Archive for the ‘Musik & Lirik’ Category

Disco Mama

Walau sudah telat 10 hari, tapi dari lubuk hati saya yang pualing dalam, saya ingin mengucapkan “Selamat Hari Perempuan Sedunia” buat semuat perempuan-perempuan yang ada di dunia ini, terutama ya buat perempuan-perempuan yang membaca blog ini. Hehehe. Saya berusaha menyampingkan ego kelaki-lakian saya (atau seperti yang pernah diucapkan Phoebe di salah satu adegan film FRIENDS, “Stop being so testosterone-y!”) dengan mengucapkan :

Saya Salut Pada Anda!

Dari jamannya dulu bekerja di radio perempuan, saya sudah dicekoki dengan berbagai fakta dan pemahaman, betapa perempuan itu mahluk yang tidak biasa. Bisa berfungsi ganda. Bukan berfungsi ganda sebagai laki-laki juga -serem amat, tapi dasi sisi kemampuan diri. Bayangkan, ada :

  • Perempuan single
  • Perempuan single yang sedang bersekolah/ kuliah
  • Perempuan single bekerja
  • Perempuan single bekerja dan bersekolah
  • Ibu Rumah Tangga
  • Ibu Rumah Tangga bekerja dan bersekolah
  • Single Mother

untuk memberikan sedikit contoh, dari status seorang perempuan. Bisa kebayang, buat mereka yang punya status merangkap, ya sebagai ibu rumah tangga yang bekerja, contohnya. Seperti apa ya ribetnya? Mulai dari pagi bangun tidur hingga malam mau tidur lagi, apa nggak mau gila ya rasanya? Saya aja yang masih single aja suka kewalahan ngurusin diri sendiri. Dan suka menganggap biasa kerepotan teman-teman saya yang sudah jadi ibu, perihal masalah membagi waktu bekerja dengan waktu untuk keluarga mereka.

Makanya, saya ngerasa berdosa sekali ketika pada suatu hari saya terlibat perbincangan dengan salah satu teman saya tentang Sophie Navita. Loh, kok ada orang ini segala? Jadi beginilah perbincangan itu.. Continue reading

Advertisements

Good Morning

Punya lagu favorit untuk pengantar tidur, nggak? Some kind of lullaby, yang kalau didengarkan ketika sudah dalam posisi uenak di kasur, pasti bikin suasana hati,suasana kamar bahkan suasana kasur dan bantal menjasi tiba-tiba berubah menjadi nyaman senyaman-nyamannya? Pasti punya, ya. Terus bagaimana dengan lagu pengantar bangun? Hehehe, saya nggak tau, ada apa enggak istililah dalam bahasa Inggris untuk “lagu pengantar bangun tidur” *kalau ada yang tau, tolong tulisin di bagian comment, ya* 🙂

Biasanya, bangun tidur adalah kegiatan yang paling menyebalkan. Sehingga harus beberapa faktor yang bisa membuat kita bisa mem-boosting semangat kita, sehingga jadi tidak malas-malasan ngumpet dibalik bed cover (dan faktor yang paling ampuh biasanya adalah : telat bangun! Hehehe..). Faktor lain, kalau saya sih, ya itu tadi : lagu pengantar bangun. Biasanya saya memang membuat rekaman-rekaman di CD untuk lagu-lagu yang memang khusus untuk diputar di pagi hari. Biasanya memang lagu-lagu itu adalah lagu-lagu dengan up tempo beat, at least medium lah. Yang ketika mendengar dari intronya saja, sudah cukup bikin badan ‘kaget’ dan kemudian melompat dari tempat tidur, bangun dan siap menyapa sinar mentari dengan senyuman *owhh.. imut bangett* Continue reading

To My Mom. To Our Mom.

42-16717817

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang,
Untuk aku anakmu…

Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah, penuh nanah…

Seperti udara
Kasih yang engaku berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu..
Ibu….

Ingin kudekap
Dan menangis di pangkuanmu..
Sampai aku tertidur,
bagai masa kecil dulu..

Lalu doa-doa
Baluri sekujur tubuhku..
Dengan apa membalas
Ibu..
Ibu….

Say What? part II

Terus terang saya nggak gitu ngerti apa yang terjadi pada teman saya Ndut.

dimas

Bukan.. Bukan hanya karena hobinya yang suka berpose usil ketika difoto seperti ini (saja), tapi 15 tahun berteman, manusia satu ini sepertinya hobi sekali usil merusak sebuah lagu. Bukan merusak dengan suaranya (saja), tapi lebih pada kebiasaannya merubah lirik dari yang seharusnya, menjadi lirik lain yang tidak sewajarnya! Menjadi tidak wajar, karena mengakibatkan lagu tersebut berbeda makna hingga 360 derajat. Memang sih hampir semua tragedi itu terjadi akibat ‘salah dengar’ semata. Biasanya, manusia satu ini suka ‘mengejutkan’saya ketika tiba-tiba dia datang dengan motor butut kesayangannya, sambil menyenandungkan sebuah lagu yang kalau didengarkan dengan seksama, pasti akan membuat saya bilang,

Hehhh?????

Pernah suatu ketika, lagi santai-santainya di kamar, tau-tau si Ndut ini datang sambil langsung melengking (iya, bukan berteriak!)

…. Aaaku bukan PSK! PSK! Aaa…ku bukan Pe Es Kaaaaa…!!!!

Kagetlah saya. Apa-apaan ni orang?? Continue reading

Raindrops Keep Falling On My Head

Mari kita menyambut datangnya musim hujan. Paling tidak, walau datangnya diiringi dengan kekhawatiran munculnya banjir atau angin puting beliung, paling enggak musim penghujan yang datang ini akan sedikit mengilangkan keluh kesah hampir semua orang akan ‘menghangatnya’ suhu udara yang kita rasakan akhir-akhir ini. Walau bisa jadi, ketika hujan datangpun, keluh kesah tentang hawa panas itu akan diganti dengan keluh kesah yang lain, mulai dari atap bocor, listrik yang tiba-tiba padam ditengah kejaran deadline, dan masih banyak lainnya. Namanya juga manusia ya. Dikasih panas, ribut. Dikasih ujan, ga bikin diem juga. Hehehe.

Selain menyambut datangnya musim penghujan dengan menyiapkan Jas Hujan dan Payung Lipat yang bisa masuk ke tas laptop (hihi), saya baru-baru ini juga sedang menyiapkan lagu-lagu bertema hujan yang bisa saya senandungkan ketika kelak saya kehujanan. Agak gak penting mungkin kedengarannya. Tapi jangan salah! Saat-saat dimana kita kehujanan, adalah saat-saat dimana keadaan jiwa dan raga ini *edannn* sungguh tersiksa. Sehingga salah satu cara mengatasinya adalah dengan membangkitkan semangat diri sendiri, membuat nyaman diri sendiri, ya salah satu caranya adalah dengan bernyanyi. Ini kalau saya, karena emang hobinya nyanyi. Kalau saya hobi puisi, mungkin saya juga akan mengarang sebuah puisi. Tapi kok terlalu dramatis ya, ditengah hujan kok malah baca puisi?? Mending nyanyi deh kayanya. Asal ga pake joget2 aja. Hehehe.

Tentu saja saya juga nggak akan menyanyikan November Rain-nya Guns’n Roses karena suara saya nggak semelengking Axl Rose. Apalagi menyanyikan lagu Through The Rain-nya Mariah Carey, karena saya nggak mau orang2 disebelah saya memandang sebal karena suara saya yang dimirip-miripin suaranya mbak Mimi yang meliuk2nya suka over itu. Atau menyanyikan lagu Singing In The Rain-nya Jamie Cullum, karena saya cuman hafal bagian

I’m singing in the rain.. I’m, singing in the rain..

doang.

Pilihan saya akhirnya jatuh pada Rhythm of The Rain-nya Dan Fogelberg atau Raindrops Keep Falling On My Head-nya BJ Thomas. Sama jadulnya, memang. Ya, usia emang tidak bisa menipu. Tapi karena saya butuh lagu dengan lirik yang membangkitkan semangat dikala hujan, saya lebih memilih lagu yang terakhir, karena lagu yang pertama ternyata bercerita tentangn patah hati! Walah! Udah kehujanan, nyanyinya lagu tentang patah hati? Sedih bener hidup..

Raindrops are falling on my head
and just like the guy who’s feet are too big for his bed,
nothing seems to fit
those,raindrops are falling on my head,they keep falling

so I just did me some talking to the sun,
and I said I didn’t like the way he got things done,
sleeping on the job
those, raindrops are falling on my head they keep falling

But there’s one thing, I know
the blues they sent to greet me won’t defeat me.
It won’t be long ’till happiness steps up to greet me

Raindrops keep falling on my head
but that doesn’t mean my eyes will soon be turning red.
Crying’s not for me, cause
I’m never gonna stop the rain by complaining
because I’m free.. nothing’s worrying me ..

Becaus it is true. Burt Bacharach bikin lagu ini sepertinya tidak murni menceritakan tentang Hujan. Tapi tentang hidup secara keseluruhan. Hujan biarlah hujan. Dengan menggerutu, memaki-maki ataupun marah-marah, nggak akan bisa membuat hujan berhenti. Yang bisa kita lakukan adalah berhenti berjalan dan kemudian menghindarinya dengan cara berteduh dengan resiko telat sampai tujuan misalnya, atau berjalan terus dan menikmati ‘karunia’ ini walau dengan resiko akan terkena penyakit, misalnya. Sama seperti hidup kok. Banyak pilihan-pilihan. Tinggal dipilih aja. Tapi setelah memilih, jangan komplain. Semua pilihan pasti ada konsekuensinya.

So, next time situ ngeliat sini sedang kehujanan, situ tau lah sini sedang bersenandung lagu apa.. Hihihi.

Warwick Avenue

Uhmm.. lagi jatuh cinta sama video klipnya nih.. hehehehe.
2 jempol buat si mbaknya.


When I get to Warwick Avenue…
Meet me by the entrance of the tube.
We can talk things over, a little time…
Promise me you won’t step outta line.

When I get to Warwick Avenue…
Please drop the past and be true.
Don’t think we’re okay, just because I’m here…
You hurt me bad, but I won’t shed a tear.

I’m leaving you for the last time baby…
You think you’re loving but you don’t love me.
I’ve been confused outta’ my mind lately…
You think you’re loving but I want to be free.
Baby you’ve hurt me.

When I get to Warwick Avenue…
We’ll spend an hour, but no more than two.
Our only chance to speak, once more…
I showed you the answers, now here’s the door.

When I get to Warwick Avenue…
I’ll tell you baby, that we’re through.

All the days spent together, I wished for better,
But I didn’t want the train to come.
Now it’s departed,
I’m broken hearted, seems like we never started.
All the days spent together, when I wished for better,
And I didn’t want the train to come

You think you’re loving but you don’t love me.
I want to be free, baby you’ve hurt me.
You don’t love me,
I want to be free,
Baby you’ve hurt me.

Dance With My Father

Kata orang, biasanya sih anak perempuan itu lebih deket dengan Ayahnya. Begitu juga sebaliknya. Anak cowok cenderung lebih deket dengan Ibunya. Katanya, lho ini. Tapi mungkin emang dari sononya kali, ya? Walaupun pada kenyataannya, ada juga yang nggak demikian. Tergantung juga. Kalo saya, emang saya lebih dekat dengan ibu dibanding dengan ayah saya. Bukan berarti saya ‘ber-jarak’ dengan beliau. Tetep deket (sama bokap sendiri, gitu lohhh), tapi karena emang bawaan beliau yang pendiam, jadinya ya emang rada2 jarang saya bermanja2 dengan beliau (auuuuu…. manjaaa…). Abis gimana ya, ayah saya ini figur yang ‘laki’ banget sih. Hihihi. Maksudnya, yang diem, tenang, nggak banyak ngomong, tegas dan disiplin. Ya, namanya juga idupnya di dunia militer. Sedangkan ibu saya ya tipe yang ‘perempuan’ banget. Sabar, ngemong, dan luar biasa sensitif. Jadi kebayang dong, dua karakteristik yang bertolak belakang itu menyatu, dan.. JEDHUARRR! Keluarlah saya. Bisa Anda bayangkan, seperti apakah karakter orang yang hasil tulisannya sedang Anda baca ini…hehehehe…..

Sebenarnya sih, saya tau kalau peran ibu itu sungguh luar biasa bagi kehidupan. Agama mengajarkan demikian. Semua orangpun tau itu. Dan saya juga meng-amininya. Tapi terus apa kabar sosok seorang Ayah, ya? Kok seperti agak2 ‘tersingkirkan’. Bukannya jadi nggak penting, enggak. Tapi selama ini kita lebih sering membahas tentang peran ibu daripada ayah. Padahal dua2nya sama2 orang tua kita, bukan? Walau ibu yang bertarung hidup dan mati ketika melahirkan, tapi seorang Ayah bukan lantas jadi nggak penting, bukan? Pertanyaan2 ‘kuno’ sering dikeluarkan, seperti :

  • “Kenapa ada Ibu Kota, kok nggak ada Bapak Kota?”
  • “Kenapa ada Ibu Pertiwi, kok nggak ada Bapak Pertiwi?”
  • “Kenapa kok ada Ibu Jari? Bapak Jarinya mana??
  • “Kenapa di Indonesia cuma ada Hari Ibu? Hari bapaknya kapan?”

cukup membuktikanlah, kalau ‘bapak’ kayanya kok didiskriminasikan ya. Hehehe. Continue reading

Nina Bobo #2

Lullaby (Goodnight My Angel) – Billy Joel

Good night my angel time to close you eyes
And save these questions for another day
I think I know what you’ve been asking me
I think you know what I’ve been trying to say

I promised I would never leave you
And you should always know
Where ever you may go
No matter where you are
I never will be far away

Good night my angel now it’s time to sleep
And still so many things I want to say
Remember all the songs you sang for me
When we went sailing on an emerald bay

And like a boat out on the ocean
I’m rocking you to sleep
The water’s dark and deep
Inside this ancient heart
You’ll always be a part of me

Goodnight my angel now it’s time to dream
And dream how wondeful your life will be
Someday your child will cry and if you sing this lullaby
Then in your heart there will always be a part of me

Someday we’ll all be gone
But lullabies go on and on
They never die that’s how you and I will be..

(you can see the video here )
This is my Lullaby. Do you have yours?

Nina Bobo

“… Nina bobo.. Ooh Nina bobo.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk….
Tidurlah sayang adikku manis.. kalau tidak bobo, digigit nyamuk….”

Bisa jadi, mungkin selain lagu Indonesia Raya, lagu diatas termasuk lagu yang paling dikenal oleh seluruh warga negara Indonesia. Hehehe, berlebihankah saya? Yaa, paling tidak, itu membuktikan kalau lagu berjudul Nina Bobo yang entah diciptakan oleh siapa itu, amat sangat populer. Bahkan mungkin malah lebih populer dibandingkan lagu Indonesia Raya! Secara ya, Indonesia Raya cuman dinyanyikan untuk moment2 tertentu saja. Sedangkan lagu Nina Bobo, walaupun juga sama2 dinyanyikan untuk moment2 tertentu (yaitu waktu menjelang tidur), tapi frekeunsi dinyanyikannya lebih sering dibandingkan dengan lagu Indonesia Raya. Paling engga, bisa tiap malam orang menyanyikan lagu Nina Bobo untuk menidurkan anaknya. Karena sampai tulisan ini saya buat, saya kok masih agak ragu ya kalo ada bapak2 atau ibu2 yang menidurkan anaknya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya….. hehehe.

Ok, cukup sudah memandingkan lagu Nina Bobo dengan Indonesia Raya. Karena memang bukan itu sebenarnya inti dari tulisan yang akan saya tulis ini. Continue reading

Dear God

Dear God,
It’s me again…
I am so far from where I could have been
Dear God,
I would be incomplete,
But you came and touched my life in time of need
So I’m thanking you for all you’ve done
And for sacrificing your only son..

That’s why I’m writing you this letter
To let you know that I love you
Thank you for all that I am and for being a friend
Lord, my love for you’ll never end..

Dear God,
I’m so grateful for the way you’ve changed my life
I’d give all I have, I’d just throw it all away
For a chance to walk with you through heaven’s gates
That’s why I’m thanking you for your love and your grace
I don’t deserve these blessings that you give to me

Dear God,
As a humble man I come to you like a child
Needing your knowledge, your love, and your guidance Lord
Thank you for trusting me with my own life’s decisions
But I’m just a man, and I don’t deserve this incredible life that you’ve given me
I love you Lord, I love you..

Dear God,
I’m so sorry, so sorry for living for me..
But I promise from this day on I’m livin’ for you
‘Cause without you my life means nothing..

(Taken from the album ‘Evolution’- Boyz II Men)

Hhh…
Namanya juga manusia ya, teman-teman. Seringnya inget Tuhan kalo sedang dikasih masalah. ketika ‘digetok’ sama yang namanya sedih, baru deh mau curhat, mau manja2an, ngebaik2in dan ngerayu2 Tuhan. But just like an old saying, it’s better late than never. Lebih baik ‘masih ingat’, daripada nggak ingat sama sekali. Setuju?? Hehehe.