan melakukan hal-hal kecil, tapi dengan cinta kasih yang besar. <em>Nobody can do everyting, but everyone really can do something. </em><br />
</span></span></p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=974&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">YAHOO copy2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1020207-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jual Apa? Apa Dijual?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen &#8216;aware&#8217; terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=963&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen <em>&#8216;aware&#8217;</em> terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mewujudkan rasa ketertarikan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya amat sangat &#8216;tertarik&#8217; dengan 2 buah iklan. Tertarik bukan karena ingin membeli produknya, tapi lebih karena iklannya yang memang &#8217;sangat-sangat menarik&#8217; perhatian saya. Saya yakin, kalian juga akan sama tertariknya dengan saya. <em>Wanna bet?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-965 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300&#038;h=254" alt="Image004" width="300" height="254" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya agak kurang paham dengan tulisan di kalendar yang terpampang di dinding sebelah kamar saya ini. <strong>Apa sih yang dijual di toko ini??</strong> Kalau dari namanya sih, biasanya yang memakai nama-nama seperti itu adalah toko yang menjual aneka perhiasan mulai dari cincin, kalung atau giwang alias Toko Emas. Atau yaa.. mungkin dia jualan guci seperti namanya itu. Tapi kalau dibaca secara sepintas secara keseluruhan, kok saya malah berpikiran yang sangat lain, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan gambar spanduk yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-967 aligncenter" title="Image005" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg?w=330&#038;h=238" alt="Image005" width="330" height="238" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya pertama kali melihat spanduk ini beberapa bulan yang lalu. Dan, sumpah, sampai minggu lalu saya lewat daerah tempat spanduk ini dipasang, ternyata rumah itu belum laku-laku juga! Sebenarnya sih saya nggak heran. Salah spanduk ini juga, sih! Coba dibaca baik-baik dengan lebih seksama.<em> &#8220;Rumah Ini <strong>Mau </strong>Dijual&#8221;.<span style="text-decoration:underline;"> &#8220;Mau&#8221;</span></em>, lho! Berarti : <em><span style="text-decoration:underline;">belum dijual, kan? Baru &#8220;mau&#8221;! </span></em>Huahahahaha&#8230;.. Orang yang berniat akan membeli rumah ini pastinya akan berpikir ulang, bukan?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ohhh.. baru mau. Belum beneran dijual. Ya udah besok aja deh kalo udah beneran dijual&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Saya kira, yang punya ruman ini hanya sekedar pamer ke orang-orang yang lewat di sekitar rumahnya ini, kalau rumahnya itu mau dijual&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Inti dari tulisan bodor ini adalah  : berhati-hatilah dalam mengiklankan barang jualan Anda! Perhatikan setiap detail tulisan. Jangankan 1 kata, 1 huruf hilang saja sudah bisa membuat dagangan Anda dalam bahaya! Bahaya tidak laku, dan tentu saja bahaya resiko dicela!</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=963&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image005</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeneng</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 03:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Percaya dengan ramalan?
Biasanya kalau sedang browsing berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang &#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan &#8220;Scorpio&#8221; disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=956&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Percaya dengan ramalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya kalau sedang <em>browsing</em> berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang <strong>&#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;</strong>. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan <em>&#8220;Scorpio&#8221;</em> disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat setelah saya membaca ramalan bintang saya itu, setelah senyum-senyum sendiri ketika membaca ramalan yang bagus dan setelah berkomentar singkat <em>&#8220;.. halah !&#8221;</em> ketika ramalannya bilang sesuatu yang nggak bagus, nggak berapa lama kemudian pasti saya juga sudah lupa apa isinya. Jadi ya murni niatnya memang hanya buat iseng-iseng doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama isengnya juga ketika beberapa waktu lalu saya melihat sebuah iklan ramalan di TV. Sebuah iklan sederhana yang mempromosikan diri mereka bisa membantu kita meramalkan masa depan hanya dengan memberikan nama kita saja. Itu tuh, yang :<strong><em> </em></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Ketik REG spasi JENENG dan kirimkan ke bla bla bla bla..&#8221;.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Melihat iklannya yang -sumpah noraknya itu, justru malam membuat saya penasaran. Apa lagi, ini? Kok ya nggak habis-habis ya ramalan melalui nomor-nomor premium. Setelah ramalan dari paranormal yang berbaju ala pangeran dari negeri dongeng, ramalan dari seorang ahli mentalis (mentalis kok ngeramal!) sampai seorang emak-emak Indo yang ikut-ikutan mengkomersilkan bakatnya itu, sekarang muncul metoder baru yang sebenarnya nggak baru-baru amat : melalui nama. Dengan semangat iseng yang luar biasa, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menghubungi nomor yang ditulis di layar televisi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar 20 menit kemudian, datanglah balasan dari nomor itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG </strong>: Orangtua memberi nama dengan makna yang indah berupa pengharapan2 kepada anak2nya -KJB. Cari arti nama Anda, ketik JENENG NAMA ANDA. Contoh : JENENG IRA ke XXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">LOH?? Kok?? Bukannya gue barusan udah ngelakuin hal itu ya?? Gimana sih? Kok masih dikasih penjelasan juga. Mana ramalannya? Waah.. alamat gak beres nih. Tapi saya masih penasaran dan mencoba bersabar menunggu, kira-kira  &#8216;kejutan&#8217; apalagi  yang berikutnya akan saya terima.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu menit kemudian datanglah SMS kedua. <span id="more-956"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Nama adalah sebuah berkah. Saya KJB akan mengungkap rahasia khusus untuk Anda dalam hal karir &amp; jodoh. Max 2 SMS/hari Rp.2 rb/SMS. Stop ketik : UNREG JENENG ke XXX. Customer Service : 021236XXXXXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedannn. Masih belum ada ramalan juga. Malah dikasih nomor customer service-nya . Buat apa, coba? Luar biasa.  Pulsa 4000 perak hilang sudah dalam waktu 2 menit. Yang lebih gilanya lagi, kok ya satu menit kemudian saya bisa-bisanya mendapatkan 2 SMS lagi dengan isi yang sama dengan kedua SMS diatas! Heh?? Kok bisa?? 8000 perak <em>wasted for nothing??</em> Melihat gelagat yang nggak beres seperti ini (hihi.. dari pertama juga seharusnya sudah tahu, sebenarnya), harusnya saya segera mengambil tindakan dengan memberhentikan penerimaan SMS dengan cara <strong>UNREG</strong> itu tadi ya? Tapi kok kayaknya sayang banget belum bisa mendapatkan apa yang saya inginkan : ramalannya! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setengah jam kemudian (iya! SETENGAH JAM!) datanglah SMS ramalan saya  itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;"><strong>JENENG, (Selasa Wage) </strong>: Orang yang lahir hari ini : Penyendiri (suka sendirian), suka kesunyian,  tidak suka berkumpul dengan banyak orang, mudah tersinggung, juga peka.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Udah. Gitu aja. Oalah.. kok gini doang? Katanya ramalan soal karir dan jodoh! Dodol. Dan yang aneh lagi, kenapa di awal ramalan itu ditulis hari Selasa Wage? Perasaan saya lahirnya hari Rabu Wage, deh. Bukan Selasa. Gimana sih komputernya eh, peramalnya? Lengkaplah sudah segala kedodolan itu. Cukup sudah. Saya pun segera  memutuskan segera keluar dari keterlibatan saya di ramalan-ramalan tolol itu, sampai akhirnya tiba tiba saya mendapatkan 2 buah SMS yang berasal dari nomor yang sama :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Rabu Kliwon)</strong> Orang yang lahir hari ini: Penuh perhatian dan akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan pasangannya, ingin selalu memberi yang terbaik</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Kamis Legi)</strong> Orang yang lahir hari ini : Bertanggungjawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya, pernikahannya akan harmonis.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Haiyyyyahhhhhh&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa apaan, ini?? Kenapa ramalan yang keluar banyak sekali?? Nggak ada yang bener pula harinya?  Sambil cekikikan walau dalam hati agak bete, sayapun dengan segera mengirimmkan SMS perpisahan kepada nomor ramalan itu. Keterlaluan sekali. Kok bisa ya? Maksudnya apa sih? Apa saya disuruh memilih sendiri kira-kira ramalan yang mana yang saya suka diantara sekian banyak ramalan yang sudah dikirimkan ke ponsel saya itu? Semacam &#8220;Pilih Sendiri Ramalanmu&#8221;? Hihihi..</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang sudah pulsa 24.ooo saya. Kecewa kah saya? Enggak sama sekali. Karena dari pertama memang sudah niat untuk kehilangan banyak pulsa demi keisengan saya ini. Semua pengorbanan memang membutuhkan biaya, toh? Hehehe. Dan karena dari pertama saya juga sudah percaya, semua ramalan itu memang seharusnya diperlakukan sebagai hiburan, bukan acuan.  Paling tidak, rasa keingintahuan saya sudah terjawab. Dan siapa tahu dengan membagi pengalaman ini kepada pembaca blog saya, saya bisa membantu mencegah lebih banyak orang lagi untuk membuang-buang pulsa mereka untuk sesuatu yang tidak penting seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, nggak usah percaya deh dengan nomor-nomor premium ramalan seperti itu.  Percayalah pada internet! <em>Searching</em> aja ramalan disana. Silakan dipilih, ingin diramal memakai nama kek, tanggal lahir kek, atau bahkan ukuran celana kek (siapa tau&#8230;), internet menyediakan semua! Dan Gratis pula. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=956&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta (maunya) Bertasbih</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama Dian Purnomo (dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget.
Jadi, sudah pada nonton film &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;? Dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=950&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama <span style="color:#333399;"><a href="http://http://dianpurnomo.com/2009/06/22/garuda-di-dadaku/#more-140"><strong><span style="text-decoration:underline;">Dian Purnomo </span></strong></a>(</span>dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sudah pada nonton film<strong> &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;?</strong> Dulu, setelah ada kabar yang menyatakan bahwa ada lagi sebuah novel best-seller bernuansa religi yang akan difilmkan menyusul sukses <strong>Ayat-Ayat Cinta</strong> yang saya puja setengah mati itu <em>*halah*</em>, saya cukup <em>excited</em> menantikan film yang dimaksud itu dirilis. Apalagi katanya novel Ketika Cinta Bertasbih ini  ini jauh lebih best-seller dari Ayat Ayat Cinta. <strong><em>Mega Best Seller!</em></strong> Uedan! Bukan hanya &#8216;Sangat Best-Seller&#8217;, bahkan tidak lagi sekedar &#8220;Super Best-Seller&#8221;. Tapi maennya udah &#8220;mega&#8221;, bos!! Siapa yang tidak penasaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ditambah lagi, proses pemilihan pemain-pemainnya juga tidak sembarangan. Diadakan audisi di beberapa kota besar. Sengaja di cari pemain-pemain baru yang dinilai pas untuk memerankan tokoh-tokoh di film tersebut. Bahkan kabarnya, salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki si calon pemeran film ini adalah : <strong>dia harus lancar membaca Al-Quran! </strong>Makanya, saya langsung tau diri dengan tidak mendaftarkan diri ikut audisi. Huahahahha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri tidak begitu melihat korelasi yang kuat antara akting versus syarat kemampuan membaca Al-Quran ini. Mereka ini mau bikin film, kan? Bukanya mau bikin Festival MTQ? Kalaupun nantinya para pemainnya akan banyak berdialog dalam bahasa Arab, pastinya aksentuasi berdialog dan membaca itu sudah berbeda, kan ya? Ah tapi ya sudahlah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga beberapa bulan sebelum film ini di premiere-kan, saya sempat mencari-cari bocoran trailernya di <strong>YouTube!</strong> Saking penasarannya. Setelah melihat tayangan trailer yang berdurasi beberapa menit itu, kondisi badan saya langsung drop! Saking shock-nya. Lah, kok segitu doang? Macam sinetron sekali? Mana gregetnya? Entah apa yang ada di pikiran si pembuat trailernya, tapi semua scene yang ada di tayangan itu sama sekali tidak ada yang mengundang rasa keingintahuan saya untuk menyelesaikan cerita filmnya dengan cara menonton versi lengkapnya di bioskop! Salah besar! Trailer yang sungguh buruk!<em> What a bad promotion.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-951 aligncenter" title="header_desain" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg?w=269&#038;h=241" alt="header_desain" width="269" height="241" /></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih <em>&#8216;bad&#8217;</em> lagi setelah saya melihat gambar posternya yang amat sangat standar sekali untuk ukuran poster sebuah film yang kabarnya menghabiskan dana belasan milyar rupiah itu. Sangat sederhana sekali. Masih diperparah lagi dengan adanya kalimat-kalimat promosi yang <em>sooo..cheesy</em> seperti :  <strong>Sebuah Mega Film Pembangun Jiwa, Dinanti Jutaan Penonton, Siap Mengguncang 8 Negara!</strong> Buat saya, dengan adanya tambahan tulisan sepert ini, justru memperlihatkan si pembuat filmnya seperti tidak percaya diri dengan kualitas film yang mereka buat. Atau mungkin orang-orang yang punya tugas jadi bagian promosinya emang agak ajaib kemampuan menjualnya. Dan dugaan saya semakin kuat, setelah melihat tambahan tulisan berbentuk lingkaran (seperti gambar Cap atau Stempel) di poster, yang berbunyi : <strong>DIJAMIN MESIR ASLI!</strong> Oh Tuhan&#8230; mengerikan sekali. Ini jualan film apa jualan sarung???</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-950"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pertama, para pihak yang terlibat dalam film ini (terutama si produser dan si penulis) terlalu sibuk mengumandangkan tentang betapa hebatnya film ini karena film ini bisa syuting Mesir betulan, tidak bohong-bohongan seperti yang dilakukan film Ayat-Ayat Cinta yang setting kota Kairo nya dibuat di Semarang.  Saking sibuknya menyombongkan &#8216;made in Mesir&#8217; ini, mereka sepertinya malah lupa dengan unsur lain dalam film yang justru sangat penting : cerita dan akting pemainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat sebelum film dimulai, saya sempat bilang pada teman saya<strong> Gat</strong> yang duduk disebelah saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230;.. perasaanku kok nggak enak ya &#8230; kayanya  filmnya bakal nggak beres nih&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Baru menghabiskan 15 menit pertama, firasat sayapun terbukti dengan sendrinya. Hebat ya? Hehehehe. Editing film yang kasar sekali, masih ditambah dengan unsur dramalurgi yang lemah, dan makin dilengkapi dengan akting pemainnya yang amat sangat kaku, makin membuat saya semakin sering menghela nafas panjang, mengucapkan kata &#8220;&#8230;<em> Oohhh..</em>..&#8221; atau bahkan cekikikan sendiri. Memang semua pemain utama film ini adalah nama-nama baru yang baru pertama kali main film. <em>But who cares? </em>Nggak ada excuse sama sekali. Penonton mana mau perduli? Toh mereka juga sudah melalui proses audisi yang panjang sekali itu, bukan? Apalagi yang memilih juga bukan sembarang orang. Selain sutradara dan penulis novelnya sendiri, ada nama-nama besar lainnya seperti <strong>Didi Petet</strong> hingga <strong>Neno Warisman</strong> yang duduk di kursi dewan juri.  Siapa yang nggak kecewa ketika hasil akting mereka tidak jauh berbeda dengan akting pemain-pemain sinetron sekali lewat di TV-TV itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Angka minus juga terpaksa saya berikan untuk <strong>Anto Hoed </strong>dan<strong> Melly Goesla</strong><strong>w</strong> yang mengisi ilustrasi musiknya. <em>Enough is enoug</em><em>h. They already losing their touch.</em> Music<em> scoring-</em>nya masih bolehlah cukup nyaman di telinga dan mulus menghiasi beberapa adegan. Tapi ketika potongan lagu-lagu soundtracknya yang dinyanyikan <strong>Krisdayanti, Ayusitha</strong> dan bahkan oleh <strong>Melly</strong> sendiri dimasukkan dalam beberapa scene, duh.. mengerikan! Serba nggak nyambung, serba maksa dan serba berantakan editannya. Benar-benar gagal menambah nilai dramatis sebuah adegan itu sendiri. Nggak enak banget lah &#8216;masuknya&#8217;. See, saya saja sampai bingung mau bagaimana lagi menggambarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi terus terang, dari semua faktor lemah yang (dengan sok tahunya) saya sebutkan diatas itu, faktor skenarionya yang kabarnya &#8216;<strong>sangat sesuai dengan bukunya</strong>&#8216; itulah yang membuat film ini menjelma menjadi film yang kaku dan tidak istimewa. Dengan menterjemahkan cerita dan skenario dari novel ke film secara apa adanya ini, akhirnya malah jadi bumerang dan mengganggu kenikmatan menonton. Maksud hati tidak ingin mengecewakan para pembaca setia novelnya yang dulu sempat kecewa karena film Ayat Ayat Cinta melakukan beberapa perombakan cerita dari novel aslinya. Tapi hasilnya? Dialognya mengalir sangat kaku, tidak alami dan terasa sangat-sangat menggurui!</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang tahan di&#8217;khotbahi di dalam bioskop selama 2 jam nonstop? Kalau di tempat ibadah, bolehlah ya. Hehehe. Saya bukannya merasa udah jadi umat (atau dalam hal ini : penonton film) yang sudah segitu sucinya sampai merasa tidak memerlukan lagi sebuah siraman rohani. Tapi menurut saya, <strong>film diciptakan untuk menghibur. Dan mendidik</strong>. Sehingga ketika didikan itu berupa sesuatu yang berbau-bau agama, maka berikanlah hal itu dalam bentuk yang menghibur pula. <em>Make it light</em>. Butlah yang ringan tanpa harus kehilangan makna sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan salahkan saya kalau kemudian saya lebih memuji film Ayat-Ayat Cinta dibandingkan Ketika Cinta Bertasbih ini. Sama-sama (niatnya mau) mengajarkan tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama, tapi Ayat-Ayat Cinta bisa menyampaikannya dengan indah, tersamar dan tidak menggurui. Sehingga sekeluarnya dari bioskop, secara lebai saya bisa merasakan kalau film itu sudah memperkaya jiwa saya tentang yang namanya keikhlasan dan kejujuran, sementara sekeluarnya saya menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih, secara lebai saya merasakan bahwa membeli tiket untuk mentonton film ini hanya akan memperkaya kantong produser filmnya saja tanpa ada hikmah yang bisa saya petik sama sekali! Huh!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya malah tidak terlalu memperdulikan lagi tentang yang namanya lokasi film yang digembar-gemborkan dari dulu itu. Lokasi akhirnya hanya bagian ke sekian saja. Banyak hal lain yang jauh yang lebih penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, ketika mbak Dian Purnomo itu meminta komentar saya tentang film ini, saya hanya bisa menjawab secara singkat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Nonton aja gih sana! Dijamin deh, begitu abis nonton Ketika Cinta Bertasbih, pasti bikin kamu jadi ingin bertasbih juga&#8230; Subhanallah, film kok uelekk bangett sih&#8230;&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=950&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">header_desain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tampar!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 16:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini :
Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan
Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di www.kapanlagi.com ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya.
Dalam CINTA FITRI SEASON [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=942&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di <strong>www.kapanlagi.com</strong> ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#800080;">Dalam CINTA FITRI SEASON 3, tokoh antagonis Faiz dan Miska digambarkan hampir setiap hari mendapat tamparan dari Oma. Namun, untuk season Ramadhan, adegan kekerasan fisik ditiadakan. Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik?</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Siapa <strong>Faiz</strong>? Siapa pula itu <strong>Miska</strong>? <em>Who the hell is </em><strong>Oma</strong>? Saya nggak tau. Dan nggak mau cari tahu juga. Saya bukan seorang penikmat sinetron, tapi saya cukup tahu kalau diantara puluhan sinetron yang pernah tayang selama setahun-dua tahun belakangan ini, sinetron <strong>Cinta Fitri</strong> ini katanya termasuk yang paling sukses. Kabarnya mantan presiden <strong>BJ Habibie </strong>termasuk yang ngefans sekali dengan sinetron ini. Ya bisa dimaklumi, mungkin si bapak sudah terlalu ribet ya hidupnya mengurusi masalah tehnik, riset dan teknologi sehingga menonton Cinta Fitri adalah sebuah hiburan yang menyenangkan. Karena menontonnya tidak membutuhkan pemikiran.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-944 aligncenter" title="cinta fitri" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg?w=109&#038;h=80" alt="cinta fitri" width="109" height="80" /></p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu baguskah sinetron ini sehingga seorang mantan presiden pun mau mengundang para pemainnya ke kediamannya? Sebegitu suksesnyakah sinetron ini sehingga bisa dibikin sekuelnya hingga (hampir) ke 3 kalinya ini? Ih, dibilangin saya nggak pernah nonton. Ya jadinya saya ya nggak tau! Hehehe. Pernah sih beberapa kali teman provokator saya yang bernama <strong>Ndut</strong> memprovokasi saya untuk mencoba menonton sebentar sinetron ini (&#8216;menonton&#8217; ya.. bukan &#8216;mengikuti&#8217;). Dengan niatan, ya apalagi kalau tidak untuk mencelanya habis-habisan. Ketika saya menolak dengan alasan tidak mengetahui jalan ceritanya dari pertama, teman saya ini mencoba memberikan penghiburan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Wis tho.. ga usah diikutin ceritanya. Standar dan nggak penting, kok. Kamu nggak nonton beberapa episode pun masih bakal bisa ngerti sampai mana ceritanya..</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-942"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah saya coba melihatnya dengan mata kepala sendiri, ya memang benar juga ternyata. Mau sedahsyat apapun kepopuleran Cinta Fitri, buat saya Cinta Fitri tetaplah sebuah sinetron. Dan sinetron tetaplah sebuah sinetron. Dimana kita akan selalu mendapati</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Cerita cinta yang</strong> (dibuat maunya) <strong>memilukan. </strong></li>
<li><strong>Nama tokoh utamanya menjadi judul sinetronnya sendiri</strong>. Itulah makanya selalu dipilih nama-nama yang sedang terkenal untuk dijadikan pemain dan tokoh utamanya. Sehingga ketika sinetron itu berjudul <em>&#8220;Alysa&#8221;</em> atau <em>&#8220;Air Mata Cinta&#8221;</em>, orang bisa dengan mudah menebak kalau tokoh utamanya pasti dimainkan oleh <strong>Alysa Subandono</strong> dan<strong> Cinta Laura</strong> (dikira penonton kita udah pada segitu begonya apa, ya?). O iya, jangan lewatkan ya.. yang akan muncul sebentar lagi adalah sinetron berjudul <em>&#8220;Manohara&#8221;.</em> Semoga para pemirsa cukup <em>ngeh</em>, kalau pemeran utama sinetron inin adalah si Manohara Odelia itu, dan bukannya Nunung Srimulat!</li>
<li><strong>Karakter pemeran antagonisnya bisa jahat sekali.</strong> Sejahat-jahatnya orang hidup yang ada di dunia ini. Ibu tirinya Cinderella, lewat. Begitu juga ibu tirinya Arie Hanggara apalagi Faradila Shandy!</li>
<li><strong>Karakter tokoh protagonisnya bisa baik hati sekali</strong>. Bahkan saking baiknya sampai-sampai terlalu baik hingga jatuhnya malah  jadi terlihat tolol!</li>
<li><strong>Betapa setiap tokoh utamanya akan dipertemukan secara tidak sengaja lewat sebuah aksi tertabrak atau ditabrak terlebih dahulu,</strong> yang kemudian diikuti dengan adegan slow motion keduanya saling berhadapan dan berpandangan mata, tapi pura-pura sok cuek dan sok nggak butuh. Apa Tuhan sudah sedemikian tidak kreatifnya ya, sampai-sampai mau mempertemukan dua orang manusia saja sampai harus ditabrak-tabrakin dulu?</li>
<li><strong>Para pemerannya seperti kesulitan jika harus berakting berbicara dalam hati</strong>. Ketika dia akan melakukan sesuatu, maka dia akan selalu terlihat sibuk berbicara sendiri, daripada berbicara dalam hati. Semacam,<em><span style="color:#0000ff;"> &#8220;Oh.. aku harus menelpon Fitri! Dia dalam bahaya&#8230;&#8221;.</span></em> Setelah ngomong sendiri itu, baru kemudian dia memencet-mencet tuts telepon. Halooo&#8230;.. mbak, nggak bisa dibatin aja ya ngomongnya?</li>
<li><strong>Scene (yang maunya) mengerikan dan menegangkan, dengan diperlihatkannya ekspresi melotot si jahat secara berlebihan. </strong>Berlebihan melototnya dan berlebihan si kameramen  meng-<em>close up</em>-nya! Tidak ketinggalan, bunyi-bunyian musik atau sound efek drum dan petir yang menyambar-nyambar untuk menguatkan aksen tegang. Oohh&#8230;</li>
<li>Ini yang seru, <strong>aksi tampar menampar yang sangat ciamik</strong>. Kalau perlu, setiap episode minimal ada 3 kali adegan tampar, walau tidak jelas apa alasannya. Pokoknya tampar aja dulu! Bukan sinetron kalau tidak ada adegan tampar nya..</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nah, makanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa jadinya kalau sinetron Cinta Fitri yang notabene (pasti!) juga  memiliki unsur-unsur diatas itu tadi, harus kehilangan adegan tampar-menamparnya? Lha wong si wartawannya <strong>Kapanlagi.com</strong> itu tadi aja sampai khawatir, dan mengajukan pertanyaan : <strong> <em>Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik? </em></strong>Itu kan sama saja si wartawan ini  bilang kalau aksi tampar-menampar inilah yang membuat sinetron ini menarik, kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kata sutradaranya, adegan kekerasan fisik memang dihilangkan dari sinetron ini, karena nantinya sinetron ini akan tayang di bulan Ramadhan (catet ya, &#8220;kekerasan fisik&#8221; yang ditiadakan. &#8220;Kekerasan psikis&#8221; pasti tetep ada dong, pak sutradara??). Mungkin demi menghormati bulan puasa kali, ya. Padahal senbenarnya nggak harus gitu juga, menurut saya. Bisa saja aksi tampar-menampar itu tetap dipertahankan (karena itu yang ditunggu-tunggu penonton, bukan??). Tapi karena ditayangkan di bulan Ramadhan, jadi sebaiknya ketika salah seorang tokoh akan menampar tokoh lainnya, jangan lupa sebutkanlah dulu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">&#8220;Masya Allah&#8230; Kamu, iniii!!!&#8221; </span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">lalu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PLAKKKK!!!</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetap bernuansa religi kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Hhhhhhhhhh&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya mas-mas, mbak-mbak, ibu-ibu sekalian, selamat menantikan Cinta Fitri Season Ramadhan besok ya. Saya sih sudah pasti tidak akan mencoba menontonnya. Bukannya apa-apa. Malu aja, udah mencaci-maki kaya gini, kok ternyata ngikutin juga. Dan alasan kedua adalah takut ketagihan dan jadinya malah ngikutin sampai selesai. Hehehe. Takut kecewa juga, kalau-kalau endingnya nanti mengambang. Karena seperti yang ditulis di artikel yang sama juga, ketika ditanya tentang berapa episode yang akan dikerjakan untuk season Ramadhan ini, si sutradar mengaku belum tahu. Pasalnya naskah yang diterima juga belum sepenuhnya selesai&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">DHOEEENGGGGGG&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=942&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta fitri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230;
Suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=933&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore, setelah selesai menggelar acara ulangtahun anaknya yang berusia 2 tahun di sebuah restoran Jepang, saya dan 2 teman saya lainnya <strong>Gat</strong> dan <strong>Nona Iyan</strong> yang diundang untuk ikut menghabiskan makanan disana, terlibat perbincangan yang amat intens tentang mbak Manohara ini. Yang intens sebenarnya hanya dua ibu-ibu muda ini. Saya dan Gat hanya sesekali menimpali, dan sesekali tertawa terpingkal-pingkal saja menyaksikan keduanya terlihat atraktif dan menggebu-gebu sekali tatkala bercerita.</p>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Tau nggak sihh.. Ternyata nggak cuman tasnya aja yang Hermes loh! Ikat pinggangnya juga!<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Emang kalo ikat pinggang itu lebih mahal dari tasnya ya?</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Iya! Tau nggak sih, yang bikin lebih heboh lagi kan bukan karena cuman Tas Hermesnya yang 6 biji itu. Tapi karena dia punya Tas Hermes yang warnanya Orange!<br />
<span style="color:#800080;"><strong>Saya</strong> : Heh? Lah kok norak banget.. tas kok warnanya oranye&#8230;</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Emangnya Hermes Oranye itu yang limited edition ya?</span><br />
<strong>Mbak QQ</strong> : HUUUHHHH&#8230; itu kan yang paling mahaaaaaaaaallllll&#8230;.. Kamu perhatiin deh&#8230; tiap tampil di TV, semua baju-baju dia itu semuanya koleksi keluaran terbaru semua?? Itu yang stelan celana pendek itu aja, 70 jutaan, nyaah&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Bo.. Gile ya.  Lo kok bisa sampe tau sih harganya?? Gila ya. Gue cuman tau kalo baju2 yang dipake itu emang bukan kaya baju yang sehari-hari gue pake sih..hahaha..<span id="more-933"></span></span><strong></strong></p>
<p><strong>Mbak QQ</strong> : Nggak mungkin banget deh dia kabur-nya gak disengaja. Kalo kabur kok bawa baju banyakkk..??? Bisa gonta-ganti terus.<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Mungkin dia beli disini kali.. *mencoba stay positive walau dengan susah payah*</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Aduh, nggak mungkin banget deh.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Liat nggak sih, foto-fotonya dia yang lagi liburan itu? *makin semangat*<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Enggak, yang mana lagi??</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Halah, itu lho. Yang fotonya diliatin dia lagi ngolesin sunblock ke badannya si Fakhry *sok kenal sekali si mbak ini*. Kan sambil senyum-senyum ceria gitu..<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Yaa lo kan gak tau.Siapa tau dari atas bangunan tempat mereka foto itu ada pengawal-pengawal kerajaan yang udah siap-siap bawa panah ke arah Mano!</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Mungkin juga..</p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Gue sih pertama-tama simpati ya sama tu anak. Tapi nyokapnya tu lho yang bikin jadi males..</span><br />
<strong> Mbak QQ </strong>: Ember! Itu pasti ibunya tuh, yang tiap hari SMS ke anaknya tanya, <em><strong>“Eh piye.. wes entuk piro Hermes’ e??  6? Yo wesss.. ora popo, kono gek ndang minggat wae&#8230;.”</strong></em> (Eh, gimana, udah dapet berapa Hermes-nya? 6? Udah sana, cepetan kabur aja&#8230;)</p></blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak lancang memang ibu-ibu ini. Mereka seolah lupa, bahwa mereka bisa saja menjadi sasaran target berikutnya dari Manohara dan tim pengacaranya yang sekarang sedang semangat-semangatnya menuntut-i orang-orang yang dianggap mencemarkan nama baik mereka! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=933&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thankful</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 08:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=929&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, bertanyalah si Kakek kepada cucunya, tentang apa yang sedang dilakukannya itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-930 aligncenter" title="42-16242379" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg?w=113&#038;h=170" alt="42-16242379" width="113" height="170" /></p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>.. aku sedang berdoa, Kek. Tapi aku nggak bisa menemukan kalimat yang pas buat diucapkan. Jadi, aku ucapkan saja semua huruf-huruf yang aku tahu. Biar Tuhan saja yang merangkaikan huruf-huruf itu buat jadi doaku, karena Dia pasti tahu apa yang ada di pikiranku&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p>God gave you a gift of 86.400 seconds today. Have you used one to say &#8220;thank you&#8221;?</p>
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=929&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-16242379</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Lagi Bilang I Love You?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 05:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu..

Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya Dewi Sandra ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena sepertinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=923&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><span style="color:#993366;">&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu..<br />
</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya <strong>Dewi Sandra </strong>ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena sepertinya esensi <em>*edann, &#8216;esensiii&#8230;&#8217;*</em> lagu dan cerita yang ingin disampaikan si penulis lagunya memang disitu. Menceritakan penderitaan seorang perempuan yang sudah lama kehilangan kasih sayang pasangannya, yang kini berubah dan tidak pernah lagi memberikan pujian padanya. Gila pujian banget kayaknya si mbaknya  ini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi siapa yang enggak, sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa sih yang tidak menikmati yang namanya dipuji? Semua orang kalau boleh memilih, pastinya lebih memilih untuk dipuji daripada dimaki, toh? Lebih memilih untuk disanjung daripada di kritisi, kan? Ibaratnya kalau suatu hari kita menerima sebuah surat di kantor, kita tentu lebih memilih menerima surat berisi ucapan terima kasih atau ucapan selamat daripada menerima surat teguran atau tagihan, kan? Nggak begitu nyambung ya analoginya? Hehehe. Tapi intinya sih, kita pasti akan lebih menyukai dan menerima apa yang bisa membuat hati kita senang, daripada menerima sesuatu yang membuat hati kita tidak nyaman.  Nenek-nenek juga tau kalo ini, mah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu pentingnya kah arti sebuah pujian?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>I think it is.</em></strong> Saya sih bukannya jago menganalisis tentang sisi psikologis seseorang, tapi saya yakin semua orang juga pernah merasakan,betapa bahagianya perasaan kita ketika dipuji oleh orang lain. Seperti ada suntikan energi yang luar biasa besar,yang mungkin bahkan tidak kita prediksi sebelumnya akan kita dapatkan. Makanya saya kok agak kurang setuju adanya anggapan, kita tidak boleh melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Duh, hari gini&#8230; <strong>Kita juga butuh yang namanya pengakuan, toh? </strong>Yang salah adalah kalau kita melakukan sesuatu HANYA karena ingin mendapatkan pujian orang lain. Itu baru namanya orang gila pujian. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Pujian yang tulus itu membawa energi positif yang bagus. Karena dari pujian itulah yang membuat seseorang merasa dirinya (memang) pintar, cantik, ganteng, berharga. Intinya, merasa dimanusiakan oleh yang lain. Dan sebuah pujian tulus yang diterima seseorang, disadari atau tidak, pasti akan memberikan efek yang baik di diri mereka dalam jangka waktu yang panjang. Mungkin seumur hidup mereka. <span id="more-923"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam salah satu interview dengan sebuah majalah, <em>first lady</em> Amerika Serikat, <strong>Michelle Obama</strong> pernah bilang, sampai saat ini dia memiliki kepercayaan diri, merasa bahwa dirinya cantik bukan karena dia secara fisik cantik. Tapi karena orang-orang di sekelilingnya yang sering membuatnya merasakan hal itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="44990163" src="../files/2009/06/44990163.jpg" alt="44990163" width="204" height="280" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I had a father and a brother who thought I was beautiful, and they made me feel that way every single day. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I grew up with very strong male role model who thought I was smart and funny, so I heard that a lot. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I know that there are many young girls who don&#8217;t hear it. But I was fortunate. I was very fortunate.</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p>Sedahsyat itu memang efek sebuah pujian. Ternyata&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga percaya, dalam sebuah hubungan, apapun itu, memberikan pujian adalah salah satu obat yang bisa makin merekatkan kedekatan. Karena kembali lagi ke sifat dasar kita ya, manusia itu suka sekali diberikan pujian. Membuat kita merasa &#8217;special&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi pertanyaannya adalah : <em>kapan terakhir kali kamu mendapatkan pujian atau ungkapan sayang kamu dari orang yang kamu sayangi? </em>Kalau kamu bahkan sudah nggak ingat lagi kapan terakhir kali pujian itu kamu dapatkan, <strong>bisa jadi itu juga karena sudah sedemikian lamanya pula kamu tidak melakukan hal yang sama pada mereka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=923&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/06/44990163.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">44990163</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?
Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai statement yang serba babaliyut itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=919&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai <em>statement </em>yang serba <em>babaliyut</em> itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang makin ikut bersimpati mendengar cerita-cerita pengakuannya  selama mengalami penderitaan di kerajaan, tapi pasti ada juga yang malah  merasa jengah karena si mbak  dan keluarganya ini seperti terlalu mengumbar <em>euphoria</em> kebebasannya, sampai-sampai sibuk tampil disana-sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya Ndut, mungkin termasuk kategori yang ikut merasa iba pada Manohara.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Ndut </strong>: Kasian banget sih&#8230;.<br />
<strong>Saya</strong> : Kasiannya?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ya kasian.. Punya Blackberry tapi nggak ada SIM Cardnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : HEH???<br />
<strong>Ndut</strong> : Lho kamu gak tau, apa?  Katanya disana dia dikasih Blackberry kan, tapi SIM Cardnya diambil sama orang kerajaan. Jadi ga bisa buat ngapa2in. Buat apa , coba? Cuma bisa foto2 doang, paling&#8230;.<br />
<strong>Saya </strong>: Oh&#8230;<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Itu komentar Ndut yang mencoba berempati, merasakan sedihnya Manohara yang nggak bisa mainan Blackberry selama di kerajaan Kelantan. Lain lagi dengan teman saya, <strong>Mbak QQ.</strong> Perempuan cantik yang memproklamirkan diri sebagai salah satu sosialita Jogja ini ternyata termasuk yang kurang begitu bersimpati dengan kasus Manohara ini.<span id="more-919"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>Mbak QQ</strong> : Manohara punya 6 Tas HERMES, coba! ENAM!!<br />
<strong>Saya</strong> :  Oh&#8230; SO??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Gapapa juga, sih&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> :  Gak mungkin kalo gapapa. Kamu emang punya berapa?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Hiks.. Gak punya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ohhh&#8230;  Emang HERMES itu mahal ya?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Aku harus jual mobil dulu kayanya buat beli 1 tas itu aja..<br />
<strong>Mbak QQ</strong> :  Kok dia bisa punya 6 ??????????<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahahha&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Kalo aku jadi Mano, genap punya 10 tas HERMES dulu, baru kabur&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oooo.. berarti Mano salah banget  dong kalo gitu?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : SALAH BESAR!<br />
<strong>Mbak QQ </strong>: Komplitin dulu dong koleksi Hermi’nya! DASAR BODOH&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooohhhhh&#8230;. tapi kan dia menderita, Mbakk&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Ah.. nggak tiap hari juga, kan.. Daripada nggak dapet HERMES&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Wakakakakakka.. Yaa.. namanya  juga permaisuri raja. Masa tasnya cuman Guess. Guess-nya yang GUESS WHAT atau GUESS WHO, lagi. Ya ndak pantes tho..<br />
<strong>Saya</strong> : Apa kata permaisuri-permaisuri kerajaan lain ketika mereka arisan??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Emberr. Huh.. Kapan ya aku dipersunting raja&#8230;&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ah, sayang sekali kami bertiga  tidak sempat dimintai komentar oleh infotainment-infotainment itu&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=919&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulutku Harimau-ku</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 17:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230;  Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!
Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=909&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230;  Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit lebih awal dari jam masuk kantor. Biasanya keadaan kantor masih sepi, hanya 1-2 orang saja yang cukup rajin datang sepagi itu. Selain <em>office boy</em>, ada <strong>Alya</strong> dari bagian news yang biasanya sudah duluan datang. Ada sih beberapa orang yang juga sudah <em>stay </em>di kantor, tapi biasanya mereka itu bukannya karena  rajin datang awal, tapi memang nginep di kantor. Bisa ditebak, ini adalah anak-anak divisi off air. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, wajar dong saya heran ketika saya datang pagi itu, mobil big boss sudah duluan mangkal di parkiran. Tumben. Bukannya si boss nggak pernah datang pagi, tapi emang biasanya jam kantor si big boss ini  emang lebih fleksibel.  Jadi bisa datang agak siang. Tanpa ba bi bu, begitu masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, saya dengan cueknya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">.. tumben tuh.. jam segini udah dateng&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist dengan muka heran bertanya balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230; siapa, Mas?</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">saya menjawab singkat dengan nada menyinyir yang luar biasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">itu, mobilnya si Mas Boss&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menunjuk mobil diluar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist tiba-tiba menempelkan jari telunjuk ke mulutnya, sambil kemudian dengan muka agak-agak kahawatir, menunjuk kearah sofa di sebelahnya yang dibatasi sebuah papan tripleks tipis&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Oooooooooowwwhhhhh&#8230; si Boss lagi asyik membaca koran disana! Selamat ya, Dek! Mulutmuuuu&#8230;. Duh, dia tadi tau gak ya kalo dia yang aku maksud? Hihihi. Du Du Du Du&#8230; selidik punya selidik, si boss  ternyata emang belum sempat pulang karena semalam tidur di kantor setelah nonton final Liga Champions! Njreetttt&#8230; langsung dengan muka tanpa dosa walau malu luar biasa, saya melarikan diri ke lantai 1 untuk segera cuci muka.. karena muka ini panass banget rasanya!<span id="more-909"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Siangnya, tiba-tiba saya diajak berjabat tangan oleh teman sekantor saya yang bernama <strong>Boma</strong>. Dengan wajah bingung, saya pastinya menanyakan maksud dan tujuannya melakukan hal itu. Dia pun menjelaskan, bahwa dia pun melakukan hal bodoh yang sama dengan saya hari itu! Jadi, ketika akan memasuki pintu depan kantor,  <strong>Bom</strong>a yang termasuk<em> the morning person in the office</em> ini, merasa terhalangi oleh motor gede si boss yang letak parkirnya agak-agak mnghalangi pintu masuk. Ya mungkin karena saking gedenya itu motor. Maka dengan serta merta, ketika masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, langsung dia menggonggong di hadapan sang receptionist (sungguh malang sekali nasib receptionist kami itu&#8230;) ,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">&#8230; gimana sih itu motornya! Ngalang-ngalangin jalan aja</span></em>&#8230;. *)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil naik ke lantai atas (dengan wajah muka yang pasti agak2 merengut.. yakin banget saya! Hihihi). Daaann.. yak, tepat sekali! Boma tidak tahu kalo si empunya motor sedang berada satu ruangan dengan dirinya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ooowwhhhh&#8230; malu aku maluu..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah hari ini, sepagi itu, 4 orang sudah langsung tidak merasa nyaman menikmati hari. Saya dan Boma yang malu karena sudah menyindir dan mengomeli si boss tepat di sebelah kupingnya <em>*ampuuunnnn*</em>, si Boss yang mungkin merasa anak buahnya pada nggak tau sopan santun dan malah dianggap bersekongkol menyindirnya, terutama mobil dan motornya <em>*hehehe*</em>, dan satu lagi : si penjaga meja receptionist yang ikutan merasa salah tingkah karena menjadi korban dari kebodohan saya dan Boma. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah dari cerita singkat ini adalah : dalam mengungkapkan sesuatu, bukan  hanya mulut yang dijaga. Tapi <strong>MATA</strong> juga harus ikutan dididik. Apalagi kalau mau menyampaikan sindiran terhadap seseorang (atau sesuatu). Pastikan, orang yang kita sindir itu tidak ada mendengarnya <strong>secara <em>live</em> </strong>dari mulut kita! Paham?</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk, mari kita latih lagi kemampuan menyindir kita&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h5><em>*) Jadi ya.. biar nggak pada bingung, si Boss ini punya mobil dan punya motor gede juga. Mungkin beliau juga punya sepeda kumbang, entahlah. Tapi yang pasi, kadang datang kantornya naik mobil, kadang naik motor. Dan lebih seringnya sih motornya ditinggal di kantor. Begituu&#8230; </em></h5>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=909&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Three&#8217;s a Crowd</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 09:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[
&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya??

Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya Nchy untuk melakukan movie marathon di Studio 21 Ambarukmo Plasa, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu studio, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=897&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya<strong> Nchy</strong> untuk melakukan <em><strong>movie marathon</strong></em> di <strong>Studio 21 Ambarukmo Plasa</strong>, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu studio, langsung berlanjut menonton film yang lain di studio yang berbeda. Tak ada yang salah dengan itu. Normal-normal saja. Makanya saya bingung, ketika teman saya ini terlihat begitu <em>shock</em>-nya mendengar tawaran saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, ternyata saya salah. Bukan masalah &#8216;<em>movie marathon&#8217;</em>nya itu yang dipermasalahkan dan dianggap tidak wajar oleh <strong>Nchy</strong>. Tapi lebih pada penjelasan saya berikutnya, perihal film-film apa saja yang akan di&#8217;marathon-kan. Saya dengan entengnynya menyebutkan 3 judul film Indonesia yang memang sedang main di Studio 21.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#ff0000;"><em>.. semua film-film bagus di dunia ini emangnya udah lo tonton semua, apa???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.<em> I knew it. I kneewwwww ittttt&#8230;!! </em>Nggak akan ada orang yang cukup waras yang mau menemani saya melakukan perbuatan ini. Ketika  semua orang sibuk menulis status Facebook mereka dengan kalimat-kalimat yang memamerkan bahwa mereka sedang atau akan menonton film-film seperti Abdel &amp; Temon eh, <strong>Angel &amp; Demons</strong>, atau <strong>Watchmen </strong>atau<strong> The Curse of Benjamin Button</strong>, sepertinya saya sendiri yang dengan percaya diri menuliskan bahwa saya akan melakukakn <em>movie marathon</em> menonton film-film buatan negeri sendiri. Sepertinya kok pada anti ya membeli tiket untuk menonton film-film lokal. Ya sudah, dengan penuh keyakinan diri yang agak berlebih, saya pun melenggang memasuki Studio 21 untuk segera memulai petualangan saya menghabiskan hari Minggu seorang diri itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 2. Jam 10:45</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-898 aligncenter" title="janda kembang" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg?w=152&#038;h=217" alt="janda kembang" width="152" height="217" /></p>
<p style="text-align:justify;">adalah film pertama yang saya tonton. Terus terang, saya menonton film ini bukan karena tertarik melihat penampilan <strong>Luna Maya</strong> yang berdangdut-ria. <strong>Saya datang untuk Sarah Sechan! <em>Yeah!! </em></strong>Membaca sinopsis film yang mengisahkan bahwa Sarah berperan sebagai seorang penyanyi dangdut bernama <strong>Yuli Nada</strong> yang tersaingi oleh kedatangan Luna Maya yang menjadi penyanyi di orkes melayu pimpinan suaminya, sudah menjadi harga mati buat saya, untuk menonton film ini, apapun yang terjadi! Lebai, kan? Emang.<span id="more-897"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan terbukti, sepanjang film yang ceritanya amat sangat <span style="text-decoration:line-through;">menjiplak</span> terinspirasi film <strong>Malena</strong>-nya <strong>Monica Belucci </strong>ini, hanya Sarah-lah yang bisa menyelamatkan film ini dari efek sinetron yang membosankan sekali. Disaat  sepanjang film Luna Maya tak mengucapkan sepatah kata-pun di film ini, Sarah Sechan justru sebaliknya. Ngoooomoonnnnggg&#8230;. terus. Hahaha. <em>She&#8217;s good. Really good! </em>Lupakan cerita standarnya, lupakan soundtrack suara dangdut-nya Luna, lupakan poster filmnya yang seperti iklan sabun (minus gambar si Ringgo Agus Rachman itu tentu saja). Datanglah untuk mbak Sarah! Maka anda akan sangat terhibur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 3. Jam 12:40</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai terkagum-kagum oleh akting Sarah Sechan, saya melanjutkan aksi marathon saya ke studio disebelahnya. Sempat ditanya-tanya oleh mbak-mbak penjaga tiketnya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. wah, lanjut mas??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Sempat GR, karena saya kira si mbaknya ini begitu terpesonanya oleh saya, sehingga begitu kuatnya dia mengingat saya. Tapi sepertinya saya salah. Tentu saja si mbak ini ingat siapa saya, karena memang studio 21 itu sepi sekali dari pengunjung. Hahaha. <em>Eniewei, f</em>ilm pilihan berikutnya yang sangat beruntung saya tonton adalah</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-899 aligncenter" title="Rasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg?w=183&#038;h=270" alt="Rasa" width="183" height="270" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, <strong>Rasa.</strong> Jujur, saya (agak ) tertarik untuk menonton film yang disutradarai oleh <strong>Charles Gozali </strong>ini karena melihat trailernya. Berkisah tentang seorang cewek yang tersiksa karena &#8216;dianugerahi&#8217; kemampuan melihat apa yang akan terjadi. Semacam paranormal gitu, lah. Berbagai peristiwa yang akan terjadi itu, bisa dilihatnya melalui lukisan yang yang digambarnya. Seperti cerita serial <strong>Heroes</strong>, bukaan? Bukan!! Karena si cewek itu ahirnya terpaksa terlibat dalam drama penculikan anak dari seorang profesor asal Inggris, dimana nantinya kejadian itu ada hubungannya dengan perebutan sebuah Keris pusaka bernama Keris Candra Wulan! Ooohhh&#8230; Para penulis skenario Heroes pun pasti tidak akan sekreatif itu dalam memilih alur cerita!</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti beberapa teman saya yang juga sama pesimisnya dengan premis film ini, saya memasuki ruangan studio dengan tanpa harapan apa-apa. Tapi mungkin itulah kuncinya. Disaat saya tidak berharap apaun dari film ini (lah, kok ya ditonton ya?), justru yang terjadi malah sebaliknya. Film ini ternyata sangat enak dinikmati. Alurnya dan editingnya berjalan mulus. Akting para pemainnya pun terlihat wajar, sewajar saya memaklumi <strong>Christian Sugiono</strong> yang tampil dengan akting bak menghafal dialognya itu. Walau mengambil tema agak-agak supranatural, tapi film ini tidak terjebak menampilkan penampakan-penampakan hantu yang tidak penting, tapi cukup membuat saya tersentak kaget. Begitu juga dengan akting meyakinkan pemeran utamanya, <strong>Pevita Pearce</strong> yang  sepintas mengingatkan saya dengan Cinta Laura, namun dalam versi lebih cerdas!</p>
<p style="text-align:justify;">Yang agak mengganggu mungkin adalah masalah bahasa. Karena film ini menceritakan 2 budaya, sehingga melibatkan pemain asing pula, makanya diperlukan terjemahan selama dialog berlangsung. Ketika aktor dan aktris Bule yang berdialog, muncul-lah terjemahan bahasa Indonesianya di layar. Ketika aktor dan aktris Indonesia yang berdialog, maka muncul-lah terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lah? Seperti sedang menonton acara <strong>Pelajaran Bahasa Inggris Untuk Anda</strong> saja. Cukup mengganggu sebenarnya. Saya jadi agak-agak dejavu dengan film-film lama yang dibintangi tante <strong>Cynthia Rothrock</strong> yang jago nendang, salto sambil terbang secara bersamaan jaman dulu itu (hebat sekali orang ini!).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Overall</em>, saya cukup terhibur dengan film ini. Alur ceritanya yang sebenarnya sederhana, bisa ditampilkan dengan  lebih dari sekedar &#8217;sederhana&#8217;. Penampilan para cameo yang hanya sekelebatan itu cukup membuat bibir tersenyum-senyum sendiri. Dan terlihat sekali, film ini tidak termasuk film-film <em>asal buat-yang penting laku</em> seperti yang selama ini kita lihat. Adegan laga-nya juga tidak kacangan dan terasa sekali digarap dengan serius. Tone film yang kebiru-biruan dan gelap juga menguatkan aksen film ini, yang seolah ingin menegaskan bahwa <strong>Rasa adalah film mencekam tapi romantis! </strong>Ohhhh.. Dasar kritikus film amatiran. Suka nggak pas deh ngasih penilaian. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari Studio 3 dengan perasaan surprise (karena film yang saya tonton ternyata lebih bagus daripada yang saya perkirakan sebelumnya), saya keluar untuk mencari makan siang sebentar, memulihkan tenaga dan pikiran, karena perjalanan saya belum usai! Akhirnya, sebagai aksi penutup movie marathon hari itu, saya memilh sebuah film yang (sepertinya) sudah dinanti-nanti oleh para ABG (hohohoo..), karena lagu soundtracknya yang mampu membuai banyak orang itu..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-900 aligncenter" title="bukan cinta biasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg?w=173&#038;h=244" alt="bukan cinta biasa" width="173" height="244" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata memang benar.. penonton film ini ternyata lebih banyak daripada 2 film yang saya lihat sebelumnya. Dan hampir semua penonton yang ada di studio 5 adalah para A-Be-Ge! Dengan langkah malu-malu mau, saya memasuki studio. Pasti para cewek-cewek ABG itu memandangi saya dengan hina..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; ih, ada Oom-Oom mau nonton Afgan&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Film dibuka dengan seorang anak cewek belasan tahun yang mengetuk pintu rumah seorang rocker setengah baya, dan langsung bilang kalau dia adalah anak dari si rocker itu. Ya ya.. dari adegan pembuka cupu ini saja, saya seperti sudah bisa menebak isi keseluruhan film ini. Pasti isinya seputar konflik antara bapak-anak yang berusaha menyesuaikan diri itu. Dan saya benar! Dan dari pertama saya sudah benar, film ini pasti malah akan berubah dari (pengennya) drama menjadi (pengennya) komedi. Duh, selama satu jam lebih, saya tersiksa sekali melihat akting bapak-anak yang sama sekali miskin <em>chemistry</em> ini. Susah sekali percaya bahwa mereka ini adalah anak dan bapak. Nggak tau kenapa, saya justru melihat keakraban mereka ini malah seperti anak ABG yang lagi sayang-sayangan dengan Om-Om! Duh..</p>
<p style="text-align:justify;">Lebai. Sungguh lebai. Susah memperkirakan, mau kemana sebenarnya arah film ini. Serba tanggung. Terus terang, saya merasa ditipu mentah-mentah. Karena seperti yang saya tulis tadi, yang membuat saya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menonton film ini adalah<strong> lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh dik Afgan itu</strong>. Pertama kali mendengar lagu yang mengharu-biru itu, saya membayangkan filmnya pasti nggak akan jauh beda lah dengan lagu soundtracknya. Drama-dramaan gimanaaa, gitu. Cinta-cintaan yang tragis atau apalah. Hehehe.  Makanya ketika lagu inipun akhirnya muncul di dalam salah satu adegan film bertema anak sok tau -bapak nggak jelas gini, jadinya nggak nyambung banget dan terkesan dipaksakan sekali. Uh! Untunglah, ada penampilan<strong> Julia Perez </strong>yang cukup menonjol, walau hanya muncul dalam 3 scene saja. Menonjol dalam arti sesungguhnya. Menonjol sekali&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya begitulah. Movie marathon saya diakhiri sebuah film yang sepertinya lebih cocok langsung dijadikan VCD saja itu. Tapi toh walaupun dikecewakan, saya tetap berbangga hati karena <strong>saya bisa kuat menaklukan tantangan diri saya sendiri untuk melakukan movie marathon film-film Indonesia!</strong> YEAHH!! Nggak ada yang berani melakukannya selain gue! YEAHH!!!! Nggak ada orang waras yang mau mengeluarkan duit 75 ribu perak hanya untuk melakukan hal ini!! YEAHHH!!!! Hahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-901 aligncenter" title="MOVIE MARATHON9" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=276&#038;h=207" alt="MOVIE MARATHON9" width="276" height="207" /></p>
<p style="text-align:justify;">So, siapa tau.. siapa tau lho ya, nantinya kalian ada yang sama <em>clueless</em>-nya seperti saya, dan ingin mencoba melakukan Movie Marathon film Indonesia (<strong>ingat! film Indonesia!)</strong> di bioskop, mungkin beberapa tips ini bisa membantu  :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Selektiflah dalam memilh film.</strong></span></span> Perhatikan siapa saja pemain-pemain filmnya. Jangan sampai tiba-tiba merasa disorientasi didalam bioskop karena melihat pemain yang itu-itu lagi. Contohnya saya. Melihat penampilan <strong>Wulan Guritno</strong> di film<strong> Rasa</strong>, kemudian muncul lagi di film <strong>Bukan Cinta Biasa.</strong> Begitu juga <strong>Joe Project Pop</strong> dan <strong>Ustad AA Jimmy</strong> yang bisa-bisanya nongol di film<strong> Janda Kembang</strong> kemudian berlanjut di film <strong>Bukan Cinta Biasa</strong>. Duh! Saya sempat bingung,<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Perasaan gue udah ganti film deh&#8230;&#8221;</em></span></li>
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Bawalah baju ganti.</strong></span> </span>Lebih banyak lebih baik. Hal ini untuk menghindari tatapan heran para pegawai bioskop yang melihat muka kita lagi-muka kita lagi. Paling tidak, kalau setiap ganti studio, kita hadir dengan dengan penampilan yang berbeda juga, hal ini bisa menghilangkan tatapan heran mereka. Mungkin berganti dengan tatapan kagum. <span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230;Niat bener yaaa ni orang&#8230;..&#8221;</em></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Yakinkan diri anda, bahwa Anda memang sedang kurang kerjaan!</span></strong></span> Hal ini akan membuat anda yakin untuk menyelesaikan movie marathon itu sampai dengan selesai. Karena kadang, ketika selesai menonton film kedua, bahkan saat baru selesai menonton fim pertama, Anda sudah merasakan dehidrasi yang luar biasa. Apalagi ingat, yang anda tonton ini adalah FILM INDONESIA! Dan ingat, selalu ada pilihan untuk melakukan movie marathon film Indonesia di rumah dengan cara menyewa di rental. Tapi orang yang melakukan ini, adalah orang-orang pecundang. Huahahahhaha&#8230;</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Lakukanlah sendiri. </span></strong></span>Tidak usah mengajak teman. Karena selera belum tentu sama. Bisa jadi, ditengah perjalanan, teman Anda menyerah, dan Anda harus  menghabiskan sisa putaran marathon itu sendirian. Tidak asyik sekali. Jangan sampai pertemanan Anda rusak hanya karena masalah tidak penting seperti itu <em>*nggak mungkin juga sih, Dek*</em>.  Mendingan dari pertama sendirian saja. Anggap dan nikmati saja seharian itu sebagai <strong><em>&#8216; me time&#8217;</em></strong> alias waktu Anda untuk memanjakan diri. Jadi, gila-gilaan lah saja sendiri. Jangan menyusahkan orang lain.Hehehe.</li>
<li>Ingat, dalam hidup ini masih ada opsi lainnnya untuk menghabiskan waktu : <strong>tidur!</strong></li>
</ol>
<p>Jadi, selamat menonton!</p>
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=897&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">janda kembang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bukan cinta biasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MOVIE MARATHON9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beauty is Pain</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 08:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial &#8216;The Biggest Loser&#8217; di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=891&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial <strong>&#8216;The Biggest Loser&#8217; </strong>di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat badan mereka itu  menjadi dalam angka yang normal atau ideal. Terus terang, ada perasaan takjub juga menyaksikan pengorbanan orang-orang ini. Dengan bantuan 2 orang <em>personal trainer</em> yang mendampingi mereka, saya jadi tahu bahwa menurunkan berat badan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang apalagi menyenangkan. Perlu perjuangan dan pengorbanan luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berat badan ideal memang keinginan semua orang</strong>. Dari faktor kesehatan, sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang terlalu berlebih berat badannya, rawan dengan berbagai gangguan kesehatan. Demikian pula dari faktor estetika. Terlepas dari yang namanya cantik/ganteng tidaknya seseorang itu ukurannya katanya adalah relatif, tapi semua orang tentu sangat ingin melihat ukuran badan mereka proporsional. Itulah kenapa produk dan program diet makin bertambah saja jenisnya (dan banyak peminatnya) , bukan?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-892 aligncenter" title="COMP_02_blclogo" src="../files/2009/05/comp_02_blclogo.gif" alt="COMP_02_blclogo" width="186" height="193" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi melihat program <strong>The Biggest Losers</strong> ini saya kok jadi makin percaya, <strong>segala sesuatu itu ada proses dan perjuangannya. </strong>Tidak bisa instant. Tidak bisa langsung kita dapatkan hasilnya dalam waktu sekejap seperti menjentikkan jempol dengan jari tengah. Makanya di tayangn itu diperlihatkan, para peserta harus mau menjaga asupan makanan yang mereka makan, menjaga pola makan dan &#8211; ini yang pasti, harus mau sampai jungkir balik berolahraga keras untuk membakar kalori, mengubah lemak menjadi otot, dengan didampingi oleh para trainer yang galaknya minta ampun itu. Tidak heran kalau hampir semua perserta menangis, bahkan ada yang menyerah ditengah jalan. Kalau begini kan pertanyaannya tinggal satu : <em>Seberapa kuat tekad kita kita dalam melakukannya?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebanyakan sih sama : tidak terlalu sabar.</strong> Hehehe. Saya contohnya. Dulu saya pernah merasa bahwa saya sudah cukup berlebih berat badannya. Bisa dilihat dan dirasakan ketika celana mulai sesak di bagian pinggangnya, seragam kantor juga terlihat jadi semakin ketat, ngalah-ngalahin baju-bajunya <strong>Safiul Jamil</strong>, hingga yang paling jelas : pipi yang samakin tembem! Ditambah dengan tinggi badan yang sudah tidak mungkin bertambah lagi<em> *hehehe*</em> , akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan hal yang tidak pernah terpikir sama sekali sebelumnya : <strong>DIET! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkonsultasi dengan trainer di gym tempat saya biasa berlatih, akhirnya saya diberikan sebuah program <em><strong>Fat Loss</strong></em> yang terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah latihan untuk membakar lemak seperti <em>treadmill </em>dan <em>step race</em> plus latihan beban untuk mengencangkan otot, dan yang kedua adalah deretan menu diet yang harus saya makan. Setengah tak percaya, saya membaca daftar menu diet yang tertulis rapi di kertas itu&#8230;<span id="more-891"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6 Pagi</strong> :    <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur,  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 9 Pagi </strong> :  <em>150 gram Dada Ayam Bakar atau Rebus,  1 buah Apel</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 12 Siang</strong> :  <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur, 1-2 potong Tahu atau Tempe,  1 Buah Apel, Semangkuk   Sayur Bening</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 3 Sore</strong> :  <em>Sama dengan makan siang</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6/7 malam</strong> : <em>150 gram Dada Ayam bakar, 1 Buah Apel dan  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Huekkk&#8230;.!!</p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. pertama kali saya membaca daftar  menu diet yang harus saya makan itu, saya langsung mual-mual. Mata berkunang-kunang. Bibir pecah-pecah. Hehehe. SUMPAH LOE????? Kemudian saya berusaha mengkonfirmasikan lagi kepada mas trainer itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; mmm..mas, ini beneran nih progarm buat manusia? Bukan keliru untuk melatih Beruang Sirkus kann&#8230;..?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, selama 2 bulan, setiap Senin sampai Jumat, saya cuman boleh makan itu doang? Mengerikan&#8230; berarti setiap hari, sampai goblok tiap hari yang dilihat dan dimakan cuman<strong> roti gandum, Apel</strong> sama <strong>Putih Telor </strong>dan  <strong>Ayam Rebus?? </strong>Apa-apaan ini?? Segitu amat ya demi pengen badan bagus? Akhirnya setelah dijelaskan cara kerja dn manfaat yang akan diperoleh ketika menjalankan pola diet seperti ini oleh mas Trainer, saya kemudian bisa mengerti, dan bertekad untuk mematuhi anjurannya, dan menjauhi larangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhasilkah saya mendapatkan badan yang ideal?  <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Are you kidding me?</em> Tentu saja  tidak! Tidakkah kalian baca menu yang harus dimakan diatas itu?? Hahaha.  Setelah memaksakan diri untuk tabah menjalani program diet itu, di minggu keempat akhirnya saya menyerah. Nggak sanggupppp&#8230; Saya sudah mual (dan muak!) melihat putih telur ituuuuu.. Sumpah, sampai sekarang saya suka agak-agak trauma gimanaaa, gitu kalau melihat putih telur. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya program diet itu saya tinggalkan. Saya mencoba lebih mengatur pola makan secara pelan-pelan (dan secara lebih manusiawi!), sambil tetap menjaga pola latihan di gym saja. Karena saya percaya, olahraga adalah jawaban yang paling benar kalau kita mau menjaga kesehatan, kebugaran dan mendapatkan berat badan yang ideal!</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai suatu hari, saya mendapat komentar dari salah seorang teman yang melihat foto saya di Yahoo Messenger.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. hiiii&#8230; cempluk! Itu kamu yang memang membesar, atau cuman efek kamera ya?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh.. Pertanyaan bodoh. Setahu saya nggak ada deh orang yang pengen terlihat gemuk di foto! Hahaha. Ternyata usaha pengaturan pola makan dan olahraga versi saya sendiri itupun belum berhasil. Mungkin karena faktor itu juga, entah kenapa minggu lalu saya bisa-bisanya berhenti di sebuah counter kosmetik (hahahah), dan mencoba bertanya-tanya tentang sebuah produk perawatan badan untuk cowok yang sering terpampang di majalah-majalah pria itu. Produk <strong><em>body firming gel</em></strong> ini katanya iklannya sih termasuk yang paling oke untuk menghancurkan lemak di area perut. Cukup dioleskan ke bagian-bagian perut yang ingin &#8216;dilangsingkan&#8217; saja setiap pagi dan malam. Nanti setelah sebulan (tetep ya&#8230; harus nunggu sebulan!), akan terlihat hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Duh, <em>should I try this? </em>Sebagai orang yang cukup rasional, saya tentu saja berusaha untuk tidak langsung percaya oleh bualan iklan. Apalagi ternyata harga produk itu bisa buat beli jeans 3 biji! Makanya, saya kemudian mengiterogasi mbak-mbak penjaga counter itu tentang kemampuan produk itu, termasuk efek sampingnya bagi saya seandainya saya memakainya. Si mbak yang terlihat agak kaget mendapati calon costumernya sebawel itu, dengan cepat menjelaskan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; gak ada efek samping yang berbahaya kok, mas. Ini prduk best seller banget. Yaa, biasanya sih setelah pemakaian gel ini, efeknya paling-paling cuma sering kentut aja, mas&#8230; nggak ada efek lainnya kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Pppffffffffffff&#8230;.. </em>setengah mati saya berusaha menahan ketawa yang hampir saja keluar dengan dahsyatnya. Tapi terpaksa ditahan, takut si mbaknya tersinggung. <em>Heh? Gue gak salah denger kan?? Si mbaknya ga salah ngomong, kan??</em> Jadi sering kentut?? Itu kok seperti tidak menyenangkan ya. Tidak cuma bagi saya, tapi juga bagi orang-orang disekitar saya,bukan?? Kok aneh banget sih efek sampingnya. Eh, seolah bisa membaca pikiran saya itu, si mbaknya kemudian berusaha menetralisirnya dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; loh, gak apa-apa lho mas.. bandingkan dengan produk obat diet yang sering diminum perempuan-perempuan itu. Bisanya efeknya malah lebih gawat. Jadi sering ke belakang, ya pipislah.. ya buang air besar, lah&#8230;. Efek sampingnya bisa berbahaya sekali&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">HOHH???</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya harus memilih nih ceritanya? Milih mana : sering kentut apa sering pipis? Hahahaha. Duh si Mbak..</p>
<p style="text-align:justify;">See.. semua itu butuh proses. Nggak bisa langsung. Nggak ada itu yang namanya keajaiban. Semua itu butuh yang namanya pengorbanan. <em>Short cut will never work.</em> Nggak ada yang bisa langsung jadi. Mau pinter, harus belajar. Mau  lulus ujian, harus mau ikut diuji dulu. Mau kaya, ya harus kerja. Mau langsing? Ya harus mau bersusah-susah dulu olahraga dan mengatur pola makan. Apakah itu berarti  : untuk langsing, saya juga harus rela berkorban sering berkentut-kentut ria? Huaahhhh&#8230; Pilihan antara hidup dan mati nih..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin kalian bertanya-tanya, jadi kah saya membeli produk body firming gel itu? Hehehe.. silakan tebak sendiri. Mungkin bisa ditanyakan kepada rekan-rekan sekerja saya, apakah saya akhir-akhir ini jadi lebih sering ke kamar mandi atau lebih sering pergi menjauh dari mereka supaya mereka nggak menghirup bau yang aneh&#8230;. kakakakakkakaaa&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=891&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/05/comp_02_blclogo.gif" medium="image">
			<media:title type="html">COMP_02_blclogo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 10:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Jam 8 malam.
Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News.
Dan kemudian, muncullah tayangan itu&#8230;.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=887&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jam 8 malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kemudian, muncullah tayangan itu&#8230;.. Silet! Hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-888 aligncenter" title="silet" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg?w=156&#038;h=90" alt="silet" width="156" height="90" /></p>
<p style="text-align:justify;">Terserah deh mau dibilang saya cowok yang terlalu emak-emak karena doyan ngikutin gossip. Tapi dalam keadaan capek begitu, bukankah sebaiknya kita mencari hiburan yang bisa menghilangkan kepenatan? Dan saya yakin, dengan melihat tayangan infotainment yang luar biasa ringan dan menghibur seperti itu, pasti cukup bisa membantu menghilangkan segala letih yang saya rasakan sejak dari pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan benar saya, begitu mengikuti tayangan Silet yang saat itu sedang membahas kasus dugaan penculikan model <strong>Manohara </strong>oleh Pangeran dari negeri seberang itu <em>*ohhh*</em>, saya bisa melupakan segala penat dengan berulang kali tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikannya. Bukannya saya nggak bersimpati dengan kasus ini. Bukannya saya tidak merasa kasihan melihat si Ibunya Manohara yang jumpalitan meminta bantuan supaya bisa dipertemukan dengan anaknya itu. Bukan. Tapi siapa coba, yang nggak akan kegelian ketika ditengah-tengah liputan yang dibuat dramatis dan memilukan itu, ditambah dengan suara si mbak-mbak narator yang sama juga dibikin super duper dramatis itu, tiba-tiba muncul lagu&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Diiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230; Isabellllaaaa&#8230;. lambang cintaaaa yang laraaaaa&#8230;. Terpiiiiiii&#8230;.sah keerranaaa&#8230; aadat yaaannngg beeeerrrrbeeezzzaaaaaaaaaaaaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! LEBAY!</p>
<p style="text-align:justify;">Apa-apaan sih ini editornya? Mentang-mentang kasusnya tentang kisah pilu dua negara, mentang-mentang tayangan yang dibahas adalah tentang sosok seorang perempuan yang menderita karena perbedaan kultur bangsa, maka kemudian dipilihlah lagu legendaris <strong>Isabella</strong> dari kelompok <strong>Search </strong>yang ngetop di awal tahun 90-an ini. Jelas saya ngakak dong. Kok nggak begitu nyambung yah?? Sukanya gitu deh, ni infotainment. Sukanya menambah-nambah kesan dramatis sebuah liputan dengan memasangkannya dengan sebuah lagu yang (dianggap mereka) cocok. Kalau cocok sih nggak apa-apa. Makin dapat, lah nilai kedramatisannya. Lah, kalo maksa?</p>
<p style="text-align:justify;">Belum selesai kegelian saya dengan lagu Isabella itu, tiba-tiba saya sudah dibuat terperanjat lagi dengan lagu berikutnya. <span id="more-887"></span>Terdengar sebuah suara menyayat hati yang bersenandung,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>.. Mamaaa&#8230;. oh Mamaaa&#8230; aku ingin pulaaaannngggg&#8230;&#8230;..kuu rindu kepadamu.. Cincin emas melingkar dia berikan duluu.. untuk apa, kalau dia tak cintaaa&#8230;.<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>My God!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini lagunya <strong>Nike Ardilla</strong> ini yang dipasang. Seolah-olah bisa menggambarkan jeritan hati Manohara yang ingin pulang ke rumah ibunya di Indonesia, karena sudah tidak betah di dalam kerajaan Malaysia itu. Luar biasa sekali inisiatif si penghias musik infotainment ini. Idenya sangat brilliant! <em>Amazing! Out of the box! Two thumbs up! </em>Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri nggak tahu. Apa karena kebiasaan saya yang terlalu memperhatikan segala sesuatu dengan amat detail, tapi perhatikan deh setiap kali ada tayangan infotainment. <strong>Perhatikan pilihan <em>soundtrack-soundtrack</em> lagu yang mereka &#8216;masukkan&#8217; dalam sebuah tayangan. </strong>Pasti kebanyakan bikin kita terkaget-kaget sendiri. Ada yang asal comot, ada juga yang dipilih dengan amat teliti oleh si editornya. Saya kok yakin, si editor itu pasti memeras otak dengan sangat keras, berusaha mencari lagu apa yang paling cocok untuk dimasukkan dalam liputannya itu. Biar (syukur-syukur) bisa nyambung.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kasus yang diangkat adalah kasus dari seorang penyanyi sih, gampang saja. Tinggal memasukkan satu atau dua lagu dari si penyanyi bersangkutan, selesai. Lah kalau kasusnya seperti kasus Manohara barusan? Salah satu pengalaman menonton tayangan infotainment yang paling tidak terlupakan adalah ketika mereka meliput seorang artis bernama <strong>Nia Ramadhani</strong> yang menurut mereka termasuk gemar gonta-ganti pacar untuk ukuran seusia dia. Hehehe. Dan hebatnya lagi, pacarnya dik Nia ini semuanya tajir. Ada <strong>Ressa Helambang, Bam Samsons</strong> dan yang terakhir ini adalah <strong>siapa Bakrie</strong>, gitu. Dan setelah narasi-narasi yang tidak penting itu dibacakan, dengan tanpa rasa bersalah, si infotainment itupun memasukkan lagu yang sepertinya bisa menjelaskan keseluruhan liputan mereka sebagai klimaksnya :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; cewek matree&#8230; cewek matree&#8230; kelaut ajee&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya masalah pemilihan lagu. Lebih detail lagi. <strong>Perhatikan juga dalam hal pemilihan </strong><em><strong>sound effect! </strong></em>Wah, ini lebih mengerikan lagi. Hampir semua infotainment sepertinya hanya punya koleksi satu <em>sound effect</em> satu saja, yaitu : suara halilintar! Pokoknya yang bunyinya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>..DHUARRRR..!!&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">gitu, lah. Suara ini sering sekali ditampilkan setiap kali ada sebuah pernyataan seorang nara sumber, entah itu si artis atau siapapun itu, dimana pernyataan itu dinilai sangat mengagetkan atau mengejutkan. Nah, petir kan bikin kaget tuh.. makanya dipakailah sound effect suara petir untuk menambah kesan <em>surprising</em> nya. Biar semakin klimaks! Biar penonton terkejut! Pernah nih,  dalam setengah jam saya nonton sebuah infotainment, saya menghitung tidak kurang ada 11 kali suara <strong><em>&#8220;&#8230; DHUARR&#8230;!!&#8221; </em></strong>itu muncul. Edan ya? Apakah akhirnya menambah kesan dramatis dari liputan itu? Enggak juga. Malah bikin geli. Orang dikagetin kok berkali-kali. Ya udah nggak kaget lagi dong,ah!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah hebatnya infotainment di negara kita. Tidak perlu menghadirkan penelusuran mendetail, tidak perlu dibutuhkan fakta akurat atau konfirmasi apalagi analisa yang kuat. Cukup dengan narasi yang dramatis, ditambah ilustrasi musik dari <em>scoring </em>film-film luar, disertai pemilihan lagu-lagu yang dirasa bisa merepresentasikan kasus yang diangkat, dan jangan lupa, <em>sound effect</em> mengejutkan itu tadi! Then &#8230;.. BAM!! Jadilah infotainment yang ratingnya tinggi dan disuka oleh banyak orang, temasuk saya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena cuma infotaiment lah, satu-satunya tayangan berita yang bisa memberikan seorang penyanyi nanggung seperti <strong>Mayangsari</strong> dengan julukan <strong>&#8220;Ratu Purwokerto&#8221;</strong>! Hebat toh??! Sejak kapan coba,  Purwokerto berubah dari kabupaten menjadi kerajaan???</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Hidup Infoteimen Indonesssaaa!!</em></strong></p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=887&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polos</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dulu, orang sering bilang bahwa kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari. Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; make up yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=879&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sejak dulu, orang sering bilang bahwa<strong> kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.</strong> Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; <em>make up</em> yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. Normalnya, normalnya lho ini ya&#8230;. hehehe&#8230; orang kalau pergi tidur kan memang biasanya nggak memakai <em>make up</em> di  wajahnya, toh? Kecuali di sinetron-sinetron itu, tentu saja. Mereka itu mungkin termasuk abnormal, karena walaupun sudah siap tidur dengan daster atau baju tidurnyapun, masih ngotot ingin terlihat cantik dengan ber-<em>make up</em> tebal seperti mau kondangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga  heran, kenapa kecantikan atau ketampanan seseorang itu harus dinilai dari saat dia bangun tidur. Bukankah justru ketika itu, muka lagi jelek-jeleknya ya? Mata masih lebam dan belum terbuka dengan sempurna, pipi masih terlihat membengkak, belum lagi kalau ada sisa-sisa <em>ngiler</em> yang terpampang samar-samar di sekitar bibir hahaha.. masih ditambah dengan rambut yang, masya Allah&#8230; awut-awutan nggak karuan. Cantiknya dimana? Gantengya dimana??</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ya seperti yang saya tulis di paragraf awal tadi : c<strong>antik dilihat dari sisi alaminya, kepolosannya.</strong> Wajah yang masih bersih tanpa sentuhan dan polesan apa-apa. <em>That&#8217;s where the beauty is.</em> Karena kalau kita melihat sosok perempuan yang cantik setelah wajahnya di&#8217;dempul dengan make up 7 lapis,misalnya, ya nggak usah tanya. Bukankah itu gunanya <em>make up </em>diciptakan di dunia ini? Malah jika si perempuan itu tetap tidak terlihat cantik bahkan setelah dimake up hingga 7 lapis, itu yang harus dipertanyakan! Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih maklum sekali, kalau perempuan dan <em>make up</em> itu mungkin sudah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat kentut dengan baunya. Ibarat hidung dengan upilnya.  Perumpamaan yang tidak cantik sama sekali ya? Hehehe. Perempuan kalau tidak memakai riasan, atau bahkan tidak tahu bagaimana caranya ber-<em>make up</em>, malah sering dibilang bukan perempuan. Sehingga kemanapun kalian pergi, mereka  selalu terlebih dahulu menyempatkan diri berdandan, yang buat kami para lelaki, sering menganggapnya sebagai pemborosan waktu saja. Walaupun kalau dipikir-pikir, selain untuk diri sendiri, kalian berlama-lama memonyong-monyongkan bibir didepan cermin itupun untuk kepentingan kami juga. Karena kami juga akan bangga punya pasangan yang pintar mempercantik dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dalam skala 1-10, <strong>seberapa pentingkah memakai <em>make up</em> bagi kalian?</strong> Sebegitu pentingnya kah? Berani nggak sih kalian hidup tanpa <em>make up</em>? Oke deh, pertanyaan terakhir barusan terdengar terlalu berlebihan. Kita kurangi saja kadar ke-<em>lebai</em>-annnya : Pernah nggak, sehari saja, sekali-sekali pergi ke kantor, atau pergi ke Mal, tampil polos tanpa riasan make up sama sekali? Kalau pernah, apa sih yang kalian rasakan? Nggak nyaman? Nggak percaya diri? Malu? <span id="more-879"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Majalah <em><strong>People</strong></em> baru-baru ini mengeluarkan tema <strong>The Most Beautiful People</strong> sebagai <em>headline</em>-nya. Setiap tahun mereka memang sangat kurang kerjaannya, dengan mengeluarkan daftar-daftar <em>The Most Beautiful</em>. Ya <em>The Most Beautiful Men</em> lah, <em>Women </em>lah, dan yang lebih umum ya itu tadi : <em>People</em>. Tahun ini yang terpilih adalah si cantik <strong>Christina Applegate</strong>. <em>I strongly agree</em>. Si mbak ini memang cantik sekali. Dan kekuatannya melawan kanker payudara yang dideritanya itu membuatnya terlihat semakin cantik. Cantik dari dalam.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-883 aligncenter" title="applegate_cover" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg?w=200&#038;h=267" alt="applegate_cover" width="200" height="267" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan salah satu bagian dari The Most Beautiful People ini, ada sebuah artikel yang memuat foto-foto beberapa selebritas perempuan yang ditantang untuk mau berfoto dengan polos. Polos disini bukannya tanpa memakai sehelai benang pun. Tapi polos tanpa memakai riasaan atau <em>make up </em>sama sekali. Judul artikelnya adalah <em><strong>&#8220;Stars Without Make Up&#8221;. </strong></em>Mereka hanya diperbolehkan memakai semacam <em>moisturiser</em> atau apalah, gitu. Tapi tetap:<span style="text-decoration:underline;"> <strong>No Make Up!</strong></span> Buat orang biasa, mungkin ini bukanlah sebuah masalah besar. Tapi buat artis yang sehari-harinya (mungkiiiiinn&#8230;) harus selalu bermake-up, ini sebuah tantangan hidup dan mati! Dari sekian banyak artis yang ditawari, akhirnya si cantik <strong>Eva Mendes</strong>, penyanyi kulit hitam <strong>Ciara</strong>, <strong>Halle Berry, Cindy Crawford,</strong> juri American Idol <strong>Kara DioGuardi</strong> sampai para pemain serial 90210 ini berani menerima tantangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 340px"><img class="size-full wp-image-881" title="90210" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg?w=330&#038;h=247" alt="The girls from '90210'" width="330" height="247" /><p class="wp-caption-text">The girls from &#39;90210&#39;</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya? Memang lain sih. Lebih kelihatan kerut-kerutnya. Hehehe. Ya iyalah, biasanya kan mereka kalau tampil di TV selalu dengan <em>make up </em>berat yang bisa menghilangkan berbagai kekurangan di wajah mereka. Tapi melihat tampilan foto Eva Mendes, Cindy Crawford dan kawan kawan itu, paling tidak ada 2 kesamaan yang bisa saya tangkap. <strong>Pertama</strong>, betapa memang mereka ini aslinya sudah cantik! Jadi mau pakai <em>make up</em> atau tanpa <em>make up</em> pun, ya tetep cantik! Hehehe. Emang dasarnya cantik! Titik. <strong>Kedua</strong>, mereka terlihat manusiawi sekali. Melihat kepolosan wajah mereka itu, saya melihat bahwa secantik apapun orangnya, sekaya dan sengetop apapun orangnya, tetap satu : sama-sama manusia kok. Foto mereka itu memperlihatkan bahwa mereka yang disebut &#8216;artis&#8217; itu juga manusia biasa. <em>They&#8217;re human.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya sering kan, ketika kita berpapasan dengan orang-orang yang mukanya sering kita lihat di TV, dan si orang populer itu tampil tanpa riasan tebal setebal ketika mereka di TV, terus kita berkomentar</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. biasa aja ternyata&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau yang lebih kejam dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. kok cakepan gue???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehhee. Lho, lha emang mereka juga orang biasa toh? Cuma kebetulan aja kerjaanya jadi artis. Kebetulan aja keraannya harus sering-sering tampil dengan <em>make up. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak ada yang salah sih dengan memakai <em>make up</em>. Tapi kalau sampai nggak berani keluar rumah dengan tanpa memakainya, sepertinya sudah terlalu berlebihan. Itu namanya sudah kecanduan. Heh? Kecanduan make up? Hehehe, baru denger istilah ini. Seorang teman saya mungkin termasuk dalam kategori ini. Suatu ketika saya diajaknya untuk menemaninya ke sebuah mal. Ditengah jalan, tiba-tiba dia membelokkan mobilnya ke sebuah salon. Seolah bisa membaca keheranan saya, dengan santai dia bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ngeblow rambut dulu yah.. nggak mungkin dong aku ke mal polosan gini&#8230;</em><br />
</span></p></blockquote>
<p>Oohhh&#8230;..</p>
<p>So, mbak-mbak yang sedang baca tulisan ini&#8230; gimana..  berani tampil polos?</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=879&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">applegate_cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">90210</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spoiler</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 06:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Note : Spoiler Alert! 
Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya:
&#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221;
Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film KNOWING-ya Nicholas Cage di Studio 21 Ambarukmo Plasa. &#8220;Biar telat&#8221; diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya Dian dan Rani termasuk yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=874&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Note : Spoiler Alert! </strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya:</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film <strong>KNOWING</strong>-ya <strong>Nicholas Cage </strong>di Studio 21 Ambarukmo Plasa. <em>&#8220;Biar telat&#8221; </em>diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.dianpurnomo.com">Dian</a></strong></span></span> dan Rani termasuk yang telat menonton film ini. Yaa, setelah 2 mingguan film ini nampang di bioskop, kami baru kemarin ini memutuskan untuk menontonnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-875 aligncenter" title="phmgvnquuhrdrn_t" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg?w=102&#038;h=147" alt="phmgvnquuhrdrn_t" width="102" height="147" /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja mendaratkan pantat di kursi nomor B-10 Studio 1, tiba-tiba sudah ada yang mengirimkan pesan kepada saya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>&#8230; terakhirnya agak mengecewakan&#8230; eh, keceplosan&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih. Apaan sih ni orang.  Kok bisa-bisanya dia  memberitahukan ending film ini ke saya, walau secara tersamar. Sayapun hanya membalas singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Oh.. baiklah. Sebelum sampai endingya, aku akan keluar lebih dulu saja&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Sayapun siap-siap melanjutkan menonton film itu. Belum ada 1 menit setelah pesan pertama itu datang, tiba-tiba datang pesan kedua, dari orang yang berbeda.Kali ini dari seorang teman saya yang berasal dari Padang tapi karena lama tinggal di Bandung, bahasanya jadi <em>meni Sunda pisan..</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Iyaa! Ntar Nicolas Cagenya mati, siah.. gak seru kannnn? Hahahahha&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">WAKSS!!  Tak sopan &#8216;kali ni orang. Sambil menahan geli tapi campur sebel, sayapun dengan sok cueknya membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Aku optimis.. Kalo aku yang nonton, Nic Cage pasti bisa diselamatkan. Bismillah&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. <em>Lebay. </em><span id="more-874"></span>Mencoba tetap tidak terpengaruh sama <em>spoiler2 </em>alias bocoran2 <em>ending </em>film<em> </em>dari kedua teman itu. Tapi ternyata mereka seperti tidak puas dengan balasan datar saya itu. Makin menjadilah mereka memberikan pesan lanjutan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>.. dibilangin juga. Awalnya sih seru. Nic nya bisa selamat dari kecelakaan pesawat ama kereta api. Tapi pas bencana terakhir, dia ikutan mati. Karena kiamat. Jadi mataharinya teh ngeluarin semburannya.. gitu mas kronologisnya&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<h2>HUAHHHHHH!!!!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">BEDEBAH!! Hahahaha&#8230; terus saya harus ngapain didalam bisokop ini selama 2 jam kedepan?? Itu sama saja seperti isi dan jalan cerita 2 jam film itu, sudah saya tahu sejak di menit awal dimulainya film, toh?? Menyebalkan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau gini? Teman saya yang dengan baik hatinya berbagi cerita dan membocorkan kronologis jalannya film itu sedetail-detailnya, atau saya yang dengan bodohnya tetap menyempatkan diri membaca (dan lebih tolonlya lagi : membalasnya) di tengah-tengah diputarnya film itu? Hayo.. siapa yang paling bersalah menurut kalian? Kekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">Ending sebuah film, menurut saya seharusnya haruslah menjadi sebuah rahasia besar. Karena sebuah ending, biasanya adalah sebuah titik jawaban dari segala macam konflik yang dibangun sejak awal film dimulai. Terserah, mau endingnya itu menyenangkan alias happy ending, atau ending-ending lainnya yang mungkin malah membuat bingung ata kaget karena di twist sedemikian rupa oleh si penulis naskahnya. <em><strong>But it&#8217;s supposed to be a secret, right? </strong></em>Itulah kenapa ketika  Columbia memproduksi film <strong>Seven Pound</strong>&#8217;sn ya <strong>Will Smith</strong> dulu, pihak studio sama sekali tidak pernah membocorkan jalan cerita film itu kepada orang luar. Yang diberikan hanya garis besar cerita saja. Supaya orang tetap penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Membocorkan spoiler adalah sebuah kejahatan bagi sesama pecinta film!</strong> Itulah kenapa, di majalah-majalah film sering sekali ada peringatan : <strong>SPOILER ALERT! </strong>ketika ada artikel yang berisi resensi sebuah film. Seperti yang saya tulis diatas barusan. Artinya, penulis bisa saja menuliskan atau membocorkan jalan cerita atau bahkan mungkin ending dari film yang ditulis itu. Makanya, dia terlbih dulu memberikan peringatan kepada pembacanya. Jadi kalau kemudian si pembaca kecewa karena menjadi tahu jalan cerita atau ending dari film itu, ya salahnya si pembaca itu sendiri, kenapa tetep dibaca? Udah diperingatin, juga&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Berarti dalam hal ini, saya yang salah ya? Hahhaha.</p>
Posted in Tentang Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=874&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phmgvnquuhrdrn_t</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block! part 2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 02:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *hehehhehee*, maka teman-teman di divisi Event [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=871&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *<em>hehehhehee*</em>, maka teman-teman di divisi Event &amp; Promotion berinisiatif untuk &#8230;. membuat kaos!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-870 aligncenter" title="image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300&#038;h=225" alt="image003" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Gyahahahahahhahaaaa&#8230;&#8230;. !!</p>
<p style="text-align:justify;">Gimana? Ada yang berminat mau pesan?</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=871&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">image003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=864&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. Ini makanya kenapa saya bilang &#8216;tumben&#8217;. Bukannya biasanya kami tidak akrab, bukannya biasanya kami tidak pernah  saling ledek. Bukan sama sekali. Tapi siang itu, suasananya betul-betul beda saja. Biasanya siang-siang setelah jam makan siang, suasananya cenderung tenang, semuanya langsung kembali ke mejanya masing-masing, dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada apakah gerangan? Apakah mereka sedang mogok kerja?</p>
<p>Sebelum pertanyaan itu terjawab, mari kita <em>flashback </em>dulu ke hari sebelumnya. Sore itu, saya yang kebetulan lebih sering <em>mejeng</em> di ruang siaran di lantai 3, di <span style="color:#ff0000;"><strong>BUZZ! </strong></span>oleh teman saya yang ada di lantai 2.</p>
<blockquote><p><em><strong>temansayaitu</strong> : Jang, lo lagi buka Facebook nggak diatas?<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Wah, tadi sih buka. Sekarang udah engga. Knapa?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : coba buka sebentar<br />
<strong>temansayaitu</strong>: karena yang dibawah di block!<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Hehh?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : Iya. Kalo diatas tnyata bisa nyambung, gak usah ribut..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : ntar malah di block juga diatas<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, sejak kapan????<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, iya nih. Diatas ga bisa juga!<br />
<strong>temansayaitu</strong> : walah di block juga toh<br />
<strong>temansayaitu</strong> : barusan ini<br />
<strong>temansayaitu</strong> : stlh makan siang<br />
<strong>ryu.deka</strong>: huahahahhahahaa&#8230;.<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: dan ga ada yang bilang?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak ada<br />
<strong>ryu.deka</strong>: tau2 ke blok?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : iya<br />
<strong>temansayaitu</strong> : lo liat status anak2 di YM dong..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : rame banget<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHAHHAHAHAHHAHA<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHA</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi sodara-sodara, hari itu dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, pihak manajemen kantor bikin surprise kepada  seluruh karyawannya dengan tiba-tiba mem-<em>block </em>seluruh jaringan Facebook dan Friendster. Dan mungkin beberapa situs jejaring sosial lainnya. Entahlah, April Mop padahal sudah berminggu-minggu lalu lewatnya. Tapi ini kok baru sekarang bikin kejutannya. Suka telat deh&#8230; Hehehhee&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ya seperti yang dilaporkan teman saya tadi itulah, makanya saya langsung cek dan ricek status teman-teman saya di YM, dan langsung cekikikan sendiri membacanya&#8230;<span id="more-864"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Huahh!! Apa-apaan ini??!!</strong><br />
<span style="color:#333399;"><strong>Sekian dan teriimakasih..!</strong></span><br />
<strong><span style="color:#993300;">Selamat! FB secara resmi sudah di block!</span><br />
<span style="color:#008080;">Jembatan ke komunitas terputus!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Huwhahahaha&#8230; gileee yaaaa.. segitu pada sewotnya gak bisa Facebook-an. Ketika kemudian chatting saya dan mas ini dilanjutkan, kita sempat mengira-ngira, siapa sebenarnya yang punya ide untuk memblock Facebook ini dan mengapa? Kalau saya sih curiganya, ini sengaja dilakukan, karena dalam waktu dekat ini, perusahaan akan membagi-bagikan Blackberry gratis kepada karyawannya, bekerjasama dengan provider tertent, sehingga karyawan bisa kapanpun dan dimanapun membuka situs Facebook ini, dan  tidak lagi perlu repot-repot buka Facebook di jam kerja.. ini mah ngarep namanya ya? Hahahha. Beda dengan dugaan teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><em><strong>temansayaitu</strong> : yang kena tuduh sekarang adalah salah  seorang bos yang punya Blackberry pasti..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: Hahahhahaha&#8230;. satu2nya tersangka&#8230; boss yang satunya aktif di Facebook soalnya hehehhee<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>temansayaitu</strong>: mungkin yg satunya gak punya Facebook<br />
<strong>temansayaitu </strong>: jadi dia agak iri dan nyruh ngeblock<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: itu the only reason&#8230;&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak punya Facebook tapi punya Blackberry<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gw mau nulis jadi status YM ah!<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHHAHAHAHA&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : <span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;Mending punya BB tapi ga punya FB, atau punya FB tapi ga punya BB??&#8221;</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal">
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Sableng!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maap ya pak boss.. kalau kebetulan baca postingan ini, ini semua dalam nuansa bcandaaaa&#8230;. <em>*khawatir ga jadi diikutsertakan dalam piknik ke Bali besok*</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalian mungkin bertanya-tanya, saya menulis apa sebagai bentuk komentar saya terhadap fenomena unik ini? Hehehe. Sebagai orang yang paling demen bikin komentar-komentar menyakitkan <em>*hehehhee*,</em> herannya saya malah nggak ikutan berkomentar sama sekali lho. Sumpah! (saking pada nggak percayanya kan, kok bisa2nya saya nggak komentar!).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, karena mau di <em>block </em>atau enggak-pun, saya memang jarang mainan Facebook di kantor. Selain memang nggak terlalu hobi utak-atik Facebook, juga karena emang bisa <em>connect</em> kapan pun mau melalui Blackberry (huuuuuuuuuu&#8230;..). Hehehe. Jadi ya kaga ngefek apa2 ke saya. <strong>Kalau WordPress ini juga di block</strong>, naaah.. baru saya bisa bikin komentar yang tingkat kesadisannya bisa ngalah-ngalahin Cut Tari dan Indra Herlambang di Insert!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, mmm.. saya memang nggak komentar. Tapi hasrat usil saya tentu tetap tidak berhenti disitu saja. Diam-diam, saya  mengirimkan pesan ke satu-persatu anak-anak kantor lainnya yang tidak menuliskan status di YMnya, untuk ikutan berpartisipasi bikin status di YM sebagai bentuk protes!</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000080;"><em>Eh..kok kamu adem2 aja ga ikutan komen?  Nggak boleh gitu lho.. Kasian temen2 Facebook mu  kalau kamu sampai absen ga update status&#8230; kamu mau dikira sombong?</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hihihi&#8230; saya memang diam, nggak ikutan bereaksi. Tapi ternyata dalam diam, saya tetap melancarkan serangan. Hehehe. Dasar provokator. Bentuk protes dalam damai yang mungkin juga diterapkan oleh salah datu divisi di kantor yang tiba-tiba sudah memajang poster ini di ruangannya&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-865 aligncenter" title="image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg?w=219&#038;h=289" alt="image000" width="219" height="289" /></p>
<p class="MsoNormal">Hahahaha&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ya ya ya, mari jujur saja pada diri sendiri. Siapa sih yang nggak doyan Facebook? Ditengah-tengah ribetnya pekerjaan kantor kita sehari-hari, ada kalanya kita butuh istirahat sejenak, dengan mainan <strong>Facebook, Plurk, Friendster, Twitter</strong> atau apapun lah itu namanya. <em>Jusct checking update</em> nya teman-teman yang suka ajaib2 dan tak penting itu, upload foto2 yang gak kalah gak pentingnya juga. <em>Just for fun. Just for a while</em>. Abis itu lanjut kerja lagi. Kayanya semua orang (yang di kantornya gak di block Facebooknya!) melakukannya deh. Dan sepertinya itu nggak jadi masalah.<strong> KECUALI</strong> kalau seharian di jam kantor kerjaannya maenan Facebook mulu sampai kaga beres kerjaannya! Apa bedanya coba dengan nge-game kaya <strong>Diner Dash</strong> atau <strong>Solitaire</strong> di komputer, misalnya?  Ya toh? Apa nanti juga semua game di komputer dan laptop juga akan dihapus?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi disisi lain, kayanya Facebook juga bisa bikin hubungan antarpersonal karyawan jadi terbatasi. Iya kan? Masing-masing sibuk dengan komputernya masing-masing, sibuk dengan Facebook nya masing-masing, sehingga interaksi di kehidupan normal jadi terbatas. Walau yang namanya kedekatan tetap ada, <em>but still</em>.. ada bedanya lah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buktinya, sejak Facebook diharamkan, anak-anak pada mulai sibuk berinteraksi dengan yang lain, dengan cara ngegangguin satu sama lain ketika salah satunya sudah mulai jenuh dalam bekerja.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><em>Iya ih&#8230; Ga ada Facebook, semua jadi sering ngumpul gini euy&#8230;  Hihihi&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi ada juga yang kerjaannya jadi sering mondar-mandir ga jelas, saking bingungnya mau ngapain. Hahahaa&#8230;. Kalau itu ketauan, emang hidupnya sudah ketergantungan sama Facebook. Hehehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selalu ada hikmah dalam sesuatu hal. Nah, untuk hal yang satu ini, silakan dicari sendiri-sendiri ya hikmahnya.. Hehehe. Kalau saya sih, saya melihat ini sebagai peluang usaha. Siapa tau nanti ada yang mau menyewa Blackberry saya buat Facebook-an? Hwahahahahaha&#8230;</p>
Posted in Tentang Kerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=864&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Love Like This</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[
Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah Katie Kirkprtrick, 21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, Nick Godwin, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=851&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-852" title="att3284810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg?w=320&#038;h=215" alt="att3284810" width="320" height="215" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah <strong>Katie Kirkprtrick, </strong>21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, <strong>Nick Godwin</strong>, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, untuk menerima pengobatan. Dalam gambar ini, Nick dengan sabar menunggui calon istrinya itu dalam salah satu dari begitu banyak sesi pengobatan yang dilalui tunangannya. Satu sesi yang amat melelahkan bagi keduanya, </em><em>for certain different reason&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-854 aligncenter" title="att32848111" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg?w=326&#038;h=217" alt="att32848111" width="326" height="217" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Walaupun didera rasa sakit yang tak tertahankan, berbagai kegagalan fungsi organ di tubuhnya hingga suntikan-suntikan morfin sebagai penghilang rasa  sakitnya, Katie tetap berusaha melanjutkan resepsi pernikahannya, bahkan mengurusi semua detail pernikahannya sendiri. Baju pengantin yang dikenakannya ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian ukuran, mengikuti perubahan berat badannya yang semakin menurun..</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p><img class="size-full wp-image-855 aligncenter" title="att3284812" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg?w=330&#038;h=220" alt="att3284812" width="330" height="220" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dalam genggaman tangan calon suaminya, dalam dorongan serta doa kedua calon mertuanya, dan dengan dibantu sebuah tabung oksigen, cerita cinta dua anak manusia yang dirajut sejak di bangku SMA itupun siap untuk dilanjutkan..</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-856 aligncenter" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg?w=430&#038;h=167" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small" width="430" height="167" /><br />
<em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. hingga ke pelaminan.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-857 aligncenter" title="att3284813" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg?w=321&#038;h=214" alt="att3284813" width="321" height="214" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie, dengan duduk di kursi roda, masih dengan tabung oksigennya, mendengarkan sebuah lagu yang dipersembahkan  suami dan teman-temannya. </em><em>Look how happy she was&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-858 aligncenter" title="att3284814" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg?w=325&#038;h=216" alt="att3284814" width="325" height="216" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Selama resepsi berlangsung, Katie terpaksa harus beristirahat selama beberapa kali. Deraan sakit yang dideritanya, tidak memungkinan dirinya untuk berdiri dalam jangka waktu lama.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-859 aligncenter" title="att3284815" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg?w=323&#038;h=215" alt="att3284815" width="323" height="215" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-860" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg?w=325&#038;h=217" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small" width="325" height="217" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie akhirnya meninggal dunia 5 hari setelah hari pernikahannya. .</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Melihat kekuatan, ketetapan dan keteguhan hati seorang perempuan yang sedang sakit dan lemah, tapi tetap tegar melanjutkan hidupnya dan meraih kebahagiaan menikah dengan orang yang dicintainya, mau tak mau membuat kita berpikir&#8230; Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan mudah untuk kita raih. Tidak peduli berapa lama kita berjuang mendapatkannya, dan berapa lama kita bisa ada didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebahagiaan pasti tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang mungkin merasa sakiti hatinya, mereka yang mencari, dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><em>Life is short. Break the rules. Forgive quickly. Laugh constantly. And never stop smiling, no matter how strange life is<br />
Life is not always the party we expected to be. But as long as we are here, we should smile and be grateful&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:left;">
<address>(thanks to my Po.. for giving me the letter&#8230;)<br />
</address>
Posted in Tentang Romansa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=851&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284810</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att32848111</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284812</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284813</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284814</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284815</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Nice To Be Important. But&#8230;.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada aja&#8230;.
Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar Presiden Barack Obama membungkuk ketika bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian Washington Times kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=846&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ada-ada aja&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar <strong>Presiden Barack Obama</strong> membungkuk ketika bersalaman dengan <strong>Raja Abdullah</strong> dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian<strong><em> Washington Times</em></strong> kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama ini sangat menyalahi aturan protokoler, dan karena Obama dianggap menghormati Raja Abudlla <strong>bukan</strong> sebagai mitra sejajar. Tapi lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">11-12 dengan suaminya, <strong>Michelle Obama</strong> sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Ibu negara yang pernah tampil di cover majalah <em><strong>Vogue</strong></em> ini menjadi <em>headline</em> di media-media Eropa ketika mendampingi suaminya di pertemuan ini. Ketika bertemu dengan <strong>Ratu Inggris Elizabeth II</strong>,  dua emak-emak yang  berpengaruh di dunia itu saling berpelukan. Media-media Inggris yang memang terkenal sadis itu menyebut, aksi peluk-memeluk ini melanggar protokoler  yang biasa diterapkan ketika ratu Inggris menerima tamu. Dan memang adegan itu bukanlah hal biasa terjadi di Istana Buckingham.</p>
<p>Dalam kasus Obama, sebenernya pihak Gedung Putih katanya sudah memberikan penjelasan, bahwa Obama &#8216;terlihat&#8217; menunduk, karena memang tinggi badan mereka yang terpaut jauh, sehingga Obama harus agak menunduk. Jadi nggak ada tuh yang namanya Obama merasa kedudukannya lebih rendah, lebih menghormat kepada Raja Abdullah. Katanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan kasus tante Michelle. Well, nggak ada yang memberikan penjelasan sih kenapa Michelle iseng main peluk Ratu Elizabeth ini. Tapi kalau menurut kacamata saya sebagai pengamat <em>politainment (</em>politik entertainment, maksudnya) <em>*edann*</em>, sama seperti suaminya itu, pasti nggak ada lah niat untuk berbuat tidak sopan kepada penguasa istana itu. Pasti  niatnya sama, lah : menghormati tuan rumah atau tamu. Lagian namanya juga emak-emak saling ketemu ya Boss. Pasti ya <em>say hi</em>, terus cium pipi kanan- cium pipi kiri, atau pelukan, sambil bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Apa kabar, Buuuu&#8230;. </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bu Ratu, maksudnya. Hehehe. Gitu aja kok dipermasalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-848 aligncenter" title="1044085p1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg?w=191&#038;h=143" alt="1044085p1" width="191" height="143" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya jelas pasti dipermasalahkan! Karena ini katanya berkenaan dengan satu hal yang namanya : <strong>protokoler</strong>! <em>Rule of politeness</em> yang berisi aturan sebuah lembaga. Dan kalau sudah menyangkut ke urusan satu ini, memang sudah harga mati, susah ditawar-tawar lagi. Harus diikuti. Melenceng sedikit, dianggap salah saja. Kaku, begitu mungkin anggapan orang. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang yang namanya protokoler itulah yang bisa membedakan orang-orang yang ada dalam posisi &#8216;penting&#8217;, <em>let&#8217;s say</em> pemerintahan, dengan kita yang hanya sebagai rakyat jelata.. <em>*halah*.<span id="more-846"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai yang pernah beberapa kali menjadi MC untuk acara yang melibatkan pejabat pemerintahan atau orang-orang &#8216;penting&#8217; lainnya, terus terang saya juga sering males dan bete banget dengan yang namanya &#8216;protokoler-protokoler-an&#8217; ini. Memang konsep acaranya pasti acara formal dan resmi. Tapi bukan berarti tidak bisa  dibawakan dengan menyenangankan, kan? Kesannya acaranya jadi serius, tegang dan jauh dari suasana fun. Mungkin karena saya lebih sering dapat event yang haha-hihi-hip-hip -horee, ya? Karena ketika sudah masuk area &#8216;formal&#8217; seperti ini, otomatis mulailah yang namanya aturan ini, aturan itu, nggak boleh ini dan nggak boleh itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suat hari saya membawakan sebuah acara <em>gathering</em> sebuah koran terkemuka. Acara ini dihadiri seluruh petinggi-petinggi kantor, bahkan sampai beberapa tokoh nasional. Ketika acara akan dimulai, salah seorang berpakaian safari yang sepertinya adalah ajudan salah satu tokoh penting koran itu datang mendekati saya,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>Mas, situ MC nya ya? Nanti kalau menyebutkan nama ibu direktur, jangan lupa disebutkan titel sarjana Ekonomi-nya ya. Awas lho mas, jangan sampai lupa disebutkan &#8216;SE&#8217; nya&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Sambil kemudian berlalu meninggalkan saya yang setengah bengong.</p>
<p style="text-align:justify;">Iya deh. Namanya juga pesan sponsor ya. Harus diikuti. Daripada nggak dibayar? Hehehe. Ugh, untuk sebagian orang, <strong>penyebutan titel ternyata bisa menjadi faktor yang penting banget ya</strong>. Makanya saya pun selalu berusaha mematuhi permintaan tersebut, dan menyebutkan titel si Ibu itu setiap kali saya selesai menyebutkan namanya. Si Ibu (yang kita sebut saja namanya <strong>Ibu Susi Susanti!</strong>) pun terlihat tersenyum bangga sekali&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kejadian itu tidak berlangsung lama, sewaktu  saya agak kerepotan harus terus menerus menyebutkan nama lengkap si Ibu plus titelnya itu, justru ketika harus berkomunikasi dengan beliau sendiri! Saya lupa tema apa yang saya sampaikan waktu itu, tapi pada akhirnya saya dengan sok akrabnya bilang,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. bla bla blaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, bukan begitu Ibu Susi Susanti ?<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Si ibu cuman diam, dan hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kecut memandang sebal ke arah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Loh&#8230; saya salah apa??</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai acara, saya didatangi lagi sama mas-mas berpakaian Safari tadi, dan bilang kalau Ibu direktur itu agak nggak suka diajak ngobrol ketika acara berlangsung. Dan yang dianggap paling mengganggu beliau adalah : saya tidak menyebutkan namanya secara lengkap <strong>PLUS </strong>dengan titelnya itu! Itu dianggap melanggar protokoler perusahaan yang si Ibu pimpin.</p>
<h1>HUAH!!!</h1>
<p style="text-align:justify;">Maksud loo??? Amit-amit&#8230; Pertama, saya nggak tahu dan nggak di kasih tau sebelum acara tentang hal &#8216;interaktif&#8217; saya dengan beliau yang ternyata tabu itu. Dan masalah penyebutan titel, duh..masa iya saya harus juga menyebutkan secara lengkap untuk hal-hal semacam percakapan singkat itu?</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230; bla bla blaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;.., bukan begitu Ibu Susi Susanti Sarjana Ekonomi????</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kampungan dehh&#8230;<br />
Hehehe. Tapi ya mau gimana. Itu udah jadi ketetapan. Jadi peraturan. Jadi protokoler acara versi perusahaan. Ya saya sih minta maaf aja, karena bagaimanapun saya nggak punya kapasitas untuk membela diri terlalu berlebihan. Daripada besok gak dipakai lagi? Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi cerita ketika saya membawakan acara untuk event pemerintahan yang melibatkan seorang kepala pemerintahan di suatu daerah. Ini lebih gila lagi. Makin banyak aturan protokoler yang harus saya pahami. Mulai dari <em><span style="color:#333399;">&#8220;Nama bapak harus disebutkan paling atas&#8221;</span>,</em> atau <em>&#8220;<span style="color:#800080;">Jangan lupa, nama jabatannya dulu, baru kemudian nama Bapak disebutkan. Jangan terbalik, aplagi lupa disebut salah  satunya&#8221;</span></em><span style="color:#800080;"> </span>hingga <span style="color:#800000;"><em>&#8220;Nanti setelah bapak selesai membirkan sambutan, jangan dikomentari&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Idihh&#8230;  Pokoknya banyak sekali aturan-aturan yang tidak boleh saya langgar, yang diberikan oleh tidak hanya satu, tapi <strong>tiga </strong>orang ajudan si bapak Bupati itu. Yang menyebabkan saya tambah stress, dan malah takut melihat muka si bapak Bupati yang sebenarnya terkenal ramah itu. Kenapa yang ribet sendiri malah anak buahnya ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Bener saja, di pertengahan acara, salah seorang ajudan itu datang lagi menghampiri saya. <em>Oh no&#8230; not again! </em>Apalagi, nih? Ternyata si ajudan ini bilang, kalau Bapak Bupati itu meminta saya untuk tidak terlalu sering menyebutkan namanya secara lengkap. Cukup dengan nama depannya  saja, biar tidak terlalu terdengar kaku dan terkesan formil. Kesannya terlalu berjarak dengan <em>audience</em>. Tuhh kan&#8230; Tadi yang nyuruh saya menyebutkan lengkap siapa? Yang bilang itu aturan resmi alias protokoler siapa?? Wong bapak Bupatinya santai-santai aja kok&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Yang namanya protokoler itu mungkin memang penting. Tapi kalau kemudian membuat yang melakukannya menjadi merasa kurang &#8216;manusiawi&#8217;, nggak ada masalah kalau protokoler itu dilanggar kan?  Bener gak, sih? Kita juga tahu kok, penting tidaknya seseorang tidak harus selalu dilihat dari berapa banyaknya ajudan atau pengawal yang dimilikinya. Bukan juga dari kekakuan sikap yang ditunjukkannya, hanya karena mengatas-namakan keprotokolan. Obama dan istrinya sepertinya sudah memberikan contoh yang baik. <em>It really nice to be important, but it is important to be nice</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan para petinggi bangsa ini (dan bangsa lain) ada yang membaca blog ini. Amin. Hihihi.</p>
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=846&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1044085p1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumbang-Menyumbang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menyumbangkan sesuatu untuk orang lain, nggak?
Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah &#8220;.. pernah.. &#8220; atau &#8220;.. tidak pernah/belum pernah&#8230;&#8220;.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,


&#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=840&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernah <strong>menyumbangkan</strong> sesuatu untuk orang lain, nggak?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah <em><span style="color:#333399;">&#8220;.. pernah.. &#8220;</span> </em>atau <span style="color:#333399;">&#8220;</span><em><span style="color:#333399;">.. tidak pernah/belum pernah&#8230;</span>&#8220;</em>.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti &#8216;<strong>membuat sumbang&#8217; </strong>sesuatu? Suara, misalnya&#8230;&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Saya jadi (agak) pintar dan (agak) teliti menganalisa pertanyaan seperti itu juga bukan karena emang dasarnya saya jago bahasa Indonesia. Nggak sama sekali. Tapi paling enggak, saya pernah diajari lah, yang namanya Homograf. Satu kata yang bisa memiliki arti ganda. Seperti kata <strong>&#8216;bisa&#8217;</strong> yang bisa berarti &#8216;dapat&#8217; dan &#8216;racun yang dimiliki seekor ular&#8217;. Dan lagi, kebetulan juga karena saya pernah mengalami kejadian yang cukup tak terlupakan yang ada hubungannya dengan hal sumbang-menyumbang ini.<span id="more-840"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu lalu ketika siaran TV <em>-<span style="color:#800080;">o iya, buat yang belum tau, jadi ceritanya setiap hari Kamis sore selama satu jam saya membawakan acara bernyanyi via telepon di TVRI Jogja. Nggak penting kok acaranya. Tapi yang nggak penting2 kaya gini malah yang biasanya laku. Hehehe</span></em>- terjadi sebuah kesalahan teknis. Jadi <em>player</em> di ruang monitor yang digunakan untuk memutarkan lagu karaoke, tiba-tiba macet. Nggak keluar suaranya. Padahal sudah ada penelpon yang masuk dan siap untuk bernyanyi. Maka paniklah saya dan <strong>Kiki</strong>, partner siaran saya. Panik dan malu, tepatnya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-841 aligncenter" title="img_0417" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg?w=265&#038;h=176" alt="img_0417" width="265" height="176" /></p>
<p style="text-align:justify;">Yah, begitulah kalau siaran langsung. Kita harus siap menerima apapun yang terjadi. Tinggal bagaimana kita yang menjadi &#8216;ujung tombak&#8217; acara itu menghadapinya, alias menutup2inya. Biar nggak malu-malu amat&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Aduh Mass&#8230; tunggu bentar ya.. kayanya pemain band nya dibelakang belum lengkap.. Ada yang lagi ke belakang, belum balik.. hehehhee..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Saya mencoba menutupi masalah teknis itu, yang kemudian malah dirusak oleh teman saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#993300;"><em>Enggak deng, Mas! Playernya macet&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Huaduuhh!!! Hahahaha. Nggak sopan memang partner saya satu itu. Basa-basi dikit kek? Tapi kalau dipikir-pikir, ngapain juga setengah mati menutupi kesalahan teknis kaya gitu ya? Pemirsa juga nggak bodoh, kan?  Hahahaha. Akhirnya untuk mengisi waktu dengan harapan si player itu akan normal kembali, maka dengan perasaan yang masih deg-degan, <strong>Kiki</strong> mencoba mengisi waktu dengan meminta si penelpon itu untuk kirim-kirim salam saja terlebih dahulu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Mas.. Sambil nunggu musiknya muncul, mungkin mas nya mau kiriim-kirim salam dulu? Mau menyumbangkan lagu ini untuk seseorang, misalnya&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Spontan saya balas meng<em>-counter </em>perkataan teman saya itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mengirimkan dong.. Kok menyumbangkan sih?? Kalo menyumbangkan, berarti lagunya dibikin sumbang dongg.. jadi malah nggak enak dengernya&#8230;..Gimana sih??&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Yang langsung disambut Kiki dengan tertawa ngakak sampai hampir terjatuh dari kursi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lho, iya kan? Saya nggak salah dong? Sumbang itu kan artinya : fals. Kenapa orang sering sekali memakai kata itu ketika mereka bernyanyi? Mari kita lihat saja di resepsi-resepsi pernikahan, berapa kali MC nya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Baik.. dipersilahkan kepada tamu undangan, yang ingin menyumbangkan suaranya untuk kedua mempelai&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Kemudian dilanjutkan dengan seorang tamu undangan yang banci tampi, naik ke stage (Uh, pasti saya tuh. Hahahha). Kemudian dengan sok gantengnya dan penuh percaya dirinya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Oke&#8230; buat kedua mempelai yang berbahagia, saya akan menyumbangkan lagu ini khusus.. hanya untuk kalian berduaaaa&#8230;&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Bayangan saya kemudian adalah, dia ini akan menyanyikan lagu itu atau membuat lagu itu menjadi sumbang, fals, nggak <em>tune</em> dan lain sebagainya itu. Hahahaha. Kasian banget kan mempelainya. Dikasih lagu sumbang. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
Ya itulah, berbahasa itu memang kadang harus hati-hati. Walaupun orang tahu maksud dari &#8216;menyumbangkan lagu&#8217; disini artinya adalah memberikan lagu tersebut sebagai hadiah, tapi pasti <em>somewhere out there</em>, akan ada orang-orang seperti saya yang daya imajinasinya suka kebablasan, terutama untuk hal-hal yang tidak penting untuk dibahas sedetail ini. Ya toh??</p>
<p style="text-align:justify;">
Jadi lain kali, siapa tau Anda ketiban jatah jadi MC sebuah acara pernikahan, atau malah ketiban sial diminta untuk menyanyi untuk kedua mempelai, pesan saya : nggak usah sok beramah-ramah memakai kalimat indah seperti itu. Cukup bilang saja,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Saya akan menyanyikan lagu  ini untuk kedua mempelai.. &#8220;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dijamin aman. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=840&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0417</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Selamanya Blackberry Itu Indah&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 05:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu Merpati Band, &#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221; sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=822&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu <strong>Merpati Band</strong>, <em>&#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221;</em> sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini dengna nama yang semakin ajaib. <strong>Asbak Band</strong>, <strong>Salju Band</strong>, <strong>Kuburan Band</strong>, <strong>Kingkong</strong> hingga <strong>Hijau Daun</strong> yang laris manis itu. Mungkin tak lama lagi akan segera muncul band setipe dengan Hijau Daun,  dengan nama Merah Delima atau Biru Laut atau malah Kuning Langsat Band!</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tinggalkan saja band-band itu dengan urusannya masing-masing, sekarang sebaiknya kita urusin saja masalah Blackberry saya ini. Yah, jadi ceritanya sudah sebulan ini saya resmi bergabung dengan puluhan ribu orang yang tiba-tiba menjadi mendadak <em>&#8216;autis&#8217; </em>saking sibuknya dengan kehidupan Blackberry mereka. Sibuk melototin dan memencet-mencet benda mungil yang ber-sarungkan plastik warna-warni ngejreng itu. Sambil sekali-sekali <em>cengengesan</em> sendiri. Sambil kadang-kadang pakai kesandung segala, saking asiknya mencet <em>keypad</em> dan nggak pernah ngeliatin jalan didepannya. Kalau ini sih pengalaman pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya sudah diajak untuk memakai si BB ini sejak tahun lalu. Dengan berbagai alasan, mulai dari yang tidak menarik seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Enak deh.. ada push emailnya. Jadi bisa terima atau ngecek email dari mana aja!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai dengan alasan yang tidak masuk akal seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Bisa chatting 24 jam! Bisa Facebook-an sepuasnya, ga perlu repot2 buka laptop sambil nyari tempat yang ada wi-fi gratisannyaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! Saya bukan termasuk orang yang setiap hari terima dan kirim puluhan email. Lagian apa asiknya sih, buka email di tempat tidur yang isinya ternyata soal kerjaan? Saya juga bukan orang yang segitu <em>clueless</em>-nya sampai-sampai nggak tau mau ngapain, sehingga butuh mengganggu teman saya untuk chatting selama seharian penuh! Makanya saya <em>keukeuh</em> nggak mau berpindah ke Blackberry, karena memang nggak melihat manfaatnya buat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai akhirnya salah seorang teman blogger saya memberikan pendapatnya kepada saya, dan seketika itu juga mampu merubah pandangan buruk saya tentang si BB ini. Hehehe. Berikut ini hasil perbincangan kami yang berhasil direkam oleh awak Go Spot beberapa waktu lalu *<em>ketahuan kebanyakan nonton acara gosip</em>*. Untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginakn, termasuk makin terkenalnya nama teman saya itu gara-gara namanya saya tulis disini, maka namanya saya samarkan.. hahahahhaa&#8230;<span id="more-822"></span></p>
<blockquote><p><strong>saya </strong>: btw.. kalo ga salah  kmu pernah bikin posting tentang BB ya.. Blackberry, bukan bau badan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Yang mana ya?<br />
<strong>dia </strong>: kenapa?<br />
<strong>saya</strong> : aku lagi nyari dukungan untuk meyakinkan diri tidak perlu menjadi satu dari sejuta umat yang memakai barang itu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : huahuahuahauhau<br />
<strong>dia</strong> : loohh dirimu mah pentingggg..<br />
<strong>dia</strong> : pentingg beneerrrrrr<br />
<strong>dia</strong> : pake donnnnnnngg!<br />
<strong>dia</strong> : dirimu kan selebbbb<br />
<strong>dia</strong> : gimana seeeehhhhh<br />
<strong>saya</strong> : yah..<br />
<strong>saya</strong> : pentingnya dimana&#8230;.<br />
<strong>saya</strong> : tanpa pake BB, penampilanku udah seleb banget kok..<br />
<strong>dia</strong> : wakakakakakkaa<br />
<strong>dia</strong> : hiahiahiahiahaia<br />
<strong>dia</strong> : setuju mas..setuju&#8230;.gak pake bb dirimu udah TOB ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : sip sip &#8230;.*bakal pake alasan yang sama ke orang*</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, se-simple itu, akhirnya saya memutuskan untuk memakai Blackberry juga. Hahahaha. Biar makin ngartis!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-824 aligncenter" title="42-20250772" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg?w=170&#038;h=113" alt="42-20250772" width="170" height="113" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan pengguna Blackberry di Indonesia memang gila-gilaan. Bahkan kabarnya termasuk yang tertinggi di dunia. Kata siapa kita negara miskin,  huh? Tapi ternyata, <strong>70%  pemakainya, menggunakan Blackberry bukan untuk keperluan bisnis</strong>, seperti ketika pertama kali benda ini dirancang. Cuman 30% pengguna Blackberry di Indonesia yang betul-betul memanfaatkannya untuk keperluan kerja dan bisnis. Jadi cukup jelas kan, kalau orang membeli benda ini kebanyakan memang hanya untuk gaya-gayaan dan sekedar punya-punyaan doang, seperti saya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya memang benar sih. Ketika awal bulan Maret lalu saya ada diantara ribuan orang yang memadati arena <strong>Java Jazz</strong>, sejauh mata memandang semua orang menenteng-nenteng <strong>Blackberry Bold</strong> yang ukurannya gede itu di tangan mereka. Bahkan juga ada anak kecil yang terlihat kerepotan memegang benda itu dengan kedua tangannya. Saya juga heran, kenapa sih mereka sibuk menenteng-nenteng benda itu? Padahal mereka juga membawa tas di punggung mereka. Tapi kemudian saya mahfum. Buat apa punya barang mahal, yang sedang jadi trend pula, tapi nggak diperlihatkan ke khalayak ramai??? Iya toh?? Hahahaha&#8230; <em>Again, another point</em> yang membuktikan kalau orang punya Blackberry cuman buat gaya doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu fitur Blackberry yang paling dimanfaatkan penggunanya adalah kemampuannya untuk tersambung dengan <strong>IM</strong> (<em>Instant Messaging</em>) seperti <strong>Yahoo! Messenger, Google Talk, Blackberry Messenger</strong> dll. Termasuk juga aplikasi <strong>Facebook</strong> yang membuat para pemiliknya bisa seenak udelnya mengupdate status mereka. Kapanpun. Dimanapun. Sejak memakai BB, saya jadi semakin tahu bahwa makin lama makin banyak populasi orang yang suka cari perhatian dari orang lain! Lha gimana enggak, semua orang jadi sibuk pamer status. Setiap saat. Dan ketika orang mau ber-repot-repot mengetikkan sesuatu di status mereka, berarti mereka MENGHARAPKAN orang lain membacanya, dan kemudian MENGOMENTARINYA, kan?? Apa coba itu, kalau bukan orang cari perhatian?? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangin, hari ini saja saya menemukan status-status &#8216;ajaib&#8217; di Facebook, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Nggak sempet sarapan, euy!</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">ada juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Bangun kesiangan. Telat siaran ga yah? Doain jalanan ga macet ya..</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hingga yang sangat singkat, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Mules&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. hehehe. Kayanya penting banget ya orang lain tau kalau kita nggak sempet sarapan, atau takut telat siaran karena bangunnya telat (lah.. udah tau telat siaran malah sempet-sempetnya nulis status Facebook! Bukannya ntar malah tambah telat??). Bayangkan juga, misalnya saja kita sedang kangen dan ingin tahu kabar teman kita yang ada di lain negara misalnya. Setelah mencari-carin namanya di daftar teman, dan kemudian kita melihat statusnya, kita hanya bisa tahu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Oohhh&#8230;  perutnya sedang mulas&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Hehehe. Gak penting banget kan? Mentang-mentang bisa update status sesukanya dan kapan aja. Gak heran, kalau sekarang sudah begitu banyak bermunculan banci status Facebook dimana-mana. Yang selalu sibuk  mengganti, menuliskan dan memamerkan status mereka kepada dunia. Gak apa-apa  juga, sih. Itu hak setiap orang (pengguna Blackberry). Saya cuman suka sebel aja harus membaca status-status (yang menurut saya) tidak penting, yang terpaksanya harus saya baca satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan <strong>Blackberry Messenger</strong> yang hanya ditujukan bagi sesama pengguna BB dengan saling bertukar PIN terlebih dahulu itu. Pada suatu hari, Boss saya di kantor juga ikutan latah beli BB. Dan sore harinya, dia meng-add saya untuk masuk di list BB Messenger-nya. Isi pesan pertamanya hanya singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Test&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Membaca itu, perasaan saya udah agak gamang. Dijawab? Enggak? Di add? Enggak? . Di add, enggak&#8230; Kalo di add, ntar jangan-jangan yang diomongin tentang kerjaan, tapi kalo ga di add, kok  kayanya nggak mungkin. Akhirnya saya balas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Sudah nyambung, kangmas&#8230; hehehhe&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Boss pun membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Hehehe&#8230; Btw, draft acara gimana? Udah mundur lagi seminggu. Besok jadi ya. Senin kita kirim data medianya ke agency.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuuuuuuuuuuuuuhhhh kannnnnnnnnnnnn&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan, yang masih bingung mau membeli dan memakai Blackberry atau tidak, silakan dipertimbangkan kembali..hahaha&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=822&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-20250772</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Positive Mental Attitude</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo!  Messenger.
donnydonat: tumben, ga berstatus&#8230;
ryu deka: oh&#8230;
ryu deka: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus?
ryu deka: Hahaha..
donnydonat: 
ryu deka: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230;
ryu deka: jadi malu..
donnydonat: aku dan Inud sih
ryu deka: oh&#8230;
donnydonat: klo aku pasti membandingkan punyamu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=808&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo!  Messenger.</p>
<blockquote><p><em><strong>donnydonat</strong>: tumben, ga berstatus&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus?<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahaha..<br />
<strong>donnydonat</strong>: <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu deka</strong>: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: jadi malu..<br />
<strong>donnydonat</strong>: aku dan Inud sih<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: klo aku pasti membandingkan punyamu dan punya &#8216;X&#8217; *salah satu teman kita*<br />
<strong>donnydonat</strong>: pasti bertolak belakang<br />
<strong>ryu deka</strong>: HUAHAHAHAHHAHAHAHAHHAH<br />
<strong>ryu deka</strong>: Apa iya?<br />
<strong>donnydonat</strong>: iye&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya hawanya positip,<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya pasti negatip<br />
<strong>ryu deka</strong>: hahaha&#8230;.<br />
<strong>ryu deka</strong>: bisa aja&#8230;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, <strong>Mas Donny</strong> ini menanyakan  kenapa hari itu saya tidak menuliskan status di YM saya. Karena sejak beberapa bulan ini, saya memang selalu menuliskan bermacam-macam <em>quotes</em> sebagai status saya. Seperti,</p>
<p style="text-align:center;">- <strong><span style="color:#993300;">If you&#8217;re too busy to enjoy life, you&#8217;re too busy</span><br />
-    <span style="color:#800080;">Do not take life too seriously. You will never get out of it alive</span><br />
-    <span style="color:#333399;">How we spend our days is, of course, how we spend our lives<span id="more-808"></span></span><br />
-    <span style="color:#993366;">If you dont want to work, you have to work to earn enough money so that you won&#8217;t have to work!</span><br />
-    <span style="color:#ff6600;">We Don&#8217;t Work for Each Other. We Work With Each Other.</span><br />
-    <span style="color:#666699;">I Don&#8217;t Like work. No man does. But I like what is in work-the chance to find myself.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">dan masih banyak lagi lainnya yang kebanyakan saya ambil dari <em>inspirational book</em> yang pernah saya baca. Tujuan saya menuliskan itu sangat jelas, bukannya pengen sok-sok-an biar dikira jago ngomong Inggris. Tapi <strong>hanya sekedar ingin memberikan semangat pada diri saya sendiri hari itu</strong>. Namanya juga hidup ya, teman-teman. Ada <em>&#8216;up &amp; down&#8217; </em>nya. Makanya perlu dijaga supaya yang namanya semangat, keceriaan, keramahan dan bermacam-macam hal positif lainnya harus terus dijaga.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-812 aligncenter" title="42-19216667" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg?w=170&#038;h=170" alt="42-19216667" width="170" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya selalu menuliskan berbagai kutipan-kutipan tadi sebagai status YM saya. Buat penyemangat. Sampai akhirnya saya baru sadar, kebiasaan saya itu ternyata diperhatikan juga oleh beberapa teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>yessymuchtar</strong>: are you really that type of person mas?&#8230; like the note in your status today?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: ah.. engga juga. but I&#8217;m trying to <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: kenapa emang? kok tiba-tiba?<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: just ask.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: dirimu selalu pasang status status yang encourage gituh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: lha.. daripada yang jelek2 ditulis, malah jelek efeknya buat kita kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yang lain yang ngebacanya juga ga nyaman..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: hihihi&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: betul <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aku mau pasang status yang menggugah juga..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: cuma dari tadi belum nemu<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: apa ya..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN&#8221; ..kira kira&#8230;gimana?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: udah biasa itu&#8230;.<br />
<strong>ryu.deka</strong>: &#8220;JANGAN PARKIR DISINI&#8221; mungkin lebih menarik..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: mm&#8230;.boleh&#8230;.kalo .. &#8220;MAKANLAH PAKAI TANGAN KANAN&#8221;? basi juga ya?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: iya.  Kalo yang kidal terus gimana??<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: wakakakakakaakaa<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aahhhh..aku tau massss&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;SHOLATLAH SEBELUM KAMU DISHOLATKAN..&#8221; *matii gueeeeeeee*<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAA</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jaman udah makin ruwet. Dan berpikir (dan bersikap) positif itu kadang-kadang susahnya minta ampun. Tapi nggak ada jeleknya juga kan kalo di usahain? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
Posted in Tentang Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=808&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-19216667</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(It&#8217;s Not) Amazing Race!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. P-E-R-N-I-K-A-H-A-N. Mudah-mudahan belum pada bosen ya.
Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama Neng Uut. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan kaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=803&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. <strong>P-E-R-N-I-K-A-H-A-N</strong>. Mudah-mudahan belum pada bosen ya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama <strong>Neng Uut</strong>. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan kaki di meja penerima tamu (maksudnya, melewati meja penerima tamu. bukan menginjak-injak mejanya, tentu), bersalaman dengan kedua mempelai, mencomot aneka hidangan yang disediakan hingga haha-hihi dengan teman-teman lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi kesempurnaan penampilan saya siang itu <em>*edann*</em> tiba-tiba saja perlahan-lahan sirna, ketika satu persatu memberikan pertanyaan basa basi yang standar sekali pada saya,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#333399;"><em>Kapan nyusul?</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Standar kan? Pertanyaan yang amat standar ditujukan pada para lajang, yang hadir di pesta-pesta pernikahan. Namanya juga pertanyaan standar, jawabannya pun dibuat standar pula, kan? Cukup tampilkan senyum manis standar saja. Udah lewat lah nyari-nyari jawaban manis yang seolah berusaha memberikan pembelaan diri akan status lajang kita. Tapi ketika hampir semua orang yang kita kenal kemudian menanyakan pertanyaan yang sama, mau nggak mau pertanyaan itu tiba-tiba seperti berputar-putar di kepala saya, hingga akhirnya membuat saya mempertanyakan keabsahannya! Edan ya.. dasar blogger!</p>
<p class="MsoNormal">Kenapa sih harus pakai kalimat <strong><em>&#8220;Kapan Nyusul?&#8221;</em></strong></p>
<h1>Kenapa???</h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-803"></span>Sungguh, buat saya (nggak tau yang lain, ya) pertanyaan itu sangat mengganggu sekali. Pertama, mari dipahami secara bloon-bloon-an saja. <strong>&#8220;Nyusul&#8221;</strong> itu berasal dari kata dasar <strong>&#8220;susul&#8221;</strong>, bukan? Kalo nggak salah sih begitu. Yang erat artinya dengan mengejar sebuah ketertinggalan akan sesuatu. Biar lebih yakin lagi, saya ambilkan dari <strong>Kamus Besar Bahasa Indonesia</strong> ya!</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8217;susul&#8217;</em> itu adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan</strong>. Misalnya : Dalam perlombaan itu, ia dapat menyusul lawan-lawannya</li>
<li><strong>Datang kemudian</strong>; Mengikuti. Misalnya : Menikahlah kamu dahulu, saya menyusul beberapa tahun lagi (kalau ketemu jodohnya!)</li>
<li><strong>Memperbaiki suatu keterbelakangan</strong> ; Mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan. Misalnya : Dengan susah payah dapat juga ia menyusul ketertinggalannya dalam berumah tangga.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh kalimat diatas memang saya bikin-bikin sendiri biar makin dramatis. Hehe. Tapi tentu sja, intinya adalah orang yang mengejar, tentu saja posisinya &#8216;kalah&#8217; dibandingkan dengan yang dikejar, bukan? Walau tidak selalu, tapi dari segi arti saja, &#8216;menyusul&#8217; bukanlah sebuah bentuk yang positif. Kedua, mari dipahami dengan hati nurani<em> *edann*</em>. Jika kata dipakai dalam konteks nikah-menikah. Berarti, sama saja si penanya itu memaknai sebuah pernikahan itu sebagai sebuah arena pertandingan, bukan? Itu seperti sama saja artinya, si penanya itu bertanya seperti ini nih</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> <strong><em>Kapan nyusul? Si Itu aja udah lho. Masa kamu kalah! Disusul, gih sana&#8230;.!</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-820 aligncenter" title="42-17135810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg?w=170&#038;h=113" alt="42-17135810" width="170" height="113" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka yang sudah menikah, adalah pemenang. Dan saya yang belum menikah adalah si kalah. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orang yang diberi pertanyaan seperti ini?? <em>Again</em>, ini kalo saya ya. Walaupun saya juga tahu, tersinggung atau tidaknya saya diberi pertanyaan seperti itu, semuanya ya tergantung saya juga yang menanggapinya bagaimana. Tapi mungkin memang seharusnya orang sudah mulai memikirkan apa yang diucapkannya. Saya yakin, semua orang njeplak dengan pertanyaan<em> &#8220;Kapan nyusul&#8230; &#8221; </em>ini juga karena faktor kebiasaan. Basa-basi yang paling pas dengan kondisi saat itu ya kalimat ini, toh? Sehingga nggak semua orang se-kurang kerjaan seperti saya ini saja, yang mengulik2 kalimat ini segini dalem. Hhhh&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Bisa kan, dicari kalimat lain yang punya makna sama, seperti</p>
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Besok kalau giliran kamu, ditunggu undangannya lho ya..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> </em></span>Lebih enak didengar kan?</p>
<p class="MsoNormal">Pernikahan itu bukan sesuatu yang harus diperebutkan. <em>It&#8217;s not a game! It&#8217;s not even a race. Not even close.</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=803&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-17135810</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1st Movie Experience</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Film]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai Hari Film Nasional, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu.
Sedikit mengulik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=794&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai <strong>Hari Film Nasional</strong>, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit mengulik sejarah supaya isi blog ini rada-rada seikit bermutut (hahaha), Hari Film Nasional ini ditentukan terhitung sejak tanggal 30 Maret 1950. Yaitu hari pertama syuting film berjudul <strong>&#8220;Doa dan Darah&#8221; </strong>yang disutradarai oleh Bapak Perfilman Nasional, <strong>Usmar Ismail</strong>. Bukan Ismail Marzuki ya. Saya juga sering kebalik-balik membedakan kedua orang ini. Dan ini katanya sih merupakan film perdana yang dibuat sendiri oleh anak bangsa, dibawah nama perusahaan negara bernama PERFINI. Berarti tahun ini, perfilman Indonesia sudah masuk ke usia ke 59 ya. Semakin bertambah tua sebenarnya. <em>But then again</em>, usia itu memang tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, sejak kapan mengikuti perkembangan film Indonesia? Saya sendiri mulai mengikutinya sejak saya masih berumur 5 tahunan?Sekitar tahun 1985, ketika masih tinggal di Medan,  saya diajak ibu saya nonton sebuah film yang dimainkan sama Mbak <strong>Meriam Bellina</strong> dan Mas <strong>Ikang Fawzi!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-795 aligncenter" title="kulihatcintadimatanya" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg?w=242&#038;h=345" alt="kulihatcintadimatanya" width="242" height="345" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tuh, keren banggett kan?? <span id="more-794"></span>Pose paling atas, Mbak Mer terlihat seperti sedang sakit kepala. Pose ditengah, Mbak Mer lagi sakit batuk. Sedangkan pose paling bawah, Mbak Mer terlihat seperti sedang &#8230; ummm, itu sakit apa dia ya? Kok kakinya agak mengangkang&#8230;. hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya aja heran, kok ya berani-beraninya ibu saya mengajak saya nonto film beginian. Ini kan film 17 tahun keatas!  Waktu itu padahal saya masih TK kelas Nol besar. Akibatnya ya berulang kali mata saya harus ditutup oleh tangan ibu saya, setiap kali ada adegan panasnya. Ibu saya cuma bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Eitss&#8230; anak kecil nggak boleh liat&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih! Lha ngapain juga gue diajak kalo gak boleh liat?? Gimana, sih?? Walhasil, saya ya  nggak ngerti jalan ceritanya kaya apa. Kalo nggak salah, tentang tari-menari gitu, lah. Belakangan saya malah dengar, film itu adalah versi Indonesia dari film <strong>Flashdance </strong>yang terkenal itu. Ya<em> wallahualam&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya ingat malah cuma lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh <strong>Neno Warisma</strong>n *<em>edann.. masih inget</em>*, dan salah satu adegan film ini, ketika saya berhasil mencuri lihat dari balik jari-jari ibu saya yang menutupi muka saya, yaitu adegan tante Mer dan Om Ikang sedang berciuman di dalam ruangan ganti kostum, yang kemudian diintipin sama murid-murid tarinya. Hahaha. Selebihnya, ceritanya kaya apa, lewat!! Saya malah sibuk terkagum-kagum sama layar bioskop yang gede  banget itu!</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, masih ingat nggak, film Indonesia pertama yang kamu lihat di bioskop?</p>
Posted in Tentang Film, Tentang Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=794&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kulihatcintadimatanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 02:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang Poppy -Poppy-an di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini  fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke Poppy Mercury&#8230;
Ndut :  Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury *mencoba menganalisa*
Saya : Hahaha.. Iya &#8216;kali.
Ndut : Berarti bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=787&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang <strong>Poppy -Poppy-an</strong> di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini  fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke <strong>Poppy Mercury</strong>&#8230;<span id="more-787"></span></p>
<blockquote><p><strong>Ndut</strong> :  Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury <em>*<span style="color:#993366;">mencoba menganalisa</span>*</em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahaha.. Iya &#8216;kali.<br />
<strong>Ndut</strong> : Berarti bisa jadi ,Freddy Mercury itu dulu aslinya namanya Freddy Yusfida?? <span style="color:#993366;"><em>*makin semangat menganalisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahahaha&#8230;<br />
<strong>Ndut</strong> : Wah wahh&#8230;.  terus abis ganti nama jadi pada meninggal thoo dua-duanya.. Dibilangin ga percaya sih,  lah wong pemerintah udah bilang bahan Mercury untuk kosmetik itu dilarang&#8230;. <span style="color:#993366;"><em>*makin tak terkendali  analisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;</p></blockquote>
<p>Udah ah, ketawanya udah dulu ya. Waktunya kerja, euy!  <em>Have a productive day,  everyone!</em><!--more--></p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=787&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oh Negeriku&#8230; Negeri Cintaku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=781&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau pesan singkat yang masuk ketika saya masih tidur. Setelah itu, biasanya saya langsung meraih<em> remote</em> TV dan menyalakan TV yang ada tepat dihadapan tempat tidur saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya nggak pernah mengira, kalau kegiatan bangun tidur saya sore itu akan berubah menjadi saat yang sangat emosional.<span id="more-781"></span>Di layar <strong>MetroTV</strong>, terlihat sebuah tayangan berita yang memperlihatkan adegan anak perempuan berjilbab, yang terbata-bata berbicara sambil airmata mengucur deras dari kedua matanya. <em>Literally</em>. Airmatanya benar-benar mengucur deras. Spontan saya langsung membesarkan volume TV untuk mencari tahu, apakah gerangan yang menimpa adik malang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, dia adalah salah satu murid <strong>Sekolah Dasar Mulyo Asri 2 Malang</strong>, Jawa <span style="text-decoration:line-through;">Tengah</span> Timur. Proses belajar mengajar di sekolah ini  terganggu karena adanya aksi penarikan bangku dan meja oleh pemborong/pembuatnya. Pihak pemasok meja &#8211; kursi beralasan, peralatan belajar terpaksa diambil paksa karena Pemerintah Kabupaten Malang, belum membayar pengadaan 500 set bangku sejak tahun 2006(!). Di  lain pihak,  Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berkilah , mereka tidak membayar karena <strong>spesifikasi bangku yang dibuat perajin, tidak sesuai perjanjian!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-782 aligncenter" title="nangissss" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg?w=230&#038;h=153" alt="nangissss" width="230" height="153" /></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya emosional sekali melihat adegan adik-adik kita itu menarik-narik meja dan kursi yang sedang diangkut oleh para pembuatnya itu sambil menangis. Silakan lihat sendiri <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.metrotvnews.com/">disini.</a></strong></span></span> Pertamanya saya emosional melihat ekspresi si Mas-Mas pengangkut kursi dan meja itu yang lempeng-lempeng aja, tanpa ekspresi melihat dihadapannya ada 4- 5 anak kecil yang  mencoba sekuat tenaga menarik kembali bangku mereka itu sambil menangis meraung-raung. Tapi kemudian saya juga sadar, dia bisa apa? Dia juga hanya dibayar, ditugaskan untuk mengangkuti barang-barang &#8217;sengketa&#8217; itu. Kalau dia nggak melakukan tugasnya, dia nggak dapat bayaran kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saya agak malas menyalahkan siapa-siapa. Saya cuma sebal saja, <strong>hari gini kok ya masih ada sih masalah kaya gini????</strong> Itu orang-orang yang berseragam dan duduk di kursi pemerintahan kota atau propinsi itu  pada ngapain aja kerjanya?? Mainan Facebook?? Atau kerepotan belajar mengoperasikan Blackberry yang dibagiin ke semua pegawainya? Ini bukan masalah remeh lho. Ini masalah PENDIDIKAN!  Negara lain udah sibuk bikin kurikulum-kurikulum baru buat memajukan pendidikan di negara mereka, kita kok ya masih sibuk saling salah-salahan masalah meja dan kursi sekolah&#8230; Heran.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kabar juga itu para caleg-caleg yang sibuk menebar pesona dimana-mana? Keliatan kan, mereka juga nggak <em>ngeh</em> ada masalah <strong><em>real</em> </strong>yang ada disekitar mereka? Ini belom jadi anggota legislatif lho. Baru calon! Gimana besok kalo udah jadi beneran? Lebih gila lagi, sekarang ini masa kampanye. Semua partai pada jor-joran ngeluarin duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah buat kampanye. Ngundang artis, ngundang ribuan massa, bagi-bagi hadiah pula. Hebat sekali, ada partai yang melempar-lemparkan hadiah Handphone dalam jumlah banyak ke arah kerumunan pendukung mereka untuk diperebutkan!  Sementara ditempat lain, adik-adik kita sibuk MEREBUT KURSI &amp; MEJA SUPAYA MEREKA BIAR BISA BELAJAR!!</p>
<p style="text-align:justify;">Negara ini memang sudah gila&#8230;&#8230;</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=781&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nangissss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Behind Enemy Lines</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 05:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi Winston Churchill yang saya tonton semalam di stasiun televisi BBC. Beuh..!! BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak Star World ya Star Movies atau HBO. Ya kadang-kadang E!  juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, &#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=776&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi <strong>Winston Churchill</strong> yang saya tonton semalam di stasiun televisi <strong>BBC</strong>. <em>Beuh..!! </em>BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak <strong>Star World</strong> ya <strong>Star Movies</strong> atau <strong>HBO</strong>. Ya kadang-kadang <strong>E! </strong> juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, <em>&#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi Majalah Forbes&#8221; </em>atau sebaliknya, <em>&#8220;Top 10 Perceraian Selebriti Termahal&#8221;</em>. Hehe. Mungkin karena sepanjang malam tadi banyak channel yang tiba-tiba teracak2 gambarnya bak nonton VCD bajakan, jadi ya saya terpaksa nonton saluran yang rada layak ditonton sajalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan minta saya untuk menerangkan apa sisi tayangan yang saya liat semalam itu. Karena saya juga nggak begitu paham dengan jalan ceritanya. Pokoknya intinya adalah itu cerita tentang Winston Churchill. Titik. Maklum, ngeliatnya juga sambil mata setengah terpejam karena mengantuk, jadinya ya yang diliat cuman gambar-gambarnya doang! Tapi ada satu hal yang bikin mata saya tiba-tiba terbelalak, ketika di tayangan itu ditampilkan sebuah <em>quote</em> dari Om Churchill yang (kalo saya nggak salah baca, karena munculnya sebentar sekali!) berbunyi :</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>You have enemies? Good. That means you&#8217;ve stood up for something, sometime in your life</strong></h3>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-777 aligncenter" title="churchiill" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg?w=135&#038;h=170" alt="churchiill" width="135" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Asli, setelah baca quote singkat ini, ngantuk saya sempat hilang beberapa saat. Karena mau nggak mau, bikin saya berpikir, <em>&#8220;Bener juga ya?&#8221;<span id="more-776"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hal yang jelek kalau kita punya musuh. Itu berarti ada kalanya pada suatu waktu di kehidupan kita, kita memegang teguh akan pendirian kita,  akan sesuatu yang kita percayai. Kalau nggak salah, gitu ya terjemahan bebas untuk quote-nya Om Churchill? Tapi Saya kok juga jadi bingung. Karena selama ini, nasihat yang masih saya pegang tentang masalah <em>human relationship</em> adalah, <strong>&#8220;Punya sahabat 1000 itu masihlah kurang, tapi punya musuh 1 saja, itu sudah terlalu banyak&#8221;!</strong> Nah lho, kok agak -agak nggak kompak ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi orang yang disukai oleh banyak orang, memang sesuatu yang sangat susah. Bahkan hampir nggak mungkin. Se-<em>loveable</em> apapun orangnya, pasti akan ada orang yang tidak atau kurang menyukainya. Saya sendiri mengalaminya. Huahahahhahaha&#8230; <em>Just kidding</em>. Karena memang, nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Setiap kepala bahkan bisa punya defiinisi sendiri-sendiri tentang arti kata <em>&#8216;loveable&#8217;</em>. Disini dibilang <em>loveable</em>, disana dikira sok akrab.  Susah bener. Makanya, untuk apa bersusah payah setengah mati berusaha menyenangkan orang lain, atau membuat orang lain senang pada kita sehingga tidak ada yang benci atau menjadi musuh  kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya setuju sekali dengan apa yang dibilang Om Churchill itu. Kadang ada kalanya kita harus melakukan yang namanya<span style="text-decoration:underline;"><strong> kompromi</strong></span> akan suatu hal, dan biasanya yang namanya kompromi itu akan disukai oleh semua pihak, terlepas kompromi itu juga kental aura ketidak-ikhlasan alias keterpaksaan juga, <em>but we can say, everybody&#8217;s happy!</em> Tapi ada kalanya juga kita harus <em>keukeuh</em> memegang teguh prinsip kita, sehingga menyebabkan orang yang tidak setuju dengan kita itu berbalik menjadi memusuhi kita. Eng-ing-Eeeenngg&#8230; jadilah kita punya musuh.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-778" title="enemies" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg?w=170&#038;h=160" alt="enemies" width="170" height="160" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dalam posisi kaya gini, memang agak ribet. Tapi mungkin harus coba dilihat dari sisi lain : <strong>sisi memegang teguh prinsip</strong> itu tadi. <em>That&#8217;s something, right?   Correct me if I&#8217;m wrong</em>.  Buat setiap orang yang hidup di dunia ini, mempunyai pinsip dan memegangnya dengan teguh (selama prinsip itu memang diyakini benar), adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, betapa susahnya hidupnya. Hidup tanpa prinsip. Tanpa pendiriann yang tegas. Disuruh kesini mau, diajak kesitu ngikut. Yang lebih parah lagi, kalau dia sendiri nggak tau mau ngapain dengan hidupnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana dong?</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe, nggak usah terlalu panjang sih membahas masalah per-musuh-an ini. Teman-teman yang membaca tulisan saya ini juga pasti punya pendapat sendiri. Tapi pada akhirnya toh menurut saya, apa yang dibilang Winston Churchill itu memang benar. Bukan membenarkan &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><strong>it&#8217;s okay kita punya musuh&#8217;</strong></span>-nya, tapi membenarkan pada <span style="text-decoration:underline;"><strong>&#8216;kemampuan memegangn prinsip&#8217;</strong></span>-nya itu. Sebuah hal yang harus disyukuri banget tuh, kalau kita termasuk yang disukai dan dicintai oleh semua orang, dan tidak punya musuh sama sekali. Tapi kalau pun sampai punya, paling tidak kita punya musuh karena alasan yang benar.Hehehe. Ya seperti yang dibilang Om Churchill tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jangan lupa,  juga pernah <strong>Al Pacino</strong> bilang di filmnya <strong>The Godfather Part II</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><strong><em>.. try to keep our friends close but our enemies closer.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Supaya akhirnya nanti musuh itu berubah jadi teman lagi ya? Lho, kalo gitu sebaliknya jangan punya musuh dong? Lho, piye iki&#8230; kok muter2 nda karuan&#8230; nulis sendiri, pusing sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <em>Yaa.. You know what I mean lah&#8230;..</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=776&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">churchiill</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enemies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 08:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Kerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan.
Ndut : Eh, Poppy Bunga tuh siapa sih?
Saya : Heh?
Ndut : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa??
Saya : Mandala itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan?
Ndut: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa?
Saya : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu
Ndut : Oo.. ini aku liat di Insert! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=772&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan.</p>
<blockquote><p><em><strong>Ndut </strong>: Eh, <strong>Poppy Bunga </strong>tuh siapa sih?<br />
<strong>Saya</strong> : Heh?<br />
<strong>Ndut</strong> : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa??<br />
<strong>Saya</strong> : <strong>Mandala</strong> itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan?<br />
<strong>Ndut</strong>: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa?<br />
<strong>Saya</strong> : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu<br />
<strong>Ndut</strong> : Oo.. ini aku liat di <strong>Insert! </strong>kok dia marah-marah..<br />
<strong>Saya</strong> : Marah-marah?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ho oh.. Entahlah, kayanya dia berseteru dengan Mandala itu..<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooh.. Itu kalo ga salah mereka kan dulu pacaran, terus putus, tapi putusnya kayanya ga baik-baik </em>*oh, luar biasa sekali saya ini&#8230; detail kalau memahami gosip*<em><br />
<strong>Ndut</strong> : Ooo..  Masa tadi dia bilang gini, <strong>&#8220;Saya sih <span style="text-decoration:underline;">nggak sakit hati</span> ya&#8230;. <span style="text-decoration:underline;">Tapi yang bikin saya sakit hati</span>, Mandala itu sudah Haji tapi kok tingkahnya kaya gitu&#8230;  Haji Munafik!</strong><br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;..<br />
<strong>Ndut</strong> : Emangnya diapain sih sama Mandala?<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahhaha&#8230; ya nggak tau, lah!<br />
<strong>Ndut</strong> : Waktu putus pake dijambak apa rambutnya, kok sampe segitu marahnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahhahaha&#8230;,<br />
<strong>Ndut</strong> : <strong>Ora penting banget tho&#8230;.</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em></p>
<p>Ya, sengaja pernyataan teman saya yang terakhir itu saya <em><strong>bold</strong></em>, karena sudah berapa kali sih kita melihat berita-berita tidak penting di infotainment? Tentang si ini dan si itu yang katanya artis tapi kok kita nggak kenal yang saling jatuh cinta, atau tentang liputan &#8217;sehari bersama si Itu&#8217; yang isinya cuma kegiatan dia bangun, makan, nyalon, beli hadiah buat pacarnya, terus udah, bahkan untuk artis sekelas <strong>Afgan</strong> aja sempat masuk infotainment cuman karena naik berat badannya, dan <strong>Dewi Perssik </strong>sempat diliput karena kakinya kena luka bakar! Oh my&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita yang nonton sih paling sering ya cuman bisa bilang, <strong><em>&#8220;Ya elah&#8230; ga penting amat sih ini&#8230;&#8221;</em></strong>. Padahal percayalah,  para production house yang memproduksi tayangan infotainment itupun sebenarnya juga tau, kalau tayangan yang mereka buat itu memang nggak penting sama sekali.  Mau bukti? <span id="more-772"></span>Inilah hasil rangkuman perbincangan saya dengan teman saya yang menjadi salah seorang wartawan infotainment untuk program <strong>Kasak Kusuk Investigas</strong>i yang tayang setiap hari&#8230;. ummmm.., setiap hari apa ya?? Hahaha, lupa! Pokoknya di SCTV lah!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<em><strong>Saya</strong> : Kenapa sih infotainment suka nampilin yang nggak2 penting gitu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Misal?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Ngeliput artis beli kado, lah. Artis muda nggak terkenal putus cinta dengan artis muda lainnya yang juga gak terkenal lah.. terus kemaren gue liat Dewi Persik korengan *maaf!* aja dijadiin berita!<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Hwhahahaha&#8230; tempat gue kayanya nggak nayangin deh kalo si DP korengan. Lu bisa aja.</span><br />
<span style="color:#993366;">Tapi ya  mau gimana, lo kira gampang nyari berita soal artis? Maksudnya yang bener-bener menarik dan layak dijadiin berita?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Emangnya susah ya?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Beuhhh..! Lo bayangin aja, setiap hari lu musti dapet minimal 5 berita soal artis buat tayangan loe yang durasinya 30 menit. Sementara kalo dari survey yang kita bikin, penonton kita tuh udah terlanjur suka dengan berita artis yang nggak beres-nggak beres gitu, lah. Cerai, KDRT, Foto telanjang, selinkuh.. ya yang gitu-gitu lah. Dikira tiap hari bisa dapet berit model begituan??</span><br />
<strong>Saya</strong> : Padahal kalo infotainment ngeberitain soal artis cerai, diributin juga ya.. &#8220;Kok infotainment isinya cuma perceraian ya. Nggak mendidik&#8221;?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : IYA!</span> *semangat sekali orang ini*. <span style="color:#993366;">Orang2 kita tuh sebnernya doyan kok sama berita yang model gitu. Bilang bilang &#8220;nggak penting&#8221; tapi ditonton juga.</span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus kalo ada tayangan2 yang ga penting model tadi, ngeliput artis belanja, liburan, belajar masak, belajar baca &#8230; hahaha, ada ga ya&#8230; itu karena faktor memenuhi durasi tayangan infotanment itu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>:  Ya iya dong. Kebayang aja kalo kaya punya gue, durasinya 1 jam aja gitu. Cuman nampilin 1 berita doang. Ya yang ada isinya dipanjang-panjangin. Kadang berita ga tau taun kapan itu ditampilin lagi. Yang penting artisnya masih sama, walau kadang ga nyambung2 amat.. kakakkakak&#8230; Jadi ya kalo ga ada berita penting, ya kita liput apa kek.. selama ada artisnya jadi fokus..<br />
<span style="color:#000000;"><strong>Saya</strong> : Susah ya&#8230;</span></span><br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Lo tanya dong perjuangan gue gimana mengejar-ngejar artis yang suka jual mahal ngasih statement&#8230;.</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-773" title="paparazzi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg?w=170&#038;h=113" alt="paparazzi" width="170" height="113" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahhahaa&#8230;. oke, sesusah apa sih minta statement dari artis yang lagi dikejar2 infotainment seluruh negeri ini?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: KAYA T*I !! </span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHAHHHAHHAA&#8230;. tolong jelaskan dengan menggunakan kata2 yang berwawsan, mbak&#8230;.<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Paling susah tuh kalo ada yang kita tau dia udah nikah, tapi nggak mau ngaku. Atau kita tau dia selingkuh, tapi dia cuman mesem-mesem doang ditanyain. Gue dong pernah sampe nungguin 2 hari didepan rumah tu artis sampe gue ga mandi, cuman pengen minta dia ngasih statment doang. </span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus, dia ga keluar rumah?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Enggak, lah. Dia udah tau lah ada wartawan nongkrongin rumahnya berhari2..</span><br />
<strong>Saya</strong> : Nggak banget sih tu artis. Dia nggak risih ngeapa ya, liat banyak orang kucel yang nggak mandi di depan rumahnya..<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Sialan.. Akhirnya dong, ketika tiba-tiba dengan ajaibnya dia keluar rumah pake mobilnya, kita pada ngedeketin dia, dia tetep cuma cangar-cengir doang. Nggak mau ngomong. </span><br />
Saya : Akhirnya lo sama sekali ga dapet statement dia?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: Kaga! Lo tau ga, gue sampe bilang gini loh, <strong>&#8220;Mbak ayo lah Mbakk..  satu statement aja mbak. Kalo nggak dapet statement dari mbak, saya bisa nggak dibayar nih mbak. Bisa nggak makan sebulan nih mbakkk&#8230;..&#8221;</strong></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA&#8230;..<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tertawa karena geli, tapi juga kagum pada saat yang bersamaan. Gila, ternyta ga gampang juga yah jadi wartawan. Apalagi wartawan infotainment. Walaupun dulu ada yang bilang wartawan infotainment itu bukan wartawan, karena memberikan berita yang sering tidak berdasarkan keakuratan data dan fakta, tapi kayanya sekarang pandangan saya sedikit berubah. Terutama ketika teman saya itu dengan gagah berani mengakhiri perbincangan kami itu dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#993366;">Lo liat aja deh.</span></em><em><span style="color:#993366;"> 10 dari 9 gosip yang ada di infotaiment itu bener! Kalopun masih sebatas rumor atau samar-samar&#8230;, tinggal tunggu waktu aja tu gosip bakal jadi kenyataan&#8230;..&#8221;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya deh, Mbak!! Lanjutkan!!!</p>
Posted in Tentang Kerjaan, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=772&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paparazzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disco Mama</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan &#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221; buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan Phoebe di salah satu adegan film FRIENDS, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=769&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan <strong>&#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221;</strong> buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan <strong>Phoebe</strong> di salah satu adegan film FRIENDS, <em>&#8220;Stop being so testosterone-y!&#8221;</em>) dengan mengucapkan :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Saya Salut Pada Anda!</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Dari jamannya dulu bekerja di radio perempuan, saya sudah dicekoki dengan berbagai fakta dan pemahaman, betapa perempuan itu mahluk yang tidak biasa. Bisa berfungsi ganda. Bukan berfungsi ganda sebagai laki-laki juga -serem amat, tapi dasi sisi kemampuan diri. Bayangkan, ada :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perempuan single</li>
<li>Perempuan single yang sedang bersekolah/ kuliah</li>
<li>Perempuan single bekerja</li>
<li>Perempuan single bekerja dan bersekolah</li>
<li>Ibu Rumah Tangga</li>
<li>Ibu Rumah Tangga bekerja dan bersekolah</li>
<li>Single Mother</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">untuk memberikan sedikit contoh, dari status seorang perempuan. Bisa kebayang, buat mereka yang punya status merangkap, ya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja, contohnya. Seperti apa ya ribetnya? Mulai dari pagi bangun tidur hingga malam mau tidur lagi, apa nggak mau gila ya rasanya? Saya aja yang masih single aja suka kewalahan ngurusin diri sendiri. Dan suka menganggap biasa kerepotan teman-teman saya yang sudah jadi ibu, perihal masalah membagi waktu bekerja dengan waktu untuk keluarga mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya ngerasa berdosa sekali ketika pada suatu hari saya terlibat perbincangan dengan salah satu teman saya tentang Sophie Navita. Loh, kok ada orang ini segala? Jadi beginilah perbincangan itu..<span id="more-769"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Kiki </strong>: Udah tau Sophie Navita bikin album?<br />
<strong>Saya</strong> : Udah, dong..<br />
<strong>Kiki </strong>: Udah denger lagunya?<br />
<strong>Saya</strong> : Belom.<br />
<strong>Kiki </strong>: Masa sih??<br />
<strong>Saya</strong> : Iya. Udah baca beritnya sih di Kompas. Katanya soal ibu2 funky gitu ya?<br />
<strong>Kiki </strong>: Uuuh&#8230;. dengerin deh. Ada kata-kata : &#8220;Bayar Listrik&#8221;nya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHAHA..<br />
<strong>Kiki</strong> : Gak percaya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Anjritt.. &#8220;Bayar Listrik??&#8221; Lagu macam apa lagi ini&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Wajar dong kalo saya berburuk sangka seperti itu, melihat kenyataan dunia musik kita saat ini dipenuhi dengan lagu-lagu ajaib dari band-band dan penyanyi baru yang nggak kalah ajaib juga? Apalagi saya juga sudah jera melihat banyak artis-artis sinetron/bintang film/presenter yang aji  mumpung berbalik haluan jadi penyanyi dengan kemampuan suara yang sering tidak pas (see, saya udah nggak pake kata &#8216;pas-pasan&#8217; lho.. hehehe). Lengkap sudah saya meng-<em>understimate </em>istri dari Pongky Jikustik ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ketika pada suatu hari saya teman saya Ndut datang dan langsung memaksa saya mendengarkan lagunya yang berjudul <strong>&#8220;Siapa Bilang (Disco Mama)&#8221;,</strong> <em>well, aparently for me it&#8217;s not that bad at all.</em> Apalagi setelah mendengarkan liriknya :</p>
<blockquote><address><span style="color:#800080;">Pagi ini sama aja/ Bangun cepat anak sekolah<br />
Suami di luar kota/ Siang kerja malam periksa PR mereka di rumah<br />
Suamiku minta wakuw wakuw..</p>
<p>It&#8217;s my life biasa aja..<br />
Pengen lo iket aja..</p>
<p>Siapa bilang menjadi perempuan itu/ Kerjaan yang mudah<br />
Sehari kerja 25 jam/ Ya ampun apotik aja kalah!<br />
Tapi aku bangga dan bahagia/ Menjadi perempuan seutuhnya</p>
<p>Bayar listrik tukang sampah/ Mogok lagi tolong dong pak<br />
Jangan cuma marah /Biar cape olahraga<br />
Yang penting ada usaha /Biar suami setia</span></address>
<address>
</address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Geli aja sih baca liriknya. Tapi seru juga kan? Apalagi liat video klipnya <strong><span style="color:#333399;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Vs06ZVyCTaU">disini</a>, </span></strong>paling enggak keliatan lah kalau tidak dibuat asal jadi seperti banyak produksi musik lainnya. Apalagi dia memang terlihat hot dan cantik sekali disini. Hehehe. Tapi <em>most of al</em>l, disini sepertinya Sophie mencoba untuk jujur menggambarkan bagaimana luar biasanya sosok seorang perempuan, tentu dengan gaya santainya itu. <em>And it works</em>. Cukup bisa mengatakan kepada kita kaum laki-laki, kalo salah selama ini mengatakan perempuan itu mahluk yang lemah <em>*yang perempuan, nggak usah GR ya*. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi berganggalah kalian semua yang ditakdirkan menjadi perempuan dengan segala kerepotannya itu!</p>
Posted in Tentang Lagu  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=769&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Day The Earth Stood Still</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : mengajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009. Jadi , Earth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=763&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : m<strong>engajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009</strong>. Jadi , <strong>Earth Hour</strong> adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh <strong>WWF</strong> (<em>World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund)</em>, diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk mematikan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-764 aligncenter" title="180px-earth-hour-logo" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg?w=180&#038;h=176" alt="180px-earth-hour-logo" width="180" height="176" /></p>
<p style="text-align:justify;">Masih menurut <strong>Wikipedia</strong> lagi,  Earth Hour 2008 sukses besar, dirayakan di ketujuh benua. Beberapa tempat terkenal di dunia ikut berpartisipasi untuk acara baik ini, <strong>Empire State Building</strong> (New York City), <strong>Sears Tower</strong> (Chicago), <strong>Golden Gate Bridge</strong> (San Francisco), <strong> Sydney Opera House </strong>(Sydney, Australia), <strong>Wat Arun Buddhist Temple</strong> (Bangkok, Thailand), <strong>Colosseum</strong> (Rome, Italia), <strong>Royal Castle </strong>(Stockholm, Swedia), <strong>London&#8217;s City Hall</strong> (Inggris, Britania Raya), <strong>Space Needle</strong> (Seattle), dan <strong>CN Tower</strong> (Toronto, Kanada). Nggak tau di Indonesia ya, apa malam itu Monumen Nasional (Monas) juga ikut berpartisipasi juga. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Earth Hour</strong> tahun ini akan diadakan lagi pada <strong>Sabtu 28 Maret 2009</strong> besok, mulai jam 20.30. Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Seberapa banyak orang sih yang cukup peduli ikut berpartisipasi mengikuti acara ini?&#8221;.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam skala kecil, apakah saya juga mau ikutan ber-gelap-gelapan ria selama sejam, atas nama menyelamatkan perubahan iklim dunia yang semakin parah ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya jawab (dan mungkin Anda menjawabnya juga), saya teruskan cerita lain tentang usaha menyelamatkan bumi ini ternyata tidak hanya berhenti di Earth Hour diatas tadi.<span id="more-763"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bulan ini adal lagi sebuah program yang dikasih nama <strong>Hari Hening Sedunia</strong>. Baru dengar? Kalo saya sih iya. Hehehe.  Intinya sih hampir samam dengan Earth Day, dalam satu hari (<strong>21 Maret 2009</strong>) ini kita diajak untuk hening selama 4 jam, menghentikan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Yaitu antara jam 10:00 &#8211; 14:00. Hari Hening Sedunia ini TERNYATA sudah dilakukan selamam 2 kali di Indonesia. Busett, kemana aja gue yah.. Oh iya, liat infotainment pastinya. Hehehe.  Dan kalau dilakukan, bisa menyelamatkan kelestarian Planet Bumi, diantaranya mereduksi pengeluaran gas karbon hingga 20.000 ton pada saat itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan pemilihan tanggal yang telah diutarakan secara umum di tingkat global itu, katanya, terkait dengan inklinasi matahari terhadap bumi, saat titik kulminasi matahari berada persis 90 derajat terhadap sumbu vertikal pada pukul 12.00 di garis ekuator. Rumit ya bacanya. Saya sih nggak paham artinya secara detail. Mungkin ibarat orang kawinan, tanggal ini adalah tanggal baik untuk melangsungkan sebuah kegiatan besar. Heheh. Idenya, ini semula berangkat dari kenyataan peringatan <strong>Hari Nyepi</strong> di Bali, ternyata bisa membuat lingkungan ini lebih bersih dan baik untuk semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">So..</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi ke pertanyaan diatas: <em><strong>Apakah kita cukup peduli untuk mencoba ikut mensukseskan program sederhana tapi bisa berarti besar bagi &#8216;kesehatan&#8217; bumi kita ini?</strong></em> Kalo saya sih, kayanya mau ikutan ah <em>*kaya apaan aja ya*</em>. Karena :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Hari Hening Sedunia Sabtu 21 Maret</strong>, dari jam 10:00-14:00 itu adalah jam-jam dimana saya ada di kantor. Jadi selama 4 jam itu, saya boleh nggak ngapa-ngapain kan? Katanya harus &#8216;hening&#8217; dan tidak boleh melakukan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Kalo ngobrol2 dan ngegosip antar teman sekantor, itu juga ga boleh karena bisa mencemari lingkungan. Lingkungan kerja di kantor jadi nggak kondusif karena gosip yang kita buat. Hehehe.</li>
<li><strong>Earth Hour Sabtu 28 Maret</strong>. Mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak dibutuhkan selama satu jam, 20:30-21:30. Gampang, lah. Cuma mematikan doang, kan? Anggap aja mati lampu, toh selama ini kita sudah sering mengalami mati mendadak oleh PLN kan? Matiin aja listik kamar atau rumah kita, toh acara TV juga nggak ada yang bagus kan kalo malam minggu? <em>*loh?*</em>.  Terus keluarlah melihat dunia luar. Perhatikan, ada nggak bangunan-bangunan komersial atau pemerintah yang juga mematikan listriknya. Hitunglah. Pasti nggak banyak. Hehehe.</li>
<li>Kalau sudah selesai, sepeti biasa&#8230; <em>write it down</em>. Jadi punya bahan buat nulis blog kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Itu sih kalo saya&#8230; kalo kamu?</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=763&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">180px-earth-hour-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunting Kuku-ku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : Gunting Kuku.

Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=759&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : <strong>Gunting Kuku.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-760 aligncenter" title="gunting-kuku" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg?w=139&#038;h=170" alt="gunting-kuku" width="139" height="170" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai akhirnya kita bisa memakainya sendiri, bahkan sampai ketika kemudian sampai bisa menyuruh (atau lebih tepatnya : <strong>membayar</strong>! hehe) orang lain untuk memotongkan kuku kita di salon-salon itu, lengkap dengan serangkaian <em>treatment </em>lainnya yang dikenal dengan nama <strong><em>Manicure-Pedicure</em></strong> (bener kan ya  gini tulisannya?).</p>
<p style="text-align:justify;">Segitu pentingnya kah si gunting kuku ini, sampai-sampai jadi bahan cerita saya? Jawabannya  jelas : IYA. Pertama, tentu saja kalau melihat<strong> fungsinya.</strong> Demi alasan kesehatan, memotong kuku memang dianjurkan. Dalam agama Islam, memotong/menggunting kuku itu malah hukumnya Sunnah dan sebaiknya dilakukan setiap hari Jumat ketika akan melaksanakan kewajiban Sholat Jumat. Jadi tentu saja, si gunting kuku ini jadi benda yang penting sekali keberadaannya. Karena, mau pakai apa lagi, coba? Gunting  rambut? Bisa aja sih, tapi kok seperti agak ribet ya. Atau digigit-in? Hehehe.. Tidak anggun&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kenapa si gunting kuku ini begitu pentingnya buat saya, karena ternyata berkat benda yang satu inilah, saya sempat dibikin terkaget-kaget ketika mendapati fakta baha : <strong><em>I&#8217;m an unforgettable person! </em></strong>Huahahhaha&#8230; lebai! Jadi gini ceritanya..<span id="more-759"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari <strong>Senin 16 Maret</strong> lalu, untk pertama kalinya setelah 4 bulan cabut, saya secara <em>official </em>datang mengunjungi kantor lama saya, <strong>Female Radio </strong>di daerah Kotabaru.Kenapa saya bilang <em>official</em>, karena sebelum-sebelumnya sih pernah mampir kesana, tapi ya cuman mampir doang. Ngambil surat-surat tagihan di <em>front desk</em> (hahaha) yang masih nyasar terkirim kesana, abis itu kabur. Nah kali ini, saya bener-bener mengunjungi mereka untuk kangen-kangenan <em>*halah*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya disana, yang terjadi ya standar dan normalnya orang temu kangen lah. <em>Say hallo </em>apa kabar, peluk cium pipi kanan kiri, dan <em>ended up </em>dengan pertanyaan pamungkas,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Trus truss&#8230; ada gosip apa disini??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Ternyata kata mereka, seperginya saya dari sana, mereka jarang lagi bergosip ria di kantor. Karena nggak ada lagi orang yang seru yang bisa diajak ngegossip selain saya. Ohhh&#8230; saya terharu sekali. Hahaha. Tapi yang membuat saya lebih terharu lagi adalah, ketika <strong>Mamat</strong> sang staff produksi tiba-tiba bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Wah mas.. kamu nggak ada, selesai aku, mas. Lha nggak ada lagi yang bisa ta&#8217; pinjemin gunting kukunya&#8230;.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dengan nggak percaya, saya menjawab,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">Masa sih?? Lah itu <strong>Nuri</strong></span> </em>(front desk) <span style="color:#333399;"><em>bukannya punya juga??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan langsung disambar dengan cepat oleh yang bersangkutan,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Lha wong aku itu aja dulu juga pinjem punya Mas Deka!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi selama 4 tahun saya mangkal di kantor itu, ya cuman saya doang yang punya gunting kuku?? Atau ada juga yang sebenarnyapunya, tapi diumpetin dan tidak dipinjam-pinjamkan? Hehehe. Saya jadi ingat lagi, memang dulu sering sekali anak-anak masuk ke ruangan saya atau berteriak-teriak kalau saya sedang tidak di dalam ruangan saya, untuk meminjam gunting kuku. Dan saya hanya menjawab singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Di laciiii&#8230;.!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi seluruh kantor itu kalau mau meminjam gunting kuku, sudah tahu tempatnya. Hehe. Atau tepatnya, sudah tahu harus datang kepada siapa. Oh.. hingga ketika saya tidak lagi ada disana, mereka sangat merindukan saya, atau tepatnya merindukan gunting kuku saya. Hahaha. Nggak masalah. Buat saya, paling tidak ada kesan yang tertinggal disana, selepas saya pergi. Dan cukup mengagumkan saja, kalau kesan itu ditimbulkan oleh hanya karena satu benda sekecil dan sesederhana itu doang!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, never underestimate every little thing we do, folks! To you, maybe it&#8217;s nothing. But to others, it could means something&#8230;</em></p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=759&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunting-kuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Greatest Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Dear God,
I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her.
I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us so much [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=753&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#333399;">Dear God,</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us so much to give us a loving, unselfish, caring, proncipled, intelligent, inspiring and generous Mom.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You God for blessing Mom&#8217;s life with so much accomplishment, for allowing her to achieve so much, and for letting her touch the lives of so many, affecting lives in such a positive way.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please God, give Mom the strength to beat the disease. May your mantel of protection shield her from further pain and suffering. Her love and devotion to You has never faltered, please God, be there for her now that she needs Your loving embrace most.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please continue to strenghten our faith in You. We know that through You and in You, all good things are possible. </span></p>
<p><span style="color:#333399;">God, we celebrate all that Mom is in our lives. Your love for her surpasses ours. And we know You will only do for her what is best for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Thank you, God, for the greatest gift, which is Mom.</span></p>
<h5 style="text-align:right;"><em>dear friends.. minta doa&#8217;nya buat Mama ya.. </em></h5>
<h5 style="text-align:right;"><em>Mudah-mudahan di usianya yang menginjak ke 61 tahun hari ini, 28 Februari 2008, beliau akan senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan melawan kankernya&#8230;</em></h5>
Posted in Tentang Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=753&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twist &#8216;n Shout!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Penting & Tidak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah.
Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi fenomenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=745&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi fenomenal dari dua orang gadis berseragam SMP yang sedang menyeberang jalan. Cara mereka menyeberang jalan sih biasa aja, nggak pakai aksi salto atau ngesot apalagi jalan jongkok segala macam. Tapi yang menjadikannya fenomenal adalah, aksi menyeberang jalan itu dilakukan secara tiba-tiba, tanpa melihat ke arah kanan atau kiri terlebih dulu dan dilakukan sambil mengobrol pula, sehingga mengakibatkan pengendara motor didepan saya terkejut setengah mati, sehingga harus menginjak rem secara mendadak, yang pada akhirnya membuat saya yang ada dibelakangnya pun ikut berhenti mendadak.</p>
<p style="text-align:justify;">Si bapak-bapak pengendara motor depan saya itu, tanpa terduga langsung berteriak dengan lantangnya,</p>
<blockquote>
<h1><em>HEHH??!!! </em></h1>
<h1><em>NDALANNE MBAHMU, PO??!!!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang kalau diterjemahkan secara bebas, si bapak itu bilang,<span style="color:#800000;"><em> <span style="color:#f40a26;">&#8220;Hehh!! Emangnya ini jalan punya nenek moyang lo, apa??&#8221;</span></em></span><span style="color:#f40a26;">.</span> Denger si bapak teriak kenceng gitu, terus terang agak bikin saya kaget juga. Tapi yang bikin saya lebih kaget lagi ketika kedua gadis yang hampir saja tertabrak itu dengan cueknya cuman bengong ngeliatin si bapaknya dengan mata setengah melotot selama beberapa saat, dan kemudian pada cekikikan sambil melanjutkan perjalannannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajaib, memang. Sungguh-sungguh ajaib. Setelah kemudian melanjutkan perjalanan, <em>I kept wondering </em>: Kenapa ya kedua gadis itu bisa cekikikan seperti itu setelah dimaki-maki? <span id="more-745"></span>Dimaki-maki didepan umum, lagi. Apakah mereka memang sedemikian bodohnya sehingga tidak tahu kalau sudah melakukan sesuatu yang salah bahkan beresiko mencelakakan orang lain? Apakah kedua gadis itu sudah sedemikian tololnya, sampai-sampai tidak bisa menyadari kalau mereka baru saja dilempari kemarahan, bukan dilempari sebuah pujian atau guyonan?  Bisa jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin si gadis itu justru malah demikian cerdasnya, sehingga menyadari si bapaknya juga salah. Kenapa dia memaki dengan kalimat itu? <em>&#8220;Heh! Ndalanne mbahmu, po??!!</em>&#8220;. Ini kan pertanyaan yang tidak tepat. Itu kan sama saja artinya, kalau ternyata jalan itu adalah &#8216;milik&#8217; Mbah atau nenek moyang salah satu atau kedua gadis itu, berarti <span style="text-decoration:underline;"><strong>it is</strong></span> <strong><span style="text-decoration:underline;">okay</span></strong> kedua gadis itu melakukan perbuatan bodoh mereka, kan?? Coba bayangkan, seandainya saja setelah si bapak bilang gitu, kemudian si gadis itu balas menjawab,</p>
<blockquote>
<h1><em>EMANG! KENAPA?!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">bukannya malah bikin si bapak jadi mati gaya, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak penting banget ya pikiran saya ini? Emang. Hahaha. Yah, paling tidak, mungkin kedua pihak memang harus berusaha untuk belajar lagi. Si gadis harus belajar untuk menghargai orang lain (dan tentu saja belajar untuk menyeberang dengan baik dan benar), si bapak juga harus belajar mengontrol emosinya (dan tentu saja, belajar untuk memaki dengan baik dan benar). Hehehe.</p>
Posted in Tentang Pemikiran, Tentang Penting &amp; Tidak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=745&subd=ryudeka&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Money Maker</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 01:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ryudeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Membuka sebuah halaman di majalah Reader&#8217;s Digest , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman :
3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia :
1. Energi
2. Telekomunikasi
3. Institusi Keuangan
(Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009)
Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&blog=3891863&post=731&subd=ryudeka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Membuka sebuah halaman di majalah<strong><em> Reader&#8217;s Digest</em></strong> , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman :</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><strong>3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia :<br />
1. Energi<br />
2. Telekomunikasi<br />
3. Institusi Keuangan</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 detik. Tapi mata ini sepertinya nggak berkedip, nggak mau lepas memandang tulisan itu. Sambil dalam hati berteriak-teriak meronta,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Jadi&#8230; Bidang pekerjaan gue sekarang ini gak termasuk yang gajinya gede di Indonesia ya????!!&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil dengan bodohnya, kemudian membayangkan muka-muka orang-orang yang saya kenal, yang saat ini bekerja di 3 bidang pekerjaan dengan gaji tertinggi di Indonesia itu. Satu per satu wajah mereka muncul, dengan diiringi saya berucap dalam hati juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#333399;"><em>Enak banget ya mereka &#8230; gaji mereka gede,pasti. Bahkan termasuk yang paling gede se Indonesia&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil (<em>again</em>), merasa minder dan mencoba membanding-bandingkan dengan gaji yang saya terima setiap bulannya. Dan langsung, membayangkan betapa bahagianya mereka yang gajinya termasuk tertinggi di Indonesia itu, dan betapa merananya saya yang tidak termasuk didalamnya! Sambil kemudian berandai-andai, seandainya saja saya bekerja di salah satu diantara 3 bidang pekerjaan itu, pasti saya juga bisa berbahagia karenanya. Bodoh sekali.<span id="more-731"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi nggak ada yang melarang juga kan kalau saya membuat pemakluman untuk sikap minder yang saya alami ini. Karena (sepertinya) semua orang yang memiliki pekerjaan SELAIN 3 bidang pekerjaan yang tertulis diatas itu, pasti dengan sendirinya akan otomatis membanding-bandingkannya dengan pekerjaan yang mereka lakukan saat ini.  Iya gak, sih?  Bahkan mungkin juga kemudian muncul rasa  iri. Sah-sah saja, kan? <em>Or is it just me</em>? Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal memang nggak boleh gitu, sebenarnya. Rasa iri dan minder, ujung-ujungnya pasti bermuara pada hal yang sama : <strong>merasa kurang dan tidak bersyukur atas apa yang sudah kita dapat</strong>. Seperti saya barusan. Padahal kalau mau jujur, apa sih yang kurang? Gaji udah bisa memenuhi semua keperluan hidup (single..kekekekek), bahkan masih bisa buat <em>saving</em> walau tidak banyak, tapi masih saja merasa kurang. Selalu ada tanda koma untuk menyebut kebutuhan. Tidak pernah ada tanda titik. Karena pada akhirnya harus diakui, ketika kita bicara soal uang, memang tidak akan pernah selesai. Semakin besar yang kita dapatkan, pasti semakin besar juga kebutuhan untuk pengeluarannya. Dari sononya udah begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi ingat dengan ucapan salah seorang teman saya yang tajirnya minta ampun. Dia punya usaha ekspor furniture yang sukses. Saking suksesnya, dia sampai sudah beli tanah di Tasmania buat tempat pensiunnya kelak. Entahlah, tanah di Indonesia terlalu murah &#8216;kali buat dia. Makanya belinya harus sampe ke Australia. Hehehe. Suatu malam kami ngobrol <em>ngalor ngidul ngetan ngulon</em>, sampai nggak jelas sendiri apa yang diomongin. Sampai satu ketika, saya bertanya tentang arti &#8216;uang&#8217; baginya. Pengen tau, buat orang sekaya dia, uang jadi masalah atau tidak. Nggak penting memang pertanyaannya. Dia hanya tersenyum dan menjawab ringkas,</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-735 aligncenter" title="42-18852297" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-188522973.jpg?w=121&#038;h=170" alt="42-18852297" width="121" height="170" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong><em>&#8220;Kalau aku sih.. Uang itu, kalau sedikit ya cukup..kalau banyak ya bisa nggak cukup..</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That simple</em>. Seolah dia tau kemana arah pembicaraan dan keingin-tahuan saya, dia sudah langsung membungkam saya dengan jawabannya itu. <em>He&#8217;s so damn right</em>. Ketika kita hidup dengan keadaan keuangan yang &#8216;pas-pasan&#8217;, kita punya kecenderungan untuk pintar dan hati-hati mengalokasikan uang untuk berbagai keperluan kita. Bahkan cenderung tega untuk bilang &#8220;TIDAK&#8221; untuk segala macam hal yang masuk dalam kategori<strong> &#8216;KEINGINAN&#8217;</strong>, bukan <strong>&#8216;KEBUTUHAN&#8221;</strong>. Begitu juga sebaliknya ketika kita sedang dalam keadaan keuangan yang &#8216;berlebih&#8217;. Bagaimana kecenderungan perilaku kita? Silakan dijawab sendiri. Berapapun banyaknya uang kita, rasanya nggak akan pernah cukup.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wealth .. is a relative thing since he that has a little and wants less is <strong>richer</strong> than he that has much but wants more!</em> Saya kok percaya banget, semakin besar uang yang kita dapat, pasti selalu berbanding lurus dengan yang namanya pengorbanan yang kita keluarkan untuk mendapatkannya. Pengorbanan itu bisa bermacam-macam bentuknya. Dalam bentuk waktu, tenaga atau pikiran. Itulah kenapa semakin tinggi posisi dan jabatan seseorang di sebuah perusahaan, misalnya, pasti semakin tinggi pula gaji yang diterimanya. Tapi juga pasti semakin tinggi juga tanggungjawab pekerjaannya. Dan sudah pasti, semakin tinggi pula tingkat stressnya. Dia kan memang dibayar gede buat stress-nya itu! Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan teman main saya <strong>Nic </strong>yang sekarang sudah semakin sukses dan tajir di Jakarta, saya sempat minder setengah mati. Gajinya 3X lebih besar dari gaji saya per bulannya. Baju-bajunya brand luar semua<em> *ugh, penting banget kayaknya.. hahahaha*.</em> Gadget-nya selalu keluaran terbaru, yang bahkan saya sendiri nggak berani memegang saking takutnya ngerusakin dan nggak bisa menggantinya. Hehehe. Tapi semua ke-minderan, dan ke-iri-an saya padanya itu hilang seketika, ketika kami masuk dalam sesi curhat. Isi pembicaraan didominasi tentang betapa kompleksnya permasalahan hidup yang dialaminya, mulai  tentang pekerjaannya, tentang kisah cintanya dll. Begitu kompleksnya, sampai-sampai saya yang merasa sebagai orang yang paling simpel hidupnya di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat dia harus berangkat kerja jam 4 pagi, saya masih bisa bangun jam 5 dengan santai. Disaat dia sudah terjebak macet sambil deg-degan takut telat sampai di kantor, saya masih bisa berangkat mepet-mepet supaya sampai di kantor tidak terlalu awal. Hehehe. Disaat dia pusing mikirin <em>deadline</em> yang sepanjang hari, saya masih bisa curi-curi waktu nulis blog, bahkan mengupdate gossip lewat chattingan YM <em>*luar biasa!*</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat  dia kesulitan setengah mati mencuri-curi waktu untuk bisa menjaga kebugarannya di gym, saya masih bisa leluasa mengatur kapan saya mau melakukannya. Bahkan disaat jam 9 malam dia masih terjebak macet di jalan menuju rumah mereka, saya udah dengan gantengnya tergeletak di kasur. Tapi tetap saja, dia dibayar lebih besar dari saya. Jadi, pilih mana?</p>
<p style="text-align:justify;">Buat saya, itu bukanlah pilihan. <strong>Itu konsekuensi</strong>. Karena pada akhirnya, selalu ada harga yang harus dibayar. <em>For everything. And we have to accept that</em>. Waktu istirahat yang kurang, tenaga dan pikiran yang terkuras karena tuntutan pekerjaan, waktu untuk keluarga yang hilang, dan masih bisa panjang  lagi deretannya. Rumit memang. Makin rumit lagi kalau ditambah dengan perasaan minder dan iri seperti yang saya alami tadi. Makanya, <strong>jangan! </strong>Syukuri apa dan berapapun yang diberikan pada kita. Jangan merasa, kita pasti akan lebih kaya dan bahagia kalau kita bekerja di pekerjaan tertentu, selain pekerjaan kita sekarang ini. <strong>Belum tentu</strong>. Karena kalau kita berpikir demikian, berarti kita sudah &#8216;memotong&#8217; jalan rejeki yang sudah Tuhan tentukan untuk kita, kan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bob Dylan</strong> pernah bilang,</p>
<blockquote><p><em><strong>What&#8217;s money? A man is a success if he gets up in the morning and goes to bed at night and in-betwen does what he wants to do..&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bener sih. Tapi mungkin yang lebih bener, adalah ketika kita mencintai dan menyukai pekerjaan yang kita lakukan, dan dibayar besar untuk itu. Kekekekekek&#8230;.</p>
Posted in Tentang Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress