Silat Lidah

“… guys..pada ntn SILAT LIDAH ga? Acara nya tujuannya apa seh?? Ngomongin g penting,,,
Dada ceweklah, barang co lah… Panelis nya pada goblok semua. Mohon bagi yang semua yang baca post bulletin ini. Kritis dunk ama cara yang g penting n gtw juntrungan nye kemana..
Payah media2 yang ada di indonesia. Meembodohi kebanyakan.. Ga da sma sekali edukasi nya..ayo bikin bangsa ini pintar..”
(dari sebuah postingan bulletin di FRIENDSTER)
Bukan Mas Deka rasanya kalo diem aja acara favoritnya diributin orang. Hahaha. Ya, mungkin saya cuman satu dari sekian orang yang mencoba untuk tidak melewatkan tayangan acara ini setiap Selasa & Jumat malam. Walau ga selalu, tapi kalo sempet ya pasti diantara acara-acara TV lain, saya lebih memilih program nggak penting ini. Ya, program ga penting. Memang nggak penting sama sekali. Saya setuju2 aja sama si penulis bulletin diatas yang bilang acara ini ga penting. But for me, ya disitulah daya tariknya. Let’s see.

Dari segi konsep, udah bejibun kayanya acara model debat-debatan di TV. Mulai dari debat terbuka, sampe yang debat kusir juga ada. You name it. Tapi dengan model konsep yang dibuat seperti Silat Lidah ini, 1 host cowok dengan 6 panelis cewek ini, belom pernah ada kayanya. Secara kerja di dunia yang menjunjung tinggi yang namanya kreatifitas, saya sangat2 admire dengan acara seperti ini.
Ya ga tau ya kalo ni acara ternyata adalah saduran dari TV luar. Tapi toh, Imitasi, Adaptasi, Modfifikasi, Asimilasi tetaplah merupakan tingkatan2 dari kreatifitas!

Dari segi topik, yaa balik lagi ke konsep acaranya yang murni hiburan, topik yang dipilih mau gak mau harus yang menghibur, bukan? Apa yang menghibur? Ya topik2 sederhana yang dekat dengan keseharian kita. S-e-d-e-r-h-a-n-a. Yang saking sederhana aja, sampai2 kita kadang suka nggak ngakuin kalo itu sering terjadi disekitar kita. Bikin kaget memang kadang. Such as,

  • “Apa yang harus diperbuat kalo anak kita yang berumur 4 th memergoki kita lagi ML?”

atau

  • “Benarkah wanita berdada besar membuat otak laki2 jadi tumpul?”

sampai yang berat model

  • “Suami masuk penjara gara2 jual narkoba, dimaafin atau ditinggalin?”.

Memang kadang2 topik yang diangkat agak-agak bikin shock, karena suka nyerempet2 ke masalah sensitif. Saya sih lebih coba flexibel aja ngeliatnya, dan lumayan kagum sama tim kreatifnya. Kok bisa ya mereka dapet ide topik? Susah lho.. Bandingkan dengan acara debat lainnya yang gampang sekali ditebak. BBM mau naik, semua acara debat bikin topik yang sama. Pabrik Sabu terbesar di dunia digrebek, semua acara talkhshow kompak bikin topik tentang itu. Soo predictable!

Dari sisi Panelis, saya rasa sih justru orang-orang inilah yang coba ‘dijual’ di acara ini. Sesuai dengan judulnya, yang dijual memang bener2 komentar apa adanya dari panelis. Kemampuan mereka memainkan lidah meraka (auchh….) jadi menu utama. Kadang (well, sering sih sebnernya) komentar yang diberikan para panelis memang suka ajaib2. Dan ini memang bisa membantu menunjukkan kapasitas otak mereka.. hehehe.. Seperti misalnya ketika membahas topik diatas, “Apa yang harus diperbuat kalo anak kita yang berumur 4 th memergoki kita lagi ML?”. Jawaban merekapun bermacam2. Mulai dari yang standar seperti,

“Ya udah.. besok2 kalo ngapa2in ditutup pintunya!”
sampai ke komentar:
“Ibu.. saya kira ibu nggak usah pusing anak ibu yang berusia 4 tahun itu memgergoki ibu sedang ML. Harusnya ibu jauh lebih pusing kalau Ibu yang memergoki anak ibu yang berusia 4 tahun itu yang sedang ML….”.

Sumpah, saya ngakak sampai kejang2 mendengar Ria Irawan ngomong begitu. Itu komentar yang tidak memecahkan masalah sebenernya, tapi buat saya cuman orang yang cerdas dan sense of humor yang tinggi yang bisa ngeluarin komentar seperti itu! Pernah juga, waktu itu permasalahan dari seorang wanita yang harus membanting tulang menghidupi keluarganya karena dia single parent. Dia sampai harus menjual barang2 perabotan rumah tangga demi menghidupi anaknya. Hingga timbul ide dia mau mendoonorkan ginjalnya demi mendapatkan uang. What a tragic story bukan? Harusnya memang seperti itu. Wanita ini bingung, is it okay dia menjual organ tubuhnya itu?
Muncullah komentar berbau medis dari Lula Kama (secara dia dokter yaa),

“Ibu.. Saya rasa itu perbuatan yang sangat mulia. Nggak papa, ibu. Orang masih bisa hidup normal walaupun organ ginjalnya hanya satu…”
Ria Irawan dong, menghancurkan segalanya dengan
“Kalau saya pikir, dimanapun ada pepatah “Minta hati, dikasih jantung”. Eee.. dia minta Organ, kita kasih Piano…..”
She’s kinda bitchy. But she’s smart. And that’s why I love her. Begitu juga dengan beberapa panelis lainya. Julia Perez dengan tolol tapi jujurnya, Mellisa Karim dengan ke-make sense-annya, sampai Ratna Sarumpaet dengan nyerempet2 politisnya. Makanya suka heran, waktu ada yang bilang :
Ih, acara apa sih ini.. ga penting amat”.
Emang ga penting. Begitulah konsep acaranya.

Atau ada yang bilang, Acara kok ga mendidik!”.
Ya iyalah. Ini acara murni hiburan, gitu. Liatlah dari perspektif hiburan pula. Kalo mau liat acara yang mendidik, ya liat aja dialog khusus bersama wakil DPR-wakil LSM atau wakil2 lainnya itu. So damn serious pentingnya. Dan pasti mengandung unsur edukasi. Lain-lain, lah..Lagian, sebenernya kalo mau jujur saya sih ngeliat acara ini ada unsur mendidiknya (walau dikiitt..). Pertama, kita diajarkan buat berani mengemukakan pendapat (which is ini akan melatih otak kita berpikir). Kedua, ini sih lebih pada proses kreatif pencarian ide tim kreatif mereka dalam pencarian ide topik pembahasan. 10 topik lebih selama 1 minggu, bukan perkara yang gampang. Terlepas dari topik2 itu disebutkan berasal dari pemirsa, taruhan deh.. itu mereka-mereka sendiri yang banyakan bikin! There’s no such things as reality show!

“Ngomongin seputaran sex.. melulu! Nggak ada topik lain apa?”
Yakin? Coba diliat lagi. Paling cuman beberapa aja. Tapi memang harus diakuin, justru kalo lagi membahas masalah seks-lah, yang paling seru dan paling diinget! Ya tho? Nggak usah munafik, lah. Sehari-hari juga ampir tiap menit masalah yang satu ini sering dibahas. At least terlintas lah.

Yaa tapi kan itu tabu.. dan ga pantes dibahas di depan publik”
Yang bikin acara juga nggak bego, kali. Itulah kenapa acara ini diplot di jam malam. Biar yang nonton adalah orang2 yang udah cukup dewasa buat topik semacam ini. Biar anak2 dibawah umur nggak liat. Kalo ngomongin masalah pantes ga pantes, ga bakal kelar2 dari dulu. Aksi cium pipi maksanya Tukul di Empat Mata buat saya sih pantes2 aja. Cuman maksa nya itu yang bikin jadi sebel liatnya. Tapi sayangnya acara itu yang nonton dari anak balita sampe kakek-kakek. Ya susah. Jadinya dianggap ga pantes.

“Acara ini harus dihapus! Melecehkan wanita…”
Saya sih selama ini belum ngeliat dimana sisi melecehkannya. Apa karena panelisnya perempuan semua, berbaju mini dan berani ngomong apa adanya termasuk ngomongin yang agak vulgar? U tell me. Kalo soal melecehkan sih, saya mau bilang kalo acara BELUM CUKUP GEDE yang dipandu host yang ‘mungil’ itu malah lebih melecehkan sekali. Mereka terang-terangan mengeksploitasi bentuk tubuh kedua host itu, bukan? Atau lebih parah lagi, ada cara di salah satu TV kalo ga salah berjudul 7 HARI MENUJU TAUBAT (kalo ga salah). Isinya tentang proses ‘menginsyafkan’ seorang pendosa (preman, perampok, PSK dll) selama 7 hari. Mereka ini harus melewati berbagai proses yang berat, seperti dikubur hidup2, direndam di danau, dikelilingi lingkaran api dlll yang semuanya direkam lewat kamera. Tujuannya satu : supaya mereka insyaf! For GOd’s Sake. Apa2an sih??? Orang mau tobat mah ga usah dimasuk2in TV, Bang! Lagian, sejak kapan tobat bisa ditentuin harinya?? Mesti disiksa2 lagi.. Diliatin ke seluruh Indonesia pula. ‘Nuff said! Mendidik enggak, menghibur… apalagi???

Sudahlah… seperti tagline acara Silat Lidah yang bilang, “Jangan pakai hati!”. Ya udah tho. Selesai. Jangan pake hati. Kalo pake hati, ya jelas jadi emosi ngeliatnya. Sama kaya saya, nanggepin bulletin tadi lama-lama pake hati. Jadinya agak emosional juga nih nulisnya. Dodol….
Advertisements

3 comments so far

  1. funkshit on

    wkwkwkk…
    4mata lebih ngga penting dari silat lidah ..
    tapi emang yang ga penting kaya gini yang lakuu :D:D

  2. christin on

    saya ga di endonesa je mas.. jadi gak bs nntn acaranya.. tp keknya itu acara bagus. ada jg satu blog, yg isinya nyacat melulu. tagnya “Sakit Hati, Tanggung Sendiri!”
    ya.. kayak gak penting gitu, tp seru jg. hahaha… menghibur, daripada liat diskusi (sok) serius itu (no offense!)

    hehe… blognya asik mas..

  3. savrina on

    oh, maksudnya siletlidah.wordpress.com ya?? hihihi.. akhu chincha banghet sama posting thenthang chincha laura..

    tapi itu kan silet, bukan silat..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: