Akhirnya…

….. meninggalkan 2009 juga.

Ketika kita sudah berada di akhir, pasti kita selalu berusaha mengenang dan mengingat lagi segala sesuatu yang ada di awal. Bagaimana kita dulu memulainya. Dan bagaimana kita menjalaninya, hingga akhirnya sampailah kita di ‘akhir’ ini. Sama dengan saya. Saya menulis post ini tepat di malam menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010. Tidak ada perayaan apapun, karena memang tidak ingin. Tidak ada keramaian, karena sehari-haripun hidup saya sudah ramai dengan berbagai keramaian dan masalah :D. Ya begini inilah. Akhir tahun hanya ingin membuat sebuah penutup untuk segala up and down dan riuh rendahnya kehidupan.

Ketika benar-benar sudah sampai di penghujung tahun, barulah saya berpikir lagi,

“Gue udah ngapain aja ya tahun ini? Kok kayaknya nggak ada yang keinget lagi..”.

Ya tentu saja, siapa sih yang bisa mengingat dengan detail apa yang sudah kita alami selama 12 bulan? 365 hari, lho! Jangankan hari sebanyak itu, apa yang terjadi 3 minggu yang lalu saja mungkin kita sudah tidak ingat lagi. Kalau sudah begini, saya kemudian malah mempertanyakan segala tetek-bengek resolusi tahun 2009 yang saya buat diawal tahun lalu, yang -seperti tahun-tahun sebelumnya, menguap entah kenapa before I know it!

Satu yang saya masih ingat adalah ketika malam pergantian tahun 2008 ke 2009 yang lalu, saya pun tidak melakukan apapun untuk merayakannya. Selepas makan malam, saya malah langsung tidur. Karena keesokan harinya, jam 4 Subuh, saya sudah harus langsung kabur ke arah Magelang, menuju Candi Borobudur. Ya, saya memang harus berangkat sepagi itu supaya tidak ketinggalan menyaksikan munculnya sinar matahari pagi. Waktu itu ceritanya saya ingin sok-sok an berfilosofi ingin menyaksikan the first sunrise of 2009. Ingin menyakiskan sinar matahari pertama di tahun 2009. Biar gimanaaa, gitu kesannya. Sambil memandangi sinar matahari pagi, sambil merenung, berkontemplasi merencanakan resolusi tahun baru. Dan tempat yang paling pas untuk mewujudkan niat saya itu, dimana lagi kalau bukan di puncak Candi Borobudur.

Akhirnya, jam 4.30 saya sampai di Hotel Manohara *sumpah, ini hotel beneran sudah ada sejak dahulu kala dan bukan terinspirasi dari mbak Manohara Odelia Pinot itu*. Dengan berbekal Senter, saya dan beberapa turis asal Jepang mulai menaiki setapak demi setapak bangunan Candi itu. Sekilas, memang seperti orang yang kurang kerjaan sekali. Mirip orang ronda, tapi dengan busana yang modis. Hehehe. Tapi disitulah serunya. Disaat orang-orang lain mungkin jam segitu baru mulai tidur setelah lebai berdugem dan berpesta pora, saya malah sudah memulai aktivitas padi dengan menaiki Candi Borobudur.

Sesampainya di puncak, saya mencoba memandang sekeliling Candi sambil mengambil nafas panjang. Seperti adegan di sinetron-sinetron itu, lah. Berjalan mengelilingi puncak candi, dan akhirnya terduduk bersila dan mulai mencoba menunggu datangnya sang sinar mentari di awal tahun yang saya tunggu-tunggu. Kalau dilukiskan dalam sebuah gambar, beginilah kurang lebih adegannya :

Lebai, memang. Dan Tuhan sepertinya menyadari ke-lebai-an umatnya yang satu ini, sehingga akhirnya sampai jam 7 kurang  pun, matahari itu tidak muncul, saudara-saudara. Yang ada hanya langit tertutup awan pekat, bahkan seperti akan segera turun hujan. Kami yang sudah stay tune sejak Subuh di puncak Borobudur itupun hanya bisa berharap-harap cemas, semoga hal itu tidak terjadi. Nggak lucu banget kan kalau hujan? Mau berteduh dimana? Didalam candi??

Akhirnya setelah cukup bersabar menanti, sinar sang Mentari itupun muncul perlahan…. di jam setengah 8 lebih! Dan langsung terasa panas di kulit! Hehehe. Menyebalkan sekali. Mood untuk menyambutnya pun sudah tidak ada lagi. Kontemplasi-kontemplasian dan tetek-bengeknya itupun sudah hilang entah keman, berganti dengan mood lainnya yang jauh lebih menarik : foto-foto sajalah!

Yah,  namanya juga usaha.

Dari pengalaman itu saya jadi semakin belajar, bahwa kita memang tidak perlu terlalu berlebihan dalam menghadapi sesuatu, termasuk tahun baru. Biasa-biasa sajalah. Karena kadang apapun yang kita rencanakan, belum tentu bisa terlaksana. Kita manusia punya keterbatasan. Boleh saja merencanakan puluhan hal yang ingin dan akan dilakukan di dalam satu tahun known as ‘new year’s resolution. Begitu gegap gempitanya kita membuat daftar itu. Tapi sampai sejauh mana kita bisa mengusahakan untuk mewujudkannya, masih tanda tanya besar.

That’s why saya agak enggan membuat resolusi besar-besaran (dalam hal skala maupun jumlah) tahun 2010. Karena buat apa? Orang lain mungkin bisa melakukannya. Tapi saya mungkin akan kerepotan.  Saya lebih memilih untuk membuat resolusi harian saja. Apa-apa saja yang saya coba lakukan setiap harinya. Janji pada diri sendiri untuk berbuat ini, dan tidak berbuat itu. Cukup dalam skala satu hari saja, sehingga saya lebih bisa mengingatnya dan mengevaluasinya by the end of the day. Ketika kita mau tidur di malam hari,misalnya. Bukankah itu lebih masuk akal?

Karena pada akhirnya kita semua tahu, setiap detik, setiap menit, setiap jam dan hari adalah sebuah proses buat kita. To reach something. So, all we  have to do is enjoy and cherish every single moment of it. Seorang teman baru saja berbincang kepada saya tentang hal ini siang tadi. Bahwa falsafah Jawa yang mengatakan “alon alon asal kelakon” atau “biar lambat asal terwujud” adalah sebuah ungkapan yang dalam artinya. Bahwa orang Jawa mencoba lebih melihat pada sisi ‘kelakon’ nya ini. Pada hasil. Karena proses ‘lambat’ disini tentu realtif sekali, berbeda bagi setiap orang, bukan? Buat seorang pembalap motocross, melajukan motornya 60 km/jam tentu saja dianggap lambat. Tapi bagi saya, kecepatan segitu sudah termasuk cepat.

Jadi, mudah-mudahan saja apa yang bisa kita harapkan di tahun 2010 ini, bisa ‘kelakon‘ atau ‘terlaksana’ dengan baik, seberapapun lambat atau cepatnya kita melarikan roda kaki kita untuk mencapainya. Ingat, ‘cepat’ atau ‘lambat’ itu tiap orang ukurannya berbeda-beda. As long as we enjoy our ride, selama kita menikmati  laju kendaraan diri kita, maka yakinlah kalau kita pasti sudah berada di track yang tepat untuk mencapai tujuan.

Selamat Tahun Baru! 🙂

~ Tulisan terakhir saya tahun ini, dan tulisan terakhir di blog ini…. Thanks for always visiting.  I’ll see you in a different light! ~

Advertisements

14 comments so far

  1. ntieholic on

    lhoo pindahan rumah ??
    meski pendatang baru penikmat blog ini, dah kadung suka je..

    met tahun baru ..

    • ryudeka on

      Iya. Insya Allah mau istirahat dulu sambil beres-beres buat pindahan rumah hehehe..

      Thanks.. met tahun baru juga ya, Ntie..

  2. didot on

    life is a journey ,so we just have to enjoy the ride,no matter what speed.

    komen ini gak lebai kan,hehehe….:D

    met taon baru semuanya:)

    • ryudeka on

      Enggak dong, Dot..
      Kalo kamu nulisnya “Life is a journey, so we just have to enjoy the ride no matter what speed.. ‘tul nggak, chyiiinnn…??”

      Nah, itu beru lebai hehehhee…

      • didot on

        wkwkwkwk… itu bukan saja lebao,tapi juga melambai,hahaha…

  3. Adit on

    “To reach something. So, all we have to do is enjoy and cherish every single moment of it”

    I always believe this Mas.

    Happy New Yeah 🙂

  4. savrina on

    lho.. kamu mau kemana mas??

  5. ajenk on

    setujuh…..tak ada resolusi tahunan lagi :))

    yang penting memenuhi hari-hari dengan hal2 yang positif…

    kok gak ngeblog lagi ???

  6. Meutia on

    hmmm…bermotor cuma 60 km/jam?? duh itu mah lambat mas..

    Jangan lupa tinggalkan alamat barunya ya mas..
    Met tahun baru….

  7. Huang on

    kok fotonya agak beda yaa..

    mmm…

  8. dian on

    Eh, pertanyaanku adalah:
    Kok bisa ya, kamu foto2 tanpa mengajak backing model yang proper?
    Seperti aku misalnya?

  9. linda on

    wah baru berkunjung ternyata tuan rumahnya udah mau pindah 🙂
    iya bener mas, gak usah terlalu berlebihan menghadapi sesuatu 🙂

  10. Huang on

    mas deka …

    apa kabar??
    lagi sibuk kerja ya??
    gak update lagi?

  11. dian on

    mas… kok kamu ngilang?
    gimana kopdarnya kemaren??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: