<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sanggar cerita</title>
	<atom:link href="http://ryudeka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 09:53:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ryudeka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9f66a4b68650089f7f32dc7dfcb33e82?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>sanggar cerita</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ryudeka.wordpress.com/osd.xml" title="sanggar cerita" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ryudeka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindahan&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2010/07/20/pindahan/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2010/07/20/pindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 05:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Hey! I&#8217;ll meet you guys at www.ryudeka.com ya .. Filed under: Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1227&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<h3 style="text-align:center;">Hey!</h3>
<h3 style="text-align:center;">I&#8217;ll meet you guys at <span style="color:#333399;"><a href="http://www.ryudeka.com">www.ryudeka.</a></span>com ya ..</h3>
<br />Filed under: <a href='http://ryudeka.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1227&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2010/07/20/pindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/31/akhirnya/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/31/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1199</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;.. meninggalkan 2009 juga. Ketika kita sudah berada di akhir, pasti kita selalu berusaha mengenang dan mengingat lagi segala sesuatu yang ada di awal. Bagaimana kita dulu memulainya. Dan bagaimana kita menjalaninya, hingga akhirnya sampailah kita di &#8216;akhir&#8217; ini. Sama dengan saya. Saya menulis post ini tepat di malam menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1199&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8230;.. meninggalkan 2009 juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita sudah berada di akhir, pasti kita selalu berusaha mengenang dan mengingat lagi segala sesuatu yang ada di awal. Bagaimana kita dulu memulainya. Dan bagaimana kita menjalaninya, hingga akhirnya sampailah kita di &#8216;akhir&#8217; ini. Sama dengan saya. Saya menulis post ini tepat di malam menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010. Tidak ada perayaan apapun, karena memang tidak ingin. Tidak ada keramaian, karena sehari-haripun hidup saya sudah ramai dengan berbagai keramaian dan masalah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Ya begini inilah. <strong>Akhir tahun hanya ingin membuat sebuah penutup untuk segala <em>up and down</em> dan riuh rendahnya kehidupan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika benar-benar sudah sampai di penghujung tahun, barulah saya berpikir lagi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Gue udah ngapain aja ya tahun ini? Kok kayaknya nggak ada yang keinget lagi..&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya tentu saja, siapa sih yang bisa mengingat dengan detail apa yang sudah kita alami selama 12 bulan? 365 hari, lho! Jangankan hari sebanyak itu, apa yang terjadi 3 minggu yang lalu saja mungkin kita sudah tidak ingat lagi. Kalau sudah begini, saya kemudian malah mempertanyakan segala tetek-bengek resolusi tahun 2009 yang saya buat diawal tahun lalu, yang -seperti tahun-tahun sebelumnya, menguap entah kenapa <em>before I know it!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Satu yang saya masih ingat adalah ketika malam pergantian tahun 2008 ke 2009 yang lalu, saya pun tidak melakukan apapun untuk merayakannya. Selepas makan malam, saya malah langsung tidur. Karena keesokan harinya, jam 4 Subuh, saya sudah harus langsung kabur ke arah Magelang, menuju <strong>Candi Borobudur</strong>. Ya, saya memang harus berangkat sepagi itu supaya tidak ketinggalan menyaksikan munculnya sinar matahari pagi. Waktu itu ceritanya saya ingin sok-sok an berfilosofi ingin menyaksikan <strong>the first sunrise of 2009</strong>. Ingin menyakiskan sinar matahari pertama di tahun 2009. Biar gimanaaa, gitu kesannya. Sambil memandangi sinar matahari pagi, sambil merenung, berkontemplasi merencanakan resolusi tahun baru. Dan tempat yang paling pas untuk mewujudkan niat saya itu, dimana lagi kalau bukan di puncak Candi Borobudur.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, jam 4.30 saya sampai di <strong>Hotel Manohara</strong> <em>*sumpah, ini hotel beneran sudah ada sejak dahulu kala dan bukan terinspirasi dari mbak Manohara Odelia Pinot itu*</em>. Dengan berbekal Senter, saya dan beberapa turis asal Jepang mulai menaiki setapak demi setapak bangunan Candi itu. Sekilas, memang seperti orang yang kurang kerjaan sekali. Mirip orang ronda, tapi dengan busana yang modis. Hehehe. Tapi disitulah serunya. Disaat orang-orang lain mungkin jam segitu baru mulai tidur setelah lebai berdugem dan berpesta pora, saya malah sudah memulai aktivitas padi dengan menaiki Candi Borobudur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di puncak, saya mencoba memandang sekeliling Candi sambil mengambil nafas panjang. Seperti adegan di sinetron-sinetron itu, lah. Berjalan mengelilingi puncak candi, dan akhirnya terduduk bersila dan mulai mencoba menunggu datangnya sang sinar mentari di awal tahun yang saya tunggu-tunggu. Kalau dilukiskan dalam sebuah gambar, beginilah kurang lebih adegannya :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1076.jpg"><img class="size-medium wp-image-1200 aligncenter" title="IMG_1076" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1076.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Lebai, memang. <span id="more-1199"></span>Dan Tuhan sepertinya menyadari ke-lebai-an umatnya yang satu ini, sehingga akhirnya sampai jam 7 kurang  pun, matahari itu tidak muncul, saudara-saudara. Yang ada hanya langit tertutup awan pekat, bahkan seperti akan segera turun hujan. Kami yang sudah <em>stay tune</em> sejak Subuh di puncak Borobudur itupun hanya bisa berharap-harap cemas, semoga hal itu tidak terjadi. Nggak lucu banget kan kalau hujan? Mau berteduh dimana? Didalam candi??</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah cukup bersabar menanti, sinar sang Mentari itupun muncul perlahan&#8230;. di jam setengah 8 lebih! Dan langsung terasa panas di kulit! Hehehe. Menyebalkan sekali. Mood untuk menyambutnya pun sudah tidak ada lagi. Kontemplasi-kontemplasian dan tetek-bengeknya itupun sudah hilang entah keman, berganti dengan mood lainnya yang jauh lebih menarik : foto-foto sajalah!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1117.jpg"><img class="size-medium wp-image-1201 aligncenter" title="IMG_1117" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1117.jpg?w=243&#038;h=300" alt="" width="243" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Yah,  namanya juga usaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pengalaman itu saya jadi semakin belajar, bahwa kita memang tidak perlu terlalu berlebihan dalam menghadapi sesuatu, termasuk tahun baru. Biasa-biasa sajalah. Karena kadang apapun yang kita rencanakan, belum tentu bisa terlaksana. Kita manusia punya keterbatasan. Boleh saja merencanakan puluhan hal yang ingin dan akan dilakukan di dalam satu tahun known as &#8216;new year&#8217;s resolution. Begitu gegap gempitanya kita membuat daftar itu. Tapi sampai sejauh mana kita bisa mengusahakan untuk mewujudkannya, masih tanda tanya besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>That&#8217;s why</em> saya agak enggan membuat resolusi besar-besaran (dalam hal skala maupun jumlah) tahun 2010. Karena buat apa? Orang lain mungkin bisa melakukannya. Tapi saya mungkin akan kerepotan.  Saya lebih memilih untuk membuat <strong>resolusi harian saja</strong>. Apa-apa saja yang saya coba lakukan setiap harinya. Janji pada diri sendiri untuk berbuat ini, dan tidak berbuat itu. Cukup dalam skala satu hari saja, sehingga saya lebih bisa mengingatnya dan mengevaluasinya <em>by the end of the day</em>. Ketika kita mau tidur di malam hari,misalnya. Bukankah itu lebih masuk akal?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena pada akhirnya kita semua tahu, setiap detik, setiap menit, setiap jam dan hari adalah sebuah proses buat kita. <em>To reach something. So, all we  have to do is enjoy and cherish every single moment of it</em>. Seorang teman baru saja berbincang kepada saya tentang hal ini siang tadi. Bahwa falsafah Jawa yang mengatakan <em><strong>&#8220;alon alon asal kelakon&#8221; atau &#8220;biar lambat asal terwujud&#8221;</strong></em> adalah sebuah ungkapan yang dalam artinya. Bahwa orang Jawa mencoba lebih melihat pada sisi &#8216;kelakon&#8217; nya ini. Pada <strong>hasil</strong>. Karena proses &#8216;lambat&#8217; disini tentu realtif sekali, berbeda bagi setiap orang, bukan? Buat seorang pembalap <em>motocross</em>, melajukan motornya 60 km/jam tentu saja dianggap lambat. Tapi bagi saya, kecepatan segitu sudah termasuk cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, mudah-mudahan saja apa yang bisa kita harapkan di tahun 2010 ini, bisa<em> &#8216;kelakon</em>&#8216; atau &#8216;terlaksana&#8217; dengan baik, seberapapun lambat atau cepatnya kita melarikan roda kaki kita untuk mencapainya. Ingat, &#8216;cepat&#8217; atau &#8216;lambat&#8217; itu tiap orang ukurannya berbeda-beda. <em>As long as we enjoy our ride</em>, selama kita menikmati  laju kendaraan diri kita, maka yakinlah kalau kita pasti sudah berada di track yang tepat untuk mencapai tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Tahun Baru! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><em>~ Tulisan terakhir saya tahun ini, dan tulisan terakhir di blog ini&#8230;. Thanks for always visiting.  I&#8217;ll see you in a different light! ~ </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1199&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/31/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1076.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1076</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/img_1117.jpg?w=243" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1117</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Life Lessons from My Mother</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/22/10-life-lessons-from-my-mother/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/22/10-life-lessons-from-my-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Semasa hidupnya, Ibu selalu mengajari saya untuk&#8230;. 1. Selalu menjaga kerapihan dan  kebersihan Terdengar standar dan simpel sekali, memang. Tapi dari apa yang diajarkannya kepada anak-anaknya sejak kami masih kecil, kami menjadi terbiasa untuk hidup dalam keteraturan, kerapihan dan kebersihan.  Tidak hanya kebersihan dan kerapihan kamar dan rumah, tapi juga kerapihan pribadi. Karena beliau percaya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1194&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semasa hidupnya, Ibu selalu mengajari saya untuk&#8230;.</p>
<p><strong>1.</strong> <strong>Selalu menjaga kerapihan dan  kebersihan</strong><br />
Terdengar standar dan simpel sekali, memang. Tapi dari apa yang diajarkannya kepada anak-anaknya sejak kami masih kecil, kami menjadi terbiasa untuk hidup dalam keteraturan, kerapihan dan kebersihan.  Tidak hanya kebersihan dan kerapihan kamar dan rumah, tapi juga kerapihan pribadi. Karena beliau percaya, kebiasaan untuk selalu menjaga akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seseorangn untuk menata hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Menghargai orang lain dengan berusaha memenuhi setiap undangan yang diberikan kepada kita. </strong><br />
Seperti yang sudah pernah saya tuliskan <a href="http://ryudeka.wordpress.com/2007/07/09/surat-undangan/"><span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>disini,</strong></span></span></a> Ibu selalu menjadi orang yang paling bersemangat untuk menghadiri setiap undangan yang ditujukan kepadanya. Bahkan untuk undangan yang mengambil tempat di luar kota sekalipun, beliau selalu lebih dini mempersiapkan segala sesuatunya. Baginya, ketika seseorang sudah mempertimbangkan dan akhirnya memutuskan untuk memasukkan nama kita sebagai satu dari ratusan tamu yang diundang, maka itu adalah sebuah kehormatan yang harus dijaga. Sekalipun kita tidak bisa mengadirinya karena sebuah alasan, maka Ibu selalu berusaha mendatangi pihak yang mengundang sebelum atau sesudah hari H, atau bahkan sekedar mewakilkan kehadirannya melalui sebuah kado yang dititipkannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Selalu mengingat hari ulang tahun orang-orang terdekat</strong><br />
Saya berani jamin, di keluarga kami, hanya almarhum ibu lah yang paling hafal diluar kepala tanggal-tanggal lahir anggota keluarganya. Tidak hanya hari kelahiran suami dan anak-anaknya, tapi sampai tanggal lahir menantu dan cucu-cucunya, beliau hafal semua. Bahkan beliau lah yang paling lebih dulu mengingatkan kepada kami melaui SMS atau telepon, ketika ada salah satu anggota keluarga yang hari itu berulangtahun. Beliau juga yang selalu berinisiatif untuk ‘menggalang dana’ untuk memberikan kado ala kadarnya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; seikhlasnya aja.. yang penting perhatiannya..”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kini setelah beliau tidak ada, entah siapa yang akan bisa melanjutkan tradisi maha baik ini&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Selalu menjaga kedekatan dengan tetangga</strong><br />
Kami tinggal di sebuah kompleks perumahan di dekat sebuah perkampungan di Magelang. Suasana kekeluargaannya masih sangat dekat sekali. Ibu lah yang semasa hidupnya selalu mengajak kami untuk bersikap ramah dan baik kepada tetangga kami, ibu juga yang selalu mewanti-wanti kami untuk selalu ikut serta dalam setiap kegiatan kampung. Dan Ibulah yang selalu  rajin mewakili ayah jika beliau berhalangan hadir dalam sebuah acara di kampung. Itulah yang membuatnya sangat dihormati di lingkungan tempat tinggal kami. Menurutnya, para tetangga lah yang kelak pertama  kali akan kita mintai pertolongan dan akan memberikan pertolongan dikala kita sedang membutuhkanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu juga yang mengajak beberapa perempuan di sekitar rumah untuk membantunya dalam usaha konveksi kecil-kecilan dirumah, supaya mereka memiliki kegiatan yang bisa menghasilkan dan membantu keuangan rumah tangga mereka walau tidak banyak. Boleh percaya boleh tidak, usaha konveksi itu sama sekali belum menghasilkan balik modal. Tapi entah darimana, ibu selalu memiliki anggaran untuk menggaji karyawan-karyawannya itu.  Sehingga saya hanya bisa tertegun, ketika Ibu meninggal satu bulan yang lalu, setiap ibu-ibu di sekitar rumah saya semuanya datang menghampiri saya, menangis, dan berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230;.ibu  niku tiyang sae, Mas Andre&#8230;. (Ibu itu orang baik, ,Mas Andre) ”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, ibu memang orang yang baik. Sangat baik.<span id="more-1194"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Berusaha tidak merepotkan orang lain</strong><br />
Ibu adalah orang yang sangat tegar. Apapun akan dilakukannya, apapun akan dijalaninya sendiri selama ia masih mampu, tanpa harus meminta bantuan orang lain. Belasan tahun mengidap Kanker , baru di tahun-tahun terakhir kemarinlah beliau menceritakannya kepada kami, anak-anaknya. Dengan alasan tidak ingin membuat anak-anaknya repot, risau, sedih dan ketakutan, beliau berusaha menyimpannya sendiri, dan berobat sendiri ditemani Ayah. Saya sempat marah ketika mengetahui keputusan ibu yang menyimpan rapat-rapat penyakitnya itu. Tapi itulah ibu. Dia tidak ingin merepotkan orang lain, walau jelas-jelas tidak ada orang lain yang akan merasa direpotkan olehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kepergiannya bulan lalu, ibu sempat sekali ingin membeli tas berwarna putih. Bersama ayah, mereka sempat melihat-lihat pilihan tas di berbagai gerai di Mal. Ayah bercerita, sebenarnya ia tahu kalau Ibu sempat tertarik dang ingin memilih salah satu tas di sebuah toko. Tapi begitu melihat harganya yang cukup mahal, ia mengurungkan niat untukmembelinya, dengan alasan<em> “.. belum cocok.. “. </em>Sebenarnya ayah tahu,  ibu terlihat sangat menyukai tas tersebut. Ayah memaksa ibu untuk tetap membelinya, tapi ibu menolak. Padahal ibu tidak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya. Ayah yang akan membelikan untuk ibu. Tapi ibu menolak. Ayah akhirnya mengalah, tidak memaksa. Karena Ayah tahu, dalam hati yang paling dalam, ibu sepertinya merasa sudah merepotkan Ayah dengan biaya pengobatan untuknya yang sangat-sangat besar, dia tidak ingin merepotkan Ayah lagi dengan memintanya membelikan tas putih kesukaannya itu&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Selalu memberikan perhatian kepada orang terdekat, sekecil apapun itu</strong><br />
Setiap kali saya pulang ke rumah dari bepergian kemanapun, Ibu selalu berpesan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“Sempatkan beli oleh-oleh buat yang dirumah. Apapun, lah. Cemilan-cemilan murah juga nggak apa-apa. Untuk menunjukkan perhatian sama yang dirumah&#8230;”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<strong>7. Selalu memberikan ciuman kepada orang terdekat dengan sepenuh hati</strong><br />
Kebiasaan dalam keluarga kami, setiap kali kami henda pergi atau baru saja pulang dari bepergian, kami selalu mengucapkan <em>“Assalamualaikum”</em>, mencium tangan kanan dan kemudian pipi kanan dan kiri secara bergantian. Dan Ibu yang sering kali protes, setiap kali saya secara ‘asal’ mendaratkan ciuman di pipinya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“Yang bener dong nyiumnyaa&#8230;..”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">begitu protesnya. Kalau sudah diprotes begitu, biasanya saya kemudian akan mendaratkan ciuman yang lama dipipi beliau hingga beliau tersenyum puas. Ya, dia seolah selalu mengingatkan, bahwa jangan sampai kebiasaan itu berubah menjadi sebatas kebiasaan saja sehingga kehilangan makna sesungguhnya, yaitu saat untuk mengekspresikan kasih sayang kami sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Selalu mengerti kesukaan orang terdekat kita</strong><br />
Bukti nyata seseorang sangat mengerti dan perhatian kepada kita, adalah ketika mereka tahu dengan pasti apa yang menjadi kesukaan kita dan ketidaksukaan kita. Dalam hal makanan, misalnya. Ibu tahu, saya tidak pernah rewel dalam urusan makanan. Beda dengan Bapak, yang sering merasa makanan buatan ibu sering kurang asin, sehingga ibu selau menyediakan garam halus di meja makan khusus untuk Ayah</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu juga tahu bahwa dalam keadaan lapar, saya pasti akan langsung ‘diam’ kalau dibuatkan Telur Mata Sapi yang disajikan dengan nasi putih panas. Sejak saya kecil sampai sekarang, hanya inilah makanan yang menurut saya makanan yang paling juara sedunia! Dan sampai sekarang, hanya Ibu lah yang bisa menggorengkan Telur Mata Sapi yang sesuai dengan keinginan saya. <em>No one else</em>.  Tidak ada yang membuat telur mata sapi  seenak buatan Ibu&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. Selalu percaya, berbakti  dan setia kepada pasangan</strong><br />
Mereka menikah di tahun 1973. 36 tahun sudah ibu memegang kesetiaan dan berbakti kepada Bapak. Hingga hanya maut yang akhirnya memisahkan mereka. Kesetiaan luar biasa dari istri seorang tentara, yang selalu ditinggal suaminya bertugas di awal-awal pernikahan mereka. Yang harus berani dan rela melahirkan ketiga anak pertamanya tanpa didampingi suami yang sedang dikirimkan berperang di daerah konflik. Bisa dibayangkan bagaimana pengorbanannya? Hanya seseorang dengan kekuatan cinta yang besar yang bisa melakukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingat, bahkan seorang ibu penjual daging  yang menjadi langganan kamipun bisa melihat tulusnya kesetiaan ibu kepada bapak. Ketika pada beberapa hari setelah kepergian ibu, penjual daging langganan kami lah yang menceritakan kepada saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; saya bisa ngelihat, Mas.. Ibu itu sebelum beliau meninggal, walau dalam keadaan sudah nggak sehat, tapi tetap kelihatan masih ingin ngeladenin bapak.. masakin bapak&#8230;saya tuh sampai terharu ngeliatnya&#8230;”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. Untuk selalu dekat kepada Yang Maha Kuasa</strong><br />
Tidak hanya selalu mengingatkan saya untuk tidak meninggalkan Shalat. Tapi hingga di akhir hidupnya pun, Ibu masih memberikan saya contoh yang nyata, tentang bagaimana seharusnya kita membuat diri kita dekat dengan pencipta kita.<br />
Sehari sebelum kepergiannya, disaat kesadarannya sudah sangat menurun dan sulit  diajak berkomunikasi, setiap kali Ibu  mendapatkan kekuatan untuk bersuara, tidak ada keluhan yang keluar dari mulutnya. Hanya bacaan <strong><em>&#8220;Subhanallah&#8221;</em> </strong> dan “<em><strong>Allahu Akbar”</strong></em> yang keluar dengan lemah dan terbata-bata dari mulutnya. Hanya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya bisa memandangnya dengan penuh kekaguman dan kebangga, sambil memeluknya dengan erat. Hebat sekali  perempuan ini. Dalam keadaan yang selemah itu, dengan susah payah dia masih berusaha mengingat Tuhannya, memuji dan membesarkan namaNya. Dalam saat-saat terakhirnya, dengan cantiknya Ibu masih sempat mengajari saya untuk selalu dekat dengan Tuhan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Do you ever know that you&#8217;re my hero, Mom?</em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/family01.jpg"><img class="size-medium wp-image-1195 aligncenter" title="our last picture together with Mom" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/family01.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" width="300" height="185" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Hari Ibu, Ma. Mama sudah berhasil menyelesaikan tugas Mamah dengan baik di dunia ini&#8230;&#8230;</p>
<br />Posted in Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1194&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/22/10-life-lessons-from-my-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/family01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">our last picture together with Mom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LeaveLunaAlone</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/21/leavelunaalone/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/21/leavelunaalone/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 02:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1186</guid>
		<description><![CDATA[Saya simpati pada Luna Maya. Simpati dalam arti, saya cukup bisa membayangkan bagaimana perasaan ‘gerah’ dan ‘geram’nya dia karena kemana pun langkahnya pergi, selalu diikuti dan dikejar oleh para wartawan pekerja infotainment. Tapi mau bilang apa? She has a high value. Dia memang masih (atau sedang) punya nilai berita yang tinggi. Jadi apapun yang dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1186&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya simpati pada Luna Maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Simpati dalam arti, saya cukup bisa membayangkan bagaimana perasaan ‘gerah’ dan ‘geram’nya dia karena kemana pun langkahnya pergi, selalu diikuti dan dikejar oleh para <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment. Tapi mau bilang apa? <em>She has a high value</em>. Dia memang masih  (atau sedang) punya nilai berita yang tinggi. Jadi apapun yang dia lakukan, kapan dan dimanapun, suka atau tidak, pasti akan (dan sepertinya harus) dijadikan berita.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu pagi, saya sempat heran melihat liputan sebuah infotainment, yang menayangkan berita tentang Luna yang pulang dari menonton premiere film <strong>SANG PEMIMPI</strong>, sambil menggendong <strong>Alea</strong>, putri dari Ariel Peterpan yang tertidur dipundaknya. Saya heran karena melihat belasan <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment lengkap dengan para kameramen-nya lempeng-lempeng saja mengerumuni Luna yang terlihat agak kerepotan berjalan sambil menggendong anak kecil itu (belum biasa kali, ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), sambil berulangkali berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; iya nanti aja ya didepan ngobrolnya&#8230;.”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin yang dimaksud oleh Luna adalah, ia ingin agar interview dilakukan nanti, ketika ia sudah sendirian, tanpa harus ada anak kecil yang sedang tertidur di pelukannya, dan di tempat yang lebih <em>decent</em>, lebih enak untuk melakukan wawancara.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1187" class="wp-caption aligncenter" style="width: 227px"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/luna1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1187" title="luna1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/luna1.jpg?w=217&#038;h=244" alt="" width="217" height="244" /></a><p class="wp-caption-text">taken from detikhot...as written on the picture <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align:justify;">Tapi ya namanya juga <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja Infotainment. Melihat dan mewawancarai Luna yang sedang menggendong anak dari pacarnya itu, tentu saja VALUE- nya lebih luar biasa dibandingkan dengan mengambil gambar dan mewawancarainya sendirian saja. Ya toh? Itu <em>mah</em> sudah biasa. Makanya permintaan Luna itupun sepertinya tidak digubris, dan ia terus dikuntit hingga terjadi peristiwa tersenggolnya kepala Alea pada kamera salah satu <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin dari situlah, kenapa ketika Luna menepati janjinya untuk melakukan wawancara sendirian di tempat yang sudah dijanjikan itu, dia terlihat sangat sangat jutek. Terlihat jelas sekali bahwa dia sangat marah, sebal dan malas menjawab segala macam pertanyaan wartawan infotainment. Sampai akhirnya di siang hariinya, saya membaca update di <strong>Twitter </strong>tentang aksi tulisan Luna yang memaki-maki para wartawan infotainment itu secara vulgar, kasar dan emosional sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya begitulah kalau orang sedang marah, dan kehabisan kesabaran. Segalanya menjadi tidak terkontrol. Saya yakin sekali, ketika dia mengetikkan kata per kata di akun Twitter-nya itu, Luna pasti sedang dalam keadaan yang marah sekali. Dan kata-kata makian itu keluar begitu saja, tanpa sempat tersaring dan tanpa pertimbangan dan kesadaran sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa saya bisa (sok) yakin seperti itu? <span id="more-1186"></span><strong>Pertama</strong>, saya yakin Luna cukup berpendidikan untuk tahu bahwa memaki (apalagi dengan memakai kata ‘pelacur’ atau ‘pembunuh’)adalah sebuah perbuatan yang tidak baik. Sehingga, dia pasti sedang dalam keadaan ‘tidak waras’ (dalam hal ini : sedang marah) ketika menuliskan semua itu. <strong>Kedua</strong>, Luna seharusnya tahu, apa yang dituliskannya itu bisa dengan cepat dan langsung dibaca oleh ribuan <em>follower </em>Twitternya, termasuk para <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment yang menjadi sasaran tembaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin dia lupa, kalau mengirimkan email berisi ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit  kepada teman-temannya saja bisa membuat <strong>Prita Mulyasar</strong>i jungkir balik berurusan dengan hukum sampai sekarang. Mungkin dia juga lupa, infotainment pun sekarang sudah sebegitu <em>desperate</em>-nya mencari berita, sehingga memanfaatkan status-status Twitter milik para artis untuk dijadikan bahan berita (kalau tidak, mana mungkin mereka bisa tahu <strong>Joko Anwar</strong> berbugil ria di Circle K untuk mewujudkan nazar-nya, misalnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, mana sempat Luna mikir sampai kesitu. Namanya juga orang sedang di puncak kemarahan, ya sudah..hajar saja! Gue marah sama infotainment, gue maki-maki tu infotainment, selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya seorang penonton infotainment. Saya pun punya teman yang bekerja sebagai <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment. Jadi saya cukup bisa mengerti bagaimana mereka berusaha mendapatkan berita apapun, selama itu melibatkan seorang artis, baik yang benar-benar terkenal, yang ‘katanya’ terkenal, yang ‘mudah-mudahan’ dikenal, maupun yang sedang berusaha setengah mampus pengen terkenal. Ya karena sumber mereka hanya dari situ doang. Namanya juga infotainment  (penulisannya digabung,ya.. jangan dipisah-pisah..nanti dipermasalahkan wkwkwkwkw)</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi coba bayangkan, siapa sih yang senang dan tenang kalau hidupnya selalu diikuti dan diberitakan?  Saya yakin deh, artis memang butuh untuk diberitakan. <em>That’s were the popularity and fame come from</em>. Supaya hasil karya mereka diketahui oleh orang banyak. Tapi kalau setiap saat gerak-gerik kita disorot, dijadikan tema perbincangan, apa ada yang tahan?</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya yang wartawan infotainment itu pernah bersungut-sungut,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Gue heran deh sama si A. Dulu pas baru muncul, dia sama manajemen artisnya kaya cacing kepanasan ngubungin kita supaya diliput kegiatannya&#8230; Dari dia ke salon, lah.. cuman keramas doang, padahal! Disuruh ngeliput isi dompetnya, lah.. Sampai kita diminta ngeliput dia bersih-bersih rumah, coba. Sumpah, kita yang ngeliput pengen ngakak ngeliat dia sok-sokan ngepel lantai tapi ngepelnya muter-muter nggak jelas.. Tapi sekarang, setelah rada terkenalan dikit, kita mau minta interview aja jual mahaaa..aallnya, minta ampun&#8230;”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya gitu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang yang mengaku dirinya artis (dan merasa sudah terkenal dan sudah ‘cukup’ dengan pemberitaan-pemberitaan seputar dirinya) merasa bahwa wartawan infotainment itu sudah masuk dalam kategori <em>invasion of privacy,</em> mengganggu hak privasi dia. Tapi mereka yang mengaku sebagai wartawan infotainment juga selalu merasa benar dengan berpegang pada prinsip,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>“Lho.. kalo nggak mau diliput kehidupan pribadinya ya jangan mau jadi artis!”</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan dengan sendirinya lantas memiliki hak absolut untuk membuntuti dan ngubek-ngubek kehidupan si artis.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus terang, saya tidak begitu suka dengan narasi beberapa infotainment yang berkata</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“..karena bagaimanapun juga, artis dan juga infotainment adalah sebuah hubungan <strong>simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan”</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bukan, bukannya saya tidak suka dengan gaya pengucapan mbak-mbak narator yang sering terdengar aneh itu, tapi lebih pada penekanan kata ‘simbiosis mutualisme’ dan ‘saling menguntungkan’ itu. Kok sepertinya tidak pas sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saling menguntungkan? Apa iya? Kalau memang iya, pastinya semua artis akan sangat kooperatif dong kalau mau diajak wawancara. Tidak ada yang menghindar, tidak ada yang pasang muka jutek, tidak ada yang hanya mengeluarkan statement ‘No Comment’ apalai sampai main lempar asbak! Kalau sudah ada artis yang bersikap seperti begini, tentu <strong>mereka sudah atau sedang merasa dirugikan alias tidak di simbiosis-mutualisme-kan, bukan</strong>? <em>*duh.. bahasa saya ancur sekali ya*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tertarik dengan komentar salah seorang teman di Twitter yang menulis,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“.. yang salah mungkin bukan wartawan infotainment, tapi tiadanya pelatihan yang tepat sebagai jurnalis dan tuntutan dari rumah produksi yang membuat mereka menjadi agresif. Bagaimanapun semua jurnalis adalah human being. Mereka punya hati. Tapi sekalilagi, tuntutan pekerjaan kadang membuat mereka lupa kode etik&#8230;”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cukup masuk akal. Tapi kalau lantas kalau para artis bisa memahami tekanan profesi <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment itu, <strong>apa mereka juga bisa memahami tekanan profesi dari si artis?</strong> Bagaimana mereka kelelahan setiap hari syuting, rekaman, promo tour dll. Dari berbagai kasus yang terjadi, sepertinya kok tidak. Kalau mereka mengerti, pastinya mereka tidak akan memaksa untuk melakukan interview ketika si artis sudah meminta kepada mereka (apalagi permintaan itu dilakukan secara baik-baik) untuk melakukan wawancara di lain waktu atau ditempat lain seperti kasus Luna ini? Terlihat sekali betapa hubungan simbiosis mutualisme itu kemudian menjadi berat sebelah. Seperti manajer seorang artis yang sempat heran,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Menguntungkannya dimana? Kenapa selalu jadi artis yang salah?”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Karena saya berulangkali mengatakan bahwa saya simpati dengan Luna Maya, bukan berarti saya juga setuju dengan apa yang dilakukannya. Sebagai artis yang bukan baru seminggu kemarin ini terkenalnya, seharusnya Luna bisa lebih ‘lihai’ dan &#8216;cantik&#8217; dalam menjaga emosi dan menghadapi tingkah laku wartawan. Kenapa harus memaki-maki sedemikan rupa?</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah contoh Teh <strong>Nicky Astria</strong> beberapa tahun lalu ketika dia dikejar-kejar para wartawan infotainment seputar perceraiannya dan gosip orang ketiga di pernikahannya <em>*bukan main prima-nya ingatan saya kalau soal-soal beginian!</em>*. Saking sudah nggak tahu lagi harus bagaimana mengusir para wartawan-wartawan itu, Teh Nicky kemudian berjalan masuk ke dalam mobil, duduk, berteriak kepada wartawan (maklum, lady rocker sih ya..),</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>“&#8230;.. APALAGI SIH YANG KALIAN MAU??!”</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan kemudian menangis sesunggukan di dalam mobilnya itu..</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat itu, satu persatu <span style="text-decoration:line-through;">wartawan</span> pekerja infotainment itu mundur teratur, dan pulang markas masing-masing dengan perasaan (pastinya) nggak enak, bersalah dan salah tingkah sendiri! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Atau kalau aksi MENANGIS ini tidak bisa dilakukan karena membutuhkan kemampuan akting yang prima, contohlah Mbak <strong>Mayangsari</strong>!  Coba, kurang apalagi mbak kita yang satu ini? Gosip yang diarahkan kepadanya sungguh-sungguh luar biasa, bukan? Bukan hanya sebagai disebut-sebut sebagai perempuan perebut suami orang, tapi juga sebagai perempuan <em>gold digger</em> alias perempuan matre kelas kakap. Mati-matian para <span style="text-decoration:line-through;">wartawan </span>pekerja infotainment berusaha meminta pernyataannya. Tapi setiap kali dikerubuti, dia hanya diam dan tersenyum.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga kemudian, karena sudah putusa asa tidak bisa mendapatkan pernyataan langsung dari si empunya berita, maka para infotainmentpun berinisiatif untuk membeberkan semua kehidupan pribadinya, sampai ke hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan rumah tangganya, seperti ketika salah satu infotainment pernah dengan bangganya memperlihatkan nilai merah yang ada di buku raport Mayangsari ketika masih SMP! <em>What the&#8230;. (selengkapnya, pernah saya tulis <span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://http://ryudeka.wordpress.com/2007/07/03/celebrity/">disin</a></strong></span>i)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi coba perhatikan, mbak ini selalu menghadapi sergapan wartawan <span style="text-decoration:line-through;">pekerja</span> infotainment dengan tanpa ekspresi terganggu sama sekali. Terlihat sekali dia sudah tidak mau ambil pusing dan masa bodoh dengan segala sorotan kamera dan serangan microphone mengelilinginya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apa lagi&#8230;? Selama ini kan saya tidak pernah memberikan statement yang aneh-aneh. <strong>Saya diam saja pun, kalian tetap membuat narasi sendiri tentang saya, kan</strong>? Jadi buat apa saya ngomong&#8230;.”</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil kemudian tetap berlalu dengan anggunnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang? <span style="text-decoration:line-through;">Wartawan</span> pekerja infotainment sepertinya lama-lama sudah bosan mengejarnya. <em>And she lives happily ever after </em>bersama sang pangeran dari Cendana itu. Wkakakaka.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin dari contoh itu, Luna bisa sedikit belajar bahwa kedudukan artis dan wartawan itu adalah sama. Dalam artian, kalau mereka bisa menyebalkan, maka para artis pun pun bisa sama berperilaku sama meyebalkannya. Cuman, pilihlah cara yang cantik yang secantik wajahmu, Luna. Atau mungkin sudah waktunya, ketika para infotainment itu dengan arogannya bilang bahwa <strong>merekalah yang berjasa membesarkan nama si artis</strong>, maka sekarang giliran para artis lah yang dengan lantang berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">“Eh, jangan salah ya, Mas.. Mbak&#8230;. Karena <strong>saya</strong> juga, kalian bisa jadi besar! Karena kalian ngeliput <strong>saya</strong> juga, makanya infotainment kalian jadi banyak yang nonton!”</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pasti nantinya juga si artis lagi yang dibilang arogan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuh. Salah lagi&#8230;. Katanya tadi hubungannya simbiosis mutualismeeeeeeeeeee&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1186&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/21/leavelunaalone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/luna1.jpg?w=267" medium="image">
			<media:title type="html">luna1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Selamanya Blackberry Itu Indah #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/20/tak-selamanya-blackberry-itu-indah-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/20/tak-selamanya-blackberry-itu-indah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 11:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi di gym, bertempat di ruang locker. Saya duduk di sebuah bangku kayu, sambil membuka sepatu fitness yang saya pakai, sambil menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuh saya- yang nggak six pack-six pack juga walau sudah bertahun-tahun fitness itu, saya sibuk mengutak-atik Blackberry saya. Tidak ada yang penting, hanya sekedar melihat update status Facebook [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1182&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu pagi di gym, bertempat di ruang locker. Saya duduk di sebuah bangku kayu, sambil membuka sepatu fitness yang saya pakai, sambil menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuh saya- yang nggak six pack-six pack juga walau sudah bertahun-tahun fitness itu, saya sibuk mengutak-atik Blackberry saya. Tidak ada yang penting, hanya sekedar melihat <em>update status </em><strong>Facebook</strong> teman-teman di pagi hari yang isinya paling-paling hanya seputar masalah &#8216;malas bangun&#8217;, &#8216;sibuk menyemangati diri sendiri&#8217; dan &#8216;stress menghadapi banyaknya kegiatan hari itu&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah suara aneh didekat saya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230;shayya herran dengan owrang Indenezya.. khemaryin shayya lunch diy rezteran, dan shayya lihat semwa owrang tertunduk kepaanya.. you know, zibuk dengan Blackberry mereka sendiri&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, kurang lebih begitulah bunyi suara itu. Aneh, kan? Hehehe. Setelah saya menengadahkan kepala dan berusaha mencari  dari mana asal muasal suara itu, terkejutlah saya ketika mengetahui bahwa sesosok laki-laki tua berambut putih sudah <em>stand by</em> di depan saya. Ternyata ada seorang bapak-bapak bule yang baru saja masuk ke dalam locker room, dan langsung mencoba beramah-tamah dengan membuka sebuah perbincangan tentang Blackberry karena melihat saya kelihatan asyik sendiri memainkan benda mungil itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lupa siapa nama bapak-bapak bule itu. Tapi yang saya ingat, ketika kami kemudian berkenalan, dia mengaku seorang kepala sekolah di sebuah sekolah internasional di Jogja. Ya, tapi sudahlah.. itu tidak penting. Yang penting kemudian adalah kami berbincang cukup seru mengenai kelakuan orang-orang Indonesia (dalam hal ini : Jogja) yang sedang dilanda menjamurnya alat komunikasi bernama <strong>Blackberry </strong>dan juga handphone-handphone lain yang bentuknya 11-12 dengan Blackberry.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi si mister ini kemudian melanjutkan keheranannya itu. Dimana pada suatu hari ketika dia makan di sebuah restoran, dia melihat semua orang sibuk mengutak-atik Blackberry yang dimilikinya, padahal mereka sedang berhada-hadapan dan duduk dengan teman-teman lainnya di satu meja yang sama. Dan teman-temannya itupun sama saja, sibuk cengar-cengir sendiri sambil memainkan ponsel dan Blackberry mereka. Bahkan ketika kemudian makanan yang mereka pesan datang, mereka pun sama sekali tidak menghentikan kegiatan mereka itu, tapi tetap men-<strong><em>double tasking</em></strong> diri mereka : tangan kanan bergantidan digunakan untuk makan sambil bermain Blackberry. Luar biasa.<span id="more-1182"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Si Bapak ini pun mengambil sebuah kesimpulan, bahwa orang-orang kita sepertinya banyak yang kaget dengan yang namanya perkembangan teknologi, sehingga kemajuan teknologi itu akhirnya mengalahkan budaya dan sifat empati dasar yang dimiliki mereka. Contohnya ya itu tadi : <strong>hilangnya esensi kebersamaan di meja makan</strong>. Saat makan bersama adalah saat atau momen dimana kita bisa saling mendekatkan diri satu sama lain, dengan cara berkomunikasi dan bertatap muka secara langsung. Tapi sekarang, silakan dilihat sendiri. Semua orang seakan sibuk berkomunikasi dengan orang yang ada di dalam <em>friend list</em> di handhpone atau Blakcberry mereka, dan mendiamkan orang yang  jelas-jelas nyata ada di depan atau sebelah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/images.jpeg"><img class="size-full wp-image-1183 aligncenter" title="images" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/images.jpeg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>I couldn&#8217;t be more agree</em>. Karena apa yang di&#8217;keluh&#8217;kan oleh si bapak bule ini sebenarnya juga pernah terjadi pada saya. Dulu, ketika awal-awal memiliki Blackberry, bukan main betapa sibuknya saya mengutak-atik tuts dan <em>trackbll-</em>nya. Kapanpun. Di rumah, di kantor, di jalan, di Mal, bahkan sampai di kamar mandi sekalipun. Termasuk ketika sedang makan bersama salah seorang teman saya, Gat.  Sampai akhirnya, teman saya itu marah dan bahkan mengancam,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>&#8220;&#8230;. lama-lama gue buang tu Blackberry nya!&#8221;</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pertama-tama, saya kira dia hanya bercanda saja. Karena dia  orangnya memang suka rada-rada judes. Hehehe. Saya hanya nyengir saja mendapat ancaman darinya itu, tapi setelah ancaman itu berulangkali terlontar dari mulutnya dan saya tidak menggubrisnya dan tetap sibuk dengan benda itu, dia akhirnya dia benar-benar gusar dan kamipun terlibat sebuah pertengkaran yang cukup hebat. Dan menyebalkan, tentu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan langsung dia mengatakan kalau apa yang saya lakukan itu adalah sangat-sangat tidak sopan. Tidak menghargai orang lain, dalam hal ini tentu saja dirinya. Bayangkan, dia mengajak saya ngobrol, tapi mata saya tertuju pada Blackberry di genggaman saya, bukan ke matanya. Walaupun saya tetap memberikan jawaban atau komentar dari pertanyaan-pertanyaannya, tapi tetap saja itu bukanlah sebuah hal yang sopan dilakukan. Makan bersama, kapanpun dan dimanapun itu dilakukan, adalah saat-saat yang dilakukan dengan semangat kebersamaan. Entah itu hanya dilakukan berdua, bertiga, atau lebih. Lain halnya kalau kita sedang makan sendirian.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia benar. Saya kemudian meminta maaf, dan kami membuat sebuah kesepakatan. Tidak menerima atau membalas SMS dan telepon ketika sedang makan, kecuali kita sedang dalam keadaan menunggu panggilan penting dan keadaan emergency lainnya. Itupun harus diberitahukan sebelumnya. Terdengar berlebihan ya? Memang. Awalnya memang saya berpikiran,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Apaan sih ni orang&#8230; ??</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi toh, lama kelamaan kebiasaan itu akhirnya terbawa sampai sekarang. Saya tidak pernah  lagi mengutak-atik Blackberry saya ketika sedang dalam keadaan makan bersama, tidak hanya dengan dia, tapi juga dengan siapapun. Karena memang sterlihat aneh sekali, ketika saya melihat ke sekeliling saya, melihat ada 2 orang yang sedang berada dalam satu meja, tapi tidak ada komunikasi sama sekali diantara mereka.<strong> Coba, untuk apa mereka makan bersama? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke bapak bula itu tadi, sepertinya memang benar. Dulu jamannya HP hanya bisa dipakai untuk telepon dan SMS, orang jarang sekali terlihat sibuk memainkan HP mereka. Sekarang,  ketika mereka bisa mengakses Facebook, Email, Twitter dan teman-temannya itu melalui HP mereka dimanapun dan kapanpun, mereka seperti semakin tenggelam dalam dunianya sendiri, dan melupakan dunia nyata tempat mereka sesungguhnya hidup dan bersosialisasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa bermaksud sok tahu, tapi sekarang setiap kali ada yang meng-add kan PIN Blackberry nya kepada saya, saya selalu menuliskan pesan kepadanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#333399;">Welcome to Blackberry world. Be careful, you&#8217;ll be addicted <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terserah dia mengartikan perkataan saya itu seperti apa. Tapi memang benar. <em><strong>We should be careful.</strong></em> <strong><em>And wiser also</em></strong>. Teknologi yang satu ini benar-benar bisa sangat mempengaruhi kebiasaan seseorang. Bukti paling <em>up to date</em>, teman saya yang dulu ngamuk-ngamuk itu, dulunya sama sekali anti dengan Blackberry dan lebih menyukai komunikatornya yang sudah lecet sana sini. Tapi ketika kemudian baru-baru ini dia akhirnya menyerah dan berganti ke Blackberry, ternyata malah gantian dia yang sering sibuk mengutak-atik benda itu ketika kami pergi makan. Dia seolah lupa dengan aksi protesnya dulu. Tapi ya saya diamkan saja. Lagi senang-senangnya, barangkali <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Semua ada waktu dan tempatnya, lah ya. Ada saat dimana kita bebas jungkir balik sibuk dan menganggap benda-benda mati itu sebagai manusia teman kita, tapi ada juga saat dimana kita harus memanusiakan manusia yang ada di hadapan kita, dan tidak menganggap mereka sebagai benda mati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><em>Tulisan ini juga buat <strong>Ndut </strong>yang akhirnya juga memutuskan AKAN beralih ke Blackberry. Awas ya! Gue nggak rela kalau nantinya becandaan dan aksi nyacat kita  terganggu oleh kehadiran benda itu diantara kita&#8230;.. Wakakakkaak..</em>.</span></p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1182&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/20/tak-selamanya-blackberry-itu-indah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nice Try!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/10/nice-try/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/10/nice-try/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1175</guid>
		<description><![CDATA[Siang kemarin, sekitar jam 12.30. Saya : Halo&#8230;. 081382508916 : Halo.. selamat siang.. Saya : Selamat siang.. 081382508916 : Hei.. apa kabar? Saya : Mmm.. baik. 081382508916 : Lupa ya? Saya : Mmm&#8230; sorry, ini siapa ya? 081382508916 : Gitu ya&#8230; Temen lama dilupain. Masa nggak inget sih? Saya : Waduh.. sori-sori. Memangnya ini siapa? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1175&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang kemarin, sekitar jam 12.30.</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Halo&#8230;.<br />
<strong>081382508916</strong> : Halo.. selamat siang..<br />
<strong>Saya</strong> : Selamat siang..<br />
<strong>081382508916</strong> : Hei.. apa kabar?<br />
<strong>Saya</strong> : Mmm.. baik.<br />
<strong>081382508916</strong> : Lupa ya?<br />
<strong>Saya</strong> : Mmm&#8230; sorry, ini siapa ya?<br />
<strong>081382508916</strong> : Gitu ya&#8230; Temen lama dilupain. Masa nggak inget sih?<br />
<strong>Saya</strong> : Waduh.. sori-sori. Memangnya ini siapa?<br />
<strong>081382508916</strong> : Yudi.<br />
<strong>Saya</strong> : Yudi? Yudi yang mana ya?<br />
<strong>081382508916</strong> : Yudi- Yudi&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Iya, Yudi yang mana ya..<br />
<strong>081382508916</strong> : Alahhh.. Yudi .. Masa temen satu SMA dilupain sih&#8230;  Yang dari Akpol&#8230;</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terdiam sesaat mencoba mengingat-ingat teman-teman SMA yang bernama depan atau bernama panggilan Yudi.. Saya memang punya teman SMA bernama Yudi. Ada dua, malah. <strong>Yudi Kartika</strong> dan <strong>Yudi Handoyo</strong>. Dan mencoba mengingat-ingat apakah diantara kedua nama itu ada yang berasal dari Akpol.  Tapi suara si penelepon ini benar-benar terdengar asing di telinga saya. Dan seumur-umur kami berteman, sepertinya saya tidak pernah sama sekali ditelepon atau menelepon Yudi-Yudi teman saya itu. . Maklum, kami terakhir bertemu adalah ketika kami kelas 3 SMA, dan waktu itu yang namanya Handphone belum <em>happening</em>, ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Mmm.. Yudi&#8230; Yudi Kartika, bukan?<br />
<strong>081382508916</strong> : Iyaaaa&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Masa sih?<br />
<strong>081382508916</strong> : Yaah.. memang kenapa? Beneran lupa ya?<br />
<strong>Saya</strong> : Yudi Kartika yang di IPS 1? Bukannya kamu di bank, ya kerjanya?<br />
<strong>081382508916</strong> : Iya..  Sebelumnya kan 2 kali aku daftar ke Akpol dan gagal terus&#8230;  Makanya terus nyerah, dan pindah nyoba ke bank&#8230; Inget, nggak?</p></blockquote>
<p>Makin bingung. Kok makin nggak nyambung gini sih obrolannya.</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Ooooo&#8230; Sorry, Yud&#8230; aku kok agak-agak lupa ya.. pangling suaranya&#8230;<br />
<strong>081382508916</strong> : Iya gapapa, lah. Disimpen ya Bos&#8230; Ini nomor baru ku. Aku ganti pakai nomer yang ini, sekarang.<br />
<strong>Saya</strong> : Oh.. Ok. Baiklah&#8230; <span style="color:#800080;">*padahal saya sama sekali belum pernah punya nomor lamanya*</span>. Gimana kabarnya, Yud? <span style="color:#800080;">*mencoba ramah walau tetap dalam kebingungan yang amat sangat*</span><br />
<strong>081382508916</strong> : Baik. Kamu apa kabar?<br />
<strong>Saya</strong> : Baik juga.<br />
<strong>081382508916</strong> : Lagi dimana, Boss<br />
<strong>Saya</strong> : Mmm.. di kantor.<br />
<strong>081382508916</strong> : Lagi sibuk, nggak?<br />
<strong>Saya</strong> : Mmmm..  Lumayan. Gimana?<br />
<strong>081382508916</strong> : Boleh dong diganggu sebentar. Kapan yuk kita bisa ketemuan langsung. Biar bisa akrab dan silaturahmi..</p></blockquote>
<p>Hhhhh&#8230; mulai nih. Kebingungan sekarang mulai menjurus kearah kecurigaan&#8230; <span id="more-1175"></span></p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Maksudnya?<br />
<strong>081382508916</strong> : Ya kita ketemuan.. Ngobrol-ngobrol&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Waduh, Yud&#8230;Kmu nggak bermaksud ngajakin aku  bisnis MLM dan sebagainya itu kan? Hehe..<br />
<strong>081382508916</strong> : Enggak&#8230; enggak..Ketemuan aja..<br />
<strong>Saya</strong> :  Hehehe.. sori sori, soalnya terus terang aja, kalo iya, aku sama sekali nggak berminat..<br />
<strong>081382508916</strong> : Oh gitu ya&#8230; Mmm&#8230; kalo gitu aku bisa minta tolong nggak?</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Heh? Apa-apaan nih? <em>An old friend </em>yang belasan tahun nggak pernah ketemu dan bahkan saya sudah tidak ingat lagi yang mana orangnya, tiba-tiba muncul dan minta bantuan? Bukankah itu cukup mengherankan? Bukannya saya tidak suka membantu, bukannya saya pilih-pilih orang untuk dibantu, tapi&#8230; aneh aja, rasanya.</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Minta tolong gimana?<br />
<strong>081382508916</strong> : Aku baru aja dapet musibah,nih..<br />
<strong>Saya</strong> : Oh?<br />
<strong>081382508916</strong> :  Jadi tadi aku abis tabrakan..motor sama motor.. Urusannya sama yang aku tabrak sih sudah selesai. Tapi si Polisi yang ngurusin ini lho..<br />
<strong>Saya</strong> : Kenapa?<br />
<strong>081382508916</strong> : Dia minta imbalan. Bukan uang  sih, tapi minta diisi in voucher HP..<br />
<strong>Saya</strong> : HEH???<br />
<strong>081382508916</strong> : Iya, dompetku dibawa dia nih. Aku bisa minta tolong nggak? Dideket tempatmu ada ATM nggak? Aku tolong banget dong, diisi-in pulsa.. Nanti nomor HP polisinya itu aku SMS in ke kamu&#8230;</p></blockquote>
<p>HUAHAHHAHAAHHAHA&#8230;&#8230; Saya langsung ketawa dalam hati. Oalaahhh.. Masssss, mau nipu toh ceritanya??</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : Waduhh.. sori banget Yud. Kayanya aku lagi nggak bisa keluar kantor, nih. Jadwalku abis ini padat banget &#8230;<br />
<strong>081382508916</strong> : Masa sih? Sampai jam berapa?<br />
<strong>Saya</strong> : Ya sampai malam, mungkin.<br />
<strong>081382508916</strong> : Oh, gitu ya. Mmm.. pulsa eletronik juga nggak apa-apa deh. Nanti kamu SMS in nomornya aja ke aku&#8230;.<br />
<strong>Saya</strong> : Waduhh&#8230; kayanya juga nggak bisa tuh&#8230;<br />
<strong>081382508916</strong> : Masa sih?<br />
<strong>Saya</strong> : Iya. Eh bentar deh.. Ini beneran Yudi Kartika, kan? Bukan Yudi Handoyo?<br />
<strong>081382508916</strong> : Iya!<br />
<strong>Saya</strong> : Ooo.. sori, aku masih agak-agak bingung soalnya, Yud. Berarti kamu yang duduknya sama si <strong>Indri</strong> itu, kan? *saya asal menyebutkan nama seorang perempuan*<br />
<strong>081382508916</strong> : Siapa?<br />
<strong>Saya</strong> : Indri.. Indri&#8230;  Kamu berarti yang waktu di 3 IPS 1 itu duduknya sama Indri, kan ya?<br />
<strong>081382508916</strong> :  Oh iya.. bener! Si Indri itu yah&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooo&#8230;  Kok aneh ya, Yud?<br />
<strong>081382508916</strong> : Aneh kenapa?<br />
<strong>Saya </strong>: Sekolah kita kan sekolah khusus laki-laki. Dikelas kita juga laki-laki semua. Kok bisa tiba-tiba ada anak perempuan di kelas kita yah???<br />
<strong>081382508916</strong> :  Maksud kamu?<br />
<strong>Saya</strong> : Udah deh Masss&#8230;. Hari gini masih aja nyoba nipu orang..  Nipu nya masih model yang kampungan kaya begini, lagi&#8230;.</p></blockquote>
<p>Tuttt&#8230;tutt..tutttttt&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Seolah belum puas bisa menangkap basah usaha penipuan yang coba dilakukan oleh si Mas itu, setelah menutup telepon, saya langsung mengirimkan pesan singkat ke nomor tersebut</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“<strong>Pulsamu terbuang sia-sia, kan?? Wakakakakakakaakak&#8230;..Nice Try!” </strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">PUASS!!</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1175&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/10/nice-try/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilarang Melarang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/08/dilarang-melarang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/08/dilarang-melarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 10:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1165</guid>
		<description><![CDATA[Saya boleh heran, nggak? Boleh ya. Sebenarnya rasa heran saya ini sudah cukup lama munculnya. Tapi mungkin baru sekarang bisa saya utarakan dan tuliskan, karena tahap keheranan saya sudah meningkat dari sekedar heran saja menjadi amat sangat heran sekali. Saya heran, darimana sih asalnya hingga kemudian ada pihak yang bisa dengan percaya dirinya melarang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1165&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya boleh heran, nggak? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Boleh ya. Sebenarnya rasa heran saya ini sudah cukup lama munculnya. Tapi mungkin baru sekarang bisa saya utarakan dan tuliskan, karena tahap keheranan saya sudah meningkat dari sekedar heran saja menjadi amat sangat heran sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya heran, darimana sih asalnya hingga kemudian ada pihak  yang bisa dengan percaya dirinya melarang dan memutuskan bahwa film <strong>&#8220;2012&#8243; </strong>itu haram ditonton? Kalau informasi yang saya dapatkan sih, pengharaman itu muncul  karena ditakutkan nantinya banyak umat beragama akan langsung percaya bahwa tahun 2012 besok adalah tahun terjadinya kiamat. Sedangkan agama mengajarkan bahwa yang berhak mengetahui kapan tepatnya terjadinya kiamat adalah hanya sang Pencipta. Dan dengan percaya bahwa tahun tertentu (dalam hal ini adalah tahun 2012 ini) adalah tahun dimana kiamat akan datang, adalah haram hukumnya. Dosa. Jadi kesimpulannya, jangan menonton film 2012. Supaya kita terhindar dari dosa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="../files/2009/12/phoh9qqwszdqso_1_zza.jpg"><img class="aligncenter" title="PHoh9qqwsZDQso_1_zza" src="../files/2009/12/phoh9qqwszdqso_1_zza.jpg" alt="" width="156" height="156" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan saya yakin, puluhan penonton yang mencoba tidak perduli dengan pengharaman itu dan tetap menonton film itu beberapa hari yang lalu (termasuk saya) pasti merasa lega, karena kami semua terhindar dari yang namanya dosa. Karena kami langsung yakin dan percaya, bahwa 2012 bukanlah tahun dimana dunia akan kiamat. Karena film itu sama sekali tidak menceritakan hal itu. Sama sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya heran, apakah  mereka yang membuat pengharaman itu, sebelumnya sudah melihat terlebih dulu film <strong>&#8217;2012&#8242;</strong> ini? Atau mereka hanya terpancing melihat trailernya, atau melihat liputan tentang ramalam 2012 di infotainment yang secara asal menggabungkan antara film <strong>&#8220;2012</strong>&#8221; dengan pengetahuan sepotong-sepotong mengenai ramalan kiamat versi bangsa Maya dan dibumbui dengan  menampilkan ramalan paranormal papan atas negeri  ini plus tidak ketinggalan tambahan tanggapan para ulama itu? Karena kalau mereka sudah melihat film <strong>&#8220;2012</strong>&#8221; dari awal sampai akhir, mereka pasti akan malu sekali karena telah secara sok tahu dan gegabah membuat pengharaman. Lha wong filmnya sama sekali bukan tentang kiamat, kok..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya bukannya ingin mendiskreditkan pihak tertentu. Kalaupun ada yang merasa seperti itu, saya minta maaf. Tapi <em>please</em>.. <em>mbok ya</em> kalau mau membuat sebuah keputusan (apalagi itu menyangkut kepentingan orang banyak), dipikirkan benar-benar terlebih dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini bukan yang pertama kali munculnya larangan terhadap sesuatu yang sedang menjadi trend atau <em>hot issue</em> di masyarakat. <span id="more-1165"></span>Baru saja beberapa bulan lalu muncul statement yang mengharamkan <strong>Facebook</strong>. Setengah mati orang-orang kebingungan mencoba mencari tahu, di bagian manakah yang dianggap haramnya. Ternyata katanya Facebook bisa menjadi haram ketika situs ini digunakan sebagai media penyebaran pornografi dan mencari pacar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alasan yang ajaib, memang. Setahu saya, kalau kita melarang sesuatu, maka seharusnya terlebih dahulu kita menyiapkan  alasan-alasan yang jelas dan kuat. Tidak asal, memaksa,  bahkan terkesan mengada-ada dan tidak menguasai hal yang menjadi fokus hal yang  dilarang itu. Tidak heran, kalau ‘pengharaman’ Facebook yang dianggap mengada-ada ini kemudian toh hilang seiring dengan waktu. Sekarang? Giliran film <strong>2012</strong> yang mengalami nasib yang sama. Haram untuk dilihat, karena bisa menyesatkan umat karena menganggap dan PERCAYA bahwa hari kiamat akan betul-betul datang di tahun 2012.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya sih tidak mau membahas atau membuat review tentang film <strong>&#8220;2012&#8243; </strong>yang serba kurang dalam segi penceritaan dan serba lebai dalam segi special efek ini. Walau terus terang saya merasa sebal tertipu sekali karena mengira film ini akan keren sekali ketika melihat trailernya. Tapi saya agak ‘jengah’saja dengan seringnya keluar pengharaman ini dan itu yang dengan gampangnya keluar dari pihak-pihak yang seharusnya bisa arif dalam membuat sebuah kebijakan, karena menyangkut orang banyak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Coba mari kita lihat ke belakang. Seberapa sering sih muncul statement haram terhadap sesuatu? Lumayan sering, kan? Dan pertanyaan saya berikutnya adalah : <strong>seberapa sering sih mereka membuat <em>statement</em> yang berkebalikan?</strong> Maksudnya, kalau ada <em>statement</em> &#8216;haram&#8217;, bukankah seharusnya ada juga <em>statement</em> &#8216;halal&#8217;? Maksudnya, kalau ada pelarangan terhadap sesuatu yang dianggap buruk, kenapa jarang sekali keluar peng-anjuran terhadap sesuatu yang dianggap baik?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalau misalnya selama ini background yang dipakai adalah  dengan alasan demi kebaikan atau kemaslahatan orang banyak, kenapa dulu tidak ada <em>statement</em> atau bahkan fatwa yang menganjurkan orang untuk melihat, misalnya,  film <strong>&#8220;AN INCONVENIENT TRUTH&#8221; </strong>milik <strong>Al Gore</strong>?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="../files/2009/12/130px-aninconvenienttruth.jpg"><img class="aligncenter" title="130px-Aninconvenienttruth" src="../files/2009/12/130px-aninconvenienttruth.jpg" alt="" width="130" height="192" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Padahal (menurut saya), film itu betul-betul menggambarkan sebuah fakta konkrit tentang betapa terancamnya  kelangsungan bumi ini jika tidak ada umat manusia yang perduli bahu-membahu menangani pemanasan global. Bahwa film ini dengan jujur dan apa adanya memperlihatkan keadaan bumi yang akan segera berubah menjadi &#8216;neraka&#8217; dan semua orang akan mengalami yang namanya kiamat kecil (saking buruknya) kalau kita tidak mau menjaganya dengan baik? Film ini jauh lebih penting kalau (mau) dibandingkan dengan 2012 yang murni untuk hiburan itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan menurut saya, semua orang harus percaya bahwa <strong>&#8216;kiamat kecil&#8217;</strong> hasil dari pemanasan global itu benar-benar bisa dan akan terjadi (walaupun sebenarnya bisa kita cegah asal kita mau). Dan mempercayai hal ini, bukanlah sesuatu yang haram hukumnya, toh??</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kenapa tidak ada <em>statement</em> anjuran yang mewajibkan umat di negara ini untuk menonton film itu, misalnya?  Alangkah lebih baik kalau ada, kan? Itu kalau <strong>mereka-mereka  ini betul-betul mengatas-namakan kebaikan umat atau khalayak banyak lho, ya</strong>. Atau jangan-jangan mereka malah tidak pernah tahu ada film berjudul <strong>&#8220;AN INCONVENIENT TRUTH&#8221; </strong>karena film itu memang tidak terkenal dan diputar disini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekali lagi, mohon maaf kalau ada pihak yang merasa dipojokkan disini. <em>I never meant to</em>. Saya hanya tidak habis pikir saja. Bagimana tidak. Contoh terakhir saja, dengan adanya gerakan sosial <strong>&#8220;Koin Untuk Keadilan&#8221;</strong> untuk Ibu  <strong>Prita Mulyasari</strong> yang sudah semakin menjalar kemana-mana ini. Kok pihak yang senang melarang-larang itu juga tidak berbuat apa-apa tuh. Dalam arti kata, kenapa tidak ada statement yang mewajibkan atau menganjurkan masyarakat untuk ikut menyumbangkan uang mereka dan bergabung di program ini. Bukankah membantu orang yang sedang kesusahan dan dilanda ketidak-adilan adalah sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh agama?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="../files/2009/12/koinuntukprita.png"><img class="aligncenter" title="koinuntukprita" src="../files/2009/12/koinuntukprita.png" alt="" width="205" height="205" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bukan salah saya toh, kalau akhirnya berdasarkan segala kebodoahan dan keterbatasan pengetahuan saya, timbul pertanyaan yang berkesan sangat retorik,<span style="color:#800080;"><em> “maunya apa sih ni orang-orang&#8230; bisanya kok  cuma ngelarang&#8230;&#8230;.”. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="color:#000000;">Kalian  pada heran, nggak? Atau saya sendiri saja yang sukanya  heran sendirian? Wekekekekkek&#8230;.</span><em><br />
</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1165&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/08/dilarang-melarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Kakak&#8217;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/05/kakak/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/05/kakak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada gosip yang lebih seru daripada gosip di tempat kerja. Betul? Hehehe. Ya, setelah beberapa kali bergonta-ganti dan berpindah-pindah tempat kerja, saya akhirnya semakin tahu, bahwa salah satu hal yang seru dan selalu dinanti (dan menjadi hiburan tersendiri ditengah terjangan deadline pekerjaan setiap harinya) adalah acara membahas gosip-gosip terbaru yang terjadi di lingkungan kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1160&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tidak ada gosip yang lebih seru daripada gosip di tempat kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Betul? Hehehe. Ya, setelah beberapa kali bergonta-ganti dan berpindah-pindah tempat kerja, saya akhirnya semakin tahu, bahwa salah satu hal  yang seru dan selalu dinanti (dan  menjadi hiburan tersendiri ditengah terjangan <em>deadline</em> pekerjaan setiap harinya) adalah acara membahas gosip-gosip terbaru yang terjadi di lingkungan kerja kita. Bahkan mungkin bukan hanya gosip yang &#8216;terbaru&#8217;. Gosip-gosip lama pun biasanya tetap bisa menarik untuk dibahas, tinggal membumbuinya lagi dengan sedikit variasi saja   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Walau, tentu saja, tidak semua orang suka dengan yang namanya gosip. Mungkin dianggap bisa menganggu konsentrasi bekerja, atau bahkan bisa merubah suasana kantor menjadi tidak kondusif atau apapun alasan lainnya. Tapi biasanya, <em>toh</em> ketika para karyawan sedang berkumpul makan siang, misalnya, walaupun awalnya yang dibicarakan adalah hal-hal seputar <em>update</em> berita terbaru yang terjadi, pasti ada saat dimana topik tentang gosip di kantor pun keluar juga. Dan mereka yang mengaku tidak suka bergosip itupun biasanya tetap ikut bergabung, walau hanya memilih sebagai pendengar saja. Tetap aja berdosanya, to?? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan <span style="text-decoration:line-through;">serunya</span> sialnya, biasanya yang sering menjadi korban bahan omongan kita para karyawan  adalah seseorang yang memiliki level dan posisi lebih tinggi atau bahkan tertinggi di kantor. <strong>Si Bos</strong>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/boss.jpg"><img class="size-full wp-image-1161 aligncenter" title="boss" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/boss.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dimana-mana juga sama, sudah jadi kebiasaan umum. <strong>Ketika para pekerja atau karyawan sedang berkumpul, topik yang paling sering diperbincangkan pasti adalah tentang atasannya</strong>. Apapun. Semua dikupas setuntas mungkin. Mulai dari A sampai  Z. Mulai dari yang ada hubungannya dengan kinerja dan  kebijakan-kebijakan yang dibuatnya di  kantor, sampai dengan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan sama sekali, misalnya tentang wangi parfumnya yang aneh, hobinya memakai kacamata hitam didalam ruangan ataupuan gosip seputar rumah tangganya. Tanpa ampun, pokoknya. Pokoknya semua hal-hal &#8216;aneh&#8217; yang dimiliki oleh si Bos sampai yang paling kecil sekalipun, anak buahnya bisa tahu. Tahu betulan atau cuma sok-sok an tahu biar gosipnya makin seru, ya nggak tahu juga.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1160"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Entah bagaimana dengan pengalaman di tempat kalian bekerja, tapi beberapa kali saya bekerja di kantor yang berbeda, dari dulu sampai dengan sekarang,  ternyata kebudayaan ngomongin si Bos ini memiliki satu kesamaan. Yaitu adanya usaha untuk &#8216;menyamarkan&#8217; nama oknum/tokoh yang menjadi sentral pembicaraan (dalam hal ini adalah Si Bos) dengan menggantikannya dengan kata ganti : <strong>“Kakak”</strong> atau <strong>&#8220;Abang&#8221; </strong>atau <strong>&#8220;Mas&#8221;</strong>. Contoh kecil, misalnya</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Si A</strong> : Ih bener-bener deh!.. Dari ngeliat cara jalannya aja udah nyebelin banget ..<br />
<strong> Si B</strong> : Beuhhhhh&#8230; itu belom seberapa. Kamu baru ngeliat cara jalan orangnya. Kita yang ada di divisi off air, udah sampai eneg ngeliat mobilnya masuk parkiran kantor!<br />
<strong> Si A </strong>: Wakakakakakaa&#8230; ada toh tahapannya toh??<br />
<strong> Si B</strong> : Tungguu aja..<br />
<strong> Si C </strong>: Eh&#8230; Ngomongin siapa sih??<br />
<strong> Si B</strong> : Halah.. Ituuu lhoo.. <strong>Mas mu</strong> itu lhoooo&#8230; !</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan  si oknum C inipun langsung mahfum,siapa yang menjadi tokoh sentral pembicaraan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau begini,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong>Oknum A</strong> : Eh Nyet&#8230; <span style="color:#000000;">*dengan nada beribisik nan nyinyir dan siap untuk begosip*</span><br />
<strong> Oknum B</strong> : Apaan..<br />
<strong> Oknum A</strong> : Bilangin tuh Kakak lo tuh.. Kalo udah masuk kantor, kacamatanya dilepas,  kenapa&#8230; Kaga takut kesandung, apa??<br />
<span style="color:#000000;">*sambil wajahnya diarahkan ke arah  si Bos yang terlihat percaya diri sekali dengan kacamata hitam andalannya*</span></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sounds familiar? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri tidak tahu, sejak kapan penggunaan kata <strong>“kakak”</strong> ini mulai sering dipakai untuk menggantikan nama  asli  atasan yang sedang menjadi bahan  perbincangan anak buahnya. Memang ada kata ganti lain yang juga sering digunakan seperti, <strong><em>&#8220;.. Oom lu tuh!&#8221;</em></strong> atau <em><strong>&#8220;&#8230;. itu lhoo.. mbakyu ne Deka&#8221; </strong></em>atau bahkan <strong><em>&#8220;.. siapa lagi kalo bukan &#8216;adek&#8217;nya si Deka&#8221;</em></strong>.  Tapi sepertinya tidak sesering digunakannya kata ganti &#8216;kakak&#8217; ini. Yah, kata apapun yang dipakai untuk menggantikan nama asli si korban perbincangan,  sebenarnya tujuann sama dan jelas: supaya yang bersangkutan tidak tahu kalau anak buahnya sedang memperbincangkannya. Karena siapa tahu, diantara peserta gosip itu, ada satu diantaranya yang dekat, menjadi orang kepercayaan atau menjadi mata-matanya si Bos. Bahaya!</p>
<p style="text-align:justify;">Yah, mungkin itulah resiko menjadi seorang Bos. Bisa serba salah. Kalau dia melakukan sesuatu yang baik, maka bisa jadi itu bukanlah sesuatu yang akan dianggap  istimewa oleh bawahannya karena,<strong><em> &#8220;&#8230; ya itu udah takdir lo  harus bisa jadi contoh buat anak buah! </em></strong>&#8220;. Tapi ketika dia melakukan sesuatu yang dianggap ‘ajaib’, ‘aneh’ atau ‘miring’, maka siap-siaplah menjadi bahan omongan seisi kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya kok suka sekali dengan ungkapan <strong>Nelson Mandela</strong> yang tercantum di salah satu pojok harian <strong>Seputar Indonesia </strong>hari ini:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;&#8230;. Memimpinlah dari belakang dan biarkan yang lain didepan ketika Anda merayakan kemenangan. Saat bahaya datang, berdirilah paling depan, maka orang akan mengormati Anda..&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ah&#8230; ending yang tidak nyambung dan terlalu serius untuk topik bahasan yang sama sekali tidak serius, ya?  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />    <em>Have  a nice weekend, everybody! </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1160&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/12/05/kakak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/12/boss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">boss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>30</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/30/30/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/30/30/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 16:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[What’s so special about me being 30? Very. Saya sendiri setengah tidak percaya, kalau akhirnya pada 21 November lalu, sampai juga di usia kepala 3 ini. Alhamdulillahi rabbil alamin. Tuhan masih mempercayai saya untuk bisa sampai di usia yang kata banyak orang adalah usia kemapanan. Dengan segala arti atau pemahamannya. Karena beberapa minggu sebelum ulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1155&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>What’s so special about me being 30?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Very.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri setengah tidak percaya, kalau akhirnya pada 21 November lalu, sampai juga di usia kepala 3 ini. <em>Alhamdulillahi rabbil alamin</em>. Tuhan masih mempercayai saya untuk bisa sampai di usia yang kata banyak orang adalah usia kemapanan. Dengan segala arti atau pemahamannya. Karena beberapa minggu sebelum ulang tahun, sempat terpikir juga dalam pikiran saya : <strong><em>a</em><em>kan seperti apakah saya (dan kehidupan saya) ketika umur sudah memasuki angka 30 dan (jika Tuhan mengijinkan) melanjutkan ke bilangan 31, 32, 33 dan seterusnya itu nanti.</em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/2000_30_1-number-thirty_web.jpg"><img class="size-medium wp-image-1156 aligncenter" title="2000_30_1---Number-Thirty_web" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/2000_30_1-number-thirty_web.jpg?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Yang pasti, saya bukan lagi anak usia <em>duapuluhan </em>yang katanya identik dengan pencarian jati diri, yang masih mencoba memastikan sepenuh hati jalan manakah yang akan dipilih untuk masa seumur hidupnya nanti. Sekarang saya sudah harus masuk ke usia dimana pencarian itu harus sudah menemukan ujungnya, dan saya harus mencoba untuk mensyukurinya dengan melakukan dan memberikan apapun yang terbaik dari diri saya. 30 adalah masa memulai proses kematangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata Tuhan sepertinya tidak sabar memberikan hadiah &#8216;proses kematangan&#8217; itu untuk saya. Sang pencipta saya itu sepertinya ingin menyegerakan saya untuk memulai proses kedewasaan itu, bahkan sebelum saya benar-benar genap berusia 30. Proses itu dimulai tepat 2 hari sebelum ulangtahun saya, dengan cara  memanggil kembali Ibu saya ke pangkuannya. Dua hari sebelum ulangtahun saya yang ke 30.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat di usia ke-30, saya harus kehilangan salah satu sumber kekuatan dan doa terbesar saya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya bahkan tidak meminta hadiah apapun untuk ulangtahun saya, selain kesembuhan beliau.  Tidak pernah sekalipun saya membayangkan ini akan terjadi, walau saya juga sudah bersiap dengan segala yang terburuk pun.  Saya tahu, memasuki usia 30 adalah suatu pemberian Tuhan yang &#8216;besar&#8217; buat saya. Tapi kenapa Tuhan juga mengambil sesuatu yang &#8216;besar&#8217; juga artinya buat saya. <em>It&#8217;s kind of weird. It&#8217;s kind of unfair also. But it happened<strong>.</strong></em> <strong><em>And it was real</em>.</strong> Dan tidak ada pilihan lain bagi saya, selain belajar menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada perasaan yang tidak nyaman sekali merasakan ulangtahun dalam keadaan duka yang mendalam. Ada perasaan gamang juga melihat 143 pesan <strong>Facebook </strong>di <em>home screen </em>Blackberry saya, menanti saya buka satu persatu. Tapi tidak saya lakukan. Saya biarkan saja. Bukan karena malas membacanya satu persatu. Tapi lebih pada perasaan belum siap membaca ucapan penuh kegembiraan dan  syukur atas bertambahnya usia, sementara  pesan dibawahnya menuliskan  ucapan-ucapan turut berbela sungkawa.  Allahu Akbar&#8230; <em>Should I be happy or should I be sad?</em> Akhirnya saya hanya mendiamkan saja pesan-pesan itu terus bertambah. Jujur dalam hati yang paling dalam, saya juga bisa merasakan bagaimana teman-teman saya itu juga setengah mati kebingungan memilih kalimat yang &#8216;aman&#8217; untuk menjaga perasaan saya. <span id="more-1155"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi Tuhan memang sayang sama saya. Semua pencarian saya yang setengah mati mencoba mengerti tentang ironi  ini, akhirnya berujung pada sebuah kesadaran, bahwa <strong>‘kehilangan’ ini ternyata bukanlah sebuah kehilangan</strong>. Tapi sebuah hadiah yang terindah yang Tuhan berikan dalam hidup saya, di usia saya yang juga indah genapnya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang teman Ibu berkata kepada saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#800080;"><em>&#8230; Tuhan sudah memberikan kado terindah buat ulangtahun kamu, Mas Andre. Ibu sudah dihilangkan penderitaannya selama belasan tahun ini tepat menjelang hari ulangtahunmu. Tuhan nggak mau melihat Mas Andre sedih di hari ulangtahun karena melihat Ibu masih menderita sakit. Tuhan mau Mas Andre tersenyum bahagia, karena Ibu sudah diringankan hidupya. Dan pasti sekarang sudah mendapatkan tempat yang baik sekali diSana&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya tersadar.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua yang terjadi memang sudah sesuai dengan skenario yang sudah disusun-Nya. Semua babak baru kehidupan sudah tinggal menunggu waktu saja untuk mulai dimainkan oleh Sang Sutradara. Dan inilah skenario baru kehidupan saya. Sebuah skenario besar. Dan saya sadar, tidak semua orang seberuntung saya diberi karunia sekaligus ujian pada saat yang bersamaan seperti yang saya rasakan saat ini. Dan alangkah sia-sianya semua ini, kalau saya tidak punya nyali untuk menerima, menghadapi dan mencari hikmah dan pelajaran darinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat di usia saya yang baru ini, saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memahami bahwa setiap segala awal pasti ada akhir. Setiap ada kelahiran pasti akan ada suatu akhir berupa kematian. <strong>Sehingga seperti ikhlasnya manusia menyambut setiap kelahiran, maka harus seikhlas itu pulalah manusia menyambut sebuah kematian</strong>. Dan saya sudah mengalaminya sendiri, betapa kekuatan sebuah KEIKHLASAN itu amat sangat luar biasa. Tida ada rasa marah. Tidak ada rasa bersalah. Yang ada hanyalah rasa hati yang ringan dan berserah. <em>Subhanallah</em>. Indah sekali. Tidak pernah seumur hidup saya merasakan rasa seikhlas ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat di usia saya yang ke 30 ini juga, saya sepertinya mengerti. Tuhan sengaja memanggil Ibu saya kesisinya tepat di hari momen saya merayakan hari lahir, pastinya supaya saya tidak terlalu berlarut dalam kesedihan. Karena bukankah sebuah ulangtahun itu harus dirayakan? Perayaan disini bisa bermacam-macam bentuknya tentu saja. Bisa berupa pesta, syukuran atau sekedar merenung merefleksi diri. Atau dalam kasus saya, <strong>memilih dan memutuskan untuk tidak berlarut dalam kesedihan, adalah sebuah &#8216;perayaan&#8217; besar buat saya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya, tepat di usia saya yang ke-3o ini, saya merasakan sebuah kekuatan baru yang luar biasa. Kekuatan baru untuk semakin bisa mengerti tentang hidup. Entahlah, apa ini yang dinamakan sebuah kematangan. Atau kedewasaan. Atau ketenangan usia. Sekali lagi, saya tidak tahu. Tapi semoga saja demikian. Karena saya hanya berharap, semoga dengan apa yang sudah terjadi, <strong>bisa membuat saya menjadi seorang pria dewasa yang bisa memiliki hati yang besar dengan segala kesederhanaanya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih untuk segala doa dan supportnya, teman-teman. <em>It&#8217;s all that matters to me. Thank you . Beyond words.</em></p>
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1155&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/30/30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/2000_30_1-number-thirty_web.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2000_30_1---Number-Thirty_web</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Last Prayer</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 04:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, untuk ulangtahun ku ke 30 minggu depan, aku tidak meminta apapun sebagai hadiah&#8230; hanya kesehatan dan kesadaran Ibu tercinta.. supaya dia bisa mengucapkan selamat ulangtahun dan mengirimkan doanya untukku. Amin. Adalah doa yang saya tuliskan dan panjatkan pada hari Sabtu 14 November 2009 di ruang tunggu UGD Rumah Sakit Kariadi Semarang, tepat satu minggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1151&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Tuhan, untuk ulangtahun ku ke 30 minggu depan, aku tidak meminta apapun sebagai hadiah&#8230; hanya kesehatan dan kesadaran Ibu tercinta.. supaya dia bisa mengucapkan selamat ulangtahun dan mengirimkan doanya untukku. Amin.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Adalah doa yang saya tuliskan dan panjatkan pada hari <strong>Sabtu 14 November 2009</strong> di ruang tunggu UGD <strong>Rumah Sakit Kariadi Semarang,</strong> tepat satu minggu sebelum saya merayakan ulangtahun saya yang ke-30.a</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suasana hati yang kalut dan perih, setelah melihat kondisi ibu yang tidak sadarkan diri seolah menyerah dengan beratnya kanker yang sudah menyerang livernya. Sungguh, disaat-saat seperti itu tidak ada yang bisa kita lakukan. Dalam segala kelemahan itu, hanya doa yang bisa dipanjatkan, sambil berharap dan memaksa Sang Khalik mau bermurah hati memperlihatkan dan mempercepat mukjizat miliknya untuk menyadarkan Ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamis <strong>19 November 2009</strong> jam <strong>20.45</strong>, Ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya terdiam mendengarkan Ayah dan kedua kakak saya menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya diam. Tanpa mampu lagi menangis. Hanya terasa kerongkongan yang tercekat,  tertahan dalam luapan kepedihan genangan airmata yang bahkan tidak sempat terjatuh. Mencoba memahami sekuat tenaga, inilah realita yang ada di depan mata saya. Terbujur diam dan kaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya seharusnya marah. Tuhan tidak mengabulkan permintaan saya. Dia bahkan tidak sedikitpun memberikan kuasanya untuk sejenak membuat Ibu tersadar dihadapan  saya, berbicara sepatah dua patah kata, apapun untuk menenangkan hati saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu,saya punya hak untuk marah kepada Tuhan. Kemana perginya Sang Maha Mendengar setiap doa umatnya? Kemana hilangnya Sang Maha Pemberi itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi saya tidak marah. Sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam, dalam pijakan kaki yang melemah, saya seolah mendapatkan kekuatan. Saya sadar, saya hanyalah seorang mahluk. <strong>Saya tidak punya hak untuk memerintah dan memaksakan kehendak kepada Sang Khalik, Penguasa saya.</strong> Saya hanya mampu meminta. Dan saya tahu, bukankah kalau ada yang meminta sesuatu kepada kita, kita akan memberinya sesuai kehendak kita atau bahkan tidak memberinya sama sekali? Mengapa kalau kita memohon kepadaNya, Dia kita haruskan memberi sesuai kehendak kita? Saya hanya memohon kepadaNya. Dia pasti akan memberikan sesua dengan kehendakNya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan memang tidak memberikan apa yang saya mohonkan minggu lalu itu. Tapi ternyata Tuhan memberikan dan mengabulkan doa saya yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Shalat Isya, dengan segala hati dan pikiran yang berserah, saya memohon supaya Ibu diringankan penderitaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tepat setelah saya memanjatkan doa itu, <em><strong>Tuhan benar-benar mengabulkan doa saya&#8230;&#8230;.</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg"><img class="size-medium wp-image-1152 aligncenter" title="IMG_00521" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a></strong></em></p>
<p style="text-align:center;">&#8230;&#8230;. <em>Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.</em>&#8230;..</p>
<br />Posted in Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1151&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/22/the-last-prayer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/11/img_00521.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_00521</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lost In Translation part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 08:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1148</guid>
		<description><![CDATA[Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1148&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dari hari ke hari, saya kok semakin &#8216;kagum&#8217; ya dengan kemampuan berbahasa anak-anak jaman sekarang. Karena  semakin hari, mereka semakin kreatif sekali dalam berkomunikasi satu sama lain. Semakin ekspresif, semakin tidak terduga dan semakin membingungkan! Sehingga untuk kita yang tidak terbiasa mendengar atau berbicara dengan mereka, pasti dijamin akan terbengong-bengong sendiri sambil mencoba menelaah apa yang sebenarnya mereka bicarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh kecil, saya masih ingat betul bagaimana saya sempat kebingungan karena- entah darimana asalnya, kata <strong>&#8216;karena&#8217; </strong>bisa digantikan dengan kata<strong> &#8216;secara&#8217; </strong>dalam percakapan sehari-hari. Misalnya saja untuk kalimat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerai dari Anang, <strong>karena</strong> sejak dulu kan Anang-nya memang tipe suami yang mengekang istri..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya ya.. mari tidak usah mempertanyakan kenapa saya memilih kedua tokoh itu sebagai contoh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Fokuskan pada kalimatnya saja. Ketika kalimat itu diterapkan dalam percakapan sehari hari di jaman sekarang ini, maka kalimat itu pasti akan &#8216;disesuaikan sedemikian rupa sehingga&#8217; menjadi</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya jelas saja Krisdayanti memilih bercerah dari Anang, <span style="text-decoration:underline;"><strong>SECARA</strong></span> sejak  dulu kan Anangnya memang tipe suami yang mengekang istri&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terdengar beda, kan? Lebih terdengar gauul. Makin pengucapan <em>&#8216;secara&#8217; </em>nya dibuat lebai, semakin terdengar gaul. Hehehe. Itulah kenapa, dulu saya juga sempat kebingungan setengah mati ketika seorang teman saya yang usianya belasan tahun diatas saya meminta untuk diajarkan, bagaimana cara penggunaan kata &#8216;secara&#8217; ini dengan benar, supaya dia bisa terdengar <em>up to date</em> (?).</p>
<p style="text-align:justify;">Itu baru satu contoh. Masih banyak contoh lainnya. Bagaimana semakin hari, tata bahasa Indonesia kita semakin acakadut, terutama karena dipakainya istilah-istilah tertentu yang agak-agak tidak &#8216;lazim&#8217; dipakai untuk menjelaskan suatu hal atau keadaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, ketika saya sedang satu mobil dengan teman saya <strong>Gat</strong>, kami melewati sebuah lubang di jalan raya yang &#8216;menganga&#8217; cukup panjang. Sepertinya lubang itu memang sengaja dibuat oleh dinas pekerjaan umum karena akan dilakukan pemasangan instalasi tertentu yang kami tidak tahu apa itu (karena kebetulan tidak ada keterangan tertulis apapun di sekitar lubang itu). Tiba-tiba saja si Gat ini berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Tuh liat deh.. Dibiarin bolong gitu aja coba itu lobangnya&#8230; Sakit jiwa, kan?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Heh? Sakit jiwa?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin, maksud teman saya itu adalah, dia ingin mengatakan bahwa para pelaku &#8216;pembolongan&#8217; jalan itu sangat keterlaluan dengan membiarkan lubang itu terbuka begitu saja. Tidak ditimbun dengan tanah, pasir atau apa, lah. <em>Instead of</em> menggunakan kalimat panjang seperti,<em>&#8220;Keterlaluan sekali sih yang melakukan pekerjaan seperti ini</em>&#8220;, maka dipilihlah bentuk istilah yang lebih singkat. Ya &#8216;sakit jiwa&#8217; itu tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah juga saya terpingkal-pingkal sendiri ketika mendengar sebuah percakapan dua orang teman saya. Satu pria dan satu lagi seorang wanita. Saya tidak terlalu ingat detail isi pembicaraan mereka, tapi ada suatu saat dimana si pria itu menyebutkan istilah-istilah perawatan kecantikan seperti <em>manicure, pedicure</em> dan lain-lainnya itu. Dan si  wanita lawan bicaranya itu dengan cepat berkomentar,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; gila yaaa Bo&#8230; fasih banget sih kalo ngomongin masalah kecantikan&#8230;..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Edannnn. <strong>&#8220;Fasih&#8221;!</strong> Saya kira kata ini hanya &#8216;boleh&#8217; dipakai untuk hal-hal yang berbau kemampuan bahasa saja, seperti &#8220;Fasih membaca Al-Quran&#8221; atau &#8220;Fasih berbahasa Perancis&#8221;, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh paling baru, adalah ketika siang ini saya melihat status seorang teman di Facebook. Dia mencoba menggambarkan gerahnya hawa Jogja dengan tulisan singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Gila.. Jogja panasnya <strong>berjamaah</strong>!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Waduhhhhh..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin memang sudah saatnya saya memperbarui lagi koleksi perbendaharaan saya.</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1148&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/11/06/lost-in-translation-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VVIP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 15:42:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Ada ungkapan bijak yang bilang : &#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau menjadi orang penting yang baik. Wedeeewwwww&#8230; tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1141&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada ungkapan bijak yang bilang : <em>&#8220;Menjadi orang penting itu memang baik. Tetapi menjadi orang baik itu jauh lebih penting&#8221;</em>. Sebuah nasihat yang gampang untuk diucapkan, tapi susah untuk diwujudkan. Apalagi kalau <strong>menjadi orang penting yang baik</strong>. <em>Wedeeewwwww&#8230;</em> tambah makin susah. Percaya deh. Menurut saya, menjadi orang penting itu bukannya sesuatu yang baik, tapi : <strong>sesuatu yang enak</strong>. Lha bagaimana tidak enak? Kemana-mana bisa dapat fasilitas yang nomor satu. Bisa dapat perlakuan dan servis yang berbeda dibandingkan dengan orang-orang &#8216;biasa&#8217; or <em>&#8216;less important</em>&#8216;.  Sehingga kadang-kadang, gara-gara &#8220;peng-istimewaan&#8221; perlakuan itu jugalah, mereka juga bisa mendapat kebebasan untuk berlaku seenak <em>udel-</em>nya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya dan teman saya <strong>Gat</strong> pergi menonton konser megah berjudul <strong>&#8220;World Peace Orchestra with Dwiki Dharmawan&#8221; </strong>di Graha Sabha Pramana UGM Jogjakarta. Konser ini memang berbeda dengan konser-konser musik lain yang sering di adakan oleh atau di UGM, karena konser kali ini diadakan untuk memperingati ulang tahun UGM yang ke 60, sekaligus juga dalam rangka mempromosikan <strong>Pulau Komodo</strong> kepada masyarakat luas, supaya mereka ikut memilih Pulau ini menjadi <em>the next 7 wonders</em> alias 7 keajaiban dunia berikutnya. Sehingga dipilihlah konser musik lintas generasi-budaya dan negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sayang, kemegahan dan kesyahduan konser yang juga menampilkan <strong>Kris Dayanti</strong> itu (ketahuan kan, saya datang untuk siapa?) sangat-sangat terganggu oleh sikap orang-orang atau tamu undangan yang datang dengan label <strong>VVIP</strong> alias <em>Very Very Important Person</em>.  Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para tamu undangan dari pihak pejabat pemerintahan, wakil-wakil dari para sponsor dan entah siapa lagi yang menurut pihak panitia adalah orang yang  sangat penting bagi mereka. Jadi ya  wajar kalau posisi dan letak tempat duduk mereka berada tepat di depan panggung, sehingga mereka bisa <em>face to face </em>dengan para artis yang tampil didepan mereka.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1142 aligncenter" title="k0633497" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg?w=480" alt="k0633497"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah barisan VVIP itulah, baru kemudian ruangan dibagi-bagi menjadi beberapa kelas, yaitu VIP, Festival dan Tribun. Yang cukup menggelikan adalah, meskipun namanya kelas VIP, tapi para penonton di kelas ini tetap harus mengantri dan berbaur dengan penonton dari kelas lain, karena tempat duduk kelas VIP itu ternyata tidak bernomor alias calon penonton harus saling berlomba siapa yang paling cepat mendapatkan tempat duduk yang diinginkannya. Entah dimana <em>privilege</em> ke &#8216;<em>important person&#8217;</em>annya. Walhasil,ratusan penonton (termasuk sayapun) harus berlomba-lomba datang lebih awal supaya bisa lebih cepat masuk ke dalam ruangan konser.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan disinilah letak <strong><em>&#8216;ke-seenak-udel-an&#8217; </em></strong>orang-orang penting itu dimulai. Disaat ribuan massa harus rela bersusah-payah menahan pegalnya kaki dan menahan hawa gerah karena mengantri menunggu giliran masuk melewati pintu utama yang hanya dibuka se-upil doang, kami harus berulangkali melebarkan rasa sabar ketika antrian itu dengan semena-menanya dipotong atau dihentikan sejenak, hanya karena ada bapak-bapak berbaju Batik yang datang sambil ditemani oleh sorang panitia yang berteriak-teriak kepada penjaga pintunya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8230;VIP! VIP!</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan si VIP inipun melenggang dengan anggunnya memasuki ruang konser dengan tanpa hambatan satu apapun, dalam kondisi yang sehat wal afiat dan dengan dandanan yang tetap prima. Tanpa baju yang kusut karena berdesak-desakan dengan pengantri lainnya. Dengan wangi parfum yang tetap sama tanpa harus bercampur baur dengan wangi parfum (dan bau keringat) pengantri lainnya. Dan itu bukan sekali-dua kali terjadi. Berulangkali!  Tentu saja tidak ada yang bisa kami lakukan, bukan? Karena itulah takdir <em>*edann*</em>. Mereka adalah orang-orang yang penting, dan yang lainnya adalah rakyat biasa yang harus rela berjuang demi bisa mendapatkan sebuah hiburan.<span id="more-1141"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya itu. Ketika konser akan dimulai, saya sudah menduga kalau kelakuan ajaib para VVIP ini tidak akan berhenti begitu saja. Kenapa saya bisa tahu? <strong>Pertama</strong>, karena ini bukan kali pertama saya datang ke konser yang &#8216;melibatkan&#8217; tamu-tamu undangan atau VVIP. Dan <strong>kedua,</strong> karena saya melihat, bangku-bangku di deretan tamu-tamu VIP belum sepenuhnya terisi. Dan benar saja, ketika konser sudah dimulai, satu persatu orang-orang penting ini mulai berdatangan dan berlalu-lalang didepan kami yang duduk di bangku VIP dan Festival, tanpa rasa bersalah. Sudah datangnya telat, seharusnya mereka sadar ya kalau bangku mereka itu adanya di deretan depan, sehingga mau tak mau mereka akan melewati deretan penonton-penonton yang duduknya dibelakang mereka. Kok ya masih pada sempat saling bertegur sapa, haha-hihi sesama tamu VVIP,  sambil berdiri pula! Alamak&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya marah sekali, karena kenikmatan saya menonton mbak <strong>KD</strong> menyanyikan lagu<strong> </strong><em><strong>&#8216;Assalamualaikum</strong>&#8216; </em>harus berulangkali terhalang oleh kepala bapak-bapak yang separuh botak, dan kepala ibu-ibu berpakaian pesta dengan rambut yang disasak tinggi! Buruan<em> kek</em> jalannya biar nggak nutupin pandangan penonton dibelakangnya! Belum lagi tingkah panitia yang jadi pada <em>over acting</em> ketika tamu agung mereka itu datang. Waduh, semua orang jadi sibuk ingin mengantarkan si tamu itu sampai di singgasananya. Tuh, makin banyak saja yang menutupi pandangan kami, para penonton di deretan tengah dan belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya iri. Mungkin juga. Saya iri karena saya bukan orang penting seperti mereka, sehingga saya harus bersedia rela berdesak-desakan mengantri setengah jam sebelum acara demi bisa mendapatkan spot tempat duduk yang enak. Mungkin juga saya hanya sirik saja, karena saya tidak bisa datang telat , nyantai dan sesuka mereka, yang walaupun datangnya seperempat jam sebelum konser berakhir pun, mereka masih tetap bisa dapat tempat duduk yang enak di depan panggung  karena memang SUDAH DISEDIAKAN OLEH PANITIA!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya mungkin saya hanya sekedar iri saja. Tapi rasa iri tadi kemudian berubah menjadi prihatin. <strong>Kenapa ya, orang-orang yang dilabeli dengan sebutan &#8216;orang penting&#8217; itu sama sekali tidak bisa memperlihatkan <em>attitude</em> yang sesuai dengan label &#8216;penting&#8217; mereka?</strong> Apa susahnya sih  datang tepat  waktu, misalnya? Dan lebih gilanya lagi, diantara para penonton yang memenuhi ruangan konser waktu itu, justru tamu-tamu penting inilah yang paling duluan pulangnya. Bahkan ketika konser baru berjalan setengahnya. Ck ck ck&#8230; hebat sekali! Sudah datangnya belakangan, tidak perlu antri dan berdesak-desakan, pulangnya paling duluan pula, seolah tidak menghargai para artis yang sedang sepenuh hati bermain untuk mereka itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari situ saya merasa  betapa dunia ini sepertinya tidak adil sekali. Edan, ya? Nonton konser bukannya terhibur, malah sibuk mikir. Realita kecil di konser itu seperti memperlihatkan, betapa orang yang punya kuasa itu bisa berbuat sedemikian masa bodohnya dengan sekitarnya. Dan betapa orang-orang kecil (selain mereka yang orang-orang penting itu) harus berjuang mati-matian hanya demi memperebutkan sebuah tempat duduk di bangku tribun yang letaknya begitu jauhnya dari panggung. Dan biasanya, justru orang-orang yang membeli tiket termurah inilah yang benar-benar mengapresiasi pertunjukkan dengan baik. Biasanya lho ya. Karena memang mereka inilah yang betul-betul punya niat untuk menonton, tidak seperti para tamu udangan nan penting itu, yang mungkin datang hanya sekedar karena diundang. Aneh rasanya melihat deretan bangku VVIP itu ditinggalkan satu persatu &#8216;penduduknya&#8217; sementara di kelas yang &#8216;terbawah&#8217; penontonnya masih berdesakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironis, memang. Teman saya Gat malah sempat berandai-andai,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;"><em>&#8230;. bisa nggak ya,suatu saat di Indonesia dibuat peraturan : kalau konser sudah dimulai, maka pintu masuk akan ditutup. Siapapun yang datangnya telat, mau sepenting apapun statusnya, tidak diperbolehkan masuk karena bisa mengganggu kenikmatan penonton lainnya dalam menikmati jalannya konser?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bisa nggak, ya??</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1141&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/26/vvip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/k0633497.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">k0633497</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOVE.CAN.WIN</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 04:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya. Dick Hoyt. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di search engine, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1127&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setiap orangtua, pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan setiap orang tua, pasti rela untuk melakukan apapun untuk membahagiakan anaknya, untuk memenuhi keinginan buah hati mereka ini. Bagaimanapun keadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dick Hoyt</strong>. Mungkin teman-teman belum pernah mendengar nama ini. Tapi mungkin juga ada yang sudah pernah mendengar. Tidak masalah, karena begitu menuliskan namanya di <em>search engine</em>, pasti teman-teman akan langsung menemukan ratusan ribu tulisan di internet yang mencantumkan nama beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Dick adalah seorang marinir dari kesatuan <em>Air National Guard</em>. Semua kisah hidupnya yang luar biasa berawal ketika pada suatu hari di tahun 1962, dokter memberitahukan kepadanya bahwa bayi yang sedang dikandung oleh istrinya mengidap <em>cerebral palsy</em>. Ini adalah sebuah kondisi dimana otak tidak bisa mendapatkan asupan oksigen selama proses persalinan. Ini berarti, otak si jabang bayi tidak bisa mengirimkan pesan kepada otot-otot di tubuhnya, sehingga mengakibatkan putranya ini kelak akan mengalami kelumpuhan. Saya tidak bisa menjelaskan secara tepat karena saya sendiri agak kerepotan menterjemahkan artikel medis tentang <em>cerebral palsy</em> ini dari  artikel aslinya di Wikipedia <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat begitu kompleksnya penyakit yang diderita si bayi, dokter sempat menyarankan suami istri ini untuk &#8216;merelakan&#8217; saja calon bayi dalam kandungan ini tidak dilahirkan, karena nantinyapun jika bayi itu bisa dilahirkan ke dunia dengan selamat, dia pasti tetap tidak akan tumbuh dengan sempurna. Mendengar ‘saran’ dari dokter itu, sang istri, <strong>Judy</strong>, dengan tegas menolaknya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Tidak akan mungkin kita akan menggugurkan bayi dalam kandungan ini. Kami mencintainya. Dia milik kami berdua. Kami akan membesarkannya dan membawanya kemanapun dia bisa mewujudkan kemampuan terbaiknya kelak. Kami tidak akan, TIDAK AKAN PERNAH menyia-nyiakannya hanya karena dia BERBEDA&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebuah janji yang mungkin mudah diucapkan. Tapi kita tahu, janji diatas pasti tidak akan mudah keluar dari mulut yang tidak disertai dengan keyakinan hati yang kuat. Dan kedua orangtua bayi yang diberi nama <strong>Rick </strong>ini memang membuktikan janjinya, untuk tidak memperlakukan anaknya yang lumpuh itu secara berbeda. Kedua orang tuanya setiap minggunya membawa bayinya ini  ke <em>Children&#8217;s Hospital di Boston</em> dimana mereka bertemu dengan <strong>Dokter Fitzgerld</strong>, yang selalu menyemangati pasangan suami istri itu untuk berani mengambil &#8216;resiko&#8217; untuk  mengajak Rick kecil untuk bermain dan bergulingan di halaman atau bahkan diajak untuk berenang. Dengan kata lain, mereka memperlakukan Rick seperti anak-anak lainnya yang tumbuh tanpa keterbatasan fisik.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1129 aligncenter" title="DICK HOYT" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg?w=480" alt="DICK HOYT"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu hari di tahun 1977, <strong>Rick</strong> yang saat itu duduk di bangku sekolah menengah pertama <strong>Westfield School</strong> berkata kepaa ayahnya, bahwa dia ingin sekali merasakan bagaimana rasanya mengikuti perlombaan lari. Sebuah keinginan yang &#8216;sangat berani&#8217; dan mungkin teramat &#8216;tidak tahu diri&#8217; untuk seorang anak yang kesehariannya harus duduk di kursi roda. Tapi mendengar keinginan putranya itu, <strong>Dick</strong> yang saat itu sudah berusia 40 tahun merasa tergerak, untuk ikut membantu mewujudkan keinginan anaknya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan dibayangkan bagaimana usaha yang harus dilakukan oleh <strong>Dick</strong>. <span id="more-1127"></span>Berlari menempuh jarak 5 mil menaiki bukit bukanlah hal yang mudah. Apalagi harus ditambah dengan mendorong <strong>Rick</strong> yang duduk di kursi roda. Tidak ada yang pernah menyangka kalau pasangan ayah-anak ini akan bisa memenangkan perlombaan amal itu. Tidak panitia penyelenggara. Tidak pula para peserta lomba lainnya. Ketabahan dan kegigihan <strong>Dick</strong> lah yang membuatnya mampu mencapai garis finish setelah berlari mendaki, tanpa pernah sekalipun teringgal di belakang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1130 aligncenter" title="DICK HOYT2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg?w=480" alt="DICK HOYT2"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kemenangan yang sesungguhnya dirasakan oleh <strong>Dick</strong> bukanlah saat kakinya menginjak garis finish, melainkan ketika putranya itu mengatakan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>“Ayah, ketika aku ikut berlari, aku merasa aku bukanlah lagi seorang anak cacat&#8230;”.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sehingga walaupun secara <strong>Dick</strong> secara fisik mengalami kelelahan dan kesakitan akibat perlombaan ini, tapi dia tetap merasakan kebahagiaan anaknya itu dan menekankan, bahwa</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">“Making Rick happy was <strong>the greatest feeling</strong> in the world&#8230;”</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>And so it began</em>. Perjuangan menaklukan bukit itu menjadi awal dari cerita hebat pasangan Ayah-Anak ini. Mereka menamakan diri mereka sebagai <strong>‘Team Hoyt’</strong>. Dick mulai kembali berlatih lari setiap hari. Dia berlatih lari dengan mendorong 1 sak semen yang diletakkannya di kursi roda, karena putranya itu tidak bisa (dan tidak mungkin) ikut berlatih, karena kondisi fisiknya dan karena ia juga harus tetap masuk sekolah.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1131 aligncenter" title="DICK HOYT7" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg?w=480" alt="DICK HOYT7"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga Februari 2008, tim ‘tangan Tuhan’ ini sudah berhasil mengikuti <strong>958</strong> perlombaan ketahanan fisik, termasuk diantaranya 65 lomba Maraton dan 6 Triathlon. Lomba-lomba yang dikuti oleh <strong>Dick</strong> dan <strong>Rick Hoyt</strong> ini bukanlah sebuah sebuah sesuatu yang mudah. Tidak hanya dibutuhkan kursi roda yang dirancang khusus sehingga bisa didorong dengan mudah di arena perlombaan, tapi juga dibutuhkan peralatan dan kekuatan fisik yang ‘tidak sembarangan’, terutama untuk menaklukan lomba triathlon. <em>He pulls, pushes and carrying his beloved son during the race.<br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1132 aligncenter" title="DICK HOYT8" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg?w=480" alt="DICK HOYT8"   /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Breathtaking</em> sekali. Saya sendiri bingung bagaimana menemukan kalimat yang pas untuk mengambarkan perasaan saya sewaktu pertama kali diperlihatkan video tersebut. Tapi paling tidak, dari cerita hebat itu saya bisa menggambarkannya dalam 3 kata yang jika disatukan, sebeneranya bisa menjadi sebuah kalimat :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>LOVE. CAN. WIN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>LOVE</strong></span>. Apa yang dilakukan oleh <strong>Dick</strong> kepada anaknya, adalah sebuah penggambaran paling nyata tentang betapa besarnya cinta seorang ayah kepada buah hatinya. Bukan hanya dengan pembuktian secara fisik melalui kemauannya untuk membawa anaknya mengikuti perlombaan-perlombaan ketahanan fisik, tapi dengan sikap MENERIMA keterbatasan anaknya sejak ia masih dalam kandungan itulah, yang juga bisa diterima sebagai perwujudan dari rasa cinta yang tulus.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>CAN</strong></span>. Dari video itu terlihat, <strong>Rick</strong> dengan susah payah mengetikkan kata CAN melalui keyboard komputer. Seolah ingin menegaskan kembali, bahwa sebenarnya kemampuan dan imajinasi manusia itu tidak terbatas selama kita memang mau. Kita sendirilah yang seringkali MEMBATASI kemampuan kita. Rick bisa menunjukkan itu. <em>If you think you can, you probably can. But if you think you can’t, you’re right!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>WIN</strong></span>. Setiap orang yang mengikuti sebuah perlombaan, pasti mengharapkan sebuah kemenangan. Tapi bagaimana CARA kita memenangkan setiap tantangan dan perlombaan, kadang justru malah lebih berharga dibandingkan dengan kemenangan itu sendiri. Again, kedua ayah dan anak itu memberikan contoh nyata kepada kita, bahwa THE MOST IMPORTANT THING IN THIS LIFE IS TO HELP OTHERS TO WIN. Dick ingin memberikan sebuah perasaan bahagianya merasakan sebua kemenangan kepada anaknya. Bahwa untuk sampai kesana, ada sebuah proses yang tetap harus ia jalani. Sehingga pada waktunya, Dick dengan bangga mengatakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>“&#8230; sekarang ini, saya malah merasa kalau Rick lah atlit yang sesungguhnya. Saya ada hanya untuk meminjamkan lengan dan kaki saya, sehingga kita bisa berkompetisi secara bersama-sama&#8230;.”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1133 aligncenter" title="DICK HOYT3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg?w=480" alt="DICK HOYT3"   /></p>
<p style="text-align:right;"><em>(photos are taken from www.teamhoyt.com)</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1127&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/23/love-can-win/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dick-hoyt3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DICK HOYT3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 06:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya&#8230;.. kesampaian juga ikutan yang namanya Pesta Blogger! Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya keramaian dan ke-hingar-bingaran, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1116&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Akhirnya&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1115 aligncenter" title="pesta-blogger-2009-jogja-03" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg?w=480" alt="pesta-blogger-2009-jogja-03"   /></p>
<p style="text-align:justify;">kesampaian juga ikutan yang namanya <strong>Pesta Blogger</strong>! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata &#8220;PESTA&#8221; nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya <strong>keramaian</strong> dan ke-<strong>hingar-bingaran</strong>, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang yang mengenal saya dengan dekat, pasti sudah cukup mengerti betapa saya ini aslinya adalah seorang yang amat pendiam sekali (ehm&#8230;). Saya hanya berisik kalau berhadapan dengan <em>microphone</em>, didepan kamera TV dan juga &#8230; dimana lagi, kalau tidak di blog in!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah makanya saya sangat-sangat selektif sekali jika diajak menghadiri undangan-undangan  yang berbau-bau &#8216;Pesta&#8217;. Pesta yang paling sering saya datangi paling-paling cuma &#8220;Pesta Buku Murah&#8221;. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>But (thank God) this one&#8217;s different.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya saya sudah sangat familiar dengan istilah &#8216;Pesta Blogger&#8217;. Tapi belum pernah ada sedikitpun ada keinginan di hati untuk datang menghadiri. Boro-boro deh ikutan acara yang berskala besar seperti itu. <em>Lha wong</em> kumpul-kumpul alias kopi darat antar sesama blogger satu kota saja saya nggak pernah. Boro-boro kopi darat dengan blogger satu kota, <em>lha wong</em> <strong><em>blogwalking</em></strong> saja juga nggak pernah! Kuper banget. Makanya saya malah bingung ketika teman blogger saya yang diluar kota menanyakan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Lho.. memangnya kamu bukan komunitas <strong>Cah Andong</strong> apa, Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cah Andong? <em>Opo kuwi?</em> Bukan.. bukan, mbak. Saya bukan Cah Andong. Saya Cah Ganteng! Hehehe. Memang parah sekali saya ini. Bahkan komunitas untuk para blogger di  Jogja saja saya tidak tahu!<span id="more-1116"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya <em>surprise</em> sekali ketika suatu hari menerima undangan untuk menghadiri Pesta Blogger 2009 ini. Ada perasaan bangga, kalau ternyata sepertinya tanpa saya sadari, saya sebenarnya sudah menjadi satu dari ribuan anggota komunitas blogger di negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka berangkatlah saya dan teman blogger satu kantor saya <strong>Alya</strong> ke <strong>Jogja National Museum (JNM)</strong>, tempat acara malam hari itu diadakan. Mungkin kalau tidak karena acara ini, saya tidak akan pernah masuk di tempat ini. Bukan hanya tidak akan pernah masuk, malah tidak pernah tahu. Hehehe. Dan demi acara malam hari yang bertema <em>One Spirit, One Nation</em> itu pula, saya dan semua blogger Jogja terlihat semakin ganteng dan cantik karena memakai pakaian-pakian bernuansa Nusantara. <em>What a night</em>! Agak ribet, tapi seru.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1119 aligncenter" title="DSCN0343edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=167&#038;h=257" alt="DSCN0343edit" width="167" height="257" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melakukan registrasi, kami berdua pun melewati <em>red carpet </em>(bener-bener nih panitia..tau aja yang datang para artis-artis top dunia maya wkakakaka)  memasuki area hall JNM. Ruangan yang tidak seberapa besar itupun kemudian terlihat penuh. Tidak hanya karena hadirnya ratusan blogger, tapi juga karena di sekeliling ruangan  dipenuhi dengan stand-stand P<em>emeran Batik Nusantara, Pameran Cemilan Nusantara, Pameran Kopi Nusantara, Pameran Foto</em> dan tentu saja stand-stand para sponsor. Tidak hanya dipamerkan, tapi beberapa menu seperti Kopi, Camilan dan Gudeg pun bisa dinikmati secara gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara kemudian dimulai dengan munculnya live performance berupa atraksi para ibu-ibu yang terliat saling saling memukul. Memukul-mukul <em>Lesung</em> untuk dijadikan iringan musik, mksudnya. Hehehe. Setelah itu, <em>wallahualam</em>. Saya tidak tahu. Karena saya malah sibuk mangkal di salah satu stand dan&#8230; sibuk belajar membatik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1117" class="wp-caption aligncenter" style="width: 319px"><img class="size-full wp-image-1117" title="9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg?w=480" alt="taken from Gage's Batubara Photo's Album"   /><p class="wp-caption-text">taken from Gage&#39;s Batubara Photo&#39;s Album</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya dan Alya menjadi orang  pertama yang <em>kegatelan</em> ingin mencoba belajar membatik. Tapi karena <em>&#8216;kegatelan&#8217;</em> kita berdua itulah yang akhirnya membuat banyak orang lainnya yang ikut mencoba bakat mereka dalam membatik.  Akibat saking (mencoba) terlalu serius dengan percobaan membatik ini, akhirnya saya sampai tidak tahu lagi bagaimana dan apa saja jalannya acara. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut panitia, nantinya Batik-Batik yang kita buat malam hari itu akan dikumpulkan dan dibawa ke Jakarta untuk acara puncak Pesta Blogger tanggak 24 Oktober besok.  Jadi, buat yang akan datang di Pesta Blogger di Jakarta besok, kalau ingin melihat bagaimana hasil kreasi saya dalam membatik, silakan cari kain dengan motif batik yang paling HANCUR dibandingkan yang lainnya. Batik dengan judul<em> &#8220;BATIK BLOBOR&#8221;</em>, karena motifnya berasal dari cairan malam yang jatuh <em>mblobor</em> kemana-mana dari canting yang saya pegang!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sudah sepantasnya memang Batik mendapat pengakuan yang luar biasa. Susah bikinnya, Bos!</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang saya kemudian tidak bisa mengikuti keseluruhan jalannya acara malam hari itu. Jam 20.30 saya harus pergi meninggalkan arena pesta karena jam 9 malamnya harus segera menjadi pria penghibur. Siaran radio, maksudnya. Hehehe. Padahal saya yakin, masih banyak acara menarik lainnnya yang ada disana. Termasuk pengundian <em>doorprize</em>. <em>*Wakakakaka. Tetep nyari gratisan!*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau ditanya bagaimana perasaan saya malam itu, maka saya akan menjawab : <strong>Tidak Puas</strong>. Tidak puas karena saya belum bisa menemukan dimanakah esensi dari sebuah pesta blogger. Belum sempat berkenalan dengan para blogger-blogger senior yang hebat-hebat, belum sempat memperbanyak kenalan sesama blogger yang hadir karena jumlahnya yang ratusan itu, dan belum sempat menikmati keseluruhan jalannnya acara karena harus pulang lebih awal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak apa-apa, masih bisa datang lagi di pesta blogger tahun depan, kan? Tapi walau hanya muncul &#8216;selintas lewat&#8217; doang, paling tidak saya sudah cukup puas karena cukup bisa tebar pesona disana *edann*. Paling tidak nama saya sempat di sebut sekilas  oleh duo MC <span style="color:#333399;"><a href="http://otakiphan.wordpress.com/"><strong>Iphan Loviano</strong></a> </span>dan <a href="http://santizaidan.wordpress.com/"><strong>Shanti Zaidan</strong></a> (tengkyu yaa.. jadi paling tidak ada yang tahu lah, kalau saya ikut datang memenuhi undangan hehehe), komentar  saya sempat nongol di <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#333399;"><a href="http://www.detikinet.com/read/2009/10/16/110220/1222620/398/seni-dan-budaya-warnai-pesta-blogger-jogja-2009">detik.Net</a> </span></span>(tengkyu ya, <strong>Santi</strong>.. udah ditodong buat interview dan ikut dipromosiin blog saya hahahaha.. <em>what an honor!</em>) dan foto saya juga nampang di <span style="color:#333399;"><a href="http://www.gudeg.net/id/news/2009/10/4892/Meriah-Pesta-Blogger-2009-Chapter-Jogja.html">Gudeg.Net </a></span>walau cuma keliatan kepalanya doang! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Selamat buat kerja keras panitia Pesta Blogger Jogja 2009 chapter Jogja! <em>Proud to be a blogger!</em></p>
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1116&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/17/pesta-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/pesta-blogger-2009-jogja-03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pesta-blogger-2009-jogja-03</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/dscn0343edit.jpg?w=195" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0343edit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9429_177909067385_668562385_3775143_3709821_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Body Image</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari Eva Arnaz di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya Ndut. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1108&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Gara-gara menyebut nama aktris panas legendari <strong>Eva Arnaz </strong>di tulisan sebelumnya, saya jadi teringat dengan teman saya <strong>Ndut</strong>. Bukan karena dia mirip dengan Eva Arnaz, bukan juga karena dia mengoleksi film-filmnya tante Eva itu (nggak tau kalau ternyata iya, ya), tapi karena pada suatu hari dia pernah menganjurkan saya untuk mengetikkan nama &#8216;Eva Arnaz&#8217; di <em>search engine</em> <strong>Google</strong>, maka dia menjamin saya akan terkesima melihat hasil penelusuran Google untuk nama itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, saya mencoba mempraktekkannya. Dan memang benar. Saya terkesima!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-1109 aligncenter" title="EVA ARNAZ" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300&#038;h=185" alt="EVA ARNAZ" width="300" height="185" /></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu banyak artikel di internet yang mengasosiasikan Eva Arnaz dengan film atau <strong>movie </strong>(tentu saja, karena beliau adalah seorang bintang film), mengasosiasikannya dengan <strong>Warkop</strong> (sudah pasti, karena dia dan <strong>Lydia Kandau</strong> sepertinya memang ikut populer bersama film-film Dono Kasino Indro yang <em>booming</em> dahulu kala itu). Tapi yang membuat terkesima justru adalah di bagian atas sendiri (silakan lihat gambar), dimana Eva Arnaz diasosiasikan dengan <strong>KETIAK</strong>. Dan tidak main-main, ada 2.930 tulisan yang memuat tentang ini. Dan bisa jadi, mungkin akan segera bertambah menjadi 2.931 berkat tulisan saya ini. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya ingin membicarakan soal ketiaknya Eva Arnaz yang memang melegenda itu. Tapi saya mencoba melihat dari sisi lain, betapa mbak ini bisa dengan suksesnya menciptakan sebuah <strong>brand image</strong> atau <strong>body image</strong> yang sangat kuat menancap di sanubari banyak orang <em>*owhh*</em>. Kalau ngomongin Eva Arnaz, ya berarti harus ngomongin ketiaknya. Begitu juga sebaliknya. Ngomongin ketiak rasanya belum lengkap tanpa memasukkan nama Eva Arnaz didalamnya. Wuahahahhaha. Dan itu harus diberikan sebuah acungan jempol, bukan? Berulang kali saya pernah bilang, untuk bisa dikenal orang, <strong><em>you should be standing in the crowd</em></strong>. Harus bisa terlihat beda. Harus ada yang membuat kita diingat dengan cepat. <em>Otherwise</em>, ya susah. Itu menjadi pekerjaan rumah setiap orang, karena diri kita sendiri (nama dan kemampuan diri) merupakan produk yang bisa kita &#8216;jual&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">So, Bagaiman dengan kamu? Kalau Eva Arnaz di asosiasikan dengan &#8216;ketiak&#8217;, kamu ingin diasosiasikan dengan apa? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1108&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/body-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/eva-arnaz.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">EVA ARNAZ</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Porn Star</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 02:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230; Oknum A : Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz! Oknum B : Pasti karena Keteknya&#8230;!! Oknum A : BEEUHHHHHHH&#8230;..! Oknum C : Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;. Oknum A : Apalagi ituuu&#8230;.. Sudah. Selesai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1096&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu hari, di ruang program kantor saya, terjadilah sebuah perbincangan berikut ini&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Oknum A</strong> :  Miyabi.. siapa itu Miyabi?? Gue ga doyan.. Gue doyannya Eva Arnaz!<br />
<strong> Oknum B</strong> :  Pasti karena Keteknya&#8230;!!<br />
<strong> Oknum A</strong> :  BEEUHHHHHHH&#8230;..!<br />
<strong> Oknum C</strong> :  Apalagi model-modelnya Henidar Amroe.. Ida Iasha&#8230;. elu banget kannn&#8230;.<br />
<strong> Oknum A</strong> :  Apalagi ituuu&#8230;..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sudah. Selesai. Begitu saja perbincangannya. Nggak penting banget, kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tapi walaupun singkat, sebenarnya sudah bisa diketahui bahwa topik utama pembicaraan diatas adalah seorang perempuan yang rencana kedatanganya ke Indonesia berhasil dijadikan berita dimana-mana. Ya mbak Miyabi itu. Bintang film porno yang akan dijadikan semacam <em>cameo </em>untuk film terbarunya <strong>Rako Prijanto </strong>yang katanya berjudul <strong>&#8220;Menculik Miyabi&#8221;</strong>. Itu topik utamanya. Kalau kemudian muncul tokoh-tokoh tambahan lainnya seperti <strong>Henidar Amroe</strong> dan <strong>Ida Iasha</strong> bahkan <strong>Eva Arnaz </strong>di perbincangan itu, saya juga tidak begitu paham. Kok bisa-bisanya tante-tante yang sekarang sudah entah dimana itu disandingkan dengan Miyabi yang umurnya masih <em>twenty somethin</em>g  itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak orang-orang -<em>yang sepertinya sih penting untuk dimintai komentarnya</em>, mengaku <strong>keberatan</strong> dengan kedatangan Miyabi ke Indonesi. Mereka khawatir nantinya Miyabi akan merusak moral generasi muda. Menurut saya ini agak- agak tidak adil, karena saya kok yakin ya kalau para generasi tua juga pasti ada yang menyimpan film-film Miyabi. Kenapa generasi mudanya saja yang dijadikan kambing hitam? Tapi juga banyak orang-orang -<em>yang sepertinya juga penting untuk dimintai komentarnya,</em> mengaku<strong> tidak keberatan</strong> dengan diundangnya Miyabi kesini. Menurut mereka, kedatangan Miyabi ini bisa semakin mempopulerkan nama Indonesia, karena negara lain belum pernah (dan mungkin malah nggak kepikiran sama sekali!) mendatangkan bintang porno kelas dunia bernama asli <strong>Maria Ozawa</strong> ini ke negara mereka.<span id="more-1096"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun menonton aksi panggung eh, aksi ranjang Miyabi ini. Karena jaman saya dulu masih puber-pubernya, yang eksis dulu adalah seorang perempuan bernama <strong>Asia Carrera</strong>. Entah kemana dia sekarang. Mungkin sudah sibuk bermain Valas di negaranya. Saya mendengar kehebohan seorang Miyabi ini sekitar tahun 2006, tapi ya hanya sekedar mendengar saja. Tidak ada keinginan untuk melihat seperti apa aksinya itu. Karena kalau soal nonton-menonton film model begituan, saya tidak pernah pilih kasih. Tidak ada nama-nama yang saya spesialkan. Semuanya punya kans yang sama untuk saya tonton. Karena menurut pengalaman saya sih *<em>uedddannnn</em>*, <strong>siapapun yang main, sama aja</strong>. Lha wong isinya cuman gitu-gitu doang toh?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat sosok seorang Miyabi ini justru dari kiriman seorang teman di awal bulan Ramadhan tahun lalu. Dia mengirimkan email berisi ucapan selamat menunaikan Ibadah puasa, dengan gambar seorang perempuan manis berkerudung yang sekilas mirip dengan dengan <strong>Dina Olivia</strong>. Mungkin kalian juga sudah pernah menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1099 aligncenter" title="MIyabi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg?w=480" alt="MIyabi"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan berdasar gambar itulah, saya membuat sebuah kesimpulan kalau &#8230; <em>she&#8217;s too cute to be a porn star!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin pendapat saya ini agak aneh ya. Tapi menurut saya, seperti layaknya sebuah film atau sinetron, maka kita seringkali terlanjur mengidentikkan pantas tidaknya sebuah peran ditentukan juga oleh tampilan wajah. Aktor/Aktris dengan wajah seperti ini, pantasnya berperan sebagai orang baik-baik atau protagonis. Sedangakan aktor/aktris dengan wajah seperti itu, lebih pantas berperan sebagai orang yang menyebalkan atau antagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, orang-orang berwajah lembut seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> atau <strong>Rano Karno</strong> (loh..kok nama mas ini yang muncul, ya??) tidak pernah berperan menjadi orang jahat. Begitu juga dengan wajah-wajah seperti <strong>Torro Margens</strong> dan <strong>Lelly Sagita</strong> (duhh..  maap ya, jadi ketahuan deh saya lahir tahun berapaan) yang dari dulu sampai sekarang tidak pernah bergeser menjadi pemeran protagonis.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga dengan film esek-esek.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut saya, ada beberapa tipe wajah perempuan yang terlihat pas untuk membintangi sebuah film panas, dan mana yang tidak. Maaf maaf nih, perempuan dengan wajah yang sensual (atau disensual-sensualin) seperti <strong>Julia Perez</strong>, <strong>Aura Kasih, Sarah Azhari </strong>atau<strong> </strong>(ya ya ya.. akhirnya saya terpaksa menuliskan nama ini juga : <strong>Dewi Perssik</strong> )bisa dibilang pas untuk melakoni peran-peran panas. Terlepas kita yang melihatnya jadi bergairah atau malah <em>eneg</em>, ya. Nah,  untuk beberapa perempuan dengan tipe wajah yang anggun seperti <strong>Maudy Koesnaedi</strong> (lagi), <strong>Dessy Ratnasar</strong>i atau <strong>Artika Sari Devi </strong>misalnya, mereka ini akan terlihat sangat tidak pantas berada di film-film semacam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya membayangkan, seandainya saja 3 nama terakhir ini ternyata hadir di film-film porno yang kebetulan saya tonton, maka saya akan merasa iba. <em>Turned on</em>, tentu. Tapi sambil iba.<em>*Huahahahha&#8230; seperti apa ya rasanya??.</em>*. Karena pasti dalam hati saya akan berkata,..</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ya Ampun mbak&#8230; sayang banget sih kamu kok main film beginian.. Jadi model atau public relations apaan, kek..  kayanya pasti masih bisa deh dengan muka (dan body) kaya gitu&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mungkin lain halnya kalau yang bermain di film porno itu adalah keempat artis yang pertama saya sebut itu. Kalau itu mah, yuk hajarrrr sajaah.. hehehe. Diskriminatif sekali ya saya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, kalau ada yang menanyakan kepada saya (&#8220;kalau&#8221; lho ya) apakah saya termasuk yang pro atau kontra dengan kedatangan Miyabi ini, maka saya akan mengatakan bahwa saya tidak memilih keduanya. Saya mah netral-netral saja. Karena kalau saya boleh memilih, maka saya lebih memilih supaya dik Miyabi ini tidak usah menjadi bintang film porno lagi saja. Hehehehe.</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1096/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1096&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/08/porn-star/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/miyabi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 01:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Batik memang agak-agak overrated hari Jumat kemarin. But in a good way. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat full warna dan full corak. Batik is everywhere. Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1080&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Batik memang agak-agak <em>overrated</em> hari Jumat kemarin. <em><strong>But in a good way</strong></em>. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat <em>full </em>warna dan <em>full</em> corak. <em>Batik is everywhere.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya masing-masing. Dan dengan daya serta upayanya masing-masing. Maksudnya, ada yang sampai bela-belain beli baju pada hari H, hanya supaya biar tidak dikatakan &#8216;nggak asik&#8217; (padahal tidak ada hubungannya sama sekali <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah, seharian kemarin kantor jadi cukup memusingkan untuk dilihat. Saking terlalu berwarnanya baju-baju yang dipakai, dan saking bermacam-macamnya corak Batik yang dipakai. Tapi bagaimanapun juga, perlu lah diberikan <em>credit </em>tersendiri untuk usaha-usaha kami ini. Paling tidak, kantor hari ini jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya karena diramaikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti saling bertegur-sapa untuk mengomentari kostum masing-masing, dan kantor juga semakin semarak dengan seringnya terlihat <em>blitz </em>kamera atau HP yang menyala, pertanda sesi foto dadakan  bisa terjadi kapan saja!</p>
<p style="text-align:justify;">Karena ini adalah hari spesial, makanya saya juga tidak mau tinggal diam untuk mengabadikannya. Insting blogger  (dan komentator) saya meningkat tajam melihat suasana ajaib itu. Dan hasilnya, berikut ini adalah beberapa oknum di kantor yang berhasil saya jepret, karena Batik yang mereka kenakan termasuk kategori <em>outstanding</em> (menurut saya) diantara para pemakai batik lainnya, dan mereka berhak mendapat gelar sebagai<em><strong> &#8216;yang ter-&#8217;</strong></em> dan berhak mendapatkan penghargaan untuk tampil di blog ini <em>*edannnn*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang pasti, para korban dibawah ini difoto dalam keadaan sadar alias bukan korban <em>candid </em>(pastinya..lihat aja pose-posenya) dan foto-foto ini pun saya ambil dengan seijin yang bersangkutan (walau tidak saya umumkan kalau foto itu akan saya pajang di blog hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1078 aligncenter" title="Image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=182&#038;h=243" alt="Image000" width="182" height="243" /><em><strong> Batik Ter-Maksa</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya <strong>mas Inud</strong>, pemakainya ini agak-agak terlalu memaksakan diri ikut ber-Batik ria. Karena memadu-padankan Batik dengan celana 3/4 jelas-jelas terlihat sangat maksa, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi. Karena beliaunya ini adalah orang divisi off air yang selalu sibuk dengan kegiatan <em>outdoor</em>, sehingga membutuhkan busana yang memungkinkannya bergerak bebas. Saran saya sih : sebaiknya kemeja Batiknya itu dibuat sekalian tanpa lengan saja, Mas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1079 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=188&#038;h=251" alt="Image004" width="188" height="251" /><em><strong> Batik Ter-Besar</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja. Dengan ukuran tubuh yang sangat mungil, baju Batik yang dipakainya itu semakin membuat adik kita <strong>Tiara</strong> ini  semakin terlihat tenggelam di dalam gelombang-gelombang lipatan bajunya sendiri yang memang bermodel gelombang itu  <em>*komentar mode macam apa ini??*<span id="more-1080"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1081 aligncenter" title="Image002" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=180&#038;h=240" alt="Image002" width="180" height="240" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Terbaru</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <strong>Mas Adit</strong> inilah yang baju Batiknya paling <em>up to date</em> dibandingkan dengan seluruh penghuni kantor lainnya. <em>Up to date</em>, maksudnya bukan berarti yang paling baru modelnya, tapi <strong>paling baru belinya!</strong> Bayangkan,dia membeli baju itu sekitar jam 10 pagi pada hari Jumat itu juga! Masih jelas kelihatan kan lipatan-lipatannya? Ck ck ck&#8230; salut, lah..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1082 aligncenter" title="Image008" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=179&#038;h=237" alt="Image008" width="179" height="237" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-tutup</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah! Dibalik jaket itu,  <strong>Mbak</strong> (yang mirip mas-mas) <strong>Tia </strong> ini memakai Batik!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1083 aligncenter" title="Image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=172&#038;h=228" alt="Image003" width="172" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Ter-merah</p>
<p style="text-align:justify;">Ini dia Batik dengan warna paling <em>ngejreng</em> sekantor! <strong>Mas Boma</strong> ini terlihat semakin putih dengan kemeja Batiknya yang berwarna Merah (yang entah kenapa di foto ini jadi terlihat kusam dan cenderung berubah menjadi oranye. hehehe&#8230;)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1084 aligncenter" title="Image011" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=169&#038;h=226" alt="Image011" width="169" height="226" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Batik Ter-Hamil</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kata siapa Ibu hamil tidak boleh ikut rame-rame ber-Batik? Saya juga baru tahu kalau para pembuat Batik juga membuat <em>maternity clothes</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1085 aligncenter" title="Image010" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=171&#038;h=228" alt="Image010" width="171" height="228" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Batik Termurah</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha. Jadi, kata sumber yang sangat tidak terpercaya, <strong>Bang Hotlen</strong> ini sempat mengaku kalau batik yang dipakainya hari itu dia dapatkan hanya dengan harta Rp.6500,- saja. Kita tahu itu dusta. Kalaupun benar, pasti dia mendapatkannya dengan cara menyewa di rental. Atau mungkin dia meminjamnya dari teman satu kosnya, dan 6500 itu diberikannya sebagai uang rokok. Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1087 aligncenter" title="Image014" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=163&#038;h=218" alt="Image014" width="163" height="218" /> Batik Ter-Sakinah</p>
<p style="text-align:left;">Cenchu sajha <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Saya tidak mau mengomentari <em><strong>Mbak Tanti</strong></em> ini terlalu banyak. Takut durhaka. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1091 aligncenter" title="Image009" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=173&#038;h=230" alt="Image009" width="173" height="230" /></p>
<p style="text-align:center;">Batik Terketat</p>
<p style="text-align:left;">Saya juga tidak mau mengomentari terlalu banyak tentang foto ini. Takut dikira narsis..jiaahhh&#8230;&#8230;wekekekekek&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1088 aligncenter" title="Image001" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=165&#038;h=220" alt="Image001" width="165" height="220" /><em><strong> Batik Ter-irit</strong></em></p>
<p style="text-align:left;">Ya iyalah! Saking iritnya, sampai-sampai saya tidak menyadari kalau tas milik Mas Donny  itu juga bercorak Batik!</p>
<p style="text-align:center;">Selamat Hari Batik yang pertama, semuanya! Sampai berjumpa tahun depan!</p>
<br />Posted in Pekerjaan, Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1080/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1080/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1080&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/03/batik-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image000.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image004.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image002.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image002</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image008.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image008</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image003.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image003</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image011.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image011</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image010.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image014.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image014</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image0091.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image009</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/image001.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batik</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 02:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230; Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO Posted in Penting &#38; Tidak ...<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1072&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">ryudeka.wordpress.com&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-1073" title="IMG_1014edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181&#038;h=300" alt="IMG_1014edit" width="181" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Mendukung Penetapan Batik menjadi World Heritage oleh UNESCO <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1072/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1072/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1072&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/02/batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/img_1014edit.jpg?w=181" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1014edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Oktober</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 02:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan perasaan yang amat-sangat gembira. Smile was on my face. Karena hari ini adalah tanggal 1 Oktober 2009. Kenapa sih saya sebegitu excited-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1066&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi hari ini, saya bangun pagi dengan  perasaan yang amat-sangat gembira. <em>Smile was on my face</em>. Karena hari ini adalah tanggal <strong>1 Oktober 2009</strong>. Kenapa sih saya sebegitu <em>excited</em>-nya menyambut hari ini? Apakah karena habis menerima gaji bulanan? Oh, itu sudah kemarin tanggal 30. Hehehe. Apakah karena saya merayakan ulang tahun? Oh itu masih bulan depan. Terus??</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini tepat 1 tahun saya bekerja di tempat saya sekarang ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1067 aligncenter" title="LOGO JOGJAFAMILY" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=183&#038;h=86" alt="LOGO JOGJAFAMILY" width="183" height="86" /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru satu tahun, memang. Tapi bukan berarti tidak boleh dirayakan, kan? Karena kalau saya pikir, ini tidak jauh bedanya dengan ketika saya merayakan hari kelahiran, merayakan hari jadian pacaran, hari jadi pernikahan atau perayaan/peringatan hari-hari istimewa lainnya. Hanya mungkin memang agak jarang yang melakukan perayaan untuk memperingati &#8216;hari jadi pekerjaan&#8217; seperti yang saya lakukan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berbeda, karena seperti misalnya kita merayakan hari Ulang Tahun, sudah menjadi hal yang wajib kalau kita melakukan sebuah perenungan, pengevaluasian dan juga perencanaan untuk usia kita yang baru ini. <strong>Because it&#8217;s the time</strong>. Begitu juga dengan hari ini. Saya mencoba untuk kembali<em> flashback</em> ketika setahun lalu menerima dan menandatangani surat kontrak di perusahaan ini. Mengingat-ingat lagi, apa saja yang sudah saya hasilkan dalam satu tahun ini. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sudah saya lakukan. Karena dibalik semua prestasi, pasti juga ada kegagalan. Dan dibalik sebuah kegagalan, pasti ada pembelajaran dibaliknya. Dan ketika bisa melihat pembelajaran itu, bukankah itu sebuah prestasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang bertanya, kurang kerjaan amat sih sampai sempat-sempatnya merayakan kaya begini?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Because it&#8217;s fun!</strong></em> Beneran deh, silakan dicoba. Dengan melakukan ini, kita jadi bisa sejenak &#8216;merasakan&#8217; tentang pekerjaan kita yang selama ini sudah kita lakukan setiap harinya. Yang setiap hari membuat kita harus bangun pagi, yang setiap hari membuat kita uring-uringan karena terjebak <em>deadline</em>, yang setiap hari membuat kita senewen karena selalu membuat kita terlambat sampai di rumah karena harus  lembur, yang setiap hari membuat kita merasa bersalah karena merasa kurang memiliki waktu untuk dihabiskan dengan orang-orang yang kita cintai.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti juga perayaan-perayaann lainnya, dengan melakukan hal  ini, kita akan bisa mengucap syukur juga karena kita masih beruntung bisa memiliki sebuah pekerjaan untuk menopang hidup. <em>No matter how suck it is.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan alasan lain kenapa saya merayakan hari ini, <em>it&#8217;s just because simply</em> : <strong>I LOVE MY JOB!</strong> :</p>
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1066/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1066&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/10/01/1-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/10/logo-jogjafamily.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">LOGO JOGJAFAMILY</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quality Control</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 05:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Selama 2 tahun eksis menulis di blog Sanggar Cerita ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di update, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik stats di dashboard blog. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1060&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selama 2 tahun eksis menulis di blog <strong>Sanggar Cerita</strong> ini (eksis dalam arti setiap bulan paling tidak ada yang di <em>updat</em>e, ya hehehe), jujur saya tidak pernah menyangka kalau blog saya ini akan dibaca oleh sekian ratus orang setiap harinya. Itu kalau dilihat dari grafik <em>stats </em>di <em>dashboard blog</em>. Belum mencapai ribuan seperti para selebriti blog lainnya, memang. Tapi terus terang, melihat angka ratusan itu saja sudah membuat saya <strong><em>amazed </em></strong>dan langsung membayangkan kira-kira siapa saja ratusan orang yang membaca blog saya setiap harinya itu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya termasuk yang jarang <em><strong>blogwalking</strong></em>. Hampir tidak pernah, malah. Dan ini mungkin salah satu kelemahan saya sebagai seseorang yang mengaku dirinya sebagai blogger. Dan saya juga hampir tidak pernah mempromosikan blog saya ini kemana-mana (kecuali beberapa kali saya promosikan di status <em>Yahoo Messenger!</em> Itupun bisa dihitung dengan jari). Saya cukup beruntung memiliki teman-teman blogger yang baik sekali, yang dengan sukarela mencantumkan nama blog saya di beberapa tulisan mereka (makasih yaa.. you know who you are <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Saya agak enggan jumpalitan promosi sana-sini karena sampai sekarang pun saya masih sering merasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>..ya elah, apaan sih pake di pamer-pamerin segala? Lha wong blog isinya cuman curhat dan ngomentarin orang tidak jelas beginian doang&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That&#8217;s the truth.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena ketika pertama kali memulai menulis blog, saya sama sekali tidak pernah membayangkan efek apa yang akan saya hadapi di kemudian hari ketika blog saya ini bisa dibaca oleh orang banyak. <em>Sounds stupid</em>, karena sekali kita publish sesuatu di dunia maya, maka kita <strong>berarti sudah dengan sadar memajangnya ke seluruh dunia</strong>. <em>But I never realized that,</em> sampai beberapa bulan belakangan ini. Ketika keberanian saya menulis (dan  mengomentari sesuatu) semakin besar, ternyata <span style="text-decoration:line-through;">tidak</span> belum dibarengi dengan <strong>keberanian dan kebesaran hati saya dalam menerima berbagai macam kritikan dan komentar yang masuk mengenai apa yang saya tulis.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Komentar.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1061 aligncenter" title="238447-12-shout" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg?w=480" alt="238447-12-shout"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Lucu, ya? Saya suka berkomentar, tapi saya tidak suka dikomentari. Dikomentari yang tidak enak, tentu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa hari yang lalu, ada sebuah komentar dari -entah siapa saya bahkan sudah tidak ingat lagi. Dia mengomentari saya tentang tulisan saya di post <strong>&#8220;Hidup Malaysia!&#8221;.</strong> Salah satu tulisan saya yang saya sadar pasti akan banyak yang  tidak menyukainya. Komentar itu demikian kasarnya, sehingga saya sendiri bahkan tidak menyangka ada orang yang bisa mengeluarkan kata-kata hinaan sekasar itu. Tidak hanya mempertanyakan rasa nasionalisme saya, tapi si pengirim komentar itu bahkan membawa-bawa dan menjelek-jelekkan ibu saya. Entah apa hubungannya. Tidak perlu lah saya tuliskan disini detail komentarnya. Karena isinya memang sangat tidak sopan dan kalau saya <em>approve </em>dan tampilkan disini, nantinya saya malah merasa <strong>kasihan</strong> kepada yang bersangkutan. Kasihan, karena saya yakin, kalian yang setia membaca blog ini pasti akan membela saya dan balik mencemooh dia . Saya yakin itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1060"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya bukannya orang yang gila pujian dan sanjungan. Tidak sama sekali. <em>But to be clear</em>, siapa yang tidak suka dipuji? Dan sebaliknya, tidak ada juga orang yang benar-benar suka dikritik. <em><strong>But we have to learn to live with i</strong></em>t. Pujian kita terima, karena itu merupakan bentuk apresiasi orang terhadap kita. Dan kita juga harus belajar menerima kritik, karena itu juga pertanda bahwa dia sudah &#8216;menerima&#8217; hasil karya kita, dalam hal ini membaca hasil tulisan saya. Menerima kan bisa berarti dia menerima dengan baik, atau menerima dengan tidak baik atau menerima dengan catatan<em> *edan, lah.. sukanya bikin kalimat yang rumit*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya sekarang memang, <strong>bagaimana kita belajar untuk  menyampaikan masukan atau kritikan atau komentar yang baik, kan? </strong>Itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga buka jagonya bertata-bahasa yang baik dalam hal mengkritik sesuatu. Karena saya termasuk dalam kategori orang yang &#8216;nggak enakan&#8217; sama orang. Tapi paling tidak, karena saya belum termasuk dalam orang yang ahli dalam mengkritik, maka saya akan berusaha untuk menjadi orang yang bisa baik dalam menerima kritikan. Silakan di cek, tidak semua komentar yang saya <em>approved</em> di blog ini berisikan pujian. Ada juga yang berupa masukan bahkan kritikan YANG disampaikan dengan maksud dan tutur tulisan yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena saya tahu, bukan tidak mungkin suatu saat nanti, pembaca blog sederhana ini akan mencapai angka jutaan. Siapa tau. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dan tentu saja, saya tidak bisa mengontrol semua komentar yang masuk. Saya tidak bisa mengontrol pikiran orang. Saya tidak punya kapasitas untuk mengatur orang mau bilang apa tentang saya. Yang bisa saya lakukan hanyalah mengontrol pikiran dan perasaan serta perkataan saya. Dan itu tidak mudah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1060&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/30/quality-control/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/238447-12-shout.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">238447-12-shout</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;&#8230; dan keluarga..&#8221;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 10:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) Ndut sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang mbleber kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1055&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah perjalanan pulang  mudik di hari Sabtu tanggal 19 yang lalu, saya dan teman saya sekampung dan seperjuangan (ck..ck..ck..) <strong>Ndut</strong> sempat terlibat sebuah percakapan yang, seperti biasa, tidak pernah penting tapi seringnya membuat kami terlibat dalam gelak tawa yang amat serius. Sore itu, topik yang <em>mbleber</em> kemana-mana itu tiba-tiba saja mampir ke sebuah tema ringan seputar masalah kirim-mengirim ucapan Selamat Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan tentang agak malasnya kita membaca deretan kalimat-kalimat puitis nan panjang yang pada intinya tetap saja bermuara di 2 kalimat terakhir : SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Bukan pula tentang kebiasaan banyak orang yang saking malasnya membuat ucapan sendiri, sehingga lebih memilih untuk langsung mem-<em>forward</em> SMS yang dia terima begitu saja, tanpa meng-editnya terlebih dahulu. Sehingga yang terjadi adalah, nama si pengirim asli tidak sempat terhapus. Jadinya, yang mengirimkan SMS ke saya adalah si <strong>Dimas Firdaus, </strong>tapi di SMS nya tertera nama <strong>&#8220;Yayuk Suseno &amp; keluarga&#8221;,</strong> misalnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;&#8230;dan Keluarga&#8221;</em></strong>&#8230; Ya, ini juga yang malah menjadi bahan pembicaraan kami. Bahan pembicaraan Ndut, tepatnya. Saya hanya menimpali sekenanya. Jadi,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Kenapa sih orang-orang selalu mengirimkan SMS ucapan itu dengan membawa-bawa nama  keluarga. Gue kan gak kenal dengan keluarganya. Dan kalau mau minta maaf, ya dia miinta maaf sendiri aja dong, gak usah bawa-bawa nama keluarga. Yang kalau ada salah, ya dia yang salah toh? Bukan keluarganya kan yang salah? Masa keluarganya ikut-ikutan disuruh minta maaf&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya tertawa dan kemudian <em>mingkem</em> terdiam. Dan kemudian berpikir keras<em>*edan ya, kesannya sibuk banget</em>*.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tahu, topik ini tidak terlalu penting untuk dibahas. Karena ya memang itu sudah menjadi hak asasi-nya yang mengirimkan SMS <em>tho</em>? Terserah dia mau meminta maaf sambil membawa nama keluarganya, nama hewan peliharannya, nama perusahaannya atau mungkin nama kompleks perumahannya. Bebas. Nggak ada yang melarang. Walau agak aneh ya ketika kita menerima SMS <em>greeting</em> lebaran, isinya kok :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;Dian Purnomo &amp; Seluruh Warga Perumahan Griya Asri Menari </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>mengucapkan &#8216;Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. <span id="more-1055"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin <em><strong>point</strong></em> yang ingin disampaikan si Ndut adalah, <em><strong>SMS </strong></em>itu<em><strong> should be personal</strong></em>. Meminta maaf itu adalah urusan yang sangat pribadi. Satu lawan satu. Jangan keroyokan. Jangan bawa-bawa keluarga. Hehehe. Saya sih setuju dengan pemikirannya itu. Tapi disisi lain, saya juga tahu fakta tak terbantahkan lainnya. Ketika seseorang sudah menemukan pasangan hidupnya, entah itu tarafnya masih sebatas pacaran, bertunangan atau bahkan sudah resmi berkeluarga, maka secara otomatis status mereka pun akan menyesuaikan. Dari yang semula <strong>&#8216;aku&#8217;</strong>, berubah menjadi <strong>&#8216;kami&#8217;</strong>. Jadi ya wajar kalau apapun diatas-namakan bersama. Termasuk  SMS Lebaran dan <em>greeting-greetin</em>g lainnya akan selalu mencantumkan nama pasangan mereka (suami atau istri) bahkan juga nama anak-anak mereka sekaligus!</p>
<p style="text-align:justify;">Itu buat yang sudah berkeluarga. Kalau yang masih berstatus <em>single</em>, ya mentok-mentoknya tadi : membawa serta embel-embel <em>&#8220;.. dan keluarga&#8230;&#8221;</em>. Atau yang standar, ya mencomot nama-nama pesohor untuk dijadikan pasangannya. Lokal maupun interlokal. Lebaran kemarin, <strong>Brad Pitt</strong> cukup laris dipilih oleh dua teman saya untuk dijadikan pasangannya meminta maaf melalui SMS kirimannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya mungkin karena kami berdua masih sama-sama berstatus lajang. Jadi yang beginian aja dijadiin perbincangan. Hehehe. Jadi ya kita tunggu saja, siapa tahu tahun depan akan ada yang menerima ucapan lebaran dari <strong><em>&#8220;Deka dan istr</em><em>i</em></strong>&#8220;. Amin. Mungkin si Ndut akan maklum.  Mari kita tunggu apa komentarnya tentang tulisan saya ini kekekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_1056" class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><img class="size-full wp-image-1056" title="7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg?w=480" alt="created by Miss Rien Jo"   /><p class="wp-caption-text">created by Miss Rien Jo</p></div>
<p style="text-align:justify;">Selamat Idul Fitri ya,  teman-teman. Mohon maaf  lahir dan batin karena semakin jarang <em>update</em> (kesannya ya.. semua orang tiap hari pada nungguin), untuk semua tulisan-tulisan saya yang mungkin menyiksa batin beberapa orang hehehe. Sumpah, saya tidak sengaja berniat menyiksa. Saya hanya berniat mengomentari saja. Beda, kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Ya pokoknya maaf, ya. <em>&#8216;Cause we should forgive freely  or we don&#8217;t really forgive at all. </em></p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1055/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1055&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/28/dan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7816_138566649913_632974913_2454826_1844338_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Legend</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas. Mengucapkan kata “Maaf” sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1047&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua orang pernah berbuat salah. Dan betapapun menyebalkan dan susah untuk dilakukan, tapi meminta maaf adalah sebuah hal yang mulia untuk dilakukan. Apalagi katanya di bulan puasa seperti sekarang ini, katanya pintu maaf itu sedang dibuka lebar-lebar sama yang Diatas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengucapkan kata <strong>“Maaf”</strong> sebenarnya sih bukan hal yang paling susah dilakukan di dunia ini. Gampang kok. Tinggal buka mulut, bilang <em>“.. Maaf&#8230;.”</em>, terus mulutnya ditutup lagi, selesai. Gampang toh? Yang justru paling susah sebenarnya adalam bagaimana menunjukkan rasa penyesalan yang tulus atas kesalahan yang kita lakukan. Menyesal dan berjanji tidak mengulanginya lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya mau membagikan sebuah pengalaman yang membuat saya agak-agak merinding setiap kali mengingatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa minggu yang lalu saya pergi sebuah tempat di Magelang. Bukan, bukannya pergi untuk pulang kampung. Tapi saya pergi dalam rangka mengunjungi sebuah rumah di daerah <strong>Terminal Soekarno-Hatta Magelang</strong>, menemui salah satu legenda musik Indonesia yang masih hidup, <strong>Nomo Koeswoyo</strong>. Salah satu personel grup legendaris <strong>Koes Plus</strong> yang tersisa, yang ternyata tinggalnya satu kota dengan saya, dan saya baru tahu kemarin itu!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya pergi kesana dalam rangka <em>sowan</em> atau dalam bahasa Indonesianya ya (kurang lebihnya) berkunjung untuk beramah-tamah, sekalian untuk memperkenalkan diri kepada beliau tentang radio tempat saya bekerja sekarang. Karena salah satu program baru yang saya <em>create</em> di radio ini adalah program pemutaran lagu-lagu dari keluarga Koeswowoyo, mulai dari <strong>Koes Bersaudara, No Koes, Koes Plus</strong> hingga <strong>Chicha Koeswoyo</strong> dan <strong>Helen Koeswoyo.</strong> Jadi ya intinya adalah semacam minta ijin, mohon doa restu, <em>kulonuwun</em> atau apapun <em>lah</em> itu namanya. Sebenarnya tidak ada yang mengharuskan saya melakukan hal itu. Tapi tidak ada salahnya, bukan?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Segitu mendalamnya kah saya memahami dan mencintai lagu-lagu maha jadul milik mereka ini? Sama sekali enggak! Sumpah, saya sama sekali buta dengan lagu-lagu mereka, sama halnya saya teramat asing dengan lagu-lagu jadul lainnya yang jumlahnya ribuan itu. Umur segini, harusnya saya masih sibuk <em>update</em> lagu-lagu dari <strong>Jason Mraz, Jordin</strong> <strong>Sparks </strong>atau bahkan <strong>Lady Ga Ga</strong> (kaya nama Sarden ya!). Tapi karena tuntutan pekerjaan yang  membuat saya harus mengupdate lagi pengetahuan saya tentang lagu-lagu lama (maklumlah, segmen radio saya sekarang ini adalah keluarga) makanya saya pun harus sesegera mungkin mencoba mengenal lagu-lagu dari <strong>Ade Manuhutu, Alfian, Anna Mathovani, Tetty Kadi, Lilis Suryani, The Mercy’s, Grace Simon, Ida Royani , Eddy Silitonga</strong> hingga ya <strong>Koes Plus</strong> itu tadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Serasa tua sebelum waktunya, memang&#8230;.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1047"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Stress, pusing dan berasa mual di awal. Hehehe. Tapi semua itu saya anggap sebagai tantangan yang justru bisa memperkaya pengalaman saya di dunia dan bidang kerja saya sekarang ini. Belajar lagi. Tambah pengetahuan lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perjalanan menuju Magelang, jujur perasaan saya campur aduk. Bersemangat, penasaran hingga sakit perut karena grogi. Gimana ya, mau bertemu dengan seorang legenda musik Indonesia, yang saya sendiri sebenarnya tidak mengenal karya-karya beliau dengan baik! Bahkan mendengarkan lagu-lagu Koes Plus secara nonstop selama perjalanan saja sama sekali tidak membantu. Hehehe. Apa yang nantinya harus saya bicarakan? Apa kalimat pertama yang harus saya ucapkan kepada beliau? Bagaimana kalau ternyata beliau susah diajak mengobrol? Dan masih banyak kekhawatiran-kekhawatiran lainnya di kepala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1048 aligncenter" title="IMG00106-20090821-1059" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=223&#038;h=167" alt="IMG00106-20090821-1059" width="223" height="167" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesampainya saya di lokasi yang dituju, saya segera turun dari mobil. Rumah <strong>Om Nomo </strong>yang letaknya persis dipinggir jalan itu terdiri dari 2 bangunan di areal tanah yang cukup luas. Satu sebuah bangunan bertingkat yang letaknya paling depan, dan satunya lagi sebuah bangunan kecil yang letaknya lebih menjorok kedalam. Disinilah Om Nomo sehari-harinya tinggal dan menerima tamu-tamunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama kali bertemu muka dan berjabat tangandengan beliau, saya cukup terkejut melihat penampilannya yang masih sangat segar untuk ukuran orang berusia 70 tahunan. Dan yang makin membuat saya terkejut lagi adalah gaya berbicaranya yang ceplas-ceplos dan tanpa basa-basi. Dengan berkaus putih dan bercelana pendek, Om Nomo langsung membuka pembicaraan yang membuat saya langsung bengong,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“.. coba, ini tanda-tanda apa ini. Mosok bendera Merah Putih kok dikubur nang laut&#8230; Bendera Merah Putih itu harusnya dikibarkan dipuncak gunung.. iki kok malah dipendem nang njero banyu</em></span> (ini kok malah dikubur di dalam air)”</p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">HEH? Apaan sih, Om???</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ternyata si Om ini sedang ingin membahas tentang aksi para penyelam yang beberapa lalu membuat rekor dunia dengan aksi penyelaman terbanyak, dan melakukan penancapan bendera Merah Putih di dasar laut itu. Menurutnya, itu sudah sebuah penghinaan terhadap bendera negara. Karena para pejuang dulu sudah mengorbankan nyawa mereka untuk mengibarkan sang Merah Putih, lha sekarang bendera kok dibuat main-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Let’s not argue with it.</em> Saya juga hanya bisa senyum menanggapi protes Om Nomo ini. Tidak bisa berkata apa-apa. Karena saya memahami sekali, beliau hidup di jaman yang jauh berbeda dengan jaman kita sekarang ini. Beliau yang ikut menjadi saksi bahkan mengalami jungkir baliknya perjuangan. Sehingga seperti layaknya para veteran-veteran perang, rasa nasionalisme itu tidak akan pernah lekang oleh semakin tuanya usia mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan dari sinilah saya menjadi semakin mengerti, mengapa banyak sekali lagu-lagu Koes Plus yang bercerita tentang indahnya Nusantara kita, dan juga banyak lagu mereka yang menceritakan tentang kecintaan mereka terhadap Indonesia. Dan Om Nomo yang juga sering dipanggil dengan sebutan <strong>Mbah Tuban</strong> ini dengan semangatnya menceritakan tentang asal-muasal lagu-lagu yang diciptakannya itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selama perbincangan, jujur perhatian saya tidak hanya terpusat pada cerita-cerita Om Nomo. Tapi beberapa kali  perhatian saya sibuk terfokus pada sekeliling pemandangan rumah tempat kami mengobrol saat itu. Rumah yang ditinggali oleh Om Nomo  itu- <em>sorry to say</em>, terlihat tua dan agak kumuh. Itu jika dibandingkan dengan bangunan lain yang ada di sebelah depannya  yang bertingkat dan terlihat lebih bagus dan terawat. Kenapa beliau mau tinggal di tempat seperti ini?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari sinilah semua rasa penasaran saya terjawab. Om Nomo yang terlihat ‘menakutkan’ buat saya diawal-awal pertemuan,  ternyata bisa berubah lembut ketika menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya. Apalagi jika bercerita tentang istri dan anak-anaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dia menceritakan tentang kisah hidupnya. Ketika masih berjaya sebagai seorang artis papan atas, apapun bisa dilakukan dan didapatkannya dengan mudah. Uang, kekuasaan, alkohol, senjata bahkan perempuan. Rock nRoll banget lah hidupnya. Tidak hanya ketika masih sendiri, setelah beliau menikah dengan (kalau tidak salah nih bernama) <strong>Francis</strong>, almarhum istrinya pun. Kebiasaan buruknya berjudi dan bermain perempuan itu tidak lantas menghilang. Dan semua itu dilakukannya dengan sepengetahuan istrinya itu. Tidak diam-diam. Dan dengan rasa bangga, Om Nomo bahkan bilang,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Istri saya itu jempol! Saya bisa lho, satu malam pulang ke rumah dan bilang kalau saya baru saja dari hotel dengan perempuan namanya X&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Edan. Itu <strong>setia</strong> atau <strong>goblok</strong>, ya? Itu yang ada dipikiran saya ketika mendengar cerita Om Nomo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kebiasaan Om Nomo itu baru berhenti setelah sang Istri meninggal dunia di rumah yang baru saja mereka tempati di Magelang itu. Dan akhirnya di rumah kecil itulah, Om Nomo sekarang memilih menghabiskan hidupnya. Dia tidak mau memilih rumah yang lebih bagus yang ada di halaman depan rumahnya. Dengan tetap tinggal di tempat istrinya menghembuskan nafas terakhirnya itu, dia ingin menunjukkan rasa penyesalan atas perlakuannya kepada istrinya ketika masih hidup, sekaligus ingin memberikan sisa-sisa kesetiaannya yang sempat &#8216;rusak&#8217; dulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan nada datar, Oom Nomo sempat bercerita,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Anakku Cicha pernah bilang ke saya, kenapa baru sekarang Papa sikapnya seperti ini. Kenapa tidak dulu ketika Mama masih ada&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Damn&#8230;..</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1049 aligncenter" title="IMG00105-20090821-1035" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=190&#038;h=143" alt="IMG00105-20090821-1035" width="190" height="143" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><em><span style="font-family:georgia,bookman old style,palatino linotype,book antiqua,palatino,trebuchet ms,helvetica,garamond,sans-serif,arial,verdana,avante garde,century gothic,comic sans ms,times,times new roman,serif;">It&#8217;s true. Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future&#8230;</span></em></p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1047/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1047/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1047&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/11/the-legend/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00106-20090821-1059.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00106-20090821-1059</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/img00105-20090821-1035.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00105-20090821-1035</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sok Digosok&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini saya mengira &#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221; adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling sahih dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya. Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1041&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selama ini saya mengira <strong>&#8220;JAGALAH KEBERSIHAN&#8221;</strong> adalah kalimat perintah atau himbauan yang paling <em>sahih</em> dipakai di tempat-tempat umum yang butuh perawatan ekstra seperti toilet umum, misalnya. Ternyata saya salah, teman-teman. Ini buktinya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1042 aligncenter" title="Foto007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=250&#038;h=188" alt="Foto007" width="250" height="188" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau agak kurang jelas tulisannya, mari saya tuliskan lagi disini. Jadi, tulisan peringatan yang tertera di sebuah kertas yang terpasang di dinding sebuah toilet di Terminal Jombor Jogjakarta itu adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:center;">JAGALAH KEBERSIHAN DEMI KENYAMANAN ANDA.</p>
<p style="text-align:justify;">Standar, ya? Tidak demikian dengan tulisan yang dibawahnya :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI DIMOHON GOSOK LANTAI DAN DINDING. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>MANDI AJA PENGEN BERSIH, MASAK DINDING DAN LANTAI KOTOR DIEM SAJA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dhooeenggggg&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tega sekali si empunya toilet ini. Sudah &#8216;pengunjungnya&#8217; disuruh membayar, masih disuruh menggosok lantai dan membersihkan dinding tempat ia mandi pula! Repot sekali rasanya. Saya nggak tahu, apakah dengan adanya peringatan itu, toilet itu menjadi berkurang peminatnya atau tidak&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1041/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1041&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/09/03/sok-digosok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/09/foto007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 09:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang. Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama Listiya, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1033&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. dan berita itupun datang.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1034 aligncenter" title="anang_nop_01" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg?w=480" alt="anang_nop_01"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Berita tentang perceraian Anang dan Kris Dayanti. Dimulai dengan pesan singkat di Facebook dari salah satu teman saya yang bernama <strong>Listiya</strong>, dilanjutkan dengan teman-teman kantor yang satu persatu mengkonfirmasi kebenaran kabar itu ke saya. UEDANN!! Saya nggak tauuuuuuuuu&#8230;!!!! Kenapa semua bertanya kepada saya??? Heran deh!! Apa muka saya muka infotainment?? <em>*semua berseru : &#8220;IYAAAAAA&#8230;.!&#8221;*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Seketika itu juga saya langsung membuka situs-situs gosip terkemuka di internet <em>*edann</em>* mencari informasi yang tepat, karena <em>update</em> terakhir yang saya baca, semua isu perceraian itu hanya isapan jempol belaka. Entah jempol siapa yang dihisap, dan siapa yang segitu kurang kerjaannya menghisap-hisap jempol itu. Sehingga ketika menonton pengakuan langsung dari Anang di <strong>Kabar-Kabari </strong>(sempet ya <em>searchin</em>g sampai ke TV segala), langsung badan ini lemas rasanya. Lemas dan <em>speechless</em>. Lebay ya? Iya, saya juga heran. Amat sangat heran. Mungkin begini rasanya ketika seorang fans mendengar kabar buruk tentang idola mereka. Pantas saja seorang fans Michael Jackson terlihat guling-gulingan di jalanan sambil menangis ketika mendengar kabar Jacko meninggal dunia. Untung saja saya masih punya (sedikit) harga diri dengan tidak melakukan hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal tadi ketika siaran jam 10 pagi, saya sempat-sempatnya memutar lagu mereka yang diciptakan oleh Pongky, <strong>&#8216;Tak Pernah Menyesal&#8217;.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; tak pernah menyesal, mengenal dirimu<br />
jalan yang kutempuh tak tertuju padamu<br />
ku takkan sesali pengalaman cinta ini<br />
Wanita terindah pernah jadi milikku&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi lagu itu adala pertanda buat saya? <em>*uh, makin lebay*</em>. Tapi ini terlalu aneh untuk dijadikan sebuah kebetulan, kan? Hhhh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, this is it?</em> Beneran nih 13 tahun selesai begitu aja?</p>
<p style="text-align:justify;">*sigh*</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudah. Mau diapain lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">*bingung mau nulis apa lagi*</p>
<p style="text-align:justify;">HUUUUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA&#8230;&#8230;..!!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1033&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/31/dk-loves-kd-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/anang_nop_01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anang_nop_01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Malaysia!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1026</guid>
		<description><![CDATA[Ya. Hidup Malaysia! Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian Tari Pendet di iklan promosi pariwisata mereka di Discovery Channel, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : Hidup Malaysia! Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1026&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ya. Hidup Malaysia!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang selalu ingin terlihat beda sendiri. Disaat yang lain sibuk mengeluarkan komentar-komentar yang beraroma permusuhan dengan Malaysia karena pemakaian <strong>Tari Pendet </strong>di iklan promosi pariwisata mereka di <strong>Discovery Channel</strong>, saya malah ingin mengomentari yang berbeda sama sekali. Ya, itu tadi : <strong>Hidup Malaysia!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya saya tidak punya rasa nasionalis. Karena saya yakin, <strong>jiwa nasionalisme itu tidak diukur dari pernyataan caci-maki berlebihan di Twitter atau di status Facebook</strong>. Karena toh saya juga yakin sekali, yang mengeluarkan hinaan kepada Malaysia itu juga pasti cuma bisa melongo doang kalau disodori pertanyaan tentang seberapa dalam mereka mengetahui tentang Tari Pendet! Tidak hanya daerah asal tari itu saja, tapi lebih dari itu. Sejarahnya, arti gerakan-gerakannya. Kalau saya kok malu ya sampai harus berkoar-koar merasa memiliki sesuatu, tapi saya sendiri tidak tahu dengan detail apa yang sedang saya perjuangkan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelakuannya yang kesekian kalinya ini, terus terang saya juga sebal dengan Malaysia. Benci sih tidak, hanya sebatas sebal saja. Karena saya yakin, mereka tidak punya niat jahat ingin meng-<em>claim</em> sebuah budaya negara lain secara sengaja. Maksudnya, bisa jadi toh ini semua terjadi karena ketidak-sengajaan. Karena mereka (mungkin) mengira <strong>Reog Ponorogo</strong>, <strong>Batik</strong> atau lagu <strong>Rasa Sayange</strong> itu sepertinya tidak terlalu di&#8217;anggap di Indonesia, maka ya mereka kemudian berbaik hati ingin &#8216;mengurus&#8217; atau melestarikannya dan memperkenalkannnya ke seluruh dunia. Ehh, ternyata setelah di promosikan, yang punya barang itu baru<em> &#8216;ngeh&#8217; </em>dan mulailah mencak-mencak! Salah siapa kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung bulan puasa, ada baiknya kita mencoba menahan diri. Nggak ada salahnya toh kita mencoba mencari segi positif dari permasalahan ini? Buat saya, justru dengan adanya aksi claim budaya dari Malaysia ini, justru ada hikmah buat Bangsa Indonesia. Ngapain kita terlalu emosional menghina Malaysia sebagai pencuri kebudayaan orang, <strong>sementara kita sendiri masih ada di urutan atas negara yang hobinya mencuri hasil karya cipta orang lain alias pembajak?</strong> Duh, malu lah&#8230;<span id="more-1026"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan, tepat ketika saya membaca artikel tentang bapak <strong>Jero Wacik</strong> yang sudah memberikan nota peringatan kepada pihak kementrian Malaysia seputar aksi Malaysia yang dianggap &#8216;mencuri&#8217; budaya kita itu, disaat itu juga saya membaca sebuah artikel yang berisi beberapa desain poster film kita yang dengan terang-terangan menjiplak desain poster dari negara lain!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1027 aligncenter" title="JIPLAKAN" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg?w=480" alt="JIPLAKAN"   /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1028 aligncenter" title="jiplakan2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg?w=480" alt="jiplakan2"   /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1029 aligncenter" title="JIPLAKAN3" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg?w=480" alt="JIPLAKAN3"   /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1030 aligncenter" title="jiplakan41" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg?w=480" alt="jiplakan41"   /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Mungkin membandingkan antara &#8216;pencurian budaya&#8217; oleh Malaysia dengan &#8216;pencurian ide&#8217; orang-orang kita terhadap desain poster (yang lebih lengkapnya bisa dilihat <span style="color:#333399;"><strong><a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?p=324958#post324958"><span style="text-decoration:underline;">disini</span></a>)</strong></span> itu bukanlah sebuah analogi yang kuat. Tapi buat saya, mencuri tetaplah mencuri. Titik. Dan sudah harusnya kita berterima kasih kepada Malaysia, karena dengan perbuatannya yang kesekian kalinya itu, membuat kita sudah seharusnya BERKACA,  jangan sampai kita heboh teriak maling, padahal diri kita juga sebenarnya seorang maling! Atau mungkin dalam kasus ini, mbok ya udah&#8230; sama-sama maling kok ribut! Huahahahahhahaha&#8230;</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1026/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1026/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1026&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/25/hidup-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">JIPLAKAN3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/jiplakan41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jiplakan41</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Closing Party</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 08:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1017</guid>
		<description><![CDATA[You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried. Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat clubbing, dan menikmati segala euphoria suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi dugem (eh, masih itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1017&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>You&#8217;ll never know until you&#8217;ve tried.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang &#8216;terlalu tua&#8217; untuk pergi ke tempat-tempat <em>clubbing</em>, dan menikmati segala <em>euphoria</em> suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi <em><strong>dugem</strong></em> (eh, masih itu kan ya istilahnya? hehehe). Padahal kalau mau jujur, sebenarnya selain faktor &#8216;ketuaan&#8217; , banyak alasan lain yang membuat saya menolak ikut. Tapi tetap alasan itulah yang saya anggap paling mujarab untuk menolak, karena kalau saya beralasan</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Duh.. aku jam 10 kan udah tidurr&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">kok terdengar agak-agak sok imut banget, ya? Walau beneran, saya kalau tidur memang jam-jam segituan. Hehehe.  jadi kalaupun ada janji ataupun ada acara di malam hari, sebisa mungkin pasti harus bisa selesai <em>before midnight</em>. Makanya ketika kemarin malam saja saya berkumpul  di kantor untuk  kemudian datang ke sebuah tempat clubbing di Plasa Ambarukmo jam 22.30 saja, saya serta merta disorakin oleh anak-anak off air kantor,</p>
<blockquote><p><em>HUAHAHHAHAHAA&#8230; DUGEM SEHAAAAATTTTTTT&#8230;.!</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lho? Saya dugem? Hehehe. Iya, saya juga heran kok akhirnya saya menyerah juga pada ajakan anak-anak kantor untuk ikut datang di acara <strong>Closing Party</strong> alias malam terakhir tempat-tempat <em>clubbing</em> beroperasi, karena mereka akan tutup selama bulan Ramadhan. Jadi dugem ini diadakan dalam rangka menyambut bulan puasa, ceritanya. Edan ya. Mulia sekali. Hahaha. Tidak hanya saya yang heran, seluruh kantor juga akhirnya merasakan hal yang sama karena selama hampir satu tahun bekerja dikantor ini, tidak pernah sekalipun saya mau diajak dugem. <em>Not once</em>. Sehingga akhirnya, justru nama saya yang dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengajak anggota kantor lainnya ikut.</p>
<blockquote><p><em>Ayo Daan..  Mas Deka aja ikut!</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Entahlah, mungkin sayanya aja yang ke-GR-an. Karena tanpa ada keikutsertaan saya pun, pasti anak-anak juga tetap berangkat. Hahaha. <em>To be honest</em>, dugem malam itu terasa agak spesial buat saya, karena ini merupakan dugem pertama saya setelah 3 tahun lebih tidak pernah menginjak tempat-tempat hingar-bingar itu. Seingat saya, terakhir kali saya dugem adalah tahun 2006, ketika itu saya sedang menjadi peserta training Program Director di Jakarta, dan radio Prambors Jakarta saat itu merayakan hari ulangtahunnya di sebuah club di <strong>Djakarta Theatre </strong>(ada kan, ya?? Hehehe) yang saya sendiri bahkan sudah tidak ingat lagi apa namanya. Tapi ya itu, datang hanya karena rasa sungkan doang. Sesampainya disana ya cuma bengong doang. Bengong dan <em>budeg</em>. Secara saya termasuk orang yang sangat menyukai musik-musik <em>easy listening</em>, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya berada di tempat itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Dugem kemarin itu pun makin terasa mengharukan *uedann!* karena sepertinya banyak sekali yang memberikan dukungan moril kepada saya lewat aneka pesan di Facebook!  Mulai dari,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Hhahahahha.. Kaka akhirnya menyerah jugaa&#8230; Have fun my little bro, take care dear heheh</em></span>e..</p>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Wah, asyik tuh buat olahraga malam!</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Judulnya : Deka is back hehehhe&#8230;.welcome to the party&#8230;gitu ya ihihi</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#993300;"><em>AKHIRNYA! AKHIRNYA! Deka mau dugem hahaha *pesan buat temen2nya Deka, buatlah Deka merasa &#8220;terbang&#8221; hahaha..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai yang paling <em>to the point </em>seperti</p>
<blockquote><p><span style="color:#800000;"><em>Harus Mabok!!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedann! Tapi ada juga komentar-komentar bertolak belakang seperti,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>Minum jus kunir asem ajah ya!</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Halah Dek, paling dirimu di tempat dugem malah ngantuk&#8230; Jangan lupa ya&#8230;. nek glegeken ucapkan alhamdulillah&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
</blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>ati2 y om? inget, kalo mau masuk ucapin Assalamu&#8217;alaikum trus melangkah masuk pake kaki kanan dulu om..biar barokah..amin..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHA&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian sekali teman-teman saya itu&#8230;<span id="more-1017"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dasarnya orang perfeksionis (baca : suka gampang ribet sendiri) ya, sebelum berangkat saya sempat-sempatnya melakukan ritual yang mungkin agak ajaib untuk ukuran orang yang mau berangkat dugem. Karena saya tahu saya akan &#8216;terjaga&#8217; hingga tengah malam sementara besoknya saya harus siaran jam 7 pagi, makanya saya mempersiapkan segala keperluan untuk esok hari seawal mungkin. Mulai dari menyetrika seragam kantor, memasak Nasi Merah dan memotong-motong buah Apel dan Nanas sebagai bekal makan siang, sampai sempat-sempatnya menyelesaikan tugas membuat <em>script </em>via laptop. Setelah itu, mandi, Sholat Isya, baru kemudian berangkat dugem. Uedann, lah..Clubber teladan!</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menggunakan 2 taksi, rombongan pun berangkat menuju lokasi. Taksi yang saya tumpangi sempat terlambat sampai karena di tengah jalan, <strong>Hotlen Jo</strong>, salah satu teman kantor saya yang duduk di bangku depan taksi sempat-sempatnya meminta kepada supir taksi untuk menepikan mobilnya didepan sebuah ATM, dan kemudian dia keluar dari taksi dan dengan santainya meminta ijin,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Bentar ya. Gue bayar listrik dulu&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hiyyaaaaaaa&#8230;!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Sempet-sempetnya ya mau dugem pakai bayar listrik dulu. Hahaha. Tapi ya sudahlah, kita kembali ke dunia hingar-bingar yang menjadi topik tulisan ini. Akhirnya sampailah kita di tempat yang kita tuju yang terletak dilantai 3 gedung Mal. Dan masuklah kami di tempat yang gelap tapi penuh lampu-lampu menyilaukan mata itu. Agak aneh ya kalimatnya. Yaa situ tau lah maksudnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1021 aligncenter" title="MIRROR BALL" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg?w=480" alt="MIRROR BALL"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Secara sudah bertahun-tahun tidak pernah mengunjungi tempat begituan ya, jadi pastinya ada perasaan canggung dan asing bahkan deg-degan. Lebai-lebai, deh. Apalagi ketika melihat orang-orang yang datang yang tampil dengan dandanan serba maksimal, dalam usia yang serba minimal. Maksudnya, ya elaaahhh.. sejauh mata memandang, ABG melulu! Secara ya, sini udah punya keponakan yang sebentar lagi juga udah mau jadi ABG. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasa &#8216;asing&#8217; itu semakin menjadi ketika sebelum DJ tampil, muncul-lah sebuah band yang membawakan beraneka lagu Top40 yang betul-betul tidak terkenal (oleh saya!), tapi dikenal dengan baik oleh para pengunjung lain. Paling tidak, seperti itulah perkiraan saya. Karena setiap kali intro dimainkan, mereka semua sibuk berteriak histeris. Saya juga berteriak histeris, tapi dalam versi lain. Setiap kali berganti lagu, sambil sesekali menegak minuman Coca Cola yang ada didepan saya (hihihi), saya selalu berteriak pada teman saya <strong>Alya</strong> yang termasuk dalam rombongan yang hafal dengan lagu-lagu yang dimainkan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>.. ini lagunya siapa??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dia menjawab sambil berteriak juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Kat Deluna, mas. Nggak pernah denger, pa??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ooo.. pernah denger lagunya. Tapi yang nyanyi gak tau&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh, padahal sebenarnya juga nggak tau dua-duanya. Hihihi. Biar nggak kelihatan ketinggalan aja. Ketika band kemudian memainkan lagu berikutnya, kembali saya menanyakan hal yang sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Kalo ini lagunya siapa???</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ini lagunya Flo Rida, Mas. Judulnya &#8216;Low&#8217;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya kemudian mengangguk dan mencoba tetap mengangguk-anggukkan kepala seolah menikmati lagu yang dimainkan. Edan, gue lahir tahun berapa sih ya. Kok lagu-lagu yang dimainkan sama sekali tidak ada yang saya kenal. Keterlaluan sekali. Sampai akhirnya setelah berulangkali menanyakan hal yang sama, Alya kembali bertanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#800080;"><em>. lah dari tadi lagunya nggak ada yang kamu kenal, pa Mas?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya dengan cepat menggeleng. Tepat ketika beberapa detik kemudian, band yang vokalis wanitanya berpakian ala kelinci-kelinci majalah Playboyd itu memainkan sebuah lagu yang <strong>THANK GOD</strong> akhirnya saya kenal, sehingga cukup bisa menyelamatkan nama baik saya sebagai seorang music director!</p>
<blockquote><p><em><strong>Eh Ujannnn gerimis aajeee&#8230; ikan asin diasinin.. eh jangan menangis aje&#8230;yang pergi jangan dipkirinnn..</strong>.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yak, saya kenal lagu ini!! Huahahaha&#8230; Agak gila, memang. Lagu <strong>&#8220;Hujan Gerimis&#8221;</strong>nya Benyanin S dan Ida Royani ini dibuat versi<em> jedhag-jedghug </em>tidak jelas. Dan semua orang beteriak histeris dan semakin menggila goyangnya.  Owhhh..Tobat!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah band selesai, secara resmi <em>euphoria </em>dugem dimulai. DJ tampil dengan musik-musik yang tentu saja semakin asing di telinga saya. Semua orang mulai sibuk berjoget (oh.. kok &#8216;<em>berjoget&#8217; </em>ya??). Saya sendiri mencoba menahan diri untuk tidak langsung turun ke lantai dansa (mati luuu.. bahasa gue makin jadul aja). Bukan hanya karena memang tidak mengerti dan menikmati lagu-lagu yang dimainkan, tapi juga karena sibuk memperhatikan koreografi para <em>clubbers</em> lain, gimana sih gaya <em>clubbing</em> yang benar? Siapa tau gaya clubbing melambai-lambaikan tangan kanan keatas  yang dulu nge-hits itu  udah ketinggalan jaman untuk dipraktekkan saat ini. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi namanya juga tempat clubbing, sepertinya tidak akan ada yang perduli. Semua sibuk dengan diri sendiri, atau dengan pasangannya, atau pasangan orang lain. Dan sudah jarang ada yang <em>sober</em> pula, toh? Makanya sayapun mencoba mulai sok asik menggerakkan badan mengikuti musik pada beberapa lagu. Tetap toh hati tetap tidak bisa berdusta. Saya tetap tidak merasakan dimana nikmatnya. Masih ditambah pula dengan mata yang semakin lama semakin perih dan berair karena tidak kuat dengan asap rokok dan telinga yang mendadak berdengung, akhirnya sayapun menyerah dan keluar dari tempat itu. Kemudian pulang. Setengah jam sudah cukup!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>It&#8217;s official. I&#8217;m way too old for this&#8230;. </em></p>
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1017/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1017/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1017&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/24/closing-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/mirror-ball1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MIRROR BALL</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(In The Name of) THE KING OF POP</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:05:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu! kata Ndut teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu. Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1013&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ohh.. kamu harus lewat daerah Monjali, Om! Wuihh.. kamu liat tho, trus harus kamu masukin ke blog mu!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">kata <strong>Ndut </strong>teman saya pada suatu tengah malam, ketika kami sedang menunggu taksi setelah menemani teman kami dari Jakarta yang ingin  menikmati Gudeg Pawon yang tempatnya diujung pelosok kota Jogja itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa perlu penjelasan darinya  lebih lanjut, dengan cepat saya memotong pembicaraan itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">OOOOO Aku tauuuu! Pasti tokonya Michael Jackson itu!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dia pun mengiyakan, dan kami pun serempak tertawa terbahak-bahak, meninggalkan tamu kami yang terlihat kebingungan dengan apa yang sedang kami bicarakan itu. Saya yakin Anda yang sedang membaca tulisan inipun agak-agak tidak begitu paham. Tokonya Michael Jackson? Michael Jakcson punya toko? Toko apaan? Kok di Indonesia? Kok bisa di Jogja buka tokonya? Jualan apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum semuanya semakin sibuk mengajukan pertanyaan, lebih baik saya jelaskan saja ya. Jadi pada suatu hari, saya sempat terperengah dan hampir tidak percaya ketika melewati sebuah toko yang memakai nama <strong>&#8220;Michael Jackson &#8220;</strong> di seputaran jalan Palagan Jogja. Bukan hanya namanya saja yang <em>&#8216;nendang</em>&#8216;, tapi juga di papan baliho-nya pun terpampang sketsa wajah Michael Jackson yang bertopi Fedora. Kalau namanya saja sudah cukup &#8216;nendang&#8217;, maka kalimat dibawah tulisan itu malah tidak hanya &#8216;nendang&#8217;, tapi &#8216;nonjok&#8217; banget! Coba dibaca saja :<span id="more-1013"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-1012 aligncenter" title="IMG00104-20090820-1048edit" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg?w=480" alt="IMG00104-20090820-1048edit"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Yak.. <strong>&#8220;Whitening House&#8221;</strong>. Jadi lengkapnya <strong>&#8220;Michael Jakcson Whitening House&#8221;.</strong> Kaget? Saya sih kaget sekali, karena seingat saya, saya melihat baliho ini hanya berselang beberapa  hari setelah Michael Jackson meninggal dunia. Jadi agak-agak s<em>pooky-spooky</em> gimanaa, gitu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhubung saya hanya melihat dari luar, jadi saya juga tidak terlalu paham, apa sebenarnya yang menjadi &#8216;menu&#8217; andalan di toko ini. Apa jenis usaha pemutihan yang diberikan. Kalau dari namanya, saya hanya bisa menebak-nebak buah Manggis, kalau mereka memberikan aneka jasa pemutihan, mulai dari pemutihan kulit, gigi hingga pakaian. Jadi semacam <em>one stop servic</em>es. Hehehhe. Dan karena saya juga tidak kenal dengan siapa pemiliknya, maka saya anggap saja bahwa pemilik tokonya ya pasti yang namanya dijadikan sebagai nama toko! <em>You know</em>, seperti <strong>&#8220;Gudeg Yu Djum&#8221;</strong> berarti yang punya warung gudeg itu namanya &#8220;Yu Djum&#8221;. Nah kalo toko yang ini, pasti pemiliknya ya Michael Jackson! Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari segi promosi, toko ini sebenarnya punya prospek yang cukup baik tapi juga buruk pada saat yang bersamaan. Baik, karena <em>brand</em> Michael Jackson adalah <em>bra</em>nd mahal yang dikenal oleh semua orang di seluruh dunia ini, yang untungnya (sepertinya) belum di jadikan hak paten, jadi bebas dipakai oleh siapa saja. Ditambah lagi, dengan dipakainya nama ini, pasti bisa dengan mudah mendapatkan perhatian dari khalayak ramai (saya,buktinya..hihihi..). Buruknya, yaa.. tahu sendirilah, Michael Jackson kan menderita <strong>penyakit kanker kulit leher</strong>! Bukannya nanti orang-orang malah pada ngeri sendiri ya mendekati tempat ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Ah tapi ya sudahlah, saya yakin si empunya toko sudah memikirkan masak-masak segala kemungkinan usahanya ini dimasa depan. Saya sih cukup salut dengan keberaniannya memilih nama Jacko untuk tokonya ini. Cuman, berhubung yang punya nama sudah tidak ada alias meninggal dunia, bagaimana kalau tokonya itu disesuaikan lagi namanya. Kalau <strong>Ndut </strong>sendiri mengusulkan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Gimana kalo diganti sama yang masih hidup aja. &#8220;LaToya Jackson Whitening HOuse&#8221; ,misalnya? Tuhh.. siapa coba yang kenal??</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hihihi. Kalau saya sih, nggak usahlah harus sampai mengganti. Nanti malah lebih repot lagi mengurus promosinya. Lebih baik dirubah sedikit saja menjadi,</p>
<h3 style="text-align:center;">(Almarhum) MICHAEL JACKSON WHITENING HOUSE</h3>
<p style="text-align:justify;">Lebih bener, kan?  Huahahhahahhahaa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana, Koh?</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1013/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1013/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1013&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/20/in-the-name-of-the-king-of-pop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00104-20090820-1048edit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00104-20090820-1048edit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Corporate Secretary</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 06:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng” Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh Mbak Dita, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai corporate secretary, menggantikan corporate secretary sebelumnya yang sepertinya sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1005&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>“Meeting hari ini dilaksanakan jam 13.00. Be there, ato gak dapet pisang goreng”</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah kalimat penutup dari sebuah email yang saya terima hari Selasa sore yang lalu. Email ini dikirimkan oleh <strong>Mbak Dita</strong>, salah satu rekan sekantor saya yang baru 2 bulan ini menjabat sebagai <strong><em>corporate secretary</em></strong>, menggantikan <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang sepertinya sudah terlalu menikmati kehidupan pengantin barunya sehingga lebih memilih menyerahkan tugas maha berat  yang dibebankan padanya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1006 aligncenter" title="IMG00102-20090812-1309" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=191&#038;h=159" alt="IMG00102-20090812-1309" width="191" height="159" /></p>
<p style="text-align:justify;">Memangnya apa sih tugas seorang <em>corporate secretary?</em> Saya sendiri juga tidak tahu. Hihihi. Tapi yang pasti, salah satu tugasnya, adalah <strong>menjadi panitia tunggal untuk agenda kegiatan <em>meeting</em>/rapat.</strong> Segala rapat. Mulai dari rapat mingguan, rapat bulanan, rapat tiga bulanan, rapat tengah semester, rapat tahunan hingga <em>general meeting</em> atau meeting komisaris. Belum lagi meeting-meeting dadakan lainnya, yang otomatis juga menjadikan <em>corporate secreta</em>ry  sebagai manusia paling ribet di kantor. <em>Rempong jay</em>a, kalau kata anak gaul sekarang bilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ribet, karena ibu satu anak ini harus rela  jungkir balik mengingatkan teman-temannya untuk tidak terlambat mengumpulkan laporan mingguannya (karena kalau terlambat atau <em>mepet</em> waktu pengumpulan, maka dia juga yang akan kerepotan dalam meng-<em>compile</em>-nya). Itu baru keribetan pertama. Keribetan kedua, tentu saja setelah laporan-laporan itu terkumpul, maka perempuan yang sekilas mirip dengan artis top <strong>Fitri Tropika</strong> ini *<em>eeww</em>w* harus berjumpalitan di udara (agak susah mencari perumpaan yang pas untuk menggambarkan usahanya, apalagi “jungkir balik” tadi sudah dipakai terlebih dahulu hehehe) mengajak  para peserta meeting untuk segera berkumpul di ruang meeting. <em>Believe me</em>, usaha ini memerlukan sebuah kemampuan khusus yang tidak semua orang memilikinya!</p>
<p style="text-align:justify;">Se-tidak disiplin itukah orang-orang dikantor saya sehingga mengharuskannya berjibaku setiap minggunya? <span id="more-1005"></span>Enggak juga sebenarnya. Kami sih tetap bisa (mengusahakan) yang namanya disiplin, tepat waktu dan teman-temannya itu. Tapi kantor saya tetap saja sama dengan semua kantor di seluruh muka bumi ini, dimana hampir semua pekerjanya sama-sama tidak terlalu gembira setiap kali harus membuat aneka ria laporan dan menghadiri sebuah meeting. Sama halnya dengan urusan <strong><em>deadline</em></strong>, mengumpulkan pekerjaan atau laporan disaat-saat terakhir (<em>last minute</em>) menjadi sebuah kebiasaan yang cukup sulit untuk dihilangkan.  Dan <strong>Dita</strong> sepertinya sangat faham sekali akan fakta tak terbantahkan itu. Mungkin juga mendapat masukan dari <em>corporate secretary</em> sebelumnya yang bernama <strong>Rest</strong>a tapi lebih populer dengan panggilannya : <strong>Mamak</strong> (jauh bener&#8230;).</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, setelah (mungkin) di bulan pertama dia melakukan sebuah penelusuran intensif ala Densus 88 perihal adat dan kebiasaan teman-temannya yang suka menunda-nunda pengumpulan laporan (dan dia dibuat kerepotan karenanya), maka di bulan kedua dia menjabat, dia membuat sebuah lonjakan dahsyat dalam karir kesekretarisannya!! *<em>pakai dua tanda seru biar makin seru</em>*.   Sekedar informasi, <em>deadline</em> penyerahan laporan di kantor kami adalah setiap hari Selasa jam 3 sore. Dan di Senin malamnya, tiba-tiba saja saya (dan pastinya teman-teman saya yang lainnya juga) menerima sebuah SMS berantai darinya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Haai.. Jangan lupa ya. Besok laporan mingguan dikumpul sebelum jam 3. Yang ngumpulinnya paling duluan, ada hadiahnya lhoo&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. Apa-apaan ini&#8230; Saya yakin, semua penerima SMS itu pasti akan bereaksi yang sama. Geli sendiri melihat usaha mbak ini mendisiplinkan teman-temannya. Berhasilkah usahanya ini? Sepertinya tidak terlalu. Buktinya, saya yang <em>ehm</em>, tergolong paling cepat dalam hal pengumpulan laporan,  hanya mendapatkan sebuah <strong>permen Jahe</strong> (!) sebagai kompensasi terhadap kecekatan saya dalam mengumpulkan laporan. Begitu mengetahui hadiah yang disediakan oleh <em>corporate secretary</em> ini tergolong dibawah standar, tentu saja membuat anak-anak lain semakin tidak terlalu bernafsu mempercepat pengiriman laporannya. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Seolah tidak jera dengan usahanya yang pertama itu, di minggu berikutnya dia mencoba cara yang lain lagi. Serupa tapi tidak sama.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Ayo ayo.. Jangan lupa besok deadline pengumpulan laporan jam 3 sore ya. Siapa yang mengumpulkan sebelum jam 3, dia yang paling ganteng&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Soyo ra mutu, tho?? </em>(baca : makin tidak bermutu, kan?).</p>
<p style="text-align:justify;">Huahahaha. Tapi untuk usahanya kali ini, cukup membuat saya tergelitik dan bersemangat untuk menurutinya. Karena sebagai orang yang memproklamirkan diri sebagai mahluk paling ganteng sekantor, saya tentu saja tidak terima jika gelar itu dirampas oleh orang lain, hanya gara-gara urusan terlambat mengumpulkan laporan! Akhirnya  hanya dalam waktu tidak lebih dari setengah jam, laporan itu pun bisa saya serahkan  sekitar jam 12 siang, dan Dita-pun langsung menuliskan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">Ternyata DEKA yang paling ganteng. Ayo siapa berikutnya&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">di status <strong>Yahoo Messenge</strong>r-nya.  Hehehehe.  Agak-agak nggak penting ya kelakuan kami ini. Tapi disadari atau tidak, justru <em>gimmick-gimmick</em> atau becandaan sederhana seperti yang juga kita lakukan pada <em>corporate secretary</em> yang dulu (dan kepada Dita sekarang) adalah salah satu kegiatan mingguan yang cukup menghibur diantara setumpuk stress pekerjaan yang menumpuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sebuah &#8216;penyegaran&#8217; setiap kali melihat <strong>Dita</strong> harus menarik-narik baju temannya untuk segera masuk ke ruang meeting, sementara yang ditarik bajunya malah dengan cueknya menggodanya dengan cara membesarkan volume <em>headphone</em> dan sibuk bernyanyi-nyanyi sendiri. Juga sebuah hiburan yang  menyenangkan ketika para peserta meeting yang sudah lebih dahulu memasuki ruangan meeting kemudian memilih keluar lagi dengan alasan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Ah.. ntar aja.. belom ada orang&#8230;!</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan <strong>Dita</strong> kembali kerepotan menarik-narik semua orang untuk masuk kedalam. Seru. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah salah satu contoh usaha keras Dita mengunci kami dari luar ruangan meeting supaya para peserta meeting yang sudah berhasil ditangakapnya tidak melarikan diri.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-1007 aligncenter" title="IMG00101-20090812-1301" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=215&#038;h=161" alt="IMG00101-20090812-1301" width="215" height="161" /></p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa sekali orang ini. Begitulah resiko bekerja di perusahaan yang isinya orang-orang dengan ide kreatif gila (dan dengan tingkat keisengan yang agak melampaui batas!). Kita lihat saja bentuk kreatifitasnya yang lain untuk menghadapi kebandelan teman-temannya ini. Hahaha. Tekanan pekerjaan memang sering membuat kita gila sendiri, ya? Dan alangkah menyenangkannya bila kita masih bisa tertawa disela-sela himpitan pekerjaan harian itu, walau mungkin harus (sedikit) tertawa diatas penderitaan orang lain. Hehehe. <em>Sing sabar yo, Nduk&#8230;.<br />
</em></p>
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1005/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1005/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1005&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/18/corporate-secretary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00102-20090812-1309.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00102-20090812-1309</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/img00101-20090812-1301.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00101-20090812-1301</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaikat Juga Tahu</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:18:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. Angels and Demon. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1001&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Katanya, dalam diri setiap manusia itu ada 2 sisi yang saling berlawanan. Baik dan buruk. <em>Angels</em> <em>and Demon</em>. Putih dan Hitam. Walaupun dalam kehidupan sebenarnya, kadang ada sebuah area yang terletak diantara baik dan buruk itu, yang menyebabkannya menjadi tidak jelas, apakah itu berwarna putih (baik) atau hitam (buruk). Hanya warna abu-abu yang terlihat. Seperti lagunya<strong><em> Teach Me How To Dream</em></strong>-nya <strong>Robin McAuley</strong>, saya sebenarnya juga percaya <em>that I only see things black and white, never shades of grey</em>. Kalaupun ada warna abu-abu, berarti saat itu warna hitam dan putih sedang berpadu. Dan bisa jadi, saat itu sebuah kebaikan sedang berbadu dengan sebuah keburukan. Benarkah itu bisa terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hari lalu, saya dikunjungi oleh seorang perempuan tua di kantor. Edan, agak horor ya kesannya. Hehe. Perempuan berusia 63 tahun itu bernama <strong>Ibu Viendri</strong>. Beliau ini adalah salah satu pendengar setia radio tempat saya bekerja sekarang. Setiap kali saya siaran, Ibu ini selalu menyempatkan diri untuk menelepon, sekedar ingin mendengarkan lagu favoritnya atau sekedar berkirim-kirim salam kepada teman-temannya. Bahkan tidak hanya di program yang saya bawakan saja. Tapi hampir semua program, nama Ibu ini cukup sering eksis berkumandang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya, kemarin itu beliau mengunjungi saya di studio, dengan membawakan masakan yang dibuatnya sendiri. Gila, ya? Dibela-belain dari rumah. Padahal untuk berjalan saja, si Ibu ini sebenarnya sudah agak kesulitan karena kaki kirinya sedikit terganggu akibat penyakit asam urat. Tapi dengan niatnya, dia bisa sampai ke studio sendirian, dengan diantar oleh taksi yang dimintanya untuk menunggu di depan kantor, sampai selesai kunjungannya. Mengharukan sekali. Dengan diiringi pandangan keheranan teman-teman sekantor lainnya yang memang termasuk jarang menyaksikan kantor kedatangan tamu berumur diatas 60-an <em>*hehehe*,</em> saya menemani Ibu ini mengobrol ngalor-ngidul di sofa ruang depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika akhirnya pertemuan kami harus selesai karena saya harus siaran, saya kemudian pamit kepada beliau. Dan si Ibu ditinggal sendirian di bawah? Tentu saja tidak. Gantian <strong>Sita</strong>, penyiar sebelum saya yang menemani beliau, karena si Ibu ini nampaknya betah betul berada di kantor kami. Sebelum naik, saya terlebih dulu menyempatkan diri untuk  keluar menuju kantor, mendekati taksi berwarna biru yang sedang menunggu si Ibu diluar. Dengan cepat, saya mengeluarkan uang 50 ribu rupiah dari dalam dompet dan memberikannya kepada si supir, sambil berkata</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Pak.. ini buat bayar ongkos taksi Ibu ini pulang ya. Nanti kalau Ibu itu mau bayar, biar bayar kurangnya aja&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung dibalas dengan anggukan si bapak supir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik banget ya, saya? Bentar&#8230; jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dulu. Hehehe.<span id="more-1001"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, seperti yang saya bilang dan tulis diatas barusan, saya terharu sekali mendapat kunjungan Ibu ini. Dengan kondisi yang tidak terlalu sehat, masih sempat-sempatnya beliau datang ke kantor hanya untuk bertemu dengan saya dan penyiar-penyiar lainnya, masih dibawakam makanan yang dibuatnya sendiri pula. Makanya, timbul niat saya untuk mengucapkan rasa terima kasih itu dengan cara &#8216;mengganti&#8217; biaya taksi yang akan dikeluarkannya, tanpa sepengetahuannya. Tidak banyak, tapi paling tidak bisa &#8216;meringankan&#8217; bebannya, lah. <em>That&#8217;s why</em>, akhirnya saya memberikan uang itu kepada si bapak supir taksi itu. Karena kalau mau memberikan uangnya kepada si Ibu, duuuh.. agak-agak <em>wagu</em>, ya&#8230; hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dibalik niat yang menurut saya cukup mulia itu <em>*uedannn*,</em> tersimpan juga sebuah keinginan terselubung, yang sebenarnya malah tidak bisa dikategorikan dalam perbuatan yang mulia sama sekali. Ketika niat &#8216;membantu&#8217; itu muncul, pada saat yang bersamaan muncul pula niat saya yang lain. Saya membayangkan, sesampainya beliau di rumah, dia pasti akan terkejut ketika si supir itu bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">.. Bu, nggak usah bayar penuh&#8230; Tadi mas-mas yang ganteng di kantor itu sudah ngebayarin&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan Ibu itu pasti akan terharu, kemudian akan semakin mengagumi saya! Luar biasa anak muda itu. Sudah ganteng, suaranya bagus, ramah, baik lagi! SEMPURNA! Huahahahhaa.. Busuk sekali ya niat saya itu? Sampai akhirnya si Ibu pulang, dan menelpon saya dari rumahnya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">Nak Deka.. Ibu sudah sampai di rumah&#8230; jangan lupa diicipi ya masakan Ibu&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Lah? Kok? Nggak ada ucapan terima kasih sudah dibayarin ongkos taksinya? Nggak ada pujian dan sanjungan buat saya? Nggak ada sama sekali????? Kebangetan banget sih si Ibu ini? Huhh.. Dengan agak sedikit bete walau dengan nada ucapan yang diusahakan seolah tidak terjadi apa-apa, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan beliau. Sambil kemudian turun kebawah untuk mengambil minum. Entah mengapa saya tiba-tiba merasakan haus saking bete-nya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perjalan kebawah, tanpa sengaja saya mendengarkan percakapan antara <strong>Indah</strong> yang menjaga meja <em>front office</em> dengan Sita, penyiar yang menemani ibu Vien setelah saya pamit untuk siaran tadi. Kepada Sita, Ibu ini bercerita bahwa ketika dalam perjalanan dari rumahnya menuju ke studio kami, dia merasa &#8216;<em>diputar-putari</em>&#8216; oleh supir taksi yang dipanggilnya itu. Maksudnya, taksi sengaja mencari jarak yang lebih jauh dari jarak yang semestinya, supaya argometernya menjadi lebih banyak. Kasus seperti ini memang sudah sering terjadi, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar cerita ini, secara sepihak saya langsung menyimpulkan bahwa uang 50 ribu yang saya berikan untuk meringankan ongkos taksi si Ibu tadi, pasti diembat sendiri olehnya!</p>
<p style="text-align:justify;">UGH! Pantas saja si Ibu tidak bilang terima kasih!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, seharian saya sibuk mengumpat, mencaci-maki si sopir taksi itu. Kok bisa ya dia berbuat jahat seperti itu? Kepada seorang perempuan berusia senja. Dia pasti melihat sasarn empuk yang tidak berdaya untuk dikerjain. Keterlaluan! Tapi beberapa saat kemudian, saya tiba-tiba juga tersadarkan, kok bisa-bisanya saya mencaci-maki perbuatan tidak terpuji si supir itu, ya? Sementara apa yang saya lakukan sebelumnya juga bukanlah sebuah perbuatan yang jauh lebih baik???  Gila ya loe, Dek! Berbuat sesuatu karena ingin dipuji setinggi langit?? <strong><em>What the hell was that?????</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, saya juga heran kok ya bisa-bisanya saya se-<em>shallow</em> itu. Dan akhirnya saya malah jadi malu sendiri. Tuhan sepertinya tanpa permisi langsung menampar saya saat itu juga, memperlihatkan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan itu sangatlah memalukan. Dan dengan caranya itu juga, mungkin saya sudah sepantasnya malah berterima kasih kepada supir taksi itu, atas apa yang (mungkin) dilakukannya. Karena dengan perbuatannya itu, saya bisa terhindar dari kebodohan-kebodohan selanjutnya yang mungkin saya lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, seandainya ternyata uang saya itu digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu si Ibu membayar ongkos taksi, kemudian si Ibu merasa terharu dan kemudian menelepon saya untuk mengucapkan terima kasih dan  memuji saya setinggi langit seperti yang saya idam-idamkan dari awal itu <em>*owhhh&#8230;</em>*, bisa dibayangkan bagaimana saya bisa menjadi besar kepala setinggi langit, dan menjadi sombong karenanya. Bisa saja, kan? Tapi untung saja itu <span style="text-decoration:line-through;">belum </span>tidak sempat terjadi. Gila, ya? Tuhan memang bisa mengingatkan hambanya dengan berbagai cara.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ini yang selama ini dimaksudkan oleh pepatah, <em><strong>&#8220;Ketika kita memberi dengan tangan kanan, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya&#8221;.</strong></em> Berbuat baik itu memang tidak memerlukan sebuah alasan. Kalau mau berbuat baik, berbuatlah. Tidak usah disertai dengan embel-embel macam-macam. Apalagi berbuat baik karena menginginkan sesuatu dibaliknya. Walau jujur, dari dalam hati yang paling dalam saya masih saja mencoba membela diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Lho.. niat awal gue beneran ingin membantu, kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi tetap saja, pembelaan diri itu terdengar bodoh sekali. Malaikat pasti tidak akan keliru dalam membedakan kok, mana niat yang baik, mana niat yang buruk, dan mana yang niat baik dan buruk sekaligus  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em></em></p>
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/1001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=1001&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/06/malaikat-juga-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Father Figure</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya tidak perlu kaget lagi kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya? Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=995&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagai orang yang setiap pagi sering menyempatkan diri meng-update informasi selebritas di pagi hari, seharusnya saya <strong>tidak perlu kaget lagi</strong> kala menyaksikan sebuah berita yang berisi tentang perseteruan sepasang suami istri, atau bahkan mantan suami istri, seputar hubungan rumah tangga mereka. Seharusnya, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi minggu lalu, saya sempat kaget yang amat sangat ketika menyaksikan berita tentang aksi pelaporan dari mantan istri seorang vokalis band yang menyatakan dia baru saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan mengarah pada aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari manta suaminya. Biasalah, sambil menangis-nangis dia memberikan keterangan kepada para wartawan yang sepertinya kemudian mem<em>blow-up </em>berita itu menjadi berita utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan aksi tuduhan KDRT itu sebenarnya yang membuat saya kaget. Karena –sekali lagi, itu sudah sering terjadi dan selalu ditampilkan dalam infotainment, bukan? Tapi yang jelas-jelas membuat saya kaget adalah pernyataan dari ayah si mantan suaminya yang dengan santai-nya berkomentar singkat tentang perkara yang menyeret nama anaknya itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. KDRT itu kan baaaaa&#8230;nyaakk macamnya&#8230; kalau cuma sebatas tampar-tampar saja sih, itu mah masih wajarr&#8230; Toh tidak sampai menyebabkan berdarah.. atau patah tulang, lah&#8230;”</em></span></p>
</blockquote>
<h1>WHATTTT????</h1>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, walaupun saya biasanya suka mendramatisir sesuatu, tapi pernyataan si bapak itu tadi asli sesuai dengan apa adanya. Tidak lebih, tidak kurang. Saya sendiri sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Karena reaksi dan ekspresi si bapak ketika mengatakan hal itu amatlah sangat datar dan tanpa rasa berdosa sama sekali. Memprihatinkan sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya prihatin, karena ternyata konsep <strong>‘kekerasan’</strong>, terutama sebuah tindak kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga, bisa berbeda-beda artinya untuk setiap orang. Kok bisa ya? Apa bapak ini tidak tahu, bahkan sebuah ucapan bernada hinaan  kepada seorang istri itu juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Apa dia juga tidak pernah diberi tahu, bahwa seorang suami yang melarang istrinya untuk bersosialisasi atau berkumpul dengan keluarga atau saudara-saudaranya, juga bisa dikategorikan sebagai KDRT? Pastinya bapak ini tidak tahu. Lha wong MENAMPAR aja menurut dia adalah sebuah perbuatan yang bisa dimaklumi kok&#8230;..<span id="more-995"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari benar/tidaknya tuduhan si vokalis band ini melakukan kekerasan itu (menampar dan sebagainya), bukan salah saya dong kalau kemudian saya menganggap kalaupun dia kemudian terbukti bersalah, maka <strong>si bapaknya ini juga bisa dipersalahkan</strong>? Lah cara dia  mendidik anaknya aja kaya begitu? Saya sih tidak tahu, jangan-jangan aksi menampar memang sudah menjadi budaya di keluarga mereka. Mungkin itu malah menjadi sebuah ciri khas keluarga mereka, yang menjadikan tampar-menampar adalah sebuah wujud perhatian. <em>You know</em>, kalau biasanya yang dilakukan orang ketika bertemu adalah berjabat tangan atau cium pipi kanan-kiri, makan di keluarga mereka adalah saling menampar!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang belum pernah merasakan yang namanya hidup berumah tangga. Belum sama sekali. Tapi dari dulu sampai sekarang, saya juga belajar untuk mencari tahu, apa-apa saja yang perlu dipelajari untuk bisa melanggengkan jalan sebuah perahu yang bernama “Rumah Tangga” itu. Dan menurut saya, keinginan untuk SALING MENGHORMATI (<em>respect</em>) adalah salah satu janji yang paling penting, diantara janji-janji untuk membina hubungan lainnya. Itu yang harus dimengerti. Itu yang harus dipelajari.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa saya bisa sangat benci sekali dengan pernyataan si bapak itu. <em>Clearly</em>, dari pernyataan itu lagi-lagi tersimak jelas, betapa perbuatan kekerasan fisik (terhadap perempuan) adalah hal yang bisa dimaklumi. Dan yang membuat saya semakin tidak suka, karena pada saat yang bersamaan, saya justru sedang dihadapkan pada sebuah moment yang sangat berkebalikan dengan hal itu. Sebuah moment dimana saya justru mendapat contoh yang indah sekali, tentang bagaimana seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ayah saya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">36 tahun sudah usia pernikahan kedua orang tua saya. 36 tahun juga, saya tidak pernah melihat sekalipun Ayah saya  melakukan perbuatan hal yang merendahkan harga diri ibu saya. Bertengkar pasti pernah, tapi semua selalu bisa diselesaikan dengan tanpa melibatkan sebuah aksi kekerasan. Ayah begitu menghormati perempuan yang dinikahinya itu. Hingga saat ini, saat dimana saya tidak pernah melihat sebuah <span style="text-decoration:line-through;">cobaan</span> ujian hidup yang begitu menguras airmata kami sekeluarga, selain di satu tahun terakhir ini. Saat dimana Ibu akhirnya harus rela melakukan <strong>kemoterapi </strong>untuk Kanker Payudara yang dialaminya. Hampir setengah tahun sudah Ibu menjalani proses kemo ini. Dan sudah hampir setengah tahun juga, kondisinya melemah, sosoknya terlihat semakin kecil, rambutnya rontok helai demi helai. Masih ditambah dengan deraan rasa mual yang tidak henti. Semuanya memang harus Ibu alami, sebagai efek dari Kemoterapi yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua tahu bahwa kami akan berhadapan dengan itu. Tapi tetap tidak ada perasaan nyaman, ketika melihat orang yang kita cintai terbaring tidak berdaya. Apalagi saat ini, keempat anaknya sudah tinggal jauh dari rumah, sibuk dengan berbagai permasalahannya masing-masing, sehingga tinggallah Ayah yang sendirian menemani Ibu. Ayah yang dengan sabar selalu mengantarkan ibu di tengah malam buta untuk ke UGD setiap kali Ibu merasakan sesak didadanya. Ayah yang selalu membaluri lengan ibu dengan minyak kayu putih untuk meredakan lengannya yang bengkak karena selang Infus yang berganti berulang kali. Ayah yang juga dengan lapang dada pergi ke pasar, berbelanja dan memasak makanan untuk ibu di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_996" class="wp-caption aligncenter" style="width: 159px"><img class="size-full wp-image-996" title="let the man do the shopping" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg?w=480" alt="Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan"   /><p class="wp-caption-text">Ayah ketika berbelanja di Pasar Tukangan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Semua itu Ayah lakukan dengan tanpa mengeluh. Ayah saya, teman-teman. Seorang purnawirawan Angkatan Darat berpangkat Kolonel, yang selama ini saya kenal sebagai orang yang keras, tidak suka berbasa-basi dan pendiam. Baru sekarang kami seolah tersadarkan, dibalik segala sikapnya yang cenderung dingin, tersimpan sebuah bongkahan rasa cinta yang luar biasa kepada ibu dari keempat anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mendampingi anggota keluarga yang sedang mendapat perawatan kemoterapi adalah bukan sebuah perbuatan yang mudah. Bukan sama sekali. Tapi Ayah bisa melakukan itu dengan kesabaran luar biasa. Sehingga kami anak-anaknya menjadi sangat maklum sekali, jika Ibu selalu mencari ayah setiap kali kami bergantian yang menjaganya, dan Ayah pergi sebentar untuk shalat di Masjid rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagaimanapun, Ayah tetaplah seorang manusia biasa. Bukan malaikat (walau saya melihat dia adalah sebuah perwujudan wakil dari Tuhan dalam wujud seorang laki-laki berambut putih dan berumur 63 tahun). Seorang manusia biasa, yang bisa marah ketika Ibu tidak mau memakan hasil masakan yang telah dibuatnya dengan susah payah (walaupun akhirnya beliau bisa memaklumi, karena hal itu terjadi akibat dari rasa mual yang amat sangat sebagai akibat dari kemoterapi Ibu. Ayah juga manusia biasa yang bisa menangis ketika mengabari anak-anaknya, bahwa ibu mereka baru saja mengalami kejang dan akhirnya terjatuh pingsan ketika ditengah pengobatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, semua pun pasti akan sakit menyaksikan anggota keluarga lainnya jatuh sakit. Tapi pada akhirnya, tidak ada orang lain yang paling bisa mendampingi dan memberikan penghiburan serta kekuatan kepada si sakit, selain keluarga sendiri sebagai orang terdekat mereka. Dan Ayah saya sudah memberikan bukti itu dengan segala kesederhanaan cara yang  sangat indah. Cara yang bisa dilihat dan dijadikan contoh oleh anak-anak, menantu dan cucu-cucunya. Betapa hebatnya pengabdian cinta Ayah saya kepada Ibu. Dan betapa begitulah seharusnya seorang pria memperlakukan seorang perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu jelas terasanya kasih sayang mereka, hingga beberapa minggu lalu saya sempat berkaca-kaca ketika melihat status adik saya di Facebook. Disitu tertulis :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.. I want to be a woman like my MOM. And find a man just like my DAD</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/995/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=995&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/08/03/tampar-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/08/let-the-man-do-the-shopping.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">let the man do the shopping</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DK loves KD</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 06:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama Kris Dayanti. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di FeMale Radio Jogja, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=986&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saya tidak begitu mengerti, apa yang membuat saya bisa jatuh hati setengah mati dan memuja seorang perempuan bernama <strong>Kris Dayanti</strong>. Mungkin demikian juga yang ada di pikiran teman-teman sekantor saya dulu di <strong>FeMale Radio Jogja</strong>, yang tidak habis pikir bisa-bisanya poster bergambar Kris Dayanti dalam 4 pose yang berbeda, bisa terpampang di ruang kerja saya. Ah, seandainya saja mereka tahu ,betapa dibutuhkan sebuah perjuangan yang cukup panjang untuk sampai akhirnya bisa mendapatkan poster itu. Bayangkan, setelah bersusah payah merengek-rengek kepada orang label rekaman tempat KD bernaung (dan akhirnya poster yang dijanjikan tidak juga kunjung datang!), akhirnya saya harus mengeluarkan uang sendiri untuk (memaksa) beli poster itu di toko kaset langganan saya, dan kemudian membingkainya sendiri pula. Oh sungguh niat!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya, apa yang saya lakukan itu memang terdengar <em>lebai </em>sungguh, bahkan keterlaluan. Tapi cobalah melihatnya dari kacamata<strong> &#8216;kekaguman seorang fans kepada artis pujaannya&#8217;.</strong> Maka semua tingkah ajaib seorang &#8216;penggemar&#8217; akan terasa termaklumi saja. Tinggal tergantung seberapa besar rasa kekaguman itu saja. Ada yang hanya sekedar mengagumi dalam diam, ada yang bahkan sampai berusaha menunjukkannya kepada si bintang pujaan, dengan cara <em>camping</em> di halaman sekitar tempat tinggal artis itu, misalnya. Jujur, saya <span style="text-decoration:line-through;">belum</span> bukan termasuk yang segitunya. Karena, ya saya juga masih cukup punya harga diri lah, walau tidak seberapa. Karena saya juga selalu menganggap saya ini artis juga, jadi apa kata fans-fans saya kalau melihat kelakuan saya seperti itu?? <em>*oke, tolong anggap saja kalimat terakhir ini tidak pernah ada ya*</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Se-gila&#8221; apa sih saya terhadap  mbak KD ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih menganggap kekaguman saya ini masih dalam tahap <strong>cukup wajar</strong>. Sama seperti orang-orang lain, mungkin juga banyak yang mengikuti perjalan karirnya. Tapi mungkin hanya saya yang tahu secara detail.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Nggak banyaj yang tahu kan, kalau dulu KD ini menjadi cover majalah pertama kali adalah untuk majalah cerita remaja bernama <strong>ANITA CEMERLANG? </strong>Waktu itu rambutnya masih keriting papan, menggunakan baju polkadot hitam putih. Mengejutkan, bukan? Iya saya tahu, yang mengejutkan mungkin lebih pada kekagetan kalian, kok bisa-bisanya anak SD seperti saya bacaannya kok Anita Cemerlang.. hahahaha&#8230;</li>
<li>Semua orang mungkin tahu kalau Kris Dayanti pernah menjadi juara G<em><strong>rand Champion Asia Bagus</strong></em>. Tapi tidak semuar orang tahu, kalau dia pernah membuat 2 buah lagu yang direkam sebagai hadiah lomba nyanyi itu, berjudul<strong><em> &#8220;Show Me The Way To Your Heart</em></strong>&#8221; dan <em><strong>&#8220;Lost in The Storm&#8221;</strong></em>. Saya tahu! Dan bahkan masih hafal dengan reffrain lagu itu! Sama juga dengan masih hafalnya saya dengan lagu <strong><em>&#8220;Learning From Love&#8221;</em></strong> yang dinyanyikannya ketika grand final dan pernah direkam ulang oleh <strong>Regine Velasquez </strong>itu&#8230;</li>
<li>Jauh sebelum KD menjadi juara di Asia Bagus dan Cipta Pesona Bintang RCTI dulu, KD dulu juga pernah membuat single untuk film <strong>&#8220;Catatan Si Emon&#8221; <em>*</em></strong><em>owhhh</em>*, berduet dengan James F.Sundah berjudul &#8220;Jangan Lagi&#8221;. Disini namanya masih <strong>Dayanthie</strong>, bukan Kris Dayanti.</li>
<li>Begitu juga dengan pemunculan pertama KD di dunia sinetron, yaitu lewat salah satu episode <strong>&#8220;Jendela Rumah Kita&#8221;</strong> di TVRI. Nggak banyak yang ingat barangkali, kalau judul episode itu adalah &#8220;Gadis Manis Dalam Gerimis&#8221;&#8230;.  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Itu mungkin hanya beberapa hal dari banyak hal lagi yang saya selami <em>*uedannn*</em> tentang Kris Dayanti. Masih cukup wajar kan, ya? Tapi bagaimana dengan kisah yang satu ini&#8230;<span id="more-986"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terjadi di sekitar tahun 2004, sewaktu saya masih menjadi <em>Music Director</em> di<strong> Radio Prambors Jogja</strong>. Salah satu teman saya <strong>Fanny Rahmasari</strong> yang jago bergosip itu menghubungi saya. Mengabarkan bahwa KD bersama Erwin Gutawa akan menggelar konser di Jogja sebagai rangkaian dari perayaan ulang tahun acara infotainment yang dibawakannya itu. Dan dia menawarkan kepada saya (well, kepada Prambors Jogja, tepatnya) untuk menyediakan waktu interview bersama Kris Dayanti dan Erwin Gutawa.  Apakah saya bersedia?</p>
<p style="text-align:justify;">Heh? Gila kali ya ditanya apakah saya bersedia! Bayangkan! Meet KD in person?? Kapan lagi? Hihihi. Makanya, setelah menutup telepon dari Fanny, langsung saya membuat order mendadak kepada anak-anak program bahwa KD dan rekan-rekan akan datang hari itu, mengatur jadwal interview, dan secara sepihak langsung memberi order siapa yang bertugas mewawancarai : <strong>SAYA!</strong> Hahhaha. Sungguh egois sekali. Untungnya anak-anak tidak ada yang berani protes, karena mereka sudah sangat paham betul, tidak ada yang lebih menguasai bahan tentang bintang tamu yang satu ini selain saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai mengatur segala sesuatunya di kantor, saya kemudian langsung pulang. Lho? Iya, saya langsung balik ke kos dan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. ganti baju! OOOOWWWWWWHHHHH&#8230; Berlebihan! Berlebihan!! Ya gimana dong, lha wong mau ketemu sama artis pujaan, jadi ya harus pakai baju yang pantas, kan? Hahaha. Sambil kemudian saya juga membawa serta buku <strong>&#8220;10001 KD</strong>&#8221; yang tebalnya hampir seperti buku skripsi  itu, plus juga CD album terbarunya, <strong>&#8220;Cahaya&#8221;</strong>. Tujuannya jelas toh, biar di tandatangani sama yang punya. Lengkap sekali ya persiapan saya buat ketemu idolanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya&#8230;.  Jeng jengggg&#8230;&#8230; <em>it&#8217;s showtime!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Datanglah KD memasuki studio. Kesan pertama melihat KD muncul didepan saya adalah satu : <strong><em>Kinclong! </em></strong>Uhuhuhu. Dengan baju tanpa lengan dan celana 3/4 yang pas di badan, tetap dengan kacamata hitam, tanpa <em>make up </em>tebal, tapi dengan rambut yang tertata indah, yang kalau kata anak-anak gaul sekarang adalah : <strong>rambut stamina! </strong>Karena ditata dengan amat sangat niat dan membutuhkan stammina yang tinggi pula. Hehehe. Dengan tanpa basa-basi dia langsung memperkenalkan diri,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Haloo&#8230; Apa kabar.. Saya Yanti&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menjabat tangan saya yang pasti sudah dingin. Deg.. deggg..degg&#8230; saya merasakan betul tangan saya gemetaran bersalaman dengannya. Sumpah, seumur-umur interview dengan artis, baru kali ini saya merasakan demam panggung yang luar biasa. Biasanya, sepopuler apapun artis itu, saya nggak pernah ambil pusing. Tapi ini lain sekali rasanya. Hingga akhirnya kami bersama menuju kabin siaran untuk sesi interview. Tidak hanya KD sendiri, tapi juga diikuti oleh Erwin Gutawa dan juga Fanny sendiri sebagai salah satu panitianya. Tentu saja 2 orang yang saya tuliskan terakhir ini tidak saya gubris sama sekali. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri sudah agak lupa materi apa saja yang kita perbincangkan. Tapi yang saya ingat sekali, ketika menjelang interview itu berakhir, saya merasakan gelisah yang luar biasa sekali. Gelisah, karena niat saya untuk meminta tanda tangan mbak Yanti di buku dan CD nya belum juga terlaksana. Selalu tertunda. Ada perasaan malu dan ragu (<em>see</em>..masih ada lho malunya!). Tapi akhirnya ketika sesi terakhir interview akan berakhir, dengan nekad saya kemudian mengeluarkan buku dan CD yang saya simpan di kolong meja siaran (OH!), dan menyodorkannya kepada KD sambil tersipu malu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8230; Mbak.. ummm.. minta tanda tangannya yaah&#8230;.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang langsung disambut dengan tertawaan KD sambil berkata,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Oalahh.. ya ampunnnn Masss&#8230; mbok bilang dari tadi tho ya.. pake malu2 segala&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Itu komentar KD yang saya ingat, yang membuat saya semakin kagum betapa ramahnya perempuan yang satu ini. Langsung saja diambilnya buku dan CD tersebut, ditanda-tangani, dan dikembalikan lagi kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-987 aligncenter" title="Image007" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Image007" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;">Buku sudah. CD sudah. Apalagi ya? Kok seperti ada yang kurang. Oh iya, <strong>foto! </strong>Harus ada bukti yang lebih otentik lagi. Akhirnya sebelum rombongan mereka pergi meninggalkan studio, <em>again,</em> dengan muka tembok tapi malu-malu (gimana coba tuh??), saya meminta ijin kepada KD untuk berfoto bersama. Entah karena memang begitu baiknya orang ini atau karena gemes melihat saya yang suka malu-malu  tapi mau banget kalau meminta sesuatu, KD pun dengan ramah mengiyakan, dan bahkan (ini yang membuat saya <em>amazed</em>) meraih Handphone saya,  mendekatkan badannya kearah saya, dan dia sendirilah yang mengambil gambar kami berdua.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-988 aligncenter" title="deka &amp; krisda" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg?w=480" alt="deka &amp; krisda"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Mirip gak, sih? Huahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Speechless</em>, gemetar dan senang luar biasa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya setengah jam saja waktu saya bertemu dan berdekatan dengannya. Karena tidak berapa lama  kemudian mobil Mercy yang membawanya bersama Anang pun meninggalkan studio. Pertemuan kami hari itu diakhiri dengan lambaian tangan dari KD yang diiringi dengan senyuman manis dan ucapan</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. makasih ya Deka&#8230;. dari KD.. buat DK&#8230; eh, sama ya nama kita? hehehe.. Daaaaah&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ohh&#8230; <em><strong>I Love you fuulll&#8230;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Norak ya? Nggak apa-apa deh. Saya terima. Namanya juga ngefans. Hanya dari pertemuan singkat itu, saya seperti melihat sisi lain dari sosok artis idola saya ini. Sifat &#8216;<em>nJawani&#8217;</em>nya yang masih kental, sifat ramahnya yang memperlihatkan bahwa dibalik segala kemewahan dan gemerlap penampilannya sebagai seorang penghibur, dia tetap saja perempuan biasa. Saya sih tidak menangkap ada kesan &#8216;sok diramah-ramahin&#8217; atau kesan dibuat-buat darinya. Entah ya kalau semua itu sebenarnya hanyalah rekayasa semata. Tapi saya yakin tidak sama sekali. Kita bisa merasakan kok kedalaman sebuah ketulusan seseorang.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-989 aligncenter" title="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg?w=480" alt="krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, walau agak terkaget-kaget membaca berbagai pengakuannya di buku terbarunya <strong>&#8220;My Life, My Secret&#8221;</strong> tentang narkoba, operasi plastiknya, konflik dengan Erwin Gutawa yang bahkan sampai menyebutnya <em>&#8220;Malaikat Palsu&#8221;</em> itu, semua itu kok tetap tidak mempengaruhi segala kekaguman saya terhadap seorang Kris Dayanti. Walau banyak yang bilang sekarang ini kepopulerannya mulai berkurang, buat saya dia tetaplah seorang bintang. Dan seperti tante <strong>Titiek Puspa</strong> bilang juga, ada perbedaan yang sangat besar antara &#8216;menjadi bintang&#8217; dan &#8216;menjadi terkenal&#8217;.  Menjadi terkenal itu mudah. Tapi tidak ada yang istimewa disitu. <em>And she showed me that.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=986&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/23/dk-loves-kd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image007.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Image007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/deka-krisda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deka &#38; krisda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krisdayanti_saat_peluncuran_buku_kisah_hidupnya_di_grand_indonesia_jakarta-20090717-063-mai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitivity</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 08:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=981&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bukan Afganistan. Bukan pula Sudan. Apalagi Irak. Setahu saya, ini adalah Indonesia. Negara yang sejak tahun 1945 sudah merdeka dan tidak lagi berperang dengan negara manapun. Sehingga adalah hal yang aneh kalau saja sampai hari ini masih saja ada peristiwa ledakan bom di mana-mana. Siapa yang sedang berperang, sih? Dan untuk apa? Siapa yang diperebutkan? Apa yang sebenarnya coba dibela? Saya benar-benar tidak pernah bisa menangkap dengan nalar, alasan apa yang dijadikan pegangan orang-orang pelaku peledakan itu. Sama halnya dengan ketidak-mengertian saya dengan teman-teman saya di <strong>Facebook </strong>yang sibuk membuat status beberapa saat setelah peristiwa ledakan bom di kawasan Mega Kuningan terjadi hari Jumat 17 Juli ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_982" class="wp-caption aligncenter" style="width: 281px"><img class="size-full wp-image-982" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg?w=480" alt="taken from Kompas.com"   /><p class="wp-caption-text">taken from Kompas.com</p></div>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Duh berita ledakan dah sampe di luar negeri. Bakal jadi ga Manchester United dateng ke Indonesia tercinta??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Udah. Sini-sini.. MU tetap main aja di stadionnya Sleman. Trus nginepnya dirumahku ajaa. Entar digelarin karpet..</span></em></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Oh my God. 2 bombs @2 hotels in Jakarta when MU will come in 2 days again! Why it happened??</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Aduh.. MU jadi kesini gak yaa? My hubby udah beli tiketnya padahal&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan masih puluhan status lagi yang semuanya memiliki 2 tema yang sama : <strong>Ledakan bom</strong> VS <strong>Manchester United</strong>. Entah kenapa, ketika membaca status-status itu di BB, kedua tangan saya langsung gemetar. Dan langsung memutuskan menyudahi saja kegiatan membuka Facebook, dan memasukkan BB saya itu kembali ke saku baju seragam saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak suka banget!</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-981"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apa sih yang terjadi sama orang-orang? Ledakan bom (yang hampir selalu terjadi setiap kali pemerintah mengabarkan bahwa negara aman-aman saja) ini sudah pasti mengejutkan semua orang. Membuat prihatin dan marah semua orang. Tapi kenapa justru rasa keprihatinan yang lebih muncul ke permukaan adalah : gara-gara Bom, Manchester United terpaksa tidak jadi datang ke Indonesia sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Dan batalnya Manchester United ini <strong>JAUH LEBIH MENGECEWAKAN</strong> dibandingkan dengan peristiwa ledakan bom itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari pagi, semua orang di kantor membicarakannya. Siang hari seusai Shalat Jumat, semua orang di Masjid juga sama saja.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terus gimana, MU jadi datang nggak??????</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Sorry to say.. </em>sedangkal itu ya rasa peduli bangsa ini sama peristiwa kemanusiaan yang terjadi di negara sendiri ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak pernah merasa memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Begitu pun juga, saya juga nggak pernah merasa punya rasa kemanusiaan yang membabi-buta. Saya hanya menangkap ada sesuatu yang tidak masuk akal disini. Saya tidak berniat mengolok-olok teman-teman saya yang membuat status seperti diatas tersebut. Tapi pernah nggak sih, mereka mencoba erandai-andai : <strong>apa yang dirasakan keluarga dari para korban ledakan bom yang mungkin kehilangan sanak-saudaranya itu, ketika membaca status-status seperti diatas itu? </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira, adalah hal yang wajar kalau mereka akan merasa sedih, marah dan tersinggung sekali, karena seolah-olah teman-temannya SATU BANGSA seperti tidak ada yang prihatin dengan peristiwa menyedihkan ini? Peristiwa yang membuat mereka harus kehilangan salah satu keluarganya secara mengenaskan. Itu baru keluarganya. Coba seandainya yang membaca status-status atau mendengar komentar-komentar itu adalah <strong>si korban ledakan bom itu sendiri</strong>? Semua orang lebih sedih karena tim sepakbola pujaan mereka itu batal datang! Semua orang lebih marah karena tiket yang mereka beli mahal-mahal itu terancam hangus sia-sia! Dan bahkan semua orang seperti menganggap semua ini hanya sebuah bahan untuk bercandaan di status Facebook!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>What a shame!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya bisa berbicara atau menulis sekeras ini karena saya bukan termasuk orang yang menanti-nantikan kedatangan <em>The Red Devil</em> itu. Sehingga saya juga bisa mengerti kalau ada yang kemudian menganggap saya tidak bisa merasakan kekecewaan yang dirasakan para fans Manchester United di Indonesia yang jumlahnya katanya mencapai 28 Juta orang, yang merupakan jumlah yang terbesar kedua di dunia. Mungkin. Tapi mari kita berandai-andai lagi. Seandainya MU ternyata jadi datang ke Indonesia, dan menggelar pertandingannya melawan tim Indonesia All Star. Masih pada tega buat nonton?? Masih pada tega buat teriak-teriak, bersorak-sorak bergembira sementara banyak orang di rumah sakit yang menangisi keluarganya yang meninggal terkena ledakan bom, atau yang sibuk mempertanyakan mengapa mereka bisa menjadi korban untuk sesuatu yang bahkan tidak mereka lakukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pikir, semua pihak yang sudah berkorban banyak untuk mendatangkan Manchester United kesini juga tidak mau (terlalu) rugi. Batal sekarang, bukan berarti batal selamanya, toh? Sudah pernah dengar yang namanya <strong><em>r</em><em>eschedule</em></strong>, kan?? Kenapa harus se-sewot itu? Jangan sampai anggapan umum yang mengatakan kefanatikan terhadap sepakbola bisa mengalahkan segalanya (termasuk rasa empati terhadap nasib saudara satu bangsa sendiri) itu ternyata memang BENAR adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah untuk lebih menahan diri.</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/981/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/981/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=981&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/17/sensitivity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/kompas-bom.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">taken from Kompas.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Something</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 12:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=974</guid>
		<description><![CDATA[Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan Yahoo! Indonesia hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya. Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada SBY, atau Elizabeth Taylor yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal Michael Jackson hingga berita tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=974&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Diantara beberapa headline berita yang terpampang di halaman depan <strong>Yahoo! Indonesia</strong> hari Rabu 15 Juli ini, ada satu artikel yang sekilas terlihat &#8216;kalah penting&#8217; dibandingkan dengan beberapa headline lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-975 aligncenter" title="YAHOO copy2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg?w=480" alt="YAHOO copy2"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Yes. Diantara berita tentang Obama yang memberikan ucapan selamat kepada <strong>SBY</strong>, atau <strong>Elizabeth Taylor</strong> yang masuk rumah sakit karena shock ditinggal <strong>Michael Jackson</strong> hingga berita tentang pemimpin Korea Utara yang menderita Kanker Pankreas, terseliplah berita tentang seorang pria asal Sri Lanka yang meninggal dunia &#8216;hanya&#8217; karena gara-gara berusaha menyelamatkan seekor <strong>Tupai </strong>yang melompat kedalam sumur yang sedang digalinya. Agak-agak kebanting dengan 3 <em>headline</em> lainnya ya? Tapi disitulah menariknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu besarnya kah rasa cintanya pada Tupai itu sehingga dia mau merelakan dirinya turun lagi ke dalam sumur itu untuk menyelamatkannya, hingga bahkan akhirnya karena gigitan Tupai itulah yang  justru memalah mbuatnya terjatuh dan kehilangan nyawanya? Entahlah. Karena di artikel itu tidak diceritakan secara detail, apakah Tupai itu memang binatang peliharaan pria Sri Lanka itu. Karena kalau ternyata jawabannya adalah &#8216;iya&#8217;, maka bisa amat sangat dimengerti kenapa pria itu mau-maunya berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan binatang peliharaannya itu. Tapi kalau ternyata Tupai itu adalah &#8216;sekedar Tupai&#8217; saja alias bukan binatang yang selama ini dipeliharanya, maka sebuah acungan jempol sudah sepantasnya diberikan kepadanya. Kenapa? Karena dia melakukan itu atas dasar rasa kasihan, rasa &#8216;sayang&#8217; dia kepada benda ciptaan Tuhan berwujud hewan yang diberi nama Tupai itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kita lakukan kalau kita menjadi pria ini? Apakah kita akan ikut-ikutan turun lagi ke sumur dan menyelamatkan Tupai itu? Atau mendiamkannya saja dengan asumsi binatang yang hobi melompat itu pasti bisa menyelamatkan dirinya sendiri? Atau malah membiarkannya saja sambil berkata dalam hati,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Ya ya ya&#8230; biarin sajalah. Mungkin dia sedang sial. Sepandai-pandainya Tupai melompat, pasti memang akan terjatuh juga toh??</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.<span id="more-974"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oke, mari kembali agak serius lagi. Dari sejak kita kecil dulu, kita sudah diajarkan dan dianjurkan sekali untuk menyayangi semua mahluk ciptaan Tuhan. Ya tumbuh-tumbuhan, ya hewan-hewan apalagi manusia. Menyayangi bisa berarti merawat, bisa juga berarti menolongnya untuk tetap <em>survive </em>ketika dia sedang dalam keadaan butuh untuk ditolong. Semua orang sudah tahu itu. Mungkin kita juga sudah melakukannya. Tapi sayangnya, pertolongan kita seringkali kita lakukan atau tujukan kepada seseorang atau seseekor (?) yang kita kenal saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin sekali, untuk kita yang memiliki binatang peliharaan di rumah, kita pasti akan dengan sukarela melakukan apapun untuk kelangsungan hidup mereka. Lha wong saya aja rela setiap 3 bulan sekali mengeluarkan ongkos taksi berpuluh-puluh ribu ke dokter hewan langganan saya demi memberikan suntikan vaksin untuk <strong>Abel</strong> kucing saya. Mengalahkan kesehatan saya sendiri yang suka malas berobat ke dokter ketika sakit. Semacam itu, lah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelakuan ajaib-kelakuan ajaib seperti itu memang akan terdengar wajar, karena sekali lagi itu dilakukan untuk hewan peliharaan kita. Tapi bagaimana seandainya seperti-kembali lagi, seperti kasus pria Sri Lanka tadi? Adakah rasa peduli kita terhadap hewan-hewan terlantar di jalanan, entah itu Anjing atau Kucing atau apapun lah wujudnya, yang  mungkin berkeliaran karena memang tidak ada yang mau &#8216;mengadopsinya&#8217; hanya karena mereka &#8216;tidak cantik&#8217;, cacat atau penyakitan?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya nggak punya rasa peduli yang sebesar itu. Kalau bertemu dengan anjing atau kucing di jalanan yang terlihat &#8216;menderita&#8217;, saya bisa dengan amat sangat sedih luar biasa, bahkan sampai menangis. <em>It happened.</em> Tapi kemudian saya memilih untuk kabur secepat-cepatnya, sambil setengah mati berusaha untuk segera melupakan apa yang baru saja saya lihat itu. Walau kadang sosok si kucing atau anjing itu akan tetap membayang di pikiran selama beberapa lama. <em>But that&#8217;s it. </em>Rasa sayang saya terhadap hewan-hewan terlantar itu mungkin hanya baru sampai pada taraf &#8216;kasihan&#8217; saja. Tidak lebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, mungkin saya harus banyak berkaca pada pengalaman <strong>Bapak Tri,</strong> pria asal Tanjung Duren yang hidup sederhana bersama <strong>25 ekor Anjing</strong> dan <strong>5 ekor Kucing</strong> di rumahnya. Ketigapuluh hewan ini adalah hewan-hewan terlantar yang ditemukannya di jalanan dalam keadaan memprihatinkan. Satu persatu diambilnya merka dari jalanan. Dengan penghasilannya yang pas-pasan, Pak Tri ini mau membagikannya untuk membelikan makanan dan obat-obatan untuk merawat hewan-hewan peliharaannya ini. <em>Please,</em> luangkan waktu kalian untuk membaca blog yang <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.adopsianjing.com/p=1">ini</a></strong></span></span> <span style="color:#333399;"> </span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-976 aligncenter" title="P1020207-300x225" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg?w=480" alt="P1020207-300x225"   /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><em>Again</em>, membaca blog itu, membaca kisah hidup Bapak Tri itu membuat saya tersentuh. Tidak banyak orang yang mau menghabiskan hidupnya &#8216;mengabdikan&#8217; perhatiannya kepada hewan-hewan yang membutuhkan. Tolong jangan mempertanyakan kenapa hewan yang dijadikan perhatian, bagaimana dengan jutaan anak-anak terlantar yang ada di jalanan yang lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang. <em><strong>Please don&#8217;t.</strong></em> Karena menurut saya, memberikan pertolongan adalah sebuah perbuatan personal yang juga harus disesuaikan dengan kadar kemampuan dan keikhlasan masing-masing.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Itulah mengapa akhirnya saya mencoba menuliskan cerita Bapak Tri ini di blog saya ini. Karena memang saya belum bisa melakukan perbuatan baik seperti yang beliau lakukan ini. Tapi inilah yang saya bisa. Menulis. Menyebarkan sebuah kisah teladan yang harus didengar dan dibaca oleh semua orang. Sambil berharap, semakin banyak orang yang membaca, semakin banyak juga yang terketuk pintu hatinya untuk menuliskan atau menceritakan kembali kepada orang-orang terdekatnya, sehingga lebih banyak lagi uluran tangan baik yang mau membantu meringankan beban hidupnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">Karena kita memang tidak bisa bermimpi merubah dunia ini dengan melakukan hal-hal yang besar. Tapi kita bisa membuatnya jauh lebih baik dengan melakukan hal-hal kecil, tapi dengan cinta kasih yang besar. <em>Nobody can do everyting, but everyone really can do something. </em><br />
</span></span></p>
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/974/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/974/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=974&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/15/something/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/yahoo-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">YAHOO copy2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/p1020207-300x225.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1020207-300x225</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jual Apa? Apa Dijual?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=963</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen &#8216;aware&#8217; terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=963&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apa sih tujuan orang membuat sebuah iklan bagi produk dagangannya? Pastinya untuk menarik minat atau perhatian para calon konsumennya untuk membelinya, bukan? Ya kalaupun tidak membeli, paling tidak bisa sedikit menarik perhatian atau membuat calon konsumen <em>&#8216;aware&#8217;</em> terhadap produk mereka pun sudah dianggap cukup. Makanya, sebuah iklan- apapun bentuknya, pasti dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mewujudkan rasa ketertarikan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya amat sangat &#8216;tertarik&#8217; dengan 2 buah iklan. Tertarik bukan karena ingin membeli produknya, tapi lebih karena iklannya yang memang &#8216;sangat-sangat menarik&#8217; perhatian saya. Saya yakin, kalian juga akan sama tertariknya dengan saya. <em>Wanna bet?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-965 aligncenter" title="Image004" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300&#038;h=254" alt="Image004" width="300" height="254" /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya agak kurang paham dengan tulisan di kalendar yang terpampang di dinding sebelah kamar saya ini. <strong>Apa sih yang dijual di toko ini??</strong> Kalau dari namanya sih, biasanya yang memakai nama-nama seperti itu adalah toko yang menjual aneka perhiasan mulai dari cincin, kalung atau giwang alias Toko Emas. Atau yaa.. mungkin dia jualan guci seperti namanya itu. Tapi kalau dibaca secara sepintas secara keseluruhan, kok saya malah berpikiran yang sangat lain, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan gambar spanduk yang satu ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-967 aligncenter" title="Image005" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg?w=480" alt="Image005"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya pertama kali melihat spanduk ini beberapa bulan yang lalu. Dan, sumpah, sampai minggu lalu saya lewat daerah tempat spanduk ini dipasang, ternyata rumah itu belum laku-laku juga! Sebenarnya sih saya nggak heran. Salah spanduk ini juga, sih! Coba dibaca baik-baik dengan lebih seksama.<em> &#8220;Rumah Ini <strong>Mau </strong>Dijual&#8221;.<span style="text-decoration:underline;"> &#8220;Mau&#8221;</span></em>, lho! Berarti : <em><span style="text-decoration:underline;">belum dijual, kan? Baru &#8220;mau&#8221;! </span></em>Huahahahaha&#8230;.. Orang yang berniat akan membeli rumah ini pastinya akan berpikir ulang, bukan?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ohhh.. baru mau. Belum beneran dijual. Ya udah besok aja deh kalo udah beneran dijual&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Saya kira, yang punya ruman ini hanya sekedar pamer ke orang-orang yang lewat di sekitar rumahnya ini, kalau rumahnya itu mau dijual&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Inti dari tulisan bodor ini adalah  : berhati-hatilah dalam mengiklankan barang jualan Anda! Perhatikan setiap detail tulisan. Jangankan 1 kata, 1 huruf hilang saja sudah bisa membuat dagangan Anda dalam bahaya! Bahaya tidak laku, dan tentu saja bahaya resiko dicela!</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/963/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/963/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=963&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/13/jual-apa-apa-dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0041.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Image004</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/07/image0051.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image005</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeneng</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 03:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Percaya dengan ramalan? Biasanya kalau sedang browsing berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang &#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan &#8220;Scorpio&#8221; disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=956&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Percaya dengan ramalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya kalau sedang <em>browsing</em> berita di awal minggu, ada beberapa situs berita yang memberikan artikel tentang <strong>&#8216;ramalan bintang Anda minggu ini&#8217;</strong>. Dan biasanya saya dengan cepat pasti segera nge-klik judul itu dan segera mencari tulisan <em>&#8220;Scorpio&#8221;</em> disana dan membacanya. Apakah itu berarti saya termasuk orang yang percaya ramalan? Enggak juga, sih. Karena sesaat setelah saya membaca ramalan bintang saya itu, setelah senyum-senyum sendiri ketika membaca ramalan yang bagus dan setelah berkomentar singkat <em>&#8220;.. halah !&#8221;</em> ketika ramalannya bilang sesuatu yang nggak bagus, nggak berapa lama kemudian pasti saya juga sudah lupa apa isinya. Jadi ya murni niatnya memang hanya buat iseng-iseng doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama isengnya juga ketika beberapa waktu lalu saya melihat sebuah iklan ramalan di TV. Sebuah iklan sederhana yang mempromosikan diri mereka bisa membantu kita meramalkan masa depan hanya dengan memberikan nama kita saja. Itu tuh, yang :<strong><em> </em></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Ketik REG spasi JENENG dan kirimkan ke bla bla bla bla..&#8221;.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Melihat iklannya yang -sumpah noraknya itu, justru malam membuat saya penasaran. Apa lagi, ini? Kok ya nggak habis-habis ya ramalan melalui nomor-nomor premium. Setelah ramalan dari paranormal yang berbaju ala pangeran dari negeri dongeng, ramalan dari seorang ahli mentalis (mentalis kok ngeramal!) sampai seorang emak-emak Indo yang ikut-ikutan mengkomersilkan bakatnya itu, sekarang muncul metoder baru yang sebenarnya nggak baru-baru amat : melalui nama. Dengan semangat iseng yang luar biasa, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menghubungi nomor yang ditulis di layar televisi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar 20 menit kemudian, datanglah balasan dari nomor itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG </strong>: Orangtua memberi nama dengan makna yang indah berupa pengharapan2 kepada anak2nya -KJB. Cari arti nama Anda, ketik JENENG NAMA ANDA. Contoh : JENENG IRA ke XXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">LOH?? Kok?? Bukannya gue barusan udah ngelakuin hal itu ya?? Gimana sih? Kok masih dikasih penjelasan juga. Mana ramalannya? Waah.. alamat gak beres nih. Tapi saya masih penasaran dan mencoba bersabar menunggu, kira-kira  &#8216;kejutan&#8217; apalagi  yang berikutnya akan saya terima.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu menit kemudian datanglah SMS kedua. <span id="more-956"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Nama adalah sebuah berkah. Saya KJB akan mengungkap rahasia khusus untuk Anda dalam hal karir &amp; jodoh. Max 2 SMS/hari Rp.2 rb/SMS. Stop ketik : UNREG JENENG ke XXX. Customer Service : 021236XXXXXX.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Uedannn. Masih belum ada ramalan juga. Malah dikasih nomor customer service-nya . Buat apa, coba? Luar biasa.  Pulsa 4000 perak hilang sudah dalam waktu 2 menit. Yang lebih gilanya lagi, kok ya satu menit kemudian saya bisa-bisanya mendapatkan 2 SMS lagi dengan isi yang sama dengan kedua SMS diatas! Heh?? Kok bisa?? 8000 perak <em>wasted for nothing??</em> Melihat gelagat yang nggak beres seperti ini (hihi.. dari pertama juga seharusnya sudah tahu, sebenarnya), harusnya saya segera mengambil tindakan dengan memberhentikan penerimaan SMS dengan cara <strong>UNREG</strong> itu tadi ya? Tapi kok kayaknya sayang banget belum bisa mendapatkan apa yang saya inginkan : ramalannya! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, setengah jam kemudian (iya! SETENGAH JAM!) datanglah SMS ramalan saya  itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;"><strong>JENENG, (Selasa Wage) </strong>: Orang yang lahir hari ini : Penyendiri (suka sendirian), suka kesunyian,  tidak suka berkumpul dengan banyak orang, mudah tersinggung, juga peka.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Udah. Gitu aja. Oalah.. kok gini doang? Katanya ramalan soal karir dan jodoh! Dodol. Dan yang aneh lagi, kenapa di awal ramalan itu ditulis hari Selasa Wage? Perasaan saya lahirnya hari Rabu Wage, deh. Bukan Selasa. Gimana sih komputernya eh, peramalnya? Lengkaplah sudah segala kedodolan itu. Cukup sudah. Saya pun segera  memutuskan segera keluar dari keterlibatan saya di ramalan-ramalan tolol itu, sampai akhirnya tiba tiba saya mendapatkan 2 buah SMS yang berasal dari nomor yang sama :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Rabu Kliwon)</strong> Orang yang lahir hari ini: Penuh perhatian dan akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan pasangannya, ingin selalu memberi yang terbaik</em></span></p>
</blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em><strong>JENENG, (Kamis Legi)</strong> Orang yang lahir hari ini : Bertanggungjawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya, pernikahannya akan harmonis.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Haiyyyyahhhhhh&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa apaan, ini?? Kenapa ramalan yang keluar banyak sekali?? Nggak ada yang bener pula harinya?  Sambil cekikikan walau dalam hati agak bete, sayapun dengan segera mengirimmkan SMS perpisahan kepada nomor ramalan itu. Keterlaluan sekali. Kok bisa ya? Maksudnya apa sih? Apa saya disuruh memilih sendiri kira-kira ramalan yang mana yang saya suka diantara sekian banyak ramalan yang sudah dikirimkan ke ponsel saya itu? Semacam &#8220;Pilih Sendiri Ramalanmu&#8221;? Hihihi..</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang sudah pulsa 24.ooo saya. Kecewa kah saya? Enggak sama sekali. Karena dari pertama memang sudah niat untuk kehilangan banyak pulsa demi keisengan saya ini. Semua pengorbanan memang membutuhkan biaya, toh? Hehehe. Dan karena dari pertama saya juga sudah percaya, semua ramalan itu memang seharusnya diperlakukan sebagai hiburan, bukan acuan.  Paling tidak, rasa keingintahuan saya sudah terjawab. Dan siapa tahu dengan membagi pengalaman ini kepada pembaca blog saya, saya bisa membantu mencegah lebih banyak orang lagi untuk membuang-buang pulsa mereka untuk sesuatu yang tidak penting seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, nggak usah percaya deh dengan nomor-nomor premium ramalan seperti itu.  Percayalah pada internet! <em>Searching</em> aja ramalan disana. Silakan dipilih, ingin diramal memakai nama kek, tanggal lahir kek, atau bahkan ukuran celana kek (siapa tau&#8230;), internet menyediakan semua! Dan Gratis pula. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/956/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=956&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/07/10/jeneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta (maunya) Bertasbih</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=950</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama Dian Purnomo (dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget. Jadi, sudah pada nonton film &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=950&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya tidak begitu berminat menuliskan topik yang akan saya tulis ini. Tapi karena nama saya tercantum dengan gantengnya di website teman saya yang bernama <span style="color:#333399;"><a href="http://http://dianpurnomo.com/2009/06/22/garuda-di-dadaku/#more-140"><strong><span style="text-decoration:underline;">Dian Purnomo </span></strong></a>(</span>dan dia salah mengutip ucapan saya!), maka mau nggak mau saya harus membuat sebuah klarifikasi disini. Biar kesannya penting banget.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sudah pada nonton film<strong> &#8216;Ketika Cinta Bertasbih&#8217;?</strong> Dulu, setelah ada kabar yang menyatakan bahwa ada lagi sebuah novel best-seller bernuansa religi yang akan difilmkan menyusul sukses <strong>Ayat-Ayat Cinta</strong> yang saya puja setengah mati itu <em>*halah*</em>, saya cukup <em>excited</em> menantikan film yang dimaksud itu dirilis. Apalagi katanya novel Ketika Cinta Bertasbih ini  ini jauh lebih best-seller dari Ayat Ayat Cinta. <strong><em>Mega Best Seller!</em></strong> Uedan! Bukan hanya &#8216;Sangat Best-Seller&#8217;, bahkan tidak lagi sekedar &#8220;Super Best-Seller&#8221;. Tapi maennya udah &#8220;mega&#8221;, bos!! Siapa yang tidak penasaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ditambah lagi, proses pemilihan pemain-pemainnya juga tidak sembarangan. Diadakan audisi di beberapa kota besar. Sengaja di cari pemain-pemain baru yang dinilai pas untuk memerankan tokoh-tokoh di film tersebut. Bahkan kabarnya, salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki si calon pemeran film ini adalah : <strong>dia harus lancar membaca Al-Quran! </strong>Makanya, saya langsung tau diri dengan tidak mendaftarkan diri ikut audisi. Huahahahha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri tidak begitu melihat korelasi yang kuat antara akting versus syarat kemampuan membaca Al-Quran ini. Mereka ini mau bikin film, kan? Bukanya mau bikin Festival MTQ? Kalaupun nantinya para pemainnya akan banyak berdialog dalam bahasa Arab, pastinya aksentuasi berdialog dan membaca itu sudah berbeda, kan ya? Ah tapi ya sudahlah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga beberapa bulan sebelum film ini di premiere-kan, saya sempat mencari-cari bocoran trailernya di <strong>YouTube!</strong> Saking penasarannya. Setelah melihat tayangan trailer yang berdurasi beberapa menit itu, kondisi badan saya langsung drop! Saking shock-nya. Lah, kok segitu doang? Macam sinetron sekali? Mana gregetnya? Entah apa yang ada di pikiran si pembuat trailernya, tapi semua scene yang ada di tayangan itu sama sekali tidak ada yang mengundang rasa keingintahuan saya untuk menyelesaikan cerita filmnya dengan cara menonton versi lengkapnya di bioskop! Salah besar! Trailer yang sungguh buruk!<em> What a bad promotion.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-951 aligncenter" title="header_desain" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg?w=480" alt="header_desain"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Lebih <em>&#8216;bad&#8217;</em> lagi setelah saya melihat gambar posternya yang amat sangat standar sekali untuk ukuran poster sebuah film yang kabarnya menghabiskan dana belasan milyar rupiah itu. Sangat sederhana sekali. Masih diperparah lagi dengan adanya kalimat-kalimat promosi yang <em>sooo..cheesy</em> seperti :  <strong>Sebuah Mega Film Pembangun Jiwa, Dinanti Jutaan Penonton, Siap Mengguncang 8 Negara!</strong> Buat saya, dengan adanya tambahan tulisan sepert ini, justru memperlihatkan si pembuat filmnya seperti tidak percaya diri dengan kualitas film yang mereka buat. Atau mungkin orang-orang yang punya tugas jadi bagian promosinya emang agak ajaib kemampuan menjualnya. Dan dugaan saya semakin kuat, setelah melihat tambahan tulisan berbentuk lingkaran (seperti gambar Cap atau Stempel) di poster, yang berbunyi : <strong>DIJAMIN MESIR ASLI!</strong> Oh Tuhan&#8230; mengerikan sekali. Ini jualan film apa jualan sarung???</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-950"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak pertama, para pihak yang terlibat dalam film ini (terutama si produser dan si penulis) terlalu sibuk mengumandangkan tentang betapa hebatnya film ini karena film ini bisa syuting Mesir betulan, tidak bohong-bohongan seperti yang dilakukan film Ayat-Ayat Cinta yang setting kota Kairo nya dibuat di Semarang.  Saking sibuknya menyombongkan &#8216;made in Mesir&#8217; ini, mereka sepertinya malah lupa dengan unsur lain dalam film yang justru sangat penting : cerita dan akting pemainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat sebelum film dimulai, saya sempat bilang pada teman saya<strong> Gat</strong> yang duduk disebelah saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230;.. perasaanku kok nggak enak ya &#8230; kayanya  filmnya bakal nggak beres nih&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Baru menghabiskan 15 menit pertama, firasat sayapun terbukti dengan sendrinya. Hebat ya? Hehehehe. Editing film yang kasar sekali, masih ditambah dengan unsur dramalurgi yang lemah, dan makin dilengkapi dengan akting pemainnya yang amat sangat kaku, makin membuat saya semakin sering menghela nafas panjang, mengucapkan kata &#8220;&#8230;<em> Oohhh..</em>..&#8221; atau bahkan cekikikan sendiri. Memang semua pemain utama film ini adalah nama-nama baru yang baru pertama kali main film. <em>But who cares? </em>Nggak ada excuse sama sekali. Penonton mana mau perduli? Toh mereka juga sudah melalui proses audisi yang panjang sekali itu, bukan? Apalagi yang memilih juga bukan sembarang orang. Selain sutradara dan penulis novelnya sendiri, ada nama-nama besar lainnya seperti <strong>Didi Petet</strong> hingga <strong>Neno Warisman</strong> yang duduk di kursi dewan juri.  Siapa yang nggak kecewa ketika hasil akting mereka tidak jauh berbeda dengan akting pemain-pemain sinetron sekali lewat di TV-TV itu??</p>
<p style="text-align:justify;">Angka minus juga terpaksa saya berikan untuk <strong>Anto Hoed </strong>dan<strong> Melly Goesla</strong><strong>w</strong> yang mengisi ilustrasi musiknya. <em>Enough is enoug</em><em>h. They already losing their touch.</em> Music<em> scoring-</em>nya masih bolehlah cukup nyaman di telinga dan mulus menghiasi beberapa adegan. Tapi ketika potongan lagu-lagu soundtracknya yang dinyanyikan <strong>Krisdayanti, Ayusitha</strong> dan bahkan oleh <strong>Melly</strong> sendiri dimasukkan dalam beberapa scene, duh.. mengerikan! Serba nggak nyambung, serba maksa dan serba berantakan editannya. Benar-benar gagal menambah nilai dramatis sebuah adegan itu sendiri. Nggak enak banget lah &#8216;masuknya&#8217;. See, saya saja sampai bingung mau bagaimana lagi menggambarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi terus terang, dari semua faktor lemah yang (dengan sok tahunya) saya sebutkan diatas itu, faktor skenarionya yang kabarnya &#8216;<strong>sangat sesuai dengan bukunya</strong>&#8216; itulah yang membuat film ini menjelma menjadi film yang kaku dan tidak istimewa. Dengan menterjemahkan cerita dan skenario dari novel ke film secara apa adanya ini, akhirnya malah jadi bumerang dan mengganggu kenikmatan menonton. Maksud hati tidak ingin mengecewakan para pembaca setia novelnya yang dulu sempat kecewa karena film Ayat Ayat Cinta melakukan beberapa perombakan cerita dari novel aslinya. Tapi hasilnya? Dialognya mengalir sangat kaku, tidak alami dan terasa sangat-sangat menggurui!</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang tahan di&#8217;khotbahi di dalam bioskop selama 2 jam nonstop? Kalau di tempat ibadah, bolehlah ya. Hehehe. Saya bukannya merasa udah jadi umat (atau dalam hal ini : penonton film) yang sudah segitu sucinya sampai merasa tidak memerlukan lagi sebuah siraman rohani. Tapi menurut saya, <strong>film diciptakan untuk menghibur. Dan mendidik</strong>. Sehingga ketika didikan itu berupa sesuatu yang berbau-bau agama, maka berikanlah hal itu dalam bentuk yang menghibur pula. <em>Make it light</em>. Butlah yang ringan tanpa harus kehilangan makna sesungguhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan salahkan saya kalau kemudian saya lebih memuji film Ayat-Ayat Cinta dibandingkan Ketika Cinta Bertasbih ini. Sama-sama (niatnya mau) mengajarkan tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama, tapi Ayat-Ayat Cinta bisa menyampaikannya dengan indah, tersamar dan tidak menggurui. Sehingga sekeluarnya dari bioskop, secara lebai saya bisa merasakan kalau film itu sudah memperkaya jiwa saya tentang yang namanya keikhlasan dan kejujuran, sementara sekeluarnya saya menyaksikan film Ketika Cinta Bertasbih, secara lebai saya merasakan bahwa membeli tiket untuk mentonton film ini hanya akan memperkaya kantong produser filmnya saja tanpa ada hikmah yang bisa saya petik sama sekali! Huh!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya malah tidak terlalu memperdulikan lagi tentang yang namanya lokasi film yang digembar-gemborkan dari dulu itu. Lokasi akhirnya hanya bagian ke sekian saja. Banyak hal lain yang jauh yang lebih penting.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, ketika mbak Dian Purnomo itu meminta komentar saya tentang film ini, saya hanya bisa menjawab secara singkat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Nonton aja gih sana! Dijamin deh, begitu abis nonton Ketika Cinta Bertasbih, pasti bikin kamu jadi ingin bertasbih juga&#8230; Subhanallah, film kok uelekk bangett sih&#8230;&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/950/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/950/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=950&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/23/ketika-cinta-maunya-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/header_desain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">header_desain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tampar!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 16:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini : Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di www.kapanlagi.com ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=942&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagaimana perasaanmu ketika membaca judul sebuah artikel berbunyi seperti ini :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Ramadhan, &#8220;CINTA FITRI&#8221; Bebas Tamparan</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Bohong besar kalau kalian pada nggak punya keinginan untuk membaca lebih jauh lagi isi dari artikel yang saya baca di <strong>www.kapanlagi.com</strong> ini! Hehehe. Biar nggak usah repot-repot nge-klik alamat situs ini, sini deh, biar saya tuliskan cuplikan beritanya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#800080;">Dalam CINTA FITRI SEASON 3, tokoh antagonis Faiz dan Miska digambarkan hampir setiap hari mendapat tamparan dari Oma. Namun, untuk season Ramadhan, adegan kekerasan fisik ditiadakan. Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik?</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Siapa <strong>Faiz</strong>? Siapa pula itu <strong>Miska</strong>? <em>Who the hell is </em><strong>Oma</strong>? Saya nggak tau. Dan nggak mau cari tahu juga. Saya bukan seorang penikmat sinetron, tapi saya cukup tahu kalau diantara puluhan sinetron yang pernah tayang selama setahun-dua tahun belakangan ini, sinetron <strong>Cinta Fitri</strong> ini katanya termasuk yang paling sukses. Kabarnya mantan presiden <strong>BJ Habibie </strong>termasuk yang ngefans sekali dengan sinetron ini. Ya bisa dimaklumi, mungkin si bapak sudah terlalu ribet ya hidupnya mengurusi masalah tehnik, riset dan teknologi sehingga menonton Cinta Fitri adalah sebuah hiburan yang menyenangkan. Karena menontonnya tidak membutuhkan pemikiran.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-944 aligncenter" title="cinta fitri" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg?w=480" alt="cinta fitri"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu baguskah sinetron ini sehingga seorang mantan presiden pun mau mengundang para pemainnya ke kediamannya? Sebegitu suksesnyakah sinetron ini sehingga bisa dibikin sekuelnya hingga (hampir) ke 3 kalinya ini? Ih, dibilangin saya nggak pernah nonton. Ya jadinya saya ya nggak tau! Hehehe. Pernah sih beberapa kali teman provokator saya yang bernama <strong>Ndut</strong> memprovokasi saya untuk mencoba menonton sebentar sinetron ini (&#8216;menonton&#8217; ya.. bukan &#8216;mengikuti&#8217;). Dengan niatan, ya apalagi kalau tidak untuk mencelanya habis-habisan. Ketika saya menolak dengan alasan tidak mengetahui jalan ceritanya dari pertama, teman saya ini mencoba memberikan penghiburan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Wis tho.. ga usah diikutin ceritanya. Standar dan nggak penting, kok. Kamu nggak nonton beberapa episode pun masih bakal bisa ngerti sampai mana ceritanya..</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-942"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah saya coba melihatnya dengan mata kepala sendiri, ya memang benar juga ternyata. Mau sedahsyat apapun kepopuleran Cinta Fitri, buat saya Cinta Fitri tetaplah sebuah sinetron. Dan sinetron tetaplah sebuah sinetron. Dimana kita akan selalu mendapati</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Cerita cinta yang</strong> (dibuat maunya) <strong>memilukan. </strong></li>
<li><strong>Nama tokoh utamanya menjadi judul sinetronnya sendiri</strong>. Itulah makanya selalu dipilih nama-nama yang sedang terkenal untuk dijadikan pemain dan tokoh utamanya. Sehingga ketika sinetron itu berjudul <em>&#8220;Alysa&#8221;</em> atau <em>&#8220;Air Mata Cinta&#8221;</em>, orang bisa dengan mudah menebak kalau tokoh utamanya pasti dimainkan oleh <strong>Alysa Subandono</strong> dan<strong> Cinta Laura</strong> (dikira penonton kita udah pada segitu begonya apa, ya?). O iya, jangan lewatkan ya.. yang akan muncul sebentar lagi adalah sinetron berjudul <em>&#8220;Manohara&#8221;.</em> Semoga para pemirsa cukup <em>ngeh</em>, kalau pemeran utama sinetron inin adalah si Manohara Odelia itu, dan bukannya Nunung Srimulat!</li>
<li><strong>Karakter pemeran antagonisnya bisa jahat sekali.</strong> Sejahat-jahatnya orang hidup yang ada di dunia ini. Ibu tirinya Cinderella, lewat. Begitu juga ibu tirinya Arie Hanggara apalagi Faradila Shandy!</li>
<li><strong>Karakter tokoh protagonisnya bisa baik hati sekali</strong>. Bahkan saking baiknya sampai-sampai terlalu baik hingga jatuhnya malah  jadi terlihat tolol!</li>
<li><strong>Betapa setiap tokoh utamanya akan dipertemukan secara tidak sengaja lewat sebuah aksi tertabrak atau ditabrak terlebih dahulu,</strong> yang kemudian diikuti dengan adegan slow motion keduanya saling berhadapan dan berpandangan mata, tapi pura-pura sok cuek dan sok nggak butuh. Apa Tuhan sudah sedemikian tidak kreatifnya ya, sampai-sampai mau mempertemukan dua orang manusia saja sampai harus ditabrak-tabrakin dulu?</li>
<li><strong>Para pemerannya seperti kesulitan jika harus berakting berbicara dalam hati</strong>. Ketika dia akan melakukan sesuatu, maka dia akan selalu terlihat sibuk berbicara sendiri, daripada berbicara dalam hati. Semacam,<em><span style="color:#0000ff;"> &#8220;Oh.. aku harus menelpon Fitri! Dia dalam bahaya&#8230;&#8221;.</span></em> Setelah ngomong sendiri itu, baru kemudian dia memencet-mencet tuts telepon. Halooo&#8230;.. mbak, nggak bisa dibatin aja ya ngomongnya?</li>
<li><strong>Scene (yang maunya) mengerikan dan menegangkan, dengan diperlihatkannya ekspresi melotot si jahat secara berlebihan. </strong>Berlebihan melototnya dan berlebihan si kameramen  meng-<em>close up</em>-nya! Tidak ketinggalan, bunyi-bunyian musik atau sound efek drum dan petir yang menyambar-nyambar untuk menguatkan aksen tegang. Oohh&#8230;</li>
<li>Ini yang seru, <strong>aksi tampar menampar yang sangat ciamik</strong>. Kalau perlu, setiap episode minimal ada 3 kali adegan tampar, walau tidak jelas apa alasannya. Pokoknya tampar aja dulu! Bukan sinetron kalau tidak ada adegan tampar nya..</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Nah, makanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa jadinya kalau sinetron Cinta Fitri yang notabene (pasti!) juga  memiliki unsur-unsur diatas itu tadi, harus kehilangan adegan tampar-menamparnya? Lha wong si wartawannya <strong>Kapanlagi.com</strong> itu tadi aja sampai khawatir, dan mengajukan pertanyaan : <strong> <em>Lalu, masihkah sinetron yang dibintangi Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar ini menarik? </em></strong>Itu kan sama saja si wartawan ini  bilang kalau aksi tampar-menampar inilah yang membuat sinetron ini menarik, kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Kata sutradaranya, adegan kekerasan fisik memang dihilangkan dari sinetron ini, karena nantinya sinetron ini akan tayang di bulan Ramadhan (catet ya, &#8220;kekerasan fisik&#8221; yang ditiadakan. &#8220;Kekerasan psikis&#8221; pasti tetep ada dong, pak sutradara??). Mungkin demi menghormati bulan puasa kali, ya. Padahal senbenarnya nggak harus gitu juga, menurut saya. Bisa saja aksi tampar-menampar itu tetap dipertahankan (karena itu yang ditunggu-tunggu penonton, bukan??). Tapi karena ditayangkan di bulan Ramadhan, jadi sebaiknya ketika salah seorang tokoh akan menampar tokoh lainnya, jangan lupa sebutkanlah dulu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800080;">&#8220;Masya Allah&#8230; Kamu, iniii!!!&#8221; </span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">lalu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>PLAKKKK!!!</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tetap bernuansa religi kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Hhhhhhhhhh&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya mas-mas, mbak-mbak, ibu-ibu sekalian, selamat menantikan Cinta Fitri Season Ramadhan besok ya. Saya sih sudah pasti tidak akan mencoba menontonnya. Bukannya apa-apa. Malu aja, udah mencaci-maki kaya gini, kok ternyata ngikutin juga. Dan alasan kedua adalah takut ketagihan dan jadinya malah ngikutin sampai selesai. Hehehe. Takut kecewa juga, kalau-kalau endingnya nanti mengambang. Karena seperti yang ditulis di artikel yang sama juga, ketika ditanya tentang berapa episode yang akan dikerjakan untuk season Ramadhan ini, si sutradar mengaku belum tahu. Pasalnya naskah yang diterima juga belum sepenuhnya selesai&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">DHOEEENGGGGGG&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/942/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/942/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=942&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/tampar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/cinta-fitri1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta fitri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=933&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu sore, setelah selesai menggelar acara ulangtahun anaknya yang berusia 2 tahun di sebuah restoran Jepang, saya dan 2 teman saya lainnya <strong>Gat</strong> dan <strong>Nona Iyan</strong> yang diundang untuk ikut menghabiskan makanan disana, terlibat perbincangan yang amat intens tentang mbak Manohara ini. Yang intens sebenarnya hanya dua ibu-ibu muda ini. Saya dan Gat hanya sesekali menimpali, dan sesekali tertawa terpingkal-pingkal saja menyaksikan keduanya terlihat atraktif dan menggebu-gebu sekali tatkala bercerita.</p>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Tau nggak sihh.. Ternyata nggak cuman tasnya aja yang Hermes loh! Ikat pinggangnya juga!<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Emang kalo ikat pinggang itu lebih mahal dari tasnya ya?</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Iya! Tau nggak sih, yang bikin lebih heboh lagi kan bukan karena cuman Tas Hermesnya yang 6 biji itu. Tapi karena dia punya Tas Hermes yang warnanya Orange!<br />
<span style="color:#800080;"><strong>Saya</strong> : Heh? Lah kok norak banget.. tas kok warnanya oranye&#8230;</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Emangnya Hermes Oranye itu yang limited edition ya?</span><br />
<strong>Mbak QQ</strong> : HUUUHHHH&#8230; itu kan yang paling mahaaaaaaaaallllll&#8230;.. Kamu perhatiin deh&#8230; tiap tampil di TV, semua baju-baju dia itu semuanya koleksi keluaran terbaru semua?? Itu yang stelan celana pendek itu aja, 70 jutaan, nyaah&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Bo.. Gile ya.  Lo kok bisa sampe tau sih harganya?? Gila ya. Gue cuman tau kalo baju2 yang dipake itu emang bukan kaya baju yang sehari-hari gue pake sih..hahaha..<span id="more-933"></span></span><strong></strong></p>
<p><strong>Mbak QQ</strong> : Nggak mungkin banget deh dia kabur-nya gak disengaja. Kalo kabur kok bawa baju banyakkk..??? Bisa gonta-ganti terus.<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Gat</strong> : Mungkin dia beli disini kali.. *mencoba stay positive walau dengan susah payah*</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Aduh, nggak mungkin banget deh.</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Mbak QQ</strong> : Liat nggak sih, foto-fotonya dia yang lagi liburan itu? *makin semangat*<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Enggak, yang mana lagi??</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Halah, itu lho. Yang fotonya diliatin dia lagi ngolesin sunblock ke badannya si Fakhry *sok kenal sekali si mbak ini*. Kan sambil senyum-senyum ceria gitu..<br />
<span style="color:#800080;"><strong> Nona Iyan</strong> : Yaa lo kan gak tau.Siapa tau dari atas bangunan tempat mereka foto itu ada pengawal-pengawal kerajaan yang udah siap-siap bawa panah ke arah Mano!</span><br />
<strong> Mbak QQ</strong> : Mungkin juga..</p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><strong>Nona Iyan</strong> : Gue sih pertama-tama simpati ya sama tu anak. Tapi nyokapnya tu lho yang bikin jadi males..</span><br />
<strong> Mbak QQ </strong>: Ember! Itu pasti ibunya tuh, yang tiap hari SMS ke anaknya tanya, <em><strong>“Eh piye.. wes entuk piro Hermes’ e??  6? Yo wesss.. ora popo, kono gek ndang minggat wae&#8230;.”</strong></em> (Eh, gimana, udah dapet berapa Hermes-nya? 6? Udah sana, cepetan kabur aja&#8230;)</p></blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak lancang memang ibu-ibu ini. Mereka seolah lupa, bahwa mereka bisa saja menjadi sasaran target berikutnya dari Manohara dan tim pengacaranya yang sekarang sedang semangat-semangatnya menuntut-i orang-orang yang dianggap mencemarkan nama baik mereka! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ..., Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=933&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/19/sympathy-for-the-diva-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thankful</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 08:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=929&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu pagi, seorang Kakek berjalan-jalan melintasi halaman depan rumahnya. Tanpa sengaja, dilihatnya sosok mungil cucu-nya duduk di sebuah bangku kecil. Matanya terpejam, wajahnya menengadah keatas dan kedua tangannya tergenggam seperti tengah berdoa. Terdengarlah sayup-sayup suara sang cucu, mengucapkan berbagai huruf alfabet mulai dari huruf A hingga Z. Berulang-ulang. Dengan perlahan dan dengan rasa ingin tahun, bertanyalah si Kakek kepada cucunya, tentang apa yang sedang dilakukannya itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-930 aligncenter" title="42-16242379" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg?w=480" alt="42-16242379"   /></p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>.. aku sedang berdoa, Kek. Tapi aku nggak bisa menemukan kalimat yang pas buat diucapkan. Jadi, aku ucapkan saja semua huruf-huruf yang aku tahu. Biar Tuhan saja yang merangkaikan huruf-huruf itu buat jadi doaku, karena Dia pasti tahu apa yang ada di pikiranku&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p>God gave you a gift of 86.400 seconds today. Have you used one to say &#8220;thank you&#8221;?</p>
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/929/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=929&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/18/thankful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/06/42-16242379.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-16242379</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Lagi Bilang I Love You?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 05:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu.. Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya Dewi Sandra ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=923&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#993366;">&#8230; kapan lagi kau puji diriku, seperti saat engkau mengejarku/kapan lagi kau bilang I Love You/&#8221;I Love You&#8221; yang seperti dulu&#8230; Yang dari hatimu..<br />
</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Lagi sering nyanyiin  reffrain lagunya <strong>Dewi Sandra </strong>ini nih. Reffrain lagu yang sebenarnya hanya  terdiri dari 4  baris, tapi diulang-ulang sampai 4 kali total dari keseluruhan durasi lagu aslinya. Diulang-ulang, karena sepertinya esensi <em>*edann, &#8216;esensiii&#8230;&#8217;*</em> lagu dan cerita yang ingin disampaikan si penulis lagunya memang disitu. Menceritakan penderitaan seorang perempuan yang sudah lama kehilangan kasih sayang pasangannya, yang kini berubah dan tidak pernah lagi memberikan pujian padanya. Gila pujian banget kayaknya si mbaknya  ini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi siapa yang enggak, sih?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa sih yang tidak menikmati yang namanya dipuji? Semua orang kalau boleh memilih, pastinya lebih memilih untuk dipuji daripada dimaki, toh? Lebih memilih untuk disanjung daripada di kritisi, kan? Ibaratnya kalau suatu hari kita menerima sebuah surat di kantor, kita tentu lebih memilih menerima surat berisi ucapan terima kasih atau ucapan selamat daripada menerima surat teguran atau tagihan, kan? Nggak begitu nyambung ya analoginya? Hehehe. Tapi intinya sih, kita pasti akan lebih menyukai dan menerima apa yang bisa membuat hati kita senang, daripada menerima sesuatu yang membuat hati kita tidak nyaman.  Nenek-nenek juga tau kalo ini, mah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sebegitu pentingnya kah arti sebuah pujian?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>I think it is.</em></strong> Saya sih bukannya jago menganalisis tentang sisi psikologis seseorang, tapi saya yakin semua orang juga pernah merasakan,betapa bahagianya perasaan kita ketika dipuji oleh orang lain. Seperti ada suntikan energi yang luar biasa besar,yang mungkin bahkan tidak kita prediksi sebelumnya akan kita dapatkan. Makanya saya kok agak kurang setuju adanya anggapan, kita tidak boleh melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain. Duh, hari gini&#8230; <strong>Kita juga butuh yang namanya pengakuan, toh? </strong>Yang salah adalah kalau kita melakukan sesuatu HANYA karena ingin mendapatkan pujian orang lain. Itu baru namanya orang gila pujian. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Pujian yang tulus itu membawa energi positif yang bagus. Karena dari pujian itulah yang membuat seseorang merasa dirinya (memang) pintar, cantik, ganteng, berharga. Intinya, merasa dimanusiakan oleh yang lain. Dan sebuah pujian tulus yang diterima seseorang, disadari atau tidak, pasti akan memberikan efek yang baik di diri mereka dalam jangka waktu yang panjang. Mungkin seumur hidup mereka. <span id="more-923"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam salah satu interview dengan sebuah majalah, <em>first lady</em> Amerika Serikat, <strong>Michelle Obama</strong> pernah bilang, sampai saat ini dia memiliki kepercayaan diri, merasa bahwa dirinya cantik bukan karena dia secara fisik cantik. Tapi karena orang-orang di sekelilingnya yang sering membuatnya merasakan hal itu.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="44990163" src="../files/2009/06/44990163.jpg" alt="44990163" width="204" height="280" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I had a father and a brother who thought I was beautiful, and they made me feel that way every single day. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I grew up with very strong male role model who thought I was smart and funny, so I heard that a lot. </em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#800080;"><em>I know that there are many young girls who don&#8217;t hear it. But I was fortunate. I was very fortunate.</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p>Sedahsyat itu memang efek sebuah pujian. Ternyata&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga percaya, dalam sebuah hubungan, apapun itu, memberikan pujian adalah salah satu obat yang bisa makin merekatkan kedekatan. Karena kembali lagi ke sifat dasar kita ya, manusia itu suka sekali diberikan pujian. Membuat kita merasa &#8216;special&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi pertanyaannya adalah : <em>kapan terakhir kali kamu mendapatkan pujian atau ungkapan sayang kamu dari orang yang kamu sayangi? </em>Kalau kamu bahkan sudah nggak ingat lagi kapan terakhir kali pujian itu kamu dapatkan, <strong>bisa jadi itu juga karena sudah sedemikian lamanya pula kamu tidak melakukan hal yang sama pada mereka.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/923/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/923/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=923&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/04/kapan-lagi-bilang-i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sympathy For The Diva</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=919</guid>
		<description><![CDATA[Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya? Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai statement yang serba babaliyut itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=919&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi&#8230; Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai <em>statement </em>yang serba <em>babaliyut</em> itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang makin ikut bersimpati mendengar cerita-cerita pengakuannya  selama mengalami penderitaan di kerajaan, tapi pasti ada juga yang malah  merasa jengah karena si mbak  dan keluarganya ini seperti terlalu mengumbar <em>euphoria</em> kebebasannya, sampai-sampai sibuk tampil disana-sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya Ndut, mungkin termasuk kategori yang ikut merasa iba pada Manohara.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Ndut </strong>: Kasian banget sih&#8230;.<br />
<strong>Saya</strong> : Kasiannya?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ya kasian.. Punya Blackberry tapi nggak ada SIM Cardnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : HEH???<br />
<strong>Ndut</strong> : Lho kamu gak tau, apa?  Katanya disana dia dikasih Blackberry kan, tapi SIM Cardnya diambil sama orang kerajaan. Jadi ga bisa buat ngapa2in. Buat apa , coba? Cuma bisa foto2 doang, paling&#8230;.<br />
<strong>Saya </strong>: Oh&#8230;<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Itu komentar Ndut yang mencoba berempati, merasakan sedihnya Manohara yang nggak bisa mainan Blackberry selama di kerajaan Kelantan. Lain lagi dengan teman saya, <strong>Mbak QQ.</strong> Perempuan cantik yang memproklamirkan diri sebagai salah satu sosialita Jogja ini ternyata termasuk yang kurang begitu bersimpati dengan kasus Manohara ini.<span id="more-919"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em><strong>Mbak QQ</strong> : Manohara punya 6 Tas HERMES, coba! ENAM!!<br />
<strong>Saya</strong> :  Oh&#8230; SO??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Gapapa juga, sih&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> :  Gak mungkin kalo gapapa. Kamu emang punya berapa?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Hiks.. Gak punya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ohhh&#8230;  Emang HERMES itu mahal ya?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Aku harus jual mobil dulu kayanya buat beli 1 tas itu aja..<br />
<strong>Mbak QQ</strong> :  Kok dia bisa punya 6 ??????????<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahahha&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Kalo aku jadi Mano, genap punya 10 tas HERMES dulu, baru kabur&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oooo.. berarti Mano salah banget  dong kalo gitu?<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : SALAH BESAR!<br />
<strong>Mbak QQ </strong>: Komplitin dulu dong koleksi Hermi’nya! DASAR BODOH&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooohhhhh&#8230;. tapi kan dia menderita, Mbakk&#8230;<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Ah.. nggak tiap hari juga, kan.. Daripada nggak dapet HERMES&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Wakakakakakka.. Yaa.. namanya  juga permaisuri raja. Masa tasnya cuman Guess. Guess-nya yang GUESS WHAT atau GUESS WHO, lagi. Ya ndak pantes tho..<br />
<strong>Saya</strong> : Apa kata permaisuri-permaisuri kerajaan lain ketika mereka arisan??<br />
<strong>Mbak QQ</strong> : Emberr. Huh.. Kapan ya aku dipersunting raja&#8230;&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ah, sayang sekali kami bertiga  tidak sempat dimintai komentar oleh infotainment-infotainment itu&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/919/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/919/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=919&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/06/03/sympathy-for-the-diva/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulutku Harimau-ku</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 17:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230; Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar! Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=909&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Posting kali ini hanya singkat saja.. Karena cerita yang saya alami ini memang sangat singkat durasi waktunya, tapi buat saya, efek malunya malah tidak singkat sama sekali&#8230;  Tapi sungguh, walaupun nantinya tulisan ini sangat pendek, hikmah yang bisa Anda ambil amat sangatlah besar!</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, seperti biasa saya datang sekitar jam 8.45 WIB, 15 menit lebih awal dari jam masuk kantor. Biasanya keadaan kantor masih sepi, hanya 1-2 orang saja yang cukup rajin datang sepagi itu. Selain <em>office boy</em>, ada <strong>Alya</strong> dari bagian news yang biasanya sudah duluan datang. Ada sih beberapa orang yang juga sudah <em>stay </em>di kantor, tapi biasanya mereka itu bukannya karena  rajin datang awal, tapi memang nginep di kantor. Bisa ditebak, ini adalah anak-anak divisi off air. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, wajar dong saya heran ketika saya datang pagi itu, mobil big boss sudah duluan mangkal di parkiran. Tumben. Bukannya si boss nggak pernah datang pagi, tapi emang biasanya jam kantor si big boss ini  emang lebih fleksibel.  Jadi bisa datang agak siang. Tanpa ba bi bu, begitu masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, saya dengan cueknya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">.. tumben tuh.. jam segini udah dateng&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist dengan muka heran bertanya balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8230; siapa, Mas?</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">saya menjawab singkat dengan nada menyinyir yang luar biasa,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">itu, mobilnya si Mas Boss&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil menunjuk mobil diluar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang receptionist tiba-tiba menempelkan jari telunjuk ke mulutnya, sambil kemudian dengan muka agak-agak kahawatir, menunjuk kearah sofa di sebelahnya yang dibatasi sebuah papan tripleks tipis&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Oooooooooowwwhhhhh&#8230; si Boss lagi asyik membaca koran disana! Selamat ya, Dek! Mulutmuuuu&#8230;. Duh, dia tadi tau gak ya kalo dia yang aku maksud? Hihihi. Du Du Du Du&#8230; selidik punya selidik, si boss  ternyata emang belum sempat pulang karena semalam tidur di kantor setelah nonton final Liga Champions! Njreetttt&#8230; langsung dengan muka tanpa dosa walau malu luar biasa, saya melarikan diri ke lantai 1 untuk segera cuci muka.. karena muka ini panass banget rasanya!<span id="more-909"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Siangnya, tiba-tiba saya diajak berjabat tangan oleh teman sekantor saya yang bernama <strong>Boma</strong>. Dengan wajah bingung, saya pastinya menanyakan maksud dan tujuannya melakukan hal itu. Dia pun menjelaskan, bahwa dia pun melakukan hal bodoh yang sama dengan saya hari itu! Jadi, ketika akan memasuki pintu depan kantor,  <strong>Bom</strong>a yang termasuk<em> the morning person in the office</em> ini, merasa terhalangi oleh motor gede si boss yang letak parkirnya agak-agak mnghalangi pintu masuk. Ya mungkin karena saking gedenya itu motor. Maka dengan serta merta, ketika masuk ke dalam kantor dan melewati meja receptionist, langsung dia menggonggong di hadapan sang receptionist (sungguh malang sekali nasib receptionist kami itu&#8230;) ,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#800000;">&#8230; gimana sih itu motornya! Ngalang-ngalangin jalan aja</span></em>&#8230;. *)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil naik ke lantai atas (dengan wajah muka yang pasti agak2 merengut.. yakin banget saya! Hihihi). Daaann.. yak, tepat sekali! Boma tidak tahu kalo si empunya motor sedang berada satu ruangan dengan dirinya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ooowwhhhh&#8230; malu aku maluu..</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah hari ini, sepagi itu, 4 orang sudah langsung tidak merasa nyaman menikmati hari. Saya dan Boma yang malu karena sudah menyindir dan mengomeli si boss tepat di sebelah kupingnya <em>*ampuuunnnn*</em>, si Boss yang mungkin merasa anak buahnya pada nggak tau sopan santun dan malah dianggap bersekongkol menyindirnya, terutama mobil dan motornya <em>*hehehe*</em>, dan satu lagi : si penjaga meja receptionist yang ikutan merasa salah tingkah karena menjadi korban dari kebodohan saya dan Boma. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah dari cerita singkat ini adalah : dalam mengungkapkan sesuatu, bukan  hanya mulut yang dijaga. Tapi <strong>MATA</strong> juga harus ikutan dididik. Apalagi kalau mau menyampaikan sindiran terhadap seseorang (atau sesuatu). Pastikan, orang yang kita sindir itu tidak ada mendengarnya <strong>secara <em>live</em> </strong>dari mulut kita! Paham?</p>
<p style="text-align:justify;">Yuk, mari kita latih lagi kemampuan menyindir kita&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h5><em>*) Jadi ya.. biar nggak pada bingung, si Boss ini punya mobil dan punya motor gede juga. Mungkin beliau juga punya sepeda kumbang, entahlah. Tapi yang pasi, kadang datang kantornya naik mobil, kadang naik motor. Dan lebih seringnya sih motornya ditinggal di kantor. Begituu&#8230; </em></h5>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=909&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/28/mulutku-harimauku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Three&#8217;s a Crowd</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 09:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya?? Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya Nchy untuk melakukan movie marathon di Studio 21 Ambarukmo Plasa, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=897&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>&#8230;. nggak ada tawaran yang lebih normal-an dikit, ya??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah reaksi yang saya terima ketika saya mengajak teman saya<strong> Nchy</strong> untuk melakukan <em><strong>movie marathon</strong></em> di <strong>Studio 21 Ambarukmo Plasa</strong>, hari Minggu kemarin. Saya pikir, menonton 2 atau lebih film secara berturut-turut dalam satu hari, bukanlah sebuah hal yang aneh, bukan? Selesai menonton di satu studio, langsung berlanjut menonton film yang lain di studio yang berbeda. Tak ada yang salah dengan itu. Normal-normal saja. Makanya saya bingung, ketika teman saya ini terlihat begitu <em>shock</em>-nya mendengar tawaran saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Oh, ternyata saya salah. Bukan masalah &#8216;<em>movie marathon&#8217;</em>nya itu yang dipermasalahkan dan dianggap tidak wajar oleh <strong>Nchy</strong>. Tapi lebih pada penjelasan saya berikutnya, perihal film-film apa saja yang akan di&#8217;marathon-kan. Saya dengan entengnynya menyebutkan 3 judul film Indonesia yang memang sedang main di Studio 21.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#ff0000;"><em>.. semua film-film bagus di dunia ini emangnya udah lo tonton semua, apa???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.<em> I knew it. I kneewwwww ittttt&#8230;!! </em>Nggak akan ada orang yang cukup waras yang mau menemani saya melakukan perbuatan ini. Ketika  semua orang sibuk menulis status Facebook mereka dengan kalimat-kalimat yang memamerkan bahwa mereka sedang atau akan menonton film-film seperti Abdel &amp; Temon eh, <strong>Angel &amp; Demons</strong>, atau <strong>Watchmen </strong>atau<strong> The Curse of Benjamin Button</strong>, sepertinya saya sendiri yang dengan percaya diri menuliskan bahwa saya akan melakukakn <em>movie marathon</em> menonton film-film buatan negeri sendiri. Sepertinya kok pada anti ya membeli tiket untuk menonton film-film lokal. Ya sudah, dengan penuh keyakinan diri yang agak berlebih, saya pun melenggang memasuki Studio 21 untuk segera memulai petualangan saya menghabiskan hari Minggu seorang diri itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 2. Jam 10:45</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-898 aligncenter" title="janda kembang" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg?w=480" alt="janda kembang"   /></p>
<p style="text-align:justify;">adalah film pertama yang saya tonton. Terus terang, saya menonton film ini bukan karena tertarik melihat penampilan <strong>Luna Maya</strong> yang berdangdut-ria. <strong>Saya datang untuk Sarah Sechan! <em>Yeah!! </em></strong>Membaca sinopsis film yang mengisahkan bahwa Sarah berperan sebagai seorang penyanyi dangdut bernama <strong>Yuli Nada</strong> yang tersaingi oleh kedatangan Luna Maya yang menjadi penyanyi di orkes melayu pimpinan suaminya, sudah menjadi harga mati buat saya, untuk menonton film ini, apapun yang terjadi! Lebai, kan? Emang.<span id="more-897"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan terbukti, sepanjang film yang ceritanya amat sangat <span style="text-decoration:line-through;">menjiplak</span> terinspirasi film <strong>Malena</strong>-nya <strong>Monica Belucci </strong>ini, hanya Sarah-lah yang bisa menyelamatkan film ini dari efek sinetron yang membosankan sekali. Disaat  sepanjang film Luna Maya tak mengucapkan sepatah kata-pun di film ini, Sarah Sechan justru sebaliknya. Ngoooomoonnnnggg&#8230;. terus. Hahaha. <em>She&#8217;s good. Really good! </em>Lupakan cerita standarnya, lupakan soundtrack suara dangdut-nya Luna, lupakan poster filmnya yang seperti iklan sabun (minus gambar si Ringgo Agus Rachman itu tentu saja). Datanglah untuk mbak Sarah! Maka anda akan sangat terhibur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Studio 3. Jam 12:40</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selesai terkagum-kagum oleh akting Sarah Sechan, saya melanjutkan aksi marathon saya ke studio disebelahnya. Sempat ditanya-tanya oleh mbak-mbak penjaga tiketnya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. wah, lanjut mas??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Sempat GR, karena saya kira si mbaknya ini begitu terpesonanya oleh saya, sehingga begitu kuatnya dia mengingat saya. Tapi sepertinya saya salah. Tentu saja si mbak ini ingat siapa saya, karena memang studio 21 itu sepi sekali dari pengunjung. Hahaha. <em>Eniewei, f</em>ilm pilihan berikutnya yang sangat beruntung saya tonton adalah</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-899 aligncenter" title="Rasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg?w=480" alt="Rasa"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, <strong>Rasa.</strong> Jujur, saya (agak ) tertarik untuk menonton film yang disutradarai oleh <strong>Charles Gozali </strong>ini karena melihat trailernya. Berkisah tentang seorang cewek yang tersiksa karena &#8216;dianugerahi&#8217; kemampuan melihat apa yang akan terjadi. Semacam paranormal gitu, lah. Berbagai peristiwa yang akan terjadi itu, bisa dilihatnya melalui lukisan yang yang digambarnya. Seperti cerita serial <strong>Heroes</strong>, bukaan? Bukan!! Karena si cewek itu ahirnya terpaksa terlibat dalam drama penculikan anak dari seorang profesor asal Inggris, dimana nantinya kejadian itu ada hubungannya dengan perebutan sebuah Keris pusaka bernama Keris Candra Wulan! Ooohhh&#8230; Para penulis skenario Heroes pun pasti tidak akan sekreatif itu dalam memilih alur cerita!</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti beberapa teman saya yang juga sama pesimisnya dengan premis film ini, saya memasuki ruangan studio dengan tanpa harapan apa-apa. Tapi mungkin itulah kuncinya. Disaat saya tidak berharap apaun dari film ini (lah, kok ya ditonton ya?), justru yang terjadi malah sebaliknya. Film ini ternyata sangat enak dinikmati. Alurnya dan editingnya berjalan mulus. Akting para pemainnya pun terlihat wajar, sewajar saya memaklumi <strong>Christian Sugiono</strong> yang tampil dengan akting bak menghafal dialognya itu. Walau mengambil tema agak-agak supranatural, tapi film ini tidak terjebak menampilkan penampakan-penampakan hantu yang tidak penting, tapi cukup membuat saya tersentak kaget. Begitu juga dengan akting meyakinkan pemeran utamanya, <strong>Pevita Pearce</strong> yang  sepintas mengingatkan saya dengan Cinta Laura, namun dalam versi lebih cerdas!</p>
<p style="text-align:justify;">Yang agak mengganggu mungkin adalah masalah bahasa. Karena film ini menceritakan 2 budaya, sehingga melibatkan pemain asing pula, makanya diperlukan terjemahan selama dialog berlangsung. Ketika aktor dan aktris Bule yang berdialog, muncul-lah terjemahan bahasa Indonesianya di layar. Ketika aktor dan aktris Indonesia yang berdialog, maka muncul-lah terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lah? Seperti sedang menonton acara <strong>Pelajaran Bahasa Inggris Untuk Anda</strong> saja. Cukup mengganggu sebenarnya. Saya jadi agak-agak dejavu dengan film-film lama yang dibintangi tante <strong>Cynthia Rothrock</strong> yang jago nendang, salto sambil terbang secara bersamaan jaman dulu itu (hebat sekali orang ini!).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Overall</em>, saya cukup terhibur dengan film ini. Alur ceritanya yang sebenarnya sederhana, bisa ditampilkan dengan  lebih dari sekedar &#8216;sederhana&#8217;. Penampilan para cameo yang hanya sekelebatan itu cukup membuat bibir tersenyum-senyum sendiri. Dan terlihat sekali, film ini tidak termasuk film-film <em>asal buat-yang penting laku</em> seperti yang selama ini kita lihat. Adegan laga-nya juga tidak kacangan dan terasa sekali digarap dengan serius. Tone film yang kebiru-biruan dan gelap juga menguatkan aksen film ini, yang seolah ingin menegaskan bahwa <strong>Rasa adalah film mencekam tapi romantis! </strong>Ohhhh.. Dasar kritikus film amatiran. Suka nggak pas deh ngasih penilaian. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari Studio 3 dengan perasaan surprise (karena film yang saya tonton ternyata lebih bagus daripada yang saya perkirakan sebelumnya), saya keluar untuk mencari makan siang sebentar, memulihkan tenaga dan pikiran, karena perjalanan saya belum usai! Akhirnya, sebagai aksi penutup movie marathon hari itu, saya memilh sebuah film yang (sepertinya) sudah dinanti-nanti oleh para ABG (hohohoo..), karena lagu soundtracknya yang mampu membuai banyak orang itu..</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-900 aligncenter" title="bukan cinta biasa" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg?w=480" alt="bukan cinta biasa"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata memang benar.. penonton film ini ternyata lebih banyak daripada 2 film yang saya lihat sebelumnya. Dan hampir semua penonton yang ada di studio 5 adalah para A-Be-Ge! Dengan langkah malu-malu mau, saya memasuki studio. Pasti para cewek-cewek ABG itu memandangi saya dengan hina..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; ih, ada Oom-Oom mau nonton Afgan&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Film dibuka dengan seorang anak cewek belasan tahun yang mengetuk pintu rumah seorang rocker setengah baya, dan langsung bilang kalau dia adalah anak dari si rocker itu. Ya ya.. dari adegan pembuka cupu ini saja, saya seperti sudah bisa menebak isi keseluruhan film ini. Pasti isinya seputar konflik antara bapak-anak yang berusaha menyesuaikan diri itu. Dan saya benar! Dan dari pertama saya sudah benar, film ini pasti malah akan berubah dari (pengennya) drama menjadi (pengennya) komedi. Duh, selama satu jam lebih, saya tersiksa sekali melihat akting bapak-anak yang sama sekali miskin <em>chemistry</em> ini. Susah sekali percaya bahwa mereka ini adalah anak dan bapak. Nggak tau kenapa, saya justru melihat keakraban mereka ini malah seperti anak ABG yang lagi sayang-sayangan dengan Om-Om! Duh..</p>
<p style="text-align:justify;">Lebai. Sungguh lebai. Susah memperkirakan, mau kemana sebenarnya arah film ini. Serba tanggung. Terus terang, saya merasa ditipu mentah-mentah. Karena seperti yang saya tulis tadi, yang membuat saya penasaran dan akhirnya memutuskan untuk menonton film ini adalah<strong> lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh dik Afgan itu</strong>. Pertama kali mendengar lagu yang mengharu-biru itu, saya membayangkan filmnya pasti nggak akan jauh beda lah dengan lagu soundtracknya. Drama-dramaan gimanaaa, gitu. Cinta-cintaan yang tragis atau apalah. Hehehe.  Makanya ketika lagu inipun akhirnya muncul di dalam salah satu adegan film bertema anak sok tau -bapak nggak jelas gini, jadinya nggak nyambung banget dan terkesan dipaksakan sekali. Uh! Untunglah, ada penampilan<strong> Julia Perez </strong>yang cukup menonjol, walau hanya muncul dalam 3 scene saja. Menonjol dalam arti sesungguhnya. Menonjol sekali&#8230;. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya begitulah. Movie marathon saya diakhiri sebuah film yang sepertinya lebih cocok langsung dijadikan VCD saja itu. Tapi toh walaupun dikecewakan, saya tetap berbangga hati karena <strong>saya bisa kuat menaklukan tantangan diri saya sendiri untuk melakukan movie marathon film-film Indonesia!</strong> YEAHH!! Nggak ada yang berani melakukannya selain gue! YEAHH!!!! Nggak ada orang waras yang mau mengeluarkan duit 75 ribu perak hanya untuk melakukan hal ini!! YEAHHH!!!! Hahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-medium wp-image-901 aligncenter" title="MOVIE MARATHON9" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=276&#038;h=207" alt="MOVIE MARATHON9" width="276" height="207" /></p>
<p style="text-align:justify;">So, siapa tau.. siapa tau lho ya, nantinya kalian ada yang sama <em>clueless</em>-nya seperti saya, dan ingin mencoba melakukan Movie Marathon film Indonesia (<strong>ingat! film Indonesia!)</strong> di bioskop, mungkin beberapa tips ini bisa membantu  :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Selektiflah dalam memilh film.</strong></span></span> Perhatikan siapa saja pemain-pemain filmnya. Jangan sampai tiba-tiba merasa disorientasi didalam bioskop karena melihat pemain yang itu-itu lagi. Contohnya saya. Melihat penampilan <strong>Wulan Guritno</strong> di film<strong> Rasa</strong>, kemudian muncul lagi di film <strong>Bukan Cinta Biasa.</strong> Begitu juga <strong>Joe Project Pop</strong> dan <strong>Ustad AA Jimmy</strong> yang bisa-bisanya nongol di film<strong> Janda Kembang</strong> kemudian berlanjut di film <strong>Bukan Cinta Biasa</strong>. Duh! Saya sempat bingung,<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Perasaan gue udah ganti film deh&#8230;&#8221;</em></span></li>
<li><span style="color:#993366;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Bawalah baju ganti.</strong></span> </span>Lebih banyak lebih baik. Hal ini untuk menghindari tatapan heran para pegawai bioskop yang melihat muka kita lagi-muka kita lagi. Paling tidak, kalau setiap ganti studio, kita hadir dengan dengan penampilan yang berbeda juga, hal ini bisa menghilangkan tatapan heran mereka. Mungkin berganti dengan tatapan kagum. <span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230;Niat bener yaaa ni orang&#8230;..&#8221;</em></span></li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Yakinkan diri anda, bahwa Anda memang sedang kurang kerjaan!</span></strong></span> Hal ini akan membuat anda yakin untuk menyelesaikan movie marathon itu sampai dengan selesai. Karena kadang, ketika selesai menonton film kedua, bahkan saat baru selesai menonton fim pertama, Anda sudah merasakan dehidrasi yang luar biasa. Apalagi ingat, yang anda tonton ini adalah FILM INDONESIA! Dan ingat, selalu ada pilihan untuk melakukan movie marathon film Indonesia di rumah dengan cara menyewa di rental. Tapi orang yang melakukan ini, adalah orang-orang pecundang. Huahahahhaha&#8230;</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#993366;">Lakukanlah sendiri. </span></strong></span>Tidak usah mengajak teman. Karena selera belum tentu sama. Bisa jadi, ditengah perjalanan, teman Anda menyerah, dan Anda harus  menghabiskan sisa putaran marathon itu sendirian. Tidak asyik sekali. Jangan sampai pertemanan Anda rusak hanya karena masalah tidak penting seperti itu <em>*nggak mungkin juga sih, Dek*</em>.  Mendingan dari pertama sendirian saja. Anggap dan nikmati saja seharian itu sebagai <strong><em>&#8216; me time&#8217;</em></strong> alias waktu Anda untuk memanjakan diri. Jadi, gila-gilaan lah saja sendiri. Jangan menyusahkan orang lain.Hehehe.</li>
<li>Ingat, dalam hidup ini masih ada opsi lainnnya untuk menghabiskan waktu : <strong>tidur!</strong></li>
</ol>
<p>Jadi, selamat menonton!</p>
<br />Posted in Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=897&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/19/threes-a-crowd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/janda-kembang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">janda kembang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/rasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/bukan-cinta-biasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bukan cinta biasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/movie-marathon9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MOVIE MARATHON9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beauty is Pain</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 08:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial &#8216;The Biggest Loser&#8217; di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=891&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah beberapa minggu ini saya mengikuti serial <strong>&#8216;The Biggest Loser&#8217; </strong>di TV. Sebuah reality show yang berbeda dengan reality show di TV lokal kita yang isinya cuman orang berantem, teriak-teriak, nangis-nangis dan ngaget-ngagetin orang gak jelas. Hehehe. &#8220;The Biggegst Loser&#8221; sesuai dengan judulnya, menantang orang-orang yang dikaruniai berat badan diatas normal, untuk  bisa menurunkan berat badan mereka itu  menjadi dalam angka yang normal atau ideal. Terus terang, ada perasaan takjub juga menyaksikan pengorbanan orang-orang ini. Dengan bantuan 2 orang <em>personal trainer</em> yang mendampingi mereka, saya jadi tahu bahwa menurunkan berat badan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang apalagi menyenangkan. Perlu perjuangan dan pengorbanan luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Berat badan ideal memang keinginan semua orang</strong>. Dari faktor kesehatan, sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang terlalu berlebih berat badannya, rawan dengan berbagai gangguan kesehatan. Demikian pula dari faktor estetika. Terlepas dari yang namanya cantik/ganteng tidaknya seseorang itu ukurannya katanya adalah relatif, tapi semua orang tentu sangat ingin melihat ukuran badan mereka proporsional. Itulah kenapa produk dan program diet makin bertambah saja jenisnya (dan banyak peminatnya) , bukan?</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-892 aligncenter" title="COMP_02_blclogo" src="../files/2009/05/comp_02_blclogo.gif" alt="COMP_02_blclogo" width="186" height="193" /></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi melihat program <strong>The Biggest Losers</strong> ini saya kok jadi makin percaya, <strong>segala sesuatu itu ada proses dan perjuangannya. </strong>Tidak bisa instant. Tidak bisa langsung kita dapatkan hasilnya dalam waktu sekejap seperti menjentikkan jempol dengan jari tengah. Makanya di tayangn itu diperlihatkan, para peserta harus mau menjaga asupan makanan yang mereka makan, menjaga pola makan dan &#8211; ini yang pasti, harus mau sampai jungkir balik berolahraga keras untuk membakar kalori, mengubah lemak menjadi otot, dengan didampingi oleh para trainer yang galaknya minta ampun itu. Tidak heran kalau hampir semua perserta menangis, bahkan ada yang menyerah ditengah jalan. Kalau begini kan pertanyaannya tinggal satu : <em>Seberapa kuat tekad kita kita dalam melakukannya?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kebanyakan sih sama : tidak terlalu sabar.</strong> Hehehe. Saya contohnya. Dulu saya pernah merasa bahwa saya sudah cukup berlebih berat badannya. Bisa dilihat dan dirasakan ketika celana mulai sesak di bagian pinggangnya, seragam kantor juga terlihat jadi semakin ketat, ngalah-ngalahin baju-bajunya <strong>Safiul Jamil</strong>, hingga yang paling jelas : pipi yang samakin tembem! Ditambah dengan tinggi badan yang sudah tidak mungkin bertambah lagi<em> *hehehe*</em> , akhirnya saya memutuskan untuk segera melakukan hal yang tidak pernah terpikir sama sekali sebelumnya : <strong>DIET! </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berkonsultasi dengan trainer di gym tempat saya biasa berlatih, akhirnya saya diberikan sebuah program <em><strong>Fat Loss</strong></em> yang terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah latihan untuk membakar lemak seperti <em>treadmill </em>dan <em>step race</em> plus latihan beban untuk mengencangkan otot, dan yang kedua adalah deretan menu diet yang harus saya makan. Setengah tak percaya, saya membaca daftar menu diet yang tertulis rapi di kertas itu&#8230;<span id="more-891"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6 Pagi</strong> :    <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur,  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 9 Pagi </strong> :  <em>150 gram Dada Ayam Bakar atau Rebus,  1 buah Apel</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 12 Siang</strong> :  <em>2 Lembar Roti Gandum,  3-4 butir Putih Telur, 1-2 potong Tahu atau Tempe,  1 Buah Apel, Semangkuk   Sayur Bening</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 3 Sore</strong> :  <em>Sama dengan makan siang</em></span></li>
<li><span style="color:#000080;"><strong>Jam 6/7 malam</strong> : <em>150 gram Dada Ayam bakar, 1 Buah Apel dan  1 Scoop Whey Protein</em></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Huekkk&#8230;.!!</p>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. pertama kali saya membaca daftar  menu diet yang harus saya makan itu, saya langsung mual-mual. Mata berkunang-kunang. Bibir pecah-pecah. Hehehe. SUMPAH LOE????? Kemudian saya berusaha mengkonfirmasikan lagi kepada mas trainer itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; mmm..mas, ini beneran nih progarm buat manusia? Bukan keliru untuk melatih Beruang Sirkus kann&#8230;..?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan, selama 2 bulan, setiap Senin sampai Jumat, saya cuman boleh makan itu doang? Mengerikan&#8230; berarti setiap hari, sampai goblok tiap hari yang dilihat dan dimakan cuman<strong> roti gandum, Apel</strong> sama <strong>Putih Telor </strong>dan  <strong>Ayam Rebus?? </strong>Apa-apaan ini?? Segitu amat ya demi pengen badan bagus? Akhirnya setelah dijelaskan cara kerja dn manfaat yang akan diperoleh ketika menjalankan pola diet seperti ini oleh mas Trainer, saya kemudian bisa mengerti, dan bertekad untuk mematuhi anjurannya, dan menjauhi larangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berhasilkah saya mendapatkan badan yang ideal?  <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Are you kidding me?</em> Tentu saja  tidak! Tidakkah kalian baca menu yang harus dimakan diatas itu?? Hahaha.  Setelah memaksakan diri untuk tabah menjalani program diet itu, di minggu keempat akhirnya saya menyerah. Nggak sanggupppp&#8230; Saya sudah mual (dan muak!) melihat putih telur ituuuuu.. Sumpah, sampai sekarang saya suka agak-agak trauma gimanaaa, gitu kalau melihat putih telur. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya program diet itu saya tinggalkan. Saya mencoba lebih mengatur pola makan secara pelan-pelan (dan secara lebih manusiawi!), sambil tetap menjaga pola latihan di gym saja. Karena saya percaya, olahraga adalah jawaban yang paling benar kalau kita mau menjaga kesehatan, kebugaran dan mendapatkan berat badan yang ideal!</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai suatu hari, saya mendapat komentar dari salah seorang teman yang melihat foto saya di Yahoo Messenger.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. hiiii&#8230; cempluk! Itu kamu yang memang membesar, atau cuman efek kamera ya?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh.. Pertanyaan bodoh. Setahu saya nggak ada deh orang yang pengen terlihat gemuk di foto! Hahaha. Ternyata usaha pengaturan pola makan dan olahraga versi saya sendiri itupun belum berhasil. Mungkin karena faktor itu juga, entah kenapa minggu lalu saya bisa-bisanya berhenti di sebuah counter kosmetik (hahahah), dan mencoba bertanya-tanya tentang sebuah produk perawatan badan untuk cowok yang sering terpampang di majalah-majalah pria itu. Produk <strong><em>body firming gel</em></strong> ini katanya iklannya sih termasuk yang paling oke untuk menghancurkan lemak di area perut. Cukup dioleskan ke bagian-bagian perut yang ingin &#8216;dilangsingkan&#8217; saja setiap pagi dan malam. Nanti setelah sebulan (tetep ya&#8230; harus nunggu sebulan!), akan terlihat hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Duh, <em>should I try this? </em>Sebagai orang yang cukup rasional, saya tentu saja berusaha untuk tidak langsung percaya oleh bualan iklan. Apalagi ternyata harga produk itu bisa buat beli jeans 3 biji! Makanya, saya kemudian mengiterogasi mbak-mbak penjaga counter itu tentang kemampuan produk itu, termasuk efek sampingnya bagi saya seandainya saya memakainya. Si mbak yang terlihat agak kaget mendapati calon costumernya sebawel itu, dengan cepat menjelaskan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; gak ada efek samping yang berbahaya kok, mas. Ini prduk best seller banget. Yaa, biasanya sih setelah pemakaian gel ini, efeknya paling-paling cuma sering kentut aja, mas&#8230; nggak ada efek lainnya kok&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Pppffffffffffff&#8230;.. </em>setengah mati saya berusaha menahan ketawa yang hampir saja keluar dengan dahsyatnya. Tapi terpaksa ditahan, takut si mbaknya tersinggung. <em>Heh? Gue gak salah denger kan?? Si mbaknya ga salah ngomong, kan??</em> Jadi sering kentut?? Itu kok seperti tidak menyenangkan ya. Tidak cuma bagi saya, tapi juga bagi orang-orang disekitar saya,bukan?? Kok aneh banget sih efek sampingnya. Eh, seolah bisa membaca pikiran saya itu, si mbaknya kemudian berusaha menetralisirnya dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8230; loh, gak apa-apa lho mas.. bandingkan dengan produk obat diet yang sering diminum perempuan-perempuan itu. Bisanya efeknya malah lebih gawat. Jadi sering ke belakang, ya pipislah.. ya buang air besar, lah&#8230;. Efek sampingnya bisa berbahaya sekali&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">HOHH???</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi saya harus memilih nih ceritanya? Milih mana : sering kentut apa sering pipis? Hahahaha. Duh si Mbak..</p>
<p style="text-align:justify;">See.. semua itu butuh proses. Nggak bisa langsung. Nggak ada itu yang namanya keajaiban. Semua itu butuh yang namanya pengorbanan. <em>Short cut will never work.</em> Nggak ada yang bisa langsung jadi. Mau pinter, harus belajar. Mau  lulus ujian, harus mau ikut diuji dulu. Mau kaya, ya harus kerja. Mau langsing? Ya harus mau bersusah-susah dulu olahraga dan mengatur pola makan. Apakah itu berarti  : untuk langsing, saya juga harus rela berkorban sering berkentut-kentut ria? Huaahhhh&#8230; Pilihan antara hidup dan mati nih..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin kalian bertanya-tanya, jadi kah saya membeli produk body firming gel itu? Hehehe.. silakan tebak sendiri. Mungkin bisa ditanyakan kepada rekan-rekan sekerja saya, apakah saya akhir-akhir ini jadi lebih sering ke kamar mandi atau lebih sering pergi menjauh dari mereka supaya mereka nggak menghirup bau yang aneh&#8230;. kakakakakkakaaa&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/891/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/891/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=891&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/13/beauty-is-pain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting part III</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 10:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Jam 8 malam. Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News. Dan kemudian, muncullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=887&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jam 8 malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya di kamar sepulangnya dari  kantor, saya langsung meletakkan tas kerja, dan langsung terkapar tak berdaya di karpet bulu yang sudah tidak jelas bentuknya itu. Meletakkan beberapa bantal untuk sandaran kepala, sambil kemudian menyalakan TV, dan langsung memencet tuts bertuliskan angka 8 dan 9. Yak, 89. Channel MNC News.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kemudian, muncullah tayangan itu&#8230;.. Silet! Hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-888 aligncenter" title="silet" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg?w=480" alt="silet"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Terserah deh mau dibilang saya cowok yang terlalu emak-emak karena doyan ngikutin gossip. Tapi dalam keadaan capek begitu, bukankah sebaiknya kita mencari hiburan yang bisa menghilangkan kepenatan? Dan saya yakin, dengan melihat tayangan infotainment yang luar biasa ringan dan menghibur seperti itu, pasti cukup bisa membantu menghilangkan segala letih yang saya rasakan sejak dari pagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan benar saya, begitu mengikuti tayangan Silet yang saat itu sedang membahas kasus dugaan penculikan model <strong>Manohara </strong>oleh Pangeran dari negeri seberang itu <em>*ohhh*</em>, saya bisa melupakan segala penat dengan berulang kali tertawa terbahak-bahak ketika menyaksikannya. Bukannya saya nggak bersimpati dengan kasus ini. Bukannya saya tidak merasa kasihan melihat si Ibunya Manohara yang jumpalitan meminta bantuan supaya bisa dipertemukan dengan anaknya itu. Bukan. Tapi siapa coba, yang nggak akan kegelian ketika ditengah-tengah liputan yang dibuat dramatis dan memilukan itu, ditambah dengan suara si mbak-mbak narator yang sama juga dibikin super duper dramatis itu, tiba-tiba muncul lagu&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Diiiiiiiiiiiaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230; Isabellllaaaa&#8230;. lambang cintaaaa yang laraaaaa&#8230;. Terpiiiiiii&#8230;.sah keerranaaa&#8230; aadat yaaannngg beeeerrrrbeeezzzaaaaaaaaaaaaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! LEBAY!</p>
<p style="text-align:justify;">Apa-apaan sih ini editornya? Mentang-mentang kasusnya tentang kisah pilu dua negara, mentang-mentang tayangan yang dibahas adalah tentang sosok seorang perempuan yang menderita karena perbedaan kultur bangsa, maka kemudian dipilihlah lagu legendaris <strong>Isabella</strong> dari kelompok <strong>Search </strong>yang ngetop di awal tahun 90-an ini. Jelas saya ngakak dong. Kok nggak begitu nyambung yah?? Sukanya gitu deh, ni infotainment. Sukanya menambah-nambah kesan dramatis sebuah liputan dengan memasangkannya dengan sebuah lagu yang (dianggap mereka) cocok. Kalau cocok sih nggak apa-apa. Makin dapat, lah nilai kedramatisannya. Lah, kalo maksa?</p>
<p style="text-align:justify;">Belum selesai kegelian saya dengan lagu Isabella itu, tiba-tiba saya sudah dibuat terperanjat lagi dengan lagu berikutnya. <span id="more-887"></span>Terdengar sebuah suara menyayat hati yang bersenandung,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>.. Mamaaa&#8230;. oh Mamaaa&#8230; aku ingin pulaaaannngggg&#8230;&#8230;..kuu rindu kepadamu.. Cincin emas melingkar dia berikan duluu.. untuk apa, kalau dia tak cintaaa&#8230;.<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>My God!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kali ini lagunya <strong>Nike Ardilla</strong> ini yang dipasang. Seolah-olah bisa menggambarkan jeritan hati Manohara yang ingin pulang ke rumah ibunya di Indonesia, karena sudah tidak betah di dalam kerajaan Malaysia itu. Luar biasa sekali inisiatif si penghias musik infotainment ini. Idenya sangat brilliant! <em>Amazing! Out of the box! Two thumbs up! </em>Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri nggak tahu. Apa karena kebiasaan saya yang terlalu memperhatikan segala sesuatu dengan amat detail, tapi perhatikan deh setiap kali ada tayangan infotainment. <strong>Perhatikan pilihan <em>soundtrack-soundtrack</em> lagu yang mereka &#8216;masukkan&#8217; dalam sebuah tayangan. </strong>Pasti kebanyakan bikin kita terkaget-kaget sendiri. Ada yang asal comot, ada juga yang dipilih dengan amat teliti oleh si editornya. Saya kok yakin, si editor itu pasti memeras otak dengan sangat keras, berusaha mencari lagu apa yang paling cocok untuk dimasukkan dalam liputannya itu. Biar (syukur-syukur) bisa nyambung.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kasus yang diangkat adalah kasus dari seorang penyanyi sih, gampang saja. Tinggal memasukkan satu atau dua lagu dari si penyanyi bersangkutan, selesai. Lah kalau kasusnya seperti kasus Manohara barusan? Salah satu pengalaman menonton tayangan infotainment yang paling tidak terlupakan adalah ketika mereka meliput seorang artis bernama <strong>Nia Ramadhani</strong> yang menurut mereka termasuk gemar gonta-ganti pacar untuk ukuran seusia dia. Hehehe. Dan hebatnya lagi, pacarnya dik Nia ini semuanya tajir. Ada <strong>Ressa Helambang, Bam Samsons</strong> dan yang terakhir ini adalah <strong>siapa Bakrie</strong>, gitu. Dan setelah narasi-narasi yang tidak penting itu dibacakan, dengan tanpa rasa bersalah, si infotainment itupun memasukkan lagu yang sepertinya bisa menjelaskan keseluruhan liputan mereka sebagai klimaksnya :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; cewek matree&#8230; cewek matree&#8230; kelaut ajee&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya masalah pemilihan lagu. Lebih detail lagi. <strong>Perhatikan juga dalam hal pemilihan </strong><em><strong>sound effect! </strong></em>Wah, ini lebih mengerikan lagi. Hampir semua infotainment sepertinya hanya punya koleksi satu <em>sound effect</em> satu saja, yaitu : suara halilintar! Pokoknya yang bunyinya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>..DHUARRRR..!!&#8221;</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">gitu, lah. Suara ini sering sekali ditampilkan setiap kali ada sebuah pernyataan seorang nara sumber, entah itu si artis atau siapapun itu, dimana pernyataan itu dinilai sangat mengagetkan atau mengejutkan. Nah, petir kan bikin kaget tuh.. makanya dipakailah sound effect suara petir untuk menambah kesan <em>surprising</em> nya. Biar semakin klimaks! Biar penonton terkejut! Pernah nih,  dalam setengah jam saya nonton sebuah infotainment, saya menghitung tidak kurang ada 11 kali suara <strong><em>&#8220;&#8230; DHUARR&#8230;!!&#8221; </em></strong>itu muncul. Edan ya? Apakah akhirnya menambah kesan dramatis dari liputan itu? Enggak juga. Malah bikin geli. Orang dikagetin kok berkali-kali. Ya udah nggak kaget lagi dong,ah!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah hebatnya infotainment di negara kita. Tidak perlu menghadirkan penelusuran mendetail, tidak perlu dibutuhkan fakta akurat atau konfirmasi apalagi analisa yang kuat. Cukup dengan narasi yang dramatis, ditambah ilustrasi musik dari <em>scoring </em>film-film luar, disertai pemilihan lagu-lagu yang dirasa bisa merepresentasikan kasus yang diangkat, dan jangan lupa, <em>sound effect</em> mengejutkan itu tadi! Then &#8230;.. BAM!! Jadilah infotainment yang ratingnya tinggi dan disuka oleh banyak orang, temasuk saya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena cuma infotaiment lah, satu-satunya tayangan berita yang bisa memberikan seorang penyanyi nanggung seperti <strong>Mayangsari</strong> dengan julukan <strong>&#8220;Ratu Purwokerto&#8221;</strong>! Hebat toh??! Sejak kapan coba,  Purwokerto berubah dari kabupaten menjadi kerajaan???</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>Hidup Infoteimen Indonesssaaa!!</em></strong></p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=887&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/06/nggak-penting-itu-penting-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/silet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">silet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polos</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dulu, orang sering bilang bahwa kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari. Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; make up yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=879&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sejak dulu, orang sering bilang bahwa<strong> kecantikan atau ketampanan asli seseorang bisa dilihat ketika mereka baru saja bangun tidur di pagi hari.</strong> Alasannya? Ya kurang lebih, karena ketika mereka bangun dari tidur itu, mereka bangun dengan wajah yang masih alami, polos, apa adanya, tanpa tambahan-tambahan &#8216;dempul&#8217; <em>make up</em> yang bisa menyamarkan kekurangan dari wajah mereka. Normalnya, normalnya lho ini ya&#8230;. hehehe&#8230; orang kalau pergi tidur kan memang biasanya nggak memakai <em>make up</em> di  wajahnya, toh? Kecuali di sinetron-sinetron itu, tentu saja. Mereka itu mungkin termasuk abnormal, karena walaupun sudah siap tidur dengan daster atau baju tidurnyapun, masih ngotot ingin terlihat cantik dengan ber-<em>make up</em> tebal seperti mau kondangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga  heran, kenapa kecantikan atau ketampanan seseorang itu harus dinilai dari saat dia bangun tidur. Bukankah justru ketika itu, muka lagi jelek-jeleknya ya? Mata masih lebam dan belum terbuka dengan sempurna, pipi masih terlihat membengkak, belum lagi kalau ada sisa-sisa <em>ngiler</em> yang terpampang samar-samar di sekitar bibir hahaha.. masih ditambah dengan rambut yang, masya Allah&#8230; awut-awutan nggak karuan. Cantiknya dimana? Gantengya dimana??</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin ya seperti yang saya tulis di paragraf awal tadi : c<strong>antik dilihat dari sisi alaminya, kepolosannya.</strong> Wajah yang masih bersih tanpa sentuhan dan polesan apa-apa. <em>That&#8217;s where the beauty is.</em> Karena kalau kita melihat sosok perempuan yang cantik setelah wajahnya di&#8217;dempul dengan make up 7 lapis,misalnya, ya nggak usah tanya. Bukankah itu gunanya <em>make up </em>diciptakan di dunia ini? Malah jika si perempuan itu tetap tidak terlihat cantik bahkan setelah dimake up hingga 7 lapis, itu yang harus dipertanyakan! Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih maklum sekali, kalau perempuan dan <em>make up</em> itu mungkin sudah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat kentut dengan baunya. Ibarat hidung dengan upilnya.  Perumpamaan yang tidak cantik sama sekali ya? Hehehe. Perempuan kalau tidak memakai riasan, atau bahkan tidak tahu bagaimana caranya ber-<em>make up</em>, malah sering dibilang bukan perempuan. Sehingga kemanapun kalian pergi, mereka  selalu terlebih dahulu menyempatkan diri berdandan, yang buat kami para lelaki, sering menganggapnya sebagai pemborosan waktu saja. Walaupun kalau dipikir-pikir, selain untuk diri sendiri, kalian berlama-lama memonyong-monyongkan bibir didepan cermin itupun untuk kepentingan kami juga. Karena kami juga akan bangga punya pasangan yang pintar mempercantik dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dalam skala 1-10, <strong>seberapa pentingkah memakai <em>make up</em> bagi kalian?</strong> Sebegitu pentingnya kah? Berani nggak sih kalian hidup tanpa <em>make up</em>? Oke deh, pertanyaan terakhir barusan terdengar terlalu berlebihan. Kita kurangi saja kadar ke-<em>lebai</em>-annnya : Pernah nggak, sehari saja, sekali-sekali pergi ke kantor, atau pergi ke Mal, tampil polos tanpa riasan make up sama sekali? Kalau pernah, apa sih yang kalian rasakan? Nggak nyaman? Nggak percaya diri? Malu? <span id="more-879"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Majalah <em><strong>People</strong></em> baru-baru ini mengeluarkan tema <strong>The Most Beautiful People</strong> sebagai <em>headline</em>-nya. Setiap tahun mereka memang sangat kurang kerjaannya, dengan mengeluarkan daftar-daftar <em>The Most Beautiful</em>. Ya <em>The Most Beautiful Men</em> lah, <em>Women </em>lah, dan yang lebih umum ya itu tadi : <em>People</em>. Tahun ini yang terpilih adalah si cantik <strong>Christina Applegate</strong>. <em>I strongly agree</em>. Si mbak ini memang cantik sekali. Dan kekuatannya melawan kanker payudara yang dideritanya itu membuatnya terlihat semakin cantik. Cantik dari dalam.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-883 aligncenter" title="applegate_cover" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg?w=480" alt="applegate_cover"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Dan salah satu bagian dari The Most Beautiful People ini, ada sebuah artikel yang memuat foto-foto beberapa selebritas perempuan yang ditantang untuk mau berfoto dengan polos. Polos disini bukannya tanpa memakai sehelai benang pun. Tapi polos tanpa memakai riasaan atau <em>make up </em>sama sekali. Judul artikelnya adalah <em><strong>&#8220;Stars Without Make Up&#8221;. </strong></em>Mereka hanya diperbolehkan memakai semacam <em>moisturiser</em> atau apalah, gitu. Tapi tetap:<span style="text-decoration:underline;"> <strong>No Make Up!</strong></span> Buat orang biasa, mungkin ini bukanlah sebuah masalah besar. Tapi buat artis yang sehari-harinya (mungkiiiiinn&#8230;) harus selalu bermake-up, ini sebuah tantangan hidup dan mati! Dari sekian banyak artis yang ditawari, akhirnya si cantik <strong>Eva Mendes</strong>, penyanyi kulit hitam <strong>Ciara</strong>, <strong>Halle Berry, Cindy Crawford,</strong> juri American Idol <strong>Kara DioGuardi</strong> sampai para pemain serial 90210 ini berani menerima tantangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_881" class="wp-caption aligncenter" style="width: 340px"><img class="size-full wp-image-881" title="90210" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg?w=480" alt="The girls from '90210'"   /><p class="wp-caption-text">The girls from &#39;90210&#39;</p></div>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya? Memang lain sih. Lebih kelihatan kerut-kerutnya. Hehehe. Ya iyalah, biasanya kan mereka kalau tampil di TV selalu dengan <em>make up </em>berat yang bisa menghilangkan berbagai kekurangan di wajah mereka. Tapi melihat tampilan foto Eva Mendes, Cindy Crawford dan kawan kawan itu, paling tidak ada 2 kesamaan yang bisa saya tangkap. <strong>Pertama</strong>, betapa memang mereka ini aslinya sudah cantik! Jadi mau pakai <em>make up</em> atau tanpa <em>make up</em> pun, ya tetep cantik! Hehehe. Emang dasarnya cantik! Titik. <strong>Kedua</strong>, mereka terlihat manusiawi sekali. Melihat kepolosan wajah mereka itu, saya melihat bahwa secantik apapun orangnya, sekaya dan sengetop apapun orangnya, tetap satu : sama-sama manusia kok. Foto mereka itu memperlihatkan bahwa mereka yang disebut &#8216;artis&#8217; itu juga manusia biasa. <em>They&#8217;re human.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya sering kan, ketika kita berpapasan dengan orang-orang yang mukanya sering kita lihat di TV, dan si orang populer itu tampil tanpa riasan tebal setebal ketika mereka di TV, terus kita berkomentar</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. biasa aja ternyata&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau yang lebih kejam dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Loh.. kok cakepan gue???</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehhee. Lho, lha emang mereka juga orang biasa toh? Cuma kebetulan aja kerjaanya jadi artis. Kebetulan aja keraannya harus sering-sering tampil dengan <em>make up. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak ada yang salah sih dengan memakai <em>make up</em>. Tapi kalau sampai nggak berani keluar rumah dengan tanpa memakainya, sepertinya sudah terlalu berlebihan. Itu namanya sudah kecanduan. Heh? Kecanduan make up? Hehehe, baru denger istilah ini. Seorang teman saya mungkin termasuk dalam kategori ini. Suatu ketika saya diajaknya untuk menemaninya ke sebuah mal. Ditengah jalan, tiba-tiba dia membelokkan mobilnya ke sebuah salon. Seolah bisa membaca keheranan saya, dengan santai dia bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Ngeblow rambut dulu yah.. nggak mungkin dong aku ke mal polosan gini&#8230;</em><br />
</span></p></blockquote>
<p>Oohhh&#8230;..</p>
<p>So, mbak-mbak yang sedang baca tulisan ini&#8230; gimana..  berani tampil polos?</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=879&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/05/polos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/applegate_cover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">applegate_cover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/90210.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">90210</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spoiler</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 06:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=874</guid>
		<description><![CDATA[Note : Spoiler Alert! Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya: &#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221; Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film KNOWING-ya Nicholas Cage di Studio 21 Ambarukmo Plasa. &#8220;Biar telat&#8221; diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya Dian dan Rani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=874&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Note : Spoiler Alert! </strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kamis sore, saya menulis status di Facebook dengan kecentilannya:</p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>&#8220;Biar telat asat nomat! Knowing-ing @Amplas&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, saat itu saya memang sedang dalam rangka menontn film <strong>KNOWING</strong>-ya <strong>Nicholas Cage </strong>di Studio 21 Ambarukmo Plasa. <em>&#8220;Biar telat&#8221; </em>diawal tulisan status itu, maksudnya ingin menjelaskan kalau saya dan 2 teman saya <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.dianpurnomo.com">Dian</a></strong></span></span> dan Rani termasuk yang telat menonton film ini. Yaa, setelah 2 mingguan film ini nampang di bioskop, kami baru kemarin ini memutuskan untuk menontonnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-875 aligncenter" title="phmgvnquuhrdrn_t" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg?w=480" alt="phmgvnquuhrdrn_t"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja mendaratkan pantat di kursi nomor B-10 Studio 1, tiba-tiba sudah ada yang mengirimkan pesan kepada saya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>&#8230; terakhirnya agak mengecewakan&#8230; eh, keceplosan&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih. Apaan sih ni orang.  Kok bisa-bisanya dia  memberitahukan ending film ini ke saya, walau secara tersamar. Sayapun hanya membalas singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Oh.. baiklah. Sebelum sampai endingya, aku akan keluar lebih dulu saja&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Sayapun siap-siap melanjutkan menonton film itu. Belum ada 1 menit setelah pesan pertama itu datang, tiba-tiba datang pesan kedua, dari orang yang berbeda.Kali ini dari seorang teman saya yang berasal dari Padang tapi karena lama tinggal di Bandung, bahasanya jadi <em>meni Sunda pisan..</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Iyaa! Ntar Nicolas Cagenya mati, siah.. gak seru kannnn? Hahahahha&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">WAKSS!!  Tak sopan &#8216;kali ni orang. Sambil menahan geli tapi campur sebel, sayapun dengan sok cueknya membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Aku optimis.. Kalo aku yang nonton, Nic Cage pasti bisa diselamatkan. Bismillah&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha.. <em>Lebay. </em><span id="more-874"></span>Mencoba tetap tidak terpengaruh sama <em>spoiler2 </em>alias bocoran2 <em>ending </em>film<em> </em>dari kedua teman itu. Tapi ternyata mereka seperti tidak puas dengan balasan datar saya itu. Makin menjadilah mereka memberikan pesan lanjutan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>.. dibilangin juga. Awalnya sih seru. Nic nya bisa selamat dari kecelakaan pesawat ama kereta api. Tapi pas bencana terakhir, dia ikutan mati. Karena kiamat. Jadi mataharinya teh ngeluarin semburannya.. gitu mas kronologisnya&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<h2>HUAHHHHHH!!!!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">BEDEBAH!! Hahahaha&#8230; terus saya harus ngapain didalam bisokop ini selama 2 jam kedepan?? Itu sama saja seperti isi dan jalan cerita 2 jam film itu, sudah saya tahu sejak di menit awal dimulainya film, toh?? Menyebalkan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau gini? Teman saya yang dengan baik hatinya berbagi cerita dan membocorkan kronologis jalannya film itu sedetail-detailnya, atau saya yang dengan bodohnya tetap menyempatkan diri membaca (dan lebih tolonlya lagi : membalasnya) di tengah-tengah diputarnya film itu? Hayo.. siapa yang paling bersalah menurut kalian? Kekeke..</p>
<p style="text-align:justify;">Ending sebuah film, menurut saya seharusnya haruslah menjadi sebuah rahasia besar. Karena sebuah ending, biasanya adalah sebuah titik jawaban dari segala macam konflik yang dibangun sejak awal film dimulai. Terserah, mau endingnya itu menyenangkan alias happy ending, atau ending-ending lainnya yang mungkin malah membuat bingung ata kaget karena di twist sedemikian rupa oleh si penulis naskahnya. <em><strong>But it&#8217;s supposed to be a secret, right? </strong></em>Itulah kenapa ketika  Columbia memproduksi film <strong>Seven Pound</strong>&#8216;sn ya <strong>Will Smith</strong> dulu, pihak studio sama sekali tidak pernah membocorkan jalan cerita film itu kepada orang luar. Yang diberikan hanya garis besar cerita saja. Supaya orang tetap penasaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Membocorkan spoiler adalah sebuah kejahatan bagi sesama pecinta film!</strong> Itulah kenapa, di majalah-majalah film sering sekali ada peringatan : <strong>SPOILER ALERT! </strong>ketika ada artikel yang berisi resensi sebuah film. Seperti yang saya tulis diatas barusan. Artinya, penulis bisa saja menuliskan atau membocorkan jalan cerita atau bahkan mungkin ending dari film yang ditulis itu. Makanya, dia terlbih dulu memberikan peringatan kepada pembacanya. Jadi kalau kemudian si pembaca kecewa karena menjadi tahu jalan cerita atau ending dari film itu, ya salahnya si pembaca itu sendiri, kenapa tetep dibaca? Udah diperingatin, juga&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Berarti dalam hal ini, saya yang salah ya? Hahhaha.</p>
<br />Posted in Film  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=874&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/05/01/spoiler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/05/phmgvnquuhrdrn_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">phmgvnquuhrdrn_t</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block! part 2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 02:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *hehehhehee*, maka teman-teman di divisi Event [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=871&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ternyata tidak hanya saya yang melihat adanya peluang usaha dengan tidak bisa diaksesnya Facebook di kantor selama jam kerja. Teman-teman dari divisi lain ternyata jauh lebih gawat otak dagangnya daripada saya. Kalau saya pernah berniat membuka jasa penyewaan Blackberry supaya anak-anak yang sudah sakaw pengen buka Facebook bisa tertolong *<em>hehehhehee*</em>, maka teman-teman di divisi Event &amp; Promotion berinisiatif untuk &#8230;. membuat kaos!</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-medium wp-image-870 aligncenter" title="image003" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300&#038;h=225" alt="image003" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">Gyahahahahahhahaaaa&#8230;&#8230;. !!</p>
<p style="text-align:justify;">Gimana? Ada yang berminat mau pesan?</p>
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/871/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/871/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=871&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/25/block-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image003.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">image003</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Block!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 10:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=864&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Siang itu, saya turun ke lantai 2 kantor saya, lantai dimana disitulah bercokol anak-anak program dan produksi. Dan agak terkesima juga sih, kok tumben-tumbennya siang itu suasananya terlihat ramai dan hangat, dimana semua anak saling bercanda nggak jelas satu sama lain, cekikik sana-cekikik sini, saling ngeledek dan lain-lainnya. Pokoknya suasana siang itu betul-betul akrab sekali. Ini makanya kenapa saya bilang &#8216;tumben&#8217;. Bukannya biasanya kami tidak akrab, bukannya biasanya kami tidak pernah  saling ledek. Bukan sama sekali. Tapi siang itu, suasananya betul-betul beda saja. Biasanya siang-siang setelah jam makan siang, suasananya cenderung tenang, semuanya langsung kembali ke mejanya masing-masing, dan mulai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada apakah gerangan? Apakah mereka sedang mogok kerja?</p>
<p>Sebelum pertanyaan itu terjawab, mari kita <em>flashback </em>dulu ke hari sebelumnya. Sore itu, saya yang kebetulan lebih sering <em>mejeng</em> di ruang siaran di lantai 3, di <span style="color:#ff0000;"><strong>BUZZ! </strong></span>oleh teman saya yang ada di lantai 2.</p>
<blockquote><p><em><strong>temansayaitu</strong> : Jang, lo lagi buka Facebook nggak diatas?<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Wah, tadi sih buka. Sekarang udah engga. Knapa?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : coba buka sebentar<br />
<strong>temansayaitu</strong>: karena yang dibawah di block!<br />
<strong>ryu.deka </strong>: Hehh?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : Iya. Kalo diatas tnyata bisa nyambung, gak usah ribut..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : ntar malah di block juga diatas<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, sejak kapan????<br />
<strong>ryu.deka</strong>: eh, iya nih. Diatas ga bisa juga!<br />
<strong>temansayaitu</strong> : walah di block juga toh<br />
<strong>temansayaitu</strong> : barusan ini<br />
<strong>temansayaitu</strong> : stlh makan siang<br />
<strong>ryu.deka</strong>: huahahahhahahaa&#8230;.<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: dan ga ada yang bilang?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak ada<br />
<strong>ryu.deka</strong>: tau2 ke blok?<br />
<strong>temansayaitu</strong> : iya<br />
<strong>temansayaitu</strong> : lo liat status anak2 di YM dong..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : rame banget<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHAHHAHAHAHHAHA<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHA</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi sodara-sodara, hari itu dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, pihak manajemen kantor bikin surprise kepada  seluruh karyawannya dengan tiba-tiba mem-<em>block </em>seluruh jaringan Facebook dan Friendster. Dan mungkin beberapa situs jejaring sosial lainnya. Entahlah, April Mop padahal sudah berminggu-minggu lalu lewatnya. Tapi ini kok baru sekarang bikin kejutannya. Suka telat deh&#8230; Hehehhee&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ya seperti yang dilaporkan teman saya tadi itulah, makanya saya langsung cek dan ricek status teman-teman saya di YM, dan langsung cekikikan sendiri membacanya&#8230;<span id="more-864"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Huahh!! Apa-apaan ini??!!</strong><br />
<span style="color:#333399;"><strong>Sekian dan teriimakasih..!</strong></span><br />
<strong><span style="color:#993300;">Selamat! FB secara resmi sudah di block!</span><br />
<span style="color:#008080;">Jembatan ke komunitas terputus!</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Huwhahahaha&#8230; gileee yaaaa.. segitu pada sewotnya gak bisa Facebook-an. Ketika kemudian chatting saya dan mas ini dilanjutkan, kita sempat mengira-ngira, siapa sebenarnya yang punya ide untuk memblock Facebook ini dan mengapa? Kalau saya sih curiganya, ini sengaja dilakukan, karena dalam waktu dekat ini, perusahaan akan membagi-bagikan Blackberry gratis kepada karyawannya, bekerjasama dengan provider tertent, sehingga karyawan bisa kapanpun dan dimanapun membuka situs Facebook ini, dan  tidak lagi perlu repot-repot buka Facebook di jam kerja.. ini mah ngarep namanya ya? Hahahha. Beda dengan dugaan teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><em><strong>temansayaitu</strong> : yang kena tuduh sekarang adalah salah  seorang bos yang punya Blackberry pasti..<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: Hahahhahaha&#8230;. satu2nya tersangka&#8230; boss yang satunya aktif di Facebook soalnya hehehhee<br />
<strong>temansayaitu</strong> : hahahaha<br />
<strong>temansayaitu</strong>: mungkin yg satunya gak punya Facebook<br />
<strong>temansayaitu </strong>: jadi dia agak iri dan nyruh ngeblock<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>ryu.deka</strong>: itu the only reason&#8230;&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gak punya Facebook tapi punya Blackberry<br />
<strong>temansayaitu</strong>: hahahahah<br />
<strong>temansayaitu</strong> : gw mau nulis jadi status YM ah!<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHHAHAHAHA&#8230;<br />
<strong>temansayaitu</strong> : <span style="color:#ff0000;"><strong>&#8220;Mending punya BB tapi ga punya FB, atau punya FB tapi ga punya BB??&#8221;</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal">
</blockquote>
<p class="MsoNormal">Sableng!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maap ya pak boss.. kalau kebetulan baca postingan ini, ini semua dalam nuansa bcandaaaa&#8230;. <em>*khawatir ga jadi diikutsertakan dalam piknik ke Bali besok*</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalian mungkin bertanya-tanya, saya menulis apa sebagai bentuk komentar saya terhadap fenomena unik ini? Hehehe. Sebagai orang yang paling demen bikin komentar-komentar menyakitkan <em>*hehehhee*,</em> herannya saya malah nggak ikutan berkomentar sama sekali lho. Sumpah! (saking pada nggak percayanya kan, kok bisa2nya saya nggak komentar!).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama, karena mau di <em>block </em>atau enggak-pun, saya memang jarang mainan Facebook di kantor. Selain memang nggak terlalu hobi utak-atik Facebook, juga karena emang bisa <em>connect</em> kapan pun mau melalui Blackberry (huuuuuuuuuu&#8230;..). Hehehe. Jadi ya kaga ngefek apa2 ke saya. <strong>Kalau WordPress ini juga di block</strong>, naaah.. baru saya bisa bikin komentar yang tingkat kesadisannya bisa ngalah-ngalahin Cut Tari dan Indra Herlambang di Insert!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua, mmm.. saya memang nggak komentar. Tapi hasrat usil saya tentu tetap tidak berhenti disitu saja. Diam-diam, saya  mengirimkan pesan ke satu-persatu anak-anak kantor lainnya yang tidak menuliskan status di YMnya, untuk ikutan berpartisipasi bikin status di YM sebagai bentuk protes!</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#000080;"><em>Eh..kok kamu adem2 aja ga ikutan komen?  Nggak boleh gitu lho.. Kasian temen2 Facebook mu  kalau kamu sampai absen ga update status&#8230; kamu mau dikira sombong?</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hihihi&#8230; saya memang diam, nggak ikutan bereaksi. Tapi ternyata dalam diam, saya tetap melancarkan serangan. Hehehe. Dasar provokator. Bentuk protes dalam damai yang mungkin juga diterapkan oleh salah datu divisi di kantor yang tiba-tiba sudah memajang poster ini di ruangannya&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-865 aligncenter" title="image000" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg?w=480" alt="image000"   /></p>
<p class="MsoNormal">Hahahaha&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ya ya ya, mari jujur saja pada diri sendiri. Siapa sih yang nggak doyan Facebook? Ditengah-tengah ribetnya pekerjaan kantor kita sehari-hari, ada kalanya kita butuh istirahat sejenak, dengan mainan <strong>Facebook, Plurk, Friendster, Twitter</strong> atau apapun lah itu namanya. <em>Jusct checking update</em> nya teman-teman yang suka ajaib2 dan tak penting itu, upload foto2 yang gak kalah gak pentingnya juga. <em>Just for fun. Just for a while</em>. Abis itu lanjut kerja lagi. Kayanya semua orang (yang di kantornya gak di block Facebooknya!) melakukannya deh. Dan sepertinya itu nggak jadi masalah.<strong> KECUALI</strong> kalau seharian di jam kantor kerjaannya maenan Facebook mulu sampai kaga beres kerjaannya! Apa bedanya coba dengan nge-game kaya <strong>Diner Dash</strong> atau <strong>Solitaire</strong> di komputer, misalnya?  Ya toh? Apa nanti juga semua game di komputer dan laptop juga akan dihapus?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi disisi lain, kayanya Facebook juga bisa bikin hubungan antarpersonal karyawan jadi terbatasi. Iya kan? Masing-masing sibuk dengan komputernya masing-masing, sibuk dengan Facebook nya masing-masing, sehingga interaksi di kehidupan normal jadi terbatas. Walau yang namanya kedekatan tetap ada, <em>but still</em>.. ada bedanya lah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Buktinya, sejak Facebook diharamkan, anak-anak pada mulai sibuk berinteraksi dengan yang lain, dengan cara ngegangguin satu sama lain ketika salah satunya sudah mulai jenuh dalam bekerja.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><em>Iya ih&#8230; Ga ada Facebook, semua jadi sering ngumpul gini euy&#8230;  Hihihi&#8230;</em></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi ada juga yang kerjaannya jadi sering mondar-mandir ga jelas, saking bingungnya mau ngapain. Hahahaa&#8230;. Kalau itu ketauan, emang hidupnya sudah ketergantungan sama Facebook. Hehehe.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selalu ada hikmah dalam sesuatu hal. Nah, untuk hal yang satu ini, silakan dicari sendiri-sendiri ya hikmahnya.. Hehehe. Kalau saya sih, saya melihat ini sebagai peluang usaha. Siapa tau nanti ada yang mau menyewa Blackberry saya buat Facebook-an? Hwahahahahaha&#8230;</p>
<br />Posted in Pekerjaan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/864/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/864/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=864&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/22/block/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/image000.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Love Like This</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=851</guid>
		<description><![CDATA[Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah Katie Kirkprtrick, 21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, Nick Godwin, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=851&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-852" title="att3284810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg?w=480" alt="att3284810"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah <strong>Katie Kirkprtrick, </strong>21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, <strong>Nick Godwin</strong>, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, untuk menerima pengobatan. Dalam gambar ini, Nick dengan sabar menunggui calon istrinya itu dalam salah satu dari begitu banyak sesi pengobatan yang dilalui tunangannya. Satu sesi yang amat melelahkan bagi keduanya, </em><em>for certain different reason&#8230;</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-854 aligncenter" title="att32848111" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg?w=480" alt="att32848111"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Walaupun didera rasa sakit yang tak tertahankan, berbagai kegagalan fungsi organ di tubuhnya hingga suntikan-suntikan morfin sebagai penghilang rasa  sakitnya, Katie tetap berusaha melanjutkan resepsi pernikahannya, bahkan mengurusi semua detail pernikahannya sendiri. Baju pengantin yang dikenakannya ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian ukuran, mengikuti perubahan berat badannya yang semakin menurun..</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p><img class="size-full wp-image-855 aligncenter" title="att3284812" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg?w=480" alt="att3284812"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dalam genggaman tangan calon suaminya, dalam dorongan serta doa kedua calon mertuanya, dan dengan dibantu sebuah tabung oksigen, cerita cinta dua anak manusia yang dirajut sejak di bangku SMA itupun siap untuk dilanjutkan..</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-856 aligncenter" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg?w=480" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small"   /><br />
<em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. hingga ke pelaminan.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-857 aligncenter" title="att3284813" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg?w=480" alt="att3284813"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie, dengan duduk di kursi roda, masih dengan tabung oksigennya, mendengarkan sebuah lagu yang dipersembahkan  suami dan teman-temannya. </em><em>Look how happy she was&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-858 aligncenter" title="att3284814" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg?w=480" alt="att3284814"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Selama resepsi berlangsung, Katie terpaksa harus beristirahat selama beberapa kali. Deraan sakit yang dideritanya, tidak memungkinan dirinya untuk berdiri dalam jangka waktu lama.</em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-859 aligncenter" title="att3284815" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg?w=480" alt="att3284815"   /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-860" title="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg?w=480" alt="katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small"   /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Katie akhirnya meninggal dunia 5 hari setelah hari pernikahannya. .</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Melihat kekuatan, ketetapan dan keteguhan hati seorang perempuan yang sedang sakit dan lemah, tapi tetap tegar melanjutkan hidupnya dan meraih kebahagiaan menikah dengan orang yang dicintainya, mau tak mau membuat kita berpikir&#8230; Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan mudah untuk kita raih. Tidak peduli berapa lama kita berjuang mendapatkannya, dan berapa lama kita bisa ada didalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebahagiaan pasti tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang mungkin merasa sakiti hatinya, mereka yang mencari, dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka&#8230;</p>
<p><span style="color:#800080;"><em>Life is short. Break the rules. Forgive quickly. Laugh constantly. And never stop smiling, no matter how strange life is<br />
Life is not always the party we expected to be. But as long as we are here, we should smile and be grateful&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:left;">
<address>(thanks to my Po.. for giving me the letter&#8230;)<br />
</address>
<br />Posted in Romansa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/851/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/851/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=851&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/a-love-like-this/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284810.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284810</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att32848111.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att32848111</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284812.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284812</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284813.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284813</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284814.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284814</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/att3284815.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">att3284815</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Nice To Be Important. But&#8230;.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 04:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada aja&#8230;. Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar Presiden Barack Obama membungkuk ketika bersalaman dengan Raja Abdullah dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian Washington Times kemudian menulis bahwa cara bersalaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=846&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ada-ada aja&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan konservatif di Amerika Serikat bereaksi keras atas video yang menayangkan gambar <strong>Presiden Barack Obama</strong> membungkuk ketika bersalaman dengan <strong>Raja Abdullah</strong> dari Arab Saudi, pada pertemuan G-20 2 minggu lalu di London. Dalam tayangan rekaman video terlihat, Obama menundukkan badannya ketika bersalaman dengan sang raja. Harian<strong><em> Washington Times</em></strong> kemudian menulis bahwa cara bersalaman Obama ini sangat menyalahi aturan protokoler, dan karena Obama dianggap menghormati Raja Abudlla <strong>bukan</strong> sebagai mitra sejajar. Tapi lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">11-12 dengan suaminya, <strong>Michelle Obama</strong> sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Ibu negara yang pernah tampil di cover majalah <em><strong>Vogue</strong></em> ini menjadi <em>headline</em> di media-media Eropa ketika mendampingi suaminya di pertemuan ini. Ketika bertemu dengan <strong>Ratu Inggris Elizabeth II</strong>,  dua emak-emak yang  berpengaruh di dunia itu saling berpelukan. Media-media Inggris yang memang terkenal sadis itu menyebut, aksi peluk-memeluk ini melanggar protokoler  yang biasa diterapkan ketika ratu Inggris menerima tamu. Dan memang adegan itu bukanlah hal biasa terjadi di Istana Buckingham.</p>
<p>Dalam kasus Obama, sebenernya pihak Gedung Putih katanya sudah memberikan penjelasan, bahwa Obama &#8216;terlihat&#8217; menunduk, karena memang tinggi badan mereka yang terpaut jauh, sehingga Obama harus agak menunduk. Jadi nggak ada tuh yang namanya Obama merasa kedudukannya lebih rendah, lebih menghormat kepada Raja Abdullah. Katanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan kasus tante Michelle. Well, nggak ada yang memberikan penjelasan sih kenapa Michelle iseng main peluk Ratu Elizabeth ini. Tapi kalau menurut kacamata saya sebagai pengamat <em>politainment (</em>politik entertainment, maksudnya) <em>*edann*</em>, sama seperti suaminya itu, pasti nggak ada lah niat untuk berbuat tidak sopan kepada penguasa istana itu. Pasti  niatnya sama, lah : menghormati tuan rumah atau tamu. Lagian namanya juga emak-emak saling ketemu ya Boss. Pasti ya <em>say hi</em>, terus cium pipi kanan- cium pipi kiri, atau pelukan, sambil bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Apa kabar, Buuuu&#8230;. </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bu Ratu, maksudnya. Hehehe. Gitu aja kok dipermasalahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-848 aligncenter" title="1044085p1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg?w=480" alt="1044085p1"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya jelas pasti dipermasalahkan! Karena ini katanya berkenaan dengan satu hal yang namanya : <strong>protokoler</strong>! <em>Rule of politeness</em> yang berisi aturan sebuah lembaga. Dan kalau sudah menyangkut ke urusan satu ini, memang sudah harga mati, susah ditawar-tawar lagi. Harus diikuti. Melenceng sedikit, dianggap salah saja. Kaku, begitu mungkin anggapan orang. Tapi mau gimana lagi, mungkin memang yang namanya protokoler itulah yang bisa membedakan orang-orang yang ada dalam posisi &#8216;penting&#8217;, <em>let&#8217;s say</em> pemerintahan, dengan kita yang hanya sebagai rakyat jelata.. <em>*halah*.<span id="more-846"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai yang pernah beberapa kali menjadi MC untuk acara yang melibatkan pejabat pemerintahan atau orang-orang &#8216;penting&#8217; lainnya, terus terang saya juga sering males dan bete banget dengan yang namanya &#8216;protokoler-protokoler-an&#8217; ini. Memang konsep acaranya pasti acara formal dan resmi. Tapi bukan berarti tidak bisa  dibawakan dengan menyenangankan, kan? Kesannya acaranya jadi serius, tegang dan jauh dari suasana fun. Mungkin karena saya lebih sering dapat event yang haha-hihi-hip-hip -horee, ya? Karena ketika sudah masuk area &#8216;formal&#8217; seperti ini, otomatis mulailah yang namanya aturan ini, aturan itu, nggak boleh ini dan nggak boleh itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suat hari saya membawakan sebuah acara <em>gathering</em> sebuah koran terkemuka. Acara ini dihadiri seluruh petinggi-petinggi kantor, bahkan sampai beberapa tokoh nasional. Ketika acara akan dimulai, salah seorang berpakaian safari yang sepertinya adalah ajudan salah satu tokoh penting koran itu datang mendekati saya,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>Mas, situ MC nya ya? Nanti kalau menyebutkan nama ibu direktur, jangan lupa disebutkan titel sarjana Ekonomi-nya ya. Awas lho mas, jangan sampai lupa disebutkan &#8216;SE&#8217; nya&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Sambil kemudian berlalu meninggalkan saya yang setengah bengong.</p>
<p style="text-align:justify;">Iya deh. Namanya juga pesan sponsor ya. Harus diikuti. Daripada nggak dibayar? Hehehe. Ugh, untuk sebagian orang, <strong>penyebutan titel ternyata bisa menjadi faktor yang penting banget ya</strong>. Makanya saya pun selalu berusaha mematuhi permintaan tersebut, dan menyebutkan titel si Ibu itu setiap kali saya selesai menyebutkan namanya. Si Ibu (yang kita sebut saja namanya <strong>Ibu Susi Susanti!</strong>) pun terlihat tersenyum bangga sekali&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kejadian itu tidak berlangsung lama, sewaktu  saya agak kerepotan harus terus menerus menyebutkan nama lengkap si Ibu plus titelnya itu, justru ketika harus berkomunikasi dengan beliau sendiri! Saya lupa tema apa yang saya sampaikan waktu itu, tapi pada akhirnya saya dengan sok akrabnya bilang,</p>
<blockquote><p>
<span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. bla bla blaaaa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;, bukan begitu Ibu Susi Susanti ?<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Si ibu cuman diam, dan hanya mengangguk pelan sambil tersenyum kecut memandang sebal ke arah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Loh&#8230; saya salah apa??</p>
<p style="text-align:justify;">Selesai acara, saya didatangi lagi sama mas-mas berpakaian Safari tadi, dan bilang kalau Ibu direktur itu agak nggak suka diajak ngobrol ketika acara berlangsung. Dan yang dianggap paling mengganggu beliau adalah : saya tidak menyebutkan namanya secara lengkap <strong>PLUS </strong>dengan titelnya itu! Itu dianggap melanggar protokoler perusahaan yang si Ibu pimpin.</p>
<h1>HUAH!!!</h1>
<p style="text-align:justify;">Maksud loo??? Amit-amit&#8230; Pertama, saya nggak tahu dan nggak di kasih tau sebelum acara tentang hal &#8216;interaktif&#8217; saya dengan beliau yang ternyata tabu itu. Dan masalah penyebutan titel, duh..masa iya saya harus juga menyebutkan secara lengkap untuk hal-hal semacam percakapan singkat itu?</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8230;&#8230;&#8230; bla bla blaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;.., bukan begitu Ibu Susi Susanti Sarjana Ekonomi????</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kampungan dehh&#8230;<br />
Hehehe. Tapi ya mau gimana. Itu udah jadi ketetapan. Jadi peraturan. Jadi protokoler acara versi perusahaan. Ya saya sih minta maaf aja, karena bagaimanapun saya nggak punya kapasitas untuk membela diri terlalu berlebihan. Daripada besok gak dipakai lagi? Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi cerita ketika saya membawakan acara untuk event pemerintahan yang melibatkan seorang kepala pemerintahan di suatu daerah. Ini lebih gila lagi. Makin banyak aturan protokoler yang harus saya pahami. Mulai dari <em><span style="color:#333399;">&#8220;Nama bapak harus disebutkan paling atas&#8221;</span>,</em> atau <em>&#8220;<span style="color:#800080;">Jangan lupa, nama jabatannya dulu, baru kemudian nama Bapak disebutkan. Jangan terbalik, aplagi lupa disebut salah  satunya&#8221;</span></em><span style="color:#800080;"> </span>hingga <span style="color:#800000;"><em>&#8220;Nanti setelah bapak selesai membirkan sambutan, jangan dikomentari&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Idihh&#8230;  Pokoknya banyak sekali aturan-aturan yang tidak boleh saya langgar, yang diberikan oleh tidak hanya satu, tapi <strong>tiga </strong>orang ajudan si bapak Bupati itu. Yang menyebabkan saya tambah stress, dan malah takut melihat muka si bapak Bupati yang sebenarnya terkenal ramah itu. Kenapa yang ribet sendiri malah anak buahnya ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Bener saja, di pertengahan acara, salah seorang ajudan itu datang lagi menghampiri saya. <em>Oh no&#8230; not again! </em>Apalagi, nih? Ternyata si ajudan ini bilang, kalau Bapak Bupati itu meminta saya untuk tidak terlalu sering menyebutkan namanya secara lengkap. Cukup dengan nama depannya  saja, biar tidak terlalu terdengar kaku dan terkesan formil. Kesannya terlalu berjarak dengan <em>audience</em>. Tuhh kan&#8230; Tadi yang nyuruh saya menyebutkan lengkap siapa? Yang bilang itu aturan resmi alias protokoler siapa?? Wong bapak Bupatinya santai-santai aja kok&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Yang namanya protokoler itu mungkin memang penting. Tapi kalau kemudian membuat yang melakukannya menjadi merasa kurang &#8216;manusiawi&#8217;, nggak ada masalah kalau protokoler itu dilanggar kan?  Bener gak, sih? Kita juga tahu kok, penting tidaknya seseorang tidak harus selalu dilihat dari berapa banyaknya ajudan atau pengawal yang dimilikinya. Bukan juga dari kekakuan sikap yang ditunjukkannya, hanya karena mengatas-namakan keprotokolan. Obama dan istrinya sepertinya sudah memberikan contoh yang baik. <em>It really nice to be important, but it is important to be nice</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan para petinggi bangsa ini (dan bangsa lain) ada yang membaca blog ini. Amin. Hihihi.</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/846/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/846/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=846&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/15/its-nice-to-be-important-but/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/1044085p1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1044085p1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumbang-Menyumbang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Pernah menyumbangkan sesuatu untuk orang lain, nggak? Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah &#8220;.. pernah.. &#8220; atau &#8220;.. tidak pernah/belum pernah&#8230;&#8220;.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik, &#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=840&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pernah <strong>menyumbangkan</strong> sesuatu untuk orang lain, nggak?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau pertanyaan itu diajukan pada sembarang orang, mungkin jawaban yang diberikan adalah <em><span style="color:#333399;">&#8220;.. pernah.. &#8220;</span> </em>atau <span style="color:#333399;">&#8220;</span><em><span style="color:#333399;">.. tidak pernah/belum pernah&#8230;</span>&#8220;</em>.  Tapi kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka saya akan dengan cepat mengajukan pertanyaan balik,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bentar.. Menyumbangkan disini maksudnya apa dulu&#8230; Menyumbangkan dalam arti memberikan sesuatu atau menyumbangkan dalam arti &#8216;<strong>membuat sumbang&#8217; </strong>sesuatu? Suara, misalnya&#8230;&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Saya jadi (agak) pintar dan (agak) teliti menganalisa pertanyaan seperti itu juga bukan karena emang dasarnya saya jago bahasa Indonesia. Nggak sama sekali. Tapi paling enggak, saya pernah diajari lah, yang namanya Homograf. Satu kata yang bisa memiliki arti ganda. Seperti kata <strong>&#8216;bisa&#8217;</strong> yang bisa berarti &#8216;dapat&#8217; dan &#8216;racun yang dimiliki seekor ular&#8217;. Dan lagi, kebetulan juga karena saya pernah mengalami kejadian yang cukup tak terlupakan yang ada hubungannya dengan hal sumbang-menyumbang ini.<span id="more-840"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Minggu lalu ketika siaran TV <em>-<span style="color:#800080;">o iya, buat yang belum tau, jadi ceritanya setiap hari Kamis sore selama satu jam saya membawakan acara bernyanyi via telepon di TVRI Jogja. Nggak penting kok acaranya. Tapi yang nggak penting2 kaya gini malah yang biasanya laku. Hehehe</span></em>- terjadi sebuah kesalahan teknis. Jadi <em>player</em> di ruang monitor yang digunakan untuk memutarkan lagu karaoke, tiba-tiba macet. Nggak keluar suaranya. Padahal sudah ada penelpon yang masuk dan siap untuk bernyanyi. Maka paniklah saya dan <strong>Kiki</strong>, partner siaran saya. Panik dan malu, tepatnya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-841 aligncenter" title="img_0417" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg?w=480" alt="img_0417"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Yah, begitulah kalau siaran langsung. Kita harus siap menerima apapun yang terjadi. Tinggal bagaimana kita yang menjadi &#8216;ujung tombak&#8217; acara itu menghadapinya, alias menutup2inya. Biar nggak malu-malu amat&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Aduh Mass&#8230; tunggu bentar ya.. kayanya pemain band nya dibelakang belum lengkap.. Ada yang lagi ke belakang, belum balik.. hehehhee..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Saya mencoba menutupi masalah teknis itu, yang kemudian malah dirusak oleh teman saya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#993300;"><em>Enggak deng, Mas! Playernya macet&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Huaduuhh!!! Hahahaha. Nggak sopan memang partner saya satu itu. Basa-basi dikit kek? Tapi kalau dipikir-pikir, ngapain juga setengah mati menutupi kesalahan teknis kaya gitu ya? Pemirsa juga nggak bodoh, kan?  Hahahaha. Akhirnya untuk mengisi waktu dengan harapan si player itu akan normal kembali, maka dengan perasaan yang masih deg-degan, <strong>Kiki</strong> mencoba mengisi waktu dengan meminta si penelpon itu untuk kirim-kirim salam saja terlebih dahulu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><em>Mas.. Sambil nunggu musiknya muncul, mungkin mas nya mau kiriim-kirim salam dulu? Mau menyumbangkan lagu ini untuk seseorang, misalnya&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Spontan saya balas meng<em>-counter </em>perkataan teman saya itu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mengirimkan dong.. Kok menyumbangkan sih?? Kalo menyumbangkan, berarti lagunya dibikin sumbang dongg.. jadi malah nggak enak dengernya&#8230;..Gimana sih??&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Yang langsung disambut Kiki dengan tertawa ngakak sampai hampir terjatuh dari kursi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lho, iya kan? Saya nggak salah dong? Sumbang itu kan artinya : fals. Kenapa orang sering sekali memakai kata itu ketika mereka bernyanyi? Mari kita lihat saja di resepsi-resepsi pernikahan, berapa kali MC nya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Baik.. dipersilahkan kepada tamu undangan, yang ingin menyumbangkan suaranya untuk kedua mempelai&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Kemudian dilanjutkan dengan seorang tamu undangan yang banci tampi, naik ke stage (Uh, pasti saya tuh. Hahahha). Kemudian dengan sok gantengnya dan penuh percaya dirinya bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>Oke&#8230; buat kedua mempelai yang berbahagia, saya akan menyumbangkan lagu ini khusus.. hanya untuk kalian berduaaaa&#8230;&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Bayangan saya kemudian adalah, dia ini akan menyanyikan lagu itu atau membuat lagu itu menjadi sumbang, fals, nggak <em>tune</em> dan lain sebagainya itu. Hahahaha. Kasian banget kan mempelainya. Dikasih lagu sumbang. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
Ya itulah, berbahasa itu memang kadang harus hati-hati. Walaupun orang tahu maksud dari &#8216;menyumbangkan lagu&#8217; disini artinya adalah memberikan lagu tersebut sebagai hadiah, tapi pasti <em>somewhere out there</em>, akan ada orang-orang seperti saya yang daya imajinasinya suka kebablasan, terutama untuk hal-hal yang tidak penting untuk dibahas sedetail ini. Ya toh??</p>
<p style="text-align:justify;">
Jadi lain kali, siapa tau Anda ketiban jatah jadi MC sebuah acara pernikahan, atau malah ketiban sial diminta untuk menyanyi untuk kedua mempelai, pesan saya : nggak usah sok beramah-ramah memakai kalimat indah seperti itu. Cukup bilang saja,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#333399;"><em>&#8220;Saya akan menyanyikan lagu  ini untuk kedua mempelai.. &#8220;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dijamin aman. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=840&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/14/sumbang-menyumbang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/img_0417.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_0417</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Selamanya Blackberry Itu Indah&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 05:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu Merpati Band, &#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221; sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=822&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Saking bingungnya mencari judul buat tulisan kali ini, saya akhirnya memilih untuk mencuri judul lagu <strong>Merpati Band</strong>, <em>&#8220;Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah&#8221;</em> sebagai judul posting ini. Merpati Band? Ya, saya juga cukup shock dengar nama band ini. Entah apa maksudnya, saya nggak ngerti . Sama nggak ngertinya dengan band-band baru lainnya yang muncul akhir-akhir ini dengna nama yang semakin ajaib. <strong>Asbak Band</strong>, <strong>Salju Band</strong>, <strong>Kuburan Band</strong>, <strong>Kingkong</strong> hingga <strong>Hijau Daun</strong> yang laris manis itu. Mungkin tak lama lagi akan segera muncul band setipe dengan Hijau Daun,  dengan nama Merah Delima atau Biru Laut atau malah Kuning Langsat Band!</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tinggalkan saja band-band itu dengan urusannya masing-masing, sekarang sebaiknya kita urusin saja masalah Blackberry saya ini. Yah, jadi ceritanya sudah sebulan ini saya resmi bergabung dengan puluhan ribu orang yang tiba-tiba menjadi mendadak <em>&#8216;autis&#8217; </em>saking sibuknya dengan kehidupan Blackberry mereka. Sibuk melototin dan memencet-mencet benda mungil yang ber-sarungkan plastik warna-warni ngejreng itu. Sambil sekali-sekali <em>cengengesan</em> sendiri. Sambil kadang-kadang pakai kesandung segala, saking asiknya mencet <em>keypad</em> dan nggak pernah ngeliatin jalan didepannya. Kalau ini sih pengalaman pribadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya saya sudah diajak untuk memakai si BB ini sejak tahun lalu. Dengan berbagai alasan, mulai dari yang tidak menarik seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Enak deh.. ada push emailnya. Jadi bisa terima atau ngecek email dari mana aja!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sampai dengan alasan yang tidak masuk akal seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Bisa chatting 24 jam! Bisa Facebook-an sepuasnya, ga perlu repot2 buka laptop sambil nyari tempat yang ada wi-fi gratisannyaaa&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ugh! Saya bukan termasuk orang yang setiap hari terima dan kirim puluhan email. Lagian apa asiknya sih, buka email di tempat tidur yang isinya ternyata soal kerjaan? Saya juga bukan orang yang segitu <em>clueless</em>-nya sampai-sampai nggak tau mau ngapain, sehingga butuh mengganggu teman saya untuk chatting selama seharian penuh! Makanya saya <em>keukeuh</em> nggak mau berpindah ke Blackberry, karena memang nggak melihat manfaatnya buat saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai akhirnya salah seorang teman blogger saya memberikan pendapatnya kepada saya, dan seketika itu juga mampu merubah pandangan buruk saya tentang si BB ini. Hehehe. Berikut ini hasil perbincangan kami yang berhasil direkam oleh awak Go Spot beberapa waktu lalu *<em>ketahuan kebanyakan nonton acara gosip</em>*. Untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginakn, termasuk makin terkenalnya nama teman saya itu gara-gara namanya saya tulis disini, maka namanya saya samarkan.. hahahahhaa&#8230;<span id="more-822"></span></p>
<blockquote><p><strong>saya </strong>: btw.. kalo ga salah  kmu pernah bikin posting tentang BB ya.. Blackberry, bukan bau badan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Yang mana ya?<br />
<strong>dia </strong>: kenapa?<br />
<strong>saya</strong> : aku lagi nyari dukungan untuk meyakinkan diri tidak perlu menjadi satu dari sejuta umat yang memakai barang itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : huahuahuahauhau<br />
<strong>dia</strong> : loohh dirimu mah pentingggg..<br />
<strong>dia</strong> : pentingg beneerrrrrr<br />
<strong>dia</strong> : pake donnnnnnngg!<br />
<strong>dia</strong> : dirimu kan selebbbb<br />
<strong>dia</strong> : gimana seeeehhhhh<br />
<strong>saya</strong> : yah..<br />
<strong>saya</strong> : pentingnya dimana&#8230;.<br />
<strong>saya</strong> : tanpa pake BB, penampilanku udah seleb banget kok..<br />
<strong>dia</strong> : wakakakakakkaa<br />
<strong>dia</strong> : hiahiahiahiahaia<br />
<strong>dia</strong> : setuju mas..setuju&#8230;.gak pake bb dirimu udah TOB ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>dia</strong> : sip sip &#8230;.*bakal pake alasan yang sama ke orang*</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, se-simple itu, akhirnya saya memutuskan untuk memakai Blackberry juga. Hahahaha. Biar makin ngartis!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-824 aligncenter" title="42-20250772" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg?w=480" alt="42-20250772"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Pertumbuhan pengguna Blackberry di Indonesia memang gila-gilaan. Bahkan kabarnya termasuk yang tertinggi di dunia. Kata siapa kita negara miskin,  huh? Tapi ternyata, <strong>70%  pemakainya, menggunakan Blackberry bukan untuk keperluan bisnis</strong>, seperti ketika pertama kali benda ini dirancang. Cuman 30% pengguna Blackberry di Indonesia yang betul-betul memanfaatkannya untuk keperluan kerja dan bisnis. Jadi cukup jelas kan, kalau orang membeli benda ini kebanyakan memang hanya untuk gaya-gayaan dan sekedar punya-punyaan doang, seperti saya. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya memang benar sih. Ketika awal bulan Maret lalu saya ada diantara ribuan orang yang memadati arena <strong>Java Jazz</strong>, sejauh mata memandang semua orang menenteng-nenteng <strong>Blackberry Bold</strong> yang ukurannya gede itu di tangan mereka. Bahkan juga ada anak kecil yang terlihat kerepotan memegang benda itu dengan kedua tangannya. Saya juga heran, kenapa sih mereka sibuk menenteng-nenteng benda itu? Padahal mereka juga membawa tas di punggung mereka. Tapi kemudian saya mahfum. Buat apa punya barang mahal, yang sedang jadi trend pula, tapi nggak diperlihatkan ke khalayak ramai??? Iya toh?? Hahahaha&#8230; <em>Again, another point</em> yang membuktikan kalau orang punya Blackberry cuman buat gaya doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu fitur Blackberry yang paling dimanfaatkan penggunanya adalah kemampuannya untuk tersambung dengan <strong>IM</strong> (<em>Instant Messaging</em>) seperti <strong>Yahoo! Messenger, Google Talk, Blackberry Messenger</strong> dll. Termasuk juga aplikasi <strong>Facebook</strong> yang membuat para pemiliknya bisa seenak udelnya mengupdate status mereka. Kapanpun. Dimanapun. Sejak memakai BB, saya jadi semakin tahu bahwa makin lama makin banyak populasi orang yang suka cari perhatian dari orang lain! Lha gimana enggak, semua orang jadi sibuk pamer status. Setiap saat. Dan ketika orang mau ber-repot-repot mengetikkan sesuatu di status mereka, berarti mereka MENGHARAPKAN orang lain membacanya, dan kemudian MENGOMENTARINYA, kan?? Apa coba itu, kalau bukan orang cari perhatian?? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangin, hari ini saja saya menemukan status-status &#8216;ajaib&#8217; di Facebook, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Nggak sempet sarapan, euy!</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">ada juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Bangun kesiangan. Telat siaran ga yah? Doain jalanan ga macet ya..</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">hingga yang sangat singkat, seperti :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Mules&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih.. hehehe. Kayanya penting banget ya orang lain tau kalau kita nggak sempet sarapan, atau takut telat siaran karena bangunnya telat (lah.. udah tau telat siaran malah sempet-sempetnya nulis status Facebook! Bukannya ntar malah tambah telat??). Bayangkan juga, misalnya saja kita sedang kangen dan ingin tahu kabar teman kita yang ada di lain negara misalnya. Setelah mencari-carin namanya di daftar teman, dan kemudian kita melihat statusnya, kita hanya bisa tahu,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Oohhh&#8230;  perutnya sedang mulas&#8230;.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Hehehe. Gak penting banget kan? Mentang-mentang bisa update status sesukanya dan kapan aja. Gak heran, kalau sekarang sudah begitu banyak bermunculan banci status Facebook dimana-mana. Yang selalu sibuk  mengganti, menuliskan dan memamerkan status mereka kepada dunia. Gak apa-apa  juga, sih. Itu hak setiap orang (pengguna Blackberry). Saya cuman suka sebel aja harus membaca status-status (yang menurut saya) tidak penting, yang terpaksanya harus saya baca satu persatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain lagi dengan <strong>Blackberry Messenger</strong> yang hanya ditujukan bagi sesama pengguna BB dengan saling bertukar PIN terlebih dahulu itu. Pada suatu hari, Boss saya di kantor juga ikutan latah beli BB. Dan sore harinya, dia meng-add saya untuk masuk di list BB Messenger-nya. Isi pesan pertamanya hanya singkat :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Test&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Membaca itu, perasaan saya udah agak gamang. Dijawab? Enggak? Di add? Enggak? . Di add, enggak&#8230; Kalo di add, ntar jangan-jangan yang diomongin tentang kerjaan, tapi kalo ga di add, kok  kayanya nggak mungkin. Akhirnya saya balas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Sudah nyambung, kangmas&#8230; hehehhe&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Boss pun membalas,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Hehehe&#8230; Btw, draft acara gimana? Udah mundur lagi seminggu. Besok jadi ya. Senin kita kirim data medianya ke agency.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuuuuuuuuuuuuuhhhh kannnnnnnnnnnnn&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Silakan, yang masih bingung mau membeli dan memakai Blackberry atau tidak, silakan dipertimbangkan kembali..hahaha&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=822&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/04/04/tak-selamanya-blackberry-itu-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/04/bb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-20250772</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Positive Mental Attitude</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo! Messenger. donnydonat: tumben, ga berstatus&#8230; ryu deka: oh&#8230; ryu deka: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus? ryu deka: Hahaha.. donnydonat: ryu deka: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230; ryu deka: jadi malu.. donnydonat: aku dan Inud sih ryu deka: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=808&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, saya menerima message dari teman saya melalui Yahoo!  Messenger.</p>
<blockquote><p><em><strong>donnydonat</strong>: tumben, ga berstatus&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: kan hari Sabtu&#8230; itungannnya ga kerja, jadi ngapain berstatus?<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahaha..<br />
<strong>donnydonat</strong>: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu deka</strong>: ah, kamu suka memperhatikan status ku ya ternyata&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: jadi malu..<br />
<strong>donnydonat</strong>: aku dan Inud sih<br />
<strong>ryu deka</strong>: oh&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: klo aku pasti membandingkan punyamu dan punya &#8216;X&#8217; *salah satu teman kita*<br />
<strong>donnydonat</strong>: pasti bertolak belakang<br />
<strong>ryu deka</strong>: HUAHAHAHAHHAHAHAHAHHAH<br />
<strong>ryu deka</strong>: Apa iya?<br />
<strong>donnydonat</strong>: iye&#8230;<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya hawanya positip,<br />
<strong>donnydonat</strong>: satunya pasti negatip<br />
<strong>ryu deka</strong>: hahaha&#8230;.<br />
<strong>ryu deka</strong>: bisa aja&#8230;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, <strong>Mas Donny</strong> ini menanyakan  kenapa hari itu saya tidak menuliskan status di YM saya. Karena sejak beberapa bulan ini, saya memang selalu menuliskan bermacam-macam <em>quotes</em> sebagai status saya. Seperti,</p>
<p style="text-align:center;">- <strong><span style="color:#993300;">If you&#8217;re too busy to enjoy life, you&#8217;re too busy</span><br />
-    <span style="color:#800080;">Do not take life too seriously. You will never get out of it alive</span><br />
-    <span style="color:#333399;">How we spend our days is, of course, how we spend our lives<span id="more-808"></span></span><br />
-    <span style="color:#993366;">If you dont want to work, you have to work to earn enough money so that you won&#8217;t have to work!</span><br />
-    <span style="color:#ff6600;">We Don&#8217;t Work for Each Other. We Work With Each Other.</span><br />
-    <span style="color:#666699;">I Don&#8217;t Like work. No man does. But I like what is in work-the chance to find myself.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">dan masih banyak lagi lainnya yang kebanyakan saya ambil dari <em>inspirational book</em> yang pernah saya baca. Tujuan saya menuliskan itu sangat jelas, bukannya pengen sok-sok-an biar dikira jago ngomong Inggris. Tapi <strong>hanya sekedar ingin memberikan semangat pada diri saya sendiri hari itu</strong>. Namanya juga hidup ya, teman-teman. Ada <em>&#8216;up &amp; down&#8217; </em>nya. Makanya perlu dijaga supaya yang namanya semangat, keceriaan, keramahan dan bermacam-macam hal positif lainnya harus terus dijaga.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-812 aligncenter" title="42-19216667" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg?w=480" alt="42-19216667"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Makanya saya selalu menuliskan berbagai kutipan-kutipan tadi sebagai status YM saya. Buat penyemangat. Sampai akhirnya saya baru sadar, kebiasaan saya itu ternyata diperhatikan juga oleh beberapa teman saya itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>yessymuchtar</strong>: are you really that type of person mas?&#8230; like the note in your status today?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: ah.. engga juga. but I&#8217;m trying to <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: kenapa emang? kok tiba-tiba?<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: just ask.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: dirimu selalu pasang status status yang encourage gituh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>ryu.deka</strong>: lha.. daripada yang jelek2 ditulis, malah jelek efeknya buat kita kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yang lain yang ngebacanya juga ga nyaman..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: hihihi&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: betul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aku mau pasang status yang menggugah juga..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: cuma dari tadi belum nemu<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: apa ya..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN&#8221; ..kira kira&#8230;gimana?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: udah biasa itu&#8230;.<br />
<strong>ryu.deka</strong>: &#8220;JANGAN PARKIR DISINI&#8221; mungkin lebih menarik..<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: mm&#8230;.boleh&#8230;.kalo .. &#8220;MAKANLAH PAKAI TANGAN KANAN&#8221;? basi juga ya?<br />
<strong>ryu.deka</strong>: iya.  Kalo yang kidal terus gimana??<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: wakakakakakaakaa<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: aahhhh..aku tau massss&#8230;.<br />
<strong>yessymuchtar</strong>: &#8220;SHOLATLAH SEBELUM KAMU DISHOLATKAN..&#8221; *matii gueeeeeeee*<br />
<strong>ryu.deka</strong>: HUAHAHHAHAHAHAA</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jaman udah makin ruwet. Dan berpikir (dan bersikap) positif itu kadang-kadang susahnya minta ampun. Tapi nggak ada jeleknya juga kan kalo di usahain? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=808&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/positive-mental-attitude/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/pma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-19216667</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(It&#8217;s Not) Amazing Race!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. P-E-R-N-I-K-A-H-A-N. Mudah-mudahan belum pada bosen ya. Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama Neng Uut. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=803&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lagi, sebuah tulisan tentang pernikahan. Yapp.. pernikahan. <strong>P-E-R-N-I-K-A-H-A-N</strong>. Mudah-mudahan belum pada bosen ya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari Minggu tanggal 29 Maret kemarin, saya menghadiri undangan resepsi pernikahan mantan sekretaris saya dulu (hahaha.. gaya betulll&#8230;) yang bernama <strong>Neng Uut</strong>. Datang (sendirian) dengan berpakaian batik, potongan rambut model masa kini, saya tampil dengan cukup percaya diri. Hehehe. Mulai dari menginjakkan kaki di meja penerima tamu (maksudnya, melewati meja penerima tamu. bukan menginjak-injak mejanya, tentu), bersalaman dengan kedua mempelai, mencomot aneka hidangan yang disediakan hingga haha-hihi dengan teman-teman lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tapi kesempurnaan penampilan saya siang itu <em>*edann*</em> tiba-tiba saja perlahan-lahan sirna, ketika satu persatu memberikan pertanyaan basa basi yang standar sekali pada saya,</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#333399;"><em>Kapan nyusul?</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Standar kan? Pertanyaan yang amat standar ditujukan pada para lajang, yang hadir di pesta-pesta pernikahan. Namanya juga pertanyaan standar, jawabannya pun dibuat standar pula, kan? Cukup tampilkan senyum manis standar saja. Udah lewat lah nyari-nyari jawaban manis yang seolah berusaha memberikan pembelaan diri akan status lajang kita. Tapi ketika hampir semua orang yang kita kenal kemudian menanyakan pertanyaan yang sama, mau nggak mau pertanyaan itu tiba-tiba seperti berputar-putar di kepala saya, hingga akhirnya membuat saya mempertanyakan keabsahannya! Edan ya.. dasar blogger!</p>
<p class="MsoNormal">Kenapa sih harus pakai kalimat <strong><em>&#8220;Kapan Nyusul?&#8221;</em></strong></p>
<h1>Kenapa???</h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-803"></span>Sungguh, buat saya (nggak tau yang lain, ya) pertanyaan itu sangat mengganggu sekali. Pertama, mari dipahami secara bloon-bloon-an saja. <strong>&#8220;Nyusul&#8221;</strong> itu berasal dari kata dasar <strong>&#8220;susul&#8221;</strong>, bukan? Kalo nggak salah sih begitu. Yang erat artinya dengan mengejar sebuah ketertinggalan akan sesuatu. Biar lebih yakin lagi, saya ambilkan dari <strong>Kamus Besar Bahasa Indonesia</strong> ya!</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>&#8216;susul&#8217;</em> itu adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Mengikuti atau mengejar sesuatu yg di depan</strong>. Misalnya : Dalam perlombaan itu, ia dapat menyusul lawan-lawannya</li>
<li><strong>Datang kemudian</strong>; Mengikuti. Misalnya : Menikahlah kamu dahulu, saya menyusul beberapa tahun lagi (kalau ketemu jodohnya!)</li>
<li><strong>Memperbaiki suatu keterbelakangan</strong> ; Mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan. Misalnya : Dengan susah payah dapat juga ia menyusul ketertinggalannya dalam berumah tangga.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh kalimat diatas memang saya bikin-bikin sendiri biar makin dramatis. Hehe. Tapi tentu sja, intinya adalah orang yang mengejar, tentu saja posisinya &#8216;kalah&#8217; dibandingkan dengan yang dikejar, bukan? Walau tidak selalu, tapi dari segi arti saja, &#8216;menyusul&#8217; bukanlah sebuah bentuk yang positif. Kedua, mari dipahami dengan hati nurani<em> *edann*</em>. Jika kata dipakai dalam konteks nikah-menikah. Berarti, sama saja si penanya itu memaknai sebuah pernikahan itu sebagai sebuah arena pertandingan, bukan? Itu seperti sama saja artinya, si penanya itu bertanya seperti ini nih</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"> <strong><em>Kapan nyusul? Si Itu aja udah lho. Masa kamu kalah! Disusul, gih sana&#8230;.!</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-820 aligncenter" title="42-17135810" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg?w=480" alt="42-17135810"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mereka yang sudah menikah, adalah pemenang. Dan saya yang belum menikah adalah si kalah. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orang yang diberi pertanyaan seperti ini?? <em>Again</em>, ini kalo saya ya. Walaupun saya juga tahu, tersinggung atau tidaknya saya diberi pertanyaan seperti itu, semuanya ya tergantung saya juga yang menanggapinya bagaimana. Tapi mungkin memang seharusnya orang sudah mulai memikirkan apa yang diucapkannya. Saya yakin, semua orang njeplak dengan pertanyaan<em> &#8220;Kapan nyusul&#8230; &#8221; </em>ini juga karena faktor kebiasaan. Basa-basi yang paling pas dengan kondisi saat itu ya kalimat ini, toh? Sehingga nggak semua orang se-kurang kerjaan seperti saya ini saja, yang mengulik2 kalimat ini segini dalem. Hhhh&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">Bisa kan, dicari kalimat lain yang punya makna sama, seperti</p>
<p class="MsoNormal">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Besok kalau giliran kamu, ditunggu undangannya lho ya..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#333399;"><em> </em></span>Lebih enak didengar kan?</p>
<p class="MsoNormal">Pernikahan itu bukan sesuatu yang harus diperebutkan. <em>It&#8217;s not a game! It&#8217;s not even a race. Not even close.</em></p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=803&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/31/its-not-an-amazing-race/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/race21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-17135810</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1st Movie Experience</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 09:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai Hari Film Nasional, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu. Sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=794&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ternyata setiap tanggal 30 Maret itu diperingati sebagai <strong>Hari Film Nasional</strong>, ya? Saya baru tahu. Ya wajar sih, lha wong saya bukan orang yang bekerja di dunia film. Walau saya juga ragu, apa teman-teman saya yang kebetulan bekerja di dunia perfilman juga tahu kalau ada satu hari spesial untuk bidang kerja yang digelutinya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit mengulik sejarah supaya isi blog ini rada-rada seikit bermutut (hahaha), Hari Film Nasional ini ditentukan terhitung sejak tanggal 30 Maret 1950. Yaitu hari pertama syuting film berjudul <strong>&#8220;Doa dan Darah&#8221; </strong>yang disutradarai oleh Bapak Perfilman Nasional, <strong>Usmar Ismail</strong>. Bukan Ismail Marzuki ya. Saya juga sering kebalik-balik membedakan kedua orang ini. Dan ini katanya sih merupakan film perdana yang dibuat sendiri oleh anak bangsa, dibawah nama perusahaan negara bernama PERFINI. Berarti tahun ini, perfilman Indonesia sudah masuk ke usia ke 59 ya. Semakin bertambah tua sebenarnya. <em>But then again</em>, usia itu memang tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, sejak kapan mengikuti perkembangan film Indonesia? Saya sendiri mulai mengikutinya sejak saya masih berumur 5 tahunan?Sekitar tahun 1985, ketika masih tinggal di Medan,  saya diajak ibu saya nonton sebuah film yang dimainkan sama Mbak <strong>Meriam Bellina</strong> dan Mas <strong>Ikang Fawzi!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-795 aligncenter" title="kulihatcintadimatanya" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg?w=480" alt="kulihatcintadimatanya"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Tuh, keren banggett kan?? <span id="more-794"></span>Pose paling atas, Mbak Mer terlihat seperti sedang sakit kepala. Pose ditengah, Mbak Mer lagi sakit batuk. Sedangkan pose paling bawah, Mbak Mer terlihat seperti sedang &#8230; ummm, itu sakit apa dia ya? Kok kakinya agak mengangkang&#8230;. hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya aja heran, kok ya berani-beraninya ibu saya mengajak saya nonto film beginian. Ini kan film 17 tahun keatas!  Waktu itu padahal saya masih TK kelas Nol besar. Akibatnya ya berulang kali mata saya harus ditutup oleh tangan ibu saya, setiap kali ada adegan panasnya. Ibu saya cuma bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Eitss&#8230; anak kecil nggak boleh liat&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ih! Lha ngapain juga gue diajak kalo gak boleh liat?? Gimana, sih?? Walhasil, saya ya  nggak ngerti jalan ceritanya kaya apa. Kalo nggak salah, tentang tari-menari gitu, lah. Belakangan saya malah dengar, film itu adalah versi Indonesia dari film <strong>Flashdance </strong>yang terkenal itu. Ya<em> wallahualam&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya ingat malah cuma lagu soundtracknya yang dinyanyikan oleh <strong>Neno Warisma</strong>n *<em>edann.. masih inget</em>*, dan salah satu adegan film ini, ketika saya berhasil mencuri lihat dari balik jari-jari ibu saya yang menutupi muka saya, yaitu adegan tante Mer dan Om Ikang sedang berciuman di dalam ruangan ganti kostum, yang kemudian diintipin sama murid-murid tarinya. Hahaha. Selebihnya, ceritanya kaya apa, lewat!! Saya malah sibuk terkagum-kagum sama layar bioskop yang gede  banget itu!</p>
<p style="text-align:justify;">Kamu sendiri, masih ingat nggak, film Indonesia pertama yang kamu lihat di bioskop?</p>
<br />Posted in Film, Nostalgia  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=794&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/30/1st-movie-experience/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/kulihatcintadimatanya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kulihatcintadimatanya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting Part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 02:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang Poppy -Poppy-an di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke Poppy Mercury&#8230; Ndut : Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury *mencoba menganalisa* Saya : Hahaha.. Iya &#8216;kali. Ndut : Berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=787&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;. jadi ternyata percakapan tentang <strong>Poppy -Poppy-an</strong> di postingan bagian pertama itu, masih berlanjut lagi, teman-teman. Tapi kali ini  fokus agak bergeser dari Poppy Bunga ke <strong>Poppy Mercury</strong>&#8230;<span id="more-787"></span></p>
<blockquote><p><strong>Ndut</strong> :  Hmmm.. Poppy Yusfida. Kok bisa jadi Poppy Mercury ya. Pasti terinspirasi dari nama Freddy Mercury <em>*<span style="color:#993366;">mencoba menganalisa</span>*</em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahaha.. Iya &#8216;kali.<br />
<strong>Ndut</strong> : Berarti bisa jadi ,Freddy Mercury itu dulu aslinya namanya Freddy Yusfida?? <span style="color:#993366;"><em>*makin semangat menganalisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahahaha&#8230;<br />
<strong>Ndut</strong> : Wah wahh&#8230;.  terus abis ganti nama jadi pada meninggal thoo dua-duanya.. Dibilangin ga percaya sih,  lah wong pemerintah udah bilang bahan Mercury untuk kosmetik itu dilarang&#8230;. <span style="color:#993366;"><em>*makin tak terkendali  analisanya*</em></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;</p></blockquote>
<p>Udah ah, ketawanya udah dulu ya. Waktunya kerja, euy!  <em>Have a productive day,  everyone!</em><!--more--></p>
<br />Posted in Pekerjaan, Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=787&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/24/nggak-penting-itu-penting-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oh Negeriku&#8230; Negeri Cintaku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:36:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=781&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minggu sore, sekitar jam 5 sore saya terbangun dari tidur siang yang nyenyak sekali. Tidur di kasur yang empuk, selimut tebal, di luar kamar pun sedang hujan deras sekali. Nyaman sekali lah, pokoknya. Seperti kebiasaan, setiap kali bangun tidur, hal pertama yang saya lakukan adalah meraih handphone saya, untuk melihat-lihat jika saja ada panggilan atau pesan singkat yang masuk ketika saya masih tidur. Setelah itu, biasanya saya langsung meraih<em> remote</em> TV dan menyalakan TV yang ada tepat dihadapan tempat tidur saya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya nggak pernah mengira, kalau kegiatan bangun tidur saya sore itu akan berubah menjadi saat yang sangat emosional.<span id="more-781"></span>Di layar <strong>MetroTV</strong>, terlihat sebuah tayangan berita yang memperlihatkan adegan anak perempuan berjilbab, yang terbata-bata berbicara sambil airmata mengucur deras dari kedua matanya. <em>Literally</em>. Airmatanya benar-benar mengucur deras. Spontan saya langsung membesarkan volume TV untuk mencari tahu, apakah gerangan yang menimpa adik malang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata, dia adalah salah satu murid <strong>Sekolah Dasar Mulyo Asri 2 Malang</strong>, Jawa <span style="text-decoration:line-through;">Tengah</span> Timur. Proses belajar mengajar di sekolah ini  terganggu karena adanya aksi penarikan bangku dan meja oleh pemborong/pembuatnya. Pihak pemasok meja &#8211; kursi beralasan, peralatan belajar terpaksa diambil paksa karena Pemerintah Kabupaten Malang, belum membayar pengadaan 500 set bangku sejak tahun 2006(!). Di  lain pihak,  Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berkilah , mereka tidak membayar karena <strong>spesifikasi bangku yang dibuat perajin, tidak sesuai perjanjian!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-782 aligncenter" title="nangissss" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg?w=480" alt="nangissss"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur, saya emosional sekali melihat adegan adik-adik kita itu menarik-narik meja dan kursi yang sedang diangkut oleh para pembuatnya itu sambil menangis. Silakan lihat sendiri <span style="color:#333399;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.metrotvnews.com/">disini.</a></strong></span></span> Pertamanya saya emosional melihat ekspresi si Mas-Mas pengangkut kursi dan meja itu yang lempeng-lempeng aja, tanpa ekspresi melihat dihadapannya ada 4- 5 anak kecil yang  mencoba sekuat tenaga menarik kembali bangku mereka itu sambil menangis meraung-raung. Tapi kemudian saya juga sadar, dia bisa apa? Dia juga hanya dibayar, ditugaskan untuk mengangkuti barang-barang &#8216;sengketa&#8217; itu. Kalau dia nggak melakukan tugasnya, dia nggak dapat bayaran kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang salah kalau begini?</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saya agak malas menyalahkan siapa-siapa. Saya cuma sebal saja, <strong>hari gini kok ya masih ada sih masalah kaya gini????</strong> Itu orang-orang yang berseragam dan duduk di kursi pemerintahan kota atau propinsi itu  pada ngapain aja kerjanya?? Mainan Facebook?? Atau kerepotan belajar mengoperasikan Blackberry yang dibagiin ke semua pegawainya? Ini bukan masalah remeh lho. Ini masalah PENDIDIKAN!  Negara lain udah sibuk bikin kurikulum-kurikulum baru buat memajukan pendidikan di negara mereka, kita kok ya masih sibuk saling salah-salahan masalah meja dan kursi sekolah&#8230; Heran.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kabar juga itu para caleg-caleg yang sibuk menebar pesona dimana-mana? Keliatan kan, mereka juga nggak <em>ngeh</em> ada masalah <strong><em>real</em> </strong>yang ada disekitar mereka? Ini belom jadi anggota legislatif lho. Baru calon! Gimana besok kalo udah jadi beneran? Lebih gila lagi, sekarang ini masa kampanye. Semua partai pada jor-joran ngeluarin duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah buat kampanye. Ngundang artis, ngundang ribuan massa, bagi-bagi hadiah pula. Hebat sekali, ada partai yang melempar-lemparkan hadiah Handphone dalam jumlah banyak ke arah kerumunan pendukung mereka untuk diperebutkan!  Sementara ditempat lain, adik-adik kita sibuk MEREBUT KURSI &amp; MEJA SUPAYA MEREKA BIAR BISA BELAJAR!!</p>
<p style="text-align:justify;">Negara ini memang sudah gila&#8230;&#8230;</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/781/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/781/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=781&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/oh-negeriku-negeri-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/nangissss.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nangissss</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Behind Enemy Lines</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 05:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi Winston Churchill yang saya tonton semalam di stasiun televisi BBC. Beuh..!! BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak Star World ya Star Movies atau HBO. Ya kadang-kadang E! juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, &#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi Majalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=776&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini, pagi ini, pikiran saya terusik (edann.. bahasanya infotainment sekali) dengan sebuah tayangan biografi <strong>Winston Churchill</strong> yang saya tonton semalam di stasiun televisi <strong>BBC</strong>. <em>Beuh..!! </em>BBC loh! Tumben-tumbenan. Biasanya kalo gak <strong>Star World</strong> ya <strong>Star Movies</strong> atau <strong>HBO</strong>. Ya kadang-kadang <strong>E! </strong> juga,  kalo tayangannya lagi seru semacam, <em>&#8220;Top 10 Perkawinan Selebriti Termahal Versi Majalah Forbes&#8221; </em>atau sebaliknya, <em>&#8220;Top 10 Perceraian Selebriti Termahal&#8221;</em>. Hehe. Mungkin karena sepanjang malam tadi banyak channel yang tiba-tiba teracak2 gambarnya bak nonton VCD bajakan, jadi ya saya terpaksa nonton saluran yang rada layak ditonton sajalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan minta saya untuk menerangkan apa sisi tayangan yang saya liat semalam itu. Karena saya juga nggak begitu paham dengan jalan ceritanya. Pokoknya intinya adalah itu cerita tentang Winston Churchill. Titik. Maklum, ngeliatnya juga sambil mata setengah terpejam karena mengantuk, jadinya ya yang diliat cuman gambar-gambarnya doang! Tapi ada satu hal yang bikin mata saya tiba-tiba terbelalak, ketika di tayangan itu ditampilkan sebuah <em>quote</em> dari Om Churchill yang (kalo saya nggak salah baca, karena munculnya sebentar sekali!) berbunyi :</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong>You have enemies? Good. That means you&#8217;ve stood up for something, sometime in your life</strong></h3>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-777 aligncenter" title="churchiill" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg?w=480" alt="churchiill"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Asli, setelah baca quote singkat ini, ngantuk saya sempat hilang beberapa saat. Karena mau nggak mau, bikin saya berpikir, <em>&#8220;Bener juga ya?&#8221;<span id="more-776"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hal yang jelek kalau kita punya musuh. Itu berarti ada kalanya pada suatu waktu di kehidupan kita, kita memegang teguh akan pendirian kita,  akan sesuatu yang kita percayai. Kalau nggak salah, gitu ya terjemahan bebas untuk quote-nya Om Churchill? Tapi Saya kok juga jadi bingung. Karena selama ini, nasihat yang masih saya pegang tentang masalah <em>human relationship</em> adalah, <strong>&#8220;Punya sahabat 1000 itu masihlah kurang, tapi punya musuh 1 saja, itu sudah terlalu banyak&#8221;!</strong> Nah lho, kok agak -agak nggak kompak ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi orang yang disukai oleh banyak orang, memang sesuatu yang sangat susah. Bahkan hampir nggak mungkin. Se-<em>loveable</em> apapun orangnya, pasti akan ada orang yang tidak atau kurang menyukainya. Saya sendiri mengalaminya. Huahahahhahaha&#8230; <em>Just kidding</em>. Karena memang, nggak ada orang yang sempurna di dunia ini. Setiap kepala bahkan bisa punya defiinisi sendiri-sendiri tentang arti kata <em>&#8216;loveable&#8217;</em>. Disini dibilang <em>loveable</em>, disana dikira sok akrab.  Susah bener. Makanya, untuk apa bersusah payah setengah mati berusaha menyenangkan orang lain, atau membuat orang lain senang pada kita sehingga tidak ada yang benci atau menjadi musuh  kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya setuju sekali dengan apa yang dibilang Om Churchill itu. Kadang ada kalanya kita harus melakukan yang namanya<span style="text-decoration:underline;"><strong> kompromi</strong></span> akan suatu hal, dan biasanya yang namanya kompromi itu akan disukai oleh semua pihak, terlepas kompromi itu juga kental aura ketidak-ikhlasan alias keterpaksaan juga, <em>but we can say, everybody&#8217;s happy!</em> Tapi ada kalanya juga kita harus <em>keukeuh</em> memegang teguh prinsip kita, sehingga menyebabkan orang yang tidak setuju dengan kita itu berbalik menjadi memusuhi kita. Eng-ing-Eeeenngg&#8230; jadilah kita punya musuh.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-778" title="enemies" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg?w=480" alt="enemies"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dalam posisi kaya gini, memang agak ribet. Tapi mungkin harus coba dilihat dari sisi lain : <strong>sisi memegang teguh prinsip</strong> itu tadi. <em>That&#8217;s something, right?   Correct me if I&#8217;m wrong</em>.  Buat setiap orang yang hidup di dunia ini, mempunyai pinsip dan memegangnya dengan teguh (selama prinsip itu memang diyakini benar), adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, betapa susahnya hidupnya. Hidup tanpa prinsip. Tanpa pendiriann yang tegas. Disuruh kesini mau, diajak kesitu ngikut. Yang lebih parah lagi, kalau dia sendiri nggak tau mau ngapain dengan hidupnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana dong?</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe, nggak usah terlalu panjang sih membahas masalah per-musuh-an ini. Teman-teman yang membaca tulisan saya ini juga pasti punya pendapat sendiri. Tapi pada akhirnya toh menurut saya, apa yang dibilang Winston Churchill itu memang benar. Bukan membenarkan &#8216;<span style="text-decoration:underline;"><strong>it&#8217;s okay kita punya musuh&#8217;</strong></span>-nya, tapi membenarkan pada <span style="text-decoration:underline;"><strong>&#8216;kemampuan memegangn prinsip&#8217;</strong></span>-nya itu. Sebuah hal yang harus disyukuri banget tuh, kalau kita termasuk yang disukai dan dicintai oleh semua orang, dan tidak punya musuh sama sekali. Tapi kalau pun sampai punya, paling tidak kita punya musuh karena alasan yang benar.Hehehe. Ya seperti yang dibilang Om Churchill tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jangan lupa,  juga pernah <strong>Al Pacino</strong> bilang di filmnya <strong>The Godfather Part II</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><strong><em>.. try to keep our friends close but our enemies closer.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Supaya akhirnya nanti musuh itu berubah jadi teman lagi ya? Lho, kalo gitu sebaliknya jangan punya musuh dong? Lho, piye iki&#8230; kok muter2 nda karuan&#8230; nulis sendiri, pusing sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <em>Yaa.. You know what I mean lah&#8230;..</em></p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/776/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/776/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=776&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/23/behind-enemy-lines/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/churchiill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">churchiill</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/enemies.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enemies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nggak Penting Itu Penting</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 08:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan. Ndut : Eh, Poppy Bunga tuh siapa sih? Saya : Heh? Ndut : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa?? Saya : Mandala itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan? Ndut: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa? Saya : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu Ndut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=772&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebuah percakapan melalui telepon, sebelum Jumatan.</p>
<blockquote><p><em><strong>Ndut </strong>: Eh, <strong>Poppy Bunga </strong>tuh siapa sih?<br />
<strong>Saya</strong> : Heh?<br />
<strong>Ndut</strong> : Poppy Bunga itu siapa, Mandala itu siapa??<br />
<strong>Saya</strong> : <strong>Mandala</strong> itu kan yang bawain acara &#8220;Termehek-Mehek&#8221;, bukan?<br />
<strong>Ndut</strong>: Oh.. Terus Poppy Bunga itu siapa?<br />
<strong>Saya</strong> : Artis, toh? Kayaknya&#8230; Itu kayanya bekas pacarnya Mandala itu<br />
<strong>Ndut</strong> : Oo.. ini aku liat di <strong>Insert! </strong>kok dia marah-marah..<br />
<strong>Saya</strong> : Marah-marah?<br />
<strong>Ndut</strong> : Ho oh.. Entahlah, kayanya dia berseteru dengan Mandala itu..<br />
<strong>Saya</strong> : Ooooh.. Itu kalo ga salah mereka kan dulu pacaran, terus putus, tapi putusnya kayanya ga baik-baik </em>*oh, luar biasa sekali saya ini&#8230; detail kalau memahami gosip*<em><br />
<strong>Ndut</strong> : Ooo..  Masa tadi dia bilang gini, <strong>&#8220;Saya sih <span style="text-decoration:underline;">nggak sakit hati</span> ya&#8230;. <span style="text-decoration:underline;">Tapi yang bikin saya sakit hati</span>, Mandala itu sudah Haji tapi kok tingkahnya kaya gitu&#8230;  Haji Munafik!</strong><br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHA&#8230;&#8230;..<br />
<strong>Ndut</strong> : Emangnya diapain sih sama Mandala?<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahahhaha&#8230; ya nggak tau, lah!<br />
<strong>Ndut</strong> : Waktu putus pake dijambak apa rambutnya, kok sampe segitu marahnya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Huahahhahaha&#8230;,<br />
<strong>Ndut</strong> : <strong>Ora penting banget tho&#8230;.</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em></p>
<p>Ya, sengaja pernyataan teman saya yang terakhir itu saya <em><strong>bold</strong></em>, karena sudah berapa kali sih kita melihat berita-berita tidak penting di infotainment? Tentang si ini dan si itu yang katanya artis tapi kok kita nggak kenal yang saling jatuh cinta, atau tentang liputan &#8216;sehari bersama si Itu&#8217; yang isinya cuma kegiatan dia bangun, makan, nyalon, beli hadiah buat pacarnya, terus udah, bahkan untuk artis sekelas <strong>Afgan</strong> aja sempat masuk infotainment cuman karena naik berat badannya, dan <strong>Dewi Perssik </strong>sempat diliput karena kakinya kena luka bakar! Oh my&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kita yang nonton sih paling sering ya cuman bisa bilang, <strong><em>&#8220;Ya elah&#8230; ga penting amat sih ini&#8230;&#8221;</em></strong>. Padahal percayalah,  para production house yang memproduksi tayangan infotainment itupun sebenarnya juga tau, kalau tayangan yang mereka buat itu memang nggak penting sama sekali.  Mau bukti? <span id="more-772"></span>Inilah hasil rangkuman perbincangan saya dengan teman saya yang menjadi salah seorang wartawan infotainment untuk program <strong>Kasak Kusuk Investigas</strong>i yang tayang setiap hari&#8230;. ummmm.., setiap hari apa ya?? Hahaha, lupa! Pokoknya di SCTV lah!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<em><strong>Saya</strong> : Kenapa sih infotainment suka nampilin yang nggak2 penting gitu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Misal?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Ngeliput artis beli kado, lah. Artis muda nggak terkenal putus cinta dengan artis muda lainnya yang juga gak terkenal lah.. terus kemaren gue liat Dewi Persik korengan *maaf!* aja dijadiin berita!<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Hwhahahaha&#8230; tempat gue kayanya nggak nayangin deh kalo si DP korengan. Lu bisa aja.</span><br />
<span style="color:#993366;">Tapi ya  mau gimana, lo kira gampang nyari berita soal artis? Maksudnya yang bener-bener menarik dan layak dijadiin berita?</span><br />
<strong>Saya</strong> : Emangnya susah ya?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Misse E</strong> : Beuhhh..! Lo bayangin aja, setiap hari lu musti dapet minimal 5 berita soal artis buat tayangan loe yang durasinya 30 menit. Sementara kalo dari survey yang kita bikin, penonton kita tuh udah terlanjur suka dengan berita artis yang nggak beres-nggak beres gitu, lah. Cerai, KDRT, Foto telanjang, selinkuh.. ya yang gitu-gitu lah. Dikira tiap hari bisa dapet berit model begituan??</span><br />
<strong>Saya</strong> : Padahal kalo infotainment ngeberitain soal artis cerai, diributin juga ya.. &#8220;Kok infotainment isinya cuma perceraian ya. Nggak mendidik&#8221;?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : IYA!</span> *semangat sekali orang ini*. <span style="color:#993366;">Orang2 kita tuh sebnernya doyan kok sama berita yang model gitu. Bilang bilang &#8220;nggak penting&#8221; tapi ditonton juga.</span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus kalo ada tayangan2 yang ga penting model tadi, ngeliput artis belanja, liburan, belajar masak, belajar baca &#8230; hahaha, ada ga ya&#8230; itu karena faktor memenuhi durasi tayangan infotanment itu?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>:  Ya iya dong. Kebayang aja kalo kaya punya gue, durasinya 1 jam aja gitu. Cuman nampilin 1 berita doang. Ya yang ada isinya dipanjang-panjangin. Kadang berita ga tau taun kapan itu ditampilin lagi. Yang penting artisnya masih sama, walau kadang ga nyambung2 amat.. kakakkakak&#8230; Jadi ya kalo ga ada berita penting, ya kita liput apa kek.. selama ada artisnya jadi fokus..<br />
<span style="color:#000000;"><strong>Saya</strong> : Susah ya&#8230;</span></span><br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Lo tanya dong perjuangan gue gimana mengejar-ngejar artis yang suka jual mahal ngasih statement&#8230;.</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-773" title="paparazzi" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg?w=480" alt="paparazzi"   /></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
<strong>Saya</strong> : Hahahhahaa&#8230;. oke, sesusah apa sih minta statement dari artis yang lagi dikejar2 infotainment seluruh negeri ini?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: KAYA T*I !! </span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHAHHHAHHAA&#8230;. tolong jelaskan dengan menggunakan kata2 yang berwawsan, mbak&#8230;.<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Paling susah tuh kalo ada yang kita tau dia udah nikah, tapi nggak mau ngaku. Atau kita tau dia selingkuh, tapi dia cuman mesem-mesem doang ditanyain. Gue dong pernah sampe nungguin 2 hari didepan rumah tu artis sampe gue ga mandi, cuman pengen minta dia ngasih statment doang. </span><br />
<strong>Saya</strong> : Terus, dia ga keluar rumah?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Enggak, lah. Dia udah tau lah ada wartawan nongkrongin rumahnya berhari2..</span><br />
<strong>Saya</strong> : Nggak banget sih tu artis. Dia nggak risih ngeapa ya, liat banyak orang kucel yang nggak mandi di depan rumahnya..<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E</strong> : Sialan.. Akhirnya dong, ketika tiba-tiba dengan ajaibnya dia keluar rumah pake mobilnya, kita pada ngedeketin dia, dia tetep cuma cangar-cengir doang. Nggak mau ngomong. </span><br />
Saya : Akhirnya lo sama sekali ga dapet statement dia?<br />
<span style="color:#993366;"><strong>Miss E </strong>: Kaga! Lo tau ga, gue sampe bilang gini loh, <strong>&#8220;Mbak ayo lah Mbakk..  satu statement aja mbak. Kalo nggak dapet statement dari mbak, saya bisa nggak dibayar nih mbak. Bisa nggak makan sebulan nih mbakkk&#8230;..&#8221;</strong></span><br />
<strong>Saya</strong> : HUAHAHHAHAHHAHAHAHHAHAHAHA&#8230;..<br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tertawa karena geli, tapi juga kagum pada saat yang bersamaan. Gila, ternyta ga gampang juga yah jadi wartawan. Apalagi wartawan infotainment. Walaupun dulu ada yang bilang wartawan infotainment itu bukan wartawan, karena memberikan berita yang sering tidak berdasarkan keakuratan data dan fakta, tapi kayanya sekarang pandangan saya sedikit berubah. Terutama ketika teman saya itu dengan gagah berani mengakhiri perbincangan kami itu dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#993366;">Lo liat aja deh.</span></em><em><span style="color:#993366;"> 10 dari 9 gosip yang ada di infotaiment itu bener! Kalopun masih sebatas rumor atau samar-samar&#8230;, tinggal tunggu waktu aja tu gosip bakal jadi kenyataan&#8230;..&#8221;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya deh, Mbak!! Lanjutkan!!!</p>
<br />Posted in Pekerjaan, Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/772/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/772/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=772&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/20/nggak-penting-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/paparazzi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paparazzi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disco Mama</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan &#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221; buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan Phoebe di salah satu adegan film FRIENDS, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=769&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan <strong>&#8220;Selamat Hari Perempuan Sedunia&#8221;</strong> buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan <strong>Phoebe</strong> di salah satu adegan film FRIENDS, <em>&#8220;Stop being so testosterone-y!&#8221;</em>) dengan mengucapkan :</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong>Saya Salut Pada Anda!</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Dari jamannya dulu bekerja di radio perempuan, saya sudah dicekoki dengan berbagai fakta dan pemahaman, betapa perempuan itu mahluk yang tidak biasa. Bisa berfungsi ganda. Bukan berfungsi ganda sebagai laki-laki juga -serem amat, tapi dasi sisi kemampuan diri. Bayangkan, ada :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perempuan single</li>
<li>Perempuan single yang sedang bersekolah/ kuliah</li>
<li>Perempuan single bekerja</li>
<li>Perempuan single bekerja dan bersekolah</li>
<li>Ibu Rumah Tangga</li>
<li>Ibu Rumah Tangga bekerja dan bersekolah</li>
<li>Single Mother</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">untuk memberikan sedikit contoh, dari status seorang perempuan. Bisa kebayang, buat mereka yang punya status merangkap, ya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja, contohnya. Seperti apa ya ribetnya? Mulai dari pagi bangun tidur hingga malam mau tidur lagi, apa nggak mau gila ya rasanya? Saya aja yang masih single aja suka kewalahan ngurusin diri sendiri. Dan suka menganggap biasa kerepotan teman-teman saya yang sudah jadi ibu, perihal masalah membagi waktu bekerja dengan waktu untuk keluarga mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya ngerasa berdosa sekali ketika pada suatu hari saya terlibat perbincangan dengan salah satu teman saya tentang Sophie Navita. Loh, kok ada orang ini segala? Jadi beginilah perbincangan itu..<span id="more-769"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Kiki </strong>: Udah tau Sophie Navita bikin album?<br />
<strong>Saya</strong> : Udah, dong..<br />
<strong>Kiki </strong>: Udah denger lagunya?<br />
<strong>Saya</strong> : Belom.<br />
<strong>Kiki </strong>: Masa sih??<br />
<strong>Saya</strong> : Iya. Udah baca beritnya sih di Kompas. Katanya soal ibu2 funky gitu ya?<br />
<strong>Kiki </strong>: Uuuh&#8230;. dengerin deh. Ada kata-kata : &#8220;Bayar Listrik&#8221;nya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Hah? HUAHAHHAHAHAHA..<br />
<strong>Kiki</strong> : Gak percaya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Anjritt.. &#8220;Bayar Listrik??&#8221; Lagu macam apa lagi ini&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Wajar dong kalo saya berburuk sangka seperti itu, melihat kenyataan dunia musik kita saat ini dipenuhi dengan lagu-lagu ajaib dari band-band dan penyanyi baru yang nggak kalah ajaib juga? Apalagi saya juga sudah jera melihat banyak artis-artis sinetron/bintang film/presenter yang aji  mumpung berbalik haluan jadi penyanyi dengan kemampuan suara yang sering tidak pas (see, saya udah nggak pake kata &#8216;pas-pasan&#8217; lho.. hehehe). Lengkap sudah saya meng-<em>understimate </em>istri dari Pongky Jikustik ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ketika pada suatu hari saya teman saya Ndut datang dan langsung memaksa saya mendengarkan lagunya yang berjudul <strong>&#8220;Siapa Bilang (Disco Mama)&#8221;,</strong> <em>well, aparently for me it&#8217;s not that bad at all.</em> Apalagi setelah mendengarkan liriknya :</p>
<blockquote><address><span style="color:#800080;">Pagi ini sama aja/ Bangun cepat anak sekolah<br />
Suami di luar kota/ Siang kerja malam periksa PR mereka di rumah<br />
Suamiku minta wakuw wakuw..</p>
<p>It&#8217;s my life biasa aja..<br />
Pengen lo iket aja..</p>
<p>Siapa bilang menjadi perempuan itu/ Kerjaan yang mudah<br />
Sehari kerja 25 jam/ Ya ampun apotik aja kalah!<br />
Tapi aku bangga dan bahagia/ Menjadi perempuan seutuhnya</p>
<p>Bayar listrik tukang sampah/ Mogok lagi tolong dong pak<br />
Jangan cuma marah /Biar cape olahraga<br />
Yang penting ada usaha /Biar suami setia</span></address>
<address>
</address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Geli aja sih baca liriknya. Tapi seru juga kan? Apalagi liat video klipnya <strong><span style="color:#333399;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=Vs06ZVyCTaU">disini</a>, </span></strong>paling enggak keliatan lah kalau tidak dibuat asal jadi seperti banyak produksi musik lainnya. Apalagi dia memang terlihat hot dan cantik sekali disini. Hehehe. Tapi <em>most of al</em>l, disini sepertinya Sophie mencoba untuk jujur menggambarkan bagaimana luar biasanya sosok seorang perempuan, tentu dengan gaya santainya itu. <em>And it works</em>. Cukup bisa mengatakan kepada kita kaum laki-laki, kalo salah selama ini mengatakan perempuan itu mahluk yang lemah <em>*yang perempuan, nggak usah GR ya*. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi berganggalah kalian semua yang ditakdirkan menjadi perempuan dengan segala kerepotannya itu!</p>
<br />Posted in Musik &amp; Lirik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=769&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/disco-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Day The Earth Stood Still</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : mengajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009. Jadi , Earth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=763&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Entah sudah berapa belas e-mail yang saya terima dalam 2 minggu terakhir ini, yang isinya sama semua : m<strong>engajak saya untuk ikut mensukseskan program Earth Hour 2009</strong>. Jadi , <strong>Earth Hour</strong> adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh <strong>WWF</strong> (<em>World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund)</em>, diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk mematikan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-764 aligncenter" title="180px-earth-hour-logo" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg?w=480" alt="180px-earth-hour-logo"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Masih menurut <strong>Wikipedia</strong> lagi,  Earth Hour 2008 sukses besar, dirayakan di ketujuh benua. Beberapa tempat terkenal di dunia ikut berpartisipasi untuk acara baik ini, <strong>Empire State Building</strong> (New York City), <strong>Sears Tower</strong> (Chicago), <strong>Golden Gate Bridge</strong> (San Francisco), <strong> Sydney Opera House </strong>(Sydney, Australia), <strong>Wat Arun Buddhist Temple</strong> (Bangkok, Thailand), <strong>Colosseum</strong> (Rome, Italia), <strong>Royal Castle </strong>(Stockholm, Swedia), <strong>London&#8217;s City Hall</strong> (Inggris, Britania Raya), <strong>Space Needle</strong> (Seattle), dan <strong>CN Tower</strong> (Toronto, Kanada). Nggak tau di Indonesia ya, apa malam itu Monumen Nasional (Monas) juga ikut berpartisipasi juga. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Earth Hour</strong> tahun ini akan diadakan lagi pada <strong>Sabtu 28 Maret 2009</strong> besok, mulai jam 20.30. Pertanyaan terbesarnya sekarang adalah,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Seberapa banyak orang sih yang cukup peduli ikut berpartisipasi mengikuti acara ini?&#8221;.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam skala kecil, apakah saya juga mau ikutan ber-gelap-gelapan ria selama sejam, atas nama menyelamatkan perubahan iklim dunia yang semakin parah ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum saya jawab (dan mungkin Anda menjawabnya juga), saya teruskan cerita lain tentang usaha menyelamatkan bumi ini ternyata tidak hanya berhenti di Earth Hour diatas tadi.<span id="more-763"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bulan ini adal lagi sebuah program yang dikasih nama <strong>Hari Hening Sedunia</strong>. Baru dengar? Kalo saya sih iya. Hehehe.  Intinya sih hampir samam dengan Earth Day, dalam satu hari (<strong>21 Maret 2009</strong>) ini kita diajak untuk hening selama 4 jam, menghentikan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Yaitu antara jam 10:00 &#8211; 14:00. Hari Hening Sedunia ini TERNYATA sudah dilakukan selamam 2 kali di Indonesia. Busett, kemana aja gue yah.. Oh iya, liat infotainment pastinya. Hehehe.  Dan kalau dilakukan, bisa menyelamatkan kelestarian Planet Bumi, diantaranya mereduksi pengeluaran gas karbon hingga 20.000 ton pada saat itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan pemilihan tanggal yang telah diutarakan secara umum di tingkat global itu, katanya, terkait dengan inklinasi matahari terhadap bumi, saat titik kulminasi matahari berada persis 90 derajat terhadap sumbu vertikal pada pukul 12.00 di garis ekuator. Rumit ya bacanya. Saya sih nggak paham artinya secara detail. Mungkin ibarat orang kawinan, tanggal ini adalah tanggal baik untuk melangsungkan sebuah kegiatan besar. Heheh. Idenya, ini semula berangkat dari kenyataan peringatan <strong>Hari Nyepi</strong> di Bali, ternyata bisa membuat lingkungan ini lebih bersih dan baik untuk semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">So..</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi ke pertanyaan diatas: <em><strong>Apakah kita cukup peduli untuk mencoba ikut mensukseskan program sederhana tapi bisa berarti besar bagi &#8216;kesehatan&#8217; bumi kita ini?</strong></em> Kalo saya sih, kayanya mau ikutan ah <em>*kaya apaan aja ya*</em>. Karena :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Hari Hening Sedunia Sabtu 21 Maret</strong>, dari jam 10:00-14:00 itu adalah jam-jam dimana saya ada di kantor. Jadi selama 4 jam itu, saya boleh nggak ngapa-ngapain kan? Katanya harus &#8216;hening&#8217; dan tidak boleh melakukan aktivitas yang memicu pencemaran lingkungan. Kalo ngobrol2 dan ngegosip antar teman sekantor, itu juga ga boleh karena bisa mencemari lingkungan. Lingkungan kerja di kantor jadi nggak kondusif karena gosip yang kita buat. Hehehe.</li>
<li><strong>Earth Hour Sabtu 28 Maret</strong>. Mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak dibutuhkan selama satu jam, 20:30-21:30. Gampang, lah. Cuma mematikan doang, kan? Anggap aja mati lampu, toh selama ini kita sudah sering mengalami mati mendadak oleh PLN kan? Matiin aja listik kamar atau rumah kita, toh acara TV juga nggak ada yang bagus kan kalo malam minggu? <em>*loh?*</em>.  Terus keluarlah melihat dunia luar. Perhatikan, ada nggak bangunan-bangunan komersial atau pemerintah yang juga mematikan listriknya. Hitunglah. Pasti nggak banyak. Hehehe.</li>
<li>Kalau sudah selesai, sepeti biasa&#8230; <em>write it down</em>. Jadi punya bahan buat nulis blog kan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Itu sih kalo saya&#8230; kalo kamu?</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/763/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/763/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=763&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/the-day-the-earth-stood-still/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/180px-earth-hour-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">180px-earth-hour-logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunting Kuku-ku&#8230;</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 04:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : Gunting Kuku. Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=759&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : <strong>Gunting Kuku.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-760 aligncenter" title="gunting-kuku" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg?w=480" alt="gunting-kuku"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai akhirnya kita bisa memakainya sendiri, bahkan sampai ketika kemudian sampai bisa menyuruh (atau lebih tepatnya : <strong>membayar</strong>! hehe) orang lain untuk memotongkan kuku kita di salon-salon itu, lengkap dengan serangkaian <em>treatment </em>lainnya yang dikenal dengan nama <strong><em>Manicure-Pedicure</em></strong> (bener kan ya  gini tulisannya?).</p>
<p style="text-align:justify;">Segitu pentingnya kah si gunting kuku ini, sampai-sampai jadi bahan cerita saya? Jawabannya  jelas : IYA. Pertama, tentu saja kalau melihat<strong> fungsinya.</strong> Demi alasan kesehatan, memotong kuku memang dianjurkan. Dalam agama Islam, memotong/menggunting kuku itu malah hukumnya Sunnah dan sebaiknya dilakukan setiap hari Jumat ketika akan melaksanakan kewajiban Sholat Jumat. Jadi tentu saja, si gunting kuku ini jadi benda yang penting sekali keberadaannya. Karena, mau pakai apa lagi, coba? Gunting  rambut? Bisa aja sih, tapi kok seperti agak ribet ya. Atau digigit-in? Hehehe.. Tidak anggun&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kenapa si gunting kuku ini begitu pentingnya buat saya, karena ternyata berkat benda yang satu inilah, saya sempat dibikin terkaget-kaget ketika mendapati fakta baha : <strong><em>I&#8217;m an unforgettable person! </em></strong>Huahahhaha&#8230; lebai! Jadi gini ceritanya..<span id="more-759"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari <strong>Senin 16 Maret</strong> lalu, untk pertama kalinya setelah 4 bulan cabut, saya secara <em>official </em>datang mengunjungi kantor lama saya, <strong>Female Radio </strong>di daerah Kotabaru.Kenapa saya bilang <em>official</em>, karena sebelum-sebelumnya sih pernah mampir kesana, tapi ya cuman mampir doang. Ngambil surat-surat tagihan di <em>front desk</em> (hahaha) yang masih nyasar terkirim kesana, abis itu kabur. Nah kali ini, saya bener-bener mengunjungi mereka untuk kangen-kangenan <em>*halah*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sesampainya disana, yang terjadi ya standar dan normalnya orang temu kangen lah. <em>Say hallo </em>apa kabar, peluk cium pipi kanan kiri, dan <em>ended up </em>dengan pertanyaan pamungkas,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Trus truss&#8230; ada gosip apa disini??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Ternyata kata mereka, seperginya saya dari sana, mereka jarang lagi bergosip ria di kantor. Karena nggak ada lagi orang yang seru yang bisa diajak ngegossip selain saya. Ohhh&#8230; saya terharu sekali. Hahaha. Tapi yang membuat saya lebih terharu lagi adalah, ketika <strong>Mamat</strong> sang staff produksi tiba-tiba bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Wah mas.. kamu nggak ada, selesai aku, mas. Lha nggak ada lagi yang bisa ta&#8217; pinjemin gunting kukunya&#8230;.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dengan nggak percaya, saya menjawab,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">Masa sih?? Lah itu <strong>Nuri</strong></span> </em>(front desk) <span style="color:#333399;"><em>bukannya punya juga??</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan langsung disambar dengan cepat oleh yang bersangkutan,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Lha wong aku itu aja dulu juga pinjem punya Mas Deka!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi selama 4 tahun saya mangkal di kantor itu, ya cuman saya doang yang punya gunting kuku?? Atau ada juga yang sebenarnyapunya, tapi diumpetin dan tidak dipinjam-pinjamkan? Hehehe. Saya jadi ingat lagi, memang dulu sering sekali anak-anak masuk ke ruangan saya atau berteriak-teriak kalau saya sedang tidak di dalam ruangan saya, untuk meminjam gunting kuku. Dan saya hanya menjawab singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Di laciiii&#8230;.!</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi seluruh kantor itu kalau mau meminjam gunting kuku, sudah tahu tempatnya. Hehe. Atau tepatnya, sudah tahu harus datang kepada siapa. Oh.. hingga ketika saya tidak lagi ada disana, mereka sangat merindukan saya, atau tepatnya merindukan gunting kuku saya. Hahaha. Nggak masalah. Buat saya, paling tidak ada kesan yang tertinggal disana, selepas saya pergi. Dan cukup mengagumkan saja, kalau kesan itu ditimbulkan oleh hanya karena satu benda sekecil dan sesederhana itu doang!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So, never underestimate every little thing we do, folks! To you, maybe it&#8217;s nothing. But to others, it could means something&#8230;</em></p>
<br />Posted in Pemikiran, Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=759&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/03/18/gunting-kuku-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/03/gunting-kuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gunting-kuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Greatest Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 03:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Dear God, I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her. I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=753&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333399;">Dear God,</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I lift up my Mom&#8217; s healing, her good health to You. I know that You love her, and You will guide and inspire her doctors to do the best they can for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You for blessing our lives with a Mom like ours. I thank You that You loved us so much to give us a loving, unselfish, caring, proncipled, intelligent, inspiring and generous Mom.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">I thank You God for blessing Mom&#8217;s life with so much accomplishment, for allowing her to achieve so much, and for letting her touch the lives of so many, affecting lives in such a positive way.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please God, give Mom the strength to beat the disease. May your mantel of protection shield her from further pain and suffering. Her love and devotion to You has never faltered, please God, be there for her now that she needs Your loving embrace most.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Please continue to strenghten our faith in You. We know that through You and in You, all good things are possible. </span></p>
<p><span style="color:#333399;">God, we celebrate all that Mom is in our lives. Your love for her surpasses ours. And we know You will only do for her what is best for her.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Thank you, God, for the greatest gift, which is Mom.</span></p>
<h5 style="text-align:right;"><em>dear friends.. minta doa&#8217;nya buat Mama ya.. </em></h5>
<h5 style="text-align:right;"><em>Mudah-mudahan di usianya yang menginjak ke 61 tahun hari ini, 28 Februari 2008, beliau akan senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan melawan kankernya&#8230;</em></h5>
<br />Posted in Keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=753&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/the-greatest-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Twist &#8216;n Shout!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 02:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah. Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=745&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Yang namanya orang marah itu, kadang kelakuan dan ucapannya malah suka bikin kita senyum-senyum sendiri. Padahal perkataan orang yang sedang marah itu, harusnya kan bikin orang yang menjadi objek kemarahannya itu jadi gemetar, takut, jiper dan lain-lainnya itulah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi itulah yang terjadi. Pagi ini ketika berangkat ke kantor, di hadapan saya terlihat ada sebuah aksi fenomenal dari dua orang gadis berseragam SMP yang sedang menyeberang jalan. Cara mereka menyeberang jalan sih biasa aja, nggak pakai aksi salto atau ngesot apalagi jalan jongkok segala macam. Tapi yang menjadikannya fenomenal adalah, aksi menyeberang jalan itu dilakukan secara tiba-tiba, tanpa melihat ke arah kanan atau kiri terlebih dulu dan dilakukan sambil mengobrol pula, sehingga mengakibatkan pengendara motor didepan saya terkejut setengah mati, sehingga harus menginjak rem secara mendadak, yang pada akhirnya membuat saya yang ada dibelakangnya pun ikut berhenti mendadak.</p>
<p style="text-align:justify;">Si bapak-bapak pengendara motor depan saya itu, tanpa terduga langsung berteriak dengan lantangnya,</p>
<blockquote>
<h1><em>HEHH??!!! </em></h1>
<h1><em>NDALANNE MBAHMU, PO??!!!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">yang kalau diterjemahkan secara bebas, si bapak itu bilang,<span style="color:#800000;"><em> <span style="color:#f40a26;">&#8220;Hehh!! Emangnya ini jalan punya nenek moyang lo, apa??&#8221;</span></em></span><span style="color:#f40a26;">.</span> Denger si bapak teriak kenceng gitu, terus terang agak bikin saya kaget juga. Tapi yang bikin saya lebih kaget lagi ketika kedua gadis yang hampir saja tertabrak itu dengan cueknya cuman bengong ngeliatin si bapaknya dengan mata setengah melotot selama beberapa saat, dan kemudian pada cekikikan sambil melanjutkan perjalannannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ajaib, memang. Sungguh-sungguh ajaib. Setelah kemudian melanjutkan perjalanan, <em>I kept wondering </em>: Kenapa ya kedua gadis itu bisa cekikikan seperti itu setelah dimaki-maki? <span id="more-745"></span>Dimaki-maki didepan umum, lagi. Apakah mereka memang sedemikian bodohnya sehingga tidak tahu kalau sudah melakukan sesuatu yang salah bahkan beresiko mencelakakan orang lain? Apakah kedua gadis itu sudah sedemikian tololnya, sampai-sampai tidak bisa menyadari kalau mereka baru saja dilempari kemarahan, bukan dilempari sebuah pujian atau guyonan?  Bisa jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin si gadis itu justru malah demikian cerdasnya, sehingga menyadari si bapaknya juga salah. Kenapa dia memaki dengan kalimat itu? <em>&#8220;Heh! Ndalanne mbahmu, po??!!</em>&#8220;. Ini kan pertanyaan yang tidak tepat. Itu kan sama saja artinya, kalau ternyata jalan itu adalah &#8216;milik&#8217; Mbah atau nenek moyang salah satu atau kedua gadis itu, berarti <span style="text-decoration:underline;"><strong>it is</strong></span> <strong><span style="text-decoration:underline;">okay</span></strong> kedua gadis itu melakukan perbuatan bodoh mereka, kan?? Coba bayangkan, seandainya saja setelah si bapak bilang gitu, kemudian si gadis itu balas menjawab,</p>
<blockquote>
<h1><em>EMANG! KENAPA?!!</em></h1>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">bukannya malah bikin si bapak jadi mati gaya, ya? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak penting banget ya pikiran saya ini? Emang. Hahaha. Yah, paling tidak, mungkin kedua pihak memang harus berusaha untuk belajar lagi. Si gadis harus belajar untuk menghargai orang lain (dan tentu saja belajar untuk menyeberang dengan baik dan benar), si bapak juga harus belajar mengontrol emosinya (dan tentu saja, belajar untuk memaki dengan baik dan benar). Hehehe.</p>
<br />Posted in Pemikiran, Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=745&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/twist-n-shout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Money Maker</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 01:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Membuka sebuah halaman di majalah Reader&#8217;s Digest , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman : 3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia : 1. Energi 2. Telekomunikasi 3. Institusi Keuangan (Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009) Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=731&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Membuka sebuah halaman di majalah<strong><em> Reader&#8217;s Digest</em></strong> , entah kenapa mata langsung melotot melihat sebuah tulisan singkat di ujung kanan atas halaman :</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#333399;"><strong>3 Bidang Pekerjaan denga Gaji Terbesar di Indonesia :<br />
1. Energi<br />
2. Telekomunikasi<br />
3. Institusi Keuangan</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><em>(Sumber : Kelly Services Indonesia Salary Guide Handbook 2008/2009)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan yang sangat singkat. Membacanya pun hanya butuh waktu tidak lebih dari 5 detik. Tapi mata ini sepertinya nggak berkedip, nggak mau lepas memandang tulisan itu. Sambil dalam hati berteriak-teriak meronta,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Jadi&#8230; Bidang pekerjaan gue sekarang ini gak termasuk yang gajinya gede di Indonesia ya????!!&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil dengan bodohnya, kemudian membayangkan muka-muka orang-orang yang saya kenal, yang saat ini bekerja di 3 bidang pekerjaan dengan gaji tertinggi di Indonesia itu. Satu per satu wajah mereka muncul, dengan diiringi saya berucap dalam hati juga,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#333399;"><em>Enak banget ya mereka &#8230; gaji mereka gede,pasti. Bahkan termasuk yang paling gede se Indonesia&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sambil (<em>again</em>), merasa minder dan mencoba membanding-bandingkan dengan gaji yang saya terima setiap bulannya. Dan langsung, membayangkan betapa bahagianya mereka yang gajinya termasuk tertinggi di Indonesia itu, dan betapa merananya saya yang tidak termasuk didalamnya! Sambil kemudian berandai-andai, seandainya saja saya bekerja di salah satu diantara 3 bidang pekerjaan itu, pasti saya juga bisa berbahagia karenanya. Bodoh sekali.<span id="more-731"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi nggak ada yang melarang juga kan kalau saya membuat pemakluman untuk sikap minder yang saya alami ini. Karena (sepertinya) semua orang yang memiliki pekerjaan SELAIN 3 bidang pekerjaan yang tertulis diatas itu, pasti dengan sendirinya akan otomatis membanding-bandingkannya dengan pekerjaan yang mereka lakukan saat ini.  Iya gak, sih?  Bahkan mungkin juga kemudian muncul rasa  iri. Sah-sah saja, kan? <em>Or is it just me</em>? Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal memang nggak boleh gitu, sebenarnya. Rasa iri dan minder, ujung-ujungnya pasti bermuara pada hal yang sama : <strong>merasa kurang dan tidak bersyukur atas apa yang sudah kita dapat</strong>. Seperti saya barusan. Padahal kalau mau jujur, apa sih yang kurang? Gaji udah bisa memenuhi semua keperluan hidup (single..kekekekek), bahkan masih bisa buat <em>saving</em> walau tidak banyak, tapi masih saja merasa kurang. Selalu ada tanda koma untuk menyebut kebutuhan. Tidak pernah ada tanda titik. Karena pada akhirnya harus diakui, ketika kita bicara soal uang, memang tidak akan pernah selesai. Semakin besar yang kita dapatkan, pasti semakin besar juga kebutuhan untuk pengeluarannya. Dari sononya udah begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi ingat dengan ucapan salah seorang teman saya yang tajirnya minta ampun. Dia punya usaha ekspor furniture yang sukses. Saking suksesnya, dia sampai sudah beli tanah di Tasmania buat tempat pensiunnya kelak. Entahlah, tanah di Indonesia terlalu murah &#8216;kali buat dia. Makanya belinya harus sampe ke Australia. Hehehe. Suatu malam kami ngobrol <em>ngalor ngidul ngetan ngulon</em>, sampai nggak jelas sendiri apa yang diomongin. Sampai satu ketika, saya bertanya tentang arti &#8216;uang&#8217; baginya. Pengen tau, buat orang sekaya dia, uang jadi masalah atau tidak. Nggak penting memang pertanyaannya. Dia hanya tersenyum dan menjawab ringkas,</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-735 aligncenter" title="42-18852297" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-188522973.jpg?w=480" alt="42-18852297"   /></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><strong><em>&#8220;Kalau aku sih.. Uang itu, kalau sedikit ya cukup..kalau banyak ya bisa nggak cukup..</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>That simple</em>. Seolah dia tau kemana arah pembicaraan dan keingin-tahuan saya, dia sudah langsung membungkam saya dengan jawabannya itu. <em>He&#8217;s so damn right</em>. Ketika kita hidup dengan keadaan keuangan yang &#8216;pas-pasan&#8217;, kita punya kecenderungan untuk pintar dan hati-hati mengalokasikan uang untuk berbagai keperluan kita. Bahkan cenderung tega untuk bilang &#8220;TIDAK&#8221; untuk segala macam hal yang masuk dalam kategori<strong> &#8216;KEINGINAN&#8217;</strong>, bukan <strong>&#8216;KEBUTUHAN&#8221;</strong>. Begitu juga sebaliknya ketika kita sedang dalam keadaan keuangan yang &#8216;berlebih&#8217;. Bagaimana kecenderungan perilaku kita? Silakan dijawab sendiri. Berapapun banyaknya uang kita, rasanya nggak akan pernah cukup.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wealth .. is a relative thing since he that has a little and wants less is <strong>richer</strong> than he that has much but wants more!</em> Saya kok percaya banget, semakin besar uang yang kita dapat, pasti selalu berbanding lurus dengan yang namanya pengorbanan yang kita keluarkan untuk mendapatkannya. Pengorbanan itu bisa bermacam-macam bentuknya. Dalam bentuk waktu, tenaga atau pikiran. Itulah kenapa semakin tinggi posisi dan jabatan seseorang di sebuah perusahaan, misalnya, pasti semakin tinggi pula gaji yang diterimanya. Tapi juga pasti semakin tinggi juga tanggungjawab pekerjaannya. Dan sudah pasti, semakin tinggi pula tingkat stressnya. Dia kan memang dibayar gede buat stress-nya itu! Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan teman main saya <strong>Nic </strong>yang sekarang sudah semakin sukses dan tajir di Jakarta, saya sempat minder setengah mati. Gajinya 3X lebih besar dari gaji saya per bulannya. Baju-bajunya brand luar semua<em> *ugh, penting banget kayaknya.. hahahaha*.</em> Gadget-nya selalu keluaran terbaru, yang bahkan saya sendiri nggak berani memegang saking takutnya ngerusakin dan nggak bisa menggantinya. Hehehe. Tapi semua ke-minderan, dan ke-iri-an saya padanya itu hilang seketika, ketika kami masuk dalam sesi curhat. Isi pembicaraan didominasi tentang betapa kompleksnya permasalahan hidup yang dialaminya, mulai  tentang pekerjaannya, tentang kisah cintanya dll. Begitu kompleksnya, sampai-sampai saya yang merasa sebagai orang yang paling simpel hidupnya di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat dia harus berangkat kerja jam 4 pagi, saya masih bisa bangun jam 5 dengan santai. Disaat dia sudah terjebak macet sambil deg-degan takut telat sampai di kantor, saya masih bisa berangkat mepet-mepet supaya sampai di kantor tidak terlalu awal. Hehehe. Disaat dia pusing mikirin <em>deadline</em> yang sepanjang hari, saya masih bisa curi-curi waktu nulis blog, bahkan mengupdate gossip lewat chattingan YM <em>*luar biasa!*</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat  dia kesulitan setengah mati mencuri-curi waktu untuk bisa menjaga kebugarannya di gym, saya masih bisa leluasa mengatur kapan saya mau melakukannya. Bahkan disaat jam 9 malam dia masih terjebak macet di jalan menuju rumah mereka, saya udah dengan gantengnya tergeletak di kasur. Tapi tetap saja, dia dibayar lebih besar dari saya. Jadi, pilih mana?</p>
<p style="text-align:justify;">Buat saya, itu bukanlah pilihan. <strong>Itu konsekuensi</strong>. Karena pada akhirnya, selalu ada harga yang harus dibayar. <em>For everything. And we have to accept that</em>. Waktu istirahat yang kurang, tenaga dan pikiran yang terkuras karena tuntutan pekerjaan, waktu untuk keluarga yang hilang, dan masih bisa panjang  lagi deretannya. Rumit memang. Makin rumit lagi kalau ditambah dengan perasaan minder dan iri seperti yang saya alami tadi. Makanya, <strong>jangan! </strong>Syukuri apa dan berapapun yang diberikan pada kita. Jangan merasa, kita pasti akan lebih kaya dan bahagia kalau kita bekerja di pekerjaan tertentu, selain pekerjaan kita sekarang ini. <strong>Belum tentu</strong>. Karena kalau kita berpikir demikian, berarti kita sudah &#8216;memotong&#8217; jalan rejeki yang sudah Tuhan tentukan untuk kita, kan?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bob Dylan</strong> pernah bilang,</p>
<blockquote><p><em><strong>What&#8217;s money? A man is a success if he gets up in the morning and goes to bed at night and in-betwen does what he wants to do..&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bener sih. Tapi mungkin yang lebih bener, adalah ketika kita mencintai dan menyukai pekerjaan yang kita lakukan, dan dibayar besar untuk itu. Kekekekekek&#8230;.</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=731&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/28/money-maker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-188522973.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-18852297</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sales Promotion Girl</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 08:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini di YM, saya chatting dengan teman yang lama ga ketemu nih ceritanya. Nona Addis. Itu tuh, satu-satunya teman saya yang mau-maunya diajakin nonton film Bukan Bintang Biasa, lebih dari satu tahun yang lalu. Lama nggak ketemu, karena si Teteh satu ini sempat jadi anak durhaka dengan pergimeninggalkan Jogjakarta, kembali ke kampung halamannya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=725&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini di YM, saya <em>chatting</em> dengan teman yang lama ga ketemu nih ceritanya. <strong>Nona Addis</strong>. Itu tuh, satu-satunya teman saya yang mau-maunya diajakin nonton film <span style="text-decoration:underline;"><em><strong><span style="color:#333399;"><a href="http://ryudeka.wordpress.com/2007/08/10/bukan-bintang-biasa-2/">Bukan Bintang Biasa</a></span>,</strong></em></span> lebih dari satu tahun yang lalu. Lama nggak ketemu, karena si Teteh satu ini sempat jadi anak durhaka dengan pergimeninggalkan  Jogjakarta, kembali ke kampung halamannya di Bogor, dengan alasan hendak dijodohkan oleh orangtuanya dengan salah satu anak tetangganya. Paling tidak, itulah satu-satunya gosip yang saya dengar tentang dia dulu, dan saya nggak mau repot-repot mencoba mencari kebenarannya, karena&#8230;. <em>why should I</em>? Lebih seru biar gitu aja gosipnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, akhirnya dia kembali lagi ke Jogja dengan membawa kabar baru rupanya.</p>
<p style="text-align:justify;">On YM, Kamis 19 Februari 09</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><strong>ryu.deka </strong>: eh, ketemu juga akhirnya..<br />
<strong>ryu.deka </strong>: kamu dimana??<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: di Jl.Affandi hehehe</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>:  mana tuh? Gejayan?<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: hihi yak!! 100! depannya Mailbox persissss</span></em> *merujuk sebuah radio tempat dia bekerja sekarang*<br />
<em><span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>: eh..eh skarang daku bisnis kaos couple, mo pesen ga??</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: ih&#8230;<br />
<strong>ryu.deka</strong> : to the point banget<br />
<strong>ryu.deka </strong>: basa basi dikit kek.. tanya kabar&#8230;tanya gosip terbaru..<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong> : ihihihi, kalo gw jd penyiar RCTI baru gw tanya kabar lo gimana? Tapi secara gw skarang di radio lagi, jadi smua perlu tau kalo gw juga mengawali jadi enterpreneur (bener ga sih nulisnya??) walopun partneran. Dan gw cuma sumbang ide (ide juga modal kan? hehe walo bentuknya bukan rupiah) skaligus gw angkat diri gw sbagai promotion</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: Terus, officially kamu moved here?<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong>: iyak i&#8217;m officially di jogja (lagi)<br />
<strong>euis </strong>: pesen gak?</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: ooo&#8230;hehehehe<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis</strong> : sbenernya target marketnya anak SMP-SMA yang masih menganggap bahwa cinta itu indaaaaaah skali, sampe mau-maunya pake baju kembaran bertyuliskan <strong>&#8220;I luv U babe&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;I luv u2 babe&#8221;</strong>!</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: hahahaha&#8230;<br />
<strong>ryu.deka</strong>: nah lu knapa nawarin ke gue..<br />
<strong>ryu.deka </strong>: mentang2 gue keliatan kaya anak ABG??<br />
<strong>euis : kan lo idolanya anak2 SMP dan SMA!<br />
</strong><strong>euis : hehehe</strong><br />
<strong>ryu.deka</strong> : matilah&#8230;<br />
<span style="color:#333399;"><strong>euis </strong>:  radio lo anak muda kan?? promosiin yak (kaos gw). Pokoknya beda ama kaos2 couple yg udah pernah ada, custumized, pokoknya kamu2 banget deeeeh hehehe, dan ga produce massal,<br />
bukan masalah demi menjaga ekslusifitas, melainkan modal kami terbatas dan blum bisa produksi banyak2..</span><br />
<strong>ryu.deka </strong>: Bodohhh&#8230;hahhahahaah</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jujur amat sih jadi orang promotion? Heran deh. Hehehe..</p>
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/725/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/725/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=725&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/19/sales-promotion-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Friends In Need is A Friend Indeed</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 09:40:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Teman yang baik adalah teman yang ada disaat kita sedang dalam keadaan susah. Tidak hanya ketika kita sedang dalam keadaan senang. Karena hampir semua orang pasti mau ada disamping kita ketika kita sedang bergembira. Mungkin paham inilah yang dianut oleh teman saya, sebut saja namanya Mawar *hihi..kaya nama samaran di berita-berita kriminal aja*. Dia berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=715&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Teman yang baik adalah teman yang ada disaat kita sedang dalam keadaan susah. Tidak hanya ketika kita sedang dalam keadaan senang. Karena hampir semua orang pasti mau ada disamping kita ketika kita sedang bergembira. Mungkin paham inilah yang dianut oleh teman saya, sebut saja namanya <strong>Mawar</strong> *<em>hihi..kaya nama samaran di berita-berita kriminal aja*</em>.  Dia berusaha untuk menguji kadar kesetiaan saya sebagai seorang temannya, dengan mengirimkan SMS ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Say, ntar jam ½ 5 sore stand by di HP ya. Aku ujian Enggres</em></span> (Inggris, maksudnya)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya, teman saya yang cantik ini kuliah (lagi) mengambil kelas hukum ekstensi di salah satu universitas yang &#8230;<em> I have to say</em>, tidak terlalu bonafid. Hahaha. Dan biasanya, masa-masa ujian adalah masa-masa dimana dia hidup dalam kenestapaan, terutama mata kuliah Bahasa Inggris, sehingga membutuhkan pertolongan saya, temannya, yang sebenarnya juga nggak jago-jago amat kalo berurusan dengan bahasa asing ini. Dan maksud dari SMS diatas itu tentu adalah, dia meminta tolong dengan amat sangat kepada saya untuk membantunya mengerjakan soal ujian Bahasa Inggris melalui HP.</p>
<p style="text-align:justify;">Kok bisa? <span id="more-715"></span>Entahlah, saya sendiri nggak bisa membayangkan bagaimana situasi ujian di kelas itu. Mungkin jaman sudah sedemikian canggihnya, sehingga para mahasiwa sudah meninggalkan sistem mencontek konvensional seperti menulis kecil-kecil di kertas, di tangan atau di paha, dan beralih saling meminta pertolongan via SMS. See, bukti bahwa kemajuan teknologi bisa mempermudah kehidupan kita? Kalo Nokia bilang, istilahnya &#8216;teknologi yang mengerti Anda&#8217;. Hahaha.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-716 aligncenter" title="42-21054349" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-21054349.jpg?w=480" alt="42-21054349"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin bentuk ujian bukannya <em>open book</em>, tapi <em>open recruitment</em>, jadi boleh merekrut siapa saja untuk dimintai pertolongan. Atau jangan-jangan di kertas soalnya tertulis pilihan <em><strong>phone a friend </strong></em>seperti  di kuis <strong>Who Wants To Be A Millionaire? </strong>Entahlah.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, jam setengah 5 sore kurang sedikit, <em>tone </em>SMS di HP saya pun berbunyi. Tertulislah sebuah <em>Short Messaging Service</em> yang amat sangat tidak <em>short!</em></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Courts avoid contracts that are the result of mistakes in smoe circumstances. If the parties commited a mutual mistakes as to a basic assumption of the contract, or if one party commited a mistake that the other party could have detected, the adversely affected party will sometimes have right to avoid contract, party could, in theory, design contract that released one both parties who made a mistake. <strong>Artiin&#8230;.</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hebat ya&#8230; Nggak tanggung-tanggung. Saya kagum sekali gimana cekatannya dia mengetikkan satu  paragraf itu dengan Blackberry-nya ditengah-tengah ujian! Hahaha. Maka dengan pengetahuan yang terbatas (baik <em>vocabulary</em> bahasa Inggris maupun <em>vocabular</em>y untuk istiilah2 Hukum), saya mencoba mengartikan satu paragraf itu. Dengan ilmu kira-kira, tentu saja. Paling tidak, saya mencoba membantunya memahami<strong> intisari</strong> dari paragraf itu, sehingga teman saya ini bisa mengembangkannya dengan lebih baik lagi, karena biar bagaimanapun juga dia yang lebih faham tentang ilmu Hukum daripada saya yang lulusan Akuntansi. Begitulah paling-tidak harapan saya padanya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Intinya adalah : Bahwa pengadilan bla bla bla&#8230;&#8230; . Masuk akal ga terjemahanku ini?</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan begini jawaban teman saya itu :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Ya ga tau, lah. Makanya aku nanya kamu&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">OH! Piye, iki? Hihihi. Bahkan setelah saya bantu terjemahkan pun, tidak serta merta membuatnya berinisiatif menyempurnakan jawaban itu! Hahaha. Ya sudahlah. Paling nggak, saya sudah melaksanakan tugas saya. Eh, nggak berapa lama kemudian, si mbak ini menelpon saya (bukan SMS, lho. Nelpon! Di tengah-tengah ujian!), sambil setengah berbisik membacakan sebuah soal pilihan berganda tentang <em>grammar</em>, dan saya diminta untuk membantunya memilihkan jawaban yang benar, A, B, C atau D. LUAR BIASA! Dengan sok taunya, saya kemudian melanjutkan ilmu kira-kira itu lagi, dan memilihkan sebuah jawaban untuknya. Padahal saya  juga nggak yakin dengan jawaban saya itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar jam 5 sore, sebuah SMS berisi ucapan terima kasih dikirimkannya untuk saya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Dah selesai. Tengkyu yaaaah&#8230;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya menjawab sekenanya..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>Okay. Gampang tho? Aku tadi juga cuman ngawur lho jawabnya..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan diapun merespon dengan tidak  kalah sekenanya&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Pokoknya  jawabanmu tadi nyampe ke semua teman sekelasku..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;">OH! Hihihi&#8230; mampus dah tu satu kelas&#8230; Hahaha&#8230;</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></span></p>
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=715&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/16/a-friends-in-need-is-a-friend-indeed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/42-21054349.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-21054349</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Bercinta</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 04:15:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[to LOVE and WIN is the best thing, to LOVE and LOSE is the next best thing&#8230; happy valentine&#8217;s day. Posted in Romansa<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=710&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong>to <span style="color:#800080;">LOVE </span>and <span style="color:#333399;">WIN</span> is the best thing,</strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong>to <span style="color:#800080;">LOVE</span> and <span style="color:#993366;">LOSE</span> is the next best thing&#8230;</strong></h2>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">happy valentine&#8217;s day.</p>
<p style="text-align:center;">
<br />Posted in Romansa  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/710/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/710/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=710&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/14/710/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Through The Eyes of Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 06:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya bangun dengan air mata membasahi pipi kiri saya&#8230;. Udah terdengar dramatis, belum? Hehehe. Tapi beneran kok. Bukannya saya baru saja terbangun dari mimpi yang sedih, but apparently something happened with my left eye. Rasanya pegal, hangat, dan ya itu tadi&#8230; berair. &#8220;Duh.. hari gini masak &#8216;belekan&#8217; sih&#8230; Ga keren amat &#8220;. Gitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=702&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pagi ini saya bangun dengan air mata membasahi pipi kiri saya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-702"></span><br />
Udah terdengar dramatis, belum? Hehehe. Tapi beneran kok. Bukannya saya baru saja terbangun dari mimpi yang sedih, <em>but apparently  something happened with my left eye</em>. Rasanya pegal, hangat, dan ya itu tadi&#8230; berair.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><em>&#8220;Duh.. hari gini masak &#8216;belekan&#8217; sih&#8230; Ga keren amat &#8220;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Gitu pikir saya. Tapi setelah kemudian bangun dan berkaca, saya pun terkaget-kaget. Karena style rambut saya nggak berubah sejak semalam pergi berkaraoke di Happy Puppy! Masih sama bentuknya Edan! L&#8217;oreal emang oke.. hehehehehe&#8230; Enggak, saya kaget karena mata kiri saya emang asli merah banget. Sementara yang sebelah kanan terlihat baik-baik saja. Ya sudahlah, berarti memang terjadi sesuatu dengannya. Makanya kemudian saya memutuskan untuk mandi, sarapan seadanya dan pergi ke <strong>Rumah Sakit Mata Dr. Yap </strong>yang ada didekat kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang jalan menuju rumah sakit, saya nggak henti-hentinya berdoa supaya mata saya ini cuma kena iritiasi atau apalah, <em>nothing serious</em>. Walau iritiasi seringan apapun, kalau nggak ditangani beneran juga bisa jadi sesuatu yang serius. Karena jujur, kalalu udah kaya gini, saya baru ngerasa bahwa mata itu adalah salah satu harta dan anugerah yang luar biasa dari sang Pencipta. Memang, seluruh anggota tubuh sampai yang sekecil-kecilnya seperti kuku pun, adalah anugerah yang luar biasa. Sesuatu yang sering kali kita nggak pernah &#8216;meng-<em>apreciate&#8217;</em>nya, sampai ketika salah satu dari anggota tubuh kita it sakit, atau malah *<em>knock on wood</em>* sampai  ketika kita kehilangan salah satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Baru saja beberapa hari yang lalu, saya sedang membaca artikel <em><strong>100 Greatest Singer of All Time</strong></em>-nya <strong>Rolling Stones</strong>. Salah satu dari penyanyi terbaik sepanjang masa itu adalah, tentu saja, <strong>Stevie Wonder</strong>. <em>My hero</em>.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-704 aligncenter" title="stevie0121" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/stevie0121.jpg?w=480" alt="stevie0121"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Dia tidak terlahir buta. Tapi kehilangan kemampuan pandangnya ketika masih kecil. Berarti, dia SUDAH PERNAH melihat yang namanya dunia. Melihat berbagai macam bentuk dan berbagai macam warna benda. Hingga kemudian, tanpa saya sadar, saya memalingkan pandangan saya dari majalah, dan menengadahkan wajah ke arah depan. Mencoba melihat pemandangan di depan saya. <em>And then I closed my eyes.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya memejamkan mata selama beberapa detik. Membayangkan bagaimana rasanya kalau tiba-tiba saya kehilangan kemampuan melihat saya. Tiba-tiba semuanya gelap. Tidak ada warna. Hanya suara-suara. Saya bisa mendengar suara motor mendekat, tapi nggak bisa melihat bentuknya. Bisa mendengar eongan kucing saya, tapi saya nggak tau dia ada dimana. Sambil membayangkan bagaimana saya harus berjalan, jika tidak bisa melihat apapun, <em>even my own legs</em>! Dan tiba-tiba, saya nggak berani berlama-lama memejamkan mata. Saya takut. Sumpah, takut banget&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Then I opened up my eyes. Very quickly.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Edann&#8230; kemana aja saya selama ini???? Kenapa saya nggak pernah menyadari anugerah luar biasa ini? Kenapa selama ini saya selalu sibuk berdoa, meminta dan menuntut sesuatu yang sifatnya hanya sementara, hanya dunia, tanpa pernah betul-betul berterima kasih sudah diberi kesempurnaan hidup sebagai manusia?  Bodoh sekali. Ini baru dikasih mata merah karena alergi aja rasanya udah stress setengah mati. Bagaiman kalau sesuatu yang lebih parah dari ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, mungkin inilah sifat buruk manusia. Terlalu sibuk memikirkan hal-hal besar, hingga selalu lupa akan sesuatu yang kecil dan simpel, tapi justru malah luar biasa artinya. Kita nggak pernah sadar betapa indahnya bisa bernafas, ketika kita sedang mengalami sesak nafas. Kita lupa betapa besarnya arti sebuah kemampuan melihat, sampai ketika satu titik  debu masuk kedalam mata dan membuatnya gatal dan berair. Tuhan ternyata suka sekali menguji mahluknya. Sampai sejauh mana mahluknya menyadari apa yang telah diberikanNya. Sampai sedetail apa mahluknya bisa melihat itu, dan kemudian mensyukurinya. Dan Tuhan pasti tertawa geli, karena hampir sebagaian besar mahluknya itu harus melalui sesuatu dulu untuk bisa melihat anugerah itu. Dan sesuatu itu adalah : <strong>sakit</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih selalu percaya, saya harus bersyukur diberi sakit. Walau saya juga selalu memilih untuk meminta diberikan kesehatan,  lahir dan batin. Tapi kalaupun kemudian diberi sakit dulu, harusnya saya memang tidak boleh mengeluh apalagi menolaknya. Karena dengan sakit, kita berarti sekali lagi diberi kesempatan untuk menghargai yang namanya kesahatan (dan betapa betul-betul mahal harganya), dan mensyukurinya ketika saya ada didalam masa sehat itu. Menguji sampai sejauh mana, dan sedetail apa sih saya mau &#8216;mengulik&#8217; anugerah Tuhan yang ada pada diri saya.  Karena saya yakin, satu saja ungkapan syukur dilambungkan ke surga, nilainya pasti melebihi rangkaian doa yang paling sempurna..</p>
<p style="text-align:justify;">Sehat itu mahal. Bahkan, mungkin gak ternilai harganya. Dijaga ya, teman-teman.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menulis tulisan ini ini di sebuah bangku pinggir taman rumah sakti sambil menunggu nama saya dipanggil untuk mengambil obat. Sambil menunggu hujan mereda. Sambil sesekali melirik ke arah suster2 dan dokter2 muda yang lucu-lucu itu (tetep ya.. mata gatal tidak bisa mengalahkan hati yang &#8216;gatel&#8217; juga..hehehe). Dan sambil mata nggak henti-hentinya menatap sebuah tulisan besar yang tergantung di depan saya :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>SEHAT DHISIK, SENENG KERI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sehat dulu, senang-senang itu belakangan.</p>
<p style="text-align:justify;">DAMN!</p>
<br />Posted in Pemikiran, Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=702&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/02/11/through-the-eyes-of-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/02/stevie0121.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stevie0121</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihlah Aku</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 11:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Membaca harian Kedaulatan Rakyat hari Jumat minggu ini, ada sebuah artikel singkat, hanya sekitar 2 kolom saja, tapi dari judulnya saja sudah bisa membuat siapapun yang membacanya  tersenyum : CALEG BERHENTILAH BERPOSE Kan? Anda yang barusan membacanya pun pasti juga ikutan tersenyum. Karena tanpa harus membaca isi tulisan pun, sudah bisa ditebak, apa yang coba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=694&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Membaca harian <strong>Kedaulatan Rakyat</strong> hari Jumat minggu ini, ada sebuah artikel singkat, hanya sekitar 2 kolom saja, tapi dari judulnya saja sudah bisa membuat siapapun yang membacanya  tersenyum : <strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>CALEG BERHENTILAH BERPOSE</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><br />
Kan? Anda yang barusan membacanya pun pasti juga ikutan tersenyum. Karena tanpa harus membaca isi tulisan pun, sudah bisa ditebak, apa yang coba ditulis oleh si kolumnis tersebut. Seolah dia juga sama &#8216;jengah&#8217;nya dengan kita (<em>well, saya, mungkin&#8230;</em>) ketika akhir-akhir ini mata dipaksa melihat wajah-wajah para caleg yang terpampang dimana-mana itu. Nggak cuma di jalan umum, tapi juga di jalan-jalan yang tidak umum, semisal sudut-sudut gang dan jalan tikus. Nggak cuma dipasang di papan reklame pinggiran jalan, tapi juga ditancapkan di batang pohon dan ditempel di rumah-rumah warga. Dan nggak cuma gambar dalam ukuran biasa, bahkan yang gedenya sudah &#8216;ngalah-ngalahin&#8217; papan reklame sebuah produk provider yang memajang Luna Maya yang entah kenapa kemudian berganti menjadi seekor monyet!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-698" title="dscn0254edit-copy" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0254edit-copy.jpg?w=480" alt="dscn0254edit-copy"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Anjrott&#8230; gede benerrr!</p>
<p style="text-align:justify;">
Wajah-wajah mupeng (pengen dipilih, maksudnya), wajah  penuh harap, dengan senyum yang agak kaku dan dipaksakan, dengan ekspresi penuh kewibawaan, tapi membuat kita (<em>well, saya, mungkin&#8230;</em>) justru melihatnya dengan penuh ke-ibaan.</p>
<p style="text-align:justify;">
Iba. Prihatin. Karena sebagai orang yang mengagumi unsur keindahan atau estetika *<em>edannn</em>*, hampir semua atribut kampanye Caleg yang terlihat, semuanya sama-sama tidak enak untuk dilihat! Semuanya seragam. Coba aja perhatiin.</p>
<ul>
<li>Dimulai dengan kalimat-kalimat standar seperti <strong><em>&#8220;Mohon Doa Restu</em></strong>&#8221; atau <em><strong>&#8220;Dukung&#8230;..</strong></em>&#8220;</li>
<li>Diikuti dengan si Caleg tengah berpose setengah badan ala pas foto 3X4</li>
<li>Yang laki-laki, lengkap dengan atribut Peci/Kopiah warna hitam. Yang perempuan (kalau Muslimah) lengkap dengan kerudung warna senada dengan baju seragam parpolnya&#8230;.</li>
<li>Posisi legislatif yang mereka &#8216;incar dan daerah pilihan mereka</li>
<li>Nomor  parpol dan tidak lupa juga perintah ajakan memilih, seperti : <em>&#8220;centang&#8221;</em> atau <em>&#8220;conteng&#8221; </em>atau <em>&#8220;contreng&#8221;</em> (yang bener yang mana, sih sebenernya??) nomor tersebut. Bahkan ada nih, yang perintah/ajakannya maksa banget. Mentang-mentang dia nomor urutnya &#8217;9&#8242;, maka di posternya ditulis : <span style="color:#ff0000;">&#8220;Ingat PEMILU 200<strong>9</strong>, Tanggal <strong>9 </strong>April, Jam <strong>9</strong>-an  pagi, centang nomor urut <strong>9</strong></span>! . Hihihi. Kreatif sih. Tapi maksa.</li>
<li>Masih ditambah di belakang atau disamping foto mereka, terpasang juga foto dari ketua partai politik mereka, yang jelas-jelas bikin para caleg ini kehilangan pamor, karena&#8230; <em>simply</em> si ketua partai itu semuanya lebih bisa bergaya! Tapi untuk contoh dibawah ini, mungkin pengecualian. Karena si caleg tidak memasang foto ketua partainya, tapi foto pemimpin tim kesebelasan!<span id="more-694"></span></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-699" title="dscn0251editjpg-copy" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0251editjpg-copy.jpg?w=480" alt="dscn0251editjpg-copy"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Hihihi&#8230;<br />
Gilanya lagi, seolah belum mantap dan puas kalau poster mereka belum penuh dengan point-point diatas, mereka pun  berlomba-lomba untuk membuat poster mereka lebih &#8216;semarak&#8217; dibandingkan dengan poster lawan politik mereka. Maka ditampilkanlah slogan-slogan penuh ke-narsisan menjual diri sendiri, yang kalau dibaca oleh kita (<em>iya.. oleh saya, mungkin</em>), pasti akan spontan menggelengkan kepala dan cekikikan sendiri.<br />
Gimana enggak, baru di masa kampanye seperti ini ada orang yang tanpa ragu-ragu  mengaku menuliskan dirinya :</p>
<ul>
<li><strong> IKHLAS BERAMAL, IKHLAS BERJUANG, PEDULI SEMUANYA</strong> <em>(yeah, right.. kalo beramal dan berjuangnya dikasih tau ke o rang, namanya nggak iklhas, Om!)</em>. Atau</li>
<li><strong>MUDA, BIJAK, TERUJI</strong> <em>(Ohh.. mari menyanyi, &#8220;..kau begitu sempurna.. dimatamu kau begitu indah??&#8221;)</em> atau</li>
<li><strong> SUDAH JELAS TERBUKTI KEINERJANYA</strong> (<em>hah??</em>).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namanya juga kampanye, ya boss. Harus bisa jual diri sebaik-baiknya. Nggak cuma jualan lewat kalimat pemujaan diri yang oh sungguh berlebihan itu tadi saja, tapi juga jualan lewat foto diri yang lebih bombastis. Mungkin karena hampir kebanyakan orang pada nggak kenal sama caleg-calegnya kali, ya. Boro-boro sama calegnya, berapa jumlah partai politik yang ikutan Pemilu aja saya nggak tau! Makanya, poster-poster itu digunakan sebagai ajang sosialisasi, ajang perkenalan dari para caleg kepada khalayak. Memperkenalkan wajah mereka. Nggak perlu kenal sama misi dan visi deh. Kenal wajah jauh lebih penting! Karena mereka tau, <strong>percuma jualan program</strong>. Kaga ada yang bakal percaya juga.Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
Makanya, ber-ramai-ramailah mereka berpose di mana-mana. Dengan ekspresi muka  yang bijak bestari, sorot mata yang penuh percaya diri dan ramahnya minta ampun, serta dengan raut wajah yang segar merona sepanjang hari. Hehehehe. Namanya juga jaman udah semakin canggih, ya. Dengan <em>software photoshop</em>, semua kekurangan di foto asli bisa disulap jadi luar biasa oke. Saya yang aslinya cuma ganteng aja pun, bisa disulap jadi ganteng banget. Hehehe. Salah seorang caleg bahkan tanpa malu-malu pernah cerita, kalau untuk keperluan kampanye, <strong>dia melakukan sesi &#8216;penjepretan&#8217; foto sampai 8 kali, dan hasil terbaiknya kemudian di-retouch lagi agar warnanya lebih cerah</strong>.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
&#8220;<em>Disitu wajah saya jadi segar, kulit cerah, dan kelihatan sering sholat</em>&#8221; (Kompas, 14 Desember 2008)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Luar biasa. <strong>L-U-A-R  B-I-A-S-A</strong>. Kalo udah gini, nggak tau harus komentar apa lagi, kan? Saya emang bloon banget sama yang namanya politik. Tapi sepertinya, kalo begini cara para caleg di negeri ini berkampanye, saya kok optimis ya,  masyarakat akan tambah males ikutan Pemilu (optimis kok buat hal yang jelek, ya? Hweheheheh). Risih banget rasanya ngeliat orang kok tanpa sungkan-sungkan dan malu-malu &#8216;mencitrakan&#8217; diri mereka sebagai pejuang, pemersatu bangsa, pemimpin yang saleh, intelektual sejati dan penyambung lidah rakyat, hanya karena pose wajah segede gambreng, pemakaian Peci, pencantuman gelar dan gambar menyantuni orang miskin. Dangkal bener&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
Karena ke-bloon-nan saya soal politik ini juga, makanya saya lebih memilih untuk mencoba &#8216;menikmati&#8217; siksaan serbuan <strong>teror visual </strong>dari para om-om dan tante-tante calon legislatif ini saja. Menikmati dagelan politik yang hanya bisa dinikmati setiap 5 tahun sekali ini. Karena , kapan lagi, ya tho? Kapan lagi ngeliat orang pada berlomba-lomba narsis-narsisan? Kapan lagi bisa ketemu (ngeliat, maksudnya) orang yang tingkat narsisnya jauh lebih parah daripada saya?? Tapi saya juga nggak mau dibilang asal nyablak doang (walau jujur itu keahlian saya hingga saat ini). Misalnya saja kemudian saya dikasih pertanyaan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"><em>&#8220;Nah kalo loe yang besok kepilih jadi caleg. Kampanye loe bakal model apaan kalo nggak model pasang poster kaya gini?&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
Ummmmmmm&#8230;.  gak tau juga. Hihihi. Susah banget pertanyaannya. Oke kita ubah pertanyaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"><em>&#8220;Kalo loe jadi caleg, dan dapet jatah membuat poster untuk kampanye, apa slogan yang akan loe tulis untuk menggambarkan/ menjual diri loe sendiri?&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
Anjritt..! Lebih males lagi pertanyaanya. Emang susah-susah gampang ya kalo disuruh &#8216;menyombongkan&#8217; diri sendiri. Kan dari dulu kita diajarkan untuk selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. Hehehe.Tapi kalo kemudian di poster kampanye kita tertulis,</p>
<p style="text-align:center;">
<strong>&#8220;MOHON DOA RESTU. </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>RYU DEKA. TIDAK TERLALU PINTAR, TAPI CUKUP JUJUR DALAM MENGEMBAN AMANAH&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
Siape nyang mau milihhh???? </p>
<br />Posted in Pemikiran, Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/694/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/694/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=694&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/26/pilihlah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0254edit-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0254edit-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/dscn0251editjpg-copy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0251editjpg-copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spooky Part2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 14:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Apa persamaan antara orang latah dan orang penakut? Jawabannya simpel : sama-sama sering menjadi bahan &#8216;hiburan&#8217; bagi orang-orang disekitarnya. Lebih seru lagu kalau orang itu adalah orang penakut yang juga latah. Sempurna! Hehehe. Jahat ya, sukanya kok menghibur diri dari kesusahan orang lain. Jangan dikira orang yang latah itu nggak capek, lho. Dulu saya punya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=689&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Apa persamaan antara orang latah dan orang penakut?</p>
<p style="text-align:justify;">Jawabannya simpel : <strong>sama-sama sering menjadi bahan &#8216;hiburan&#8217; bagi orang-orang disekitarnya</strong>. Lebih seru lagu kalau orang itu adalah orang penakut yang juga latah. Sempurna! Hehehe. Jahat ya, sukanya kok menghibur diri dari kesusahan orang lain. Jangan dikira orang yang latah itu nggak capek, lho. Dulu saya punya seorang teman cewek yang latahnya sudah luar biasa parah, yang latahnya tidak hanya dalam tingkat &#8216;<em>mengulang perkataan orang</em>&#8216; saja, tapi sudah dalam tahap &#8216;<em>mempraktekkan apapun yang diperintahkan oleh orang lain</em>&#8216;. Saya nggak tau, dia itu memang latah atau pada dasarnya orang yang penurut. Hehehehe. Pokoknya apapun yang diteriakkan orang dihadapannya, pasti seketika itu juga akan dipraktekkannya. Mulai dari yang sopan seperti : <strong><em>&#8220;Jongkok!&#8221;</em></strong> atau <em>&#8220;Salam Putri Indonesiaa!!&#8221;</em> atau <strong><em>&#8220;Hormat, grak!&#8221;</em></strong>, sampai yang agak kurangajar seperti&#8230; ya <em>you know </em>lah, seputar angkat-mengangkat  atau copot mencopot sesuatu. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga suatu malam ketika kami sedang dugem *<em>ohh..istilahnya  masih &#8216;dugem&#8217; ya*</em>,  si mbak  yang latah ini ikut. Salah dia sendiri, sebenarnya. Itu sama saja bunuh diri, bukan? Benar saja, hanya dalam hitungan menit, dia tau-tau sudah ada diatas meja dan menjadi &#8216;superstar&#8217; club malam itu. Nggak disuruh melakukan sesuatu yang diluar kesusilaan, sih. Hanya seputar melakukan koreografi tarian saja. Tapi tetap aja latahnya di tempat yang banyak orang (dan banyak properti juga!), walhasil makin banyak pula kreasi-kreasi kegiatan yang diperintahkan oleh orang-orang disekitarnya. Hingga keesokan paginya, dia menelpon saya dan bertanya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230; eh, tadi malem emang aku ngapain sih.. kok tadi pas bangun, badanku pegel2 semua..  kaya abis marathon gitu..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya sih nggak tau apa dia beneran pernah ikutan lari marathon atau emang dia aja yang terlalu lebay membuat perbandingan, tapi saya baru sadar kalau ternyata orang latah itu capek! Melakukan sesuatu tanpa disertai kesadaran itu ternyata melelahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi disini saya nggak akan ngomongin tentang orang latah. <span id="more-689"></span>Saya mau ngomongin tentang orang penakut. Saya mau ngomongin tentang diri saya sendiri, ceritanya. Hehehe. Karena ternyata baru saya sadari, orang penakut juga bisa punya nasib yang hampir sama dengan orang-orang yang latah, seperti yang saya ceritakan diatas barusan. Sama-sama bisa jadi &#8216;bahan hiburan&#8217; buat orang lain, walau sebenarnya kita yang memberikan hiburan itu sebenarnya juga capek.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya, ceritanya, saya bukanlah termasuk pecinta film bertemakan mistik, horror, dan teman-teman sekerabatnya itu.  Karena ya itu tadi, saya tidak punya cukup nyali untuk melihat sosok-sosok seram di film. Dan hal itu diperparah denga kebiasaan saya mengingat-ingat sesuatu yang tiak penting untuk diingat! Akibatnya, dulu seusai nonton film &#8216;<strong>Pocong 2&#8242;</strong>, saya sampai nggak berani lama-lama memejamkan mata ketika mandi di shower gara-gara kebayang adegan <strong>Revalina Temat</strong> yang &#8216;nggak sendirian&#8217; ketika sedang mandi. Dan satu yang pasti juga, saya termasuk orang yang cukup sensitif dalam menangkap suara. Dengan kata lain : kagetan. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya cukup sering menjadi pilihan teman-teman saya, untuk menjadi partner mereka mennonton film horor. Karena bagi mereka, melihat adegan saya sibuk terkaget-kaget, jauh lebih menarik dibandingkan film yang ditonton. APAPUN FILMNYA. Agak kurang ajar memang sebenarnya mereka. Tapi yang aneh juga sayanya, kok mau-maunya diajak nonton. Udah tau penakut. Udah tau bakal kaget. Tapi terus terang, buat saya, ada kenikmatan sendiri ketika menonton film-film horror. Saat adrenalin kita naik, seluruh badan menegang, nafas tertahan dan kemudian melampiaskannya dengan berteriak sekencang-kencangnya. Rasanya menyenangkan sekali. Saya yang senang, nggak tau penonton lainnya yang mungkin malah sebel. Apalagi ketika kita bisa memukul teman sebelah kita saking kagetnya. Rasanya abis itu legaaa&#8230;, banget. Wah, ternyata selain penakut, saya juga punya kecenderungan menikmati yang namanya kekerasan. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sama terulang lagi hari Kamis kemarin, ketika akhirnya saya bergabung dalam sebuah klub ajaib bernama <strong>&#8216;MAJU TEROR&#8217;</strong>. Singkatan dari <strong>&#8220;Malam Jumat Tema Horror.</strong> Ya, hari gini yang namanya plesetan masih tetap &#8216;happening&#8217; di Jogja. Ternyata. Hehehe. Ini adalah sebuah kegiatan mingguan yang diadakan oleh crew <strong>Swaragama FM</strong>, dimana kegiatannya adalah menonton film horror bareng seluruh crew on air dan off air. Termasuk juga mengajak pendengar yang beruntung untuk ikut bersama kami. Agak absurd juga sebenarnya. Pendengar itu apakah termasuk beruntung, ataukah malah sebaliknya ya? Terpilih, menang, kok untuk ditakut-takuti. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-690 aligncenter" title="n635230278_1201781_5295" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n635230278_1201781_5295.jpg?w=480" alt="n635230278_1201781_5295"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak minggu lalu, sebenarnya saya sudah menolak untuk bergabung. Karena saya tau apa yang akan terjadi kalau saya menjadi satu diantara mereka. Hehehe. Kemungkinannya sudah cukup jelas : <strong>akan ada seseorang yang terluka karena saya</strong>. Baik itu terluka karena pendengarannya terganggu akibat teriakan-teriakan kaget saya, atau terluka secaraa fisik karena saya pukul-pukulin, atau bahkan terluka secara perasaan karena sebel banget meliat kelakuan saya itu! Tapi karena &#8216;ancaman&#8217; saya itu tidak dianggap oleh tim panitia, akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut di minggu kedua pelaksanaan MAJU TEROR</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya pilihan film kami minggu ini adalah sebuah film Thailand berjudul &#8220;<strong>The Coffin</strong>&#8220;.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-691 aligncenter" title="coffin" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/coffin.jpg?w=480" alt="coffin"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Cerita film ini terinspirasi dari sebuah upacara yang benar-benar terjadi di sebuah propinsi di Thailand. Upacara ini disebut &#8220;<strong>Lhong Tor Tai&#8221;</strong> atau &#8220;<strong>Tidur di dalam peti-mati</strong>&#8220;. Mengapa mereka ingin tidur di dalam peti mati dan apa yang dilakukan di dalam peti mati tersebut? Pada dasarnya mereka percaya bahwa upacara ini bisa membantu menghilangkan nasib buruk mereka. Mereka akan berbaring di peti mati dengan membawa sebuah harapan, kemudian para pendeta akan memanjatkan doa untuk mereka. Setelah upacara tersebut, semua nasib buruk mereka akan tertinggal di dalam peti mati itu, dan mereka terasa lahir kembali. Tapi yang nggak mereka ketahui, sebenarnya semua nasib buruk yang hilang dari mereka itu, tidak pernah benar-benar hilang. Tapi berpindah.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu saja kesimpulan yang bisa saya tangkap. Karena secara keseluruhan jalan cerita, termasuk konflik2 para tokoh utamanya, saya nggak <em>mudeng blas</em>. Hehehe. Bukan, bukan karena jalan cerita film ini demikian <em>njelimet-</em>nya walau memang alurnya gak maju mundur. Tapi memang saya aja yang memilih nggak mau konsen mengikuti jalan ceritanya. Karena saya tahu, kalau saya bener-benar konsentrasi menonton, saya pasti akan jauh lebih parah &#8216;kagetnya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lha wong sudah bolak-balik mainan HP, nutupin mata pake tangan, bahkan sudah &#8216;menyumpal&#8217; kedua telings saya dengan <strong>Ipod</strong> pun (!), tetap saja saya yang paling sering kaget, paling sering teriak, dan paling sering memukul-mukul teman sebelah saya <strong>Alya</strong> yang (untungnya) punya badan yang enak untuk dipukul. Memalukan sekali. Tapi yang paling parah adalah ketika salah seorang anak off air bernama <strong>Donny</strong> yang duduk dibelakang saya berniat menakut-nakuti teman sebelah saya dari arah belakang, justru malah saya-nya yang lebih dulu kaget dan (tentu saja) lebih dulu teriak kencang! Duh..</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi paling tidak, keputusan saya untuk bergabung malam itu tidak sia-sia. Karena di penampilan perdana saya malam itu <em>*edannn*</em>, saya langsung dinobatkan sebagai &#8216;<strong>The Best Secreamer of The Week&#8217;!</strong> Hehehehe. Curiganya sih gelar ini akan berulang kembali di minggu-minggu berikutnya. Nggak banggga juga, sih&#8230;.. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Film, Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=689&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky-part2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n635230278_1201781_5295.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n635230278_1201781_5295</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/coffin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coffin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spooky</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 10:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Jumat sore, jam 16.54 Suasana studio di lantai 4 sedang luar biasa sepi. Hanya ada 3 orang. Saya yang sedang nunggu waktu pulang *hehehe*, Mayda yang sedang siaran, dan Dati yang segera akan menggantikan Mayda siaran. Tiba-tiba ditengah keheningan itu, kedua manusia ini mendekati saya, dan dengan muka hati-hati bertanya, Mayda : Mas, kamu pake [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=684&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jumat sore, jam 16.54</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana  studio di lantai 4 sedang luar biasa sepi. Hanya ada 3 orang. Saya yang sedang nunggu waktu pulang *<em>hehehe*</em>, <strong>Mayda</strong> yang sedang siaran, dan <strong>Dati</strong> yang segera akan menggantikan Mayda siaran. Tiba-tiba ditengah keheningan itu, kedua manusia ini mendekati saya, dan dengan muka hati-hati bertanya,</p>
<blockquote><p><em><strong>Mayda</strong> : Mas, kamu pake parfum apa?</em><br />
<em><strong>Saya</strong> : Hah?</em><br />
<em><strong>Dati </strong>: Mmm.. ada bau-bau Melati-nya, gak?</em><br />
<em><strong>Saya</strong> : Heh? Masa parfum ku pake Melati segala&#8230; yang bener aja..<br />
<strong>Maya</strong> : Kamu coba keluar deh..</em><br />
<em><strong>Dati </strong>: Coba ke ruangan 1009 deh</em> (ruangan &#8216;kerja&#8217; saya)<br />
<em><strong>Mayda</strong> : Iya.. ada bau2 Melati gitu..</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sampai disini kami semua agak terdiam. Agak deg-degan juga sih, karena lantai 4 tempat kami biasa berkumpul ini memang sangat kondang aura <em>spooky</em>-nya. Semua orang yang ada disini, (katanya) sudah pernah mendapat pengalaman berharga bertemu atau mendengar atau sepertinya melihat atau &#8216;mencium bau&#8217; sesuatu yang bikin bulu-bulu di tubuh ini berdiri. Untungnya saya belum pernah,secara saya juga baru 2 bulanan ini bergabung sebagai penghuni lantai 4 ini. Dan.. apakah ini berarti akan menjadi saat pertama saya mendapatkan &#8216;pengalaman menyeramkan&#8217; itu? Gara-gara bau Melati itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah saya deg-degan. Secara emang penakut banget. Sampai akhirnya, setelah beberapa saat terdiam,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Saya</strong> : OOOOOOO&#8230;. iiya. Emang bau Melati disana&#8230;<br />
<strong>Mereka</strong> : HAH?<br />
<strong>Saya </strong>: Itu bau Melati emang asalnya dari tasku.Kamu tau pengharum buat lemari? Itu yang ta&#8217; pake buat ngilangin bau ga enak di tasku&#8230;. Dan baunya emang bau Melati&#8230;<br />
<strong>Mereka</strong> : WOOOOOOO&#8230;! Kirain.. Soalnya kita emang suka agak-agak sensitif dengan bau-bauan aneh kalo di lantai 4 ini, Mas.. Tadi kita parno gitu, kok ada bau-bau Melati gitu. Makanya kirain parfum kamu yang baunya gitu. Tolong itu besok diganti yaaa.. JANGAN MELATI!</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahaha&#8230; Ya maap! Iya deh. Demi ketenangan bersama, besok saya ganti baunya. Nggak Melati lagi. Saya ganti yang baunya BUNGA SEDAP MALAM!</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ..., Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/684/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/684/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=684&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/23/spooky/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Good Morning</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 13:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Punya lagu favorit untuk pengantar tidur, nggak? Some kind of lullaby, yang kalau didengarkan ketika sudah dalam posisi uenak di kasur, pasti bikin suasana hati,suasana kamar bahkan suasana kasur dan bantal menjasi tiba-tiba berubah menjadi nyaman senyaman-nyamannya? Pasti punya, ya. Terus bagaimana dengan lagu pengantar bangun? Hehehe, saya nggak tau, ada apa enggak istililah dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=675&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Punya lagu favorit untuk pengantar tidur, nggak? <em>Some kind of lullaby</em>, yang kalau didengarkan ketika sudah dalam posisi uenak di kasur, pasti bikin suasana hati,suasana kamar bahkan suasana kasur dan bantal menjasi tiba-tiba berubah menjadi  nyaman senyaman-nyamannya? Pasti punya, ya. Terus bagaimana dengan lagu  pengantar bangun? Hehehe, saya nggak tau, ada apa enggak istililah dalam bahasa Inggris untuk &#8220;lagu pengantar bangun tidur&#8221; *<em>kalau ada yang tau, tolong tulisin di bagian comment, ya*</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya, bangun tidur adalah kegiatan yang paling menyebalkan. Sehingga harus beberapa faktor yang bisa membuat kita bisa mem-boosting semangat kita, sehingga jadi tidak malas-malasan ngumpet dibalik bed cover (dan faktor yang paling ampuh biasanya adalah : telat bangun! Hehehe..).  Faktor lain, kalau saya sih, ya itu tadi :  l<strong>agu pengantar bangun</strong>. Biasanya saya memang membuat rekaman-rekaman di CD untuk lagu-lagu yang memang khusus untuk diputar di pagi hari. Biasanya memang lagu-lagu itu adalah lagu-lagu dengan <em>up tempo beat</em>, <em>at least medium</em> lah. Yang ketika mendengar dari intronya saja, sudah cukup bikin badan &#8216;kaget&#8217; dan kemudian melompat dari tempat tidur, bangun dan siap menyapa sinar mentari dengan senyuman<em> *owhh.. imut bangett*<span id="more-675"></span></em></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-676 aligncenter" title="john-legend-s07" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/john-legend-s07.jpg?w=480" alt="john-legend-s07"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya cuma mau cerita tentag sebuah lagu yang masuk kategori &#8216;Lagu Anjing&#8217; buat saya, yang sudah hampir sebulan ini saya dengar di pagi hari, dan otomatis menjadi &#8216;Lagu Pengantar Bangun&#8217; itu tadi. Judulnya &#8216;<strong>Good Morning&#8217;,</strong> yang nyanyi mas <strong>John Legend</strong>. Lagunya sih bukan termasuk lagu up tempo yang &#8216;<em>jedhang-jedhung</em>&#8216;, bahkan cenderung <em>medium slow</em>. Tapi ketika denger lagunya, there is something magical about the song yang bisa membuat saya &#8216;bergairah&#8217; di pagi hari *<em>ouchh</em>*. Ya melodinya, ya suara &#8216;anjing&#8217;nya Mas Legend, specially mungkin lirik lagunya yang dahsyat banget.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>Good morning,<br />
Good morning love,<br />
It&#8217;s my favorite love song,<br />
I waited all night long,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Before you get into the shower,<br />
Before you worry about your hair,<br />
Baby give me one more hour,<br />
I want you to stay right there,<br />
I dont wanna lose a moment,<br />
I dont wanna miss a kiss,<br />
If i could plan the perfect day, love,<br />
Then i would start it just like this,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Good morning,<br />
Good morning love,<br />
It&#8217;s my favorite love song,<br />
I waited all night long,<br />
For morning,<br />
Good morning love<br />
Before we start the day dear,<br />
Im whispering in your ear,<br />
Good morning.</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Baby how can i covince you,<br />
Make it so you can&#8217;t resist,<br />
Whatever else you have to do now,<br />
It can&#8217;t be half as good as this,<br />
I&#8217;ll chase you underneath the sheets, love,<br />
And i won&#8217;t let you get away,<br />
The day won&#8217;t be complete, love,<br />
Unless we get a chance to say,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Open your eyes,<br />
See my sun rise,<br />
I feel you&#8217;re scared,<br />
So warm inside,<br />
Day breaks so sweet,<br />
When you&#8217;re next to me,<br />
So stay every night,<br />
So each morning will be,</em></span></p>
<p><span style="color:#993366;"><em>Let&#8217;s get lost together,<br />
I will smile forever</em></span><span style="color:#000000;"><span style="color:#800080;"> </span> </span></p>
<p><span style="color:#000000;"> (silahkan klik <a href="http://www.youtube.com/watch?v=c3FDGviwiJo"><strong><span style="text-decoration:underline;">disin</span></strong>i)</a></span><em><br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>It feels like</em>,  John Legend ada di sebelah saya, dan bisik-bisik menyanyikan lagu itu di telinga saya. Hwahahaha, salah ya. Rasanya, lagu ini seperti bisa mewakili saya untuk membisikkan kalimat demi kalimat, lirik demi lirik diatas ke telinga &#8216;teman tidur&#8217; saya, sambil memeluknya dan menciumi telinga, kening dan membelai rambutnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">DImulai dengan bilang, <em>&#8220;Good Morning&#8230; , Good Morning, Love&#8230;.&#8221;</em>. See, tau kan kenapa saya jadi semangat banget bangun pagi setiap hari begitu dengar lagu ini? Jadi semangat, semangat untuk menjalani hari. Siapa tau hari itu adalah hari saya bertemu dengan calon pendamping hidup saya.. calon pendamping yang bisa saya nyanyiin, <em>&#8220;Good Morning&#8230; Good Morning, Love&#8230;&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Bukankah menyenangkan, bangun di pagi hari, tau ada sesuatu yang kita &#8216;cari&#8217; dan kita inginkan di hari itu?</p>
<br />Posted in Musik &amp; Lirik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=675&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/15/good-morning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/john-legend-s07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">john-legend-s07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reduce, Reuse, Recycle</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 09:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Eh, apa kabar kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217;, ya? Tahun 2008 kemarin, yang namanya kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217; kayanya kenceng banget kedengerannya. Bahkan udah dimulai sejak tahun sebelumnya. Mulai dari Al Gore dengan film &#8216;An Inconvenient Truth&#8216;nya yang beneran bikin &#8216;inconevenient&#8217; ngeliatnya itu, disusul kampanye peduli pemanasan global lewat &#8220;Live Earth Concert&#8217; yang diadakan serempak di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=668&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Eh, apa kabar kampanye <strong>&#8216;Stop Global Warming&#8217;</strong>, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2008 kemarin, yang namanya kampanye &#8216;Stop Global Warming&#8217; kayanya kenceng banget kedengerannya. Bahkan udah dimulai sejak tahun sebelumnya. Mulai dari <strong>Al Gore</strong> dengan film <strong><em>&#8216;An Inconvenient Truth</em></strong>&#8216;nya yang beneran bikin &#8216;<em>inconevenient&#8217;</em> ngeliatnya itu, disusul kampanye peduli pemanasan global lewat <strong>&#8220;Live Earth Concert&#8217; </strong>yang diadakan serempak di beberapa tempat di dunia, sama-sama mengajak semua warga dunia buat semakin peduli tentang hal ini. Bahkan nggak usah bermain di skala besar, di skala &#8216;lokal&#8217; aja, tahun kemarin sepertinya banyak orang atau pihak yang berlomba-lomba menjadi &#8216;Agen Stop Global Warming&#8217;, mencoba mengkampanyekan aksi penyelamatan lingkungan dengan caranya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada supermarket-supermarket yang menyediakan kantong belanja yang ramah lingkungan, banyak brand-brand komersil yang tiba-tiba rajin bikin kegiatan <strong>Corporate Social Responsibility (CSR) </strong>yang berbau-bau &#8216;selamatkan lingkungan/penghijauan&#8217;, ada juga orang-orang fashion yang katanya sibuk membuat kampanye tentang penghijauan yang bilang : <em><strong>green is the new Pink! </strong></em>Itu berarti kalau loe pake baju warna Ijo, sama aja loe lagi pake baju warna Pink! Gitu, gak sih? Hehehehe. Intinya adalah, semuanya seragam dan kompak ingin mengatakan bahwa untuk menyelamatkan bumi ini dari pemanasan global itu sangatlah mudah, <em>as easy as 1,2,3! </em>Kita bisa menyelamatkan lingkunga, mulai dari skala yang terkecil dari dunia ini,  diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi makin kesini, kayanya kok makin lama makin nggak kedengeran lagi ya koar-koar tentang isu penyelamatan dunia. Nggak usah di skala internasional deh. Kejauhan. Di negara kita sendiri aja,coba? Udah nggak seheboh dulu lagi kayanya orang-orang membicarakan tentang Global Warming. Ibaratnya lagu hits, makin lama makin berkurang nilai kepopulerannya. Makin berkurang tingkat kenikmatan mendengarkannya, saking seringnya lagu itu diputar dan didengarkan, dan kalau dipaksakan terus lama-lama malah bikin <em>eneg</em>. Jangan-jangan memang iya. Isu tentang Global Warming jadi isu yang makin basi dan <strong>gak penting</strong> buat diangkat. Contoh kecil aja lah, bentar lagi kita Pemilu. Tapi dari sekian banyak iklan-iklan partai politik yang bersliweran di TV (dan tidak ada yang menarik itu), nggak ada tuh yang bilang kalau mereka berjanji untuk mendukung penyelamatan lingkungan!<span id="more-668"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan kampanye penyelamatan lingkungan? Mmm.. sepertinya tidak. Paling tidak, masih ada satu orang di dunia ini yang terlihat cukup peduli dengan kelanjutan kegiatan ini. Orang itu bernama <span style="color:#000080;"><a href="http://www.dianpurnomo.com"><strong>Dian Purnomo</strong></a>.</span> Pertama kali berbelanja dengannya di Carrefour beberapa waktu lalu, saya sempat terbengong-bengong melihat dia terlibat pembicaraan panjang dengan mbak-mbak kasir, yang pada intinya dia menolak untuk memasukkan barang-barang belanjaannya ke dalam tas plastik yang disediakan oleh pihak Carrefour, dan memilih untuk membawanya langsung dengan menggunakan kedua tangannya! Walhasil, sepanjang jalan menuju tempat parkir, tangannya terlihat penuh dan sibuk &#8216;menggendong&#8217; barang-barang belanjaannya. Sementara saya dan teman saya <strong>Ndoy</strong>, sibuk mendorong-dorong <em>trolley </em>berisi belanjaan kami. Buat saya, itu cukup ajaib!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku kan mendukung program Go Green, Mas! Plastik itu kan ga bisa di recycle. Bisanya di  re-used&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh, ok. Baiklah. Paling tidak, apa yang dilakkukannya itu cukup memberi inspirasi kami, teman-temannya yang kebetulan berbelanja bersamanya kemudian, untuk ikut-ikutan melakukan hal yang sama. Mungkin ada perasaan risih juga, kesannya kok kalau kita tetap memakai tas plastik yang diberikan oleh mbak-mbak atau mas-mas di bagian kasir itu dan sementara Dian tetap dengan aksi <em>Go Green</em>-nya itu, kita serta-merta jadi orang yang tidak peduli lingkungan. Gengsi dong, ah. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Termasuk kemarin ketika kami berbelanja buku di <strong>Gramedia Ambarrukmo Plasa</strong>. Kami sama-sama menolak menerima tawaran memasukkan buku-buku yang kami beli, dan membawanya dengan kedua tangan kami. Kebetulah waktu itu kami juga sedang tidak membawa tas. Hingga kemudian timbullah ide iseng untuk &#8216;memperlihatkan&#8217; aksi Go Green versi kami ini kepada seisi mal! Bahwa kami mendukung kegiatan kampanye 3R : <em><strong>reduce, reuse, recycle</strong></em>. Jadi nggak  perlu lah itu yang namanya memakai kantong plastik! Kantong plastik itu buruk, tidak bisa di daur ulang, dan.. pokoknya <em>stop using plastics!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berjalanlah kami ke penjuru mal yang cukup besar itu dengan percaya diri yang kepenuhan.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-669 aligncenter" title="10012009047" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/10012009047.jpg?w=480" alt="10012009047"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai kemudian beberapa saat kemudian, barulah kami berpikir,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong>Saya</strong> : Eh, ini kita bukannya malah seperti sedang pamer buku, ya?<br />
<strong>Dian</strong> : Seperti, Mas&#8230; </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya. Apalagi buku yang kami beli juga termasuk buku  yang agak tidak umum, seperti :<strong> Seni Membaca Bahasa Isyarat</strong> dan <strong>Reksa Dana Investasiku</strong>. Uuh! Apa-apaan sih? Nggak cuma seperti sedang sok pamer buku. Saya malah merasa saya seperti sedang jadi anak sekolahan yang abis berangkat ikut les/bimbingan tes yang kerepotan membawa-bawa buku panduan alias modul belajar! Beberapa pasang mata pengunjung lain sempat melihat kami dengan tatapan keheranan. Kami yang mendapatkan tatapan seperti itu, cuma bisa bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>.. ah, masyarakat Jogja sepertinya belum siap dengan ini&#8230; </em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahahaha.. amit-amit mememang pedenya. Itu masih buku, lho ya. Nggak berapa lama kemudian, teman saya ini terlihat membeli <strong>sepasang sepatu baru</strong>. Saya yang melihatnya sedang membayar di kasir , dari jauh sudah bertaruh dalam hati saya sendiri, apakah dia juga akan menolak memakai kantong plastik yang diberikan padanya, dan <em>keukeuh</em> menenteng-nenteng sepatu barunya itu dengan tangannya. Sejauh mana dia bisa mengalahkan rasa malunya kelilling mal dengan menenteng-nenteng sepasang sepatu di tangan kanannya, dan segepok buku di tangan kirinya, atas nama menyelamatkan lingkungan!</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata tidak! Dia masih cukup normal dan masih punya cukup malu yang tersisa, untuk kemudian tetap menerima kotak sepatu beserta kantong plastiknya, dan kemudian memasukkan buku-buku belanjaannya tadi kedalamnya. Hahaha. Ya ya ya. Pelan-pelan ya, mbak. Seperti Bunda Teresa yang bilang, <em><span style="color:#993366;">&#8220;..kita tidak bisa merubah dunia ini dengan hal yang besar. Tapi kita bisa merubah dunia ini dengan melakukan hal kecil tapi dengan penuh cinta kasih..</span>&#8220;</em>. Pelan-pelan, Mbak. Menyelamatkan lingkungan itu butuh waktu juga. Edaaaaannnnn&#8230;&#8230;, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ..., Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/668/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=668&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/12/reduce-reuse-recycle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/10012009047.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10012009047</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shop &#8217;til U Drop</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 04:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Melihat tayangan masak-memasak di Trans TV yang memperlihatkan Bara Patirajawane sibuk berbelanja di sebuah pasar tanpa menawar lebih dulu (ya iyalah.. namanya juga buat keperluan syuting!), saya jadi inget sama teman saya Ndoy yang (sepertinya) termasuk pria langka, karena hobinya yang suka keluyuran ke pasar tradisional. Saya : Kamu kalo pas belanja di pasar, suka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=661&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Melihat tayangan masak-memasak di Trans TV yang memperlihatkan <strong>Bara Patirajawan</strong>e sibuk berbelanja di sebuah pasar tanpa menawar lebih dulu (ya iyalah.. namanya juga buat keperluan syuting!), saya jadi inget sama teman saya <strong>Ndoy</strong> yang (sepertinya) termasuk pria langka, karena hobinya yang suka keluyuran ke pasar tradisional.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong>Saya </strong>: Kamu kalo pas belanja di pasar, suka pake acara nawar segala,nggak?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Enggak.<br />
<strong>Saya</strong> : Kenapa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Ya karena menurutku memang udah segitu harganya.<br />
<strong>Saya</strong> : Darimana kamu tau kalau harganya memang pasti segitu?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Ya kira-kira aja. Kira-kira kalau beli di supermarket, segitu juga kira-kira harganya<br />
<strong>Saya</strong> : Terus, kenapa kamu nggak belanja di supermarket aja?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Yaaa.. paling enggak membantu perekonomian rakyat lahh..<br />
<strong>Saya</strong> : Lho, emangnya kalo belinya di supermarket engga?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Kalo dari supermarket kan nggak langsung turun ke mereka..<br />
<strong>Saya </strong>: Masa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Tapi kalo pas misalnya tukang sayur dateng di depan rumah, terus ibu didepan rumah juga ikutan belanja, pasti gitu juga. Si Ibu pasti sibuk banget nawar-nawar, aku cuman bilang &#8220;iya deh&#8230; iya deh..&#8221; gitu aja ke tukang sayurnya.<br />
<strong>Saya</strong> : Lah.. Udah pernah nyoba nawar kaya ibunya itu?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Belom.<br />
<strong>Saya </strong>: Kenapa?<br />
<strong>Ndoy</strong> : Kamu bawel amat sih tanya-tanya???</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yah, gue dimarahin deh. Hehehe. Masa cuman tanya aja nggak boleh sih? Namanya juga orang penasaran.  Pengen tau aja sih, kenapa ya laki-laki kalo (ada yang) belanja di pasar, cenderung <em>straight to the point</em>, ga pake berlama-lama dengan berbasa-basi menawar? Bandingkan dengan perempuan (ibu-ibu terutama) yang suka banget <em>playing hard to get </em>*edann* dengan penjualnya. Aksi tawar menawar seikat sayur aja lamanya bisa sampai 15 menit sendiri. Cuman 1000 perak doang, padahal. Itu baru satu jenis barang. Bayangin kalau 10 jenis barang yang ada di daftar belanjaan? <span id="more-661"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa ya perempuan kok niat dan semangat banget kalau disuruh nawar harga? Selisih harga 500 perak aja sampe ngotot banget diperjuangkan. Kesannya kalo si penjual berhasil menggagalkan tawaran mereka, para perempuan ini sepertinya kehilangan sebagian harga dirinya sebagai wanita seutuhnya? Hahaha. Bener-bener nggak ngerti. Padahal di satu sisi lain, nggak sedikit juga yang mendakwa bahwa perempuan adalah mahluk dengan tingkat keborosan tingkat tinggi, terutama ketika berbelanja keperluan pribadi. Aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu ketika pulang ke rumah, saya menemani Bapak saya  berbelanja ke pasar tradisional bernama <strong>Pasar Tukangan</strong>. Kebetulan Ibu sedang nggk enak badan, jadi sebagai suami yang baik, Bapak saya rela untuk berbelanja, dan sebagai anak yang baik pula, saya pun rela menemani Bapak saya pergi kesana. Hehehe. Dalam hati sih ingin melihat juga, apakah Bapak saya yang sudah berpengalaman berpuluh-puluh tahun menenami Ibu saya belanja, juga punya kemampuan berbelanja yang sama dengan istrinya itu (terutama dalam hal kengototan dalam menawar barang!).  Dan benar saja, kurang lebih 5 item barang yang harus dibeli, bisa diselesaikan hanya dalam kurun waktu 15  menitan saja!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-662 aligncenter" title="n547827934_1221814_9974" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n547827934_1221814_9974.jpg?w=480" alt="n547827934_1221814_9974"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa ada aksi ngotot-ngototan harga, tanpa ada -<em>aksi jual mahal- dengan pura-pura nggak butuh-padahal akhirnya butuh juga-dan balik lagi buat beli barang yang diincer</em>- ala Ibu saya. Bayangin aja, ketika akan membeli<strong> Daun Bawang</strong>, misalnya. Ketika si mbok penjualnya menanyakan berapa banyak Bapak saya akan membeli, Bapak  dengan cueknya bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Mmmm.. Coba dimasuk-masukin ke kantong plastik dulu. Nanti kalau kayanya sudah cukup, saya bilang cukup&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Beliau nggak &#8216;ngeh&#8217; masalah satuan-satuan dalam belanja, rupanya. Sama halnya ketika membeli <strong>Wortel</strong>. Cukup bertanya berapa harga per kilonya, dan ketika penjualnya menyebutkan nilai nominal per kilonya, dengan cepat Bapak pun langsung menyebut angka,</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>&#8220;Lima kilo&#8230;!&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai. Cepat kan? Terbukti memang,  kalau dalam kasus saya kali ini, perempuan dan laki-laki benar-benar berbeda 180 derajat dalam hal berbelanja barang di pasar. Saya curiga, kemana perginya keahlian ngeyel menawar yang dimiliki oleh ibu saya itu? Saya juga sama juga parahnya. Ketika beberapa kali (disuruh) berbelanja di pasar tradisional, saya nggak pernah sekalipun menawar harga dari barang yang ditawarkan. <strong>Pertama</strong>, kenapa ditawar? Bukannya harga-harga di pasar tradisional itu udah murah banget ya? Hehehe. Dan <strong>kedua</strong>, karena ngapain berlama-lama adu mulut dengan penjualnya? Kita ke pasar nyari barang yang kita butuhin. Kalo udah dapet, ya udah, selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah ya? Hehehe. Ya maap. Tapi lebih aneh lagi kalau alasan yang diberikan Bapak saya, ketika saya menanyakan mengapa beliau membeli 2 gepok Tempe yang jelas-jelas tidak termasuk  dalam daftar belanjaan yang diberikan kepada kami.</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"><em>Abis tadi si ibu nya berisik terus minta tempenya dibeli. Ya udah dibeli aja lah&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ohh&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin memang sudah takdirnya ya, perempuan lah yang bertugas berbelanja, dan lelaki lah yang bertugas menemaninya. Menemaninya dalam arti membawakan barang belanjaannya, dan menegurnya kalau-kalau kengototannya dalam menawar sudah diluar batas kemanusiaan.. hehehe..</p>
<br />Posted in Keluarga, Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=661&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2009/01/10/shop-til-u-drop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2009/01/n547827934_1221814_9974.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">n547827934_1221814_9974</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To My Mom. To Our Mom.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintang, Untuk aku anakmu&#8230; Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki Penuh darah, penuh nanah&#8230; Seperti udara Kasih yang engaku berikan Tak mampu ku membalas Ibu.. Ibu&#8230;. Ingin kudekap Dan menangis di pangkuanmu.. Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu.. Lalu doa-doa Baluri sekujur tubuhku.. Dengan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=654&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-653 aligncenter" title="42-16717817" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/42-16717817.jpg?w=480" alt="42-16717817"   /></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em> Ribuan kilo jalan yang kau tempuh<br />
Lewati rintang,<br />
Untuk aku anakmu&#8230;</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Ibuku sayang masih terus berjalan<br />
Walau tapak kaki<br />
Penuh darah, penuh nanah&#8230;</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Seperti udara<br />
Kasih yang engaku berikan<br />
Tak mampu  ku membalas<br />
Ibu..<br />
Ibu&#8230;.</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Ingin kudekap<br />
Dan menangis di pangkuanmu..<br />
Sampai aku tertidur,<br />
bagai masa kecil dulu..</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993366;"><em>Lalu doa-doa<br />
Baluri sekujur tubuhku..<br />
Dengan apa membalas<br />
Ibu..<br />
Ibu&#8230;.</em></span></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<br />Posted in Keluarga, Musik &amp; Lirik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/654/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/654/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=654&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/22/to-my-mom-to-our-mom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/42-16717817.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-16717817</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say What? part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saya nggak gitu ngerti apa yang terjadi pada teman saya Ndut. Bukan.. Bukan hanya karena hobinya yang suka berpose usil ketika difoto seperti ini (saja), tapi 15 tahun berteman, manusia satu ini sepertinya hobi sekali usil merusak sebuah lagu. Bukan merusak dengan suaranya (saja), tapi lebih pada kebiasaannya merubah lirik dari yang seharusnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=639&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Terus terang saya nggak gitu ngerti apa yang terjadi pada teman saya <strong>Ndut</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="size-full wp-image-642 aligncenter" title="dimas" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/dimas.jpg?w=480" alt="dimas"   /></p>
<p style="text-align:justify;">Bukan.. Bukan hanya karena hobinya yang suka berpose usil ketika difoto seperti ini (saja), tapi 15 tahun berteman, manusia satu ini sepertinya hobi sekali usil merusak sebuah lagu. Bukan merusak dengan suaranya (saja), tapi lebih pada kebiasaannya merubah lirik dari yang seharusnya, menjadi lirik lain yang tidak sewajarnya!  Menjadi tidak wajar, karena mengakibatkan lagu tersebut berbeda makna hingga 360 derajat. Memang sih hampir semua tragedi itu terjadi akibat &#8216;salah dengar&#8217; semata. Biasanya, manusia satu ini suka &#8216;mengejutkan&#8217;saya ketika tiba-tiba dia datang dengan motor butut kesayangannya, sambil menyenandungkan sebuah lagu yang kalau didengarkan dengan seksama, pasti akan membuat saya bilang,</p>
<blockquote>
<h2><strong> Hehhh?????</strong></h2>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pernah suatu ketika, lagi santai-santainya di kamar, tau-tau si Ndut ini datang sambil langsung melengking (iya, bukan berteriak!)</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em> &#8230;. Aaaku bukan PSK! PSK!   Aaa&#8230;ku bukan Pe Es Kaaaaa&#8230;!!!!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kagetlah saya. Apa-apaan ni orang?? <span id="more-639"></span>Ketika saya bertanya tentang apa yang baru saja dilakukannya itu, dia dengan cuek bilang kalau dia baru saja menyanyikan lagunya <strong>Rini Idol</strong>! Euleuh-euleuhhh.. Gimana saya nggak guling-guling cekakakan, karena langsung membayangkan Rini meneriakkan hal yang sama <em>instead of lagu</em> aslinya, <strong>&#8216;Aku Bukan Boneka&#8217;</strong>. B-o-n-e-k-a ya, Ndut! Bukan PSK! Walau kalau didengerin sekilas, memang Rini seperti sedang berteriak-teriak kalau dia bukan PSK. Coba deh didengarin sendiri lagunya. Sejak saat itu, saya jadi sering ketawa sendiri kalau denger lagu &#8216;Aku Bukan Boneka&#8217;nya Rini Idol diputer di radio-radio. Kasihan pencipta lagunya. Karyanya jadi terdengar hina di telinga saya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kebiasaan &#8216;salah dengar&#8217; yang entah disengaja atau tidak ini, ternyata menurut pengakuannya sudah terjadi sejak dahulu kala ketika dia masih kecil <em>*owhhh&#8230;.*</em>. Salah satu satu pengalamannya pernah saya ceritakan<span style="color:#333399;"> <a href="http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/">disini.</a></span> Pengalamannya yang lain, pernah nih hanya karena faktor salah mendengarkan sebuah jingle iklan Mie, dia jadi anti banget sama yang namanya Mie itu dan enggan untuk membeli apalagi memakannya. Begini bunyi jingle iklan tersebut&#8230;</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em> &#8230; Indomie-Indomie selerakuu.. Indomie <strong>dari daging Babi.</strong>. Indonesiaaaa&#8230;&#8230;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hwahahahaha&#8230; <strong>FATAL!</strong> Mirip-mirip sih antara &#8216;<em><strong>..dari dan bagi&#8230;&#8217;</strong></em> dengan &#8216;<em><strong>&#8230;daging Babi&#8230;</strong></em>&#8216;. Hehehe. Dodol. Makanya setelah terkaget2, diapun langsung mendakwa Mie itu haram karena mengandung Babi.  Kasus terbaru, terjadi beberapa hari lalu ketika pada suatu malam saya sibuk beres-beres pakaian di lemari saya yang berantakan, dan dia sibuk memindah-mindah <em>channel </em>TV, sambil tentu saja mengomentari setiap tayangan yang ajaib-ajaib (itulah salah satu alasan saya bisa betah berteman dengan dia selama bertahun-tahun! Hehehe). Sampai akhirnya tangannya berenti memencet remote di sebuah tayangan yang menampilkan video klip <strong>ST12</strong> yang judulnya <strong>&#8216;Cari Pacar Lagi&#8217;.</strong></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
<em><strong> Ndut</strong> :  .. tuh&#8230; akhirnya cari pacar cowok kan?<br />
<strong> Saya</strong> : Apaan?<br />
<strong> Ndutz </strong>: Itu lagunya..<br />
<strong> Saya</strong> : Hah???</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya mencoba menangkap apa maksud ucapannya usilnya itu, sambil mendengarkan lirik lagu yang lagi terkenal dimana-mana itu dengan lebih seksama lagi.</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;">..</span><em><span style="color:#333399;">. biar ku putuskan saja, ku tak mau hatiku terluka,  lebih baik ku cukupkan saja, ku tak mau batinku tersiksa..  jangan kau selalu merasa, wanita bukan dirimu saja, lebih baik ku putuskan saja, <strong>cari pacar laki.. ..!</strong></span><br />
</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">HWAHAHAHAHAHAAA&#8230;. kok jadi aneh dan tragis ya lagunya??? Hihi..  <em><strong>&#8216;Lagi&#8217;,</strong></em> Ndut! Bukan<strong><em> &#8216;Laki&#8217;</em></strong>! Beda satu huruf doang ya padahal. Tapi artinya kok artinya jadi jauh bener&#8230; Hehehe</p>
<br />Posted in Musik &amp; Lirik, Penting &amp; Tidak ..., Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=639&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/16/say-what-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/dimas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dimas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Terbuka Untuk Bapak Kos Tercinta</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 03:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Mengherankan sekali. Bagaimana sebuah percakapan singkat di pagi hari yang seharusnya hanya menjadi sebuah basa-basi biasa antara saya dengan bapak Kos, bisa menjadikan mood riang bangun tidur saya berubah menjadi muram, dan serasa ingin kembali tidur lagi dan nggak masuk kerja! *emang dasarnya males, kayanya* Setiap pagi sebenarnya saya cukup sering terlibat pembicaraan tidak bermutu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=633&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mengherankan sekali. Bagaimana sebuah percakapan singkat di pagi hari yang seharusnya hanya menjadi sebuah basa-basi biasa antara saya dengan bapak Kos, bisa menjadikan mood riang bangun tidur saya berubah menjadi muram, dan serasa ingin kembali tidur lagi dan nggak masuk kerja! *<em>emang dasarnya males, kayanya</em>*  Setiap pagi sebenarnya saya cukup sering terlibat pembicaraan tidak bermutu dengan beliau ini, secara ya kami termasuk yang selalu bersua di pagi hari karena penghuni lain biasanya masih belum bangun. Dan topik yang kami perbincangkan pun hanya sekedar <em>greeting </em>sekedarnya, karena beliau sedang dalam keadaan akan memanaskan mobil (mesinnya, tentu saja.. hehehe), dan saya juga sudah siap2 mau berangkat ke kantor. Jadi mana sempat ngobrol panjang?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi lain halnya ketika tadi pagi kami &#8216;cukup&#8217; punya waktu agak lama berduaan *<em>oouchh</em>*. Kebetulan sama-sama agak siangan berangkat ke kantornya. Dan perbincangan dimulai pagi itu dimulai tanpa basa-basi dengan,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Mas.. kayanya bulan ini habis ya? Ngingetin aja. O ya, per bulannya naik 25 ribu ya..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bukan ini sebenarnya yang bikin saya kemudian jadi bermuram-durja. Bukan masalah kenaikan uang kos. Karena kalau dipikir-pikir, 5 tahun tinggal disini, memang sudah saatnya dan sewajarnya uang sewa kos di tempat saya ini naik. <span id="more-633"></span>Makanya sayapun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis, sambil kemudian memberi makan kucing saya. Tapi &#8216;disenyumin&#8217; seperti itu, sepertinya malah membuat beliau jadi tergoda untuk melanjutkan perbincangan yang kemudian malah membuat saya jadi sebal beneran&#8230;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Mana nih, Mas? Kok nggak pernah dikenalin calonnya? Udah waktunya mas. Pagi-pagi ada yang bikinin teh&#8230; Daripada ngasih makan kucing terus, mendingan ngasih makan istrinya tho&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-632 aligncenter" title="12112008036" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/12112008036.jpg?w=480" alt="12112008036"   /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MENDIDIH!! </strong>Langsung darah rasanya naik ke ubun-ubun dan tangan kanan saya sudah siap untuk melempar tempat makan kucing saya ke arah mobil beliau yang kemudian beranjak menjauh. Hehehe, bukan ke orangnya. Tapi mobilnya. Secara mobil beliau ini dari jaman  dulu mau dijual, tapi nggak laku-laku. Siapa tau kalau saya berhasil meninggalkan goresan tempat makan kucing saya di mobilnya itu, si mobil bisa makin nggak laku lagi. Hehehe. Pendendam sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan masalah si bapak yang meributkan status saya yang masih tetap betah melajang yang bikin saya naik darah. Tapi lebih pada keisengannya membandingkan antara  kucing dengan pasangan hidup (baca : istri). Gila kali ya. <em>&#8220;&#8230;daripada ngasih makan kucing terus, mendingan ngasih makan istrinya tho..&#8221;</em>? Tersinggung sekali rasanya. Tersinggung karena kalimat yang dipakainya itu kok agak nggak sopan, ya. Kucing kok dibandingkan dengan Istri. Pakai istilah<strong><em> &#8220;ngasih makan&#8221;,</em></strong> pula. Nggak ada bahasa yang lebih santun dikit, apa? &#8220;Merawat&#8221; kek, atau apalah. Walau intinya sama aja sih. Hehehe. Apalagi perkataanya itu diucapkannya <em>out loud</em> dihadapan kucing-kucing saya. Bagaimana coba perasaan mereka?? Kesannya kok mereka itu jadi tidak penting banget. Saya aja tersinggung, gimana dengan kucing-kucing saya? Hwahahahahaha. Ada sih niatan membela diri dengan mengatakan sesuatu yang standar seperti,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Yaa.. emang belum dateng jodohnya Mas..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Atau yang lebih bodoh seperti</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Wah, mampunya baru ngasih makan kucing mas. Belum mampu buat ngasih makan istri..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tapi kembali, saya hanya bisa tersenyum saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Heran ya. Saya memang belum tau gimana rasanya punya istri. Gimana rasanya berumah-tangga. Tapi sebego-begonya saya dalam urusan <em>relationship</em>, dan secinta-cintanya saya sama hewan bernama Kucing, nggak mungkin lah saya akan mementingkan hewan berkaki empat ini daripada pasangan hidup saya yang berkaki dua itu kelak! Edan, po?? Ini karena emang belum ada (istri) aja, makanya kucing-kucing itu lebih beruntung mendapatkan perhatian saya. Dan apa yang saya lakukan pun hanya sebatas memeliharanya saja. Memberi makan, memperhatikan kesehatannya. Normal, toh? Emang sih kadang-kadang mereka suka ikut bobo sama saya kalau jendela kamar kelupaan saya tutup. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang pernah sih ada teman saya yang heran setengah mati ketika malam-malam ditengah hujan deras, saya nekad berbasah-basahan pergi ke <em>pet shop</em> hanya karena persediaan makan kucing saya habis, dan saya nggak tega melihat kucing saya yang ribut mengeong-ngeong dan terlihat kelaparan (hehehe.. segitu hebatnya ya sampai bisa mengenali perubahan ekspresi muka kucing!). Ketika ditengah jalan saya memikirkan apa yang saya lakukan saat itu, ada sih perasaan gamang <em>*edann*</em>. Kok segitunya sih saya sama ni kucing? Bisa aja kan saya diemin aja tu kucing-kucing dan baru besok paginya saya pergi mencari makannya? <em>But then</em>, saya berusaha meyakinkan diri saya saja : <strong>kalo sama hewan peliharaan aja saya sampai segini sayangnya, besok sama pasangan hidup atau bahkan anak-anak sayapun, saya lebih gila lagi perhatiannya! </strong>Selesai!</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=633&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/12/06/surat-terbuka-untuk-bapak-kos-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/12/12112008036.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">12112008036</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hero</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 04:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Seru juga mengikuti perkembangan kasus iklan kampanye salah satu partai politik yang memajang nama dan wajah mantan presiden Soeharto sebagai salah satu &#8216;pahlawan&#8216; di negeri ini. Seru, karena seperti yang sudah dipersiapkan oleh si partai itu sendiri, berbagai pro dan kontra muncul. Good. Iklan yang berani tampil beda diantara iklan-iklan parpol lain yang standar itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=624&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seru juga mengikuti perkembangan kasus iklan kampanye salah satu partai politik yang memajang nama dan wajah mantan presiden <strong>Soeharto</strong> sebagai salah satu <strong>&#8216;pahlawan</strong>&#8216; di negeri ini. Seru, karena seperti yang sudah dipersiapkan oleh si partai itu sendiri, berbagai pro dan kontra muncul. <em>Good</em>. Iklan yang berani tampil beda diantara iklan-iklan parpol lain yang standar itu. Terus terang, saya sih nggak mau ikutan komentar tentang &#8216;pantas/tidaknya&#8217; Soeharto dimasukkan dalam daftar Pahlawan di negeri ini. Kenapa? Ya nggak mau aja. Hehehe. Panjang pasti nanti bahasannya. Tapi kalau misalnya saya diminta memilih satu nama yang menurut saya bisa menjadikannya seorang &#8216;pahlawan&#8217;, maka dengan senang hati dan tanpa pikir panjang, saya akan menyebutkan  nama : <strong>Kak Seto!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg"><img class="size-full wp-image-625 aligncenter" title="seto_mulyadi_1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg?w=480" alt="seto_mulyadi_1"   /></a><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa? Ya kenapa enggak?? Sama seperti model rambutnya yang konsisten dan tidak pernah berubah hehehe, dari dulu hingga sekarang Kakak kita yang satu ini tidak pernah berubah juga menunjukkan totalitasnya, kepeduliannya kepada nasib anak-anak di negara kita ini. Mungkin saya tidak terlalu detail mengetahui sepak terjangnya <em>*edann bahasanya!* </em>di dunia anak-anak ini. Saya tahu beliau pun ketika masih di  SD ketika waktu itu sebuah boneka komodo bernama <strong>KOMO</strong> punya <em>single hits</em> yang jadi jargon dimana dengan <em>&#8220;..macet lagi, macet lagi.. gara-gara si Komo lewat&#8230;.&#8221; </em>itu. Sejak itu saya baru tahu, ada seorang sosok pemerhati dunia anak (dan dunia lalu lintas hehehhee) bernama <strong>Seto Mulyadi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga kemudian seiring waktu, ketika TV Swasta sudah semakin banyak, dan tayangan infotainment atau berita makin gila-gilaan jumlahnya, saya semakin sering melihat kiprah Kak Seto dalam &#8216;mengurusi&#8217; nasib anak-anak Indonesia. Terutama tahun-tahun belakangan ini. Gimana enggak, hampir di setiap ada berita perceraian artis yang kemudian diikuti dengan kasus perebutan hak perwalian anak, pasti ada Kak Seto sebagai <em>mediator</em> ditengah-tengahnya. Hebat kan? Satu yang masih saya ingat adalah kasus rebutan hak asuh dari <strong>Tamara Blezynski-Teuku Rafly </strong>atau <strong>Ahmad Dhani &#8211; Maia</strong>. Oh, iya! Kasus rebutan hak asuh anak antara <strong>Zarima</strong> dan <strong>Ferry</strong> siapaa, gitu. Hahaha. Gila ya, inget aja kalo urusan gosip. Edan, lah.<span id="more-624"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Nggak cuma itu aja. Ketika heboh kasus <strong>Syeikh Puji</strong> menikahi seorang anak perempuan dibawah umur bernama <strong>Ulfa</strong>, Kak Seto juga yang ikutan muncul paling depan menentang pernikahan ini. <em>For the sake of the children&#8217;s future.</em> Apa yang dilakukan Kak Seto-terlepas dari posisinya sebagai <strong>Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak</strong>, jelas-jelas membuktikan kalau secara pribadi pun, dia benar-benar peduli dengan nasib anak-anak. Anak-anak Indonesia. Dan itu terlihat jelas sekali. Tidak dibuat-buat. Sehingga ketika bahkan minggu lalu ada kasus pelecehan murid oleh guru di daerah Sumatera Utara dan sosok Kak Seto (lagi-lagi) muncul, saya hanya berkomentar pendek</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8230;. ni orang kalo udah nggak ada, siapa yang bisa ngegantiin, ya??</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Berlebihan, kah? Bisa iya bisa enggak. Lha gimana dong? Setiap kali ada sesuatu yang menyangkut anak Indonesia, nggak bisa enggak, pasti Kak Seto lagi- Kak Seto lagi yang muncul. Seolah-olah di seluruh Indonesia ini, hanya dia lah yang memikul tanggunjawab untuk itu. Dia nggak sendiri, <em>I know</em> <em>that</em>. Ada banyak teman-teman lainnya yang membantunya di belakang layar, sama halnya dengan banyak juga orang-orang disekitar kita yang perduli dengan anak-anak. Tapi entah kenapa, sosok &#8216;sayang anak&#8217; yang melekat di wajah Kak Seto ini nggak bisa lepas. Ibarat merek <strong>AQUA</strong> untuk air mineral atau <strong>SOFTEX</strong> untuk pembalut wanita <em>*hehehe*,</em> nama kak Seto ini sudah menjadi <strong>Top of Mind </strong>yang kuat sekali. Tidak terpisahkan. Dan kalau sudah begini, memang nggak semua orang bisa melakukannya. Dan akan sulit sekali kelak untuk mencari tandingannya apalagi penggantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya ada juga sosok yang &#8216;mirip-mirip&#8217; dengan Kak Seto dalam hal ahli dalam bidangnya. Sebutlah nama <strong>Roy Suryo</strong>. Yang juga sama-sama selalu muncul dimana-mana kalau ada kasus tentang foto-foto mesum artis atau nama terkenal lainnya di dunia <em>cyber</em>. Hihihi. Mas Sur ini juga jadi orang yang paling dicari dan maju paling depan untuk dimintai pendapatnya, asli atau tidaknya foto tersebut. Secara katanya beliau ini ahlinya bidang teknologi informasi bla bla bla itu. Entahlah, apa di Indonesia cuman ada satu orang doang yang ahli model beginian, kok ya setiap ada kasus serupa, Mas Sur ini lagi yang nongol. Itulah mengapa tanpa mengurangi rasa hormat apalagi membanding-bandingkan, saya kok yakin kedepannya akan ada lagi orang yang lebih jago dari seorang Roy Suryo, karena yang namanya ilmu pengetahuan dan teknologi itu akan terus mengalami kemajuan. Jadi bukanlah sebuah masalah untuk mencari sosok pengganti mas-mas berkumis tebal ini. Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ketika kemudian yang menjadi topik adalah tentang &#8216;masa depan anak-anak Indonesia&#8217;, akan beda lagi bahasannya. Karena ini menyangkut tentang &#8216;rasa&#8217;, sehingga dibutuhkan benar-benar orang yang aslinya memang mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak. Dan sepertinya baru Seto Mulyadi yang bisa memiliki dan melakukannya. Satu ucapannya yang saya ingat dulu adalah ketika dia bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8230; saya merasa saya ini tidak bisa melakukan apa-apa. Karena itu saya pilih mengasuh anak-anak saja. Menjadi Babysitter&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Walaupun belum pernah menjalaninya, tapi saya yakin mengasuh anak-anak bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang! Makanya saya tidak pernah sama sekali memandang sebelah mata sosok seorang ibu yang perjaannya adalah seorang &#8216;ibu rumah tangga&#8217;. Itu luar biasa sekali. Dan berapa banyak laki-laki di negara ini yang mau memilih profesi untuk memperdulikan nasib anak-anak?? Coba seandainya bulan depan tiba-tiba kak Seto memutuskan untuk pensiun dini dan memilih untuk melanjutkan hidup dengan menjadi petani, misalnya. Hehehe. Sudah adakah penggantinya? Atau ini yang lebih penting : sudah siapkah penggantinya?</p>
<p style="text-align:justify;">I<em>t is often said that : it&#8217;s nice to be important person. But more important to be nice person.</em> Dan menurut saya, seseorang pantas disebut sebagai pahlawan, ketika dia tidak hanya &#8216;penting&#8217; untuk bangsa ini, tapi juga dia &#8216;baik&#8217; untuk bangsa ini juga. Gila ya, keren banget bahasa saya. Saya aja heran. Dan biar terkesan maksa setengah mati, tapi sebagai penutup, saya tuliskan cuplikan lagu <strong>&#8216;Legenda</strong>&#8216;nya <strong>Sheila Majid</strong>. Namanya juga penyiar. Hehehe. Lagu ini saya kirimkan buat Kakak saya Seto Mulyadi, ucapannya : salam manis aja..</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8230; kaulah satu satunya/ diantara berjuta/ insan teristimewa.. Patah tak tumbuh lagi/ hilang berlum berganti/  karena kau tersendiri.. Kau kebanggaan kita/ kau budayawan bangsa/ engkau.. legenda///</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=624&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/25/hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/seto_mulyadi_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">seto_mulyadi_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oh Bama Oh Papa!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 07:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Ya ya .. Mari kita bicara mengenai kemenangan Obama menjadi presiden Amerika serikat. Why? Nggak tau juga. Mungkin karena semua orang seperti membicarakannya, so kenapa saya tidak? Hehehe. Apalagi barusan di sebuah acara gosip di SCTV, ada liputan Syaiful Jamil yang datang mengunjungi SD Menteng, tempat Obama dulu pernah bersekolah. Iya, saya tahu Anda juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=619&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ya ya .. Mari kita bicara mengenai kemenangan Obama menjadi presiden Amerika serikat. Why? Nggak tau juga. Mungkin karena semua orang seperti membicarakannya, so kenapa saya tidak? Hehehe. Apalagi barusan di sebuah acara gosip di SCTV, ada liputan <strong>Syaiful Jamil </strong>yang datang mengunjungi SD Menteng, tempat Obama dulu pernah bersekolah. Iya, saya tahu Anda juga pasti gatel pengen bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<h2><strong>NGAPAIN, COBA????!!!!!!</strong></h2>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Saya udah duluan teriak, soalnya. Sama pengen teriak ketika ada komentar dari <strong>dik Belski </strong>yang dengan santunnya berkomentar singkat,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#000080;"><em>&#8230; iya, dia kan udah jadi Presiden Amerika Serikat. Jadi ya Insya Allah bisa bikin dollar turun&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
Lugu sekali adik kita yang satu ini. Tapi sudahlah. Liputan itu makin diperparah dengan narasi dari si mbak2 Narator yang bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#000080;">.<em>.. hal ini sudah menjadi bukti, bahwa pendidikan Indonesia bisa membawa seorang anak didiknya menjadi seorang Presiden negara sebesar Amerika Serikat..</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Aduh, semakin stress saya. Stress memikirkan kenapa saya bisa stress hanya karena acara tidak penting ini. Cukup sudah. Semakin berlebihan sekali orang-orang negeri ini &#8216;merayakan&#8217;kemenangan seorang <strong>Barry</strong> ini . Gimana ya, duh <strong><em>please dong.. </em></strong>Dia sekolah di Indonesia juga cuman 2 taun doang, dari tahun 1969-1971. Berlebihan banget kalau kita menganggap kalau kesuksesan dia karena dia pernah mengenyam pendidikan Indonesia. Bukannya merendahkan pendidikan di negeri sendiri, karena saya bisa sesukses sekarang inipun karena belajar disini juga <em>*PLAKK!*</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg"><img class="size-full wp-image-620 aligncenter" title="obama2" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg?w=480" alt="obama2"   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-619"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dalam kasus Obama ini kayanya kok kurang pas kalau sampai2 orang Indonesia menaruh harapan besar pada Obama untuk bisa &#8216;melirik&#8217; negara kita sedikit dibandingkan dengan negara2 lainnya di dunia ini. Ada faktor historis sih memang. Tapi ya yang sewajarnya sajalah. Kabar terakhir yang saya dengar selintas (selintas lho ya, jadi nggak tau bener apa enggak), malah bilang kalau rumah lama Obama di Jakarta malah dijadikan Cagar Alam oleh Gubernur DKI Jakarta! Oh&#8230; Coba, seandainya saja Obama datang kesini ya, mungkin hari itu akan dinobatkan sebagai hari libur nasional (saya dukung!), dan disambut dengan karnaval semalam suntuk sepanjang jalan-jalan ibukota. Mungkin juga akan diadakan <em>Istighozah</em> atau doa massal untuk mendoakan Obama di seluruh Indonesia! Bukan mustahil, lha wong ketika pemungutan suara berlangsung saja, adik2 kita di <strong>SD Besuki Menteng</strong> itu saja semuanya memanjatkan doa setiap sebelum pelajaran dimulai, supaya Obama menang <em>(Kompas, Rabu 5 November)</em>. Saya nggak mau komentar untuk hal ini. Takut kualat. Orang berdoa kok dikomentarin. Hihihi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin ini memang sudah kebiasaan manusia ya. Ketika kita bisa punya hubungan dengan orang-orang terkenal, pasti ada kebanggaan tersendiri yang rasanya sayang jika disimpan sendiri saja ceritanya. Suatu ketika pernah nih, ipar saya yang bernama <strong>Mbak Evi</strong> dengan bangganya tiba-tiba saja mengaku kalau dia pernah mengalahkan <strong>Yayuk Basuki </strong>ketika bertanding tennis. Iya! Jeng Yayuk yang petenis hebat itu! Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata peristiwa itu terjadi belasan tahun lalu ketika ipar saya ini masih duduk di bangku SMP di Wonosobo dan dia bertarung dengan Jeng Yayuk di sebuah pertandingan tennis, entah antar sekolah atau antar RT atau antar klub. Ya elahhh.. ya waktu itu siapa yang kenal Yayuk? Kalau Basuki mungkin banyak yang tau. Jaman segitupun mungkin kemampuan tennisnya tidak sedahsyat sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekitar tahun 1999, saya pernah ikutan sebuah acara singing contest di <strong>Indosiar</strong> berjuduul <strong>AKSI GAYA REXONA</strong>. Saya diharuskan bernyanyi sambil pamer2 ketek gitu, deh. Hehehe. Enggak, lah. Nyanyi biasa, dan saat itu saya dikalahkan oleh seorang laki2 yang beberapa tahun kemudian menjadi terkenal karena menjadi juara 2 Indonesian Idol : <strong>Delon</strong>. Ugh, walau kalah, tapi pas Delon jadi Indonesian Idol=-un, saya tetep aja pamer kalau saya dulu pernah &#8216;satu panggung&#8217; dengan Delon , walau ujung2nya juga kalah.  Kalah kok pamer. Sungguh abusrd&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, sebenernya sih saya memaklumi kalau teman2 satu SD (bahkan satu kelas dan satu bangku) Obama jadi begitu hebohnya karena &#8216;kenalan&#8217; mereka ada yang jadi orang terkenal di seluruh dunia. Seperti yang pernah saya baya di <strong>Reader&#8217;s Digest</strong>, teman2 semasa sekolah Obama pernah berkumpul dan mengirmkan dukungan secara tertulis untuk Obama, tapi sampai sekarang pun nggak digubris sama yang bersangkutan. Ya gapapa juga sih, yang penting udah ngedukung. Emang pasti bagaimanapun juga ada, lah rasa bangga itu. Tapi ya itu dia, mbok yang sewajarnya sajalah. Tapi dengan bikin <em>party2</em> merayakan kemenangan Obama, dengan membuat rumah Obama menjadi Cagar Alam atau dengan terus berkoar-koar bahwa Obama punya keterkaitan erat dengan Indonesiapun, nggak bikin negara ini jadi ngetop kok. Yang ngetop paling ya SD nya itu tadi. Besok ketika masuk masa penerimaan murid baru, mereka bisa dengan percaya dirinya berpomosi:</p>
<p style="text-align:center;">
<h3 style="text-align:center;">MAU JADI SEPERTI OBAMA? DISINI TEMPATNYA!</h3>
<p style="text-align:justify;">
Atau malah lebih kacau lagi :</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;">OBAMA WAS HERE!</h3>
<p style="text-align:justify;">
Hihihi&#8230;</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=619&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/11/07/oh-bama-oh-papa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/11/obama2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obama2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Where Do I Begin?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 16:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Halo Mas Deka.. Ini Maida Swaragama. Gini mas, kita lagi ngomongin tentang blog. Mas Deka bisa nggak kita ajak ngobrol tentang blog. Yaa.. tentang asal mulanya dulu tau bisa nulis gimana, terus dulu giman pertama kalinya mulai ngeblog, yaa pokoknya gitu lah mas.. Nanti abis Maghrib kita telpon ya Mas..&#8221; Kurang lebih begitulah salah seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=612&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Halo Mas Deka.. Ini  <strong>Maida </strong>Swaragama. Gini mas, kita lagi ngomongin tentang blog. Mas Deka bisa nggak kita ajak ngobrol tentang blog. Yaa.. tentang asal mulanya dulu tau bisa nulis gimana, terus dulu giman pertama kalinya mulai ngeblog, yaa pokoknya gitu lah mas.. Nanti abis Maghrib kita telpon ya Mas..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kurang lebih begitulah salah seorang produser acara sore di Radio <strong>Swaragama</strong> Jogja meminta ijin (duh, bahasanya) untuk mengajak saya mengobrol tentang &#8216;blog&#8217; melalui telepon dan di on-airkan di acara sore mereka. Kaget? Pasti. Seumur-umur, kayanya belom pernah deh diinterview sama radio. Karena biasanya, ya saya yang menginterview, bukan diinterview. Lebih kaget lagi, topiknya adalah tentang blog. Bukan sesuatu yang aneh sebenarnya, karena saya udah nyemplung di dunia blog ini udah hampir 2 tahunan. <em>But when it comes to giving an advice how to write a good post (or even how to start one</em>), duh bener-bener bingung deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih cuman &#8216;iya-iya&#8217; aja ketika diajak ngobrol, tanpa tau bisa-bisanya mereka tau saya hobi ngeblog. Tapi kayanya sih ada yang ngebilangin kalau selain ganteng, saya juga hobi ngeblog. Hahahaha. Maap, suka keterlaluan emang narsisnya. Agak2 ga tau malu. <em>Well eniewei</em>, akhirnya saya ditelpon oleh mereka  sekitar jam 5.45 sore. Tepat setelah terputarnya lagu <strong>Recto Verso</strong>-nya <strong>Dewi Lestari</strong>, dan dengan pengantar dari si penyiar yang kalau tidak salah bernama <strong>Taufik</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8230;. bla bla blaaaa, ini Recto Verso dari Dewi Lestari, yang juga seorang blogger ya. Nah, kalo ngomongin soal blog, ada temen saya nih yang juga sering nulis blog, selamat sore Pak Deka&#8230;&#8230;&#8221;</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tuh, gimana gak grogi coba! Disandingin sama Dewi Lestari.. Hehehe, salah ya? Ya, harusnya sih mereka langsung menelpon Dewi Lestari ya. Kan lebih cocok. Kok malah sama saya ngobrolnya. Tapi ya sudahlah, anggap saja saya sekelas dengan mbak Dee ini. Amin. Lha wong sama-sama bloggernya kok. Hehehe. Blogger tidak mengenal kelas! <em>*halah*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya selama kurang lebih 7 menitan, saya diajak ngobrol tentang blog. Mulai dari kapan memulainya, tentang isi tulisan, tentang masa depan blog dll. Agak lupa2 ingat apa aja pertanyaannya, saking terlalu bersemangatnya nyerocos. Kayanya malahan cerewetan saya dibanding penyiarnya. Hihihi. Tapi setelah itu, saya seperti diajak buat <em>flashback lagi</em>, hanya dimulai dengan satu pertanyaan standar saja : <strong>Kapan mulai sadar kalau saya bisa dan suka nulis?</strong> Dan jawabannya simpel : <strong>NGGAK TAU.<span id="more-612"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bener. Saya nggak tau kenapa (ternyata) suka menulis. Sejak kapan? Nggak tau juga. Tapi kalau mau diingat-ingat lagi, sejak SMA saya memang suka banget kalau disuruh mengarang. Mengarang di pelajaran <strong>Bahasa Indonesia</strong>, maksudnya. Bukan mengarang-ngarang alasan kenapa nggak masuk sekolah. Itu juga jago, sebenernya. Hehehe. Dulu kalau ada ujian, kan sering banget tuh setelah mengerjakan soal-soal pilihan berganda, kita juga disuruh diminta mengarang indah, dengan memilih salah satu bentuk : <em>Naratif, Persuasif, Argumentatif dll.</em> Saya sih nggak begitu tau apa hasil tulisan saya waktu itu termasuk bagus atau enggak, tapi yang pasti saya ingat kalau satu halaman kertas folio bolak-balik itu pasti penuh dengan karangan hasil tulisan saya. Nggak jaminan sebenernya, kalau ceritanya panjang, berarti ceritanya bermutu. Tapi sepertinya nilai saya nggak pernah mengecewakan. Mungkin tu guru kasian juga ngeliat saya udah &#8216;niat&#8217; banget ngarang sebanyak itu. Jadilah dikasihnya nilai lumayan. Upah nulis. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu satu hal. Hal lain tentang kebiasaan saya menulis, mungkin karena saya orangnya termasuk yang <strong>melankolis </strong><em>*eww*</em>. Ya, nenek2 juga tau itu. Dan tipe orang seperti ini, biasanya suka membesar-besarkan masalah. Hehehe. Maksudnya, ketika kami bertemu atau mengalami sesuatu yang &#8216;mencolek&#8217; mata dan hati kami yang mudah tersentuh ini <em>*iya, ewwww lagi*</em>, maka kami cenderung akang mengingatnya terus-menerus. Jika menyenangkan, maka kami berusaha untuk mengingatnya terus menerus. Jika menyedihkan atau menyebalkan pun, kami juga berusaha untuk tetap mengingatnya. Agak bodoh memang. Tapi salah satu kelebihan orang tipe ini adalah, kami punya ingatan yang kuat tentang masa lalu. Mau itu baik ataupun buruk. Dan (kalau saya), salah satu membuat sesuatu hal tetap <em>memorable</em>, ya dengan ditulis! Makanya saya nggak malu-malu mengakui saya sering nulis diary sejak jaman SMA, walau namanya saya ubah jadi tidak terlau feminin, menjadi &#8216;jurnal&#8217;. Ya, <strong><em>I wrote a journal</em></strong>. Padahal intinya sih tetep aja sama dengan nulis di diary. Tapi kesannya jadi lebih macho dan serius dibandingkan diary, yang kesannya <em>&#8216;menye-menye&#8217;</em>. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini salah satu tulisan yang pernah saya tulis di JURNAL  saya. Tulisan ini saya tulis tanggal <strong>1 Januari 1999</strong> <em>(YES! That was like almost 10 years ago)</em>. Tulisan itu tentang pengalaman saya bertahun baru bersama teman saya <strong>Dimas Ndut</strong> di kampung halaman kami di Magelang. Saya masih menyimpan <em>printout</em>-annya, dan sempat tertawa terguling2 ketika Ndut memaksa saya untuk membacanya kembali di suatu pagi buta.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8230;.selama perjalanan kita masih bingung mau kemana &#8217;cause kita dipusingkan 2 alternatif , antara pergi ke <strong>GOR Samapta</strong> </em><span style="color:#800000;">(edan, party nya di Gedung Olah Raga!)</span><em> atau di <strong>Hotel Borobudur.</strong> Makanya begitu liat di GOR banyak polisi ditambah sama dandanan kita yang &#8216;kebagusan&#8217; kalo dipake ke GOR </em><span style="color:#800000;">(</span><span style="color:#800000;">edan, saya dandan model apaan ya waktu itu??)</span><em>, akhirnya kita mutusin ke Hotel Borobudur aja. </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Sampai sana, didalem.. Masya Allah, kita disambut dengan fashion show desainer lokal yang bener2 lokal! Norak abis deh </em><span style="color:#800000;">(ya.. &#8216;abis&#8217; masih jadi kata yang &#8216;happening&#8217; waktu itu).</span><em> Ya baju2nya, ya model2nya. Ya udah, kita malah sibuk ngomentarin itu acara </em><span style="color:#800000;">(yaa.. bakat nyacat saya ternyata sudah dimulai sejak usia dini!)</span><em>. Setelah itu, saat mau ganti taun, acaranya juga gak kalah anehnya. Lampu2 dimatiin, terus kita pada hitung mundur en </em><span style="color:#800000;">(hyaaa.. &#8216;and&#8217; pun disingkat menjadi &#8216;en&#8217;)</span><em> langsung tiup terompet bareng-bareng sambil mecahin balon-balon yang tergantung di atas. Basi banget! Abis nggak semua dapet terompet. Yang ga dapet ya cuman bengong. Gue sama Dimas? Ho ho, kita anti dong berdiam diri. Setelah tau di bawah meja kita ada banyak topi kertas yang nganggur, kita pake aja itu topi sebagai terompet. Ditambah si Dimas yang karena nggak punya termopet, sibuk jejeritan nggak karuan. Ditambah Gengnya Mario </em><span style="color:#800000;">(teman  kami juga) </span><em>yang dngan brutalnya sibuk mecahin balon sampai kedepan panggung, lengkaplah sudah keanehan pesta tahun baru. Setelah itu? Nothing. Cuman penguman King and Queen (yang pesertanya nggak ada yang  beres!Mana yang cowok &#8216;cantik-cantik&#8217;, lagi!). </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>Nggak berapa lama, sekitar jam 1 pagi si Dimas ngajakin ke GOR! Wah, langsung aja gue semangat. Abis kita bener-bener haus pesta pora </em><span style="color:#800000;">(duh..kok saya mulai malu ya..hehehe)</span><em>.  Akhirnya kita ke GOR en setelah beli karcis </em><span style="color:#800000;">(what?? Karcis??) </span><em>en dapet PEPSI (eh, Pepsinya bukan di gelas-in atau di botol, tapi dimasukin kantong plastik dan ditambah sedotan! Si Dimas langsung cekikikan. Dan disana, disco time nya udah dimulai. Kitapun tanpa basa-basi langsung turun dooong&#8230;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Cukup segitu aja ya cuplikan ceritanya. Saya mulai malu sendiri soalnya. Malu, bukan karena saya dugemnya di GOR dan <em>&#8216;first drink &#8216;</em>nya adalah <strong>Pepsi </strong>yang dimasukin ke kantong plastic dan di karet-in pula (OH MY GOD). Tapi agak malu membaca tulisan dan pemilihan kata yang saya tulis sendiri waktu itu. Saya cuman bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Ya ampun.. gaya penulisan gue kok busuk dan enggak banget ya???</strong></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti kalau kita melihat2 lagi foto2 kita jaman dulu yang terlihat sangat &#8216;memilukan dan memalukan&#8217; itu. Pernah kan jadi malu sendiri liatnya? Ya begitulah kira2. Tapi paling enggak, inilah yang menurut saya yang disebut sebagai <strong>PROSES.</strong> Untuk mencapai sesuatu (yang lebih baik), ada yang namanya proses. Dimana didalamnya ada yang namanya gagal, malu, merasa norak, merasa kampungan bahkan putus asa dan lain sebagainya. Begitu juga dalam membuat sebuah tulisan, dalam membuat blog. Mari, buat  Anda yang juga punya blog, kita lihat kembali posting-posting awal kita dulu ketika pertama membuat blog. Bandingkan gaya penulisan kita yang sekarang, dengan dulu. Pasti kita akan merasa sebuah keanehan, paling tidak ada pertanyaan dalam hati kita,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.. kok gue nulisnya kaya gini ya? Harusnya kan bagusnya kaya gini.. lebih enak dibaca..&#8221;</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-613 aligncenter" title="theme-blog-1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg?w=300&#038;h=93" alt="" width="300" height="93" /></a><br />
Jadi, balik lagi kalau ada yang tanya ke saya, gimana cara memulai menulis sebuah blog, ya saya nggak bisa kasih tips apa-apa. Saya nggak ngerasa ahli. Saya juga nggak pernah mengambil kursus membuat blog, termasuk membeli buku-buku tentangnya. Otodidak saja. Ya biar seperti artis2 di infotainment itulah, yang dengan pedenya bilang nggak pernah belajar akting, otodidak saja. Hehehe. Jadi kalau saya ditanya gimana caranya nulis, ya saya cuma bisa bilang : sama seperti tagline nya kamera Lomo : <strong>Just Shot. Don&#8217;t Think.</strong>Kalau mau menulis, ya <strong><em>just write. Don&#8217;t think</em></strong> . Nulis aja. Apa yang pengen kamu tulis, ya tulis aja. Namanya juga blog, nggak ada pakem2 nya, nggak ada yang ngelarang2.  Dan kalau boleh sok2an memberi tambahan tips : <strong>write the way you talk.</strong> Intinya tulisan di blog kan adalah : cerita. Ya kalau mau cerita, ya pakai bahasa yang kita pakai se-normalnya kita kalau lagi cerita ke orang hidup. Gampang toh? Begitu ada orang yang bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>Aku suka baca tulisan kamu. It feels like, kamu ada didepanku dan menceritakannya langsung ke aku..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">berarti cerita yang kita tulis, &#8216;sampai&#8217; ke para pembaca blog kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, saya harus segera menyudahi tulisan ini sebelum kemudian saya menjadi semakin sok tahu dan sok jago soal tulis-menulis blog. Hehehe. Lha wong semua orang bisa nulis kok, intinya. Tapi satu hal yang bikin saya tetep semangat nulis blog, karena saya nggak pengen melalui hari-hari saya (bahkan hidup saya) dengan lempent-lempeng saja. <em>I should live my life to the fullest. Every moment is precious</em>. Sama seprti para fotografer, yang selalu berusaha untuk mengabadikan moment menarik yang mereka jumpmai, begitu jugalah para blogger, <em>I think</em>. Cuma beda media aja. Sebisa mungkin, moment apapun yang bisa saya kenang untuk diabadikan lewat tulisan, akan saya tulis. Sebagai bagian dari kenang-kenangan di hari besok ketika saya membacanya kembali, sebagai ungkapan terima kasih juga sama yang Diatas karena sudah membuat hidup saya begitu berwarna, dan <em>most of all</em>, sebagai ungkapan rasa syukur juga karena saya diberi kesenangan untuk menulis.</p>
<br />Posted in Nostalgia, Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/612/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/612/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=612&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/28/where-do-i-begin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/theme-blog-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">theme-blog-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kring Kring!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 09:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja saya selesai menonton serial FRIENDS episode &#8216;The One Withe Phoebe&#8217;s First Bike&#8217;, yang entah udah ke berapa ratus kalinya saya tonton. Ya tetep ketawa aja tuh ngeliatnya! Hehehe. Pertama, jelas ngetawain filmnya. Ngeliat Phoebe yang seumur hidupnya belum pernah punya sepeda, dan kemudian Ross membelikannya sebuah sepeda kumbang dengan keranjang cantik didepannya, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=604&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru saja saya selesai menonton serial <strong>FRIENDS</strong> episode <em>&#8216;<strong>The One Withe Phoebe&#8217;s First Bike&#8217;,</strong></em> yang entah udah ke berapa ratus kalinya saya tonton. Ya tetep ketawa aja tuh ngeliatnya! Hehehe. Pertama, jelas ngetawain filmnya. Ngeliat Phoebe yang seumur hidupnya belum pernah punya sepeda, dan kemudian Ross membelikannya sebuah sepeda kumbang dengan keranjang cantik didepannya, yang akhirnya cuman di pajang dan di lap-lap doang, karena ternyata Phoebe ini nggak bisa naik sepeda! Hehehe. Dan ketawa berikutnya, adalah sebuah ketawa haru, karena mengacu pada ucapan Ross yang bilang, semua orang seharusnya pernah merasakan pengalaman punya sepeda pertamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inget ga sih, kapan pertama kali dibeliin sepeda sama Mama-Papa (dooooo&#8230; Mama papaaaa&#8230;!). Walau bukan sebuah keharusan, tapi sepertinya semua anak punya saat-saat pertama belajar sepeda, lengkap dengan jatuh bangunnya. Mulai dari roda tiga, mulai dari dipegangin, hingga baru benar-benar bisa mengendarai sepeda roda dua itu sendirian. Bahagianya minta ampun, berasa udah jadi yang paling hebat sedunia. Dilanjutkan dengan bersepeda keliling kompleks perumahan di sore hari setelah mandi sore dan makan sore disuapin sama Mama. Hehehe. Menyenangkan sekali rasanya bersepeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau nggak kalau sekarang disuruh kembali bersepeda?<span id="more-604"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pasti enggak. Hehehe. Sepeda paling-paling dipakai buat properti buat foto pre-wedding. Hihihi. Tahun lalu udah digembar-gemborkan program <strong>B2W</strong> alias <strong>Bike To Work</strong>. Bersepeda ke tempat kerja. Nggak begitu kedengeran gaungnya sampai sekarang. Entahlah, mungkin saya aja yang nggak terlalu <em>updated</em>. Tapi hal itu nggak menyurutkan semangat pemerintah kota Jogja, dengan mengkampanyekan program yang serupa, tapi dibuat lebih &#8216;local&#8217; dengan mengganti namanya menjadi berbahasa Jawa : <strong><em>Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe</em></strong>, disingkat menjadi <strong>SEGO SEGAWE</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg"><img class="size-medium wp-image-606 aligncenter" title="segosegawe" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg?w=387&#038;h=58" alt="" width="387" height="58" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ya yaya.. orang Jogja emang paling pinter bikin singkat2an dan plesetan. Itulah mengapa Dagadu laris manis. Intinya sih sama aja, sama-sama mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi menuju ke tempat kerja dan juga sekolah. Program SEGO SEGAWE ini diresmikan pelaksanaannya tanggal 13 Oktober lalu oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, dengan menampilkan juga special guest bernama mbak <strong>Nurhayati</strong>. Ini adalah mbak2 yang meraih medali emas di PON 2008 Kaltim, bukan mbak2 yang ada di lagunya <strong>Ona Sutra</strong> itu *<em>waks!</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, pertanyaannya ya tetep sama : <strong>mau nggak kita disuruh bersepeda lagi seperti dulu?</strong> Memang sih, yang dianjurkan untuk ikut progam ini adalah masyarakat yang jarak rumahnya tidak lebih dari 3 kilometer dari letak kantor atau sekolahnya. Karena agak jahat rasanya, kalau warga yang rumahnya belasan kilometer jauhnya harus bersepeda. Apalagi yang rumahnya diluar kota. Tapi tetep aja, mau rumahnya cuman sekilo-dua kilo jaraknya pun, kalau udah bertemu dengan yang namanya polusi kendaraan, cuaca panas yang gila2an, berisiknya suara klakson mobil (dan caci maki orang di jalan), pasti tetep aja akan bilang : ENGGAK DEH. MAKASIH. SITU DULUAN AJA!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya inget dulu jamnnya kuliah, pernah sok-sokan &#8216;nyepeda&#8217; juga ke kampus. Pakai sepeda <strong>Federal </strong>(hihi.. apa kabar ya itu sepeda?). Indah sekali lho, berangkat jam 6 pagi, melewati jalan setapak dipinggiran Selokan Mataram. Sambil bersenandung, menyapa hangatnya mentari *<em>halah</em>*. Hingga kemudian malapetaka itu datang, ketika jam 11 siang saya pulang dari kampus menuju ke kos lewat jalan yang sama. Kok rasanya beda ya?? Hahahaha. Puanass, hauss, dan berasa nggak sampai-sampai! Boro2 menyapa mentari, yang ada kayanya itu mentari yang menyapa saya dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Huahahahhaa&#8230; emang enak siang2 sepedaann?????</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Alhasil, program bersepeda ke kampus pun hanya berlangsung 1 hari saja. <em>Enough</em>. Kembali lagi ke sepeda motor.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya nggak tau sampai sejauh mana program &#8216;kembali bersepeda&#8217; ini akan berhasil. Saya pribadi sih mendukung2 aja. <strong>Karena niatnya kan baik</strong>. Ingin mengurangi polusi yang nantinya (Insya Allah) membantu memperlambat efek pemanasa global juga. Sekalian juga, dengan niatan menghidupkan lagi suasana kesederhanaan khas Jogja yang sudah lama hilang. Apalagi pemerintah sepertinya juga sudah mempersiapkan program ini dengan baik, mulai dari <em>memberikan Asuransi bagi pengendara sepeda, menyusun jargon &#8216;gaul&#8217; untuk mematahkan mitos negatif bersepeda, hingga pemilihan &#8216;pesepeda Idol&#8217;!</em> Nggak usah tanya, nggak usah protes, saya juga cuman mengutip dari situs resminya kok (silakan liat di <strong>ww.sewgosegawe.jogja.go.id</strong>). Apalagi saya kok lebih senang apabila di jalan bertemu dengan komunitas pesepeda yang terkesan sederhana dan bersahabat, daripada bertemu dengan komunitas motor (terutama motor2 besar) yang lebih suka bikin macet jalan lengkap dengan aura ke-aroganan mereka itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>Jadi, Mas Ganteng mau dong ikutan naik sepeda ke tempat kerja, ke gym, ke mal dll?</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mmmm&#8230; mmmmmmm&#8230;&#8230;. mmmmmmmmmmmmmmmmmmm.. gimana yaa.. gini aja deh. Kalau para petinggi-petinggi pemerintah itu sudah bersepeda juga, kalau DPR sibuk menganggarkan sepeda dinas daripada mobil dinas, kalau jalur khusus pengendara sepeda bener-bener udah berfungsi baik, kalau udah nggak musim penghujan, kalau suhu di musim kemarau nggak panas2 amat, dan -<em>ini yang penting</em>, kalau ada yang ngeboncengin, maka saya akan bilang : YA. SAYA MAU.</p>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHAHA..</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/604/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/604/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=604&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/26/kring-kring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/segosegawe.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">segosegawe</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raindrops Keep Falling On My Head</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 19:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan &#8216;menghangatnya&#8217; suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=599&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan &#8216;menghangatnya&#8217; suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu akan diganti dengan keluh kesah yang lain, mulai dari atap bocor, listrik yang tiba-tiba padam ditengah kejaran deadline, dan masih banyak lainnya. Namanya juga manusia ya. Dikasih panas, ribut. Dikasih ujan, ga bikin diem juga. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain menyambut datangnya musim penghujan dengan menyiapkan<strong> Jas Hujan </strong>dan <strong>Payung Lipat</strong> yang bisa masuk ke tas laptop (hihi), saya baru-baru ini juga sedang menyiapkan lagu-lagu bertema hujan yang bisa saya senandungkan ketika kelak saya kehujanan. Agak gak penting mungkin kedengarannya. Tapi jangan salah! Saat-saat dimana kita kehujanan, adalah saat-saat dimana keadaan jiwa dan raga ini <em>*edannn*</em> sungguh tersiksa. Sehingga salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangkitkan semangat diri sendiri, membuat nyaman diri sendiri, ya salah satu caranya adalah dengan bernyanyi. Ini kalau saya, karena emang hobinya nyanyi. Kalau saya hobi puisi, mungkin saya juga akan mengarang sebuah puisi. Tapi kok terlalu dramatis ya, ditengah hujan kok malah baca puisi?? Mending nyanyi deh kayanya. Asal ga pake joget2 aja. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja saya juga nggak akan menyanyikan <strong>November Rain</strong>-nya <strong>Guns&#8217;n Roses</strong> karena suara saya nggak semelengking <strong>Axl Rose</strong>. Apalagi menyanyikan lagu <strong>Through The Rain</strong>-nya <strong>Mariah Carey</strong>, karena saya nggak mau orang2 disebelah saya memandang sebal karena suara saya yang dimirip-miripin suaranya mbak Mimi yang meliuk2nya suka over itu. Atau menyanyikan lagu <strong>Singing In The Rain</strong>-nya <strong>Jamie Cullum</strong>, karena saya cuman hafal bagian</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>I&#8217;m singing in the rain.. I&#8217;m, singing in the rain..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">doang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pilihan saya akhirnya jatuh pada <strong>Rhythm of The Rain</strong>-nya <strong>Dan Fogelberg</strong> atau <span style="color:#000080;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.youtube.com/watch?v=lHPm0hsSNFo"><strong>Raindrops Keep Falling On My Head</strong></a></span></span>-nya <strong>BJ Thomas</strong>. Sama jadulnya, memang. Ya, usia emang tidak bisa menipu. Tapi karena saya butuh lagu dengan lirik yang membangkitkan semangat dikala hujan, saya lebih memilih lagu yang terakhir, karena lagu yang pertama ternyata bercerita tentangn patah hati! Walah! Udah kehujanan, nyanyinya lagu tentang patah hati? Sedih bener hidup..</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Raindrops are falling on my head<br />
and just like the guy who&#8217;s feet are too big for his bed,<br />
nothing seems to fit<br />
those,raindrops are falling on my head,they keep falling</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>so I just did me some talking to the sun,<br />
and I said I didn&#8217;t like the way he got things done,<br />
sleeping on the job<br />
those, raindrops are falling on my head they keep falling</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>But there&#8217;s one thing, I know<br />
<strong> the blues they sent to greet me won&#8217;t defeat me.<br />
It won&#8217;t be long &#8217;till happiness steps up to greet me</strong></em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><em>Raindrops keep falling on my head<br />
but that doesn&#8217;t mean my eyes will soon be turning red.<br />
Crying&#8217;s not for me, cause<br />
<strong> I&#8217;m never gonna stop the rain by complaining</strong><br />
because I&#8217;m free.. nothing&#8217;s worrying me ..</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Becaus it is true</em>. <strong>Burt Bacharach</strong> bikin lagu ini sepertinya tidak murni menceritakan tentang Hujan. Tapi tentang hidup secara keseluruhan. Hujan biarlah hujan. Dengan menggerutu, memaki-maki ataupun marah-marah, nggak akan bisa membuat hujan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah berhenti berjalan dan kemudian menghindarinya dengan cara berteduh dengan resiko telat sampai tujuan misalnya, atau berjalan terus dan menikmati &#8216;karunia&#8217; ini walau dengan resiko akan terkena penyakit, misalnya. Sama seperti hidup kok. Banyak pilihan-pilihan. Tinggal dipilih aja. Tapi setelah memilih, jangan komplain. Semua pilihan pasti ada konsekuensinya.</p>
<p style="text-align:justify;">So, <em>next time </em>situ ngeliat sini sedang kehujanan, situ tau lah sini sedang bersenandung lagu apa.. Hihihi.</p>
<br />Posted in Musik &amp; Lirik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/599/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/599/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=599&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/raindrops-keep-falling-on-my-head/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Time After Time</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 18:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Waktu. Terasa berjalan cepat atau lambat, memang tergantung dari kita yang menjalaninya. Bisa terasa cepat, bisa juga terasa lambat jalannya, bahkan bisa juga ada suatu titik dimana malah kita merasa bahwa waktu terasa berhenti berjalan. Mandeg. Stand still. Nggak kemana-mana. Tentu saja balik lagi ke yang namanya perasaan kita. Mau bagaimanapun, selama belum kiamat, ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=591&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Waktu. Terasa berjalan cepat atau lambat, memang tergantung dari kita yang menjalaninya. Bisa terasa cepat, bisa juga terasa lambat jalannya, bahkan bisa juga ada suatu titik dimana malah kita merasa bahwa waktu terasa berhenti berjalan. <em>Mandeg</em>. <em>Stand still</em>. Nggak kemana-mana. Tentu saja balik lagi ke yang namanya perasaan kita. Mau bagaimanapun, selama belum kiamat, ya waktu itu pasti berjalan terus, nggak akan berhenti. Dan sudah pasti. Mulai dari malam ke pagi, pagi ke siang, siang berganti sore, sore kembali lagi ke malam. Begitu seterusnya. Nggak akan ada yang namanya pagi mendahului malam atau siang berganti malam. Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wah, sebuah alinea pembuka yang cukup berat untuk sebuah tulisan blog ya. Hehehe. Padahal intinya sih saya cuma pengen cerita, kalau kita mau sekali-kali melihat ke belakang lagi, kita akan ngerasa kalau waktu itu seperti berjalan begitu cepat. <strong>SEPERTI</strong>. Mungkin karena kita selama ini begitu sibuknya menjalani hari dengan apapun, <em>mostly</em> mungkin pekerjaan, sehingga kita jarang sekali melihat lagi apa saja yang sudah kita lakukan dan kita dapatkan hingga saat ini. Dengan kerjaan yang seabreg2, dengan padatnya kegiatan yang segudang, yang ada kita menjalani waktu dengan yaaa, begitulah.. sekedar menjalani saja. <em>The next thing we know</em>, tau2 kita udah ada di sini. Di tempat kita sekarang ini.  Di tempat Anda membaca tulisan ini. Di usia Anda tahun ini. Detik ini. Udah kemana aja kita sebelum ini? Udah ngapain aja kita hingga akhirnya ‘terdampar&#8217; disini?<span id="more-591"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sore ini saya dapat SMS berisi pesan sepert ini:</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>Kalau aku manggil Om Andre, berarti sekarang Om udah jadi Eyang.  Kenalin cucu baru Eyang Andre, namanya Raka Al-Fatih. Hari ini pas umurnya 2 bulan..</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pengirmnya adalah <strong>Riang</strong>, teman saya satu kos dulu. Seperti yang sudah pernah saya tulis dulu, dimanapun saya kos, saya seperti ditakdirkan untuk menjadi penghuni yang tertua dari sisi usia. Kalau dari sisi muka dan penampilan, saya optimis ada adik2 dibawah saya  terlihat lebih tua dari saya. Hehehehe. Makanya 2 kali berganti kos, panggilan <strong>‘Om&#8217; </strong>tidak pernah lepas, dan spertinya tidak akan pernah lepas. Dan sekarang, ‘keponakan-keponakan&#8217; saya satu persatu sudah menikah dan bahkan seperti Riang ini, sudah memiliki anak. <em><strong>Then suddenly, I became a Grandpa!</strong> </em>Dari Om berubah menjadi Eyang! MENYEBALKAN! Kebayang kalau besok saya ketemu Riang dan anaknya, Riang akan tetap memanggil saya dengan panggilan ‘Om Andre&#8217; dan dia akan memperkenalkan saya ke anaknya dengan panggilan ‘Eyang Andre&#8217;. Owhhh&#8230; Cuma sekedar panggilan sih. Tapi kok dengernya bikin sebel. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, waktu. Waktu bisa terasa berjalan cepat sekali. Sehingga kadang yang namanya angka, jadi bisa tidak berarti dan menerangkan apapun. Setahun bisa berarti sebentar,bisa juga terasa lama. 1 jam pun bisa terasa demikian. Kurang dari sebulan yang lalu, saya menghadiri acara Reuni SMA saya, untuk angkatan 98 yang sudah berusia 10 tahun. Seperti yang pernah saya tulis juga, angka 10 tahun itu sepertinya sebuah rentang waktu yang cukup lama ya. Cukup lama untuk melakukan sesuatu, meraih sesuatu, menghasilkan sesuatu, bahkan termasuk untuk merubah sesuatu. Atau seseorang. Tapi ternyata pemikiran itu tidak sepenuhnya benar. 10 tahun ternyata tidak terlalu lama. Paling tidak, berkumpul kembali dengan teman-teman SMA, tidak banyak perubahan yang besar terjadi pada mereka. Masih seperti ketika berkumpul 10 tahun yang lalu. Masih seru, masih gila. Paling-paling, perubahan terjadi pada sisi fisik saja. Hampir semuanya bertambah gemuk, karena memang sudah hukum alam kalau pada usia tertentu (<em>let&#8217;s say </em>selepas SMA, lah) pertumbuhan tinggi tidak akan berlanjut lagi. Hehehe. Dan tentu pada perubahan status. Ada yang sudah menggandeng suami dan anaknya ke acara reuni, entah dia membayar iurannya dobel juga atau tidak. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi intinya tetap sama, 10 tahun ternyata bisa jadi juga tidak ‘selama&#8217; yang kita bayangkan juga. Mungkin jika dilihat dari sisi <em>achievement</em>. <strong>Kesuksesan bisa menjadi relatif sekali.</strong> Pada tahap atau kondisi bagaimana seseorang bisa dianggap ‘sukses&#8217;? Ada yang menjadi pengusaha di luar negeri, bisa dibilang sukses. Ada yang menjadi Calon Legislatif, itu bisa juga dibilang sebuah kesuksesan walau masih sebatas calon. Hehehe. Ada yang menjadi ibu rumah tangga, itu pun bisa dibilang sukses dalam hal jodoh, misalnya. Ini mungkin kalau dilihat oleh saya yang masih belum sukses dalam urusan jodoh. Ada juga yang menjadi penulis blog,itupun bisa dibilang sebuah kesukesan karena nggak semua orang bisa menulis blog, misalnya. Relatif sekali jadinya,bukan?</p>
<p><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg"><img class="size-medium wp-image-596" title="dsc00354edit1" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg?w=300&#038;h=268" alt="&quot;..sini, foto dulu sama Om Alumnus..&quot;" width="300" height="268" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi satu yang pasti, dalam rentang waktu 10 tahun itu, umur kita bertambah 10 juga.  Dulu masih belasan tahun, sekarang sudah masuk dalam hitungan puluhan. Dulu masih menjelang angka 20,sekrang sudah hampir masuk ke kepala 3. Kalau udah gini, baru lah ngerasa kalau waktu itu jadi berjalan cepat sekali. Tau-tau, umur udah segini aja. Udah nggak inget lagi apa aja yang kita lakukan dan kita dapatkan ketika ada di umur 19, 21, 25 bahkan usia kita setahun yang lalu juga udah lewat begitu saja. Jangan-jangan kita bener-bener udah menjalani hari dan menjalani waktu memang sekedar menjalani saja, tanpa benar-benar menikmati every single time? Jadi waktu yang terlewat, ya hanya terlewat begitu saja, sama seperti kita nggak pernah sadar, menikmati dan mensyukuri nafas kita, saking sudah terbiasanya? Makanya Oprah sering banget koar-koar bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>&#8220;Breath Conciously!&#8221;.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bernafaslah dengan sadar bahwa kita sedang bernafas. Dari situ kita akan sadar kalau kita ini hidup. Ada di waktu yang sekarang yang harus disadari, disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bukan kemarin, bukan juga di masa depan. Tapi sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Every tick of the clock takes away something. </em></strong>Setiap detik yang berlalu itu, pasti akan membawa pergi sesuatu dari diri kita. Dari kehidupan kita. Sesuatu itu bisa apapun. Termasuk waktu yang nggak akan bisa kembali lagi. Jadi memang bukan waktunya lagi terlalu membahas 10 tahun yang lalu apalagi menyesalinya <em>and then feel bad about it.</em> Itu udah berlalu, dan sudah menjadi sejarah hidup kita. Sekarang waktunya kita membuat history hidup kita lagi untuk, <em>let&#8217;s say for another 10 years</em>. 10 tahun berikutnya. Walaupun nggak ada yang menjamin kita masih hidup di tahun 2018 besok itu. Tapi paling enggak, dengan menjalani waktu kita hari ini dengan sebaik-baiknya, kita sudah membuat sejarah yang di kehidupan kita sendiri, yang akan kita kenang lagi 10 tahun yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akhirnya saya semakin mengerti, kenapa Nabi Muhammad SAW pernah bilang, kalau ada orang yang nasib atau keadaannya sama dengan nasib atau keadaannya di waktu lalu, maka dia termasuk orang yang rugi. Karena memang begitu berharganya, yang namanya waktu itu.</p>
<br />Posted in Pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/591/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/591/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=591&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/25/time-after-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/10/dsc00354edit1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00354edit1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Berencana</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 03:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Entahlah, pertanda apa ini. Tapi diantara puluhan SMS yang mengucapkan Selamat Idul Fitri dan meminta maaf lahir dan batin yang saya terima, terseliplah satu SMS yang datang pada hari Jumat jam 3 sore lebih 45 menit berbunyi seperti ini : Pengelola &#38; Pelaksana Prog KB mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir batin. Terimakasih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=585&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Entahlah, pertanda apa ini. Tapi diantara puluhan SMS yang mengucapkan Selamat Idul Fitri dan  meminta maaf lahir dan batin yang saya terima, terseliplah satu SMS yang datang pada hari Jumat jam 3 sore lebih 45 menit berbunyi seperti ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>P</em><em>engelola &amp; Pelaksana Prog KB mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H. Mohon maaf lahir batin. Terimakasih atas dukungan utk Prog KB. Kepala BKKBN Dr Sugiri Syarief MPA&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sungguh saya terheran-heran karenanya. Sejak kapan saya ikut menyatakan dukungan saya terhadap Program Keluarga Berencana?? Kenal sama orang BKKBN aja engga. Ngemsi acara mereka juga belom pernah. Bukannya saya nggak mendukung program KB ya, tapi .. duh, berkeluarga aja belom! Tapi mungkin ini semacam pertanda ya, kalau saya sudah saatnya MERENCANAKAN KELUARGA dan baru kemudian mendukung program KELUARGA BERENCANA!</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehehe&#8230;</p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=585&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/06/keluarga-berencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 02:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira, ungkapan apa ya yang sering sekali muncul ketika kita ber-silaturahmi, saling mengunjungi di hari Lebaran selain &#8220;Selamat Idul Fitri&#8221; atau &#8220;Mohon Maaf Lahir Batin&#8221;? Kalau dari pengalaman saya sih, kalimat yang menempati posisi dibawah kedua ungkapan tersebut *edaann.. kaya apaan aja* adalah : Aduh, kok repot-repot..?&#8221; Atau &#8220;Wah, nggak usah repot-repot!&#8221; Bayangin, hampir semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=581&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kira-kira, ungkapan apa ya yang sering sekali muncul ketika kita ber-silaturahmi, saling mengunjungi di hari Lebaran selain <em>&#8220;Selamat Idul Fitri&#8221;</em> atau <em>&#8220;Mohon Maaf Lahir Batin&#8221;</em>? Kalau dari pengalaman saya sih, kalimat yang menempati posisi dibawah kedua ungkapan tersebut <em>*edaann.. kaya apaan aja* </em>adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Aduh, kok repot-repot..?&#8221;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Atau</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Wah, nggak usah repot-repot!&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bayangin, hampir semua orang yang datang berkujnung ke rumah kita (at least, rumah saya, lah!) selalu berbasa-basi dengan bilang <em>&#8220;Aduh, udah nggak usah repot-repot&#8230;&#8221;</em> ini setiap kali kita sebagai tuan rumah memberikan suguhan makanan atau minuman kepada mereka. Begitu juga sebaliknya. Ketika kita berkunjung ke suatu tempat. Kita kok ya juga ikut-ikutan latah berbasa-basi berkata demikian.  Kayanya jadi ekspresi atau ungkapan yang standar banget ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ya iya sih, reaksi  orang yang masih waras memang wajarnya emang gitu. Kalo ada orang yang memberikan suguhan kepada kita ketika kita bertamu, selain pilihan bilang, <em>&#8220;Terima Kasih..&#8221;</em>, ya bilang<em> &#8220;Udah lho.. nggak usah repot-repot&#8221;</em>. Dan sang Tuan rumah yang (sepertinya) tidak merasa direpotkan itupun akan menjawab dengan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Ah enggak apa-apa. Setahun sekali&#8230;.&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Agak membingungkan juga sebenarnya. <span id="more-581"></span>Apakah itu berarti  tidak menjadi masalah kalau kita merepotkan mereka setahun sekali? Dan akan menjadi &#8216;merepotkan&#8217; kalau kita berkunjungnya lebih dari sekali dalam setahun?? Hehehehe. Tentu saja nggak begitu, maksudnya. Pastinya yang dimaksud adalah, Lebaran adalah moment setahun sekali yang sangat berbeda <em>treatment</em>-nya atau perlakuannya. Jadi wajar kalau para tamu akan di perlakukan dengan spesial pula, sama spesialnya dengan persiapan-persiapan sang Tuan rumah untuk menyambut perayaan Lebaran ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngomong-ngomong soal perlakuan khusus dan spesial Lebaran, terus terang saya sangat kagum sekali dengan tradisi <strong>Mudik</strong> di negeri ini. Nggak ada yang bisa menandingi semangat orang-orang untuk bisa berlebaran di kampung halaman, bagaimanapun caranya, berapapun biayanya. Hayuk aja, dijalaniin. Mau lewat darat, laut, udara, bahkan mungkin kalau bisa lewat luar angkasa pun, mungkin dilakonin. SMS, Telpon apalagi kartu lebaran, udah nggak bisa menahan kekuatan hati untuk bertemu muka untuk sekedar meminta maaf. Ada yang kurang rasanya ketika bilang, <em>&#8220;Maafin gue lahir batin ya&#8221;</em>, tapi tanpa jabatan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah. Makanya, walaupun macet di jalan sampai bisa sampai puluhan kilometer. Walau badan kegencet kanan-kiri-atas-bawah di kereta api, walau harus merogoh isi dompet sampai  tinggal bersisa SIM dan KTP doang didalamnya, <strong>nggak masalah!</strong> Mudik bukan lagi <strong><em>&#8220;kalau bisa mudik, ya mudik. Kalo nggak bisa ya nggak apa-apa&#8221;</em></strong> lagi. Tapi sudah menjadi,<em><strong> &#8220;Kalau nggak bisa mudik, ya dibisa-bisain!&#8221;</strong></em>. Luar biasa memang. Melihat semangat mereka yang pantang menyerah. Melihat bekal yang mereka bawa untuk oleh-oleh saudara-saudara mereka di kampung halaman, bener-bener bikin terharu dan bahkan bikin geleng-geleng kepala.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<h3 style="text-align:center;"><strong><em>&#8220;Setahun sekali. Nggak apa-apa&#8221;.</em></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Memang nggak apa-apa. Toh tradisi bersilaturahmi dan mudik ini adalah sebuah <em>gesture</em> yang baik. Berkumpul dengan keluarga, kembali ke kampung halaman,  bagaimanapun juga membuat kita sejenak ingat darimana kita berasal. Membuat kita tetap menjejak ke tanah. Bahwa hidup itu sebenarnya harus dijalani dengan sederhana. Dan kita harus bersyukur, ditengah <strong><em>&#8216;ketidak-sederhanaan&#8217;</em></strong> hidup yang kita jalani sehari-hari di tempat kita merantau ini, kita masih diijinkan untuk sedikit menghela nafas, mencoba untuk tetap ‘normal&#8217; sejenak, lewat tradisi pulang kampung setahun sekali ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan dengan hiruk-pikuk dan gegap-gempita Mudik Lebaran yang kita jalanin ini nggak akan membuat kita lupa, kalau kita sebenernya masih punya tugas untuk <strong>&#8220;Mudik&#8221; </strong>ke suatu tempat &#8216;disana&#8217; yang entah kapan akan datangnya. Cuman yang Diatas yang tau. Dan itu terjadinya bukan setahun sekali,tapi seumur hidup sekali! Mudah-mudahan aja, ketika saat itu datang, kita udah bisa ‘mudik&#8217; dengan tenang, karena kita sudah menyelesaikan segala tugas-tugas kita didunia, dan sudah menyiapkan bekal ibadah dan kebaikan yang lebih dari cukup (dan  mau ber-repot-repot untuk mengumpulkannya), sehingga kita bisa sampai dengan selamat di kampung halaman-Nya. Amin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dear friends, mengutip lirik lagu <strong>HUMAN</strong>-nya <strong>Jon Mclaughlin</strong>,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>..after all, we&#8217;re only human, always fighting what we&#8217;re feeling, hurt instead of healing..</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">selaku <em>editor in chief</em> blog ini (hehehe), ijinin saya ngucapin Selamat Idul Fitri 1429 Hijriah ya. Mohon maaf atas segala kesalahan, dan terima kasih untuk segala kebaikan. S<em>end my warmest regards to your family and friends</em> di kampung <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Pemikiran, Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=581&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/10/03/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(not so hot) HOTLINE</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 23:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Sumpah! Keganggu sekali rasanya ngeliat tulisan di spanduk berwarna dasar kuning buluk di perempatan Jalan Kaliurang ini. Rasanya tangan udah gatel banget pengen nurunin spanduk itu, dan menggantinya dengan tulisan yang lebih benar, versi saya tentu saja. Karena kalau menurut saya, hanya gara-gara salah satu tanda baca, bisa merusak keseluruhan maksud pengumuman itu. Coba perhatiin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=576&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-575" title="dscn0037" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg?w=321&#038;h=190" alt="" width="321" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah! Keganggu sekali rasanya ngeliat tulisan di spanduk berwarna dasar kuning buluk di perempatan Jalan Kaliurang ini. Rasanya tangan udah gatel banget pengen nurunin spanduk itu, dan menggantinya dengan tulisan yang lebih benar, versi saya tentu saja. Karena kalau menurut saya, hanya gara-gara salah satu tanda baca, bisa merusak keseluruhan maksud pengumuman itu. Coba perhatiin, deh.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:center;"><strong> ‘ANDA DIRUGIKAN POLISI ! TELP (0274) 4463410&#8242;</strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sepertinya sih, yang dimaksudkan dalam pengumuman itu adalah, jika Anda (kita) dirugikan polisi, sebaiknya melaporkannya ke nomer yang telah disediakan/tercantum itu. Dan untuk itu, kalau yang dimaksud memang demikian, tanda baca yang dipakai seharusnya adalah tanda tanya (?), kan? Menanyakan, apakah kita merasa dirugikan oleh polisi? Jadi seharusnya tulisannya adalah begini :</p>
<h3 style="text-align:center;"><strong> ‘ANDA DIRUGIKAN POLISI?</strong><strong><strong> TELP (0274) 4463410&#8242;</strong></strong></h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Soalnya kalau pakai tanda seru (!), berarti tulisan itu menegaskan, kalau kita SUDAH dirugikan polisi. Pasti dirugikan polisi. Aduh gimana ya menjelaskannya. Coba<span id="more-576"></span> tolong dibaca dan dicermati sendiri, lah! Hehehe. Ngerti kan maksud saya? Tau kan bedanya?  Makanya, saya yang pada dasarnya emang rada2 freak sama masalah tata bahasa *<em>walah</em>*, ngerasa keganggu sekali setiap kali ngeliat tulisan yang  terpampang segede-gede gaban itu. Apalagi, tiap berangkat kantor, pasti lewatnya ya jalan ini juga. Jadinya ya ngeliat terus. Pengen sih sekali-kali  mencoba untuk memalingkan muka setiap melewati  jalan ini. Tapi kok agak berbahaya rasanya, mengendarai kendaraan kok sambil memalingkan muka. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ‘kegatelan’ saya tentang tulisan di spanduk itu, biarlah sampai tahap di blog ini saja. Memprotesnya langsung ke pihak kepolisian, sepertinya hanya akan menambah daftar ke’kurang-kerjaan’ saya saja. Karena sebenarnya ada hal lain yang membuat saya lebih ‘gatel’ lagi. Masih ada hubungannya dengan nomor-nomor pengaduan seperti ini, sih. Tau kan, kemarin-kemarin ini sempat heboh banget tentang yang namanya nomer-nomer telepon  yang menampung pengaduan-pengaduan dari masyarakat. Semacam <strong><em>hotline </em></strong>begitu, lah. Biar masyarakat bisa langsung menyalurkan uneg-uneg mereka, ceritanya. Mulai dari Presiden SBY sampai Kepolisian sempat membuka jalur hotline seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Efektifkah?<br />
Nggak tau juga.  Nggak ada kabarnya sampai sekarang. Apakah pengaduan-pengaduan itu ditindaklanjuti atau enggak. Atau mungkin saya aja yang nggak tahu. Tapi mari kita lihat satu contoh nyata dari hal ini. Menurut harian <strong>Kedaulatan Rakyat </strong>yang saya baca beberapa hari  lalu, <strong>Badan Pengawasan Daerah </strong>(Bawasda) <strong>Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta</strong> pernah membuka hotline yang menerima pengaduan dari masyarakat, jikalau masyarakat menemukan dugaan penyelewengan  keuangan negara yang mengarah ke tindak pidana korupsi. Selama 8 bulan dibuka, masuklah 25 laporan dari masyarakat, <em>and you know what</em>,  20 diantaranya adalah laporan yang terkait perilaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu kasus selingkuh! IYA! Bukan laporan tentang korupsi, tapi malah perselingkuhan yang melibatkan PNS di lingkungan Pemprov DIY. Dan setelah diselidiki, dari 20 aduan itu, SEMUANYA TERBUKTI!</p>
<p style="text-align:justify;">HUAHAHHAHAHAHAHAHA&#8230;<br />
Edan, lah pokoknya. Pantesan aja kasus korupsi banyak yang nggak ketauan. Kasus selingkuh ‘mulu yang dilaporin! Aneh sekali negara ini&#8230;.<br />
<a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg"><br />
</a></p>
<br />Posted in Penting &amp; Tidak ...  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=576&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/29/not-so-hot-hotline/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/dscn0037.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dscn0037</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Postcard From Heaven</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari terakhir ini entah kenapa jiwa jadul saya sedang menggelora dengan hebatnya..hahaha. Maksudnya, dalam hal pemilihan lagu-lagu untuk disenandungkan. 2 hari yang lalu saya lagi seneng-senengnya menyenandungkan lagu &#8220;Aku Cinta Dia&#8221;-nya Chrisye. &#8230;. huuu waa uuu&#8230; aaa iii ya iii yuu waaa.. a aaa&#8230; Hati yang berbung, pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah, aku cinta.. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=567&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari-hari terakhir ini entah kenapa jiwa jadul saya sedang menggelora dengan hebatnya..hahaha. Maksudnya, dalam hal pemilihan lagu-lagu untuk disenandungkan. 2 hari yang lalu saya lagi seneng-senengnya menyenandungkan lagu <strong>&#8220;Aku Cinta Dia&#8221;</strong>-nya Chrisye.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230;. huuu waa uuu&#8230; aaa iii ya iii yuu waaa.. a aaa&#8230; Hati yang berbung, pada pandangan pertama. Oh Tuhan tolonglah, aku cinta.. aku cinta diaaa&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Yuuk. Lengkap dengan geleng-gelang kepala dengan gerakan maksimalnya. Dan ajaibnya, ketika saya <em>share</em> lagu itu dengan teman saya yang dari segi usia lebih dari oldies dari saya yaitu <strong>Oom Gat</strong> *pisss!!*, dia juga bilang kalau hari itu dia sedang menyenandungkan lagu yang sama! <strong><em>Jinx</em></strong>! Kebetulan yang mengerikan. Hari berikutnya, gantian saya goyang-goyang kepala dan kaki *<em>ugh, lebay!</em>* mendendangkan lagu <strong>&#8220;Surat</strong> <strong>Cinta&#8221;</strong>-nya Tante Vina Panduwinata.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8230; Hari ini ku gembira&#8230; Melangkah di udara.. Pak Pos membawa berita, dari yang kudamba&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kalau lagu yang pertama tadi, sepertinya itu murni karena faktor kebetulan aja, denger lagu itu di acara <strong>Indonesia Siesta</strong>, dan kemudian satu kantor ikut bernyanyi semua! Jadinya, keinget terus sampai sekarang. Lagunya seru banget ternyata. Coba dengerin sendiri, deh. Rasanya dunia ini menjadi riang gembira karenanya *<em>makin lebay</em>*. Hehehehe.  Nah, kalau kasus lagunya Tante Vina itu lain lagi temanya. Ini gara-garanya kemarin ada pak Pos yang mengirimkan sebuah Postcard untuk saya. Bukan dia yang mengirimkan, sih.. tapi dia hanya menyampaikannya ke saya. Hehehe.<span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>One unexpected postcard</em>, tepatnya. Pertama, karena kaget aja ngeliat ada selember postcard nongol diantara tumpukan kiriman CD-CD sampel dari label dan sejuta Juklak Program dari Jakarta. Kedua, karena emang ga nyangka aja hari gini ada yang punya ide cemerlang untuk mengirmkan sebuah postcard. Bahkan saya malah baru tau kalo teknologi Postcard  ini masih ada. Hehehehe. Postcard itu bergambar sebuah tempat bernama<strong> Blarney Castle</strong> di Irlandia. Jadi saya menebak, kartu itu dikirimkan dari sana juga. Wah, perasaan saya nggak punya kenalan yang transmigrasi kesana. Hehehe. Makin bikin saya deg-degan lagi, postcard itu ditujukan untuk : <em>&#8220;Mas Deka (Yg Punya Blog Sanggarcerita)&#8221;</em>! Ok, apa2an ini&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg"><img class="size-medium wp-image-568 aligncenter" title="the-postcard-002" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg?w=247&#038;h=186" alt="" width="247" height="186" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang bikin semakin saya melambung di udara seperti lagu itu, adalah isi dari Postcard itu sendiri.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Hi, kalo inget Blarney Castle, jadi inget blog Sanggarcerita. Soalnya tanpa kissing the stone pun ceritanya udah rame. Gimana ya kalo yang nulis juga sempet ke Blarney Castle, yang dipercay sama politikus sekelas Winston Churchill bisa meningkatkan kemampuan berbicara &amp; berdiplomasi *halah*. Niwei, I really enjoying your blog. Especially di hari-hari dimana tingkat kekangenan pada kelucuan dan ke-Jogja-an sangat tinggi. Sering-sering di update ya blognya. Please? Hehehe..</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Owhh.. tanpa ada keterangan nama siapa yang mengirimkannya. Makin penasaranl, lah saya jadinya. Siapa ya? Hayo ngaku! Hehehe. Tapi gapapa, biarlah. <em>Let it be an anonymous one</em>. Biar makin seru sensasi penasarannya. Hahaha. <em>But whoever you are, thanks for the postcard ya! Really made my day. </em>Atau seperti Tante Vina bilang, membuat sayamelangkah di udaraa.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Teman-Teman  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=567&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/22/postcard-from-heaven/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/the-postcard-002.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">the-postcard-002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 13:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Diantara puluhan, bahkan mungkin ratusan program-program Ramadhan yang ada di TV, cuma ada 1 program yang menarik perhatian saya. Bukan program lawak yang ‘cuwawakan&#8217; tidak jelas itu, tapi sebuah acara talkshow sederhana yang ditayangkan di METRO TV setiap hari menjelang berbuka puasa. Biasanya sih, TVRI Jogja yang paling favorit untuk ditonton setiap kali menjelang waktu-waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=561&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Diantara puluhan, bahkan mungkin ratusan program-program Ramadhan yang ada di TV, cuma ada 1 program yang menarik perhatian saya. Bukan program lawak yang ‘cuwawakan&#8217; tidak jelas itu, tapi sebuah acara talkshow sederhana yang ditayangkan di <strong>METRO TV</strong> setiap hari menjelang berbuka puasa. Biasanya sih, TVRI Jogja yang paling favorit untuk ditonton setiap kali menjelang waktu-waktu buka puasa begini.  Yang dinanti amatlah jelas : <strong>Adzan Maghrib</strong>! Hehehe. Abis itu, ya udah. TV nya dimatiin.</p>
<p style="text-align:justify;">Acara  yang saya maksudkan diatas itu berjudul  <strong>ENSIKLOPEDI ISLAM.</strong> Digawangi oleh <strong>Shahnaz Haque</strong> <em>*uedann&#8230; digawangi!*</em> , dan dipandu oleh <strong>Ustadz Abu Shangkan</strong> sebagai narasumbernya. Jadi selama bulan puasa ini, diterangkan point-by point (abjad per abjad)  tentang bagaimana caranya kita bisa melaksanakan ibadah Shalat dengan benar. Intinya adalah bagimana menemukan ‘kekhusyukan&#8217; dalam setiap Shalat yang kita lakukan. Buat saya, tema ini bener2 wajib tonton. Gimana ya, jujur sejak mulai bisa Sholat jaman SD dulu sampai sekarang, kayanya saya belom pernah yang ngerasain sholat yang khusyuk.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, saya aja masih meraba-raba. Nggak ngerti<strong>. Khusyuk itu yang bagaimana sih?</strong> Ada yang bilang, khusyuk itu adalah identik dengan tenang, konsentrasi. Dimana kita merasa ketenangan yang luar biasa dan merasakan kehadiran Tuhan disebelah kita. Aduh, itu agak ribet ya! Kalau kita sholatnya di tempat yang tenang, mungkin masih bisa kita kebawa ikutan tenang juga. Tapi kalo kita sholatnya di tempat yang rada berisik ehm<em>, let&#8217;s say</em> di Musholla kantor yang tempatnya nempel sama ruang makan, ya rada-rada susah Bos! Mau diniatin kaya apapun, tetep aja suara kenceng rekan-rekan sekerja yang heboh ngegosipin pertikaian Dewi Persik VS Andi Soraya, jauh lebih menancap daripada bacaan Al-Fatihah! Hahaha. Gebleg.<span id="more-561"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yang <strong>kedua</strong>, selain saya sendiri masih <em>keep on searching</em> tentang yang namanya khusyuk ini, keadaan makin parah karena Sholat saya aja masih suka bolong-bolong. Kadang kalo kesiangan dan lupa Sholat Subuh, saya ngerasa sia-sia kalo siangnya saya melaksanakan Sholat Dhuhur, sorenya sholat Ashar dst. Ngerasa,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Aduh, ngapain juga? Tetep aja gue ga genep 5 waktu sholatnya&#8230;&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Jadi setiap kali ada bolong satu sholatnya, maka makin males buat sholat lainnya. Huahahaha. Sungguh dangkal sekali pemikiran ini. Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah merasa lebih baik. Maksudnya, masih suka bolong sih. Tapi sekarang walau misalnya Subuh kelewatan, saya tetap berusaha ‘menggenapkan&#8217; keempat yang lainnya. See, betapa saya sudah berkembang pemahaman agamanya *<em>at least I give myself a credit!</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, ketika nonton acara ENSIKLOPEDI ISLAM tentang Sholat ini, saya jadi seperti diingatkan lagi, tentang apa dan bagaimana Sholat itu. Dan saya makin tau, kalau Sholat itu nggak cuman kewajiban doang, tapi kalau mau dipelajarin bener-bener, artinya luar biasa sekali. Gimana ya, namanya juga waktu kita ‘ngobrol&#8217; sama Tuhan, jelas luar biasa toh? Tapi masalahnya ya itu tadi, susah-susah gampang mencari yang namanya khusyuk.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg"><img class="size-full wp-image-562 aligncenter" title="sholat" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pernah beberapa kali saya merasakan sholat yang benar-benar ‘kena&#8217; di hati. Hati merasa tenang, damai, bahkan -jujur nih, saya sampai pada tahap nangis Bombay ketika sholat. Saya merasa dekat dengan Tuhan saya. Saat itulah saya ngerasa, inilah tahap Kekhusyukan saya. <strong>Yes! </strong>Saya berhasil merasakan shalat yang khusyuk. Tapi alangkah bete-nya saya ketika di acara itu ada penelpon yang tanya, apakah menangis adalah tanda-tanda kita masuk pada fase kekhusyukan sholat, Ustadz Abu Shangkan dengan muka gantengnya itu menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Belum Cencu&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oh,maaf. Itu Cinta Laura yang menjawab. Yang benar dia menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Belum tentu! Bisa jadi Anda menangis ketika sholat, karena ketika berdiri, duduk atau bersujud itu Anda teringat dengan dosa-dosa Anda yang menggunung? Jadi kemudian Anda menangis. Dan itu jelas beda dengan Khusyuk yang dimaksud dalam Al-Quran..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">IH!<br />
Bikin malu aja. Bikin saya malu sendiri, maksudnya. Karena kalau dipikir-pikir lagi, apa yang diucapkan oleh Ustadz itu benar sekali. Sering kita sholat ketika kita sedang dilanda kesusahan. Atau kesedihan, atau kemarahan. Terutama sekali kita sering sholat sehabis berbuat dosa. Disaat itulah kita merasa kita berdosa sekali, kemudian berdoa dan berusaha meminta ampun kepada yang Diatas, <em>and then we started to cry.</em> Saat itu (bisa jadi)kita merasa sedikit tenang. Dan dengan bodohnya merasa kalau kita sudah memasuki fase kekhusyukan. <em>That is sooo&#8230; not true</em>, <em>apparently</em> menangis ketika kita shalat, tidak serta merta berarti kita telah memasuki fase kekhusyukan sholat. Serba salah, ya?</p>
<p style="text-align:justify;">Duh, sungguh rumit sekali mencari kekhusyukan. Walau saya tau, khusyuk/tidaknya seseorang ketika sedang berdoa/sholat, hanya orang itu saja yang tahu. Tapi menurut saya, faktor lingkungan sekitar tetap memegang andil cukup besar untuk menciptakan ketenangan itu. Itulah kenapa sholat di malam hari itu luar biasa nikmatnya. <em><strong>Because it&#8217;s so quiet. And yet so personal</strong></em>. Hanya ada kita dengan Dia. Makanya saya kok suka kagum ya dengan artis-artis di infotainment, yang bisa-bisanya sholat dalam keadaan ada  <em>cameraman</em> lengkap dengan lightingnya, men-syut dia ketika sedang sholat. Kok bisa konsentrasi ya?? Apa jangan-jangan dia sedang berakting saja? *<em>usil mode : ON</em>*</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya apa-apa ya. Soalnya jadi ngebandingin dengan pengalaman saya aja. Sekitar 3 tahun lalu ketika sedang training di Jakarta, saya pernah menjadi Imam shalat Dhuhur, dan makmum saya waktu itu adalah <strong>Shahnaz Haque</strong> (oowh.. kok dia lagi ya. hehehe). Saya inget banget waktu itu ibu ini yang meminta saya untuk menjadi Imam. Wah, bisa dibayangin gimana deg-degannya saya meng-imam-i arteess! Langsung deh, bacaannya saya lambat-lambatin dan saya hiasi vibrasi dimana-mana. Biar  dikira jago ngaji. Padahal enggak juga! Yang jelas, sholat saya waktu itu tentu tidak khusyuk sama sekali!</p>
<p style="text-align:justify;">Pengalaman lainnya, sekitar 3 tahun lalu juga, saya menghadiri <em>Press Conference</em> tentang keluarnya <strong>Sakti</strong> dari <strong>Sheila on 7</strong> yang cukup menghebohkan. Dulu. Waktu Sheila on 7 masih ngetop. Nah, ketika datang Sholat Maghrib, acara <em>break</em> sebentar untuk memberi kesempatan kami yang hadir untuk Sholat. Dan kebetulan sekali, saya yang wudhunya selesai duluan, lagi-lagi ditunjuk untuk menjadi Imam. Jelas ya, penunjukan ini diambil atas dasar saya selesai wudhu duluan. Bukan karena faktor umur apalagi faktor kefasihan dalam melafaskan ayat-ayat Al-Quran!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan disitulah, seumur-umur saya masuk infotainment dan merasakan tidak nyamannya di <em>shoot</em> ketika sedang sholat! Maklum, di belakang saya kan ada anak2 Sheila on 7 yang ikut sholat. Makanya  para orang2 infotainment itu pun berkerumun disekitar kami, dan mengambil gambar kami yang sedang berusaha keras konsetrasi untuk sholat lengkap dengan lightingnya yang luar biasa terang benderang dan bikin suhu disekitar kami menjadi amat sangat sumuk! Ugh! Sebel banget, boss! Saya kan sholatnya jadi jaim banget. Jangan sampai keliatan jelek di depan TV! Dan lebih penting lagi, jangan sampai muka gue ga keliatan ketika di shoot! Anjeerrrrr&#8230; sholat macam apa itu&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, sampai sekarang saya nggak pernah berhenti untuk mencapai yang namanya khusyuk dalam sholat. Soalnya kalo enggak, sayang juga sih 5 kali sehari kita meluangkan waktu cuman jungkir-balik doang, tanpa tau apa sebenarnya yang lakukan, apa maksud dan arti dari ucapan kita. Karena saya yakin, begitu kita tahu dan merasakan kalau beribadah itu indah dan menenangkan, saya pasti akan selalu menantikan setiap kali datangnya Adzan. Tanpa perlu merasa berat. Tanpa perlu menunda-nunda melakukannya. Insya Allah. Amin. Mudah-mudahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Doakan saya ya *<em>sambil jari kanan membentuk huruf ‘V&#8217;</em>*   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Posted in Pemikiran, Pencerahan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=561&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/19/shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/sholat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sholat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat Memberi, Saat Menerima</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 05:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[De, di Pasuruan ada apa sih? Aku liat disini, bahasanya Perancis. Nggak ngerti. Teman saya Gat yang sedang ada di Laos mengirimkan SMS tadi malam, dan saya dengan entengnya menjawab, Waduh, gak tau juga ya. Lagi gak update. Nih malah lagi di Superindo belanja buat ngisi kulkas! hehehehe sambil lanjut muter-muter ngambil-ngambil barang belanjaan. Tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=555&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong><span style="color:#666699;"><em>De, di Pasuruan ada apa sih? Aku liat disini, bahasanya Perancis. Nggak ngerti.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Teman saya <strong>Gat </strong>yang sedang ada di Laos mengirimkan SMS tadi malam, dan saya dengan entengnya menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Waduh, gak tau juga ya. Lagi gak update. Nih malah lagi di Superindo belanja buat ngisi kulkas! hehehehe</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil lanjut muter-muter ngambil-ngambil barang belanjaan. Tanpa beban. Tanpa rasa penasaran, kira-kira apa yang terjadi disana ( Pasuruan, maksudnya). Ah, paling juga ribut-ribut antar kampung atau  apa, lah. <em>Nothing important</em>. Baru ketika paginya saya siaran Sahur dan mulai membuka-buka internet, baru sadar kalau ternyata <em>something really really bad just happened there</em>. <strong>21 orang meninggal dunia</strong>, <strong>16 luka-luka</strong> akibat terinjak-injak ketika ada pembagian Zakat dari seorang hartawan bernama H. Syaikon. Melihat <em>still picture</em> di <a href="http://foto.detik.com/readfoto/2008/09/15/164343/1006576/157/2/"><strong>Detik.com</strong></a> tentang kondisi disana, terus terang shock banget ngeliatnya. Nggak kebayang aja, di siang yang panas itu, 5000an orang yang <strong>KESEMUANYA ADALAH PEREMPUAN</strong>, berdesak-desakan demi sebuah uang zakat sebesar 30 ribu perak!</p>
<p style="text-align:justify;">Makin pedih lagi ketika melihat liputannya di TV. Lebih gawat lagi, karena gambar yang ditampilkan adalah keadaan nyata di lokasi kejadian. Edan! Gemetar ngeliatnya. Ribuan ibu-ibu benar-benar saling mendorong, dan masya Allah, diperlihatkan juga &#8211; walau gambarnya dibuat tersamar/blur, sesosok perempuan yang terlihat sudah tidak bernyawa diantara kaki-kaki yang ada diatasnya. MASYA ALLAH! Tuhan, apa-apaan ini? Ini bener-benter terjadi?? Bener-bener nggak siap. Sumpah, nggak siap banget diperlihatkan kenyataan sepedih itu, sepagi itu. Yang akhirnya membuat saya bertanya-tanya, <span id="more-555"></span></p>
<h3><strong>Negara kita memang sudah semiskin itu ya?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Nggak tau juga. Tapi jumlah orang miskin banyak, itu sudah pasti. Tapi demi 30 ribu perak ribuan orang mau berdesak-desakan, bahkan sampai mengorbankan jiwa orang lain segala? Buat beberapa orang, mungkin 30 ribu itu nggak seberapa untuk dibelanjain. Termasuk saya yang sangat beruntung sekali pada hari yang sama dengan entengnya mengambil menghabiskan hampir seratus ribu perak  cuman buat beli beberapa kotak Susu dan Juice! <em>Damn, how lucky I am! </em> Tapi bagi 5000an perempuan itu, <strong>30 ribu mungkin sama artinya dengan makan seminggu. Atau bahkan kurang dari itu</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Yang bikin saya makin &#8216;sakit&#8217; adalah melihat kenyataan bahwa mereka yang berdesak-desakan itu adalah para ibu-ibu. Ada yang sambil membawa anaknya yang masih balita, bahkan nggak sedikit yang sudah berusia senja. Sekuat tenaga mereka berpanas-panasan, berdesak-desakan. Yang saya yakin, kalau mereka berhasil mendapatkan uang yang tidak seberapa itu, pasti juga tidak untuk dimakan mereka sendiri. Untuk anaknya, untuk keluarganya&#8230;</p>
<h3><strong>Harus seperti itukah cara beramal?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Nggak tau, ya. Pemahaman agama saya mungkin terlalu dangkal untuk mengatakan bahwa si pemberi zakat itu sebagai pihak yang patut disalahkan atas kejadian ini. Disalahkan karena dia tidak menyiapkan segala sesuatunya untuk mencegah luapan massa yang berdesak-desakan menjadi tak terkendali. Padahal setiap tahun, kabarnya dia juga melakukan hal yang sama, membagi zakat dengan cara mengundang orang untuk datang kerumahnya. Karena setau saya, lebih mulia rasanya kalau kita sebagai yang memberikan zakat untuk MENDATANGI. Bukan DIDATANGI.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Agak sebel juga ketika liat seorang perempuan yang ternyata istri dari si pemberi zakat itu dengan muka datar merasa tidak bersalah, dengan mengatakan mereka <strong>tidak pernah mengundang massa hingga sebanyak itu untuk datang.</strong> Massa itu yang datang sendiri ke lokasi. Memang, hak semua orang sih untuk membela diri. Tapi gini deh, penyaluran BLT yang sudah melaui tahap pencatatan resmi aja pasti semrawut dan <em>out control</em> kok, lha ini yang ada pembagian zakat yang semua orang bisa datang!</p>
<h3><strong>Separah itu kah rasa tidak percaya kita terhadap Lembaga Zakat?</strong></h3>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Saya jadi ingat, baru aja beberapa hari lalu saya ngobrol-ngobrol dengan teman saya Nona Iyan. Kebetulan kami sama-sama ikutan menjadi anggota tetap di sebuah lembaga zakat.</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Nona Iyan</strong> : Bo, lo udah ditelpon sama tempat zakat itu?<br />
<strong>Saya </strong>: Ditelpon?<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Dihubungin, maksudnya. Di SMS.<br />
<strong>Saya </strong>: Oh. Disuruh konfirmasi kalau udah transfer, maksudnya?<br />
<strong>Nona Iyan</strong> : Iya.<br />
<strong>Saya </strong>: Tiap bulan, lah. Kenapa?<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Kok lama-lama gue jadi tertekan ya.<br />
<strong>Saya </strong>: Tertekan gimana??<br />
<strong>Nona Iyan</strong> : Lama-lama mereka kok jadi kaya debt collector gitu ya..<br />
<strong>Saya </strong>: Huahahahhaha&#8230;<br />
<strong>Nona Iyan </strong>: Iya, lho. Kesannya nagih-in terus.<br />
<strong>Saya</strong> : Hahaha. Ya emang gitu kali. Tugasnya ngingetin.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Again, niat baik memang tidak cukup. Terus terang, saya juga sempat keganggu banget dengan kiriman SMS salah satu petugas mereka yang selalu mengingatkan supaya saya jangan lupa mengabarinya (berkonfirmasi) seusai saya mentransfer bantuan kesana. Sebel banget baca SMSnya. Kok kesannya saya ini bandel banget, sampai harus diingatkan berulang kali. Bahkan suatu kali, saking sebelnya terima SMS itu disaat saya sedang mumet karena kerjaan, saya langsung membalas,</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#666699;"><em>Mas, tanpa diminta pun, saya pasti akan konfirmasi kalau saya sudah mentransfer&#8230;</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Galak bener. Dan sejak itu, si Mas dari badan zakat itu tidak pernah mengirimkan SMS saya lagi. Gantian dia yang sebel sama saya, sepertinya. Hehehe. Dan kemudian saya yang ngerasa ga enak hati sama beliau. Intinya adalah, ya itu tadi. Niat baik kadang-kadang nggak sampai sesuai keinginan semula. <strong>Caranya.</strong> Sekali lagi, cara ikut menentukan sampai atau tidaknya sebuah niat.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Ditambah lagi mungkin masih banyak orang yang tidak percaya dengan kredibilitas sebuah badan zakat dalam hal <strong>transparansi penyaluran dana</strong>. Ya wajar kalau banyak orang yang memilih untuk menyalurkannya sendiri. <strong>Lebih pasti sampai</strong>, mungkin itu pikirnya. Padahal menurut saya sih, badan-badan zakat itu sebenarnya justru meringankan kerjaan kita. Kasih dana semampu dan seikhlasnya ke mereka, habis itu biarkan mereka yang ribet menyalurkannya. Perkara itu sampai atau tidak ke pihak yang membutuhkan, bukan urusan kita. Bukan bermaksud lepas tangan, tapi kita berbaik sangka sajalah. Percaya saja. Badan zakat yang baik, pasti akan memberikan laporan ke para donaturnya kok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sekali lagi, mungkin sampai perlu ada korban jiwa melayang hanya untuk mengingatkan kita, betapa bagaimanapun menyebalkannya keadaan kita sekarang, kita masih beruntung nggak sampai harus berdesak-desakan demi sebuah uang Zakat. Karena hingga detik ini, kita masih dipercaya sama yang diatas, untuk menjadi pihak yang mampu untuk memberikannya. Tapi toh kita juga nggak tau. Bisa jadi tahun depan justru kita yang akan menjadi pihak yang menerima.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita nggak tau.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/555/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/555/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=555&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/16/saat-memberi-saat-menerima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reunited</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 05:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah percakapan aneh di telpon yang terjadi sekitar jam 3 pagi Saya : Ya? Ndut : Heyy&#8230;aku tau ini bukan perbincangan yang wajar di saat Sahur ya.. Saya : Apaan? Ndut : Udah terima undangan reuni? Saya : Belom. Emang udah disebar? Ndut : Oh, belum ya? Saya : Lah? Piye toh? Ndut : Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=547&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebuah percakapan aneh di telpon yang terjadi sekitar jam 3 pagi</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>Saya</strong> : Ya?<br />
<strong>Ndut</strong> : Heyy&#8230;aku tau ini bukan perbincangan yang wajar di saat Sahur ya..<br />
<strong>Saya</strong> :  Apaan?<br />
<strong>Ndut</strong> : Udah terima undangan reuni?<br />
<strong>Saya</strong> : Belom. Emang udah disebar?<br />
<strong>Ndut</strong> : Oh, belum ya?<br />
<strong>Saya </strong> : Lah? Piye toh?<br />
<strong>Ndut</strong> : Aku liat di milis. Berarti kamu belum liat daftar acaranya ya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oke.. ada yang ajaib pasti&#8230; <span style="color:#000000;">*mulai tertarik*</span><br />
<strong>Ndut</strong> : Oh iyaaa&#8230;<br />
<strong>Saya </strong> : Oke. Sebutkan&#8230; <span style="color:#000000;">*makin tertarik*</span><br />
<strong>Ndut</strong> : Jadi, acara akan dibuka dengan pertunjukkan Capoeira&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : Oke.<br />
<strong>Ndut</strong> : Abis itu sih standar lah. Ada sambutan-sambutan. Nah aku kaget pas ngeliat acara nomer 7<br />
<strong>Saya</strong> : Apa? Apaan?? <span style="color:#000000;">*amat sangat luar biasa tertarik*</span><br />
<strong>Ndut </strong> : Hihihi. Siap ya&#8230;<br />
<strong>Saya</strong> : APAAN?!!<br />
<strong>Ndut</strong> : Berfoto Bersama Febri</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Febri ini adalah salah satu nama teman saya yang dulu memang cukup dikenal dikalangan siswi perempuan karena, yaaah.. cukup ganteng lah. Salah satu saingan saya dulu dalam hal ini. Huahahaha.  <strong>But that&#8217;s not the point!</strong> Mau seganteng apapun dia sekarang, kok yaberani-beraninya dia bikin acara foto bersama! Siapa elu? <em>*merasa tersaingi*.</em> Makanya, saya nyolot dong!<span id="more-547"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>Saya</strong> : HAH?? Yang benerr&#8230; Berfoto sama Febri?? Kok bisa?? Emang dia sekarang artis kah?<br />
<strong>Ndut</strong> : Hehehe. Enggak. Aku salah baca ternyata. Bukan salah baca sih, tapi emang tulisannya kayanya gitu. Jadi maksudnya, acaranya foto bersama, <strong>PIC</strong> (person in charge) nya si Febri!<br />
<strong>Saya </strong> : Ooooooooohhhhh&#8230;.. Jadi dia yang motret2? Kirain <span style="color:#000000;"><em>*merasa bersalah*</em></span><br />
<strong>Ndut </strong> : Trus, jadi dari sesi acara sedang membutuhkan MC buat acaranya. Dan kamu tau kan siapa yang diminta untuk itu?<br />
<strong>Saya</strong> : Duh, jangan gue dong! Emang ga ada lagi ya alumni lainnya yang jadi artis selain aku? <span style="color:#000000;"><em>*minta ditampar, emang*</em></span><br />
<strong>Ndut</strong> : Ora ono..!<br />
<strong>Saya </strong> : Duh.. Males banget. Dulu pas reuni pertama aku juga udah ngemsi. Aku pengen sekali-kali dateng sebagai penikmat acara, bukan pengisi.<br />
<strong>Ndut </strong> : Yo podho! Mosok aku malah diminta memberi sambutan mewakili alumni, coba! YO WEGAH!! Bebannya berat! Harusnya yang memberi sambutan itu adalah alumni yang sudah berhasil secara material dan spiritual!<br />
<strong>Saya</strong> : Hahahaha..<br />
<strong>Ndut </strong> : Lagian, huh! Acara gini kan paling enak ngumpul jadi penonton, nyacat jalannya acara, dan nggosipin sesama alumni!<br />
<strong>Saya </strong> : Betull!!!</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ya, jadi ceritanya tanggal 3 Oktober besok akan diadakan reuni memperingati 10 tahun <strong>Angkatan 98 SMA Negeri 3 Magelang</strong>. Buset dah, udah 10 taun ternyata ya lulus SMA. Hehehe. Dan moment2 seperti ini, biasanya mulai deh sibuk merenung lagi. Apa aja yang udah didapat selama 10 tahun ini. Dan <em>most of all,</em> biasanya sih yang dipikirin adalah masalah karir! Ya iyalah. Ketemu dengan teman-teman seangkatan, pasti yang ditanyain biasanya cuman 2 :</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Kerja dimana loe sekarang?</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Anak loe berapa sekarang?</strong></em></span></p></blockquote>
<h1 style="text-align:justify;"><strong>Hiyyaaah!</strong></h1>
<p style="text-align:justify;">Kalau udah gini, manusiawi sekali kalau banyak orang jadi suka sibuk sendiri ketika menerima undangan reuni. Semua nggak pengen kehilangan muka. Pengen tampil maksimal. Pengen nunjukkin,<strong><em> &#8220;Ini lho gue sekarang&#8230; &#8220;</em></strong>.  Semua orang berusaha memainkan permainan <strong>&#8216;Who&#8217;s More Over Who&#8217;</strong>. That&#8217;s insane. Dan lebih gila lagi kalau sampai ada yang nggak mau dateng, hanya karena merasa malu<em> they&#8217;re not good enough or haven&#8217;t accomplished something than could be proud of yet</em>.  Saya jadi ingat ceritanya <strong>Lisa Kudrow </strong>sama <strong>Mira Sorvino</strong> di film <strong>ROMY &amp; MICHELE&#8217;S HIGH SCHOOL REUNION</strong> (1997). Yang saking sibuknya nggak mau kehilangan muka di hadapan teman-teman seangkatannya ketika reuni tiba, malah sibuk mengarang cerita dan tampil berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-548" title="mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg?w=480" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Padahal sebenernya menurut saya sih, reuni itu bukan ajang buat gengsi-gengsian. Namanya aja reuni. Berkumpul kembali. Waktunya mengumpulkan kembali orang-orang yang 10 tahun lalu sempat kita sebut sebagai<strong> &#8216;temen gue banget&#8217; </strong>itu. Dan orang yang kita sebut sebagai &#8216;temen gue banget&#8217; itu tentu saja adalah orang-orang kita pilih karena sikap-sikap baiknya. <strong><em>Down to earth, kindhearted, fun </em></strong>dan <strong><em>friendly</em></strong> adalah diantaranya. Walaupun jujur, penasaran juga pengen ngeliat temen kita yang dulu neyeblinnya minta ampun, sekarang masih tetep nyebelin nggak? Hehehehe. Makanya, kalau di reuni itu yang terjadi adalah ajang pamer karir siapa lebih hebat dari siapa sekarang, <em>well what can I say.</em>. <em>that&#8217;s not what a reunion&#8217;s really about!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>What matter is</em>, kalau kita ketemu lagi, berkumpul lagi dengan teman-teman lama, dan mereka bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Gila ya.. udah 10 taun, loe tetep aja seperti dulu. Seru!</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">That&#8217; s a reunion!</p>
<p style="text-align:justify;">Hmmm&#8230; pake baju apa besok ya&#8230;. Huahahahahahah..</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/547/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/547/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=547&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/reunited/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mv5bmtkxndq4ntexof5bml5banbnxkftztcwmtcyotiymq_v1_sx96_sy140_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gigi</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 04:03:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Edan.. udah 3 minggu lebih ternyata saya tidak menyentuh blog ini! Dan lebih edan lagi, sekalinya mau nulis posting baru, langsung deg-degan banget rasanya. Grogi. Seperti meragukan kemampuan diri. Hahahah. Dodol! Ya gini aja deh, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, kemudian berhenti untuk beberapa saat, maka katika akan memulai segala sesuatunya kembali, pastinya ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=540&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Edan.. udah 3 minggu lebih ternyata saya tidak menyentuh blog ini! Dan lebih edan lagi, sekalinya mau nulis posting baru, langsung deg-degan banget rasanya. Grogi. Seperti meragukan kemampuan diri. Hahahah. Dodol! Ya gini aja deh, ketika kita sudah terbiasa melakukan sesuatu, kemudian berhenti untuk beberapa saat, maka katika akan memulai segala sesuatunya kembali, pastinya ada perasaan tidak percaya diri seperti itu. Demam panggung. Hehehe. Apalagi ketika melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sama sekali. Suhu demam di panggungnya pasti akan menjadi-jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama seperti minggu lalu. Jadi ceritanya, minggu lalu saya memutuskan untuk mengunjungi dokter gigi di daerah <strong>Jalan Gayam.</strong> Bermula dari seringnya saya pergi ke dokter umum langganan saya, saking seringnya saya kena radang tenggorokan. Bayangin, dalam sebulan bisa 3 kali saya kena radang. <em>There must be something wrong with it, right? </em>Kata Om dokternya sih, saya memang punya tenggorokan yang sensitif, jadi setiap kali  daya tahan tubuh menurun, pasti yang kena duluan adalah bagian tenggorokan dulu. Entahlah, mungkin karena saya penyiar ya? Hehehe. Enggak, yang terakhir ini murni diagnosa dari saya, bukan dari dokternya.  Tapi pas pertemuan terakhir, baru ketahuan kalau<strong> gigi Geraham belakang kiri bawah </strong>saya yang bolong itu, punya andil pula untuk menyebabkan seringnya tenggorokan saya radang. Makanya, om dokter itu menganjurkan saya untuk ke dokter gigi, dengan 2 pilihan : <strong>ditambal</strong> atau<strong> dicabut</strong> sekalian!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Actually, it wasn&#8217;t that big deal</em>, kalau saja itu bukanlah pertama kalinya saya berobat ke dokter gigi! Ya ya, silakan menghakimi saya <em>*pasrah*</em>, tapi kemarin itu memang benar-benar baru <strong>pertama kalinya</strong> seumur hidup saya yang sudah 28 tahun ini datang ke dokter gigi. Well, dulu pernah sih berkunjung ke dokter gigi. Waktu jamannya TK. Tapi itu pun murni beneran <strong>&#8216;berkunjung&#8217;.</strong> Jadi bukan berobat. Sekedar datang, ngeliat-ngeliat ruangan kerja dokter gigi. Itupun bersama rombongan satu TK! Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada 3 alasan sebenarnya  kenapa saya nggak pernah ke dokter gigi.<span id="more-540"></span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><em><strong>Karena emang nggak pernah sakit gigi</strong></em>. Ini emang alasan yang salah banget, karena semua orang juga tahu, kalo kita nggak perlu menunggu sakit untuk datang ke dokter gigi. Baiknya, 2 kali dalam setahun kita harus memeriksakan kondisi kesehatan gigi kita kesana, paling tidak untuk membersihkan karang gigi yang sering muncul bagaimanapun rajinnya kita menyikat gigi.  Jadi jangan nunggu sakit gigi dulu, baru datang ke dokter gigi.</li>
<li><em><strong>Karena minder dengan kondisi susunan gigi yang amburadul! </strong></em>Takut diketawain sama dokternya. Hahaha. Padahal, dokter gigi manapun pastinya nggak akan segila itu untuk mentertawakan kondisi gigi pasiennya ya??  Takut aja, nanti sekalinya kesana, ternyata ketauan kalau kerusakannya parah banget, terus harus operasi, harus dicabut, dan lain-lainnya yang terdengar horror itu. Padahal kalau mau dipikir2, makin lama didiemin, makin parah kerusakannya ya? Rasa takut dan minder memang bisa mengalahkan segalanya&#8230;</li>
<li>Masih ada hubungannya dengan yang alasan kedua tadi. Ada yang bilang, kalau justru <em><strong>gara-gara susunan gigi saya yang agak tidak beraturan itulah, yang membuat wajah saya jadi terlihat ganteng.</strong></em> SUMPAH! Saya nggak bohong. Ada yang bilang gitu. Walaupun waktu dia bilang gitu, dia pakai kata &#8220;MUNGKIN&#8221;. Tapi saya percaya aja. Hihihi. Makanya, dibilangin gitu, saya ya pasti nggak akan nekad dong untuk merubah susunan gigi saya ini menjadi &#8216;beraturan&#8217;  Ntar kalo jadinya malah saya nggak seganteng sekarang, gimana? HUAHAHAHAHA.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Emang dasarnya pinter nyari alasan aja sih! Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah membulatkan tekad, untuk membuat sejarah dalam hidup saya dengan berani datang ke dokter gigi. Finally. Kepepet, soalnya. Pengen sehat. Akhirnya saya bikin <em>appointment</em> dengan seorang dokter yang direkomendasikan oleh salah seorang orang kepercayaan saya *edaaaan* bernama <strong>Dokter Budiono Halim</strong>. Dengan sejuta pikiran buruk yang saya buat sendiri, akhirnya saya masuk ke ruangan praktek dengan badan lemas, tanda betapa sudah pasrahnya saya. Untungnya, Om dokter ini memang kebapakan sekali menghadapi paseinnya. Hahahha. Atau mungkin dia melihat betapa saya nggak bisa menutupi ketegangan saya ketika duduk di kursi periksa. Padahal dari sisi bentuk, saya sudah sering duduk di kursi yang bisa direbahkan model beginian. Tapi itu ketika saya di keramas-in di salon. Dan disebelahnya nggak ada peralatan-peralatan dari <em>steel</em> yang mengerikan! Hmmm.. perbandingan yang tidak berguna.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari pertama, agendanya adalah membersihkan karang gigi. Dengan menggunakan alat sejenis bor dan kompresor yang suaranya berisik itu, Om Dokter dibantu dengan susternya mulai sibuk ngerjain saya. Membersihkan gigi saya, maksudnya. Saya? Saya sih pengen banget gantian ngerjain mereka. Tapi apa daya, saya hanya terbaring pasrah dengan mulut menganga selama setengah jam lebih! Luar biasa. Walau beberapa menit sekali saya dipersilakan untuk <em>&#8216;mingkem&#8217;</em> dan berkumur dulu, tetap saja membuka mulut dalam jangka waktu yang lama bukanlah kegiatan yang mengasyikkan!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga takjub. Dihadapan saya, bisa-bisanya 2 tangan Om Dokter dan 2 tangan Suster itu pada memegang alat semua, dan semuanya bekerja dalam mulut saya dalam saat yang bersamaan. <strong><em>I felt violated</em></strong>. Hahahaha. Bener-bener ngerasa dikerjain banget . Tapi setelah aksi &#8216;mengobok-obok&#8217; itu selesai, saya juga takjub sekali ketika kemudian melihat gigi saya di cermin, dan gigi saya terlihat bersih! Mulutpun terasa segar! Hehehe. Sambil tersenyum manis didepan cermin, saya berasa sedang jadi bintang iklan produk mouthwash. Hahahah. Tetep tampil, pokokny lah.</p>
<div id="attachment_543" class="wp-caption aligncenter" style="width: 248px"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg"><img class="size-medium wp-image-543" title="070920080231" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg?w=238&#038;h=178" alt="D" width="238" height="178" /></a><p class="wp-caption-text">moment bersejarah itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ngeliat betapa agenda pembersihan karang gigi itu berlangsung memuaskan semua pihak terutama saya, saya pun kemudian langsung menantang Om Dokternya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Ayo Dok! Bisa langsung ditambal kan giginya yang bolong?</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Sok-sok an banget yah. Tapi kemudian Om Dokternya menjelaskan, bahwa saya harus melakukan foto <em>rontgen</em> dulu untuk memastikan, apakah kondisi gigi yang bolong itu masih bisa ditambal, atau harus dicabut. Kalau dicabut, apakah bisa dilakukan pencabutan biasa, atau harus melalui operasi.</p>
<h1><strong>JEDHUARRRRR!!</strong></h1>
<p style="text-align:justify;">Demam panggung itu muncul lagi. Hehehe. Tapi tenang, cerita ini berakhir dengan happy ending kok. Setelah melihat hasil foto rontgen, ternyata gigi berlubang saya itu tidak harus dicabut *THANK GOD*, hanya perlu ditambal saja. Dan proses penambalan itu dilakukan beberapa hari berikutnya, dan singkat cerita, saat ini saya punya gigi yang berlapiskan <em>porcelain.</em> OWH! Tadinya saya mau minta dilapisi emas, tapi kata dokternya itu sudah tidak trend lagi. Huahahahaha. Ah, si Om. Saya kan juga cuma becanda. Gila kali hari gini dilapisin emas. Berlian!</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, setelah aksi kunjung-mengunjungi dokter gigi buat yang pertama kali ini, paling tidak saya jadi merasa peduli dengan yang namanya gigi saya. Sekarang ini saya bener-bener menikmati saat-saat menyikat gigi. Maklum, susunan gigi yang acakadul membuat saya jadi punya tantangan lebih untuk memberisihkannya. Dan menyikat gigi 2 kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur malam itu tidak cukup. Perlu yang namanya pembersihan karang gigi dan cek kondisi gigi setidaknya 2 kali dalam setahun.   Heran, saya juga udah sering ngasih tips beginian ketika siaran, tapi kok ya baru sekarang mau melakukannya. Hahaha. Selain itu, saya juga semakin merasa peduli dengan kondisi keuangan saya. Karena, berobat ke dokter gigi itu, ternyata &#8230;. <strong>MAAHHHALL!!! </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/540/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/540/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=540&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/09/09/gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/09/070920080231.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">070920080231</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MERDEKA!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Kita memang harus menghargai dan berterima kasih kepada para pahlawan. Karena berkat perjuangan mereka, kita bisa terbebas dari penjajahan. Karena mereka, kita bisa merasakan yang namanya kemerdekaan. Dan karena mereka juga, tahun ini kita bisa menikmati yang namanya long weekend!! Hehehehe. MERDEKA!!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=534&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg"><img class="size-medium wp-image-535 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg?w=368&#038;h=275" alt="" width="368" height="275" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Kita memang harus menghargai dan berterima kasih kepada para pahlawan.<br />
Karena berkat perjuangan mereka, kita bisa terbebas dari penjajahan.<br />
Karena mereka, kita bisa merasakan yang namanya kemerdekaan.<br />
Dan karena mereka juga, tahun ini kita bisa menikmati yang namanya long weekend!!<br />
Hehehehe.<br />
MERDEKA!!</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/534/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/534/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=534&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image019.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Oke, kita hentikan perbincangan tentang Belski dan Julski yang ada di bagian pertama &#8216;Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut&#8217;. Kasihan mereka. Well, kasihan Belski, tepatnya. Hehehe. Cara penceritaan saya mungkin membuatnya terlihat jauh lebih bodoh daripada aslinya. Entahlah, mungkin itu salah satu keahlian saya yang tidak sepatutnya saya banggakan. Hehehe. Sekarang, mari kita membahas sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=526&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oke, kita hentikan perbincangan tentang <strong>Belski</strong> dan <strong>Julski</strong> yang ada di bagian pertama &#8216;<strong>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut&#8217;</strong>. Kasihan mereka. Well, kasihan <strong>Belski,</strong> tepatnya. Hehehe. Cara penceritaan saya mungkin membuatnya terlihat jauh lebih bodoh daripada aslinya. Entahlah, mungkin itu salah satu keahlian saya yang tidak sepatutnya saya banggakan. Hehehe. Sekarang, mari kita membahas sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pastinya sudah tau kan tentang  kontroversi di seputar acara pembukaan <strong>Olimpiade Beijing</strong> yang lalu? Bukan, bukan tentang fakta yang mengejutkan kalau ternyata pesta kembang api yang kerennya luar biasa itu, ternyata ada unsur rekayasanya. Walau ada rasa bete karena ditipu sama gambar TV yang direkayasa itu, tapi sudahlah. <em>There&#8217;s no such thing as reality show</em>, memang. Ada yang lebih memprihatinkan daripada sekedar meributkan  masalah kembang api palsu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, di <strong>Opening Ceremony </strong>itu, ada sesi dimana seorang gadis cilik bernama <strong>Lin Miaoke</strong> menyanyikan lagu tema Olimpiade yang berjudul <em>&#8220;<strong>Ode to the Motherland&#8221;</strong></em>.  Penampilannya boleh dibilang <em>flawless</em>. Mukanya cantik, <em>innocent</em>, suaranya indah. Tapi ternyata 3 hari setelah acara pembukaan yang spektakuler itu dilaksanakan, baru ketahuan kalau Miaoke melakukan <strong><em>lipsync</em> </strong>di acara itu. Alias suara yang didengar oleh sekitar 4 miliar orang di seluruh dunia itu, bukanlah suaranya. Suara di lagu tersebut, aslinya adalah milik seorang anak berusia 7 tahun bernama  <strong>Yang Peiyi</strong>, yang ironisnya, gagal tampil hanya beberapa menit sebelum acara dimulai. Dia tersisih karena dianggap kurang menarik akibat pipinya tembem dan gigi tidak rata!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg"><img class="size-medium wp-image-527 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg?w=300&#038;h=98" alt="" width="300" height="98" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-526"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Alasan pihak perancang acara pembukaan itu, <strong>Lin Miaoke</strong> dipilih tampil <span style="text-decoration:underline;">karena wajahnya yang cantik dan memang bukan dipilih untuk menyanyi (!).</span> Nggak sopan ya? Ditambah lagi, keputusan melakuan <em>lipsyn</em>c ini juga didorong desakan salah seorang pimpinan politbiro Partai Komunis yang hadir saat latihan terakhir beberapa jam sebelum pembukaan. Yang lebih  lucu lagi,  Ayah Lin Miaoke sendiri sempet heran melihat penampilan anaknya waktu itu. Karena memang suaranya terdengar &#8216;berbeda&#8217; dengan suara asli Lin yang biasa dia dengar. Cuman pikirnya, suaranya terdengar &#8216;lebih bagus&#8217; karena faktor akustik stadion besar. Hehehehe. Si Om bisa aja, ah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah  &#8220;menyanyi&#8221; di antara 56 anak-anak dari berbagai etnik di Tiongkok, Lin mendapat tepukan panjang bergemuruh dari puluhan ribu penonton yang hadir, termasuk Presiden Tiongkok <strong>Hu Jintao</strong> dan Presiden AS <strong>George W. Bush. </strong>Namanya langsung ngetop. Bahkan media menyebutnya sebagai <em>&#8220;Gadis cilik cantik yang pemberani dan patriotik&#8221;</em>. <strong>New York Times</strong>, ikut-ikutan memajang foto Lin di halaman depannya.  Terus bagaimana nasib si pemilik asli suaranya? Adik kita <strong>Yang Peiyi</strong> ini kabarnya menghilang dan sulit di cari oleh para wartawan. Wah.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih percaya, di industri media (terutama media audio visual), yang namanya penampilan ini memang jadi faktor yang penting banget. Terutama di industri hiburan ya. Nggak usah munafik. Karena memang itu yang dijual. Muka yang cantik, kulit yang putih, gigi yang rata. Dan demi kepentingan &#8216;tampilan&#8217; itulah, kenapa sampai peristiwa <em>lipsync</em> model begini terjadi. Padahal kalau mau iseng tanya, masa sih diantara berjuta-juta anak di China itu, nggak ada yang cantik sekaligus bisa nyanyi?? Heran. Kenapa harus ada peristiwa <em>lipsync</em> gini? Emang sih, waktu di Pembukaan Olimpiade musim dingin di Turino tahun 2006 dulu, <strong>Luciano Pavarotti</strong> juga kabarnya<em> lipsync.</em> Tapi buat saya, ini agak lebih keterlaluan. Dan memalukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya menanggapi kejadian ini terlalu jauh. Tapi gini deh, bisa jadi dengan adanya kejadian  ini akan membawa dampak yang mengkhawatirkan sekali buat generasi muda yang akan datang. Terdengar berlebihan sekali ya? Ok, saya ganti. Membawa dampak yang mengkhawatirkan buat kedua anak ini.  Si <strong>Lin Miaoke</strong> yang cantik tapi suaranya &#8216;tidak begitu bagus&#8217; ini akan selalu mengatakan dalam dirinya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>Oh, gue cantik kok! So I can do anything!</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Bisa jadi dia akan percaya, bahwa dia tidak harus pintar,  bahkan tidak harus bersuara bagus untuk bisa menjadi penyanyi atau artis, misalnya. Kecantikan adalah segala-galanya. Dia bisa menaklukan dunia dengan kecantikannya. Mengerikan! Walaupun bisa jadi, beberapa tahun kemudian dia  hanya akan dikenal sebagai Lin Miaoke, si tukang lipsync dan dia bakal menanggung malu seumur hidupnya! Sama halnya dengan  <strong>Yang Peiyi</strong>, bisa jadi sumur hidupnya dia akan trauma, dan bilang pada dirinya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>Aku kan jelek&#8230; Jadi ya terima nasib aja deh&#8230;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Padahal suaranya bagus luar biasa <em>and she has her future with it!</em> Tapi karena perlakuan <strong><em>&#8216;atas nama tampilan sebuah acara di TV&#8217; </em></strong>seperti ini, bisa jadi efeknya akan menjadi luar biasa traumatis buat anak sekecil itu, kan? Ya ya, industri hiburan memang bisa luar biasa kejamnya. Disaat orang pada sibuk meributkan dampak tayangan televisi bagi anak-anak, mereka malah kadang lupa, dampak negatif buat anak-anak yang &#8216;ada&#8217; dalam pembuatan tayangan tersebut! <em>What a shame</em>. Contoh buruk justru dilakukan oleh peristiwa bersejarah yang digembar-gemborkan sebagai pesta pembukaan yang paling mahal sepanjang sejarah, yang bahkan menggembar-gemborkan semangat &#8220;<em><strong> One World, One Dream&#8217;!</strong></em> . Mungkin saya terlalu berlebihan menanggapi ini. Ya, mungkin juga sih, kalau diliat dari komentar teman saya yang bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>Ya elah.. China, gitu. Motor aja dipalsuin sama mereka. Apalagi beginian? What d&#8217;u expect??</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Owhh.. Dia benar. Tapi saya yakin, saya juga benar. Tetep. Hehehehe.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/526/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/526/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=526&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/16/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/g-cvr-080812-olympicsinginggirls-815ahlarge.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>080808</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 10:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Bisa jadi banyak banget orang yang menunggu-nunggu datangnya tanggal 8 Agustus tahun ini. Hari ini. Dan itu bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Ada yang memang penasaran pengen banget liat serunya upacara pembukaan Olimpiade Beijing yang katanya bakal digelar tepat pada jam 8 malam lewat 8 menit lebih 8 detik (gosh.. pasti ribet sekali panitianya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=515&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg"><img class="size-medium wp-image-519 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg?w=125&#038;h=125" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Bisa jadi banyak banget orang yang menunggu-nunggu datangnya tanggal 8 Agustus tahun ini. Hari ini. Dan itu bisa jadi disebabkan oleh banyak hal. Ada yang memang penasaran pengen banget liat serunya upacara pembukaan <strong>Olimpiade Beijing</strong> yang katanya bakal digelar tepat pada jam 8 malam lewat 8 menit lebih 8 detik (gosh.. pasti ribet sekali panitianya menyiapakan rundown!). Ada juga yang sengaja menggelar hajatan di tanggal ini, karena memang menurut kepercayaan/kebudayaan Tionghoa, <strong>angka 8 </strong>diasosiasikan dengan yang namanya <strong>kemakmuran</strong>.  Saya sih nggak percaya sama masalah angka-angka beginian, karena buat saya <em>number is just a number</em>. Dan tanggal ya hanyalah sebuah tanggal. Yang saya peduliin biasanya sih cuman tanggal-tanggal penting seperti tanggal ulangtahun saya dan orang-orang terdekat saya (yang bahkan bolak-balik sering lupa!), dan juga tanggal-tanggal merah di kalendar (nah kalo yang ini jarang banget lupanya! hehehe).</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi 8 Agustus 2008  ini ternyata akhirnya berarti khusus juga buat saya. Tidak ada perayaan. Tidak ada pesta-pestaan. Tidak juga ada keriaan. Yang ada justru rasa keprihatinan dan keharuan yang edan-edanan. Jadi, hari ini saya dan reporter Female Radio Jogja <strong>Abe</strong> berkunjung ke sebuah Panti Asuhan bernama <strong>Yayasan Sayap Ibu</strong> di daerah Pringwulung Jogja. Bukan karena iseng atau kesasar pastinya, tapi memang ini merupakan bagian dari program <strong>Your Morning Coffee Gives Back</strong>. Dimana sebagai bentuk rasa syukur kami atas kesuksesan acara pagi yang disiarkan di 4 kota ini, kami memang ingin berbagi sesuatu untuk anak-anak terlantar atau tidak mampu di 4 kota : Bandung, Jakarta, Semarang dan Jogja.</p>
<p style="text-align:justify;">10 tahun tinggal di Jogja, saya sebenarnya sudah sejak lama tahu keberadaan Panti Asuhan Balita ini.  Kos saya sewaktu kuliah dulu malah satu wilayah dengan panti ini. Tapi baru hari inilah saya benar-benar masuk ke dalamnya. Masih mendingan lah dibanding <strong>Abe</strong> yang tanpa malu-malu bilang baru tahu ada Panti Asuhan bernama Sayap Ibu, yang notabene cuman berjarak 300 meter dari rumah kontrakannya. Hehehe. Sesampainya disana kami diterima oleh <strong>Ibu Oentarj</strong>o, pendiri yayasan yang sudah berusia 76 tahun tapi masih segar-bugar dan ramahnya luar biasa. Dan kami juga ditemani oleh Kepala Yayasan, <strong>Pak Jumari</strong> dan beberapa anak yang sedang disuapi makan pagi. Sambil bermain-main dengan anak-anak itu, kami juga diceritakan tentang latar belakang mereka, bagaimana mereka bisa &#8216;sampai&#8217; di panti tersebut.<span id="more-515"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Keluarlah cerita-cerita yang mungkin sudah sering kita dengar selama ini. Mulai dari kisah orang tua yang menyerahkan karena ketidakmampuan kondisi keuangan, ada yang ditinggal di rumah sakit, bahkan ada yang &#8216;dibuang&#8217; begitu saja, dimasukkan di dalam kardus dan diletakkan di depan Panti. Dan silakan mengelus dada, karena justru yang terakhir ini yang sering dialami oleh Panti. Cerita sedih yang sering kita dengar, sebenarnya. Tapi amat sangat berbeda rasanya ketika kita mendengarkan cerita itu sambil melihat sendiri anak yang diterlantarkan tersebut&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Yayasan ini juga mempunya Panti lain, yang memberikan perhatian (saya nggak mau memakai kata  <em><strong>&#8216;menampung&#8217;</strong>&#8216;</em>) anak-anak dengan Cacat Ganda. Kebanyakan dari anak-anak tersebut mendapatkan cacat tersebut sejak usia masih kecil bahkan ada yang sejak dalam kandungan, karena faktor obat-obatan yang diminum oleh sang ibu ketika mereka berniat menggugurkan kandungannya tersebut. Juga ada yang menderita cacat, karena mereka &#8216;telat&#8217; diselamatkan oleh orang yang menemukan mereka. Ada yang matanya buta karena ketika diketemukan, mata bayi ini sudah dikerubuti semut. Tuhan, saya bahkan sudah tidak bisa menceritakan lebih banyak lagi tentang kondisi-kondisi tersebut.<br />
Menyesakkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal anak-anak dihadapan kami itu begitu lucunya. Cantik-cantik. Ganteng-ganteng. Bersih dan sehat. <strong>Sedih banget</strong> melihat wajah dan tingkah anak-anak yang tidak bersalah itu. Dan <strong>marah banget</strong> rasanya memikirkan kelakuan orangtua mereka yang menelantarkan mereka begitu saja itu. Jadi pagi itu, sebuah pemandangan ajaib terjadi di ruang tamu panti tersebut : <strong><em>dua orang bujangan terlihat dalam keadaan muka merah dan mata berkaca-kaca</em></strong>. <strong>Abe</strong> yang kebagian jatah reportase terdengar beraaat..sekali suaranya. Saya yang menemaninya pun lebih gawat cengengnya. Saya malah udah gemetaran menahan airmata supaya nggak tumpah. Hehehe. Apalagi ketika selesai reportase, kami sempat melihat-lihat beberapa ruangan tempat anak-anak tersebut berkumpul. Dan tiba-tiba ada seorang anak kecil berambut keriting didalam box, mengangkat tangannya kearah saya. Minta digendong! Silakan dibayangkan sendiri bagaimana perasaan saya waktu itu&#8230;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg"><img class="size-medium wp-image-517 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg?w=160&#038;h=141" alt="" width="160" height="141" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pengen nangis rasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak rela banget menyadari ada orang sampai tega meninggalkan dan tidak mau mengakui mahluk mungil yang ada didekapan saya itu. Sedih banget. Sedih banget menyadari betapa berat beban hidup yang ada dipundak bocah kecil ini, dan dia sama sekali belum tahu apapun tentang itu. Sumpah, seumur-umur saya belum pernah ngerasain perasaan campur aduk seperti ketika menggendong si kecil ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan memang punya caranya sendiri buat mengingatkan umatnya</strong>. Mengingatkan untuk selalu berterima kasih atas apa yang dimiliki, mengingatkan untuk selalu bersyukur atas apa yang sudah diberikan. Apapun dan bagaimanapun keadaan kita. Dan hari ini,kayaknya Tuhan udah sampai pada batas kesabarannya melihat saya yang masih saja sering sekali mengeluh, sering sekali merasa kurang, sering sekali merasa iri atas apa yang dimiliki orang lain. Itulah kenapa Dia pagi itu menuntun saya ke Panti itu. Dan Tuhan berhasil membuat saya merasa malu pada diri saya sendiri. Saya merasa begitu sempurnanya dihadapan anak-anak kecil itu. Orangtua yang lengkap, saudara yang lengkap, asal usul yang jelas, pekerjaan yang baik, kesehatan yang baik. Entah kemana semua itu hilang dari ucapan syukur saya. Tapi sepulang dari sana, saya tahu,  saya sudah memulai hari saya dengan sesuatu yang baik. Dan bukan hanya mendapatkan pengalaman yang baik, tapi juga mendapatkan <strong>awal </strong>yang baik untuk kembali menjadi orang yang bersyukur.</p>
<ul>
<li>Bersyukur itu bukan hal yang susah. Bohong kalau kita nggak bisa menemukan satu hal di diri kita, di hidup kita yang tidak membuat kita masih bisa bilang <em>&#8216;terima kasih&#8217;</em>, <em>&#8216;thank God&#8217;</em>, <em>&#8216;alhamdulillah&#8217;</em>, <em>&#8216;Puji Tuhan&#8217;</em> atau yang lainnya.  Dan Tuhan terlalu pintar untuk dibohongin.</li>
</ul>
<ul>
<li>Berbuat baik dan bersyukur itu bisa kapan saja. Menunggu moment yang dianggap &#8216;pas&#8217; atau &#8216;di pas-pasin&#8217;, nggak ada salahnya juga. Menyumbang ke  Panti Asuhan ketika merayakan ulang tahun, bersedekah ketika Bulan Ramadhan atau Lebaran datang, nggak salah juga. Tapi pertanyaannya, <strong><em>kenapa harus menunggu?</em></strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Berbuat baik juga tidak harus dengan sesuatu yang besar. Barang yang besar, atau uang dalam Jumlah besar. Panti Asuhan Sayap Ibu ini, setiap bulannya harus mengeluarkan dana sekitar 45 juta rupiah untuk mencukupi kehidupan anak-anaknya. Tapi toh, sumbangan &#8216;sekecil&#8217; apapun, tetap mereka terima. Karena bagi mereka, tidak ada yang namanya &#8216;sumbangan besar&#8217; atau &#8216;sumbangan seadanya&#8217; apalagi &#8216;sumbangan kecil&#8217;. Ada yang menyumbang pisang setandan, roti satu bungkuspyn, tetap mereka data. Bahkan Pak Jumari sendiri sambil berkaca-kaca  sempat berkata,</li>
</ul>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;"><strong><span style="color:#666699;"><em>&#8220;Mas.. Bahkan kalau ada orang yang datang kesini, meluangkan waktunya sebentar untuk sekedar menggendong anak-anak ini saja, itu sudah sebuah bentuk sumbangan yang luar biasa&#8230;&#8221;</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terima kasih buat hari ini, Tuhan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/515/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/515/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=515&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/08/080808/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/8881.jpg?w=125" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/image011.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cantik Itu Relatif. Pintar Itu Absolut.</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 06:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, saya satu mobil dengan seorang presenter kondang yang saya panggil dengan sebutan &#8216;Om&#8217;. Karena emang dia pernah punya acara talkshow yang diberi judul sesuai dengan nama panggilannya itu. Jadi ceritanya, saya bertugas untuk menjemput beliau ini dari Bandara Adisucipto Jogja, kemudian mengantarkannya ke Solo, karena belia menjadi moderator di sebuah Seminar yang diadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=509&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu hari, saya satu mobil dengan seorang presenter kondang yang saya panggil dengan sebutan <strong>&#8216;Om&#8217;.</strong> Karena emang dia pernah punya acara talkshow yang diberi judul sesuai dengan nama panggilannya itu. Jadi ceritanya, saya bertugas untuk menjemput beliau ini dari Bandara Adisucipto Jogja, kemudian mengantarkannya ke Solo, karena belia menjadi moderator di sebuah Seminar yang diadakan oleh jaringan radio saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjananan Jogja-Solo yang biasanya ditempuh dengan waktu 1 jam lebih itupun diisi dengan obrolan-obrolan tidak penting tapi luar biasa menarik. Maklum, namanya juga penyiar ketemu penyiar, jadi ya pasti adaaaa aja bahan omongannya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg"><img class="size-medium wp-image-511 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg?w=151&#038;h=237" alt="" width="151" height="237" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dimulai dengan keisengan saya tanya-tanya soal resepsi pernikahannya <strong>Adinda Bakrie</strong> yang menghebohkan itu (si Om ini kebetulan jadi MC di acara itu barengan <strong>Becky Tumewu</strong>). Ya gimana ya, namanya juga ketemu dengan saksi mata acaranya langsung, jadi naluri  wartawan infotainment saya makin kenceng saja. Tapi sudahlah, apa yang menjadi perbincangan kami berdua tentang fakta2 mengejutkan seputar pesta super mewah itu, biar menjadi rahasaia diantara kami berdua saja. Romantis sekali ya. Huahaaha. Kalau Anda pengen tahu detailnya, silakan kita ketemuan langsung saja. Hehe. <span id="more-509"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Adinda Bakrie kelar, pembicaraan bergeser ke topik yang lain lagi yang <em>less important</em>. Kurang penting, maksudnya. Yaitu tentang si Om yang ujug-ujug cerita, gimana bete-nya dia ketika syuting acara Talkshownya di malam sebelumnya. Jadi tema yang diambil untuk edisi malam itu adalah tentang <strong>Indonesia Dimasa Yang Akan Datang</strong>. Atau begitulah kurang lebihnya. Hehehe. Dan entah mengapa, yang menjadi bintang tamunya adalah 2 orang selebritas muda nan cantik jelita, bernama <strong>Julski</strong> dan <strong>Belski</strong>. Ini bukan nama asli, pastinya. Tapi nama panggilan sayang si Om untuk 2 cewek yang  kelak akan diingatnya sebagai <strong><em>&#8216;salah satu bintang tamu  paling bloon yang pernah ditemui sepanjang karirnya&#8217;</em></strong>. Anda bisa menebak lah nantinya, kira-kira siapa  yang kami maksudkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum on air, si Om ini mencoba untuk memberikan <em>briefing</em> kepada kedua guest star ini, demi untuk &#8216;menyelami&#8217; kira-kira seperti apakah sosok bintang tamu yang akan menghiasi acara talkshownya ini. Karena memang namanya juga talkshow santai, jadinya tidak diperlukan script untuk bintang tamu-bintang tamunya, terutama yang dari kalangan artis. Yang penting penampilannya menarik dan kinclong, lah. Mungkin begitu pikiran si produsernya. I&#8217;m sure setelah acara malam itu, si produser akan berpikir ulang lagi dan menyesali tindakannya itu. Bertanyalah si Om tentang background pendidikan dan dimana mereka kuliah saat ini.  Dan inilah jawaban dari <strong>Belski</strong> :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Oh, aku ga kuliah Om. Dulu abis lulus SMA, aku emang konsen di sinetron sama film aja&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ok. Sekarang gilirannya <strong>Julski</strong> yang menjawab :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Kalo aku sih kuliah. Mulai taun ini. Cuman kemaren sempet nganggur setahun. Abis telat ambil formulir siiy&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ok. Cukup jelas ya bagaimana kedua artis cantik ini memandang arti penting pendididkan. Hehehe. Mendengar jawaban kedua mahluk cantik ini, si Om udah rada was-was dengan tingkat kecerdasan mereka. Tapi si Om tetap <strong>berpikir positif thinking </strong>saja. Mudah-mudahan, ketika syuting dimulai, mereka bisa tiba-tiba berubah menjadi sedikit lebih <em>smart </em>dalam menjawab. Hingga akhirnya, talkshow pun dimulai. Semuanya berlangsung lumayan aman, sampai kemudian  si Om mengeluarkan sebuah pertanyaan tentang <strong>Pemilu </strong>untuk keduanya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Nah, sebentar lagi kan Pemilu nih. Kalian kan baru pertama kali ikutan nyoblos. Sekarang kan orang lagi ribut-ribut soal Golput. Kira-kira kalian mau ikutan Golput juga nggak??</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nggak aja ujan, nggak ada ojek, tanpa pikir panjang mereka menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>Aduuh.. Golput apaan sih? Ih, si Om susah deh pertanyaannyaaaaaa&#8230;..</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil bergaya merajuk nan manja menyebalkan. Dan seketika itu juga si Om mengaku seperti tersesat di angkasa (<em>lost in space</em>, maksudnya). Bengong. Tak mampu berkata apa-apa. Bahkan ibaratnya sinyal radio, saat itu dirinya sudah dalam keadaan <em>blank spot</em>. Nggak tau lagi mesti bagaimana melanjutkan wawancara.<em> But the show must go on</em>, dong. Maka dengan segala sikap keprofesionalan yang tersisa, si Om mencoba melanjutakan interview. Eh, ternyata kebodohan malam itu tidak hanya terhenti sampai disitu saja. Menyadari bintang tamunya tidak begitu cemerlang otaknya, si Om pun kemudian dengan segala kerendahan hati mencoba untuk menetralisir suasana dengan memberikan pertanyaan yang lebih sederhana :<strong> tentang pertemanan mereka.</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Jadi kalian nih udah sobatan banget ya kayanya? Sedekat apa sih kalian?<br />
</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Belski</strong> menjawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong>Oh iya Om. Kita udah kaya sodara aja. Kita temenan tuh udah lama banget lagi. 2,5 taun!</strong></em></span></p>
</blockquote>
<h1>GUBRAK!</h1>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Penderitaan si Om pun berlanjut ketika si kebodohan si <strong>Belski</strong> makin menjadi dengan bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Ya gimana nggak deket. Aku pacaran sama Kakaknya, dia </em></strong><span style="color:#000000;"><em>(sambil menunjuk Julski)</em></span><strong><em> pacaran sama adiknya&#8230;</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jadi mereka memang pernah berpacaran dengan sepasang kakak beradik yang berprofesi sebagai pembalap, dalam waktu yang bersamaan. Bahkan kemudian putus pun dalam waktu yang hampir bersamaan. Makanya mereka itu &#8216;dekat&#8217; sekali. Ya. Arti persahabatan memang bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Hahahha. Mendengar si Om bercerita gitu, saya yang sayangnya tidak menonton acara itu cuman bisa cekakakan. Gila ya, bahkan untuk presenter sekelas si Om yang udah senior kemana-manapun, masih bisa <em>speechless </em>menghadapi narasumber. Eh, tapi belom seelesai! Menyadari kalau pertanyaan yang sesederhana itupun tidak membuat kedua perempuan itu kelihatan agak pintar, maka si Om mencoba untuk mengeluarkan satu pertanyaan terakhir yang dianggapnya <em>&#8216;kurang bermutu, tapi ya sudahlah!&#8217;</em> . Yaitu tentang : <strong>Film Favorit! </strong>Keliatan kan kalo si Om udah putus asa?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Julski</strong> sih menjawab kalau dia suka dengan film action, dengan memberikan alasan yang cukup berbobot lah untuk tipe pertanyaan sesimpel itu. Beda dengan <strong>Belski </strong>yang bilang kalau dia lebih memilih film bergenre drama. Ketika ditanya film drama favoritnya apa (judulnya, maksudnya), dia keliatan agak bingung mengingat. Entah bingung mengingat, atau bingung menjawab. Melihat narasumbernya agak kerepotan menjawab dan berpikir, Si Om berbaik hati dong, mencoba membantunya dengan menyuruhnya mengingat2 nama pemainnya. Hingga kemudian si Belski memberikan jawaban,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#666699;"><em>Mmm.. aku lupa judulnya. Tapi yang pasti, di endingnya si pemeran ceweknya di film itu akhirnya mati&#8230;..</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Teman saya <strong>Ray </strong>yang kebetulan juga mendengarkan pembicaraan kami, cuman berkomentar singkat : <strong>Dimana-mana loe tu emang harus milih! Milih cantik, apa milih pinter! Nggak bisa dua-duanya.</strong> Hehehehe. Gak ikut-ikut, ah. Tapi yang pasti, kalau di posting sebelumnya saya bilang bahwa cantik itu relatif, maka di post saya kali ini saya dengan gagah perkasa akan bilang : <strong>pintar itu absolut!!<br />
</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/509/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/509/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/509/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/509/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=509&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/08/06/cantik-itu-relatif-pintar-itu-absolut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/08/adinda2.jpg?w=191" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>What Makes You Different, Makes You Beautiful</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 10:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Cantik itu relatif. Anda setuju? Saya mah setuju-setuju aja. Karena hal beginian emang sangkut-pautnya sama urusan selera. Dan kalo udah urusan selera, urusannya bisa panjang. Dan tidak perlu diperdebatkan. Mendingan diperbincangkan saja. Hehehehe. *gossip mode : ON* Jadi hari ini, saya membaca sebuah artikel di internet yang membuat saya semakin faham, tentang &#8220;cantik itu relatif&#8217; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=499&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Cantik itu relatif</strong>. Anda setuju? Saya mah setuju-setuju aja. Karena hal beginian emang sangkut-pautnya sama urusan selera. Dan kalo udah urusan selera, urusannya bisa panjang. Dan tidak perlu diperdebatkan. Mendingan diperbincangkan saja. Hehehehe. <em>*gossip mode : ON*</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi hari ini, saya membaca sebuah artikel di internet yang membuat saya semakin faham, tentang &#8220;cantik itu relatif&#8217; seperti yang saya tulis di awal barusan. Agak tragis sih ceritanya, tapi sudahlah. Tidak usah dipikirkan tragis/tidaknya, cukup diambil sisi fun nya saja. Lha wong ini juga cuman berita ringan. Mari saya ajak anda untuk melihat satu gambar dari seorang wanita bernama <strong>Amy Winehouse </strong>berikut ini :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg"><img class="size-medium wp-image-500 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg?w=144&#038;h=190" alt="" width="144" height="190" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya nggak bilang si mbak ini cantik, begitupun juga sebaliknya saya tidak bilang kalau dia ini jelek. Tapi yang pasti, dia tidak masuk dalam kategori perempuan yang &#8216;menarik&#8217; buat saya (hahaha..berarti kesimpulannya dia ini jelek ya? Gitu aja kok pake muter2. Heran!). Saya sih cukup mengikuti berita-berita tentang mbak Amy ini, walaupun isinya tentang dia teler, lah.. nonjok penonton di konsernya, lah.. dan berita-berita miring lainnya. Walaupun dari sisi prestasi bermusik, mbak Amy ini juga termasuk yang luar biasa oke. Lagu-lagunya juga cukup menyenangkan untuk didengarkan. Tapi mari kita tidak membicarakan tentang musik. Mari kita bicarakan tentang penampilannya yang &#8216;unik&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">Penampilan all-out penyanyi Amy Winehouse ternyata berhasil mencuri perhatian rumah mode <strong>Guess.</strong></span></em><span style="color:#333399;"><em> Rumah mode yang dinahkodai perancang </em></span><em><span style="color:#333399;"><strong>Karl Lagerfeld</strong> ini ingin mendapuk Amy menjadi ikon Guess.<br />
Juru bicara <strong>Trunfio </strong>mengungkapkan, Amy selalu tampil menarik dengan eyeliner berwarna hitam yang menghiasi sudut matanya. Gaya rambutnya unik dengan model sarang lebah, yang dibubuhi hiasan pin up bergambar rock&#8217;n roll.<br />
Menurut Trunfio, penampilan Amy yang begitu sempurna itu akan memuluskan langkahnya menjadi ikon fesyen perancang Karl Lagerfeld </span> </em><span style="text-decoration:underline;">(www.femalefirst.co.uk)</span><em><br />
</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hmm.. Amy Winehouse pasti bangga sekali mendengar kabar berita ini. Tapi eits, tunggu dulu Amy. Jangan besar kepala dulu. Kamu juga harus membaca artikel dari <span style="text-decoration:underline;">www.4to40.com</span> ini&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>Para petani di Norfolk, Amerika Serikat kini menemukan cara baru untuk menakut-nakuti sekaligus mengusir burung dari lahan mereka. Adalah <strong>Marlon Brooks</strong>, salah satu petani yang kesal karena orang-orangan sawahnya sudah tak mempan mengusir burung, dan kehabisan akal karena orang-orangan dengan bentuk tradisional sudah tak bisa lagi mengusir burung-burung tersebut.  Marlon kemudian memutar otak hingga akhirnya ia terinspirasi oleh gadis kecilnya yang <strong>selalu menangis</strong> setiap kali melihat penampilan<strong> Amy Winehouse</strong> di televisi. Diapun membuat orang-orangan sawah berupa boneka  menyerupai Amy. Agar meyakinkan bahwa orang-orang tersebut adalah Amy Winehouse, ia menambahkan juga beberapa trademark yang ada pada diri penyanyi jazz tersebut. Ada tatoo di beberapa bagian tubuhnya, dan ia juga dalam posisi menggenggam rokok dan sebotol minuman keras<br />
Hebatnya, hanya dalam 2 hari orang-orangan sawah buatan Marlon berhasil mengusi burung-burung tersebut. Akibatnya, semua petani di Norfolk pun mengikuti jejak Marlon.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg"><img class="size-medium wp-image-501 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg?w=214&#038;h=160" alt="" width="214" height="160" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">See? Dibilangin juga apa. Cantik itu relatif! Hihiihi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/499/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/499/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=499&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/25/what-makes-you-different-makes-you-beautiful/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/amy-winehouse.jpg?w=225" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/scarecrow_amy_scares_the_birds.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Girl Power!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; terlalu sadis caramu menjadikan diriku Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu Tanpa perduli sakitnya aku &#8230; Kalau saja para pencipta lagu itu memang benar-benar menciptakan sebuah karya berdasarkan pengalaman pribadinya, maka marilah kita berbela-sungkawa untuk para pria yang ada di Indonesia. Bagaimana enggak, kalau diperhatikan lagi dengan sungguh-sungguh, lagu-lagu hits milik penyanyi pria yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=442&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong><span style="color:#666699;">&#8230; terlalu sadis caramu menjadikan diriku<br />
Pelampiasan cintamu agar dia kembali padamu<br />
Tanpa perduli sakitnya aku &#8230;</span><br />
</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau saja para pencipta lagu itu memang benar-benar menciptakan sebuah karya berdasarkan pengalaman pribadinya, maka marilah kita berbela-sungkawa untuk para pria yang ada di Indonesia. Bagaimana enggak, kalau diperhatikan lagi dengan sungguh-sungguh, lagu-lagu hits milik penyanyi pria yang sekarang sering diputar video klipnya diTV atau sering diputar di radio-radio atau bahkan yang sering dinyanyikan oleh para pengamen  lengkap dengan alat musik <em>&#8216;icrik-icrik</em>&#8216;nya itu, hampir semuanya berisikan tentang jeritan hati para pria yang disakiti hatinya. Oleh siapa? Oleh para wanita, tentu saja. Coba perhatikan lagu <strong>Sadis</strong> yang dinyanyikan <strong>Afgan</strong> diatas. Si laki-laki itu begitu terperdayanya,  hingga menyebut tindakan si perempuan yang mempermainkan hatinya itu masuk dalam kategori &#8216;sadis&#8217;. Menurut kamus Bahasa Indonesia, &#8216;sadis&#8217; itu adalah sebuah perbuatan yang tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas dan ganas. Owhh&#8230; Malang sekali lelaki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukti lain bagaimana laki-laki Indonesia semakin lemah saja?</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>.. Bila kau cinta aku, mengapa kau tipu diriku ‘tuk bersama dia<br />
Kau bunuh hatiku saat ku bernafas untukmu<br />
Kau kebanggaan aku yang tega  menipuku &#8230; </em></strong></span><em></em></p>
<p><em>(</em>TEGA-GLENN FREDLY)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color:#666699;">.. t&#8217;lah kuucapkan sayang<br />
Dan kubuktikan kau yang terpilih<br />
Namun kau buat ku tersiksa<br />
Dengan rasa yang tak pernah kan terjawab.</span>. </em></strong><em></em></p>
<p><em>(</em>TERSIKSA &#8211; MARCELL)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kalau Glenn Fredly menjerit2 karena pacarnya begitu tega menipunya, Marcell malah berkeluh kesah karena merasakan siksaan yang luar biasa akibat tidak jelasnya hubungan dia dengan pacarnya. Luar biasa! Walau dalam hal ini memang kita bisa mengerti sih, gimana sakitnya kita ditipu oleh orang yang selama ini kita banggakan, atau bagaimana tidak enaknya status cinta yang &#8216;menggantung&#8217;. Tapi nggak usah teriak-teriak gitu dong, mas! Cowok gitu loh! Luapkanlah emosi dengan memukul atau kebut-kebutan di jalan! Hehehehe. Okay, mungkin vokalis &#8216;manis&#8217; seperti <strong>Afgan</strong>, <strong>Glenn</strong> atau <strong>Marcell</strong> memang identik dengan lagu-lagu mendayu-dayu tentang patah hati. Tapi ketika band-band pun melakukan hal yang sama, saya jadi semakin yakin kalau era lagu cengeng di tahun 80&#8242;an yang pernah diprotes oleh Mentreri Penerangan jaman itu kembali lagi, cuma kali ini yang menjadi cengeng adalah kaum prianya!<span id="more-442"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8230; kau hancurkan aku dengan sikapmu<br />
tak sadarkah kau telah menyakitiku<br />
lelah hati ini meyakinkanmu<br />
cinta ini membunuhku .. </strong></em></span></p>
<p>(CINTA INI MEMBUNUHKU &#8211; D&#8217;MASIV)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;">.<strong><em>. mengapa selalu aku yang mengalah<br />
tak pernah kah kau berpikir sedikit tentang hatiku?<br />
mengapa ku yang harus selalu mengalah<br />
pantaskah hatiku masih bisa bersamamu &#8230;</em></strong></span></p>
<p>(SELALU MENGALAH &#8211; SEVENTEEN)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bisa dibayangkan, jika band-band dengan penampilan yang &#8216;sangat laki&#8217; ini manggung di hadapan ribuan penontonnya yang kebanyakan laki-laki juga. Semua penonton laki-laki kompak berpaduan suara menyanyikan bait menyedihkan itu dengan lantang! Hohoho.. jadi gini nih laki2 di Indonesia saat ini? Menjadi pihak yang disakiti? Selalu dipermainkan oleh perempuan? Kalau begitu, berarti perempuan Indonesia sekarang ini memang sudah berubah ya. Jadi lebih independent, lebih berani dan menganggap bukan jamannya lagi perempuan diidentikkan lagi sebagai mahluk lemah. Kalau mereka dulu selalu disakiti atau dipermainkan, maka sekaranglah waktunya mereka jadi pihak yang menyakiti atau mempermainkan!</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg"><img class="size-medium wp-image-444 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg?w=170&#038;h=134" alt="" width="170" height="134" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Mereka sudah berani mempertanyakan status :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>.<span style="color:#666699;">.. ku harus menemui cintaku, mencari tahu hubungan kita<br />
apa masih atau tlah berakhir?<br />
sampai kapan kau gantung, cerita cintaku memberi harapan<br />
hingga mungkin ku tak sanggup lagi, dan meninggalkan dirimu ..</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="color:#666699;"></span></em></strong>(GANTUNG &#8211; MELLY)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berani mempermainkan  status</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#666699;">.. cukuplah saja berteman denganku, janganlah kau meminta lebih<br />
ku tak mungkin mencintaimu, kita berteman saja<br />
teman tapi mesra..</span> </strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong></strong></em>(TEMAN TAPI MESRA &#8211; RATU)<em><strong><br />
</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berani menerima status</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">.<span style="color:#666699;"><em><strong>. jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia<br />
walau pun kau takkan pernah, kumiliki selamanya..</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong></strong></em></span>(JADIKAN AKU YANG KEDUA-ASTRID)</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">bahkan berani mempertegas status</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8230; dan aku sudah pernah bilang, pacarku bukan cuma kamu saja<br />
Ku mempunyai dua hati yang tak bisa untuk ku tinggali<br />
dan aku sudah pernah bilang, janganlah kamu terlalu sayang<br />
dan bila nanti kau menghilang, ku masih punya lelaki cadangan ..</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em></em></strong></span>(LELAKI CADANGAN &#8211; T2)<strong><em><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ah, Ibu Kartini pasti tersenyum bangga di atas sana&#8230;&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/442/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/442/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=442&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/15/girl-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/42-15970230.jpg?w=170" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Warwick Avenue</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 09:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Uhmm.. lagi jatuh cinta sama video klipnya nih.. hehehehe. 2 jempol buat si mbaknya. When I get to Warwick Avenue&#8230; Meet me by the entrance of the tube. We can talk things over, a little time&#8230; Promise me you won&#8217;t step outta line. When I get to Warwick Avenue&#8230; Please drop the past and be [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=438&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Uhmm.. lagi jatuh cinta sama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=HhZ5-L9znt8"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>video klipnya</strong></em></span></a> nih.. hehehehe.<br />
2 jempol buat si mbaknya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong></strong><strong><br />
</strong></span></p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#666699;">When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
Meet me by the entrance of the tube.<br />
We can talk things over, a little time&#8230;<br />
Promise me you won&#8217;t step outta line.</span></strong></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
Please drop the past and be true.<br />
Don&#8217;t think we&#8217;re okay, just because I&#8217;m here&#8230;<br />
You hurt me bad, but I won&#8217;t shed a tear.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>I&#8217;m leaving you for the last time baby&#8230;<br />
You think you&#8217;re loving but you don&#8217;t love me.<br />
I&#8217;ve been confused outta&#8217; my mind lately&#8230;<br />
You think you&#8217;re loving but I want to be free.<br />
Baby you&#8217;ve hurt me.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
We&#8217;ll spend an hour, but no more than two.<br />
Our only chance to speak, once more&#8230;<br />
I showed you the answers, now here&#8217;s the door.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>When I get to Warwick Avenue&#8230;<br />
I&#8217;ll tell you baby, that we&#8217;re through.</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>All the days spent together, I wished for better,<br />
But I didn&#8217;t want the train to come.<br />
Now it&#8217;s departed,<br />
I&#8217;m broken hearted, seems like we never started.<br />
All the days spent together, when I wished for better,<br />
And I didn&#8217;t want the train to come</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>You think you&#8217;re loving but you don&#8217;t love me.<br />
I want to be free, baby you&#8217;ve hurt me.<br />
You don&#8217;t love me,<br />
I want to be free,<br />
Baby you&#8217;ve hurt me.</strong></span></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/438/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/438/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=438&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/warwick-avenue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Two Much</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 09:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[anda puas saya loyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[Katanya nih, sesuatu yang serba &#8216;terlalu&#8217; itu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata &#8216;terlalu&#8217; itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam disorientasi, gara-gara mengalami yang &#8216;terlalu&#8217; ini. Jadi Jumat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=434&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Katanya nih, sesuatu yang serba <strong><em>&#8216;terlalu&#8217; i</em></strong>tu tidak baik. Terlalu baik. Terlalu cinta. Terlalu kenyang. Terlalu pede. Pokoknya yang pakai kata &#8216;terlalu&#8217; itu, biasanya nggak baik,lah. Karena porsinya berlebihan, tidak sesuai dengan takaran normal. Sebaiknya? Sebaiknya yang sedang-sedang saja. Cukupan. Percayalah, saya baru saja mengalami trauma, semacam <em>disorientasi</em>, gara-gara mengalami yang &#8216;terlalu&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi Jumat Malam, saya dan teman saya <strong>Ndut</strong> pergi menghabiskan malam libur ini dengan nonton di Studio 21 Ambarukmo Plasa. Ini pun setelah kami harus melewati perjalaan yang cukup panjang dan berliku. Well, bukan kami sih, tapi SAYA! Saya yang merasakan penderitaan kaki pegal-pegal, demi 2 buah tiket bioskop! Sebenarnya rencana nonton sudah dicanangkan pada hari Kamis, tapi kemudian batal karena begitu saya  masuk ke Studio itu, antrian sudah padat merayap. Menggila. Maklum, musim liburan. Makanya, keesokan harinya saya memutuskan untuk datang lebih awal supaya tidak perlu ngantri beli tiket. Tapi ternyata saya salah, karena sepertinya seluruh orang pun berpikiran sama. Jam 10.04 pagi, begitu saya sampai disana, ruangan udah penuh sesak oleh antrian! <em>What the&#8230; </em>ya sudahlah, masa harus batal lagi? Terpaksalah ikutan ngantri. Untunglah waktu 20 menitan saya mengantri, terbalas dengan berhasilnya saya mendapatkan <em>seat </em>yang enak.</p>
<p style="text-align:justify;">Nonton apa sih?<span id="more-434"></span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-437 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg?w=110&#038;h=171" alt="" width="110" height="171" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jam 19.30 kami masuk ke dalam Studio 4 dalam keadaan film sudah dimulai (luar biasa memang ni bisokop! Selalu memulai filmnya 5 menit lebih awal!). Pertama-tama duduk, kami sebenarnya agak-agak jengah karena dari sana sini terdengar suara anak2 kecil tertawa cekikikan. Bukan, kami tau itu bukan suara mahluk halus atau sejenisnya, tapi memang suara dari anak-anak kecil yang banyak bertebaran dimana-dimana bersama orang tuanya. Ya ya ya, film yang kami tonton saat itu memang masuk kategori film keluarga ya. Dan saat inipun sedang musim liburan sekolah.  Jadi kami memang berusaha untuk berdamai dengan keadaan, dan berusaha tetap menikmati film, ditengah2 suara-suara anak2 kecil yang tertawa melengking, bahkan sebelum filmnya sampai di adegan-adegan yang lucu. Hrrrrrrr&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi untungnya film yang kami tonton itu luar biasa menghibur. Dengan cerita yang sederhana tapi penuh dengan dialog2 cerdas dan penuh makna <em>*halah*</em> , diluar ekspektasi banget lah. Puas banget liatnya. Saking puas dan berkesannya, teman saya itu bahkan sampai bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aduh&#8230; jadi pengen makan Mie..&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Agak aneh memang orang ini. Mungkin itu bedanya dia dengan anak2 kecil lainnya yang sama terkesannya dengan film ini. Sekeluarnya dari bisokop, mereka mungkin berhasrat untuk belajar Kungfu atau sejenisnya. Tapi teman saya ini malah memilih untuk makan mie. Ya ya, setiap film memang memiliki dampak yang berbeda-beda bagi penontonnya. Ketika seusai film, kami melihat jam baru menunjukkan jam 8 malam lebih 50 menit, kami tau bahwa rasanya masih terlalu sore untuk segera pulang ke rumah. Makanya, dengan iseng saya menantang teman sebelah saya itu,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Lanjut??&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">dan dengan mantap diapun menjawab, <em><strong>&#8220;YUK!&#8221;.</strong></em> Dasar emang lagi pada kurang kerjaan sekali. Sip! Kamipun keluar studio dan mampir lagi ke Loket (kali ini tanpa ngantri), dan memutuskan untuk menonton&#8230;.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg"><img class="size-medium wp-image-436 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg?w=110&#038;h=156" alt="" width="110" height="156" /></a></p>
<h3>WHY??</h3>
<p style="text-align:justify;">Entahlah. Kami juga nggak terlalu paham kenapa kami mau melanjutkan hidup kami malam itu dengan mentonton film yang dari judul dan tampilan posternya udah <strong>&#8216;enggak banget&#8217;</strong> itu. Tapi mungkin karena &#8216;enggak banget&#8217; itulah, kami jadi semakin tertantang untuk melihatnya. Apalagi setelah saya mendapat review dari teman saya yang mengaku <em><strong>&#8216;mabuk darat laut dan udara&#8217;</strong></em> setelah menyaksikan film ini, makin penasaranlah kami untuk membuktikan ucapannya tersebut.  Ya sudah, akhirnya si Ndut yang saya suruh membeli tiket. Dia nampak mengerti sekali kenapa saya sampai menyuruhnya membeli tiket.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kenapa, malu ya??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, dia malah memanggil-manggil saya untuk ikut memilih tempat duduk. Ih! Gimana sih ni anak? Udah dibilang gue malu, juga. Tapi karena dia memaksa dngan alasan<em> seat </em>yang tersedia sudah sangat terbatas, sayapun mau nggak mau ikutan memilih. Betapa kagetnya kami setelah melihat bahwa <em>seat</em> yang tersisa hanya tinggal baris kedua dari depan! Film ini <em><strong>sold out!</strong> </em>Tadinya saya agak-agak menolak buat melanjutkan niat menonton, karena saya berkeyakinan bahwa menonton di barisan sedekat itu dengan layar, bukanlah sebuah pilihan yang bijak! Tapi Ndut menguatkan saya lagi dengan bilang,</p>
<blockquote><p><em>&#8220;<span style="color:#333399;">Wis tho.. Filmnya jelek kok! Nggak perlu dapet tempat duduk yang bagus..</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. <strong><em>He&#8217;s got the point.</em></strong> Ya sudah, kamipun melanjutkan niat kami menonton. Waktu jeda yang masih sekitar 30 menit tersebut dipakai <strong>Ndut</strong> makan Mie (kesampaian juga cita2nya itu) dan saya jalan-jalan keliling Mal buat menghimpun kekuatan. Hehehe. Setelah itu, kamipun masuk kedalam <strong>Studio 2.</strong> Setelah pakai acara dorong-dorongan di dekat pintu masuk (ya, kami sama-sama tidak mau jadi yang pertama &#8216;kelihatan&#8217; masuk di studio itu!), kami kemudian keluar lagi menunggu lampu studio dimatikan. Pokoknya jangan sampai ada yang tahu kami menonton film ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Singkat kata-singkat cerita, film pun dimulai. Jadi nih buat yang belom tau kalo ada film berjudul murahan ini, ini adlah film bergenre (Insya Allah) komedi, yang dimainkan oleh <strong>Komeng, Ruben Onsu, Yeyen, Andi</strong> <strong>Soraya</strong>, dan sejuta nama2 lain yang menurut posternya sih merupakan pelawak-pelawak nomer wahid di negeri ini. Dan sutradaranya adalah <strong>KK Dheeraj,</strong> yang sebelumnya pernah sukses mempermalukan dirinya sendiri dengan menyutradarai film berjudul <strong>Genderuwo</strong> dan <strong>Skandal Cinta Babi Ngepet!</strong> Ya ya, setelah dianggap gagal menggarap film bergenre Horor, si bapak ini mencoba peruntungannya dengan membuat film bergenre Komedi. Dan hasilnya, oh my God&#8230; masih tetap Horor!!</p>
<p style="text-align:justify;">Buruk! Buruk sekali, teman-temanku. Seperti melihat acara lawak semacam <strong>Sahur Yuk Sahur</strong> tapi dalam versi yang tidak lucu, jorok, vulgar dan bodoh. Dan malangnya kami harus menyaksikannya tanpa jeda iklan untuk sejenak mengambil nafas, dan di <em>giant screen</em> pula! Sampai di setengah jam pertama, saya sudah mulai menjambak2 rambut saya sendiri, bahkan <strong>Ndut </strong>sudah mencopot sandal kirinya dan hampir saja dia melemparkannya ke arah <em>screen</em> yang jaraknya dekat sekali dngan hidung kita itu. Saking emosinya sama itu film. Nggak tau ya, apa kami berdua ini selera humornya dibawah rata-rata, atau malah jauh diatas rata-rata, karena setiap kali ada adegan <em>slapstick</em> yang membuat kebanyakan penonton lainnya tertawa terbahak-bahak, kami hanya saling pandang dengan kening berkerenyit (dalam keadaan gelap! hebat kan?), atau hanya gelang-gelang kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Justru malah ketika ada adegan &#8216;serius&#8217; antara dua aktor<strong> </strong>dengan kualitas akting<strong> </strong>mengerikan bernama<strong> Ryan Sechan</strong> (atau siapa, gitu) dngan<strong> Sandy Tumiwa</strong> yang berdialog serius tentang arti sebuah persahabatan, kami berdua malah tertawa terpingkal2, bahkan saya sampai menitikkan airmata saking nggak kuat lagi menahan ketawa melihat akting kedua pemain yang luar biasa buruknya itu! Sungguh, kami jadi agak2 nggak enak dengan para penonton lainnya yang mungkin melihaat dialog kedua pemain itu sebagai salah satu adegan mengharukan dalam film itu. Tapi buat kami, adegan itu justru luar biasa menggelikannya, jauh lebih menggelikan dibandingkan dialog-dialog plesetannya Komeng yang menguasai hampir keseluruhan isi film itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin saya beruntung sekali menyaksikan film itu bersama teman saya ini, karena dengan adanya dia disamping saya, saya jadi sedikit lebih tabah dan sabar melihat film ini. Karena hanya dalam waktu setengah jam saja, terlihat ada beberapa penonton yang bisa berpikiran waras dan memutuskan untuk walkout dari ruangan! Dan sedikit banya,  orang sableng disebelah saya inilah yang membuat saya tertawa menyaksikan film ini. Misalnya saja ketika adegan memperlihatkan seorang banci yang berambut ikal berwarna keemasan, memakai baju model boneka-bonekaan, tanpa permisi teman sebelah saya ini langsung bersuara lantang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Uhhhh!! Pingkan Mamboo????&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">sambil bersenandung lagu <em>&#8220;Kasmaran&#8221;</em>nya <strong>Pingkan Mambo</strong>, lengkap dengan suara sengaunya. Hahahah. Saya saja hampir terguling dari kursi saking nggak kuat menahan ketawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ah sudahlah. Sebaiknya sih Anda menontonnya saja sendiri, dan jangan mengharapkan apa-apa. Nggak usah mempertanyakan cerita dan dialog-dialognya yang menyedihkan. Nggakperlu mempertanyakan akting para pemainnya, karena mereka itu melawak, bukan berakting. Walau lawakan mereka itu juga nggak luucu-lucu amat.  Apalagi mempertanyakan korelasi antara judul film dengan isi ceritanya yang sama sekali nggak nyambung! Tapi belakangan kami sadar, sepertinya judul asli  film ini adalah : <strong>ANDA LOYO?? KAMI PUAS!!</strong>. Mereka akan sangat PUAS setelah melihat para penontonnya pulang dalam keadaan LOYO karena mabok ngeliat film buatan mereka ini. Mengerikan!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah di layar menampilkan tulisan <em>credit title</em> sebagai tanda film (kami tidak yakin itu film) itu selesai, dan berarti penderitaan kami telah usai, kami berdua langsung kabur secepat mungkin supaya tidak dilihat orang, kalau kami menonton film ini. Hehehe.  Jadi wajar sekali rasanya kalau sepulang dari sana, kami seperti merasakan sebuah disorientasi besar-besaran. Bagaimana tidak, setelah sebelumnya kami menyaksikan film yang <em>bagus sekali</em>, kemudian kami menyaksikan sebuah film yang <em>busuk sekali</em>. Yang satu terlalu bagus, yang satu lagi terlalu buruk! Nggak enak sekali rasanya. Seperti habis dipuji setinggi langit, kemudian dihempaskan kembali ke bumi. Luar biasa. Jatuh dari gedung bertingkat 20, memang beda ya rasanya dengan jatuh dari gedung berlantai 2! Meman benar, sesuatu yang &#8216;terlalu&#8217; itu memang tidak baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi gimana? Masih berniat nonton? Belajarlah dari pengalaman kami ini.  Kalau Anda ingin terhibur dengan dalam arti sesungguhnya, tontonlah film yang pertama. Kalau Anda ingin terhibur dalam arti kiasan atau dalam artian bohong2an, tontonlah film yang kedua. Jangan berlebihan. Tontonlah salah satu saja, jangan dua-duanya! Apalagi melihat film yang kedua itu dua kali. APAKAH ANDA SUDAH GILA??</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/434/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/434/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=434&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/13/loyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/mv5bmtixoty1njuyn15bml5banbnxkftztcwmjmxmdk1mq_v1_sx89_sy140_1.jpg?w=89" medium="image" />

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/film18991m.jpg?w=100" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gengsi Gede-Gedean</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dunia ini sudah gila. Demi gengsi dan terlihat superior, banyak orang menghabiskan uang untuk membeli barang yang mereka tidak suka atau butuhkan asal membuat kagum orang. Lebih gila lagi, orang-orang itu sebenarnya tidak mereka sukai juga..&#8221; (Will Smith) Duh! Si Mas nyindir saya nih kayanya&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=412&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#666699;"><br />
</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>&#8220;Dunia ini sudah gila. Demi gengsi dan terlihat superior, banyak orang menghabiskan uang untuk membeli barang yang mereka tidak suka atau butuhkan asal membuat kagum orang.<br />
Lebih gila lagi, orang-orang itu sebenarnya tidak mereka sukai juga..&#8221; </strong></span><em>(Will Smith)</em></p></blockquote>
<p>Duh! Si Mas nyindir saya nih kayanya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/412/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/412/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=412&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/05/gengsi-gede-gedean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Kenal Maka&#8230; Kenalan, lah!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 03:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Iya, saya juga agak2 heran. Kenapa judul posting saya makin lama semakin aneh. Padahal seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum-sebelumnya, kalau saya sebenarnya termasuk orang yang menjunjung tinggi sebuah judul atau tittle. Entah itu judul film, judul lagu, judul acara TV, judul artikel blog, sampai judul orang (&#8220;judul orang&#8221;? Nama orang, maksudnya&#8230; *maksa*) pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=389&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Iya, saya juga agak2 heran. Kenapa judul posting saya makin lama semakin aneh. Padahal seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum-sebelumnya, kalau saya sebenarnya termasuk orang yang menjunjung tinggi sebuah judul atau tittle. Entah itu judul film, judul lagu, judul acara TV, judul artikel blog, sampai judul orang (<em>&#8220;judul orang&#8221;? </em>Nama orang, maksudnya&#8230; <em>*maksa*</em>) pun bisa saya komentarin kalo emang menurut saya nggak pas. Hehehe. Karena  sekali lagi, menurut saya sih, orang pasti punya kecenderungan untuk menilai segala sesuatuya berdasarkan apa yang dilihatnya terlebih dulu. <strong>We do judge a book by it&#8217;s cover.</strong> Karena di cover itulah akan terbaca judul, penulis, dll yang akan membuat kita kemudian tertarik untuk membelinya, atau malah sebodo amat dan kemudian meninggalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu, ditengah siaran <strong>Female &#8216;n Friends</strong>, saya terlibat sebuah pembicaraan yang kemudian menjadi ide penulisan blog ini. Hehehe.</p>
<blockquote><p><strong>Iyan </strong>: <em>&#8220;Bo.. Loe kenal Artalyta gak?&#8221;</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Ya enggaklah..&#8221;</em></p>
<p><strong>Iyan</strong> : <em>&#8220;Ih, sama lho berarti sama SBY&#8230; Dia juga gak kenal sama Artalyta:</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;HAHH??? Maksud loe?&#8221;</em></p>
<p><strong>Iyan</strong> : <em>&#8220;Iyaa. Nih liat&#8230;.&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">kemudian perempuan satu itu menyodorkan koran KOMPAS terbitan hari itu. Di halaman depan, ada sebuah headline yang berjudul : <strong>&#8220;PRESIDEN TAK KENAL ARTALYTA&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg"><img class="size-medium wp-image-390 aligncenter" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg?w=213&#038;h=161" alt="" width="213" height="161" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Langsung dong, saya ngakak. Ni koran bikin judul kok lugu banget sih? I mean, <em>&#8220;So??&#8221;</em>. Emangnya penting ya, Presiden kenal apa enggak sama ibu yang lagi ngetop gara2 didakwa menyuap Jaksa yang menyelidiki korupsi dana bantuan BLBI itu? Jawabnya : <span style="text-decoration:underline;"><strong>PENTING</strong></span>. Sebenernya kalo mau dibaca isi berita itu secara seksama, sebenarnya isinya adalah penjelasan dari Juru Bicara Kepresidenan yang menegaskan bahwa Presiden tidak mengenal Artalyta yang pernah datang di acara peluncuran Album SBY beberapa waktu yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi menjadi <strong>TIDAK PENTING </strong>kalau para pembaca koran itu termasuk orang yang sukanya hanya baca-baca koran secara selintas lewat seperti saya. Yang dibaca judul2nya doang. Kalo menarik, ya lanjut baca isi beritanya. Kalo judul ga menarik, ya udah. Lewat. Tapi saya yakin, pihak KOMPAS sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam hal pemilihan judul tersebut. Mungkin kalo artikel itu dikasih judul : &#8220;<strong>JURU BICARA KEPRESIDENAN MEMBANTAH PRESIDEN MENGENAL ARTALYTA&#8221;</strong>, agak kepanjangan ya. Apesnya mereka aja, kok ya kebetulan yang membaca hari itu adalah  orang2 yang sok kritis dan hobi komentar saperti saya dan teman saya itu. Jadi ya mentok2nya ya kaya begini. Bukan ngebahas isi berita, tapi malah membahas judul berita. Dan ujung2nya hanya bisa jadi bahan becandaan aja. Hehehe.</p>
<blockquote><p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Eh, kenal Artalyta nggak?&#8221;</em></p>
<p><strong>Decki </strong>:<em> &#8220;Kenal. Yang korupsi itu kan?&#8221;</em></p>
<p><strong>Saya</strong> : <em>&#8220;Wiiihhh.. hebat lo. Kenal. SBY aja nggak kenal, lho&#8230;&#8221;</em></p>
<p><strong>Decki</strong> : <em>&#8220;HAH?&#8221;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Makanya.. lain kali kenalan dong, pak! Hehehe.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/389/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/389/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=389&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/03/tak-kenal-maka-kenalan-lah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/07/image005.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Meralat Tahi Lalat #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 03:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Sudah baca yang bagian pertama? Mmm, inilah reaksi dari salah satu tokoh disana. Bukan Mas Kemal, tentu saja. Heheheehe. Dengan ini, yang bersangkutan berarti sudah melakukan pembelaan dan memberikan hak jawabnya. Hahahaha. On YM 7/1/2008 Dimas Novriandi: mas dekaaaaa! dirimu membuka aibku! Dimas Novriandi: daku akan menulis versiku ah, bahwa daku waktu itu gak konsen, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=370&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah baca yang bagian pertama? Mmm, inilah reaksi dari salah satu tokoh disana. Bukan Mas Kemal, tentu saja. Heheheehe. Dengan ini, yang bersangkutan berarti sudah melakukan pembelaan dan memberikan hak jawabnya. Hahahaha.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>On YM 7/1/2008</strong></span></p>
<blockquote><p><em><strong>Dimas Novriandi</strong>: mas dekaaaaa! dirimu membuka aibku!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku akan menulis versiku ah, bahwa daku waktu itu gak konsen, halah<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahahaahha&#8230;<br />
<strong>ryu deka</strong>: Aku sebenarnya agak lupa, yang jawab itu kamu ataukah Dian!<br />
<strong>ryu deka</strong>: Tapi kayanya Dian nggak sekreatif itu dalam berpikir..<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: jelas aku mas!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku kan bener2 gak dong waktu itu<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: abisnya hari geneee clue nya ita purnamasari?<br />
<strong>ryu deka</strong>: Huahahahaha..<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: michael buble kek<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: david archuleta *kok tambah jauh ya*<br />
<strong>ryu deka</strong>: Makanya, aku yakin yang melontarkan clue itu pastinya Dian!<br />
<strong>Dimas</strong> Novriandi: emang<br />
<strong>ryu deka</strong>: 2002, Mas!<br />
<strong>Dimas Novriand</strong>i: kekekee<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: kalo getu kan bisa yovie widiyanto<br />
<strong>ryu deka</strong>: Ya ga mungkin tho ya.. Dian kan ga yakin kalo Yovie atau Buble itu sengetop Ita!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: walau tetep top of mindnya ryan adalah nike ardilla<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: ck ck ck&#8230;.<br />
<strong>ryu deka</strong>: yuk..<br />
<strong>ryu deka</strong>: silakan lho kalo bikin posting baru untuk membersihkan namamu..hehehehe<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: wakaka&#8230; ntar deh<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: aku ada fotonya kita berlima ituh<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: tapi dalam bentuk poto bukan scan<br />
<strong>ryu deka</strong>: Ayo di scan!<br />
<strong>ryu deka</strong>: Hahahaha<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: wakaka&#8230; dimana?!<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: daku juga ingat mas pas bikin yel2<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: secara kalian itu penyanyi semua dan aku&#8230;.<br />
<strong>Dimas Novriandi</strong>: mau gila rasanya<br />
<strong>ryu deka</strong>: Di internet, kek. atau dimana. Tapi ntar kalo ada yang tanya, itu bukan aku ya..<br />
<strong>ryu dek</strong>a: hahahahaha</em></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/370/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/370/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=370&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meralat Tahi Lalat</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam saking badan kerasa pegel2 ga karuan, ceritanya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi sebuah panti pijat di Jalan Kaliurang. BUKAAAAAAANNNNN!!! Bukan panti pijat yang aneh2 atau mesum2 seperti yang Anda bayangkan itu! Hehehehe. Tapi ini sebuah tempat pijat Refleksi yang memang sudah jadi langganan saya. Tadinya sih niatnya cuman pijat refleksi doang. Tapi setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=369&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadi malam saking badan kerasa pegel2 ga karuan, ceritanya saya memutuskan untuk pergi mengunjungi sebuah panti pijat di Jalan Kaliurang. BUKAAAAAAANNNNN!!! Bukan panti pijat yang aneh2 atau mesum2 seperti yang Anda bayangkan itu! Hehehehe. Tapi ini sebuah tempat pijat Refleksi yang memang sudah jadi langganan saya. Tadinya sih niatnya cuman pijat refleksi doang. Tapi setelah dipikir2, akhirnya berubah haluan menjadi pijat plus-plus. <strong>BUKAAAANNNNNNNN!!! </strong>Bukan pijat aneh2 atau mesum yang masih terus Anda bayangkan itu!! Jadi, kalo refleksi kan pemijatan hanya berkonsentrasi <em>*halah* </em>di seputaran kaki dan tangan, nah kalo pijat yang plus2 ini  adalah pijat refleksi <span style="text-decoration:underline;"><strong>PLUS </strong></span> punggung  dan seluruh badan  hingga kepala juga.  Kalo disana program ini dinamakan PIJAT SEHAT. GItu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi saya nggak akan menceritakan tentang proses si mas2 itu memijat saya. Karena ngapain juga? Hehehe. Karena ini adalah pijat sehat saya yang pertama (biasanya sih cuman refleksi doang),  walhasil saya harus &#8216;agak&#8217; merelakan celana saya dipelorotin sedikit dooong, biar si mas pemijatnya bisa memijat pinggang saya. Saya sih <strong>berpikir positif thinking </strong>saja (seperti yang diucapkan Laudya Chyntia Bella!) kalau mas pemijat langganan saya yang bernama  Kemal ini nggak mau ngapa2in saya. Huahahaha. Sumpah, jadi agak parno sebenernya gara2 cerita teman saya yang pernah &#8216;diisengin&#8217; waktu dia pijet! Salah siapa dia pijetnya di daerah Pasar Kembang! Lagian juga tempat pijat langganan saya ini cukup terjamin, lah kerdibilitasnya <em>*ediannnn*</em>. Bersih, bagus dan terbuka. Pemijat disesuaikan dengan muhrimnya. Maksudnya, kalo yang dipijat cewek, yang mijat juga cewek. Okay, lanjut ke acara pijat-memijat. Suatu ketika ketika mas Kemal sedang memijat pinggang saya, si mas ini tau-tau bilang,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Wah, mas  pasti bakalan disayang sama pasangan hidupnya besok..&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja saya langsung, <em>&#8220;Hahh???&#8221;</em>. Lha iya dong. Nggak ada angin ga ada ujan, tau2 kok si masnya komentar gitu. Langsung dong saya minta konfirmasi,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Maksudnya, mas?&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dia menjawab,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Iya. Ada tahi lalatnya di pinggang kiri. Artinya kan, mas besok pasti akan disayang sama pasangan hidup mas&#8230;&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">OWHHHH&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Hari gini, yang namanya ramalan dan karakter seseorang pun masih dinilai dari letak sebuah tahi lalat, sodara2! Untung saja si Mas itu meramal sesuatu yang baik. Jadi saya percaya aja. Dan karena si Mas sepertinya jago &#8216;meramal tahi lalat&#8217; seperti itu, saya pun jadi penasaran. Dan keluarlah keisengan saya.<span id="more-369"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong><em>&#8220;Trus, kalo tahi lalatnya dipinggang sebelah kanan, atinya apa?&#8221;</em></strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dengan mantap dan yakin, mas Kemal ini menjawab,</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong>&#8220;Kalo di sebelah kiri kan artinya mas disayang. Nah kalo tahi lalatnya di pinggang sebelah kanan, artinya mas yang sayang sama dia&#8230;&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JEDHUEEERRR!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Oh&#8230; kata siapa meramal itu susah, sodara-sodara?? Hehehe. Saya kemudian hanya manggut-manggut sambil sekuat tenaga menahan ketawa (dan sakit karena dipijat, tentu saja). Saya sih nggak meremehkan kemampuan meramal mas pemijat saya itu. Cuman geli aja, karena saya jadi merasa, sesuatu yang bernama <strong>TAHI LALAT</strong> ini kok tiba-tiba menjadi hal yang penting, dan seolah bisa mencerminkan karakter atau bahkan nasib seseorang. Ya walaupun saya tentu saja nggak percaya2 amat. Karena saya masih percaya, bahwa apa yang terpancar dari dalam-lah yang paling berarti <em>*halah*. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi coba deh diinget2 lagi. Ketika ada orang yang punya tahi lalat di sekitar bibirnya, orang pasti langsung mendakwa kalau dia adalah orang yang cerewet! Iya kan? Dari beberapa orang yang saya temuin yang kebetulan memiliki tahi lalat di sekitar bibirnya, memang sih rata2 termasuk doyan ngomong. Mungkin gara2 itu ya, para lalat sampai pada sebel dan kemudian <em>&#8216;pup&#8217;</em> di bibirnya. Hahahaha. Tapi yang jelas, saya sih nggak tau darimana atau sejak kapan stereotype itu muncul. Padahal kan kasian banget, orang kok dinilai (secara sepihak pula!) hanya gara-gara tahi lalatnya. Hahaha. Gak penting bener. Justru malah seharusnya keberadaan si tahi lalat harusnya disyukuri sebagai rejeki ya. Paling enggak, bisa jadi trademark buat jualan, lah. <strong>Cindy Crawford</strong> dan <strong>Eva Mendes</strong> mungkin ga akan keliatan spesial tanpa tahi lalat. Atau kalau mau maen di lokal-an dikit <strong>*hahaha*,</strong> <strong>Ita Purnamasari</strong> deh. Yang dulu gosipnya malah berhasrat ingin mengilangkan tahi lalat di bawah mata kirinya itu, tapi kemudian dibatalkannya. Gosip yang ga penting, bukan? Pastinya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ngomong2 soal Ita Purnamasari, saya jadi inget punya pengalaman luar biasa menggelikan. Jadi sekitar tahun 2002-2003, saya bersama keempat teman saya yaitu <strong>Ferre, Lutfi , Dimas </strong>dan <strong>Dian </strong>pergi ke Jakarta karena ada panggilan audisi<strong> kuis KATA BERKAIT</strong>. Ini kuis jaman dulu yang sempat ngetop, dimana tugas para peserta dalam satu kelompok adalah harus saling menebak sebuah kata, dengan cara menerangkan beberapa kalimat yang bisa meng-guide si penebak tentang kata yang disembunyikan itu. Hingga waktu itu, soal yang kami dapat adalah kata : PIANO. <em>Supposed to be easy,</em> bukan? Well, <span style="text-decoration:underline;">tergantun</span>g juga sampai sejauh mana tingkat kecerdasan dan imajinasi partner anda!</p>
<p style="text-align:justify;">Clue pertama dari Lutfi ke Ferre : Alat musik yang dipencet?  Ferre menjawab : PIANO! *beres*</p>
<p style="text-align:justify;">Clue kedua dari Ferre ke Dian : Selain organ? Pakai tuts? Dian menjawab : PIANO! *beres*</p>
<p style="text-align:justify;">Clue ketiga dari Dian ke Dimas : Ita Purnamasari kalo nyanyi, megang?</p>
<p style="text-align:justify;">sampai di sinilah semuanya berantakan. Karena kemudian Dimas dengan luar biasa cerdasnya menjawab, &#8220;TAHI LALAT!&#8221;.  MASYA  ALLLLOOHHHHH! Sejak kapan Ita Purnamasari kalo nyanyi sambil megang2 tahi lalat?? Hahahaha&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/369/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/369/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=369&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/07/01/meralat-tahi-lalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(don&#8217;t) Stop Piracy! It&#8217;s Hillarious!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 08:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[OH TIDAAKKKK!!! Gak percaya! Ga mungkin! Ini seperti mimpi!! Hehehe, berlebihan sekali ya? Tapi sungguh, percayalah. Kalau Anda mengalami apa yang saya alami tadi malam, maka Anda akan merasakan hal yang sama. Kaget. Surprise. Geli. Dan &#8216;gilo&#8217; dalam waktu bersamaan. Tak percaya, tapi nyata *makin hiperbola saja bahasanya*. Jadi gini lho, tadi malam sepulang dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=337&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>OH TIDAAKKKK!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gak percaya! Ga mungkin! Ini seperti mimpi!!<br />
Hehehe, berlebihan sekali ya? Tapi sungguh, percayalah. Kalau Anda mengalami apa yang saya alami tadi malam, maka Anda akan merasakan hal yang sama. Kaget. Surprise. Geli. Dan <em>&#8216;gilo&#8217; </em>dalam waktu bersamaan. Tak percaya, tapi nyata <em>*makin hiperbola saja bahasanya*.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi gini lho, tadi malam sepulang dari kantor, saya mampir ke<strong> Circle K</strong> di Jalan Kaliurang buat beli sesuatu. Setelah selesai, saya mampir ke sebuah toko di sebelahnya yang menjual aneka pernak-pernik bajakan (hihi). Mulai dari CD, VCD, MP3 hingga DVD tentu saja. Tadinya sih niatnya pengen cari DVD Serial <strong>30 Rocks</strong>. Tapi ternyata yang ada malah Season kedua, yang pertama udah nggak ada. Entahlah, mungkin Sold Out. Mungkin juga yang keluar cuman Season 2 doang. Yah, namanya juga bajakan. Jadi ya suka2 yang bajak, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak terpuaskan di bagian DVD, saya pindah ke bagian CD. Milih-milih-milih-milih, sampailah saya di bagian lagu2 Kompilasi. Dan mata saya yang entah mengapa selalu awas kalau ada sesuatu yang ajaib, langsung tertuju pada sebuah CD bergambar rangkaian bunga berwarna Ungu dan berbentuk hati berjudul &#8216;<strong>GOLDEN LOVE SONG&#8217;.</strong> Tanpa &#8216;<em>s&#8217;</em> ya tulisan &#8216;song&#8217;nya. Tapi bukan karena tulisan ngaco atau gambar bunganya yang menarik perhatian saya. Tapi karena di bawah gambar bunga itu masih ada tulisan lain yang menyertainya, yaitu : <strong>&#8220;INDO VS BARAT&#8221;</strong>. Dan masih ditambah lagi tulisan : <strong><em>&#8220;The Best Collection of Timeless Love Songs&#8221;.</em></strong> Oke, apa2n ini. Langsung dong, saya membalik CD tersebut untuk melihat lebih lanjut daftar lagu yang menjadi bagian dari si &#8216;GOLDEN LOVE SONG&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;">ENG ING EEENGGGGGGG&#8230;&#8230;.siap2! Inilah daftar lagu cinta sepanjang masa itu :<span id="more-337"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-339" src="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg?w=162&#038;h=121" alt="" width="162" height="121" /></a></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;">1.<strong>POPPY MERCURY</strong> &#8211; SURAT UNDANGAN<br />
2.<strong>MARIAH CAREY </strong>- WE BELONG TOGETHER<br />
3.<strong>BROERY MARANTIKA</strong> &#8211; BIARLAH BULAN BICARA<br />
4.<strong>CELINE DION</strong> &#8211; THE  POWER OF LOVE<br />
5.<strong>NIKE ARDILLA</strong> &#8211; SUARA HATIKU<br />
6.<strong>MLTR </strong>- THE ACTOR<br />
7.<strong>GOMBLOH</strong> &#8211; APEL<br />
8.<strong>RONAN KEATING</strong> &#8211; WHEN YOU SAY NOTHING AT ALL<br />
9.<strong>MERIAM BELLINA</strong> &#8211; KERINDUAN<br />
10.<strong>ELTON JOHN </strong>- YOUR SONG<br />
11.<strong>PANBERS</strong> &#8211; TERLAMBAT SUDAH<br />
12.<strong>AIR SUPPLY </strong>- GOODBYE<br />
13.<strong>CHRISYE -</strong> LILIN LILIN KECIL<br />
14.<strong>SARAH MCLAHLAN</strong> &#8211; ANEL<br />
15.<strong>POPPY MERCURY</strong> &#8211; ANTARA JAKARTA &amp; PENANG<br />
16.<strong>ENYA </strong>- ONLY TIME<br />
17.<strong>NANDY ADAMS</strong> &#8211; LOVE<br />
18.<strong>SAMUEL WRIGHT</strong> &#8211; KISS THE GIRL</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Iya! Itu dia.<br />
Gimana perasaanmu???<br />
Perasaan saya? Ya gitu itu, seperti yang saya tulis di awal tulisan ini. Silakan di baca lagi. Hahaha. Sampe bingung lagi mau bilang apa. Tapi yang pasti, saya sungguh penasaran sekali sama orang yang menjadi <em>&#8216;music director&#8217;</em> untuk pembuatan CD ini. Siapa ya?? Luar biasa sekali. Luar biasa ngacak! Hahaha. Boss, <strong>Poppy Mercury</strong> loh, gabung sama <strong>Mariah Carey</strong>! Kalo mbak Mimi ini tau dia disandingkan dengan penyanyi pop rock nanggung itu, dia pasti murka sekali. Entah darimana ide pembuatan CD bajakan ini muncul. Sungguh tak habis pikir rasanya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau anda sudah pusing membaca susunan lagu diatas itu, cobalah Anda bayangkan bagaimana perasaan   saya ketika memutar CD itu di pagi tadi di kamar! OWHHHH&#8230;.<br />
Gimana, ada yang mau minjem?? Hehehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/337/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/337/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=337&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/28/dont-stop-piracy-its-hillarious/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ryudeka.files.wordpress.com/2008/06/image0091.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Slippery When Wet</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Tanda peringatan seperti tulisan judul diatas memang penting. Supaya kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki kita ketika melewati lantai yang sedang basah. Hati-hati, supaya nggak kepeleset. Karena lantainya licin. Bersyukurlah kalau ada yang memperingatkan. Karena yang namanya &#8216;terpeleset&#8217; itu memang nggak enak sekali. Karena terjadinya tiba-tiba. Hehehe. Nenek-nenek juga tau, ya? Ketika kita &#8216;terpeleset&#8217;, biasanya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=321&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tanda peringatan seperti tulisan judul diatas memang penting. Supaya kita berhati-hati dalam melangkahkan kaki kita ketika melewati lantai yang sedang basah. Hati-hati, supaya nggak kepeleset. Karena lantainya licin. Bersyukurlah kalau ada yang memperingatkan. Karena yang namanya &#8216;terpeleset&#8217; itu memang nggak enak sekali. Karena terjadinya tiba-tiba. Hehehe. Nenek-nenek juga tau, ya? Ketika kita &#8216;terpeleset&#8217;, biasanya yang dirasakan ada 2 macem : sakit dan malu. <strong>Sakit</strong>, tentu saja secara fisiknya. Kata siapa jatuh dengan posisi pantat menempel di lantai lebih dulu itu nggak sakit? Masih untung pantat. Gimana kalau Bibir atau Jidat duluan? <em>*knock on wood*</em>. Dan <strong>Malu</strong>, tentu saja kalau diliat dari sisi kejiwaannya (hahahaha..). Namanya juga kepeleset, pasti ekspresi mukanya nggak akan anggun dan ganteng. Namanya juga orang kaget. Belom lagi kalo pas kepeleset pake acara keluar latahnya segala. Aduh&#8230; Sakitnya mungkin ga sebanding dengan malunya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Terus gimana kalau kejadiannya adalah <strong>kepeleset ngomong?</strong> Mungkin kalo yang ini sih nggak terlalu sakit ya fisiknya. Tapi mungkin malunya itu yang nggak tanggung-tanggung. Bayangkan, beberapa hari yang lalu saya sempet geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum sendiri, ketika baca-baca berita di internet. Dan semakin sadar, kalau kita ngomong, dimanapun itu, memang harus dalam kesadaran penuh. Biar nggak salah. Biar nggak kepeleset. Itulah kenapa, ketika hati sedang ga karuan, entah itu sedang sedih, marah, bahkan panik, mendingan ditahan dulu. Hati-hati ngomongnya. <span id="more-321"></span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kasus pertama,</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Terjadi ketika ada pertemuan Presiden dengan tamu negara dari luar negeri. Biasanya, <strong>Dino Patidjalal</strong> pasti akan menemani SBY jika ada pertemuan dengan tamu negara dari luar negeri. Namun Jumat (13/6/2008) kemarin, Mas Dino katanya sedang sakit Demam Berdarah. Dan peran Dino yang biasa mengalihbahasakan ucapan SBY digantikan penerjemah Istana. Disinilah petaka itu terjadi. SBY menjelaskan panjang lebar tentang peningkatan kerjasama RI-Australia di bidang keamanan dan kepolisian. <strong>Namun penerjemah yang mengalihbahasakannya ke bahasa Inggris hanya menyebut kerjasama di bidang militer, tanpa menyebut kepolisian.</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Presiden SBY pun spontan menambahkannya. <span style="color:#333399;"><em>&#8220;And also police cooperation,&#8221; </em></span>kata SBY di depan wartawan Australia yang dibawa PM Australia <strong>Kevin Rudd.</strong> Ternyata, koreksi SBY ini malah bikin si penerjemah yang entah siapa namanya itu jadi tambah grogi. Tambah panik. Efeknya, lagi-lagi dia keliru menerjemahkan ucapan SBY mengenai kebijakan travel warning Australia yang belum juga dicabut. <strong>Eh, oleh si penerjemah disampaikan bahwa RI meminta agar Australia mencabut kebijakan yang telah diterapkan sejak 2002 itu.</strong> Mungkin kesalahan itu nggak jadi masalah buat PM Rudd ya, secara si bapak ini cukup ngerti dan lancar berbahasa Indonesia. Ini terlihat ketika PM Rudd dengan fasihnya berpidato dalam bahasa Indonesia. Tapi buat media Australia yang nggak berbahasa Indonesia, bisa gawat dong? Makanya, selesai jumpa pers Jubir Kepresidenan <strong>Andi Mallarangeng</strong> harus bikin klarifikasi pada wartawan Australia. Saya curiga. Jangan2 si Penterjemah Istana itu adalah N<strong>adine Chandrawinata!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Kalau kasus yang kedua ini,</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Mungkin nggak separah yang pertama ya. Salah ngomong ini menimpa adik kita yang bersuara serak2 bechekk yang sepintas mukanya mirip Amara Lingua, yaitu <strong>Laudya Chintya Bella</strong>. Kata berita yang saya baca sih, hubungannya dengan <strong>Ananda Mikola </strong>yang pembalap itu kandas ditengah jalan (tuh, bahasa saya&#8230; gosip sekali kan) karena adanya orang ketiga, yaitu teman Bella sendiri! <em>What&#8217;s new, anyway?</em> Hehehe. Ketika dikerubutin wartawan yang pengen tauuuu aja urusan orang itu, Bella kayanya panik. Panik dan sedih. Sehingga tiba-tiba dia cuma bisa bilang (seperti yang saya kutip dari Kapanlagi.com) :</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, yang jelas aku berusaha <span style="text-decoration:underline;">berpikir </span></em><em><span style="text-decoration:underline;">positif thinking</span> saja, apa yang dilakukan oleh <strong>Nanda</strong> akan aku dukung,&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehehe.. Ya dimaklumin deh. Namanya juga lagi patah hati. Ngomongnya jadi suka ngaco. Sama kaya si penterjemah tadi. Namanya juga lagi grogi. Jadi ya harap maklum. Makanya, lain kali hati-hati ya. Jangan kepeleset lagi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/321/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/321/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=321&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/06/17/slippery-when-wet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Seluas Samudera</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 04:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/</guid>
		<description><![CDATA[Norak ya judulnya? Emang.. Hehehe. But let me ask you this : hal apa yang paling pas menjadi perumpaan, ketika kita sedang berbicara tentang kesabaran? Ya Laut. Samudera. Karena luasnya, karena seolah tidak terbatasnya. Begitulah paling tidak yang namanya kesabaran should be. Orang hidup itu kalo bisa sih sabarnya luaaaaaaassss&#8230; seluas2nya. Karena dengan sabar, buat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=233&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Norak ya judulnya? Emang..<br />
Hehehe. <em>But let me ask you this</em> : hal apa yang paling pas menjadi perumpaan, ketika kita sedang berbicara tentang kesabaran? Ya Laut. Samudera. Karena luasnya, karena seolah tidak terbatasnya. Begitulah paling tidak yang namanya kesabaran should be. Orang hidup itu kalo bisa sih sabarnya luaaaaaaassss&#8230; seluas2nya. Karena dengan sabar, buat ngelakuin apapun, buat menerima apapun akan ringan sekali. Bukankah itu yang dibutuhkan semua orang untuk menjalani hidup yang sudah semakin gila ini?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s1600-h/42-18816572.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s320/42-18816572.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Ada sebuah cerita&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-233"></span><br />
Ada serang Tukang Batu berusia separuh baya. Suatu hari dia mendapatkan tugas untuk membelah sebuah batu yang guedenya amit2. Dalam waktu sehari, dia harus bisa membelah batu itu, dengan hanya bermodal satu pemecah batu. Dari pagi hingga menjelang tengah hari, dia pukul2 itu batu berkali-kali dengan harapan batu itu bisa pecah terbelah. Melakukan hal yang sama berulang-ulang memang membutuhkan kesabaran yang besar ya. Udah gitu, nggak keliatan2 juga hasilnya. Sampai akhirnya ketika matahari udah tepat diatas kepalanya, ketika keringat udah bercucuran, ketika kulitnya yang putih udah jadi hitam (dia lupa memakai sunblock, nampaknya&#8230;), akhirnya si tukang batu ini menyerah. <span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ga bisa. Ga mungkin. Mustahil aku bisa memecahkan batu ini..&#8221;</em></span>. Dan diapun berhenti memukul batu, dan hanya duduk terdiam sambil menatapi batu yang ada di hadapannya itu dengan pandangan nanar. Mungkin dia berharap matanya punya sinar X seperti Superman, yang bisa membelah batu itu dengan mudahnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Ditengah keputus-asaannya itu, tiba-tiba lewatlah seorang laki-laki berusia lanjut dihadapannya. Seperti cerita2 inspiratif lainnya, tentu saja si kakek2 ini menghampiri si Tukang Batu muda dan dengan rumpi&#8217;nya bertanya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ada apa, anak muda?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Harusnya si kakek itu berkenalan dulu ya. Biar akrab. Jadi dia bisa mengganti &#8216;anak muda&#8217; itu dengan nama si tukang batu itu. <span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ada apa, Deka?</em></span>&#8221; atau &#8220;<span style="color:#000080;">Ada apa, Mas Ganteng?&#8221;</span>. Huahahhaa. Kok jadi nggilani malah ya. Hehehe. Singkatnya, si Tukang Batu itu menjawab kalo dia udah nyerah memukul2kan alat pemecah batunya itu. Dia juga memanfaatkan waktu itu untuk<em> curcol </em>(curhat colongan, -red) dengan bilang kalo batu itu terlalu besar, lah.. tugasnya terlalu berat, lah.. bossnya terlalu sadis, lah. Semuanya. Mungkin sampai uang makan yang nggak naik2 juga dia curhatin. Sampai akhirnya mungkin bete denger curhatnya si tukang batu, si Kakek ini bangun dan berkata,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Bolehkah saya mencoba memecahkan batu itu?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Si Tukang batu melihat si Kakek dengan pandangan heran tentu saja. Kalau anak gaul sekarang, si tukang batu sedang bilang <em><strong>&#8220;Sumpee loo???&#8221;.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah dipersilakan, si Kakek itu kemudian mengangkat alat pemecah batu milik si tukang, dan dengan sekali pukul, pecahlah batu itu! Anda kaget? Pasti kaget. Kecuali Anda sudah pernah mendengar cerita ini sebelumnya, tentu saja. Hehehe. Buat yang belum pernah, pasti Anda menebak2 kalau si Kakek ini adalah semacam <strong>Gandalf </strong>dari <strong>The Lord Of The Ring</strong> yang sakti itu, atau sosok Malaikat yang turun ke bumi dan menjelma menjadi seorang kakek2, atau mungkin Anda mengira kalau si Tukang Batu itu sedang bermimpi di siang bolong. Well, <em>sorry to say </em>kalau semua perkiraan Anda itu salah. Si Kakek ini beneran kakek2. Maksudnya, beneran manusia biasa yang sudah kakek-kakek (hehehe&#8230; muter2 ga karuan bahasanya). Lantas, apa dia segitu saktinya sampai bisa memecah batu raksasa itu dengan sekali libas?? Simak jawabannya setelah kami kembali.. heheheh&#8230;Nggak. Dia tetaplah manusia biasa, sama seperti si Tukang Batu muda itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Moral dari cerita ini sih sebenarnya sangat simple. Tapi penting. Orang itu harus sabar. Harus telaten, kata orang Jawa bilang. Karena kita nggak tau apa yang akan terjadi di depan kita. Seringkali kita memang &#8216;kalah&#8217; sama yang namanya kesabaran. Kita sering menyerah ketika ngerasa badan dan pikiran kita udah &#8216;panas&#8217; dan berat, dan kesabaran kita sudah habis. Sama seperti si tukang batu itu. Berpuluh2 bahkan mungkin beribu kali dia memukulkan palu itu, tapi batu besar itu nggak pecah2 juga. Dia pun menyerah. Padahal tenaga sebenarnya masih ada. Mungkin dia sudah sampai di pukulan ke 1000, dan dia menyerah. Tapi gimana seandainya batu itu ternyata ditakdirkan &#8216;pecah&#8217; di pukulan ke 1001? Dan si kakek itulah yang berhasil memukulnya. Cukup sekali pukul. Bukan berarti si Kakek itu hebat atau sakti, bukan? Tapi karena dia &#8216;mencoba&#8217;. Coba, misalnya si tukang batu itu mencoba memukul sekali lagiii&#8230;, saja. Pecahlah itu batu. <em>He&#8217;ll never know. We&#8217;ll never know.</em></p>
<h2 style="text-align:justify;">So don&#8217;t ever give up.</h2>
<p style="text-align:justify;">Ketika hati kita sudah lelah, kesabaran kita sudah mencapai puncaknya dan seolah kita sudah tidak sanggup lagi, Insya Allah itu adalah pertanda : kalau kita akan segera sampai. Akan segera ada hasil disana. Ibaratnya malam, saat2 malam yang paling dingin adalah ketika menjelang fajar. Paling dingin. Yang bisa kita lakukan adalah : Bertahan. Bertahan, karena percayalah, dingin itu akan segera berganti dengan hangatnya pagi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/233/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/233/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=233&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/29/hati-seluas-samudera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SD45OBXRqoI/AAAAAAAAAb8/-EJHCJwIBwo/s320/42-18816572.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Partners in Crime</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 03:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/</guid>
		<description><![CDATA[Nggak kerasa tahun ini genap 10 tahun saya meninggalkan seragam sekolah putih abu-abu saya. Ya, waktu ternyata bener-bener cepat berlalunya. Siapa yang nyangka, tau2 kemarin ada ajakan reuni SMA, untuk memperingati 1 dasawarsa lulus SMA. Wah! 10 tahun kok kayanya baru kemaren. Kayanya belom ngapa2in, belom jadi apa-apa dan belom punya siapa2 pula! Tau2 udah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=231&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Nggak kerasa tahun ini genap 10 tahun saya meninggalkan seragam sekolah putih abu-abu saya. Ya, waktu ternyata bener-bener cepat berlalunya. Siapa yang nyangka, tau2 kemarin ada ajakan reuni SMA, untuk memperingati 1 dasawarsa lulus SMA. Wah! 10 tahun kok kayanya baru kemaren. Kayanya belom ngapa2in, belom jadi apa-apa dan belom punya siapa2 pula! Tau2 udah 10 taun lewat! Hmm.. SMA.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Too many memories!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kayanya saking berkesannya masa 3 tahun itu, jadi bingung kalau ditanya pengalaman yang paling berkesan. Tapi diantara yang banyak itu, <em>there is one thing that I miss the most</em> : <strong>kekompakannya</strong>. Bukan hanya kompak ketika diadakan pertandingan <em>classmeeting</em> atau ketika ada acara Pentas Seni aja, tapi juga kekompakan dalam hal melakukan kejahatan! Bukan dalam hal memberantas kejahatan ya, tapi melakukan kejahatan! <strong>We&#8217;re partners in crime</strong>. Bukan perbuatan yang kriminal2 sih, tapi yang dilakukan adalah sebuah kenakalan2 kecil standar yaitu mencontek.</p>
<p style="text-align:justify;">Saking kompaknya, perbuatan mencontek yang dulu dilakukan secara perseorangan (hehehe), waktu itu kami lakukan secara massal! Kami sadar, pepatah ini benar sekali : Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Saya ingat sekali, waktu uduk di kelas II SMA, ada 2 mata pelajaran dimana mencontek massal itu kami lakukan. Yang pertama adalah pelajaran <strong>Sejarah</strong>. Jadi setiap diadkan ulangan, kami harus menjawab sekitar 20 pertanyaan pilihan ganda (Multiple Choice). Jadi ya kami harus memilih antara a-b-c-d atau e. Nah ketika ulangan selesai, maka yang selalu dilakukan kemudian adalah pengkoreksian langsung oleh murid-murid sendiri. Nggak tau apa tu guru emang termasuk yang males kalo ngoreksi sendiri atau gimana, tapi setiap ulangan memang ini selalu dilkakukan. Jadi, kertas ulangan dikumpulkan sesuai dengan baris tempat duduk, dan kemudian ditukarkan. Hasil ulangan baris pertama ditukar dengan baris ketiga, hasil ulangan baris kedua ditukar kan dengan baris keempat. Setelah itu, Ibu guru Sejarah kita itu kemudian membacakan jawaban yang benar, dan DIHARAPKAN anak2 membantunya untuk mengoreksi hasil kerjaan teman2 mereka. Dan disinilah kejahatan massal itu terjadi. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s1600-h/42-19157740.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s320/42-19157740.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-231"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya kami akan saling bekerjasama untuk saling membetulkan jawaban yang salah. Dari sini bisa kelihatan bakat curang tiap anak beda-beda levelnya. Ada yang cuma membetulkan jawaban yang salah. Ada yang ketika mengerjakan ulangan dengan menggunakan pensil sehingga kalau salah, bisa gampang dihapus atau kalau sudah benar, temannya itu tinggal menebalkannya dengan <em>ballpoint</em>. Ada juga yang bakat curangya udah melampaui batas : nekat tidak menuliskan jawaban sama sekali. Hanya menuliskan nomor soal doang! Saking sudah percayanya sama temannya. Luar biasa ya. Sehingga ketika pengkoreksian selesai, akan muncul dialog2 setengah berbisik di kelas seperti</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;"><strong>&#8220;Eh, aku salah berapa?&#8221;</strong><br />
&#8220;Salah 1..&#8221;<br />
<strong> &#8220;Eh, jangaaaannnnnn!! Jangan salah satu! Salahin 2 apa 3 aja deh&#8230;&#8221;</strong><br />
&#8220;Yo wes.. kalo aku?&#8221;<br />
&#8220;<strong>Kamu ta salahin 3 ya..&#8221;</strong><br />
&#8220;Salah 3 tuh dapet 8,5 ya?&#8221;<br />
<strong> &#8220;Iya..&#8221;</strong><br />
&#8220;Ya udah, gapapa deh&#8230;&#8221;</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;"><br />
</span></em><br />
Hihihihi&#8230; Walhasil hasil ulangan Sejarah kami pun sungguh memuaskan sekali. Proyek ini berlangsung cukup lama, hingga kemudian lama2 Ibu Guru Sejarah kami pun sepertinya curiga, karena mungkin menurutnya muka2 kami ini bukanlah muka orang2 yang jago dalam menghafalkan Sejarah. Tapi kok nilainya bagus? Makanya kemudian tanpa pemberitahuan sebelumnya sama sekali, beliau dengan percaya dirinya mengubah sistem pertanyaannya menjadi pertanyaan terbuka yang membutuhkan jawaban panjang! Dan tepat sekali, hasil ulangan kamipun sontak jeblok semua!!</p>
<p style="text-align:justify;">Kejahatan massal yang kedua, terjadi di mata pelajaran <strong>Ekonomi</strong>.Jadi, proyek Bapak Guru kami waktu itu adalah : kami diwajibkan mempelajari dan menghapalkan sebuah bab, dan kemudian kami dimita maju ke depan kelas satu demi satu, dan anak-anak lainnya diminta untuk mengajukan pertanyaan mengenai bab yang kami pelajari tersebut, dan kami yang menjadi &#8216;terdakwa&#8217; didepan kelas itu diwajibkan untuk menjawabnya. 1 anak mendapat jatah 3 pertanyaan dari 3 orang yang berbeda. Cukup gila memang sistem ulangan seperti ini. Itu berarti kan kami harus benar-benar menguasai SELURUH bab itu, supaya bisa menjawab pertanyaa2n tak terduga dari teman-teman kami. Dan tidak ada satupun diantara kami yang rela untuk bersusah payah menghafalkan materi 1 bab itu. Kami tau, kami harus melanjutkan tradisi kekompakan kelas kami. Untuk menghadapi tantangan gila ini, diperlukan kerjsama tim yang solid. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, beberapa jam sebelum pelajaran Ekonomi dimulai, kami mulai sibuk membuat 3 sobekan kertas. Dan di masing-masing kertas tersebut, kami tulis 1 pertanyaan yang kemudian kami sebarkan ke 3 teman yang berbeda. Tujuannya jelas : Kita pasti bisa menjawab, karena sudah tau siapa yang akan kita tunjuk untuk bertanya, dan kita sudah tau pertanyaannya. Ha! Cerdas bukan? Dan ketika tanya jawab itu dimulai, maka dimulailah reality show yang amat sangat dibuat2 itu. Ketika si Bapak Guru mulai membuka forum pertanyaan, maka langsung saja anak2 seisi kelas kompak mengangkat tangan mereka! SEMUANYA! Seolah2 mereka memang siap untuk bertanya! Padahal yang siap tanya ya cuman 3 orang yang &#8216;dimintain tolong&#8217; itu barusan doang! Yang lainnya ngangkat tangan buat ikut meramaikan saja. Hahaha. Dan setelah mereka bersandiwara, gantian anak yang didepan yang mulai berakting. Mereka akan berakting &#8216;bingung&#8217;. Keningya berkerut, mata memandang ke seluruh ruangan kelas seolah2 bingung memilih pertanyaan dari anak yang mana. Maklum, yang angkat tangan satu kelas! Hahaha.Padahal ya yang dia pilih sudah pasti yang 3 orang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini bisa ketahuan, mana anak yang bakat bohong dan mana yang tidak. Mana yang berbakat jadi aktris/aktor watak, mana yang besoknya cuman pantes jadi figuran! Gimana enggak, sering kali ada anak yang akting &#8216;bingung&#8217;nya buruk sekali, sehingga tidak meyakinkan sama sekali! Lha gimana mau meyakinkan, kalau selama beberapa menit di depan kelas itu, mukanya memerah karena menahan ketawa! Tapi paling tidak, kebohongan ini sukses luar biasa. Karena yang tau tentang hal ini hanya kami dan Tuhan. Si bapak guru? <em>Really had no idea!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi walau terkesan gampang dan maen2, bukan berarti hal ini tidak mengandung resiko sama sekali lho. Ya itu, seperti ungkapan : <span style="text-decoration:underline;"><strong><em>if you want to do something wrong, do it right!</em></strong></span> Kalo mau kong-kalikong, harus professional! Komunikasi itu hal yang amat penting dalam segala hal, termasuk ketika saling berbuat curang! Karena pernah terjadi, ketika kong-kalikong ini bisa berjalan mulus selama beberapa saat, tiba-tiba ada seseorang teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Dia hanya bengong sambil mukanya merah padam. Kami akan segera saling melirik,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Kok bisa sih dia nggak bisa jawab???&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah, kalau udah begini, kemungkinannya ada 2 : dia bener2 lupa sama apa yang sudah dihafalkannya, atau kemungkinan berikutnya adalah : si teman yang diajak kerjasama untuk mengajukan pertanyaan itu, SALAH MENGAJUKAN PERTANYAAN! Sungguh fatal sekali. Makanya ketika istirahat, siap2 saja terdengar perang mulut seperti ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Si Korban Malu</strong> : &#8220;NYET! KOK TADI PERTANYAANNYA ITU SIH??? &#8220;<br />
<strong> Si Terdakwa </strong>: &#8220;Aduh sorriiii&#8230;.&#8221;<br />
<strong> Si Korban Malu</strong> : &#8220;ITU KAN BUKAN PERTANYAAN YANG AKU TITIP&#8221;<br />
<strong> Si Terdakwa</strong> : &#8220;Iya.. ketuker sama punyanya si X&#8230;&#8221;<br />
<strong> Si Korban Malu</strong> : &#8220;TEGA BANGET SIH LO..?!!&#8221;<br />
<strong> Si Terdakwa </strong>: &#8220;Soriiii&#8230; abis yang nitip pertanyaan ke aku banyakkk.. &#8220;</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan merekapun kemudian saling mendiamkan diri selama beberapa hari. Hehehe.<br />
Gosh, I really miss those days!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/231/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/231/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=231&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/26/partners-in-crime/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDpVpRXRqnI/AAAAAAAAAb0/24uS-wCpF7U/s320/42-19157740.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Resep Disayang Suami</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[What D' U Think?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/</guid>
		<description><![CDATA[Katakan lebih dulu tiap pagi bahwa Anda mencintai diri Anda sendiri sebelum &#8220;I Love You&#8221; pada suami Pastikan di rumah tidak pernah kehabisan nasi Merespons setiap komentarnya, baik yang lucu maupun yang sedikit basi Selalu pamit ketika pergi, seakan Anda belum tentu diperkenankanNya kembali Letakkan bunga sedap malam di pintu masuk kamar dan biarkan wanginya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=230&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Katakan lebih dulu tiap pagi bahwa Anda mencintai diri Anda sendiri sebelum &#8220;I Love You&#8221; pada suami</li>
<li>Pastikan di rumah tidak pernah kehabisan nasi</li>
<li>Merespons setiap komentarnya, baik yang lucu maupun yang sedikit basi</li>
<li>Selalu pamit ketika pergi, seakan Anda belum tentu diperkenankanNya kembali</li>
<li>Letakkan bunga sedap malam di pintu masuk kamar dan biarkan wanginya mewakili Anda jika tidak sedang tidur berdua</li>
<li>Jadilah pembuat Mie Instant terlezat baginya, 24 jam!!</li>
<li>Cuci cangkir yang kotor, jangan terbersit untuk menggantinya dengan gelas</li>
<li>Usahakan menelpon ibunya setiap hari</li>
<li>Mnta maaf itu baik jika dari dalam hati. Jika tidak, lebih baik jangan katakan apa-apa sama sekali<span id="more-230"></span></li>
<li><span style="color:#333399;">Bersyukur dan tertawa setiap kali melihat pakaian dalam kotornya di meja rias Anda, karena berarti area tersebut masih wilayah eksklusif milik Anda</span></li>
<li><span style="color:#333399;">&#8220;Sayang, aku <span style="font-style:italic;">boarding</span>&#8221; sebelum pesawat lepas landasan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">&#8220;Sayang, aku <span style="font-style:italic;">landing</span>&#8221; satu menit setelah sabuk pengaman boleh dilepaskan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">Tanyakan apa yang kurang jika suatu hari ia menelpon jasa antar makanan</span></li>
<li><span style="color:#333399;">Diam itu emas. Mendoakan pasangan dalam keadaan bermusuhan itu berlian. <span style="font-style:italic;">And diamonds are girls&#8217; best friend</span></span></li>
<li><span style="color:#333399;">Keluar rumah berdandan necis itu perlu. Tapi sebenarnya hanya pakaian yang Anda kenakan naik tempat tidur yang selalu jadi perhatiannya</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Selalu ada yang baik dalam dirinya. Jika ia bukan ayah yang baik, ia pasti suami yang baik. Atau sebaliknya, jika ia bukan yang baik at least dia pasti suami yang lumayan, lah.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></li>
<li><span style="color:#800080;">Tulis yang tak terucap dalam sebuah diary. Letakkan di tempat paling tersembunyi. Pasti ditemukan dan dibaca suami!!</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Ada perempuan hebat di samping laki-laki hebat. Jika Anda dianggap tolol, siapakah yang lebih tolol? Si Tolol atau dia yang mengawini si orang tolol?</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Lagu akan selalu terdengar harmonis jika tidak satu nada. Jika dalam pertengkaran ia selalu inisiatif mengambil nada tinggi, jadilah suara alto.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Buang alat pembuat kopi. Masing-masing kita punya takaran sendiri.</span></li>
<li><span style="color:#800080;">Menangislah hanya ketika mengambil air wudhu atau saat sedang sembahyang.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Tepat! Pasangan Anda bukan cenayang. Dia tidak bisa membaca pikiran jika Anda hanya sesunggukan.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Anda bukan superwoman (tidak mengapa seringkali Anda gagal merebus telur setengah matang)</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Biarkan dia memegang remote TV dan mengganti channel setiap lima belas detik sekali</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Rayakan setiap perbedaan. Fanatisme adalah penyakit.</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Jangan sekali-kali memaki. Bila terpaksa, lakukan dalam hati</span></li>
<li><span style="color:#666699;">Menerima teman2nya dengan tangan terbuka walau hingga larut malam dan meninggalkan banyak pekerjaan tambahan</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Tahan kantuk.Jadilah orang pertama yang mengucapkan selamat hari jadi</span></li>
<li><span style="color:#008080;">JIka ada masalah yang tidak bisa selesai, lewatkan saja. Karena suami Anda bukan superman</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Pelajari cara memijat dan mengerok yang baik dan benar</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Berbagi suami dengan perempuan lain. Maksud saya, Ibunya.</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Hindari kompetisi</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Menjaga berat badan, memperhatikan asupan makanan.</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Selalu waspada. Kata cerai bisa muncul tiba-tiba dan dari hal sepele yang tidak biasa, mesin pompa rusak misalnya</span></li>
<li><span style="color:#008080;">Hati perempuan memang seperti kaca. <span style="font-style:italic;">But in case of emergency, you can break the glass!</span></span></li>
</ol>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-style:italic;"><span style="font-weight:bold;">(from &#8217;35 Cangkir Kopi&#8217; by Tamara Geraldine)</span> </span></span></div>
<div style="text-align:center;">Mbak2, resep disayang suami ternyata bukan hanya Ramuan Madura saja ya! Camkan itu&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/230/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/230/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=230&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/resep-disayang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Against All Odds</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/</guid>
		<description><![CDATA[Main-mainlah ke studio radio saya. Dan ketika sampai di meja receptionist, cobalah cari sebuah selebaran yang berjudul &#8220;Mekanisme Penerbitan STNK&#8221;. Ya, memang sepertiny aneh ya, ngapain juga selebaran ini bisa nangkring di meja resepsionis. Nggak ada hubungannya sama radio sama sekali, memang. Well, selebaran itu (dan juga beberapa lainnya yang ada hubungannya dengan lalu lintas!) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=229&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Main-mainlah ke studio radio saya. Dan ketika sampai di meja receptionist, cobalah cari sebuah selebaran yang berjudul <strong>&#8220;Mekanisme Penerbitan STNK&#8221;</strong>. Ya, memang sepertiny aneh ya, ngapain juga selebaran ini bisa nangkring di meja resepsionis. Nggak ada hubungannya sama radio sama sekali, memang. Well, selebaran itu (dan juga beberapa lainnya yang ada hubungannya dengan lalu lintas!) sebenernya diberikan secara cuma-cuman oleh ibu2 Polwan yang pernah kami undang untuk siaran. Yaa, sekalian sosialisasi lah. Mungkin beliau2 memutuskan &#8216;menitipkan&#8217; selebaran informatif itu, karena agak2 sebel begitu tau saya nyantai2 aja meskipun udah 2 taun nggak bayar Pajak Kenadaraan Bermotor. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi ke selebaran itu, disitu selain berisi mekanisme tentang penerbitan STNK seperti judulnya, juga ada tulisan tentang persayaratan perpanjangan STNK, daftar Undang-Undang Kepolisian yang nggak begitu penting untuk diketahui orang awam (hehehe), dan juga di bagian terakhir ada Tips Berkendaraan. Begini isinya :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Tidak lupa membawa surat-surat kendaraan bermotor<br />
2. Tidak lupa memeriksa kendaraan sebelum berangkat<br />
3. Tidak lupa memakai sabuk pengaman<br />
4. Tidak memotong atau berhenti di tikungan<br />
5. Tidak membawa kendaraan ugal-ugalan<br />
6. Tidak melanggar rambut lalu-lintas<br />
7. Tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan lelah/ ngntuk<br />
8. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah mengendarai kendaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tips standar yang mungkin memang harus terus di reminding, kalo ngeliat tingkah pengendara kendaraan di jalan sekarang ini yang makin ajaib2. Tapi setelah saya baca2 lagi, kok ada yang kurang begitu pas ya dengan tips diatas. Dan ini juga sempat menjad pertanyaan teman saya <strong>Nona Iyan </strong>yang kadang naluri nyacatnya 11-12 sama saya.</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#000080;">&#8220;Bo&#8217;, kok berdoa ada di urutan terakhir ya? Bukannya dimana2, berdoa itu jadi hal yang pertama kita lakukan kalau mau melakukan sesuatu??&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Iya ya. Hehehe. Harusnya tips nomer 8 itu, dipindah di nomer 1. Berdoa itu yang utama. Paling enggak, itu kan yang diajari oleh orang tua kita dan guru2 kita tercinta sejak kita dulu di TK. Mau makan, berdoa. Mau tidur, berdoa. Bahkan mau ke toilet aja, harus berdoa. Lah ini mau pergi berkendara lho. Taruhannya nyawa. Kok malah surat2 duluan yang dipentingin? Emang sih, kalo ada operasi di jalan, si bapak2 polisi itu pasti akan nanya,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#000080;">&#8220;Selamat Siang! Bisa lihat surat-suratnya?&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nggak mungkin dia tanya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Selamat siang? Tadi berangkat sudah berdoa?&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Huahahahaha. Jadi, <em>make sense</em> kan &#8216;masukan&#8217; kita ini? Berdoa harus ada di urutan pertama! Walau kalau saya yang bikin tips itu, di nomer 1 akan saya bikin : Jangan lupa berdoa sebelum mengendarai kendaraan, mudah2an tidak ada operasi lalu lintas yang menyebalkan itu hari ini!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/229/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/229/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=229&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/against-all-odds/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Til Death Do Us Part</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 13:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/</guid>
		<description><![CDATA[Free to creating the drama. Ini adalah satu hal kenapa saya suka sekali siaran radio. Di dunia nyata saja saya termasuk orang yang suka sekali mendramatisasi suatu hal. Hehehe. Apalagi ada di dunia tidak nyata? Karena dunia radio adalah dunia &#8216;kasat mata&#8217; , dimana yang dinikmati adalah audio, suara. Bukan video, apalagi audio visual. Jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=228&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Free to creating the drama</strong>. Ini adalah satu hal kenapa saya suka sekali siaran radio. Di dunia nyata saja saya termasuk orang yang suka sekali mendramatisasi suatu hal. Hehehe. Apalagi ada di dunia tidak nyata? Karena dunia radio adalah dunia &#8216;kasat mata&#8217; , dimana yang dinikmati adalah audio, suara. Bukan video, apalagi audio visual. Jadi yang murni dijual adalah sebuah image drama. Penyiar ngomong apa, pendengar bisa bebas membuat interpretasi dan bayangan sendiri2. Itulah kekuatan sebuah audio yang menurut saya luar biasa, yang tidak dimiliki oleh media lain seperti TV atau Majalah.</p>
<p style="text-align:justify;">Minggu siang ini saya siaran, saya semakin yakin kalau saya emang termasuk tukang mendramatisir yang piawai. Hehehe. Jadi waktu itu saya bercerita tentang <strong>Patrick Swayze</strong> yang melakukan <strong><em>renewal wedding vows </em></strong>bersama istrinya <strong>Lisa Niemi</strong>. Jadi mas Swayz yang dulu jadi setan di film Ghost ini kan didiagnosa menderita penyakit Kanker Pankreas. Dan kata dokter, hidupnya cuman bisa bertahan 2 minggu kalau kankernya itu menyebar dengan cepat. Satu hal yang dilakukan Swayze kemudian, mungkin cukup menyentuh, buat saya. Instead of menangisi diri sendiri atau down yang luar biasa (ya gimana ya boss.. di diagnosa hidupnya tinggal bentar gitu), dia mememutuskan untuk tidak menyerah sama keadaan. Di hadapan teman-teman terdekatnya dan juga keluarganya, dia malah mengajak istrinya yang sudah mendampinginya selama 33 tahun untuk kembali mengulangi janji pernikahan mereka. Janji yang dulu pernah ucapkan. 33 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Isn&#8217;t that sweet? For me, it really is. Why?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s1600-h/42-19031796.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s320/42-19031796.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-228"></span>33 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah usia pernikahan. Entah sudah berapa macam halangan dan rintangan yang pernah dialami sepasang suami istri di rentang waktu selama itu. Dan mengulang janji pernikahan, sepertinya bukan sesuatu yang lazim dilakukan pasangan suami istri. Ketika memperingati <em>wedding anniversary </em>pun, biasanya yang dilakukan hanya syukuran. Makan-makan. Dansa-dansa. Padahal menurut saya, ketika kita merayakan sebuah ulang tahun pernikahan, itu adalah waktu yang tepat untuk kembali mengingat janji-janji pernikahan yang dulu pernah diucapkan. <em>You know, like </em>:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><address><span style="color:#800080;">I promise to cherish and honor you</span></address>
<address><span style="color:#800080;">For better of for worse, I&#8217;ll be there for you</span></address>
<address><span style="color:#800080;">For richer or poorer, in sickness and in health</span></address>
<address><span style="color:#800080;">&#8216;Til death do us part..</span></address>
<address><span style="color:#800080;">From this day on and forever&#8230;</span></address>
</blockquote>
<blockquote><address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dan janji2 lainnya,lah. <em>I mean</em>, janji itu dulu diucapkan bukan buat main2, bukan? Istilahnya, diucapkan dihadapan Tuhan, lah. <strong><em>And we don&#8217;t mess with The Almighty</em></strong>, kan? Hehehe. Itulah kenapa kita harus selalu mengulang lagi untuk selalu mengingat, apa janji kita kepada pasangan kita. Apakah kita sudah menepatinya? Apakah kita masih dalam proses untuk menepatinya? Atau malah kita justru sudah melupakan janji kita itu? Apakah kita masih saling menghormati? Apakah kita masih berusaha untuk saling membahagiakan? Dan apa yagn dilakukan Patrick Swayze dan istrinya itu, buat saya sungguh benar2 menyentuh. Mungkin semakin terkesan dramatis sekali, karena dilakukan ketika usia si suami diperkirakan tidak lama lagi. Dan inilah waktu yang tepat untuk membuktikan, bahwa apapun yang terjadi, kesedihan dan kesusahan apapun yang terjadi, janji pernikahan mereka tetap terjaga. Mereka berjanji LAGI untuk selalu bersama, sampai maut memisahkan mereka.<br />
Selesai menceritakan kisah itu, saya memutar lagu <strong>Bila Tiba Satu Waktu</strong>-nya <strong>Bibus.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><address><span style="color:#333399;">Bila tiba satu waktu, takkan kumelupakanmu</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Betapa pedih hatiku bila kujauh darimu. J</span></address>
<address><span style="color:#333399;">ika suatu saat nanti, kita kan bertemu lagi</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Kuharap kau menyadari, cintaku masih disini..</span></address>
<address><span style="color:#333399;"><br />
Andai saja, waktu yang tersisa..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Berakhir seindah inginmu..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Maafkan diriku..</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Bila tiba satu waktu..</span></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
<address></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Seolah belom cukup mendramatisir, abis itu saya sambung dengan lagunya <strong>Alicia Keys </strong>yang <strong>&#8216;LIke You&#8217;ll Never See Me Again&#8217;</strong></p>
<blockquote><address><span style="color:#333399;">If I had no more time, no more time left to be here</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Would you cherish what we had?</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Was it everything that you were looking for?</span></address>
<address><span style="color:#333399;">If I couldn&#8217;t feel your touch, and no longer were you with me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">I&#8217;d be wishing you were here</span></address>
<address><span style="color:#333399;">To be everything that I&#8217;d be looking for</span></address>
<address><span style="color:#333399;">I don&#8217;t wanna forget the present is a gift</span></address>
<address><span style="color:#333399;">And I don&#8217;t wanna take for granted the time you may have here with me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">‘Cause Lord only knows another day is not really guaranteed</span></address>
<address><span style="color:#333399;"><br />
</span></address>
<address><span style="color:#333399;">So every time you hold me, hold me like this is the last time</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Every time you kiss me, kiss me like you&#8217;ll never see me again</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Every time you touch me, touch me like this is the last time</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Promise that you&#8217;ll love me</span></address>
<address><span style="color:#333399;">Love me like you&#8217;ll never see me again</span></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Cuman dalam hitungan menit, saya mulai di &#8216;anjing2&#8242; in sama teman saya melalui SMS. <em>&#8220;<strong><span style="color:#333399;">Anjing loe.. Bisa aja bikin gue nangis&#8221;</span></strong></em> tulis teman saya Sascha. Dia nggak tau kalau saya di dalam studio juga ampe berkaca2 karena terbawa susasana drama yang saya bikin sendiri!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7BXRqlI/AAAAAAAAAbk/_bWrhg8V6_Y/s1600-h/7048586.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s1600-h/42-19031796.jpg"><br />
</a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-style:italic;"><br />
</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=228&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/25/til-death-do-us-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SDlv7hXRqmI/AAAAAAAAAbs/QlsY7ComBEc/s320/42-19031796.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Shark Attack!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 04:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger istilah : Diatas langit masih ada langit? Kurang lebih artinya adalah : jangan pernah merasa hebat. Karena diatas kita, pasti ada yang lebih hebat lagi dari kita. Saya sih nggak pernah merasa hebat. Cuman orang2 aja yang sering bilang begitu ke saya (huahahaha&#8230;). Makanya ketika ada yang bilang kalo saya ini orangnya usilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=226&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pernah denger istilah : <strong>Diatas langit masih ada langit?</strong> Kurang lebih artinya adalah : jangan pernah merasa hebat. Karena diatas kita, pasti ada yang lebih hebat lagi dari kita. Saya sih nggak pernah merasa hebat. Cuman orang2 aja yang sering bilang begitu ke saya (huahahaha&#8230;). Makanya ketika ada yang bilang kalo saya ini orangnya usilnya luar biasa dengan seringnya saya berkomentar yang pada akhirnya berkecenderungan mencela, saya nggak pernah tersinggung. Karena ya itu tadi : pasti ada di dunia ini yang jiwa mencelanya jauh lebih hebat daripada saya!</p>
<p>Dan hari ini, semua itu terbukti. Jadi ada sebuah artikel di sebuah situs yang menceritakan tentang perjuangan dramatis seseorang yang diserang seekor ikan Hiu. Perjuangan hidup dan mati! Berikut ini cuplikan beritanya :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s1600-h/A-319-0140.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s320/A-319-0140.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#993366;">&#8220;Seorang perenang berkebangsaan Australia selamat dari serangan hiu putih kerena mencolok mata hewan itu. Saat itu hiu menyeret tubuhnya melalui perairan setelah membuat kaki kirinya luka parah.<br />
<strong> Jason Cull</strong> sedang berenang di pantai di wilayah Australia barat-daya, Minggu, ketika hiu sepanjang empat meter menyerangnya. &#8220;Mulanya saya kira itu adalah ikan lumba-lumba,&#8221; kata Cull kepada harian T<strong>he Australian</strong>, Senin (12/5). &#8220;Saya hanya ingat diseret ke belakang. Saya berusaha menemukan insangnya tapi saya mendapatkan matanya dan saya mencolokkan jari saya ke dalamnya dan saat itulah hewan tersebut meninggalkan saya,&#8221; katanya.<br />
Hiu itu mengoyak dua bongkahan daging dari kaki kiri Cull, mengoyak separuh betisnya dan membuat kakinya robek di lutut dan paha. Seorang petugas penjaga pantai mendengar teriakan Cull (37) dan bergegas menembus ombak untuk menyelamatkan dia.&#8221;</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>Dan berikut ini beberapa orang yang begitu kurang sopannya memberikan komentarnya di situs tersebut terhadap peristiwa yang memilukan itu  :</p>
<ul>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;"> yudha @ 10:28 WIB</span> : waduh&#8230;.ngak sekalian aja&#8230;di jewer telinganya&#8230;..,hiu nakal&#8230;memang&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">faizal @ 10:25 WIB</span> : makanya kalo berenang pake celana, jangan&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">vie @ 10:21 WIB</span> : aduhh&#8230;.kacian hiunya masih laper dunk!!!! he2&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">tee @ 10:18 WIB</span> : hueee&#8230; hebat, kaki udah ancur masih punya kekuatan untuk cucuk mata si hiu bandel. emang hebat hormon adrenalin&#8230; ckckck&#8230;</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">balakaciprit</span> @ 01:33 WIB : hiunya mata keranjang sih, jadi pantes dicolok.</h4>
</li>
<li>
<h4><span style="text-decoration:underline;">hiu</span> @ 13:03 WIB : katanya Buaya juga begitu&#8230;.colok matanya juga kalau di gigit (eh di makan, di gigit emang kucing).</h4>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuh&#8230;<br />
Sejahat2nya saya, saya nggak pernah lho ngasih komentar yang kejam seperti mereka itu&#8230; Huahahahaha..</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s1600-h/A-319-0140.jpg"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=226&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/shark-attack/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCkffOXkdLI/AAAAAAAAAbc/UFlPqLWJ12g/s320/A-319-0140.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bang, SMS Siapa Ini, Bang?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 02:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Matikan semua HP malam ini. Menurut METRO TV pk.23.00 ini ada gelombang radiasi besar yang berbahaya u/ manusia yang akan tertangkap semua HP. Beritahu keluarga &#38; tmn2. GBU&#8221; Saya nerima SMS itu hari Senin 10 Mei yang lalu. Ada yang nerima juga, nggak? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan berikutnya : pada bereaksi panik, nggak? Maksudnya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=225&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong><em>&#8220;Matikan semua HP malam ini.<br />
Menurut METRO TV pk.23.00 ini ada gelombang radiasi besar yang berbahaya u/ manusia yang akan tertangkap semua HP.<br />
Beritahu keluarga &amp; tmn2. GBU&#8221;</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya nerima SMS itu hari Senin 10 Mei yang lalu. Ada yang nerima juga, nggak? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan berikutnya : pada bereaksi panik, nggak? Maksudnya dengan serta-merta mengirimkan SMS itu (mem-forward) ke keluarga dan teman-teman seperti &#8216;perintah&#8217; yang tertulis di SMS itu? Saya sendiri waktu membaca SMS tersebut, reaksi pertama adalah senyum2 saja.<em> &#8220;Ok.. here we go.. another unimportant message&#8230;&#8221;</em>. Karena entah udah berapa kali saya dapet SMS berantai model begini. Dengan berbagai model. Biasanya sih <em>by the end of the text</em>, tertulis kalau kita harus memforward ke sejumlah orang, disertai dengan ancaman yang bilang kalau kita tidak melakukannya, kita akan berdosa! Ya, APA-APAAN INI???</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya membaca SMS tadi itu cuma senyum2 aja. Tapi senyum2 saya itu cuma sebentar doang, karena yang ada kemudian malah justru perasaan (agak) panik! Duh, kok kayanya serius ya ini isi SMSnya??  <em>Should I ignore this?</em> Haruskah saya menghapusnya saja? Tapi kok disini mencantumkan nama <strong>Metro TV </strong>sebagai sumbernya? Ni stasiun TV kan cukup kredibel kan untuk urusan berita. Masa mereka bercanda? Lagian, saya kan ga pernah nonton Metro TV tuh, karena mereka tidak ada acara infotainmentnya (hehehehe). Jadi ya nggak tau apa stasiun TV ini benar2 memberitakan kabar ini atau enggak. Gimana kalau &#8216;kabar&#8217; itu beneran. Dan gelombang radiasi berbahaya itu benar-benar &#8216;ditangkap&#8217; oleh orang2 yang saya cintai, karena saya nggak mengirimkan SMS ini pada mereka? Oh my God, it&#8217;s all my fault!! Tidaaaakkkkkk!!! <em>*over acting mode : ON*</em><span id="more-225"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, saya mencoba mengirimkannya ke salah seorang teman saya, dan reply yang diberikannya amat singkat :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><em><strong> &#8220;Hahaha. Ok d. Tx&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ih!!<br />
Ketawa lho, dia. Dikiranya becanda, ya? Ok, ya udah. Saya bisa lebih lega. Berarti tidak cuma saya yang menganggap SMS berantai begini hanyalah becandaan nggak penting. Ini sama saja ketika beberapa hari lalu sempat heboh <strong>SMS Santet</strong>. Pernah denger, kan? Heboh karena hampir semua situs berita lokal di internet memberitakannya, maksudnya. Hehehe. Jadi isi SMS berantai itu berbunyi begini :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#993300;"><em> &#8220;Kalau ada no HP yang warnanya merah jangan diangkat, karena bagi yang membaca bisa langsung meninggal. Karena orang Bengkalis sudah ada yang meningggal gara-gara mengangkat telpon itu. Orang yang punya nomor 0666/0866 itu lagi menguji ilmu hitamnya&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan, seperti biasa, dengan isengnya saya chat dengan teman saya tadi malam sebelum pulang kantor (disempetin ya, bos! heran!).</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong> ryudeka</strong> : Udah dapet SMS Setan belom?<br />
<strong> rustee </strong>: &#8216;paan?<br />
<strong> ryudeka </strong>: SMS Setan!<br />
<strong> rustee</strong> : iya, apaan tu? gue taunya SMS Selebritis.<br />
<strong> ryudeka </strong>: Ugh, ga gaul. Ini baru lagi.<br />
<strong> rustee</strong> : hahahaha&#8230; tarif premium pula???<br />
<strong> ryudeka </strong>: Kayanya.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Ketik REG spasi SETAN dan kirim ke 666<br />
<strong> ryudeka </strong>: Aku tunggu yaa&#8230; Hihihihihi (melengking! Kan setan!)<br />
<strong> rustee</strong> : HAHAHAHAHAHA<br />
<strong> ryudeka</strong> : Serius. Masa lo ga tau sih?<br />
<strong> rustee</strong> : nggak. sumpah. emang ada iklannya di tipi?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Lo kira Mama Laurent!<br />
<strong> rusetee </strong>: yuuk.<br />
<strong> rustee</strong> : sama Ki Joko Bodoh juga jangan lupa.<br />
<strong> rustee</strong> : jangan2 iklan sms nya Ki Joko ini yg lo bilang SMS Setan!<br />
<strong> ryudeka </strong>: HUSH!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Kok?<br />
<strong> rustee </strong>: ya kali. secara liat mukanya dia kaya liat setan, bukan?<br />
<strong> ryudeka </strong>: HUAHAHAHAHHA&#8230;<br />
<strong> ryudeka</strong> : Jadi, tu SMS berasal dari nomer yang ada angka 666 atau 8666 gitu.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Kalo lo nerima tu SMS, jangan dibaca. Kalo dibaca, you&#8217;ll die!<br />
<strong> rustee</strong> : KAKAKAKAKAKAKA<br />
<strong> rustee</strong> : trus??<br />
<strong> ryudeka </strong>: Ya gitu. Ada beberapa kasus (menurut OKEZONE loh!) di beberapa daerah di Ind, orang yang nekat baca tu sms, langsung pingsan. Bahkan ada yang meninggal.<br />
<strong> rustee</strong> : dan lo percaya?<br />
<strong> ryudeka</strong> : YA ENGGAK, LAH!!<br />
r<strong>yudeka</strong> : Karena setelah gue baca sampe abis tu artikel, yang pingsan itu oleh rumah sakit diduga hanya kelelahan akibat mengikuti ujian di sekolahnya&#8230;<br />
<strong> rustee </strong>: HAHAHAHA<br />
<strong> rustee </strong>: udah stress ujian, stress juga dpt sms begituan. ya jelas aja pingsan!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Itu kok seperti melihat film horror berjudul ONE MISSED CALL ya?<br />
<strong> rustee </strong>: tau. blm liat, gue.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Besok kalo lo dapet tu SMS, forward ke gue yah!<br />
<strong> ryudeka</strong> : hehehe.<br />
</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ya begitulah.<br />
Udah jamannya <strong>3G </strong>begini kok ya masih aja ada yang percaya begitu2an. Dan udah jaman secanggih ini juga, kok ya ada yang punya ide MEMBUAT dan MENGIRIM SMS beginian. Saya geleng2 kepala aja ketika tau, kalau <strong>SMS Premium</strong>nya <strong>Ki Joko Bodho</strong> yang amat sangat berbau klenik itu, bisa laris manis. Bayangin aja, cuman dalam waktu 2 minggu sejak iklannya ditayangkan di TV, 20 ribu SMS berhasil masuk disana. Luar biasa ya? 20 ribu orang dengan sukarela membuat seorang Ki Joko Bodo menjadi orang yang semakin kaya raya. Hahahaha. Saya sih tentu aja nggak rela sekali bikin orang lain lebih kaya dari saya. Enak aja. Malah kalau memungkinkan, gimana caranya saya bisa bergabung di jajaran artis2 anggota SMS Selebirits itu! Hehehhe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya tiap kali ada SMS berantai yang meminta saya mem-forward ke 10 orang atau lebih, nggak saya gubris. Walau ada ancaman,<span style="color:#993300;"><em> &#8220;&#8230; jangan abaikan SMS ini. Jika kau abaikan, sesuatu yang buruk akan mendatangi dalam minggu ini..&#8221;. </em></span>Iya tentu saja!! Sesuatu yang buruk itu adalah : pulsa gue berkurang 1500 perak dalam sehari cuman gara2 ngirimin SMS tolol itu ke 10 orang sekaligus!<br />
Hhh..kenapa jadi emosi ginni ya. Hehehe. Sudahlah. Pantesan aja orang kita terkenal gampang banget di provokasi. Lebih percaya sama hal2 yang ga masuk di akal sih. Yah, paling tidak satu hal yang bisa dipetik dari hal2 seperti ini, jaman makin canggih, orang juga dituntut semakin canggih dalam berpikir dan bertingkah laku. Terbukti kan? Dukun aja udah <em>computerized!</em>! Salut lah pokoknya&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/225/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/225/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=225&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/13/bang-sms-siapa-ini-bang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Someday, Someway, Somehow</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 05:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/</guid>
		<description><![CDATA[Malam Minggu yang lalu saya menghadiri resepsi pernikahan teman saya di Grha Sabha UGM. Kebetulan yang menikah adalah 2 orang teman baik saya, Lutfi dan Emma. Jadi kebahagiaan saya boleh dibilang berlipat ganda. Senengnya dobel. Tapi tentu saja, saya tidak akan menulis tentang jalannya resepsi malam itu di blog ini. Karena ini kan blog saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=223&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam Minggu yang lalu saya menghadiri resepsi pernikahan teman saya di Grha Sabha UGM. Kebetulan yang menikah adalah 2 orang teman baik saya, <strong>Lutfi</strong> dan <strong>Emma</strong>. Jadi kebahagiaan saya boleh dibilang berlipat ganda. Senengnya dobel. Tapi tentu saja, saya tidak akan menulis tentang jalannya resepsi malam itu di blog ini. Karena ini kan blog saya, jadi ngapain saya repot2 menceritakan tentang oran lain, bukan? Saya tetaplah harus jadi bintang di blog saya sendiri. Biarlah mereka menjadi bintang di blog mereka sendiri2. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang pasti, malam itu saya sangat bahagia. Pertama, jelas senang dan bahagia karena kedua teman dekat saya itu jadi juga ke pelaminan. Itu mah nggak usah dijelaskan lagi gimana bahagianya. Walau agak kecewa juga sih, karena di resepsi itu nggak ada live band-nya. Yang ada cuman live <strong>Karawitan &amp; Gamelan</strong> doang. Jadi hobi saya yang suka sok tampil menyumbangkan suara di kawinan2, jadi tidak tersalurkan deh. Mosok mau dipaksakan nyanyi diiringin gamelan?? Hehehe. Kedua, saya senang sekali karena kebetulan di resepsi itu saya bertemu dengan salah satu MC kondang Jogja yang manis *halah* bernama <strong>Ninda Kariza</strong>. Bukan (hanya) karena senang melihat wajahnya yang senantiasa sumringah itu saja, tapi juga ketika kami selesai bersalaman dan cium pipi kiri-kanan (hehe), si mbak ini tau2 mengeluarkan komentar yang buat saya amat mengejutkan :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-223"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">&#8220;<em>Eh.. aku juga baca blog kamu lho&#8230;</em> &#8220;.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya bengong. Gak salah dengar tuh?? Makin bengong lagi karena setelah itu dia melanjutkan ucapannya dengan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">&#8220;<em>Baca blog ku juga ya.</em>. <a href="http://nindajogja.com/">Nindajogja.com</a>&#8230;.&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Loh? Kok tetep promosi ya. Hehehe. Perasaan saya waktu itu ya campur2. Ya kaget, ya nggak nyangka, ya seneng. Mixed up, lah pokoknya. Bahkan dengan noraknyapun saya bilang dalam hati :</p>
<p style="text-align:justify;">
<h3>&#8220;Ninda Kariza? Baca blog gue?? Sumpe luuu??&#8221;.</h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gitu. Kalau nggak inget sedang ada di resepsi pernikahan yang resmi itu, mungkin saya udah loncat2 gembira. Hehehe. Tetep nggak mungkin juga sebenernya. Jadi saya cuman mengeluarkan ekspresi senyum-senyum sendiri aja. Kalau orang lain tau perasaan saya waktu itu, mereka pasti akan bilang betapa noraknya saya. Ya gimana ya, namanya juga blog. Semua orang di seluruh dunia ini pastinya kan juga bisa baca blog saya ini. Hillary Clinton juga bisa baca. Walau saya nggak yakin dia bakal ngerti apa yang saya tulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi gini lho, teman2&#8230; Sejak jaman saya masih SMA, saya sudah cukup mengagumi sosok mbak yang satu ini. Ketika saya masih jadi penyiar junior di salah satu radio di kota asal saya, beliau sudah malang-melintang di tengah jalan dunia broadcast. Jaman dulu, siapa yang nggak kenal dengan Ninda Kariza. Sama lah denga sekarang, siapa sih yang nggak kenal dengan saya? Huahahahaha. Dulu ketika kemudian saya ikutan daftar di radio <strong>Geronimo </strong>Jogja tempat mbak Ninda ini siaran, si mbak ini jugalah yang ikut menginterview saya. Walau saya nggak lolos dan hanya dapet masa orientasi jadi Front Office doang (!), tapi waktu itu sudah  cukup senang lah bisa berhadapan langsung dengan mbak ini. Hueueueue&#8230; norak. Sungguh norak.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya ketika dia bilang dia juga baca blog saya ini, ya saya senyum2 sendiri aja. Ada perasaan bangga aja, ketika hasil karya kita (ketinggian ga sih istilahnya?) di &#8216;apresiasi&#8217; sama orang yang kita kagumi. Tulisan ngaco saya di blog ini sajalah, misalnya. Ketika si mbak ini bilang kalau dia juga membaca blog ini, saya senengnya bukan main. Sampai sempet2nya ngeSMS teman saya Ndoy.Padahal belom tentu juga si mbak ini menyukai apa yang dia baca, bukan?. Siapa tau malah jengah. Hehehe. Mungkin begini rasanya ya jadi Inul, ketika kaget karena konsernya ditonton sama idolanya, Titiek Puspa. Hehehehe. Perumpamaan yang agak janggal, memang. Tapi kurang lebih begitulah. Saya sih berharap, semoga aja kelak saya bisa melakukan hal yang sama. Bisa membuat seseorang -entah siapa, merasa kaget-bangga- terharu, hanya karena saya cuman bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh, aku baca blog kamu lho.. Bagus&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mudah2an.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/223/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/223/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=223&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/12/someday-someway-somehow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Breaking the Record</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 03:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/</guid>
		<description><![CDATA[Bangga juga kayaknya ya, kalau kita dikenal dan dikenang oleh orang banyak, karena prestasi yang kita buat. Dibicarakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Bahkan nggak cuma dibicarakan aja, nama kita juga tercantum alias tertulis di buku rekor. Ada bukti tertulisnya. Bukti otentik, istilah kerennya. Mungkin unsur &#8216;bangga&#8217; ini juga yang menyebabkan adaaaaa.. aja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=222&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bangga juga kayaknya ya, kalau kita dikenal dan dikenang oleh orang banyak, karena prestasi yang kita buat. Dibicarakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Bahkan nggak cuma dibicarakan aja, nama kita juga tercantum alias tertulis di buku rekor. Ada bukti tertulisnya. Bukti otentik, istilah kerennya. Mungkin unsur &#8216;bangga&#8217; ini juga yang menyebabkan adaaaaa.. aja orang atau instansi yang punya ide bikin rekor, apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya. Karena sekali rekor itu tercipta (mau rekor nasional kek, atau bahkan rekor dunia!), nggak cuma penghargaan yang diraih, tapi juga kepopuleran. Ya paling enggak, masuk koran, lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sendiri termasuk orang yang suka memperhatikan hal2 yang aneh. Suka mengomentari, tepatnya. Karena menurut saya, orang kita kok kayanya hobi banget ya bikin rekor yang aneh2. Yang kayanya nggak penting2 amat, gitu loh. Hanya demi cari perhatian, demi bisa masuk <strong>Museum Rekor Indonesia (MURI)</strong>, sukur2 <strong>Guiness Book of World Record</strong>. Walau setelah saya perhatikan lagi, rekor2 yang diciptakan itu lama2 kebanyakan sih lebih banyak unsur komersilnya daripada substansi prestasi itu sendiri (waduh bahasanya..). Misalnya, sebuah perusahaan A mau launching. Biar heboh, dibuatlah sebuah pemecahan rekor. Dan itu bukan sesuatu yang salah sih. Namanya juga jualan. Gimana caranya toh, biar dagangan kita dibeli orang. Paling enggak, dilirik dulu lah!</p>
<p style="text-align:justify;">Hari ini (Rabu 7 Mei) saya agak surpise ketika melewati sebuah jalan di kawasan <strong>Kota Baru</strong>, dan melihat sebuah spanduk bertuliskan : <strong>PEMECAHAN REKOR SENAM MASAL DENGAN 25 INSTRUKTUR</strong>. <span id="more-222"></span>Tadinya saya kira saya salah lihat. Karena waktu itu saya dalam keadaan lapar yang amat sangat. 25 instruktur? Ah, salah baca kali. Makanya saya tidak begitu pedulikan spanduk itu, dan memilih untuk segera makan di sebuah warung langganan saya. Tapi emang hati nurani takkan berdusta *<em>edann</em>*. Selama saya makan pun, pikiran saya tetap tertuju pada spanduk itu. Hahahaaha. Akhirnya setelah ngebut menyelesaikan makan, saya langsung kembali lagi ke jalan tempat spanduk itu terpasang, dan saya cekakakan sendiri, karena saya salah baca. Yang benar adalah : <strong>PEMECAHAN REKOR SENAM MASAL DENGAN 25O INSTRUKTUR!</strong> Bukan 25, sodara2. Tapi 250! Lebih ciamik, bukan??</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s1600-h/07052008457.jpg"><img style="display:block;width:253px;cursor:pointer;height:143px;text-align:center;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s320/07052008457.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sungguh sulit membayangkan apa yang terjadi di tempat itu. Senam dengan 250 instruktur? Dan tiap instruktur memperagakan gerakan yang berbeda? <em>What a disaster!</em> Hahahaha. Ya saya sih nggak tau gimana si panitia itu merancang acaranya, dan mengatur jalannya senam. Mungkin saya aja yang sok heboh ngebayanginnya. Tapi gimana ya, agak2 geli aja ngebayangin ada senam kok instrukturnya lebih dari 1. Emang massal sih, senamnya. Pesertanya juga pasti ribuan. Tapi apa iya perlu sampai 250 orang instrukturnya? Dan lagi, apa iya ini hanya karena embel2 &#8216;pemecahan rekor&#8217; itu tadi? Gak penting banget kan jadinya? Ada2 aja. Makin &#8220;ada2 aja&#8221; lagi ketika sampai kantor, saya penasaran : rekor ga penting apa lagi yang pernah dibuat oleh orang2 yang sebangsa dan se-tanah air dengan saya? Owh, betapa terkejutnya saya karena ternyata jumlahnya banyak! Banyak sekali! Saya baru tahu lho, kalau ternyata ada rekor :</p>
<ul>
<li><strong>J</strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>uara Lomba Merayu</strong></span>. Namanya Sutjipto Adi, berasal dari Temanggung. Menjadi juara lomba Merayu pertama dan satu2nya di dunia tahun 1986. Astaga&#8230; ni orang pasti orangnya bokis abis. Hahahaha. Ayo, mungkin ada yang mau bikin Lomba Menggoda tingkat Nasional????</li>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">Berenang di tempat Terlama</span></strong>. Namanya Cahyo Lukito. Dia bisa berenang ditempat (iya! ditempat!) non stop selama 8 jam 29 menit di Festival Inggek di Kudus pada 26 Agustus 1988. Ih, berenang kok ditempat, ya? Itu bukannya namanya adalah : mengambang, ya??</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Onde-Onde &amp; Kerupuk Terbesar</strong></span>. Yang kurang kerjaan ini adalah Rotary Club of Semarang (hehehe&#8230; piss!) pada tanggal 5 Juni 1994. Onde-Onde nya berukuran 183 cm (lingkarang) dan Kerupuknya berdiameter 100 cm. Owhh&#8230; Onde2 dan Kerupuk?? Pasti seret banget tuh kerongkongannya..</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Senyum Serentak Bersama</strong></span>. Jadi pada 11 September 2004 lalu, Unisba Semarang melakukan Ospek buat mahasiswa barunya, dengan cara berjalan menuju Simpang Lima dengan senyum serentak secara bersama dengan membawa bendera Merah-Putih. Total peserta yang &#8216;tersenyum&#8217; itu adalah 730 orang. Ya ya&#8230; senyum memang sebagian dari iman!</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Berdiri Diam Terlama</strong></span>. Kalau tadi ada festival Merayu, ini ada yang namanya festival Diam! Pemegang rekornya adalah Sunardi dari Boyolali, yang bisa bertahan berdiri tidak bergerak selama 15 jam 25 detik! Amazingly, ini adalah rekor dunia! Make sense juga sih. Karena saya yakin, cuman negara kita yang bisa bikin festival ajaib model begini&#8230;&#8230;</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pernikahan dengan MC Terbanyak</strong></span>. Ya ya ya, Anda pasti tersenyum bukan? Pemegang rekor ini adalah DR.RMA. Sudiyatmana. Acara berlangsung di Aula st.Athanaius Agung &#8211; Semarang pada tanggal 22 Mei 2005. Saya kebetulan tidak diundang di kawinan itu (hehehe). Jadi saya hanya bisa membayangkan, betapa berisiknya suasana saat itu. Karena biasanya, 3 orang MC di sebuah kawinan aja udah berisik, ini kok ya ada 45 MC sekaligus! Bayangkan kalau kesemua MC itu punya sifat pengen tampil dan nggak mau kalah kaya saya. Oh&#8230;..</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Senam Aerobic Terlama</strong></span>. Yang punya ide gila ini adalah mbak Lisa Natalia. Dia menggelar senam Aerobic selama 12 jam NONSTOP di atas TRUCK keliling Jakarta. Routenya adalah start di Monas &#8211; Bundaran HI &#8211; Perempatan Danamon &#8211; Casablanca &#8211; Semanggi &#8211; Gatot Subroto &#8211; Menteng &#8211; Patung Pak Tani &#8211; dan kembali ke Monas ( Finish ). Mana yang hebat? 12 jam nonstop? atau karena diatas truck? Pasti para pesenam2 itu terlihat sehat sekali diatas truck itu. Sehat, berkeringat dan tolol, tepatnya. Hehehehe. Piss!</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pengumpul Rekening Listrik Terbanyak</strong></span>. Bp.Suma adalah seorang penduduk Cirebon yang setia mengumpulkan rekening listrik terbanyak dari Juni 1991 s/d September 2004 sejumlah 162 lembar ( selama 13 tahun )! Sungguh teladan&#8230;.</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Walikota Teladan</strong></span>. Selama menjabat sebagai walikota Semarang, Bp.Sukawi Sutarip ternyata selalu menggunakan mobil pribadinya untuk transportasi dinas. Wah, ini lebih teladan lagi. Eh, tapi beli bensinnya pake duit peribadi juga nggak, Pak&#8230;.?</li>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pejabat Pemerintahan Tertinggi</strong></span>. Pemegang rekornya adalah mantan Menteri Pariwisata Joop Ave. Tingginya mencapai 190 cm. Sumpah loe?? Beginian aja di masukin ke MURI??</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ada-ada aja ya. Saya mungkin agak kurang bijaksana dengan bilang rekor2 barusan tidak penting. Karena saya yakin, rekor2 itu sangatlah penting (bagi yang memecahkannya!). Hehehe. Makanya ada becandaan yang pernah bilang, di Indonesia ini kalo pengen ngetop mah gampang! Bikin aja rekor! Nggak usah yang berat2. Yang simpel2 aja. Rekor 1 bulan nggak mandi, kek. Rekor mencium kaos kaki orang kantor, kek. Pokoknya, cari aja rekor yang orang lain belom pernah buat. Atau rekor yang orang (normal) enggan untuk melakukannya. Dijamin ngetop!</p>
<p>Hmm.. bikin rekor apalagi yaa&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s1600-h/07052008457.jpg"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/222/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/222/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=222&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/07/breaking-the-record/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCEs19IeOVI/AAAAAAAAAbM/5Xjl1gZGquc/s320/07052008457.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pre Wedding</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 10:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya, kalau kita melihat pose pada foto-foto pre-wedding pasangan yang mau menikah itu selalu standar : Menunjuk! Sering liat kan, dimanapun lokasinya (biasanya di alam2 terbuka seperti pantai, taman atau bahkan hutan!), kedua calon mempelai itu (masih calon ya, karena namanya kan foto pre-wedding! hehehe) jalan atau duduk berdampingan, dan dengan wajah yang dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=221&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kenapa ya, kalau kita melihat pose pada foto-foto pre-wedding pasangan yang mau menikah itu selalu standar : <strong>Menunjuk!</strong> Sering liat kan, dimanapun lokasinya (biasanya di alam2 terbuka seperti pantai, taman atau bahkan hutan!), kedua calon mempelai itu (masih calon ya, karena namanya kan foto pre-wedding! hehehe) jalan atau duduk berdampingan, dan dengan wajah yang dibuat sebahagia mungkin, salah seorang dari mereka menunjuk ke suatu arah di depan mereka. Lengkapnya, jari telunjuknya menunjuk kearah depan dan agak keatas. <em>Sounds familiar??</em> Maksud saya, <strong>what&#8217;s up with that??</strong> Padahal saya yakin, para calon mempelai itu punya fotografer yang berbeda-beda. Masa satu Indonesia Raya, fotografernya sama? Makanya saya heran, kok ya bisa2nya posenya sama semua? Masa bisa seragam gitu sih? Dan kenapa menunjuk?</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s1600-h/2Dsrg+114.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s320/2Dsrg+114.jpg" border="0" alt="" width="165" height="123" /></a></div>
<p style="text-align:center;">
<h5 style="text-align:center;"><em>gambar diperagakan oleh model..hehehe</em></h5>
<p style="text-align:left;">
Ok, here&#8217;s some thoughts.</p>
<ul>
<li><strong> Menunjuk kedepan</strong>, karena ini seolah mengisyaratkan bahwa mereka ini akan segera memasuki lembar kehidupan yang baru (auuuu..), dimana mereka akan segera menyongsong masa depan yang baru juga. Dan namanya juga masa depan, pastinya ya nunjukknya ke depan dong ya. Kalo tangannya nunjuk ke belakang, itu namanya masa lalu.Kalo tangannya nunjuk kebawah, kesannya kok becanda. Seolah2 bilang, &#8220;Eh apaan tu di tanah? Kok gerak-gerak?&#8221;. Kan jadi nggak romantis kan?? Dan kalo nunjuknya ke samping, mmm.. itu nunjuk siapa ya???</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kenapa tangannya dalam posisi menunjuk? </strong>Karena kalau tangannya dalam pososi menggenggam, kesannya kok kaya mengacungkan bogem mentah ke orang didepannya, bukan?? Apalagi kalau kedua calon mempelai sama2 saling mengacungkan tangan dengan posisi jari tergenggam. Ada masalah pribadi yang belum terselesaikan diantara mereka, nampaknya&#8230;.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kenapa yang tangannya dalam posisi menunjuk itu hanya salah satu dari mereka?</strong> Jawabannya mudah. Kalau dua-duanya menunjuk, kesan yang timbul adalah keduanya seperti tidak mau kalah satu sama lain. Apalagi kalau yang satu nunjuk ke kanan-depan, yang satunya nunjuk ke kiri-depan. Katanya mau kawin, kok nggak kompak ya?? Lebih parah lagi kalau keduanya tunjuk2an! Hahahaha.</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">
Kalau udah gini, ya bersiaplah untuk melihat lebih banyak lagi foto2 di kawinan dalam pose menunjuk!</p>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s1600-h/2Dsrg+114.jpg"><br />
</a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=221&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/pre-wedding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SCA9cdIeOUI/AAAAAAAAAbE/v3tIk5DlHWc/s320/2Dsrg+114.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>History part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 09:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari Sejarah memang gampang2 susah. Karena nggak hanya harus mengingat2 kejadian2 bersejarah saja (which is berarti menghafalkan tanggal2-bulan2 dan tahun2nya ya!). Tapi juga termasuk tokoh2nya. Dan itu jumlahnya nggak main2 banyaknya. Jadi ya bisa dibayangkan. So many things, so little time to be remembered. Makanya, ketika kita mempelajari (atau tepatnya : menghafalkan) seorang tokoh Pahlawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=220&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mempelajari <strong>Sejarah </strong>memang gampang2 susah. Karena nggak hanya harus mengingat2 kejadian2 bersejarah saja (which is berarti menghafalkan tanggal2-bulan2 dan tahun2nya ya!). Tapi juga termasuk tokoh2nya. Dan itu jumlahnya nggak main2 banyaknya. Jadi ya bisa dibayangkan. So many things, so little time to be remembered. Makanya, ketika kita mempelajari (atau tepatnya : menghafalkan) seorang tokoh Pahlawan misalnya, ya kita hanya perlu tahu seperlunya saja mengenai tokoh tersebut. Yang penting2 aja. Yang ngga penting, ngga usah diceritain dan gak usah diinget (hehehe&#8230; ada ya, pahlawan kok nggak penting?).</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya seperti yang pernah saya tulis di posting saya sebelumnya, ketika kita sampai pada tokoh bernama<strong> Fatmawati Soekarno</strong>, ya yang diceritakan atau ditulis di buku Sejarah waktu itu ya yang penting2 aja : Beliau Istri dari Presiden Soekarno, Beliau menjahit bendera Pusaka yang dikibarkan pertama kali ketika Proklamasi. Fakta bahwa do&#8217;i (cieee.. do&#8217;i&#8230;) hobi memotong rumput dan mencuci baju di Kali Tjode Jogja nggak ditulis disana. Karena nggak penting buat diinget. Nggak mungkin kan di ujian keluar pertanyaan :</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Semasa tinggal di Jogja, Ibu Fatmawati Soekarno gemar sekali memotong :</strong></p>
<p style="text-align:center;">a. kuku</p>
<p style="text-align:center;">b. Jalan</p>
<p style="text-align:center;">c. rumput</p>
<p style="text-align:center;">d. pembicaraan orang</p>
<p style="text-align:center;">e. gaji pembantunya</p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.<span id="more-220"></span><br />
Jadi ya memang kita sebagai murid, cuman diberikan &#8216;gambaran singkat&#8217; tentang seorang tokoh Pahlawan, dan kalau mau kenal lebih dalam lagi tentang yang bersangkutan, ya silakan mencari referensi sendiri. Sama halnya ketika tanggal 2 Mei ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Seperti hari Kartini yang identik dengan RA Kartini dan Emansipasinya, HARDIKNAS juga identik dengan <strong>Ki Hajar Dewantara </strong>dan <strong>Taman Siswanya.</strong><br />
Dan beruntung sekali, hari itu radio saya bisa mengundang narasumber <strong>Ki Priyo</strong> dari Taman Siswa dan juga Cucu dari Ki Hajar Dewantara yang bernama <strong>Mas Nanang</strong>. Kenapa beruntung? Ya karena berarti saya (dan juga pendengar radio saya) bisa mengenal lebih dalam lagi tentang sosok Bapak Pendidikan Nasional tersebut, langsung dari kerabat terdekatnya. Terus terang, dengan kapasitas memori otak yang amat terbatas (dan agak enggan kalau disuruh mengingat2 Sejarah) ini, yang saya tau tentang Ki Hajar adalah : <em>beliau Bapak Pendidikan Nasional, pendiri Taman Siswa</em>, dan <em>semboyannya yang masih happening sampai sekarang adalah</em> :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ing Ngarso Sung Tulodho</strong> (di depan memberikan contoh),</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ing Madyo Mangun Karso</strong> (di tengah bisa memberikan ide/prakarsa) ,</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tut Wuri Handayani</strong> (di belakang bisa memberikan dorongan).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Udah. Itu doang. Kasian ya, cuman 3 fakta gini aja udah susah payah nempelnya di kepala saya. Hehehe.Setelah 1 jam ngobrol bareng 2 narasumber ini, terus terang terlalu banyak hal-hal luar biasa yang bisa saya dapatkan dari sosok seorang Ki Hajar Dewantara. Dan, yak&#8230; Anda benar, karena saking banyaknya itulah saya bahkan sampai nggak ingat sama sekali. Hehehe. Tapi ada satu hal yang alhamdulillah masih saya ingat tentang ajaran Ki Hajar Dewantara. Yaitu tentang filosofi beliau dalam menghadapi sebuah masalah. Problem Solving versi beliau, ceritanya. Beliau memberikan solusi, ketika kita menghadapi sebuah masalaha, terapkanlah prinsip : <strong>NENG-NING-NUNG-NANG.</strong></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> NENG</strong></span> : Berarti <span style="text-decoration:underline;"><em>MENENG</em></span> (diam). Berarti ketika kita berhadapan dengan suatu masalah, cobalah untuk diam dulu. Nggak emosional, nggak teriak2/bentak2 atau banting2, membentak, nggak judes, nggak ngambek. Apabila suasana NENG ini bisa dicapai, maka orang sekeliling akan simpati dengan kita. Sebaliknya kalau yang kita lakukan adalah yang berlawanan dengan itu, selain semuanya bisa berantakan, orang yang ngeliatnya juga nggak bakalan simpatik. Gawatnya lagi, bisa2 malah menyulut emosi pihak lain yang nggak perlu.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NING</strong></span> : Berarti <em><span style="text-decoration:underline;">WENING</span></em> (bening). Yaitu tercapainya ketentraman batin yang timbul kalau hati kita bisa berpikir jernih. Untuk mencapai wening di hati, bisa mengucap &#8220;astaghfirullah&#8221;, atau &#8220;Puji Tuhan&#8221; atau yang sejenisnya. Setelah itu cobalah untuk berpikir rasional, mencari cara menyampaikan masalah dengan bahasa yang logis dan runtut, yang semuanya benar-benar bersumber dari akar permasalahan.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NUNG</strong> :</span> Berarti <em><span style="text-decoration:underline;">HANUNG</span></em> (besar). Yaitu kebesaran jiwa dan luasnya wawasan. Kebesaran jiwa seseorang akan keliatan dengan sikap &#8216;legowo&#8217; atau &#8216;ikhlas menerima&#8217;. Menerima kalau dia salah, menerima kritikan, nggak berpandangan sempit dll. Sikap hanung ini juga berarti bersikap optimis, selalu memandang hari depan dengan jiwa besar. Dalam artian, nggak lagi mengungkit aib masa lalu.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NANG</strong></span> : Berarti <span style="text-decoration:underline;"><em>MENANG</em></span>. Kemenangan &#8216;hati&#8217; yang dicapai setelah ketiga tahap sebelumnya sudah dilakukan, dan tidak menyakiti pihak yang berseberangan dengan kita. Hal ini bisa terjadi ketika kita bisa &#8216;menang tanpa menghinakan pihak lain, atau yang dalam istilah Jawanya : &#8216;menang tanpo ngasorake&#8217;.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketika diceritakan tentang filosofi ini, badan saya rasanya panas dingin. Hehehe. Saya sering juga sih memakai filosofi NENG-NANG-NING-GUNG ini. Hehe. Tapi ternyata versi saya sangat berbeda dengan versinya Ki Hajar. Kalau versi saya (maksudnya, yang seringnya saya lakukan nih kalau dapet masalah) :</p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> NENG</strong></span>. Diem sih. Setiap ada masalah saya sering banget diem. Tapi ya udah, diem aja. Nggak mau cerita. Dan nggak mau ngomong untuk menyelesaikan masalah. Jadinya ya saya memang sering terlihat diam. Tapi ekspresi muka udah acak-adut menahan bete dan emosi. Akibatnya pihak-pihak yang nggak berkepentingan pun kena imbasnya. Kehilangan wajah ganteng saya. Hehehe.</li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong>NING</strong></span> . Ini juga selalu saya lakukan, mencari kebeningan hati. Sering mengucapkan &#8216;astaghfirullah&#8217;, tapi kayanya cuman ngucapin aja. Nggak terlalu &#8216;mendalami&#8217; apa arti dari kalimat itu. Bahkan nggak cuman ngucap doa, sampai sholat segala. Jadi keliatan banget tuh, kalu tiba2 saya jadi on time dan rajin banget sholatnya. Patut dicurigai (hihihi&#8230; sholat kok dicurigain).</li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">NUNG</span></strong>. Wah, ini yang gawat. Berbesar hati? Suitt..suittt&#8230;. Sering sekali saya berlagak ikhlas dan legowo dan bilang, &#8220;Ya udah&#8230;.&#8221;. Padahal yang ada, ya &#8216;nggak udah&#8217;. Maksudnya, ngomong ikhlasnya cuman dibibir doang. Ngomong &#8220;Ya udah, lupain aja&#8221;, padahal nggak mau ngelupain. Belom lagi ketika &#8216;hanung&#8217; ini berarti : melihat ke masa depan dan tidak mengungkin aib masa lau. Huahahahah. Salam kompak aja deh!</li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;">NANG</span></strong>. Ya yang 3 diatas aja udah ngaco semua, gimana bisa sampe ke NANG ini?. Biasanya sih saya ngerasa menang kalo saya udah bisa membuat &#8216;lawan&#8217; saya nggak berkutik dengan ocehan2 saya yang suka nggak terkontrol kalo lagi murka. Puas banget rasanya kalo bisa membuat oran lain mengaku salah. Walaupun by the end of the day, saya sering menyesal sendiri, &#8220;Kok gue sejahat itu ya&#8230;&#8221;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Hehehe.. Konsep saya yang saya anut selama ini memang sudah saatnya harus dikembalikan ke jalan yang seharusnya. Dan ternyata itu semua bisa dilakukan, dengan &#8216;mengenal dan mempelajari&#8217; sebuah Sejarah! Siapa yang nyangka?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=220&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>History part I</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/</guid>
		<description><![CDATA[6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA, membuat saya sadar bahwa menjadi seorang Guru itu ternyata bukanlah sesuatu yang gampang. Paling enggak, dari 12 tahun menjadi orang yang &#8216;diajar&#8217;, saya bisa mengerti lah gimana beratnya menjadi orang yang &#8216;mengajar&#8217;. Maksudnya, 45 menit berdiri didepan murid2, dilihatin berpuluh2 mata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=219&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">6 tahun di Sekolah Dasar, 3 tahun di SMP dan 3 tahun di SMA, membuat saya sadar bahwa <strong>menjadi seorang Guru itu ternyata bukanlah sesuatu yang gampang</strong>. Paling enggak, dari 12 tahun menjadi orang yang &#8216;diajar&#8217;, saya bisa mengerti lah gimana beratnya menjadi orang yang &#8216;mengajar&#8217;. Maksudnya, 45 menit berdiri didepan murid2, dilihatin berpuluh2 mata, berusaha menerangkan sebuah pelajaran dengan gaya penyampaian yang menarik sehingga anak2 berseragam yang ada dihadapannya itu tidak memasang muka bete dan ngantuk, bukanlah hal yang mudah, bukan? Apalagi kalau mata pelajaran yang diterangkan bukanlah mata pelajaran yang &#8216;menarik&#8217; untuk disimak. Misalnya, mata pelajaran <strong>Sejarah</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Kok Sejarah?<br />
<em>Please deh</em>, emangnya ada ya yang suka sama pelajaran ini? Hehehehe. Ya ya ya, saya tahu. Hanya karena saya nggak suka, bukan berarti semua orang juga nggak suka. I know that. Tapi menghafalkan nama2 &#8216;ajaib&#8217; dari era <em><strong>Majapahit</strong></em>, bukan sesuatu yang asyik buat dilakukan bukan? Belum lagi ketika harus menghafalkan nama2 yang lebih &#8216;jadul&#8217; dan lebih ajaib lagi di era <strong><em>Megalitikum</em></strong> dan teman2nya. Waduh! Makanya jangan heran ketika waktu itu kami diwajibkan untuk menghafalkan jaman2 itu, salah seorang teman saya pernah nyeletuk,</p>
<blockquote><p><strong><em>&#8220;<span style="color:#000080;">Duh Pak.. Kan  udah nggak jaman&#8230;&#8221;.</span></em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>He&#8217;s got the point</em>, sebenarnya. Tapi tetap kemudian dia disuruh menutup pintu dari luar oleh guru Sejarah saya yang galak itu. Hehehe.<span id="more-219"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menjadi Guru Sejarah memang berat juga. <strong>Pertama</strong>, ya karena materi yang diajarkan bukan sesuatu yang &#8216;gampang&#8217; untuk dicerna (menurut saya!). I mean, udahlah&#8230; yang udah terjadi di masa lalu ya udah. Let it go. Kenapa harus terus diungkit2? Mari kita melihat ke masa sekarang untuk menyambut masa yang akan datang. Hehehe. Dari dulu udah pinter mencari alasan, ternyata. Alasan <strong>kedua</strong>, entah kenapa para Guru Sejarah itu, sepertinya agak-agak kerepotan ketika sampai dalam urusan <strong><em>story telling</em></strong>. Menceritakan. Dari segi materi, pastinya mereka luar biasa hebat karena bisa menghafalkan nama2 dan kejadian bersejarah dari jaman2 yang bahkan mereka sendiripun pastinya belom lahir! Tapi ketika sampai pada tahap menerangkan/ menceritakannya kembali kepada murid2nya, penyampaiannya seringkali nggak menarik sama-sekali! Padahal kan ,inti dari pelajaran Sejarah adalah &#8216;cerita&#8217;, bukan? Kita diminta untuk tau (dan hafal!) cerita2 (yang dianggap) penting yang terjadi di masa lalu. Jadi harusnya sebagai seorang Guru Sejarah, kemampuan bercerita a.k.a <em>story telling</em>-nya haruslah diatas rata2! Biar menarik. Biar yang mendengarkan ceritanya bisa yakin, kalau cerita itu sungguh2 terjadi. Hehehe. Lah, kalo cara berceritanya aja udah ngebosenin, si guru juga keliatan nggak yakin sama apa yang diterangkannya, murid2 pun pastinya akan bisik2,</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Kayanya dia ngarang sendiri deh ceritanya.&#8221;</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Agak kurangajar emang muridnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Serba salah sekali sepertinya.<br />
Kalau menerangkannya datar2 aja dan sambil membaca dari buku, murid-muridnya pasti akan bosan mampus. Guru Sejarah saya dulu ada yang kalo ngajar nggak pernah berdiri di depan kelas. Entahlah, mungkin dia pemalu *<em>halah</em>*.  Dia cuman duduk, sambil menerangkan dari tempat duduknya. Makanya dia nggak pernah ngerti kalau di barisan tengah ke belakang, seringkali tidak ada tanda2 kehidupan. Banyak yang tidur, maksudnya. Lah, namanya juga di-dongeng-in, ya yang ada tidurlah kita. Hahahaha. Ada lagi guru sejarah saya yang lain, malah kebalikannya. Mungkin dia tau kalau cara menerangkannya sama dengan guru barusan, tidak akan menarik. Makanya, setiap kali pelajaran Sejarah, dia selalu berdiri didepan. Dan dengan berapi-api, dia menceritakan tentang kisah heroik jamannya pahlawan2 Majapahit and the gank. Cara berceritanya pun nggak kalah heroik, pokoknya. Sampai air liurnya kadang muncrat kemana2. Berhasilkah usahnya membuat murid2nya tidak bosan? Enggak juga. Terbukti, teman sebangku saya malah berkomentar,</p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><em><strong>&#8220;Ih&#8230; sok tau banget sih ni Guru. Kaya yang ngalamin sendiri aja..&#8221;.</strong> </em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hahahha. Tuh, salah lagi&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=219&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/05/06/history-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Action!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 09:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya nih, diantara saya dengan teman saya Dian yang mendapatkan musibah (hehehe) dengan menjadi Program Director di FeMale Semarang, sepertinya terjadi sebuah persaingan yang agak sengit. Dimana, kami seolah ingin selalu pamer ke seluruh dunia tentang program2 dahsyat (kurang lebihnya begitulah kira2) yang kami buat di radio kami masing2. Dan biasanya sih kalau ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=217&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya nih, diantara saya dengan teman saya <strong>Dian</strong> yang mendapatkan musibah (hehehe) dengan menjadi <strong>Program Director </strong>di <strong>FeMale Semarang</strong>, sepertinya terjadi sebuah persaingan yang agak sengit. Dimana, kami seolah ingin selalu pamer ke seluruh dunia tentang program2 dahsyat (kurang lebihnya begitulah kira2) yang kami buat di radio kami masing2. Dan biasanya sih kalau ada event atau acara atau apapun itu yang sekirangnya bisa memberikan kesan kalau kami ini PD yang kreatif dan rajinnya luar biasa, kami seringkali menuliskannya menjadi status di YM. Jadi jelas, kan? Niatnya pasti pengen pamer. Biar dikira sibuk dan ada kerjaan. Iya kan, Yan?<br />
Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya dia bikin acara off air <strong>Arisan</strong> di pinggir Pelabuhan Tanjung Mas (misalnya!), maka dia-pun akan menuliskan di status YM-nya : <em><strong>&#8220;FeMale Radio Semarang Present : Arisan @ Pelabuhan Tanjung Mas. Dress code : Bikini 2 Pieces or Jaring-Jaring!&#8221;</strong></em><br />
Nah, kalo udah gitu biasanya saya suka gemes dan mengirimkan message padanya :</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Ih, rajin banget sih loe udah bikin Arisan lagi!! Nggak ada kerjaan lain, apa??&#8221;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Atau sebaliknya, kalau tiba-tiba tanpa angin-tanpa hujan saya bikin acara di radio saya, dia-pun akan melakukan hal yang sama. Misalnya, saya suatu hari saya bikin Pertandingan Playstation 2 antar Playgroup se DIY (misalnya!!), dia pasti juga akan mengirimkan message ke saya via YM :</p>
<blockquote><p><strong><em><span style="color:#000080;">&#8220;Mas.. aku mbok pinjem proposal acaramu ini. Siapa tau bisa laku juga di Semarang..&#8221;.</span></em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Begitulah kurang lebihnya persaingan diantara kami. Hehehe.<br />
Persaingan kami pun ternyata tidak hanya dalam urusan kreatifitas acara ternyata (walau seringnya sih kita malah tuker2an kreatifitas yang nggak kreatif2 amat). Bahkan ke urusan foto pun, sepertinya dia sangat nggak terima kalau saya punya koleksi foto yang lebih banyak dibandingkan dia! Nggak percaya?</p>
<p><strong> On YM Rabu 30 April 2008 4:22 PM</strong></p>
<blockquote><p><strong></strong><br />
<span style="color:#333399;"><em><strong> Dian Purnomo</strong> : FeMale Radio mempersembahkan Talkshow tentang Autisme bersama Yayasan Yogaswara. Dengarkan jam 3 sore ini (gitu lah kurang lebihnya).<br />
<strong> ryu deka</strong>: ih&#8230; mana bisa&#8230;..<br />
<strong> Dian Purnomo</strong>: karena kamulah anak autis itu? iya? gitu?<br />
<strong> ryu deka</strong>: woooooo&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: ta&#8217; potrét lho kamu!<br />
<strong> ryu deka</strong>: heheheehe</em></span></p></blockquote>
<p>Sayapun memperlihatkan foto saya di YM yang sedang berpose memotret ini&#8230;<br />
<a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s1600-h/dkbdo+060.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:115px;height:118px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s320/dkbdo+060.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Eh, si mbaknya nggak mau kalah <span id="more-217"></span>dan memperlihatkan foto yang serupa!</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em><strong> Dian Purnomo</strong>: ah&#8230; aku juga bisa<br />
<strong> Dian Purnomo</strong>: ayo, potret2an!</em></span></p></blockquote>
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s1600-h/rambut+baru.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:106px;height:132px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s320/rambut+baru.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Huahahahahahaha.. Orang kok nggak mau kalah&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/217/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/217/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=217&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/30/action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBFNIeOPI/AAAAAAAAAac/CVbY4-5guaw/s320/dkbdo+060.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBhBF9IeOQI/AAAAAAAAAak/hopIkrrVdok/s320/rambut+baru.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Police</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/</guid>
		<description><![CDATA[Polisi Menilang, Bonus Datang Selasa, 29 April 2008 &#124; 07:47 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI akan memberi insentif bagi polisi yang menilang pengguna kendaraan. Insentif yang akan diberikan kepada polisi sebesar Rp 10 ribu untuk setiap nilai denda yang diputuskan pengadilan. Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menyatakan, tidak perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=216&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="font-weight:bold;"><br />
<span style="color:#333399;">Polisi Menilang, Bonus Datang</span></span><br />
<span style="color:#333399;">Selasa, 29 April 2008 | 07:47 WIB</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#333399;">TEMPO Interaktif,</span><span style="color:#333399;"> Jakarta:Kepolisian RI akan memberi insentif bagi polisi yang menilang pengguna kendaraan. Insentif yang akan diberikan kepada polisi sebesar Rp 10 ribu untuk setiap nilai denda yang diputuskan pengadilan.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Namun Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira menyatakan, tidak perlu khawatir polisi akan membabi buta menilang lantaran insentif tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Setiap anggota polisi, akan diberikan buku tilang sebagai tanda bukti untuk mencairkan uang tersebut. Abubakar mengatakan kebijakan itu akan dimulai tahun ini. Dananya diambil dari pemasukan Polri ke negara berupa pemasukan negara bukan pajak.</span></p>
<p><span style="color:#333399;">Ia menambahkan insentif ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap petugas di lapangan. Polri berkaca pada Belanda, Jepang, Malaysia, dan Vietnam yang memberikan insentif 10 persen dari nilai denda bagi anggota.</span></p></blockquote>
<p>Hmmm&#8230;.<br />
Ada yang mau komentar??</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=216&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/the-police/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legally Blonde</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Men prefer Blonde. &#8216;Cause Blonde are stupid&#8221;. Bukan saya loh yang bilang. Hehehe. Bukannya mau merendahkan atau menghina-dina perempuan yang terlahir dengan rambut blonde (atau malah yang dengan sukarela mewarnai rambut mereka menjadi warna itu). Tapi -again, stereotype yang dari dulu muncul emang begitu dari sononya, bukan? Paling engga, dari film2 Barat yang sering saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=215&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>&#8220;Men prefer Blonde. &#8216;Cause Blonde are stupid&#8221;.</h3>
<p style="text-align:justify;">Bukan saya loh yang bilang. Hehehe.<br />
Bukannya mau merendahkan atau menghina-dina perempuan yang terlahir dengan rambut blonde (atau malah yang dengan sukarela mewarnai rambut mereka menjadi warna itu). Tapi -again, stereotype yang dari dulu muncul emang begitu dari sononya, bukan? Paling engga, dari film2 Barat yang sering saya liat, lah. Kebanyakan bilang/ memperlihatkan kalo perempuan-perempuan berambut blonde memang sepertinya agak kurang begitu cerdas. Apalagi kalau ke&#8217;blonde&#8217; an mereka itu masih &#8216;dilengkapi&#8217; dengan (sorry nih..) ukuran dada yang menakjubkan. Maka lengkaplah aura ketololan itu. Hehehe. Sori, sekali lagi ya : ini bukan saya yang bilang! Walaupun kalau ada yang bilang seperti itu, saya lebih sering memilih untuk meng-amininya. Hehehe. Ya ya.. saya masih terus berusaha keras untuk menjadi orang yang <em>&#8216;not judging a book by it&#8217;s cover&#8217;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s1600-h/42-19295903.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:141px;height:151px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s320/42-19295903.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Habis gimana dong?<br />
Stereotype itu begitu hebatnya ditanamkan di banyak film yang saya liat dan di guyonan2 dari Barat sono. Mau nggak mau ya saya terpengaruh dong? *<em>menyalahkan memang enak sekali</em>*. Paling tidak, di beberapa film horror yang saya liat. Kalau ada tokohnya yang berjenis kelamin cewek dan berambut pirang, pasti tingkahnya dibikin demikian tololnya. Seperti kemarin ketika pagi-pagi sebelum berangkat kantor, saya dan teman saya Ndut sempat2nya nonton film <strong>&#8216;Final Destination 3&#8242;.</strong> Iya bener, sempet2nya ya! Padahal tanpa menonton sampai selesai pun, kami sebenarnya udah tau jalan ceritanya. Gimana para tokohnya di film itu pasti satu persatu akan mati, bagaimanapun lihainya mereka menghindari yang namanya maut. Sampai tiba gilirannya 2 tokoh cewek yang (iya!) berambut blonde, berdada besar (hehehe) dan seperti biasa : bertingakh bitchy dan menyebalkan. Kami tau. Kami SANGAT TAHU kalau saat itu film sudah memasuki bagian dimana kedua cewek blonde itu akan menghadapi ajal mereka. Heheeh. Yang sangat menarik perhatian kami dan membuat kami penasaran setengah mati adalah : bagaimana cara mereka akan meregang nyawa. Hahaha. Sadis&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kebanyakan penulis cerita film2, sepertinya selalu berusaha untuk berpihak pada penonton. At least di film2 horror. Karakter tokoh yang banyak omong dan menyebalkan, biasanya akan di&#8217;mati&#8217;kan tidak sampai di pertengahan film. Begitu juga dengan tokoh2 prempuan pirang bodoh itu. Pasti matinya, deh. Tinggal di liat aja, gimana cara mereka mati itu. Pasti matinya juga melalui cara2 yang tidak kalah bodohnya. Makin bitchy dan tolol mereka, makin tolol juga the way they die. Di film <strong>SCREAM</strong>, <strong>Rose McGowan</strong> yang terlihat semakin tidak penting dengan rambutnya yang dibuat blonde itu, mati terjepit pintu garasi (walah!). Sama halnya dengan 2 perempuan blonde di Final Destination 3 yang entah siapa namanya itu. Udah dibilang mereka nggak boleh bawa <em>cup</em> minuman ke dalam <em>steam room</em>, kok ya tetep ngeyel. Tetap tolol, maksudnya. Akhirnya mereka pun mati terpanggang di dalam peti steam room itu. Sungguh malangnya&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya suka agak heran kalau ada teman perempuan saya yang aslinya berambut hitam (lah wong Jowo asli..), kok ya tiba2 keluar dari salon, rambutnya sudah berubah menjadi blonde. Selain hari gini udah nggak trend (hehehe), saya tetap belum bisa menghilangkan image &#8216;tolol&#8217; itu di otak saya. Bahkan melihat kecerdasan <strong>Reese Witherspoon </strong>di <strong>Legally Blonde</strong> aja nggak ngefek sama sekali buat saya. Hahaha. Ya maap! O iya, yang lebih patut dipertanyakan sih ketika saya dulu sering melihat seorang teman perempuan saya yang hobi sekali mengkoleksi wig berwarna pirang a.k.a blonde! Hihihi. Ga ikut2an ah. <strong>World Peace!!</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=215&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/29/legally-blonde/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBaObtIeOOI/AAAAAAAAAaU/qqeCZ4eLADM/s320/42-19295903.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Be A Man</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 03:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/</guid>
		<description><![CDATA[Agak sebel ya rasanya, ketika di suatu malam, keinginan kita untuk tidur &#8216;agak&#8217; awal harus terganggu oleh sesuatu yang sama sekali tidak terduga : acara TV! Salah siapa coba? Siapa suruh nyalain TV? Udah tau mau tidur! Kebiasaan saya emang gitu kalo mau tidur. Kalo nggak nyetel CD, ya nyalain TV. Ganti-ganti channel sampe tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=214&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Agak sebel ya rasanya, ketika di suatu malam, keinginan kita untuk tidur &#8216;agak&#8217; awal harus terganggu oleh sesuatu yang sama sekali tidak terduga : acara TV! Salah siapa coba? Siapa suruh nyalain TV? Udah tau mau tidur! Kebiasaan saya emang gitu kalo mau tidur. Kalo nggak nyetel CD, ya nyalain TV. Ganti-ganti channel sampe tiba masanya mata ini berat, dan kemudian tanpa terduga langsung tertidur dengan pulasnya. Makanya sering besok paginya ketika bangun, itu TV masih aja nyala. Betul2 tidak hemat listrik!</p>
<p style="text-align:justify;">Tadi malem juga gitu. Jam 10 malem lebih dikit, badan rasanya udah agak ngantuk. Sambil mindah2 channel TV yang jumlahnya ampir nyampe 100 biji itu, sungguh mujarab sekali bikin saya cepat mengantuk. Sampai akhirnya saya sampai di <strong>Channel Global TV</strong>, dan melihat sebuah acara yang sepintas terlihat &#8216;ajaib&#8217;. Karena saat itu di layar terlihat serombongan orang berseragam tentara sedang latihan baris berbaris, tapi kok jalannya agak beda. Bukannya terlihat gagah, tapi kok malah terlihat sangat gemulai. Tentara mana nih?? Hehehe. Setelah saya coba perhatikan lagi dengan lebih seksama, oh.. tentu saja para &#8216;tentara&#8217; itu tidak akan terlihat gagah, karena mereka itu adalah para waria! Para waria yang sedang berseragam tentara (ya, at least celananya loreng-loreng khas tentara lah!). Ternyata saya sedang menyaksikan sebuah reality show baru berjudul <strong>&#8220;Be A Man&#8221;</strong>, sodara2. Kayanya sih masih baru, soalnya biasanya kalau ada acara-acara TV yang ajaib model gini, saya selalu up date (atau di update oleh teman2 saya!). Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Gosh, ketika saya pikir acara reality show sudah hilang kejayaannya, ini malah muncul satu lagi yang baru (dan tidak kalah ajaibnya!). &#8220;Be A Man&#8221; kalau saya tidak salah tangkap, adalah acara yang melibatkan hampir 20an <strong>Waria</strong>, dimana dalam sebuah periode tertentu mereka ini akan dikarantina, dan selama karantina itu mereka akan melalui berbagai macam kegiatan-kegiatan &#8216;macho&#8217; yang diharapkan pada akhirnya nanti, akan merubah mereka menjadi seorang laki-laki tulen! Itu tujuan &#8216;mulia&#8217; acara ini. Makanya (dari tayangan semalam itu) terlihat, gimana mereka tidur di barak seperti layaknya tentara (walau kalo tentara asli nggak mungkin ya tidurnya sambil meluk boneka ya!), dan melakukan kegiatan-kegiatan fisik yang (kayanya sih) dilakukan juga oleh para tentara. Selama berlatih fisik itu, mereka juga diawasi oleh beberapa orang pelatih yang berasal dari dinas ketentaraan sungguhan, yang saya nggak tau apa namanya. Ya gimana bisa tau, wong liat aksi para pesertanya aja udah menghabiskan seluruh perhatian saya? Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Nonton acara ini, yang ada saya ngerasain yang namanya <em>mixed emotions</em>. <span id="more-214"></span>Yang pertama, tentu saja perasaaan geli. Iya, lah. Bukannya apa2. Bayangin aja, belasan waria dikumpulkan jadi satu, dan disuruh melakukan kegiatan2 ke-tentaraan, yang bahkan saya aja ogah disuruh ngelakuinnya! Haloo&#8230;, emangnya kenapa sampe saya benci banget sama yang namanya Pramuka?? Hehehe. Saya agak shock ketika melihat nama2 para pesertanya yang &#8216;imut&#8217; banget. Ada yang namanya Keisha, Merlyn, bahkan (ini yang paling megang) ada yang namanya <strong>Sarah Amelia!</strong> Pantes Ariel Peterpan menceraikan istrinya. Mungkin karena Sarah Amelia aslinya adalah seorang waria. Hahaha. Piss!!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s1600-h/42-16569643.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s320/42-16569643.jpg" border="0" alt="" width="115" height="111" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, sebuah pemandangan yang bikin saya terpingkal2 ketika melihat adegan pelatihan baris-berbaris. Bayangkan, ada salah seorang peserta yang disaat teman2nya sedang sibuk2nya menyamakan gerakan, dia sempat2nya memoles bibirnya dengan lipstick! Memang terbukti ternyata, kalau perempuan itu adalah mahluk yang <em><strong>multi-tasking! </strong></em>Nggak cuma tingkahnya aja, komentar2 merekapun bisa bikin yang nonton shock. Seperti ketika ada salah seorang peserta yang keliatan kelelahan, dia dikomentarin oleh salah seorang pelatih ,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000080;">&#8220;Gitu aja kok capek.&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Terus dengan manja, si &#8216;mbak&#8217; ini jawab,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#000080;"><em>Saya takut&#8230; Takut paha saya nanti berotot&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. Eh, masih ada lagi. Ketika tiba pada latihan tiarap dan menembak (oh my God!). Ketika yang satu mencoba mempraktekkannya, yang lainnya di belakang dengan suka ria jejeritan memberikan semangat!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><span style="color:#000080;"> &#8220;Ayo booo! Tembak! Tembak!!&#8221;<br />
&#8220;Doooo.. Tomb Rider banget deeeehhhhh&#8230;!!&#8221;<br />
&#8220;Udaaah, pake mulut aja nembaknyaaaa&#8230;.&#8221;</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya ngakak sampe terguling2 di karpet kamar.<br />
Aduhh, ini acara apa sih?? Belum lagi ketika ada barisan tentara sungguhan yang sedang lari2, tiba2 saja si mbak2 yang sedang berkumpul itu pada bubar, dan ada yang nekat lari mendekati mas-mas tentara itu. Dia mungkin termasuk yang sangat memuja sosok macho mas-mas tentara. Bahkan ada juga lho, yang mengambil gambar dengan HP, sambil berteriak kegirangan, <em>&#8220;Oh my Gooooodddd&#8230;&#8221;.</em> Walau ada juga yang tidak seheboh itu, hanya diam terpana sambil berbisik2 dengan teman lainnya sambil cikikikan. Entah apa yang mereka imajinasikan. Hahahaha. Tapi yang menarik perhatian saya sebenarnya nggak cuma para pesertanya (itu sudah pasti! hehehe). Tapi juga sosok bapak2 pelatih yang keliatan banget kalo pada stress menghadapi mahluk2 ajab yang harus &#8216;dididiknya&#8217; itu. Betul-betul acara yang aneh.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kedua, selain perasaan geli tadi, juga ada perasaan awkward. Canggung. Aneh. Atau entah apa namanya. Mungkin perasaan heran juga. Kok saya malah jadi kasihan ngeliatnya. Entah ini cuman perasaan saya aja atau gimana, tapi dengan dibuatnya acara ini, seolah2 pengen banget menyampaikan pesan secara tersamara bahwa : waria itu sebuah jalan hidup yang salah, dan harus dibenarkan! Mereka adalah mahluk yang terlahir berjenis kelamin laki-laki, dan harus &#8216;dikembalikan&#8217; ke jalan yang benar, dengan menjadikan mereka menjadi laki-laki kembali! Dan cara yang ditempuh ya gitu : memaksa mereka melakukan kegiatan2 tentara yang dianggap perwakilan kegiatan yang &#8216;laki-laki sekali&#8217;. Itu sama saja ketika dulu saya sebelnya gila2an sama sebuah reality show yang isinya menobatkan (maksudnya : membuat tobat. hehehe) seorang penjahat masyarakat seperti perampok, preman sampai pekerja seks komersil dalam jangka waktu 7 hari. Caranya sangat ekstrim. Ada yang direndam di kolam (?), disiram air (??) bahkan sampai ada yang dikubur hidup-hidup (??????) untuk memberikan gambaran, bagaimana kelak hukuman yang akan mereka dapatkan kelak di akhirat. Anjrot!!</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan saya sih cuman 2 : <strong>Niatnya apa sih bikin acara gini?</strong> <strong>Apa perlu sampai ditayangin di TV ya?</strong> Udah, itu aja pertanyaan saya. Karena nggak jarang, muncul kesan kalau &#8216;para pesertanya&#8217; di eksploitasi abis-abisan. Ya, emang sih itu inti dari semua reality show di seluruh dunia ini. Kesan yang lebih sadis lagi adalah, kalau alasan dari dibuatnya reality show model gini adalah : untuk pendidikan moral. What?? Iya. Nggak boleh jadi waria. Nggak boleh jadi penjahat. Make sense, sih. Tapi caranya kok rada aneh ya. Hhh.. Kalo begini, sepertinya bakal ngasih ruang, ngasih pembenaran untuk orang-orang yang merasa paling &#8216;berhak&#8217; untuk mengubah jalan hidup seseorang seolah2 dia adalah orang yang paling benar sedunia!</p>
<p>Jadi begitulah perasaan saya tadi malam menyaksikan acara ini. Di satu sisi prihatin, disisi lain terhibur sekali. Disatu sisi ngerasa kasihan, disisi lain ngerasa terhibur (tetep). Hehehe. Enaknya gimana dong??</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/214/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/214/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=214&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/28/be-a-man/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SBVao9IeONI/AAAAAAAAAaM/5zn9v7mTACk/s320/42-16569643.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Just For Laugh</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang, ketika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan yang kita rasakan akan terasa 2 kali lebih besar. Begitu juga dengan tertawa. Tertawa yang paling indah adalah ketika kita bisa mentertawakan sesuatu secara bersama-sama dengan orang yang kita sayangi. So, here&#8217;s one joke given to me from my friend, Nduts. Saya tulis lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=213&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang bilang, ketika kita bisa membuat orang lain bahagia, maka kebahagiaan yang kita rasakan akan terasa 2 kali lebih besar. Begitu juga dengan tertawa. Tertawa yang paling indah adalah ketika kita bisa mentertawakan sesuatu secara bersama-sama dengan orang yang kita sayangi. So, here&#8217;s one joke given to me from my friend, Nduts. Saya tulis lagi di blog ini, siapa tau ada yang lagi butuh hiburan lucu2an. Hehehe.<br />
<em>So let&#8217;s laugh together, get on the dance floor, the party was started ..</em> hehehe..malah nyanyi&#8230;..</p>
<blockquote><p><strong>Cowok</strong> : Setelah aku menunggu sejak lama, akhirnya saat ini tiba&#8230;.<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah kau rela kalau aku pergi?<br />
<strong>Cowok</strong> : Tentu Tidak!! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah Kau mencintaiku ??<br />
<strong>Cowok</strong> : Tentu !! Selamanya akan tetap begitu<br />
<strong>Cewek</strong> : Apakah kau pernah selingkuh??<br />
<strong>Cowok</strong> : Tidak !! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu<br />
<strong>Cewek</strong> : Maukah kau menciumku ??<br />
<strong>Cowok</strong> : Ya<br />
<strong>Cewek</strong> : Sayangku&#8230;. ..</p></blockquote>
<p>Perbincangan diatas terjadi ketika keduanya masih dalam masa pacaran. Setelah mereka menikah sekian lama, maka perbincangannya-pun masih sama. Hanya URUTANNYA kali ini berubah. Dari bawah ke atas..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/213/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/213/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=213&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/25/just-for-laugh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Leader</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/</guid>
		<description><![CDATA[KEPEMIMPINAN adalah gabungan antara strategi dan watak. Jika Anda harus memilih salah satu, lebih baik pilih watak. (H.Norman Schwarzkope)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=212&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"></h2>
<h2 style="text-align:center;">KEPEMIMPINAN adalah<br />
gabungan antara strategi dan watak.<br />
Jika Anda harus memilih salah satu, lebih baik pilih watak.</h2>
<p style="text-align:center;">(H.Norman Schwarzkope)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/212/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/212/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=212&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/the-leader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Woman&#8217;s Worth</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah liat film &#8216;Perempuan Punya Cerita&#8216;? Saya belum. Dan sepertinya saya tidak ada rencana sama sekali untuk melihatnya. Alasannya cukup cemen : nggak berani! Sumpah. Bukan, film ini sama sekali bukan film horor, sampai2 saya nggak berani nonton. Tapi film drama biasa. Pokoknya pada intinya, film ini pengen banget menyadarkan kita bahwa masih banyak masalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=211&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah liat film<strong> &#8216;Perempuan Punya Cerita</strong>&#8216;? Saya belum. Dan sepertinya saya tidak ada rencana sama sekali untuk melihatnya. Alasannya cukup cemen : <strong>nggak berani</strong>! Sumpah. Bukan, film ini sama sekali bukan film horor, sampai2 saya nggak berani nonton. Tapi film drama biasa. Pokoknya pada intinya, film ini pengen banget menyadarkan kita bahwa masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh perempuan-perempuan di negara kita ini. Mulai dari pembedaan perlakuan, kekerasan, kejahatan seksual termasuk kurangnya kesadaran akan hak reproduksi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa saya nggak berani buat melihatnya? Dari reviews atau cerita teman-teman saya yang sudah melihat film ini sebelumnya, hampir semuanya mengatakan bahwa mereka merasa marah dan menangis setelah menonton film ini. Kenyataan pahit yang terjadi di sekitar kita (dan kita tau itu ada!), dipaparkan dengan frontal dan apa adanya di film itu. Sebagian teman saya yang lain malah bilang ada yang pusing dan mual menyaksikannya. Itulah kenapa saya yakin saya nggak akan berani melihatnya. Tidak siap menyaksikan sebuah kenyataan pahit. Hehehe. Cemen? Mungkin. Dasarnya emang nggak tegaan juga sih. Seperti Fahri di film Ayat-Ayat Cinta yang bilang, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku paling tidak tahan melihat perempuan menangis&#8230;.&#8221;</em></span>. <em>*halah</em>*<span id="more-211"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hari Kartini kemarin kebetulan saya cukup beruntung bisa mengajak orang-orang hebat dibalik pembuatan film ini, untuk ngobrol bareng di radio saya. Sementara <strong>Melissa Karim</strong> &amp; <strong>Vivian Idris</strong> (penulis naskah film ini) ngobrol di on air, di ruang tamu studio saya ngobrol-ngobrol dengan <strong>Mbak Bonni </strong>dari <strong>Kalyana Shira</strong> yang memproduksi film ini. Saya baru tau kalau tujuan mereka membuat film ini ternyata memang untuk memberikan sebuah &#8216;tamparan&#8217;. Bukan &#8216;sentilan&#8217; lagi, tapi tamparan buat semuanya saja, tentang kenyataan pahit yang masih dialami perempuan-perempuan yang ada di sekitar kita. Dan betapa masih banyak dari kita yang -udah tau ada kejadian itu didekatnya- masih saja bersikap diam bahakan nggak mau tau. <strong>&#8220;Jangan ikut2 urusan orang lain&#8221;</strong> adalah salah satu pembenaran yang dianut oleh sebagian besar orang. Termasuk saya kalo boleh saya jujur. Sehingga ketika kata-kata himbauan, slogan-slogan hingga iklan layanan masyarakat ternyata tidak membawa pengaruh yang besar juga, dibuatlah film ini. Dengan gambar-gambar &#8216;sakit&#8217;nya. Karena seperti yang Mbak Bonni bilang juga, film ini memang dibuat untuk &#8216;mengganggu&#8217; para penontonnya. Biar mereka tau. Sukur-sukur mereka mau ngerti.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Yes, reality really bites!</h2>
<p style="text-align:justify;">Ada satu waktu ketika Mbak Boni bercerita tentang seorang temannya (berarti ini harusnya kisah nyata, ya). Temannya itu beberapa waktu lalu meminta cerai dari suami keduanya, karena sudah tidak tahan lagi dengan perilaku suaminya itu. No, suaminya tidak pernah melakukan kekerasan fisik. Suami keduanya inipun masih terus memberikan nafkah. Tapi, si suami ini sering main perempuan. Nah lo. Setelah mencoba bersabar dan &#8216;nrimo&#8217; diperlakukan seperti itu, akhirnya si perempuan ini tidak tahan juga. Ketika di tarik lagi flashback di kehidupan sebelumnya, si perempuan ini ternyata dulu memilih cerai dari suami pertamanya, karena suami pertamanya ini suka melakukan kekerasan fisik dan tidak memberikan nafkah lagi. Sehingga ketika dapet si suami keduanya ini, dia terima2 aja suaminya ini suka main perempuan. At least, suami keduanya itu masih ngasih nafkah dan nggak pernah mengkasarinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebel nggak dengerin cerita ini? Salah siapa coba kalo gini? Saya sih nggak mau menyalahkan si perempuan itu. Kasian, bebannya udah berat. Hehehe. Tapi gini deh, dari satu cerita ini aja kita udah bisa ngeliat kalau masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk menempatkan perempuan di tempat yang selayaknya. Betapa masih banyak perempuan yang takut sekali percaya pada kemampuan dirinya. Belum lagi kalau kita mau nyangkut2in ke point lain seperti tingkat pendidikan dll. Itu tadi baru satu masalah yang lingkupnya domestic, lho. Belum kalau sudah melebar ke masalah <em><strong>trafficking</strong></em> yang sifatnya udah lebih lebar (dan info terakhir bilang kalau Indonesia ada di urutan kedua sebagai negara yang paling parah kasus perdagangan wanitanya!). Wah, makin kompleks lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s1600-h/42-17619985.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s320/42-17619985.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">The point is, saya cuman pengen ngomong : Mbak-Mbak, Ibu-Ibu, Tante-Tante, Adik-Adik&#8230; kalian itu mahluk Tuhan yang luar biasa, lho. <em><strong>God must have spent a little more time on you</strong></em>. Jadi mbok iya,be proud of yourself! Jangan mau dilecehin. Jangan pernah biarin orang lain mengganggu kalian. Gangguan perkataan maupun perbuatan, sama intolerable nya. <em><strong>You should defending yourself! Respect yourself. Rise steadily!</strong></em> Karena memang bener, you&#8217;re so worth it! Karena Anda (memang) beneranbegitu berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/211/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/211/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=211&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/a-womans-worth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA65RdIeOMI/AAAAAAAAAaE/sLPQ8wOI230/s320/42-17619985.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Banci Foto</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 01:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Masih ada hubungannya dengan Kartiani-an nih. Jadi pas tanggal 21 April kemarin, kalau yang lain-lain pada membahas tentang Ibu kita (ibu kita? ibu loe, kali&#8230; hehehe) Kartini, maka radio saya justru malah mengangkat nama lain untuk di angkat. Beliau adalah Ibu Fatmawati Sukarno. Kenapa? Alasannya simpel aja sih. Selain Ibu Kartini kayanya udah overrated banget [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=210&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Masih ada hubungannya dengan Kartiani-an nih. Jadi pas tanggal 21 April kemarin, kalau yang lain-lain pada membahas tentang Ibu kita (ibu kita? ibu loe, kali&#8230; hehehe) Kartini, maka radio saya justru malah mengangkat nama lain untuk di angkat. Beliau adalah Ibu <strong>Fatmawati Sukarno</strong>. Kenapa? Alasannya simpel aja sih. Selain Ibu Kartini kayanya udah <em>overrated </em>banget (hehehe), kebetulan tanggal 14 &#8211; 21 April kemarin, diselenggarakan <strong>Pergelaran Foto, Film Dokumenter &amp; Benda Kenangan FATMAWATI SUKARNO</strong> di sebuah Gallery di Jogja. Dan event ini nggak cuma yang pertama kalinya diadakan di Jogjakarta, bahkan juga yang pertama kalinya di Indonesia. Itu alasan utama sebenernya. Manfaatin moment. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan lain kenapa kita pilih Ibu Fatmawati, karena selama ini kayanya <span style="text-decoration:underline;"><strong>belum banyak yang tau</strong></span> tentang sosok ibu negara pertama Indonesia ini. Nggak tau ya yang lain, tapi kalo saya sebagai salah satu orang yang paling sebel sama pelajaran Sejarah atau <strong>PSPB</strong> (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), informasi yang saya tau tentang beliau amat sangatlah minim. Yang saya tau beliau dikenal karena dia adalah istri dari Presiden pertama RI (itu mah nenek2 juga tau!), dan informasi lain yang saya tau adalah : beliau hobi jahit menjahit! Karya monumentalnya adalah ketika dia menjahit Bendera Pusaka yang dikibarkan ketika Proklamasi RI 17 Agustus 1945. Selain dua informasi barusan itu (yang terus terang kayanya semua orang juga udah tau!), nggak ada hal lain yang saya tau mengenai beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berbincang2 dengan dengan seorang teman dari <strong>Yayasan Bung Karno</strong>, saya pun baru mulai mengerti bahwa sosok Fatmawati Sukarno adalah sosok yang cukup mengagumkan. Nggak banyak yang tau kan kalau <span id="more-210"></span>dia jadi seorang 1st lady ketika dia baru erumur 22,5 tahun? Di umur segitu dia udah harus memainkan peranan yang cukup besar. Umur segitu cewek-cewek sekarang masih hobi-hobinya nyalon atau ke disko (huahahaha.. piss,ah!). Nggak punya buku pedoman, nggak pernah kursus, nggak pakai pelatihan, tiba-tiba harus menjadi seorang Ibu Negara. Masih harus jadi pendamping yang mensupport suami disaat negara lagi keadaan kacau balau. Masih harus menjadi ibu bagi anak2nya. Dia juga masih harus bisa menjadi sahabat bagi semua orang. <em>Multi tasking </em>banget, lah. Hehehe. <em>And she did it great</em>. Hampir semua perjalanan hidup beliau, bisa cukup direpresentasikan dengan baik melalui foto-foto yang dipajang di pameran itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang bikin saya salut kepada beliau adalah, dia sepertinya sangat menikmati sekali semua peran-perannya itu. Itu terlihat sekali di setiap foto yang ditampilkan. <strong>Nggak ada tuh foto yang memperlihatkan beliau dalam pose atau ekspresi merengut</strong>! Nggak tau ya kalo ternyata foto-foto semacam itu sebenarnya ada dan nggak lulus sensor untuk ditampilkan. Hehehe. Dan melihat koleksi foto beliau yang banyak itu, jujur saya sempat merasa tersaingi. Karena ternyata ada yang lebih hobi difoto daripada saya! Saya kira saya sudah yang paling parah. Hahahaha. Bayangkan, ada foto beliau ketika masih kecil, berpose dengan sepeda kesayangannya. Foto itu dibuat tahun 1938! Jaman segitu kok udah kepikiran ya buat meng&#8217;abadi&#8217;kan moment model gitu. Sampai foto beliau lagi merumput pun ada. Maksudnya, ketika beliau sedang memotong rumput dengan mesin pemotong rumput. Salut! Saya salut sama para fotografer-fotografer yang mengabadikan aneka moment itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa saya salut? Karena menurut saya sih, <strong>life&#8217;s about making a history.</strong> Kita hidup itu untuk membuat sejarah. Sejarah siapa? Ya sejarah buat diri kita sendiri yang paling pasti. Untuk beberapa orang mungkin lebih beruntung karena hidup mereka menjadi bagian dari sejarah sebuah negara. Jadi apapun yang kita lakukan dalam hidup kita, sekecil apapun itu, itu akan jadi sejarah yang nggak akan bisa hilang dalam hidup kita. Good or bad. Dan salah satu bentuk/ bukti otentik sejarah itu adalah : <strong>FOTO</strong>. Ya tho? Sekarang gini aja deh, nggak semua orang punya foto-foto ketika mereka masih kecil. <em>Let&#8217;s face it</em>, nggak semua orang cukup beruntung punya kamera jaman itu. Nggak semua orang juga beruntung mengabadikan moment-moment yang berharga pada hidup mereka. Yang ada, setelah dewasa atau tua, baru deh nyesel,</p>
<blockquote>
<h2>&#8220;Kenapa dulu2 gue ga banci foto ya?? &#8220;</h2>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hihihi&#8230;<br />
<strong><br />
</strong>So my friends, <strong>every moment is precious</strong>. Setiap moment itu berharga. Berharga untuk dilalui dengan sungguh2, dan berharga untuk dikenang. Jadi mari kita ubah pandangan kita. Ketika melihat orang yang dikit-dikit foto, dikit-dikit foto, jangan langsung membuat tuduhan <em><strong>&#8220;Ih, banci foto banget sih?!&#8221;.</strong></em> Ingat, dia sedang dalam <span style="text-decoration:underline;"><strong>proses making his/her own history!</strong></span> Hargai itu. Siapa tau lho, taun-taun depan (entah kapan) dia menjadi seorang tokoh yang penting buat negara ini. Atau mungkin buat dunia, bahkan! Jadi kelak, siapa tau, suatu saat generasi berikut2nya akan melihat foto seorang Ryu Deka sedang membetulkan kemeja di pinggir jalan, di caption-nya tertulis seperti dibawah ini :</p>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA6g8dIeOKI/AAAAAAAAAZ0/PtzSkylXfno/s1600-h/dklongwiken+047.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:190px;height:253px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA6g8dIeOKI/AAAAAAAAAZ0/PtzSkylXfno/s320/dklongwiken+047.jpg" border="0" alt="" /></a></div>
<p style="text-align:justify;">Presiden RI ke-17 Sedang Membetulkan Kemejanya<br />
Seusai Menghadiri Pernikahan di Ungaran 24 Maret 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">Penting banget kan??<br />
Jadi, there&#8217;s no such thing as &#8216;Banci Foto&#8217;! Setuju??</p>
<div style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA6g8dIeOKI/AAAAAAAAAZ0/PtzSkylXfno/s1600-h/dklongwiken+047.jpg"><br />
</a></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/210/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/210/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=210&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/23/banci-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/SA6g8dIeOKI/AAAAAAAAAZ0/PtzSkylXfno/s320/dklongwiken+047.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s a Man-Man&#8217;s World</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/18/its-a-man-mans-world/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/18/its-a-man-mans-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 01:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/18/its-a-man-mans-world/</guid>
		<description><![CDATA[Ngomongin tentang gender, ah. Mumpung masih nuansa hari Kartini. Hehehe. Jadi, di setiap edisi sebuah majalah Pria yang rutin saya beli, selalu ada artikel yang berjudul &#8220;10 Rahasia Perempuan&#8221;, yang isinya adalah 10 hal yang merupakan isi hati perempuan yang harus dimengerti oleh para pria (wah, &#8216;yang&#8217; nya banyak sekali. hehehe). Isinya macam-macam. Tentang kesukaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=209&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ngomongin tentang gender, ah. Mumpung masih nuansa hari Kartini. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, di setiap edisi sebuah majalah Pria yang rutin saya beli, selalu ada artikel yang berjudul<strong> &#8220;10 Rahasia Perempuan&#8221;,</strong> yang isinya adalah 10 hal yang merupakan isi hati perempuan yang harus dimengerti oleh para pria (wah, &#8216;yang&#8217; nya banyak sekali. hehehe). Isinya macam-macam. Tentang kesukaan dan ketidaksukaan perempuan dalam hal pembicaraan, gaya berbusana samapai aktivitas seks! Membaca artikel itu, terus terang saya sempat heran juga, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Wah.. kok sepertinya susah sekali memahami mahluk berjenis kelamin perempuan ini. Banyak banget rahasianya yang harus diketahui&#8221;.</em></span> Lha gimana enggak, tiap bulan isinya beda-beda semua. Soalnya bintang tamu yang menulis artikel itu juga berganti-ganti. Jadi kalo dikumpulin jadi satu setiap edisinya, bisa beratus2 rahasia perempuan yang harus dipahami oleh laki-laki. Cape juga&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya bingung. Selama ini saya kira untuk bisa mengerti seorang perempuan itu rahasianya gampang dan mudah sekali : ada di hatinya. Ini pasti gara-gara propaganda <strong>Ari Lasso</strong> yang berulang-ulang teriak:</p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><em><strong> &#8220;&#8230; sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya.. Sentuh dengan sepenuh cinta, buat hatinya terbang melayang&#8230;&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dibohongin saya ternyata. Ari Lasso juga mungkin setuju, dia dibohongin sama <strong>Ahmad Dani</strong> yang bikin lagunya. Nggak sesimpel itu. Masih ada 1001 hal lainnya. Mungkin lebih. Makanya ide bikin artikel &#8220;10 Rahasia Perempuan&#8221; itu muncul, mungkin karena didasari itu. Perempuan itu banyak maunya. Hehehehe. Pengen banget dingertiin. Apa emang dari sononya ya? Kalo ada apa2, seringnya bilang <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ah, dasar laki2! Emang ga pernah mau ngerti&#8221;</em></span>. Enak aja! Situ pernah nggak nyoba ngertiin kita yang laki-laki?? Saya kok nggak yakin ada artikel &#8220;10 Rahasia Pria&#8221; di majalah-majalah wanita. Kalaupun ada, paling-paling muncul cuma sekali dua kali. Nggak sampai setiap edisi ada terus. Bukankah itu namanya membeda2kan gender? Uh, ngeri sekali bahasa saya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo saya pribadi sih tetep memegang pedoman : laki-laki atau perempuan sama saja. <span id="more-209"></span>MAKSUDNYA, sama-sama manusia toh? Sama-sama pengen dimengerti oleh pasangannya. Kalo ada tagline <strong>&#8220;Karena Wanita Ingin Dimengerti&#8221;</strong>, pria boleh dong minta hak yang sama? Kalo sama-sama pengen minta dimengerti, terus siapa yang mau mengerti? Semua minta &#8216;di&#8217; terus siapa yang mau &#8216;me&#8217;? Sebuah kalimat bijak pernah bilang : Sebelum minta dimengerti, cobalah untuk mengerti lebih dahulu. Jadi intinya sebenarnya, marilah belajar untuk saling mengerti. Nah, pertanyaannya, buat yang ngerasa dirinya perempuan (atau keperempuan2an), udah pernah mengerti para cowok atau belom?? (hahaha.. tetep aja ternyata.. pengen dingertiin juga! Dodol!).</p>
<p style="text-align:justify;">Yaa, paling enggak sekarang boleh lho mencoba mengerti sifat2 cowok. Nggak usah yang aneh2 deh. Yang standar2 aja.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Kalau kami sering dibilang bukan mahluk yang pengertian, bukannya kami segitu butanya atas perasaan kalian. But simply, we&#8217;re not a mind reader! Kami bukan orang yang ang pintar membaca pikiran anda. Kenapa bukan kalian yang membantu kami memahami kalian? Misalnya kalian menginginkan sesuatu, MINTALAH. Mungkin bisa kami jelaskan disini, segala macam gerak-gerik, pertanda atau apapun yang coba kalian tunjukkan pada kami: PERCUMA! Say it.</li>
<li>&#8220;YA&#8221; dan &#8220;TIDAK&#8221; adalah jawaban yang sangat bisa diterima dan relevan untuk semua jenis pertanyaan yang kalian ajukan kepada kami. Terima saja.</li>
<li>Datanglah kepada kami dengan permasalahan, kalau Anda ingin mendapat pemecahannya. Simpati? Kami punya pemecahan yang paling manjur untuk kalian : silakan datang ke teman perempuan Anda saja. Dijamin mereka lebih lihai dibanding kami.</li>
<li>Oke, kalau anda berpikir dan merasa diri anda gemuk, bisa jadi mungkin anda memang gemuk. Jangan tanyakan pada kami! Kalian toh nggak pernah rela mendengar jawaban yang tidak ingin kalian dengar, bukan?</li>
<li>Kalau ada sesuatu yang kami katakan ternyata bisa bermakna ganda bagi kalian, dan salah satunya ternyata membuat kalian sedih, maka yang kami maksudkan adalah makna yang satunya lagi!</li>
<li>Kalian bisa meminta kami melakukan sesuatu, ATAU katakan kepada kami bagaimana kalian ingin semuanya itu dilakukan. Pilih salah satu. Jangan dua-duanya.</li>
<li>Dan kalau kalian sudah tau cara terbaik untuk melakukannya, silakan saja melakukannya sendiri!</li>
<li>Kenal dengan Colombus? Dia aja nggak butuh lho yang namanya arahan atau petunjuk apalagi perintah. Kami juga sama.</li>
<li>Ketika kami tanya, &#8220;Kamu kenapa?&#8221; dan kalian jawab, &#8220;Nggak apa-apa!&#8221;, maka kami pun akan bersikap seolah memang tidak terjadi apa-apa. Kami tau kalian berdusta. Jadi silakan pahami lagi point nomer satu diatas!</li>
<li>Kami akan selalu percaya, koleksi baju kalian itu sudah lebih dari cukup. Dan koleksi sepatu kalian sudah terlalu banyak!</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sebetulnya masih banyak hal-hal lainnya. Dan mungkin saya terlalu sok dengan memakai kata &#8216;kami&#8217; seolah2 tulisan ini mewakili seluruh pria di jagad ini. Tapi karena ini blog saya, jadi saya bebas tho menganggap demikian? Hehehe. 10 saja cukuplah. Karena saya tau, untuk bisa mengerti 10 hal diatas aja butuh waktu kalian seumur hidup! Hehehe. Jadi, silakan&#8230; take your time. Oh iya, selamat Hari Kartini ya!</p>
<p style="text-align:center;"><em> (thanks to Greg for the &#8216;Guy&#8217;s Rule&#8217;)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=209&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/18/its-a-man-mans-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Now or Never</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/its-now-or-never/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/its-now-or-never/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 03:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/its-now-or-never/</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari sebuah telepon yang saya dapat pada hari Rabu 20 Februari 2008, sekitar jam 9 pagi lalu. Saya : Halo (agak berbisik, soalnya lagi ditengah2 meeting..hehehe) Dia : Halo, Andre? Saya : Iya. Dia : Andre, ini Ari. Saya : Ari? Ari mana ya? Dia : Ari-nya Alam Jagostu. Saya : Ooo&#8230; (berusaha keras [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=208&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bermula dari sebuah telepon yang saya dapat pada hari Rabu 20 Februari 2008, sekitar jam 9 pagi lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><em><strong> Saya</strong> : Halo (agak berbisik, soalnya lagi ditengah2 meeting..hehehe)<br />
<strong> Dia</strong> : Halo, Andre?<br />
<strong> Saya</strong> : Iya.<br />
<strong> Dia</strong> : Andre, ini Ari.<br />
<strong> Saya</strong> : Ari? Ari mana ya?<br />
<strong> Dia</strong> : Ari-nya Alam Jagostu.<br />
<strong> Saya</strong> : Ooo&#8230; (berusaha keras mengingat2)<br />
<strong> Dia</strong> : Ndre, kamu lagi dimana?<br />
<strong> Saya</strong> : Aku lagi di Salatiga nih. Lagi Raker.<br />
<strong> Dia</strong> : Wah, nggak di Jogja ya?<br />
<strong> Saya</strong> : Iya. Gimana, Ri?<br />
<strong> Dia</strong> : Kamu mau ikut audisi nggak?<br />
<strong> Saya</strong> : Hah?? Audisi? Audisi apaan?<br />
<strong> Dia</strong> : Indonesian Idol.<br />
<strong> Saya</strong> : HAH????<br />
<strong> Dia</strong> : Nggak, bukan audisi yang besar. Ini audisi sendirian. Private. Besok Jumat. Tapi kamu di Salatiga ya..<br />
<strong> Saya</strong> : Mmm.. Jumat siang udah pulang sih.<br />
<strong> Dia</strong> : Jadi bisa? Kalo bisa nanti biar aku bilangin orang Fremantle-nya biar langsung nelpon kamu.<br />
<strong> Saya</strong> : Mmmm.. iya deh. Boleh2..<br />
<strong> Dia</strong> : Ok. Thanks ya Ndre..</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Audisi Indonesian Idol?<br />
Saya pernah sih beberapa tahun lalu nyoba ikutan Audisi. Itu juga karena didaftarin sama temen. Dan baru sampai tahap menunggu (menunggu, lho ya. belom audisi sama sekali!), saya udah nyerah. 2 jam nunggu buat saya udah buang2 waktu sekali. Makanya kemudian saya milih buat pulang saja, sambil bilang dalam hati,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong><em>&#8220;Gue gak segitunya kok pengen jadi Idol&#8230;&#8221;.</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-208"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hehehe. Ya gimana ya, namanya juga ikutan bukan berdasarkan keinginan sendiri. Jadi spirit bertarungnya agak2 lemah. Makanya ketika kemarin ditawarin untuk ikutan audisi lagi, saya agak pikir2 juga. Tapi mikirnya nggak lama kok, karena yagn ditawarin adalah private audition di hotel. Jadi nggak perlu lama2 ngantri nunggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Buat yang belom tau, audisi buat acara Idol ini memang punya beberapa macam audisi. Ada yang versi besar di gedung yang antrinya amit2 itu, ada yang di bus keliling, ada juga yang versi privat. Nah yang versi <em><strong>private</strong></em> ini emang nggak dikasih tau-kan sama khalayak ramai. Orang2 yang disuruh ikut audisi juga nggak banyak. Biasanya memanfaatkan link perkenalan. Seperti si mbak Ari itu tadi. Dia mengajukan nama saya ke orang <strong>Fremantle</strong> sebagai yang punya gawe, karena dia ini adalah temannya teman saya yang di band Jagostu itu. Dan dia tau saya kalo nyanyi nggak fals2 amat, lah. Makanya saya ditawarin ikut audisi. Eh, tapi jangan bilang2 ke orang2 Fremantle, ya. Sepertinya sih audisi privat kaya gini nggak boleh di ceritakan pada umum. Hahahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya setelah di hubungi, saya datang di sebuah kamar hotel. Disana saya melihat ada sebuah kamera video yang udah berdiri di samping kasur, yang membuat saya berpikir,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;<strong>Ih, kok kaya mau bikin bokep, sih??&#8221;.</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hihihi. Dan disana saya pun bertemu dengan muka2 yang saya kenal, dan komentar kami semua sama :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Eh, dipanggil audisi juga, lo??&#8217;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ketemu teman-teman yang bernasib sama gini, kita cuma cekakak-cekikik aja. Singkat cerita, akhirnya satu persatu kami diminta untuk bernyanyi di hadapan kamera video itu. Tak lupa dibelakang kamera video itu juga duduk 2 orang yang jadi penilai aksi bernyanyi kami. Agak aneh juga rasanya. Baru sekali2nya itu nyanyi model begitu. Tapi ya sudahlah. Yang penting dateng, ngerasain rasanya &#8216;dipanggil&#8217; audisi, bukannya daftar. Masuk gak masuk bukan yang utama. At least pernah ngerasain di audisi secara personal. <em>That&#8217;s something, right? </em>Hehehe</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sebulan berlalu, saya sempat bertanya-tanya. Kok nggak ada pemberitahuan apa2 ya tentang audisi itu. Diterima atau ditolaknya saya. Terus terang, walaupun waktu itu niat saya dateng di audisi itu cuman karena rasa penasaran pengen ngerasain gimana rasanya ikutan private auditon, dalam hati kecil sih ada, lah.. harapan juga bisa keterima ke babak selanjutnya. Hehehe. Ini udah muncul promo2 tayangan Indonesian Idol di TV, kok belom juga ada kepastian saya lolos apa enggak. Setiap kali pertanyaan itu muncul, muncul juga pertanyaan2 lain seperti : <strong>Masa sih gue gak lolos? </strong>M<strong>asa sih suara gue sejelek itu sampe nggak diterima? Kalo saya nggak lolos, kaya apa sih kualiatas mereka2 yang lolos??</strong> Ih.. tersinggung sekali rasanya kalo sampe ada yang lebih bagus dari saya. Hihihi. Gengsinya masih mengalahkan akal sehat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi setelah minggu lalu saya akhirnya menyaksikan acara audisi Indonesian Idol di RCTI, melihat peserta2nya yang lolos ke babak selanjutnya, saya baru yakin kalau saya memang nggak lolos. Kecewa? Nggak. Ketika melihat tayangan itu, melihat peserta2 yang berhasil lolos ke babak berikutnya, saya nggak kecewa sama sekali. Nggak bete juga. Apalagi iri. Saya malah terharu. Terharu dan kagum, tepatnya. Melihat perjuangan para peserta2 itu yang luar biasa. Penuh semangat dan penuh kesabaran dan pantang menyerah. Masih ditambah lagi banyak diantara mereka yang datang dari latar belakang yang bermacam2. Ada yang kerjanya Guru SD di kota kecil, ada yang jadi Pengamen di kereta, dan masih banyak lagi. Dan suara mereka memang bagus-bagus. Sehingga ketika kemudian mereka lolos dan saya tidak, saya bisa bilang pada diri saya sendiri : <span style="color:#333399;"><em>&#8220;They deserved it! Mereka memang sudah sepatutnya lolos&#8221;</em></span>. Maksudnya, saya nggak perlu kecewa karena saya nggak lolos. Itu memang rejeki mereka. Itu memang &#8216;jatah&#8217;nya mereka. Bukan untuk saya. Mungkin jatah saya bukan tahun ini. Mungkin tahun depan. Atau tahun depannya lagi. Atau memang mungkin jatah saya bukan disitu. Bukan lewat situ. Mungkin, we&#8217;ll never know.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama dulu halnya ketika saya ikutan UMPTN. Sebagai lulusan SMU, semuanya pasti pengen banget diterima di perguruan tinggi negeri.Nggak cuma kita, tapi juga orang tua. Lebih murah, lebih prestisius. Walau sekarang kenyataannya, biaya kuliah di PTN juga nggak kalah mahalnya sama di PTS, yaa.. Hehehehe. Makanya ketika di hari pengumuman tiba, saya tidak melihat nama saya di deretan daftar nama2 mereka yang diterima, saya coba berusaha untuk maklum dan berjiwa besar. <em><strong>Legowo</strong></em>, kalo kata orang Jawa bilang. Kecewa ada. Tapi kemudian hilang, ketika ada teman saya yang bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Nggak usah kecewa, lah. Ngapain? Kita toh masih bisa kuliah di PTS. At least, orang tua masih bisa membiayai kita kuliah. Mungkin mereka yang diterima di PTN itu memang orangtuanya mampunya membiayai mereka di negeri. Kalo mereka nggak keterima di UMPTN, mungkin mereka malah nggak bisa kuliah sama sekali&#8230;&#8221;</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Waktu itu saya cuman menerima apa yang dia katakan itu sebagai sesuatu yang, mmmm&#8230; oke, masuk akal, lah apa yang dia bilang itu. Tapi setelah makin lama saya pikirin lagi, apa yang teman saya katakan itu ternyata mengandung makna yang dalem banget.<br />
Dalam hidup ini, kita semua saling bersaing. Bersaing dalam pekerjaan cuman salah satu contoh kecil aja. Hidup itu murni sebuah audisi. Dan ketika kita kemudian kita tidak terpilih atau dipilih untuk mendapatkan apa yang kita inginkan itu, <strong>bukan berarti karena kita tidak pantas mendapatkannya</strong>. <strong>Tapi memang mungkin bukan kita yang dibutuhkan</strong>. Siapa tau sebenarnya suara saya sebenarnya cocok untuk masuk di Indonesian Idol. Mungkin. Tapi kalau ternyata jumlah finalisnya udah terisi penuh, ya jadinya saya harus terima nggak diterima.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pernah melakukan presentasi ke klien. Dengan bangganya ngebacot tentang hasil proposal yang saya bikin dengan sepenuh hati, dan (menurut saya) tu proposal luar biasa hebatnya. Penuh dengan kreatifitas tingkat tinggi. Makin &#8216;njelimet&#8217; bentuk kreatifitas yang saya bikin, makin membuat saya yakin kalau proposal itu amat sangat bermutu tinggi. Ketika kemudian ternyata si klien lebih memilih proposal dari orang lain yang isinya jauh lebih sederhana dari proposal saya, tentu belum tentu karena proposal saya itu jelek, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><em><strong><span style="color:#333399;">&#8220;Kok bisa sih?? Proposalnya dia kan biasa bangettt&#8230; Bagusan punya gue, deh!!&#8221;.</span></strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yeee, siapa tau memang kebutuhan si klien saat itu memang untuk level yang sederhana dan tidak rumit dan macem2? Makanya mau saya berkoar2 sampe berbusa2, jungkir balik bahkan sampe menyembah2 ke diapun, pasti bukan proposal saya yang akan dipilih. Mungkin proposal njlimet saya itu lebih cocok jika ditawarkan ke klien lain yang duitnya lebih besar, misalnya? Bisa jadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya akhirnya saya baru ngerti, kenapa orang tua kita sering sekali bilang kalau yang namanya r<span style="text-decoration:underline;"><strong>ejeki itu tidak akan pernah tertukar</strong></span>. Memang se-simpel itu. Dan sudah seharusnya hidup itu dibikin simpel, bukan?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/208/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/208/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=208&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/its-now-or-never/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Not for Sale</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/not-for-sale/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/not-for-sale/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 02:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/not-for-sale/</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan untuk terus-terusan meng-update blog bisa membahayakan. Bahaya blogging ini mengemuka setelah media ternama Amerika Serikat (AS) New York Times melaporkan kematian dua blogger teknologi terkenal negeri itu.Adalah Russel Shaw (60) dan Marc Orchant (50), dua blogger yang mengalami serangan jantung hingga tewas. Kematian dua blogger itu diduga karena begitu seringnya mereka menulis blog sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=207&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><address><span style="color:#800080;">Keinginan untuk terus-terusan meng-update blog bisa membahayakan. Bahaya blogging ini mengemuka setelah media ternama Amerika Serikat (AS) New York Times melaporkan kematian dua blogger teknologi terkenal negeri itu.Adalah <strong>Russel Shaw </strong>(60) dan <strong>Marc Orchant (</strong>50), dua blogger yang mengalami serangan jantung hingga tewas. Kematian dua blogger itu diduga karena begitu <span style="text-decoration:underline;">seringnya mereka menulis blog sehingga mengalami masalah kesehatan.</span> Motivasi untuk terus menulis blog ini antara lain karena di AS, banyak pihak bersedia membayar blogger jika tulisan mereka bagus dan up to date. Hal inilah yang menimbulkan tekanan tersendiri dan menimbulkan masalah kesehatan. Para blogger di sana memang harus bersaing 24 jam sehari untuk jadi yang terbaik. Tentu saja bagi yang menulis blog hanya untuk senang-senang, risiko seperti di atas tak akan menghampiri.</span></address>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong> (Dikutip detikINET)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Serem bener&#8230;.<br />
Abis baca artikel diatas, saya mati2an meyakinkan diri saya kalau saya menulis blog seperti yang saya lakukan sampai detik ini adalah MURNI karena emang pengen seneng2. Hehehe. I mean, gila kali ya kalo sampai meninggal &#8216;cuma&#8217; gara2 nge-Blog! Nggak keren bener. Meninggal karena melawan kejahatan, kek. Atau membela bangsa &amp; negara <em>*halah*</em>. Mungkin lebih agak membanggakan ya. Lah ini, karena tekanan batin akibat persaingan bikin blog. Mati dalam keadaan tertekan pasti tidak enak sekali. Hehehe. Bayangkan, biasanya kan kalo ada berita kematian di radio, penyiarnya pasti bilang :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;Telah meninggal dunia dengan tenang, Bapak XXXX dalam usia&#8230;.&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah kalo kasus diatas, jangan2 si penyiarnya bilang :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Telah meninggal dunia dalam keadaan tertekan, Bapak XXXx..&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuh, nggak keren banget kan?? Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi penasaran. Sebenarnya apa sih tujuan orang yang dulu pertama kali menciptakan sesuatu yang dinamakan <strong>&#8216;B-L-O-G&#8217; </strong>ini? <span id="more-207"></span>Sampai sekarang ini, saya nggak tau. Karena saya emang nggak pernah ketemu dan menanyakannya langsung pada yang bersangkutan. Tapi kalo boleh sok tau (seperti biasanya), paling enggak ya sebuah Blog itu dibuat untuk menyalurkan hobi (sukur2 : bakat) menulis seseorang. Jadi satu unsur yang sangat penting ketika kita menyalurkan sebuah hobi adalah <span style="text-decoration:underline;"><strong>unsur fun</strong></span>. Tuh, sampai saya tebalkan font-nya. Kesenangan. Kita senang ketika melakukannya. Namanya juga hobi. Makanya betapa bersyukurnya seseorang yang bisa menghasilkan uang dari hobi yang dilakukannya. Kalo hobi nulis, jadilah penulis. Sehingga bisa dapet duit dari hasil tulisannya. Hasrat menulis tersalurkan, duit juga dapet. Itulah kenapa banyak pengusaha tempat2 makan yang ketika ditanya apa yang menjadi motif mereka membuka usaha tempat makan mereka, jawabannya biasanya banyak yang seragam : karena dasarnya hobi mereka emang makan! Tapi nggak tau juga, apa orang yang punya usaha <em>Maternity Clothes</em> emang karena mereka emang hobinya hamil. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya agak aneh aja ketika sesuatu yang dilakukan itu sudah hilang unsur &#8216;fun&#8217;nya. Ngapain di terusin? Ngapain dilakukan? Kaya kasus diatas. Ketika menulis blog sudah nggak lagi fun, ngapain dilanjutin? Emang sih dari nulis itu bisa dapet duit. Tapi ketika yang ada, unsur fun justru hilang digantikan sama unsur &#8216;pressure&#8217;, yang gila-gilaan, waduh&#8230;<br />
Sama halnya sama pekerjaan yang kita kerjakan sekarang. Apapun itu. Menurut saya sih, <em><strong>&#8216;passion&#8217;</strong></em> itu nomer satu dan <em>is a must</em>. Uang? Ya ya ya.. uang emang penting. Hari gini. Tapi kalo udah nggak &#8216;napsu&#8217; sama apa yang kita kerjain, ngapain juga? Biasanya sih, kalao kita ngerjain sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita, kesenangan kita, maka otomatis kita akan total dan sepenuh hati ngerjainnya. Duit, penghargaan dan pengakuan atas hasil kerja kita, bakal dateng dengan sendirinya kok.</p>
<p style="text-align:justify;">Menulis blog ternyata memang menyenangkan. Makanya dulu2 agak &#8216;tertekan&#8217; juga ketika ada SMS atau comment yang bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Kok ga pernah update?&#8221;</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Kok ga ada yang baru sih??&#8221;.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Aduh, kok jadi dikejar2 gini sih? Wong saya nulis sesuatu ya karena saya lagi pengen nulis. Lha ini, wong saya lagi ngga pengen nulis, masa disuruh nulis? Hehehe. Akhirnya pernah saya paksakan menulis karena faktor &#8216;dikejar2&#8242; itu, hasilnya malah aneh. Nggak ada <em><strong>&#8216;soul</strong></em>-nya&#8217; <em>*haiyyah*. </em>Ya itu tadi, karena nggak ada unsur fun disitu. Karena terpaksa. Makanya ketika kemudian ada yang usul ke saya, supaya blog saya ini &#8216;dikomersilkan&#8217;, saya nggak menggubrisnya. Nggak ah, saya nulis buat fun kok. Bukan buat nyari duit. Hihihi. Biasa, idealisme-nya masih tinggi. Ntar kalo udah kepepet, biasanya pendiriannnya bisa berubah kok. Hahaha.</p>
<h2 style="text-align:justify;">Getting what you go after is succes. But liking it while you are getting it, is happiness.</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apapun yang kita kerjakan, pastikan we have passion in it. Otherwise, ngapain? Ya tho?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/207/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/207/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=207&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/14/not-for-sale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>At Least</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/08/at-least/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/08/at-least/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 03:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/08/at-least/</guid>
		<description><![CDATA[ryu deka: eh, udah liat film KEKASIH? Dimas Nov: pelem apa ituh?! ryu deka: Ntahlah&#8230; ryu deka: Aku juga baru tau kalo itu film.. ryu deka: Karena setelah aku MELIHATNYA, aku yakin itu bukanlah sebuah film.. ryu deka: Tapi sebuah FTV yang diputar di layar bisokop.. Dimas Novri: itu yang maen sapah? ryu deka: Duh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=206&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><strong>ryu deka</strong>: eh, udah liat film KEKASIH?<br />
<strong> Dimas Nov</strong>: pelem apa ituh?!<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ntahlah&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Aku juga baru tau kalo itu film..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Karena setelah aku MELIHATNYA, aku yakin itu bukanlah sebuah film..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tapi sebuah FTV yang diputar di layar bisokop..<br />
<strong> Dimas Novr</strong>i: itu yang maen sapah?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Duh, siapa ya&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tapi yang pasti ada Iwan Fals sama Pongky nongol disitu..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Syutingnya juga 100% di Jogja kita tercinta ini..<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: wah aku harus liat kalo gitu!<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: mana tau setelah nonton jadi dapet kekasih<br />
<strong> ryu deka</strong>: oh.. itu seperti agak tidak mungkin ya..<br />
<strong> ryu deka</strong>: tapi siapa tu sih..<br />
<strong> ryu deka</strong>: siapa tau karena saking jengkelnya melihat film itu, kamu menemukan gadis di sebelahmu juga sama jengkelnya denganmu&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: dan kalian pun berkenalan&#8230;.<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: kakaka&#8230; jadi permulaan pembicaraan yang bagus<br />
<strong> ryu deka</strong>: Serius ga tau ada film judulnya KEKASIH??<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: gak tau mas<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: SERIUS!<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ih.. kok bisa sih&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Aku aja dikasih tau baru tadi malem pas diajak nonton&#8230;hahahhaahaha<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tanya dong, gimana perasaanku&#8230;<br />
<strong> Dimas Novr</strong>i: gimana mas?<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: ditulis dong di blog</p></blockquote>
<p><span id="more-206"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ya ya..<br />
Satu lagi pengalaman mengerikan saya alami ketika menyaksikan film buatan negeri sendiri. Dan yaaa, mohon maap kalo saya nggak rela kalau tidak membagikannya pada Anda semua! Hehehe. Mungkin teman saya diatas tidak sendirian. Sepertinya Anda juga belom pernah denger ada film baru berjudul &#8216;KEKASIH&#8217; ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_sI-OzegwI/AAAAAAAAAZs/vr3au4hM6e4/s1600-h/film18401.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_sI-OzegwI/AAAAAAAAAZs/vr3au4hM6e4/s320/film18401.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tau ada film judulnya Kekasih ini juga dari teman saya Satya yang sejak pertama kali film ini main, gigih sekali mengajak saya nonton. Katanya, dia pengen liat salah seorang pemeran utamanya yang bernama <strong>Vonny </strong>siapaaa, gitu. Soalnya dia ini (kalo saya nggak salah inget) adalah temannya ketika dia masih SMP. Atau kurang lebihnya begitu, lah. Hehehe. Intinya, dia merasa punya pertalian atau ikatan batin dengan si Mbak ini, yang menyebabkan dia merasa &#8216;terpanggil&#8217; untuk menyaksikan film ini. Bangga sekali tentunya punya temen yang jadi bintang pelem. Saya? Tentu saja saya nggak kenal sama sekali sama si Vonny something ini. Jadi ya sebodo amat. Tapi karena sempet denger kalo <strong>Iwan Fals </strong>katanya jadi cameo di film ini (which is jarang2 ya Iwan Fals kok nongol di film), jadi ya sudahlah. Mari kita saksikan bersama-sama&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Senin malam, kami berlima akhirnya berbondong-bondong (hehehe..) memasuki Studio 3. Sekitar 20-an orang ada bersama kami malam itu. Dan sumpah, sepertinya diantara kami berlima itu, tidak satupun yang memiliki referensi dan pengetahuan yang cukup tentang apa dan bagaimana film yang akan kami saksikan itu. Informasi yang paling valid ya itu tadi : <strong><span style="text-decoration:underline;">pemeran utamanya (si Vonny something itu tadi) adalah temannya si Satya. Udah</span></strong>. Sangat tidak bermanfaat sekali kan informasinya?? Makanya ketika saya (saya nggak make kata &#8216;kami&#8217; ya.. siapa tau ini cuman sya sendiri yang merasakannya..) mulai mencoba duduk manis dan menikmati sajian gambar di depan saya, 10 menit pertama saya mulai menghela nafas panjang saya yang pertama. Yang pertama? Ya, karena dalam setengah jam berikutnya, mungkin ada sekitar 8 kali saya menghela nafas panjang kembali. Kenapa saya menghela nafas? Sudah tau sendiri, lah jawabannya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Dan entah karena &#8216;helaan nafas&#8217; saya itu, atau karena memang filmnya yang &#8216;ya ampun, ini mah sinetron banget&#8217; itu, Satya yang duduknya bersebelahan dengan saya pun sepertinya jadi ikut2an senewen dan gelisah. Beberapa kali sambil nyengir2 dia bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Duh Mas.. Maap ya. Aku sudah mengajakmu menonton film ini.. &#8220;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bahkan seolah permintaan maaf itu belum cukup, beberapa saat kemudian, tau2 dia keluar studio dan kemudian kembali dengan menenteng a cup of ice cappuccino, dan menyodorkannya kepada saya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Nih, mas.. sambil nunggu2. Masih lama lho filmnya..&#8221;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hahahaha. Merasa bersalah sekali rupanya dia. Padahal selama film diputar, saya nggak pernah lho sama sekali berkomentar apapun tentang film itu. Sumpah! Mungkin karena udah bingung harus komentar apalagi. Atau mungkin juga karena memang dilarang berisik di dalam bisoskop ya, jadinya ya pelampiasannya ya hanya dengan &#8216;menghela nafas&#8217; panjang saja. Tapi ternyata saya jadi semakin tau, sebuah helaan nafas panjang pun bisa sangat2 mewakili perasaan &#8216;bete-bosan-geli-heran-&#8217; yang luar biasa. Dan teman sebelah saya itu tampaknya sudah merasakanya semalam. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah saya menyesal menonton film ini? Nggak. Saya selalu <span style="text-decoration:underline;">berusaha </span>untuk mengambil sisi postif dari segala hal. Hehehe. Dulu ketika nonton film <strong>&#8220;Extra Large&#8221; </strong>yang serba datar itu saja, saya masih berusaha untuk bersikap positif dengan bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Yaa.. at least bisa liat akting bodornya Sarah Sechan, pujaan saya&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kali ini, saya juga bisa mencoba bersikap yang sama. Film &#8220;Kekasih&#8221; ini memang bukan film yang bagus menurut saya. Tapi at least, lagu soundtracknya yang dinyanyiin Iwan Fals di film ini cukup enak. Dan at least saya nggak harus keluar uang buat nonton film ini. Hehehe.<br />
Jadi mari, selalu berusaha mencari sisi positif dari segala hal yang kita alami! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=206&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/08/at-least/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_sI-OzegwI/AAAAAAAAAZs/vr3au4hM6e4/s320/film18401.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dance With My Father</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/04/dance-with-my-father/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/04/dance-with-my-father/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 06:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/04/dance-with-my-father/</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, biasanya sih anak perempuan itu lebih deket dengan Ayahnya. Begitu juga sebaliknya. Anak cowok cenderung lebih deket dengan Ibunya. Katanya, lho ini. Tapi mungkin emang dari sononya kali, ya? Walaupun pada kenyataannya, ada juga yang nggak demikian. Tergantung juga. Kalo saya, emang saya lebih dekat dengan ibu dibanding dengan ayah saya. Bukan berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=205&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kata orang, biasanya sih anak perempuan itu lebih deket dengan Ayahnya. Begitu juga sebaliknya. Anak cowok cenderung lebih deket dengan Ibunya. Katanya, lho ini. Tapi mungkin emang dari sononya kali, ya? Walaupun pada kenyataannya, ada juga yang nggak demikian. Tergantung juga. Kalo saya, emang saya lebih dekat dengan ibu dibanding dengan ayah saya. Bukan berarti saya &#8216;ber-jarak&#8217; dengan beliau. Tetep deket (sama bokap sendiri, gitu lohhh), tapi karena emang bawaan beliau yang pendiam, jadinya ya emang rada2 jarang saya bermanja2 dengan beliau (auuuuu&#8230;. manjaaa&#8230;). Abis gimana ya, ayah saya ini figur yang &#8216;laki&#8217; banget sih. Hihihi. Maksudnya, yang diem, tenang, nggak banyak ngomong, tegas dan disiplin. Ya, namanya juga idupnya di dunia militer. Sedangkan ibu saya ya tipe yang &#8216;perempuan&#8217; banget. Sabar, ngemong, dan luar biasa sensitif. Jadi kebayang dong, dua karakteristik yang bertolak belakang itu menyatu, dan.. JEDHUARRR! Keluarlah saya. Bisa Anda bayangkan, seperti apakah karakter orang yang hasil tulisannya sedang Anda baca ini&#8230;hehehehe&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya sih, saya tau kalau peran ibu itu sungguh luar biasa bagi kehidupan. Agama mengajarkan demikian. Semua orangpun tau itu. Dan saya juga meng-amininya. Tapi terus apa kabar sosok seorang Ayah, ya? Kok seperti agak2 &#8216;tersingkirkan&#8217;. Bukannya jadi nggak penting, enggak. Tapi selama ini kita lebih sering membahas tentang peran ibu daripada ayah. Padahal dua2nya sama2 orang tua kita, bukan? Walau ibu yang bertarung hidup dan mati ketika melahirkan, tapi seorang Ayah bukan lantas jadi nggak penting, bukan? Pertanyaan2 &#8216;kuno&#8217; sering dikeluarkan, seperti :</p>
<ul>
<li>&#8220;Kenapa ada Ibu Kota, kok nggak ada Bapak Kota?&#8221;</li>
<li>&#8220;Kenapa ada Ibu Pertiwi, kok nggak ada Bapak Pertiwi?&#8221;</li>
<li>&#8220;Kenapa kok ada Ibu Jari? Bapak Jarinya mana??</li>
<li>&#8220;Kenapa di Indonesia cuma ada Hari Ibu? Hari bapaknya kapan?&#8221;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">cukup membuktikanlah, kalau &#8216;bapak&#8217; kayanya kok didiskriminasikan ya. Hehehe.<span id="more-205"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Semua ini berawal dari sebuah lagu. Kemarin, saking &#8216;butek&#8217;nya di kantor, ketika jam makan siang saya cabut dari kantor dan pergi ke sebuah tempat karaoke. Booking sebuah small room selama 1 jam, puas sekali saya bisa nyanyi2, teriak2 sendirian kaya orang gila. Tadinya mau memakai voucher gratis 1 jam pertama di medium room, tapi nggak jadi. Cuman sendirian, gitu. Saya kan kalo nyanyi bukan termasuk yang suka aneh2, sampe ngguling2 atau pake koreografi segala. Percuma, nggak ada yang liat. Jadi kayanya mubazir lah pake ruangan medium. Hahaha.<br />
Sampai di menit2 terakhir, ketika saya bener2 udah kehabisan bank lagu (hihihi), saya mulai asal milih lagu aja. Dan entah dapet bisikan darimana (ngerinya..), tau2 saya ngetik nama <strong>&#8216;Luther Vandross&#8217; </strong>dan diantara judul2 lagunya yang tertera dilayar, saya memilih lagu <strong>&#8220;Dance With My Father&#8221;.</strong> Baru sekali-kalinya tuh nyanyi lagu ini. Karena emang nggak apal2 banget nadanya, apalagi liriknya. Setelah bait demi bait lagunya saya nyanyiin, baru ketauan kalau lagu ini asli &#8216;anjing banget&#8217; liriknya..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_X_2-zegvI/AAAAAAAAAZk/Vr68cD-jxKk/s1600-h/CHI-06KM024-055.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:131px;height:195px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_X_2-zegvI/AAAAAAAAAZk/Vr68cD-jxKk/s320/CHI-06KM024-055.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><em>Back when I was a child, before life removed all the innocence<br />
My father would lift me high and dance with my mother and me and then<br />
Spin me around &#8217;til I fell asleep<br />
Then up the stairs he would carry me<br />
And I knew for sure I was loved</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em>If I could get another chance, another walk, another dance with him<br />
I&#8217;d play a song that would never, ever end<br />
How I&#8217;d love, love, love<br />
To dance with my father again</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em>When I and my mother would disagree<br />
To get my way, I would run from her to him<br />
He&#8217;d make me laugh just to comfort me<br />
Then finally make me do just what my mama said<br />
Later that night when I was asleep<br />
He left a dollar under my sheet<br />
Never dreamed that he would be gone from me</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em>If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him<br />
I&#8217;d play a song that would never, ever end<br />
&#8216;Cause I&#8217;d love, love, love<br />
To dance with my father again</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong><em>Sometimes I&#8217;d listen outside her door<br />
And I&#8217;d hear how my mother cried for him<br />
I pray for her even more than me<br />
I pray for her even more than me<br />
I know I&#8217;m praying for much too much<br />
But could you send back the only man she loved<br />
I know you don&#8217;t do it usually<br />
But dear Lord she&#8217;s dying<br />
To dance with my father again..</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terus terang, saya nggak selesai nyanyiin lagu ini.<br />
Bukan hanya karena saya emang ga ngerti nadanya (hehehehe), tapi kerongkongan ini agak &#8216;tercekat&#8217; gara2 baca lirik demi lirik lagunya itu. Nggak, saya nggak sampe nangis kok. Tenang aja&#8230;Cukup berkaca2 saja.<br />
Dan saya kira kok wajar kalau saya jadi agak berkaca2 denger lagu &#8220;Dance With My Father&#8221; ini. Alasan pertama, tentu saja karena faktor lagu itu sendiri. Lagu ini dibikin Luther barengan dengan <strong>Richard Marx</strong>, hanya beberapa saat setelah dia terkena stroke yang mengambil nyawanya 2 tahun kemudian. Lagu ini memang dibuatnya untuk mendiang ayahnya. Dan bisa dilihat di video klipnya disini, lagu ini diterjemahkan dalam bahasa gambar yang memperlihatkan kita tentang keakraban dan kehangatan anak dengan ayahnya. Ada <strong>Stevie Wonder, Babyface</strong> dan <strong>Quincy Jones</strong> dengan anaknya. Ada <strong>Beyonce </strong>berdansa dengan ayahnya, foto2 <strong>Brandy, Monica, Celine Dion</strong> dkk dengan ayah mereka. Simpel. Sederhana. But so very damn touchy. Nggak heran kalau lagu indah ini dinobatkan sebagai &#8220;Song Of The Year&#8217; di ajang Grammy Award tahun 2004.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan kedua, karena ketika menyanyikan lagu ini, pikiran saya langsung melayang2 ke Magelang, tempat kedua orang tua saya sekarang menghabiskan masa tua mereka. Membayangkan mereka, saya jadi semakin tau bahwa <span style="text-decoration:underline;"><strong>orang saling menyayangi dan mencintai, dengan cara mereka masing-masing</strong></span>. Cara yang mungkin tidak dimengerti oleh orang lain, bahwa itu merupakan perwujudan cinta kasih mereka. Setau saya, Ayah saya nggak pernah yang namanya bersikap romantis pada ibu saya. Wong orangnya asli diem dan kaku banget. Satu2nya hal romantis yang pernah dilakukan ayah saya (sepengetahuan saya lho ya), adalah ketika dulu beliau mengirimkan sbuah puisi untuk ibu saya ketika beliau bertugas di Malaysia. Itu doang. Itupun kayanya gara2 dia agak2 stress harus berpisah sama istri dan anaknya untuk waktu yang cukup lama. Tapi menurut saya, satu hal yang saya pelajari dari beliau adalah ketika dulu beliau bilang sama saya, <strong>&#8220;If you want to be romantic, be responsible!</strong>&#8220;. Kalau saya mau jadi orang yang romantis, jadilah orang yang bertanggungjawab terhadap pasangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sinilah saya sadar. Betapa romantisnya ayah saya&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/205/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/205/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=205&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/04/dance-with-my-father/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_X_2-zegvI/AAAAAAAAAZk/Vr68cD-jxKk/s320/CHI-06KM024-055.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Office part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 02:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office-part-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Sampai sekarang saya mengakui kalau saya memang doyan sekali jadi komentator dalam segala hal. Bukan mengkritik ya, tapi mengomentari. Emang beda, kah? Kayanya sih beda-beda tipis lah. Kalo mengkritik itu kesannya lebih ‘sedikit bermartabat dan berbobot&#8217; dibandingkan mengomentari. Hehehe. Komentar tu kayanya sebuah perbuatan yang remeh banget. But I kinda like it. Ga tau kenapa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=204&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sampai sekarang saya mengakui kalau saya memang doyan sekali jadi komentator dalam segala hal. Bukan mengkritik ya, tapi mengomentari. Emang beda, kah? Kayanya sih beda-beda tipis lah. Kalo mengkritik itu kesannya lebih ‘sedikit bermartabat dan berbobot&#8217; dibandingkan mengomentari. Hehehe. Komentar tu kayanya sebuah perbuatan yang remeh banget. But I kinda like it. Ga tau kenapa. Mungkin jelek ya, dikit2 komenter. Dikit komentar. Kesannya bawel banget. Tapi mari kita lihat the bright side-nya. Blog ini exist hingga saat ini <em>*halah* </em>karena kemampuan ngomentarin saya, kan? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sampai akhirnya saya agak2 mati kutu ketika saya berhadapan dengan sebuah hal yang namanya <strong>Performance Appraisal</strong> (PA). Kalo di bahasa Indonesia-kan, kurang lebih artinya : Penilaian Kinerja. Kebetulan itu memang salah satu kewajiban yang harus saya lakukan, untuk teman2 yang satu departemen dengan saya selama masa kontrak kerjanya. Dan kebetulan juga, saya baru sekalinya ini bikin PA. Duh, rasanya maleeeeessssss&#8230;.banget. <strong>Pertama</strong>, karena disini saya harus memberikan penilaian saya terhadap kinerja teman-teman saya sendiri. Dan <strong>kedua</strong>, karena&#8230; ooohh, males bangett!!! Hehehehe. Mungkin kedengerannya nggak professional ya. Bukankah itu sudah kerjaannya kepala departemen? Ya iya sih. Tapi mungkin karena dasarnya saya orangnya termasuk yang ‘nggak tega-an&#8217; dan ‘nggak enak-an&#8217; ya, jadinya buat ngelakuin hal2 kaya gini suka ngerasa bete sendiri. Hehehe. Iya, beneran nggak professional sekali saya ini&#8230;.hehehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mau nggak mau hal2 begini memang harus dimulai, bukan? Kalau enggak, darimana saya bisa belajar? Akhirnya dengan sangat hati-hati, saya mulai mengisi kolom2 di lembar Performance Appraisal itu. Hati hati sekali, karena memang harus bisa memberikan penilaian yang fair dan objektif. Karena nasib mereka ada ditangan saya. Hihihi. Di tangan Tuhan sih sebenernya. Tapi diwakilin sama saya. Edannnnnn! Berlebihan betul.<span id="more-204"></span><br />
Jadi, di lembar PA itu ada beberapa kolom yang harus diisi dengan angka dan juga ada yang berupa kolom kosong yang harus diisi dengan komentar saya sebagai pihak yang menilai. Kalau masalah ngisi angka sih, agak2 lebih mudah yaa, karena masing2 angka sudah menjelaskan kualitas kinerja seseorang. Misalnya :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Angka 1 : Nggak bisa kerja. Yakin loe masih mau mempekerjakan ni orang?</li>
<li>Angka 2 : Bisa kerja. Cuman kayanya dia-nya yang gak yakin bisa kerja.</li>
<li>Angka 3 : Bisa kerja. Tapi lebih banyak bengongnya daripada kerjanya.</li>
<li>Angka 4 : Rajin. Semua kerjaanya selesai. Tapi selesai doang. Kualitas hasil? Nggak tau yaaa..</li>
<li>Angka 5 : Rajin banget. Sampai2 kerjaan orang lain aja dikerjain juga.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Itu contohnya. Tentu aja yang bener nggak mungkin kaya gitu itu. Hehehe.<br />
Nah, yang jadi masalah adalalah ketika sampai pada kolom memberikan penilaian berupa komentar saya terhadap orang tersebut. Begitu baca kolomnya, saya cuman cengir2 dengan senyum amat kecut. Disitu tertulis :<strong> &#8220;KOMENTAR/ TANGGAPAN DARI PENILAI/ MANAGER&#8221;</strong>. JEENG JEENGGGG&#8230;..!</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau dalam keseharian, seperti yang saya bilang tadi, saya pasti demen banget disuruh berkomentar. Karena biasanya yang dikomentarin ya hal2 yang nggak begitu penting. Lha ini disuruh ngomentarin yang kaya beginian. Lumayan mumet juga. Apalagi menurut saya, saya menganggap kalau semua orang itu pada dasarnya baik. Pada dasarnya semua orang itu unik dengan karakternya masing-masing. Dan hal2 seperti itu bukanlah untuk dinilai. Hehehe. Goblok bener emang. Sungguh sebuah siksaan yang teramat berat untuk orang yang ‘nggak enak-an&#8217; seperti saya..<br />
Tapi memang harus dipaksa. Selalu ada saat pertama kali untuk segala hal. A<strong>yo Deka! Kamu pasti bisa, Mas Ganteng! </strong>Hahaha. Begitulah saya mencoba menyemangati diri sendiri. Dan akhirnya dengan agak bersusah payah, setelah saya mencoba untuk menuliskan komentar-komentar yang bernuansakan <strong>Asertifitas </strong>yang luar biasa, saya berhasil menyelesaikan pekerjaan itu dengan&#8230; yaaaah, cukup baik lah. Eh, tapi nggak tau juga, denk&#8230; Huaaaaaaaa&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya sih sebenernya, dari hal ini saya belajar 2 hal.<br />
Pertama, pada <strong>proses</strong>. Ada waktunya kita menjadi pihak yang <em>&#8216;di&#8217;,</em> ada waktunya juga kita menjadi pihak yang <em>&#8216;me&#8217;</em>. Dulu mungkin kita &#8216;dinilai&#8217; oleh orang lain, tapi ada waktunya juga kita jadi pihak yang &#8216;menilai&#8217;. Dulu mungkin kita &#8216;ditraining&#8217; oleh orang lain, ada waktunya juga kita yang &#8216;mentraining&#8217;. Dan ternyata ada banyak hal yang harus dilakukan dan dimengerti ketika kita ternyata sudah berada di pihak yang &#8216;me&#8217; tadi. Semakin besar tanggungjawabnya, karena ada sebuah kepercayaan disana. Mau nggak mau, harus mau belajar lagi, termasuk belajar mengalahkan ego diri sendiri. Susah ya, Boss&#8230; tapi percaya deh, kaya ginian emang proses. Nggak pernah akan berhenti. Karena berikutnya, pasti ada masanya kita akan gantian jadi pihak yang &#8216;di&#8217; lagi. Gitu seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kedua, saya baru nyadar kalau orang <strong>ngomong itu harus hati2</strong> (ih, nyadarnya telat bener..). Setiap komentar yang kita keluarkan (atau tuliskan), se-sepele apapun, tetaplah sebuah komentar. Se&#8217;ringan&#8217; apapun ucapan dan komentar seseorang, itu tetaplah hasil dari pemikiran mereka. Ada yang dipikir bener2, ada yang dipikir selewat aja. Tapi tetep, itu hasil pemikiran. Harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena sebuah komentar, ternyata bisa menggambarkan kualitas pribadi seseorang. Hehehehehe&#8230;. anjrit, bahasa gue! Loh, bener kan?? Waduh, kalo gini caranya, kayanya bakal nggak ada lagi yang mau ngasih komentar di blog saya. Hahahaha. Tapi nggak apa2 juga sih, karena seperti juga halnya sebuah siaran radio : pendengar pasif lebih banyak daripada pendengar aktif, bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Hhhh.. tumben tulisanmu agak njelimet, Mas&#8230;&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=204&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Office</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 02:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office/</guid>
		<description><![CDATA[1 April mungkin dianggap orang sebagai April Mop. Semua orang sah-sah banget buat ngerjain orang lain, dengan alasan, &#8220;Yeee.. kan April Mop!&#8221;. Dan kita nggak yang dikerjain nggak boleh marah. Yang bisa kita lakukan kalau kita kena April Mop (karena kita ngga boleh marah), tentu saja membalas orang yang ngerjain kita atau malah kita melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=203&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1 April mungkin dianggap orang sebagai <strong>April Mop</strong>. Semua orang sah-sah banget buat ngerjain orang lain, dengan alasan,</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Yeee.. kan April Mop!&#8221;.</em></span></strong></p></blockquote>
<p>Dan kita nggak yang dikerjain nggak boleh marah. Yang bisa kita lakukan kalau kita kena April Mop (karena kita ngga boleh marah), tentu saja membalas orang yang ngerjain kita atau malah kita melakukan April Mop ini kepada orang lain. Orang tuanya, sodara2nya, atau mungkin pacarnya. Hahaha. Kasihan mereka&#8230;.</p>
<p>Hari ini di kantor tidak ada bau2 April Mop sama sekali. Tapi suasana kantor hari ini agak berbeda dari hari biasanya. Agak lengang. Pengen tau kenapa? Pengen, ya. Kalo nggak pengen, ya udah tulisan saya selesai sampai sini aja. Hahaha.<span id="more-203"></span></p>
<p>Jadi tanggal 31 Maret kemarin, kontrak kerjasama kantor saya dengan salah satu provider internet yang menyediakan jasa layanan internet (ya iyalah!!) untuk kantor saya, secara resmi habis. Niatnya pasti diperpanjang dong, karena memang saling menguntungkan. Tapi karena satu dan lain hal, ada miskomunikasi diantara kedua belah pihak, sehingga MOU kerjasama tersebut agak telat titanda-tangani. Pokoknya intinya adalah : hari ini internet di kantor mati. Titik.</p>
<p class="MsoNormal" style="font-family:trebuchet ms;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_LtXezeguI/AAAAAAAAAZc/YGsbbYtql2M/s1600-h/42-17719826.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:195px;height:130px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_LtXezeguI/AAAAAAAAAZc/YGsbbYtql2M/s320/42-17719826.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Karena sehari2 penggunaan internet udah jadi kebutuhan vital bekerja, begitu jaringannya mati, tentu saja mengganggu kinerja kami. Email, browsing, chatting (dan blogging, jangan lupa!) udah jadi kerjaan sehari2. Jadi emang udah ketergantungan. Jangankan mati. Lambat dikit aja, udah bisa bikin kita misuh2. Lah ini mati total. Karena memang ada factor ‘satu dan lain hal&#8217; seperti yang saya tulis tadi itulah, makanya atas instruksi dari pihak yang ada ‘diatas&#8217; saya, maka saya diamanatkan untuk memberikan penjelasan kepada teman-teman penghuni kantor, apa sesusngguhnya yang sedang terjadi di kantor mereka ini. Dan inilah yang saya tulis di <em>whiteboard</em> ruang tengah kantor :</p>
<blockquote>
<p>Teman2,<br />
Ini bukan April Mop! Tapi S****y kita sedang dalam tahap perpanjangan kontrak.<br />
Jadi harap bermaklum kalau hari ini internet kita tidak berfungsi wajar.<br />
Silakan tetap melanjutkan tugas-tugas yang bisa diselesaikan tanpa perlu internet.<br />
Kalau mendesak banget butuh internet, silakan ke Warnet terdekat.<br />
Bon-nya nanti diganti.<br />
Really sorry for the inconvenience&#8221;</p>
<p>-dK-</p></blockquote>
<p>Bukan salah teman-teman saya juga sih, kalau kemudian mereka lebih memilih cabut ke warnet2 terdekat, sehingga kantor jadi sepiiiiii&#8230; banget. Bahkan saya curiganya mereka justru tidak memilih mencari warnet terdekat, tapi yang terjauh! Kapan lagi jalan2 di jam kerja, justru dianjurkan?? Duitnya masih diganti kantor, pula. Hahaha..</p>
<p>Ah, suka duka bekerja&#8230;&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/203/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/203/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=203&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/04/02/the-office/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R_LtXezeguI/AAAAAAAAAZc/YGsbbYtql2M/s320/42-17719826.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Break it Down Again</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/28/break-it-down-again/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/28/break-it-down-again/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 02:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/28/break-it-down-again/</guid>
		<description><![CDATA[Okay.. Singkat saja. Seperti biasa, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, saya selalu mampir di gym tempat saya jadi member disana. Mungkin dari kalimat barusan, Anda membayangkan saya sebagai sosok yang cukup sporty. Mungkin anda juga membayangkan saya memilki perut yang berkotak2 karena tiap hari nge-gym. Well, saya berani menjamin kalau perkiraan Anda salah besar! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=202&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Okay..<br />
Singkat saja. Seperti biasa, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, saya selalu mampir di gym tempat saya jadi member disana. Mungkin dari kalimat barusan, Anda membayangkan saya sebagai sosok yang cukup sporty. Mungkin anda juga membayangkan saya memilki perut yang berkotak2 karena tiap hari nge-gym. Well, saya berani menjamin kalau perkiraan Anda <strong>salah besar</strong>! Karena disana seringnya saya malah cuman numpang mandi doang dibandingkan <em>working out</em>. Namanya juga masih ngekos, jadi doyan bener mandi pake shower dan air hangat. Hehehe. Dan biasanya, jam2 pagi seperti itu, member yang dateng sudah bisa ditebak. Kalo nggak bapak2, ibu2 atau mas2 dan mbak2. Itulah mengapa saya doyan dateng pagi. Soalnya, berasa jadi yang paling muda dan paling imut. Hehehe. Selain itu, biasanya jam segitu kan jamnya acara gosip tuh. Jadi rasanya nikmat banget, angkat2 beban (kalo lagi niat) atau lari di treadmill (apalagi ini.. bener2 kalo niat banget!) sambil nonton acara gosip di layar segede kasur!</p>
<p>Tapi entah kenapa, pagi itu acara gosip kurang menarik perhatian saya. Makanya saya kemudian memutuskan untuk memindah channel <strong>Trans TV </strong>yang memutar <strong>INSERT PAGI</strong>, dan menggantinya dengan channel <strong>RCTI </strong>yang sedang memutar <strong>GO SPOT</strong>&#8230; (hehehe.. sama aja acar gosip ya??). Tapi setelah tuts <strong><em>remote control</em></strong> TV nya saya pencet2 (dengan maksud untuk memindah channel, tentu saja), ternyata channel TVnya tetap tidak berubah. Sepertinya remote TV itu bermasalah. Langsung saja saya memanggil seorang Trainer bernama <strong>Mbak Isti</strong> untuk membantu saya. Ternyata kemampuan si mbak ini dalam hal per-remote control-an juga nggak lebih baik dari saya. Bahkan malah lebih gawat. Karena setelah dipencet2 pun tidak memberikan efek apa2 di layar TV, maka yang kemduian yang dilakukannya adalah : memukul2 remote control itu dengan tangannya! Salah saya sih. Harusnya saya nggak memanggil trainer fitness ya, tapi teknisi!<span id="more-202"></span></p>
<p>Saya nggak begitu kaget sebenarnya melihat kelakuannya itu. Karena sayapun pernah melakukannya. Tidak pada barang2 elektronik milik orang lain ya, tapi milik saya sendiri. Remote control, DVD player, Kipas Angin atau yang lainnya. <em>Once</em> alat2 itu &#8216;ngambek&#8217; nggak mau berfungsi, <em>instead of</em> bersusah payan mencoba mencari jalan keluar dengan memikirkan kemungkinan2 secara elektronis, saya biasanya langsung melakukan short cut : <span style="text-decoration:underline;"><strong>memukul2nya</strong></span>. Kadang agak pelan pakai tangan, tapi kadang juga pakai kaki kalo udah saking jengkelnya! Hahaha. <em>Come on</em>&#8230; mari akui saja, bukankah itu yang sering kita lakukan?? Remote mati, bukannya di cek batere-nya or lainnya, dengan refleks kita langsung memukul2nya. CPU nggak mau nyala, dipukul2. Bahkan malah saya pernah nih, punya <em>earphone</em> Ipod yang agak ajaib. Kadang yang sebelah kiri suka mati tiba2, tapi setelah saya &#8216;tiup2&#8242;, eh.. bunyi lagi!! Ya udah, saya tiup aja terus. Hahaha.. fenomena apa ini&#8230;</p>
<p>Bukan fenomena apa2 sih. Ini masalah keterbatasan saja. Hehehehe.<br />
Padahal kalo kita mau pikir2 lagi, mungkin ini masalah kebiasaan aja. Kebiasaan yang akhirnya menjadi sesautu yang kita percayai. Mungkin si Mbak Isti ini dulunya pernah punya pengalaman kalau <em>remote control</em> itu mati, ternyata bisa befungsi lagi setelah remote itu digetok2 pake tangan. Sama kaya saya, yang bisa membuat earphone saya jadi bunyi lagi setelah saya tiup2! Jadi ya nggak salah dong kalo saya tetap melakukannya? Iya sih, saya yakin seyakin2nya kalau di ilmu elektro manapun nggak ada yang ngajarin peserta didiknya untuk melakukan hal bodoh seperti itu. Hehehe. Ya ini menjadi bukti, kalau bagaimanapun biasanya kita membuat atau membentuk sebuah kebiasaan-kebiasaan. Tapi lama2 kebiasaa2n itulah yang membentuk kita.</p>
<p>Duh, kok jadi menjurus kearah serius gini ya?? Intinya sih sebenernya cuman penasaran aja, kenapa kita kok ya sering mukul2 barang2 elektronik ketika mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Bukannya itu malah bikin tambah rusak, ya?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/202/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/202/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=202&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/28/break-it-down-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thanks to You</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/thanks-to-you/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/thanks-to-you/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 08:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/thanks-to-you/</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini kalau ada yang bilang saya banci tampil, saya setuju2 aja. Karena memang saya doyan bener jadi pusat perhatian. Hehehe. Dan kalau ada yang bilang saya orang yang teramat narsis, saya juga mengiyakannya. Karena emang iya! Hehehe. Tapi kalau ada yang bilang saya sombong atau besar kepala karena menuliskan pujian dibawah ini nanti, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=201&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selama ini kalau ada yang bilang saya banci tampil, saya setuju2 aja. Karena memang saya doyan bener jadi pusat perhatian. Hehehe. Dan kalau ada yang bilang saya orang yang teramat narsis, saya juga mengiyakannya. Karena emang iya! Hehehe. Tapi kalau ada yang bilang saya sombong atau besar kepala karena menuliskan pujian dibawah ini nanti, saya akan sangat-sangat menolaknya. Sumpah, nggak ada niatan sama sekali buat menyombongkan diri atau pamer atau apapun itu. Bukan itu niatan saya membuat posting ini. Terus terang, saya hanya kagum saja. Bukan kagum sama diri saya. Tapi kagum sama kekuatan suatu hal yang bernama : <span style="text-decoration:underline;"><strong>Terima Kasih</strong></span>. Ya. Rasa terima kasih.</p>
<p>Ketika kita melakukan sesuatu, mungkin kita nggak akan pernah sadar kalau apa yang kita lakukan itu akan membawa dampak bagi orang lain. Karena memang kita sama sekali nggak ada niatan untuk itu. <em>We just do what we have to do. It&#8217;s nothing special, perhaps</em>. Nulis di blog yang niatan awalnya cuman buat iseng2 doang sambil ngisi waktu luang di tengah2 bejibunnya kerjaan kantor (hehehe), misalnya. Nulis ya nulis aja. Just like that. Wong yang ditulis juga kadang2 (eh, seringnya, deng..) nggak penting sama sekali. Sampai tiba-tiba kok ya ada yang kirim pesan seperti ini, misalnya.</p>
<p><strong> On YM, Selasa 25 Maret, 10:35:41 AM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p><em><strong> Seorang Sahabat</strong>: ooohhhhh..<br />
<strong> ryu deka</strong>: angop (menguap, red), mbak?<br />
<strong> Seorang Sahabat:</strong> akhirnya aku sungguh-sungguh mengikuti petunjukmu<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: tadi pagi aku datang2 membuka blog mu<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: and i wanna to thank you<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: *smile*<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: the &#8220;Some of the best things come naturally&#8221; part&#8230;..<br />
<strong> Seorang Sahabat:</strong> sungguh menggugahku..<br />
<strong> Seorang Sahabat:</strong> *kiss*<br />
<strong> ryu deka</strong>: oh&#8230; maap lho kalo aku sudah &#8220;menggugahmu&#8230;.&#8221;(membangunkanmu, red). Wis, tidur lagi sana&#8230;.<br />
<strong> ryu deka</strong>: hehehe<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: heheheheheheh<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: bosok kamu, mas<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: tapi bener lho&#8230;<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: makasih<br />
<strong> ryu deka</strong>: bener kalo aku bosok?<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: *kamu bosok memang bener!<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: tapi makasihnya juga beneran<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: saya sedang down under knees person lately&#8230;heheheheheh<br />
<strong> Seorang Sahabat</strong>: semacam butuh membaca hal2 spt itu jadinya<br />
<strong> Seorang Sahabat:</strong> and thanks to you..<br />
<strong> Seorang Sahabat:</strong> *smiling*<br />
<strong> ryu deka</strong>: aduh&#8230; sama2 kalau begitu&#8230; *bersemu merah*</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-201"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Rasanya luar biasa!<br />
Bukan rasa besar kepala atau GR yang meluap2 yang dirasakan. Tapi lebih pada rasa amazed dan terharu. Amazed, karena :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;">&#8220;Duh.. apa2an sih? Gue gak ngapa2in, gitu. Orang cuman nulis blog doang! Itupun juga gue kutip dari buku orang&#8221;. </span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">But, we&#8217;ll never know! Kita nggak akan pernah tau, ternyata! Nggak tau kalau ternyata kutipan itu dibaca oleh seseorang dalam timing yang tepat! Dan kita juga nggak tau kalau ternyata ada yang meng&#8217;<em>appreciate </em>apa yang kita lakukan, lebih dari yang kita bayangkan. Dan kalau kemudian menjadi terharu, karena memang itulah yang pasti kita rasakan ketika ada orang yang dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada kita, bukan? Kita merasa dihargai. Kita merasa bermanfaat. Dan bukankah itu esensi kita dihidupkan di dunia? Untuk memberikan dan menjadi manfaat bagi orang lain. Sori, agak berat ya bahasanya. Hehehe. Maap. Tapi disitulah saya jadi semakin yakin, kalau ternyata kata se-simpel &#8216;TERIMA KASIH&#8217; bisa memberikan sesuatu manfaat yang gila2an besarnya.</p>
<p>Pagi ini ketika masuk kantor, terus terang saya agak2 malas mengingat ada beberapa deadline yang udah makin mendekati hari H tapi berat banget rasanya mau mulai mengerjakannya. Pokoknya moodnya amburadul, lah. Tapi ketika tanpa disangka2 tiba2 dapat kiriman pesan berisi terima kasih itu, semua perasaan malas itu hilang seketika! Hehe. Ajaib sekali. Mungkin ini yang namanya <strong><em>chain reaction.</em></strong> Dia mungkin bahagia karena mendapat &#8216;sesuatu&#8217; dari blog saya dan kemudian mengucapkan terima kasih pada saya, dan sayapun bahagia karena dari sesuatu yang saya anggap &#8216;biasa2 aja&#8217;, ternyata bisa berarti lebih baginya. Ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan perasaan besar kepala atau GR. Bahkan mungkin sambil tersenyum. Cuman dibilangin &#8216;terima kasih&#8217; doang padahal.</p>
<p>Nggak susah kan bilang &#8216;terima kasih&#8217;? Paling engga, setau saya dari dulu sampe sekarang yang pernah dibikin adalah lagu berjudul <strong><em>&#8220;</em></strong><em>Hard To Say I&#8217;m Sorry&#8221;</em> dan <em>&#8220;Sorry Seems to be The Hardest Words&#8221;</em>. Belom ada tuh yang bikin lagu judulnya <strong><em>&#8220;Hard To Say Thank You&#8221;</em></strong> atau<em><strong> &#8220;Thank You Seems to be The Hardest Words&#8221;</strong></em>. Hehehe. Jadi kenapa enggak, toh? Kalau kita tahu bahwa 2 kata ini bisa membahagiakan orang yang mendengarnya, kenapa kita jarang mengucapkannya? Let&#8217;s say it! Seperti halnya menerima pujian, saya yakin setiap orang juga suka sekali menerima ucapan terima kasih yang tulus. Makanya saya mengucapkan terima kasih juga buat teman saya yang sudah mengucapkan terima kasih kepada saya itu. Hehehe. Ribet ya bacanya? Kalau saya nggak grateful dengan itu, nggak mungkin pesan2 itu saya bikin jadi blog. Hehehe.</p>
<p>Dan terima kasih juga untuk Anda yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog saya ini. Sumpah, karena Anda jugalah, akhirnya saya merasa kalau blog ini &#8216;cukup berharga&#8217; untuk terus di update! Hehehe. Makasih yaa&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/201/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/201/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=201&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/thanks-to-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nina Bobo #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 05:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo-2/</guid>
		<description><![CDATA[Lullaby (Goodnight My Angel) &#8211; Billy Joel Good night my angel time to close you eyes And save these questions for another day I think I know what you&#8217;ve been asking me I think you know what I&#8217;ve been trying to say I promised I would never leave you And you should always know Where [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=200&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iXVuzegtI/AAAAAAAAAZU/dVt-I21hOkc/s1600-h/brad_pitt2.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iXVuzegtI/AAAAAAAAAZU/dVt-I21hOkc/s320/brad_pitt2.jpg" border="0" alt="" width="153" height="202" /></a></p>
<div style="text-align:center;font-family:trebuchet ms;">
<h3 style="text-align:left;">Lullaby (Goodnight My Angel) &#8211; Billy Joel</h3>
<div style="text-align:left;"></div>
<blockquote>
<div style="text-align:left;">
<p>Good night my angel time to close you eyes<br />
And save these questions for another day<br />
I think I know what you&#8217;ve been asking me<br />
I think you know what I&#8217;ve been trying to say</p>
<p>I promised I would never leave you<br />
And you should always know<br />
Where ever you may go<br />
No matter where you are<br />
I never will be far away</p>
<p>Good night my angel now it&#8217;s time to sleep<br />
And still so many things I want to say<br />
Remember all the songs you sang for me<br />
When we went sailing on an emerald bay</p>
<p>And like a boat out on the ocean<br />
I&#8217;m rocking you to sleep<br />
The water&#8217;s dark and deep<br />
Inside this ancient heart<br />
You&#8217;ll always be a part of me</p>
<p>Goodnight my angel now it&#8217;s time to dream<br />
And dream how wondeful your life will be<br />
Someday your child will cry and if you sing this lullaby<br />
Then in your heart there will always be a part of me</p>
<p>Someday we&#8217;ll all be gone<br />
But lullabies go on and on<br />
They never die that&#8217;s how you and I will be..</p></div>
<div style="text-align:left;"></div>
</blockquote>
<div style="text-align:left;">(you can see the video <a href="http:///www.youtube.com/watch?v=LraZEoRnkPc">here</a> )</div>
<div style="text-align:left;"></div>
<div style="text-align:left;">This is my Lullaby. Do you have yours?</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/200/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/200/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=200&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iXVuzegtI/AAAAAAAAAZU/dVt-I21hOkc/s320/brad_pitt2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nina Bobo</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 03:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230; Nina bobo.. Ooh Nina bobo.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk&#8230;. Tidurlah sayang adikku manis.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk&#8230;.&#8221; Bisa jadi, mungkin selain lagu Indonesia Raya, lagu diatas termasuk lagu yang paling dikenal oleh seluruh warga negara Indonesia. Hehehe, berlebihankah saya? Yaa, paling tidak, itu membuktikan kalau lagu berjudul Nina Bobo yang entah diciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=199&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>&#8220;&#8230; Nina bobo.. Ooh Nina bobo.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk&#8230;.<br />
Tidurlah sayang adikku manis.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk&#8230;.&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Bisa jadi, mungkin selain lagu Indonesia Raya, lagu diatas termasuk lagu yang paling dikenal oleh seluruh warga negara Indonesia. Hehehe, berlebihankah saya? Yaa, paling tidak, itu membuktikan kalau lagu berjudul<strong> Nina Bobo</strong> yang entah diciptakan oleh siapa itu, amat sangat populer. Bahkan mungkin malah lebih populer dibandingkan lagu Indonesia Raya! Secara ya, Indonesia Raya cuman dinyanyikan untuk moment2 tertentu saja. Sedangkan lagu Nina Bobo, walaupun juga sama2 dinyanyikan untuk moment2 tertentu (yaitu waktu menjelang tidur), tapi frekeunsi dinyanyikannya lebih sering dibandingkan dengan lagu Indonesia Raya. Paling engga, bisa tiap malam orang menyanyikan lagu Nina Bobo untuk menidurkan anaknya. Karena sampai tulisan ini saya buat, saya kok masih agak ragu ya kalo ada bapak2 atau ibu2 yang menidurkan anaknya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya&#8230;.. hehehe.</p>
<p>Ok, cukup sudah memandingkan lagu Nina Bobo dengan Indonesia Raya. Karena memang bukan itu sebenarnya inti dari tulisan yang akan saya tulis ini. <span id="more-199"></span>Tapi saya sebenarnya penasaran. Di jaman secanggih ini, masih ada nggak ya aksi menidurkan anak dengan cara menyanyikan lagu2 pengantar tidur alias <em>lullaby</em>? Masih ada nggak sih orangtua yang nyanyi lagu &#8220;Niinnaa bobbbooo&#8230;.&#8221; itu? Karena menurut pengalaman saya melihat kebiasaan beberapa orang disekitar saya ketika mereka menidurkan anaknya, mereka sudah tidak pernah lagi bernyanyi lagu2 pengantar tidur semacam itu. Entahlah, apa mungkin mereka tidak Pede dengan kemampuan olah vokal mereka, tapi begitulah kenyataannya.</p>
<p>Apalagi sekarang ini jaman udah canggihnya amit2. Nggak perlu nyanyi, tinggal pasang CD musik klasik di player, beres. Apalagi katanya, musik klasik itu baik bagi perkembangan otak bayi atau anak.<strong> <span style="text-decoration:underline;">Katanya</span></strong>. Tapi saya juga agak2 sangsi dengan <em>statement</em> itu, karena pernah nih pada suatu waktu kakak sepupu saya mencoba mempraktekkan hal tersebut. Dia memutar sebuah CD musik klasik yang entah apa judulnya, sambil dia me-ninabobo-kan anaknya. Hanya berselang sekitar 15 menit, tiba-tiba dia keluar kamar dengan muka kusut luar biasa. Ketika saya tanya kenapa, dia menjawab</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kok malah aku yang pusing sendiri ya denger lagu2nya&#8230;.&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hahahahaha. Kesimpulannya adalah : nggak usah maksa!</p>
<p>Makanya dulu pernah beberapa kali saya diminta secara khusus <em>*halah*</em> oleh kakak2 saya untuk menyumbangkan suara emas saya (hehehe) untuk menidurkan keponakan2 saya. Dan saya cuma bisa bengong saja. Ketika saya tanya lagu apa yang harus saya nyanyikan, dengan tidak bertanggungjawabnya mereka pasti menjawab,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ya terserah..Apa aja lah. Kan kmu penyanyi&#8221;.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Idih!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yang gue apal kan lagu2 boyband! Masa iya gue harus nyanyi lagu2 boyband buat keponakan2 gue? Mereka kan belum punya dosa&#8230; Hahaha. Mau jadi apa mereka nanti?? Terus, apa iya harus nyanyi lagu Nina Bobo itu?? So last year deh, kayanya. Hehehe. Apalagi liriknya menurut saya penuh dusta. Haloo, <strong><em>&#8220;Kalau tidak bobo digigit nyamuk&#8221;</em></strong>?? Bayangkan, provokatif banget kan? Jadinya anak2 itu akan tidur dalam keadaan ketakutan karena takut digigit nyamuk. Lagian juga sekarang udah jamannya lotion anti nyamuk dan obat nyamuk elektrik deh! Dan sebenarnya saya nggak begitu suka nyanyi lagu itu (tuh, egois banget emang), karena lagunya terlalu singkat dan terlalu simpel. Jadi agak2 susah kalau mau berimprovisasi <em>*edan*.</em> Hahaha.</p>
<p>Kalau mau di ubek2 lagi, ternyata cukup banyak juga lagu2 yang bisa dikategorikan sebagai Lullaby yang pernah dibuat. At least, sepengetahuan saya, lah. Aslinya, mungkin mereka-mereka yang membuatnya ini tidak secara spesifik bikin lagu untuk pengantar tidur. Beberapa hanya berniat membuat lagu khusus yang diciptakan untuk anaknya. Sebagai bentuk &#8216;perayaan&#8217; atas hadirnya buah hati mereka ini di dunia. Itulah mengapa, kalau diperhatikan lagi, lagu2 yang dibuat itu memiliki nada yang bagus dan lirik yang indah. Karena semua lagu2 Lullaby itu berisikan pesan-pesan dan harapan dari si orangtua kepada anaknya. Bahkan juga doa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iOxOzegsI/AAAAAAAAAZM/dpKJ7UZrROY/s1600-h/TOMKATESURI4.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iOxOzegsI/AAAAAAAAAZM/dpKJ7UZrROY/s320/TOMKATESURI4.jpg" border="0" alt="" width="211" height="144" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><em> &#8220;Waktu hujan turun rintik perlahan, bintangpun menepi, awan menebal. Kutimang si Buyung, belaian sayang. Anakku seorang, tidurlah tidur.. Ibu mendoa, ayah menjaga agar kau kelak jujur melangkah&#8230; Jangan engkau lupa Tanah Pusaka, tanah air kita Indonesia&#8230; &#8220;</em>(Bing Slamet)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em> &#8220;Dikedalaman tidurmu, kau tersenyum lugu, mendekap damai dan tak berdosa..<br />
Kubelai gelombang rambutmu, menitipkan kasih sayang..<br />
Semoga berlimpah ruah bahagia, kita reguk bersama&#8230;<br />
Tidurlah tidur bidadari kecilku, setelah lelah kau bemain<br />
Mimpikan dirimu dalam istana, menari penuh suka&#8230; &#8221; </em>(Katon Bagaskara)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em> &#8220;Timang-timang anakku sayang, jangan menangis, bapak di sini. Timang-timang anakku sayang, jangan menangis, bunda bernyanyi.. Bila kelak engkau dewasa, sayangi saudara, sayangi sesama dengan cinta Jujur lakumu, jujur ucapmu menjalani hidup. Cantik jiwamu, cantik parasmu kala kau tersenyum..&#8221;</em>(Anang&amp;KD)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
&#8220;Yakinlah oh anakku, kasihi semua Tanpa terkecuali dan tanpa kembali.. Hidup kan berarti dengan mencintai Niat tulus dan jujur takkan pernah mati&#8230; Hanya cinta yang kan selalu hadir dalam segala sepi Hanya cinta yang kan selalu bisa kau harapkan dalam menjalani hidup..&#8221;</em> (Marcell)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em> &#8220;Dunia ini tak seperti dulu, semakin banyak rintangan disetiap langkahmu.. Tak lama lagi, kau akan dewasa.. Memang tak mudah yang akan nanti kau hadapi.. Jujur dalam hidup. Hargai semua yang ada di dunia. Kita selalu ada. Melindungimu, mewujudkan semua citamu&#8230;&#8221;</em><br />
(Indra Lesmana&amp;Sophia Latjuba)</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Ugh.. indah banget ya&#8230;<br />
Kebayang dong, kalo saya yang jadi orangtua si anak itu. Kemungkinan yang terjadi bisa ada 2. <strong>Yang pertama,</strong> bisa2 ditengah2 lagu saya malah mewek sendiri saking terharunya (dan saking cengengnya!), atau<strong> yang kedua</strong> : bisa-bisa saya malah keasyikan sendiri nyanyi lagu itu secara medley dan nonstop! Berasa konser tunggal. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei, ketika saya tanya pada orangtua saya tentang lagu apa yang mereka nyanyikan untuk menidurkan saya, Ayah saya bilang, kalau dia nyanyiin saya lagu keroncong berjudul <strong>&#8220;Tidurlah Intan&#8221;</strong>. Sementara Ibu saya menjawab, <strong>&#8220;Kaka&#8217; Bobo&#8221;</strong>. Maksudnya, lagu &#8220;Nina Bobo&#8221; yang &#8216;Nina&#8217;nya diganti &#8216;Kaka&#8217;, karena menurutnya &#8216;Nina&#8217; itu nama cewek, makanya diganti &#8216;Kaka&#8217; sesuai dengan nama panggilan saya. Hmm, dalam hal ini, ternyata ibu saya lebih jeli dibandingkan ayah saya dalam mengganti lirik lagu!<br />
Aduh, jadi pengen di nina-bobo&#8217;in lagi nih. Hehehe.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/199/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/199/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=199&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/nina-bobo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-iOxOzegsI/AAAAAAAAAZM/dpKJ7UZrROY/s320/TOMKATESURI4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>In Dreams</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/in-dreams/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/in-dreams/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 02:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/in-dreams/</guid>
		<description><![CDATA[Reach. Strive. And you will succeed. Try.. but don&#8217;t try too hard. Some of the best things come naturally. Give&#8230; but don&#8217;t give beyond your means. Save some strength and some quiet time for yourself. Question&#8230; but don&#8217;t question everything. Some problems have no answers. Attempt&#8230; but don&#8217;t try to conquer everything at once. Go [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=198&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:130%;font-family:trebuchet ms;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-ho0ezegqI/AAAAAAAAAY8/dBFzZSstKVw/s1600-h/9780883962343.gif"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:138px;height:209px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-ho0ezegqI/AAAAAAAAAY8/dBFzZSstKVw/s320/9780883962343.gif" border="0" alt="" /></a><br />
</span></p>
<h3 style="text-align:center;">Reach. Strive. And you will succeed.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Try..</h3>
<h3 style="text-align:center;">but don&#8217;t try too hard.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Some of the best things come naturally.</h3>
<h3 style="text-align:center;">
Give&#8230;</h3>
<h3 style="text-align:center;">but don&#8217;t give beyond your means.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Save some strength and some quiet time for yourself.</h3>
<h3 style="text-align:center;">
Question&#8230;</h3>
<h3 style="text-align:center;">but don&#8217;t question everything.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Some problems have no answers.</h3>
<h3 style="text-align:center;">
Attempt&#8230;</h3>
<h3 style="text-align:center;">but don&#8217;t try to conquer everything at once.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Go slowly, discovering and growing along the way.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Trust in doing the right thing, even if it may seem wrong at the time.</h3>
<h3 style="text-align:center;">
Believe in your inner strength,</h3>
<h3 style="text-align:center;">even if you don&#8217;t feel very strong all the time.</h3>
<h3 style="text-align:center;">Live your life and give your best.</h3>
<h3 style="text-align:center;">And try each and every day to keep in mind..</h3>
<h3 style="text-align:center;">
That to truly enjoy this moment it time,</h3>
<h3 style="text-align:center;">all you really need to do is..</h3>
<h3 style="text-align:center;">to reach out for your dreams..</h3>
<h3 style="text-align:center;">and let them reach out to you.</h3>
<p style="text-align:center;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=198&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/25/in-dreams/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-ho0ezegqI/AAAAAAAAAY8/dBFzZSstKVw/s320/9780883962343.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lost in Translation part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/23/lost-in-translation-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/23/lost-in-translation-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 00:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/23/lost-in-translation-part-ii/</guid>
		<description><![CDATA[Mari saya perlihatkan sebuah cuplikan artikel di harian Kompas hari Minggu 23 Maret yang lalu : &#8220;&#8230; Mau tahu bahasa Inggrisnya &#8220;Sundel Bolong:? Dalam dunia perfilman Indonesia, spesies hantu yang konon punggungnya berlubang itu diterjemahkan menjadi : &#8220;Ghost With Hole&#8221;. Paling tidak itulah yang terlihat di stan Indonesian Cinema dalam pasar film dan program televisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=197&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mari saya perlihatkan sebuah cuplikan artikel di harian Kompas hari Minggu 23 Maret yang lalu :</p>
<blockquote><p>&#8220;<span style="color:#993300;">&#8230; Mau tahu bahasa Inggrisnya <strong>&#8220;Sundel Bolong:?</strong> Dalam dunia perfilman Indonesia, spesies hantu yang konon punggungnya berlubang itu diterjemahkan menjadi : <strong>&#8220;Ghost With Hole&#8221;</strong>. Paling tidak itulah yang terlihat di stan Indonesian Cinema dalam pasar film dan program televisi Hongkong International Film &amp; TV Market (FILMART) yang digelar di Hongkong Convention &amp; Exhibition Center, Hongkong 17-20 Maret. Salah satu poster film untuk menarik pengunjung hajatan yang diikuti 480 peserta dari 30 negara itu adalah poster Sundel Bolong produksi Rapi Films tahun 2007. Mungkin karena dikhawatirkan publik internasional tak tahu arti sundel bolong, poster itu ditempeli stiker tepat bagian judulnya, yang berisi judul film tersebut dalam bahasa Inggris, &#8220;Ghost With Hole&#8221;. Terjemahan yang tepat sesuai kamus, tetapi terlalu polos dan agak menggelikan untuk sebuah judul film&#8230;&#8221;</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ho oh, gitu.. Gimana perasaanmu??<br />
Perasaanku tentu saja bercampur2 antara geli dan prihatin. Hahaha. Dan bukan Mas Ganteng namanya kalo berdiam diri saja melihat kenyataan seprti ini <em>*edann*</em>. Sebagai orang yang cukup punya concern di dunia film <em>*halah*</em>, hati ini semakin tersiksa ketika di artikel itu kemudian ditulis juga kalau film kita yang berjudul <strong>&#8220;Maaf, Saya Menghamili Istri Anda&#8221;</strong> kemudian di translate menjadi <em><strong>&#8220;Sorry, I Made Your Wife Pregnant&#8221;</strong></em>. Ck..ck.. ck&#8230;. <em>again</em>, benar sih sesuai kamus, tapi tetap terlalu polos dan sangat menggelikan untk sebuah judul film. Membaca judul filmnya dalam bahasa Indonesia aja udah cukup bikin gatel. Apalagi kemudian diubah ke dalam bahasa Inggris. Makin ajaib saja.</p>
<p>Untuk kasus &#8220;Sundel Bolong&#8221; diatas, mungkin emang si produser bingung juga, mesti di <em>translate</em> jadi apa ya?? Secara ya, <strong>spesies hantu yang satu ini bener-bener lokal banget</strong>. Cuman orang sini yang tau, atau paling engga ya negara-negara tetangga kita lah yang juga tahu. Entahlah, mungkin si Sundel Bolong ini agak2 bosan menakut2i orang2 Indonesia, makanya dia plesiran sampe negara sebelah. Makanya ketika filmnya di jual di pasar Internasional, dicarilah sebuah juduul yang bisa &#8216;menarik&#8217; minat sekaligus bisa menjelaskan isi dari filmnya secara keseluruhan. <em>At least</em>, menjelaskan siapakah hantu yang jadi banci tampil di film itu. Makanya, dengan cerdasnya si produser (atau siapalah) memutuskan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Oh, aku tau! Aku tau! Kita ganti saja dengan : Ghost With Hole!! Cerdas kan saya???&#8221;. </em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Plakk!!<span id="more-197"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-XAYOzegpI/AAAAAAAAAY0/NTxWTIQbMl0/s1600-h/sundel_blg.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-XAYOzegpI/AAAAAAAAAY0/NTxWTIQbMl0/s320/sundel_blg.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenapa sih nggak dikasih judul seperti aslinya saja</strong>? Kenapa harus diganti? Toh bukannya itu emang <span style="text-decoration:underline;">NAMA ASLI</span> si hantu? Kasian lho orangtuanya, udah susah2 nyari nama Sundel Bolong, kok diganti2. Dan di film itupun pasti akan disebut2 juga kan? Atau di tulis juga dalam teks bahasa Inggrisnya. Ini nih, penyakit turunan dari dulu : nggak bangga dengan produk dalam negeri sendiri! Berbanggalah, gimana2 tu hantu kan asli Indonesia banget! Hehehehe. Risih banget baca film berjudul &#8220;Ghost With Hole&#8221;. Nggak usah diterjemahin gitu juga, orang (yang cukup cerdas) bisa tau, kalo tokoh utama hantunya itu punggunya bolong. Kan ada di posternya! Kalo boleh usul sih, kalo emang pengen dijual di pasar internasional dan harus berbahasa Inggris, ganti aja judulnya jadi : <strong>&#8220;The Legend of Sundel Bolong&#8221;</strong>. Lebih &#8216;lumayan&#8217; tho dibandingin &#8220;Ghost With Hole&#8221;? Sama2 bahasa Inggrisnya pula.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya kenapa2 ya, kenapa kaya gini aja saya komentarin. Tapi buat saya, pemilihan<span style="text-decoration:underline;"> judul itu penting banget</span>! Mau judul lagu kek, judul film, judul artikel sampai judul postingan di blog! Judul itu harusnya bisa menjual keseluruhan isi . Makanya sebaiknya memang singkat, menarik dan ya itu tadi, menjual! Menjual harusnya jual yang mahal ya, jangan jual murah. Hehehe. Itulah kenapa saya salut dengan film berjudul <strong>&#8220;The Chanting 3&#8243;</strong>, yang ternyata adalah versi bahasa Inggris untuk film berjudul &#8220;Kuntilanak 3&#8243;. Atau <strong>&#8220;Chants of Lotus&#8221; </strong>yang terdenger indah itu, yang merupakan terjemahan dari judul film &#8220;Perempuan Punya Cerita&#8221;.</p>
<p>Makanya mungkin kalau lain kali pengen jualan film di pasar Internasional, bikin aja film dengan judul bahasa Inggris, toh? <em><strong>Get Married</strong></em> , kek. Atau <em><strong>Eiffel, I&#8217;m In Love</strong></em> misalnya. Tuh, udah tinggal dijual aja, nggak usah pusing2 ganti2 judul dulu. Malah yang bikin pusing kalau tu film ditranslate dalam bahasa Indonesia. Jadinya pasti :<strong> Eiffel, Aku Jatuh Cinta</strong>. Ohhhhhhh.. tidaaaakkkk! Atau ya kalo masih ragu2 dengan saran saya yang pertama tadi, bolehlah bikin judul2 semi bahasa Inggris. Semisal <strong>Ungu Violet</strong>. Belajarlah pada Melly yang paling jago bikin lirik lagu campur2 antara bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris!</p>
<p>Tapi gara2 artikel ini, saya jadi penasaran sama film2 Indonesia yang ketika dirilis di luar, judulnya diubah ke dalam bahasa Inggris. Dan dari hasil keisengan saya, inilah beberapa diantaranya seperti yang tercantum dalam situs film www.imdb.com :</p>
<ul>
<li> Badai Pasti Berlalu : <em>The Storm Shall Past</em></li>
<li>Ada Apa Dengan Cinta? : <em>What&#8217; s Up With Love?</em></li>
<li>Janji Joni : <em>Joni&#8217;s Promise</em></li>
<li>Arisan! : <em>The Gathering</em></li>
<li>3 Hari Untuk Selamanya : <em>3 Days to Forever</em></li>
<li>Berbagi Suami : <em>Love For Share</em></li>
<li>Ca Bau Kan : <em>A Courtesan</em></li>
<li>Biola Tak Berdawai : <em>The Stringless Violin</em></li>
<li>Jelangkung : <em>The Uninvited</em></li>
<li>Ayat-Ayat Cinta : <em>Verses of Love</em></li>
<li>Petualangan Sherina : <em>Sherina&#8217;s Adventure</em></li>
<li>Bulan Tertusuk Ilalang : <em>And The Moon Dances</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Diantara judul2 yang banyak itu, ada satu yang saya suka. Yaitu film &#8220;Pasir Berbisik&#8221;, yang diterjemahkan menjadi <strong>&#8220;Whispering Sands&#8221;</strong>. Judul aslinya bagus, judul terjemahannya juga indah. Banyak sebenarnya judul2 film Indonesia yang tercantum dalam situs film terbesar di dunia ini. Tercatat sekitar 600-an judul. Tapi ya itu, nggak semua judul ada versi bahasa Inggrisnya. Mungkin saking susahnya nyari terjemahannya, kali ya. Agak repot memang ketika harus menterjmahkan judul <strong>&#8220;Mengejar Mas Mas&#8221;</strong> atau <strong>&#8220;Beranak Dalam Kubur&#8221;</strong>. Walah.. kira2 kalo di Inggris-in jadi apa ya&#8230; hehehehehe&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/197/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/197/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=197&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/23/lost-in-translation-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-XAYOzegpI/AAAAAAAAAY0/NTxWTIQbMl0/s320/sundel_blg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyayat-nyayat Cinta</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/19/menyayat-nyayat-cinta/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/19/menyayat-nyayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 03:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/19/menyayat-nyayat-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kapan kita Ngayat-ngayat Cinta??&#8221; Pertanyaan singkat di SMS yang saya kirimkan ke teman saya Nduts inilah yang akhirnya membawa kami masuk ke Studio I Ambarrukmo Plasa tadi malam. Ya, akhirnya kesampaian juga nonton film ini. Bukannya gimana2, tapi memang kami agak &#8216;menahan diri&#8217; tidak segera menonton film ini karena menunggu &#8216;kehebohan&#8217; Ayat-Ayat Cinta agak mereda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=196&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Kapan kita Ngayat-ngayat Cinta??&#8221;</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan singkat di SMS yang saya kirimkan ke teman saya <strong>Nduts</strong> inilah yang akhirnya membawa kami masuk ke <strong>Studio I Ambarrukmo Plasa </strong>tadi malam. Ya, akhirnya kesampaian juga nonton film ini. Bukannya gimana2, tapi memang kami agak &#8216;menahan diri&#8217; tidak segera menonton film ini karena menunggu &#8216;kehebohan&#8217; Ayat-Ayat Cinta agak mereda dulu. Apalagi mendengar kabar dimana-mana yang bilang kalau tiket film ini selalu sold-out, harus memakai antri yang panjangya amit2, hingga pengaruh orang lain yang bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Halah, film Indonesia loh! Rugi bener nonton di Bioskop. Tunggu aja VCDnya keluar!&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masih ditambah lagi beberapa waktu lalu anak2 di kantor juga nonton versi bajakan internetnya. Lengkap toh hambatannya?</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-CdpBN-HgI/AAAAAAAAAYs/OkmBsD2Q7xI/s1600-h/ayat_ayat_cinta_poster.preview.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:198px;height:206px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-CdpBN-HgI/AAAAAAAAAYs/OkmBsD2Q7xI/s320/ayat_ayat_cinta_poster.preview.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-196"></span><br />
Akhirnya kami memilih untuk menonton yang jam 21.15. Pertimbangannya sih, biasanya jam segitu adalah jam kurang &#8216;favorit&#8217; orang buat nonton. Apalagi film drama Indonesia. Lagian juga Ayat-Ayat Cinta udah masuk minggu ketiga penayangannya, jadi ya paling udah sepi, lah. Makanya, betapa terperanjatnya kami (duh, bahasa!) ketika saat memilih <em>seat</em> tiba, yang tersisa hanya 2 baris terdepan yaitu <strong>P </strong>dan <strong>Q!</strong> Dalam keadaan waras, saya biasanya akan memilih untuk ngeloyor pulang saja dan nonton keesokan harinya. Tapi begitu tiba-tiba Nduts menunjuk seat <strong>P9</strong> dan <strong>P10</strong> dengan mantapnya, saya ya cuman bisa pasrah aja.</p>
<p style="text-align:justify;">Gila kali ya. Barisan itu bukannya nomer dua paling depan, ya?? Yah, akhirnya memang itulah yang terjadi. Kami melihat layar itu tepat di depan hidung kami. Guuueeeedeeeeeee&#8230;. tenan! Sampai2 kami harus agak menengadahkan wajah kami keatas untuk menikmati sajian di layar. Ugh, kalo nggak Ayat-Ayat Cinta nggak mungkin saya mau segitunya berkorban. Bayangkan saja, ketika ada adegan <strong>Fahri</strong> (Fedi Nuril) duduk di gurun pasir, kami sampai harus memalingkan wajah kami ke samping kiri, karena posisi Fedi ada di pojok bawah layar sebelah kiri! Untung di pojok sebelah kanan bawah layar nggak ada tokoh lain yang nangkring disitu. Kalau ada, bisa dibayangkan gimana sibuknya wajah kami berganti2 memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri! Sumpah, nggak lagi2 deh milih barisan sedepan itu!</p>
<p>Sekarang lupakan penderitaan kami yang hampir <em>&#8216;jereng&#8217; </em>buat nonton film ini. Kita berpindah ke hal yang lebih penting : filmnya itu sendiri. <em>To be honest</em>, setelah film berjalan hampir setengahnya, saya agak-agak kecewa. Kekecewaan saya adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kok gue belom nangis sih??&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hehehehe. Lah, ya gimana dong. Semua orang yang udah lihat filmnya selalu berpesan, <em>&#8220;Jangan lupa bawa tissue&#8221;</em>. Terserah mau bawa tissue makan atau tissue toilet, pokoknya bawa! Dijamin nangis. Intinya, filmnya sangat-sangat mengharukan. Bikin nangis Bombay (padahal settingnya di Mesir ya. Aneh). Makanya, setelah sampai pertengahan film saya belom nangis juga, maka kecewalah saya. Sialan, gue bayar tiket kan karena pengen nangis. Karena terus terang, meneteskan air mata ketika menonton film di bioskop adalah salah satu hal yang saya suka. Seru aja, nangisnya massal. Jadi nggak berasa cengeng sendirian. Hahaha. Sakit jiwa.</p>
<p>Kekecewaan saya karena belum berhasil nangis Bombay itu masih diperparah dengan orang di sebelah saya (ya si Ndut ini tentu saja) yang entah matanya yang sangat jeli atau memang jiwa nyacatnya setingkat di atas saya, bisaaa&#8230;aja mengomentari hal-hal yang sebenarnya sih tidak begitu penting. Tapi cukup membuat saya cekikikan. Misalnya :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Adegan yang bersetting di kamar flat Fahri. Disitu diperlihatkan koleksi buku-buku Fahri yang (kayanya sih) minjem dari perpus karena terlihat ada nomornya. Spontan teman saya itu berkomentar, <span style="color:#993300;"><em>&#8220;Ugh&#8230; Buku perpuse uakeh tenan! Mesti larang banget dendane.. </em></span>(Ugh, buku perpus nya banyak banget yang belom dibalikin. Dendanya pasti banyak banget!&#8221;.)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kami juga sempat keheranan dengan setting pasarnya. Nuansanya Arab sih. Tapi kok jadul banget ya. Kalau saya cuman mengerenyitkan dahi, sebelah saya itu nggak tahan buat mempertanyakannya dengan cukup lantang (ditelinga saya), <span style="color:#993300;"><em>&#8220;Ini settingnya taun berapa sih?? Kok koyo jaman film2 Aladdin&#8230;.&#8221;</em></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li>Ketika film bepindah ke adegan Noura (Zaskia Mecca) bertemu dengan orangtua aslinya dan saudara perempuannya di rumah mereka, adegan yang harusnya agak mengharukan itu kemudian kembali dirusak oleh teman saya itu, dengan protesnya<em><span style="color:#993300;"> &#8220;Loh?? Bapakke Londo, Ibune Sunda kok anake Ambon?? &#8220;</span></em>(Loh?? Bapaknya Bule, ibunya Sunda, anaknya kok Ambon???. Saya hampir aja ngakak ngeliatnya kalau nggak mengingat mbak2 disebelah kiri saya udah tersungguk2. Karena memang agak aneh sih. Bapaknya Rudi Wowor yang bule pisan itu, ibunya Fenny Bauti yang agak2 Sunda, sementara sodara asli Noura itu rambut dan wajahnya lebih mirip orang Ambon!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuh..<br />
Kapan saya mau sedihnya kalo gini caranya? Terus terang, protes2 kecil kami ini sebenarnya mungkin karena kami sama-sama belum membaca novelnya. Jadi ya banyak pertanyaan2 yang timbul ketika melihat filmnya. Iya, pertanyaan2 itu memang tidak penting. Kami juga menyadari hal itu. Hehehe. Tapi sepertinya kami lebih beruntung karena belum membaca novelnya. Karena banyak pembaca novelnya yang kecewa karena apa yang mereka bayangkan ketika membaca novelnya, berbeda dengan apa yang terlihat di filmnya. Menurut saya sih, protes seperti itu bodoh sekali. Karena seperti yang <strong>Andrea Hirata</strong> juga bilang, novel dengan novel yang difilmkan itu sudah sesuatu hal yang berbeda. Nggak mungkin terlalu menuntut filmnya bisa melukiskan exactly seperti yang dibukunya. Medianya udah beda jauh. Apalagi cerita filmnya sendiri memang dirubah dari novelnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama halnya ketika jamannya saya kecil dulu suka sekali mendengarkan sandiwara radio<strong> Saur Sepuh</strong>. Owh! Di radio, tokoh jagoan <strong>Brama Kumbara</strong> sepertinya gagah banget karena &#8216;kendaraannya&#8217; adalah seekor Burung Rajawali raksasa. Eh, begitu sandiwara radio itu difilmkan, ohhhh.. betapa kecewanya saya melihat sosok si burung itu yang bukanya kelihatan sangar, tapi malah keliatan penyakitan! Si Brama juga bukannya keliatan gagah, malah kelihatan bodoh. Hancur sudah angan2 masa kecil saya saat itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke film ya, ternyata kekecewaan saya di awal hingga tengah film seolah dibalas mulai dari pertengahan hingga akhir film. Dahsyat! Setelah Naga Bonar Jadi 2, baru kali ini emosi saya benar-benar diaduk2. Anjing banget ni film. Cerita yang sanget klise, bisa dibikin lebih bermartabat dengan gambar-gambar yang indah. Terus terang, ngeliat sosok Fahri di film ini jadi mengingat betapa saya melihat diri saya sendiri. Hehehe. Jangan protes dulu, tentu saja saya nggak bilang kalo saya mirip Fedi Nuril. Tapi konflik batin yang dialamin, <em>I don&#8217;t know..somehow </em>terasa sangat familiar sekali. Tentang fitnah. Tentang susahnya sabar dan ikhlas. Dan tentu saja, ehm.. tentang mencari jodoh ya. Yukk.. Hehehe. Makanya jangan protes ya, kalo ngeliat film ini saya jadi bilang sama diri saya sendiri, <em><strong>&#8220;Anjing! Gue banget!&#8221;</strong></em>. Sekali lagi, saya bilang itu pada diri saya sendiri, nggak sama orang disebelah saya. Karena pasti dia akan memandang saya dengan sejuta pertanyaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang juara dari film ini menurut saya selain kisahnya yang mampu menyampaikan dakwah dengan sangat halus dan tidak menggurui (walau berulangkali ayat-ayat Al-Quran disajikan dimana-mana), adalah musiknya. Orkestrasi<strong> Tya Subiyakto</strong> bisa dengan sempurna bikin nuansa spiritual yang menyayat banget. Masih ditambah sama suara nyanyian <strong>Emha Ainun Najib</strong> dan <strong>Ustad Jeffry</strong> yang biasanya saya suka sebel liatnya di TV, di film ini bikin saya menahan nafas saking menusuknya. Dan yang nggak boleh ditinggalin tentu aja akting para pemainnya yang bisa terasa pas, nggak berlebihan. Itu yang bikin mereka (menurut saya) menjadi <em>ensamble cast</em> yang solid. Sebagai pemeran utama, akting Fedi Nuril bolehlah. Tapi kalau menurut kami berdua, justru harusnya pemeran Syaiful yaitu Oka siapaaaa, gitu (hehehe) itu yang lebih cocok memerankan Fahri. Nggak tau ya. Feeling aja (halah). Tapi yang paling luar biasa memang <strong>Rianti Cartwright</strong>. <em>She&#8217;s so adorable</em>. Apalagi ketika adegan shalat berjamaah, Rianti menggetarkan bahunya saat membaca Takbir sambil terisak. Adegan yang hanya berlangsung 2 detik ini jadi bukti kuat gimana penjiwaannya terhadap tokoh Aisha begitu baik. Begitu baiknya hingga berulang kali saya merasakan airmata saya menetes dipipi hingga leher! Ayat-ayat cinta betul2 menyayat!</p>
<p style="text-align:justify;">Wah, kok saya udah jadi seperti kritkus film ya. Ya sudahlah, sebelum terlalu berlebihan nantinya, saya sudahi sampai disini saja. Yang pasti, saya jadi mengerti mengapa film ini bisa menjadi perbincangan dimana-mana. Trully one great movie. Buat banyak orang, mungkin film ini adalah film yang bagus, berkualitas atau apapun pujian2 lainnya. Buat saya, hanya ada 2 saja untuk film ini: <span style="text-decoration:underline;"><strong>indah dan bersahaja.</strong></span> Karena pesan yang ingin disampainkan sebenarnya sangat sederhana. Bahwa selama kita hidup di dunia ini, berapa kali kita sering sekali salah membedakan mana yang namanya perasaan cinta dengan perasaan ingin memiliki. Dan juga betapa selama ini, ada satu rahasia yang seharusnya kita miliki sebagai modal untuk menjalani hidup yang kadang meyebalkan ini. Ialah perasaan sabar dan ikhlas.</p>
<p style="text-align:justify;">Huaaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230;&#8230;&#8230;. ayo nonton lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=196&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/19/menyayat-nyayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R-CdpBN-HgI/AAAAAAAAAYs/OkmBsD2Q7xI/s320/ayat_ayat_cinta_poster.preview.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Superstar</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/18/superstar/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/18/superstar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 02:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/18/superstar/</guid>
		<description><![CDATA[Siang ini saya senyum-senyum sendiri begitu membaca sebuah artikel di salah satu situs gosip lokal. Judulnya cukup singkat : &#8220;Ke Jakarta, Diana Ross minta Limousine&#8221;. Dari judulnya aja, saya udah bisa menebak kira2 apa isi dari artikel tersebut. Pasti berisi kerepotan pihak promotor kita meladeni permintaan2 artis yang dikontraknya tersebut. Dan saya nggak salah. Disitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=195&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Siang ini saya senyum-senyum sendiri begitu membaca sebuah artikel di salah satu situs gosip lokal. Judulnya cukup singkat : <strong>&#8220;Ke Jakarta, Diana Ross minta Limousine&#8221;</strong>. Dari judulnya aja, saya udah bisa menebak kira2 apa isi dari artikel tersebut. Pasti berisi kerepotan pihak promotor kita meladeni permintaan2 artis yang dikontraknya tersebut. Dan saya nggak salah. Disitu ditulis kalau Om <strong>Peter Basuki</strong> sebagai promotor yang mendatangkan Tante Diana Ross, mengaku kerepotan karena si tante minta banyak banget untuk konsernya di Jakarta yang rencananya akan diadakan tanggal 23 Maret ini :</p>
<ol>
<li><strong> Minta dijemput pakai Limousine yang panjang</strong>. Yang ada tutup khusus sekat antar supir dan penumpangnya. Jadi kalau dia ngomong, supirnya nggak boleh dengar. Mungkin dia mau ngegosipin si supirnya ini kali ya. Atau mungkin kalau si Tante ini kalo tidur ngorok?? jadi malu sama si supir.Entahlah.</li>
<li>Untuk panggungnya, <strong>harus ada tangga</strong>. Dia ingin berjalan di tangga itu seperti malaikat turun dari langit (?!). Ya elah, Malaikat tuh bukannya turun dari langit2 ya? Kok pake tangga. Agak nggak pas deh kayanya&#8230;</li>
<li><strong>Kamar tidur yang dipesan haruslah President Suite</strong>. Nggak mau yang Vice President Suite (hehehe. Nuansanya putih. Harus ada kembang putih, taplak putih, Dressing roomnya juga. Semuanya dia gambar sampai detail.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-195"></span><br />
Hebat ya si Tante!<br />
Sebenernya dalam dunia musik, memang ada yang namanya <em><strong>rider</strong></em> alias daftar permintaan-permintaan dari si artis yang harus dipenuhi oleh pihak panitia. Dan isinya tentu aja akan bermacam-macam, berbeda-beda dari antara satu artis dengan artis lainnya. Dan kalau sepengamatan saya (edann&#8230;), semakin ngetop artisnya, semakin aneh2 permintaannya. Seperti yang saya baca di bukunya Om <strong>Adrie Subono &#8220;WOW!!&#8221;</strong>, disitu beliau menulis :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#993300;"><em> &#8220;Artis luar negeri membawa seribu satu persoalan tersendiri ketika bertandang ke Jakarta. Permintan mereka bermacam-macam, dan kadang terkesan dibuat-buat. Kesannya, mereka seperti memancing di air keruh, aji mumpung. Yang membuat kami tidak bisa menghindarinya ialah karena semua permintaan itu dimasukkan dalam rider. Mematuhi rider adalah keharusan buat promotor manapun di seluruh dunia. Mengacuhkan rider sama halnya dengan bunuh diri.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>Saking penasarannya, saya kemudian mencari-cari di internet, apa saya kelakuan dan permintaan aneh para artis itu. Dan inilah hasil penelusuran investigasi saya selama jam makan siang tadi (hehehehe&#8230;).</p>
<ul>
<li><strong> MARIAH CAREY </strong>: Meminta kamar tidurnya serba Pink. Penempatan bunga tidak boleh sembarangan. Minta disediakan 4 botol minuman sampanye merek Crystal seharga 4 juta rupiah per botolnya, yang kemudian sama sekali tidak diminumnya! Buat ngeganjel pintu, kali! Trus masih minta dibuatkan tangga dari besi yang kemudian juga nggak dipakai sama sekali!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>BEYONCE KNOWLES</strong> : Meminta kamar tidurnya serba putih. Yang dimaksud adalah meja rias lengkap berwarna putih, ruang ganti kostum yang juga berwarna putih, dan beberapa furnitur lain yang juga berwarna senada. Makanan yang disajikan juga khusus menu vegetarian.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>IL DIVO</strong> : Meminta disediakan tukang pijat perempuan. Juga meminta petugas keamanan perempuan untuk &#8216;menghadapi&#8217; serbuan ibu-ibu penggemar. Masih ada lagi, mereka meminta agar pemegang complimentary ticket alias tiket gratisan tidak duduk di depan. Mereka ingin yang duduk di depan itu adalah orang yang benar-benar menikmati konser alias yang udah beli tiket konser yang lumayan mahal!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>JAMES BROWN</strong> : Untuk konsernya di Java Jazz tahun 2005, Godfather of Soul ini minta menginapnya di Bangkok, bukan di Jakarta! Mungkin dia makan malamnya minta di Sydney, jangan2!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>WESTLIFE </strong>: Meminta kamar tambahan secara mendadak, yang akan digunakan untuk : menyimpan hadiah2 dari penggemar. Pihak mereka juga secara sepihak memundurkan jadwal konferensi pers dari jam 11 ke jam 3 sore, karena salah satu personelnya pergi ke salon buat potong rambut. Padahal setelah kembali, rambutnya (kata Melanie Subono) sama sekali tidak berubah! Hmm.. mungkin dia ke salon plus2, kali!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>MUSE</strong> : Minta disediakan 3 lusin celana dalam &#8216;boxer&#8217;. Boros amat yak??</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong>ASH</strong> : Ngamuk2 karena disediakan kamar dengan nomer 666. Ya elah.. ngakunya band alternatif, tetep aja percaya sama klenik&#8230; piye tho, Mas??</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
Haduh haduh&#8230;.<br />
Saya heran. Mereka-mereka ini bukannya udah pada banyak duit, ya? Kok mintanya macem-macem gini. Pantes aja teman saya pernah bilang, <span style="text-decoration:underline;"><em>&#8220;Orang kalo banyak duit malah kelakuannya suka aneh2&#8243;</em></span>. Hehehe. Dulu ketika masih nge-band, ketika dikontrak main di sebuah event, stage manager saya juga sempat nanya2 ke tiap personel, pengen disediain apa aja di stage atau di backstage. Dan saya waktu itu cuman minta satu : <strong>Susu Bear Brand!</strong> Hihihi. Keliatan kan level keartisannya masih nanggung. Nggak tau deh, apa kalau tiba-tiba besok saya sengetop artis2 diatas tadi itu, apa kelakuan saya juga akan se-aneh itu. Mudah2an sih enggak. Tapi nggak tau juga, sih. Belom pernah soalnya. Hahahaha.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=195&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/18/superstar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Barenaked</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/barenaked/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/barenaked/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 14:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/barenaked/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah kebayang nggak kalau tiba-tiba foto kita dalam keadaan (sori) telanjang beredar di internet? Hehehe. Tentu aja bukan foto telanjang pas kita masih bayi. Tapi foto kita di umur2 segini yang udah akil balik, kalo kata orang tua bilang. Pertanyaan ini muncul di otak saya, gara2 liat infotainment yang menayangkan berita tentang aktris cantik Sandra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=194&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah kebayang nggak kalau tiba-tiba foto kita dalam keadaan (sori) telanjang beredar di internet? Hehehe. Tentu aja bukan foto telanjang pas kita masih bayi. Tapi foto kita di umur2 segini yang udah akil balik, kalo kata orang tua bilang. Pertanyaan ini muncul di otak saya, gara2 liat infotainment yang menayangkan berita tentang aktris cantik <strong>Sandra Dewi</strong> yang lagi sedih (owhh&#8230;) gara2 &#8216;foto&#8217;nya yang gak pake baju sama sekali itu beredar di internet. Ya, memang foto itu bukan foto asli, tapi hasil perbuatan iseng orang yang kok ya niat2nya berkreasi seperti itu. Makanya, saya coba ber-empati pada mbak Sandra. Gimana kalau saya yang menjadi dia. Gimana kalo foto2 saya dalam keadaan tanpa busana berdedar di internet?</p>
<p>Jangan ketawa!<br />
Beberapa saat setelah keluar pikiran itu, saya juga sadar betapa kurang kerjaannya saya ini. Ya elahhh.. siapa juga yang mau liat foto saya lagi telanjang?? Hiii.. saya aja ogah. Makanya kalo next time Anda sedang sial2nya ngeliat foto saya dalam keadaan seperti itu, saya tekankan kalau foto itu pasti rekayasa komputer! Sok artis banget ya pernyataan saya ini. Hahaha. Karena sampai kiamat, saya nggak akan mau ditawari difoto dengan pose seperti itu. Karena sampai kiamat juga, saya yakin nggak bakal ada yang cukup waras mau menawari saya! Hehehe. Percayalah, masih banyak hal di dunia ini yang lebih indah untuk dilihat. <span id="more-194"></span></p>
<p>Pernah sih, beberapa waktu lau saya berfoto2 di Bali dalam keadaan telanjang dada. Hey, tapi ini di pantai lho ya. Jadi saya nggak merasa bersalah sama sekali dengan berpose seperti itu. Lagian juga, laki2 telanjang dada, apa salahnya? Ini di Bali pula. Semua orang bertelanjang dada, rasanya. Tapi toh ketika foto2 saya yang sok2an seksi itu saya pasang di Friendster , cukup banyak yang keliatan gatel memberikan komentar. Mulai dari</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Nggak masuk angin, Bro?&#8221;, &#8220;</em></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>Hiii&#8230; fotomu itu kok agak saru, ya?? Kok nggak pake BH sih! &#8220;</em></span></p></blockquote>
<p>sampai yang agak aneh seperti</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Maksudmu apa sih? Berasa seperti Pamela Anderson??&#8221;.</em></span></p></blockquote>
<p>Wah.. kenapa Pamela? Bukankah ada David Hasselhoff??? Hehehe. Itu baru telanjang dada. Gimana kalau ada foto yang dalam f<em>ull frontal nudity?</em></p>
<h2>&#8220;Siapa elu?&#8221;</h2>
<p>Iya, siapa saya ya, sampai ada yang punya waktu segitu luangnya bikin foto rekayasa saya sedang tanpa busana. Kalau nggak kurang kerjaan, sudah pasti itu adalah kerjaan orang2 yang sangat membenci saya. Well, saya bukan artis, jadi kemungkinan muncul foto2 ajaib seperti itu amatlah sangat kecil. Saya hanya orang biasa yang kadang2 suka ngartis tingkahnya. Tapi seandainya, SEANDAINYA lho ya, tiba2 itu terjadi pada saya, apa yang harus saya lakukan? Kalau artis kan enak, bisa menggelar konferensi pers, nyewa pengacara atau <strong>Roy Suryo</strong>, lah (who else??) untuk meyakinkan publik kalau foto2 itu hasil rekayasa. Lha kalo saya? Mosok iya ikut2an menggelar konferensi pers? Nyewa pengacara? Duit darimana?. Ngajak Roy Suryo?? Wah, bisa2 dia tanya,</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mas2.. situ siapa ya? Penting?&#8221;. Ih..</em></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#333399;"><em></em></span></p>
<p>Emang ga penting sih. Saya juga heran kenapa bisa2nya dapet ide buat menuliskan topik ini di blog ini&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/194/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/194/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=194&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/barenaked/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Menu</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/daftar-menu/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/daftar-menu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 12:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/daftar-menu/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang selalu, pada suatu waktu, pasti akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan sayangnya, tidak semua orang bisa memutuskan sesuatu secara cepat dan tepat. Ya, tidak hanya cepat dan tepat, tapi juga bisa memutuskan segala sesuatu itu dengan cara yang cerdas dan cermat. Cepat-Tepat, Cerdas-Cermat. Ah, jadi ingat acara lomba pintar2an di TV jamannya SD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=193&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setiap orang selalu, pada suatu waktu, pasti akan dihadapkan pada sebuah pilihan. Dan sayangnya, tidak semua orang bisa memutuskan sesuatu secara cepat dan tepat. Ya, tidak hanya cepat dan tepat, tapi juga bisa memutuskan segala sesuatu itu dengan cara yang cerdas dan cermat. <span style="text-decoration:underline;"><strong>Cepat-Tepat, Cerdas-Cermat.</strong></span> Ah, jadi ingat acara lomba pintar2an di TV jamannya SD itu. Apa kabar ya, tu acara??</p>
<p style="text-align:justify;">Mari saya ajak Anda untuk membayangkan sebuah situasi. Kita berada disebuah restoran. Setelah kita duduk, seorang pelayan memberikan sebuah <strong>Daftar Menu</strong> kepada kita. Beraneka macam menu ada disana, mulai dari jenis makanan hingga jenis minuman. Makanan pun masih dibagi lagi menjadi <strong>makanan pembuka</strong> (<em>appetizer</em>), <strong>makanan utama</strong> (<em>main course</em>) hingga <strong>makanan penutup</strong> (<em>desert</em>). Setelah itu, masih harus dihadapkan pada pilihan menu minuman yang jumlahnya juga gak kalah banyaknya. Mulai dari minuman ringan sampai minuman yang berat banget (harganya&#8230; hehehe). Sebagai orang yang akan &#8216;mengkonsumsinya&#8217;, tentu saja kita nggak harus memesan semuanya. Makanana pembuka, terus makanan utama, terus dilanjutkan dengan makanan penutup. Karena memang nggak ada yang mengharuskan seperti itu. <span style="text-decoration:underline;"><strong>Pilihan ada di kita . Sepenuhnya</strong></span>. Masalahnya ya itu tadi, nggak semua orang ditakdirkan bisa memutuskan sesuatu dengan cepat dan tepat. Dan dengan cerdas dan cermat pula. Cuman memilih makanan aja, padahal.</p>
<p style="text-align:justify;">Paling nggak, begitulah yang namanya hidup. Hidup itu seperti kita datang di restoran. Dunia tempat kita tinggal ini adalah restoran itu. Dan kita selalu dihadapkan pada bermacam pilihan2, dan itu adalan DAFTAR MENU yang harus kita pilih. Semua pilihan2 itu ada di tangan kita. Haruskah kita memilih itu? Atau haruskah kita memilih yang lain? Dasarnya apa? Apakah kita harus memilih sebuah jenis makanan cukup berdasarkan gambar yang tertera di daftar menu itu? Ataukah kita cukup peduli dan cukup punya waktu untuk menanyakan detail bahan2 hingga cara penyajian makanan tersebut kepada si pelayan?<span id="more-193"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Masih untung kalau kita datang di sebuah restoran yang cukup berbaik hati dengan memberikan sedikit &#8216;penjelasan&#8217; deskripsi jenis2 makanan di daftar menunya. Jadi kita sebagai konsumen, bisa sedikit mendapat gambaran akan apa yang kita pesan. Seringnya, kita bahkan sudah tidak perduli lagi akan apa yang kita pesan itu. Perut sudah laper berat, jadilah tinggal asal pilih saja. Atau paling aman, kita pilih saja menu2 yang sudah kita hafal bentuk dan rasanya seperti apa. Menu yang mungkin selalu kita pesan. Mungkin itu yang kita dalam hidup kita sebut dengan <strong><em>the comfort zone.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu ketika sedang menikmati makan malam di sebuah tempat, dari kejauhan saya melihat seseorang yang selama ini coba saya hindari. Karena sakit hati yang cukup parah (<em>eleuh2</em>..), saya bersumpah untuk menjauh dari orang ini. Ya ya, agak2 <em>childish</em> memang. Tapi sudahlah, jangan menghakimi saya. Paling tidak, itu adalah &#8216;menu&#8217;yang saya pilih untuk menghadapi masalah diantara kami itu. Hehehe. Melihat orang itu kemudian berjalan memasuki tempat saya makan, tiba-tiba saya seperti disodorkan daftar menu baru di depan mata saya. Daftar menu yang harus dengan cepat bisa saya baca dan kemudian bisa dengan cepat pula saya putuskan : mau pilih yang mana? Di menu itu ditulis :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> MENYAMBUTNYA DENGAN SENYUMAN, SEOLAH-OLAH TIDAK ADA HAL BURUK YANG PERNAH TERJADI DIANTARA KITA.</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> MENYAMBUTNYA, TETAP TUNJUKKAN PERASAAN TIDAK SUKA.</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> MENYAMBUTNYA, BERSIKAP DATAR SAJA.</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> SELESAIKAN MAKAN, BAYAR DAN PERGI DARI TEMPAT ITU. THIS HEART IS STILL BROKEN!</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bahkan sebelum saya sempat untuk berpikir &#8216;menu&#8217; mana yang akan saya pilih, orang itu sudah duduk dihadapan saya. Dia tersenyum, entah itu senyuman yang tulus atau dibuat-buat. Tapi dengan keadaan seperti itu, saya mencoba untuk menetralisir suasana. Menetralisir suasana di meja makan, terlebih2 lagi menetralisir perasaan saya sendiri yang terus terang sangat terkejut dan gemetaran itu. <em>The next thing I know</em>, saya semakin sadar betapa saya ini termasuk orang yang pintar sekali bersandiwara. <em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Yes, I&#8217;m a great pretender. No matter how much I hated that person</em>, saya masih bisa berpura-pura menikmati kehadirannya, menikmati makan malam kita. Dengan senyuman, dengan segala <em>jokes</em>, dengan tatapan mata yang &#8216;seakan2 bersahabat&#8217;, dengan ekspresi wajah yang seolah2 bilang saya baik2 saja dengan pertemuan itu. Itulah menu yang saya pilih untuk keadaan tidak menguntungkan malam itu. Setelah makan malam selesai, kami berpisah, dan tinggallah saya yang menyesal setengah mati sudah memilih makan di tempat itu! Tuhan mungkin geleng2 kepala, ngeliat mahluk ciptaannya ini bisa demikian lincahnya berpura2.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu, saya semakin yakin kalau memang kita hidup seperti di sebuah restoran. Dihadapkan pada menu. <strong>Choices</strong>. <span style="text-decoration:underline;">Begitu kita dihadapkan pada sebuah masalah, anggap saja itu adalah &#8216;menu&#8217; yang harus kita pilih. </span>Ketika mata melihatnya, maka yang akan terjadi berikutnya adalah sesuatu yang dinamakan &#8216;proses&#8217;. Berpikir. Haruskah kita memilih makanan ini? Tapi makanan ini termasuk makanan yang sangat <em>spicy</em>, pedas. Bisa jadi setelah memakannya, perut ini akan berontak dan akibatnya bakal bolak-balik ke belakang. Sama juga dengan menu2 dalam hidup. Begitu dihadapkan pada hal itu, selalu ada yang namanya proses. Berpikir. Haruskah aku marah sama orang ini? Haruskah aku menerima tawaran itu? Sampai tiba saat dimana kita benar-benar menentukan menu apa yang akan kita pesan. Reaksi dan tindakan apa yang harus kita tunjukkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa kali kita merasa <strong>&#8216;salah memesan makanan&#8217;? </strong>Jangan salahkan menu-nya. Salahkan siapa? Bukan siapa-siapa. Kalau ternyata makanan itu sesuai dengan harapan kita, bahkan lebih, bersyukurlah. Jadikan itu sebagai makanan favorit kita. Bahkan bisa kita rekomendasikan kepada orang lain. Tapi jika ternyata manu yang kita piilh itu jauh dari harapan kita, ya mau gimana lagi? Toh itu kita sendiri yang memilihnya. Jadikan saja itu blacklist di daftar menu yang tidak akan kita pesan lagi, dan kalau kita cukup berbak hati, ceritakan hal itu kepada orang lain. Bukan supaya orang itu tidak memesan makanan tersebut. Siapa tau justru menu itu sangat pas dengan perutnya. Tapi paling tidak, dia bisa tau kemungkinan yang akan terjadi jika dia memesannya. Itulah gunanya teman.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa kemudian saya memilih untuk marah, memilih untuk diam, memilih untuk bertahan di pekerjaan saya sekarang ini, memilih untuk membenci, memilih untuk membolos, dan memilih2 yang lain&#8230;. karena itu adalah PILIHAN saya atas aneka menu yang disodorkan kepada saya. Yang dihadapkan kepada saya. Mungkin orang akan mempertanyakan, mungkin juga menyayangkan. So?</p>
<address>(to : Dave. Cuman orang geblek yang ngobrolin topik beginian sambil makan siang! Hehehe. Wish u all the best, bro!)</address>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=193&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/17/daftar-menu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Almost Famous</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/12/almost-famous/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/12/almost-famous/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 03:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/12/almost-famous/</guid>
		<description><![CDATA[Permisi ya.. Sebelumnya, mohon maap banget. Maaappppp&#8230;banget. Kalau tulisan yang saya tulis ini, nantinya akan bernuansa narsis yang amat sangat dahsyat. Hehehe. Bukan apa-apa sih, tapi seharusnya sebagai pembaca setia blog ini, Anda pasti sudah paham benar kalau tingkat ke-narsisan saya sudah berada di tingkat advance, yang justru malah sebenarnya mengkhawatirkan! Hehehe. Jadi ceritanya, pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=192&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Permisi ya..<br />
Sebelumnya, mohon maap banget. Maaappppp&#8230;banget. Kalau tulisan yang saya tulis ini, nantinya akan bernuansa narsis yang amat sangat dahsyat. Hehehe. Bukan apa-apa sih, tapi seharusnya sebagai pembaca setia blog ini, Anda pasti sudah paham benar kalau tingkat ke-narsisan saya sudah berada di tingkat advance, yang justru malah sebenarnya mengkhawatirkan! Hehehe.</p>
<p>Jadi ceritanya, pagi hari ini ketika baru saja sampai di <em>front desk gym</em> tempat saya biasanya numpang mandi (hehehe&#8230;), salah seorang trainer bernama <strong>Mbak Hanny </strong>menggoda saya. Bukan godaan2 murahan seperti,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;Hai cowok..godain kita dwooonggg&#8230;&#8221;,</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">tentu saja. Tapi sambil senyam-senyum dia berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;Duuuh, yang masuk KR&#8230;.&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-192"></span></p>
<p style="text-align:justify;">KR disini adalah singkatan <strong>Kedaulatan Rakyat</strong>, salah satu koran lokal di Jogja yang sejak taun jebot eksis di Jogja. Hal ini bisa dibuktikan dengan jingle iklannya yang sudah amat familiar dan dihapal oleh seluruh lapisan masyarakat! Luar biasa. Agak gilo sebenernya dengerin jingle iklannya. Apalagi biasanya kalau teman saya dengar jingle ini di mobil, dia akan dengan segera membesarkan volume radio, dan kemudian ber-Jaipongan!</p>
<p>Nah, kembali lagi ke masalah KR ini. Jadi kemarin, saya dan partner siaran TV saya Kiki sempat cekakak-cekikik ngomongin tentang kabar kalau acara yang kami bawakan setiap hari Kamis sore berjudul <strong>&#8220;Karaoke On TV&#8221;</strong>, akan dimuat di koran tersebut. Kenapa kami cekakak-cekikik, karena biasanya kalau ada &#8216;rekan&#8217; kami yang profilnya dimuat di koran ini (terlepas kemungkinan pemuatan itu atas prakarsa dirinya sendiri ya.. hahaha), kami sering berkomentar miring yang agak2 gimanaa, gitu. Biasa, sama2 tukang gosip dan tukang cela. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Eh, tapi sekarang ini malah giliran kami yang ditulis! Penasaran, langsung saya pinjam koran yang terletak di meja receptionist itu, dan dengan tak sabar mencari-cari dimana letak foto saya. Kenapa foto? Ya karena isi berita tidak terlalu penting, yang penting tetaplah penampilan! Hwahahaha. Ternyata kolom berita tentang kami &#8216;nyempil&#8217; di pinggiran halaman 14 koran itu, dalam rubrik <strong>PANGGUNG</strong>. Edan, lah pokoknya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9dSXhN-HeI/AAAAAAAAAYc/abj4C2KIabI/s1600-h/12032008430.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:171px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9dSXhN-HeI/AAAAAAAAAYc/abj4C2KIabI/s320/12032008430.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p><strong>On SMS. 07:44</strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p><em><span style="color:#333399;"><strong> Saya </strong>: Aduh.. udah mejeng lho di KR. Suit suitttt.. hehehehe..<br />
<strong> Kiki</strong> : Aduh, aku baru bangun! Tar ya aku cari KR. Malu2in ga siy??<br />
<strong> Saya</strong> : Aku aja yang ngasih tau trainerku di fitnessan. Gak malu2in amat kok. Hehehe..<br />
<strong> Kiki</strong> : Aduh, kenapa mesti dari samping gitu siy fotonya? Gak maksimal&#8230;..<br />
<strong> Saya </strong>: Iya, bajumu jadi nggak keliatan kalo harganya jutaan..<br />
<strong> Kiki</strong> : Iya. Berlianku juga gak keliatan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : Dibilangin ga percaya. Bajumu jadi setara dgn bajuku yang harganya ga nyampe 100 ribu! Hahahaha&#8230;<br />
<strong> Kiki </strong>: Iya. Tetep aja jadi item putih. Huh..<br />
<strong> Saya</strong> : Jadi, apa hikmah yang kau ambil dari peristiwa ini&#8230;<br />
<strong> Kiki</strong> : Oh, kao aku tetap harus tampil maksimal ga pduli org tau apa gak. Itu hikmahnya. Salah ya?<br />
<strong> Saya</strong> : Ooooowh.. kalo aku tidak melihat ada hikmah yang bisa diambil sama sekali.. hahaha<br />
<strong> Kiki</strong> : Betul juga ya. Sptnya tidak ada hikmahnya..hehe..<br />
<strong> Saya</strong> : Ada satu! Next time (ingat! bisa jadi ada next time!), foto yang dimuat harus mendapat persetujuan kita! Kalo perlu kita foto sendiri! Outdooor!! Hahaha<br />
<strong> Kiki</strong> : Betullllllllllllllllllllllllllll!</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em></p>
<p></em>Sungguh norak sekali memang kami ini&#8230; Keliatan kan, belum begitu siap jadi artis. Huahaha.</p>
<blockquote>
<div style="text-align:justify;"></div>
</blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=192&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/12/almost-famous/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9dSXhN-HeI/AAAAAAAAAYc/abj4C2KIabI/s320/12032008430.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>I Was Born to Sing</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/i-was-born-to-sing/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/i-was-born-to-sing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 06:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/i-was-born-to-sing/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang, ditengah2 acara makan siang di sebuah Rumah Makan di Jalan Kaliurang. My Dad : Besok di rumah mau ada pertemuan angkatan Papah. Kayanya mau ngundang kelompok Keroncong dari Salatiga. Me : Oya? Berapa orang? My Dad : 3. Ukulele 2, satunya Banjo. Me : Kok bisa nemu kelompok Keroncong itu? My Dad : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=191&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu siang, ditengah2 acara makan siang di sebuah Rumah Makan di Jalan Kaliurang.</p>
<blockquote>
<p><em><strong> My Dad :</strong> Besok di rumah mau ada pertemuan angkatan Papah. Kayanya mau ngundang kelompok Keroncong dari Salatiga.<br />
<strong> Me </strong>: Oya? Berapa orang?<br />
<strong> My Dad</strong> : 3. Ukulele 2, satunya Banjo.<br />
<strong> Me</strong> : Kok bisa nemu kelompok Keroncong itu?<br />
<strong> My Dad </strong>: Waktu nganter Mamah berobat di Salatiga, ada yang maen itu. Bagus, Ka&#8217;. Lagu2 lama sampe lagu-lagu baru dimainin jadi keroncong gitu..<br />
<strong> Me</strong> : Oo&#8230;<br />
<strong> My Mom</strong> : Eh, iya. Itu keponakan2mu sekarang juga lagi seneng lagu keroncong..<br />
<strong> Me</strong> : HAH???<br />
<strong> My Mom</strong> : Itu, di mobil ada lagu keroncong yang dibikin modern. Jadi ada band yang bikin lagu rap campur sama keroncong. Anak dua itu pada apal&#8230;<br />
<strong> Me</strong> : Oooo&#8230; Itu yang nyanyi namanya Bondan Prakoso.<br />
<strong> My Mom</strong> : Bagus lho, Ka&#8217;. Mamah pengen beli kasetnya.<br />
<strong> Me</strong> : *memandang penuh keheranan&#8230;. *<br />
<strong> My Mom</strong> : Anak2 jaman sekarang kasian ya, nggak ada lagu anak-anak yang bisa dinyanyiin. Jadi lagu2 orang gede dihapalin semua.<br />
<strong> My Dad</strong> : Iya. Beda sama jaman dulu.<br />
<strong> Me </strong>: Masa sih? Enggak ah. Jaman dulu banyak penyanyi anak-anak, banyak lagu anak2, aku juga sukanya lagunya orang gede.<br />
<strong> My Mom</strong> : Apa iya?<br />
<strong> Me</strong> : Lah&#8230; lha wong dulu pas ulang taun ke berapa ya.. Ke 3 tahun apa, ya? Papah ngasih kado aku kasetnya Meriam Bellina sama Happy Pretty!<br />
<strong> My Dad </strong>: Oh.. hahahaha&#8230;<br />
<strong> Me</strong> : Coba, mana pernah aku beli kaset penyanyi anak-anak.<br />
<strong> My Mom</strong> : Oh iya, Kaka&#8217; pernah nangis minta dibeliin kasetnya Chintami Atmanegara dulu..<br />
<strong> Me</strong> : Hahaha..<br />
<strong> My Dad</strong> : Salah siapa kalo gitu&#8230;<br />
<strong> Me</strong> : Nggak salah siapa-siapa. Emang dari kecil udah ditakdirin bakal jadi artis kali.. huahahaha..</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-191"></span><br />
Orang bilang, tiap anak dilahirkan dengan rejeki dan talentanya masing-masing. Dan setiap talenta itu sudah di&#8217;turunkan dari Atas sana, dan tugas orangtua tinggal mengarahkannya saja. Dan bisa saya pastikan disini, kalau kedua orang tua saya sudah melakukan tugas mereka dengan sangat baik sekali. Hehehe. Dari kecil mungkin saya udah keliatan banget seneng musik dan (terutama sekali) suka tampil ! Mungkin juga dari kecil udah keliatan kalo saya suka banget mengomentari orang. Hahahaha. Entahlah, saya juga lupa-lupa-ingat tentang masa kecil saya. Jadi ya nggak salah kalau kemudian mereka memberikan hadiah ulangtahun ke anaknya ini barang berupa <strong>kaset </strong><em>instead of </em>buku cerita atau mainan, misalnya.</p>
<p><strong>&#8216;Sebuah benda&#8217; </strong>yang diberikan sebagai hadiah ketika kita masih kecil, ternyata bisa memberikan efek yang luar biasa untuk kehidupan kita selanjutnya, ya? Seorang teman pernah cerita, ketika kecil, dia pernah diberi hadiah sebuah <em>stick drum</em>. Stick-nya doang, padahal. Nggak pake drum. Gak tau deh, dengan media apa dia memukul2kan stick itu. Mungkin panci. Mungkin juga kepala pembantunya. Dia tidak cerita. Tapi itu sudah cukup membuatnya menjadi salah satu drummer terbaik Jogja hingga saat ini (menurut saya). Sama halnya violist cantik <strong>Maylafayza</strong> bilang kalau hadiah ulangtahun-nya dulu adalah sebuah biola.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi memang keliatan, tugas orang tua untuk &#8216;mencari tahu&#8217; dan akhirnya &#8216;mengarahkan&#8217; bakat dari anak2 mereka diwaktu kecil, sebenarnya bukan sebuah perkara yang mudah. Salah &#8216;tahu&#8217; atau salah &#8216;mengarahkan&#8217;, bisa2 seumur hidup si anak bisa salah faham dengan bakatnya sendiri.. haahhaa. Walaupun ada juga orang tua yang (mungkin sudah agak2 putus asa karena nggak nemu2 bakat anaknya apaan) akhirnya sedikit &#8216;memaksakan&#8217; anaknya mencintai sesuatu. Besok kalo kita jadi orang tua, jangan gitu yaa&#8230;</p>
<p>Jadi, waktu kamu kecil dulu, dikasih hadiah apa sama Mama dan Papa?? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/191/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/191/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=191&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/i-was-born-to-sing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dear God</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/dear-god/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/dear-god/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 04:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/dear-god/</guid>
		<description><![CDATA[Dear God, It&#8217;s me again&#8230; I am so far from where I could have been Dear God, I would be incomplete, But you came and touched my life in time of need So I&#8217;m thanking you for all you&#8217;ve done And for sacrificing your only son.. That&#8217;s why I&#8217;m writing you this letter To let [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=190&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dear God,<br />
It&#8217;s me again&#8230;<br />
I am so far from where I could have been<br />
Dear God,<br />
I would be incomplete,<br />
But you came and touched my life in time of need<br />
So I&#8217;m thanking you for all you&#8217;ve done<br />
And for sacrificing your only son..</strong></p>
<p><strong>That&#8217;s why I&#8217;m writing you this letter<br />
To let you know that I love you<br />
Thank you for all that I am and for being a friend<br />
Lord, my love for you&#8217;ll never end..</p>
<p>Dear God,<br />
I&#8217;m so grateful for the way you&#8217;ve changed my life<br />
I&#8217;d give all I have, I&#8217;d just throw it all away<br />
For a chance to walk with you through heaven&#8217;s gates<br />
That&#8217;s why I&#8217;m thanking you for your love and your grace<br />
I don&#8217;t deserve these blessings that you give to me</p>
<p>Dear God,<br />
As a humble man I come to you like a child<br />
Needing your knowledge, your love, and your guidance Lord<br />
Thank you for trusting me with my own life&#8217;s decisions<br />
But I&#8217;m just a man, and I don&#8217;t deserve this incredible life that you&#8217;ve given me<br />
I love you Lord, I love you..<br />
</strong><br />
<strong>Dear God,<br />
I&#8217;m so sorry, so sorry for living for me..<br />
But I promise from this day on I&#8217;m livin&#8217; for you<br />
&#8216;Cause without you my life means nothing..<br />
</strong><br />
<em>(Taken from the album &#8216;<a href="http://http://www.youtube.com/watch?v=giT2eG0IXNE">Evolution&#8217;- Boyz II Men</a>)</em></p>
<p>Hhh&#8230;<br />
Namanya juga manusia ya, teman-teman. Seringnya inget Tuhan kalo sedang dikasih masalah. ketika &#8216;digetok&#8217; sama yang namanya sedih, baru deh mau curhat, mau manja2an, ngebaik2in dan ngerayu2 Tuhan. But just like an old saying, it&#8217;s better late than never. Lebih baik &#8216;masih ingat&#8217;, daripada nggak ingat sama sekali. Setuju?? Hehehe.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=190&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/11/dear-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Kenal Maka Tak Sayang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/tak-kenal-maka-tak-sayang-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/tak-kenal-maka-tak-sayang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 06:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/tak-kenal-maka-tak-sayang-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah liat papan iklan (billboard) sebuah shampoo anti ketombe yang segede Bagong di jalan? Pertama kali liat dulu, saya sempat heran juga ngeliatnya. Karena iklan itu memasang seorang model pria berwajah oriental yang bikin saya bertanya2, &#8220;Ini Koh siapa ya??&#8221;. Maksudnya, saya emang nggak kenal dengan si Kokoh yang dijadikan model iklan shampoo itu. Walaupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=189&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pernah liat papan iklan (billboard) sebuah shampoo anti ketombe yang segede Bagong di jalan?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama kali liat dulu, saya sempat heran juga ngeliatnya. Karena iklan itu memasang seorang model pria berwajah oriental yang bikin saya bertanya2,</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong>&#8220;Ini Koh siapa ya??&#8221;.</strong></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9Tg2hN-HcI/AAAAAAAAAYM/Nuo6eZAzmbw/s1600-h/rain_iklan3_blog_sinemakore.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9Tg2hN-HcI/AAAAAAAAAYM/Nuo6eZAzmbw/s320/rain_iklan3_blog_sinemakore.jpg" border="0" alt="" width="157" height="161" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, saya emang nggak kenal dengan si Kokoh yang dijadikan model iklan shampoo itu. Walaupun disebelah fotonya ada tulisan <strong>&#8220;MY NAME IS RAIN&#8221;</strong>, tetep aja saya nggak paham. Oo..namanya Koh Rain. Tapi kemudian, tetep aja dengan lugunya saya akan bertanya, <strong><em>&#8220;Rain sopo???&#8221;</em></strong>. Model? Peragawan? Penyanyi? Olahragawan? Atau keponakannya Om2 yang jadi komisarisnya perusahaan shampoo itu??<em> Back then, I really needed an explanation&#8230;</em><br />
<span id="more-189"></span><br />
Barulah setelah tak lama kemudian saya melihat iklan versi audio-visualnya di TV. Ooo.. Rain ini si penyanyi dan pemain film dari Korea. Ya maap, saya kan sangat tidak begitu tertarik apalagi mengikuti perkembangan dunia enterainment dari Korea. Walaupun katanya si Kokoh ini sudah mendunia, tapi kalo saya sampe nggak kenal, berarti di belum seterkenal itu. Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Lain waktu, dulu kasus yang sama pernah juga terjadi. Kali ini terdakwanya adalah seorang bule cowok berambut keriting yang menjadi model iklan sebuah produk otomotif. Di akhir tayangan, si bule ini dengan terbata2 mengucapkan sebuah kalimat berbahasa Indonesia yang menjadi slogan produk ini. Kelihatan tolol banget, deh. Dan, again, membuat saya makin bertanya2,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Ini bule butut darimana sih?</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ganteng kaga, kok bisa2nya jadi model iklan&#8230;.&#8221;. Setelah berminggu2, saya baru paham kalau bule itu bernama <strong>Valentino Rossi</strong>. Dan konon kabarnya, dia jagoan di arena MotoGP. Oh.. pantes saya nggak kenal&#8230;&#8230; Hahahaha..</p>
<p style="text-align:justify;">Dari 2 kasus diatas, saya jadi penasaran. Apa aja sih kriteria sebuah produk memilih model iklannya? Diantara berbagai kriteria yang ditetapin, kayanya sih unsur <strong>&#8216;popularitas&#8217; </strong>si model ini harusnya ada diposisi pertama, ya. Nggak harus cakep atau cantik, mungkin. Toh <strong>Tukul </strong>yang &#8216;tidak begitu cakep&#8217; aja larisnya luar biasa jadi model iklan. Dikenal secara luas, lah paing nggak. Secara, dia ini &#8216;bertanggungjawab&#8217; mengajak konsumen untuk ikut mengkonsumsi produk yang dia iklankan itu. Dan sebagian orang (sebagian lho ya, nggak semua!) masih agak2 heboh kalo bisa memakai produk yang (seolah2) dipakai juga oleh idolanya. Termasuk saya. Hehehe. Saya bangga sekali pake krim cukur yang dipake sama <strong>Matthew Fox</strong>. Berasa setelah pake itu, saya akan seganteng dia. Padahal ya kaga mungkiiiinnnnn&#8230;<br />
Sama seperti pembantu saya dulu, kalo beli sabun mandi di warung, dia akan bilang,</p>
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Mbak, mau beli sabunnya Lidya Kandouw&#8230;&#8221;. Hihihi.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Makanya, harusnya sih unsur &#8216;keterkenalan&#8217; si model itu haruslah luar biasa, demi kepentingan pasar. Itulah kenapa sebuah produk kosmetik wanita &#8216;X&#8217; di luar sana memasang seorang aktris bernama <strong>Catherine Deneuve</strong>, sementara di Indonesia dipasanglah <strong>Memes</strong> sebagai modelnya, misalnya. Karena walaupun Catherine Deneuve ini terkenalnya minta ampun di jagat industri perfilman dunia (khususnya Perancis), tapi di Indonesia.. walah, berapa orang yang kenal (dan peduli) dengan oma2 ini? Cantik sih.. tapi.. ehm, siapa ya?? Kalau Memes, yaa..paling engga pernah liat lah di infotainment2. Dan orang2 yang keluar di Infotainment, biasanya artis ya. Kalo nggak artis, ya pacarnya artis, lah. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, saya jadi agak heran dengan kasus Rain dan Valentino Rossi itu. Ini sayanya yang emang kurang bergaul, atau emang &#8216;keterkenalan&#8217; mereka ini hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja? Kalangan pecinta drama2 Korea dan pecinta otomotif saja, tentunya. Padahal target konsumen mereka berasal dari berbagai kalangan, toh? Sayang banget buang2 duit buat bayar model, kalo ternyata ga dapet apa yang jadi sasarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ngomong2, ngapain juga saya mikirin sampe segininya ya? Hahahaa&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9Tg2hN-HcI/AAAAAAAAAYM/Nuo6eZAzmbw/s1600-h/rain_iklan3_blog_sinemakore.jpg"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/189/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/189/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=189&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/tak-kenal-maka-tak-sayang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R9Tg2hN-HcI/AAAAAAAAAYM/Nuo6eZAzmbw/s320/rain_iklan3_blog_sinemakore.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Wall</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/the-wall/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/the-wall/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 01:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/the-wall/</guid>
		<description><![CDATA[Long weekend yang lalu, berhubung saya menghabiskannya di Bandung, saya diajak untuk mengunjungi sebuah kafe milik seorang teman di kawasan Paris Van Java. Mungkin karena niatnya emang nongkrongin orang2 yang dateng, sampai sekarang ini, saya bahkan nggak ingat apa nama kafe teman saya itu (hehehe), pokoknya ada kata &#8216;Manja&#8217;-nya, kalo ga salah. Tapi satu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=188&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Long weekend yang lalu, berhubung saya menghabiskannya di Bandung, saya diajak untuk mengunjungi sebuah kafe milik seorang teman di kawasan <strong>Paris Van Java</strong>. Mungkin karena niatnya emang nongkrongin orang2 yang dateng, sampai sekarang ini, saya bahkan nggak ingat apa nama kafe teman saya itu (hehehe), pokoknya ada kata <strong>&#8216;Manja&#8217;</strong>-nya, kalo ga salah. Tapi satu yang tidak saya lupakan adalah ketika saya melihat sebuah tulisan di dinding Toiletnya. Tulisan itu berbunyi begini :</p>
<blockquote><p><span style="color:#800080;"> Ketika kumohon pada Tuhan</span><strong><span style="color:#800080;"> kekuatan,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuhan memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> kesulitan agar aku kuat..<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Ketika kumohohon kepada Tuhan</span><strong><span style="color:#800080;"> kebijaksanaan,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuhan memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> masalah untuk kupecahkan&#8230;<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Ketika kumohon kepada Tuhan</span><strong><span style="color:#800080;"> kesejahteraan,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuhan memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> akal untuk berpikir..<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Ketika kumohon kepada Tuhan </span><strong><span style="color:#800080;">keberanian,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuhan memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> kondisi bahaya untuk kuatasi..<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Ketika kumohon kepada Tuhan</span><strong><span style="color:#800080;"> sebuah cinta,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuham memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> orang-orang yang bermasalah untuk kutolong..<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Ketika kumohon kepada Tuhan</span><strong><span style="color:#800080;"> bantuan,<br />
</span></strong><span style="color:#800080;"> Tuhan memberiku</span><strong><span style="color:#800080;"> kekuatan..<br />
Aku tidak pernah menerima apa yang kuminta<br />
Tapi aku menerima semua yang kubutuhkan&#8230;</span></strong></p></blockquote>
<p>Agak kaget juga sih ngeliatnya. Secara, ya itu tadi.. dipasangnya di dinding toilet! Wah.. bahkan di toilet pun, kita diminta untuk merenungkan tentang kehidupan. Luar biasa.. Hehehe. Tapi toh kKapanpun dan dimanapun, kita memang harus selalu ingat sama Tuhan, bukan?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=188&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/10/the-wall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say What?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 06:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku sedang bingung, kuingat kamu&#8230; Aku sedang sedih juga kuingat kamu.. Aku sedang push-up, kuingat kamu&#8230;..&#8221; Saya jadi sering cekakakan sendiri dengerin lagu &#8216;Ingat Kamu&#8217;-nya MAIA. Ingat sama teman saya Iteng yang pertama kali bersenandung lagu itu dengan lirik yang jadi aneh. Itu tuh, bagian &#8220;Aku sedang push-up, kuingat kamu&#8230; &#8220;. Saya sempet bingung, &#8220;Kok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=187&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
<span style="color:#000000;"><em><strong> &#8220;Aku sedang bingung, kuingat kamu&#8230;<br />
Aku sedang sedih juga kuingat kamu..<br />
Aku sedang push-up, kuingat kamu&#8230;..&#8221;</strong></em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><strong></strong><br />
</em></span><br />
Saya jadi sering cekakakan sendiri dengerin lagu <strong>&#8216;Ingat Kamu&#8217;</strong>-nya MAIA. Ingat sama teman saya <strong>Iteng</strong> yang pertama kali bersenandung lagu itu dengan lirik yang jadi aneh. Itu tuh, bagian</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Aku sedang push-up, kuingat kamu&#8230; &#8220;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya sempet bingung, <strong><em>&#8220;Kok push-up??&#8221;</em></strong>. Kemudian Iteng menganjurkan saya untuk mendengarkan lagu itu baik2, terutama di bagian akhir reffrain-nya. Karena penasaran, saya dengerin dong lagu itu. Dan langsung hampir terjungkal saking kencengnya saya ketawa, setelah mendengar suara <strong>Meychan</strong> yang sengau dan agak aneh itu mengucapkan kata &#8216;bosan&#8217; sehingga terdengar seperti kata &#8216;push-up&#8217;! Ya Tuhan&#8230;</p>
<p>Musibah salah denger kaya gitu memang kadang-kadang terjadi. Murni karena kita yang salah dengar, atau karena si penyanyinya yang emang suka nggak jelas pengucapannya. Saya pernah agak heran, dulu, ketika mendengarkan lagunya <strong>Audy</strong> yang judulnya <strong>&#8220;Dibalas Dengan Dusta&#8221;</strong>. Di bagian reffrainnya, Audy bersenandung :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;..menakutkan, bila cintaku.. dibalas dengan dustaa&#8230;.&#8221;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Kok &#8216;menakutkan&#8217; sih? <span id="more-187"></span>Baru setelah beberapa kali didengarkan, ternyata saya salah dengar. Bukan <span style="text-decoration:line-through;">&#8216;menakutkan</span>&#8216;. Tapi : <strong>&#8216;menyakitkan&#8217;</strong>! Oalah. Maklum, dengernya samar-samar sih, sambil lewat. Tapi yang agak fatal adalah salah dengar yang dialami oleh teman saya Nduts. Kali ini korbannya adalah lagu <strong>&#8216;Never Gonna Let You Go</strong>&#8216; nya<strong> Sergio Mendes</strong>. Begini dia mendengarkan reffrain lagu itu :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;.. Never go to Mexico&#8230; I&#8217;m gonna hold you in my arms forever..&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Padahal yang benar, lirik lagu itu adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Never gonna let you go, I&#8217;m gonna hold you in my arms forever&#8221;.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hahahha. Pembelaan dia waktu itu adalah, waktu denger lagu itu, dia masih SD dan bahasa Inggrisnya belum oke. Hehehe. Oke deh..</p>
<p>Itu kalo salah dengar. Ada lagi yang emang sengaja &#8216;dibikin&#8217; salah alias diplesetin. Misalnya lagu :</p>
<ul>
<li><strong> Tegar</strong>-nya <strong>Rossa</strong>. &#8220;Gapai semua jamariku, rangkul aku dalam bahagiamu. Kuingin bersama berdua, selamanya. Jika kubuka mata ini, kuingin selalu ada dirimu. Dalam kelemahan hati ini, bersamamu aku <em><strong>tegang</strong></em>&#8230;..&#8221;(tegar)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong> Jenuh</strong>-nya <strong>Rio Febrian</strong>. &#8220;Maaf ku jenuh padamu, lama sudah kupendam, tertahan dibibirku. Mauku tak menyakiti, meski begitu indah, kumasih tetap saja&#8230; <em><strong>gemuk</strong></em>&#8230;.&#8221;(jenuh)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong> Januari</strong>-nya <strong>Glenn Fredly</strong>. &#8220;.. Berat <em><strong>badanku</strong></em>.. meninggalkanmu.. (bebanku)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
Hehehe..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/187/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/187/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=187&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/say-what/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anger Management</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/anger-management/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/anger-management/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/anger-management/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin udah pada pernah dengar, sebuah nasehat yang bilang : Kalau kita marah, marahlah pada tempatnya. Mungkin maksud nasihat adalah : kalau kita mau marah, dilihat2 dulu apakah memang kita harus marah atau tidak. Dan yang penting adalah, seberapa marah kita harus marah. Kok kalimatnya agak aneh ya. Maksud saya, apakah kita harus marah sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=186&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mungkin udah pada pernah dengar, sebuah nasehat yang bilang : <span style="text-decoration:underline;"><strong>Kalau kita marah, marahlah pada tempatnya.</strong></span> Mungkin maksud nasihat adalah : kalau kita mau marah, dilihat2 dulu apakah memang kita harus marah atau tidak. Dan yang penting adalah, seberapa marah kita harus marah. Kok kalimatnya agak aneh ya. Maksud saya, apakah kita harus marah sekali atau kita hanya perlu &#8216;sedikit&#8217; atau &#8216;agak&#8217; marah saja. Tapi pagi ini ketika angkat2 beban di gym (gaya banget ya.. padahal hidup saya ini sudah penuh dengan beban, sebenarnya.. hehehe), saya jadi punya persepsi lain tentang nasehat diatas. Kalau orang tua menasehati kita untuk marah pada tempatnya, saya pikir itu harus diartikan secara apa adanya. Artinya, kalau marah, <span style="text-decoration:underline;"><em>jangan di sembarang tempat!</em></span> Sama kaya buang sampah ataupun pipis!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ketika sedang asik2nya bench press dan mulut juga sedang ikutan sibuk ber&#8217; ah&#8230;uh..ah&#8230; uh&#8217; (biar dikira latihannya beneran!), tiba-tiba muncul seorang member berjenis kelamin laki-laki, bertatto, yang saya sendiri kurang faham siapa namanya. Tapi yang pasti, begitu masuk di gym, dia sedang menelpon menggunakan handphone-nya, sambil berbicara dengan nada suara yang cukup keras. At least, cukup keras bagi semua orang di gym bisa mendengar apa yang dia bicarakan, lah. Saya yang emang pada dasarnya hobi nguping pembicaraan orang pun, jadi penasaran dong. Ni si bapak ngomongin apaan sih, sampai segitu kencengnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><strong> &#8220;&#8230;&#8230; !#$#(*!!!?#&#8230;.NDA PUNYA OTAK ITU!&#8230; !@&amp;%!!!!?%#$&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-186"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Oh, ternyata dia sedang berbicara (ngamuk2, tepatnya) pakai bahasa Mandarin! Pantes saya nggak faham dengan apa yang dia bicarakan. Tapi bukan saya namanya kalau kemudian menyerah. Saya tetap melanjutkan aksi nguping saya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><strong> &#8220;&#8230;..!#$#(*!!!?#&#8230;.. IYA BILANGIN ITU SAMA DIA. NDA PUNYA OTAK ITU!&#8230;MISKOL-MISKOL JAM SATU MALAM !@&amp;%!!!!?%#$&#8230;.</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ooooo&#8230; jadi si Om ini tadi malam tidurnya diganggu oleh <em>missed call</em> dari seseorang , dan saat ini dia sedang murka karenanya. Dan entah siapa kemarahan berbahasa Mandarin-nya itu dilampiaskan. Tapi yang jelas, kami yang kebetulan berada satu ruangan dengan dia, hanya bisa saling berpandangan dan mengeluarkan senyum tipis, seolah2 pengen bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;Duh, Om!! Situ maki2 orang, bilang kalo orang itu nggak punya otak. Tapi perasaan, situ deh kayanya yang nda punya otak! Situ nda sadar apa ya, situ sedang ada di tempat umum?? Situ nda tau apa, suara situ kenceng banget??? Dan bukan suara yang indah juga buat didengerin, secara situ ngamuk-ngamuk dan pake bahasa Mandarin pula!&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sori nih, bukannya saya gimana2 sama bahasa Mandarin, tapi.. yah, silakan bayangin sendiri deh. Orang ngomong biasa aja udah seperti kedengeran lagi marah2, apalagi ini yang lagi marah beneran? Masih mending denger orang Arab ngamuk2. <em>At least</em>, kita masih ngira kalo dia lagi mengaji.. hehehehe&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zVWcKRI1I/AAAAAAAAAYE/Y4QY2Ci69is/s1600-h/anger_management.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zVWcKRI1I/AAAAAAAAAYE/Y4QY2Ci69is/s320/anger_management.jpg" border="0" alt="" width="131" height="136" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumpah, nyebelin banget liat adegan si Om itu. <em><strong>Irritating,</strong></em> mungkin. Kok bisa ya. Kok ada ya orang marah2 di depan umum seperti itu? Marahnya di telpon, lagi. <em>Which is </em>itu berarti, dia keliatan sedang ber-monolog, bukan? Hihihi. Saya kira selama ini orang ngamuk2 sendirian hanya ada di sinetron2 saja. Ternyata saya salah. Luar biasa sekali si Om ini. Pengen sih sebenernya menyarankan pada beliau, untuk memilih tempat yang lebih private untuk melanjutkan aksinya itu. Dimana, lah. Yang tidak banyak orang yang melihat atau mendengarnya. Karena kalau udah gini, yang nggak enak justru malah orang-orang yang ada disekitarnya, bukan? Masih untung kalo orang-orang disekitarnya tau diri, dan memilih pergi dari tempat itu demi memberikan &#8216;waktu dan tempat&#8217; untuk si Om itu melanjutkan ngomel2nya. Coba kalo orang2 disekitarnya kaya saya semua? Bukannya ninggalin tempat, malah keukeuh stay disana buat nguping!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/186/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/186/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=186&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/anger-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zVWcKRI1I/AAAAAAAAAYE/Y4QY2Ci69is/s320/anger_management.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jumper</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/jumper/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/jumper/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/jumper/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi seorang Jumper kayanya enak banget ya. Pergi kemana aja bisa. Tinggal bayangin pengen pergi kemana, detik itu juga bisa langsung berada di tempat yang kita bayangin itu. Just like that. Beneran, keliatan enak banget jadi Hayden Christensen &#38; Jamie Bell. Mungkin itu yang dipikirin semua orang yang kemarni malam barengan saya nonton film itu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=185&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zH4sKRI0I/AAAAAAAAAX8/Emuc_e60Mnw/s1600-h/jumper.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:178px;height:264px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zH4sKRI0I/AAAAAAAAAX8/Emuc_e60Mnw/s320/jumper.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi seorang <strong>Jumper </strong>kayanya enak banget ya. Pergi kemana aja bisa. Tinggal bayangin pengen pergi kemana, detik itu juga bisa langsung berada di tempat yang kita bayangin itu. Just like that. Beneran, keliatan enak banget jadi <strong>Hayden Christensen &amp; Jamie Bell</strong>. Mungkin itu yang dipikirin semua orang yang kemarni malam barengan saya nonton film itu. Gimana nggak enak? Bosen di kamar, detik itu juga bisa ‘pindah&#8217; maen selancar di <strong>Fiji </strong>(sesuatu yang pasti nggak bakalan saya lakuin, secara kemampuan berenang saya saja masih cukup mengkhawatirkan! Mungkin <em>instead of using the surfing board</em>, saya pake papan pelampung kayanya&#8230; Malu dong, jauh2 ke Fiji kok pakenya papan pelampung.. hehehe). Apalagi pake ban yang ada Bebek2annya. Terus, abis capek maen2 di laut, pengen berjemur, berjemurlah di tempat yang agak jauhan dikit dari Fiji : di puncak patung <strong>Spinx</strong> di Mesir! Keterlaluan sekali memang si Jumper ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepanjang film berlangsung, pikiran saya sendiri sebenernya agak terpecah antara mengikuti jalan cerita film, dengan jalan cerita hidup saya sendiri. Maksudnya, ditengah2 film sempat2nya saya punya pikiran, <em><span style="color:#333399;">&#8220;Oke&#8230; kalau saya punya kemampuan berpindah2 tempat sesuai dengan keinginan saya seperti si Jumper ini, kira2 apa yang akan saya lakukan, ya??&#8221;.</span></em> Hmmm.. benar2 sebuah khayalan tingkat tinggi yang sangat menggoda untuk dipikirkan, bukan? Hehehe. Okay, kalau suatu saat saya tiba2 bangun dengan kemampuan seperti ini (which is ga mungkin sekali, tentu&#8230; yaa, namanya juga orang berkhayal.. ga ada yang larang, kan? Gratis ini.), mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama dengan si Mas Hayden itu. Pergi berpindah2 sesuka saya, termasuk ‘ngerjain&#8217; orang yang jahat sama saya. Kalo ada yang saya sebelin, saya datengin, terus saya ‘buang&#8217; dia ditempat yang jauh dari mana2. Grand Canyon, misalnya. Atau kalau itu agak berlebihan, ya saya pindahin dia ke Mal aja. Mal di <strong>Guadalajara</strong>, tapi. Itupun kalo ada. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi memiliki sebuah kemapuan yang ‘lebih&#8217;, tentunya juga akan menuntut kita memiliki tanggungjawab moral yang ‘lebih&#8217; juga. <span id="more-185"></span>Lebih berat, maksudnya. Menjadi orang yang diberikan power, memang bisa bikin kita lupa diri. Memanfaatkan aji mumpung, udah bisa jadi penyakit yang umum diderita. Mumpung bisa dapet duit banyak, mumpung bisa korupsi, mumpung jadi ini, mumpung masih jadi itu. Mumpung memiliki kuasa. Being a Jumper, kita bisa melakukan banyak hal semau kita, tanpa perlu memikirkan konsekuensinya. Abis ngerampok bank (tanpa perlu membongkar pintu), bisa langsung kabur ke Hongkong, misalnya. Kok Hongkong? Gak tau juga. Abis kesannya Hongkong itu udah tempat yang paling jauh dari mana2. Lha iya, kan? Coba, kalau kita mengomentari sesuatu, pasti Hongkong jadi patokannya. <strong><em><span style="color:#333399;">&#8220;Kaya gitu dibilang cakep?? Cakep dari Hongkong??&#8221;</span></em></strong>. Begitu kurang lebihnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Balik lagi masalah tanggungjawab dan konsekuensi tadi. Sebenarnya kalau dipikir2, sadar ngga, sih kalau kita semua ini punya kemampuan menjadi seorang Jumper. Jumper dalam sudut pandang yang agak berbeda dengan yang di film, sih. Saya pribadi sadar banget kalau punya kemampuan itu. <strong>I&#8217;m a jumper</strong> . Sumpah. Saya lihai sekali ‘melompat&#8217; alias melarikan diri dari sebuah masalah. Melompat dari satu masalah satu, ke masalah yang lain. Sekali ketemu sebuah masalah yang bikin bete, marah bahkan terluka, saya sering sekali memilih untuk menghindarinya daripada menyelesaikannya secara tuntas. Melarikan diri, memilih untuk menjauhi buat saya termasuk cara untuk mengatasi sebuah permasalahan. Dan ini mungkin sudah menjadi kebiasaan buruk yang susah untuk dihilangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, kalau saya punya kemampuan yang benar2 bisa bikin saya ‘berpindah tempat secepat kilat&#8217;, saya mungkin akan semakin kesulitan saja untuk menghilangkan kebiasaan buruk melarikan diri dari masalah ini. Bayangkan, kalau biasanya saya malas ke tempat2 umum karena khawatir bertemu dengan seseorang yang sedang saya hindari karena dengan dialah saya sedang bermasalah, maka dengan kemampuan seorang Jumper itu, saya tidak perlu khawatir lagi. Begitu liat dia dari jauh, saya bisa langsung ‘melompat&#8217; pindah ke toilet, misalnya. Giliran orang2 yang lagi pipis di toilet itu yang ‘gilo&#8217; ngeliat saya yang tau2 udah ada di sebelahnya. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah mengapa, setelah menonton film itu dan setelah dipikir2 lagi, saya akan menolak secara halus kalau misalnya Tuhan menawari saya kemampuan untuk menjadi seorang Jumper.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> Pertama</strong>, karena saya tau kalau saya di beri kemampuan itu, justru akan membuat saya jadi orang yang lupa diri dan malah bikin saya jadi orang yang makin tidak berani menghadapi masalah alias mempertanggunjawabkan perbuatan saya. Mau enaknya aja. Singkatnya, konsekuensi dari memiliki kemampuan itu teralu berat, Bos! Makasih deh. <em>I know that with great power, comes great responsibility</em>. <strong>&#8220;Power&#8221;</strong>nya sih saya demen banget. Giliran &#8220;<strong>responsibility&#8221; </strong>nya, waduh&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> Kedua</strong>, karena saya yakin juga kalo saya diberi kemampuan itu, akan membuat saya jadi orang yang semakin malas. Bersosialisasi, misalnya. Nggak usah jauh2 bersosialisasi dengan tetangga sebelah kamar, di kantor aja deh. Bisa2 seharian di kantor, saya nggak keluar ruangan kerja saya. Tinggal tutup pintu, ngutak-atik kerjaan di depan computer, kalo kebelet pipis tinggal ‘lompat&#8217; pindah ke toilet. Kalo laper, langsung ‘lompat&#8217; ke pantry. Kalo terpaksa harus ngobrol dengan rekan kerja lain, tinggal ‘lompat&#8217; ke ruangannya dia. Tinggal pilih, mau muncul tiba2 di depan idungnya, atau muncul tiba2 di kolong meja kerjanya. Hehehe. Bayangkan, betapa saya akan jadi orang yang pemalas sekali, bahkan untuk berjalan normal sekalipun.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> Ketiga</strong>, saya akan bilang sama Tuhan daripada diberi kemampuan menjadi seorang Jumper, mendingan saya dikasih kemampuan menjadi seorang <strong>Healer </strong>aja. Orang yang bisa menyembuhkan. Hehehe. Bisa membantu menyembuhkan marah orang, menyembuhkan sakit hati orang. Mulia banget kan? Bisa dapet pahala, dan yang pasti bisa terkenal alias ngetop juga. Loh, tetep ya haus popularitas. Hehehe. Ya udah, at least yang paling penting, bisa jago menyembuhkan marah, sedih ataupun sakit hati sendiri aja dulu. Itu aja susahnya udah minta ampun. Hehehe.</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/185/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/185/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=185&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/04/jumper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R8zH4sKRI0I/AAAAAAAAAX8/Emuc_e60Mnw/s320/jumper.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Titi DJ</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/titi-dj/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/titi-dj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 03:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/titi-dj/</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini, saya selalu mengingat pesan yang diamanatkan oleh ayah saya (hehehe), tentang betapa pentingnya berKONSENTRASI ketika kita sedang berkendara di jalan raya. Bahwa ketika kita harus berada diantara jutaan pengendara lainnya, ga ada pilihan lain untuk menjaga keselamatan kita (dan orang lain juga), selain itu tadi : KONSENTRASI. Itulah mengapa, beliau amat sangat mewanti-wanti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=183&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Selama ini, saya selalu mengingat pesan yang diamanatkan oleh ayah saya (hehehe), tentang betapa pentingnya ber<strong>KONSENTRASI</strong> ketika kita sedang berkendara di jalan raya. Bahwa ketika kita harus berada diantara jutaan pengendara lainnya, ga ada pilihan lain untuk menjaga keselamatan kita (dan orang lain juga), selain itu tadi : KONSENTRASI. Itulah mengapa, beliau amat sangat mewanti-wanti saya untuk tidak mengendarai motor saya ketika saya sedang dalam 3 keadaan : <span style="text-decoration:underline;"><strong>Ngantuk, Marah &amp; Tergesa-gesa</strong></span>. Make sense ya. Sangat. Karena kalau kita dalam keadaan salan satu dari itu, pasti emosi kita sedang labil, sehingga akan sangat sulit untuk berkonsentrasi dalam berkendara.</p>
<p>Tapi ternyata ayah saya salah. Well, tidak sepenuhya benar. Karena ketika saya sudah melaksanakan titahnya itu (berkendara dalam keadaan <em>sober</em>! hehehe), ternyata justru TINGKAH ORANG lain yang bisa bikin konsentrasi saya berkendara buyar! You know, ketika mereka melakukan hal-hal dibawah ini&#8230;.</p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> Terlalu akrab dengan sesama pengguna jalan</strong></span>. Akrab, boleh. Saling menyapa sebentar, say &#8216;hi&#8217;, boleh-boleh aja. Membunyikan klakson kemudian tersenyum, juga sudah lebih dari cukup. Tapi ketika kemudian dilanjutkan dengan MENGOBROL di jalan&#8230; ampun deh, kurang kerjaan ya??? Yang saya maksudkan disini tentu saja 2 pengendara motor ya yang saling mengobrol. Dengan motor mereka saling beriringan. Kalo yang melakukannya mobil sama mobil, itu udah lebih kacau lagi pastinya. Jalan penuh, soalnya. Hehehe. I mean, topik apa sih yang segitu pentingnya dibicarakan sehingga harus dibicarakan ditengah jalan seperti itu? Kebayang kan, ngobrol di 2 kendaraan yang berbeda, dua2nya sama2 pake helm standard yang bikin kualitas dengar agak berkurang. Hasilnya ya pasti ngobrolnya akan teriak2. Bukan sebuah pemandangan yang indah, sodara2. Apa susahnya untuk minggir sebentar, menepi ke pinggir untuk melakukan sebuah <em>conversation </em>yang lebih <em>decent</em>?</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-183"></span></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> Terlalu akrab dengan handphone-nya</strong></span>. Perhatikan baik-baik, kalau motor atau mobil didepan kita melaju dengan kecepatan amat lambat. Kalau tidak ada tulisan &#8216;BELAJAR&#8217; di bagian belakang mobilnya, maka bisa jadi kemungkinannya ada 2. Pertama, dia sedang tengak-tengok kanan-kiri sedang mencari alamat yang dituju. Kedua, si supir sedang asik mencet2 tuts HP buat ngirim SMS! Hebat, lah pokoknya. Multitasking. Bisa nyetir sambil nulis SMS. Memang sih, banyak orang yang sudah amat terampil dalam menulis SMS, sampai nggak perlu lagi melihat ke layar HP. Bahkan saya juga sering kok nulis SMS sambil ngobrol. Saking terampilnya. Hehehe. Tapi gini deh, sejago2nya kita mencet tuts HP buat nulis SMS, tetep aja butuh konsentrasi untuk melakukannya. Dan itu akan mengganggu konsentrasi kita ketika mengemudikan kendaraan, bukan? Mata harus fokus ke depan, juga harus fokus ke layar HP secara bergantian. Come on, sejago apa sih kita bisa membagi konsentrasi untuk itu?? Pasti otomatis, kita akan memelankan laju kendaraan kita, dan efeknya akan mengganggu laju kendaraan lain dibelakang kita.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"> Terlalu akrab dengan dirinya sendiri.</span></strong> Maksudnya, adalah para pengemudi2 yang suka sibuk sendiri dengan dirinyaa sendiri. Kurang jelas? Oke&#8230; Beberapa kali ketika traffic light sedang di posisi warna merah, saya melihat pengendara mobil di depan saya memanfaatkan waktu tunggu yang hanya beberapa menit itu untuk BERDANDAN! Ya, biasanya memang ini dilakukan oleh pengendara berjenis kelamin perempuan. Ya bedakan, lah. Benerin lipstik, lah. Sisiran, lah. Sampai mebersihkan sisa-sisa makanan yang nyelip di gigi pakai kuku! Eeewwwwww&#8230; Dan biasanya, ketika lampu kemudian berubah menjadi hijau, butuh waktu beberapa lama baginya untuk menyudahi aksi dandannya itu, sambil keliatan kaget, dan buru2 menjalankan mobilnya. Hasilnya? Aksi kenceng2an klakson kendaraan2 dibelakangnya ga bisa dihindarin lagi. Oh, ladies. Makanya di Meksiko, ada peraturan baru, dimana bagi perempuan yang terlihat berdandan ketika sedang lampu merah, akan dikenakan denda. Para pria2 pesolek masih beruntung, kalo gini caranya. Hehehe.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong> Terlalu akrab dengan sebelahnya</strong></span>. Sumpah, ini bukan karena saya segitu iri-nya dengan mereka yang sudah berpasangan. Hehehe. Tapi saya agak jengah kalau ngeliat didalam mobil yang ada didepan saya, ada sepasang manusia yang sedang bersayang-sayangan. Ga sampe yang vulgar sih, karena kalo sampe vulgar mungkin saya malah seneng aja liatnya. hehehe. Tapi hal yang sederhana aja kok. Berpegangan tangan, atau ber-rangkulan. Biasanya sih, kalo yang nyetir si cowok, si cewek yang ada disebelahnya dengan sayangnya merangkul pundak kekasihnya itu. Atau bahkan meremas-remas rambut kepala yayangnya itu. Ooooouwhhh&#8230; romantis sekali. Padahal, kalau hal ini dilakuin di jalan raya, beneran bisa menganggu konsentrasi si supir, bukan? Dia akan terlena menikmati belaian dan sentuhan itu, dan bisa dipastikan laju kendaraan pun akan melambat dan alur jalan itu mobil bisa unpredictable. At least, itulah yang sering saya lihat. Itu masih kepala dan pundak lho yang diremas2. Coba kalo bagian tubuh yang lebih bawah lagi yang diremas2. Apa ga makin kacau tuh konsentrasinya?? Jangan ngeres dulu, yang saya maksud adalah HIDUNG! Karena kalo idung di remas2, pasti si supir akan kesulitan napas,kan? Jadinya ya dia akan megap2 dan susah buat konsentrasi.. hehehe&#8230;</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
Masih banyak sebenarnya hal2 yang mengganggu konsentrasi kita berkendara. Baik yang dilakukan oleh kita sendiri, maupun yang dilakukan oleh orang lain. Memang bener, kita punya pilihan untuk tidak menggubrisnya. Tapi bukankah alangkah baiknya kalau kita sama-sama saling menghindari hal2 seperti ini?</p>
<p>So, Titi Dj yaa&#8230;<br />
Hati2 kalo di jalan&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/183/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/183/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=183&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/titi-dj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Laura</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/cinta-lura/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/cinta-lura/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 02:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/cinta-lura/</guid>
		<description><![CDATA[Lama nggak update dan buka2 account Facebook, saya terkaget-kaget ketika di bagian &#8216;group invitations&#8217;, saya melihat ada 2 buah undangan untuk bergabung dalam kelompok yang keduanya saling bertolak belakang. Yang satu sebuah grup bernama AKU CINTA CINTA LAURA, dan yang satu lagi bernama SAVE OUR NATIONS! STOP PAYING ATTENTION TO CINTA LAURA! Sangar, ya? Gimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=182&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lama nggak update dan buka2 account <strong>Facebook</strong>, saya terkaget-kaget ketika di bagian <strong><em>&#8216;group invitations&#8217;</em></strong>, saya melihat ada 2 buah undangan untuk bergabung dalam kelompok yang keduanya saling bertolak belakang. Yang satu sebuah grup bernama <strong>AKU CINTA CINTA LAURA</strong>, dan yang satu lagi bernama <strong>SAVE OUR NATIONS! STOP PAYING ATTENTION TO CINTA LAURA</strong>! Sangar, ya? Gimana saya nggak bingung mesti bergabung dengan grup yang mana? Sama-sama nggak pentingnya soalnya. Hahaha. Oh, Cinta Laura&#8230;. Penting banget nampaknya mahluk yang satu ini untuk selalu dibahas. Baru saja minggu lalu teman saya sempat2nya mengirimkan kutipan2 ucapan Cinta Laura (yang jumlahnya buaaanyaak sekaliii&#8230;.) yang entah didapatnya dari mana.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;aku gak suka dengan istilah boyfriend..aku lebih suka disebut teman dekat..teman buat punching, running,lari lari kecil &#8230;&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8221; Bahasa Indonesia saya buruk sekali, jadi Cinta will be going to Australia to improve Bahasa Indonesia Cinta &#8220;</em></span></p></blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;kata mama aku, perfume itu wanginya gak longlasting&#8230;jadi mendingan kasi bracelet from platina&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masih banyak lagi quotes memorable Cinta yang dikirimkan ke saya, dan bikin saya &#8216;gilo&#8217; sendiri membacanya. <strong><em>&#8220;Kok ya ada ya yang sempet2nya menyimpan (atau menghafalkan?) ucapan2nya Cinta Laura?&#8221;</em></strong>. Itu aja sih concern saya. Karena saya sebenarnya nggak mau terjebak seperti blog2 lain yang menulis apalagi menghina-dina dik Cinta yang terus terang kalo ketemu pengen saya tampar itu (loh.. ?). Saya lebih mencoba melihat fenomena ini dalam perspektif lain (edan, lah pokoknya).<span id="more-182"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya pernah menulis sebelumnya, kalau mau survive di industri hiburan, memang satu hal yang harus lakukan adalah : <span style="text-decoration:underline;"><strong>we should standing in the crowd.</strong></span> Harus bisa keliatan diantara yang lain. HARUS. Kalo engga, ya ga bakalan keliatan. Gak akan <em>long lasting, </em>kata Cinta. Hehehe. Harus punya satu ciri yang bisa &#8216;dijual&#8217; dan menjadikan kita berbeda dengan yan lainnya. Terserah deh, apakah ciri khas itu sesuatu yang baik, atau yang aneh, atau yang menyebalkan, whatever. <em>But you should be different.</em> Paling enggak, orang bisa &#8216;ngeh&#8217; kalau kita ada. Walaupun sebenernya, dengan ciri khas saja nggak cukup untuk selamanya bertahan. Inul, yang dulu menggebrak dengan goyang ngebornya, sekarang udah bukan hal yang ditunggu lagi. Edi Brokoli yang dulu menggebrak dengan rambut kribonya, sekarang juga udah nggak laku. Kebayang kalo suatu saat dia menggunduli kepalanya, atau me-rebonding rambutnya, mungkin orang udah nggak akan kenal lagi siapa dia.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua memang balik lagi : ada masanya masing-masing. Mungkin sekarang waktunya Cinta Laura mencuri (bahkan mungkin bukan hanya mencuri, tapi sudah merampok!) perhatian banyak orang dengan aksen ke-Indonesia2annya itu. Saya nggak bilang aksennya kebule2an ya. Hehehe. Paling tidak, ada sesuatu yang membuat dia diperbincangkan. Biarin, lah. Biarkan dia menikmati itu semua. Malah kalau saya boleh memberikan saran pada Cinta, sebaiknya dia mengurungkan niat sucinya untuk memperlancar bahasa Indonesianya dengan pergi ke Australia, karena 2 hal.</p>
<ol>
<li> Pertama, setau saya sih, orang kalau mau belajar bahasa Indonesia, ya harusnya di Indonesia. Bukan di luar Indonesia. Sama halnya kalau mau jago ngomong Jawa, tinggallah di Jawa, jangan di Sukabumi, misalnya. Atau kalau mau mahir bahasa bencong, tinggallah sama bencong. Hehehe. So, kalau mau melancarkan bahasa Indonesia, kenapa harus belajar di Australia?? Apakah karena disana banyak orang Indonesianya? Kalau itu pertimbangannya, mungkin dik Cinta harusnya belajar bahasa Indonesia di Hongkong saja. Banyak sekail tenaga kerja kita yang bermukim disana.</li>
<li>Kalau misalnya secara ajaib dik Cinta kemudian bisa lancar bahasa Indonesianya setelah belajar di Australia itu, maka dik Cinta sendiri yang akan menyesal kemudian. Bener lho. Cinta Laura berbahasa Indonesia dengan baik dan benar??? Oh, Come on&#8230;. Itu sama saja halnya dengan Debby Sahertian tanpa bahasa gaul, bukan??? Mau jadi apa?????</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">So, tolong bilangin sama Cinta Lura tentang blog saya ini ya, teman2.<br />
Karena saya sangat peduli padanya&#8230;..</p>
<p>With Love,<br />
Mas Ganteng.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/182/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/182/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=182&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/03/03/cinta-lura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanpa Sehelai Benang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/tanpa-sehelai-benang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/tanpa-sehelai-benang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 09:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/tanpa-sehelai-benang/</guid>
		<description><![CDATA[Dimulai dari message berantai yang saya terima ini : Persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya. &#8220;Selamat Hari Persahabatan Sedunia&#8221; Kirimkan pesan ini ke orang-orang yang kamu sayangi, jika aku salah satunya kirim balik yach. Lihat berapa banyak kamu dapat balasannya.Kalo lebih dari 7 artinya &#8220;You [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=181&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dimulai dari message berantai yang saya terima ini :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p><strong> Persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya. &#8220;Selamat Hari Persahabatan Sedunia&#8221; Kirimkan pesan ini ke orang-orang yang kamu sayangi, jika aku salah satunya kirim balik yach. Lihat berapa banyak kamu dapat balasannya.Kalo lebih dari 7 artinya &#8220;You are Loveable&#8221;</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Saya tau, namanya juga message berantai, sudah dapat dipastikan orang yang mengirimkannya ke saya pun pasti tinggal &#8216;melanjutkan&#8217;nya saja, bukan? Apa susahnya, tinggal di block, klik daftar nama2 di YM, <em>send to all</em>. Udah. Semua dapet kiriman pesan itu. Ya kurang lebih begitulah. Dan kalo udah gini, tentu saja saya tidak mau membuang2 waktu untuk melakukan hal yang sama, karena&#8230; ya ngapain juga??? Tanpa ngirimin itu pun saya tau kalau saya adalah seorang loveable person! Hahaha. Makanya daripada repot mengirim2kannya lagi, saya lebih memilih &#8216;menggoda&#8217; sala satu orang yang mengirimkannya ke saya saja&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em><strong> ryu deka</strong>: aku ga kirim balik ya&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: aku ga mau jadi sahabatmu<br />
<strong> ryu deka</strong>: aku mau jadi pacarmu&#8230;<br />
<strong> ryu deka:</strong> gitu dia. gimana perasaanmu??<br />
<strong> Jeng Wiwit</strong>: hahahahahahahahahahahahaha<br />
<strong> Jeng Wiwit</strong>: bajuku jadi sempit!<br />
<strong> ryu deka</strong>: wah, nggak mutu nihi mbaknya .. digodain dikit aja udah sempit bajunya.. kalo digodain banyak, pasti udah kamu udah copot2 yaa&#8230;<br />
<strong> Jeng Wiwit</strong>: jangan gitu&#8230; dari kejauhan&#8230;sudah tak sehelai benangpun menempel&#8230;.(Freddy S)<br />
<strong> ryu deka</strong>: aduh&#8230; bahasanya!<br />
<strong> ryu deka</strong>: sehelai benang menempel pun, tidak akan ada bedanya, bukan? Katakan itu pada Freddy!</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><br />
</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-181"></span></p>
<p>Tidak bermutu sekali memang perbincangan ini. Tapi toh tetap menimbulkan sebuah keingin-tahuan saya yang amat besar. Kenapa ya orang sering kali berusaha &#8216;memperhalus&#8217; kata &#8216;telanjang&#8217; dengan kalimat: tanpa sehelai benangpun. Misalnya, &#8220;<em>Rahma Azhari tampil di sebuah iklan ban mobil dengan tanpa sehelai benang di tubuhnya&#8221;</em>. IH! <em>I mean, come on!</em> Emangnya kalau dia memakai sehelai benang (atau memegang?), udah nggak masuk kategori telanjang lagi, ya? Telanjang mah telanjang aja&#8230; Iya kan?</p>
<p>Ya ya, nggak usah dijawab. Apalagi dibahas. Ini hanyalah sebuah pemikiran bloon yang terlintas disaat hati sedang gundah. Disatu sisi sedang berusaha melupakan sedih karena dibikin sakit sama orang yang disayangin (auch&#8230;), disisi lain diri ini juga sedang gundah karena khawatir kamar kos akan banjir lagi akibat hujan yang sedang deras sekali sore ini&#8230; Luar biasa sekali ya pergolakan batin saya ini. Hehehehe&#8230; Duh Gusti, paringono sabar&#8230;&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/181/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/181/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=181&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/tanpa-sehelai-benang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I&#8217;m (NOT) Sorry, Goodbye</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/im-not-sorry-goodbye/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/im-not-sorry-goodbye/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 02:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/im-not-sorry-goodbye/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum bertemu denganmu, hidupku bahagia Semenjak bertemu denganmu, ku makin bahagia Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau Sedikit kecewa, ternyata engkatu TAK BAIK Pertama-tama semua manis yang engkau berikan Membuat aku merasakan cinta sebenarnya Semakin hari semakin terungkap yang sesungguhnya Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta Maafkan ku harus pergi, KU TAK SUKA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=180&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p>Sebelum bertemu denganmu, hidupku bahagia<br />
Semenjak bertemu denganmu, ku makin bahagia<br />
Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau<br />
Sedikit kecewa, ternyata engkatu <strong>TAK BAIK<br />
</strong><br />
Pertama-tama semua manis yang engkau berikan<br />
Membuat aku merasakan cinta sebenarnya<br />
Semakin hari semakin terungkap yang sesungguhnya<br />
Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta</p>
<p>Maafkan ku harus pergi, <strong>KU TAK SUKA DENGAN INI</strong><br />
Aku tak bodoh seperti kekasihmu yang lain<br />
Terima kasih Oh Tuhan <strong>KAU TUNJUKKAN SIAPA DIA</strong><br />
Maaf kita putus, so thank you so much..<br />
I&#8217;m sorry, goodbye..</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em> (I&#8217;m Sorry Goodbye, written by Melly)</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><em>Something is just not right with the lyrics</em>. Kenapa harus ada kalimat <strong>&#8216;I&#8217;m sorry&#8217; </strong>sebelum kata <strong>goodbye?</strong> &#8220;Sorry&#8221; disini mungkin berarti meminta maaf, atau mungkin juga menyatakan penyesalan karena harus bilang selamat tinggal. Why? Kenapa harus meminta maaf atau menyesal harus bilang selamat tinggal pada orang itu? Toh kita dihadapkan pada kenyataan akhir, kalau orang yang selama ini kita cintai dan kita harapkan mencintai kita kembali, ternyata bukan orang yang tepat buat kita. Bahkan bukan hanya tidak tepat, tidak baik, malah. Menyakiti hati kita dalam apapun itu bentuknya, dan dengan bagaimanapun alasannya. Tuhan sudah menunjukkan itu.</p>
<p>Jadi, <span style="text-decoration:underline;"><em><strong>there is no point of being sorry for saying goodbye.</strong></em></span> Dalam kasus seperti ini, tentu saja. Malah harusnya kita bersyukur karena akhirnya kita punya kekuatan untuk bilang itu. B<em>ecause saying goodbye is never an easy thing</em>. Bilang &#8216;sorry&#8217; justru malah akan melemahkan kekuatan yang kita dapatkan itu. <em>So, don&#8217;t!</em> Tentu, kita masih boleh mengucapkan <em>&#8216;thank you so much&#8217;</em> kepada orang tersebut. Karena harus diakui, dia pernah memberikan harapan-harapan indah, dan juga waktu-waktu yang berarti untuk dilewati bersama. Dan kita memang harus berterima kasih padanya untuk semua itu. Karena sejarah memang tidak akan pernah dihapus sampai kapanpun. Tapi ya sudah. Itu aja. Dia tak baik. Udah disakitin kok masih sempet2nya bersopan-sopan. <em>Enough!!</em></p>
<p>Jadi, lirik terakhir lagu itu memang sepertinya harus dirubah.</p>
<blockquote>
<p><em> So thank you so much, I&#8217;m NOT sorry, goodbye&#8230;.</em></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=180&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/18/im-not-sorry-goodbye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love Songs</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/love-songs/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/love-songs/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 03:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/love-songs/</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi oleh salah satu postingan adik saya di blognya, saya kok jadi gatel pengen nulis yang serupa tapi tak sama (ogah bener dibilang ngejiplak.. padahal ho oh.. hehehe). Berhubung masih suasana Valentine-yang padahal ga ngefek2 amat juga buat saya, sayapun tergerak untuk mencari 20 lagu ter-romantis menurut saya. Kalau Dimas sok ke bule2an dengan memilih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=178&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Terinspirasi oleh salah satu postingan adik saya di blognya, saya kok jadi gatel pengen nulis yang serupa tapi tak sama (ogah bener dibilang ngejiplak.. padahal ho oh.. hehehe). Berhubung masih suasana Valentine-<em>yang padahal ga ngefek2 amat juga buat saya</em>, sayapun tergerak untuk mencari 20 lagu ter-romantis menurut saya. Kalau <strong>Dimas</strong> sok ke bule2an dengan memilih lagu-lagu Barat (hehehe), saya lebih memilih lagu2 dari negeri sendiri saja. Dan ternyata melakukan &#8216;penyeleksian&#8217; seperti ini sungguh bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah! <strong>Pertama,</strong> memori di otak saya tidak sedahsyat yang saya kira. Terbatas sekali. <strong>Kedua,</strong> ya karena sebagai orang yang kerjaannya ngurusin musik, salah satu kerjaan utama saya setiap harinya adalah mendengarkan lagu.. lagu.. dan laguuu&#8230;. terus. Masa dari puluhan ribu lagu cinta yang saya kenal (edan.. berlebihan sungguh), harus di&#8217;eliminir&#8217; menjadi tinggal 20 aja??</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ya sudah. <em>I&#8217;ll take the challange</em>. Padahal juga ngga ada yang nantangin, sebenernya. Hehehe. Berikut ini adalah lagu2 yang menurut saya teramat romantis untuk dilupakan begitu saja. Dan kriteria penilaiannya <em>*halah*</em> ada beberapa faktor. Dari sisi kekuatan melodi, lirik, dan tentu saja&#8230;. kedalaman efek yang ditimbulkan bagi saya secara pribadi. Hehehe.<br />
OK, here we go. Mas Ganteng present you <span style="text-decoration:underline;"><strong>The Deka&#8217;s 20 Most Romantic Indonesian Songs Of All Time!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong></strong></span><br />
<span id="more-178"></span> <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>1. Kekasihku &#8211; Harvey Malaiholo</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Lagu anjing yang paling bikin sesak nafas setiap kali dengerinnya. Nggak tau kenapa. Dulu pertama kali dengerin jamannya masih SD, cuman suka biasa aja. Tapi ketika beberapa tahun lalu, Harvey menyanyikan lagu ini di upacara pemberkatan pernikahannya Becky Tumewu, saya jadi tergila-gila sama lagu ini. Dimana lagu ini bisa dengan tepat menggambarkan bagaimana kita bisa begitu yakinnya, kalau kita sudah menemukan apa yang kita cari selama ini. <em>She&#8217;s the one. He&#8217;s the one</em>. Saya bersumpah, akan memasukkan lagu ini kedalam wedding songs saya besok. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;&#8230; tiada lagi resah dihatiku/ tiada lagi keraguan kini/ aku yakin hanyalah seorang dirimu yang kusayang/ setiap langkah aku pun berjanji/ takkan pernah lupakan dirimu/ sebab aku tau pasti apa yang di hatimu/ diriku&#8230;hanya diriku&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>2. Untukku &#8211; Chrisye</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Lagu wajib yang harus di&#8217;kasihin ke orang2 tersayang yang lagi mau pergi jauh. Auch. Hehehe. Yovie Widianto memang kurangajar sekali. Sukanya bikin orang seneng dan sedih at the same time. Dulu saya memberikan lagu ini untuk yayang saya yang mau balik kampung ke Kalimantan. Dia mau PKL beberapa bulan disana. Sok romantis banget ya. Balik kampung aja sampe dibekalin lagu. Mau ngasih bekal duit ga punya soalnya. Hehehe. Tapi ternyata cukup berhasil. One time dia menelepon saya. Dengan dilatari lagu ini, dengan suara agak parau dia hanya bilang, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;&#8230;. you killed me&#8230;&#8230; &#8220;</em></span>. Hehehe.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;..saat lautan kau seberangi/ jangalah ragu bersahut/ kupercaya hati kecilku/ kau takkan berpaling&#8230;&#8221;</em></span></p>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="padding-left:30px;text-align:left;"><strong>4. Dunia Tanpamu &#8211; Rita Effendy &amp; Ricky Jo</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Just perfect. Ketika berdua hidup kita terasa lengkap, sulit rasanya membayangkan kita harus menjalaninya sendirian saja. Saya selalu membayangkan menyanyikan lagu duet ini bersama dengan siapapun dia yang besok jadi pendamping hidup saya. Hehehe. Mungkin kami akan menyanyikannya di pesta pernikahan kami didepan para tamu undangan. Edan ya, hasrat tampil sayapun tetap tidak pernah pudar. Hehehe. Selalu merinding denger lagu ini. <strong>Sekar Ayu Asmara</strong> adalah salah satu lirikus kesukaan saya. Bahasanya indah dan bertutur.</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;..tak terbayang, sepi dan sendiri/dunia tanpamu/ hening semua, diam tak bermakna/ dunia tanpamu&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><strong>5. Lagu Rindu &#8211; Kerispatih</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Satu-satunya lagu Kerispatih yang saya suka. Dapet banget nuansa &#8216;kangen&#8217;nya. Hehehe. Yang saya ingat, suatu ketika saya menyanyikan lagu ini di Karaoke. Dan kemudian ada seseorang yang mengaku jatuh cinta pada saya karena mendengarkan saya menyanyikan lagu ini. Hehehe. Bahkan bilang kalau lagu ini jadi lebih enak gara-gara saya yang nyanyi. Hahaha. Gombal sekali. Jadilah, lagu ini menjadi lagu yang &#8220;Deka banget&#8221;. Tapi memang, setiap kali menyanyikan lagu ini, agak2 miris2 gimanaa, gitu. <em>My salute to Badai who wrote this song. And to Sammy with his &#8216;ganteng&#8217; voice!</em></p>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;"><em></em></p>
</blockquote>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;..tahukah engkau wahai langit/ ku ingin bertemu membelai wajahnya/ kan kupasang hiasan angkasa yang terindah hanya untuk dirinya&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><strong>6. Tak Pernah Menyesal &#8211; Anang &amp; Krisdayanti</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Sebenernya ini lagu sedih. Tapi tetap saya anggap sebagai lagu cinta. Entah gimana <strong>Pongky Jikustik</strong> bisa membutanya seperti ini. Karena intinya, kita toh tidak boleh menyesali apapun yang sudah terjadi pada kita. Walaupun kita ternyata tidak dipersatukan dengan orang yang kita cintai, paling tidak kita pernah merasakan sebuah kebahagiaan dengannya. Bersyukur karena kita pernah bisa mencintai.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;Tak pernah menyesal, mengenal dirimu/ jalan yang kutempuh tak tertuju padamu/ Ku takkan sesali pengalaman cinta ini/ wanita terindah pernah jadi milikku..&#8221;<br />
</span></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><strong>7. Selamat Malam Kekasih &#8211; Edo Kondologit</strong><br />
<em></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>What a lullaby!</em> Sebuah lagu nina bobo yang sempurna! Ga biasanya <strong>Melly </strong>bikin lagu dengan melodi agak2 jadul dan jazzy begini. Ditambah dengan suara saxophone almarhum <strong>Embong Rahardjo,</strong> lengkaplah sudah&#8230; Tinggal nunggu waktu yang tepat aja nih, kapan saya akan menyanyikan lagu ini untuk teman bobo saya.. hehehe..</p>
<p style="padding-left:30px;"><em> &#8220;<span style="color:#993366;">Selamat malam kekasih, kujaga di tidurmu.. Tak ingin sedikitpun kau terluka.. Dalam cintaku kekasih, tak ada apapun menyaingi cintaku.. Selamat malam, kekasih&#8230;&#8221;</span></em></p>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>8. Samudera Mengering &#8211; Jikustik</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Yak, mari menangis bersama Jikustik. Hehehe. Liriknya bener2 bisa menampar kita yang sedang mati2an berusaha menguatkan diri sendiri karena harus berbeda tempat dengan orang yang kita sayangi. Disatu sisi lagu ini menguatkan, tapi disisi lain bikin makin sedih. Bisa gila kalau keseringan denger lagu ini mungkin&#8230;</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;&#8230;aku harus bisa mengalahkan/malam2 kesepian yang menjadi musuh besarku/<br />
Aku harus bisa menaklukkan/ hari2 sendirian yang menjadi lawan tangguhku&#8230;.&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>9. Seakan Tiada Berakhir &#8211; Dian Pramana Poetra &amp; Andi Meriam Matalatta</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Jadul sekali ya. Hehehe. Iyalah, saya dengerin lagu ini juga jamannya kelas 2 SD kayanya. Dan masih terus teringat sampai sekarang. Pernah di rilis ulang sama Yana Julio, but nothing compare to the original one. Melodi dan liriknya so memorable. Convinced us, gimana kalau kita udah cinta dengan seseorang, bahkan hanya dengan melakukan hal-hal kecil pun bisa terasa long lasting. Berasaaa.. terus&#8230;.</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;..pernah kita merasakan bersama/ ciuman ditengah gerimis hujan/ sampai mentari bersinar kembali/ seakan segalanya tiada kan berakhir&#8230;.&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>10. Selamanya &#8211; Memes</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Lagu buat kawinan lagi nih. <em>I loved the reffrain part. Very unusual. Very romantic.</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;&#8230; amankan cinta kita/ sampai di usia senja/menjaga kasih sayang milik kita.. pastikan kita bisa bersanding senantiasa/ tanpa bersua dua rasa dari satu cinta&#8230; </em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>11. Apa Adanya &#8211; AB Three</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Lagu ini ditulis <strong>Glenn Fredly</strong> dulu ketika masih pacaran sama <strong>Nola</strong>. You know Glenn, lah. Lagi ga jatuh cinta aja suka ngawur kalo bikin lagu, apalagi ini pas dia lagi in love. Lengkaplah sudah. Saya makin jatuh cinta dengan lagu ini sewaktu lihat video klipnya. Soalnya disitu Nola, Widi dan Cynthia kaya lagi di iklan sabun mandi. Hehehe. Saya inget dulu jamannya siaran di Prambors sempet disindir sama salah seorang pendengar yang bilang, kalo tiap saya siaran pasti lagu ini keluar. Hahaha.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;..cinta lemah lembut/ kasih murah hati/ begitulah seharusnya kita saling menyayangi&#8230;&#8221;</span></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>12. Firasat &#8211; Marcell</strong><br />
<strong></strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><strong>Dewi &#8216;dee&#8217; Lestari</strong> termasuk jarang bikin lagu. Tapi sekalinya bikin lagu buat suaminya sendiri, hasilnya dahsyat banget. Seringkali ketika kita sedang dekat dengan seseorang, yang namanya ikatan batin bisa tiba-tiba begitu kuatnya. Entah darimana datangnya. Kita bisa tiba-tiba merasakan apa yang sedang dialaminya. Bisa tiba-tiba saling memikirkan disaat yang bersamaan. Dan Dee bisa menuliskan dan menggambarkan itu semua sejak dari bait pertama lagu hingga akhir&#8230;</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8221; kemarin, kulihat awan membentuk wajahmu/ desau angin meniupkan namamu/ tubuhku terpaku// Semalam, bulan sabit melengkungkan senyummu/ tabur bintang serupa kilau auramu..&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>13. Ngomong Cinta &#8211; Iga Mawarni</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">First of all, denger suara berat dan seksi Mbak Iga aja udah jatuh cinta. Apalagi ketika denger lagu yang diciptain almarhum <strong>Dodo Zakaria </strong>ini. Sederhana. Tapi disitulah indahnya. Menceritakan gimana susahnya kita bilang cinta pada seseorang. Dan pada akhirnya toh memng sebaiknya diomongin. Kalau mereka tidak mencintai kita balik, bukan sebuah masalah besar. Paling tidak, kita tidak bertanya2 lagi. The best jazz song ever!</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em> &#8220;..jatuh cinta oh rasanya, membuatku jadi gila/ aku terlena terbuai cinta/ angan melayang tinggi di awan.. oh biar, biar saja.. walaupun dia mungkin tak cinta&#8230;.&#8221;</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>14. Masih Ada &#8211; 2D</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Kembali lagi lagu jadul. Kali ini gilirannya 2D. Deddy Dores dan Deddy Mizwar. hehehe. Bukan deng. <strong>Deddy Dhukun</strong> &amp; <strong>Dian Pramana Poetra</strong>. Pernah dinyanyiin ulang sama Warna dan R42. Tapi tetep nggak ada yang bisa ngalahin versi aslinya. Especially the intro of the song. Satu hal yang bikin lagu ini memorable buat sayaadalah, lagu ini menjadi lagu pentutup (closing song) ketika band saya main untuk terahir kalinya di sebuah kafe. Terharu sekali. Dan makin sedih lagi ketika para penonton ikutan nyanyi reffrain lagu ini.. Gosh..</p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;..haruskah kuteteskan airmata dipipi? haruskah kucurahkan segala isi dihati.. oh haruskah kau kupeluk dan tak kulepas lagi? agar tiada pernah ada kata berpisah&#8230;.&#8221;</span></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>15. Selama Kubernafas &#8211; Stanley Sagala</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Mungkin nggak banyak yang tahu lagu ini. Sama dengan banyak yang gak tau who the hell is Stanley Sagala. Hehehe. Dia dulu adalah vokalis band jazz bernama Modulus Band. Dan lagu ini ada di album solo perdana (dan satu2nya!) yang pernah dia bikin. Hanya diiringi keyboard dan gitar doang, lagu ini masih sering saya putar ketika malem2 sendirian di kantor karena lembur. Nyaman banget dengernya. Liriknya yang lagi2 dibuat Sekar Ayu Asmara ini luar biasa gombal. Tapi siapa sih yang nggak suka digombalin? Hehehe.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;selama masih sedia, udara menyambung nyawa/ cinta yang ada didalam hati hanyalah untukmu// selama masih sedia, pagi mengikuti malam/ kemanapun ku s&#8217;lalu mengiri langkahmu..&#8221;</span></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>16. Takkan Terganti &#8211; Kahitna</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Lagu ini dengan sempurna bisa menterjemahkan kalimat : &#8220;<em>You never really stop loving someone. You just learn to try to live without them.&#8221;</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;..meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan/ semua takkan mampu mengubahku/ hanyalah kau yang ada di benakku&#8230; hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh jatuh dan mencinta/ kau bukan hanya sekedar indah/ kau tak akan terganti&#8230;&#8221;</span></em></p>
<blockquote>
<p style="padding-left:30px;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong>17. Pasangan Jiwa &#8211; Katon Bagaskara</strong></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">Kalau ini mungkin jeritan hati yang paling dalam ya. Haha. Kegelisahan seorang pria yang gak juga menemukan pasangan jiwanya. Sampai bingung, mau nyari dimana lagi.. Hehehe.. Katon Bagaskara memang pintar sekali memilih kata-kata yang nggak pasaran. Itu yang membuat lagu ini jadi sangat &#8216;mahal&#8217; dan &#8216;anggun&#8217;. Halah..</p>
<p style="padding-left:30px;"><em><span style="color:#993366;"> &#8220;.. begitu ingin, berbagi batin.. mengarungi hari yang berwarna&#8230; dimana dia pasangan jiwaku?&#8221;</span></em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:left;">dan akhirnya saya menyerah di angka 17 saja..<br />
Ga kuat lagi. Hehehe. Terlalu banyak lagu2 yang harus saya ingat lagi. Bisa2 seharian penuh saya butuhin cuman demi bikin satu postingan ini saja! Jadi ya.. begitulah kurang lebihnya. Silakan untuk urutan 18,19 dan 20 anda isi sendiri saja!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=178&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/love-songs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>In Love</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/in-love/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/in-love/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 03:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/in-love/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; You know you&#8217;re in love when you don&#8217;t wanna go to sleep at night because your life is better than a dream &#8220;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=177&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;">&#8221; You know you&#8217;re in love when you don&#8217;t wanna go to sleep at night<br />
because your life is better than a dream &#8220;</h2>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/177/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/177/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=177&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/in-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Space Between</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/the-space-between/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/the-space-between/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 02:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/the-space-between/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;The spaces between your fingers were created so that another&#8217;s could fill them in.&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=176&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;"><span style="font-size:130%;"><span style="font-weight:bold;font-family:trebuchet ms;"> </span> </span></div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R7Ow9t3t1aI/AAAAAAAAAXs/G0iKHNjaV1w/s1600-h/FIINGERS.jpg"></p>
<p><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R7Ow9t3t1aI/AAAAAAAAAXs/G0iKHNjaV1w/s320/FIINGERS.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<h3 style="text-align:center;">&#8220;The spaces between your fingers were created</h3>
<h3 style="text-align:center;">so that another&#8217;s could fill them in.&#8221;</h3>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/176/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/176/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=176&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/14/the-space-between/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R7Ow9t3t1aI/AAAAAAAAAXs/G0iKHNjaV1w/s320/FIINGERS.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Listen</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/listen/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/listen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 04:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/listen/</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal-hal yang sangat ingin kita dengar, tetapi tidak akan pernah kita dengar dari orang yang kita harapkan akan mengatakannya. Meski demikian, janganlah me-nulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati. Wishing you love on this Valentine&#8217;s Day. Love, DK<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=175&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><strong>Ada hal-hal yang sangat ingin kita dengar,<br />
tetapi tidak akan pernah kita dengar dari orang yang kita harapkan akan mengatakannya.</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><strong>Meski demikian, janganlah me-nulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.<br />
</strong></span><br />
<em>Wishing you love on this Valentine&#8217;s Day.</em><br />
Love, DK</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=175&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/listen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Funny Valentine</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/my-funny-valentine/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/my-funny-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 02:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/my-funny-valentine/</guid>
		<description><![CDATA[Time : 14 Februari 2007/ 8.15 PM Location : Studio 21 Ambarrukmo Plaza Background : Valentine adalah one of the busiest day of the year buat orang yang ada di industri radio or hiburan pada umumnya. Let&#8217;s face it. Komersialisme Valentine emang udah hampir ngalah2in Lebaran atau Imlek! Yes, love is overrated this day! Schedule [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=174&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> Time</strong> : 14 Februari 2007/ 8.15 PM<br />
<strong> Location</strong> : Studio 21 Ambarrukmo Plaza<br />
<strong> Background :</strong></span><br />
Valentine adalah <em>one of the busiest day of the year</em> buat orang yang ada di industri radio or hiburan pada umumnya. Let&#8217;s face it. <strong>Komersialisme Valentine emang udah hampir ngalah2in Lebaran atau Imlek</strong>! Yes,<em> love is overrated this day!</em> Schedule yang padat seharian, pengennya di akhiri dengan sesuatu yang menyenangkan. Ngapain ya? Lah, pake nanya.. Secara ngerayain Valentine sendirian, udah malem juga, ya nonton jugalah pilihannya&#8230;<br />
Aahh, senangnya. Ketemu2 lagi sama anak2 Candles yang masih gila, dan akhirnya bisa juga nonton <strong>BABEL</strong> setelah sekian lama tertunda&#8230;<br />
Mas Pitt, Mbak Blanchett.. Here I come!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> Case </strong></span>:<br />
Orang2 kok ya pada ga kreatif juga ya ternyata. Sama kaya saya.<br />
Valentine kok ya tetep aja larinya ke bioskop. Jadi ya beginilah jadinya. Antrian tiket jadi lumayan panjang, dipenuhi dengan manusia-manusia berpakaian nuansa pink (including me..hehehe), yang ngantri dengan pasangannya masing-masing. Tua-muda, cewek-cowok, cewek-cewek, cowok-cowok, lengkap dah.<br />
Perjuangan saya ternyata cukup panjang demi mendapatkan sebuah tiket Studio 3. Setelah satu persatu &#8216;pengantri&#8217; mendapat tiketnya, jarak saya dengan si Mbak penjual tiketpun semakin dekat. Demikian pula dengan waktu pertunjukan yang semakin mendekati 20.30, jadwal Studio 3 mulai.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi antrian didepan saya. Alhamdulillah. Tapi Masya Allah. Lamanyaaaa ni orang&#8230;.Mau tau siapa?<br />
Nggak penting kok. Saya nggak kenal juga.<em>But I assumed</em>, mereka berdua adalah pasangan ABG yang sedang merayakan Valentine, yang udah mentok ga tau kemana ngerayain Valentine-nya, akhirnya memutuskan untuk <em>&#8220;Ya udah, nonton aja yuk&#8230;&#8221; </em>di Amplas.<span id="more-174"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jadinya ya gini&#8230;<br />
Di depan loket, ternyata mereka masih bingung mau nonton apa. Diskusi dong, pastinya mereka (butuh waktu sekitar3 menit-an). Setelah dapet keputusan, masih bingung. Karena film pilihan mereka ternyata<br />
udah ga tersisa tempat duduk/seat yang enak (menurut mereka). Mau ngga mau milih lagi film yang lain (butuh waktu 2 menit-an). Dapet film yang jadi kesepakatan berdua, milih lagi lokasi tempat duduknya.<br />
Masih memilih&#8230;.<br />
Masih memilih juga &#8230;<br />
Oh, ternyata milih seat di bioskop aja bisa lama sekali! Yang lebih parah, kok ya sempet2nya mereka berdua cubit-cubitan, cekikikan, yang cowok godain si cewek</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Ya udah nek kamu nda mau, kita duduke pisah waee&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h2>For God sake..</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuhan, dosa apa yang kubuat sehingga aku harus berdiri menyaksikan drama tidak lucu ini&#8230;<br />
Mbak, Mas&#8230; Permisi&#8230; itu saya udah dipanggil loh sama suara perempuan itu tuh.. yang bilang <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mohon perhatian&#8230; Pintu teater 3 telah dibuka&#8230;.&#8221;</em></span> so&#8230; kalo situ berdua masih mau pacaran, eh maap..diskusi.. Mungkin bisa sambil duduk di bawah itu? Enak lho, pake karpet, ga capek lagi daripada sambil bediri kaya gitu&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Ampun, deh. Orang bilang memang kalo lagi pacaran, dunia seakan milik berdua. Yang laen cuma numpang lewat doang. Ya ya ya&#8230;Tapi please deh. Kok malah jadi lupa daratan ya? Sebagai seorang single fighter (ehm, lebih enak daripada pake istilah jomblo), wajar ga sih kalo saya bete ngeliat situasi kaya gitu? Okay, in general aja. Sebagai human being deh! Wajar ga kalo sayajadi emosi ngeliat itu?</p>
<p style="text-align:justify;">Showing affection to each other sih boleh.  Mau pamer sama seluruh orang dijalan atau sama satu gedung bioskop juga silakan. Tapi kalo kaya gitu, yang ada orang malah ‘eneg&#8217;. Masi untung ya situ gak disumpahin putus! So, buat yang udah pada punya pasangan nih, dunianya dibagi-bagi yah. Masi ada orang laen yang mau numpang lewat. Masi ada orang laen yang harus buru-buru dapet tiket biar ga ketinggalan film. Kita udah capek pengen buru-buru istirahat. Bukannya pengen buru-buru liat situ yayang2an. Tolong diinget juga kepentingan orang lain yang udah pegel ngantri. Kita mau liat Brad Pitt sama Cate Blanchett. Bukannya situ yang ..boro2, kenal juga kaga!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya sekali lagi, you are not alone in this universe.<br />
Ada kepentingang orang lain yang harus diperhatikan.<br />
So, to you couples&#8230; hargain perasaan orang lain ya&#8230; but most of all, hargain perasaan kami para jomblo&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Kami bisa 2 kali lebih kejam&#8230; Hahaha&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/174/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/174/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=174&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/13/my-funny-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keliru</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/keliru/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/keliru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 04:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/keliru/</guid>
		<description><![CDATA[Senin 4 Februari 2008. Jam 4.20 sore. Ringtone handphone saya bunyi. Dari nomornya adalah nomor kode area Jakarta. Saya : Halo.. Perempuan Diujung Sana : Selamat Sore&#8230; Saya : Selamat sore. Perempuan Diujung Sana : Dengan Mas Deka? Saya : Iya, benar. Perempuan Diujung Sana : Mmm.. saya Dewi, Mas. Dari XXX Management *sori, lupa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=173&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin 4 Februari 2008. Jam 4.20 sore.<br />
Ringtone handphone saya bunyi. Dari nomornya adalah nomor kode area Jakarta.</p>
<blockquote><p><strong> Saya</strong> : Halo..<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Selamat Sore&#8230;<br />
<strong> Saya </strong>: Selamat sore.<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Dengan Mas Deka?<br />
<strong> Saya </strong>: Iya, benar.<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Mmm.. saya Dewi, Mas. Dari XXX Management *s<em>ori, lupa namanya.hehehe*</em><br />
<strong> Saya</strong> : Oh, okay. Gimana mbak Dewi?<em> *sok akrab*</em><br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Gini, Mas. Klien kami besok tanggal 28 mau ada launching produk baru. PDA Phone. Acaranya standar, cuman launching product sambil gathering-gathering biasa gitu. Tapi kita pengan ada satu orang kaya moderator gitu. Yaa.. yang bisa bikin suasana jadi santai gitu. Nah kayanya nurut kita sih, kayanya Om Farhan pas tuh&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : Ooo&#8230;. mmm.. okay&#8230; <em>*ga ngerti, padahal*</em>. Terus?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Di schedule Mas, tanggal 28 masih kosong, nggak?<br />
<strong> Saya</strong> : Bentar2.. tanggal 28 tuh hari apa ya, mbak? <em>*sibuk buka2 kalendar meja*</em><br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Hari Kamis, Mas.<br />
<strong> Saya </strong>: Kamis ya. Mmm&#8230; Saya masih free sih, Mbak. Itu acaranya dimana ya?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Kita sih masih tentative, mas. Mungkin di XXI Lounge atau di Mario&#8217;s Place.<br />
<strong> Saya</strong> : HAH? Di Jakarta ya???<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Iya dong, Mas..<br />
<strong> Saya</strong> : Ooo&#8230; Mmm.. saya ini di Jogja soalnya, Mbak.<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana </strong>: Oo.. lagi di Jogja ya. Tapi tanggal 28 Om Farhan-nya oke dong, Mas?<br />
<strong> Saya</strong> : HAHH?? Mmm.. bentar2. Ini dengan mbak siapa tadi?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Dewi, Mas Deka. Dari XXXX Management.<br />
<strong> Saya </strong>: OK. Mbak Dewi, saya agak nggak kurang jelas nih. Acaranya apa tadi?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Launching PDA Phone, Mas.<br />
<strong> Saya</strong> : OK. Terus Om Farhan tadi sebagai apanya? Bintang tamunya?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Bukan, Mas. Jadi MC.<br />
<strong> Saya</strong> : OK. Terus.. mbak Dewi ngehubungin saya ini, minta saya sebagai&#8230;??<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Lho&#8230; Mas Deka bukannya MANAGERNYA FARHAN?</p></blockquote>
<h3>JEDHAANNGGGGG!!!</h3>
<p>Oke, kita lanjut lagi ya&#8230; Dikiittt lagi&#8230;</p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<blockquote><p><strong> Saya </strong>: HAH?? Huahahahaha&#8230;<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Lho, Mas. Bukan ya?<br />
<strong> Saya</strong> : Huahahaha.. bentar2. Mbak Dewi dapet nomer saya ini dari siapa??<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Ini dengan Mas Deka, kan??<br />
<strong> Saya</strong> : Iya. Bener. Dan saya ini di Jogja, mbak. Saya PD nya Female Radio Jogja.<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : HAH??? <em>*ih, telat kagetnya*</em><br />
<strong> Saya</strong> : Makanya saya tadi bingung. Ini orang mauny apa sih.. Hahahaha..<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Aduh&#8230; maaf mas Dekaa&#8230;.<br />
<strong> Saya</strong> : Hehehe.. nggak, ini Mbak Dewi kok bisa dapet nomer saya darimana?? Nama bener, nomer bener, tapi kok job desc nya jauh banget ya?<br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Aduh, maaf ya Mas. Nice to know you, by the way..<br />
<strong> Saya</strong> : Hahaha.. sama2. Bentar2. Ini bukan lagi ngerjain saya kan?? Ini saya nggak lagi On air di radio kan??? <em>*GR mode : ON*</em><br />
<strong> Perempuan Diujung Sana</strong> : Enggak, mas! Enggak. Ya udah deh, Mas Deka. Sorry sekali lagi ya sebelumnya&#8230;</p></blockquote>
<p>Hhhh&#8230;. Namanya juga salah sambung ya, Bos&#8230;.. Salah sambung atau salah orang??</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/173/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/173/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=173&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/keliru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PMS</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/pms/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/pms/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2008 02:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/pms/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ah biasa aja&#8230; kalo buat kami, kaum wanita, sikap Mas Deka ini dinamakan&#8230; PMS! Welcome.&#8221; Saya ketawa geli baca comment dari &#8216;seseorang&#8217; di salah satu post saya. Tentang gimana suatu hari saya tiba-tiba berubah menjadi judes sekali. Sesuatu yang bagi kaum wanita ternyata bukan sesuatu yang aneh lagi, karena selalu mereka rasakan setiap bulan. Wow! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=172&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong> &#8220;Ah biasa aja&#8230; kalo buat kami, kaum wanita, sikap Mas Deka ini dinamakan&#8230; PMS!<br />
Welcome.&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Saya ketawa geli baca comment dari &#8216;seseorang&#8217; di salah satu post saya. Tentang gimana suatu hari saya tiba-tiba berubah menjadi judes sekali. Sesuatu yang bagi kaum wanita ternyata bukan sesuatu yang aneh lagi, karena selalu mereka rasakan setiap bulan. Wow! <em>No wonder </em>kalau &#8216;seseorang&#8217; ini menganggap apa yang saya alami itu sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Dan bahkan dia mengucapkan <em>&#8216;welcome&#8217; </em>kepada saya seperti yang ditulisnya diatas itu. <em>&#8220;Selamat datang, Mas Deka. Anda sekarang bisa mengerti bagaimana perasaan kaum wanita setiap bulannya&#8221;</em>, ataukah <em>&#8220;Selamat datang, Mas Deka. Anda sekarang menjadi wanita seutuhnya?&#8221;</em>. HUAHAHAHAHAHA.</p>
<p>Okay, jadi namanya PMS ya? <strong>Pre Menstrual Syndrome</strong>. Menurut sumber yang sepertinya bisa dipercaya, ini adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p><em> &#8230;. sindrom yang dialami kaum wanita berupa sekumpulan gejala berupa gangguan dan fisik dan mental yang dialami 7-10 hari sebelum menstruasi. Tapi menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan. Bisa jadi lebih ringan, bisa juga jadi lebih berat. Bisa berupa gangguan mental seperti mudah tersinggung (mood swing), depresi, gangguan konsentrasi, insomnia atau sensitif, bisa juga berupa gangguan fisik seperti jerawat, nyeri pada punggung, kepala dll&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Membaca deskripsi dan definisi tentang PMS ini, saya terus terang menjadi kagum dengan sosok mahluk berjenis kelamin wanita ini. Sungguh. Ladies&#8230;, berat sekali beban hidup yang harus kalian tanggung setiap bulannya ini ya? Hehehehe. Mari kita telaah beberapa point diatas barusan. <span id="more-172"></span><em><strong></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><strong>&#8220;&#8230; dialami 7-10 hari sebelum menstruasi&#8230;&#8221;</strong></em> WOW! Jadi selama itukah kalian akan judes pada sekeliling kalian? Selama itu pula-kah kalian akan terganggu fisik dan mental? Hahahha.. kesannya jadi orang sakit jiwa ya. Saya nggak bisa ngebayangin aja sih. Sehari-dua hari saya judes aja udah jadi masalah besar buat orang-orang disekitar dan tentu saja buat saya sendiri pada khususnya. Ini kok bisa long lasting sampai 10 hari-an ya. Berarti kalian juga udah terbiasa sekali ya, disebelin sama orang-orang yang ada disekitar kalian ketika kalian sedang PMS?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><strong><em>&#8230; tapi menghilang beberapa hari setelah menstruasi&#8230;&#8221;</em></strong> WOW! (lagi). Ajaib. Bener-bener ajaib. Ngilang begitu aja, gitu? Hebat ya. Seperti Jalangkung. Datang tak diundang, pergi ta diantar. Jadi setelah berhari-hari kalian menjadi sosok yang menyebalkan bagi orang lain dan bagi diri kalian sendiri itu (hehehehe), and then besoknya kalian sudah normal kembali dan bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa? Begitu? Enak banget ya. Tau2 bilang,</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Eh Say.. sori ya kemaren itu gue lagi PMS. Maklumin deh kalo gue kemaren nampar loe. Hormon! Tapi sekarang gue udah kelar kok PMSnya. Jalan yuk&#8230;.&#8221;.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;">Halah. Yah, mungkin memang begitu kerjanya kali, ya. Ga tau juga. Tapi saya sering heran loh. Dulu boss saya yang kebetulan cewek, kok kayanya PMS mulu tiap hari. Gak kelar2. Galaaaaakkk&#8230;. terus! Emang bisa gitu ya? Hihiihi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><em><strong>&#8220;&#8230; keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan&#8230;&#8221;</strong></em> Okay. Saya ketawa bentar ya&#8230; HUAHAHAHAHAHAHA. Saya jadi makin penasaran. Jadi &#8216;gangguan&#8217; fisik dan mental itu bisa berbeda-beda tiap orang, ya? Tergantung apa sih? Tergantung sama tingkat keimanannya? Atau tergantung sama tingkat pendidikannya? Hahahaha. Trus truss&#8230; yang dialami pun bisa bervariasi dari bulan ke bulan. Mmmm.. mungkin karena kalian setiap bulan mengalaminya, jadi tingkat kebosanannya tinggi ya. Jadi kalian mencoba untuk bermain variasi.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bulan kemaren gue udah judes, bulan kemarennya lagi gue udah seneng nyela orang. Bulan ini apa ya&#8230; Mmm.. Nampar, ah! Eh jangan denk. Nyulek ajah!!&#8221;</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Bagus juga sih main variasi. Jadi kita-kita yang liat juga jadi nggak bosen, dan selalu menanti-nanti ada &#8216;pertunjukkan&#8217; apa lagi dari temen2 wanita kami yang sedang PMS. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;"><em><strong>&#8220;&#8230; bisa juga berupa gangguan fisik berupa jerawat, nyeri pada punggung, kepala dll..&#8221;</strong></em> Kalo ini saya nggak berani ketawa. Seumur2 dari jaman puber sampe sekarang ini, saya merasakan betul tersiksanya jerawatan. Selain sakit secara fisik, psikis juga biasanya jauh lebih merasakan sakit. Mengganggu penampilan, maksudnya. Beberapa minggu lalu, jerawat di muka saya lagi banyak2nya. Bukan karena saya sedang PMS, tentu! Tapi kalo lagi banyak pikiran emang suka gitu. Padahal waktu itu sedang niat2nya beli kacamata. Tapi setiap kali masuk ke Optik dan mencoba bermacam kacamata, semua yang saya coba itu rasanya nggak ada yang nyaman. Terutama ketika melihatnya di kaca. Ternyata masalah bukan terletak di kacamata2 itu saja, teman2. Tapi karena saya sebel liat muka saya yang lagi merah2 berjerawat itu! Apalagi kaca di Optik2 itu kan besar2, dan lightingnya terang sekali!! Hehehe.. Okay, jadi saya bisa mengertilah untuk hal ini&#8230;.</p>
<p>Hhh&#8230;&#8230;<br />
Pantes aja kalau dulu ada orang yang meragukan seorang wanita bisa jadi pemimpin yang baik, karena faktor karakteristiknya yang mendahulukan perasaan daripada otak. Katanya, kalo sedang PMS, wanita pasti tidak akan bisa membuat keputusan yang baik dan realistis. Karena ya itu tadi, &#8216;terganggu&#8217; jiwa dan raganya. Hehehe. Apalagi kalau siklus PMS itu kemudian dijadikan alasan dan pemakluman. Jadi terkesan tidak profesional ya. Tapi pada kenyataannya, kami para kaum pria juga (mau nggak mau) akhirnya bisa memaklumi kok. Lha mau gimana lagi. Daripada digampar. Hehehe. Memang begitulah kalian. Sama seperti kami juga ingin dimaklumi karena kebiasaan kami yang sering mendahulukan otak daripada perasaan. Karena seperti John Gray bilang : Men are from Mars, Women are from Venus. Jalan satu2nya biar nyambung adalah satu : Understanding.</p>
<p>Hmm.. kok ga nyambung ya kalimat penutupnya?<br />
Gapapa.<br />
Lagi PMS.<br />
Hihihihi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6fkeC5IvXI/AAAAAAAAAXk/mDc_iiHwMS4/s1600-h/42-19354645.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:148px;height:204px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6fkeC5IvXI/AAAAAAAAAXk/mDc_iiHwMS4/s320/42-19354645.jpg" border="0" alt="" /></a><span style="font-size:100%;"><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/172/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/172/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=172&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/05/pms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6fkeC5IvXI/AAAAAAAAAXk/mDc_iiHwMS4/s320/42-19354645.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Awas! Anjing Galak!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/01/awas-anjing-galak/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/01/awas-anjing-galak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 04:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/01/awas-anjing-galak/</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;misi,ya. Nanya dong&#8230; Kok ada ya orang kok ramahnya luar biasa? Saking luar biasanya, sampai-sampai malah jadi mengganggu dan bikin saya yang di&#8217;ramah&#8217;in malah jadi bersikap tidak ramah?? Nggak tau. Mungkin karena beberapa hari ini saya sedang judes2nya. Semua orang bawaannya pengen saya galak-in. Jarang2 lho, sumpah. Biasanya saya jinak sekali. Hehehe. Dan biasanya, kalo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=171&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8216;misi,ya. Nanya dong&#8230;<br />
Kok ada ya orang kok ramahnya luar biasa? Saking luar biasanya, sampai-sampai malah jadi mengganggu dan bikin saya yang di&#8217;ramah&#8217;in malah jadi bersikap tidak ramah??</p>
<p>Nggak tau. Mungkin karena beberapa hari ini saya sedang judes2nya. Semua orang bawaannya pengen saya galak-in. Jarang2 lho, sumpah. Biasanya saya jinak sekali. Hehehe. Dan biasanya, kalo sedang dalam fase judes gini, memang aksi ramah dari orang lain yang mencoba berbaik hati membuka sebuah percakapan, bisa saya anggap sebagai basa-basi yang mengganggu sekali. Parah ya. Padahal bisa saja mereka sebenarnya bener-bener peduli dan pengen tahu kenapa saya jadi jutek seperti itu. Walau bisa jadi mereka juga bener-bener cuman basa-basi aja sebenernya. Orang yang aneh.  Saya, maksudnya.</p>
<p>Tapi yang aneh ya itu tadi, kok ada ya orang yang ramahnya nggak ketulungan. Dan orang itu disebut <strong>PRAMUNIAGA!</strong> Sebelumnya, sorry nih Boss, bukannya mau bermaksud mendiskreditkan pihak tertentu (hihihi&#8230; padahal iya). Tapi hasrat hati hanya sekedar bertanya saja.</p>
<p>Jadi siang tadi sepulang Jumatan saya mampir ke sebuah toko kaset di sebuah pusat perbelanjaan. Biasa, lagi kena sindrom abis gajian. Hasrat mborongnya kenceng bener. Ngeborong CD. Padahal biasanya sekalinya belanja CD, paling pol juga cuman tega beli 2 CD doang. Kecuali kalo lagi beli CD bajakan, bisa sampe 10 biji! Hehehe.</p>
<p>Anyway, masuklah saya ke toko kaset &amp; CD itu. Dan biasanya, memang selalu di&#8217;sambut dengan ramah oleh pramuniaganya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Siang, mas&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Buat saya itu sudah suatu sambutan yang cukupan, lah. Kemudian biasanya lagi, mereka mulai &#8216;membuntuti&#8217; saya dan mulai bertanya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333399;">&#8220;Ada yang bisa dibantu?&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tahap ini saya masih bisa tersenyum ramah dan menggeleng, kalau misalnya saya memang tidak butuh bantuannya. Maksudnya, saya ingin melihat-lihat dulu koleksi kaset &amp; CD mereka, dan nanti kalau ada yang menarik hati saya, ya saya beli. Jadi, wajar lah kalau saya tersenyum dan menggeleng, kan? Karena kalo saya bilang, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Nggak, Mbak. Liat2 doang kok&#8230;&#8221;</em></span>, takut nyakitin hati si mbak Pramuniaga ini karena barangnya ga bakal dibeli. Hehehe.</p>
<p>Tapi ajaibnya si Mbak ini agak2 pantang menyerah nampaknya. Setelah saya tersenyum dan menggeleng sebagai tanda penolakan secara halus atas tawaran bantuannya, dia masih saja mengikuti saya kemanapun saya pergi. Masih di area dalam toko kaset itu saja, tentunya. Nggak sampai parkiran. Hehehe. Saya kan jadi agak2 risih ya diikutin gitu. Eh, makin nyebelin lagi karena si Mbak itu makin informatif dengan menyebutkan nama2 penyanyi lengkap dengan judul albumnya kepada saya. Ini terjadi ketika saya sampai di section NEW RELEASE.<span id="more-171"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Rossa, Mas. Sontreknya Ayat Ayat Cinta.<br />
<strong> Saya </strong>: <em>*menggeleng*.</em><br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Kalau RAN. Ini musiknya kaya Maliq, Mas..<br />
<strong> Saya </strong>: Udah punya, mbak&#8230; (<em>maksud sebenernya, &#8220;Udah punya bajakannya juga, mbak!&#8221;</em>)<br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Ooo.. udah punya ya&#8230;<br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Radiohead yang baru?<br />
<strong> Saya </strong>: Nggak suka! <em>*mulai panas*</em><br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Apa itu aja, Mas. Kompilasi yang baru. Diamonds volume III?<br />
<strong> Saya </strong>: Coba liat&#8230; *<em>mengambil CD itu cuma demi menyenangkan si mbak aja*</em><br />
<strong> Saya </strong>: Nggak, ah. Lagu2nya udah punya semua&#8230;<br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Kalo ini? Seal yang baru? Udah punya juga? <em>*pantang menyerah*</em><br />
<strong> Saya</strong> : Oo.. yang duet sama istrinya itu ya?<br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Apa iya, Mas?<br />
<strong> Saya</strong> : Loh, mbak ga tau ya?Iya. Dia duet sama Heidi Klum istrinya.. <em>*merasa diatas angin*</em><br />
<strong> Si Mbak Pramuniaga</strong> : Hebat lho masnya. Tau.<br />
<strong> Saya </strong>: Saya kan kerja di radio mbak! Jadi ya taulah kalo info2 model gitu doang, mah. Jadi kalo ditanyain orang nggak malu karena nggak bisa njawab. Namanya juga kerja di tempat yang ada hubungannya dengan musik&#8230;.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Usai saya ngomong itu, si mbak terlihat agak gusar&#8230; Dan perlahan tapi pasti dia segera menjauh dari saya. Dan saya pun tersenyum puas karena berhasil mengusir dia secara halus tapi terasa menampar! Lagian, Music Director dilawan! Berani mati, dia. Eh salah, berani malu, dia. Hehehe.<br />
Ya sorry ya kalo saya judesin dan sindir sedemikian rupa. Dibilangin dari pertama saya nggak butuh dibantu, masih ngeyel. Akhirnya saya emang ngga jadi beli apapun disana, karena udah rusak moodnya gara2 ulah terlalu ramah dari mbak2 itu.</p>
<p>Keluar dari toko kaset, saya mlipir ke toko sebelahnya, sebuah toko pakaian gaul yang menyerupai distro2 di pinggir2 jalan itu. Ini juga iseng belaka, karena dari wajah dan penampilan saya aja yang mirip eksekutif muda ini (huahahahaha), agak tidak mungkin saya memakai pakaian model2 bikers atau apapun yang sangat ABG dan gaul itulah! Mungkin karena itu jua-lah, kali ini saya mengalami nasib naas yang hampir mirip saya alami di toko kaset sebelumnya.<br />
Begitu masuk,disambut ramah oleh pramuniaganya. Dan&#8230; yak, tepat sekali.. Dia mulai &#8216;menemani&#8217; saya (atas inisiatifnya sendiri) berkeliling melihat2 koleksi pakaian mereka. Sumpah, disini saya mulai &#8216;mendidih&#8217; dan terganggu sekali dengan aksinya itu. Pertanyaan pertama,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Nyari apa, kak?&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">saya balas dengan senyuman saja. Beberapa menit kemudian, muncul pertanyaan kedua,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Ada yang bisa dibantu, kak? &#8220;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya balas dengan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Nanti aja kalo saya butuh, saya panggil mbak ya&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang beriman harusnya tau ya, kala itu sama saja artinya dengan <span style="color:#993366;"><em><strong>&#8220;Nggak! Sana lu pergi, gue ga butuh lu temenin. Ngganggu!!&#8221;</strong></em></span>. Eh, beberapa menit kemudian, kok ya dia kembali tanya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;<span style="color:#993366;">Nyari model yang kayak gimana, kak??&#8221;.</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Disinilah kesabaran saya habis, dan keluarlah kata-kata mutiara itu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><strong>&#8220;NGGAK ADA. CUMAN LIAT2 AJA. NGGAK BOLEH?!?!&#8221;</strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>JEDHUERRRRRRRRR!!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Mas ganteng murka! Dan seketika itu dengan tatapan judes, saya keluar dari toko itu dan entah kapan saya akan berani lagi masuk kesana&#8230; Hehehe&#8230;<br />
<strong><em>I mean, come on! What&#8217;s up with the attitude? </em></strong>Apakah memang mereka di-training seperti itu? Apakah itu yang diperintahkan oleh manager mereka, untuk selalu bersikap &#8216;sangat ramah&#8217; kepada customer? Tidakkah mereka diberi pelatihan, bagaimana mereka bisa membaca situasi dan &#8216;keadaan&#8217; customer mereka. Kapan saat customer butuh untuk ditemani, kapan tidak. Okay, customer katanya adalah raja. Dan tugas para pramuniaga adalah memberikan servis dan pelayanan yang baik pada customer. Tapi apa harus segitunya treatment-nya??</p>
<p>Dulu sekali, saya pernah masuk ke sebuah club yang baru buka di Jogja. Club ini punya slogan <strong>&#8220;Tempat Dugem seDugem2nya&#8221;</strong>. Saya plesetin dikit. Dikitttttt&#8230;. banget. Hehehehe. Jujur saya masuk kesana cuman pengen tau aja seperti apa tempatnya. Namanya juga tempat baru. Sampai disana, saya disambut (tentu saja) oleh seorang waiter yang ramahnya minta ampun. Malah jadi terkesan <strong>over acting.</strong><br />
Ketika tiba sesi order minuman, saya memilih minuman yang &#8216;aman&#8217;. Kalo nggak salah deretan minuman berupa juice, lah. Yang non alcohol. Selain non alcohol, harganya juga cukup masuk akal buat saya. Hehehe. Eh, begitu saya menyebutkan jenis minuman yang saya pesan, si waiter itu kok ya bisa2nya bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Yaah.. Boss! Kok yang itu sih. Yang ini aja bosss&#8230;.&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>sambil kemudian menyebutkan nama2 minuman yang terdengar asing buat saya. Dan biasanya nih, kalo nama minuman itu sudah susah dibaca apalagi diucapkan, pasti mengandung alcohol. Hehehe. Ya sudah pasti saya tolak dong! Tapi si waiter ini pantang menyerah, terus-menerus membombardir saya dengan banyak sekali nama jenis minuman (selain yang sudah saya pesan tadi), sambil menjelaskan &#8216;isi&#8217; dari campuran minuman2 tersebut.</p>
<p><em>Again, what&#8217;s up with the attitude???</em><br />
Dengan nada tinggi, saya bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;<strong>Mas! Saya nggak minum alcohol. Dan di menu ini yang non alcohol cuman ada itu! Boleh kan saya pesen itu???!!!&#8221;</strong></em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
Si waiter kaget, dan tersenyum kecut sambil mengangguk dan kemudian berlalu. Gila ya, ini gimana sih model trainingnya kok bisa2nya kaya gitu kelakuannya. Saya tau banget, kalau di tempat2 gitu sebisa mungkin tamu2 yang dateng memang spend money sebanyak2nya. Wong di salah satu club di Jogja aja ada WALL OF FAME yang isinya adalah tanda tangan tamu2 yang dianggap paling tinggi menghabiskan duit mereka untuk sebuah minuman. Sinting!<br />
Makanya mungkin aja karena saya cuman pesen minuman ringan doang, si waiternya &#8216;tergugah&#8217; memancing saya untuk memesan minuman yang lebih mahal lagi. <strong><em></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><strong><em>&#8220;Heh, Mas! Di dompet saya ini ada duit 2 juta. Kalo saya mau, saya bisa aja buka botol sampe berapa biji, kek. Tapi wong saya emang nggak minum alcohol, kamu mau apa???&#8221;. </em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hampir aja saya judesin gitu si waiternya. Tapi nggak jadi. Karena saya masih cukup sabar waktu itu. Dan karena waktu itu saya cuman bawa duit 100 ribu doang di dompet. Hehehe.</p>
<p>Hhhh&#8230;.<br />
Saya nggak tau. Apa ini memang mereka-nya yang terlalu ramah, atau sayanya aja yang terlalu judes&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/171/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/171/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=171&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/02/01/awas-anjing-galak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>From This Moment On</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/31/from-this-moment-on/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/31/from-this-moment-on/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 09:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Romansa]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/31/from-this-moment-on/</guid>
		<description><![CDATA[2 hari terakhir ini ini saya sedang mati-matian menghafalkan lagu Lost Without You-nya Robin Thicke. Dan 2 harian mencoba menghafal, baru bagian reff-nya yang nyantol di kepala. Sisanya, nggak tau nyantol dimana. Padahal, personally, saya cinta sekali dengan lagu seksi ini. Tapi entah kenapa kok ya susah sekali menghafalkan liriknya. Mungkin karena udah lebih dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=170&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">2 hari terakhir ini ini saya sedang mati-matian menghafalkan lagu <strong>Lost Without You</strong>-nya <strong>Robin Thicke</strong>. Dan 2 harian mencoba menghafal, baru bagian reff-nya yang nyantol di kepala. Sisanya, nggak tau nyantol dimana. Padahal, <em>personally,</em> saya cinta sekali dengan lagu seksi ini. Tapi entah kenapa kok ya susah sekali menghafalkan liriknya. Mungkin karena udah lebih dari 3 tahun saya nggak pernah menghafalkan lagu seperti dulu jamannya masih nge-band, jadinya otaknya jadi lamban banget. <em>&#8220;Software-nya agak2 lelet&#8221;</em> kalau menirukan Julia Perez menganalogikan otaknya dengan istilah komputer. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>One of my good friend, </em><strong>Reva </strong><em>is getting married. And she asked me to sing this Robin Thicke&#8217;s in her wedding reception.</em> Buat saya, diminta secara personal untukbernyanyi di pernikahan adalah sebuah kehormatan. Apalagi kalau lagu yang di-request adalah lagu yang (mungkin) memiliki arti yang dalam untuk sang mempelai. Jadi, mati-matianlah saya mencoba untuk belajar lagu yang lumayan susah dinyanyikan ini. <em>But I&#8217;m so excited. Excited </em>karena udah lama nggak tampil di depan umum (ampun! Akut sekali kadar banci tampil saya ini..), dan excited karena dengan bernyanyi di pesta pernikahannya, secara sepihak saya anggap saya sudah memberikan hadiah yang spesial bagi teman saya itu, sehingga saya terbebas dari keharusan memberikan hadiah berupa barang atau sumbangan uang buat dia! Hahahaha.. Pelit!</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika suatu malam, Nona Reva ini mengantarkan undangan dan me-request lagu itu, kami sempat berbincang-bincang tentang banyak hal. Termasuk &#8216;keterkejutan&#8217; saya akan pernikahannya ini yang serba terkesan tiba-tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kok tau-tau married&#8230;&#8230;?&#8221;,</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-170"></span></p>
<p style="text-align:justify;">tanya saya dengan pandangan menyelidik ala reporter gossip. Hehehe. Ya mungkin karena lama nggak ketemu, dan beberapa kali ketemu, beberapa kali nona ini curhat tentang kisah cintanya. Dan isinya biasanya yang tentang berantem2 gitu, lah. Hehehe. Makanya saya agak surprise kalau kisah cinta yang saya kira hanya akan seumuran jagung itu ternyata sampai juga di ujungnya : pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Tapi kamu bahagia buat aku kan, Mas&#8230;?&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Nah lo, agak kaget juga saya ditodong pertanyaan itu. Mungkin Reva agak-agak kepikiran dengan pengakuan jujur saya yang bilang, kalau sebelumnya saya perkirakan hubungan percintaannya itu paling2 akan berakhir di tengah jalan. Sehingga dia mengira saya tidak suka (dan bahagia) dengan pernikahannya itu. Hahaha. Seumur-umur, saya nggak pernah membenci yang namanya pernikahan. Gimana mau benci, ngerasain juga belom pernah!</p>
<p style="text-align:justify;">Buat saya, <strong>pernikahan itu sebuah keajaiban</strong>, sebuah hal yang luar biasa yang betul-betul bisa terjadi karena ada campur tangan Tuhan. Dan untuk mencapainya, butuh rentang waktu dan proses yang pastinya panjang dan melelahkan. Panjang karena entah harus berapa kali kita melewatkan waktu dengan orang yang salah, sampai akhirnya menemukan <em><strong>the right one.</strong></em> Melelahkan karena butuh yang namanya keberanian. Keberanian untuk berkomitmen, keberanian untuk setia, keberanian untuk berkorban demi kebahagiaan yang lain, dan keberanian untuk menerima seutuhnya kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Wow.. membayangkannya aja saya masih gemeteran. Hehehe. Sehingga ketika ada suatu titik, dimana 2 manusia memutuskan dengan yakin bahwa mereka &#8216;berani&#8217;, maka itu adalah sebuah sebuah anugerah yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">That&#8217;s why saya selalu ikut bahagia kalau orang-orang yang saya kenal memutuskan untuk menikah. Bahkan meskipun saya yang ditinggalkan untuk menikah. Hahahaha. Saya tetep bahagia. Beberapa kali &#8216;mantan&#8217; saya mengundang saya untuk menghadiri pesta pernikahannya. Yang ribet menghadapi hal ini malah teman-teman saya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Yakin lo mau dateng?&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lho, kenapa enggak?</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Nggak sakit hati?&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ya nggaklah. <em><strong>I&#8217;m happy for her for sure</strong></em>. Karena udah berhasil nemuin orang yang selama ini dicari. <em>That&#8217;s good. That&#8217;s a gift. That&#8217;s a blessing</em>. Nggak adalah sakit hati-sakit hatian. Karena intinya tetep satu, saya kagum, amazed melihat mereka yang sudah berhasil menemukan their significant others. Saya kagum pada keberhasilan mereka. Sesuatu yang sampai saat ini belum berhasil saya dapatkan masih terus saya perjuangkan. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Nggak kehitung berapa kali saya berkaca-kaca ketika menghadiri sebuah resepsi pernikahan orang dekat saya. Melihat dia bersanding di pelaminan, melihatnya tersenyum bahagia&#8230; (luar bisa dangdut sekali ya bahasa saya). Karena disitu saya seperti <em>reminiscing</em>, mengenang kembali jaman2 dulu si mempelai sebelum menikah. Jaman kita nakal bareng, gokil2an bareng, berantem2.. Eh, sekarang dia udah akan segera menjadi seorang suami/istri, seorang ibu/ayah. <em>Isn&#8217;t it amazing? </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></em>Saya ingat, beberapa bulan lalau saya menjadi MC sebuah wedding. Ada sesi dimana di <em>giant screen</em> diperlihatkan video foto-foto kedua mempelai, mulai dari keduanya masih bayi, hingga dewasa, dan hingga keduanya bertemu. Mulai dari didampingi oleh kedua orang tua mereka ketika mereka masih kecil, hingga kini saatnya mereka harus &#8216;melepaskan&#8217; diri, dan kelak menjadi orangtua baru bagi anak-anaknya.<br />
Diiringin dengan latar lagu <strong>I Believe in You</strong>-nya<strong> Il Divo &amp; Celine Dion</strong>, saya bisa ngerasain kalau kaki saya mulai bergetar. Semakin lama semakin kencang, dan&#8230; <em>oh no&#8230; here we go&#8230;&#8230; here comes the tears in my eyes&#8230;. ! Hehehe&#8230; Sorry, I couldn&#8217;t help it!</em> Sampai partner nge-MC saya yang panik ngeliat sebelahnya nangis Bombay tanpa sebab. Saya aja bingung kenapa kok ya bisa seperti itu. Ketika saya ceritakan hal ini pada salah serang teman saya, dia malah langsung memberikan analisa,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Loe udah pengen kawin kali!&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">What?? Saya bahkan nggak mikirin itu sama sekali ketika melihat video pernikahan itu.<br />
Mungkin hanya karena perasaan takjub tadi aja. Takjub karena 2 manusia yang tidak saling mengenal, akhirnya bisa dipertemukan. Teman saya kembali menganalisa,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ooo.. ya mungkin bukan karena udah pengen kawin. Tapi udah pengen pacaran, kali!&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">What?? Saya juga ga mikirin itu sama sekali waktu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Oo&#8230; ya berarti emang dasarnya loe aja yang emang cengeng!&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Teman saya itu akhirnya nggak tahan juga.<br />
Jadi Reva, nggak ada alasan kenapa saya nggak bahagia dengan pernikahan kamu.. Hehehe..<br />
And it&#8217;s an honor to be a part of your wedding. Congratulations, sweetie. Congratulations for a wonderful journey you&#8217;re about to begin. It won&#8217;t be easy. But you&#8217;ll have a hand to hold. Arms to be reached.<br />
Just enjoy the ride. God&#8217;s speed&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;"><br />
</span><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6afvC5IvWI/AAAAAAAAAXc/iwUfGV_bl4M/s1600-h/02022008417.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:177px;height:236px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6afvC5IvWI/AAAAAAAAAXc/iwUfGV_bl4M/s320/02022008417.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:85%;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">&#8230;.buat Reva &amp; Iwan who have found each other&#8230; </span></span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=170&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/31/from-this-moment-on/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6afvC5IvWI/AAAAAAAAAXc/iwUfGV_bl4M/s320/02022008417.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Please Don&#8217;t Ask Me</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/please-dont-ask-me/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/please-dont-ask-me/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 09:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/please-dont-ask-me/</guid>
		<description><![CDATA[PLEASE DON&#8217;]T ASK ME &#8211; John Farnham (click here) Please don&#8217;t ask me what am I thinking, It&#8217;s about you.. And please don&#8217;t ask me, I never can see you What can I do? My first impulse is to run to your side, My heart&#8217;s not free, and so I must hide Please don&#8217;t ask [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=169&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="text-decoration:underline;"><strong>PLEASE DON&#8217;]T ASK ME &#8211; <em>John Farnham <a href="http://www.youtube.com/watch?v=87bkppiFGTU">(</a></em></strong></span><a href="http://www.youtube.com/watch?v=87bkppiFGTU"><strong><em>click here)</em></strong></a><br />
Please don&#8217;t ask me what am I thinking,<br />
It&#8217;s about you..<br />
And please don&#8217;t ask me, I never can see you<br />
What can I do?<br />
My first impulse is to run to your side,<br />
My heart&#8217;s not free, and so I must hide<br />
Please don&#8217;t ask me what I&#8217;m gonna say to you..</p>
<p>I toss and turn, can&#8217;t sleep at night,<br />
It&#8217;s worrying me..<br />
I go to bed, turn out the light,<br />
But your face I see..</p>
<p>It only hurts the more I pretend<br />
That we could ever be more than friends<br />
Please don&#8217;t ask me why I&#8217;m so in love with you..</p>
<p>You could easily make me happy<br />
That I know..<br />
But I try my best to never tell you so<br />
I will sing to you my love songs, and pretend<br />
But I&#8217;ll keep my secrets right down to the end..</p>
<p>Please don&#8217;t ask me<br />
Why I&#8217;m not talking, I just can&#8217;t explain<br />
And please don&#8217;t ask me<br />
Why I go walking out in the rain<br />
I could not live the lie<br />
It would take<br />
To have you near would be a mistake<br />
Please don&#8217;t ask me<br />
Why I&#8217;m still in love with you</p>
<p>No please don&#8217;t ask me&#8230;.</p></blockquote>
<p><em>Someone gave this song for me 9 years ago. Now I give it to someone else&#8230;</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/169/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/169/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=169&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/please-dont-ask-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>End of The Road</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/end-of-the-road/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/end-of-the-road/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 07:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/end-of-the-road/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam saya dapat SMS dari seorang teman. Singkat. Dia tanya, &#8220;Kok nggak nulis tentang Pak Harto?&#8221; Bukannya enggak. Belum aja. Saya belum bisa nemuin &#8216;hasrat&#8217; (euleuh2&#8230;) buat nulis tentang hal ini. Karena jujur, saya sama sekali nggak suka menulis sesuatu yang bertemakan &#8216;kematian&#8217; atau kehilangan. Well, semua orang juga males pastinya. Karena memang bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=168&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadi malam saya dapat SMS dari seorang teman. Singkat. Dia tanya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kok nggak nulis tentang Pak Harto?&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukannya enggak. Belum aja. Saya belum bisa nemuin &#8216;hasrat&#8217; (euleuh2&#8230;) buat nulis tentang hal ini. Karena jujur, saya sama sekali nggak suka menulis sesuatu yang bertemakan &#8216;kematian&#8217; atau kehilangan. Well, semua orang juga males pastinya. Karena memang bukan sebuah moment yang indah untuk ditulis. Alhamdulillah selama hampir setahun ini nulis blog-seingat saya, saya belum pernah menulis tentang &#8216;kehilangan&#8217; ini. Paling-paling yang pernah ditulis adalah tentang kehilangan handphone atau kehilangan tambatan hati&#8230; Auuuuuuuuuuu&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga akhirnya berita kepergian Eyang Soeharto ini datang hari <strong>Minggu 27 Januari </strong>kemarin. Panik. Lumayan panik mendengar berita ini. <em>&#8220;Kok panik sih, Dek?? Sedih dong.. Kok malah panik&#8230;&#8221;.</em> Ya gimana enggak. Beliau pergi sekitar jam 13.10, sedangkan saya baru taunya setelah jam 2 siang. Itupun karena dikasih tau teman saya <strong>Mr.G</strong>. Kebetulan saat itu kami sedang bernyanyi-nyanyi di <strong>Karaoke Happy Puppy</strong>. Ya ya ya.. kurang kerjaan sekali memang kami ini, siang2 buolongnya kaya gitu kok ya kepikiran buat berkaraoke. Jadi ya secara di ruangan itu cuman ada satu TV dan digunakan sebagai sarana bernyanyi dan bukan buat nonton siaran berita (tentu saja!), jadi kami benar-benar tidak update tentang berita apapun. Jadilah kami mungkin termasuk yang terlambat mengetahui kabar itu.<span id="more-168"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Itu belum menjelaskan kenapa saya panik, ya? Hehehe. Baiklah. Saya panik, karena sebagai orang yang kerja di industri media, persistiwa kepergian Eyang Soeharto ini termasuk peristiwa yang <strong>amat sangat dinantikan</strong>. Agak kurangajar kedengerannya memang. Tapi sumpah deh, memang kurang lebih begitulah kenyataannya. Ketika ada kabar Eyang kondisinya kritis, seluruh berita di TV dan Koran sibuk memberitakan. Itu masih wajar ya. Tapi ketika kemudian mereka seperti sudah kehabisan ide dan bahan untuk diberitakan, muncullah kemudian prediksi-prediksi &#8216;kapan tepatnya Eyang akan segera wafat&#8217;. Sungguh bikin saya agak-agak ngelus dada.</p>
<p style="text-align:justify;">Meninggal/kematian adalah sebuah kemungkinan yang pasti dimiliki oleh setiap orang. Jangankan yang sedang sakit parah. Yang sehat-segar-bugar aja bisa tiba-tiba &#8216;selesai&#8217; tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya. Dan itu murni kerjaanya yang Diatas yang tahu kapan datangnya. Nah ini kok ya orang bisa bikin prediksi sendiri. Sinting.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mau nggak mau, ini memang peristiwa yang besar. <strong>&#8220;Kemungkinan wafatnya seorang mantan kepala negara&#8221;</strong> memang bukan peristiwa kematian biasa. Sehingga wajar kalau kemudian pihak-pihak yang berkepentingan sibuk mempersiapkan berbagai skenario bagaimana seandainya kepergian Eyang ini terjadi <em>any time soon.</em> Terutama yang amat luar biasa ribet adalah untuk prosesi pemakaman. Karena sekali lagi, melibatkan banyak sekali pihak. Mulai dari pihak keluarga (keluarga pun skalanya besar sekali!), Pemerintah, Kepolisian dan.. yaaa.. banyak lah. Namanya juga peristiwa Nasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Termasuk di jaringan radio tempat saya bekerja. Kami sudah siap sedia meng-agendakan apa-apa saja yang harus dilakukan seandainya beliau meninggal dunia. Mulai dari merubah playlist lagu, menyesuaikan contents program, sampai mempersiapkan reportase langsung bagi seluruh unit. Makanya, saya panik karena saya termasuk telat mengetahui Eyang meninggal dunia! Bener aja. Ketika liat di HP, udah sejuta missed call dan SMS tertera disana! Program Director yang teladan sekali ya. Bukannya stand by 24 jam buat update info, malah sibuk karaokean. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenerrya, beberapa hari sebelumnya-pun, saya juga sempat lumayan ikut merasakan ribetnya persiapan meninggalnya <em>this Smiling General</em> ini. . Nggak ribet-ribet amat sih. Tapi lumayanlah. Jadi, sebagai persiapan menyambut meninggalnya Eyang (duh, saya kok benci sekali dengan istilah ini!), hari Kamis 24 Januari lalu saya mengantarkan tim reporter berdarmawisata (hehe) menelusuri rute2 yang kemungkinan besar dilewati iring-iringan mobil jenazah seandainya Eyang wafat. Di tangan reporter saya bahkan udah siap 4 lembar kertas yang berisi berbagai kemungkinan rute yang diambil yang didapatnya dari pihak Kepolisian. Namanya juga belom kejadian, jadi masih sebatas kemungkinan. Tapi kita tetap mencoba seperti sedang &#8216;gladi bersih&#8217; seolah2 peristiwa itu sedang terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi tujuan kami waktu itu adalah ke lokasi pemakaman Astana Giribangun di Karanganyar. Wah, jauhnya minta ampun. Seperti sedang darmawisata ke Puncak. Hehehe. Jalannya menanjak dan belok-belok ga karuan. Dan ketika semakin mendekati lokasi pemakaman, ternyata disana sudah standy by mobil-mobil bertuliskan nama TV-TV swasta lengkap dengan antena2nya yang segede2 bagong. See, ternyata seluruh media sudah siap sedia menanti &#8216;kapan Eyang akan pergi&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6AovS5IvUI/AAAAAAAAAXI/9eoDOQTcVn0/s1600-h/DSC_0364edit.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6AovS5IvUI/AAAAAAAAAXI/9eoDOQTcVn0/s320/DSC_0364edit.jpg" border="0" alt="" width="190" height="276" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sempat foto2 (pastinya) di depan pintu masuk pemakaman (jadi maaf kalo ekspresinya terlihat ceria, karena waktu itu memang belum dalam keadaan duka cita ya!), ngobrol2 dengan petugas penjaga lokasi, bahkan sempat juga ngobrol dengan salah seorang kru sebuah stasiun TV yang terlihat sangat kucel penampilannya. Belakangan saya baru maklum kenapa dia terlihat suntuk dan kucel, karena dia sudah 12 hari stay di lokasi <strong>Astana Giribangun</strong>, sendirian! Dan selama itu pulalah dia tidur di mobil Trailer TV itu. Edan. Bisa dimaklumi ya, kalo kemudian dia bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Nggak tau nih! Nggak meninggal-meninggal orangnya&#8230;&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya nggak tau. Apakah apa yang diungkapkannya itu mewakili semua wartawan yang bertugas meliput disana. Karena seperti yang sudah saya tulis diatas barusan, menunggu wafatnya seseorang memang tidak se-exciting menunggu datangnya kereta api di stasiun. Udah terjadwal. Dan sudah pasti walaupun kadang ada delay. Jadi bisa dipastikan, semakin lama Eyang hidup, semakin lama pula mereka harus tinggal di tempat itu. Jauh dari mana2. Jadi ya gitu,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Duh.. buruan deh! Biar cepet selesai, biar gue bisa cepetan balik ngerjain yang lainnya..&#8221;.</em></span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kekesalan yang bisa dimengerti, tapi juga bikin miris hati. Miris, karena mari kita jujur sebentar. Siapa sih yang pengen ngerasa &#8216;tidak diinginkan&#8217; seperti itu? Kalo kita sakit, pastinya pengen banget di&#8217;doain supaya cepet sembuh, bukan cepet mati! <em>*knock on wood*</em>. Segitu bencinya kah kita sama orang itu sampai kita pengen dia cepet-cepet pergi? Nggak ada yang salah dengan mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi, walau juga terkesan akan berlebihan. Wong orangnya mati aja belom, kok udah bikin macem2. Pamali, kalo kata orang Sunda bilang. Saru, kalo kata orang Jawa. Tapi ya gimana. Ini kan <em>special case.</em> Mantan Presiden. Tapi ketika sampai ada yang berkomentar berharap semoga Eyang segera meninggal, baik itu diungkapkan secara apa adanya maupun yang berbungkus kalimat-kalimat indah, menurut saya tetap saja itu sangat <em>inappropriate</em>. Pamali. Dan Saru&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai kemudian, saat yang &#8216;dinantikan&#8217; itupun terjadi. Eyang meninggal dunia. Apakah saya sedih? Tentu. Saya memang nggak kenal dengan beliau. Ketemu juga belom pernah. Saya tidak tau detail apa kesalahan2 yang diperbuatnya selama menjabat, sama juga halnya saya tidak tau detail apa saja jasa2nya. Saya tidak melihat kesana. Saya tidak melihat dia sebagai mantan Presiden atau kepala negara atau apapun itulah jabatannya. Saya hanya melihat dia sebagai manusia. Sebagai sosok orang tua. Sosok yang harus dihargai dan dihormati. Itu saja. Saya memang suka terlalu sok melankolis melihat orangtua2 yang hidupnya &#8216;menderita&#8217;. Makanya Pas Mbak Tutut bilang ,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Bapak&#8230; selamat jalan&#8230;.&#8221;,</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">jebol juga airmata saya. Hehehe. Tapi saya kok yakin, kalau bahkan orang-orang yang membencinya pun ikut merasakan sedih. Termasuk orang-orang yang &#8216;menanti2kan&#8217; kematiannya itu tadi. Setidaknya, saya hanya tersenyum kecut ketika di perjalanan pulang dari terminal menuju kos , supir taksi yang saya naiki (taksinya, maksudnya. bukan supirnya. hehehe) bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Sedih ya, mas liat pemakamannya Pak Harto tadi di TV. Saya agak2 gimana, gitu. Dulu saya benci banget liat dia. Sampe ikut ngotot pengen dia lengser. Njelek2in. Tapi pas tadi liat dimakamin, saya ikut nangis juga&#8230;.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya jadi ingat kembali, kenapa saya sangat suka dengan ending film <strong>Saving Private Ryan</strong>. Sebuah ending yang emosional sekali, ketika kapten <strong>James Ryan</strong> tua berdiri di hadapan makam tentara2 yang dulu menyelamatkan hidupnya. Dengan gemetar, dia bertanya pada istrinya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><strong> Old James Ryan</strong>: Tell me I have led a good life.<br />
R<strong>yan&#8217;s Wife</strong>: What?<br />
<strong> Old James Ryan</strong>: Tell me I&#8217;m a good man.<br />
<strong> Ryan&#8217;s Wife</strong>: You *are*.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yah&#8230;., berarti sekarang kan tinggal gimana caranya kita ngejalanin hidup kita yang nggak tau bakalan sampe kapan ini, dengan sebaik2nya. Terserah gimana caranya. Tapi yang pasti, pengennya sih paling enggak besok kalau kita mati, banyak orang yang merasakan kehilangan dan menangisi kepergian kita&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/168/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/168/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=168&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/30/end-of-the-road/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R6AovS5IvUI/AAAAAAAAAXI/9eoDOQTcVn0/s320/DSC_0364edit.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stop Piracy (?) part II</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/26/stop-piracy-part-ii/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/26/stop-piracy-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 12:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/26/stop-piracy-part-ii/</guid>
		<description><![CDATA[In case Anda termasuk yang masih &#8216;keukeuh&#8217; mengoleksi DVD bajakan (seperti saya), ini saya tampilkan kembali (hehehe&#8230;. &#8220;Kita tampilkannnn&#8230;..!) sebuah tips yang cukup berbobot dari rekan saya yang bernama Nona Ririen tentang seluk-beluk DVD bajakan. Dari detailnya tips yang dia berikan, saya yakin kalau dia termasuk seorang pembeli DVD bajakan yang sudah lebih senior dibandingkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=167&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">In case Anda termasuk yang masih &#8216;keukeuh&#8217; mengoleksi DVD bajakan (seperti saya), ini saya tampilkan kembali (hehehe&#8230;. <em>&#8220;Kita tampilkannnn&#8230;..!</em>) sebuah tips yang cukup berbobot dari rekan saya yang bernama <strong>Nona Ririen </strong>tentang seluk-beluk DVD bajakan. Dari detailnya tips yang dia berikan, saya yakin kalau dia termasuk seorang pembeli DVD bajakan yang sudah lebih senior dibandingkan saya, dan termasuk tipe pembeli rewel yang disebelin sama mbak2 penjualnya&#8230;</p>
<p>Selamat mencoba!</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">Beberapa fakta soal DVD bajakan <em>*terutama yang di jalan mataram*</em><br />
1. dulu mereka mengijinkan dicoba, tapi setelah menerima banyak pembeli yang ribet macam saya, tv mereka sempet ngilang secara gaib dan tidak pernah ada lagi sesi &#8216;fitting&#8217; dvd.</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">
2. walopun tidak ada lagi feature boleh fitting, anda bisa bertanya sama penjualnya <em>*semua yang jaga tau*</em>. tanyalah apakah dvd ini udah bagus atau masih ngerekam dari bioskop. biasanya dvd bajakan yang release nya udah anda baca di amazon atau udah nongol di iklan myspace, dvd bajakan yang dijual SUDAH bergambar dan bersuara bagus. istilah kerennya KW1 laaa&#8230;</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">
3. pinjem di rental pun sebenarnya haram. karena percaya atau tidak mereka pun meminjamkan dvd atau vcd bajakan. istilah yang digunakan adalah copy ori. istilahnya sangar, tapi artinya busuk. mereka tetep aja cari dvd KW1 di glodog atau tempat yang lebih jauh, pokoknya harus lebih cepat dari mataram, terus mengkopi banyak dan menyewakannya. sama saja haramnya, bukan?</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">
4. kenapa subtitle sering kecampur bahasa inggris dan malesai? karena transtool yang di pake di Malesia juga sofwer palsu, jadi kemampuan mentranslate pun agak diragukan. jangan terlalu mikir mereka rajin melakukan transkrip dan translet. sama aja. palsu.</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">
5. tumben kamu nonton cillian murphy? biasanya anda tidak suka siapa pun yang saya suka hohohoho.</p>
<p style="text-align:left;padding-left:30px;">
6. kapan saya dipinjemi dvd-nya?<br />
<em> *ini lebih parah daripada meminjam dvd bajakan dari rental, ataupun membelinya.*<br />
</em><br />
eh ya&#8230;<br />
salah siapa kalo siaran bilang no piracy. cuek aja&#8230; jangan komen apa pun, jadi kalo ketemu orang <em>*yang tau kau adalah seorang yang bekerja di radio*</em> kamu tdk akan punya beban menjawab kenapa beli bajakan. wong yang ketemu situ juga beli bajakan, padahal udah banyak dibilangin mtv: stop piracy&#8230;!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=167&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/26/stop-piracy-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Two Princess</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/25/two-princess/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/25/two-princess/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 02:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/25/two-princess/</guid>
		<description><![CDATA[Yakk!!! Salah satu kebodohan abad ini yang terjadi di jagad industri hiburan di Indonesia adalah : Dewi Persik dan Saipul Jamil. Saiful apa Saipul, ya? Atau Saeful?? Ah, ya pokoknya itu lah. Berita pernikahan, ribut-ribut, pisah, rujuk, ribut-ribut lagi, sampai akhirnya pisah lagi. Dan hebatnya, dalam hampir setiap kesempatan wawancara, di akhir wawancara mereka selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=166&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;">Yakk!!!</h3>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Salah satu kebodohan abad ini yang terjadi di jagad industri hiburan di Indonesia adalah : <strong>Dewi Persik</strong> dan <strong>Saipul Jamil</strong>. Saiful apa Saipul, ya? Atau Saeful?? Ah, ya pokoknya itu lah. Berita pernikahan, ribut-ribut, pisah, rujuk, ribut-ribut lagi, sampai akhirnya pisah lagi. Dan hebatnya, dalam hampir setiap kesempatan wawancara, di akhir wawancara mereka selalu memiliki lagu2 yang berbeda-beda untuk dinyanyikan, yang (menurut mereka) bisa mewakili perasaan mereka, dan (masih menurut mereka lagi) orang-orang akan sangat menikmati alunan suara mereka itu. Bodoh sekali&#8230;. Dan bodohnya, kok ya saya tetep mau2nya mengikuti kisah mereka ini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Ok.. what&#8217;s next?&#8221;</strong><br />
Itu yang selalu saya ucapin setiap kali ada berita tentang Mas Ipul dan Mbak Dewi ini. Kebodohan apalagi yang akan mereka berikan pada kita kali ini. Seperti ketika kemarin, tanpa persiapan sama sekali, saya harus ternganga (yak.. itu istilah yang sangat tepat! Dimana kening saya berkerut, mata agak2 melotot, dan mulut terbuka amat lebar) ketika menyaksikan sebuah infotainment yang meliput kegiatan Mas Ipul ini di sebuah pantai, dimana dia melakukan aksi membuang celana dalamnya ke laut untuk membuang sial!<span id="more-166"></span></p>
<p style="text-align:justify;">FOR GOD&#8217;S SAKE! Sumpah, saya guling2 ga karuan di kasur saya ngeliat liputan ini. Luar biasa bodoh! Apa2an, ya Mas?? Kamu kok agak bodoh sekali melakukan ritual semacam itu? Bukannya sebelum2nya kamu bilang kalau kamu sangat menjunjung tinggi nilai2 agama sehingga kau pun memilih menceraikan istri yang dianggap tidak bisa menghargai suami. Lah, kelakuanmu kok malah memperlihatkan kalau kamu sama sekali tidak menghargai dirimu sendiri. Hari gini kok masih percaya begituan lho. Kau mungkin membuang sial. Tapi sungguh sial! Kenapa malah jadi saya yang ketimpa sial gini sih.. ngeliat si mas ini buang2 celana dalamnya!</p>
<p style="text-align:justify;">Eeehh.. kok besoknya gantian mantan bini-nya yang bikin berita lagi. Jadi ceritanya setelah tampil di sebuah TV swasta, mbak Dewi ini seperti biasa diikutin dan dikerubutin oleh para wartawan. Mungkin para wartawan itu sama penasarannya sama saya, pengen tau kebodohan apa lagi yang akan dilakukan olehnya. Tapi kali ini, ternyata saya harus kecewa. <strong>Karena justru saat itu mbak Dewi melakukan hal yang amat cerdas</strong>. Ketika ada aksi kurangajar dari salah seorang fansnya yang &#8216;mencolek&#8217; bagian atas (sori) dadanya, dengan refleks mbak Dewi langsung memberikan bogem mentah (bogem emang ada yang mateng, ya?) kepada laki2 itu. <em>And you know what</em>, ketika Dewi membogem laki2 itu, di tayangan itu terdengar sebuah efek suara yang luar biasa keras (yang tentu saja ditambahkan sendiri oleh editor infotainment itu) :</p>
<h3 style="text-align:justify;">BUKKKKK!!!!!</h3>
<p style="text-align:justify;">Again, saya ngakak sampai terguling2 di kasur. Sori2, saya bukannya mau mentertawakan aksi pelecehan seksual yang menimpamu, Wi. Tapi murni karena ada efek suara yang kenceng itu saja. I&#8217;m so sorry for you. Really. Tapi, tetap saja harus jujur saya akui, saya amat sangat terhibur oleh peristiwa ini. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5lWcS5IvSI/AAAAAAAAAW4/FTUQrAEr1L4/s1600-h/dewi_persik_digerayangi-20080124-010-wawan.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:138px;height:138px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5lWcS5IvSI/AAAAAAAAAW4/FTUQrAEr1L4/s320/dewi_persik_digerayangi-20080124-010-wawan.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Oh Dewi&#8230; Ipul&#8230; you were soo&#8230; meant to each other!</em><br />
Mari kita tunggu aksi panggung mereka berikutnya&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5lWcS5IvSI/AAAAAAAAAW4/FTUQrAEr1L4/s1600-h/dewi_persik_digerayangi-20080124-010-wawan.jpg"><br />
</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=166&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/25/two-princess/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5lWcS5IvSI/AAAAAAAAAW4/FTUQrAEr1L4/s320/dewi_persik_digerayangi-20080124-010-wawan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stop Piracy (?)</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/22/stop-piracy/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/22/stop-piracy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 09:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/22/stop-piracy/</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ceritanya, kemaren sore sepulang kantor saya sempatkan diri buat beli DVD di daerah Jalan Mataram. Ya ya.. ini memang pusatnya CD dan DVD bajakan terlengkap di Jogja. Jadi next time kalau ada temen yang liburan ke Jogja, jangan lupa sertakan Jalan Mataram sebagai the next destination setelah Prambanan dan Museum Ullen Sentalu, ya! Hehehe. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=165&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jadi ceritanya,<br />
kemaren sore sepulang kantor saya sempatkan diri buat beli DVD di daerah Jalan Mataram. Ya ya.. ini memang pusatnya CD dan DVD bajakan terlengkap di Jogja. Jadi <em>next time</em> kalau ada temen yang liburan ke Jogja, jangan lupa sertakan Jalan Mataram sebagai <strong><em>the next destination</em></strong> setelah <strong>Prambanan</strong> dan <strong>Museum Ullen Sentalu</strong>, ya! Hehehe. Ya ya ya, saya tahu sekali dan sadar sesadar-sadarnya kalau membeli barang bajakan bukanlah sebuah perbuatan yang terpuji. Tapi gimana ya. Dimana lagi saya bisa mendapatkan film-film bagus yang tidak dirilis di Indonesia? Seperti <strong>The Waitress</strong>-nya Keri Russell atau <strong>The Wind That Shakes The Barley</strong>-nya Cillian Murphy, misalnya. Emang sih, kalo mau usaha, saya bisa aja beli lewat internet. Tapi kok kayanya males juga, lha wong di deket kantor aja ada yang jual, ngapain mesti jauh2 ke Amerika?? Hehehe..</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, kemarin saya membeli DVD <strong>Atonement</strong>. Penasaran aja sih, kaya apa film yang disebut2 punya peluang besar jadi film terbaik di ajang Oscar besok. Biasanya walau setiap pembeli diperbolehkan untuk mencoba DVD-DVD yang dibelinya terlebih dahulu sebelum membeli, saya lebih memilih untuk langsung membayarnya. Jarang sekali saya mencobanya terlebih dulu disana. Pertama, karena saya males ribet harus mengantri nunggu giliran dengan pembeli2 lain. Kedua, karena saya nggak betah berlama2 ditempat itu. Takutnya ada yang ngenalin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Loh.. bukannya orang2 radio tuh yang paling kenceng bilang SAY NO TO PIRACY, ya? Kok kamu malah belanja disini&#8230;&#8221;. Hehehe.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span id="more-165"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya memang jadi untung2an. Karena nggak pake acara mencoba terlebih dulu itu, kadang ada DVD yang ketika disetel, ternyata gambarnya buram, <em>Special Feature</em> nya nggak ada, atau malah yang lebih parah :<strong> nggak bisa diputar sama sekali!</strong> Kalo udah begini, ya saya cuma sebel sendiri dan mencoba menghibur diri sendiri dengan bilang,<span style="color:#333399;"><em> &#8220;Yaaah.. namanya juga bajakan&#8230; &#8220;</em></span> dan langsung membuangnya ke tempat sampah. Nrimo sekali ya saya ini. Hehehe. Ya mau gimana lagi. Tapi beneran deh, saya tadi malem bisa agak2 emosi ketika memutar DVD yang baru saja saja beli itu. Gambarnya sih lumayan, lah. Suaranya juga asli, nggak di dubbing. Hehehe. Tapi begitu teks terjemahannya muncul, waah&#8230; mulai emosi. <span style="text-decoration:underline;">Teks Bahasa Malaysia! </span>Gilo, saya&#8230; Refleks dong saya doba cari <em>subtitle</em> lainnya. AHA! Ada teks Bahasa Inggris,! Tapi campur Bahasa Malaysia! Waduh.. malah lebih parah&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Bukannya apa2 sih. Biasanya, dengan kemampuan bahasa Inggris yang amat terbatas ini, saya amat sangat mengandalkan teks bahasa Inggris untuk mengerti apa yang diomongin para pemain film itu. Karena kalau cuma mendengarkan dialog2 dari pemainnya doang, suka agak2 blank dan yang ada cuman kira2. Kira2 ngerti apa yang diomongin. Hehehe. Apalagi kalo filmnya tergolong &#8216;berat&#8217; yang isinya dialooooooo&#8230;..gggggggg, mulu. Bisa2 film yang durasinya 2 jam, berubah jadi 6 jam hanya karena bolak-balik saya &#8216;pause&#8217; atau &#8216;rewind&#8217; demi mengartikan lagi dialog2 yang tidak saya pahami artinya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, sebel banget ketika film (yang kayanya) bagus seperti Atonement kok teks Bahasa Inggrisnya nyampur2 dengan Bahasa Malaysia. Duh, mana isinya dialog mulu. Tapi mendadak saya jadi seolah disadarkan sesuatu. Setelah saya pikir2 lagi, dari sekian kali saya membeli DVD bajakan, kok Bahasa Malaysia selalu ada di pilihan subtitle nya ya? Bahasa Indonesia malah sangat jarang ada. Bukankah itu berarti, DVD itu dibajak di Malaysia?? Itu kan bukti kalau hampir semua film2 justru &#8216;dibajak&#8217; lebih dulu disana? Bukankah itu berarti juga, barang bajakan banyak juga dijual disana? Terus kenapa Indonesia dituduh sebagai negara pembajak paling parah di dunia?? Bukankah itu hal yang aneh?</p>
<p style="text-align:justify;">Hhhhh&#8230;..<br />
Sampai tulisan ini saya buat, saya nggak tau jawabannya apa. Tapi kalo menurut saya sih, ini menandakan kalo para pembajak di Malaysia <strong>lebih tinggi pendidikannya</strong> dibandingkan para pembajak Indonesia. Iya kan? Kemampuan bahasa Inggris mereka lebih jago. Mereka &#8216;niat&#8217; banget mau berbaik hati dan repot2 mau menterjemahkan bahasa film yang mereka bajak itu kedalam bahasa mereka (yaitu bahasa Malay). Sementara para pembajak kita, mungkin agak2 kacau ya kemampuan bahasa asingnya. Jadi mereka tinggal &#8216;mengimpor&#8217; DVD2 bajakan dari Malaysia itu, dan tinggal di pajang aja di rak2 toko mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ih, ngapain repot2 nerjemahin ke Bahasa Indonesia. 8 ribu perak aja mintanya macem2&#8230;.&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Gitu kali pikir mereka. Atau mungkin mereka malah punya kerjasama dengan teman-teman mereka yang punya usaha &#8220;TERIMA TERJEMAHAN&#8221; yang ada di pinggir2 jalan itu?Bagi2 rejeki, maksudnya. Jadi nggak cuman tugas kuliah aja yang bisa dibantu terjemahin. Film juga. Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya sudahlah. Sama2 negara tukang ngebajak, selayaknya memang tidak perlu saling bermusuhan. Dan lain kali, kalo mau beli DVD bajakan, jangan sungkan untuk mencobanya terlebih dahulu. Hehe. Saya bukannya menganjurkan untuk membeli bajakan lho.. Yaa siapa tau aja misalnya Anda kepepet HARUS beli. Hehehehe. Atau gini aja, nggak usah beli. Tapi PINJEM aja ke temen atau rental. Minjem sama beli, hukumannya sama gak, sih?? Hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>(sebuah tulisan nggak penting yang ditulis di kantor sambil menunggu Adzan Maghrib&#8230;<br />
Moga2 Tuhan memaafkan kekhilafan saya membeli barang bajakan kemarin itu. Amin.)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/165/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/165/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=165&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/22/stop-piracy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monalisa Smile</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/18/monalisa-smile/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/18/monalisa-smile/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 08:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/18/monalisa-smile/</guid>
		<description><![CDATA[Senyuman Misteri Monalisa Terkuak! Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi obyek lukisan terkenal itu. Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=164&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:30px;text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;"><span style="text-decoration:underline;"><strong> Senyuman Misteri Monalisa Terkuak!</strong></span><br />
<span style="color:#800080;"> Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi obyek lukisan terkenal itu.<br />
<strong> Lisa Gherardini</strong>, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin bagi lukisan abad 16 tersebut.<br />
Kini para pakar di perpustakaan Universitas Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah satu lukisan potret terkenal di dunia.</span><br />
(www.kapanlagi.com)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:justify;">Yeah, so?</h3>
<p style="text-align:justify;">Saya emang agak2 gagap kalo diajak ngomongin <em>art</em>. Sama gagapnya kalo ditanyain tentang tekhnologi terkini. Tapi sumpah, dari jaman dulu sampe sekarang, saya masih nggak ngerti dimana cantiknya wajah seorang perempuan yang diberi julukan Monalisa ini. Makanya kalo orang2 &#8216;pakar seni&#8217; itu sibuk memperdebatkan siapa sebenernya sosok objek lukisan Monalisa sesungguhnya, kalo saya lain. Saya malah lebih mempertanyakan, <strong><em>&#8220;Emangnya ga ada objek lain yang lebih cantik ya??&#8221; </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya pernah mencoba untuk pelan2 memperhatikan dengan seksama wajah perempuan ini dari berbagai sudut pandang. Karena ketika saya lihat dari sudut pandang normal (yaitu dari depan), saya tidak melihat dimana letak &#8216;cantiknya&#8217; si mbak Mona ini. <strong><em>&#8220;Oh, mungkin kalau diliat dari sudut pandang lain, dia akan terlihat &#8216;agak&#8217; cantik&#8221;</em></strong>, gitu pikir saya. Ini berdasarkan pengalaman, banyak orang (termasuk saya) yang kalo difoto, biasanya punya <em>angle</em> atau posisi favorit yang bisa membuat kita terlihat jadi (agak) lebih oke dibandingkan dari angle2 normal. Makanya nggak heran, kalo kita melihat album foto teman2 kita, kita akan menjumpai hampir semua foto mereka posisinya dan posenya seragam semua! Ada yang memegang dagu (auch..!!), miring kekiri, melihat keatas, atau-ini yang sampe sekarang saya ga habis pikir : dengan lidah menjulur! Apa2an sih?? Oh iya, ada satu lagi : mengangkat tangan sambil jarinya membentuk huruf V! Yaikssss!! Penting ya?<span id="more-164"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke Monalisa itu tadi. Ternyata setelah saya coba lihat dari jauhan dikit, dari sisi kanan-kiri-atas-bawah (luar biasa luang sekali ya waktu saya ini..), bahkan sampai memicingkan mata saya segala, saya menyerah. <span style="text-decoration:underline;">Saya tetap nggak bisa menemukan dimana letak kecantikan mbak Lisa yang disebut2 sebagai pemilik senyuman terindah di dunia</span>. Karena semakin lama saya perhatikan, muka mbak Lisa ini kok malah lama2 seperti wajah waria yang sering lewat di depan kantor saya setiap menjelang sore! Apalagi setelah saya perhatikan, ni orang kok ga punya alis ya?? Hahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5BvnVUi4mI/AAAAAAAAAWw/3pN8cpXdWnM/s1600-h/monalisa_smile.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5BvnVUi4mI/AAAAAAAAAWw/3pN8cpXdWnM/s320/monalisa_smile.jpg" border="0" alt="" width="159" height="240" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Emang sih, kata orang yang namanya &#8216;cantik&#8217; itu relatif. Cantik versinya seseorang, belum tentu cantik juga menurut saya. Begitu juga sebaliknya. Tapi sampai detik saya nulis di blog ini, saya tetap heran aja. Selain (menurut saya) tidak cantik, di lukisan inipun (menurut saya) Mbak Lisa sama sekali nggak tersenyum, kan? Coba deh perhatikan lagi. Kan? Boro-boro tersenyum. Nyengir pun tidak. Malah ekspresi yang diperlihatkan pun malah ekspresi muka yang tidak nyaman dan canggung. Mungkin capek ya, Boss.. berjam2 disuruh stay dengan pose yang sama. Jadi lama2 pegel juga mulutnya. Jadiya ya gitu deh.. Seolah2 dia ingin complain, ,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mas Dav ..</em><span style="color:#000000;">(daVinci, maksudnya)</span><em> , masih lama ya situ ngelukisnya???&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">So, kenapa sebuah senyuman yang indah kemudian selalu diidentikkan dengan dia?? Aneh..</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi mungkin yang aneh ya saya ya. Hehehe. <strong>Leonardo daVinci</strong> pastinya akan mati-matian membela gadis pujaannya itu sebagai mahluk Tuhan paling cantik sedunia (atau Mahluk Tuhan Paling Sexy, kalo kata Mulan Jameela!). Dan saya juga nggak bisa ngomong apa2 lagi buat mendebatnya. Bisa digetok pake kuas nanti sayanya. Mister daVinci pastinya punya pertimbangannya sendiri, mengapa diantara perempuan2 lainnya yang dia kenal, justru si perempuan inilah yang dipilihnya sebagai objek lukisan. Sebuah pertimbangan yang hanya dirinya saja yang tahu.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, coba kalau Mister daVinci memberikan kita penjelasan yang teperinci &#8216;mengapa dia memilih nona Lisa itu sebagai objeknya&#8217;, mungkin kita akan maklum. Oooooo.. ternyata nona Lisa ini, cantik karena i<em>nner beauty</em>-nya. Dia ini sopan, baik, tidak pernah membolos sekolah, pandai menari, dan dia juga pandai mengaji&#8230; Misalnya! Kalo tau gitu, kan saya nggak akan memperdebatkan dimana letak cantiknya Monalisa ini. Ooo.. ternyata, yang cantik itu <span style="text-decoration:underline;"><strong>HATINYA</strong></span>. Huahahahaha. Au&#8217; ah!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=164&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/18/monalisa-smile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R5BvnVUi4mI/AAAAAAAAAWw/3pN8cpXdWnM/s320/monalisa_smile.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>If I Were You</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/17/if-i-were-you/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/17/if-i-were-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 09:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/17/if-i-were-you/</guid>
		<description><![CDATA[Di postingan sebelum2nya, saya pernah nulis tentang bagaimana sebaiknya kita harus memperlakukan orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. It really is a &#8216;take and give&#8217; kind of situation. Sesimpel itu. Tapi juga ternyata nggak semua orang mau melakukannya. Seringnya sih kita masih pengen banget diperhatikan dan didengarkan, tanpa mau memperhatikan atau mendengarkan lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=163&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di postingan sebelum2nya, saya pernah nulis tentang bagaimana sebaiknya kita harus memperlakukan orang lain, sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. <em>It really is a &#8216;take and give&#8217; kind of situation</em>. Sesimpel itu. Tapi juga ternyata nggak semua orang mau melakukannya. Seringnya sih kita masih pengen banget diperhatikan dan didengarkan, tanpa mau memperhatikan atau mendengarkan lebih dulu. Teman saya pernah bilang, di dunia ini udah terlalu banyak orang yang pintar bicara, tapi masih sedikit sekali orang yang pintar mendengarkan. Saya sempet mikir, &#8220;<strong><em>Masa, sih? Bukannya mendengarkan itu suatu hal yang enteng? Tinggal ngedengerin aja toh?&#8221;</em></strong>. Tapi toh ternyata mendengarkan (dan memperhatikan) itu memang bukan hal yang mudah juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 30 Desember lalu saya terbang ke Jakarta untuk sebuah kerjaan Tahun Baru. Pesawat saya <em>take off</em> sekitar jam 6 pagi. Saya juga bingung sebenernya, kenapa si panitia di Jakarta bisa se-sinting itu mencarikan saya jadwal terbang sepagi itu! Tapi ya sudahlah. Beberapa saat setelah pesawat <em>take off,</em> sudah pasti kemudian para penumpang pesawat akan disuguhi sebuah pertunjukan gratis berupa demo keselamatan penerbangan dkk yang diperlihatkan oleh mbak2 <strong>Pramugari</strong> pesawat yang kita tumpangi itu. Well, untuk beberapa jenis maskapai penerbangan ungkin sudah tidak berlaku lagi, karena mereka sudah menampilkannya melalui video. Bisa jadi, mungkin karena udah diprotes sama para Pramugari2nya kali, ya.. Yang udah bete setengah mati gara2 setiap kali mereka melakukan demo itu, para penumpang sama sekali <strong>tidak menaruh perhatian</strong> dan <strong>tidak menggubris</strong> apa yang mereka peragakan itu!</p>
<h3 style="text-align:justify;">I mean it!</h3>
<p style="text-align:justify;">Ketika seorang Parmugari mulai mempraktekkan cara mengaitkan sabuk pengaman yang benar, cara mengenakan pelampung keselamatan dll itu, saya perhatikan dari barisan depan2 saya, para penumpang itu sama sekail nggak ada yang memperhatikan si mbak Pramugari itu! <em><strong>Not one</strong></em>! Ada yang mulai sibuk baca koran, masang Ipod, ngobrol, sampai ada yang kepalanya udah miring kekanan. Tidur! Ealah&#8230;. baru juga berapa menit terbang, kok ya bisa2nya udah merem. Ketika saya coba liat kearah penumpang di belakang saya, ternyata sama saja. Kebanyakan tetap sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Nggak heran kemudian yang ada di pikiran saya saat itu cuman satu,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Wah&#8230; kasian banget sih si mbaknya. Dicuekin&#8230;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Baik banget ya saya, sampe bersimpati sedemikian rupa sama dia. Hahahaha.<span id="more-163"></span></p>
<p>Bukannya apa-apa sih. Tapi kalo saya yang jadi dia, saya pasti akan sangat bete setengah mati. Ya iyalah. Dicuekin gitu, emang enak? Bukannya saya pengen cari perhatian atau pengen diperhatikan. Bukan! Walau saya akui, saya sangat-sangat menikmati menjadi <em>the center of attention</em>. Hehehehe. Tapi, ngeliat situasi kaya gini, bikin saya bertanya-tanya: Kenapa orang-orang itu sampai enggan buat memperhatikan demo keselamatan yang dipraktekkan itu? Apakah karena :</p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><strong>1. Sudah Hafal?</strong><br />
Memang dari dulu sampai sekarang, yang diperlihatkan adalah petunjuk2 penggunaan alat2 yang sudah sangat familiar kita lihat di pesawat. Mulai dari sabuk pengaman, masker oksigen hingga pelampung. Buat yang udah sering naik pesawat, pasti juga udah apal di luar kepala cara penggunaannya. Saya sih nggak sering-sering amat naik pesawat. Jadi sampai sekarang, saya nggak hafal2 banget tata cara penggunaan alat-alat keamanan itu. Tapi nurut saya, hafal aja belom cukup lho. Karena bisa jadi walaupun kita sudah hafal, tapi ketika terjadi sesuatu yang menyebabkan kita diharuskan untuk mempraktekkannya, kita tetep akan gelagapan melakukannya. Ataukah karena :</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>2. Kurang menarik?</strong><br />
Bisa jadi. Karena ini kan pertunjukkan prosedur keselamatan. Bukan pertunjukkan sulap! Jadi ya emang dimana-mana isinya ya gitu-gitu aja. Namanya juga prosedur standar. Agak susah mungkin kalo mau dimodifikasi menjadi sesuatu yang lebih menarik. Hehehe. Apalagi biasanya yang nampak, ekspresi muka si Pramugari ketika mempraktekkannya pun terlihat datar. Dan berkesan serius sekali. Ya iya sih, masuk akal juga. Kalo dia memasang muka ceria dan senyum lebar nan genit, apalagi sambil joget2 plus main mata, bisa2 digaplokin orang. <em><span style="color:#333399;">&#8220;Emangnya lagi launching produk???&#8221;</span></em>. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Saya jadi inget. Dulu jaman kuliah, saya pernah dapet dosen yang sensitif sekali sama masalah jam. Jadi setiap kali ada mahasiswanya yang melirik ke arah jam (baik jam tangan maupun yang amat vulgar : jam dinding segede bagong di dinding belakang!), si dosen akan amat sangat tersinggung dan langsung menuduh si mahasiswa itu dengan berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#993366;"><strong><em>&#8220;Kalau Anda sudah tidak betah di kelas saya, silakan keluar!&#8221;.</em></strong></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuduhan yang amat sangat benar! Karena sebagian besar dari kami memang beneran nggak betah sebenernya ngikutin kuliahnya dia. Hehehehe. Tapi juga sebenernya nggak bisa digeneralisasi gitu kan? Kita kan suka kadang2 tanpa sadar ngelirik jam, ya cuman pengen liat jam aja! Atau paling nggak, yaaaa.. pengen mengagumi jam kita yang bagus dan mahal itu. Hehehe.</p>
<p>Kasus serupa juga kalau kita sedang berada dalam situasi meeting. Berkumpul di sebuah meja, dengan salah satu dari kita memimpin rapat. Kebiasaan saya kalau sudah mulai bosan, atau merasa topik perbincangan meeting itu tidak menarik, maka kemungkinan besar yang saya lakukan adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="padding-left:30px;"><strong> Mainan HP</strong>.Bukan maen lempar2an HP sama temen sebelah ya. Tapi ngecek2 inbox atau SMS-an, atau mengagumi foto2 diri sendiri di Gallery. Hehehe.</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong> Surat-suratan sama temen sebelah</strong>.Biasanya tentu ngomongin salah satu dari teman kita yang ada di tempat itu juga&#8230; dan biasanya terdakwanya adalah si pemimpin rapat!</p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>Menjadi Pengamat</strong>. Mengamati dengan amat sangat teliti tentang sosok pemimpin rapat yang ada didepan saya. Bisa jadi meneliti gaya berbusananya (anjrott..), atau meneliti gaya berbicaranya. Seberapa sering dia mengulang kata <em>&#8220;Gitu, ya..&#8221;</em>, <em>&#8220;So.., &#8220;</em>, <em>&#8220;Ya, kan??&#8221;</em> atau <em>&#8220;Ok?&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Hingga suatu ketika, sayalah yang berada dalam posisi menjadi <strong>pimpinan rapat!</strong> Dan teman-teman saya melakukan hal yang saya lakukan dulu itu. Ada yang ngobrol sendiri, ada yang surat-suratan. OH! Bisa dibayangkan, betapa murkanya saya. Betapa terlukanya saya karena merasa tidak diperhatikan&#8230; Hehehe. Iya, lho. Rasanya nggak enak banget! Apalagi kalo ada yang maen surat2an, UGHHH!! Pengen gue toyor! Pasti ngomongin gue ya!!! Padahal belom tentu juga. Hehehe. Sialan! Gue punya bahan yang udah gue siapin mati-matian, mana sebelumnya gue harus setengah mampus ngilangin demam panggung sampe bolak-balik harus ke toilet segala macem.. Eh, merekanya malah pada masa bodo&#8217;&#8230; Periihh&#8230;</p>
<p>Sejak saat itu, saya mulai sadar. Ternyata mencoba menghargai seseorang itu butuh usaha yang luar biasa. Susah. Amat sangat susah. Ya bener seperti teman saya bilang itu, <span style="text-decoration:underline;"><strong>dunia ini sudah terlalu banyak orang yang pintar buat ngomong, tapi sedikit yang pintar untuk mendengarkan</strong></span>. Untuk kasus mbak Pramugari yang dicuekin itu aja, dalam hati kecil saya sih pengen banget rasanya berdiri, terus teriak,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#993366;">&#8220;BAPAK-BAPAK..                                                                                  IBU-IBUU..BISA NGGAK LIAT KEDEPAN SEBENTAR?? KASIAN LHO NI MBAKNYA.. CAPEK-CAPEK NGASIH PERAGAAN! KOK NGGAK DIPERHATIIN, SIH&#8230;!?!            PLEASE.. HAVE A HEART!!&#8221;.</span></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tapi saya urungkan niat. Karena&#8230;&#8230;. ya, karena saya masih normal. Hahaha. Sumpah, gatel banget padahal rasanya. Coba kalau orang2 itu yang ada di posisi si Pramugari? Gimana perasaan mereka??</p>
<p>Sama kaya kasus di ruang kuliah itu. Coba kalo saya yang ada di posisi si Dosen itu. Pastinya sayapun akan sangat tersinggung sekali ngeliat mahasiswa saya dikit2 ngeliat ke arah jam. Kesan yang didapet kan emang mereka bosan setengah mati sama saya. Dan sama juga dengan kasus meeting itu juga. Sakit hati banget ngeliat para peserta meeting kok pada cari kesibukan sendiri&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, waktu itu walaupun masih dalam keadaan ngantuk luar biasa, saya masih coba berakting tertarik luar biasa melihat demo si mbak Pramugari itu, biar si mbak agak2 semangat karena ada yang masih mau memperhatikan dia. Hehehe. Dan ketika mengikuti kelas si dosen itu, saya memilih untuk meletakkan jam tangan saya di meja. Atau kalo nggak bawa jam tangan, ya saya tanya aja ke sebelah saya, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Eh.. jam berapa?&#8221;</em></span> Jadi biar dia yang nengok di jam tangannya, dan kalo ketauan sama si dosen, dia yang disuruh keluar kelas, bukan saya. Hahaha. Untuk kasus rapat, karena sekarang saya jadi pihak yang seringnya memimpin rapat, jadi ya kalo ada yang ribut/sibuk sendiri, tinggal saya judesin aja. Selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#993366;">&#8220;Cong! Lu yang mimpin rapat, sini! Gantiin gue!&#8221;</span></em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hehehe.</p>
<p>Belajar ber-empati emang susah. Dan satu-satunya cara yang paling ampuh untuk itu hanya satu : tunggu sampai kita mengalaminya sendiri. Kalo bisa sih emang jangan&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=163&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/17/if-i-were-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fall All Over Again</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/16/fall-all-over-again/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/16/fall-all-over-again/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 04:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/16/fall-all-over-again/</guid>
		<description><![CDATA[I can&#8217;t believe we met like this Is it just coincidence? I had a feeling I&#8217;d be seeing you again Your every bit as beautiful as the last time we met When you told me, you were leaving, and going back to him How I wish that I could tell you, it&#8217;s all in the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=162&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R42T3VUi4lI/AAAAAAAAAWo/OaXDruxXwwI/s1600-h/DROWNING.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R42T3VUi4lI/AAAAAAAAAWo/OaXDruxXwwI/s320/DROWNING.jpg" border="0" alt="" width="122" height="112" /></a></p>
<blockquote><p>I can&#8217;t believe we met like this<br />
Is it just coincidence?<br />
I had a feeling I&#8217;d be seeing you again<br />
Your every bit as beautiful as the last time we met<br />
When you told me, you were leaving, and going back to him<br />
How I wish that I could tell you, it&#8217;s all in the past<br />
But I was never good at lying, and baby since you asked</p>
<p>I can&#8217;t begin to tell you, just how sorry I am<br />
That the man you built your dreams around, just broke your heart again<br />
I think I know the feeling<br />
Cause I once loved you so much<br />
That I swore I&#8217;d rather die than live a day without your touch<br />
If I held you in my arms you know, I&#8217;d never let you go<br />
But this ain&#8217;t the time or place to get emotional</p>
<p>I was crying when you kissed me<br />
Then you walked out that door,<br />
Ohhh<br />
You were always such a mystery<br />
I still dream we&#8217;re making love<br />
Then I stop myself because</p>
<p>I don&#8217;t want to hear that song again, from the night we first met<br />
I don&#8217;t want to hear you whispering, things I&#8217;d rather forget<br />
I don&#8217;t want to look into your eyes cause you know what happens next<br />
We&#8217;ll be making love and then<br />
I&#8217;d fall all over again&#8230;<br />
<span style="text-decoration:underline;"><strong>(Fall All Over Again &#8211; Dan Hill)</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong></strong></span></p>
<p>Orang bilang, kalau kita jatuh ke suatu lubang untuk pertama kali, itu adalah hal yang wajar. Karena dari situ kita bisa belajar supaya kedepannya, kita bisa lebih berhati2 lagi kalau melangkah. Makanya kalau kita jatuh ke lubang yang sama untuk yang kedua kalinya, patut diptertanyakan. <strong>Haven&#8217;t we learned something from our failure before? </strong>Apa kita nggak belajar dari kesalahan kita sebelumnya? Itu kalau jatuh untuk yang kedua kalinya. Bagaimana kalau kita jatuh lagi di lubang yang sama untuk KETIGA kalinya? Jangan2 kita memang dengan sadar ingin &#8216;menjatuhkan diri&#8217; ke tempat yang sama&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=162&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/16/fall-all-over-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R42T3VUi4lI/AAAAAAAAAWo/OaXDruxXwwI/s320/DROWNING.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>My Neck, My Back</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/my-neck-my-back/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/my-neck-my-back/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 04:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/my-neck-my-back/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya menjalani hari dengan pandangan yang lurus kedepan. Bukan berarti saya sedang optimis2nya akan hidup saya hari ini. Bukan. Tapi murni karena satu hal : Salah Tidur! Ya, salah tidur. Saya nggak tau bagaimana sebenernya posisi saya tidur tadi malem (ya iyalah!). Apakah kepala miring ke kanan-badan miring ke kiri, atau sebaliknya. Atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=161&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini saya menjalani hari dengan pandangan yang lurus kedepan. Bukan berarti saya sedang optimis2nya akan hidup saya hari ini. Bukan. Tapi murni karena satu hal : <strong>Salah Tidur!</strong> Ya, salah tidur. Saya nggak tau bagaimana sebenernya posisi saya tidur tadi malem (ya iyalah!). Apakah kepala miring ke kanan-badan miring ke kiri, atau sebaliknya. Atau malah kepala tengkurap-badan terlentang atau sebaliknya (kok serem ya.. hehehe). Entahlah. Namanya juga tidur, jadi ya ga sadara. Bangun2 tau2 udah sakit banget lehernya. Kebangetan ya.. Bahkan untuk sebuah kegiatan yang paling ringan dan paling menyenangkan pun kok ya masih bisa2nya SALAH! Heran&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi ya beginilah&#8230; Dari pagi pandangan saya benar-benar lurus kedepan terus. Karena kalau dipakai untuk menengok ke arah kiri, leher rasanya sakitnya ajrut2an sekali. Pernah merasakan hal seperti ini? Menyebalkan, ya? Jadi agak serba salah. Nengok dikit, sakit. Nengok banyak, apalagi. Yang ada jadinya ya cuman bisa ngelirik2 doang. Kepala juga nggak bisa bergerak bebas seperti biasanya (kesannya kepala saya ini elastis sekali ya, bisa gerak kesana kesini.. hehehe). Seorang rekan di kantor ternyata begitu perhatian sekali sama saya, sehingga tidak butuh waktu lama baginya untuk kemudian mengeluarkan pertanyaan,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Kenapa, mas? Kayanya ada yang salah sama kamu hari ini&#8230; &#8220;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Iya! Salah tidur!<span id="more-161"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dasarnya orang (sok pengen dianggap) kreatif, dalam keadaan tersiksa seperti inipun sempat2nya saya bertanya2 sendiri (mau tanya orang lain, agak sungkan!) :<strong> Apakah benar penyakit seperti ini namanya SALAH TIDUR? </strong>Harusnya sih ada nama medis untuk ini, ya.. Di Jawa sendiri, istilah untuk penyakit ini adalah <strong><em>&#8216;Tengeng&#8217;.</em></strong> Tapi saya yakin, ini tidak dipakai dalam dunia kedokteran. Hehehe. Semua penyakit di bumi ini SEHARUSNYA punya nama medisnya sendiri2. Itulah gunanya para dokter, bukan? Hehehe. Akhirnya, dengan diiringi perasaan males untuk mikir dan penasaran sendiri, saya pun memanfaatkan tekhnologi dunia maya yang bernama Yahoo! Messenger untuk mencari tahu &#8220;apa istilah medis untuk penyakit yang ditimbulkan akibat salah tidur ini&#8221; dengan mengganggu ketenangan orang2 yang sedang online saat itu!</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>BUZZ!!!<br />
<strong> Anida Diah</strong> : woi<br />
<strong> ryu deka</strong>: Sibuk?<br />
<strong> Anida Diah</strong> : ehm&#8230; tergantung<br />
<strong> Anida Diah</strong> : what will u ask me to do?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Simpel, kok.<br />
<strong> Anida Diah</strong> : opo<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tau ga istilah medis untuk penyakit &#8220;Salah Tidur&#8221;?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Hehehe<br />
<strong> Anida Diah</strong> : Tengeng maksudnya?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Iya..<br />
<strong> Anida Diah</strong> : Susah kali pertanyaannya&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: see&#8230;.<br />
<strong> ryu deka</strong>: Apakah &#8216;tengeng&#8217; itu istilah medisnya?<br />
<strong> Anida Diah</strong> : iya, istilah medis kraton<br />
<strong> ryu deka</strong>: O&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Serius? Hehehehe<br />
<strong> Anida Diah</strong> : hehehe ya gak lah&#8230;<br />
<strong> Anida Diah</strong> : hahaha temenku bilang gini:<br />
<strong> Anida Diah</strong> : Tau ga istilah medis untuk penyakit &#8220;Salah Tidur&#8221;?<br />
<strong> leosemb</strong>: Salah tdr yg mengakibatkan sakit otot? ato yg mengakibatkan halusinasi??<br />
<strong> anida dyah</strong>: sakit otot pak<br />
<strong> leosemb</strong>: di bawah leher deket bahu?<br />
<strong> anida dyah</strong>: emang beda istilah?<br />
<strong> leosemb</strong>: kalo di pinggang deket pantat mah namanya encok&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Hahahahaha&#8230;&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ga ada guna!</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>BUZZ!!!<br />
<strong> ryu deka:</strong> Eh&#8230;.<br />
<strong> ryu deka</strong>: Mumpung situ baru online&#8230;<br />
<strong> Wiwit Raniyah</strong>: apa maning?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Kamu tau nda apa istilah medisnya &#8216;salah tidur&#8217; alias &#8216;Tengeng&#8217;?<br />
<strong> ryu deka</strong>: (dahsyat tho pertanyaanku)<br />
<strong> Wiwit Raniyah</strong>: wah&#8230;saya juga sedang mengalami tengeng&#8230;tapi maap sekali karena saya juga hanya mengerti istilah tengeng itu&#8230;mungkin bisa anda cari di kamusnya JS Badudu&#8230;..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>BUZZ!!!<br />
<strong> ryu deka</strong>: Eh, pernah salah tidur a.k.a Tengeng tho??<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: kamu Tengeng, po?<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: iya<br />
<strong> ryu deka</strong>: Iya. Dan aku pensaran sekali.. Apakah ada istilah yang lebih &#8216;medis&#8217; untuk Tengeng??<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: aduh sulit<br />
<strong> ryu deka</strong>: Bermutu sekali ya pertanyaanku&#8230;?<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: iya<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: pain on the neck?<br />
<strong> Lutfi Derajat</strong>: LOL<br />
<strong> ryu deka</strong>: Oh&#8230;..<br />
r<strong>yu deka</strong>: Baiklah.. Very helpful!</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>BUZZ!!!<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Wos ap?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Iseng&#8230;.. Pernah Tengeng??<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Yah&#8230; pernah&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Dikerokin ajah&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy:</strong> Atau mau pijet?<br />
<strong> Mama Lusy:</strong> Di itu lho tukang pijetnya PSIM sapa namae&#8230; Mamah lupa..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ok2.. baiklah. Sebenarnya bukan itu yang saya risaukan. Tapi, apakah Anda tau istilah kedokteran untuk penyakit akibat salah tidur itu?? &#8220;)<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: hahahahahaha&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Salah tidur?<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Itu bukan salah tidur&#8230; tapi salah posisi tidur&#8230; kepalanya yang salah posisi..<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: Kalo&#8217; salah tidur itu&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: harusnya sudah tidur berdua&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy:</strong> tapi tetep tidur sendiri&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: ada beberapa yang menderita&#8230;<br />
<strong> Mama Lusy</strong>: salah satunya SAYA!!<br />
<strong> ryu deka</strong> : Haduhhh&#8230;..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan saya pun akhirnya menyerah &#8230;&#8230;<br />
Ada yang bisa membantu??</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=161&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/my-neck-my-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tree</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/thought-for-today/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/thought-for-today/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 03:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/thought-for-today/</guid>
		<description><![CDATA[Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap di balas dengan buah.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=160&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4w1J1Ui4kI/AAAAAAAAAWg/V7jcNayNipE/s1600-h/POHON.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4w1J1Ui4kI/AAAAAAAAAWg/V7jcNayNipE/s320/POHON.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<h3 style="text-align:center;">Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan.<br />
Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap di balas dengan buah.</h3>
<div style="text-align:center;"><span style="color:green;"><br />
</span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/160/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/160/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=160&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/15/thought-for-today/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4w1J1Ui4kI/AAAAAAAAAWg/V7jcNayNipE/s320/POHON.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Show Me The Money!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/09/show-me-the-money/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/09/show-me-the-money/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 09:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/09/show-me-the-money/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tanpa mengurangi rasa hormat, kami akan sangat berterima kasih apabila tanda mata yang diberikan tidak berupa barang atau karangan bunga&#8221; Yah, begitulah kira2. Kurang lebihnya yang sering tercantum di undangan-undangan pernikahan. Dan kalau kalimat indah itu tercantum di undangan yang kita terima, berarti cara membacanya kurang lebih seperti ini : &#8220;Nyet, loe kalo mau dateng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=159&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;font-family:trebuchet ms;"><span style="font-weight:bold;"><br />
</span></div>
<p style="text-align:left;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4Ss2VUi4gI/AAAAAAAAAWA/-oS_esyyJiw/s1600-h/UNDANGAN.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:136px;height:199px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4Ss2VUi4gI/AAAAAAAAAWA/-oS_esyyJiw/s320/UNDANGAN.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<strong><em>&#8220;Tanpa mengurangi rasa hormat, kami akan sangat berterima kasih apabila tanda mata yang diberikan tidak berupa barang atau karangan bunga&#8221;<br />
</em></strong></p>
<p>Yah, begitulah kira2. Kurang lebihnya yang sering tercantum di undangan-undangan pernikahan. Dan kalau kalimat indah itu tercantum di undangan yang kita terima, berarti cara membacanya kurang lebih seperti ini :</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p><strong><em> &#8220;Nyet, loe kalo mau dateng ke nikahan gue, plis ya &#8230; NYUMBANG DUIT!&#8221;</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p>Iya. Gitu dia. Walaupun itu ditulis dengan rangkaian kata-kata indah, tetep aja sebenernya nggak bisa menutupi arti dan maksud sesungguhnya. Iya kan? Memang sih, yang namanya menggelar resepsi pernikahan itu nggak segampang dan semurah menggelar tikar buat lesehan. Mahal! Saya sih nggak tau berapa besar duit yang dikeluarkan sekalinya kita menggelar hajatan yang (diharapkan) hanya terjadi sekali seumur hidup itu. Mungkin saking mahalnya itu ya, jadi semua pengennya diadakan sekali aja seumur hidup. Kalo sering, agak rugi bandar kayanya. Hahaha. Tapi memang tergantung jenis resepsinya kaya apa juga sih. Mau masang tenda di depan rumah aja, atau mau nyewa Balai Sidang, semua tentu ada costnya masing-masing. Btw, saya sempet bete lho(mmm&#8230; iri, tepatnya) ketika membaca di sebuah majalah kalau ada seorang pengusaha di Bandung yang menggelar pesta pernikahan anaknya, dengan mengundang 3 DIVA! Mengundang disuruh nyanyi, tentunya. Bukan untuk memberikan sambutan! MC nya-pun dipilih <strong>Ferdy Hasan</strong> dan <strong>Becky Tumewu</strong>. Melarat banget pasti tu orang&#8230;<span id="more-159"></span></p>
<p>Tapi ya sudah, rejeki orang lain2. Hihihi. Kembali lagi ke topik hangat kita kali ini (hehehe), sebenernya tanpa menuliskan kalimat sakti diatas itu di undangan yang dikirimkan pun, kayanya udah jadi peraturan nggak tertulis ya, kalau kita menghadiri sebuah undangan pernikahan, ya memang adatnya emang kita harus nyumbang.<br />
Pertama, karena memang lebih bermanfaat aja. Uang kan bisa dibelanjakan. Sering kan, kalau kita ditanya,</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Eh, buat ultah kamu besok, mau dikado apa?&#8221;,</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">tanpa malu-malu kita akan menjawab,</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mentahannya aja deh&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Tuh&#8230; <em><strong>Cash money </strong></em>memang lebih bermanfaat! Coba kalo kita memberi kado berupa barang. Selain agak terbatas jenis barang yang bisa diberikan (ga mungkin kan kita nggotong2 spring bed sebagai kado di tempat resepsi??), belum tentu juga barang yang kita berikan itu sesuai dengan keinginan dan selera si penerima. Ya iya sih, namanya juga dikasih. Harusnya terima aja&#8230; hehehe..</p>
<p>Kedua, selain uang itu bisa dibelanjakan lagi untuk keperluan pengantin baru yang mungkin perlu mengisi rumah baru dengan aneka perabotan rumah tangga, uang juga bisa amat sangat meringkankan beban keuangan keluarga yang (mungkin) bikin mereka jadi sesak nafas karena mengeluarkan dana besar untuk resepsi. Paling tidak, menurut pengalam teman saya yang (katanya sih) mau menikah dan menggelar resepsi di Dumai, daripada di Jogja. Saya tanya dong, <em>&#8220;Ngapain jauh bener disana? Di Jogja aja. Bukannya lebih murah?&#8221;</em>. Dan beginilah penjelasannya kepada saya :</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;De.. kalo disini emang lebih murah biayanya. Tapi duitnya yang didapet dikit! Kalo di Dumai kan yang dateng temen2 bapakku yang kerja di Pertamina tuh. Jadi pasti nyumbangnya banyak! Kan lumayan bisa balik modal&#8230;.. &#8220;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p>Owhhh&#8230;. Menggelar resepsi pernikahan ternyata betul2 butuh itung2an yang terinci, sodara2! Hahaha. Saya nggak ngebayangin aja, setelah selesai resepsi, apakah yang dilakukan oleh kedua mempelai itu di malam pertama mereka adalah MENGHITUNG JUMLAH UANG SUMBANGAN yang diberikan para tamu di meja penerima tamu?? Woww.. mereka berdua pasti sangat &#8216;sibuk&#8217; sekali malam itu. Dan mungkin yang terjadi kemudian ketika jumlah uang sumbangan itu lebih sedikit, salah satu dari mereka akan berkata,</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Yaaahh.. Nggak balik modal, Mas!&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Hahahaha&#8230; Atau sebaliknya, ketika jumlah itu melebih dana yang dikeluarkan, mereka akan berteriak histeris,</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;YIHAAAAA!! KITA KAYA! KITA KAYA! &#8220;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Hehehe..</p>
<p>Sekarang gini aja. Itu tadi dari sisi si&#8217; pengundang&#8217;. Bagaimana dengan sisi kita, <strong>pihak yang diundang</strong>. Mmm, ya mungkin agak sedikit &#8216;terganggu&#8217; ya kalo dalam sebulan ada 4-5 undangan. Berarti kita harus siap2 duit ekstra dong buat nyumbang. Terkesan nggak ikhlas, ya? Halah.. udah, akuin aja. Pasti ada kan perasaan kaya gitu. Hehehehe. Kalo mau dateng tanpa nyumbang, kok kayanya agak2 gimanaa, gitu. Belum lagi ketika menerima cinderamata di meja resepsionis. Ada perasaan ga enak, soalnya nggak ngasih sumbangan. Apa sebaiknya dibalikin aja ke mbak2 penerima tamunya dan bilang,</p>
<p style="text-align:left;">
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mbak.. ini saya balikin. Saya nggak nyumbang soalnya&#8230;.&#8221;. </em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Hehehe. Anjrit, dateng ke kondangan aja kok penuh dengan aneka tekanan ya!</p>
<p>Maka dari itu, mungkin ada baiknya Anda meniru apa yang saya lakukan setiap kali saya menghadiri undangan. Jadi, mind set-nya dirubah : <strong>resepsi adalah waktunya kita makan enak!</strong> Jadi, anggaplah uang yang kita berikan sebagai sumbangan kepada mempelai itu, sebagai uang yang kita keluarkan untuk menikmati SEBANYAK-BANYAKNYA hidangan yang disediakan di tempat resepsi! Makin besar sumbangan kita, makin banyak hak kita menikmati hidangan yang disediakan. Hahahaha&#8230; Ini saya terapkan beberapa hari lalu ketika menghadiri undangan pernikahannya pemilik salon langganan saya. Setelah salaman dan foto2 dengan kedua mempelai, hhhhh&#8230; ini saatnya membalas dendam atas uang yang sudah saya keluarkan tadi! Eng-ing-enggg&#8230;. mulailah semua hidangan saya cicipi satu-persatu tanpa perasaan malu atau bersalah! <strong>Gue udah bayar kok didepan tadi!</strong> HAHAHAHA&#8230; <em>All you can eat!</em></p>
<p>Makanya ketika saya ngeliat ada orang2 yang pada jaim di tempat resepsi, makannya dikit2.. tanpa ragu lagi, saya yakin orang itu :</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;padding-left:30px;"><strong>1. Bajunya nggak nyaman buat keliling2 observasi wisata kuliner didalam gedung<br />
2. Make up-nya mahal banget! Takut rusak.. atau, ya itu tadi&#8230;<br />
3. Dia nggak nyumbang!<br />
</strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Hahaha&#8230; Mudah2an kalo ada yang baca tulisan ini, nggak ada yang jadi berpikir seribu kali untuk mengundang saya&#8230;&#8230;</p>
<p><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=159&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/09/show-me-the-money/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4Ss2VUi4gI/AAAAAAAAAWA/-oS_esyyJiw/s320/UNDANGAN.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berpelukan</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/04/berpelukan/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/04/berpelukan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 10:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/04/berpelukan/</guid>
		<description><![CDATA[Baru aja pantat duduk di kursi. Baru aja nyalain komputer. Dan baru aja 1 menit online di Yahoo! Messenger. Tau2 ada message masuk dengan isi pesan yang amat singkat, namun sesungguhnya beresiko tinggi akan menjadi perbincangan yang amat panjang kalau saya tidak berhati2! Temansayaitu : Ujan ga disono? ryudeka : Ujan. Temansayaitu : Sama. Temansayaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=158&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Baru aja pantat duduk di kursi. Baru aja nyalain komputer. Dan baru aja 1 menit online di Yahoo! Messenger. Tau2 ada message masuk dengan isi pesan yang amat singkat, namun sesungguhnya beresiko tinggi akan menjadi perbincangan yang amat panjang kalau saya tidak berhati2!</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><em><strong> Temansayaitu</strong> : Ujan ga disono?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Ujan.<br />
<strong> Temansayaitu</strong> : Sama.<br />
<strong> Temansayaitu</strong> : Ujan2 gini enaknya ngapain ya..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Enaknya kerja dong..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Biar anget!<br />
<strong> Temansayaitu</strong> : Cakeppp&#8230;<br />
<strong> ryudeka</strong> : :p</em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p>Lagian&#8230;<br />
Nggak tau apa, gimana rasanya masuk hari Senin setelah ber-long weekend? Masih ditambah tadi pas berangkat harus pake kejebak ujan segala&#8230; Ya mati2an lah saya berusaha untuk menaikkan hasrat bekerja. Kok ya malah ngajak ber-andai2 enaknya ngapain kalo lagi ujan. Sinting! Tapi toh ternyata kayanya niat untuk mem-<em>boosting</em> semangat kerja di pagi hari itu tidak tulus muncul dari dalam hati saya. Terbukti, instead of listening to an up-beat songs, saya dengan bodohnya malah memutar lagu2 mellow dari folder <strong>&#8220;Kilas Santai&#8221;</strong> di playlist saya. Dan ketika muncul lagu <strong>Titi DJ </strong>yang bertajuk (hihihi) &#8220;<strong>Sempat Melayani Hatimu&#8221;</strong>, saya langsung agak bengong sesaat.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"> Sempat kau berharap kau tak harus pergi,<br />
Sempat kau katakan kau rindu padaku..<br />
Sempat saling berdekapan dan menghangatkan,<br />
Menyaksikan malam penuh bintang&#8230;</p>
<p>Sempat kunikmati kecupan senyummu<br />
Sempat kuresapi redupnya matamu<br />
Sempat saling mendengarkan ombak bersuara<br />
Dan kita berharap keliling dunia&#8230;<br />
Dan sempat.. kumelayani hatimu&#8230;..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><br />
</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-158"></span></p>
<p>Mmmm&#8230; Berani mati,emang. Pagi2, dingin2, ujan2.. kok denger lagu beginian. Di kantor padahal. Ya udah, yang ada kemudian&#8230;kok saya jadi pengen memeluk ya&#8230; Hwahwahwahwa. Makanya dengan semangat iseng yang luar biasa (as usual), saya langsung mengganti <strong>status YM </strong>saya yang semula<em> &#8216;available&#8217;</em>, menjadi <em><strong>&#8216;..ada yang mau dipeluk??&#8221;</strong></em>. Ternyata tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan respon yang saya inginkan. Banyak kemudian teman2 saya yang kebetulan sedang online di YM, mengirimkan beraneka pesan yang intinya ingin berpelukan sama saya (idih!). Mulai dari mengirimkan icon &#8216;hug&#8217;, cuman bilang <em><strong>&#8220;..mauuu! mauuu!&#8221; </strong></em>sampai ada menawarkan lebih dari sekedar pelukan saja (yang kalau saya tuliskan disini akan menjadi sebuah kalimat yang agak tidak senonoh. Huahahahaha). Saya agak kerepotan membalas pesan2 yang bertubi-tubi masuk pengen dipeluk, sampai harus bilang,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ntar ya. Sabar. Nunggu yang lain selesai&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">atau</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Udah ya. Jangan lama2. Kasian yang lain.&#8221;. Hehehehe.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Saya jadi inget, <em><strong>how much I love cuddling.</strong></em> Saya termasuk orang yang suka sekali dengan yang namanya berpelukan. Gak tau kenapa. Buat saya, memeluk ataupun dipeluk memberikan energi yang luar biasa bagi yang memberi ataupun menerima. Energi itu adalah : <strong>affections.</strong> Kasih sayang. Beda dengan ciuman yang (again, menurut saya!) lebih besar kadar passion/nafsu-nya dibanding dengan affection-nya. Walaupun saya seneng juga sih kalo berpelukannya sambil berciuman.. hehehehe.. <em>but that&#8217;s not the point</em>!</p>
<p style="text-align:justify;">Saya sih yakin, hampir semua orang (termasuk yang sedang baca blog saya ini) setuju, kalau sebuah pelukan itu punya efek yang luar biasa. Yaa.. gampangnya aja sih, ketika kita sedang sedih, kita kan nggak ujug2 minta dihibur oleh teman kita dengan minta dicium? Nanti dia pasti bingung, &#8220;<strong><em>Sayang.. kamu lagi sedih apa lagi gatel???&#8221;</em></strong>. Hehehe. Pasti minta dipeluk lah. Dengan dipeluk, kita merasa diperhatikan. Merasa disayang. Dan merasakan sebuah dukungan.</p>
<p>Tapi sayangnya, ternyata nggak semua orang berani mengekpresikan perasaan mereka dengan memberikan pelukan, apalagi meminta sebuah pelukan dari orang lain. Banyak dari kita dibesarkan dalam rumah yang di dalamnya, pelukan adalah sesuatu yang nggak lazim, dan kita mungkin merasa nggak nyaman minta dipeluk dan memeluk. Jadi ketika kita melakukan hal ini, yang ada kemudian adalah pandangan2 penuh pertanyaan atau komentar penuh kecurigaan. Hehehe. Nggak percaya? Saya pernah mengalaminya.</p>
<p>Ketika suatu hari saya ngerasa dunia saya bakal runtuh (euleuh&#8230;euleuh&#8230;) karena kondisi kantor yang acakadut, saya sebagai yang &#8216;ditugaskan&#8217; ikut menjaga kantor ini, tentu saja butuh sekali yang namanya support dari teman2 saya yang lain. Karena kalau tidak ada mereka, mau jadi apa? Apapun posisi mereka di kantor ini, mereka punya kontribusi yang sama untuk menjaga keutuhan kantor. Makanya, sebelum pulang kantor, saya mencoba menghampiri satu persatu teman-teman saya yang masih tersisia di jam itu, dan tanpa banyak basa-basi, saya memeluk mereka satu persatu. Dan hasilnya?</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Apa2n sih? Kenapa?? Kamu mau ikutan resign juga?&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#800080;"><em> &#8220;Mas De.. Mas De kenapa, je??&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<span style="color:#993366;"><em> &#8220;Bo, loe bukannya mau bunuh diri, kan?? Jangan sampe besok loe kenapa2, terus pas gue diinteview sama infotainment, gue harus bilang, &#8220;Oh iya itu.. Deka kemaren sebelum kejadian ini memang sempat agak2 aneh tingkanya.. semua orang dipelukin&#8230;&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<h3>AAAAARGGGGHHHHH!!!!</h3>
<p style="text-align:justify;">Monyong loe semua!!! Masa gue pengen meluk aja mesti ngasih alasan sih? Masi untung gue ga minta cium! See.. terbukti kan, memeluk bukanlah sebuah kegiatan yang &#8216;wajar&#8217; di lingkungan kita selama ini. Saya sempat mikir, apakah ini ada hubungannya dengan budaya kita sebagai orang Timur? Yang (katanya) penuh dengan tata krama, sopan santun, unggah ungguh bla bla bla itu, sehingga berpelukan dianggap sebagai sesuatu yang tabu?</p>
<p>Tapi nggak berapa lama kemudian, pertanyaan saya ini terjawab juga. Pernah dengar atau baca sebuah kampanye bernama <strong>FREE HUGS CAMPAIGN</strong>? Kampanye ini dilakukan oleh seorang pria bernama <strong>Juan Mann</strong>. Dia merasa selama ini dunia udah sedemikian kacaunya, sehingga kehidupan dan kontak sosial antar manusia sudah menjadi barang yang mahal. Suatu hari, Mann kembali ke kampung halamannya di Sydney, karena kehidupannya di London kacau balau. Sesampai di bandara, disitulah dia merasakan kesepian yang luar biasa. Pernah kan ngerasain kesepian ditengah keramaian? Dia sendirian, dengan barang2 segudang, ngga ada yang menyambut kedatangnnya, nggak ada tempat yang bisa dianggapnya sebagai &#8216;rumah&#8217;. Pokoknya dia ngerasa seperti seorang turis di kampung halamannya sendiri. Jadi silakan dibayangkan bagaimana perasaan dia, ketika berdiri di terminal kedatangan, dia harus melihat para penumpang lain yang disambut oleh keluarganya, temannya, saling berpelukan dan tertawa bersama2.</p>
<p>Saat itulah Mann betul-betul merasa, <em>he wanted someone out there to be waiting for him. To be happy to see him. To smile at him. And to hug him</em>. Putus asa, Mann kemudian mengmbil sebuah kertas, spidol dan kemudian menulis kedua sisi kertas itu dengan tulisan <strong>&#8220;FREE HUGS&#8221;</strong> segede2 bagong. Dan kemudian dipegangnya kertas itu, ditunjukkannya &#8216;keinginan&#8217; dan &#8216;tawaran&#8217;nya itu kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Seandainya kita ada disana saat itu, apa yang akan kita lakukan? Apa reaksi kita? Mungkin kita akan melihatnya aneh, menjauh, atau malah menganggapnya sakit jiwa. Atau yaaa.. kalo kita mau mata duitan dikit, kita mau2 aja meluk dia. Siapa tau itu lagi bagian dari syuting reality show berhadiah jutaan rupiah! Hahaha.</p>
<p>Tapi memang seperti itu. Selama 15 menit pertama, orang2 hanya melihat dengan pandangan heran kearah Mann. Tapi Tuhan memang baik. Nggak berapa lama kemudian, ada seorang perempuan yang menghampirinya, dan memegang pundaknya, dan berkata kalau dia baru saja kehilangan anjingnya yang mati pagi hari itu. Dan hari itu juga merupakan tepat satu tahun anak perempuannya meninggal karena kecelakaan mobil. Dan bagaimana yang dibutuhkan perempuan itu saat itu adalah : sebuah pelukan. Hanya agar bisa merasa, bahwa disaat berat seperti itu, dia tidaklah sendirian. Mann kemudian berlutut dengan satu kakinya, dan kemudian memeluk perempuan itu&#8230;. <em><span style="text-decoration:underline;">(taken from www. freehugscampaign.org)</span></em></p>
<p>Satu pelukan, Boss!<br />
Bisa menyelamatkan satu nyawa, <em>I might say</em>. Siapa tau sebenernya si perempuan tadi niatnya mau bunuh diri saking <em>lonely</em>-nya, tapi kemudian ditengah jalan ketemu sama si Juan Mann itu tadi. Juan Mann bukan seorang malaikat penyelamat, tentu. Dia juga orang biasa. Tapi dia mampu &#8216;menyelamatkan&#8217;. Gitu juga dengan si perempuan itu. Dia juga bukan malaikat. Tapi diapun mampu &#8216;menyelamatkan&#8217; Juan Mann. <em>Wasn&#8217;t it good?</em> Memang bener banget, kalo kita memang nggak boleh menganggap remeh diri sendiri. <em>To the world, you might be just &#8216;someone&#8217;. But to someone, you might be their world. </em>Udah hapal di luar kepala kan sama ungkapan ini?</p>
<p>Sayangnya, kampanye FREE HUGS ini sempat dilarang. Karena melanggar ketertiban umum dan dianggap bisa berindikasi pada hal2 yang negatif termasuk pelecehan seksual! Kok bisa ya? Ya kalo meluknya sambil grepe2, sih ya emang ho-oh! Aneh aja. Dulu <strong>Teletubbies</strong> juga sempat di protes dengan aksi &#8216;Berpelukaaaannnn&#8230;..&#8221; nya itu, yang dianggap bisa mempengaruhi anak2 untuk menjadi homoseksual! Karena mereka suka sekali berpelukan dengan sesama jenis! Kasian sekali ya si Dipsy, Laa Laa, Poo dan Tinky Winky itu. Karir mereka tamat ketika sedang di puncak. Hehehe.</p>
<p>Semua orang punya masalah, dan pastinya nggak bisa dibanding2kan. Semua pasti merasa berat dengan masalahnya masing-masing. <em>But to see someone who was once frowning, smile even for a moment, is worth it every time&#8230;</em></p>
<p>Jadi&#8230;, giliran siapa sekarang yang mau saya peluk?? Hehehehe</p>
<p style="text-align:justify;">
<span style="font-size:100%;font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4sbjFUi4iI/AAAAAAAAAWQ/mQqADDxBtGc/s1600-h/freehug.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:255px;height:175px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4sbjFUi4iI/AAAAAAAAAWQ/mQqADDxBtGc/s320/freehug.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="font-size:100%;font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;font-family:trebuchet ms;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=158&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/04/berpelukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R4sbjFUi4iI/AAAAAAAAAWQ/mQqADDxBtGc/s320/freehug.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>2008</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/03/2008/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/03/2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 09:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/03/2008/</guid>
		<description><![CDATA[There are no short cut in life or in love. The pain must be felt. The pain of how we love, it what makes us special. What makes us beautiful. And what makes us worthy. But the pain is accompanied by something else : HOPE. With our pain there is hope. And that is where [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=157&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong>There are no short cut in life or in love.<br />
The pain must be felt.<br />
The pain of how we love, it what makes us special.<br />
What makes us beautiful.<br />
And what makes us worthy.</strong></p>
<p><strong>But the pain is accompanied by something else : HOPE.<br />
With our pain there is hope.<br />
And that is where we are : somewhere between agony, optimism and prayer.<br />
We are human.<br />
We&#8217;re alive and that is what we have.</strong><br />
</span><br />
<span style="text-decoration:underline;"><em><strong>(</strong>taken from the &#8216;Brothers &amp; Sisters&#8217;, episode 12)</em></span></p></blockquote>
<p>So, Happy New Year, everyone!<br />
Be prepare for the wonderful journey we&#8217;re about to begin!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=157&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2008/01/03/2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mama</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/21/mama/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/21/mama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 06:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/21/mama/</guid>
		<description><![CDATA[Ma, Ketika Mama sudah semakin tua.. Bukan lagi Mama yang semula, Aku akan mengerti&#8230; Aku akan bersabar terhadap Mama &#8230;. Ketika Mama berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang sudah bosan aku dengar, Aku akan bersabar mendengarkan.. Tak akan kuputus pembicaraan kita&#8230; Ketika Mama memerlukanku untuk memandikan Mama, Aku takkan marah padamu .. Karena kuingat sewaktu kecil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=156&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:30px;"><a href="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2ttDlUi4fI/AAAAAAAAAV4/CilzhXPx3i8/s1600-h/LILY.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:159px;height:162px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2ttDlUi4fI/AAAAAAAAAV4/CilzhXPx3i8/s320/LILY.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<span style="color:#666699;"><strong>Ma,<br />
Ketika Mama sudah semakin tua..<br />
Bukan lagi Mama yang semula,<br />
Aku akan mengerti&#8230;<br />
Aku akan bersabar terhadap Mama &#8230;.</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika Mama berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang sudah bosan aku dengar,<br />
Aku akan bersabar mendengarkan..<br />
Tak akan kuputus pembicaraan kita&#8230;</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika Mama memerlukanku untuk memandikan Mama,<br />
Aku takkan marah padamu ..<br />
Karena kuingat sewaktu kecil, Mama harus memakai segala cara untuk membujukku mandi..</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika Mama tak paham sedikitpun tentang teknologi dan hal-hal baru,<br />
Aku takkan mengejek Mama&#8230;<br />
Selalu terpikir olehku, bagaimana dahulu Mama begitu sabar menajawab setiap &#8216;mengapa&#8217; dariku..</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika Mama tak dapat berjalan,<br />
Kuulurkan tanganku yang masih kuat untuk memapah Mama..<br />
Seperti Mama memapahku saat aku belajar berjalan waktu masih kecil..</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika Mama seketika melupakan pembicaran kita,<br />
Akan kuberi waktu untuk Mama mengingat.<br />
Karena kutahu sesungguhnya, apa yang dibicarakan tidaklah penting..<br />
Asalkan aku ada disamping Mama mendengarkan, Mama sudah sangat puas&#8230;</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Ketika aku memandang dirimu yang mulai menua,<br />
Aku tidak akan berduka&#8230;<br />
Aku akan mengertimu ..<br />
Mendukungmu&#8230;<br />
Seperti Mama menghadapiku ketika aku mulai belajar menjalani kehidupan..<br />
Waktu itu Mama memberi petunjuk, bagaimana menjalani kehidupan ini..</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#666699;"><strong>Sekarang, aku akan temani Mama menjalani sisa hidup Mama.<br />
Kuberikan cintaku dan kesabaran&#8230;<br />
Kunantikan senyuman penuh rasa syukur Mama..<br />
Dalam senyum itu terdapat cintamu ..yang tak terhingga untukku&#8230;</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong><span style="color:#666699;">Selamat Hari Ibu, Ma &#8230;.</span><br />
</strong></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong></strong></span></p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=156&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/21/mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2ttDlUi4fI/AAAAAAAAAV4/CilzhXPx3i8/s320/LILY.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Facebook part 2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/facebook-part-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/facebook-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 11:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/facebook-part-2/</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah jadinya kalau 2 manusia yang (curiganya sih agak2 gaptek, tapi sok taunya luar biasa) ngobrolin tentang sebuah jejaring pertemanan di internet yang bernama FACEBOOK! On YM, 19 Desember 2007 Dimas Novri: eh mas, udah punya Facebook belon? ryu deka: Udah dong&#8230;.. ryu deka: *smiling* Dimas Novri: membingungkan dan lemot ryu deka: Wuih, temenku udah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=155&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beginilah jadinya kalau 2 manusia yang (curiganya sih agak2 gaptek, tapi sok taunya luar biasa) ngobrolin tentang sebuah jejaring pertemanan di internet yang bernama FACEBOOK!</p>
<p><strong>On YM, 19 Desember 2007</strong></p>
<blockquote><p><strong> Dimas Novri</strong>: eh mas, udah punya Facebook belon?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Udah dong&#8230;..<br />
<strong> ryu deka</strong>: <em>*smiling*</em><br />
<strong> Dimas Novri</strong>: membingungkan dan lemot<br />
<strong> ryu deka</strong>: Wuih, temenku udah banyak banget&#8230;..<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: pasti baru beberapa biji<br />
<strong> ryu deka</strong>: 6 !<br />
<strong> ryu deka</strong>: Hehehehe&#8230;..<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: tuh kan<br />
<strong> ryu deka</strong>: Aku cuman tertarik aplikasi2nya doang&#8230;.<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: aplikasi2nya juga bingungin<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: semua ngebingungin!<br />
<strong> ryu deka:</strong> Ya pilih2 dong. Kan ada kategorinya. Kamu pilih kategori TECHNOLOGY mungkin? Atau SCIENCE? Ra sah kemaki, tho&#8230; piilh aja yang FASHION&#8230; Hahaha<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: eh ada kategorinya toh? baru tau<br />
<strong> ryu deka:</strong> Walah&#8230;..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Piye toh&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Aku aja baru tau minggu ini&#8230;.. kekekeke<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: halah<br />
<strong> Dimas Novr</strong>i: udah gak ada message blas, gak laku tenan Facebookna<br />
<strong> ryu deka</strong>: Yo wes, ta&#8217; message opo piye&#8230;.<br />
<strong> ryu deka</strong>: Alamatnya apa?<br />
<strong> ryu deka</strong>: LUmayan, nambah 1 temennya.. kekekeke<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: hm tau alamatnya gimana ya mas?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Alamat siapa dulu..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Kalo alamat tujuan, biasanya didepan. Kalo alamat pengirim, dibelakang.<br />
<strong> ryu deka:</strong> Loe kate suratt??????<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: PLAK!<br />
<strong> ryu deka</strong>: Alamat facebook mu apa&#8230;<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: sebentar<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: <em>*bingung*</em><br />
<strong> ryu deka</strong>: Ya Tuhan&#8230;..<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: http://www.facebook.com/profile.xxxxxxxxxxx<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: itu bukan maksudna?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tentu bukan..<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: loh jadi?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Eh, itu bukan ya&#8230;. kikikikik&#8230; bentar2.. kok aku juga jadi bingung..<br />
<strong> ryu deka</strong>: Hahahaha<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: piye toh masnya!<br />
<strong> ryu deka</strong>: Jadi jadi.. kalo mau invite di Facebook itu, kamu harus ada di alamat di address list emailku yang aku pake buat bikin akun FB itu..<br />
<strong> ryu deka</strong>: RIbet ya?<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ya sudahlah&#8230;<br />
<strong> ryu deka</strong>: Tanpa jadi teman di FB pun, kamu masih mau temennan sama aku kan&#8230;..?<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: hm bagaimana ya mas&#8230;<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: baiklah kalo dirimu memaksa<br />
<strong> ryu deka</strong>: Ih!<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: <em>*dendam ma FB, langsung log out!*</em><br />
<strong> Dimas Novri</strong>: sangat tidak entertaining itu web<br />
<strong> ryu deka</strong>: Lebih seru dari FS, tauuuu!!<br />
<strong> ryu deka</strong>: <em>*mencoba bergaya ABG*</em><br />
<strong> Dimas Novri</strong>: secara itu web bikin pusinnggg!<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: <em>*tetep bergaya abg*</em><br />
<strong> ryu deka</strong>: Ya sutralah, nek! Kalo jij tinta mawar maenan Facebook<br />
<strong> ryu deka</strong>:<em> *sekarang bergaya ABG.. ABG Bencong,tapinya..*</em><br />
<strong> ryu deka</strong>: Hahahahaha<br />
<strong> Dimas Novri</strong>: <em>*rolling on the floor laughing*</em><br />
<strong> Dimas Novri:</strong> masnya multi talent ternyata<br />
<strong> ryu deka</strong>: Emberr&#8230; <em>*aduh, bencongnya keterusaannnnn!!!*</em><br />
<strong> Dimas Novri</strong>: <em>*ngeloyor pelan-pelan&#8230; *</em></p></blockquote>
<p>Santai, kawan. Nggak lihai Facebook bukan berarti kiamat kok.. Hahahaha&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=155&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/facebook-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Choose</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/choose/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/choose/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 00:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/choose/</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang kenal dekat (atau paling tidak, sepertinya kenal dekat) dengan saya, selalu bilang kalo saya ini orangnya sangat pemilih. Agak nggak suka sebenernya dibilang kaya begitu. Karena pada kenyataannya, saya orangnya bisa sangat nrimo, loh. Misalnya saja kalo diajak keluar untuk makan malam, kalo ditanya, &#8220;Mau makan dimana?&#8221;, saya pasti lebih sering jawab, &#8220;Terserah&#8230;&#8230;&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=154&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang kenal dekat (atau paling tidak, sepertinya kenal dekat) dengan saya, selalu bilang kalo saya ini orangnya sangat <strong>pemilih</strong>. Agak nggak suka sebenernya dibilang kaya begitu. Karena pada kenyataannya, saya orangnya bisa sangat <strong><em>nrimo</em></strong>, loh. Misalnya saja kalo diajak keluar untuk makan malam, kalo ditanya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mau makan dimana?&#8221;,</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">saya pasti lebih sering jawab,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Terserah&#8230;&#8230;&#8221;.</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuh kan. Kata siapa saya pemilih?? Hehehe&#8230; Walaupun kemudian ketika teman saya menwarkan untuk makan di suatu tempat tertentu, saya sering juga bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Mmmm.. bisa ditempat yang lain, nggak??&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">PLAKKK!!! Emang pemilih, ternyata. Pemilih dan nyebelin, tepatnya.</p>
<p>Apa yang dibilang orang-orang itu tadi memang banyak benarnya. Banyak, lho ya. Bukan seluruhnya benar. Karena buktinya, ketika hari ini saya mengunjungi seorang penjual Kambing di pinggiran <strong>Ring Road Utara</strong>. Ceritanya mau nyari Kambing buat Idul Adha, boss. Secara ini yang pertama kali, ya.. Jadi bingungnya setengah mati. You know, pertanyaan dasar seperti : Kambing seperti apa yang layak untuk dibeli?? Kalo masalah harga sih, nggak saya pertanyakan sekali. Karena pasti nyarinya yang sesuai dengan dana yang dipunya, kan? Hehehe. Tapi ketika balik lagi ke pertanyaan pertama tadi, &#8220;Kambing yang seperti apa yang layak saya pilih untuk dibeli?&#8221;, jelas2 saya jadi bingung. Karena?<span id="more-154"></span></p>
<h3 style="text-align:justify;">Belanja Kambing?</h3>
<p style="text-align:justify;">Alamak.. kalo belanja baju mah gampang! Tinggal diliat modelnya, warnanya, bahannya, terus harganya, udah. Selesai. Langsung bisa ambil keputusan : <em>take it or leave it</em>.Take it kalo emang model-warna-bahan dan harganya &#8216;kena&#8217; di hati dan di dompet. Leave it, kalo salah satu dari faktor diatas (terutama faktor harga, biasanya.. hahaha) nggak &#8216;pas&#8217; di hati. Nah itu kalo beli baju. Lah ini, beli kambing! Yang jadi pertimbangan layak/tidaknya dibeli tu apanya ya? Umurnya? Beratnya? Buluny? Suaranya? Tampangnya??</p>
<p>Saya inget (secara samar2), dulu jamannya masih suka nganterin ibu saya ke pasar, saya sering kali dapet pendidikan dan informasi dadakan yang karena sifatnya dadakan itulah, seketika itu pulalah saya seringnya mendadak langsung lupa juga! Misalnya, ketika beliau beli ikan, maka belia memberikan tips bagaimana memilih ikan yang masih segar. Diliat dari insangnya (eh, bener kan??). <em>Which is </em>kalo saya pikir2 lagi sih, agak nggak masuk akal ya. Karena kalo mau nyari ikan yang seger, kenapa nggak beli yang masih idup?? Hehehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Terus pernah juga beliau memberi tips bagaimana memilih <strong>Jeruk</strong> yang baik. Katanya sih, diliat dari kehalusan dan ketebalan kulitnya. Biasanya makin tipis dan halus, pasti manis dan airnya banyak. Saya berani taruhan, kalo tips itu pasti akan sangat tidak berguna kalo saya dalam keadaan mau beli Jeruk Bali! Hahahaha&#8230; Anak yang nggak tau diri, emang.</p>
<p>Eh tapi jangan salah. Saya termasuk yang jadi langganan Ibu saya untuk nganterin ke pasar lho. Bukan apa2 sih, karena saya termasuk yang (masih) sabar menemani beliau kalo belanja di pasar dibandingkan anggota keluarga yang lain. Hehehe. Walau kadang suka jengah juga sih kalo melihat beliau lagi terlibat dalam<strong> aksi tawar- menawar</strong> dengan penjual2 itu. Suka ngga tega sama penjualnya. <em>I mean</em>, masa seikat sayur <strong>Bayam</strong> seharga 1000 rupiah ditawar jadi 300 perak oleh ibu saya! Tega bener sih? Terus pake aksi sok pergi+jual mahal segala lagi kalo tawaran Ibu itu saya dicuekin sama si penjual. Sampe akhirnya si penjualnya &#8216;mengalah&#8217; dan ibu saya kembali lagi dengan wajah penuh kemenangan&#8230; Untungnya kebiasaannya itu tidak diterapkannya ketika belanja di pasar swalayan!</p>
<p>Eh, tapi kita lagi ngomongin Kambing, kan ya?? Baiklah. Akhirnya dengan pengetahuan yang tidak ada sama sekali tentang tata cara pemilihan Kambing, sayapun mencoba berserah diri pada si penjualnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em><strong> Saya </strong>: Ini yang bagus yang mana, Pak?<br />
<strong> Pak Penjual Kambing </strong>: Wah, lah ini semua bagus, Mas. Sehat2.<br />
<strong> Saya </strong>: Mmm&#8230; *makin bingung*. Kalo nurut Bapak, saya pilih yang mana?<br />
<strong> Pak Penjual Kambing</strong> : Lhaa yo monggo Masnya aja&#8230; Mau pilih yang mana&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Saya tau itu pak. Saya tau saya harus memilih karena YANG BELI KAN SAYAA!!!!<br />
Hampir aja saya mau ngomong gitu sama si Bapak. Tapi saya batalkan, karena nggak etis rasanya mau beli hewan kurban kok sampai harus mengorbankan perasaan orang lain.. Hehehehe. Akhirnya setelah tidak mendapatkan jalan keluar, saya mencoba membuat sebuah keputusan besar dalam hidup saya : memilih sendiri Kambingnya! Edan lah pokoknya.</p>
<p>Ya gitu akhirnya. Saya mencoba memperhatikan satu demi satu Kambing2 yang jumlahnya bejibun dikandang. Bukan pemandangan yang indah yaa. Secara.. ini kambing, gitu loh! Muka mereka saaaa&#8230;..mmmaaaaaa, semua! Nggak ada yang lebih cantik atau ganteng dibandingkan yang lain. Sama semua. Tanduknya juga sama2 ada 2. Bulunya juga sama2 tebelnya. Suaranya semua sama. Nggak ada yang lebih merdu dibandingkan lainnya. Gemuknya juga hampir sama semua. Nggak ada yang lebih langsing atau lebih overweight. Lha, iki trus piye??? Masa butuh waktu selama ini cuman milih kambing doang? <em>I was wondering</em>, coba aja kalo ada satu kambing yang main mata sama saya, pasti tu kambing langsung akan saya pilih! But nooooo.. nggak ada sama sekali tuh. Yang ada mereka malah pada cuek sendiri2 sambil sibuk mengunyah rumput masing2. Huh! Dasar Kambing!!</p>
<p>Akhirnya, saya mencoba melemparkan pandangan sekali lagi ke kambing2 itu, dan tiba2 saja langsung menunjuk pada salah satu kambing, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Yang ini aja, Pak!&#8221;</em></span>. Mantap. Pilihan saya jatuh pada seekor Kambing yang dimukanya ada corak hitamnya. Kenapa saya pilih dia? Well, mungkin faktor kebetulan aja. Kebetulan diantara sebelah2nya, cuman dia yang punya corak warna hitam dimukanya. Jadi menurut saya dia keliatan lebih gagah dibanding kambing lainnya. Hehehe. Benar2 cara memilih Kambing yang ngawur&#8230;</p>
<p>Tapi sebenernya sih, saya kan emang nggak tau cara memilih kambing yang benar itu seperit apa. Tapi ya sudahlah, <em>why bother</em>? Ngapain juga berjam2 pegel2 cuman untuk milih kambing?<em> Just pick</em>. Pilih ajalah. Selain belum punya keahlian untuk memilih, saya sih percaya aja sama si bapak penjualnya kalo semua kambing2 itu memang layak jual dan layak dikurbannkan. Jadi ya, kali ini saya mencoba membuktikan kalo saya ini bukan tipe orang yang pemilih seperti kata orang2! Hehehe. I mean, nggak papa lho sebenernya menjadi orang yang pemilih itu. Karena, yaa.. dalam hidup ini kita memang harus memilih, bukan? Karena hidup itu sendiri adalah sebuah pilihan. Memilih temen. Memilih pekerjaan. Memilih pasangan hidup. Kita nggak ingin apa yang kita dapat, kita dapatkan hanya gara-gara kita salah pilih. Dan alangkah mengerikan lagi, apabila kita sama sekali tidak punya pilihan lain&#8230;.</p>
<p>Memilih itu satu hal. Menjadi &#8216;pemilih&#8217;, itu hal lain. Kalau toh saya masih dinobatkan sebagai orang yang sangat pemilih, at least saya punya reason yang masuk akal untuk itu.</p>
<p>Eh, by the way.. mau liat kambing pilihan hati saya? Nih..</p>
<p style="text-align:justify;">
<a href="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2iA5FUi4eI/AAAAAAAAAVw/Zw0kSAoIFBg/s1600-h/19122007222.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2iA5FUi4eI/AAAAAAAAAVw/Zw0kSAoIFBg/s320/19122007222.jpg" border="0" alt="" width="215" height="161" /></a></p>
<p>Ganteng, kan?? Hahahaahahahah&#8230;.<br />
Met Idul Adha ya!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=154&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/19/choose/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2iA5FUi4eI/AAAAAAAAAVw/Zw0kSAoIFBg/s320/19122007222.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Stereotype</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/17/stereotype/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/17/stereotype/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 07:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/17/stereotype/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini teman saya Nona Iyan baru aja pulang dari Bali setelah 2 minggu lalu, dia jungkir balik ngeliput acara Global Warming Summit di Bali itu. Tentu saja saya (dan dia) nggak membahas masalah isi konferensi itu secara detail ya. Secara dia juga udah eneg luar biasa, dan saya pun juga ga peduli2 amat sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=153&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini teman saya Nona Iyan baru aja pulang dari Bali setelah 2 minggu lalu, dia jungkir balik ngeliput acara <strong>Global Warming Summit</strong> di Bali itu. Tentu saja saya (dan dia) nggak membahas masalah isi konferensi itu secara detail ya. Secara dia juga udah eneg luar biasa, dan saya pun juga ga peduli2 amat sama tu konferensi. Hehehe. Ya jadilah pagi tadi pembicaraan kita hanya seputar pernik2 konferensi yang jauh lebih menarik. Kurang lebih, beginilah cuplikan pembicaraan tidak penting antara kami berdua di meja pantry kantor, yang akhirnya menimbulkan sebuah ide untuk blog ini :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong> Nona Iyan</strong> : &#8230;&#8230;. jadi, waktu itu gue ikutan ngeliput acaranya Bu Ani SBY. Barengan sama Erna Witoelar juga, sama Meutia Hatta. Sumpah, tadinya gue males banget. Tapi secara udah di-agendain, ya udah.. ngikutlah gue. Loe tau ga yang dateng siapa.. Itu ibu2 yang dandan abis, yang rambutnya disasak tinggiii&#8230;Model2 ibu pejabat gitulah. Haduh, gue cuman bingung, &#8220;Ini ibu2 ga panas apa di Bali dandan kaya gitu.. Gue aja kalo boleh tank-top an, pasti bakal pake Tank-Top an doang&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : Hahaha..<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : Terus, tau nggak. Disebelah gue dong, tau2 dateng ibu2. Model Ibu2 pejabat juga. Utuk&#8230;utuk.. utuk..utuk.. duduk disebelah gue. Terus dia nanya, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Adik dari mana?&#8221;</em></span>. Ya gue jawab dong, gue dari radio FeMale. Terus dia bilang,<em> <span style="color:#333399;">&#8220;Oh.. besok adik ikut saya aja. Kita tanggal sekian mau ada semacam konferensi juga. Untuk perempuan.</span>&#8220;</em> Terus gue tanya dong, <em>&#8220;Oya? Tentang apa, Bu?&#8221;</em>. Terus dia jawab, <em>&#8220;<span style="color:#333399;">Ini.. temanya tentang <strong>&#8216;Perempuan dan Nuklir&#8221;</strong></span></em><br />
<strong> Saya</strong> : HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : Tuh, loe aja ketawa. Gue? Mau ketawa kok agak nggak sopan kayanya ya.<br />
<strong> Saya</strong> : Perempuan dan Nuklir??? Serius tuh&#8230;<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : Iya. Terus gue tanya lagi, &#8220;Emang yang mau disampaikan disitu apa?&#8221;<br />
<strong> Saya</strong> : Trus?<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : Trus dia bilang, &#8220;Ohh..ya kami ingin memberikan pemahaman pada para perempuan, bahwa Nuklir itu tidak berbahaya&#8230;&#8230;..&#8221;<br />
<strong> Saya</strong> : HUAHAHAHAHAHA&#8230;. Iya, Nuklir itu nggak bahaya. Yang berbahaya itu Merkuri. Merkuri sama <em>Hydroquinon</em> yang sering dipakai di kosmetik&#8230;.<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : HAHAHAHAHAHAH..<br />
<strong> Saya</strong> : Ya ampun&#8230;.<br />
<strong> Nona Iyan</strong> : Then I was like, aduhh&#8230; ini ibu2 pejabat suka aneh-aneh emang ya. Pada bingung kali ya cari kegiatan, suaminya pada sibuk gitu..</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-153"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p>Gitu dia, Boss.<br />
Sampai disini, saya punya satu point yang ada di kepala. Yaitu : <strong>STEREOTYPE</strong>. Penggeneralisasian. Kenapa ya, perempuan kok diidentikkan (saya bilang : diidentikkan lho ya, bukan &#8216;identik&#8217;. Beda.) dengan hal2 yang remeh-temeh? I mean, kaya tadi aja. Waktu si Ibu2 itu bilang kalo mereka mau buat konferensi bertemakan &#8220;Perempuan &amp; Nulir&#8221;, saya langsung ketawa ngakak. Yang ada dipikiran saya ya itu tadi, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ngapain sih perempuan mikirin Nuklir?&#8221;</em></span>. Padahal, loh&#8230; Emang kenapa? Emang gak boleh? Ada yang salah kalo perempuan peduli dengan Nuklir??</p>
<p style="text-align:justify;">Ya bukannya aneh sih, tapi aneh aja. Lho? Maksudnya, kayanya emang udah jadi stereotype aja, kalo perempuan tuh ya ngurusinnya hal2 yang &#8216;standar&#8217;, seperti kesehatan ibu-anak-keluarga bla bla bla. Nuklir? Duileee.. jauh bener&#8230; Itu sama aja dengan stereotype yang bilang : perempuan itu kalo nyetir ngaco! Bikin sebel mobil2 dan motor2 yang dibelakangnya. Ngebut enggak, pelan enggak. Minggir enggak, di tengah juga enggak. Padahal kenyataannya, ya nggak semua lah. Sebagian besar saja. Huahahahahahha</p>
<p>Yang kedua, another stereotype : <strong>Ibu-ibu pejabat</strong>. Kenapa ya sering kali mereka diidentikkan dengan stereotype seperti itu? <strong>Rambut sasak tinggi &#8211; Jambul &#8211; Kipas2, dandan tebal dan kegiatan2 aneh</strong>. Saya sendiri sih sebenernya nggak setuju dengan stereotype ini, karena.. bukan apa2, ibu saya dulu juga ibu pejabat loh. Hehehe. Bersasak tinggi sih emang, tapi jutaan lain perempuan di Indonesia juga menerapkan sistem model rambut bersasak, bukan? Bukan hanya Ibu2 pejabat? Untuk urusan kipas, ibu saya juga mengoleksi beberapa jenis kipas lipat yang memang sering dipergunakannya. Ini wajar juga menurut saya, karena ya kalo hawanya lagi panas, masa mau kipasan pake koran?? Malu donng, kan istri pejabat! Hehehe. Atau mau kipas2 pake duit kertas?? Kok koyo abis bakulan. Hehehe. Untungnya, kegiatan2 yang ibu saya ikuti dan hadiri adalah kegiatan yang wajar, sewajar seorang istri yang memang harus sering menadmpingi suaminya menghadiri kegiatan2 pemerintahan. Ya itu sih setau saya. Tapi saya sangat yakin kalo Ibu saya nggak pernah menghadiri konferensi2 ajaib seperti yang diceritakan Nona Iyan barusan. Karena kalo iya, beliau pasti udah cerita sama saya. Hehehe.</p>
<p>Begitu banyak stereotype2 yang kita dengar (bahkan mungkin kita buat sendiri) selama ini. Buuanyakkk! Jaman dulu ketika masih jungkir balik ngeband di Kafe, udah jadi pakem yang sangat umum sekali, kalo (katanya) kalo vokalis cewek pasti identik cewek nakal yang bisa dipake. Dipake disini tentu bukan dipake untuk nyanyi ya.. hehehe. Sedangkan kalo vokalis cowoknya, pasti binan (dan bisa dipake juga!). A****g banget kan?? Terus anak2 band tuh identik dengan drugs dan alcohol. Aduh, kata siapa?? Anak2 band saya nggak ada tuh yang minum. Boro2 mabok, abis manggung biasanya malah pada minta disediain Pocari Sweat kok. Saya malah lebih sok lagi, mintanya disedian <strong>Susu Bear Brand!</strong> Sehat banget, kan?? Hahaha. Jangankan ngedrugs, di band saya yang ngerokok juga cuman 1-2 orang. So, saya pikir kita memang harus hati2 dalam menyikapi sebuah stereotype (hehehe.. oke banget ya bahasa saya).<br />
Jangan menggeneralisasi.</p>
<p>Kata siapa, kalo penyiar itu orangya pasti &#8216;rame&#8217;? Saya engga tuh. Cuman kalo pas lagi nyacat aja, suka bikin rame. Rame2 pada pengen ngegebukin saya, maksudnya&#8230;. heheheh..<br />
Ya sudah. Saya mau nerusin kerja lagi. Marii&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=153&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/17/stereotype/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cuci Gudang</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/14/cuci-gudang/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/14/cuci-gudang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 08:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/14/cuci-gudang/</guid>
		<description><![CDATA[Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) : Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) : Scorpio itu posesif, emosional, egois, arogan, supersensitif, sangat seksi, penyayang, pengertian dan tulus. Suka menyengat dengan &#8216;ekornya yang berbisa&#8217; bila harga dirinya dilecehkan. Mudah menangis bila hatinya terluka tapi suka menyembunyikan perasaan. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=152&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:trebuchet ms;">Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) :</span></p>
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2JMwVUi4dI/AAAAAAAAAVo/osvpyMoznew/s1600-h/SCORPIO.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2JMwVUi4dI/AAAAAAAAAVo/osvpyMoznew/s320/SCORPIO.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Kata sebuah booklet Ramalan Tahun 2008 yang saya baca (kakakkaka..) :</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em><strong>Scorpio</strong> itu posesif, emosional, egois, arogan, supersensitif, sangat seksi, penyayang, pengertian dan tulus. Suka menyengat dengan &#8216;ekornya yang berbisa&#8217; bila harga dirinya dilecehkan.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em><br />
Mudah menangis bila hatinya terluka tapi suka menyembunyikan perasaan. Jika jatuh cinta, ia akan membabi buta. Apapun akan Scorpio lakukan untuk membahagiakan kekasihnya, termasuk membela mati-matian meski tahu kekasihnya bukan pada posisi yang benar.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#993366;"><em><br />
Menikahi Scorpio identik dengan kehidupan cinta yang damai karena Scorpio memiliki sifat penyayang.</em></span></p>
<p>Ayo.. Ayo&#8230; Cuci gudang! Cuci Gudang akhir tahun! Ada yang mau sama Scorpio???? Hahaha..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=152&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/14/cuci-gudang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R2JMwVUi4dI/AAAAAAAAAVo/osvpyMoznew/s320/SCORPIO.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Treat Her Like a Lady</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/13/treat-her-like-a-lady/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/13/treat-her-like-a-lady/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 06:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/13/treat-her-like-a-lady/</guid>
		<description><![CDATA[Treat the people the way you want to be treated. Ini kalimat sakti yang sebenarnya udah sering kita dengerin. Bahwa kita harus memperlakukan orang lain, seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Simpel sekali. Tapi pada kenyataannya, memang beneran ngga semudah ngelirik sana-ngelirik sini. Perlu usaha yang ga sedikit. But it really worth to try. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=151&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Treat the people the way you want to be treated</strong>. Ini kalimat sakti yang sebenarnya udah sering kita dengerin. Bahwa kita harus memperlakukan orang lain, seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Simpel sekali. Tapi pada kenyataannya, memang beneran ngga semudah ngelirik sana-ngelirik sini. Perlu usaha yang ga sedikit. <strong>But it really worth to try</strong>. Kalau kita bisa menerapkan ini, dalam keadaan apapun (at least mau mencoba, lah.), hasil yang didapet sungguh2 menyenangkan loh. Believe me.<br />
Saya ceritain 2 contoh nyatanya ya.</p>
<p>Yang pertama,<br />
Beberapa bulan lalu ketika bulan Ramadhan, radio saya dapet tawaran interview seorang penyanyi baru bernama <strong>Ussy</strong> yang lagi promo album di Jogja. Secara materi lagu, saya sih nggak keberatan meskipun agak2 mengerenyitkan dahi juga sih setiap denger reffrain lagunya yang &#8216;unik&#8217; (atau kalau diterjemahkan dalam sebuah kalimat : &#8220;Ih&#8230; &#8216;pa apaan sih??&#8221;).</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#993366;"><em>&#8220;Ku memang punya trik.. Buat kau klik.. Dengan diriku&#8230;Bukan dengan magic..  Cuma asik&#8230; Saat denganmu&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ya, itu dia. Ber-rima ya. Bikin gatel sebenernya dengernya. Hehehe. Itu dari sisi lagu. Dari sisi si penyanyinya sendiri, yaa.. bolehlah. Cukup manis. Hehehe. Jadi ya akhirnya saya deal dengan pihak manajemennya, untuk interview di radio saya.</p>
<p>Pada hari H, beberapa teman dari radio lain yang sudah lebih dulu mendapatkan jatah interview mbak Ussy ini, menghubungi saya via SMS maupun YM. Semuanya memaki2. Semuanya menghujat. Dan semuanya mencela si mbak ini. Macem-macem. Ada yang bilang sombong, lah. Arogan, lah. Ngartis, lah. Nggak profesional, lah. Banyak pokoknya. Bahkan ada temen yang bete setengah mati karena si artis nggak mau turun dari mobil sampai tiba waktunya interview tiba. Weleh2&#8230;. Dicurhatin begitu, ya saya cuman bisa senyum kecut saja. Dan agak deg2an juga, karena jadwal interview di radio saya dengan si artis ini adalah jadwal terakhirnya promo radio di Jogja. Bisa dibayangkan, pasti si artis akan makin males dan bete saja.<strong> I have to do something! Have to!</strong> Tapi apa??<span id="more-151"></span></p>
<p>Kemudian si manajer menelpon saya, menanyakan tentang alamat radio saya. Dan bilang kalau nanti mereka akan ikut buka puasa dan Sholat Maghrib di radio saya, karena interview memang dilakukan jam 6 setelah buka puasa. Tiba2 saya usil bertanya,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><em><span style="color:#333399;">&#8220;Eh.. kalo buka puasa biasanya pada pake apa sih?&#8221;.</span></em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Terus si manajer menjawab dengan nada menggoda,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ohhh.. Om Adrie sama Ussy kalo buka suka banget sama Pisang Bakarnya Es Teller 77. Es Shanghai juga&#8230; bla bla bla blaaaaaa&#8230;.&#8221;</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">sambil menyebutkan aneka jenis makanan yang semakin bervariasi ga jelas. Tentu dalam konotasi bercanda. Tapi justru saya anggap serius! Makanya gak lama kemudian, tanpa pikir panjang saya segera menuju ke Es Teller 77 di Galeria Mal, dan memborong beberapa dus Pisang Bakar untuk tamu2 saya itu. <em>I really wanted to surprise them..</em></p>
<p>Berhasilkah saya? Bentar. Belom sampe kesitu. Hehehe. Sekitar jam 17.30an, rombongan itu datang. Dan sebagai tuan rumah, saya tentu menjemput mereka di depan pintu masuk studio. Kemudian mempersilakan mereka transit di ruang tengah, sambil yaa.. biasalah. Basa basi seadanya. Hingga tiba waktu buka puasa, dikeluarkanlah menu buka puasa yang sudah saya siapkan itu. <em>And you know what?</em> Mereka semua histeris dan tertawa sambil si manajer menghampiri saya dan bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><em>&#8220;Dekaaa&#8230;. ya ampun! Gue kan tadi cuman becanda. Kok dibeliin beneran sih?? Makasih banget lho say&#8230; &#8220;.</em></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya cuman tersenyum bahagia. Hehehe. Karena yang terjadi kemudian, suasana di ruang transit itu benar2 cair dan luar biasa akrab. Yang akhirnya membuat suasana interview di ruang siaran pun kemudian luar biasa enak, dan di luar dugaan sebelumnya. Thanks buat penyiar2 saya juga tentunya.</p>
<p>Nggak ada tuh sikap2 arogan si artis. Nggak ada juga aneka cerita2 negatif lainnya yang sebelumnya mampir di otak saya. Yang ada di ruang siaran saat itu malah akhirnya si artis sendiri yang curhat ke penyiar2 saya. Gimana kalo dia sebenarnya amat sangat lelah menjalani promonya ini, dan gimana dia juga akhirnya bete dengan sikap radio2 sebelumnya yang tidak ramah, cuek dan tidak welcome. Bahkan dia meyebutkan brand per brand radio2 itu tanpa sungkan! Hahaha. Dan merekapun memuji kalau radio saya adalah <strong>the best</strong> dalam urusan treatment tamu! Hahaha. Ya iyalah!! Radio lain mana kepikiran bela2in beliin Pisang Bakar?? Program Directornya sendiri lagi yang beli. Hihihihi. Gapapa. Yang penting nama radio saya bisa baik dimata klien. Hehehe.</p>
<p>Yang kedua,<br />
Yang ini saya masih ingat terjadi tanggal 10 November lalu. Soalnya sempat saya abadikan di HP. Hehehe. Kali ini melibatkan <strong>Shanty.</strong> Jadi si Neng ini sedang melakukan promo juga untuk album kompilasinya, sekalian juga dia ada kegiatan off air di sebuah Mal dengan sebuah produk shampoo yang memasangnya sebaga <strong>brand ambasador</strong>. Nah, kebetulan jatah interview dengan beliau jatuh di jam siaran saya. Saya yang suka agak gelagepan kalo menginterview orang, tentu aja agak2 grogi ya. Secara ketika dulu pertama ketemu, kesan yang saya dapet tentang Shanty adalah : ni orang juteknya setengah mati! Apalagi kemudian, beberapa jam sebelum interview tiba, si manajer mengirimkan SMS yang intinya : <strong>Shanty lagi tertekan</strong>, karena ada misunderstanding dengan pihak Shampoo yang pengen ikut2an interview. Padahal ke radio2 tuh si Neng urusan promo album, bukan promo shampoo. Hehehe.</p>
<p>Haduh&#8230; dalam keadan biasa aja ni orang (keliatan) jutek, apalagi kalo dalam keadaan tertekan?? Makin deg2anlah saya. Akhirnya saya nyoba ngulik2 lagi tentang orang yang mau saya interview ini. Cari satu angle yang mungkin jarang di&#8217;ulik&#8217; sama orang. Untungnya saya doyan nonton infotainment (thank God!), jadi setelah saya inget2 lagi, <span style="text-decoration:underline;">si Neng ini amat sangat suka dengan Angelina Jolie, pernah mengagumi kemampuan Dewi Persik, dan sangat memuja Christine Hakim</span>. Orang kalo disuruh cerita tentang hal2 atau orang2 yang disukainya, pasti bakalan seneng banget kan? Hmmm.. tinggal gimana caranya facts ini diolah dan dimasukkan dalam interview. Akhirnya setelah diutak-atik sedemikian rupa, yes&#8230; ! Dapet!</p>
<p>Dimulailah interview itu. <em>It went really well</em>. Setengah jam pertama sih standar, masih urusan promo album dan tetek bengeknya. Setengah jam berikutnya, saya arahin ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih personal, dan sampailah pada sesi dimana saya menamakannya <strong>&#8216;The Sudden Death Questions&#8217;</strong>. Ngejiplak dari Silat Lidah emang. Hehe. Bodo ah. Jadi, karena si Neng ini terpilih sebagai &#8216;<em><strong>The Unbreakable Woman&#8217;,</strong></em> makanya kemudian saya siapkan 5 nama orang terkenal (perempuan, tentu) yang mungkin pernah bekerja sama dengannya (atau mungkin belum pernah), dan dia harus bilang kesan pertama yang ada di pikirannya ketika saya menyebutkan namanya. Dan inilah hasil rekap interview, yang jadi interview paling gila yang pernah saya lakukan selama ini..</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p><span style="color:#333399;"><strong> Saya</strong> : Siap ya? Okay.<br />
<strong> Saya </strong>: Melly!<br />
<strong> Shanty </strong>: Melly siapa?? Goeslaw? Ada kan Melly Manuhutu? Melly Goeslaw?<br />
<strong> Saya</strong> : Melly Zamry! Ya Melly Goeslaw, lah&#8230;..<br />
<strong> Shanty</strong> : Haha.. Melly Zamry? Gundul!!<br />
<strong> Saya </strong>: Hahaha.. gundulnya lho yang diinget&#8230;<br />
<strong> Shanty</strong> : Haha.. Melly Goeslaw? Mmm.. Funky Mama!<br />
<strong> Saya</strong> : Funky Mama. Kenapa seperti itu?<br />
<strong> Shanty</strong> : Ya karena dia udah emak2 tapi funky banget. Gayanya kan, rambut &amp; lagu2nya..<br />
<strong> Saya</strong> : Allright. Next&#8230; Angelina Jolie!<br />
<strong> Shanty</strong> : Haa&#8230;..<em> (kaget, trus diem)</em><br />
<strong> Shanty</strong> : Eeee&#8230;. the Goddes of the world! Itu bener2 pujaan gue deh. Idola gue lahir batin, dunia akhirat!<br />
<strong> Saya</strong> : Hahaha. MIsalnya kalo loe ketemu di bandara&#8230;.<br />
<strong> Shanty</strong> : Huaaaa&#8230; Uhh!! Gue jambak, gue peluk, gue cium.. terserah deh gue mau dibilang grupie, mau diblang gila, terserah deh. Mau ditangkep security juga gapapa!<br />
<strong> Saya</strong> : Okee.. Next. Nan T Achnas!<br />
<strong> Shanty</strong> : Nan T Achnas? Mmm.. diam menghanyutkan.<br />
<strong> Saya :</strong> Diam menghanyutkan?<br />
<strong> Shanty</strong> : Iya. Ga banyak ngomong. Tapi .. tek! Gitu.<br />
<strong> Saya</strong> : Ok. Next : Christine Hakim.<br />
<strong> Shanty</strong> : WOWW&#8230; Mmmmm&#8230;. Ikon! Ikon aktris Indonesia. Dan.. o iya, duh.. ni gue merinding lagi kan nih kalo inget dia. Pas waktu premiere film The Photograph, gue liat dia beberaap row didepan gue. Sekitar 2 row. Dan itu gue, aduh Bo&#8217;.. maap ya, gue ngerasa <em>*cencored*</em>! Sakit perut sesakit2nya karena gue mikirnya, ini Tjoet Nja Dhien lho yang nonton gue! Dan selesai filmnya, dia berdiri dan ngedatengin gue, meluk dan bilang <em>&#8220;Good Job&#8221;</em>. Itu&#8230; rasanya dengkul gue lemes ga ada tulang&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : Wow.. okay. Next. Dewi Persik!<br />
<strong> Shanty</strong> : Haaaa&#8230;. Gergaji aja!<br />
<strong> Saya</strong> : Huahahahahaa&#8230;<br />
<strong> Shanty</strong> : Sama boleh nggak satu lagi?<br />
<strong> Saya </strong>: Apa?<br />
<strong> Shanty</strong> : Curhatnya jangan pake nyanyi dong! Bosen!!<br />
<strong> Saya</strong> : HUAHAHAHAHAHAAH<br />
<strong> Shanty</strong> : &#8230; tak ada lagi.. hatikuu&#8230;.. <em>(nyanyi dengan cengkok dangdut)</em><br />
<strong> Saya</strong> : HUAHAHAHAHHAA&#8230;.<br />
<strong> Shanty</strong> : Deka lho yang mancing! Bukan gue! Deka yang mancing, bukan gua!<br />
<strong> Shanty</strong> : Eh tapi gue bilang gergaji bener kan? Ga ketuker sama Uut kan??<br />
<strong> Saya</strong> : Hahahaa&#8230;. Haduuhh&#8230; Ada lagi??<br />
<strong> Shanty</strong> : Udah!! Bikin dosa loe sama gue! Gue udah mau pulang, juga. Sutra ya!!<br />
<strong> Saya</strong> : Eh bentar, satu lagi.<br />
<strong> Shanty</strong> : Astaga&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : Satu lagi. The Unbreakable Woman, kan?<br />
<strong> Saya</strong> : Your Mother.<br />
<strong> Shanty </strong>: Oww.. my mother. The best human being ever created by God!<br />
<strong> Saya</strong> : Ok. Ada satu moment ga dimana loe ngerasa that you finally made your mother proud?<br />
<strong> Shanty</strong> : <em>(diem)</em><br />
<strong> Shanty</strong> : Mmm.. ada. Waktu itu pertama kali dapet iklan, iklam motor. Motor bebek,bo! Duluu jaman2 dulu deh. Jaman2 rikiplik!<br />
<strong> Saya</strong> : HAHAHAHA<br />
<strong> Shanty</strong> : 30 second itu banyakan gambar bebeknya, Bo&#8217;.. daripada guenya. Hihihi<br />
<strong> Saya</strong> : Hihihihihi.. Ngetop-an bebeknya dong!<br />
<strong> Shanty</strong> : Emberr! Tapi nyokap gue bangganya setengah mati.<br />
<strong> Saya </strong>: Oya? Apa yang dia bilang?<br />
<strong> Shanty</strong> : Yaa&#8230; dia bilaang waah, anak gue udah bias punya penghasilan&#8230;.<br />
<strong> Shanty</strong> : Jadi nurut gue itu udah bisa bikin nyokap gue bangga. Walaupun masih.. yaa. Bintang utamanya Bebek, dan gue bintang pendukung. Hihihi..<br />
<strong> Saya</strong> : Supporting bebek yah&#8230;<br />
<strong> Shanty </strong>: Iyah.. Best Supproting Actress&#8230;<br />
<strong> Saya</strong> : For bebek.. HAHAHAHA<br />
<strong> Shanty</strong> : HAHAHAHAHAAH&#8230;</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p>Puas banget rasanya bisa bikin interview yang biasanya gitu2 aja, jadi nggak gitu2 aja. Hehehe. Lebih puas lagi ketika setelah si Neng keluar studio, gak lama kemudian pihak labelnya masuk dan bilang, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Si Neng seneng banget tuh tadi interviewnya. Dia suka. N bilang kalo penyiarnya pinter&#8230; &#8220;</em></span>. Yukk. Pinter ngebokis mungkin, maksudnya. Hahahaha&#8230;</p>
<p>Yah begitulah. Dari tulisan yang panjaaaang ini, intinya saya jadi belajar dan jadi tau kalo sebenernya nggak susah menciptakan sebuah environment yang menyenangkan. Itu tadi, <strong>treat people the way you want to be treated.</strong> Intinya kan dimana2 sebenernya sama. Orang tuh suka banget kalo diperhatikan. Suka banget kalo disuruh cerita tentang dirinya, tentang apa yang disukainya. <strong>People do love surprises!</strong> Dan sangat suka sekali jika : didengarkan. Bukankah itu juga yang kita suka? Tapi juga emang nggak langsung jadi salah kaprah dengan berlebihan melakukannya. Seperlunya aja. Karena kalo terlalu, ntar yang ada malah dikira cari muka. Hehehe. Silakan mencoba.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/151/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/151/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=151&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/13/treat-her-like-a-lady/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love Don&#8217;t Cost A Thing?</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/12/love-dont-cost-a-thing/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/12/love-dont-cost-a-thing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 09:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/12/love-dont-cost-a-thing/</guid>
		<description><![CDATA[On YM Seperti biasa, sebuah perbincangan tidak bermutu tapi agak seru terjadi. Dan memang hanya orang kurang kerjaan yang langsung mengirimkan message ke saya, tepat sesaat saya baruu saja meng-online-kan diri di YM! Diedie : Say, kata orang biaya kawin tuh mahal ya? ryudeka : ? Diedie : Kan gue belum kawin.. eh, nikah.. jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=150&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On YM<br />
Seperti biasa, sebuah perbincangan tidak bermutu tapi agak seru terjadi. Dan memang hanya orang kurang kerjaan yang langsung mengirimkan message ke saya, tepat sesaat saya baruu saja meng-online-kan diri di YM!</p>
<blockquote><p><strong> Diedie</strong> : Say, kata orang biaya kawin tuh mahal ya?<br />
<strong> ryudeka</strong> : ?<br />
<strong> Diedie</strong> : Kan gue belum kawin.. eh, nikah.. jadi kan ga tauu.. hehehe<br />
<strong> ryudeka</strong> : Emangnya gue udah???!!!<br />
<strong> Diedie</strong> : HWAHAHAAHAHAHA&#8230;<br />
<strong> Diedie</strong> : Biasa aja dong, Pak!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Apaan sih?<br />
<strong> Diedie</strong> : Itu tadi. Biaya kawin itu kan katanya mahal ya.<br />
<strong> Diedie</strong> : Tapi sekarang liat deh, biaya cerai kok lebih mahal lagi ya?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Kok tau?<br />
<strong> Diedie</strong> : Infotainment, beib&#8230; duh, melek gosip dikit napa??<br />
<strong> ryudeka</strong> : Duh, maap. Sibuk!<br />
<strong> Diedie</strong> : Muke luuuuu&#8230;<br />
<strong> Diedie </strong>: Tapi tau kan kalo Maia nyewa 11 pengacara?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Tau. Dani nyewa 6, kan?<br />
<strong> Diedie</strong> : 3<br />
<strong> ryudeka</strong> : 6!<br />
<strong> Diedie</strong> : 3 ah!<br />
<strong> Diedie</strong> : Loe liat di infotainment manaa?? Jangan sembarangan deh.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Lupa. Tapi kayanya 6 kok.<br />
<strong> Diedie</strong> : Ya sutralah, bo! Pokoknya lebih dikit dari bini&#8217;nya lah.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Yuk.<br />
<strong> Diedie</strong> : See.. kebayang kan. Berapa duit yang dikeluarin buat bayar segitu banyaknya pengacara?<br />
<strong> ryudek</strong>a : Ya biarain sih. The more the merrier, bukan?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Lagian duit juga duitnya mereka ini.<br />
<strong> Diedie</strong> : I know. I know.<br />
<strong> Diedie</strong> : Ya itu tadi, kok biaya kawin sama biaya cerai sekarang jadi mahalan biaya cerai, yah?<br />
<strong> Diedie</strong> : Padahal katanya dulu mereka pas nikah sederhan banget lho..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Ya kalo sekarang hidup mereka masih sederhana, ga bakal pake pengacara sebanyak itu juga kali cerainya..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Gimana sih..<br />
<strong> Diedie</strong> : Emang harus sebanyak itu ya pengacaranya??<br />
<strong> Diedie</strong> : Ke pengadilan kaya mau nyatronin tempat perjudian aja.<br />
<strong> Diedie</strong> : Pake bekingan2 segala..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Ya elah..<br />
<strong> ryudeka</strong> : Tempat judi, lokalisasi, ampe tempat jual DVD bajakan juga.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Semua pake beking, lah!<br />
<strong> ryudeka</strong> : Hari gini&#8230;.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Orang nyanyi aja pake beking.<br />
<strong> Diedie</strong> : Maksud loe?<br />
<strong> ryudeka</strong> : Iya.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Beking Vocal.<br />
<strong> Diedie</strong> : HWAHAHAHAHHAHAHAHAHA&#8230;<br />
<strong> ryudeka</strong> : Hush!<br />
<strong> Diedie </strong>: Ga usah kawin kalo ga mau cerai ya, Booo&#8230;.<br />
<strong> ryudeka</strong> : Wong edyan!</p></blockquote>
<p>Hehehe.. Die, jangan kapok (pengen) kawin, ya!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=150&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/12/love-dont-cost-a-thing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Padamu Negeri</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/padamu-negeri/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/padamu-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 09:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/padamu-negeri/</guid>
		<description><![CDATA[Ganyang Maling, sia!! Hehehe&#8230; itu status YM teman saya hari ini. Cukup jelas, dia pastinya gerah sekali dengan negara tetangga kita itu. Ya ya.. siapa yang engga. Kemarin aja ada forwarded messages bertubi2 yang isinya meminta kita mendukung penutupan sebuah blog yang isinya menghina-dina negara kita ini, yang tentu saja dibuat oleh orang Malaysia. Ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=149&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<h3 style="text-align:justify;">Ganyang Maling, sia!!</h3>
<p style="text-align:justify;">Hehehe&#8230; itu status YM teman saya hari ini. Cukup jelas, dia pastinya gerah sekali dengan negara tetangga kita itu. Ya ya.. siapa yang engga. Kemarin aja ada forwarded messages bertubi2 yang isinya meminta kita mendukung penutupan sebuah blog yang isinya menghina-dina negara kita ini, yang tentu saja dibuat oleh orang Malaysia. Ketika saya dapat message itu, saya cuman membalasnya dengan singkat :</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote><p><strong>&#8220;Bodo&#8217; ah! I don&#8217;t give a d**n&#8230;&#8221;</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Because I really don&#8217;t! </em>Saya sih heran aja ngeliat orang2 yang kaya pada kebakaran jenggot begitu tau banyak kebudayaan kita yang di&#8217;aku&#8217; oleh Malaysia sebagai kebudayaan mereka. Dimulai dengan lagu daerah &#8220;Rasa Sayange&#8221; dulu. Disusul dengan tarian <strong>Reog</strong>, dan masih banyak lagi. Sentimen negatif muncul. Semua pada sibuk nyari bukti2 (yang sebisa mungkin sih otentik), buat ngebutktiin kalo itu semua adalah milik kita, dan Malaysia bener2 negara tukang maling! Saya sih cengar-cengir aja ngeliat orang pada demo, menghujat.. Belum lagi ketika membaca bulletin di Friendster yang berisi perang terbuka antar blogger Malaysia dan Indonesia! Edan. Ngapain, coba. Menteri Kebudayaan dan para budayawan ikut2an ngotot2an. Kita adalah benar, dan Malaysia adalah salah. Hhhh&#8230;.<span id="more-149"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenapa baru sekarang?Kemana aja, loe???</strong><br />
Saya bukannya nggak punya Nasionalisme. Bukannya nggak cinta sama kebudayaan sendiri. Bukannya juga apatis sama negara saya ini. Tapi menurut saya, <strong><em>it&#8217;s ridiculous! </em></strong>Menggelikan aja. Selama ini kita dan semua bangsa ini pada peduli nggak sama apa yang kita punyain?? Nggak gitu2 amat, kan?? Baru sekarang ketika ada yang &#8216;ngaku2&#8242;, nah.. mulai pada sok heboh. Again, kemana aja loe??? <strong><em>You don&#8217;t know what you&#8217;ve got until it&#8217;s gone, right?</em></strong> Kita sering nggak sadar sama apa yang kita punya, sampai apa yang kita punyain itu hilang. Baru deh, setelah ada kejadian begini, semua pada teriak2. Nggak terima miliknya diganggu. Blog 2 membela Indonesia bermunculan. Orang2 Departemen Kebudayaan pada punya kerjaan baru : mendata dan mengecek ulang database aneka kebudayaan yang ada di Indonesia. Or at least, apa yang kita kira itu adalah kebudayaan kita&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu membaca tulisan blogger Malaysia yang menghina-dina Indonesia dengan begitu rupa, memang saya sempat meradang. Jelek2 gini, saya tetep aja ga suka kalo negara saya dijelek2in. Tapi ternyata, dibalik hinaan itu, ya memang saya pikir negara saya saat ini memang sedang jelek2nya dibandingkan dengan negara mereka! Kemajuan teknologi, udah kalah. Pendidikan, apalagi. Ekonomi, wah&#8230;jangan ditanya. Olahraga? Makin jauuuhh. Kita memang menjadi pengekspor tenaga kerja terbesar di Malaysia. Tapi, apa iya itu bisa kita banggain??</p>
<p style="text-align:justify;">Kita dulu boleh sombong sebagai negara berkembang yang cukup disegani. Tapi sekarang, ga usah macem2 deh. Kita masih berkembang terus lho.. yang lain udah kemana2.. Kita berkembang aja gitu terus. Kebudayaan? Mungkin kita masih boleh koar2 sebagai yang salah satu negara yang paling bermacam2 budayanya, nggak cuman di kawasan Asia, bahkan di seluruh dunia. Tapi mana?? Saya suka prihatin kalo ngeliat iklan pariwisata negara2 lain seperti Singapore, Malaysia, Korea yang berseliweran di TV2 kabel internasional. Keren2! Berani jor2an. Indonesia? Hhhh&#8230; jadi sedih deh&#8230; <em>*menirukan Sandra Dewi di Quickie Express*</em>. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu2nya yang masih ada satu yang kita bisa sombongkan dari Malaysia. <strong>MUSIK!! </strong>Musik kita jauh lebih keren dari musik2 Malaysia! Hehehe. Coba, berapa banyak radio di negara kita yang rela memasukkan lagu2 Malaysia di playlist mereka? Lha wong kalo ada band baru yang lagunya mellow gak jelas gitu aja, komentar yang keluar adalah, <strong><em>&#8220;Ih! Malaysia banget sih!!&#8221;</em></strong>. Hehehe. Kasian ya Malaysia. Diidentikkan dengan musik2 yang busuk. Hehehe. Saya masih ingat beberapa waktu lalu para musisi Malaysia yang diwakili oleh <strong>Amy &#8220;Diaaa&#8230; Isabellaaaaaaa&#8221; Search </strong>pernah mengajukan protes, karena lagu dari musisi Indonesia lebih banyak diputar di radio2 Malaysia dibandingkan lagu dari musisi Malaysia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sorry, Om! Musik kite emang berlangkah2 lebih maju dibandingin musik di negare ente! Boleh dong sombong.. abis ngga ada lagi yang bisa disombongin sih! Hahahaha. Mangkanya.. Sudahlah, buat apa ribut. Lebih baik ngaku aja deh kalo kita emang ngga pernah ngejaga apa yang kita punya dengan serius. Berbalas hujat mah nggak akan menyelesaikan masalah. Kampungan. Mendingan kita mulai bikin sesuatu yang kecil, tapi bisa memberikan kontribusi cukup besar untuk mengharumkan nama Indonesia dimata dunia. Dengan mengirimkan SMS dukungan untuk Mike di ASIAN IDOL misalnya. Loh??? Iya. Soalnya kabarnya saingan terberat Mike adalah Jacklyn Victor, yang asalnya dari Malaysia itu&#8230;<br />
Mungkin sekarang waktunya kita GANYANG MALAYSIA!!! (?)</p>
<p style="text-align:justify;">Udah ah. Pulang dulu yah. Udah jam setengah 6 nih. Hihihihi&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=149&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/padamu-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>While They Were Sleeping</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/while-they-were-sleeping/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/while-they-were-sleeping/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 05:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/while-they-were-sleeping/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah menatap orang terdekat kita ketika sedang tidur? Kalau belum, cobalah&#8230; Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Jujur, dan apa adanya. Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap, bisa jadi akan kelihatan polos dan jauh berbeda jika ia sedang tertidur. Seorang politikus yang selalu terlihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=148&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1zWtqB3ktI/AAAAAAAAAVA/k7j4kLnakQU/s1600-h/SLEEPING.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1zWtqB3ktI/AAAAAAAAAVA/k7j4kLnakQU/s320/SLEEPING.jpg" border="0" alt="" /></a>Pernahkah menatap orang terdekat kita ketika sedang tidur?<br />
Kalau belum, cobalah&#8230;</p>
<p>Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.<br />
Jujur, dan apa adanya.<br />
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap, bisa jadi akan kelihatan polos dan jauh berbeda jika ia sedang tertidur.<br />
Seorang politikus yang selalu terlihat berapi-api dan bersemangat ketika memberikan orasi pun, bisa jadi akan terlihat tenang dalam tidurnya&#8230;</p>
<p>Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta kita &#8230;<br />
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, semuanya&#8230; Then feel it.<br />
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang terlelap itu. Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita. Untuk kesenangan kita.<br />
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.</p>
<p>Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.<br />
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata&#8230; <em>&#8220;&#8230; Betapa lelahnya aku hari ini&#8230;&#8221;</em><br />
Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Kita.</p>
<p>Suami yang bekerja keras mencari nafkah,<br />
Istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah.<br />
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.<br />
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.<br />
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.</p>
<p>Dan bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka &#8220;orang-orang terkasih itu&#8221; tak lagi membuka matanya, selamanya &#8230;</p>
<p style="text-align:center;">
<address>this post is inspired by someone who told me, that I had a peaceful look when I was sleeping.. hehehe..</address>
<p style="text-align:left;">
<div style="text-align:center;"><span style="font-style:italic;font-size:85%;"> </span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=148&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/while-they-were-sleeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1zWtqB3ktI/AAAAAAAAAVA/k7j4kLnakQU/s320/SLEEPING.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ooh.. Child #2</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/ooh-child-2/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/ooh-child-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 04:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/ooh-child-2/</guid>
		<description><![CDATA[Orang bilang, kalau anak kecil selalu berkata apa adanya. Sepertinya benar. Paling engga, demikianlah yang dialami oleh kakak Ipar saya Mbak Evi tentang keponakan saya yang bernama Rayhan, seperti yang diceritakannya melalui SMS tadi malam : Dia : Ray buat PR IPS tentang tugas anggota keluarga. Jawabannya gini : Yang menyiapkan sarapan : mbak pembantu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=147&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang bilang, kalau anak kecil selalu berkata apa adanya. Sepertinya benar. Paling engga, demikianlah yang dialami oleh kakak Ipar saya <strong>Mbak Ev</strong>i tentang keponakan saya yang bernama Rayhan, seperti yang diceritakannya melalui SMS tadi malam :</p>
<blockquote><p><span style="color:#333399;"><strong> Dia </strong>: <em>Ray buat PR IPS tentang tugas anggota keluarga. Jawabannya gini : Yang menyiapkan sarapan : mbak pembantu. Tugas ibu siang hari : Senam. Tugas ibu sore hari : tidur. Hwahahaha. Asem!! Tersinggung banget daku. Tapi emang iya sih&#8230;</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><br />
<strong> Saya</strong> : <em>HUAHAHAHAHAHAHAHAHA. Anak kecil memang tak pernah berdusta. Makanya, ajarilah berdusta barang sedikit. Biar situ nda malu2 amat nantinya.. Kekekeke</em></span></p>
<p><span style="color:#333399;"><br />
<strong> Dia</strong> : <em>Lha iyo. Untungnya PR nya ta&#8217; koreksi dulu. Ray ta&#8217; intimidasi biar diralat&#8230;</em></span></p></blockquote>
<p>Ada-ada aja&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=147&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/10/ooh-child-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdoa.. Mulai!</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/07/berdoa-mulai/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/07/berdoa-mulai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 04:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/07/berdoa-mulai/</guid>
		<description><![CDATA[Doa Para Lajang Thanks God, untuk &#8230; Kemerdekaan menjalani hidup Keleluasaan mengejar karier Waktu melimpah untuk hang-out Masa yang panjang untuk bersenang-senang Tidur yang nyenyak tanpa dengkuran Kemewahan untuk menikmati kesendirian dan banyak lagi yang terlalu panjang untuk kami sebut semua dalam doa kami&#8230; Beri kami kesabaran untuk &#8230; Tidak kurang ajar menghadapi tuntutan ortu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=146&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#666699;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Doa Para Lajang</strong></span></p>
<p>Thanks God, untuk &#8230;<br />
Kemerdekaan menjalani hidup<br />
Keleluasaan mengejar karier<br />
Waktu melimpah untuk hang-out<br />
Masa yang panjang untuk bersenang-senang<br />
Tidur yang nyenyak tanpa dengkuran<br />
Kemewahan untuk menikmati kesendirian<br />
dan banyak lagi yang terlalu panjang<br />
untuk kami sebut semua dalam doa kami&#8230;</p>
<p>Beri kami kesabaran untuk &#8230;<br />
Tidak kurang ajar menghadapi tuntutan ortu<br />
Selalu tersenyum bila ditanya mengapa keenakan melajang<br />
Tidak tertawa atas curhat tentang urusan rumah tangga<br />
Beri kami kekuatan untuk &#8230;<br />
Tidak melepas masa lajang karena everybody does,<br />
Tidak melepas masa lajang karena takut stigma perjaka tua &#8230;<br />
Tidak melepas masa lajang karena dianggap menghalangi jalan adik kami,<br />
Tidak melepas masa lajang karena terlanjur menghamili istri orang &#8230;<br />
Tidak melepas masa lajang untuk bayar utang</p>
<p>Dear God,<br />
Biarkan kami menikmati kesendirian kami<br />
Dan merelakannya pergi pada waktunya<br />
Atau bila kau anggap kami terlalu egois bersenang-senang sendiri<br />
Berikan kami teman terbaik untuk berbagi kesenangan<br />
The good one, of course, if You don&#8217;t mind &#8230;..<br />
Amin..</p>
<p></span></p></blockquote>
<p>Siapa sih yang bisa2nya bikin doa kaya gini??? Hehehe&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=146&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/07/berdoa-mulai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mr. Big</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/mr-big/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/mr-big/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 08:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penting & Tidak ...]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/mr-big/</guid>
		<description><![CDATA[WHO DO YOU THINK YOU WHO?????!!! Loe pikir loe siape???!! Begitu maksudnya. Pengen banget rasanya maki-maki serombongan orang yang sempet2nya berkonvoi di siang2 bolong yang panasnya audzubilah mindzalik kaya siang ini! Kurang kerjaan! SUMPAH! Kurang kerjaan banget! Bayangkan. Plisss&#8230; bayangin ya. Siang2 jam makan siang, dimana Jogja lagi panas2nya. Orang yang ada di jalan tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=145&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;">WHO DO YOU THINK YOU WHO?????!!!</h2>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Loe pikir loe siape???!! Begitu maksudnya. Pengen banget rasanya maki-maki serombongan orang yang sempet2nya berkonvoi di siang2 bolong yang panasnya audzubilah mindzalik kaya siang ini! Kurang kerjaan! SUMPAH! Kurang kerjaan banget!</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan. Plisss&#8230; bayangin ya. Siang2 jam makan siang, dimana Jogja lagi panas2nya. Orang yang ada di jalan tentu sedang dalam pergulatan batin yang amat sangat dahsyat, bukan? Menahan panas, menahan lapar (bisa jadi), menahan marah karena jalanan jadi lebih padat pada saat jam makan siang. Pokoknya, kecolek dikit bisa bikin pengen ngebacok lah. Hehehe. Gahar! Kesabaran jadi hal yang dipertaruhkan untuk saat-saat seperti ini. Apalagi untuk para pengendara sepeda dan sepeda motor yang merasakan langsung sengatan matahari. Komplit lah perjuangannya. Perjuangan kami. Saya dan teman saya <strong>Mas Dj.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkan lagi. Iya, plisss.. bayangkan lagi ketika kami berdua yang sedang kelaparan harus bolak balik berhenti karena setiap mendekati <em>traffic ligh</em>t, pasti kami selalu apes mendapat lampu itu berwarna merah. Duh Gustii&#8230; paringono sabar. Tujuan kami ke tempat makan yang harusnya hanya memakan waktu 10 menit, ternyata bisa menjadi lebih dari 15 menit, dan ternyata lebih lama lagi ketika lampu traffic udah berubah menjadi hijau, tapi.. loh, kok gak ada tanda2 kendaraan2 di depan kami maju jalan?? Udah deh, langsung suara klakson dengan berbagai jenis bunyi dan tingkat volume serempak berbunyi! Saya yang duduk dibagian belakang motor, mencoba untuk agak berdiri demi melihat jauh kedepan, mencari tahu ada apa. Kecelakaankah?</p>
<p style="text-align:justify;">Di perempatan ternyata sudah berdiri beberapa polisi yang memang menghentikan laju kendaraan dari beberapa arah, karena (sepertinya) akan ada rombongan yang akan melintas didepan kami. Dan biasanya nih, kalo udah gini yang lewat kan harusnya bener2 rombongan orang yang penting ya. Presiden, kek. Menteri kek. Atau rombongan pengantin juga masih bolehlah (walau sebenernya&#8230; bikin sebel juga, tetep). At least, ada ambulance lewat lah. Ya sudah, kami mencoba bersabar ditengah hawa dalam helm yang semakin menghangat. Tak lama kemudian, dari kejauhan terdengar suara mesin yang menggelegar dan semakin lama semakin mendekat. Semakin dekat.. dan semakin dekat.. dan&#8230;.</p>
<h3 style="text-align:justify;">SETANALASBABINGEPETTAIKUDAKOMPORMBLEDUG!!!!</h3>
<p style="text-align:justify;">Rombongan motor gede, sodara-sodara!!! <em>What the &#8230;..</em><br />
Muncullah dari arah kanan serombongan orang2 berjaket kulit dan berkacamata hitam dengan motor besar mereka yang.. benar-benar besar! Dengan muka yang (menurut saya) amat jumawa dan terkesan angkuh. Seolah pengen bilang,</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Nyet!! Minggir! Gue mau lewat!!&#8221;.</strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-145"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh sebuah pemandangan yang luar biasa menyebalkan, teman2. Pernahkah kalian merasakan ini?? Menyebalkan bukan hanya karena &#8216;penampilan&#8217; mereka dan motor mereka itu saja, tapi juga karena.. ya itu&#8230; Penting banget ya, sampe bikin lalu lintas jadi macet kaya gitu?? Dan yang terjadi kemudian adalah sebuah perbincangan emosional antara kami berdua sambil menunggu pesanan makan kami datang. Harap maklum kalau perbincangan kami demikian ketusnya, karena.. yaa. apa yang bisa diharapkan dari 2 orang nyinyir yang sedang emosional dan dalam kondisi amat sangat kelaparan!</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong> Mas Dj</strong> : A*j**g, siah! <em>(dengan logat Sunda yang fluent sekali)</em><br />
<strong> Saya</strong> : Hush! Kenceng aja&#8230;<br />
<strong> Mas Dj</strong> : Bodo. Kalo perlu tadi gue teriakin sekalian pas mereka lewat!<br />
<strong> Saya</strong> : Halah. Kaya yang berani aja..<br />
<strong> Mas Dj</strong> : Eh, berani! Yakin,bukan cuma gue yang yang mau maki2 mereka. Semua orang tadi juga pasti bete sama konvoi topeng monyet model gitu. Loe juga, pasti.<br />
<strong> Saya</strong> : Engga.<br />
<strong> Mas Dj </strong>: Bo&#8217;ong..<br />
<strong> Saya</strong> : Engga. Gue ga bakal bilang &#8220;A*j**g, siah!*. Gue paling bilang, &#8220;Asu edan!&#8221;. Gue kan orang Jawa. Hehehe&#8230;<br />
<strong> Mas Dj</strong> : SIALAN!<br />
<strong> Saya</strong> : Gue udah dari dulu tuh bete sama konvoi motor gede kaya tadi. Semena-mena banget, gitu lho. Maunya apa sih. Kenapa nggak bertingkah seperti pengguna motor2 lainnya. Kenapa harus minta diperlakuin beda? Sama-sama motor kan? Cuman bedanya motor mereka lebih mahal dan lebih berisik aja. Eh, tapi kalo soal berisik, motor temen gue Dimas juga ga kalah berisik kok.. Udah tua banget soalnya. Dia nggak minta diperlakuin beda tuh. Hehehe.<br />
<strong> Mas Dj </strong>: Dulu udah pernah dibahas tu, De.. tentang tingkah para pengguna motor gede yang suka minta diperlakuin khusus. Suka ga pake helm, lah. Suka konvoi di jalur mobil, lah. Dulu pernah dibahas di TV juga kayanya. Tapi kayanya ya ga ngefek apa2 tuh. Tetep aja kelakukannya kaya begitu.<br />
<strong> Saya</strong> : Diskriminasi!<br />
<strong> Mas Dj</strong> : Betul! Tau ga, gue pernah nih lagi asik2nya nyetir di Jalan Kaliurang, tau2 disuruh minggir karena ada konvoi motor gede mau lewat! Yang nyuruh minggir mending polisi, ini bukan! Gue dipepet aja gitu sama motor gede yang paling depan..<br />
<strong> Saya</strong> : Jagoan.. Loe liat ga di hotel2, atau di Mal deh. Parkir mereka nggak jadi satu lho sama motor2 biasa. Kalo nggak dipisah, ini yang gila.. dikasih space parkir di depan pintu masuk Mal! Sungguh tidak adil! Maksud gue.. apaan sih kok ada treatment kaya gitu? Emangnya mereka bayar parkirnya berapa?? 5 juta??! Eh, motor gede juga pada suka lewat tol lho&#8230;<br />
<strong> Mas Dj</strong> : Arogan&#8230;<em> *menarik kesimpulan sendiri*</em><br />
<strong> Saya</strong> : Ho oh. Kampungan juga jadinya..<em> *menarik kseimpulan sendiri juga*</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kemudian kami mencoba menetralisir kekejaman mulut kami ini dengan memutuskan utnuk memakan pesanan yang sudah datang&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Sorry nih, Boss&#8230; saya bukannya mau mendiskreditkan pihak manapun. Cuman menuliskan kekesalan saja. Tapi ya itu tadi, nggak habis pikir.. Kenapa model2 konvoi <strong>Motor gede </strong>ini selalu saja mengganggu kenyamaan. Ya kenyamanan berlalu lintas, ya kenyamanan dengar telinga ini, atas suara gas motor mereka yang maha dahsyat itu. Terus, kenapa sih harus memakai jalan mobil <em>instead of</em> jalan motor? Takut motornya lecet? Kegores??</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Believe me</strong></em>, kita malah yang lebih takut kalo motor kita bikin motor situ kenapa2.. ga mampu kalo suruh ganti soalnya. Lalu apa? Toh kalo kalian &#8216;bergabung&#8217; menjadi satu bersama kami para pengguna motor biasa ini, kami juga nggak bakalan ngiri, terus sok2an akrab, terus minta ijin foto disamping motor kalian. Percayalah. Kami sudah sangat bangga dan bersyukur kok dengan motor kami yang sekarang ini. Tapi ya nggak tau ya, mungkin emang ada peraturan kalo motor gede memang itungannya bukan &#8216;motor&#8217;, sehingga memang harus jalan di jalur mobil dan harus konvoi juga kalo mau kemana-mana. Mungkin motor gede itu dianggap se-level dengan Bajaj. Jadi perlakuannya beda dengan motor. Mungkin. Saya kurang paham.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sekurang-paham2nya saya, saya sih pengen ngasih masukan aja sih sama para pengguna motor gede ini dimanapun berada. Mungkin di dunia kita sebagai sesama pengendara motor diperlakukan berbeda. Tapi percayalah, di mata Tuhan, kita semua adalah SAMA!<br />
Huahahahahahhahaa&#8230;<br />
Puas!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=145&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/mr-big/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/puisi/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 07:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Musik & Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/puisi/</guid>
		<description><![CDATA[Punya lagu favorit dong? Satu lagu (atau beberapa lagu, lah) yang bikin kita terdiam, I mean.. benar2 terdiam ketika mendengarkannya. Sesaat kita benar2 terhanyut *halah* dengan alunan melodi dan liriknya *halah lagi* yang mungkin luar biasa indah atau luar biasa nonjokknya. Biasanya lagu2 model gini adalah lagu2 yang membuat kita jadi berubah sendu. Well, bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=144&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Punya lagu favorit dong? Satu lagu (atau beberapa lagu, lah) yang bikin kita terdiam, I mean.. benar2 terdiam ketika mendengarkannya. Sesaat kita benar2 terhanyut <em>*halah*</em> dengan alunan melodi dan liriknya *halah lagi* yang mungkin luar biasa indah atau luar biasa nonjokknya. Biasanya lagu2 model gini adalah lagu2 yang membuat kita jadi berubah sendu. Well, bukan kita. Saya, mungkin tepatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai sekarang, saya suka sekali mendengarkan lagu <strong>&#8216;Puisi&#8217;</strong> punyanya <strong>Jikustik</strong>. To be honest, dulu saya suka dengan grupnya Pongky ini hanya karena satu lagu doang. Yaitu<strong> &#8216;Samudera Mengering&#8217; </strong>yang luar biasa mengharu biru itu. Apalagi waktu itu saya pernah memergoki teman penyiar saya sedang menangis sesunggrukan ketika siaran, ketika lagu ini diputar. Untungnya waktu itu tidak sedang open mic. Hehehe. Ternyata katanya, lagu itu mengingatkan dia sama pujaan hatinya yang jauh di luar pulau. Ooooowww&#8230;<em> long distance relationship</em>, sodara2&#8230;. Salam kompak aja deh..</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sekarang Jikustik boleh berbangga hati, karena saya menambah lagi 1 lagu mereka untuk saya jadikan lagu wajib dengar. Ya lagu &#8216;Puisi&#8217; itu tadi. Pertama2 dengar dulu sih, ya memang asli enak aja sih. But that&#8217;s it. Tapi ketika suatu hari saya menyanyikan lagu ini di Happy Puppy Karaoke, saya jadi semakin cinta dengan lagu ini. Kenapa? Karena ketika menyanyikan lagu ini, kan tulisan liriknya tertera segede2 bagong tuh di layar monitornya, jadi ya saya bisa benar-benar membacanya (dan kemudian : mencernanya) baik2. Dan entah ini saya yang sok tau aja atau gimana, kayanya si pencipta lagu ini seolah ingin bermain2 dengan perumpamaan.<span id="more-144"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, kalau didengarkan secara sekilas, lagu ini hanyalah lagu pop mellow biasa yang bercerita tentang seorang pria yang kangen banget sama mantannya. Kangen, berkhayal dan bertanya2 kapan mereka bisa melakukan kegiatan yang sering mereka lakukan ketika masih berpacaran, yaitu : membuat puisi. Halah, ni orang idup taun berapa yak?? Pacaran kok bikin puisi&#8230; Pacaran tu ya ngerjain PR bareng! Hwhahahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Eniwei,<br />
Setelah lama-lama saya dengarkan lagi, saya curiga kalau lagu ini sebenernya bercerita tentang sesuatu yang lebih dalam daripada hanya sekedar cerita diatas itu tadi. Yaitu tentang <strong>Tuhan</strong>. Nah lo. Jauh bener.. Ya, lirik lagu ini berusaha menceritakan tentang seorang manusia (atau kalau mau pake kata yang lebih gimanaa, gitu : Hamba) yang sudah lama jauh dari Tuhannya. Dan dia rindu sekali dengan &#8216;kedekatannya&#8217; dengan sang Penciptanya, yang dulu sering dia lakukan dengan membuat dan mengirimkan doa2nya yang berbentuk Puisi. Puisi = Doa. Hmmm&#8230; <em>am I right??</em></p>
<blockquote><p><span style="color:#666699;"><strong> Aku yang pernah engkau kuatkan<br />
Aku yang pernah kau bangitkan<br />
Aku yang pernah kau beri rasa..</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Saat kuterjaga<br />
Hingga ku terlelap nanti<br />
Selama itu aku akan selalu mengingatmu&#8230;</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Kapan lagi kutulis untukmu<br />
Tulisan-tulisan indahku yang dulu..<br />
Pernah warnai dunia,<br />
Puisi terindahku hanya untukmu</strong></span></p>
<p><span style="color:#666699;"><strong>Mungkinkah kau kan kembali lagi<br />
Menemaniku menulis lagi<br />
Kita arungi bersama,<br />
Puisi terindahku hanya untukmu&#8230;</strong></span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#666699;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>What do you think?</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=144&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/06/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pretty Little Angel</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/02/pretty-little-angel/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/02/pretty-little-angel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 03:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/02/pretty-little-angel/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam ada tayangan Miss World 2007. Nothing really special, tentunya. Karena dari taun ke taun isi beauty pageant begini ya begitu2 aja. Isinya cuman perempuan2 dengan senyum yang dibuat setulus mungkin, dengan ekspresi mupeng (pengen menang, maksudnya), yang selalu mengeluarkan jawaban-jawaban klise tentang perbaikan dunia dengan segala pernik2nya. O iya, &#8220;World Peace!&#8221; tentu aja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=142&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tadi malam ada tayangan <strong>Miss World 2007</strong>. Nothing really special, tentunya. Karena dari taun ke taun isi <em>beauty pageant</em> begini ya begitu2 aja. Isinya cuman perempuan2 dengan senyum yang dibuat setulus mungkin, dengan ekspresi mupeng (pengen menang, maksudnya), yang selalu mengeluarkan jawaban-jawaban klise tentang perbaikan dunia dengan segala pernik2nya. O iya, <strong><em>&#8220;World Peace!&#8221;</em></strong> tentu aja nggak boleh ketinggalan. Hehehe. Terus terang agak terganggu juga sih dengan jawaban-jawaban sok diplomatis mereka yang cenderung berlebihan itu. Yang penuh dengan bahasa-bahasa indah, seolah makin indah jawaban yang diberikan, makin terpesonalah kita yang menonton. Nggak peduli make sense atau enggak jawaban itu. Tapi seringnya, kok kesan yang didapet adalah, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Ya elah mbak.. jauh amat&#8230; &#8220;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sayanya aja yang terlalu skeptis. One might wonder, bukan? Tiap orang boleh dong bermimpi. Bermimpi bisa melakukan sesuatu yang besar bagi society. Dan nggak ada yang salah dengan yang namanya &#8216;berkeinginan&#8217; atau bermimpi itu tadi. Emang bener. Tapi jaman sekarang, dimana kita udah terlalu banyak dibombardir dengan janji2 yang setinggi langit tapi nggak ada realisasinya itu (boro2..), sudahlah&#8230; Jangan nambah2in lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya suka geli sendiri kalo jamannya pemilihan2 dimulai. Nggak usah jauh2 ngomongin pemilihan umum, PILKADA ajalah. Udah deh, selain pada perang spanduk dengan gambar foto2 yang segede gajah, perang yang lebih seru adalah perang program. Yang satu ngotot bakal menggratiskan pengobatan, yang lain gak mau kalah dengan menggratiskan pendidikan. Yukk. Yang satu keukeuh bakal menghapuskan kemiskinan, yang lain ikutan keukeuh mau menghapuskan kebodohan. <em>Yeah, right.</em> Gimana kalo kita pilih loe bedua aja, Pak?? Kan jadi makin oke tuh?? Komplit! Hehehe..</p>
<p><em>Let me introduce you to this little boy.</em><span id="more-142"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9xKB3koI/AAAAAAAAAUc/uy329p21G7A/s1600-R/0013729e42ea08bb664208.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9xKB3koI/AAAAAAAAAUc/XBS_ciabqMk/s320/0013729e42ea08bb664208.jpg" border="0" alt="" width="133" height="114" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Namanya<strong> Sun Huixi</strong>. Umurnya baru 12 tahun. Umur mungkin baru segitu, tapi perbuatannya sungguh udah buat saya yang berumur jauh diatasnya langsung ngerasa seperti tertampar muka. Bocah asal Tiongkok ini baru saja menyumbangkan uangnya sebesar 20,000 Yuan (atau sekitar 25 juta Rupiah) untuk pembangunan rumah yatim penderita HIV/AIDS yang diberi nama <strong>Panti Yatim Piatu Pita Merah</strong> di <strong>Shangcai, Tiongko</strong>k. Panti ini dibangun di daerah ini karena disana banyak orang terinfeksi HIV akibat transfusi darah ilegal.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah dia anak orang kaya? Oh, tidak sama sekali. Penghasilan kedua orangtuanya hanya sekitar 2,5 juta rupiah sebulan. 25 juta rupiah yang disumbangkan bocah ini, dihasilkannya dari hasil penjualan 160.000 botol plastik minuman ringan yang dia kumpulkan selama 2 tahun. Mengumpulkan botol bekas! Anjrit banget emang. Nggak sedikit yang mempertanyakan bahkan mencibir aksi luar biasanya ini. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan anak polos ini??</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333399;"><em> &#8220;Saya sedih. Saya melakukan hal baik. Mengapa mereka tidak setuju dengan saya?&#8221;</em></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Let&#8217;s imagine</em>, mungkin kita juga pernah ngerasain hal yang sama. Gimana sedihnya perasaan kita ketika perbuatan baik kita justru dicemooh oleh orang lain. Di pertanyakan. Atau yang lebih sering : disalah-artikan. Sedih pasti.<em> &#8220;Gue salah apa sih&#8230;.? Gue cuman pengen berbuat baik. Itu aja. Kok malah gini yang gue terima&#8230;..&#8221;</em>. Yah. Begitulah. Berbuat baik aja masih digituin. Gimana kalo berbuat yang nggak baik??</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9w6B3knI/AAAAAAAAAUU/FfBN0Tvv-QY/s1600-R/0013729e42ea08bb668e09.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:122px;height:162px;margin:0 auto 10px;" src="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9w6B3knI/AAAAAAAAAUU/gGbxaE5pw6c/s320/0013729e42ea08bb668e09.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">30 November lalu, Huixi menerima penghargaan nasional untuk perbuatan mulianya ini, yang disiarkan langsung pada tayangan khusus di <strong>CCTV </strong>(Tiongkok Central Television). Penghargaan yang mungkin nggak pernah dibayangkan akan diterimanya. Karena memang bukan untuk itu dia melakukan aksinya itu. Jadi, ini mungkin jadi masukan juga buat saya, buat kita juga mungkin (dan terutama buat mbak2 peserta Miss World2 dan Miss2 lainnya!), kalo berbuat baik itu jangan karena pengen dapet pujian, piala, mahkota, selempang apalagi jabatan! Berbuat baiklah karena memang ingin berbuat baik. Dan berbuat baiklah karena memang sudah seharusnyalah kita berbuat baik. Karena pada akhirnya toh memang benar, kita nggak mungkin melakukan perbuatan besar untuk merubah dunia. Kita hanya bisa melakukan perbuatan keciln namun dengan cinta kasih yang besar. Itu yang akan merubah dunia.</p>
<p>Hmmm&#8230; mungkin ini kali jawaban yang akan saya berikan kalo saya jadi finalis Miss World.. Hehehe&#8230; Dodol. Pemilihan Dimas-Diajeng mungkin???</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=142&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/12/02/pretty-little-angel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9xKB3koI/AAAAAAAAAUc/XBS_ciabqMk/s320/0013729e42ea08bb664208.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R1I9w6B3knI/AAAAAAAAAUU/gGbxaE5pw6c/s320/0013729e42ea08bb668e09.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Da&#8217;i</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/dai/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/dai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 06:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/dai/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perbincangan kurang penting di Food Court Galleria Mal, Jumat siang seusai Sholat Jumat. Mr. Bo : Tau ga sih lo, tadi sepanjang khotbah gue mikirin elo.. Saya : (tentu saja) HAH??!! Mr. Bo : He eh. Mikir elo. Saya : Jumatan tu mikir Tuhan! Mikirin dosa.. malah mikirin gue.. hehe.. Mr. Bo : Gak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=141&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah perbincangan kurang penting di Food Court Galleria Mal, Jumat siang seusai Sholat Jumat.</p>
<blockquote><p><span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Tau ga sih lo, tadi sepanjang khotbah gue mikirin elo..</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya</span> : (tentu saja) <em><span style="color:#990000;">HAH??!!</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">He eh. Mikir elo.</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya </span>:<em> <span style="color:#990000;">Jumatan tu mikir Tuhan! Mikirin dosa.. malah mikirin gue.. hehe..</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Gak usah keGe-eRan deh!</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya</span> : <em><span style="color:#990000;">Hih!! Ngapain!</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Engga&#8230; loe pernah nggak sih pengen jadi Da&#8217;i?</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya </span>: (kaget luar biasa!) <em><span style="color:#990000;">ANJROTT!! Da&#8217;i???</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <span style="color:#cc0000;">Ho oh. Penceramah.</span><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya</span> : <em><span style="color:#990000;">Ya enggaklah!!</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. B</span>o : <em><span style="color:#cc0000;">Kenapa enggak?</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya </span>:<em> <span style="color:#990000;">Ya enggak aja. Lha ngopo toh?</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Loe tadi nggak tidur kan pas Khatibnya lagi ceramah?</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya</span> : <em><span style="color:#990000;">Tidur sih enggak. Cuma bosen. Dan panas juga&#8230;</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;"></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Itu dia yang gue maksud. Bukannya gimana-gimana ya. Tapi coba, udah berapa puluh kali kita seperti stuck ketemu dengan penceramah yang bikin boringnya setengah mati. Bikin bete pula! Bikin betenya juga beda2 lagi. Ada yang sok heboh sampe teriak2, ada yang sok2-an diserak2in suaranya biar kedengeran sedih, ada yang lempeng ajaa gitu.. Datar..</span><br />
</em></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Saya</span><em> : </em><span style="color:#990000;"><em>Emang sih. Yang boro2 bikin kita tertarik dengerin dia ngomong ya.. Denger suarany</em>a <em>yang tidak ada intonasi dan dinamika aja udah bikin males duluan.. hehehe. Belom lagi kaya yang tadi. Lamaaaaaa.. banget. Gue sih ga masalahin durasi ya, tapi gue cuman suka bingung aja. Intinya tuh apa?? Dan kalo inti itu bisa disampaikan dengan singkat, kenapa juga harus dibuat berpanjang? Gak efektif kata deh..</em></span><em> </em>*sok2an berfalsafah pake istilah broadcast*</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Yuk. Itu dia. Tapi ada satu lagi penyakit hampir banyak penceramah itu : </span><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">Story telling mereka luar biasa buruk! </span><span style="color:#cc0000;">Belom lagi bahasa yang dipake.. duuh, berbunga2 sekali! Cape deh&#8230;</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya </span>: <em><span style="color:#990000;">HUAHAHAHHAHAHAA&#8230;.</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Loh??</span></em><br />
<span style="font-weight:bold;">Saya</span> : <em><span style="color:#990000;">Iya! Iya! Bener.. Ngaku penceramah kok ga bisa bercerita dengan baik ya?? Eh, tapi mungkin itulah namanya PENCERAMAH. Orang nyeramahin orang lain kan ga perlu punya skill story telling. Tinggal ngomel2 aja, selesai..</span></em></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Mr. Bo</span> : <em><span style="color:#cc0000;">Ya whatever lah. Tapi bener lho, tadi gue jadi inget lo. Kenapa ya si Deka nggak nyoba jadi penceramah aja? Maksud gue, itu bukan yang nggak mungkin kan? Sekrang coba, modal loe udah ada. Basic loe siaran. Loe udah jadi MC, jadi Presenter. Nggak ada masalah dengan story telling. Cara loe bercerita, lancar nggak banyak muter2. Suara? </span><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">Uje</span><span style="color:#cc0000;"> suka nyelipin nyanyi2 tiap dia khotbah, loe juga pinter nyanyi kan?? Muka, ya cukup enak diliat lah..Gak kalah imut sama </span><span style="font-weight:bold;color:#cc0000;">Yusuf Mansyur</span><span style="color:#cc0000;">! Kurang apa lagi?? Tinggal poles ilmu agama dikit, ngapalin beberapa ayat2, udah. Jadi deh loe Dai top!</span></em></p></blockquote>
<p>Saya cuman bisa bengong.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=141&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/dai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fields of Gold</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/fields-of-gold/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/fields-of-gold/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 04:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/fields-of-gold/</guid>
		<description><![CDATA[Nggak ngerti. Dan agak nggak habis pikir juga sebenarnya. Nggak di acara gosip, nggak di acara berita serius, semua sama-sama sibuk memberitakan tertangkapnya Achmad Albar karena kasus Narkoba. Padahal baru aja 2 minggu sebelumnya ada nama Roy Marten yang muncul jadi headline dengan kasus yang sama. Terlepas dari terbukti bersalah atau tidaknya kedua bapak ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=139&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Nggak ngerti.</strong> Dan agak nggak habis pikir juga sebenarnya. Nggak di acara gosip, nggak di acara berita serius, semua sama-sama sibuk memberitakan tertangkapnya <strong>Achmad Albar </strong>karena kasus Narkoba. Padahal baru aja 2 minggu sebelumnya ada nama <strong>Roy Marten</strong> yang muncul jadi headline dengan kasus yang sama.  Terlepas dari terbukti bersalah atau tidaknya kedua bapak ini nantinya, ketidak-mengertian saya mungkin cuma pada sisi subyektif saya saja. Atau mungkin juga banyak orang? Entahlah. Tapi yang pasti, ketika melihat dan membaca kasus mereka ini, saya cuman berkomentar pendek,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Ini orang tua pada ngapain sih&#8230; Udah tua bukannya ngasih contoh yang bener&#8230;.&#8221;.</em></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Standar ya. Dan mungkin sangat berbau penghakiman. Menghakimi, karena seolah-olah mereka menanggung beban untuk selalu berbuat benar. Dan tidak boleh berbuat salah. Padahal kalau mau jujur, everybody make mistakes. <em>It&#8217;s normal. It&#8217;s human too</em>. Tapi ketika itu sampai pada sosok bernama &#8216;orang tua&#8217; atau &#8216;orang yang lebih tua&#8217;, sepertinya terjadi pembedaan atau pengecualian. Memang sih, ini juga terjadi pada anak kecil, sehingga sering kali ketika mereka melakukan suatu kebodohan atau kesalahan, komentar pembelaan yang muncul adalah, <strong><em>&#8220;Yaa..namanya juga anak kecil&#8230; &#8220;.</em></strong> Jadi, ketika orang tua melakukan sebuah kebodohan, tidakkah ada excuses buat mereka?? Buat saya : TIDAK. Mereka mungkin (dan pastinya) punya alasan mengapa mereka berbuat seperti itu, tapi buat saya tetap saja mereka ini harusnya bisa berbuat, berkata dan bertingkah laku yang baik, karena mereka ini adalah contoh bagi saya, bagi kami orang2 yang lebih muda dari mereka. Kalau tidak dari mereka, dari siapa lagi kita mencari figur contoh?<span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya punya banyak teman yang lebih tua usianya dari saya. Banyak. Karena secara pribadi, saya ingin belajar banyak tentang kehidupan (busettt dah&#8230;) dari mereka, yang (sesuai dengan usianya) memang sudah hidup lebih lama dari saya. Merekalah ladang kehidupan.<br />
Tapi pada akhirnya memang benar, <strong>menjadi tua itu pasti. Tapi menjadi dewasa, ternyata memang sebuah pilihan. </strong>Menjadi tua tidak otomatis menjadikan seseorang menjadi lebih dewasa juga. Masih dalam pandangan saya yang judgemental ini, saya jujur mengatakan bahwa ada beberapa teman saya yang lebih tua usianya dari saya itu, suka &#8216;ajaib&#8217; pola pikir dan tingkahnya. Tidak perlulah saya sebutkan detail keajaiban2 itu. Tapi ya itu tadi, pasti membuat saya berkomentar, <em>&#8220;Ini orang udah pada tua2 juga.. Mbok ya ngasih contoh yang baik&#8230; &#8220;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka pernah bilang, kalau sayalah sebenarnya yang terlalu &#8216;naif&#8217;. Mungkin juga. Tapi ada perasaan dalam hati saya yang (jujur), sangat sedih melihat tingkah laku orang2 dekat saya, yang usianya lebih tua dari saya, tetapi mengapa mereka tetap berbuat bodoh seperti itu? Sekali lagi &#8216;bodoh&#8217; disini, ini menurut kacamata saya lho ya. Sangat disayangkan. I mean, <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Boss.. sorry, ya. Umur loe udah berapa sih? Masih penting ya ngelakuin yang gitu2an?? Apalagi sih yang loe cari??&#8221;</em></span> Karena kalo kita mau nyadar sebentar, kita ini hidup beneran nggak sendirian lho. Kita hidup dimana orang saling melihat satu sama lain. Tanpa sadar, menjadikan seseorang sebagai panutan kita, atau bahkan mungkin ada seseorang yang menjadikan kita sebagai panutan! That&#8217;s the way the circle moves.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat orang2 yang lebih tua disekitar saya sebagai contoh dan panutan. Sebagai tempat untuk bertanya dan belajar tentang hidup. Bukan berarti saya memberikan &#8216;beban&#8217; kepada mereka. Enggak. Karena saya juga nggak mau terbebani dengan hal yang sama, ketika saya juga sadar kalau somehow saya bisa jadi juga dijadikan panutan oleh mereka yang lebih muda dari saya! Karena menjadi panutan itu luar biasa berat tanggungjawabnya. Just like the uncle of the Spiderman&#8217;s said : <em><strong>With great power, comes great responsibility.</strong></em> Saya nggak mau hanya karena mungkin tingkah laku saya dilihat orang, terus saya jadi jaim luar biasa. Sama juga bukan itu yang saya harapkan dari sosok2 yang lebih tua itu. Saya pernah speechless ketika membahas topik ini, jawaban yang saya terima adalah : <span style="color:#333399;"><em>&#8220;Gue ga minta loe ngejadiin gue sebagai contoh, kok! Gue bukan orang sempurna! Dan gue nggak mau terbebani sama pengharapan2 orang sama gue&#8230;&#8221;.</em></span> Ya sudah. Tapi toh pada akhirnya, saya juga disadarkan oleh satu hal : <strong>Orang melakukan sesuatu berdasarkan keinginan mereka, bukan karena keinginan kita.</strong> Iya, kan? <em>Let them do just what they will&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Saya ingat, dulu saya pernah ngobrol dengan Ayah saya ketika kami selesai makan malam. Saya bertanya pada beliau,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Pah.. emang dulu bayangannya Papah, aku jadi orang yang kaya apa sih?&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">And then he said,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Wah.. kamu nggak ngelakuin yang macem2 aja, Papah udah seneng banget. Jadi orang baik aja&#8230;.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">That simple. Dan memang harusnya sesimpel itu bukan, kita hidup?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=139&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/30/fields-of-gold/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Think God Can Explain</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/i-think-god-can-explain/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/i-think-god-can-explain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 06:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencerahan]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/i-think-god-can-explain/</guid>
		<description><![CDATA[Bertahun-tahun lalu aku meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Aku tidak hanya meminta seorang pasangan. Tetapi bahkan menjelaskan pula pasangan seperti apa yang aku inginkan. Aku ingin seorang yang : Baik. Lemah lembut. Pemaaf. Penuh cinta. Jujur. Penuh damai. Pengertian. Menyenangkan. Hangat. Humoris. Dapat dipercaya. Aku bahkan menyebutkan ciri-ciri fisik yang aku idamkan. Dan sejalan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=138&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R05lh5k0RFI/AAAAAAAAAUE/Z-vHsh7I3ys/s1600-h/450-miss%2Byou.jpg"><img style="display:block;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R05lh5k0RFI/AAAAAAAAAUE/Z-vHsh7I3ys/s320/450-miss%2Byou.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Bertahun-tahun lalu aku meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Aku tidak hanya meminta seorang pasangan. Tetapi bahkan menjelaskan pula pasangan seperti apa yang aku inginkan. Aku ingin seorang yang :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Baik.<br />
Lemah lembut.<br />
Pemaaf.<br />
Penuh cinta.<br />
Jujur. Penuh damai.<br />
Pengertian.<br />
Menyenangkan.<br />
Hangat.<br />
Humoris.<br />
Dapat dipercaya.<br />
Aku bahkan menyebutkan ciri-ciri fisik yang aku idamkan.<br />
Dan sejalan dengan waktu, aku semakin menambah daftar cirri-ciri pasangan yang aku inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Suatu malam dalam doa, aku terlibat perbincangan dengan Tuhan</p>
<p style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan</strong> : <em>&#8220;Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan&#8230;&#8221;</em><br />
<strong> Aku</strong> : <em>&#8220;Kenapa Tuhan??&#8221;</em><br />
<strong> Tuhan</strong> : <em>&#8221; Karena Aku adalah Tuhan yang adil dan Tuhan kebenaran. Dan semua yang Aku lakukan adalah adil dan benar&#8221;.</em><br />
<strong> Aku</strong> :  &#8220;<em>Tuhan.. aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku minta dariMu..&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan</strong> : &#8220;<em>Akan aku jelaskan. Adalah tidak adil dan benar bagiKu untuk mengabulkan permintaanmu, karena Aku tidak akan memberikan sesuatu yang bukan dirimu sendiri.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Adalah tidak adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh cinta kepadamu,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Apabila kadang-kadang engkau masih penuh kebencian&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Atau seseorang yang baik hati apabila kadang engkau bisa begitu kejam&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Atau seseorang yang pemaaf sementara engkau masih menyimpan dendam&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Seseorang yang sensitive, sedangkan kadang engkau bisa begitu tidak peduli&#8230;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ia berkata untuk terakhir kalinya kepadaku, <strong><em>&#8220;Daripada menghabiskan waktu untuk mencoba mencari seseorang, atau berharap Aku akan memberikan seseorang dengan segala kualitas yang kau cari, lebih baik engkau mengijinkan Aku memanfaatkan waktu untuk membuatmu menjadi orang seperti apa yang kamu cari. Karena Aku tidak dapat memberikan kepadamu yang BUKAN dirimu&#8230;&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<h6>(Di posting tepat 1 hari menjelang ulang tahun saya yang ke 27 tahun lalu. Saya tulis kembali tepat seminggu setelah ulang tahun saya yang ke 28 ini. This has always been my favorite post.. EVER!)</h6>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=138&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/i-think-god-can-explain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_9VyjnIMA_48/R05lh5k0RFI/AAAAAAAAAUE/Z-vHsh7I3ys/s320/450-miss%2Byou.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>100</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/100/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/100/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 06:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/100/</guid>
		<description><![CDATA[100. Inilah tulisan ke-100 saya. Ya. 100. Haruskah saya merayakannya?? Sepertinya saya memilih untuk tidak melakukannya. Bukan apa2. Karena menurut saya, pencapaian ini bukanlah sebuah prestasi. Karena saya tidak mengejar sesuatu disini. Tulisan ke-100! Bukan prestasi?? Tentu bukan. Karena saya kembalikan lagi pada diri saya lagi. Saya menulis sebuah blog. Saya menulis sesuatu yang saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=137&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;">
<p>100.<br />
Inilah tulisan ke-100 saya.<br />
Ya. 100.<br />
Haruskah saya merayakannya??<br />
Sepertinya saya memilih untuk tidak melakukannya.<br />
Bukan apa2.<br />
Karena menurut saya, pencapaian ini bukanlah sebuah prestasi.<br />
Karena saya tidak mengejar sesuatu disini.<br />
Tulisan ke-100!<br />
Bukan prestasi??<br />
Tentu bukan.<br />
Karena saya kembalikan lagi pada diri saya lagi.<br />
Saya menulis sebuah blog.<br />
Saya menulis sesuatu yang saya ingin tulis.<br />
Saya menceritakan sesuatu yang memang ingin saya ceritakan.<br />
Untuk penghiburan.<br />
Untung pemulihan.<br />
Dan buat saya, saya memang terhibur.<br />
Dan terpulihkan juga.<br />
Dari bosan.<br />
Dari sedih.<br />
Dari marah.<br />
Dari jengkel.</p>
<p>7 Maret 2007<br />
Adalah pertama kali saya membuat postingan pertama saya.<br />
29 November 2007<br />
Adalah keseratus kali saya membuat postingan di blog ini.<br />
Banyak yang sudah saya tulis.<br />
Banyak yang sudah saya ceritakan.<br />
Semua saya bagikan untuk siapa saja.<br />
Karena saya merasa, apa yang kita bagikan dengan tulus dan dengan cinta,<br />
Semua akan kembali kepada kita.<br />
Ada yang memuji.<br />
Ada yang merasa terinspirasi.<br />
Ada yang mencaci-maki.<br />
Semua saya terima dengan besar hati.<br />
Karena sungguh sejak pertama kali memutuskan untuk menulis disini,<br />
Saya hanya melakukan apa yang saya senangi.<br />
Itu saja.<br />
Sesuatu yang ternyata bagian dari hidup saya,<br />
Yang belum pernah tersentuh sama sekali :<br />
Menulis.</p>
<p>Jadi,<br />
100 ini mungkin pencapaian.<br />
Mungkin juga bukan.<br />
Saya hanya ingin menulis.<br />
Dan saya hanya akan menuliskannya.<br />
Dan begitulah seterusnya.<br />
Sampai kapanpun.</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ryudeka.wordpress.com/137/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ryudeka.wordpress.com/137/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ryudeka.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ryudeka.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=137&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/29/100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/701b7246a4309f23fe6b59e96e6726e6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ryudeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>28</title>
		<link>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/22/28/</link>
		<comments>http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/22/28/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2007 03:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryu Deka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[Romansa]]></category>
		<category><![CDATA[Teman-Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ryudeka.wordpress.com/2007/11/22/28/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Met ulang taun ya, Dek&#8230; blablablablabla&#8230;., kapan kawin?&#8220; &#8220;Happy Birthday, Kaka! blablablablabla&#8230; cepet dapet jodoh ya! &#8220;Met ultah, Men! Buruan kawin! &#8220;Happy 28th Birthday! Wish you.. blablablablabla.. semoga cepet nemu soulmate ya&#8221; &#8220;Selamat Ulang Taun, Mas Deka&#8230; Kapan nyusul aku kawin? Hihihi..&#8221; Mengapa mereka semua begitu kejaaaaammmm????? Hahahaha. Ya ya ya, setelah melalui counting down [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ryudeka.wordpress.com&amp;blog=3891863&amp;post=136&amp;subd=ryudeka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Met ulang taun ya, Dek&#8230; blablablablabla&#8230;., <span style="font-weight:bold;">kapan kawin?</span>&#8220;<br />
&#8220;Happy Birthday, Kaka! blablablablabla&#8230; <span style="font-weight:bold;">cepet dapet jodoh</span> ya!<br />
&#8220;Met ultah, Men! <span style="font-weight:bold;">Buruan kawin</span>!<br />
&#8220;Happy 28th Birthday! Wish you.. blablablablabla.. semoga <span style="font-weight:bold;">cepet nemu soulmate </span>ya&#8221;<br />
&#8220;Selamat Ulang Taun, Mas Deka&#8230; <span style="font-weight:bold;">Kapan nyusul aku kawin</span>? Hihihi..&#8221;</p></blockquote>
<h3></h3>
<h3><span style="font-size:180%;">Mengapa mereka semua begitu kejaaaaammmm?????</span></h3>
<h3></h3>
<p>Hahahaha. Ya ya ya, setelah melalui <span style="font-style:italic;">counting down</span> yang cukup lama (21 hari, Men!), akhirnya resmi sudah saya berusia 28. Biasa aja sih harusnya ya, bukan angka yang cantik untuk disambut secara gegap gempita seperti misalnya angka 17 atau 40 tahun, misalnya. Tapi <span style="font-style:italic;">personally</span>, justru ada perasaan deg2an luar biasa di diri ini ketika sadar bahwa saya akan memasuki angka 28 ini. <span style="font-style:italic;">Really dunno why.</span> Tapi ada semacam keyakinan kalau di umur ini akan ada sesuatu yang &#8216;besar&#8217; yang menanti saya. <span style="font-style:italic;">I&#8217;m not a psychic, for sure</span>, tapi saya yakin intuisi saya cukup bagus untuk hal2 beginian. Hehehe. Mudah2an sesuatu yang &#8216;besar&#8217; itu adalah sesuatu yang bagus. Bukan yang buruk. Dan kalaupun buruk, mudah2an saya diberi kekuatan untuk menghadapi dan menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali lagi ke kutipan2 greeting diatas, itu cuman 5 kutipan dari banyak ucapan selamat yang saya terima di ulang tahun kemarin. <span style="font-weight:bold;font-style:italic;">And I really thanked you all for that. Really appreciated it.</span> Makasih ya buat semua ucapan dan doanya. Dan entah apa kalian semua bersekongkol atau gimana (heheheh), semua.. I mean, <span style="font-weight:bold;">SEMUANYA</span> selalu menyertakan doa tentang &#8216;cepat menemukan jodoh&#8217; atau &#8216;cepat kawin&#8217; untuk saya. Walaupun didepan2nya ada do&#8217;a2 lain, tetep rasanya seperti tidak afdol kalo nggak menyertakan bagian yang &#8216;itu&#8217;. Disatu sisi, saya sih sangat senang sekali banyak yang masih dan mulai dan selalu perhatian sama saya. Tapi disisi lain.. ada perasaan&#8230; <span style="font-size:180%;">aaaarrghhhhhhhhhh!!!! </span>Iya, gitu dia&#8230;. Hehehe.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-style:italic;">28 years old. Still single. </span><br />
28 tahun. Ya, udah 28 tahun saya hidup di dunia ini. Belom juga ada yang &#8216;nyantol&#8217; <em>*halah*</em> di hati buat jadi temen hidup. Yang &#8216;nyolek&#8217; banyak. Berulang kali tentu. Tapi ya udah, just &#8216;nyolek&#8217; aja. Buktinya sampe sekarang masih keukeuh aja sendirian. Ayo dong, colek gue!!!! Hehehe. <span style="font-style:italic;">And then one night</span>, setelah di bombardir oleh pengharapan2 orang2 agar saya segera menyudahi kesendirian saya ini, saya mencoba mengingat2 kembali masa2 hidup saya selama ini. Buka-buka lagi album foto. Sejak saya kecil, remaja dan dewasa sekarang ini (edan euy! Mas Deka udah dewasa..). Siapa2 saja orang-orang yang pernah &#8216;mencolek&#8217; saya itu. Mulai dari cinta2 monyet saya jamannya SD-SMP, cinta2 agak penting jamannya SMA, cinta2 ga jelas jamannya kuliah, dan cinta2 makin tidak jelas ketika jamannya kerja sekarang ini.Hahaha.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ternyata&#8230; yooo bbuuuuaaaannyyakkkkkkkk&#8230;. ya jumlahnya! I mean, ya iyalah&#8230; udah 28 tahun! Ternyata orang yang pernah &#8216;masuk&#8217; dalam hidup saya ini  jumlahnya tidak cukup dalam hitungan jari tangan. Sableng emang. Ngapain coba, bikin data orang2 yang pernah dekat di hati kita?? Tapi cobalah, pernahkah sekali aja (<span style="font-style:italic;">just for fun</span>), kita inget2 lagi orang2 itu?? Lucu lho.. bikin senyum2 sendiri. Bahkan untuk kisah2 cinta yang berakhir tragis pun, <span style="font-style:italic;font-weight:bold;">amazingly</span> sekarang ini bisa kita ingat dengan ekspresi tersenyum atau tertawa, dan bilang ke diri kita, <span style="font-style:italic;">&#8220;Goblok banget ya.. Dulu kok bisa2nya gue nangis meraung2 gara2 ni orang..&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan, tanpa bermaksud mengobral cerita pribadi apalagi mempermalukan yang bersangkutan (saya sih yakin, mereka2 ini nggak malu pernah &#8216;dekat&#8217; dengan seoarng Ryu Deka.. Hwahahha), ini beberapa nama yang sempat singgah di hati saya selama 28 tahun ini. Dan kalau nama kamu ada disini&#8230;, heyy.. apa kabar?? Masih inget jaman dulu kita itu?? Hehehe..<span id="more-136"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;font-size:130%;color:#339999;">Dwi Yulia</span> &#8211; S
