Against All Odds

Main-mainlah ke studio radio saya. Dan ketika sampai di meja receptionist, cobalah cari sebuah selebaran yang berjudul “Mekanisme Penerbitan STNK”. Ya, memang sepertiny aneh ya, ngapain juga selebaran ini bisa nangkring di meja resepsionis. Nggak ada hubungannya sama radio sama sekali, memang. Well, selebaran itu (dan juga beberapa lainnya yang ada hubungannya dengan lalu lintas!) sebenernya diberikan secara cuma-cuman oleh ibu2 Polwan yang pernah kami undang untuk siaran. Yaa, sekalian sosialisasi lah. Mungkin beliau2 memutuskan ‘menitipkan’ selebaran informatif itu, karena agak2 sebel begitu tau saya nyantai2 aja meskipun udah 2 taun nggak bayar Pajak Kenadaraan Bermotor. Hehehe.

Balik lagi ke selebaran itu, disitu selain berisi mekanisme tentang penerbitan STNK seperti judulnya, juga ada tulisan tentang persayaratan perpanjangan STNK, daftar Undang-Undang Kepolisian yang nggak begitu penting untuk diketahui orang awam (hehehe), dan juga di bagian terakhir ada Tips Berkendaraan. Begini isinya :

1. Tidak lupa membawa surat-surat kendaraan bermotor
2. Tidak lupa memeriksa kendaraan sebelum berangkat
3. Tidak lupa memakai sabuk pengaman
4. Tidak memotong atau berhenti di tikungan
5. Tidak membawa kendaraan ugal-ugalan
6. Tidak melanggar rambut lalu-lintas
7. Tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan lelah/ ngntuk
8. Jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah mengendarai kendaraan.

Tips standar yang mungkin memang harus terus di reminding, kalo ngeliat tingkah pengendara kendaraan di jalan sekarang ini yang makin ajaib2. Tapi setelah saya baca2 lagi, kok ada yang kurang begitu pas ya dengan tips diatas. Dan ini juga sempat menjad pertanyaan teman saya Nona Iyan yang kadang naluri nyacatnya 11-12 sama saya.

“Bo’, kok berdoa ada di urutan terakhir ya? Bukannya dimana2, berdoa itu jadi hal yang pertama kita lakukan kalau mau melakukan sesuatu??”.

Iya ya. Hehehe. Harusnya tips nomer 8 itu, dipindah di nomer 1. Berdoa itu yang utama. Paling enggak, itu kan yang diajari oleh orang tua kita dan guru2 kita tercinta sejak kita dulu di TK. Mau makan, berdoa. Mau tidur, berdoa. Bahkan mau ke toilet aja, harus berdoa. Lah ini mau pergi berkendara lho. Taruhannya nyawa. Kok malah surat2 duluan yang dipentingin? Emang sih, kalo ada operasi di jalan, si bapak2 polisi itu pasti akan nanya,

“Selamat Siang! Bisa lihat surat-suratnya?”.

Nggak mungkin dia tanya,

“Selamat siang? Tadi berangkat sudah berdoa?”.

Huahahahaha. Jadi, make sense kan ‘masukan’ kita ini? Berdoa harus ada di urutan pertama! Walau kalau saya yang bikin tips itu, di nomer 1 akan saya bikin : Jangan lupa berdoa sebelum mengendarai kendaraan, mudah2an tidak ada operasi lalu lintas yang menyebalkan itu hari ini!

Advertisements

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: