Archive for the ‘Teman-Teman’ Category

Pesta Blogger 2009

Akhirnya…..

pesta-blogger-2009-jogja-03

kesampaian juga ikutan yang namanya Pesta Blogger! 🙂

Maklum, kalau dengar sesuatu yang ada kata-kata “PESTA” nya, biasanya saya sudah langsung malas duluan. Karena dalam benak saya, segala yang berbentuk pesta itu selalu identik dengan yang namanya keramaian dan ke-hingar-bingaran, dua hal yang sedikit-banyak cukup membuat saya alergi untuk terlibat didalamnya. Hehehe. Maklumlah, semua orang yang mengenal saya dengan dekat, pasti sudah cukup mengerti betapa saya ini aslinya adalah seorang yang amat pendiam sekali (ehm…). Saya hanya berisik kalau berhadapan dengan microphone, didepan kamera TV dan juga … dimana lagi, kalau tidak di blog in!

Itulah makanya saya sangat-sangat selektif sekali jika diajak menghadiri undangan-undangan yang berbau-bau ‘Pesta’. Pesta yang paling sering saya datangi paling-paling cuma “Pesta Buku Murah”. Hehehhe.

But (thank God) this one’s different.

Sebenarnya saya sudah sangat familiar dengan istilah ‘Pesta Blogger’. Tapi belum pernah ada sedikitpun ada keinginan di hati untuk datang menghadiri. Boro-boro deh ikutan acara yang berskala besar seperti itu. Lha wong kumpul-kumpul alias kopi darat antar sesama blogger satu kota saja saya nggak pernah. Boro-boro kopi darat dengan blogger satu kota, lha wong blogwalking saja juga nggak pernah! Kuper banget. Makanya saya malah bingung ketika teman blogger saya yang diluar kota menanyakan,

Lho.. memangnya kamu bukan komunitas Cah Andong apa, Mas?

Cah Andong? Opo kuwi? Bukan.. bukan, mbak. Saya bukan Cah Andong. Saya Cah Ganteng! Hehehe. Memang parah sekali saya ini. Bahkan komunitas untuk para blogger di Jogja saja saya tidak tahu! Continue reading

Advertisements

Batik Part II

Batik memang agak-agak overrated hari Jumat kemarin. But in a good way. Hehehe. Karena kemarin memang semua orang seperti tidak mau kalah dalam hal menunjukkan kebanggan mereka terhadap Batik. Maka jangan heran, kalau suasana diman-mana terlihat full warna dan full corak. Batik is everywhere.

Demikian juga di kantor saya. Semua warganya kompak memakai Batik. Dengan gayanya masing-masing. Dan dengan daya serta upayanya masing-masing. Maksudnya, ada yang sampai bela-belain beli baju pada hari H, hanya supaya biar tidak dikatakan ‘nggak asik’ (padahal tidak ada hubungannya sama sekali 🙂 ).

Jadilah, seharian kemarin kantor jadi cukup memusingkan untuk dilihat. Saking terlalu berwarnanya baju-baju yang dipakai, dan saking bermacam-macamnya corak Batik yang dipakai. Tapi bagaimanapun juga, perlu lah diberikan credit tersendiri untuk usaha-usaha kami ini. Paling tidak, kantor hari ini jauh lebih meriah dibandingkan hari-hari biasanya karena diramaikan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti saling bertegur-sapa untuk mengomentari kostum masing-masing, dan kantor juga semakin semarak dengan seringnya terlihat blitz kamera atau HP yang menyala, pertanda sesi foto dadakan bisa terjadi kapan saja!

Karena ini adalah hari spesial, makanya saya juga tidak mau tinggal diam untuk mengabadikannya. Insting blogger (dan komentator) saya meningkat tajam melihat suasana ajaib itu. Dan hasilnya, berikut ini adalah beberapa oknum di kantor yang berhasil saya jepret, karena Batik yang mereka kenakan termasuk kategori outstanding (menurut saya) diantara para pemakai batik lainnya, dan mereka berhak mendapat gelar sebagai ‘yang ter-‘ dan berhak mendapatkan penghargaan untuk tampil di blog ini *edannnn*.

Yang pasti, para korban dibawah ini difoto dalam keadaan sadar alias bukan korban candid (pastinya..lihat aja pose-posenya) dan foto-foto ini pun saya ambil dengan seijin yang bersangkutan (walau tidak saya umumkan kalau foto itu akan saya pajang di blog hehehe).

Image000 Batik Ter-Maksa

Sepertinya mas Inud, pemakainya ini agak-agak terlalu memaksakan diri ikut ber-Batik ria. Karena memadu-padankan Batik dengan celana 3/4 jelas-jelas terlihat sangat maksa, walaupun sebenarnya bisa dimaklumi. Karena beliaunya ini adalah orang divisi off air yang selalu sibuk dengan kegiatan outdoor, sehingga membutuhkan busana yang memungkinkannya bergerak bebas. Saran saya sih : sebaiknya kemeja Batiknya itu dibuat sekalian tanpa lengan saja, Mas 😀

Image004 Batik Ter-Besar

Tentu saja. Dengan ukuran tubuh yang sangat mungil, baju Batik yang dipakainya itu semakin membuat adik kita Tiara ini semakin terlihat tenggelam di dalam gelombang-gelombang lipatan bajunya sendiri yang memang bermodel gelombang itu *komentar mode macam apa ini??* Continue reading

Closing Party

You’ll never know until you’ve tried.

Selama ini saya selalu merasa usia saya (yang walau belum menginjak kepala 3)ini sudah termasuk dalam tahap yang ‘terlalu tua’ untuk pergi ke tempat-tempat clubbing, dan menikmati segala euphoria suasana disana. Itulah kenapa saya selalu menolak setiap kali ada ajakan anak-anak kantor untuk beramai-ramai pergi dugem (eh, masih itu kan ya istilahnya? hehehe). Padahal kalau mau jujur, sebenarnya selain faktor ‘ketuaan’ , banyak alasan lain yang membuat saya menolak ikut. Tapi tetap alasan itulah yang saya anggap paling mujarab untuk menolak, karena kalau saya beralasan

Duh.. aku jam 10 kan udah tidurr…

kok terdengar agak-agak sok imut banget, ya? Walau beneran, saya kalau tidur memang jam-jam segituan. Hehehe. jadi kalaupun ada janji ataupun ada acara di malam hari, sebisa mungkin pasti harus bisa selesai before midnight. Makanya ketika kemarin malam saja saya berkumpul di kantor untuk kemudian datang ke sebuah tempat clubbing di Plasa Ambarukmo jam 22.30 saja, saya serta merta disorakin oleh anak-anak off air kantor,

HUAHAHHAHAHAA… DUGEM SEHAAAAATTTTTTT….!

Lho? Saya dugem? Hehehe. Iya, saya juga heran kok akhirnya saya menyerah juga pada ajakan anak-anak kantor untuk ikut datang di acara Closing Party alias malam terakhir tempat-tempat clubbing beroperasi, karena mereka akan tutup selama bulan Ramadhan. Jadi dugem ini diadakan dalam rangka menyambut bulan puasa, ceritanya. Edan ya. Mulia sekali. Hahaha. Tidak hanya saya yang heran, seluruh kantor juga akhirnya merasakan hal yang sama karena selama hampir satu tahun bekerja dikantor ini, tidak pernah sekalipun saya mau diajak dugem. Not once. Sehingga akhirnya, justru nama saya yang dijadikan sebagai sarana promosi untuk mengajak anggota kantor lainnya ikut.

Ayo Daan.. Mas Deka aja ikut!

Ih.. Entahlah, mungkin sayanya aja yang ke-GR-an. Karena tanpa ada keikutsertaan saya pun, pasti anak-anak juga tetap berangkat. Hahaha. To be honest, dugem malam itu terasa agak spesial buat saya, karena ini merupakan dugem pertama saya setelah 3 tahun lebih tidak pernah menginjak tempat-tempat hingar-bingar itu. Seingat saya, terakhir kali saya dugem adalah tahun 2006, ketika itu saya sedang menjadi peserta training Program Director di Jakarta, dan radio Prambors Jakarta saat itu merayakan hari ulangtahunnya di sebuah club di Djakarta Theatre (ada kan, ya?? Hehehe) yang saya sendiri bahkan sudah tidak ingat lagi apa namanya. Tapi ya itu, datang hanya karena rasa sungkan doang. Sesampainya disana ya cuma bengong doang. Bengong dan budeg. Secara saya termasuk orang yang sangat menyukai musik-musik easy listening, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya berada di tempat itu??

Dugem kemarin itu pun makin terasa mengharukan *uedann!* karena sepertinya banyak sekali yang memberikan dukungan moril kepada saya lewat aneka pesan di Facebook! Mulai dari,

Hhahahahha.. Kaka akhirnya menyerah jugaa… Have fun my little bro, take care dear hehehe..

Wah, asyik tuh buat olahraga malam!

Judulnya : Deka is back hehehhe….welcome to the party…gitu ya ihihi

AKHIRNYA! AKHIRNYA! Deka mau dugem hahaha *pesan buat temen2nya Deka, buatlah Deka merasa “terbang” hahaha..

sampai yang paling to the point seperti

Harus Mabok!!

Uedann! Tapi ada juga komentar-komentar bertolak belakang seperti,

Minum jus kunir asem ajah ya!

Halah Dek, paling dirimu di tempat dugem malah ngantuk… Jangan lupa ya…. nek glegeken ucapkan alhamdulillah… 😀

ati2 y om? inget, kalo mau masuk ucapin Assalamu’alaikum trus melangkah masuk pake kaki kanan dulu om..biar barokah..amin..

HUAHAHHAHAHA…

Perhatian sekali teman-teman saya itu… Continue reading

Sympathy For The Diva Part II

Jadi, ternyata cerita kekurang-simpatikan Mbak QQ terhadap Manohara itu masih berlanjut, teman-teman. Hebat ya. Entah siapa yang sebenarnya hebat disini. Tapi yang jelas, semakin sering Manohara tampil di TV dengan berbagai macam atribut, aksesoris hingga koleksi baju-baju mahalnya, makin tidak simpatik-lah teman saya itu melihatnya. Tidak simpatik itu sama artinya dengan iri kan, ya? Hihihi…

Suatu sore, setelah selesai menggelar acara ulangtahun anaknya yang berusia 2 tahun di sebuah restoran Jepang, saya dan 2 teman saya lainnya Gat dan Nona Iyan yang diundang untuk ikut menghabiskan makanan disana, terlibat perbincangan yang amat intens tentang mbak Manohara ini. Yang intens sebenarnya hanya dua ibu-ibu muda ini. Saya dan Gat hanya sesekali menimpali, dan sesekali tertawa terpingkal-pingkal saja menyaksikan keduanya terlihat atraktif dan menggebu-gebu sekali tatkala bercerita.

Mbak QQ : Tau nggak sihh.. Ternyata nggak cuman tasnya aja yang Hermes loh! Ikat pinggangnya juga!
Gat : Emang kalo ikat pinggang itu lebih mahal dari tasnya ya?
Mbak QQ : Iya! Tau nggak sih, yang bikin lebih heboh lagi kan bukan karena cuman Tas Hermesnya yang 6 biji itu. Tapi karena dia punya Tas Hermes yang warnanya Orange!
Saya : Heh? Lah kok norak banget.. tas kok warnanya oranye…

Nona Iyan : Emangnya Hermes Oranye itu yang limited edition ya?
Mbak QQ : HUUUHHHH… itu kan yang paling mahaaaaaaaaallllll….. Kamu perhatiin deh… tiap tampil di TV, semua baju-baju dia itu semuanya koleksi keluaran terbaru semua?? Itu yang stelan celana pendek itu aja, 70 jutaan, nyaah…

Nona Iyan : Bo.. Gile ya. Lo kok bisa sampe tau sih harganya?? Gila ya. Gue cuman tau kalo baju2 yang dipake itu emang bukan kaya baju yang sehari-hari gue pake sih..hahaha.. Continue reading

Sympathy For The Diva

Jadi… Manohara sudah kembali ke haribaan ibu pertiwi ya?

Ya selamat deh. Mudah-mudahan semua konflik dan berbagai statement yang serba babaliyut itu segera selesai, supaya infotainment bisa kembali lagi menyajikan tokoh2 lainnya untuk diberitakan. Kasihan artis-artis lain yang kalah pamor oleh Manohara. Hehehe. Well, semua orang mungkin ikut terpancing mengikuti berita kembalinya Manohara ini. Ada yang makin ikut bersimpati mendengar cerita-cerita pengakuannya  selama mengalami penderitaan di kerajaan, tapi pasti ada juga yang malah  merasa jengah karena si mbak  dan keluarganya ini seperti terlalu mengumbar euphoria kebebasannya, sampai-sampai sibuk tampil disana-sini.

Teman saya Ndut, mungkin termasuk kategori yang ikut merasa iba pada Manohara.

Ndut : Kasian banget sih….
Saya : Kasiannya?
Ndut : Ya kasian.. Punya Blackberry tapi nggak ada SIM Cardnya…
Saya : HEH???
Ndut : Lho kamu gak tau, apa?  Katanya disana dia dikasih Blackberry kan, tapi SIM Cardnya diambil sama orang kerajaan. Jadi ga bisa buat ngapa2in. Buat apa , coba? Cuma bisa foto2 doang, paling….
Saya : Oh…

Itu komentar Ndut yang mencoba berempati, merasakan sedihnya Manohara yang nggak bisa mainan Blackberry selama di kerajaan Kelantan. Lain lagi dengan teman saya, Mbak QQ. Perempuan cantik yang memproklamirkan diri sebagai salah satu sosialita Jogja ini ternyata termasuk yang kurang begitu bersimpati dengan kasus Manohara ini. Continue reading

Gunting Kuku-ku…

Saya pengen cerita tentang satu benda berbentuk kecil yang kita kenal dengan nama : Gunting Kuku.

gunting-kuku

Ya, gunting kuku. Semua orang pasti sudah kenal dengan benda yang satu ini. Dikenalkan sejak kita masih kecil, ketika kita bahkan masih belum bisa memakainya sendiri. Ketika orang tua atau guru masih rajinnya memotongkan kuku kita setiap seminggu sekali, sampai akhirnya kita bisa memakainya sendiri, bahkan sampai ketika kemudian sampai bisa menyuruh (atau lebih tepatnya : membayar! hehe) orang lain untuk memotongkan kuku kita di salon-salon itu, lengkap dengan serangkaian treatment lainnya yang dikenal dengan nama Manicure-Pedicure (bener kan ya gini tulisannya?).

Segitu pentingnya kah si gunting kuku ini, sampai-sampai jadi bahan cerita saya? Jawabannya jelas : IYA. Pertama, tentu saja kalau melihat fungsinya. Demi alasan kesehatan, memotong kuku memang dianjurkan. Dalam agama Islam, memotong/menggunting kuku itu malah hukumnya Sunnah dan sebaiknya dilakukan setiap hari Jumat ketika akan melaksanakan kewajiban Sholat Jumat. Jadi tentu saja, si gunting kuku ini jadi benda yang penting sekali keberadaannya. Karena, mau pakai apa lagi, coba? Gunting rambut? Bisa aja sih, tapi kok seperti agak ribet ya. Atau digigit-in? Hehehe.. Tidak anggun…

Alasan kenapa si gunting kuku ini begitu pentingnya buat saya, karena ternyata berkat benda yang satu inilah, saya sempat dibikin terkaget-kaget ketika mendapati fakta baha : I’m an unforgettable person! Huahahhaha… lebai! Jadi gini ceritanya.. Continue reading

Sales Promotion Girl

Hari ini di YM, saya chatting dengan teman yang lama ga ketemu nih ceritanya. Nona Addis. Itu tuh, satu-satunya teman saya yang mau-maunya diajakin nonton film Bukan Bintang Biasa, lebih dari satu tahun yang lalu. Lama nggak ketemu, karena si Teteh satu ini sempat jadi anak durhaka dengan pergimeninggalkan Jogjakarta, kembali ke kampung halamannya di Bogor, dengan alasan hendak dijodohkan oleh orangtuanya dengan salah satu anak tetangganya. Paling tidak, itulah satu-satunya gosip yang saya dengar tentang dia dulu, dan saya nggak mau repot-repot mencoba mencari kebenarannya, karena…. why should I? Lebih seru biar gitu aja gosipnya. Hehehe.

Eniwei, akhirnya dia kembali lagi ke Jogja dengan membawa kabar baru rupanya.

On YM, Kamis 19 Februari 09

ryu.deka : eh, ketemu juga akhirnya..
ryu.deka : kamu dimana??
euis : di Jl.Affandi hehehe
ryu.deka : mana tuh? Gejayan?
euis : hihi yak!! 100! depannya Mailbox persissss
*merujuk sebuah radio tempat dia bekerja sekarang*
euis : eh..eh skarang daku bisnis kaos couple, mo pesen ga??
ryu.deka : ih…
ryu.deka : to the point banget
ryu.deka : basa basi dikit kek.. tanya kabar…tanya gosip terbaru..
euis : ihihihi, kalo gw jd penyiar RCTI baru gw tanya kabar lo gimana? Tapi secara gw skarang di radio lagi, jadi smua perlu tau kalo gw juga mengawali jadi enterpreneur (bener ga sih nulisnya??) walopun partneran. Dan gw cuma sumbang ide (ide juga modal kan? hehe walo bentuknya bukan rupiah) skaligus gw angkat diri gw sbagai promotion
ryu.deka : Terus, officially kamu moved here?
euis: iyak i’m officially di jogja (lagi)
euis : pesen gak?

ryu.deka : ooo…hehehehe
euis : sbenernya target marketnya anak SMP-SMA yang masih menganggap bahwa cinta itu indaaaaaah skali, sampe mau-maunya pake baju kembaran bertyuliskan “I luv U babe” dan “I luv u2 babe”!
ryu.deka : hahahaha…
ryu.deka: nah lu knapa nawarin ke gue..
ryu.deka : mentang2 gue keliatan kaya anak ABG??
euis : kan lo idolanya anak2 SMP dan SMA!
euis : hehehe
ryu.deka : matilah…
euis : radio lo anak muda kan?? promosiin yak (kaos gw). Pokoknya beda ama kaos2 couple yg udah pernah ada, custumized, pokoknya kamu2 banget deeeeh hehehe, dan ga produce massal,
bukan masalah demi menjaga ekslusifitas, melainkan modal kami terbatas dan blum bisa produksi banyak2..

ryu.deka : Bodohhh…hahhahahaah

Jujur amat sih jadi orang promotion? Heran deh. Hehehe..

A Friends In Need is A Friend Indeed

Teman yang baik adalah teman yang ada disaat kita sedang dalam keadaan susah. Tidak hanya ketika kita sedang dalam keadaan senang. Karena hampir semua orang pasti mau ada disamping kita ketika kita sedang bergembira. Mungkin paham inilah yang dianut oleh teman saya, sebut saja namanya Mawar *hihi..kaya nama samaran di berita-berita kriminal aja*. Dia berusaha untuk menguji kadar kesetiaan saya sebagai seorang temannya, dengan mengirimkan SMS ini :

Say, ntar jam ½ 5 sore stand by di HP ya. Aku ujian Enggres (Inggris, maksudnya)

Jadi ceritanya, teman saya yang cantik ini kuliah (lagi) mengambil kelas hukum ekstensi di salah satu universitas yang … I have to say, tidak terlalu bonafid. Hahaha. Dan biasanya, masa-masa ujian adalah masa-masa dimana dia hidup dalam kenestapaan, terutama mata kuliah Bahasa Inggris, sehingga membutuhkan pertolongan saya, temannya, yang sebenarnya juga nggak jago-jago amat kalo berurusan dengan bahasa asing ini. Dan maksud dari SMS diatas itu tentu adalah, dia meminta tolong dengan amat sangat kepada saya untuk membantunya mengerjakan soal ujian Bahasa Inggris melalui HP.

Kok bisa? Continue reading

Spooky Part2

Apa persamaan antara orang latah dan orang penakut?

Jawabannya simpel : sama-sama sering menjadi bahan ‘hiburan’ bagi orang-orang disekitarnya. Lebih seru lagu kalau orang itu adalah orang penakut yang juga latah. Sempurna! Hehehe. Jahat ya, sukanya kok menghibur diri dari kesusahan orang lain. Jangan dikira orang yang latah itu nggak capek, lho. Dulu saya punya seorang teman cewek yang latahnya sudah luar biasa parah, yang latahnya tidak hanya dalam tingkat ‘mengulang perkataan orang‘ saja, tapi sudah dalam tahap ‘mempraktekkan apapun yang diperintahkan oleh orang lain‘. Saya nggak tau, dia itu memang latah atau pada dasarnya orang yang penurut. Hehehehe. Pokoknya apapun yang diteriakkan orang dihadapannya, pasti seketika itu juga akan dipraktekkannya. Mulai dari yang sopan seperti : “Jongkok!” atau “Salam Putri Indonesiaa!!” atau “Hormat, grak!”, sampai yang agak kurangajar seperti… ya you know lah, seputar angkat-mengangkat  atau copot mencopot sesuatu. Hehehe.

Hingga suatu malam ketika kami sedang dugem *ohh..istilahnya  masih ‘dugem’ ya*,  si mbak  yang latah ini ikut. Salah dia sendiri, sebenarnya. Itu sama saja bunuh diri, bukan? Benar saja, hanya dalam hitungan menit, dia tau-tau sudah ada diatas meja dan menjadi ‘superstar’ club malam itu. Nggak disuruh melakukan sesuatu yang diluar kesusilaan, sih. Hanya seputar melakukan koreografi tarian saja. Tapi tetap aja latahnya di tempat yang banyak orang (dan banyak properti juga!), walhasil makin banyak pula kreasi-kreasi kegiatan yang diperintahkan oleh orang-orang disekitarnya. Hingga keesokan paginya, dia menelpon saya dan bertanya,

“… eh, tadi malem emang aku ngapain sih.. kok tadi pas bangun, badanku pegel2 semua..  kaya abis marathon gitu..

Saya sih nggak tau apa dia beneran pernah ikutan lari marathon atau emang dia aja yang terlalu lebay membuat perbandingan, tapi saya baru sadar kalau ternyata orang latah itu capek! Melakukan sesuatu tanpa disertai kesadaran itu ternyata melelahkan.

Tapi disini saya nggak akan ngomongin tentang orang latah. Continue reading

Spooky

Jumat sore, jam 16.54

Suasana studio di lantai 4 sedang luar biasa sepi. Hanya ada 3 orang. Saya yang sedang nunggu waktu pulang *hehehe*, Mayda yang sedang siaran, dan Dati yang segera akan menggantikan Mayda siaran. Tiba-tiba ditengah keheningan itu, kedua manusia ini mendekati saya, dan dengan muka hati-hati bertanya,

Mayda : Mas, kamu pake parfum apa?
Saya : Hah?
Dati : Mmm.. ada bau-bau Melati-nya, gak?
Saya : Heh? Masa parfum ku pake Melati segala… yang bener aja..
Maya : Kamu coba keluar deh..

Dati : Coba ke ruangan 1009 deh (ruangan ‘kerja’ saya)
Mayda : Iya.. ada bau2 Melati gitu..

Sampai disini kami semua agak terdiam. Agak deg-degan juga sih, karena lantai 4 tempat kami biasa berkumpul ini memang sangat kondang aura spooky-nya. Semua orang yang ada disini, (katanya) sudah pernah mendapat pengalaman berharga bertemu atau mendengar atau sepertinya melihat atau ‘mencium bau’ sesuatu yang bikin bulu-bulu di tubuh ini berdiri. Untungnya saya belum pernah,secara saya juga baru 2 bulanan ini bergabung sebagai penghuni lantai 4 ini. Dan.. apakah ini berarti akan menjadi saat pertama saya mendapatkan ‘pengalaman menyeramkan’ itu? Gara-gara bau Melati itu?

Sumpah saya deg-degan. Secara emang penakut banget. Sampai akhirnya, setelah beberapa saat terdiam,

Saya : OOOOOOO…. iiya. Emang bau Melati disana…
Mereka : HAH?
Saya : Itu bau Melati emang asalnya dari tasku.Kamu tau pengharum buat lemari? Itu yang ta’ pake buat ngilangin bau ga enak di tasku…. Dan baunya emang bau Melati…
Mereka : WOOOOOOO…! Kirain.. Soalnya kita emang suka agak-agak sensitif dengan bau-bauan aneh kalo di lantai 4 ini, Mas.. Tadi kita parno gitu, kok ada bau-bau Melati gitu. Makanya kirain parfum kamu yang baunya gitu. Tolong itu besok diganti yaaa.. JANGAN MELATI!

Hahaha… Ya maap! Iya deh. Demi ketenangan bersama, besok saya ganti baunya. Nggak Melati lagi. Saya ganti yang baunya BUNGA SEDAP MALAM!