Unpredictable

Beberapa temen saya pernah bilang, kalo saya ini termasuk orang yang unpredictable. Entah ini berarti pujian atau sindiran, tapi saya anggap saja ini sebuah pujian. Hehehe. Unpredictable kalo diartikan dalam bahasa Indonesia, katanya sih artinya : Tak Terduga. Ah, seperti lagu lamanya Ruth Sahanaya saja.. Owh, itu Tak Kuduga ya. Maap.

Ya, tak terduga. Saya sih menduga-duga, mereka ini melabeli saya dengan kata unpredictable ini, mungkin karena mood saya yang emang susah ditebak. Maklum, terbiasa nyimpen perasaan. Yuk. Saya aja suka kaget sendiri dengan mood saya yang suka berubah-ubah sendiri itu. Mungkin karena saya cowok, jadi ga pernah PMS. Waktu dimana para perempuan (katanya) pasti moodnya bisa bikin batin tertekan itu. Mereka bisa tau, kalo lagi PMS, berarti berhak untuk bersikap menyebalkan. Tapi ya sudahlah, disini saya tidak akan membahas masalah PMS tentu saja.

Balik lagi ke masalah ‘unpredictable’ itu tadi, ternyata saya agak-agak salah kaprah menangkapnya. Bukan karena masalah mood saya tadi, tapi ternyata lebih pada kemampuan buruk saya dalam mengomentari sesuatu hal. Terutama hal-hal yang menurut saya ajaib. Ya Anda-Anda sudah cukup faham lah untuk hal ini, karena sudah cukup peduli untuk membaca komentar2 nggak penting saya melalui postingan di blog ini. Pernah suatu hari, teman saya Nona Iyan tiba-tiba bilang pada saya gini, “Bo, Loe tu ya, … Orangnya diem. Tapi begitu sekalinya ngomong, bisa bikin orang mau bunuh diri..”.

Loh, kok jahat sekali ya saya? Kok disamakan sama racun serangga, atau patah hati. Maksudnya, 2 hal yang selama ini sering diidentikkan dengan orang yang bunuh diri. Hehehe.. Kalau masalah komentar2 unpredictable, tentu saja semua orang pernah mengeluarkannya. Ya kan? Masa cuman saya saja tersangkanya. Cuman mungkin kadarnya aja yang beda-beda. Ada yang sering, ada yang jarang. Kalo sering, mungkin unsur suprise-nya kecil, karena unsur seringnya itu tadi. Nah, kalo jarang ini, biasanya lebih memorable. Hahaha. Bikin kaget. Misalnya aja nih, dalam bulan puasa yang sampai saya nulis postingan ini baru sudah memasuki hari ke 17 ini, saya sudah sempat terbengong-bengong dan kemudian terpingkal-pingkal karena komentar2 unpredictable teman-teman saya. Ga penting sebenernya, tapi … hey, that’s the point why we put this kinda thing on this blog, right? Hehehe….

  • TENTANG WEDANG RONDE

Suatu hari saya dan teman saya Mr.B pulang dari Sholat Tarawih. Naik motor, dia didepan, saya dibelakang. And then ketika melewati sebuah tempat makan bernama “W” di daerah Kaliurang, yang menjual minuman hangat bernama Wedang Ronde sebagai menu andalannya. Saya kemudian bertanya padanya.

Saya : “Eh, udah pernah nyobain Wedang Rondenya “W”
Mr. B : “Udah.”
Saya : “Gimana?”
Mr. B : “Ih, gak enak! Sumpah! Koyo uyuh jaran (translate : seperti (maap) Pipis Kuda)
Saya : “HWAHAHAHAHAHAHAHA…”

My GOd! Sableng sekali orang ini… Saya nggak yakin apakah dia benar-benar sudah pernah merasakan pipisnya kuda sebelumnya (dan saya ga mau tau!). Kok ya bisa2nya bisa membandingkan ketidak-enakan Wedang Ronde itu dengan pipis kuda. Ketika kemudian saya agak reda ketawanya, saya tentu saja menuntutnya memberikan penjelasan yang lebih waras sedikit. Dan dia hanya menjawab, “Ya pokoknya ga enak lah. Aneh.”. That’s it. Ya udah. Sampai sekarang saya masih ga habis pikir dengan jawaban unpredictable teman saya barusan…

  • TENTANG WAJAH

Ini terjadi ketika saya sholat Tarawih di Masjid Kampus UGM. Setelah kita sholat Isya, kan diisi dengan khotbah. Dan biasanya, entah karena faktor kalap ketika berbuka puasa atau apa, biasanya saat2 ini adalah saat dimana rasa ngantuk mulai heboh2nya. At least, itulah yang menimpa saya (dan berani sumpah, juga menimpa banyak jamaah lainnya…). Suara Khotib di speaker pun akhirnya terdengar samar-samar saja di telinga saya (dan berani sumpah, juga di telinga jemaah lainnya juga.. yang ngantuk tentu saja.. hahaha). Pokoknya, bapak Khotib itu ceritanya berkhotbah tentang peran mahasiswa terhadap penegakan agama, lah. Kalo ga salah. Nah, kemudian beliau memberikan contoh tentang kisah seorang mahasiwa yang berjuang menghadapi hidupnya yang serba pas-pasan. Kata beliau sih, tu mahasiswa termasuk dalam IMEL (Ikatan Mahasiswa Ekonomi Lemah). For God’s sake. Disini, khotbah beliau sudah agak2 bikin saya melek. Agak lucu soalnya. Tapi tetep aja saya ngantuk. Hingga suatu saat, kepala saya yang tertunduk saking beratnya itu, tiba-tiba terangkat cepat. Ketika beliau berkata, “

….jadi, sebenarnya mahasiswa ini biasa-biasa saja. Wajahnya, yaa… gak cakep2 amatlah. Agak2 mlintir, gitu…..”

GUBRAKKK!!! Ngantuk saya langsung hilang saking kagetnya. Saya coba menyadarkan diri, bener ga ya tadi si Khotib menyebutkan kata : “mlintir”. Ternyata emang bener.. Terbukti satu masjid pada ketawa semua. Termasuk saya, karena mau gak mau langsung membayangkan muka si mahasiswa yang diceritakan tadi. Why ‘mlintir’??? Tega banget sih, muka kok mlintir. Kaya apa ya? Again, satu komentar yang unpredictable..

  • TENTANG LAPTOP

Ini terjadi ketika saya abis siaran Sahur. Bertempat di sebuah ruangan kosong yang akan segera menjadi ruangan baru saya. Maklum, ada oknum yang baru aja resign, dan ruangan dia itulah yang akan saya tempati. Saya bersama 2 teman saya, Nona Ririen dan Arwin (technician) sibuk bergosip. No, bukan ngomongin orang. Puasa! Hehehe. Tapi bergosip tentang sebuah laptop, yang sepeninggal oknum tersebut, maka laptop milik kantor itu menjadi tidak bertuan. Makanya sibuk mengira2, kira2 akan diwariskan pada siapa. Kemudian kita pun sadar kalau ternayta ada laptop lain milik kantor yang sebenernya juga sama2 tidak bertuan a..k.a menganggur. Tapi kondisinya memang agak2 audzubillah minzalik. Maklum, laptop itu adalah laptop keluaran pertama itu tuuh… Yang tebelnya kaya Martabak Telor Spesial. Yang (mungkin) kalo ditenteng2, harus ngajak 2 orang. Biar kuat ngangkatnya. Dan biar kuat nahan malunya. Hehehe. Tapi coba, siapa yang ga kaget ketika si Arwin ini tiba-tiba bilang,

“Waduh.. itu mah parah. Itu laptop kayanya laptop jamannya belom ada ember…….”

Siapa coba yang siap mendengarnya?
Hhhh.. Dalamnya laut bisa ditebak. Dalemnya hati, siape nyang tau ye, Bang….

Advertisements

3 comments so far

  1. funkshit on

    Laptop nya sejak jaman mallioboro mall masih gubug

  2. KritzWannabe on

    Waduh, kayanya aku termasuk orang yang nggak siap baca blog kamu yang unpredictable. Buktinya dari tadi aku ketawa-tawa sampe sakit perut. Nice blog, keren! Salam kenal.

  3. ryudeka on

    Salam kenal juga, Kritz..
    Mulai sekarang siapkan dirimu dengan lebih baik ya..
    Hehehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: