The Last Prayer

Tuhan, untuk ulangtahun ku ke 30 minggu depan, aku tidak meminta apapun sebagai hadiah… hanya kesehatan dan kesadaran Ibu tercinta.. supaya dia bisa mengucapkan selamat ulangtahun dan mengirimkan doanya untukku. Amin.

Adalah doa yang saya tuliskan dan panjatkan pada hari Sabtu 14 November 2009 di ruang tunggu UGD Rumah Sakit Kariadi Semarang, tepat satu minggu sebelum saya merayakan ulangtahun saya yang ke-30.a

Dalam suasana hati yang kalut dan perih, setelah melihat kondisi ibu yang tidak sadarkan diri seolah menyerah dengan beratnya kanker yang sudah menyerang livernya. Sungguh, disaat-saat seperti itu tidak ada yang bisa kita lakukan. Dalam segala kelemahan itu, hanya doa yang bisa dipanjatkan, sambil berharap dan memaksa Sang Khalik mau bermurah hati memperlihatkan dan mempercepat mukjizat miliknya untuk menyadarkan Ibu.

Kamis 19 November 2009 jam 20.45, Ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Saya hanya terdiam mendengarkan Ayah dan kedua kakak saya menangis.

Saya hanya diam. Tanpa mampu lagi menangis. Hanya terasa kerongkongan yang tercekat, tertahan dalam luapan kepedihan genangan airmata yang bahkan tidak sempat terjatuh. Mencoba memahami sekuat tenaga, inilah realita yang ada di depan mata saya. Terbujur diam dan kaku.

Saya seharusnya marah. Tuhan tidak mengabulkan permintaan saya. Dia bahkan tidak sedikitpun memberikan kuasanya untuk sejenak membuat Ibu tersadar dihadapan saya, berbicara sepatah dua patah kata, apapun untuk menenangkan hati saya.

Saya tahu,saya punya hak untuk marah kepada Tuhan. Kemana perginya Sang Maha Mendengar setiap doa umatnya? Kemana hilangnya Sang Maha Pemberi itu??

Tapi saya tidak marah. Sama sekali.

Dalam diam, dalam pijakan kaki yang melemah, saya seolah mendapatkan kekuatan. Saya sadar, saya hanyalah seorang mahluk. Saya tidak punya hak untuk memerintah dan memaksakan kehendak kepada Sang Khalik, Penguasa saya. Saya hanya mampu meminta. Dan saya tahu, bukankah kalau ada yang meminta sesuatu kepada kita, kita akan memberinya sesuai kehendak kita atau bahkan tidak memberinya sama sekali? Mengapa kalau kita memohon kepadaNya, Dia kita haruskan memberi sesuai kehendak kita? Saya hanya memohon kepadaNya. Dia pasti akan memberikan sesua dengan kehendakNya.

Tuhan memang tidak memberikan apa yang saya mohonkan minggu lalu itu. Tapi ternyata Tuhan memberikan dan mengabulkan doa saya yang lain.

Setelah Shalat Isya, dengan segala hati dan pikiran yang berserah, saya memohon supaya Ibu diringankan penderitaannya.

Dan tepat setelah saya memanjatkan doa itu, Tuhan benar-benar mengabulkan doa saya…….

……. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.…..

Advertisements

14 comments so far

  1. gendhismanis on

    Saya ikut berduka cita Bang… Semoga arwah Almarhumah diterima di sisi Allah SWT, amiin…
    Sekarang, masih di Semarang??

  2. netta on

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
    Turut berduka cita, mas Deka.
    Mudah-mudahan seluruh keluarga diberi ketabahan. Amiin.

  3. arman on

    ikut berduka cita ya…
    moga2 seluruh keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan kuat….

  4. Reva Liany Pane on

    Satu-satunya kesempatanku bertemu dengan Almarhumah adalah waktu beliau tiba-tiba muncul di kostmu. Untungnya sesi curhatku denganmu pagi itu berakhir cepat, jadi kemunculan beliau yg mendadak tidak sempat melihatku dalam keadaan kuyu dan ngenes. Ketemu Ibunya Mas Deka gitu loh…, jangan sampai tampil memalukan…

    Di kesempatan itulah aku bisa melihat dari siapa kharisma dan wajah ganteng itu turun 😉

    Aku ikut berbelasungkawa, Mas. Semoga almarhumah mendapatkan tempat yg terbaik di sisi Alla SWT. Semoga kamu dan keluarga diberi kekuatan dan ketabahan.

    Dan aku juga memberanikan mengucapkan “Selamat Ulang Tahun yg ke-30” untukmu, biarpun sangat terlambat. Berkat HP-ku yg error, entah kenapa ultahmu pindah ke 21 Desember *banting HP*

    You know, for a good son, tidak ada ‘doa terakhir’ untuk orang tua kita 😀

    • Reva Liany Pane on

      Ehm…, di paragraf 3 yg benar adalah : Allah SWT…

  5. didot on

    turut berduka ya mas,pantesan lama gak update,rupanya ini toh penyebabnya… insya Allah ini yg terbaik ,Tuhan pasti selalu mengabulkan doa hambaNYA:)

  6. nisa on

    innalillahi wa inna ilaihirojiun.
    turut berduka, mas..
    semoga mas deka sekeluarga diberi ketabahan dan kesabaran.

  7. yessymuchtar on

    Mas Deka.

    Kehilangan seseorang dalam hidup memang sungguh sedih dan menyakitkan. Walaupun kita semua tahu, kematian adalan hal pasti yang akan datang dalam hidup manusia. Tapi siapa yang sanggup? siapa yang rela? Yessy kira belum ada.

    Aku tidak punya kata-kata untuk bisa menghiburmu, bahkan mengurangi sedikit gundah lara hatimu…tidak ada mas. Aku tak bisa menghapus sedih atas kepergian Mamanya mas Deka.

    Tapi aku percaya, doa mas Deka sekeluarga akan menghantarkan ibunda Mas Deka ketempat yang terbaik. Ke tempat di mana Ibunda Mas Deka tidak lagi merasakan penderitaan kanker yang selama ini di derita beliau.

    Untuk itu Mas Deka.

    Aku hanya mampu menitipkan doa: Semoga Ibunda mas Deka di ampuni segala kesalahannya, dan di berikan tempat yang indah di sisi Allah swt.

    Amien.

    Tidak mudah untuk tabah dan kuat mas, aku tau sekali bagaimana rasanya…bahkan mas sendiri yang kemarin mengajarkanku untuk sungguh 2 dalam bershalawat kemarin ketika suamiku sakit. Nah, aku percaya, sholawat yang sama se[erti yang mas ajarkan kepadaky akan jadi untaian doa yang indah untuk ibunda Mas Deka di sana.

  8. inandatiaka on

    Turut berduka cita ya Mas.
    memang Allah selalu punya cara untuk mengabulkan do’a kita. dan Allah Maha Tahu yang terbaik..

  9. nurkeren on

    innalillahi wa inna ilaihirojiun.

    turut berduka cita ya mas…semoga ibunya mas DEka mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

  10. savrina on

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..
    turut berduka cita mas.. semoga mas & keluarga tabah dan sabar.. dan semoga mama mas Deka mendapat tempat terbaik di sisi Allah..

  11. Ade on

    Innalilahi wa inna ilaihi rajiun

    Ikut berduka ya Mas.. Semoga almarhumah ibunda dilapangkan kuburnya dan diterima semua amal ibadahnya.. Amiin

  12. Huang on

    waktu itu akan tiba juga pada kita mas, entah itu saya, mas deka, atau orang-orang disekitar kita.
    tapi semoga segala sesuatu yang telah terjadi, Tuhan punya maksud tertentu dan itu akan indah pada waktu-Nya 🙂

    *hugs*
    *hugs*

  13. Meutia on

    Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un
    Aku pernah dengar, saat Allah memberi kita sakit, Allah juga menghapus dosa kita. Semoga Allah mengampuni dosa almarhumah ibu dengan sakitnya dan menggantinya dengan kelapangan dikuburnya atas kebaikan-kebaikannya selama di dunia…Amin

    *Meski terlambat gpp ya mas… disini aku menahan air mata membayangkan aku di posisimu. Sabar ya mas..*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: