Archive for the ‘Romansa’ Category

A Love Like This

att3284810

Gadis yang sedang terbaring lemah di gambar ini adalah Katie Kirkprtrick, 21 tahun. Lelaki yang ada disebelahnya adalah tunangannya, Nick Godwin, 23 tahun. Gambar ini diambil beberapa saaat sebelum upacara pernikahan mereka, yang diadakan pada 11 Januari 2005 yang lalu di Amerika Serikat. Katie menderita kanker, yang membuatnya harus rela menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari, untuk menerima pengobatan. Dalam gambar ini, Nick dengan sabar menunggui calon istrinya itu dalam salah satu dari begitu banyak sesi pengobatan yang dilalui tunangannya. Satu sesi yang amat melelahkan bagi keduanya, for certain different reason…

att32848111

Walaupun didera rasa sakit yang tak tertahankan, berbagai kegagalan fungsi organ di tubuhnya hingga suntikan-suntikan morfin sebagai penghilang rasa  sakitnya, Katie tetap berusaha melanjutkan resepsi pernikahannya, bahkan mengurusi semua detail pernikahannya sendiri. Baju pengantin yang dikenakannya ini sudah mengalami beberapa kali penyesuaian ukuran, mengikuti perubahan berat badannya yang semakin menurun..

att3284812

Dalam genggaman tangan calon suaminya, dalam dorongan serta doa kedua calon mertuanya, dan dengan dibantu sebuah tabung oksigen, cerita cinta dua anak manusia yang dirajut sejak di bangku SMA itupun siap untuk dilanjutkan..

katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d7-small
……………. hingga ke pelaminan.

att3284813

Katie, dengan duduk di kursi roda, masih dengan tabung oksigennya, mendengarkan sebuah lagu yang dipersembahkan suami dan teman-temannya. Look how happy she was….

att3284814

Selama resepsi berlangsung, Katie terpaksa harus beristirahat selama beberapa kali. Deraan sakit yang dideritanya, tidak memungkinan dirinya untuk berdiri dalam jangka waktu lama.

att3284815

katie-2dkirkpatrick-2dgodwin-2d4-small

Katie akhirnya meninggal dunia 5 hari setelah hari pernikahannya. .

Melihat kekuatan, ketetapan dan keteguhan hati seorang perempuan yang sedang sakit dan lemah, tapi tetap tegar melanjutkan hidupnya dan meraih kebahagiaan menikah dengan orang yang dicintainya, mau tak mau membuat kita berpikir… Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa dan mudah untuk kita raih. Tidak peduli berapa lama kita berjuang mendapatkannya, dan berapa lama kita bisa ada didalamnya.

Kebahagiaan pasti tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang mungkin merasa sakiti hatinya, mereka yang mencari, dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka…

Life is short. Break the rules. Forgive quickly. Laugh constantly. And never stop smiling, no matter how strange life is
Life is not always the party we expected to be. But as long as we are here, we should smile and be grateful…

(thanks to my Po.. for giving me the letter…)
Advertisements

Mari Bercinta

to LOVE and WIN is the best thing,

to LOVE and LOSE is the next best thing…

happy valentine’s day.

‘Til Death Do Us Part

Free to creating the drama. Ini adalah satu hal kenapa saya suka sekali siaran radio. Di dunia nyata saja saya termasuk orang yang suka sekali mendramatisasi suatu hal. Hehehe. Apalagi ada di dunia tidak nyata? Karena dunia radio adalah dunia ‘kasat mata’ , dimana yang dinikmati adalah audio, suara. Bukan video, apalagi audio visual. Jadi yang murni dijual adalah sebuah image drama. Penyiar ngomong apa, pendengar bisa bebas membuat interpretasi dan bayangan sendiri2. Itulah kekuatan sebuah audio yang menurut saya luar biasa, yang tidak dimiliki oleh media lain seperti TV atau Majalah.

Minggu siang ini saya siaran, saya semakin yakin kalau saya emang termasuk tukang mendramatisir yang piawai. Hehehe. Jadi waktu itu saya bercerita tentang Patrick Swayze yang melakukan renewal wedding vows bersama istrinya Lisa Niemi. Jadi mas Swayz yang dulu jadi setan di film Ghost ini kan didiagnosa menderita penyakit Kanker Pankreas. Dan kata dokter, hidupnya cuman bisa bertahan 2 minggu kalau kankernya itu menyebar dengan cepat. Satu hal yang dilakukan Swayze kemudian, mungkin cukup menyentuh, buat saya. Instead of menangisi diri sendiri atau down yang luar biasa (ya gimana ya boss.. di diagnosa hidupnya tinggal bentar gitu), dia mememutuskan untuk tidak menyerah sama keadaan. Di hadapan teman-teman terdekatnya dan juga keluarganya, dia malah mengajak istrinya yang sudah mendampinginya selama 33 tahun untuk kembali mengulangi janji pernikahan mereka. Janji yang dulu pernah ucapkan. 33 tahun yang lalu.

Isn’t that sweet? For me, it really is. Why?

Continue reading

In Love

” You know you’re in love when you don’t wanna go to sleep at night
because your life is better than a dream “

The Space Between

“The spaces between your fingers were created

so that another’s could fill them in.”

Listen

Ada hal-hal yang sangat ingin kita dengar,
tetapi tidak akan pernah kita dengar dari orang yang kita harapkan akan mengatakannya.

Meski demikian, janganlah me-nulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

Wishing you love on this Valentine’s Day.
Love, DK

From This Moment On

2 hari terakhir ini ini saya sedang mati-matian menghafalkan lagu Lost Without You-nya Robin Thicke. Dan 2 harian mencoba menghafal, baru bagian reff-nya yang nyantol di kepala. Sisanya, nggak tau nyantol dimana. Padahal, personally, saya cinta sekali dengan lagu seksi ini. Tapi entah kenapa kok ya susah sekali menghafalkan liriknya. Mungkin karena udah lebih dari 3 tahun saya nggak pernah menghafalkan lagu seperti dulu jamannya masih nge-band, jadinya otaknya jadi lamban banget. “Software-nya agak2 lelet” kalau menirukan Julia Perez menganalogikan otaknya dengan istilah komputer. Hehehe.

One of my good friend, Reva is getting married. And she asked me to sing this Robin Thicke’s in her wedding reception. Buat saya, diminta secara personal untukbernyanyi di pernikahan adalah sebuah kehormatan. Apalagi kalau lagu yang di-request adalah lagu yang (mungkin) memiliki arti yang dalam untuk sang mempelai. Jadi, mati-matianlah saya mencoba untuk belajar lagu yang lumayan susah dinyanyikan ini. But I’m so excited. Excited karena udah lama nggak tampil di depan umum (ampun! Akut sekali kadar banci tampil saya ini..), dan excited karena dengan bernyanyi di pesta pernikahannya, secara sepihak saya anggap saya sudah memberikan hadiah yang spesial bagi teman saya itu, sehingga saya terbebas dari keharusan memberikan hadiah berupa barang atau sumbangan uang buat dia! Hahahaha.. Pelit!

Ketika suatu malam, Nona Reva ini mengantarkan undangan dan me-request lagu itu, kami sempat berbincang-bincang tentang banyak hal. Termasuk ‘keterkejutan’ saya akan pernikahannya ini yang serba terkesan tiba-tiba.

“Kok tau-tau married……?”,

Continue reading

I Think God Can Explain


Bertahun-tahun lalu aku meminta kepada Tuhan seorang pasangan. Aku tidak hanya meminta seorang pasangan. Tetapi bahkan menjelaskan pula pasangan seperti apa yang aku inginkan. Aku ingin seorang yang :

Baik.
Lemah lembut.
Pemaaf.
Penuh cinta.
Jujur. Penuh damai.
Pengertian.
Menyenangkan.
Hangat.
Humoris.
Dapat dipercaya.
Aku bahkan menyebutkan ciri-ciri fisik yang aku idamkan.
Dan sejalan dengan waktu, aku semakin menambah daftar cirri-ciri pasangan yang aku inginkan.

Suatu malam dalam doa, aku terlibat perbincangan dengan Tuhan

Tuhan : “Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan…”
Aku : “Kenapa Tuhan??”
Tuhan : ” Karena Aku adalah Tuhan yang adil dan Tuhan kebenaran. Dan semua yang Aku lakukan adalah adil dan benar”.
Aku : “Tuhan.. aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku minta dariMu..”

Tuhan : “Akan aku jelaskan. Adalah tidak adil dan benar bagiKu untuk mengabulkan permintaanmu, karena Aku tidak akan memberikan sesuatu yang bukan dirimu sendiri.

Adalah tidak adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh cinta kepadamu,

Apabila kadang-kadang engkau masih penuh kebencian….

Atau seseorang yang baik hati apabila kadang engkau bisa begitu kejam…

Atau seseorang yang pemaaf sementara engkau masih menyimpan dendam…

Seseorang yang sensitive, sedangkan kadang engkau bisa begitu tidak peduli….

Ia berkata untuk terakhir kalinya kepadaku, “Daripada menghabiskan waktu untuk mencoba mencari seseorang, atau berharap Aku akan memberikan seseorang dengan segala kualitas yang kau cari, lebih baik engkau mengijinkan Aku memanfaatkan waktu untuk membuatmu menjadi orang seperti apa yang kamu cari. Karena Aku tidak dapat memberikan kepadamu yang BUKAN dirimu…”

(Di posting tepat 1 hari menjelang ulang tahun saya yang ke 27 tahun lalu. Saya tulis kembali tepat seminggu setelah ulang tahun saya yang ke 28 ini. This has always been my favorite post.. EVER!)

28

“Met ulang taun ya, Dek… blablablablabla…., kapan kawin?
“Happy Birthday, Kaka! blablablablabla… cepet dapet jodoh ya!
“Met ultah, Men! Buruan kawin!
“Happy 28th Birthday! Wish you.. blablablablabla.. semoga cepet nemu soulmate ya”
“Selamat Ulang Taun, Mas Deka… Kapan nyusul aku kawin? Hihihi..”

Mengapa mereka semua begitu kejaaaaammmm?????

Hahahaha. Ya ya ya, setelah melalui counting down yang cukup lama (21 hari, Men!), akhirnya resmi sudah saya berusia 28. Biasa aja sih harusnya ya, bukan angka yang cantik untuk disambut secara gegap gempita seperti misalnya angka 17 atau 40 tahun, misalnya. Tapi personally, justru ada perasaan deg2an luar biasa di diri ini ketika sadar bahwa saya akan memasuki angka 28 ini. Really dunno why. Tapi ada semacam keyakinan kalau di umur ini akan ada sesuatu yang ‘besar’ yang menanti saya. I’m not a psychic, for sure, tapi saya yakin intuisi saya cukup bagus untuk hal2 beginian. Hehehe. Mudah2an sesuatu yang ‘besar’ itu adalah sesuatu yang bagus. Bukan yang buruk. Dan kalaupun buruk, mudah2an saya diberi kekuatan untuk menghadapi dan menerimanya.

Kembali lagi ke kutipan2 greeting diatas, itu cuman 5 kutipan dari banyak ucapan selamat yang saya terima di ulang tahun kemarin. And I really thanked you all for that. Really appreciated it. Makasih ya buat semua ucapan dan doanya. Dan entah apa kalian semua bersekongkol atau gimana (heheheh), semua.. I mean, SEMUANYA selalu menyertakan doa tentang ‘cepat menemukan jodoh’ atau ‘cepat kawin’ untuk saya. Walaupun didepan2nya ada do’a2 lain, tetep rasanya seperti tidak afdol kalo nggak menyertakan bagian yang ‘itu’. Disatu sisi, saya sih sangat senang sekali banyak yang masih dan mulai dan selalu perhatian sama saya. Tapi disisi lain.. ada perasaan… aaaarrghhhhhhhhhh!!!! Iya, gitu dia…. Hehehe.

28 years old. Still single.
28 tahun. Ya, udah 28 tahun saya hidup di dunia ini. Belom juga ada yang ‘nyantol’ *halah* di hati buat jadi temen hidup. Yang ‘nyolek’ banyak. Berulang kali tentu. Tapi ya udah, just ‘nyolek’ aja. Buktinya sampe sekarang masih keukeuh aja sendirian. Ayo dong, colek gue!!!! Hehehe. And then one night, setelah di bombardir oleh pengharapan2 orang2 agar saya segera menyudahi kesendirian saya ini, saya mencoba mengingat2 kembali masa2 hidup saya selama ini. Buka-buka lagi album foto. Sejak saya kecil, remaja dan dewasa sekarang ini (edan euy! Mas Deka udah dewasa..). Siapa2 saja orang-orang yang pernah ‘mencolek’ saya itu. Mulai dari cinta2 monyet saya jamannya SD-SMP, cinta2 agak penting jamannya SMA, cinta2 ga jelas jamannya kuliah, dan cinta2 makin tidak jelas ketika jamannya kerja sekarang ini.Hahaha.

Dan ternyata… yooo bbuuuuaaaannyyakkkkkkkk…. ya jumlahnya! I mean, ya iyalah… udah 28 tahun! Ternyata orang yang pernah ‘masuk’ dalam hidup saya ini jumlahnya tidak cukup dalam hitungan jari tangan. Sableng emang. Ngapain coba, bikin data orang2 yang pernah dekat di hati kita?? Tapi cobalah, pernahkah sekali aja (just for fun), kita inget2 lagi orang2 itu?? Lucu lho.. bikin senyum2 sendiri. Bahkan untuk kisah2 cinta yang berakhir tragis pun, amazingly sekarang ini bisa kita ingat dengan ekspresi tersenyum atau tertawa, dan bilang ke diri kita, “Goblok banget ya.. Dulu kok bisa2nya gue nangis meraung2 gara2 ni orang..”

Dan, tanpa bermaksud mengobral cerita pribadi apalagi mempermalukan yang bersangkutan (saya sih yakin, mereka2 ini nggak malu pernah ‘dekat’ dengan seoarng Ryu Deka.. Hwahahha), ini beberapa nama yang sempat singgah di hati saya selama 28 tahun ini. Dan kalau nama kamu ada disini…, heyy.. apa kabar?? Masih inget jaman dulu kita itu?? Hehehe.. Continue reading

Road to 28 #1

I’m going to be 28 next week. Hihh.. ngeliat angka itu kok ya berasa tua banget ya.. Perasaan ketika dijalanin, ya nggak beda2 amat sama pas umur 25! Apa ini yang disebut2 sebagai ‘lupa umur’, ya? Hehehe… Berarti, udah setahun juga saya (selalu mencoba untuk) menikmati umur 27 saya. Dan setahun lagi rekor saya sebagai bujangan bertambah! Entah sampai kapan saya bisa mempertahankan prestasi ini. Hehehe. Tapi yang pasti, saya jadi senyum2 sendiri ketika ingat, setahun yang lalu saya pernah sewot ketika status ‘sendiri’ saya dipertanyakan oleh banyak orang. Makanya, buat yang belom pernah membaca uneg2 saya tentang hal ini, saya masukin lagi postingan tersebut, yang duluuuu..banget saya bikin di account blog Friendster saya…


“…koh Deka asik bgt jalan sendirian. Smp dipanggil2 ga nengok..”

SMS dari nomer yang ga saya kenal masuk. Padahal baruuu..aja masuk ke IndoMusik Amplas. Siapa nih?? Perasaan saya ga denger ada yang manggil, barusan.Dan lagi, di Ambarrukmo Plasa yang segitu gedenya, mau sekenceng apa sih kita mmanggil orang? Tetep aja ga bakal denger. Tapi bukan itu intinya. Saya tiba-tiba aja agak tertegun ngeliat isi sms singkat (yagn akhirnya ketahuan datengnya dari Aline Prambors!). Lebih pada “..koh Deka asik bgt jalan sendirian” part!

Apa iya saya segitu asyiknya jalan sendirian di tempat ramai seperti itu? Tempat dimana orang-orang yang dateng, justru pada saingan rame2an dateng dengan keluarga, pasangan (baik resmi maupun yang masih dipertanyakan statusnya). Again, apa iya saya segitu asyiknya jalan sendirian di tempat ramai seperti itu? But the most important thing is.. Apa iya saya segitu asyiknya being alone?? Continue reading