Indonesia Raya

Hari Senin lagi, it’s a weekstart already. “Weekstart”, ya ini istilah Bahasa Inggris yang bukan bahasa Inggris. Coba aja ditulis di MS WORD, pasti ada garis merah keluar dibawahnya sebagai peringatan kalo itu bukan bahasa Inggris yang benar! Ya iyalah, secara itu istilah saya juga yang bikin2, ’cause.. hey, ada weekend, kenapa ga ada weekstart? Ada end, harusnya ada start-nya dong?? Tapi ya sudahlah, ga penting sekali emang…

Eniwei, di awal minggu ini yang supposed to be fun (mmm..once in a blue moon!), dateng ke kantor ternyata bahasannya sama. Ga di on air ga di off air : Penemuan Om Roy Suryo tentang lirik asli lagu Indonesia Raya! You know, yang ternyata,lagu yang sering kita nyanyiin waktu upacara bendera itu, versi aslinya lebih panjang! Tambahan bait dan reffrainnya adalah :

Indonesia Tanah jang Moelia,Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri, Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka, Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo’a, Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja, Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja, Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Balik lagi ke reff,

Indonesia Tanah Jang Soetji, Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri, ‘Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri,Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji, Indonesia Abadi

Slamatlah Ra’jatnja, Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem’wanja
Madjoelah Negrinja, Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja

Balik lagi ke Reff.

Katanya Om Roy, dia udah cari data2 tentang lagu ini di berbagai server bersama Tim Air Putih, dan akhirnya nemu di sebuah server yang ada di Belanda. Bahkan pihak Arsip Nasional mengaku kalau pihaknya nggak punya dokumen yang ‘ditemukan’ oleh Om Roy ini. Dan bisa jadi, temuan ini merupakan kado yang istimewa untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia bulan ini.

Hhhh… okay okay… Somehow, denger informasi ini, sayakok sama sekali datar-datar aja ya. Kaget enggak, seneng apalagi. Nggak kaget, karena perasaan jaman saya belajar Sejarah dulu (atau apaa, gitu pelajarannya.. lupa!), informasi tentang lagu Indonesia Raya ada versi aslinya, udah diceritain deh sama bapak guru. Di buku teks juga ada. Jadi ya bukan barang baru lagi toh? Kok heboh banget sih? Lebih edunnya lagi, sebenernya ni lagu udah ada di YouTube! sejak bulan Desember taun lalu pula! Ya elaahh…Kok ga kompakan gini sih??

Jujur, ekspresi saya ketika baca versi asli teks lagu Indonesia Raya ini cuman satu :

“Hahh.. panjang bener… cape’ dong nyanyiinnya…. “.

Lha iya toh? Kebayang jaman upacara bendera, sambil tangan kanan hormat mengiringi pengibaran bendera Merah Putih (dan leher dan kepala pun harus ikutan naek mengiringinya!), kita ikut menyanyikan lagu ini. Itupun naikin benderanya disesuaikan dengan durasi lagunya. Nah kalo ternyata versi aslinya lebih panjang, bisa jadi kita kan menyanyikannya versi panjang itu, bukan? Dan bisa jadi (lagi) kalau bendera itu naiknya akan sangat pelaaaannn… sekali, supaya pas nyampe di puncak tiang, barengan sama selesainya tu lagu. Ga berani ngebayangin gue… Gimana bete’nya para peserta upacara dibuatnya…..

Saya sih sebodo teing ya sama siapa yang menemukan pertama kali kenyataan, kalau teks lagu Indonesia yang biasa kita nyanyikan itu adalah edited version (hihi.. temennya single version dan remix version kayanya). Mau Roy Suryo kek, mau Suryo Saputro kek, biarin lah. Ga akan merubah sejarah juga kayanya. Penciptanya tetep WR Supratman. Kecuali kalau kemudian pemerintah memutuskan untuk merevisi lagu tersebut, dan mewajibkan semua warga negara menghafalkan versi asli lagu tersebut, nah saya baru menganggap itu sebaga sebuah issue nasional!

Nasionalisme saya cetek banget ya? Whatever lah. Tapi toh gini2, saya pernah ikutan nangis juga waktu denger lagu Indonesia Raya berkumandang di Olimpiade buat pertama kalinya, ketika Susi Susanti dapet medali Emas.. Mmm, agak surreal juga sebenernya. Saya nangis karena terharu denger lagu Indonesia Raya berkumandang, atau karena liat Mbak Susinya yang nangisnya di close up itu ya. Curiganya karena alasan yang kedua, deh.

Inti dari tulisan ini sebenernya apa sih?? Nggak ada sama sekali. Cuman heran aja sama bangsa saya tercinta ini. Yang penting2 ga diurusin, yang ga penting2 diributin. Makin heran lagi sama saya sendiri. Wong pagi-pagi, (hari Senen, pula!), sempet2nya mikirin negara!!


Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: